spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

Angkatan Laut AS akan Dipersenjatai Laser Anti-Rudal

Telko.id, Jakarta – Militer Amerika Serikat (AS) terus mencari cara untuk menggunakan senjata laser di medan perang. Sebuah laporan terbaru menunjukkan bahwa Angkatan Laut AS berencana untuk melengkapi kapal perang Arleigh Burke dengan senjata laser HELIOS pada 2021.

Direktur Perang Angkatan Laut AS, Laksamana Muda Ron Boxall, membenarkan bahwa pihaknya berencana memasang High Energy Laser and Integrated Optical-dazzler with Surveillance di USS Preble pada 2021. Kehadirannya akan menggantikan Sistem Rolling Airframe Missile atau RAM.

Dilansir The Verge, seperti dikutip Telko.id, Kamis (30/05/2019), sistem pertahanan laser tersebut dirancang untuk mencegat dan menghancurkan rudal dan ancaman lain sebelum mencapai kapal.

{Baca juga: Canggih! Militer Amerika Pakai “SHiELD” untuk Tembak Jatuh Rudal}

Angkatan Laut AS memberi kontrak senilai USD 150 juta kepada Lockheed Martin untuk merancang, membangun, dan menciptakan dua sistem laser ini pada 2020. Satu di antaranya akan dipasang di atas kapal. Sementara satu lagi, bakal digunakan untuk pengujian di White Sands Missile.

HELIOS sendiri adalah sistem pertahanan jarak dekat yang dirancang untuk melindungi kapal dari berbagai ancaman, seperti perahu kecil, drone, dan rudal. Sistem itu terdiri atas laser 60 kilowatt yang pada akhirnya bisa mencapai 150 kilowatt dan akan mengikat langsung ke sumber daya kapal.

{Baca juga: Amerika Sukses Uji Coba Senjata Laser Penembak Rudal}

Lockheed Martin menyatakan tidak perlu membawa baterai atau energi ekstra ke kapal. Sistem akan terhubung ke Aegis Combat System, dan sistem otomatis menggunakan radar kapal untuk memandu senjata ke target.

Militer AS lain juga sedang mengembangkan sistem laser sendiri. Angkatan Udara AS, baru-baru ini, melakukan tes sistem Demonstrator Laser Energi Tinggi Lindungi Diri atau SHiELD. Gunanya untuk menembak jatuh beberapa rudal dalam penerbangan. Uji coba itu berjalan lancar dan sukses. (SN/FHP)

Sumber: The Verge

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU