Tag: UMKM

  • Bukalapak Siap Hantarkan UMKM Binaan BPPT Perluas Pasar

    Bukalapak Siap Hantarkan UMKM Binaan BPPT Perluas Pasar

    Telko.id – Bukalapak bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah sepakat melakukan kolaborasi dalam upaya perluasan pemasaran pelaku usaha binaan BPPT. Pelaku usaha tersebut menghasilkan produk dan jasa hasil pengembangan teknologi. Inovasi yang ditawarkan beraneka ragam dan diharapkan dapat menjadi solusi kebutuhan masyarakat, mulai dari hortikultura organik, berbagai produk makanan dalam kemasan, solar system water pumping, hingga pembangkit uap batubara.

    Kesepakatan kedua belah pihak ini ditandai melalui penandatanganan perjanjian kerjasama antara Co-Founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid dengan Kepala Balai Inkubator Teknologi BPPT Anugerah Widiyanto. Momen ini disaksikan langsung oleh Kepala BPPT Hammam Riza.

    “Salah satu prioritas Bukalapak adalah terus mengoptimalkan teknologi untuk mengembangkan kapasitas UMKM, termasuk perusahaan pemula berbasis teknologi” tutur Fajrin.

    Ia menjelaskan, ruang lingkup dari kerjasama tersebut antara lain pelaksanaan pelatihan pemasaran online, kegiatan penelitian bersama, pembentukan jejaring antara para pengusaha pemula di bidang teknologi dengan komunitas pelapak, serta membuka peluang proyek kerja sama.

    Bukalapak merupakan platform dagang-el atau e-commerce pertama yang menyelenggarkan kerjasama digital ini. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan talenta digital yang produktif menghasilkan inovasi bagi bangsa.

    Kolaborasi ini sejalan dengan Riset terbaru Google dalam laporan e-Economy SEA 2018 menunjukkan bahwa ekonomi digital di Indonesia telah mencapai USD 27 miliar atau sekitar Rp 391 triliun.

    Angka tersebut menjadikan transaksi ekonomi digital di Indonesia berada di peringkat pertama untuk Kawasan Asia Tenggara. Dari angka tersebut, USD 12 miliar di antaranya disumbangkan dari sektor e-commerce. Selama 4 tahun terakhir, e-commerce di Indonesia mengalami peningkatan hingga 500 persen, yang membuat peluang pemasaran online menjadi semakin besar.

    Melalui kerjasama ini, Bukalapak akan menjadi mitra National Science Techno Park yang menghidupkan ekosistem inovasi digital binaan BPPT. Hammam Riza, Kepala BPPT juga menyambut baik sinergi kerjasama dari kedua belah pihak.

    Ia mengatakan, “Kerjasama ini sangat penting bagi kami. Sebagai perusahaan rintisan anak bangsa, Bukalapak yang sudah memiliki lebih dari 50 juta pelanggan dan 4 juta pelapak menjadi mitra ideal untuk memasarkan produk inovatif buatan dalam negeri. Potensi ini membuat pemanfaatan inovasi teknologi serta pembinaan UMKM menjadi sangat krusial.”

    Segera setelah kesepakatan ini dibuat, tenant-tenant yang berhasil diakuisisi dalam kerjasama ini dapat memiliki sebuah QR code yang akan ditempel pada produknya. Saat QR code tersebut di-scan, maka akan langsung tersambung ke tokonya yang berada di Bukalapak. “Kini para pelaku usaha tak perlu khawatir lagi tak punya tempat untuk memasarkan produknya. Lewat Bukalapak, pelaku usaha dan pelanggan akan sama-sama untung,” pungkas Fajrin. (Icha)

     

     

     

     

     

  • Blibli Gelar “The Big Start Season 4”, Hadiahnya Rp 1,3 Miliar

    Blibli Gelar “The Big Start Season 4”, Hadiahnya Rp 1,3 Miliar

    Telko.id, Jakarta – Ajang The Big Start (TBS) kembali digelar oleh ecommerce Blibli. Ajang kompetisi wirausaha ini telah memasuki tahun keempat dengan nama The Big Start Season 4 dan berhadiah total hingga Rp 1,3 miliar.

    Lewat ajang TBS Season 4, Blibli memberikan kesempatan bagi creativepreneur muda untuk mengasah kemampuan bisnis mereka.

    Diungkapkan Deputy CMO Blibli, Andy Adrian, TBS Season 4 merupakan komitmen mereka untuk mendukung program pemerintah Indonesia dalam hal mengembangkan usaha-usaha kreatif dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

    {Baca juga: Pria Ini Pamer Kecepatan Galaxy S10 5G, Pengguna Jengkel}

    Apalagi menurutnya, berdasarkan survei Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sektor UMKM menyumbang 60,3% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

    “Agar semakin mendorong potensi creativepreneur, Blibli berkomitmen untuk memainkan perannya sebagai mall online dalam meningkatkan kapasitas mereka unuk memenangkan pasar,” katanya di Jakarta, Rabu (19/06/2019).

    Ajang ini akan berfokus pada 4 kategori utama yakni fashion, kuliner, kesehatan dan kecantikan. Syarat pesertanya yakni berumur 18 sampai 35 tahun, dan telah menekuni usaha produksi minimal 2 tahun yang sesuai 4 kategori tersebut.

    Nantinya, ribuan peserta akan dikurasi menjadi 100 peserta. Kemudian, dipilih lagi menjadi 20 besar peserta yang akan kembali menjalani pelatihan selama seminggu.

    Pelatihan yang dijalani adalah pelatihan marketing and branding, public speaking, aspek hukum, dan keterampilan pemasaran lainnya. Setelah pelatihan akhirnya akan terpilih 4 creativepreneur terbaik untuk diberikan hadiah dan modal usaha.

    {Baca juga: Tesla Bikin Mobil Listrik Mirip Punya James Bond}

    Blibli menggandeng 4 pakar dibidangnya untuk menjadi juri, seperti Didiet Maulana, Priscilla Pangemanan, Rinrin Marinka dan Luthfi Hasan. “Jadi para juri berdasarkan kompetisi di bidangnya,” ucap Andy.

    TBS Season 4 juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Universitas Prasetya Mulya. Mulai hari ini pendaftaran telah dibuka melalui situs resmi hingga akhir Agustus 2019.

    Calon peserta juga dapat mendaftarkan diri di roadshow The Big Start yang akan berlangsung di Bandung tanggal 12 sampai 14 Juli 2019, Yogyakarta tanggal 19 sampai 21 Juli 2019 dan Surabaya tanggal 2 sampai 4 Agustus 2019 (NM/FHP)

  • Telkomsel Siapkan Patriot Desa Digital di Wilayah Rural

    Telkomsel Siapkan Patriot Desa Digital di Wilayah Rural

    Telko.id, JakartaTelkomsel bekerjasama dengan Mobisaria yang menginisiasi pembentukan komunitas berliterasi digital lewat program yang mereka sebut Patriot Desa Digital, di daerah pinggiran kota atau wilayah rural.

    Patriot Desa Digital bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan kualitas warga desa atau pinggir kota kecil.

    Program ini diluncurkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Director Human Capital Management Telkomsel Irfan A. Tachrir dan CEO Mobisaria Dadang Geminar di Gedung Sate, Bandung.

    “Melalui Patriot Desa Digital kami ingin membentuk komunitas yang berkualitas di wilayah pedesaan untuk memberikan edukasi digital guna pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat,” kata Irfan A. Tachrir, dalam keterangannya, Senin (01/04/2019).

    Sehingga nantinya, sambung Irfan, banyak local hero sebagai Patriot Desa Digital yang melek teknologi, menciptakan lapangan kerja baru di era digital serta membantu bisnis masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

    {Baca juga: Telkomsel Bangun Fasilitas Digital Center di Desa Salem}

    Program Patriot Desa Digital akan diselenggarakan di 5 kota di Indonesia yaitu Bandung, Jakarta, Medan, Surabaya dan Makassar yang diperuntukkan bagi BUMDES, UMKM, BMT melalui edukasi literasi digital.

    Di dalam implementasinya akan melibatkan lembaga keuangan non-bank Lembaga Keuangan Mikro (LKM) atau Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS).

    Beberapa aktivitas dalam program ini antara lain adalah seminar, workshop, serta asistensi dan monitoring kepada lebih dari 750 Patriot Desa Digital di 250 Desa seluruh Indonesia serta 50 BMT mulai bulan Maret hingga Desember 2019.

    Seminar dan talkshow dengan tema pemberdayaan ekonomi desa dengan teknologi yang bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat desa tentang pemanfaatan produk dan aplikasi dalam membangun ekonomi digital serta semangat meraih kesuksesan usia muda di era digital.

    {Baca juga: Setelah Panen Tomat, Nama Startup Ini Mendunia}

    Seminar ini berlangsung selama 1 hari dan mengakomodir 300 peserta dari kalangan masyarakat desa sasaran, yang kemudian diseleksi untuk mendapatkan 150 Patriot Desa Digital di setiap Kota penyelenggaraan.

    Selanjutnya para Patriot Desa Digital terpilih akan mengikuti workshop Training of Trainer yang berisi aktivitas Focus Discussion Group dan pendalaman materi mengenai digital marketing, fitur aplikasi, role play, serta pembentukan online forum sebagai sarana komunikasi dan informasi.

    Selain itu, Patriot Desa Digital akan diberikan asistensi dan monitoring secara online dan visitasi berkala selama 6 bulan terkait problem solver, tips marketing dan juga forum diskusi.

    {Baca juga: Bijak Pakai Plastik, Telkomsel Inisiasi Gerakan #BhayPlastik}

    Dalam pelaksanaannya, Telkomsel bekerjasama dengan Mobisaria yang merupakan sebuah platform digital yang menghubungkan antara masyarakat pedesaan dengan institusi keuangan, pasar serta bisnis modern. Mobisaria memanfaatkan tiga pondasi ekonomi desa, yaitu Koperasi/BMT, pesantren dan rumah tangga.

    “Program Patriot Desa Digital kami harapkan dapat menciptakan sebuah ekosistem keuangan yang sehat, efektif serta efisien. Selain itu, dapat mendorong peningkatan literasi digital di wilayah rural,” tutup Irfan. [HBS]

  • Cuma 29 Menit, GrabFood Tercepat Antar Pesan Makanan

    Cuma 29 Menit, GrabFood Tercepat Antar Pesan Makanan

    Telko.id, Jakarta – Layanan pesan-antar makanan, GrabFood mencatatkan rekor terbaru. Pasalnya durasi pesan-antar GrabFood menjadi yang tercepat, dengan  rata-rata waktu 29 menit saja.

    President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan bahwa data tesebut berdasarkan dari lembaga survei Kantar pada Januari 2019.

    Menurut survei tersebut, pencapaian ini membuat layanan antar makanan dari Grab ini menjadi aplikasi tercepat nomor satu di Indonesia.

    “Menurut Kantar, Grabfood sebagai aplikasi makanan tercepat nomor 1 di Indonesia,” ucap Ridzki di Jakarta, Jumat (29/03/2019).

    {Baca juga: GrabFood Sambangi Kota Gudeg}

    Dampak dari kecepatan durasi antar tersebut adalah meningkatnya jumlah pelanggan. Berdasarkan survei, bahwa 49% pelanggan aplikasi layanan pesan-antar makanan memilih GrabFood sebagai merek yang paling sering mereka gunakan.

    “Durasi waktu pengantaran yang menjadi faktor utama mengapa GrabFood menjadi pilihan populer di Indonesia,” tambah Ridzki.

    Layanan ini juga semakin melebarkan sayapnya di Indonesia. Selama setahun mereka memperluas layanan dari 13 kota di Januari 2018 menjadi 178 kota dengan volume pengiriman yang tumbuh hampir 10 kali lipat.

    “Ini perkembangan pesat dari hanya di 13 kota menjadi 178 kota hampir pasti melayanani pesan-antar makanan melalui GrabFood,” kata Ridzki.

    Grab juga terus memperluas kerja samanya dengan merek-merek makanan dan minuman terkemuka lokal guna menyediakan lebih banyak pilihan makanan.

    Lebih dari 150 gerai makanan telah menandatangani kesepakatan kerja sama, dan jumlah merchant di Indonesia telah tumbuh sebanyak 8 kali lipat, dengan lebih dari 80% merupakan para pengusaha UMKM.

    {Baca juga: Tantang Go-Food, Grab Melenggang dengan GrabFood}

    “Seiring dengan pertumbuhan bisnis pesan-antar makanan yang kami miliki, mitra kami juga terus mengalami perkembangan bersama GrabFood,” tutup Ridzki. [NM/HBS]

  • Tawaran Internet Terjangkau dari Turbo Fiber untuk UMKM

    Tawaran Internet Terjangkau dari Turbo Fiber untuk UMKM

    Telko.id, Jakarta – Internet tak dimungkiri memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Apalagi di era digital seperti sekarang ini, dimana hampir sebagian orang telah melek teknologi dan serba terkoneksi. Kini, internet bukan saja digunakan untuk mencari informasi tetapi juga membantu pekerjaan sehari-hari, berwirausaha misalnya.

    Dalam rangka mengakomodasi kebutuhan pengguna, penyedia layanan internet HTSnet menghadirkan Turbo Fiber sebagai solusi yang memudahkan pelanggan dalam mendapatkan layanan internet yang tak hanya cepat tetapi juga “bersahabat”. Layanan Turbo Fiber sendiri diklaim perusahaan cocok untuk digunakan bagi perusahaan kecil dan menengah.

    “Kami memberikan harga khusus untuk memudahkan pelanggan dalam meminimalisir biaya pengeluaran perusahaan. Kualitas kami unggulkan, harga kami mudahkan, penanganan masalah kami prioritaskan,” kata Direktur Operasional HTSnet, Harijanto Pribadi.

    Layanan Turbo Fiber sendiri boleh dibilang merupakan internet semi broadband karena mengombinasikan layanan broadband dengan layanan internet dedicated. Broadband menawarkan kecepatan tergantung trafik sehingga harganya terjangkau. Sementara dedicated, menawarkan kecepatan stabil namun harganya cukup mahal.

    Untuk memperluas coverage layanannya, HTSnet menggandeng beberapa operator penyedia layanan fiber optik sebagai penyedia  infrastruktur jaringan.

    “Ini juga memungkinkan perusanaan menawarkan harga yang lebih kompetitif karena tak perlu berinvestasi pada infrastruktur,” imbuh Harijanto.

    Setidaknya ada tiga layanan Turbo Fiber yang ditawarkan HTSnet, termasuk Turbo Fiber 50 yang dibanderol seharga Rp1 juta; Turbo Fiber 100 yang diberi harga Rp1,5 juta; dan Turbo Fiber 200 dengan bandwith hingga 200Mbps dengan harga Rp 2,5 juta.

    Saat ini, HTSnet yang didirikan pada 26 Juli 2010 silam telah memiliki lebih dari 4.000 pelanggan yang tersebar  di seluruh Indonesia. HTSnet telah memberikan layanan akses data dan solusi internet di berbagai macam bidang usaha seperti hotel, rumah sakit, pusat perbelanjaan, perguruan tinggi, perusahaan swasta nasional, dan kantor pemerintahan.

  • GrabExpress Dorong UMKM Balikpapan Manfaatkan Digital Marketing

    GrabExpress Dorong UMKM Balikpapan Manfaatkan Digital Marketing

    Telko.id – Grab, Online-to-Offline (O2O) mobile platform mengajak wirausahawan lokal di Balikpapan untuk mendorong pertumbuhan bisnis mereka dengan menyelenggarakan seminar digital marketing dengan tema “Resolusi Sukses Bareng GrabExpress”.

    Tujuannya, untuk mendukung pertumbuhan bisnis wirausahawan lokal di Tanah Air melalui penyediaan layanan pengiriman barang GrabExpress yang semakin mudah, cepat, dan nyaman.

    Seminar yang diikuti oleh 70 peserta ini juga bekerja sama dengan sejumlah komunitas e-commerce di Balikpapan, termasuk Bukalapak dan Tokopedia.

    GrabExpress berkomitmen untuk terus mendukung wirausahawan lokal Indonesia untuk bertumbuh. Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & UKM Provinsi Kalimantan Timur di tahun 2017, 18% total UMKM di Kalimantan Timur berasal dari Kota Balikpapan dengan jumlah lebih dari 57 ribu usaha. UMKM juga berkontribusi terhadap 12,18% PDB Kalimantan Timur.

    Google & Temasek di tahun 2016 juga memperkirakan peluang pertumbuhan bisnis e-commerce Indonesia bisa mencapai 52% dari total peluang e-commercedi seluruh Asia Tenggara, mencapai US$ 46 miliar pada 2025.

    Pesatnya potensi pertumbuhan ini berbanding lurus dengan meningkatnya peluang berkembangnya layanan pengiriman barang yang aman dan terpercaya. Kemajuan ekonomi digital memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan bisnis UMKM diperkirakan akan tumbuh dua kali lipat setelah beralih ke platform pemasaran online.

    “Dengan memanfaatkan keunggulan teknologi yang kami miliki, GrabExpress berkomitmen untuk membantu wirausahawan lokal untuk berkembang. Di Balikpapan, GrabExpress hadir sebagai langkah Grab untuk menjadi everyday superapp dengan memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kurir instan yang andal, mudah, dan aman,” kata Mediko Azwar, Marketing Director Grab Indonesia menjelaskan.

    Melalui seminar pemasaran digital ini juga Grab mengajak wirausahawan lokal untuk memanfaatkan pendekatan pemasaran digital bisnis dengan efisien dalam mencapai target bisnis 2019. Seminar ini mendukung komitmen berkelanjutan Grab yang terangkum dalam Masterplan 2020 Grab 4 Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia sebagai kekuatan Indonesia di masa depan melalui akselerasi pertumbuhan bisnis e-commerce.”

    Praktisi pemasaran digital Achmad Solihin, yang turut menjadi pembicara dalam seminar ini menjelaskan, “UMKM memiliki peran dalam menunjang kegiatan ekonomi nasional, terutama untuk mengatasi persoalan pengangguran dan kesenjangan antar sektor. Penguatan terhadap ekonomi skala kecil dan menengah menjadi prioritas menuju terciptanya fundamental ekonomi yang kokoh.

    Seminar hari ini diharapkan bisa memberikan kiat-kiat praktis yang dapat segera diterapkan wirausahawan-wirausahawan di Balikpapan untuk terus mendorong pertumbuhan bisnis mereka.

    Dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan di era digital ini, termasuk jasa pengiriman online seperti GrabExpress, pertumbuhan bisnis akan semakin mudah dan cepat. Apalagi, saat ini, layanan GrabExpress telah tersedia di 139 kota di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

    Pengguna di Balikpapan dapat menikmati layanan GrabExpress menggunakan armada GrabBike dengan berbagai fitur seperti Interface lebih ramah, di mana alur pemesanan yang telah diperbarui dengan tampilan lebih mudah dan sederhana. Daftar kontak telepon yang tersimpan pada ponsel cerdas kini juga terintegrasi langsung dengan aplikasi Grab, memudahkan memilih dan mengisi rincian kontak penerima barang saat melakukan pemesanan layanan.

    Para wirausahawan juga dapat memanfaatkan fitur Multi Concurrent Booking. Di mana, Pengguna juga dapat melakukan hingga 10 pemesanan dalam waktu yang bersamaan. Grab juga menjanjikan pengiriman instan. Di mana, pengiriman dan penerimaan barang dilakukan pada hari yang sama dengan ketersediaan armada GrabBike yang memadai.

    Tidak lupa, Grab juga menjamin keamanan pengiriman barang dengan adanya asuransi barang, bukti pengiriman, dan fitur pelacakan kiriman.

    “Kami melakukan pendekatan hyperlocal dengan pemahaman mendalam mengenai preferensi dan kebiasaan masyarakat lokal yang kemudian diterjemahkan ke dalam layanan kami. Kami berharap Grab dapat menjadi aplikasi terintegrasi yang semakin relevan dengan kebutuhan harian masyarakat Indonesia, sehingga mewujudkan visi kami sebagai everyday superapp pertama di Asia Tenggara.” tutup Mediko. (Icha)

     

     

     

     

  • GO-JEK Dorong UMKM Naik Kelas Lewat ‘GO-JEK Wirausaha’

    GO-JEK Dorong UMKM Naik Kelas Lewat ‘GO-JEK Wirausaha’

    Telko.id – Digitalisasi merupakah salah satu alternatif untuk UMKM naik kelas.  Setidaknya dapat mengakselerasi usaha nya ke pasar yang lebih luas lagi dengan lebih efektif. Sayangnya, dengan skala kecil menengah ini, upaya digitalisasi tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu juga ‘bantuan’ dari pengusaha besar untuk membentuk ekosistem yang bersahabat dengan pengusaha kecil menengah. Seperti yang dilakukan oleh GO-JEK. Perusahaan rintisan ini menggelar kegiatan GO-JEK Wirausaha di Purwokerto.

    Target dari event ini adalah membantu para pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Purwokerto supaya bisa meningkatkan skala bisnisnya usaha dan memperluas pasar mereka melalui teknologi.

    “Sejak GO-JEK hadir di Purwokerto tahun 2017, kami berkomitmen meningkatkan perekonomian di Purwokerto. Komitmen ini kami wujudkan melalui akses bagi para pekerja sektor informal dan UMKM untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan perluasan pasar. Melalui program GO-JEK Wirausaha, kami memperkuat komitmen tersebut dengan memberikan pelatihan, bukan hanya bagi para UMKM namun juga para calon wirausaha mandiri agar mereka bisa lebih maju lagi,” kata Delly Nugraha – SVP Central Region GO-JEK menjelaskan.

    Acara yang digelar di Oemah Daun Cafe & Resto, Purwokerto bersama Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) dan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Satria Banyumas ini disambut antusias oleh UMKM. Setidaknya ada 200 pengusaha UMKM menghadiri nya.

    GO-JEK Wirausaha adalah program pelatihan berbisnis yang diberikan oleh GO-JEK kepada pelaku industri UMKM dalam bentuk kelas tatap muka. Purwokerto menjadi kota ketiga setelah Kota Depok dan Kota Tangerang Selatan. Dengan pelatihan di Purwokerto ini, maka sudah terdapat hampir 400 pelaku UMKM se-Indonesia yang sudah mengikuti program GO-JEK Wirausaha sehingga menjadi #WirausahaNaikKelas.

    Materi yang diajarkan di GO-JEK Wirausaha mulai dari perencanaan bisnis hingga mengelola keuangan yang baik sebagai fundamental membangun bisnis.

    “Mereka yang ingin memulai usaha banyak terkendala dengan berbagai macam halangan, terutama mentalitas dan kemampuan dasar berbisnis. Oleh karena itu disini mereka akan belajar untuk berani dan cerdas dalam memulai bisnis.” tambah Delly.

    Selain belajar bersama tentang kemampuan fundamental dalam berbisnis, peserta pelatihan yang sudah memiliki bisnis dapat langsung mendaftarkan usahanya ke dalam platform GO-FOOD dan GO-PAY. Hal ini agar para pelaku UMKM bisa langsung memasarkan, menjual, dan mengembangkan usahanya secara digital.

    Berdasarkan riset yang diterbitkan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) pada tahun 2017 menemukan bahwa GO-JEK telah berkontribusi sebesar Rp 1.7 triliun per tahun untuk perekonomian Indonesia melalui penghasilan mitra UMKM. Para mitra UMKM ini pun mengalami peningkatan volume penjualan sebesar tiga kali lipat setelah mereka bergabung di GO-FOOD.

    Program ini pun tentu menjadi ‘angin’ segar bagi para UMKM di Purwokerto. Tak heran, Bupati Banyumas, Achmad Husein pun menyambut baik inisiatif GO-JEK untuk membantu UMKM di Purwokerto meningkatkan skala bisnisnya.

    Pernyataan serupa diamini oleh Ketua II Induk Koperasi An-Nisa Muslimat NU (Inkopan MNU), Dara Eriza Iswari. “Kami melihat ilmu yang diberikan sangat bermanfaat dan besar harapan Kami kegiatan ini dapat direspon positif juga oleh Primkopan (Primer Koperasi An-Nisa) khususnya Pengurus Cabang Muslimat NU Banyumas”, kata Dara. (Icha)

  • XL Axiata Bersama Holcim Buat Pelatihan Demi UMKM ‘Melek’ Digital

    XL Axiata Bersama Holcim Buat Pelatihan Demi UMKM ‘Melek’ Digital

    Telko.id – UMKM atau Usaha Mikro Kecil Menengah merupakan salah satu ‘tulang punggung’ perekonomian Indonesia. Itu sebabnya, UMKM ini harus melek digital juga agar tidak terlibas. XL Axiata bersama Holcim Indonesia pun  berkomitmen untuk turut memajukannya degan membantu ebih dari 60 UMKM yang tersebar di berbagai lokasi di Jabodetabek untuk bisa lebih maju dalam menjalankan bisnisnya.

    Sesuai dengan bidang usahanya, XL Axiata memberikan dukungan antara berupa akses internet cepat dan sejumlah pelatihan untuk mendorong produktivitas UMKM tersebut. Implementasi kerjasama ini ditandai melalui sebuah pelatihan di Holcim Club House, Naragong, Kabupaten Bogor, Selasa (25/9).

    “Kami sepakat bahwa di Indonesia, UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian, yang tidak saja telah membuka lapangan kerja, namun juga terbukti tangguh saat kondisi ekonomi kurang menguntungkan. Dengan bantuan teknologi digital yang tepat, kami yakin UKM bisa lebih maju dan memberikan manfaat yang lebih banyak bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia ke depan,” kata Tri Wahyuningsih, Group Head Corporate Communications XL Axiata.

    “Kerjasama dengan kapasitasnya masing-masing bisa sharing resources sehingga saya yakin UMKM di Dapoer Sampireun di sini akan semakin sejahtera dengan kemampuan pemasaran digital yang mereka pelajari,” kata Edi Prajitno, GA & Community Relations Manager Holcim Indonesia Pabrik Narogong menjelaskan.

    Lebih dari 60 UMKM yang mendapatkan dukungan dari program ini sebagian besar dimotori oleh para perempuan. Mereka terutama memproduksi produk kuliner, makanan kecil, hingga kerajinan tangan. Sebagian besar masih berupa usaha rumahan dengan skala penjualan yang relative masih kecil, dengan pemasaran yang terbatas. Meski demikian, sebagian lainnya telah mulai berhasil memperluas area pemasaran dengan memanfaatkan layanan online dan e-commerce.

    Untuk dukungan berupa internet cepat, XL Axiata memberikan akses gratis selama 1 tahun untuk pusat pembinaan UMKM bernama “Dapoer Sampireun”, yang mendapatkan dukungan program dari Holcim. Keberadaan internet cepat ini kemudian dimanfaatkan untuk antara lain untuk memasarkan produk lewat media sosial, mendukung kegiatan pembelajaran dan pengembangan, sistem administrasi digital, serta akses bagi konsumen ke pusat UMKM.

    Seluruh fasilitas yang diberikan bisa diakses oleh 240 UMKM lainnya yang terafiliasi dengan Dapoer Sampireun.

    Selanjutnya, untuk pelatihan peningkatan bisnis, XL Axiata mengadopsi kurikulum yang sudah tersedia dalam Program Sisternet. Pelatihan yang diselenggarakan ini memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada para pengelola UMKM untuk memiliki pemahaman yang lebih dalam mengenai keunggulan teknologi internet, ekonomi digital, serta potensi ekonomi di daerah mareka masing-masing.

    Dengan teknologi digital, mereka bisa mengembangkan produk sendiri dan potensi daerah yang ada sehingga bisa menjadi lebih dikenal lebih luas. Teknologi digital akan membantu mereka untuk tujuan pemasaran dan promosi.

    Untuk mendukung pemanfaatan teknologi digital tersebut, XL Axiata melalui Sisternet juga menyelenggarakan workshop kelas fotografi yang dimaksud untuk bagaimana teknik pengambilan foto produk dengan menggunakan ponsel. Workshop ini juga sesuai dengan kebutuhan para peserta agar bisa menghasilkan foto-foto produk yang bisa mendukung penjualan.

    Kedua pihak saat ini sedang melakukan penjajakan untuk memperluas wilayah kerjasama ini di daerah lain di mana Holcim juga memiliki kelompok UMKM binaan yang membutuhkan dukungan untuk bisa memanfaatkan teknologi digital. (Icha)

     

     

     

  • Telkomsel Berikan Solusi Mudah Untuk Pelaku UMKM Beriklan

    Telkomsel Berikan Solusi Mudah Untuk Pelaku UMKM Beriklan

    Telko.id – Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah sangat membutuhkan dukungan agar dapat bersaing dan meningkatkan pangsa pasarnya. Telkomsel sebagai salah satu operator di Indonesia menghadirkan solusi beriklan dengan meggunakan platform MyAds dengan konsep “Do-It-Yourself”.

    Dengan solusi yang ditawarkan oleh Telkomsel ini maka para pelaku UMKM sebagai pengiklan dapat membuat, mengkustomisasi, dan memantau iklannya secara mandiri. Harapannya, tentu dapat dapat menjangkau konsumen baru yang lebih luas melalui pengguna Telkomsel yang kini jumlahnya mencapai lebih dari 178 juta pelanggan di seluruh Indonesia.

    “Sektor UMKM memiliki peranan penting dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, juga mengurangi angka pengangguran. Oleh karena itu, sebagai operator seluler terdepan di Indonesia, kami berupaya turut membantu sektor UMKM dalam meningkatkan produktivitasnya dengan menjangkau konsumen yang lebih luas melalui layanan Telkomsel MyAds. Kami berharap layanan ini dapat membantu merangsang pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia lebih baik lagi,” kata Harris Wijaya, Vice President Digital Advertising and Analytics Telkomsel.

    Dengan menggunakan layanan Telkomsel MyAds, pengiklan akan dimudahkan dalam membuat dan mengirimkan iklan mereka ke pelanggan Telkomsel langsung ke perangkat selulernya melalui SMS, MMS, dan USSD. Lebih jauh, pengguna platform ini juga dapat mengkustomisasi iklan tersebut sesuai dengan kebutuhannya dengan empat keunggulan layanan yang ditawarkan, yaitu Location Based Advertising (LBA), Broadcast, Targeted, dan Interactive.

    LBA adalah layanan beriklan yang memungkinkan pengiklan untuk mengirimkan kampanye iklannya kepada pelanggan Telkomsel di sekitar lokasi tertentu sesuai dengan kebutuhan pengiklan. Broadcast adalah layanan beriklan yang memberikan keleluasaan kepada pengiklan untuk mengirimkan iklan dalam jumlah besar (bulk) sesuai dengan data dan kebutuhan yang dimiliki pengiklan.

    Targetnya adalah layanan beriklan yang memberikan keleluasaan kepada pengiklan untuk mengirimkan iklan kepada pelanggan Telkomsel sesuai dengan profil yang dibutuhkan, seperti jenis kelamin, usia, maupun perilaku penggunaan layanan. Sementara Interactive adalah layanan beriklan yang memungkinkan pengiklan dapat mengirimkan iklan yang interaktif kepada pelanggan Telkomsel serta dapat digunakan untuk kuis dan survei sehingga berpotensi memperkuat user engagement.

    Di samping empat keunggulan tersebut, Telkomsel MyAds juga memberikan pilihan metode pembayaran yang bervariasi, mulai dari layanan keuangan digital Telkomsel TCASH, kartu kredit, hingga transfer rekening bank. Saat ini sudah ada tujuh bank yang mendukung metode pembayaran melalui transfer rekening bank, yaitu BRI, BCA, Mandiri, BNI, Danamon, BII, dan OCBC NISP.

    Meski saat ini Telkomsel MyAds fokus merangkul pasar UMKM, namun ke depannya tak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan pasar korporasi atau industri kreatif yang lebih mapan, seperti e-commerce. Ini tak lepas dari disediakannya Application Programming Interface (API) dalam layanan Telkomsel MyAds yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem mandiri dari perusahaan yang bekerja sama.

    “Di Telkomsel MyAds, pengiklan dapat memilih untuk memantau kinerja iklannya secara langsung dari layanan MyAds di web atau mengintegrasikan sistem yang sudah ada dengan API yang kami sediakan. Jadi, pengiklan dapat langsung memantau kinerja iklannya dari sistem mereka sendiri,” jelas Harris. (Icha)

     

  • Menkominfo: Pemerintah Fokus Kembangkan UMKM

    Menkominfo: Pemerintah Fokus Kembangkan UMKM

    Telko.id – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan bahwa pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus pembangunan pemerintah saat ini. Pemerintah sepakat bahwa UMKM harus dilindungi, karena merupakan salah satu inti dalam ketahanan ekonomi Indonesia.

    “Sudah jelas, arah pembangunan pemerintah, affirmative policy-nya ditujukan untuk UMKM. Harus dilindungi, karena suka tidak suka, UMKM adalah core ketahanan ekonomi kita,” kata Rudiantara saat menghadiri Forum Dialog Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Menara Bidakara, Jakarta (10/11).

    Lebih lanjut Menteri Rudiantara mengatakan bahwa salah satu bentuk affirmative policy dari Kementerian Kominfo bagi pengembangan UMKM adalah melalui program Satu Juta Nama Domain dan Gerakan 1000 Startup.

    “Dari Kominfo kan jelas, yang Satu Juta Nama Domain dan 1000 Startup itu arahnya ke UMKM,” tuturnya.

    Menteri Rudiantara juga menambahkan bahwa dalam membuat kebijakan tersebut, terdapat dua aspek utama yang harus diperhatikan pemerintah yaitu aspek applicable dan enforceable.
    “Regulasi itu harus dua, applicable dan enforceable. Applicable, apakah mungkin untuk diterapkan. Enforceable, ada insentif tidak, ada penaltinya atau tidak.” kata Rudiantara.
    Oleh karena itu, Menkominfo berharap pemerintah bersama HIPMI dapat bersama-sama fokus dalam mendorong pertumbuhan UMKM, agar regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah nantinya benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh UMKM.

    “Jangan sampai pemerintah mengeluarkan ini itu, tapi ga applicable,” kata Rudiantara.
    Dalam forum dialog yang mengangkat tema “Roadmap E-Commerce: Peluang dan Tantangan” tersebut, Menteri Rudiantara memaparkan tujuh isu utama yang tercantum dalam roadmap e-commerce sebagai bentuk upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan UMKM.

    Tujuh isu tersebut adalah pendidikan untuk menghasilkan SDM handal dalam bidang e-commerce, sumber dana bagi startup, penyederhanaan perpajakan, perlindungan konsumen, keamanan siber, dan pembangunan infrastruktur komunikasi yang diwujudkan melalui proyek Palapa Ring.

    Forum Dialog HIPMI tersebut dihadiri oleh berbagai anggota dan pengurus cabang HIPMI dari berbagai daerah. Dibuka oleh Ketua Badan Pengurus Pusat HIPMI, Bahlil Lahadalia, forum tersebut juga menghadirkan Anggota Dewan Kehormatan HIPMI, Sandiaga Uno sebagai narasumber. Icha