spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 848

Sttt GoGreener Carbon Offset Punya Fitur Baru Lho!

0

Telko.id – GoGreener Carbon Offset kini menambah fitur baru. Pengembangan fitur yang dilakukan tersebut untuk semakin memudahkan pelanggan dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan. Apa saja fitur baru nya?

GoGreener Carbon Offset menambah empat jenis jejak karbon untuk diserap. Selain menyerap jejak karbon kendaraan bermotor, sekarang pelanggan juga dapat mendukung penyerapan jejak karbon pada barang elektronik seperti televisi, AC, kulkas, dan laptop.

Lalu, melakukan penambahan wilayah penanaman dengan penambahan dua lokasi baru di wilayah Semarang dan Surabaya. Hal ini sebagai penegasan komitmen Gojek untuk menggandakan jumlah pohon yang ditanam oleh konsumen di total lima lokasi di Indonesia. 

Pengembangan fitur ini melengkapi layanan yang telah ada sebelumnya, yaitu; (1) kalkulator karbon ilmiah yang merujuk pada Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, (2) konversi hasil perhitungan jejak karbon ke jumlah pohon yang dibutuhkan, hingga (3) monitoring dashboard untuk melihat status kesehatan pohon, yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun. 

Baca juga : Ingin Ikut Melestarikan Lingkungan? Pakai GoGreener Carbon Offset Saja!

“Pengembangan fitur ini tidak lepas dari tingginya antusiasme para pelanggan terhadap fitur GoGreener Carbon Offset di aplikasi Gojek. Hal ini dibuktikan dengan tercapainya target penanaman pohon dalam kurang dari tiga bulan sejak diluncurkan, bahkan target pohon untuk wilayah DKI Jakarta telah tercapai hanya dalam satu bulan,” ungkap Tanah Sullivan, Group Head of Sustainability Gojek.

Selanjutnya, Tanah juga menyebutkan bahwa penambahan pilihan jejak karbon lainnya seperti jejak karbon dari penggunaan televisi, AC, kulkas dan laptop, seiring dengan kondisi pandemi COVID-19 di mana kebiasaan bekerja dan belajar dari rumah lebih relevan.

Tanah pun kembali mempertegas pentingnya transparansi dalam fitur GoGreener Carbon Offset melalui monitoring dashboard. Menurutnya, untuk membangun perilaku baru atau mengadopsi gaya hidup baru, perlu diciptakan sebuah proses yang transparan dan mudah dipahami.

Itu sebabnya, seluruh tahapan GoGreener Carbon Offset, dari perhitungan jejak karbon di awal, konversinya ke satuan pohon yang perlu ditanam, sampai di mana serta kapan pohon akan ditanam, sangat transparan. Transparansi juga menjadi prinsip dalam melengkapi fitur ini dengan monitoring dashboard yang menyajikan data pertumbuhan pohon, seperti diameter dan tinggi batang, sampai foto pohon untuk melihat warna dan tingkat kesehatan daun.

Selain itu, para pelanggan juga dapat dengan mudah dan nyaman menggunakan fitur GoGreener Carbon Offset karena seluruh proses dari menghitung jejak karbon, memilih lokasi penanaman, hingga melakukan pembayaran dengan GoPay dapat dilakukan melalui aplikasi Gojek, tanpa harus berpindah-pindah platform. 

Fitur GoGreener Carbon Offset ini turut didukung oleh Dr Beria Leimona, peneliti senior dari The World Agroforestry Center (ICRAF). Ia mengatakan, “GoGreener Carbon Offset adalah bukti bahwa bila dijalankan dengan baik, sains yang diakselerasi dengan teknologi menjadi lebih kuat dalam mendorong perubahan. Fitur ini memiliki elemen produk lingkungan yang lengkap: penghitungan berbasis sains yang mengacu pada IPCC dan rekomendasi KLHK, komunikasi sains yang mudah dipahami, dan transparansi penuh – yang merupakan kunci untuk menarik adaptor baru.” 

Peduli lingkungan melalui teknologi

Bain & Company dalam laporannya yang bertajuk Southeast Asia’s Green Economy Potential pada Desember 2020memperkirakan bahwa emisi karbon dioksida (CO2) di Asia Tenggara akan meningkat hingga 60% pada tahun 2040. Padahal, peningkatan kadar COdapat mempengaruhi peningkatan suhu bumi yang berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim.

Menanggapi hal tersebut, Founder dan CEO Jejak.in, Arfan Arlanda menyampaikan, “Kesamaan misi yang kuat dengan Gojek dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup merupakan salah satu alasan keberlanjutan kolaborasi kami. Climate Actions atau aksi iklim untuk menjaga bumi, termasuk upaya-upaya untuk menekan peningkatan suhu bumi, membutuhkan usaha kolektif dari semua pihak. Kami yakin Gojek sebagai platform yang digunakan setiap hari dan memiliki jangkauan luas dapat membantu mempercepat perubahan perilaku dalam skala besar.” 

“Dalam berinovasi, baik Gojek maupun Jejak.in juga mengutamakan pengembangan teknologi berbasis data dan sains. Contohnya, pemilihan penambahan wilayah penanaman pohon adalah karena di Semarang, terdapat tingkat abrasi yang tinggi yang dapat mengancam keberlangsungan hidup nelayan pesisir Tambakrejo.

Sementara, Lokasi Rehabilitasi Mangrove Desa Wonorejo di Surabaya juga merupakan lokasi yang dikelola oleh Dinas Kehutanan Jawa Timur, di mana penanaman pohon bakau ini bertujuan untuk mengembangkan habitat kepiting bakau (Scylla serrata), yang merupakan sumber penghidupan masyarakat sekitar,” Arfan melanjutkan.

Seluruh hasil inisiatif penyerapan jejak karbon dari pelanggan GoGreener Carbon Offset juga telah didaftarkan ke Sistem Registri Nasional (SRN) yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebagai kontribusi dari masyarakat Indonesia untuk membantu pencapaian target penurunan emisi 29% pada 2030. (Icha)

Hari Ini Pre Order Samsung Galaxy S21 5G Resmi Dibuka!

0

Telko.id – Pre-order Samsung Galaxy S21 5G resmi dibuka hari ini sampai tanggal 11 Februari mendatang . Produk ini merupakan salah satu flagship dari Samsung yang diluncurkan tahun ini dan dapat diperoleh baik secara online maupun offline. 

Samsung memberikan kesempatan bagi para konsumen untuk bisa mengeksplorasi desain ikonik dan kecanggihan kamera secara langsung maupun melalui virtual showroom yang telah disediakan melalui website resmi. Hal ini merupakan bentuk komitmen Samsung untuk tetap mengakomodir rasa penasaran konsumen tanpa perlu khawatir di kondisi serba terbatas saat ini. 

Dan menjawab penantian konsumen atas seri Galaxy S21 yang paling dinantikan, Samsung secara resmi memulai periode Pre-Order untuk Galaxy S21 5G pada tanggal 5 – 11 Februari 2021. Samsung Galaxy S21 5G hadir dengan desain paling compact dalam genggaman dan berbagai varian warna yang kekinian dengan fitur kamera yang tidak kalah canggih di kelasnya, dipastikan bisa menjadi perangkat andalan untuk melengkapi gaya hidup digital konsumen saat ini.

“Di tengah kondisi yang serba terbatas saat ini, Samsung sangat mengapresiasi antusiasme yang ditunjukan konsumen kami terhadap seri Galaxy S21 series 5G yang baru saja diluncurkan. Sebagai wujud komitmen kami untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang kian berkembang, Samsung menghadirkan inovasi terbaru melalui teknologi tercanggih yang disematkan dalam fitur kamera dan performa diatas standar pada lini Galaxy S21 series 5G,” ungkap Selvia Gofar, Head of IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia.

Samsung Galaxy S21 Ultra

Tidak terkecuali dalam memfasilitasi pembelian produk secara aman dan nyaman, kami turut memberikan pilihan bagi konsumen untuk dapat membeli secara offline dengan protokol kesehatan yang berlaku maupun online tanpa mengurangi pengalaman konsumen dalam mengeksplorasi perangkat dengan mengunjungi Samsung.com untuk mengetahui fitur-fitur lebih jauh lagi. 

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy S21 5G

Galaxy S21 Series 5G dibekali dengan prosesor Exynos 2100 yang memiliki teknologi 5 nanometer dan mengadopsi arsitektur ARM, chipset ini memiliki peningkatan CPU 20 persen, pengolahan grafis GPU 25 persen lebih cepat dan kinerja AI 2x lebih baik.

“Prosesor ini dihadirkan untuk menemani segala aktivitas pengguna, terutama untuk mengabadikan tiap momen. Prosessor ini benar-benar paling muktahir,” sebut Selvia.

Untuk kamera, smrtphone ini sudah dibekali dengan kamera berkualitas profesional. Ada tiga kamera belakang yang terdiri dari Ultra-Wide 12 megapiksel, Wide-Angle 12 megapiksel, dan Telephoto 64 megapiksel dengan 30X Space Zoom.

Selain itu juga sudah dibekali dengan Fitur Single Take 2.0 dalam fitur perekam video nya serta penambahan Dynamic Slo-Mo serta Highlight Video dengan peningkatan AI (Artificial Intelligence) yang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk dapat menghasilkan beragam pilihan konten epik hanya dalam sekali jepret.

“Berkat fitur Single Take 2.0, cukup 15 detik udah bisa dapat banyak pilihan epik foto atau video dan langsung bisa share di sosial media,” ujar Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia Selvia Gofar saat peluncuran produk ini beberapa waktu lalu.

Selvia menambahkan Samsung juga membenamkan fitur Enhanced Bright Night yang menjadi solusi untuk pengambilan gambar dalam pencahayaan redup dan gelap. Menurutnya, hal ini didukung adanya peningkatan hasil low light dari dukungan teknologi Nona-Binning 12 megapiksel yang menggabungkan 9 piksel jadi satu sehingga fitur Bright Night dapat menghasilkan foto dan video yang tetap tajam dan jernih. 

“Cocok untuk konsumen yang ingin mengabadikan momen matahari terbit ataupun pemandangan kota di saat malam hari. Pengguna dapat dengan mudah mengabadikan setiap momen jadi lebih epik dalam kondisi yang kurang ideal sekalipun hanya dengan satu perangkat yang praktis,” ucap Selvia.

Selain itu, pengguna juga bisa mengambil video dengan kualitas 8K yang dilengkapi fitur Super Steady dengan kualitas 60 frame per second.

Yang menarik, pada produk flagship ini, Samsung memberikan fitur baru yakni Director’s View dan Vlogger View. Director’s View di mana seluruh kamera akan menyala di saat bersamaan dan pengguna dapat dengan mudah memilih angle terbaik secara live saat merekam video.

Anda akan diberikan pilihan preview antara lain opsi zoom untuk detail objek yang lebih dekat, opsi wide yang memperlihatkan latar belakang lebih jelas dan opsi close up untuk lebih fokus ke objek.

“Seluruhnya hanya dengan satu sentuhan jari yang membuat konten semakin dramatis layaknya film profesional,” ujar Selvia.

Sedangkan Vlogger View dapat dimanfaatkan untuk merekam menggunakan kamera depan dan belakang sekaligus.

“Inovasi yang sangat tepat bagi para creator konten untuk bisa lebih bebas mengekspresikan diri dan membidik objek di sekitarnya di saat bersamaan,” tambah Silvia.

Tidak ketinggalan, Samsung Galaxy S21 5G ini sudah menghadirkan sistem antar muka One UI 3 

untuk memperkuat ekosistem Galaxy. Dengan demikian, integrasi dan transisi akan mulus tanpa harus kehilangan momen apapun.

One UI 3.1 juga memberikan kenyamanan bagi pengguna dengan mempelajari pola penggunaan sehingga dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan dan memberikan pengalaman digital yang dibentuk untuk Anda.

Untuk harga, Samsung Galaxy S21 5G ini dibandrol dengan haraga Rp.12.999.000 untuk berkapasitas 8 GB/128 GB. Sedangkan untuk varian 8 GB/256 GB dibandrol dengan harga Rp 13.999.000. (Icha)

Prakiraan Pasar Layanan 5G Dunia Tahun 2021- 2026

0

Telko.id – Prakiraan pasar layanan 5G diperkirakan akan terus meningkat. Walaupun ada pandemi Covid-19 yang menimpa di seluruh dunia. Hal itu yang dilaporkan oleh Research and Markets. 

Pada laporannya, Research and Markets menyebutkan bahwa pasar layanan 5G bernilai USD 1,62 miliar pada tahun 2020 dan diperkirakan akan mencapai USD 424,63 miliar pada tahun 2026 dengan CAGR 155,5% selama periode perkiraan (2021-2026). Di mana, jaringan 5G menawarkan latensi rendah, kecepatan transfer data lebih tinggi, dan kapasitas untuk membawa banyak koneksi.

Menurut laporan tersebut, kehadiran layanan 5G dalam waktu dekat tidak hanya akan memberikan dampak positif pada industri komunikasi tetapi juga industri pengguna akhir lainnya untuk meluncurkan produk dan layanan baru yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan, di pasar dan meningkatkan produktivitas.

Bahkan, layanan 5G ini juga akan menumbuhkan ekosistem IoT secara besar-besaran yang akan memungkinkan jaringan melayani miliaran perangkat yang terhubung. Untuk Instance, menurut Laporan Mobilitas Ericsson Juni 2019, Lebih dari 10 juta langganan 5G diproyeksikan di seluruh dunia pada akhir 2019. Ini menunjukkan fakta bahwa pasar siap untuk tumbuh sepanjang periode perkiraan.

Baca juga : Ini Penting nya Indonesia Perlu Segera Gelar Teknologi Jaringan 5G

Selain itu, layanan 5G ini juga akan menumbuhkan bisnis VoLTE. Di mana teknologi ini adalah fondasi untuk mengaktifkan layanan suara dan komunikasi pada perangkat 5G.  Research and Markets menyebutkan bahwa jumlah langganan VoLTE diproyeksikan mencapai 5,9 miliar pada akhir tahun 2024, terhitung lebih dari 85 persen dari gabungan langganan LTE dan 5G. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan pasar selama periode perkiraan.

Memang, jaringan 5G yang digunakan secara besar-besaran pada mmWave memiliki beberapa kelemahan karena frekuensinya sangat tinggi, gelombang tidak menempuh jarak yang jauh. Namun, pelaku industri melalui penelitian dan pengembangan sudah mencari solusi. Misalnya, T-Mobile meluncurkan jaringan 5G menggunakan mmWave, tetapi sekarang juga menguji spektrum pita rendah (600 MHz) untuk membangun jaringan 5G-nya.

Research and Markets juga melihat bahwa dampak Covid-19 pada pasar layanan 5G diperkirakan akan signifikan dalam jangka pendek karena proyek peluncuran 5G di berbagai pasar di seluruh dunia ditunda karena pandemi. Misalnya, di Prancis, lelang spektrum untuk jaringan 5G dilaporkan telah ditunda karena pandemi virus korona yang akan berlangsung pada April 2020. Pembangunan jaringan 5G anak perusahaan United Internet 1 & 1 Drillisch, di antara proyek-proyek lainnya, juga telah ditunda.

Selain itu, keputusan seperti rencana Pemerintah Inggris untuk membatalkan kontrak 5G dengan Huawei setelah Covid-19 dapat berdampak negatif pada pasar 5G. Dalam jangka panjang, pasar layanan 5G akan meningkat karena adopsi yang lebih besar dari layanan 5G baik oleh konsumen individu maupun oleh bisnis perusahaan. Walau demikian, tetap saja pada 2021 sampai 2026 mendatang tren layanan 5G akan tetap tumbuh.

Layanan seperti apa yang akan tumbuh atau muncul ketika layanan 5G hadir? Research and Markets menyebutkan bahwa Layanan 5G ini mendukung aplikasi seperti streaming video 8K, dan Augmented Reality (AR), Energi, Transportasi, Perbankan, Kesehatan, dan Sistem Kontrol Industri diproyeksikan akan sangat bergantung pada infrastruktur digital dan jaringan 5G. 

Dengan perkembangan dan langganan 5G yang pesat diharapkan mencapai 13 miliar pada akhir 2019 (Ericsson dan Survei GSA, 2018), pengguna mengharapkan aplikasi baru muncul seperti pengalaman Flickr, YouTubes atau Snapchat baru.

Lalu, dengan standar layanan 5G juga akan mendukung suara dan video ultra-HD untuk menghasilkan aplikasi baru yang mengandalkan komunikasi suara, misalnya telepresence. Kepadatan perangkat 5G, latensi rendah, keamanan, dan kemampuan video akan mendukung penawaran komunikasi nilai tambah, seperti Rich Communication Services, khususnya untuk perusahaan. (Icha)

vivo S7t 5G

0

Telko.id – Spesifikasi vivo S7t 5G bertumpu pada Dimensity 820 5G, 8 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 64 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2021, February 04 ini dibekali sistem operasi Android 11, OriginOS 1.0 dan layar berukuran 6.44″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Vivo memang belum secara resmi merilis harga vivo S7t 5G. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Vivo Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Black, White, Gradient Blue) dan memiliki body berdimensi 158.8 x 74.2 x 7.4 mm (6.25 x 2.92 x 0.29 in) dengan berat 169 g (5.96 oz). Desainnya dibangun dari komponen , dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi vivo S7t 5G

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Dimensity 820 5G yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (4×2.6 GHz Cortex-A76 & 4×2.0 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G57 MC5. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB/256GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.44″ Inch dengan jenis AMOLED. Resolusi layarnya 1080×2400 pixels dan telah dilengkapi dengan ,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, vivo S7t 5G sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / CDMA / HSPA / CDMA2000 / LTE / 5G yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G. Selain itu ada juga konektifitas USB USB Type-C, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, BDS, QZSS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.1, A2DP, LE, aptX HD). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (under display, optical), accelerometer, proximity, compass, .

Kamera vivo S7t 5G

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang vivo S7t 5G :

  • 64 MP, f/1.9, 26mm (wide), 1/1.72″, 0.8µm, PDAF
    8 MP, f/2.2, 120˚, 16mm (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm
    2 MP, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 64 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 44 MP, f/2.0, (wide), AF
8 MP, f/2.3, 105˚ (ultrawide) yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 4K@30fps, 1080p@30fps.

Pelatihan IoT Diberikan Huawei Pada Peserta XL Future Leaders

0

Telko.id – Internet of  Things atau IoT bakal menjadi peluang bisnis besar di masa depan. Itu sebabnya, para peserta XL Future Leaders atau XLFL diberikan pelatihan IoT ini. Pelatihan ini merupakan hasil kerjasama XL dengan Huawei. 

“Pelatihan mengenai IoT dari Huawei ini akan menambah pengetahuan para mahasiswa XLFL, di mana pemberi materi merupakan para ahli dari perusahaan teknologi yang memiliki proyek di seluruh dunia,” ungkap I Gede Darmayusa, Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata. 

Ada dua tema utama untuk materi yang akan diberikan oleh para pengajar dari Huawei, yaitu mengenai “Roads to IoT Business” yang akan memberikan gambaran mengenai solusi IoT dari sisi bisnis. Materi ini juga akan bermanfaat bagi mereka jika hendak menjadikan solusi IoT sebagai bisnis yang akan mereka geluti di masa depan. 

Tema berikutnya adalah “Problem Analysis Decision Making”, mengajarkan tentang cara untuk menganalisis problem, menentukan strategi dalam mengambil keputusan, menjadi kreatif dan berpikir kritis di lingkungan kerja, serta bagaimana mampu mengatasi hambatan sebelum mengambil keputusan.”

Kedua tema pelatihan tersebut diperlukan untuk melengkapi pembelajaran mereka tentang kepemimpinan, sehingga diharapkan pada saat peserta sudah menjadi pemimpin di masa depan, mereka mampu membuat keputusan dan menganalisis problem. Training ini sekaligus akan melengkapi berbagai kelas regular XLFL yang selama ini telah mereka peroleh dari lokakarya, mentoring, juga webinar yang mengajarkan berbagai ketrampilan non-teknis.

Catherine Guan, Huawei Account Director untuk XL Axiata menuturkan, “XL Future Leader merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan XL Axiata yang telah berlangsung selama 9 tahun dan berkontribusi signifikan dalam mengembangkan kompetensi SDM masa depan Indonesia. Komitmen XL Axiata tersebut sangat selaras dengan komitmen yang terus kami pegang teguh dan realisasikan melalui berbagai program serta inisiatif. 

Salah satunya adalah pendirian Huawei ASEAN Academy yang resmi kami buka di Indonesia pada akhir 2020. Sevisi dengan XLFL, Huawei ASEAN Academy bertujuan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi ekosistem SDM TIK di Indonesia. Menjadi kehormatan bagi Huawei mendapatkan kepercayaan dari XL Axiata sebagai mitra strategis untuk terlibat dalam penggelaran rangkaian pelatihan tentang kepempimpinan serta alih pengetahuan tentang teknologi terkini untuk industri bagi para pemimpin di masa depan. 

Meneruskan sinergi yang telah terbangun, pada tahun ini Huawei telah berencana untuk menandatangani nota kesepahaman dengan XL Axiata terkait kerja sama untuk meningkatkan kapabilitas SDM TIK serta mendukung terbangunnya ekosistem SDM TIK yang lebih baik di Indonesia.”  

XL Future Leaders, tahun ini sudah memasuki tahun ke-9. Dan kali ini bersama dengan Huawei Indonesia telah memulai sesi pertama dari program tahun 2021 dengan menggelar webinar bertema “Roads to IoT Business”. Sebanyak 460 peserta dari 6 kota di Indonesia berpartisipasi secara virtual.

XL Future Leaders (XLFL) merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan yang telah mendapatkan pengakuan publik akan kontribusinya. XLFL, yang sudah diselenggarakan sejak 2012 sebagai wujud komitmen berkelanjutan dari XL Axiata untuk bangsa, bertujuan membangun kompetensi dan daya saing generasi muda Indonesia melalui pengembangan ketrampilan non-teknis. 

Melalui program XLFL, peserta akan mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat dalam membantu mereka beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi. Selain itu, salah satu program XLFL adalah untuk mempertajam kemampuan kepemimpinan yang sangat diperlukan oleh peserta yang tengah menyiapkan diri memasuki dunia profesional. (Icha)

Oppo 5G Academy Ajang Sosialisasi 5G di Indonesia

0

Telko.id – Oppo 5G Academy, sengaja digelar oleh Oppo dengan tujuan untuk mengedukasi jaringan generasi ke-5 kepada media dan khalayak umum. Oppo 5G Academy Volume 1 ini mengambil tema perbincangan mengenai 5G dari sisi teknologi dan infrastruktur. 

“Oppo 5G Academy menjadi sebuah platfrom Oppo Indonesia untuk melakukan edukasi mengenai jaringan 5G kepada masyarakat. Pada acara ini, masyarakat akan mendapatkan  gambaran mengenai teknologi dan manfaat 5G. Oppo juga mengundang stakeholder jaringan 5G, pada acara perdana ini dihadiri oleh Qualcomm dan Smartfren Telecom. Acara ini sekaligus menjadi ajang perkenalan teknologi 5G Oppo dan juga perangkat yang sudah mendukung teknologi ini yakni Oppo Reno5 5G,” tutur Aryo Meidianto A, PR Manager Oppo Indonesia.

Kegiatan perdana Oppo 5G Academy dilaksanakan secara daring dengan mengundang masyarakat umum yang tertarik dengan teknologi jaringan generasi kelima ini mulai dari mahasiswa, komunitas, dan para pemesan perangkat Oppo Reno5 5G. 

Baca juga : Ini Penting nya Indonesia Perlu Segera Gelar Teknologi Jaringan 5G

Oppo 5G Academy bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang teknologi 5G baik dari sisi perkembangan teknologi, implementasi, kegunaan dan pemanfaatan jaringan ini di masa depan. OPPO juga memberikan gambaran mengenai pengembangan perangkat-perangkat 5G termasuk beberapa peranti yang mulai diluncurkan pada tahun ini, salah satunya Oppo Reno5 5G. Acara ini juga dihadiri para pemangku kepentingan jaringan 5G di antaranya Qualcomm dan Smartfren Telecom.

Keterangan Foto (Ki-ka) : Sukaca Purwokardjono -Deputy CEO Mobility Smartfren, PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto dan Shannedy Ong selaku Country Director Qualcomm Indonesia

Sebagai pembuat chipset prosesor 5G seperti yang digunakan pada perangkat Oppo Reno5 5G, Qualcom menerangkan manfaat 5G yang akan didapat masyarakat ketika jaringan ini digelar nantinya. 

“Qualcomm siap bekerja sama dengan mitra OEM dan ODM untuk meluncurkan perangkat 5G di Indonesia seperti OPPO yang menggunakan Snapdragon 765G pada Reno5 5G. Jaringan 5G akan memberikan banyak keuntungan bagi konsumen, terutama untuk kecepatan, latensi yang lebih rendah, dan biaya per bit yang lebih rendah,” papar Shannedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia.

Selain chipset, operator menjadi bagian penting dalam struktur pengembangan jaringan 5G sebagai penyedia layanan. Smartfren Telecom sebagai salah satu operator yang sangat siap untuk mengelar jaringan ini berpendapat mengenai kesiapan dan perkembangan jaringan 5G. 

“Smartfren berkomitmen untuk terus mewujudkan inovasi-inovasi teknologi sehingga bermanfaat membuka peluang baru bagi masyarakat. Kami yakin implementasi 5G di Indonesia akan menjadi game changer bagi industri sekaligus memberikan manfaat besar pada konsumen. Agar manfaat tersebut dapat terwujud, diperlukan sinergi dari seluruh stakeholder dalam ekosistem telekomunikasi,” ujar Sukaca Purwokardjono, Deputy CEO Mobility Smartfren Telecom.

Melalui Oppo 5G Academy, Oppo sangat berharap masyarakat akan lebih mengerti mengenai teknologi, perkembangan dan penggunaan jaringan 5G ke depannya. Melalui acara ini, Oppo juga menegaskan posisinya sebagai penyedia perangkat mobile yang siap dalam menyongsong era jaringan 5G di Indonesia dengan menghadirkan berbagai produk 5G berkualitas yang dapat menyentuh berbagai lapisan masyarakat, dimulai dengan Oppo Reno5 5G. Ke depan, Oppo 5G Academy akan menjadi sebuah ajang bagi Oppo untuk memberikan pengetahuan 5G dan teknologi perangkat 5G Oppo di Indonesia. (Icha)

Ini Penting nya Indonesia Perlu Segera Gelar Teknologi Jaringan 5G

0

Telko.id – Sudah banyak pihak yang menunggu kehadiran jaringan 5G di Indonesia. Banyak juga yang berharap akhir tahun ini atau awal tahun 2022, jaringan 5G sudah bisa hadir. Bahkan, Oppo, Smartfren maupun Qualcomm sangat optimis bahwa mereka sudah siap. Sayang, masalah spektrum dan regulasi sebagai dasar untuk membangun jaringan 5G ini masih belum ada. Dan ini menjadi domain nya pemerintah untuk menyelesaikannya. 

“Dari segi operator, device, teknologi chip, para penyedia layanan 5G sudah siap. Yang belum siap itu regulasi dan spektrum untuk menggelar 5G di Indonesia,” ungkap Shannedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia, dalam acara talkshow, Kamis (4/2/2021).

Padahal menurut Shannedy, penerapan dan komersialisasi teknologi 5G dapat membawa dampak ekonomi pada sektor barang dan jasa sampai 12 triliun dollar AS (sekitar Rp 168.326 triliun). 

“Teknologi ini juga akan membawa lanskap bisnis baru yang sebelumnya tidak pernah ada. Teknologi 5G juga penting bagi Indonesia yang tengah menyongsong industri 4.0,” kata Shannedy. 

Baca juga : Smartfren Siap Gelar Jaringan 5G, Tinggal Menunggu Alokasi Spektrum

Shannedy mengungkapkan bahwa internet generasi kelima memiliki berbagai keunggulan dibandingkan para pendahulunya. Hal yang paling utama, teknologi jaringan 5G ini adalah menawarkan kecepatan yang lebih tinggi 10 kali dibandingkan jaringan 4G. Lalu, kecepatan 5G sudah bukan Megabit per second (Mbps), melainkan sudah Gigabits per second (Gbps). 

“Dengan kecepatan segitu, bisa dipakai untuk streaming resolusi 4K dan 8K. Enggak ada buffering sama sekali,” lanjutnya. 

Keterangan Foto (Ki-ka) : Sukaca Purwokardjono -Deputy CEO Mobility Smartfren, PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto dan Shannedy Ong selaku Country Director Qualcomm Indonesia

Selain kecepatan, teknologi jaringan 5G juga menawarkan latensi yang rendah. “5G latensinya hanya satu mili detik, sedangkan 4G latensinya 30 mili detik,” kata Shannedy. Dengan latensi yang rendah, kata Shannedy, para pengguna bisa menikmati bermain cloud gaming dengan nyaman. 

Vendor smartphone Oppo juga melihat latensi yang rendah pada teknologi jaringan 5G, memungkinkan game berbasis konsol bisa dimainkan langsung di smartphone pengguna. “Kami sudah coba memainkan game Xbox di smartphone. Ini memungkinkan karena latensi rendah yang ditawarkan oleh 5G,” ungkap Aryo Meidianto selaku PR Manager Oppo Indonesia, dalam acara yang sama. 

Berkat kecepatan dan latensi yang rendah, Aryo juga mengatakan, teknologi jaringan 5G memungkinkan semua diakses dengan komputasi awan (cloud computing). Itulah alasan beberapa smartphone 5G tidak dibekali dengan slot kartu memori. “Di masa mendatang semua akan ke cloud. Kita bisa langsung kirim atau menyinkronkan video-foto lewat cloud karena kecepatan dan latensi rendah pada 5G,” lanjut Aryo. 

Tak hanya itu, teknologi 5G juga menjadi teknologi utama pada industri otomatisasi. Internet generasi kelima ini juga akan mendukung berbagai koneksi perangkat Internet of Things (IoT). “Contohnya, kendaraan tanpa awak hanya bisa dijalankan dengan teknologi 5G,” lanjut Shannedy. 

Dari sisi jaringan, teknologi 5G ini nanti nya akan berada diatas teknologi lainnya. Pasalnya, menurut Deputy CEO Mobility Smartfren Sukaca Purwokardjono tidak bisa berdiri sendiri karena teknologi nya membutuhkan teknologi lain sebagai pendukung. “Kedatangan teknologi baru itu tidak membuat pendahulunya menjadi tak berguna. Tidak akan kehilangan begitu saja dan akan tetap mendukung, tidak ada 5G masih dihandle jaringan 3G dan 4G seperti itu,” ungkap nya menjelaskan.

So, kapan jaringan 5G akan digelar? Sabar, kita masih harus menunggu regulasi pemerintah terkait spectrum dan teknologi 5G yang akan digunakan. Jadi, sabar ya! (Icha)

Nokia 1.4

0

Telko.id – Spesifikasi Nokia 1.4 bertumpu pada Snapdragon 215, 1-3 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 8 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2021, February 03 ini dibekali sistem operasi Android 10 (Go edition), planned upgrade to Android 11 (Go edition) dan layar berukuran 6.52″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Nokia memang belum secara resmi merilis harga Nokia 1.4. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Nokia Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Fjord, Charcoal, Dusk) dan memiliki body berdimensi 166.4 x 76.7 x 8.7 mm (6.55 x 3.02 x 0.34 in) dengan berat 178 g (6.28 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, plastic back, plastic frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Single SIM (Nano-SIM) or Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi Nokia 1.4

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 215 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Quad-core 1.3 GHz Cortex-A53 dan prosesor grafis / GPU Adreno 308. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 1-3 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 16GB/32GB/64GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.52″ Inch dengan jenis IPS LCD. Resolusi layarnya 720×1600 pixels dan telah dilengkapi dengan ,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Nokia 1.4 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat4 150/50 Mbps. Selain itu ada juga konektifitas USB microUSB 2.0, GPS(Yes, with A-GPS), Wi-Fi 802.11 b/g/n, hotspot, dan bluetooth (4.2, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, .

Kamera Nokia 1.4

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Nokia 1.4 :

  • 8 MP, (wide), AF
    2 MP, (macro).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 8 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 720p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 5 MP yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 720p@30fps.

Strategi realme Untuk Jadi Nomor 1 Untuk Penjualan AIoT

0

Telko.id – Strategi realme untuk jadi nomor satu pilihan masyarakat ketika membutuhkan produk artificial intelligence of things (AIoT) dijabarkan perusahaan ini saat menggelar realme AIoT Open Day. 

Acara ini dibuat khusus oleh realme untuk membahas ekosistem AIoT miliknya, termasuk tren dan strategi di tahun 2021 dengan para pemimpin industri, pengguna, dan realme Fans, sekaligus menjadi diskusi AIoT pertama yang diprakarsai oleh sebuah merek smartphone. 

realme sendiri mengungkapkan ambisinya menjadi No. 1 AIoT Choice di Indonesia pada tahun 2021, dan tiga strategi utama untuk mencapai visi besar mereka: No.1 AIoT branding, No. 1 AIoT product, No. 1 AIoT channel.

Meski digelar secara online melalui live streaming, realme AIoT Open Day menghadirkan acara yang meriah, menyenangkan dan informatif sehingga banyak anak muda yang tertarik untuk berpartisipasi. Banyak dari mereka yang bertanya dan ingin tahu lebih banyak tentang seperti apa realme AIoT nantinya dan apa yang diharapkan di tahun 2021. realme sendiri juga menjelaskan secara detail apa saja pencapaian AIoT mereka di tahun 2020 sehingga mereka percaya diri untuk berambisi menjadi No. 1 AIoT Choice “Beli AIoT, Pilih realme.”

“Kami sangat senang bisa memberikan acara spesial ini untuk para pecinta gadget dan realme Fans di Indonesia yang ingin mengetahui lebih banyak tentang realme AIoT. Di tahun 2020, kami berhasil membangun fundamental ekosistem AIoT dan mendapat banyak pengakuan dari lembaga penelitian, serta realme Fans. Berdasarkan hal tersebut, kami merumuskan strategi realme baru yang terbagi dalam tiga pilar, yaitu brand, product dan channel untuk mencapai tujuan kami menjadi No. 1 AIoT Choice di tahun 2021 Beli AIoT, Pilih realme,” ujar Palson Yi – Marketing Director realme Indonesia.

Pada acara tersebut Palson menyebutkan bahwa 2020 adalah tahun yang luar biasa bagi realme terutama untuk ekosistem AIoT miliknya. Namun, realme sendiri dapat meluncurkan perangkat realme AIoT berupa smart audio, smart wearable dan smart TV dengan tetap mengusung trendsetting technology dan trendsetting design. 

Semuanya mendapat sambutan hangat di kalangan anak muda dan diakui oleh media teknologi terkemuka di Indonesia sebagai pilihan produk terbaik untuk dibeli bagi para pembacanya. 

Counterpoint juga memberikan julukan baru untuk realme sebagai ‘kuda hitam tahun 2021 untuk kategori perangkat wearable’ dengan masuk ke dalam top 10 TWS brands pada laporan pengiriman untuk Q3 2020.

Tentunya realme tidak berpuas diri dan berhenti dengan banyaknya prestasi yang diraih oleh produk AIoT miliknya. Faktanya, realme akan melaju lebih cepat untuk menciptakan ekosistem AIoT yang lebih matang di tahun 2021 dan menjadi No. 1 AIoT Choice dengan membuat strategi baru dan berpegang teguh pada tiga pilar utama: Brand, Product dan Channel.

Untuk strategi realme terhadap Brand, branding realme AIoT bertujuan untuk memperkenalkan trendsetting AIoT Tech Lifestyle kepada para penggemarnya, memberikan kesempatan untuk mereka menggunakan produk AIoT dan merasakan gaya hidup teknologi trendi yang terkoneksi dengan produk AIoT mereka sendiri. 

Lebih jauh, realme akan menerapkan trendsetting marketing strategy yang lebih dekat dengan anak muda. Di tahun 2021, realme akan menyuarakan trendsetting tech lifestyle, bekerja sama dengan Global Brand Ambassador dan lebih banyak aktivitas experience lainya dalam bentuk beberapa program skenario pengguna yang dijalankan realme di media sosial.

Berbicara tentang strategi Product, realme akan menghadirkan produk AIoT dan membuat perangkat tersebut dapat memberikan solusi yang berguna untuk multi-skenario. realme juga membagikan Smart Connectivity dan Smart Price dari strategi produk AIoT miliknya, di mana Smart Scenarios sendiri akan menghadirkan Smart Health untuk perangkat wearable, serta Smart Entertainment untuk smart audio dan smart TV. 

Untuk Smart Connectivity, realme akan tetap berpegang pada strategi 1+4+N. Dalam arti kata lain, smartphone realme akan tetap menjadi hub untuk 4 kategori perangkat pintar, sedangkan ‘N’ di sini mewakili komitmen realme untuk menghadirkan beragam aksesoris lainnya. 

Untuk Smart Price, realme akan menghadirkan lebih banyak segmen harga di setiap produk utama AIoT sehingga anak muda dapat memiliki lebih banyak pilihan produk di kelas entry-level, mid-range, dan high-end.

Terakhir namun tak kalah pentingnya, realme akan memperkuat strategi Channel mereka sebagai strategi paling utama pada tahun ini. Agar perangkat realme AIoT dapat diakses oleh anak muda di Indonesia, realme memperkuat kehadirannya di berbagai channel e-commerce ternama di Indonesia. 

Untuk channel offline, realme Official Store di Indonesia memiliki misi untuk menciptakan pengalaman hands-on yang langsung dan nyata bagi para penggemar dan pelanggan realme di Indonesia. realme berencana untuk membuka lebih dari 100 realme Official Store pada tahun 2021 agar semua orang dapat merasakan dan menggunakan produk realme, memastikan bahwa produk tersebut sempurna dan sesuai untuk mereka.

Dengan tiga pilar dari strategi 2021, misi dan tujuan utama realme adalah memberikan pengalaman teknologi mutakhir bagi anak muda, menjadi No. 1 AIoT Choice, dan membuat anak muda berpikir bahwa Beli AIoT, Pilih realme. Mengusung semangat khas realme ‘Dare to Leap’, realme akan memberikan generasi muda Indonesia teknologi terdepan yang mereka impikan, seperti hal-nya True Wireless Buds dan smart wearable dari realme yang selalu dilengkapi dengan teknologi terkini dan harga yang terjangkau. (Icha)

Smart Village Di Kulon Progo Bentuk Komitmen Smartfren Business

0

Telko.id – Smart village di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta jadi hasil kerja Smartfren Business. Hal ini sejalan dengan komitmen Smartfren untuk membantu menjadikan internet sebagai saranan membuka peluang baru serta memudahkan aktivitas digital bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Perwujudan Smart Village tersebut dilakukan dengan memanfaatkan One Touch Unified Conferencing (OneTouch UC), sebuah layanan hasil kerjasama Smartfren Business dengan Zoom. Sebelum layanan tersebut diimplementasikan, pandemi COVID-19 membuat pemerintah kabupaten setempat kesulitan berkordinasi untuk menyelenggarakan pendidikan serta agenda pemerintahan. 

Melalui OneTouch UC, aktivitas pertemuan antar operasi perangkat desa (OPD), kepala desa, dan pengawasan perkembangan desa dapat diselenggarakan secara virtual.

Selain itu, OneTouch UC juga membantu terwujudnya penyuluhan pelaku UMKM yang ada di berbagai desa di Kulon Progo. Koordinasi dan penyuluhan UMKM secara virtual seperti ini juga turut membantu terlaksananya kegiatan produktif masyarakat, sambil tetap memastikan protokol kesehatan. 

Baca juga : Dukung #KerjaDariRumah, Smartfren Gandeng Zoom

Sepanjang tahun 2020 lalu, total sudah ada 29 desa yang saling terhubung secara digital, dan sebanyak 45 lainnya akan menyusul pada 2021 ini.

“Berangkat dari tuntutan protokol kesehatan dan kesulitan melakukan koordinasi dari jarak jauh, akhirnya kami berhasil membuka peluang baru dengan mengimplementasikan konsep Smart Village di Kulon Progo. Kami memilih video teleconference dari OneTouch UC dari Smartfren Business karena terkesan dengan kecepatan layanan serta kemudahan yang diperoleh. Terutama ketika mengadakan teleconference antar OPD di seluruh wilayah Kulon Progo,” ungkap Ari Wibowo, Dewan Pengurus Sinergi Karangsari Mandiri, Kabupaten Kulon Progo.

Rangga, CEO Smartfren Business menambahkan, “Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan sehingga berhasil membantu Kabupaten Kulon Progo membuka peluang dan mendapatkan manfaat besar dari teknologi digital. OneTouch UC merupakan salah satu layanan kebanggaan kami yang menawarkan pertemuan virtual, sehingga seluruh pihak dapat berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik walau sambil tetap berada di rumah masing-masing”. 

Ranggak pun berjanji akan terus menghadirkan layanan yang lebih inovatif dan memberikan  dampak positif untuk masyarakat di tahun 2021 ini.

Kabupaten Kulon Progo hanyalah salah satu dari sejumlah manfaat positif layanan OneTouch UC untuk masyarakat. Sepanjang 2020 lalu, Smartfren Business juga telah berhasil menerapkannya dalam digitalisasi kampus Universitas Airlangga, Surabaya, guna melancarkan jalannya proses pendidikan. 

Adapun proses pendidikan yang dilaksanakan secara virtual meliputi kegiatan tes laboratorium bahasa secara online, lembaga penerimaan mahasiswa baru secara online, hingga pertemuan/koordinasi virtual oleh rektorat. Keberhasilan implementasi ini juga membuat Universitas Airlangga menjadi panutan bagi institusi pendidikan lain di Jawa Timur. (Icha)