spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Angkatan Udara AS Bikin Drone Otonom AI, untuk Apa?

Telko.id, JakartaAngkatan Udara Amerika Serikat (AS) mencoba membuat drone otonom berteknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Gunanya untuk membantu pilot manusia.

Menurut laporan Engadget, seperti dikutip Telko.id, Minggu (31/3/2019), angkatan udara AS meminta masukan dari industri teknologi untuk membuat program AI di drone otonom yang disebut Skyborg.

Program itu masih dalam tahap perencanaan. Angkatan udara AS tengah mencari riset pasar dan konsep analisa operasi untuk Skyborg guna mengetahui teknologi apa yang bisa benar-benar cocok digunakan.

Mereka berencana meluncurkan prototip drone otonom pada 2023. Angkatan udara AS ingin agar AI bisa mengatur drone menghindari pesawat lain, objek, medan yang menghalangi, serta potensi cuaca buruk.

{Baca juga: China Ciptakan Drone Tenaga Surya, Bisa Gantikan Tugas Satelit}

AI juga harus bisa membuat drone lepas landas dan mendarat tanpa bantuan pilot. Skyborg harus pula bisa dikendalikan oleh pilot manusia meski tidak memiliki pengalaman menjadi pengemudi atau teknisi pesawat.

Angkatan udara AS berharap, Skyborg modular memungkinkan untuk memasang sensor tergantung keperluan misi. Jika ingin melakukan mata-mata, misalnya, mereka menjadi mudah untuk memasang kamera.

Lain hal, ketika ingin mendeteksi zat tertentu di udara, Skyborg bisa dipasangi sensor pendeteksi partikel. Tujuan utama program Skyborg adalah untuk membuat pesawat modular bisa diperbarui secara cepat.

{Baca juga: Polisi New York Mantau Malam Tahun Baru Pakai Drone}

Asisten Sekretaris untuk Akuisisi, Teknologi, dan Logistik angkatan udara AS, Will Roper, mengemukakan bahwa Skyborg akan berfungsi layaknya sistem robot R2D2 untuk Skywalker di film Star Wars.

Kemajuan teknologi drone kini telah mulai dilirik angkatan perang di beberapa negara. Jika Angkatan Udara AS akan membuat drone otonom bernama Skyborg, di Rusia juga akan mengembangkan “Gun Drone”.

Hal itu diketahui setelah pabrik senjata asal Rusia, Almaz-Antey mengajukan desain paten berupa drone yang bersenjatakan senapan AK-47.

Dilansir Telko.id dari The Sun pada Kamis (28/03/2019) paten tersebut telah diajukan sejak Februari 2018 lalu, dan konsepnya telah bocor di media sosial.

{Baca juga: Ngeri! Rusia Bikin “Gun Drone” dengan Senapan AK-47}

Dari gambar konsep paten yang beredar si media sosial, nampak dronetersebut sebenarnya lebih mirip AK-47 dengan tambahan sayap.

Drone memiliki 2 sayap dan 1 ekor yang tampaknya berfungsi sebagai pengatur atau stabilitator agar mudah dikendalikan arah terbangnya. Drone juga memiliki dua bola di dekat sayap yang tampaknya untuk mendukung sistem baling-baling. Sedangkan di bagian tengah, terdapat jaring logam untuk melindungi AK-47. [SN/HBS]

Sumber: Engadget

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU