Telko.id – Apple berhasil mengamankan posisi puncak dalam pasar pengiriman smartphone global sepanjang tahun 2025.
Data terbaru dari firma riset pasar Counterpoint Research mengungkapkan bahwa raksasa teknologi asal Cupertino ini sukses menggeser dominasi Samsung, yang kini harus puas berada di peringkat kedua dalam hal volume pengiriman.
Pencapaian ini menandai pergeseran signifikan dalam lanskap industri seluler, di mana Samsung secara historis sering memimpin angka pengiriman tahunan berkat portofolio produknya yang luas mulai dari segmen entry-level hingga premium.
Sebaliknya, kesuksesan Apple menduduki peringkat pertama menunjukkan kuatnya permintaan terhadap lini iPhone, khususnya seri terbaru yang dirilis pada paruh kedua tahun tersebut.
Kinerja impresif Apple ini sejalan dengan laporan sebelumnya yang mencatat bahwa iPhone 16 menjadi salah satu pendorong utama penjualan.
Strategi Apple yang konsisten pada segmen premium terbukti ampuh mempertahankan loyalitas konsumen di tengah persaingan ketat, sementara Samsung menghadapi tekanan ganda dari Apple di segmen atas dan pabrikan Tiongkok di segmen menengah ke bawah.
Baca Juga:
Dinamika Kompetisi Global
Turunnya Samsung ke posisi kedua bukan berarti kinerja raksasa Korea Selatan tersebut buruk, namun lebih menyoroti betapa agresifnya pertumbuhan Apple dalam memperluas pangsa pasarnya.
Selain persaingan dua kuda pacu ini, merek lain juga menunjukkan pergerakan menarik. Misalnya, kinerja Xiaomi Q3 2025 yang mencatatkan lonjakan laba bersih signifikan menunjukkan bahwa kompetisi di luar dua besar masih sangat dinamis.
Para analis menilai bahwa kemampuan Apple untuk memimpin pasar global sangat dipengaruhi oleh ekosistem yang matang dan siklus penggantian perangkat yang stabil di negara-negara maju.
Sementara itu, Samsung terus berupaya menyeimbangkan volume penjualan dengan profitabilitas, terutama melalui lini ponsel lipat mereka yang mendominasi ceruk pasar tertentu.
Tantangan bagi seluruh pemain industri di masa depan diprediksi akan semakin berat. Faktor eksternal seperti kenaikan biaya komponen diperkirakan akan memengaruhi strategi harga dan volume produksi.
Sebuah laporan bahkan menyebutkan bahwa Harga RAM Naik berpotensi menyebabkan kontraksi pasar global pada tahun mendatang.
Keberhasilan Apple menyalip Samsung di tahun 2025 memberikan sinyal bahwa preferensi konsumen global semakin condong pada perangkat premium yang menawarkan nilai jangka panjang.
Pergeseran takhta ini akan memicu respons strategis dari Samsung dan kompetitor lainnya untuk merebut kembali pangsa pasar di tahun-tahun mendatang. (Icha)


