spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 99

Windows 11 Agentic OS Picu Penolakan Pengguna

Telko.id – 14 Oktober 2025 lalu telah menjadi akhir bagi era Windows 10. Setelah lebih dari satu dekade menjadi tulang punggun miliaran perangkat, Microsoft resmi menghentikan dukungan dan pembaruan keamanan untuk sistem operasi legendaris ini. Sebagai penggantinya, hadir Windows 11 AI PC, generasi baru yang membawa visi masa depan berbasis kecerdasan buatan.

Microsoft belakangan ini mengumumkan sebuah rencana besar untuk Windows 11 dimana mereka menyebutkan akan menjadi Agentic OS – sebuah sistem operasi bebasis AI. Pengumuman ini, tampaknya ini justru memicu reaksi negatif dan gelombang penolakan besar-besaran dari komunitas pengguna.

Agentic OS ini adalah evolusi dari Windows yang berevolusi AI-driven operating system, yang mana sistem ini dirancang agar bisa mengenali maksud pengguna, bukan hanya sekedar instruksi literal saja.

Contoh dari fitur Agentic OS ini adalah Copilot Vision, yang memungkinkan Windows ‘melihat layar’ dan membantu pengguna. Untuk teknologi dibalik fitur ini adalah dengan menggunakan sebuah framework bernama MCP atau Model Context Protocol yang akan memungkinkan AI Agents terhubung ke aplikasi native Windows. Tujuannya jelas untuk menjadikan Windows lebih ambient, persuasive dan multi-modal, sehingga interaksi dengan sistem terasa lebih natual.

Meskipun Microsoft sangat antusias dengan project ini bahkan Davuluri sempat membagikan antusiasmenya di akun X (Twitter) menjelang acara Microsoft Ignite, namun postingan tersebut justru dibanjiri komentar negatif hingga akhirnya kolom komentarnya ditutup.

Baca juga:

Dari postingan tersebut, ada banyak kritik dari pengguna, termasuk mereka lebih menginginkan performa bukan fitur AI, selain itu banyak juga yang menyoroti masalah User Interface yang belum terselesaikan.

Bagi jutaan pengguna yang masih setia pada Windows 10, keputusan penghentian dukungan ini terasa mendadak. Mereka menganggap bahwa sistem lama masih sangat stabil dan relevan untuk pekerjaan sehari-hari.

Masalah terbesar datang dari persyaratan hardware Windows 11 yang tergolong ketat. Banyak PC yang masih berfungsi baik kini tidak lagi memenuhi kriteria ‘AI-ready’. Akibatnya, sebagian pengguna memilih untuk tetap bertahan di Windows 10 atau beralih ke Linux seperti Zorin OS dan Ubuntu, yang lebih ringan dan bebas lisensi.

Fenomena ini menandakan adanya kesenjangan antara visi Microsoft dan kebutuhan nyata pengguna. Bagi banyak orang, stabilitas dan efisiensi lebih penting daripada fitur-fitur canggih yang belum terbukti manfaatnya.

Tidak bisa dipungkiri, integrasi AI di Windows 11 membawa potensi besar. Fitur seperti Copilot mampu membantu menulis dokumen, menganalisis data, hingga mengatur jadwal harian. Namun, sejumlah pengguna mengaku mengalami penurunan performa seelah mengaktifkan fitur ini. RAM cepat penuh, aplikasi terasa lambat, dan beberapa bug muncul di proses otomatisasi.

Secara umum, bisa dibilang memang Windows 11 saat ini semakin berat mengingat ada banyak komponen yang ditambahkan oleh Microsoft – bahkan jika pengguna tidak menginginkannya sama sekali.

Meskipun AI memang mungkin bisa meningkatkakn produktivitas pengguna, namun tidak semua butuh AI dan menjadikan Windows 11 sebagai Agentic OS jelas ditentang banyak pengguna, dari banyaknya komentar bisa disimpulkan bahwa pengguna lebih menginginkan OS yang ringan, cepat dan bebas bug dibandingkan tambahan fitur AI yang dianggap membebani.

Hal ini menimbulkan perdebatan: apakah AI benar-benar diperlukan dalam setiap lapisan pengalaman pengguna, atau justru menambah kompleksitas yang tidak semua orang butuhkan?

Stream, Cincin Pintar Baru untuk Rekam Ide Spontan

Telko.id – Dua orang mantan karyawan Meta, Mina Fahmi, dan Kirak Hong, meluncurkan perangkat wearable baru berupa cincin pintar (smart ring) bernama Stream.

Melansir dari Kompas Tekno, cincin ini dirancang untuk membantu penggunanya merekam sekaligus mencatat ide yang muncul secara spontan, tanpa harus membuka ponsel dan mengetiknya di layar.

selain itu, smart ring Stream juga dilengkapi aplikasi bawaan yang memungkinkan penggunanya mengatur seluruh catatan dengan bantuan asisten kecerdasan buatan (AI).

Fahmi dan Hong sebelumnya bekerja di divisi desain antarmuka (interface design) di Meta.

Setelah keluar dari perusahaan, keduanya berkolaborasi mendirikan startup baru bernama Sandbar dan merilis cincin pintar Stream.

Dalam salah satu wawancara bersama outlet media TechCrunch, Fahmi mengaku bahwa ide pembuatan smart ring Stream awalnya muncul karena ia sering mendapatkan inspirasi ketika sedang berjalan atau bepergian.

Namun, pada kondisi seperti ini, ia merasa kurang efektif dan bisa kehilangan momen krusial, sebab harus mengeluarkan ponsel dan mencatat ide tersebut secara manual.

Baca juga:

Namun, ia menilai, jika harus membuka ponsel terlebih dahulu untuk mencatat ide spontan tersebut, akan sangat repot dan mengganggu ‘momen’ berpikir tersebut.

“Banyak ide muncul saat sata berjalan atau bepergian, dan saya tidak ingin mengeluarkan ponsel untuk mengganggu momen itu,” tutur Fahmi.

Karena itu, ia dan Hong berupaya untuk menciptakan perangkat yang benar-benar bisa merekam pemikiran secara langsung, tepat pada saat ide itu muncul.

Cincin ini dirancang untuk memungkinkan penggunanya merekam ide spontan secara langsung di perangkat tersebut.

Cincin tersebut digunakan di jari telunjuk pengguna, dibekali mikrofon dan panel sentuh (touch pad) kecil di permukaan atas perangkat.

Dalam sebuah cuplikan video demonstrasi virtual yang beredar, Fahmi menunjukkan sekilas bagaimana cara kerja perangkat ini.

Pertama-tama, untuk mulai merekam, pengguna cukup menekan dan menahan area touch pad cincin, lalu berbicara seperti biasa.

Adapun secara default, microfon pada cincin pintar ini dibuat selalu dalam kondisi mati dan hanya akan aktif ketika diberikan gestur tekan dan sentuh.

Dengan begitu, pengguna tidak perlu khawatir apakah obrolan mereka akan terus direkam dan dicatat oleh AI. Mikrofon tersebut pun diklaim sangat sensitif karena mampu mendeteksi suara pelan, bahkan bisikan kecil sekalipun.

Nantinya, semua hasil rekaman ide berbasis suara akan langsung ditranskripkan ke dalam aplikasi Stream yang terpasang di perangkan iOS.

Belum diketahui apakah aplikasi ini juga akan tersedia untuk perangkat Android.

Melalui aplikasi Stream, pengguna juga bisa berinteraksi langsung dengan asisten AI yang bertugas membantu mengatur hasil transkrip ide, termasuk meninjau dan mendiskusikan kembali bersama AI.

Sandbar sendiri bahkan menambahkan sentuhan kecil berupa fitur personalisasi suara, yang memungkinkan pengguna mengubah suara asisten AI supaya terdengar mirip dengan suara mereka sendiri.

Fahmi sendiri mengatakan, bagi pengguna yang tidak ingin hasil diskusi ide atau rekaman dengan AI nya terdengar di tempat umum, Stream sendiri menawarkan opsi untuk berinteraksi secara lebih privat.

Pengguna bisa memanfaatkan perangkat headphone untuk berbicara langsung dengan asisten AI tanpa terdengar oleh orang sekitar.

Sementara itu, bagi pengguna yang tidak menggunakan headphone, cincin pintar ini akan memberikan respon berupa getaran halus (haptic feedback) setiap kali perintah suara atau catatan ide berhasil direkam.

Dengan opsi haptic tersebut, pengguna disebut bisa menambahkan tugas, membuat catatan, atau mencentang item di daftar belanjaan dengan mudah.

Selain fungsi suara, cincin pintar Stream juga bisa difungsikan sebagai alat pengontrol media. Pengguna bisa memutar, menjeda, mengganti lagu, atau menyesuaikan volume musik hanya dengan menyentuh touch pad permukaan perangkat.

Cincin pintar Stream ini dijadwalkan tersedia mulai musim panas 2026 atau yang biasanya terjadi di sekitar bulan Juni sampai Agustus.

Konsumen yang tertarik untuk membeli perangkat ini sudah bisa mengikuti pre-order (PO) sejak hari Rabu (5/11/2025) lalu.

Smart ring Stream dibanderol dengan harga $249 (sekitar Rp 4,1 jutaan) untuk varian Silver dan $299 (sekitar Rp 5 jutaan) untuk varian Gold.

3 Rekomendasi Proyektor Presentasi Terbaik, Cocok untuk Kantor dan Sekolah

0

Telko.id – Dalam aktivitas modern, baik di ruang kelas maupun rapat kantor, kebutuhan akan proyektor presentasi yang andal semakin meningkat.

Visual yang terang, warna yang akurat, serta kemudahan instalasi menjadi faktor penting yang menentukan kualitas pengalaman saat menyampaikan materi.

Karena itu, memilih perangkat yang tepat bukan hanya soal brightness atau resolusi, melainkan juga soal fitur pendukung yang membantu menjaga kenyamanan mata, efisiensi penggunaan, hingga daya tahan perangkat dalam jangka panjang.

Melalui panduan ini, kami menghadirkan 3 rekomendasi proyektor presentasi terbaik yang cocok untuk berbagai kebutuhan, mulai dari ruang rapat perusahaan, kelas belajar, hingga ruang keluarga.

Ketiganya hadir dari Acer, yang dikenal konsisten menghadirkan perangkat visual berkualitas tinggi, kaya fitur, dan mudah digunakan.

Panduan ini dapat menjadi acuan Anda dalam memilih proyektor presentasi yang tidak hanya bagus secara spesifikasi, tetapi juga menawarkan pengalaman visual optimal di berbagai kondisi pencahayaan. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Acer X1526AH

Acer X1526AH menjadi pilihan pertama bagi Anda yang membutuhkan perangkat serbaguna untuk presentasi profesional sekaligus hiburan. Proyektor ini dibuat agar dapat digunakan di berbagai kondisi ruangan, baik ruangan kantor yang terang karena lampu dan jendela besar, maupun ruang tamu di rumah yang lebih gelap.

Ditenagai tingkat kecerahan hingga 4.000 ANSI Lumens, gambar yang diproyeksikan tetap terlihat jelas dan terang.

Rasio kontras 10.000:1 membantu menampilkan detail bayangan secara maksimal, terutama ketika Anda menampilkan materi dengan grafik, foto, atau video berdimensi gelap.

Salah satu fitur yang membuat Acer X1526AH unggul adalah Acer LumiSense, teknologi pintar yang menyesuaikan kecerahan dan saturasi warna berdasarkan konten yang sedang ditampilkan.

Hasilnya, visibilitas tetap optimal tanpa perlu Anda atur manual. Selain itu, fitur Acer Bluelight Shield membantu mengurangi paparan cahaya biru, membuat mata tidak cepat lelah meskipun digunakan dalam durasi panjang.

Untuk ketahanan, Acer melengkapi perangkat ini dengan mode Eco Pro yang dapat memperpanjang usia pakai hingga 20.000 jam, sekaligus menghemat daya hingga 60%.

Penggunaan jangka panjang seperti di ruang kelas, ruang rapat, atau venue pelatihan tidak akan menjadi masalah.

Acer X1526AH juga mendukung berbagai fitur modern seperti wireless projection, speaker bawaan 3 watt, serta teknologi Color Safe II dan Color Boost 3D yang menjamin warna tidak cepat pudar meskipun dipakai bertahun-tahun.

Bagi Anda yang mencari proyektor presentasi yang tangguh dan mudah dioperasikan, model ini adalah salah satu yang paling layak dipertimbangkan.

Acer X1526AH sudah tersedia Indonesia dengan harga Rp13.500.000 dan bisa didapat melalui penjualan online di Acer eStore, ecommerce, ataupun jaringan penjualan Acer terdekat di kota Anda.

Proyektor X1526AH juga dilengkapi dengan garansi 3 tahun untuk suku cadang dan layanan servis serta 1 tahun untuk lampu proyektor/1000 jam.

2. Acer BS-322

Untuk Anda yang membutuhkan proyektor dengan tingkat kecerahan lebih tinggi, Acer BS-322 adalah pilihan ideal, terutama untuk ruang kelas atau ruang rapat besar yang sering terkena cahaya lampu atau sinar matahari.

Tingkat kecerahan mencapai 4.800 ANSI Lumens, menjadikannya mampu menampilkan gambar yang sangat terang dan tetap mudah dilihat dari berbagai sudut.Rasio kontras 20.000:1 Dynamic Black memastikan setiap elemen visual terlihat tajam.

Hal ini sangat penting ketika menampilkan slide presentasi, tabel data, atau elemen visual kecil yang harus terlihat jelas oleh seluruh peserta di ruangan.

Teknologi Acer LumiSense turut hadir untuk mengatur kecerahan dan warna secara otomatis, sehingga perpindahan antar-konten tidak mengurangi kualitas visual.

Sementara itu, fitur Acer Bluelight Shield membantu meminimalkan potensi kelelahan mata selama kegiatan belajar atau presentasi panjang.

Anda juga mendapatkan dukungan warna berkualitas melalui teknologi Color Boost 3D serta Color Safe II, yang memastikan konsistensi warna dalam jangka panjang.

Dengan masa pakai hingga 15.000 jam, Acer BS-322 cocok digunakan secara intensif setiap hari tanpa khawatir performanya menurun.

Jika Anda mencari proyektor presentasi yang ideal untuk kebutuhan pendidikan, bisnis, hingga hiburan keluarga, Acer BS-322 menawarkan value tinggi dengan kualitas gambar yang sangat solid.

Acer BS-322 tersedia di Indonesia dengan harga Rp 6.150.000. Proyektor ini bisa dibeli melalui Acer eStore, platform e-commerce, atau jaringan penjualan resmi Acer di kota Anda.

Produk ini juga dilengkapi garansi 3 tahun untuk suku cadang dan layanan, serta 1 tahun atau 1.000 jam untuk lampu proyektor.

3. Acer Projector Vero XL2330W

Jika Anda ingin berinvestasi pada perangkat yang tidak hanya bertenaga tetapi juga ramah lingkungan, Acer Projector Vero XL2330W adalah pilihan paling menarik dalam daftar ini.

Berbeda dari proyektor lampu konvensional, model ini mengandalkan teknologi laser yang menawarkan keunggulan dalam efisiensi daya, warna yang lebih stabil, serta masa pakai yang jauh lebih panjang.

Dengan kecerahan mencapai 5.000 ANSI Lumens, proyektor ini mampu menampilkan gambar yang sangat terang, bahkan di ruangan luas atau dengan pencahayaan yang menantang.

Rasio kontras 50.000:1 memberikan kedalaman visual yang sangat baik, membuatnya ideal untuk presentasi bisnis, ruang pameran seni, hingga home theater.

Keunggulan terpenting dari seri Vero adalah komitmennya terhadap lingkungan. Acer menggunakan 50% plastik PCR (Post-Consumer Recycled) pada bodi perangkat serta kemasan yang sepenuhnya dapat didaur ulang.

Lebih dari itu, teknologi laser yang dipakai bebas merkuri, lebih hemat daya hingga 40%, dan memiliki masa pakai hingga 30.000 jam pada mode eco.

Fleksibilitas instalasi menjadi nilai tambah besar. Acer Projector Vero XL2330W mendukung proyeksi 360 derajat, pemasangan di langit-langit, dinding, hingga lantai, membuatnya cocok untuk berbagai kebutuhan ruang.

Anda juga bisa menikmati konten 3D melalui HDMI, serta mempersonalisasi layar startup sesuai preferensi visual Anda.

Acer Vero XL2330W saat ini sudah tersedia di Indonesia dengan harga Rp18.000.000. Acer Vero XL2330W dilengkapi dengan garansi tiga tahun untuk sparepart dan servis dan garansi satu tahun untuk lampu proyektor tanpa batasan jam penggunaan.

HONOR 400 Bawa Fitur AI untuk Traveling Tanpa Drama

0

Telko.id – HONOR 400 hadir sebagai solusi bagi para traveler yang ingin mengabadikan momen liburan dengan hasil maksimal.

Smartphone ini dilengkapi kamera utama 200MP dengan stabilisasi ganda OIS+EIS dan serangkaian fitur AI Imaging berbasis Google Cloud untuk memastikan setiap foto tajam dan bebas gangguan, bahkan di lokasi ramai atau kondisi cahaya minim.

Justin Li, President of HONOR South Pacific, menegaskan komitmen brand dalam menghadirkan teknologi yang relevan bagi pengguna.

“HONOR 400 hadir dengan kamera terdepan, fitur-fitur AI inovatif, dan ruang penyimpanan yang besar untuk memastikan siapa saja bisa mengkreasikan konten traveling terbaik di berbagai kondisi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Telko.id. Kehadiran perangkat ini semakin mengukuhkan posisi HONOR di segmen mid-premium Indonesia.

Kombinasi kamera 200MP dengan sensor 1/1,4 inci dan bukaan f/1,9 memungkinkan penangkapan cahaya lebih optimal. Hasilnya, foto tetap jernih baik di siang hari maupun situasi indoor yang remang-remang.

Dukungan Optical Image Stabilization (OIS) dan Electronic Image Stabilization (EIS) menjaga gambar tetap stabil meski diambil dalam kondisi bergerak.

Fitur AI Super Zoom menjadi andalan saat objek sulit dijangkau. Teknologi ini menawarkan zoom hingga 30 kali dengan peningkatan kejernihan hingga 50% lewat pemrosesan AI. Relief candi atau puncak menara tetap terlihat detail walau diambil dari kejauhan di tengah keramaian.

Untuk menghilangkan objek yang mengganggu seperti photobomber, HONOR 400 menyediakan fitur Erase Passers-by dalam AI Erase 2.0. Pengguna cukup menjepret momen lalu menghapus objek pengganggu dengan sekali sentuh. Hasilnya tetap rapi dengan fokus pada subjek utama.

Content image for article: HONOR 400 Bawa Fitur AI untuk Traveling Tanpa Drama

AI Outpainting memudahkan penyesuaian rasio foto, termasuk mengubah orientasi dari vertikal ke horizontal. AI akan mengisi area kosong secara otomatis sehingga kualitas gambar tidak berkurang akibat proses crop. Bila komposisi kurang ideal, AI Cutout dapat menggeser subjek ke posisi lebih proporsional dan mengisi latar belakang secara otomatis.

Magic Portal menghadirkan kemudahan multitasking selama liburan. Fitur drag-and-drop antar aplikasi mempermudah pengaturan itinerary, peta, dan reservasi. Pengguna cukup mengetuk dan melingkari objek di layar menggunakan buku jari untuk membuka aplikasi atau layanan relevan.

HONOR Connect memungkinkan berbagi foto atau video ke semua perangkat, termasuk iOS, secara seamless. Untuk ekosistem HONOR, ponsel, tablet, dan laptop dapat bekerja terintegrasi. Pengguna bisa menampilkan dan mengontrol layar ponsel dari laptop untuk memilih foto terbaik, sementara notifikasi, chat, dan panggilan tetap sinkron.

AI Translation menghilangkan kendala bahasa saat traveling internasional. Fitur ini menawarkan mode Chat untuk percakapan dua arah atau Interpreter untuk menerjemahkan ucapan langsung dalam 14 bahasa, termasuk Inggris, Mandarin, dan Jepang.

AI Live Translation menyediakan terjemahan real time untuk panggilan seluler dalam berbagai bahasa seperti Mandarin, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Bahasa Indonesia. Fitur ini kompatibel dengan perangkat merek apa pun, tidak terbatas sesama HONOR.

Content image for article: HONOR 400 Bawa Fitur AI untuk Traveling Tanpa Drama

AI HD Moving Photo mengabadikan cuplikan 3 detik setiap foto diambil, memastikan senyuman dan gerakan alami tertangkap tepat waktu. Moving Photo Collage memungkinkan penggabungan 2-9 moving photos menjadi cerita perjalanan dinamis dengan kontrol suara dan penyesuaian durasi.

Circle to Search memudahkan pencarian informasi tentang objek tertentu. Pengguna cukup membuka kamera, mengaktifkan pemindaian, mengarahkan ke objek, lalu melingkari foto di layar. Informasi seperti nama produk, ulasan, harga, dan toko terdekat akan muncul dalam sekejap.

HONOR 400 didukung prosesor Snapdragon 7 Gen 3 untuk performa responsif. Kapasitas memori 12GB RAM dan penyimpanan 512GB memberikan ruang lega untuk foto dan video liburan. Baterai 6000mAh dengan dukungan 66W HONOR SuperCharge memastikan daya tahan tinggi dan pengisian cepat.

Perangkat ini memiliki desain ramping dengan layar 6,55 inci yang nyaman digenggam. Varian warna Desert Gold menambah pilihan bagi pengguna yang mengutamakan estetika. HONOR Experience Store terdekat, gerai Erafone, dan toko ritel pilihan lainnya menyediakan akses langsung untuk mencoba fitur-fitur unggulan smartphone ini.

Selama November, HONOR menghadirkan program diskon spesial untuk berbagai produk unggulan. Pengguna berkesempatan mendapatkan cashback hingga Rp2.000.000 untuk HONOR Magic V3, hingga Rp600.000 untuk HONOR X9c, hingga Rp200.000 untuk HONOR 400 Lite, serta hingga Rp1.000.000 untuk HONOR 200 Pro. Pembeli HONOR Pad 10 juga berkesempatan mendapatkan hadiah gratis senilai hingga Rp2.499.000.

Kehadiran HONOR 400 di pasar Indonesia semakin memperkaya pilihan smartphone mid-premium dengan fokus pada fotografi dan AI. Persaingan di segmen ini semakin ketat dengan hadirnya berbagai seri terbaru dari brand ternama. (Icha)

OPPO Umumkan Apex Guard, Standar Baru Kualitas Smartphone

0

Telko.id – OPPO hari ini secara resmi memperkenalkan Apex Guard, rangkaian teknologi komprehensif yang menetapkan standar kualitas baru untuk seluruh lini produk smartphone mereka.

Pengumuman ini disampaikan dalam acara eksklusif di kantor pusat dan pusat R&D OPPO di Binhai Bay Campus, menandai komitmen perusahaan terhadap kualitas tingkat selanjutnya.

Grus Shan, Director of Manufacturing OPPO, menegaskan pentingnya inisiatif ini. “Kualitas adalah fondasi segalanya. Melalui terobosan berkelanjutan dalam kualitas, OPPO berkomitmen untuk melindungi kebebasan setiap pengguna dalam perjalanan hidup mereka. Kualitas bukan sekadar fitur, itu adalah kebebasan untuk Make Your Moment,” ujarnya.

Bersamaan dengan peluncuran Apex Guard, OPPO juga mengumumkan Find X9 Series sebagai perangkat flagship pertama yang sepenuhnya mengadopsi filosofi teknologi baru ini. Langkah ini memperkuat posisi OPPO dalam menetapkan benchmark kualitas smartphone di industri.

Apex Guard dirancang berdasarkan kebutuhan nyata pengguna dengan fokus pada tiga dimensi utama. Pertama, kualitas yang melampaui penggunaan sehari-hari melalui terobosan material seperti Ultra-High-Strength Steel dan paduan aluminium kelas aerospace AM04. Material ini dikembangkan untuk menahan keausan harian dan situasi tak terduga.

Content image for article: OPPO Umumkan Apex Guard, Standar Baru Kualitas Smartphone

Kedua, Apex Guard memastikan kualitas yang melampaui usia pakai perangkat. Inovasi Baterai Silicon-Carbon OPPO dengan material silikon-karbon berbentuk bola yang telah disesuaikan mampu memperpanjang usia sel baterai hingga 400 siklus tambahan, menjaga performa perangkat seperti baru untuk waktu lebih lama.

Dimensi ketiga adalah kualitas yang melampaui standar industri saat ini. OPPO bekerja sama dengan lembaga pengujian internasional terkemuka seperti TÜV Rheinland, TÜV SÜD, dan SGS, menerapkan standar yang jauh lebih tinggi dari rata-rata industri.

Inovasi Perangkat Lunak dalam Apex Guard

OPPO memahami bahwa kelancaran pengalaman penggunaan menjadi tolok ukur penting bagi pengguna dalam menilai kualitas smartphone. Karena itu, inovasi perangkat lunak menjadi bagian integral dari Apex Guard.

Content image for article: OPPO Umumkan Apex Guard, Standar Baru Kualitas Smartphone

ColorOS 16 menghadirkan Luminous Rendering Engine dengan Unified Animation Architecture pertama di Android, memastikan peluncuran aplikasi yang lancar dan transisi halus di seluruh sistem.

Untuk skenario multitasking yang lebih berat, Chip-Level Dynamic Frame Sync Technology dalam Trinity Engine membantu sistem merespons rendering frame secara real-time.

Teknologi Sensor-Offload memanfaatkan kemampuan SoC untuk menangani tugas sensor penting, mengurangi konsumsi daya total secara signifikan saat merekam video 4K 60fps.

Fitur Instant Refresh di ColorOS 16 untuk perangkat entry-level mengurangi fragmentasi data dan mengoptimalkan izin aplikasi hanya dengan satu ketukan.

OPPO mengembangkan sistem evaluasi komprehensif untuk mengukur kelancaran dengan data yang jelas. OPPO Smoothness Baseline Test menilai performa perangkat lunak di ratusan skenario nyata, sementara standar industri baru Parallel Animation Standard 6 Zero menitikberatkan pada peluncuran aplikasi dan transisi yang mulus.

Content image for article: OPPO Umumkan Apex Guard, Standar Baru Kualitas Smartphone

Find X9 Series: Perwujudan Nyata Apex Guard

Sebagai perangkat pertama yang mengadopsi Apex Guard secara penuh, OPPO Find X9 Series menjadi bukti nyata bagaimana OPPO menggabungkan ketahanan, performa jangka panjang, dan kelancaran software dalam satu perangkat flagship.

Patrick Owen, Vice President OPPO Indonesia, menyatakan, “Find X9 Series menunjukkan bagaimana kualitas bukan hanya klaim, tetapi sesuatu yang benar-benar bisa dirasakan pengguna dari hari pertama hingga bertahun-tahun setelahnya. Integrasi Apex Guard membuat Find X9 Series kokoh, efisien, dan konsisten dalam hal performa.”

Dengan penggunaan Ultra-High-Strength Steel dan paduan aluminium AM04, Find X9 Series menghadirkan rangka yang lebih kuat namun tetap ringan. Fitur Armour Shield menambah lapisan perlindungan untuk menghadapi benturan atau kondisi tak terduga.

Content image for article: OPPO Umumkan Apex Guard, Standar Baru Kualitas Smartphone

Find X9 Series memanfaatkan Baterai Silicon-Carbon OPPO terbaru yang mampu menjaga kesehatan baterai lebih lama. Dengan usia pakai tambahan hingga 400 siklus, perangkat tetap bertenaga meski digunakan intensif.

Dengan optimasi penuh terhadap Luminous Rendering Engine dan Trinity Engine, Find X9 Series memberikan animasi yang lebih halus dan responsif, multitasking bebas hambatan, serta stabilitas frame yang konsisten bahkan dalam penggunaan berat.

Content image for article: OPPO Umumkan Apex Guard, Standar Baru Kualitas Smartphone

Sebelum diperkenalkan, Find X9 Series telah melewati lebih dari 180 rangkaian uji ekstrem termasuk suhu, kelembapan, tekanan, dan uji jatuh berulang. Perangkat ini juga mendapat sertifikasi dari TÜV Rheinland, TÜV SÜD, dan SGS.

Binhai Bay Campus menjadi pusat pengembangan teknologi Apex Guard dengan fasilitas laboratorium canggih termasuk Materials Lab, Intelligent Terminal Testing Lab, Power Consumption Intelligent Lab, dan Communication Lab.

Setiap laboratorium melakukan penilaian kualitas dari berbagai sudut untuk memastikan perangkat keras yang andal dan pengalaman perangkat lunak yang mulus.

Content image for article: OPPO Umumkan Apex Guard, Standar Baru Kualitas Smartphone

Kehadiran Find X9 Series dengan teknologi Apex Guard menandai era baru dalam standar kualitas smartphone, tidak hanya untuk segmen flagship tetapi juga akan diterapkan di seluruh lini produk OPPO. (Icha)

BCA Luncurkan Aplikasi myBCA untuk Smartwatch, Transaksi Makin Cepat

0

Telko.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi meluncurkan layanan myBCA di perangkat jam pintar (smartwatch).

Inovasi myBCA on Smartwatch ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam menghadirkan layanan digital yang relevan dengan perkembangan Internet of Things (IoT).

Peluncuran fitur ini sebelumnya telah dibahas dalam salah satu sesi talkshow di Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2025, Jakarta.

Executive Vice President Transaction Banking Product Development BCA Jan Hendra mengatakan, fitur ini memungkinkan nasabah mengakses berbagai layanan perbankan langsung melalui smartwatch.

“Melalui fitur baru ini, kami berharap nasabah BCA dapat terbantu untuk melakukan transaksi secara lebih mudah dan cepat,” ujar Jan Hendra dalam keterangan resminya.

Fitur myBCA on Smartwatch menghadirkan beberapa kemampuan utama bagi nasabah. Pengguna dapat melihat informasi saldo, mutasi rekening, melakukan transaksi cardless, serta menggunakan QRIS CPM (Customer Presented Mode) maupun QRIS Tap langsung dari perangkat smartwatch mereka.

Inovasi ini sejalan dengan strategi BCA dalam mengamankan transaksi keuangan nasabahnya yang terus berkembang.

Jan Hendra memberikan contoh konkret manfaat fitur ini dalam kehidupan sehari-hari. “Sebagai contoh, nasabah yang sedang lari pagi dan kehausan, tetapi ternyata dompet atau smartphonenya ketinggalan, kini tak perlu kembali ke parkiran atau ke rumah untuk ambil uang atau smartphone.

Dengan mengandalkan smartwatch dan fitur ini, masyarakat cukup membayar menggunakan QRIS di toko terdekat dan bisa bertransaksi,” jelasnya.

Layanan myBCA on Smartwatch hadir di tengah perkembangan IoT yang mempermudah masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Solusi ini diharapkan tidak hanya membantu nasabah bertransaksi, namun juga sesuai dengan gaya hidup masyarakat modern yang semakin mobile dan connected.

Syarat dan Cara Penggunaan

Nasabah yang ingin menggunakan myBCA on Smartwatch harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu. Pertama, nasabah harus memasangkan ponsel pintarnya (pairing device) dengan smartwatch berbasis WatchOS atau WearOS.

Kedua, nasabah wajib memiliki BCA ID aktif yang sudah terdaftar di aplikasi myBCA mobile. Setiap BCA ID hanya bisa terkoneksi dengan satu smartwatch untuk menjaga keamanan transaksi.

Setelah tersambung, nasabah bisa langsung bertransaksi melalui smartwatch. Pengguna juga bisa menghapus sambungan perangkatnya (unbinding account) dalam kondisi darurat, contohnya apabila smartwatch hilang. Pemutusan koneksi bisa dilakukan via aplikasi myBCA mobile atau Halo BCA untuk pemblokiran BCA ID.

Inovasi pembayaran digital melalui perangkat wearable ini semakin melengkapi ekosistem layanan digital BCA, termasuk fitur pembelian dan aktivasi eSIM IM3 melalui myBCA yang sebelumnya telah diluncurkan.

Keamanan Transaksi Terjamin

SVP Customer Touch Point Solution App BCA Lidya Candra menekankan aspek keamanan dalam pengembangan fitur ini. “Seluruh pertukaran data antara smartphone dan smartwatch juga terenkripsi dan dikirim langsung melalui koneksi Bluetooth yang aman, tanpa melalui jaringan publik,” tegas Lidya.

Lidya juga menjelaskan mekanisme pengamanan tambahan. “Apabila pengguna memblokir BCA ID miliknya ketika kondisi darurat, maka pada saat akun terblokir, otomatis tidak bisa digunakan untuk login atau transaksi apa pun baik di smartwatch maupun perangkat lainnya.”

BCA berkomitmen untuk memastikan setiap inovasi yang dikembangkan tidak hanya fungsional, tapi juga berdiri di atas sistem keamanan dan infrastruktur yang solid. “Kami berharap myBCA on Smartwatch bisa menjadi pondasi bagi ekosistem IoT banking di masa depan,” tambah Lidya.

Perkembangan layanan digital banking BCA menunjukkan tren positif yang signifikan. Jumlah pengguna myBCA saat ini telah meningkat hampir dua kali lipat secara tahunan.

Per September 2025, volume transaksi via mobile dan internet banking BCA tumbuh 19% secara tahunan. Paralel, pertumbuhan transaksi QRIS di BCA tumbuh 103% dalam setahun terakhir.

Pertumbuhan pesat tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat menggunakan solusi pembayaran praktis dan cashless dari BCA.

Inovasi myBCA on Smartwatch ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi BCA dalam menghadirkan solusi banking yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat modern, termasuk bagi para penggemar aktivitas luar ruangan seperti peserta event lari yang semakin banyak.

Dengan lebih dari 43 juta rekening nasabah yang dilayani per September 2025, dan didukung 1.264 kantor cabang serta 20.008 ATM, BCA terus memperkuat layanan digitalnya untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah yang semakin beragam dan dinamis. (Icha)

Spotify Hadirkan Audio Lossless dan Paket Premium Baru

0

Telko.id – Spotify secara resmi meluncurkan audio Lossless di Indonesia sebagai bagian dari paket langganan Premium Platinum yang baru diperkenalkan.

Fitur yang telah lama dinantikan pengguna ini memungkinkan pendengar menikmati musik dengan kualitas suara terbaik tanpa kompresi, tersedia mulai 14 November 2025.

Gustav Back, Managing Director Spotify Southeast Asia, menjelaskan langkah ini sebagai evolusi paket langganan yang mencerminkan kebutuhan pengguna yang terus berkembang.

“Spotify telah menjadi bagian penting dalam kehidupan banyak orang, dan kami paham bahwa kebiasaan mendengarkan musik setiap orang tidaklah sama. Karena itu, Spotify menghadirkan lebih banyak pilihan yang relevan sesuai kebutuhan mereka, dan mendengarkan musik berkualitas tinggi dengan Lossless adalah salah satunya,” ujarnya.

Audio Lossless di Spotify mendukung kualitas hingga 24-bit/44.1 kHz FLAC, memberikan detail suara yang lebih baik untuk hampir semua lagu di platform.

Pengguna dapat mengaktifkan fitur ini melalui pengaturan aplikasi dengan memilih opsi kualitas media Lossless. Untuk hasil optimal, Spotify merekomendasikan penggunaan koneksi Wi-Fi dan perangkat berkabel seperti headphone atau speaker, atau melalui koneksi non-Bluetooth seperti Spotify Connect.

Fitur Lossless tersedia di berbagai platform termasuk versi mobile, desktop, tablet, dan perangkat lain yang mendukung Spotify Connect. Ini merupakan bagian dari strategi Spotify dalam menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih personal dan berkualitas tinggi bagi penggunanya.

Content image for article: Spotify Hadirkan Audio Lossless dan Paket Premium Baru di Indonesia

Tiga Paket Premium Baru

Spotify memperkenalkan tiga pilihan paket Premium baru yang dirancang sesuai kebutuhan berbeda pengguna. Premium Lite ditujukan bagi pengguna yang ingin mendengarkan musik tanpa jeda iklan, sementara Premium Standard untuk pengguna yang ingin menikmati musik di mana pun mereka berada.

Premium Platinum menjadi paket tertinggi yang menghadirkan pengalaman streaming terbaik dengan fitur-fitur canggih termasuk Lossless.

Pelanggan existing dapat tetap melanjutkan paket aktif mereka dengan harga sama atau meningkatkan ke Premium Platinum untuk menikmati berbagai fitur terbaru. Pengguna baru dapat memulai pengalaman Premium dengan memilih salah satu paket terbaru yang tersedia.

Inisiatif ini sejalan dengan berbagai upaya Spotify dalam memperluas jangkauan layanannya, termasuk kolaborasi dengan ChatGPT untuk memberikan rekomendasi musik dan podcast yang lebih personal.

Content image for article: Spotify Hadirkan Audio Lossless dan Paket Premium Baru di Indonesia

Fitur Unggulan Premium Platinum

Selain Lossless, pengguna Premium Platinum mendapatkan akses ke beberapa fitur canggih lainnya. AI Playlist memungkinkan pengguna mengubah ide apapun menjadi playlist dengan mudah, sementara fitur Mixing menghadirkan transisi yang lebih halus antar lagu. AI DJ memberikan pengalaman mendengarkan yang disesuaikan dengan suasana hati pengguna.

Pengguna juga tetap dapat menikmati fitur-fitur favorit seperti Jam, Listening Party, dan daylist yang menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang menyeluruh.

Integrasi fitur-fitur ini menunjukkan komitmen Spotify dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan, termasuk fitur pesan untuk berbagi konten yang diluncurkan sebelumnya.

Dukungan untuk perangkat wearable juga semakin ditingkatkan, sejalan dengan tren perangkat seperti Garmin vívoactive 6 yang mendukung gaya hidup aktif pengguna musik. (Icha)

Galaxy Z Flip7 dan Gemini AI Solusi Bisnis Online Lebih Efisien

0

Telko.id – Samsung resmi meluncurkan Galaxy Z Flip7 di Indonesia sebagai solusi bagi pelaku usaha online yang ingin meningkatkan kualitas visual produk mereka.

Ponsel lipat terbaru ini dilengkapi dengan teknologi Gemini AI yang memungkinkan pembuatan konten promosi lebih menarik dan efisien langsung dari satu perangkat.

Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menekankan pentingnya visual bagi bisnis online.

“Kami paham bahwa bagi para pemula bisnis online, visual merupakan aspek yang paling penting. Visual yang menarik bisa jadi penentu apakah buyer hanya scroll lewat atau berhenti untuk melihat visual yang menarik lalu memutuskan untuk membeli produknya,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Telko.id.

Menurut Ilham, kombinasi Gemini AI dan fleksibilitas FlexCam di Galaxy Z Flip7 memungkinkan pelaku usaha membuat visual berkualitas dengan cara lebih mudah dan efisien. Proses dari ide desain menjadi produk siap jual di etalase digital bisa dipercepat secara signifikan.

Gemini Live di Cover Screen Percepat Proses Kreatif

Fitur Gemini Live di Cover Screen perangkat ini memungkinkan pengguna berdiskusi dengan AI tanpa membuka lipatan ponsel. Pengguna bisa mencari ide foto produk, membuat prompt, hingga menulis caption hanya melalui perintah suara.

Content image for article: Galaxy Z Flip7 dan Gemini AI Solusi Bisnis Online Lebih Efisien

Sebagai contoh, ketika memproduksi kaos bertema ‘Kopi Senja’, pengguna bisa mengaktifkan Gemini Live Cover Screen dan memberikan perintah spesifik untuk mendapatkan tiga konsep foto etalase dengan gaya flat-lay estetik.

Gemini akan memberikan konsep visual detail termasuk penataan produk, komposisi warna, dan rekomendasi pencahayaan.

Proses kreatif bisa langsung berlanjut dengan perintah pembuatan prompt untuk Gemini Nano Banana guna membuat mock-up desain pada media lain seperti mug hitam. Semua proses ini bisa diselesaikan dalam satu sesi di satu perangkat tanpa perlu berpindah alat atau aplikasi.

FlexCam sebagai Mini Studio Foto Portabel

Desain lipat perangkat ini dengan teknologi FlexCam memungkinkan ponsel berfungsi layaknya tripod built-in. Fitur ini memberikan kebebasan eksplorasi berbagai sudut pemotretan produk secara hands-free.

Pengguna bisa mengambil foto dari low-angle untuk kesan megah, eye-level untuk tampilan presisi, atau top-down untuk gaya flat-lay estetik. Fleksibilitas ini sangat membantu pelaku usaha yang bekerja sendiri tanpa asisten fotografer.

Setelah mendapatkan foto dari berbagai angle dengan kualitas tinggi dan stabil, pengguna bisa langsung menyempurnakan hasilnya dengan bantuan AI Gemini Nano ‘Banana’. Kombinasi FlexCam dan AI ini menciptakan alur kerja yang efisien dari pengambilan materi hingga penyempurnaan final.

Gemini Nano “Banana” untuk Hasil Profesional

Galaxy Z Flip7 memanfaatkan AI on-device Gemini Nano “Banana” untuk menyempurnakan setiap foto produk. Kemampuan ini termasuk memoles tampilan etalase dan menciptakan mock-up produk yang profesional.

Setelah memotret produk dengan FlexCam, pengguna bisa memberikan prompt sederhana seperti meminta latar belakang putih bersih atau menghilangkan pantulan dari objek. Hasilnya adalah foto produk utama yang siap diunggah ke etalase toko online dalam waktu singkat.

Content image for article: Galaxy Z Flip7 dan Gemini AI Solusi Bisnis Online Lebih Efisien

Proses kreatif bisa dilanjutkan dengan pembuatan mock-up pada media lain dengan penambahan elemen estetik sesuai tema produk. Dukungan kamera utama 50MP memastikan warna dan tekstur asli tertangkap dengan presisi, sehingga setiap hasil olahan AI terlihat natural dan profesional.

Content image for article: Galaxy Z Flip7 dan Gemini AI Solusi Bisnis Online Lebih Efisien
Content image for article: Galaxy Z Flip7 dan Gemini AI Solusi Bisnis Online Lebih Efisien

Kombinasi kamera beresolusi tinggi dan kecerdasan AI on-device membantu pelaku usaha mempercepat proses kreatif dari foto mentah hingga materi promosi siap pakai hanya dalam hitungan menit.

Harga dan Varian Galaxy Z Flip7

Galaxy Z Flip7 tersedia dalam dua varian dengan harga berbeda. Varian 12GB/256GB dibanderol Rp17.999.000, sedangkan varian 12GB/512GB dijual Rp19.999.000. Ponsel ini hadir dalam pilihan warna Blue Shadow, Jetblack, Coral-red, dan Mint sebagai warna eksklusif online.

Warna Mint hanya dapat dibeli melalui situs resmi Samsung di www.samsung.com/id. Konsumen juga bisa memanfaatkan program trade-in dari Samsung dengan cicilan mulai Rp700.000 per bulan selama 24 bulan tanpa bunga.

Hingga 10 Desember 2025, pembeli bisa menikmati berbagai keuntungan menarik dengan total benefit mencapai Rp4,2 juta. Benefit tersebut termasuk akses gratis Google AI Pro selama enam bulan untuk mendukung produktivitas bisnis online.

Keunggulan Galaxy Z Flip7 dengan dukungan Gemini AI dan FlexCam menjadikannya partner andalan bagi pelaku usaha yang ingin mendigitalisasi bisnis tanpa biaya mahal. Solusi all-in-one ini memungkinkan pembuatan konten promosi profesional langsung dari genggaman, mengeliminasi kebutuhan studio atau fotografer profesional.

Informasi lebih lanjut tentang Galaxy Z Flip7 dan penawaran spesialnya bisa diakses melalui situs resmi Samsung di www.samsung.com/id. Ponsel lipat ini ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan content creation yang semakin berkembang di kalangan pelaku usaha online Indonesia.

Samsung Galaxy Tab A11, Tablet Sejutaan untuk Keluarga

0

Telko.id – Samsung Electronics Indonesia secara resmi meluncurkan Galaxy Tab A11, tablet Android terbaru yang ditujukan untuk mendukung aktivitas digital seluruh keluarga.

Diluncurkan dengan harga mulai Rp1.999.000 untuk varian Wi-Fi, perangkat ini menawarkan kombinasi fitur edukatif, ketangguhan, dan hiburan dalam satu paket yang terjangkau.

Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyatakan tablet ini dirancang sebagai teman digital yang serbaguna.

“Melalui kombinasi fitur edukatif Kids Mode serta kontrol penggunaan yang mudah, Galaxy Tab A11 menjadi perangkat serbaguna yang membantu orang tua menciptakan pengalaman digital yang positif bagi anak,” ujarnya dalam siaran pers resmi, Kamis (13/11/2025).

Tablet ini tidak hanya tangguh dengan sertifikasi tahan air dan debu IP52, tetapi juga didukung update software panjang hingga 7 kali update OS dan keamanan hingga 7 tahun.

Fitur ini menjadikan Galaxy Tab A11 sebagai investasi jangka panjang bagi keluarga Indonesia yang menginginkan perangkat tahan lama dan selalu up-to-date.

Sebagai tablet yang ramah untuk keluarga, Galaxy Tab A11 dilengkapi dengan aplikasi Samsung Kids yang menawarkan cara menyenangkan dan aman bagi orang tua dan anak untuk bermain bersama.

Tersedia serangkaian aplikasi dan game edukatif yang menarik, menampilkan karakter-karakter interaktif yang memungkinkan anak belajar problem solving, mengembangkan imajinasi melalui kreasi seni, hingga meningkatkan kemampuan bercerita.

Aplikasi Samsung Kids memastikan pengalaman tetap aman dan terkelola berkat fitur Parental Controls yang memungkinkan orang tua mengatur batas waktu screen time, serta dapat mengelola dan membatasi aplikasi atau konten yang boleh diakses anak. Dengan demikian, anak terlindungi dari konten yang tidak sesuai usia.

Untuk urusan hiburan, Galaxy Tab A11 tidak kalah menarik. Dengan layar 8,7 inci dan refresh rate 90Hz, tablet ini cocok untuk menonton konten favorit, membaca e-book, atau mengikuti sesi workout online dengan tampilan visual yang mulus dan nyaman di mata. Pengalaman menonton semakin hidup berkat audio imersif dari Dual Speakers dengan Dolby Atmos.

Bagi para orang tua yang membutuhkan perangkat untuk aktivitas produktif, Galaxy Tab A11 menyertakan Samsung Notes dengan fitur AI canggih Solve Math.

Fitur ini mampu menyediakan solusi untuk hitung-hitungan langsung sembari menuliskannya di tablet, sangat berguna untuk pencatatan keuangan bulanan atau membantu anak mengerjakan tugas matematika.

Dari segi portabilitas, Galaxy Tab A11 didesain ringan dan mudah dibawa ke mana saja. Tablet ini tersedia dalam dua varian: Wi-Fi dengan harga Rp1.999.000 dan LTE seharga Rp2.499.000. Varian LTE khususnya cocok untuk keluarga yang sering beraktivitas di luar rumah dan membutuhkan konektivitas seluler yang stabil.

Kapasitas penyimpanan yang dapat diperluas hingga 2TB via microSD menjadi nilai tambah lainnya. Ruang penyimpanan yang besar ini cukup untuk menyimpan semua foto keluarga, materi belajar, hingga koleksi film favorit seluruh anggota keluarga.

Kehadiran Galaxy Tab A11 semakin melengkapi lini produk tablet Samsung yang sebelumnya telah mencakup berbagai segmen pasar. Seperti yang telah diulas Telko.id, Samsung konsisten menghadirkan perangkat yang mendukung kebutuhan digital masyarakat Indonesia, termasuk dalam mendukung pembelajaran jarak jauh.

Promo spesial menyertai peluncuran Galaxy Tab A11 ini. Setiap pembelian sudah termasuk bundling travel adapter senilai Rp299.000. Pembelian hingga 10 Desember 2025 juga berkesempatan mendapatkan voucher S-Lime hingga Rp600.000 serta diskon 30% untuk Samsung Care+ 2 tahun proteksi total.

Tablet ini hadir dalam warna Gray dan siap menjadi teman digital yang praktis untuk berbagai aktivitas keluarga, mulai dari belajar, bekerja, hingga hiburan. Dengan kombinasi fitur dan harga yang kompetitif, Galaxy Tab A11 diproyeksikan menjadi pilihan utama keluarga Indonesia dalam memilih tablet pertama atau pengganti.

Strategi Samsung dalam menghadirkan Galaxy Tab A11 sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi digital keluarga Indonesia. Sebelumnya, melalui program Samsung dan Telkomsel, perusahaan telah aktif memberikan solusi untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Indonesia.

Peluncuran Galaxy Tab A11 juga memperkuat portofolio produk Samsung di segmen entry-level, mengikuti kesuksesan seri smartphone seperti Samsung A21s dan A11 yang sebelumnya juga ditujukan untuk segmen muda dan keluarga.

Dengan dukungan pembaruan software yang panjang dan fitur keamanan yang komprehensif, Galaxy Tab A11 tidak hanya menjadi solusi jangka pendek tetapi investasi digital yang berkelanjutan untuk keluarga Indonesia.

Tablet ini siap menemani setiap momen keluarga, dari belajar anak hingga waktu santai orang tua, dalam satu perangkat yang praktis dan terjangkau. (Icha)

AWS dan Jane Goodall Institute Digitalisasi 65 Tahun Riset Primata

0

Telko.id – Amazon Web Services (AWS) mengalokasikan dana sebesar 1 juta dolar AS melalui Generative AI Innovation Fund untuk mendigitalisasi arsip riset besar milik Jane Goodall Institute (JGI).

Kolaborasi ini bertujuan mengubah catatan tulisan tangan, film, dan data observasi tentang simpanse serta babun dari format analog menjadi database digital yang dapat ditelusuri menggunakan teknologi AI tingkat lanjut.

Selama 65 tahun, Jane Goodall Institute secara cermat mendokumentasikan penelitian terobosan tentang simpanse dan babun melalui catatan lapangan tulisan tangan, rekaman dokumenter langka, serta data observasi yang tersimpan di berbagai basis data. Sebagian besar dari data ilmiah berharga ini masih tersimpan dalam format analog, yang membatasi akses dan berisiko hilang seiring berjalannya waktu.

Taimur Rashid, Managing Director Generative AI Innovation Center di AWS, menyatakan komitmen perusahaan terhadap transformasi digital ini. “AWS dengan bangga mengalokasikan 1 juta dolar AS untuk mendukung transformasi digital Jane Goodall Institute, guna melestarikan 65 tahun riset berharga tentang simpanse dan babun”.

Menurut Taimur, dengan memanfaatkan berbagai model bahasa multimodal dan model embedding di Amazon Bedrock dan Amazon SageMaker, serta pendekatan prompt engineering yang cermat, ini membuka kemungkinan baru untuk analisis berbasis AI terhadap arsip catatan tangan dan video JGI.

Transformasi Penelitian Puluhan Tahun

Proyek digitalisasi riset primata ini merupakan pengembangan dari proof-of-concept yang telah dikembangkan bersama AWS Generative AI Innovation Center dan akan dijalankan dalam beberapa fase.

Fase pertama berfokus pada digitalisasi arsip penelitian tulis tangan yang mencakup catatan penelitian simpanse selama enam tahun dan penelitian babun milik JGI.

Pada masa awal kariernya di Gombe, Jane Goodall menghabiskan berjam-jam duduk di puncak bukit dengan teropong atau teleskop, mengamati hutan di bawahnya untuk mencari simpanse.

Setiap malam, ia menulis catatan lapangannya di tenda di Gombe. Inisiatif digitalisasi ini akan mengonversi semua catatan penelitian tersebut menjadi format digital terstruktur yang dapat diakses dan ditelusuri dengan mudah.

Proyek ini juga akan melestarikan dan mendigitalisasi film serta arsip media bersejarah dari tahun 1960, saat Dr. Jane Goodall pertama kali tiba di Taman Nasional Gombe, Tanzania. Seluruh data penelitian JGI akan dipindahkan ke infrastruktur cloud AWS yang aman dan terukur.

Modernisasi Riset Konservasi Melalui AI

Dr. Lilian Pintea, Vice President of Conservation Science di JGI – USA, mengungkapkan apresiasi terhadap kolaborasi ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada AWS dan Ode atas dukungan mereka dalam menyediakan sumber daya untuk digitalisasi serta mengembangkan teknologi yang menjadi langkah penting bagi terwujudnya visi holistik Dr. Jane Goodall, yaitu riset terbuka yang terintegrasi, konservasi berbasis komunitas, dan pendidikan.”

Proyek ini akan mengintegrasikan berbagai sumber data multimodal, termasuk sistem informasi geografis (GIS), citra satelit, arsip penelitian bersejarah, video, hingga rekaman suara alam, ke dalam satu platform riset terpadu. Dengan sistem ini, peneliti dapat menelusuri data lintas dekade dan berbagai format dengan cepat dan mudah.

Tim akan mengembangkan AI yang terintegrasi dengan basis data JGI untuk menghadirkan pencarian cerdas berbasis bahasa alami selama beberapa dekade penelitian.

Selain itu, mereka akan membangun portal global online yang memungkinkan peneliti di seluruh dunia untuk menelusuri, menganalisa, dan membandingkan data dengan cara baru.

AWS akan berkolaborasi dengan Ode, yang akan merancang pengalaman pengguna dengan menggabungkan keahlian mereka di bidang riset, konservasi, dan desain yang telah meraih berbagai penghargaan.

Bersama, keduanya akan membantu JGI dalam mengadopsi dan memanfaatkan AI untuk memperluas penelitian serta membuka peluang baru bagi organisasi tersebut.

Dr. Pintea menambahkan, “Dengan membuka akses arsip ini melalui teknologi generative dan agentic AI, kami memperluas misi JGI dan membangun warisan digital agar karya-karya pionir Dr. Goodall terus menginspirasi dan membimbing generasi mendatang.”

Inisiatif ini merupakan langkah penting dalam melestarikan warisan Dr. Jane Goodall sekaligus memberdayakan generasi peneliti dan pemerhati konservasi berikutnya dengan perangkat modern untuk melanjutkan karyanya. (Icha)