spot_img
Latest Phone

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

ARTIKEL TERKAIT

Apple Angkat Bicara Soal Serangan di iPhone Uighur

Telko.id, Jakarta  – Apple mengonfirmasi bahwa Uighur, kelompok minoritas yang sebagian besar Muslim dan dianggap sebagai ancaman oleh China, memang telah menjadi target serangan karena kelemahan keamanan iPhone.

Namun, Alphabet sebagai induk perusahaan Google memperkarakan tentang upaya Apple untuk melacak pengguna ponsel secara nyata waktu. Peneliti Google Project Zero berujar bahwa upaya itu akan dilakukan selama dua tahun.

{Baca juga: Pasar Smartphone Global “Merana”, Apple jadi Korbannya}

“Ada lima kelemahan keamanan yang mengarah kepada upaya berkelanjutan untuk meretas pengguna iPhone di komunitas tertentu selama minimal dua tahun,” terangnya, dikutip Telko.id dari Reuters, Minggu (8/9/2019).

Para peneliti tidak menentukan komunitas yang disasar. Namun, ada laporan bahwa serangan untuk memantau warga Uighur. Ada pula rumor, China meretas perusahaan telekomunikasi Asia untuk memata-matai pelancong Uighur.

Di lain sisi, Apple mengatakan bahwa serangan “terfokus sempit” dan memengaruhi “kurang dari selusin situs yang berfokus kepada konten terkait komunitas Uighur”. Apple membantah ada peretasan massal pengguna iPhone.

“Apa yang disampaikan olehpeneliti Google tidak benar. Kami telah memperbaiki masalah itu dalam 10 hari setelah diberitahu oleh Google. Serangan situs hanya berlangsung dua bulan. Tidak dua tahun seperti kata Google,” katanya.

Apple menambahkan, pernyataan Google keluar enam bulan setelah tambalan iOS dirilis sehingga menciptakan kesan yang salah tentang” eksploitasi massal ” untuk “memantau aktivitas pribadi seluruh populasi secara real-time.”

Dalam sebuah pernyataan, Google menyatakan tetap mendukung temuannya. Google berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Apple dan perusahaan lain guna menemukan serta memperbaiki segala masalah maupun kekurangan.

{Baca juga: Tim Cook “Curhat” Dampak Perang Dagang ke Donald Trump}

Asal tahu saja, Google dan Apple adalah saingan di pasar ponsel. Sistem operasi iOS buatan Apple bersaing sengit dengan Android bikinan Google. Tahun lalu, Google Project Zero menemukan kelemahan keamanan di chip Intel. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU