spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 914

Ssst, RUPS Memutuskan Direksi Telkom Ada Yang Milenial, Siapa Dia?

0

Telko.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk Direksi Telkom dari generasi milenial yang disah kan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Tahun Buku 2019 yang dilaksanakan di Jakarta pada Jumat (19/06). Target nya milenial duduk di kursi di direksi perusahaan pelat merah ini agar Telkom dapat melakukan perubahan pada strategi bisnis terutama setelah pandemi COVID-19.

“Seperti yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu, Telkom harus mengubah dan memperkuat strategi bisnisnya terutama di era pasca COVID-19 terutama dalam memperkuat bisnis Telkom,” katanya kepada media, seperti dikutip dari detik.com, Jumat (19/6/2020).

Dia lah Fajrin Rasyid sebagai Direktur Digital Business PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom menggantikan Faizal R.Djoemadi dalam RUPST yang digelar Jumat (19/6).

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kanan) berbincang bersama Direktur Digital Service Telkom Muhammad Fajrin Rasyid. Fajrin menjadi milenial pertama yang menduduki posisi direksi di Telkom. Foto : Indotelko

Keputusan Fajrin menjadi Direksi Telkom diambil karena pria tersebut dianggapnya memiliki rekam jejak yang cukup mumpuni untuk duduk di kursi direksi Telkom. “Fajrin merupakan figur anak muda yang sudah teruji kiprah dan karyanya di bisnis digital,” ucap Erick dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (19/6).

Meski usianya masih terbilang cukup muda, Erick menyatakan Fajrin adalah orang yang tepat untuk memimpin pengembangan bisnis digital di Telkom. Pasalnya, ia menganggap Telkom harus melakukan transformasi bisnis di tengah pandemi virus corona. Dia menilai Fajrin merupakan sosok anak muda yang teruji dan sosok yang cocok untuk mengembangkan bisnis digital.

“Fajrin merupakan figur anak muda yang sudah teruji kiprah dan karyanya di bisnis digital. Dengan rekam jejak dan pengalaman meski masih berusia muda, Fajrin adalah figur yang tepat untuk memimpin pengembangan bisnis digital Telkom,” ujarnya.

Erick mengatakan tantangan ke depan akan semakin besar. Dia menegaskan bahwa yang tidak memenuhi targetnya harus siap dicopot.

“Dengan tantangan yang semakin besar, semua jajaran direksi Telkom yang baru memiliki KPI yang terukur. Saya sudah sampaikan pada mereka bahwa harus siap dicopot bila tidak memenuhi target-targetnya,” tambahnya.

Fajrin merupakan penggagas Bukalapak, bersama rekannya Ahmad Zaky pada 2010 lalu. Keduanya merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sebelum mendirikan Bukalapak, Fajrin sempat berkarir sebagai web developer di badan khusus Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di 2008. Ia bertugas untuk mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Asia Pasifik.

Kemudian, ia berkarir sebagai konsultan di The Boston Consulting Group pada periode 2009 hingga 2011. Selama bekerja di Boston Consulting, ia melakukan analisis lintas industri termasuk layanan publik, layanan keuangan, TI, otomotif, ritel, dan FMCG dengan fokus di wilayah Asia Tenggara.

Lalu bersama timnya, Fajrin berhasil membawa Bukalapak menjadi e-commerce yang memberdayakan lebih dari 5 juta pedagang online di seluruh Indonesia. Bukalapak juga memiliki lebih dari 70 juta pengguna di dalam negeri.

Prestasi itu, membuat Bukalapak dilirik oleh investor asing. Bahkan di 2019, mendapatkan pendanaan seri F dari Shinhan GIB asal Korea Selatan. Suntikan investasi ini membuat valuasi Bukalapak melampaui US$2,5 miliar atau lebih dari Rp35 triliun. Pria kelahiran 11 September 1986 ini telah berkarir di Bukalapak selama 8 tahun.

Selain Bukalapak, Fajrin merupakan Presiden dan Pendiri Suitmedia. Perusahaan ini bergerak di bidang konsultan teknologi meliputi strategi digital, desain dan pengembangan situs, pengembangan aplikasi, dan sebagainya. Ia mulai berkarir di Suitmedia sejak 2011 lalu.

Di sektor perusahaan telekomunikasi sendiri, ia memiliki pengalaman sebagai web developer di PT Indosat Tbk pada 2007. Namun, pengalamannya di Indonesia kurang dari setahun. (Icha)

 

 

 

 

 

 

 

Ditengah Covid-19, Telkom Bagi-bagi Deviden Hingga Rp,15,26 Triliun

0

Telko.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Tahun Buku 2019 yang dilaksanakan di Jakarta pada Jumat (19/06). Di dalam Rapat tersebut menyetujui juga Telkom bagi-bagi deviden  sebesar Rp15,26 triliun.

Selain itu, Rapat menyetujui payout ratio sebesar 81,78% ini dengan rincian 60% atau sebesar Rp11,20 triliun merupakan dividen tunai dan 21,78% atau Rp4,06 triliun merupakan dividen spesial. Sementara itu, sisanya sebesar 18,22% atau Rp3,40 triliun merupakan laba ditahan.

Untuk Telkom bagai-bagi deviden tersebut terdiri dari Dividen Tunai dan Dividen Spesial Tahun Buku 2019 akan dibayarkan secara sekaligus selambat-lambatnya pada tanggal 23 Juli 2020. Adapun yang berhak menerima Telkom bagi-bagi deviden yang terdiri dari Dividen Tunai dan Dividen Spesial adalah para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 1 Juli 2020 sampai dengan pukul 16.15 WIB.

Baca juga : Telkom Siapkan Capex Diatas Rp.33 Triliun, Untuk Apa Saja?

Sesuai dengan keputusan RUPST tersebut maka Laba Bersih sebesar Rp 18,66 triliun yang dibukukan Perseroan sepanjang 2019, 81,78 persennya akan dibagikan sebagai dividen sedangkan sisanya digunakan untuk membiayai pengembangan usaha Perseroan. Laba bersih ini dihasilkan dari Pendapatan Perseroan di tahun 2019 yang mencapai Rp 135,57 triliun, tumbuh positif sebesar 3,7% dibanding tahun 2019 dengan EBITDA Rp 64,83 triliun. Digital Business Telkomsel dan IndiHome tumbuh signifikan dan menjadi kontributor utama pertumbuhan Perseroan.

Bisnis digital Telkom saat ini memiliki tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi, yakni hampir 30%. Ada beragam layanan digital yang dikategorikan ke dalam Digital Platform dan Digital Services baik untuk B2B maupun B2C seperti video, games, music, advertising dan lain sebagainya, demi memenuhi kebutuhan para pelanggan dan senantiasa memberikan pengalaman terbaik.

Oleh karena itu Telkom meyakini bahwa bisnis digital akan menjadi salah satu sumber pendorong pertumbuhan bagi perusahaan di masa mendatang, serta memantapkan langkah menjadi perusahaan telekomunikasi digital, di mana digital plarform dan digital services menjadi faktor pembeda dan nilai tambah dari digital connectivity yang saat ini merupakan kompetensi utama perusahaan.

“Pencapaian Perseroan sepanjang 2019 menunjukkan bahwa Telkom berada pada jalur yang tepat untuk menjadi Digital Telecommunication Company dan berkomitmen memperkuat kapabilitas bisnis digital”, ungkap Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkom saat RUPS.

Selanjutnya, Ririek juga menambahkan bahwa “Untuk memantapkan langkah sebagai digital telco dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan serta memberikan pengalaman digital yang terbaik bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia, di tahun 2020 ini Telkom fokus pada 3 domain bisnis, yakni digital connectivity, digital platform dan digital services”.

Menurut nya, Telkom terus memperkuat posisi sebagai market leader pada domain digital connectivity dengan menghadirkan layanan berkualitas dengan jangkauan terluas. Telkom juga mengakselerasi digital platform dengan cara mengembangkan layanan data center & cloud pada tahap awal untuk kemudian menyediakan smart platform di atasnya sebagai enabler berbagai layanan dan solusi ICT.

Selanjutnya produk-produk digital service akan dikembangkan secara selektif, termasuk melalui akuisisi maupun kemitraan, didukung secara sinergis oleh digital platform dan digital connectivity yang telah dibangun sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman terbaik.

Selain itu, sejak tahun 2019 Perseroan melakukan perubahan kebijakan bisnis dengan berfokus pada lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi yang bersifat recurring terutama pada layanan enterprise solutions seperti enterprise connectivity, data center dan cloud, dan secara selektif mengurangi dan tidak memprioritaskan solusi bisnis yang memiliki tingkat margin relatif rendah dan non-recurring.

“Kami optimis dengan langkah ini dapat membuat Perseroan dapat tumbuh kian sehat dan profitable,” tambah Ririek.

RUPST juga menyetujui perubahan Susunan Pengurus Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan. Adapun susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi hasil RUPST Tahun Buku 2019 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Rhenald Kasali

Komisaris Independen : Marsudi Wahyu Kisworo

Komisaris Independen : Ahmad Fikri Assegaf

Komisaris Independen : Wawan Iriawan

Komisaris Independen : Candra Arie Setiawan

Komisaris : Marcelino Pandin

Komisaris : Ismail

Komisaris : Alex Denni

Komisaris : Rizal Mallarangeng

 

Dewan Direksi

Direktur Utama : Ririek Adriansyah

Direktur Wholesale & International Service : Dian Rachmawan

Direktur Human Capital Management : Afriwandi

Direktur Keuangan : Heri Supriadi

Direktur Consumer Service : FM Venusiana R.

Direktur Enterprise & Business Service : Edi Witjara

Direktur Network & IT Solution : Herlan Wijanarko

Direktur Digital Business : Muhammad Fajrin Rasyid

Direktur Strategic Portfolio : Budi Setyawan Wijaya

(Icha)

 

Nokia 5.3 Resmi Hadir Di Pasar Indonesia, Apa Kemampuannya?

Telko.id – HMD Global baru saja mengumumkan kehadiran Nokia 5.3 di pasar Indonesia. Smartphone ini hadir dilengkapi dengan quad camera, Qualcomm SnapdragonTM 665 Mobile Platform dan umur baterai mampu bertahan hingga 2 hari.

Quad camera yang dimiliki sudah didukungan Artificial Intelligent atau AI yang membuatnya dalam pengambilan gambar lebih sempurna dimanapun Anda berada, bahkan dalam kondisi redup, karena ada dukungan berkat Night mode.

Lensa wide-angle dan macro membantu Anda mengambil gambar close-up, atau wide, dan scenic shot. Dengan layar ukuran 6.55”, Nokia 5.3 menjadikan Anda betah berlama-lama streaming tayangan favorit dan memainkan game sepanjang hari. Nokia 5.3 dilengkapi dengan disain memukau yang mengambil inspirasi khas Skandinavia, AndroidTM 10 dan tombol khusus Google Assistantuntuk akses yang lebih cepat.

“Nokia 5.3 adalah perangkat future proof, siap untuk Android 11 dan selanjutnya, hal ini memastikan bahwa para penggunanya akan mendapatkan upgrade software Android selama 2 tahun dan pembaruan security secara berkala selama 3 tahun. Hal ini menjadikan Nokia smartphone Anda selalu menjadi lebih baik dan memberikan konsumen di Indonesia perangkat yang memiliki nilai ekonomis yang baik seiring waktu”, ungkap Karel Holub, General Manager, Indonesia at HMD Global. 

AI-powered quad camera

Nokia 5.3 merupakan smartphone Nokia 5 yang pertama dengan quad camera inovatif, menghadirkan fotografi memukau. Kamera utama 13MP memungkinkan Anda mengambil momen-momen luar biasa dalam berbagai situasi, lensa macro dan ultra-wide menjadikan Anda mampu membidik lebih dekat atau merekam keseluruhan suasana. Nokia 5.3 juga hadir dengan AI imaging dan fitur canggih untuk pengambilan gambar terbaik kapanpun. Night mode membuat Anda dapat mengambil gambar dalam kondisi rendah cahaya. Portrait mode yang dikombinasikan dengan efek bokeh terkini dan depth sensor, membuat subyek foto benar-benar berbeda di foto.

Layar besar

Nokia 5.3 memungkinkan Anda menikmati film dan aplikasi dalam skala lebih besar. Layar ukuran 6.55” pas dalam genggaman, menjadikan Anda nyaman dengan video dan game favorit. Nikmati grafis yang sangat halus dan dengan mudah beralih aplikasi berkat dukungan Qualcomm® SnapdragonTM 665 Mobile Platform.

Selain itu, para penggemar dapat melakukan lebih banyak hal, tanpa banyak mengisi daya dengan baterai andalan Nokia 5.3 yang dapat bertahan 2 hari. Baterai 4000mAh battery dan fitur AI-assisted Adaptive Battery, membantu Anda melakukan streaming berbagai tayangan dan bermain game tanpa mengkhawatirkan pengisian baterai.

Disain kokoh

Nokia 5.3 hadir dengan balutan kaca ramping di bagian depan dan bahan komposit di bagian belakang, dengan disain khas Nordic, tersedia dalam dua pilihan warna cantik – Charcoal dan Cyan.

Nokia 5.3

Upgrade Software

Nokia 5.3 akan selalu menjadi lebih baik karena ada fasilitas untuk upgrades Android selama 2 tahun dan pembaruan security bulanan selama 3 tahun. Smartphone ini juga telah siap untuk Android 11 dan seterusnya. Ditambah, tombol Google Assistant yang membantu Anda dimanapun Anda berada. Kehidupan Anda yang serba cepat menjadi lebih mudah dengan Google Assistant, baik bertanya, melihat jadwal dan bahkan mengatur lampu.

Berdasarkan riset counterpoint, Nokia smartphone adalah brand yang paling cepat dalam memberikan pembaruan software dan security. Hal ini memberikan ketenangan bagi para pengguna, baik individu maupun perusahaan.

Android Enterprise Recommended

Mengutip dari laporan TechArc, Nokia mobile adalah penyedia smartphone dengan portofolio terbanyak dalam Android Enterprise Recommended. Dengan pure Android, smartphone Nokia siap untuk beragam solusi Enterprise Mobility Management (EMM). Hal tersebut, menjadikan smartphone Nokia mudah untuk disesuaikan dengan solusi EMM yang ada, hemat waktu dalam implementasi, serta hemat dari segi ekonomi.

Harga dan ketersediaan

Nokia 5.3 tersedia dalam pilihan warna Charcoal dengan 6 GB/64 GB RAM/ROM dan harga ritel Rp. 2.999.000. Pre-order secara online mulai 22 Juni hingga 30 Juni melalui Tokopedia, eraspace, juga di beberapa gerai erafone. Dalam program pre-order, konsumen akan mendapatkan Nokia 5.3 dengan freebies ekslusif senilai Rp. 1 jutaan – JBL Bluetooth headphone, paket data TAU Event 30 GB dari Telkomsel, cashback hingga Rp. 200.000, powerbank 10.000mAh dan perlindungan perangkat dari Qoala, serta opsi tukar tambah dengan Laku6. Syarat dan ketentuan berlaku. (Icha)

 

Proyek Fiberisasi Jaringan XL Axiata Jalan Terus Meskipun Ada Coivd-19

0

Telko.id – Proyek fiberisasi XL Axiata, terus berjalan meskipun pandemi Covid-19 melanda Indonesia saat ini. Namun, dalam pengerjaannya proyek fisik terus di berbagai daerah, tetap menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan standart

Sampai pertengahan tahun 2020 ini, proyek fiberisasi jaringan XL Axiata ini sudah sekitar 53% BTS dari total target di tahun 2020 yang telah terhubung dengan jaringan fiber.

“Fiberisasi adalah salah satu program utama perusahaan dalam upaya meningkatkan kualitas jaringan data, termasuk sebagai bagian dari persiapan menuju implementasi 5G di masa mendatang. Karena itu, proyek ini harus tetap jalan, karena hasil dari fiberisasi juga bisa langsung meningkatkan kualitas jaringan sesuai dengan kebutuha pelanggan. Semaksimal mungkin kami terapkan protokol kesehatan pada semua pekerja di lapangan,” ungkap I Gede Darmayusa, Plt Chief Technology Officer XL Axiata.

Hingga saat ini, fiberisasi jaringan telah terlaksana di semua ibu kota provinsi dan kota-kota besar terutama di kota atau area yang memang secara pertumbuhan data sudah memerlukan upgrade ke jaringan fiber. Hingga pertengahan 2020 ini, jaringan di total 200 kota dan kabupaten telah terfiberisasi, baik kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan, Bandung, Palembang, Makassar, hingga Balikpapan.

Baca juga : XL Axiata Uji Fiberisasi Jaringan Di Luar Jawa Lewat “DigiRace 2020”

Selain kota besar, fiberisasi juga telah diselesaikan di kota-kota lainnya seperti Denpasar, Manado, Cirebon, Bekasi, Banjarmasin, hingga Malang. Bahkan fiberisasi juga sudah terlaksana hingga kabupaten seperti Deli Serdang, Aceh Besar, Lebak, Berau, Indramayu, Kendal, Jembrana, hingga Lombok Timur.

Target XL Axiata secara nasional, hingga akhir tahun 2020 nanti 60-70% BTS akan terhubung dengan jaringan fiber. Saat ini, fiberisasi sudah mencapai sekitar 53% dari total target di tahun 2020, dengan sebagian besar mencakup wilayah Jawa. Percepatan fiberisasi kini sedang dilakukan di wilayah padat penduduk guna mendukung aktifitas di era new normal saat ini.

“Fiberisasi juga menjadi semakin perlu untuk terus kami lakukan sesuai target mengingat kebutuhan layanan data yang meningkat setelah ada pandemi. Secara umum, kebutuhan pelanggan dan masyarakat atas data meningkat karena imbas dari Covid-19 yang memaksa mereka untuk bisa selalu mobile dan terkoneksi dengan internet dalam menjalankan aktivitas produktif,” lanjut I Gede Darmayusa.

Fiberisasi yang saat ini terus berlangsung juga telah terbukti mampu meningkatkan kualitas layanan data 4G. Di masa new normal ini, dimana terjadi migrasi pola pemanfaatan layanan data yang cukup besar di tengah masyarakat, fiberisasi jaringan XL Axiata dipercaya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan yang prima. Lebih jauh, fiberisasi ini merupakan pintu gerbang masuknya layanan 5G yang tentunya membutuhkan kualitas yang lebih baik lagi.

Secara teknis, fiberisasi merupakan upaya modernisasi jaringan dengan cara menghubungkan Base Transceiver Station (BTS) melalui jalur fiber, termasuk sekaligus melakukan regenerasi perangkat-perangkat BTS, seperti mengganti perangkat yang selama ini memakai microwave menjadi perangkat fiber. Program fiberisasi jaringan merupakan salah satu langkah dalam mempersiapkan jaringan 5G.

Sebagai teknologi jaringan tercanggih di masa ini, 5G mampu menghadirkan kecepatan data yang tinggi, jumlah pemakai yang lebih banyak, dan delay atau latency yang rendah. Pemanfaatannya pun dipercaya mampu mendorong berbagai sektor ekonomi di Indonesia untuk bergerak lebih cepat. Keunggulan teknologi ini hanya bisa didapatkan jika site atau BTS terkoneksi dengan fiber. (Icha)

 

 

 

Gandeng Never Too Lavish, Acmic Rilis 3 Power Bank Super Stylish

0

Telko.id, Jakarta – Acmic memperkenalkan tiga power bank teranyar berkapasitas 5.000 mAh, 10.000 mAh, dan 10.000 mAh Pro. Dibekali sejumlah teknologi canggih, termasuk Quad Core Fast Charging System, power bank ini tampil stylish berkat polesan grafiti ala Never Too Lavish.

Never Too Lavish merupakan custompreneur yang menjadi wadah berkumpulnya para seniman lokal tanah air yang menciptakan karya-karya seni bernilai tinggi, baik di medium sepatu, jaket, dan lainnya. Kali ini, mereka memberikan sentuhan seninya kepada produk Power Bank berupa grafiti tangan yang memiliki arti anak muda harus bahu membahu mencapai mimpi yang diinginkan. Grafiti tangan tersebut akan menyala saat power bank diaktifkan untuk menjalankan fungsinya sebagai pencatu daya.

“Never Too Lavish membawa pengalaman kreatif dan menarik bagi para pengguna gadget yang menginginkan lebih banyak pilihan dalam melakukan pengisian baterai. Bukan saja sekedar memanfaatkan teknologi yang dibawanya, tetapi juga tampil percaya diri bersamanya. Dan produk kolaborasi ACMIC x Nevertoolavish menjawab semua kebutuhan itu, baik secara tampilan maupun kemampuannya,”  jelas Heri Hertanto, CEO PT Satu Pro Global Niaga selaku distributor tunggal ACMIC di Indonesia.

Sekedar informasi, ACMIC x Nevetoolavish adalah produk terbatas yang hanya akan dibuat sebanyak 3000 unit, dan ditujukan khusus bagi para hypebeast.  Hypebeast sendiri merupakan istilah bagi mereka yang terobsesi (beast) dengan segala sesuatu yang kekininan (hype), khususnya untuk urusan penampilan (fashion).

“Bagi para hypebeast, penampilan adalah segalanya. Karenanya kami percaya bahwa desain power bank yang unik dan stylish juga akan bisa menarik perhatian mereka. Terlebih, karya-karya Never Too Lavish juga kerap diburu para hypebeast untuk dijadikan koleksi gaya fashion mereka,” tambah Heri.

Dari segi fitur, teknologi Quad Core Fast Charging System, yang ada di badan ACMIC x Nevertoolavish versi 10.000 mAh Pro, dan memungkinkan perangkat mengisi daya gadget 4 kali lebih cepat dibandingkan Charger Standar 1 Ampere juga bukan satu-satunya keunggulan. Seri lainnya, yakni yang berkapasitas 5.000 mAh dan 10.000 mAh – kita panggil Non Pro Series, dibekali teknologi 2 Ampere Fast Charging yang dapat mengisi daya gadget 2x lebih cepat dibandingkan Charger Standar 1 Ampere.

Itu belum termasuk seabreg fitur perlindungan yang dibawanya, termasuk Smart Temperature Protection, Smart Over-Charge Protection, Smart Over-Discharge Protection, Smart Short-Circuit Protection, Smart Input Over-Voltage Protection, Smart Output Over-Voltage Protection, Smart Recovery Protection, Smart Output Over-Current Protection dan Smart PTC Cell Protection. Semua perlindungan pintar itu ditanamkan demi mengantisipasi kesalahan-kesalahan yang mungkin dilakukan saat melakukan pengisian baterai.

Acmic x Nevertoolavish versi 10.000 mAh Pro akan tersedia secara eksklusif di Tokopedia dengan harga Rp 999.000. Sementara versi non pro akan dibanderol Rp 499.000 dan Rp 799.000 masing-masing untuk kapasitas 5000mAh dan 10.000mAh. Ketiganya akan dijual mulai 23 Juni 2020, dengan penawaran spesial berupa potongan harga 70%.

Hanya Dalam Waktu 3 Bulan, Dana Tambah 20 Fitur Buatan Anak Negeri

0

Telko.id – Dana, dompet digital ini mampu menambah 20 functionality dan produk dalam aplikasinya hanya dalam waktu 3 bulan saja. Dan semua nya buatan anak negeri. Hal ini dilakukan karena adanya virus corona di Indonesia yang membuat para fintech atau financial technology juga harus bergerak cepat.

“Saat pandemic ini, digitalisasi menjadi sangat penting. Bukan sebagai alternaif lagi, tetapi sudah must be, tidak bisa dielakan lagi. Main straeam, bukan pilihan lagi. Itu sebabnya, dalam jangka waktu akhir Maret sampai akhir Mei, dompet digital Dana sudah menambah atau mendevelop 20 functionality dan produk,” ungkap Vincent Iswara, CEO dan co-founder Dana menjelaskan dalam media update virtual, Jumat (19/6/2020).

Baca juga : Transaksi Dana Naik 15% Saat pendemi Covid-19

Dalam pengembangannya, dompet digital ini terus berupaya mengembangkan teknologi yang tepercaya (trusted), ramah dan mudah digunakan (friendly), serta bisa diakses oleh siapapun (accessible) serta bersinergi dengan mata rantai ekosistem perekonomian digital mulai dari perbankan, dunia usaha (dari UMKM hingga perusahaan besar), dan lembaga-lembaga pemberdayaan perekonomian masyarakat lainnya, guna meningkatkan kontribusi dompet digital Dana terhadap perekonomian Indonesia.

Menurut Vincent, yang dikedepankan oleh dompet digital Dana adalah kolaborasi, kerjasama, gebrakan agar masyarakat dapat memanfaatkan dan membantu masyarakat dalam melakukan kegiatannya pada masa pandemic tersebut. Demikian juga ketika masuk new normal.

Apa sih yang dibutuhkan masyarakat saat new normal? Menurut Vincet yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam new normal adalah interaksi nya harus contact less. “Untuk melakukan transaksi tunai itu sangat riskan terhadap terpapar virus. Di kertas saja, virus bisa bertahan sampai 4-5 hari. Jadi, dengan contact less ini sangat membantu masyarakat untuk move ke new normal”.

Tak heran, pengguna aplikasi fintech ini pun mengalami peningkatan yang signifikan. Sampai akhir April 2020 lalu saja, sudah ada 40 juta pengguna Dana. Terjadi peningkatan 50% dibandingkan dengan akhir 2019 yang hanya mencapai 20 juta saja.

Transaksinya juga demikian.Transaksi secara online tumbuh sebesar 15%. Sementara transaksi offline tumbuh hanya 6% saja. “Kita melihat peningkatan dari kuartal I-2020 itu 15 persen (transaksi online). Tapi overall sampai pertengahan Mei 2020 ini kita sudah melihat pertumbuhan dari transaksi pengguna di Dana meningkat sampai 50 persen,” ujar Vincent.

Penyumbang terbesar dari kenaikan transaksi tersebut bersumber dari lima layanan. Kelima layanan tersebut yakni pembayaran tagihan, pengisian pulsa, Kirim Dana, Top-up, dan pembayaran e-commerce. Namun fitur yang tumbuh cepat di masa PSBB adalah yakni donasi dan groceries. Padahal, kedua fitur itu terbilang baru hadir di Dana.

“Fitur donasi selama PSBB ini tumbuh hingga enam kali lipat dari masa sebelumnya. Sementara untuk groceries, tumbuh hingga empat kali dibandingkan sebelum PSBB,” ucap Handy Putranto, Senior Product Specialist Dana Indonesia.

Selain untuk pengguna biasa, aplikasi fintech ini juga menghadirkan solusi pemberdayaan pelaku UKM dengan menyediakan solusi Dana Bisnis. Dengan solusi ini, pelaku UKM dapat mengatur alur transaksi secara lebih mudah dan teratur. Ke depan,  Dana menargetkan untuk mendorong pengembangan usaha kecil menengah di Indonesia yang saat ini jumlahnya mencapai 60 juta unit usaha. (Icha)

VoLTE Telkomsel Diluncurkan Demi Kecukupan Spektrum Buat 5G

0

Telko.id – Baru saja, Telkomsel luncurkan VoLTE atau voice over LTE (VoLTE). Salah satu alasannya adalah untuk kecukup spektrum ketika nanti sudah harus masuk ke teknologi 5G. Bukan apa-apa, 5G ini membutuhkan spektrum yang sangat besar sehingga membutuhkan frekuensi yang lebar juga agar bisa memberikan layanan pada pelanggannya dengan baik.

Secara singkat dijelaskan oleh Adhi Putranto, Vice President Prepaid Consumer Telkomsel bahwa “Telkomsel luncurkan VoLTE ini ini karena ketika belum ada VoLTE, ketika pelanggan melakukan panggilan suara maka akan turun ke jaringan 3G maupun 2G. Padahal, biaya investasi untuk 3G dan 2G ini sangat mahal. Kami perlu antisipasi yang akhir nya nanti akan dihilangkan ketika pelanggan sudah switch ke 4G”.

Lalu, Adhi menambahkan, kalau pelanggan sedang melakukan koneksi atau akses data, ketika ada panggilan maka akan terputus. Tentu membuat pelanggan tidak nyaman. Di sisi lain, penggunaan data saat ini sudah makin masif, pertahun nya lebih dari 100%. Jadi kami membutuhkan spectrum yang besar untuk 4G ini”.

Baca juga : Telkomsel VoLTE Sebuah Bentuk Perkuat Roadmap Menuju 5G

Implementasi VoLTE ini jadi sebuah ‘jalan keluar’ untuk mengantisipasi perkembangan ke depan tersebut. “Kami jadi bisa memaksimalkan spectrum yang ada, sehingga layanan broadband pun jadi lebih maksimal. Lalu, load di 2G dan 3G juga terus berkurang, sehingga kami juga bisa mengurangi investasinya dan fokus pada pengembangan 4G dan nantinya 5G karena beban nya pindah” ujar Adhi menambahkan.

VoLTE Telkomsel

Namun, jangan khawatir, ungkap Adhi, bahwa layanan 2G dan 3G masih belum akan dikurangi. Hal ini akan dilakukan ketika device VoLTE sudah semakin banyak dan pelanggan sudah banyak juga yang switch ke VoLTE.

Untuk wilayah jangkauan layanan VoLTE, kini Telkomsel telah memperluas ketersediaan layanan VoLTE hingga wilayah Bogor dan Sidoarjo, setelah sebelumnya sudah mengoperasikan layanan VoLTE di wilayah Jadetabek dan Surabaya sejak awal Mei lalu.

Sedangkan untuk ponsel penyedia layanan VoLTE, kini Telkomsel juga telah berkolaborasi dengan Xiaomi sebagai mitra produsen perangkat yang menyediakan sistem operasi yang akan mendukung keunggulan layanan VoLTE dari Telkomsel. Kehadiran Xiaomi menyusul mitra produsen lainnya seperti Samsung, Huawei, dan Vivo yang sudah terlebih dahulu berpartisipasi.

Pada tahap soft launch ini, layanan VoLTE Telkomsel dapat digunakan secara terbatas oleh pelanggan terpilih (whitelist customer) yang memenuhi beberapa syarat yaitu berada di wilayah jangkauan VoLTE Telkomsel, telah menggunakan kartu yang mendukung jaringan 4G Telkomsel (uSIM), serta menggunakan perangkat yang telah memiliki kapabilitas layanan VoLTE.

VoLTE Telkomsel

Selanjutnya, pelanggan cukup mengaktifkan fitur VoLTE melalui menu pengaturan perangkat, yang kemudian akan diikuti dengan munculnya tulisan “VoLTE” pada status bar. Dengan demikian, pada tahap soft launch diperhitungkan akan ada sekitar 300.000 whitelist customer  yang dapat menikmati keunggulan layanan tersebut.

Setyanto kemudian juga menjelaskan bahwa tahap soft launch juga menjadi momen untuk melakukan uji coba terhadap keandalan layanan VoLTE Telkomsel serta pengalaman pelanggan dalam menikmati layanan tersebut.

“Telkomsel akan terus memperluas ketersediaan VoLTE, baik itu ketersediaan layanan bagi lebih banyak pelanggan, hingga cakupan wilayah maupun jenis dan jumlah perangkat yang mendukung, sehingga layanan tersebut nantinya dapat dinikmati oleh seluruh pelanggan Telkomsel di berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, pada tahap soft launch ini kami akan terus memonitor kualitas layanan VoLTE Telkomsel serta memantau pengalaman pelanggan sebagai masukan untuk pengembangan layanan VoLTE Telkomsel ke depannya.

Sebagai upaya untuk mengakselerasi adopsi layanan VoLTE sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan dalam menggunakan layanan tersebut, Telkomsel juga akan menghadirkan promo paket kuota VoLTE yang akan tersedia dalam waktu dekat.

Selain itu, pelanggan juga tetap  bisa menikmati paket khusus Talkmania VoLTE, dengan tambahan kuota menit telepon VoLTE pada paket Talkmania bulanan. Bagi pelanggan yang ingin melakukan aktivasi paket-paket tersebut dapat mengakses aplikasi MyTelkomsel. Informasi lebih lanjut mengenai layanan VoLTE dari Telkomsel dapat diakses di www.telkomsel.com/volte. (Icha)

Hanya 40 Hari, Data Center 3 Indonesia Yang Baru Berhasil Didirikan

0

Telko.id – Data center 3 Indonesia yang baru berhasil dibangun dalam waktu 40 hari. Hal ini merupakan hasil bekerja sama dengan Huawei. Data center yang dibangun di Malang tersebut menerapkan solusi modular prefabrikasi yang inovatif hingga mampu memangkas waktu konstruksi 2 kali lebih cepat, dari 3 bulan menjadi 40 hari. Ini adalah penerapan solusi modular pertama untuk data center industri telekomunikasi di Indonesia.

“Pendirian Data Center 3 Indonesia yang baru di Malang merupakan bagian dari pengembangan jaringan yang kami lakukan secara masif untuk meningkatkan kecepatan internet, menekan latency, dan meningkatkan kapasitas jaringan secara keseluruhan,” kata Hutchison 3 Indonesia Chief Technical Officer Desmond Cheung.

Kenapa Malang? Menurut Desmond, lalu lintas data di Jawa Timur kian meningkat pesat dari waktu ke waktu. Dan dengan adanya Data Center 3 Indonesia yang baru tersebut akan membuat operator ini dapat memberikan kinerja jaringan terbaik dan unggul bagi para penggunanya. Jadi pelangganya pun dapat dapat bermain online games lebih lancar dan mengakses internet lebih cepat. Lebih jauh lagi, data center ini akan membantu 3 Indonesia untuk mempersiapkan 5G di masa depan.

Data Center 3 Indonesia

Data center adalah salah satu infrastruktur telekomunikasi terpenting untuk sistem komunikasi jaringan yang mengelola konektivitas pengguna ke internet. Data Center 3 Indonesia yang baru di Malang ini akan mempersingkat proses transmisi data dan membuat koneksi internet yang lebih cepat bagi para pengguna 3 di Jawa Timur.

“Huawei menerapkan solusi prefabrikasi modular yang menghemat waktu konstruksi secara signifikan untuk mendukung upaya 3 dalam pertumbuhan bisnis, core network cloudification, dan mempersiapkan jaringan 5G. Penerapan komersial pertama solusi modular prefabrikasi ini menandai kerja sama yang lebih erat antara 3 Indonesia dan Huawei Indonesia dalam membangun infrastruktur jaringan digital yang siap untuk menyambut 5G,” kata Huawei Indonesia Director of Hutchison Subsidiary Account Department Roy Lu.

Peningkatan jaringan ini menegaskan komitmen 3 Indonesia untuk selalu memenuhi kebutuhan internet para penggunanya yang melek digital. Mengelola lebih dari 10.000TB lalu lintas data dan melayani 32 juta pengguna aktif yang 95% di antaranya adalah anak muda, 3 Indonesia terus meningkatkan jaringannya yang andal di lebih dari 33.000 desa di Sumatera hingga Sulawesi.

Tujuannya adalah menyediakan kesempatan untuk berkembang melalui internet kepada lebih banyak anak muda Indonesia. Dengan pengembangan jaringannya yang terus berlangsung, 3 Indonesia senantiasa mengambil bagian dalam menyetarakan kesempatan bagi anak muda Indonesia untuk mengembangkan bakat mereka melalui internet. (Icha)

 

Bank Mandiri Gandeng Tableau Untuk Tingkatkan Kemampuan Analitik

0

Telko.id – Bank Mandiri gandeng Tableau untuk membantu mempercepat pengambilan keputusan berbasis data di perusahaan. Sebagai lembaga keuangan terbesar di Indonesia, Bank Mandiri berupaya untuk memberdayakan setiap divisi di bank dengan kemampuan analitik mandiri dalam membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti.

Saat ini Unit Bisnis sudah menggunakan dashboard yang menggunakan platform Tableau dalam memonitor kinerja bisnis, pergerakan transaksi nasabah, potensi cross selling, dan lainnya dan sudah lebih dari 600 dashboard telah dibuat serta digunakan oleh berbagai divisi dalam perusahaan. Hasil kerjasama Bank Mandiri gandeng Tableau ini telah mempermudah proses bisnis secara signifikan dan meningkatkan kecepatan pengiriman informasi dalam bank. Seperti penyediaan informasi transaksi debitur dari 2 minggu menjadi hanya 2 hari.

Proses pengambilan keputusan dalam kegiatan operasional utama seperti pencairan dan perpanjangan kredit, pemetaan profil dan loyalitas nasabah terhadap Bank Mandiri telah dipermudah dengan tersedianya informasi relevan yang dapat diakses melalui Tableau – lebih dari 600 dashboard telah dibuat di banyak divisi dalam perusahaan.

Dashboard self-service Tableau juga mempermudah proses bisnis secara signifikan dan meningkatkan kecepatan pengiriman informasi. Seperti, penyelesaian laporan dari 2 minggu menjadi hanya 2 hari dengan tetap menjamin kerahasiaan data.

“Kebutuhan Top Manajemen dan Unit Kerja dapat menerima informasi tepat waktu menjadi sangat krusial.Kecepatan mengakses informasi dan pemahaman terhadap visualisasi data terus meningkat sehingga keputusan bisnis juga harus bisa menjadi lebih cepat. Kemudian kami juga dapat menyasar nasabah lebih baik lagi melalui penawaran produk dan program yang sesuai dengan selera risiko serta profil nasabah, ujar Billie Setiawan, Senior Vice President Enterprise Data Management (EDM) Bank Mandiri. “Kerjasama dengan Tableau mendukung inisiatif kami untuk lebih fokus pada nasabah, dan membawa kami lebih dekat dalam meraih visi menjadi bank ritel digital modern terkemuka di Indonesia.”

Sebagai bagian dari upaya membangun data-driven culture, Bank Mandiri meningkatkan literasi data dalam organisasi. EDM dan Mandiri University Group menyelenggarakan pelatihan data dan analitik kepada perwakilan pegawai di seluruh unit kerja menjadi salah satu upaya peningkatan kompetensi analitik dalam perusahaan.

Selain itu, untuk mengasah kemampuan dan berbagi pengalaman terkait data analitik, diselenggarakan juga secara rutinsesi Mandiri Tableau User Group (MTUG), sebuah komunitas yang dibentuk sebagai wadah untuk membantu baik pengguna lama maupun baru Tableau dengan berbagi praktik terbaik dan menjawab pertanyaan terkait analisis data. Sesi tersebut menciptakan komunitas pembelajaran dan mempromosikan budaya data-driven di dalam organisasi. Bank Mandiri juga menawarkan training data analitik untuk para pegawai.

“Kami bermaksud menghilangkan keterbatasan pengetahuan terkait data bagi unit kerja lain melalui edukasi. Melalui kemitraan dengan Tableau, kami berharap dapat mengaktifkan self-service analytics dan memberdayakan pegawai kami dengan memberikan pemahaman data yang mereka butuhkan untuk meraih sukses,” tambah Billie Setiawan.

Lembaga keuangan saat ini memang harus memanfaatkan data analitik untuk mentransformasi bisnisnya. Jika tidak maka akan terlibas oleh jaman dan tidak dapat memenangkan persaingannya. (Icha)

 

 

 

Indosat Ooredoo Gelar Wisuda IDCamp 2019 via Online

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Digital Camp 2019 telah berakhir pada Februari lalu, dan karena pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), perayaan wisuda Digital Camp pun harus mengalami penyesuaian. Tanpa mengurangi nilai dari proses yang telah dijalankan para peserta, hari ini Indosat Ooredoo menyelenggarakan acara Wisuda bagi developer muda Indonesia yang mengikuti IDCamp 2019 secara virtual.

Acara wisuda Digital Camp ini menampilkan 10 lulusan terbaik yang menerima sertifikat khusus dari Indosat Ooredoo, yang disaksikan oleh perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Sejak diluncurkan pada Agustus 2019, seri pertama IDCamp menargetkan untuk menghasilkan 10 ribu talenta digital disertai dukungan kesempatan bekerja, dengan menyediakan beasiswa belajar coding online bersertifikasi global di 3 kelas pemrograman komputer yang paling populer, yaitu Android Developer, Kotlin Developer, dan Progressive Web Apps Developer.

Dengan persyaratan yang mudah yaitu Warga Negara Indonesia dan berusia di bawah 29 tahun, pendaftaran yang ditutup pada pertengahan Oktober 2019 mencatatkan jumlah peserta yang mencapai 26 ribu lebih. Peserta diberi waktu hingga Februari 2020 untuk menyelesaikan semua modul belajar dan proyek tugas akhir tanpa diperbolehkan meniru kode pemrograman milik developer lain, sehingga terpilihlah 5.268 developer muda Indonesia yang mendapatkan sertifikat IDCamp, dimana 4,737 diantaranya mendapat sertifikat level beginner, dan 531 mendapat sertifikat level expert.

“Kami sangat bangga atas besarnya antusias generasi muda Indonesia untuk menguasai dan meningkatkan coding untuk kemampuan programming. Program IDCamp secara konsisten membantu kami terhubung dengan talenta digital dengan cara yang bermakna, bertujuan untuk membantu kesiapan developer muda di masa tingginya permintaan talenta digital. Indosat Ooredoo berkomitmen untuk melanjutkan dukungan kami dalam pengembangan ekosistem digital dan kami senang melihat munculnya developer muda membuka jalan mereka untuk mulai berkontribusi bagi kemajuan ekonomi digital Indonesia ke depan,” ungkap Ahmad Al-Neama, President Director & CEO Indosat Ooredoo.

IDCamp 2019 diikuti paling banyak oleh kelompok usia 16-21 tahun sebanyak 64% dari total peserta. Kelas yang paling banyak diikuti adalah Android Developer dengan 48%, Progressive Web Apps 36%, dan Kotlin 16%. Jumlah peserta perempuan tercatat sebanyak 22%, dimana ini cukup tinggi bagi dunia digital yang biasanya lebih diminati oleh laki-laki. Terdapat sekitar 2% peserta dengan disabilitas, yang menandakan bahwa digital bersifat inklusif.

IDCamp 2019 juga telah menyelesaikan roadshow di 20 kota besar di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 20 universitas terkemuka dan 20 komunitas developer dengan total peserta yang menghadiri sekitar 6.100 orang. Selain memberikan beasiswa belajar coding online bersertifikasi global, IDCamp juga menyelenggarakan HackData pada Oktober lalu yang diikuti oleh 600 peserta, serta pendampingan bagi peserta dengan disabilitas bersama komunitas Wonder Koding pada Desember lalu di Bogor.

Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Semuel A. Pangerapan mengatakan “Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan Indosat Ooredoo dalam mendukung perkembangan ekosistem digital di tanah air dengan program IDCamp, yang memfasilitasi generasi muda Indonesia agar siap bersaing dengan talenta global. Kami berharap program seperti ini akan semakin banyak bermunculan agar kebutuhan talenta digital kita bisa terpenuhi oleh tangan-tangan anak bangsa yang berkarya demi kemajuan ekonomi digital Indonesia.”

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Hari Santosa Sungkari mengatakan “Kami turut bahagia untuk generasi muda Indonesia, yang hari ini lulus mengikuti program IDCamp 2019 dan siap meneruskan karya digitalnya bagi kemajuan bangsa. Kami berharap dengan bekal yang diterima, para lulusan ini akan menciptakan banyak inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar mereka. Tahun 2019, Pemerintah, saat itu Bekraf, telah berhasil memperjuangkan Jakarta Great Area sebagai the StartUp Ecosystem Challenger, diharapkan akan membawa makin banyak solusi digital yang kekayaan intelektualnya dimiliki oleh anak bangsa. Kami yakin kreativitas anak bangsa yang diarahkan secara tepat, akan membawa kemajuan bagi Indonesia.”

Baca juga : Indosat Ooredoo Digital Camp Hadir Kembali, Belajar nya Online!

Indosat Ooredoo kembali menyelenggarakan IDCamp yang kedua pada Maret 2020 lalu. Program beasiswa belajar coding online yang telah dianugerahi banyak penghargaan ini kembali dengan tambahan materi belajar yang baru: Android Developer, Front-End Web Developer, iOS Developer, dan Machine Learning Developer. Informasi lebih lengkap mengenai IDCamp 2020 dapat dilihat di idcamp.indosatooredoo.com.