spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

China Ciptakan Drone Tenaga Surya, Bisa Gantikan Tugas Satelit

Telko.id, Jakarta – China membuat kemajuan di bidang teknologi drone, dengan menciptakan drone bertenaga surya bernama Feiyun.  Drone tersebut hadir untuk memfasilitasi komunikasi darurat dan observasi darat.

Presiden China Aerospace Science and Industry Corp, Zhang Hongwen, menyatakan, pihaknya melakukan lebih dari 100 uji terbang pesawat tanpa awak bertenaga surya pada 2018. Demikian pula dalam hal desain.

Menurut laporan China Daily, seperti dikutip Telko.id, Rabu (20/3/2019), China Aerospace Science and Industry Corp juga bereksperimen dalam hal kemampuan peralatan yang dipasang di drone selama penerbangan.

{Baca juga: Drone Diterjunkan Basmi Hama Tikus di Kepulauan Galapagos}

Meng Fanyuan, kepala desain sistem China Aerospace Science and Industry Corp, berujar, drone tersebut mampu menjalankan tugas yang sejatinya dilakukan oleh satelit. Biaya operasionalnya pun jauh lebih rendah.

“Ketika membawa perangkat yang terhubung internet, jaringan berbasis drone bisa menghubungkan pengguna di daerah terpencil, pegunungan, maupun pulau-pulau kecil. Drone bisa pula menyediakan layanan telepon,” katanya.

{Baca juga: Pria Ini Ditahan Gara-gara Terbangkan Drone di Parlemen Myanmar}

Tak cukup, Meng melanjutkan, setelah selesai dioperasikan, sistem di drone bisa mempertahankan setidaknya satu minggu layanan komunikasi darurat kalau-kalau terjadi kegagalan dalam komunikasi berbasis darat.

China Aerospace Science and Industry Corp berencana membentuk jaringan drone untuk menampilkan dan mempromosikan penggunaannya dalam penginderaan jauh dan telekomunikasi selama tiga tahun mulai 2020. {SN/IF]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU