Telko.id – School of Accounting BINUS University secara resmi membuka Galeri Investasi hasil kolaborasi strategis dengan Indonesia Stock Exchange (IDX).
Peresmian yang berlangsung di kampus BINUS @Alam Sutera pada Jumat (6/2) ini menjadi tonggak penting dalam upaya universitas memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis praktik, sekaligus meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman pasar modal bagi generasi muda.
Langkah ini menegaskan komitmen institusi dalam menghadirkan pengalaman belajar yang melampaui aspek konseptual semata. Di tengah pesatnya transformasi digital sektor finansial dan dinamika ekonomi global, kehadiran fasilitas ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi aplikatif yang relevan dengan kebutuhan industri.
Hal ini sejalan dengan berbagai inisiatif kampus lainnya, seperti pameran Karya Alumni yang kerap menampilkan inovasi mahasiswa.
Acara peresmian tersebut dibuka langsung oleh Prof. Dr. Lim Sanny, S.T., M.M., dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting industri pasar modal. Turut hadir Kemas M. Rumaiyar selaku Regional Head 3 Market Development IDX, serta Dwi Susanto yang menjabat sebagai Branch Manager PT BNI Sekuritas.
Kehadiran para praktisi ini mempertegas sinergi kuat antara dunia akademik dan sektor profesional dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif.
Baca Juga:
Transformasi Pembelajaran Berbasis Praktik
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Lim Sanny menyoroti bahwa pendirian Galeri Investasi merupakan bagian integral dari transformasi pembelajaran di School of Accounting BINUS University. Fokus utamanya adalah kesiapan karier dan penguatan kompetensi teknis mahasiswa agar siap terjun ke dunia kerja.
Ia menegaskan bahwa melalui fasilitas ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori akuntansi dan keuangan secara mendalam, tetapi juga harus mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam konteks nyata pasar modal.
Upaya ini merupakan wujud nyata komitmen kampus untuk mencetak lulusan yang unggul dan mampu bersaing di industri keuangan yang kompetitif.
Lebih jauh, keberadaan Galeri Investasi di lingkungan kampus diharapkan mampu membangun budaya literasi finansial sejak dini. Mahasiswa didorong untuk memahami urgensi perencanaan keuangan, manajemen risiko yang tepat, serta pengambilan keputusan investasi yang didasarkan pada analisis data yang akurat.
Hal ini mirip dengan strategi korporasi besar dalam mengelola aset, seperti Investasi Erajaya yang penuh perhitungan matang.
Sinergi Akademik dan Industri
Kemas M. Rumaiyar dari IDX menekankan peran vital perguruan tinggi dalam memperluas inklusi pasar modal di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi dengan institusi pendidikan adalah strategi efektif untuk mendongkrak partisipasi generasi muda dalam ekosistem investasi nasional.
Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk pola pikir generasi muda terhadap investasi. Melalui Galeri Investasi, mahasiswa mendapatkan akses langsung ke informasi yang kredibel serta edukasi pasar modal yang terstruktur. Pengalaman belajar ini membawa mereka lebih dekat dengan praktik industri yang sesungguhnya.
Senada dengan pandangan tersebut, Dwi Susanto dari PT BNI Sekuritas menyatakan bahwa kolaborasi ini membuka ruang pembelajaran yang kontekstual.
Galeri Investasi berfungsi sebagai jembatan penghubung antara teori di ruang kelas dengan praktik di lapangan. Mahasiswa dapat belajar membangun pola pikir investasi yang sehat dan disiplin sejak dini, yang akan menjadi bekal berharga saat memasuki dunia profesional.
Secara fungsional, fasilitas ini akan menjadi pusat aktivitas edukasi pasar modal di School of Accounting BINUS University.
Mahasiswa dapat mengakses informasi instrumen investasi, mengikuti pelatihan analisis saham, serta terlibat dalam diskusi pasar. Inisiatif ini selaras dengan visi impactful learning BINUS, yang bertujuan mencetak lulusan yang tidak hanya siap menjadi pekerja profesional, tetapi juga berpotensi menjadi pelaku usaha di sektor keuangan. (Icha)


