Tag: Samsung Innovation Campus

  • Samsung Umumkan Dua Tim Terbaik SIC Batch 7 Pengembang Solusi AI dan IoT

    Samsung Umumkan Dua Tim Terbaik SIC Batch 7 Pengembang Solusi AI dan IoT

    Telko.id – Samsung Electronics Indonesia secara resmi mengumumkan dua tim terbaik pertama dari program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7 2025/2026.

    Pengumuman dilakukan pada Culmination Event yang digelar pada 16 Februari 2026. Tim Lumyx dari SMA Darma Yudha, Pekanbaru, dan Tim Outliers dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, terpilih sebagai pemenang setelah melalui proses pembelajaran, mentoring, dan seleksi nasional yang ketat.

    Kedua tim berhasil mempresentasikan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang diangkat dari permasalahan nyata di masyarakat.

    Penilaian juri dilakukan berdasarkan presentasi ide, kesesuaian masalah dan solusi, demonstrasi prototipe, integrasi AI dan IoT, pemahaman teknis, serta inovasi dan potensi masa depan.

    Program ini didukung oleh dewan juri dari berbagai institusi, termasuk Kementerian Agama RI, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, serta Samsung R&D Institute Indonesia.

    Momentum ini terjadi di tengah tingginya kebutuhan talenta teknologi nasional. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut Indonesia membutuhkan sekitar 600.000 talenta digital per tahun untuk mendukung transformasi digital, menjadikan penguatan kompetensi AI dan IoT sebagai kebutuhan strategis. Program Samsung Innovation Campus hadir sebagai salah satu jawaban atas tantangan tersebut.

    Solusi Inovatif untuk Masalah Kontekstual

    Tim terbaik menunjukkan tidak hanya kecanggihan teknologi, tetapi juga pemahaman mendalam terhadap masalah yang ingin diselesaikan. Melalui pendekatan project-based learning, peserta membangun solusi yang aplikatif dan berorientasi dampak.

    Tim Lumyx, pemenang dari kategori siswa, mengembangkan “Alex Your Truly Personal AI”. Solusi ini adalah asisten personal berbasis IoT yang dirancang sebagai learning companion dengan interaksi natural.

    Alex mampu mendengarkan secara real-time, merangkum informasi, dan membangun memori personal pengguna secara berkelanjutan. Dengan dukungan pemrosesan audio-visual serta machine learning berbasis edge dan server, Alex menghadirkan pengalaman interaksi yang kontekstual.

    Sementara itu, Tim Outliers dari kategori mahasiswa menghadirkan “PhysioTrack”, sebuah solusi rehabilitasi pasca stroke berbasis AI dan IoT. Sistem ini memungkinkan pasien menjalani terapi dari rumah secara terukur dan tetap terpantau oleh terapis.

    Melalui integrasi sensor IoT, data latihan dan indikator fisiologis dikumpulkan dan dianalisis oleh model AI untuk menghasilkan status risiko serta rekomendasi berbasis data.

    Pembelajaran yang Membentuk Cara Pandang

    Bagi para pemenang, perjalanan di SIC Batch 7 bukan sekadar kompetisi, melainkan proses pembelajaran yang transformatif. Gaezka Ardhika Putra, perwakilan Tim Outliers, menyatakan motivasi di balik PhysioTrack. “Kami melihat banyak pasien kesulitan menjalani terapi rutin.

    Melalui integrasi AI dan IoT, kami ingin menghadirkan sistem yang membantu pasien berlatih dari rumah, namun tetap terhubung dengan terapis melalui data yang terukur,” ujarnya.

    Davin Loana dari Tim Lumyx menambahkan pengalaman pengembangan Alex. “Kami ingin menciptakan AI yang tidak hanya menjawab perintah, tetapi benar-benar memahami konteks dan kebutuhan penggunanya. Proses iterasi dan debugging justru menjadi pengalaman belajar terbesar bagi kami,” katanya.

    Keduanya sepakat bahwa pendekatan project-based learning memberi ruang untuk bereksperimen dan menyempurnakan solusi.

    Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat literasi digital. Ir. Moch. Abduh, MS. Ed., Ph.D., Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan, menyoroti pentingnya pendekatan pembelajaran.

    “Pembelajaran yang baik harus menghadirkan tiga aspek: mindful, meaningful, dan joyful. Siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga merasakan makna dalam proses belajar. Kami melihat pendekatan ini tercermin dalam SIC,” ujarnya.

    Drs. Soeparto, M.Pd., Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI, menekankan pentingnya kolaborasi.

    “Para peserta bukan sekadar kontestan, tetapi pionir muda yang merancang masa depan melalui inovasi. Pengembangan talenta digital tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Kolaborasi dengan industri, seperti Samsung melalui Samsung Innovation Campus, sangat penting untuk memperkuat ekosistem digital nasional,” jelasnya.

    Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, menyampaikan apresiasi.

    “Samsung Innovation Campus tidak hanya tentang pembelajaran teknologi, tetapi tentang membuka peluang. Kami percaya setiap anak muda memiliki potensi besar ketika diberi akses, bimbingan, dan kepercayaan. Pencapaian ini adalah bukti kerja keras, ketekunan, dan semangat kolaborasi,” ucapnya.

    Culmination Event SIC Batch 7 menegaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek mampu menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri digital. Peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi membangun prototipe yang relevan dan siap dikembangkan.

    Sejalan dengan visi global “Enabling People”, program ini terus mendorong generasi muda Indonesia untuk berinovasi dan berkontribusi membangun masa depan berbasis AI, sebagaimana misi untuk mendorong generasi muda. (icha)

  • Samsung Innovation Campus Batch 7 Buka Pendaftaran, Yuk Ikutan!

    Samsung Innovation Campus Batch 7 Buka Pendaftaran, Yuk Ikutan!

    Telko.id – Samsung Electronics Indonesia resmi membuka pendaftaran Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7 2025/2026 mulai 15 Juli 2025.

    Program ini dirancang untuk mengubah perspektif pelajar terhadap matematika sebagai fondasi pengembangan solusi digital.

    Bertepatan dengan Math 2.0 Day pada 8 Juli, SIC Batch 7 menawarkan pelatihan intensif di bidang Coding and Programming, Internet of Things (IoT), dan Artificial Intelligence (AI).

    Peserta akan belajar menerapkan konsep matematika dalam proyek teknologi nyata melalui pendekatan project-based learning.

    “Matematika bukan cuma angka di kelas, tapi bahasa utama teknologi sehari-hari. Melalui SIC, kami ingin generasi muda sadar bahwa kemampuan logika matematika bisa jadi kunci menciptakan solusi nyata,” ujar Bagus Erlangga, Corporate Marketing Director Samsung Electronics Indonesia.

    Fokus pada Inklusivitas dan Keterampilan Masa Depan

    Program ini memperluas akses ke pelajar dari daerah terpencil dan beragam latar belakang. Selain keterampilan teknis, peserta juga dilatih soft skills seperti kerja tim dan pemecahan masalah.

    Sejak diluncurkan, SIC telah menjangkau 14.000 pelajar di Indonesia. Salah satu kisah suksesnya adalah tim Rarevolution (SIC Batch 6) yang mengembangkan PawPal, boneka pintar berbasis IoT dan AI untuk pembelajaran interaktif anak.

    Content image for article: Samsung Innovation Campus Batch 7 Buka Pendaftaran, Ajak Pelajar Kuasai Matematika untuk Teknologi Masa Depan

    Matematika sebagai Fondasi Inovasi

    Angeline Rachel dari Rarevolution menjelaskan, “PawPal dikembangkan dengan logika pemrograman dan struktur data. Matematika berperan besar, mulai dari algoritma percakapan hingga fitur Math Adventures.”

    SIC Batch 7 menekankan penerapan matematika dalam analisis data, algoritma, dan pemodelan AI. Program ini sejalan dengan strategi Samsung dalam memajukan pendidikan teknologi di Indonesia, seperti terlihat dalam 3 Dekade Bersama Indonesia.

    Pendaftaran dibuka hingga kuota terpenuhi. Informasi lengkap dapat diakses melalui situs resmi Samsung Indonesia.

    Program ini menjadi bukti komitmen Samsung dalam mencetak talenta digital, sebagaimana diungkap dalam strategi Home AI mereka. (Icha)

  • SIC Batch 6: Sinergi AI dan Kecerdasan Manusia untuk Inovasi Tanpa Batas

    SIC Batch 6: Sinergi AI dan Kecerdasan Manusia untuk Inovasi Tanpa Batas

    Telko.id – Samsung Electronics Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan industri teknologi melalui program unggulan Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 6.

    Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan AI dan IoT,  sejalan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang pesat.

    Berawal dari 10.623 yang mendaftar SIC Batch 6, setelah melalui beberapa tahap seleksi, sebanyak 500 peserta terbaik berhasil mengalahkan lebih dari 500 peserta lainnya setelah melalui proses seleksi ketat dalam stage 3 ini.

    Tahap ini menjadi momentum krusial di mana mereka mendalami integrasi AI dalam IoT, dengan fokus pada penerapan Computer Vision, image processing menggunakan Python, serta eksplorasi Generative AI dalam pengembangan solusi inovatif.

    Baca juga : Samsung Electronics Luncurkan Visi “AI Home”, Apa Kehebatannya?

    Tidak hanya teori, peserta juga ditantang untuk menciptakan prototipe teknologi pintar yang berpotensi memecahkan masalah nyata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    Perjalanan proses kualifikasi peserta SIC Batch 6 dari tahap pendaftaran hingga Stage 3

    “Kami bangga dengan pencapaian peserta Samsung Innovation Campus Batch 6 yang telah mencapai Stage 3. Ini menunjukkan bahwa mereka telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang solid di bidang AI dan IoT,” ujar Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia,

    Apalagi, menurut Bagus, di era digital ini, kecerdasan buatan bukan hanya alat, tetapi mitra dalam mendorong inovasi.

    Jadi, melalui Samsung Innovation Campus, Samsung ingin memastikan generasi muda Indonesia memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan industri, sehingga mereka siap berkontribusi dalam ekosistem teknologi yang semakin maju.

    Di Stage 3, peserta mendapatkan pembelajaran yang komprehensif, meliputi:

    • Pengenalan Computer Vision – teknologi AI yang memungkinkan komputer memahami dan menafsirkan gambar serta video secara cerdas.
    • Generative AI dengan Python & Computer Vision for IoT – eksplorasi teknologi AI generatif dan pemanfaatannya melalui platform Gemini.
    • Retrieval-Augmented Generation (RAG) – teknik penggabungan model bahasa dengan pencarian informasi guna menghasilkan respons yang lebih akurat dan relevan berdasarkan data terkini.

    Pendekatan progresif yang diterapkan dalam program ini menekankan kreativitas dan inovasi. Dari konsep Design Thinking hingga pembuatan prototipe, peserta dilatih untuk memahami bagaimana AI dapat mempercepat ide sekaligus memberikan wawasan berbasis data.

    Namun, keunggulan AI tetap tidak dapat menggantikan peran manusia dalam menghadirkan kreativitas, empati, dan pemikiran strategis. Sinergi antara kecerdasan buatan dan kecerdasan manusia inilah yang menjadi kunci dalam menciptakan solusi inovatif di masa depan.

    Di Stage 3, semakin terlihat bahwa AI menjadi aset luar biasa dalam mempercepat ide dan memberikan wawasan berbasis data. Namun, peran manusia tetap sangat diperlukan dalam menghadirkan kreativitas, empati, dan pemikiran strategis.

    Ini membuktikan bahwa teknologi dan kemanusiaan bisa berjalan berdampingan dalam menciptakan inovasi.

    Melalui SIC Batch 6, peserta mendapatkan pengalaman eksklusif dalam mengembangkan keterampilan teknologi masa depan, mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari ekosistem inovasi di Indonesia.

    Antusiasme tinggi para peserta terlihat dari skor pre-test yang mencapai 99,4%, dengan rata-rata skor 92,94%, menegaskan kesiapan dan pemahaman mereka terhadap materi.

    “Melalui seleksi ketat, peserta SIC Batch 6 yang melaju ke Stage 3 tidak hanya menunjukkan keunggulan teknis, tetapi juga dedikasi dan visi inovatif. Kami siap membimbing mereka dalam mengintegrasikan AI dan IoT guna menciptakan solusi yang membawa dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Mentor Hacktiv8.

    Program SIC Batch 6 ini ditujukan untuk pelajar SMA, SMK, MA, dan mahasiswa (D3, D4, dan S1) dari perguruan tinggi yang masih aktif pada tahun ajaran 2024/2025.

    Para peserta yang berhasil menyelesaikan program akan mendapatkan sertifikat, sementara pemenang akan menerima sertifikat dari institusi terakreditasi internasional.

    Samsung berkomitmen untuk mendukung visi pemerintah dalam menciptakan generasi unggul di era digital. Dengan semangat inovasi yang tinggi, peserta SIC Batch 6 siap menghadapi tantangan berikutnya, mengasah keterampilan mereka, dan menjadi talenta masa depan yang berkontribusi bagi ekosistem teknologi Indonesia.

    Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi jangka panjang dalam membangun SDM unggul yang siap bersaing di tingkat global. (Icha)

  • Samsung Innovation Campus, Tunjukan besarnya Potensi Generasi Muda

    Samsung Innovation Campus, Tunjukan besarnya Potensi Generasi Muda

    Telko.id – Samsung Innovation Campus Batch 5 2023/2024 telah melahirkan inovator muda yang menciptakan solusi berbasis teknologi AI dan IoT untuk menyelesaikan berbagai permasalahan.

    Tim Mechalvent dari Kalimantan Selatan mengembangkan Bioner-S, generator biomassa dari limbah bonggol jagung untuk petani.

    Teknologi ini dapat mengubah limbah menjadi energi listrik yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan bantuan AI, Bioner-S mampu mendeteksi suhu, tekanan, serta memprediksi keluaran listrik yang optimal.

    “Bioner-S berfokus pada efisiensi energi, hemat biaya dan waktu, serta mampu menghasilkan hingga lima puluh ton biomassa per hektar. Harapannya, teknologi AI ini dapat mempercepat pekerjaan petani dan mengurangi penumpukan limbah biomassa di area pertanian,” kata Huda Nur Ihsan M. A, UI/UX Designer Mechalvent, menjelaskan.

    Baca juga : Samsung Galaxy A06, Harga Sejutaan Pasti Beneran Aman, Ini Alasannya!

    Sementara itu, tim dari BINUS University merancang Daely, sistem pendeteksi kantuk berbasis AI untuk pengemudi. Daely dapat memantau kondisi pengemudi secara real-time, mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan.

    Solusi ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan pengemudi, terutama mereka yang bekerja dengan jam kerja panjang.

    “Daely dilengkapi dengan fitur monitoring yang memantau kondisi driver, mekanisme bertahap yang dapat diaktifkan sesuai kebutuhan, dan dashboard berbasis web yang memungkinkan pengguna untuk memantau pola dan aktivitas secara real-time,” kata Aretha Natalova Wahyudi, Front End Developer Daely menjelaskan.

    Ia pun menyebutkan bahwa solusi ini sederhana namun sangat efektif dalam menghadapi berbagai tantangan.

    Kedua tim ini berhasil menjadi juara pertama di kategori SMA dan Universitas dalam ajang Samsung Innovation Campus Batch 5. Mereka menerima hadiah berupa produk Samsung senilai Rp 55 juta dan sertifikat dari Samsung Electronics Indonesia.

    Inovasi mereka mencerminkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam menciptakan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

    Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia, mengatakan inisiatif Samsung Innovation Campus ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan keterampilan digital generasi muda, sehingga mereka bisa menjadi pemimpin di negeri sendiri.

    “Kalau kita melihat prototipe-prototipe yang diciptakan oleh para peserta, terutama para juara SIC Batch 5 ini, menunjukkan betapa besarnya potensi yang dimiliki generasi muda kita untuk berinovasi untuk Indonesia yang lebih maju dan unggul dalam bidang teknologi,” kata Ennita Pramono.

    Samsung Innovation Campus bertujuan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan digital, seperti coding, IoT, AI, serta soft skill penting.

    Program ini membantu peserta menemukan solusi inovatif di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan lingkungan. Dengan bimbingan mentor berpengalaman, peserta berhasil mengembangkan prototipe produk yang siap diaplikasikan untuk mengatasi berbagai masalah nyata di masyarakat.

    Samsung percaya bahwa teknologi harus dapat diakses oleh semua kalangan. Samsung Innovation Campus menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang siap memimpin di bidang teknologi.

    Program ini diharapkan bisa mencetak lulusan berkualitas yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. (Icha)

  • Mahasiswa Kembangkan Solusi IoT dan AI Bersama Samsung

    Mahasiswa Kembangkan Solusi IoT dan AI Bersama Samsung

    Telko.id – Samsung melanjutkan program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 5 2023/2024 sebagai bekal para peserta dengan keterampilan Coding & Programming, IoT dan AI.

    Langkah ini merupakan komitmen Samsung untuk turut berkontribusi mencetak talenta digital di Indonesia dan betapa semakin pentingnya keterampilan AI.

    Apalagi dalam sebuah survei Work Trend Index 2023, mendapati bahwa teknologi AI banyak membantu karyawan di Indonesia dalam menyelesaikan pekerjaannya.

    Sebanyak 75% karyawan mengatakan akan mendelegasikan sebanyak mungkin pekerjaannya kepada AI untuk meringankan pekerjaan.

    Baca juga : Samsung Solve for Tomorrow Gelar Pelatihan Design Thinking, Ubah Ide Jadi Solusi

    Pentingnya teknologi AI ini tidak hanya dirasakan oleh Entry Level management, tetapi juga di Mid-Level Management.

    Para manajer dan pemimpin perusahaan setuju bahwa teknologi AI hadir bukan untuk menggantikan manusia, tetapi justru untuk membantu meningkatkan produktivitas dan inovasi mereka.

    Ada sebanyak 126 tim (504 peserta) dari 1.000 peserta yang telah melalui babak seleksi akan melanjutkan ke babak ketiga program ini yaitu AI Product Development Bootcamp. Para peserta ini terdiri dari dua kategori yaitu kategori tingkat menengah atas (SMA, SMK, MA) dan kategori mahasiswa (D3, D4 & S1), dimana proses pembelajarannya akan berlangsung hingga 27 Juli 2024.

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada babak ketiga ini, SIC memberikan program tambahan, yaitu Career Development Program mengenai edukasi keterampilan tambahan untuk persiapan kerja mengenai proses perekrutan, sesi wawancara, tes teknis, teknik presentasi dan lainnya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri para peserta saat masuk ke dunia kerja.

    Selain itu, Samsung juga mengadakan Digital Portofolio sebagai inisiatif baru yang merupakan galeri virtual untuk menampilkan proyek-proyek dari para lulusan program SIC dan terbuka bagi pihak industri yang membutuhkan talenta digital.

    Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia mengatakan inisiatif yang dilakukan Samsung dalam mengemas keseluruhan program SIC tahun ini didasari oleh tren teknologi, khususnya AI yang terus berkembang.

    Ke depannya, adopsi AI akan terus mengalami peningkatan, tidak hanya di tingkat industri, namun juga sampai ke tingkat kehidupan sehari-hari.

    “Pemanfaatan AI dalam IoT product development, akan membantu para peserta untuk dapat menciptakan program/aplikasi/produk yang inovatif, dimana berbagai perangkat yang terhubung dengan internet dapat menganalisa data dan membuat keputusan-keputusan, serta bertindak berdasarkan data, tanpa campur tangan manusia,” ujar Ennita.

    Melalui bootcamp ini, para peserta SIC akan mendapatkan pelatihan untuk mengembangan prototype dari proyek IoT mereka dengan berbasis AI terkini.

    “Kami harapkan para peserta dapat meningkatkan keterampilan teknologinya dalam menghadirkan solusi cerdas yang dibutuhkan dalam memecahkan berbagai masalah sehari-hari di sekitar kita,” kata Ennita menjelaskan.

    Dalam stage ke-3 ini, para peserta diberikan pelatihan AI yang diamplifikasi langsung pada proyek-proyek IoT mereka dengan materi AI Amplification (Machine Learning dan Deep Learning) dengan total waktu pembelajaran 140 jam.

    Proses pembelajaran berlangsung secara blended-learning, yakni gabungan tatap muka secara online setiap Sabtu selama empat jam dan self-learning melalui fasilitas LMS (Learning Management System).

    Sementara pembelajaran self-learning dapat dilakukan oleh semua peserta pada waktu yang mereka tentukan sendiri dengan rekaman pembelajaran tatap muka yang dapat mereka pelajari kapanpun mereka mau.

    Diharapkan pembelajaran dengan sistem blended-learning ini akan memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif dan fleksibel.

    Melalui AI Product Development Bootcamp, para peserta SIC dilatih untuk terlibat langsung merakit prototype ciptaannya berdasarkan kurikulum Hands-on Prototype Samsung, yang juga dibekali dengan hardware berupa IoT kit lengkap yang terdiri dari micro controller ESP32, breadboard, sensor udara, tactile switches, resistor, dan yang tidak kalah pentingnya yaitu seamlessly integrating AI models with IoT devices.

    Metode pelatihan hands-on prototype Samsung ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan teknologi dengan cepat yang dapat membantu lulusan SIC pada dunia kerja.

    Pada stage 3 ini, selain pelatihan perakitan prototype ciptaannya, para peserta juga dilatih untuk  melakukan pengujian atas prototype ciptaannya dengan melibatkan masyarakat melalui product sample yang dicoba langsung oleh beberapa masyarakat yang ikut terlibat sejak awal dilakukan wawancara proyek.

    Pada akhirnya, semua komponen ini dirancang untuk mendukung proses pembelajaran dan eksperimen dalam bidang IoT dan membantu siswa dalam mengembangkan prototype berbasis AI, yang memungkinkan para peserta untuk mengeksplorasi dan mengimplementasikan solusi inovatif dalam bidang IoT.

    Tentunya, hal ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan kreativitas peserta dalam memecahkan masalah di dunia nyata.

    Para peserta Samsung Innovation Campus ini juga dibimbing oleh para mentor berpengalaman yang merupakan ahlinya dari lintas sektor industri.

    “Para mentor di SIC memiliki segudang pengalaman, salah satunya adalah saya yang sudah enam tahun malang melintang dalam bidang teknologi IoT dan AI. Ilmu dan sertifikasi tidaklah cukup, tambahan pengalaman juga merupakan faktor penting dalam keberhasilan,” kata Joshua Phartogi, Lead Mentor of Samsung Innovation Campus Batch 5.

    Salah satu contoh dari inovasi yang Joshua ciptakan adalah “Automated Docking for Service Robots” yang memanfaatkan kamera dan AI via QR Code / Marker untuk memperkirakan lokasi charging station terhadap posisi real-time dan actual robot agar dapat masuk ke stasiun pengisian daya secara otomatis ketika baterainya hampir habis.

    Joshua  percaya bahwa peran mentor dapat membantu para peserta SIC, mengatasi berbagai masalah dan tantangan yang muncul.

    Tujuannya adalah meningkatkan kepercayaan diri para peserta dan membimbing langkah-langkah implementasi pengetahuan serta keterampilan yang telah dipelajari. Bersama,  menciptakan sesuatu yang tidak hanya inovatif, tetapi juga dapat memberikan dampak positif yang besar.

    Pada babak ketiga ini, para peserta diwajibkan untuk mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan untuk penilaian akhir. Kemudian para mentor akan memilih 80 tim terbaik (40 tim dari masing-masing kategori) untuk melaju ke babak semi-final.

    Proses seleksi semi-final ini akan dilakukan pada tanggal 29 – 31 Juli, 2024 dan pengumuman tim/peserta yang masuk ke babak semi-final akan diumumkan pada tanggal 1 Agustus 2024.

    Proses penjurian dilanjutkan dengan pemilihan 20 tim (10 tim dari masing-masing kategori) yang akan masuk ke babak final.

    Untuk penjurian babak final ini, akan dilakukan oleh Samsung, KEMENDIKBUD, KEMENAG dan mitra industri dari Samsung untuk memilih juara pertama, kedua, dan ketiga serta pemenang kategori People Choice Award untuk masing-masing kategori peserta SMA setara dan universitas. (Icha)

  • Samsung Innovation Campus Siapkan Talenta Berkompetensi AI dan IoT

    Samsung Innovation Campus Siapkan Talenta Berkompetensi AI dan IoT

    Telko.id – Sebanyak  75 persen orang Indonesia sangat antusias terhadap pemanfaatan produk dan layanan berbasis AI karena dianggap dapat mempercepat tugas dan pekerjaan.  

    AI juga akan memberikan kontribusi yang besar terhadap PDB. Laporan menyatakan kontribusi AI terhadap PDB akan mencapai US$366 miliar pada tahun 2030.

    Ketersediaan talenta digital yang mahir AI memang belum bisa mencukupi permintaan yang ada. Kekurangan talenta digital yang mahir AI ini melengkapi kekurangan 9 juta talenta digital yang mahir di bidang informasi, komunikasi, dan teknologi (TIK), hingga 2030. Setidaknya Indonesia membutuhkan lahirnya 600 ribu talenta digital baru setiap tahunnya.

    Di Indonesia, tenaga kerja yang memiliki keterampilan digital tingkat lanjutan, baru 1% dari total angkatan kerja. Sebanyak 50% dari angkatan kerja nasional baru memiliki keterampilan digital tingkat dasar dan menengah. Di sisi lain, 60% guru ternyata memiliki keterbatasan kemampuan dalam bidang TIK, yang membuat proses belajar mengajar menjadi sulit berkembang.

    Baca juga : Samsung Ungkap Visi ‘AI for All’ pada CES 2024

    Untuk mendorong terciptanya sumber daya manusia yang memiliki keterampilan digital, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 68 tahun 2022 tentang revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi.

    Diharapkan, pendidikan vokasi di Tanah Air dapat meningkatkan daya saing lulusannya di lapangan kerja, dan memastikan kualitas dan kompetensi generasi muda di pasar tenaga kerja domestik dan/atau internasional.

    Sebagai pelopor program pendidikan untuk mencetak talenta-talenta digital muda sejalan dengan tujuan pemerintah, Samsung melanjutkan program Samsung Innovation Campus (SIC), yang tahun ini memasuki batch 5.

    SIC hadir untuk mendukung anak muda mengembangkan pengetahuan digital di bidang AI, IoT, dan Coding & Programming melalui program pelatihan formal, termasuk di dalamnya pelatihan soft skill & career development. Di akhir program, para peserta akan membuat prototipe produk teknologi yang menjawab permasalahan sehari-hari di sekitar mereka.

    “AI telah memungkinkan industri menciptakan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi kehidupan. Melalui Samsung Innovation Campus, kami mempersiapkan talenta-talenta muda Indonesia dengan keterampilan AI, agar mereka memiliki daya saing tinggi di tengah kebutuhan yang ada,” kata Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia

    Ennita juga menambahkan bahwa mengatakan dengan berkembangnya teknologi AI, kebutuhan talenta digital yang memiliki keterampilan AI meningkat signifikan saat ini.

    Program ini juga akan membekali guru-guru dan dosen dengan kemahiran TIK untuk mengembangkan proses belajar mengajar yang lebih berkualitas.

    Winner Jihad Akbar, Direktur SMA – Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia menyambut kelanjutan program SIC tahun ini.

    “Kami senang Samsung Innovation Campus juga berfokus pada kemahiran AI siswa. Dengan keterampilan AI, siswa diharapkan semakin kreatif dan bernalar kritis, sehingga lebih mudah mengidentifikasi, menganalisis dan menemukan solusi permasalahan disekitarnya.

    Hal ini sejalan dengan visi Kemendikbudristek membentuk siswa yang memiliki karekter Profil Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global.

    Program ini juga dapat menjadi salah satu  wadah untuk mempersiapkan siswa-siswi SMA sederajat dan mahasiswa memiliki keterampilan digital yang sangat dibutuhkan industri, sehingga menjadi bekal yang berharga bagi mereka dalam melanjutkan studi maupun berkarier di masa yang mendatang”.

    Muhammad Ali Ramdani, Direktur Jendral Pendidikan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia mengapresiasi diselenggarakannya kembali SIC yang telah memberikan kesempatan yang sama kepada siswa-siswi dan guru-guru madrasah untuk diperlengkapi dengan keterampilan abad 21.

    Dimana tahun ini juga menambah jangkauan manfaat program kepada mahasiswa/i dan para dosen Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). “SIC menjadi ajang pendidikan yang sangat ditunggu. Ditambah dengan pengayaan keahlian di bidang AI, kami percaya siswa-siswi madrasah dan mahasiswa kelak dapat menciptakan inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat”.  

    Saat ini SIC Batch 5 2023/2024 telah memasuki fase pendaftaran sampai 31 Januari 2024 untuk siswa SMA/MA sederajat dan Mahasiswa (D3-S1) aktif. Karena tahun ini pertama kalinya Mahasiswa dilibatkan, maka ada tambahan waktu pendaftaran hingga 11 Februari 2024.

    Bagi yang berminat silakan mendaftar di https://program.skilvul.com/samsung-innovation-campus-batch-5-20232024. Pendaftaran ini terbuka bagi pelajar SMK binaan program STI Samsung di kelas 10-11 (3 tahun akademik).

    Selain itu juga kelas 11-12 (4 tahun akademik), siswa SMA dan MA sederajat di kelas 10 dan 11, serta untuk pertama kalinya dibuka juga untuk mahasiswa D3/S1 yang masih aktif dari berbagai universitas dan politeknik di seluruh Indonesia.

    Khusus untuk mahasiswa, kurikulum SIC ini dapat dikonversi menjadi jam kuliah yang difasilitasi oleh Kemendikbud melalui program Kampus Merdeka, di mana proses ini dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa yang bersangkutan dan melalui persetujuan kampus.

    Setiap tim terdiri dari 4 anggota dari sekolah yang sama. Untuk kategori SMA (setara) wajib didampingi satu guru yang ditunjuk dari sekolah. Tiap sekolah boleh mendaftarkan lebih dari 1 kelompok dan satu guru maksimal mendampingi maksimal 12 siswa (3 kelompok). Seluruh peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian program SIC Batch 5 yang akan digelar selama 6 bulan, mulai dari Februari hingga Juli 2024.

    SIC Batch 5 memberikan pelatihan baru yang belum pernah dilakukan pada batch sebelumnya, yaitu AI Course yang terdiri dari data science & AI, probability & statistic, machine learning, dan deep learning. SIC Batch 5 juga menggelar program Training of Trainer. Walau didedikasikan untuk para guru, program ini diharapkan mendorong pelajar & mahasiswa lulusan Samsung Innovation Campus dapat menjadi agen digital mengajarkan di lingkungannya.

    Selain AI Course, SIC Batch 5 ini juga akan memberikan pelatihan soft skills & career development sebagai tambahan pelatihan baru pada program ini. Yang mana kami harapkan bahwa para peserta juga dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan memasuki dunia industri.

    Pelatihan yang diberikan antara lain adalah peer review, business mindset for entrepreneur, CV & interview preparation, pitching preparation, creative problem solver, technical test preparaton, managing group dynamic dan career discovery in tech.

    Seluruh peserta yang mengikuti program SIC Batch 5 akan mendapatkan sertifikat dari Samsung sebagaimana batch-batch sebelumnya, dengan syarat dan kondisi yang ditentukan seperti penilaian keikutsertaan pelatihan, absensi, pengumpulan tugas, dan lain sebagainya pada masing-masing tahap pelatihan yang tersedia.

    Sementara khusus bagi seluruh pemenang program akan mendapatkan tambahan sertifikat dari institusi yang memiliki akreditasi internasional.

    Program SIC Batch 1-4 telah menghasilkan 5.919 alumni murid dan 642 guru dari 341 sekolah di seluruh Indonesia. SIC Batch 5 menargetkan ada lebih dari 2.000 pendaftar yang akan lolos dari logic test dimana semua yang lolos logic test tersebut dapat mengikuti pelatihan Coding & Programming dengan Bahasa Phyton.

    Setelah pembelajaran Coding & Programming, tahap pembelajaran berikutnya yaitu IoT dan AI Bootcamp dimana akan terpilih 500 pelajar (kategori SMA, SMK & MA) dan 500 mahasiswa (kategori D3, D4 & S1) terbaik untuk mengikuti pelatihan ini hingga akhir.

    Dari masing-masing kategori akan diseleksi lagi menjadi 40 tim untuk melaju ke babak semifinal dan dikerucutkan menjadi 10 tim masing-masing untuk melaju ke babak final. Dari tiap kategori, juri akan memilih juara 1,2 dan 3. Sementara publik akan memilih satu tim untuk kategori People Choice Award, berdasarkan video yang paling banyak dipilih. (Icha)