spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Bos Xbox Sindir Google Stadia, Begini Katanya

Telko.id, Jakarta Google baru saja meluncurkan Stadia. Sementara itu, Microsoft lewat divisi game Xbox juga punya proyek serupa, yaitu Project xCloud.

Persaingan mereka pun semakin memanas, setelah bos Xbox memberikan sindiran pedas pada layanan streaming game buatan Google itu. Apa katanya?

Dilansir 9to5google, Chief Marketing Officer Xbox, Mike Nichols, dalam wawancara dengan Telegraph menyindir Google Stadia dengan mengatakan bahwa layanan tersebut tidak memiliki konten.

“Google mungkin memiliki infrastruktur cloud untuk streaming. Mereka juga punya komunitas YouTube, tapi tidak memiliki konten,” ungkap Nichols.

{Baca juga: Dua Game Ini Bakal Tersedia di Google Stadia}

Konten yang dimaksud adalah game untuk disajikan kepada penggunanya. Opini tersebut di satu sisi memang benar. Karena Xbox sendiri tidak hanya hadir sebagai pembuat konsol, tapi juga menaungi banyak sekali studio atau publisher game.

Sementara Google, hanya sesekali terlibat dalam pembuatan game mobile. Misalnya Niantic Labs yang kini sudah berpisah dari Google.

Oleh sebab itu, Nichols berpendapat bahwa Stadia masih akan sulit menemukan kejayaannya karena Google tidak memiliki pengalaman cukup panjang dengan industri game.

“Ke depan, kehadiran perangkat atau konsol mungkin tidak akan dibutuhkan tapi pengalaman terbaik tetap hanya bisa dihadirkan lewat perangkat lokal atau konsol,” jelas Nichols.

Pihak Microsoft dan Xbox mengklaim bahwa Stadia belum bisa menyaingi bisnis game dari Xbox dan Project xCloud.

Namun, Google sendiri tidak main-main dalam mempersiapkan Stadia. Buktinya, Stadia sudah diisi dengan sosok berpengalaman di industri game. Seperti Phil Harrison, mantan eksekutif di Xbox dan Sony yang ditunjuk memimpin tim Stadia.

Tak cuma Harrison, raksasa internet itu juga memboyong Jade Raymond, mantan produser dan salah satu pencipta Assassin’s Creed pertama Ubisoft untuk bergabung ke dalam tin Stadia.

{Baca juga: Google Perkenalkan Layanan Streaming Game “Stadia”}

Harrison sendiri pernah memberikan informasi bahwa mereka sudah menyebarkan development kits ke berbagai studio dan publisher game. Ia menyebut bahwa kemungkinan pada Juni 2019 akan ada pengumuman terbaru terkait Stadia.

Google Stadia sendiri baru menggunakan game Assassin’s Creed Odyssey untuk demonstrasi layanannya. Apabila benar, maka diduga Google Stadia akan ambil panggung pada acara E3 2019 pada Juni 2019. [BA/HBS]

Sumber: 9to5google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU