spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 840

Xiaomi Black Shark 4

0

Telko.id – Spesifikasi Xiaomi Black Shark 4 bertumpu pada Snapdragon 870 5G, 6-12 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2021, March 23 ini dibekali sistem operasi Android 11, Joy UI 12.5 dan layar berukuran 6.67″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Xiaomi memang belum secara resmi merilis harga Xiaomi Black Shark 4. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Xiaomi Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Magic Black, Black, Blue, Silver) dan memiliki body berdimensi 163.8 x 76.4 x 9.9 mm (6.45 x 3.01 x 0.39 in) dengan berat 210 g (7.41 oz). Desainnya dibangun dari komponen , dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi Xiaomi Black Shark 4

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 870 5G yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (1×3.2 GHz Kryo 585 & 3×2.42 GHz Kryo 585 & 4×1.80 GHz Kryo 585) dan prosesor grafis / GPU Adreno 650. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 6-12 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB/256GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4500 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.67″ Inch dengan jenis Super AMOLED, 144Hz, HDR10+, 1300 nits (peak). Resolusi layarnya 1080×2400 pixels dan telah dilengkapi dengan ,Always-on display. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Xiaomi Black Shark 4 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / CDMA / HSPA / EVDO / LTE / 5G yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A; 5G. Selain itu ada juga konektifitas USB USB Type-C 2.0, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS, BDS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.2, A2DP, LE, aptX HD, aptX Adaptive). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer, .

Kamera Xiaomi Black Shark 4

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Xiaomi Black Shark 4 :

  • 48 MP, f/1.8, (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF
    8 MP, f/2.2, 120˚ (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm
    5 MP, f/2.4, (macro), AF.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 20 MP, f/2.0, (wide), 0.8µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

Xiaomi Black Shark 4 Pro

0

Telko.id – Spesifikasi Xiaomi Black Shark 4 Pro bertumpu pada Snapdragon 888, 8-16 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 64 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2021, March 23 ini dibekali sistem operasi Android 11, Joy UI 12.5 dan layar berukuran 6.67″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Xiaomi memang belum secara resmi merilis harga Xiaomi Black Shark 4 Pro. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Xiaomi Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Black, Dark Blue, Silver) dan memiliki body berdimensi 163.8 x 76.4 x 9.9 mm (6.45 x 3.01 x 0.39 in) dengan berat 220 g (7.76 oz). Desainnya dibangun dari komponen , dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi Xiaomi Black Shark 4 Pro

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 888 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (1×2.84 GHz Kryo 680 & 3×2.42 GHz Kryo 680 & 4×1.80 GHz Kryo 680 dan prosesor grafis / GPU Adreno 660. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8-16 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 256GB/512GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4500 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.67″ Inch dengan jenis Super AMOLED, 144Hz, HDR10+, 1300 nits (peak). Resolusi layarnya 1080×2400 pixels dan telah dilengkapi dengan ,Always-on display. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Xiaomi Black Shark 4 Pro sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / CDMA / HSPA / EVDO / LTE / 5G yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A; 5G. Selain itu ada juga konektifitas USB USB Type-C 2.0, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS, BDS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.2, A2DP, LE, aptX HD, aptX Adaptive). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer, .

Kamera Xiaomi Black Shark 4 Pro

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Xiaomi Black Shark 4 Pro :

  • 64 MP, f/1.8, (wide), 1/1.97″, 0.7µm, PDAF
    8 MP, f/2.2, 120˚ (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm
    5 MP, f/2.4, (macro), AF.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 64 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 20 MP, f/2.5, (wide), 0.8µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

Mengupas PP Postelsiar dan Dampaknya Bagi Pelaku Industri ICT

0

Telko.id – Terbitnya Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pada penghujung tahun lalu berkaitan erat dengan kecepatan melajunya industri ICT. Hal ini dipertegas dengan kehadiran beleid turunan dari UU Nomor 11 Tahun 2020 yang mengatur tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran (Postelsiar) berupa Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2021.

Guna mengupas PP Postelsiar dan dampaknya bagi pelaku industri ICT, IndoTelko Forum menggelar webinar bertema ‘Menuju Kompetisi yang Sehat di Industri ICT Pasca PP Postelsiar’ pada Rabu, 24 Maret 2021.

Doni Ismanto Darwin, Founder IndoTelko Forum berharap terbitnya UU Cipta Kerja dan PP Postelsiar bisa membawa angin perubahan bagi industri ICT.

“Keduanya memungkinkan hal-hal yang tadinya tabu bagi pemain Telco seperti network sharing atau penggunaan frekuensi 700 MHz untuk mobile broadband jadi bisa dilakukan. Selain itu adanya PP Postelsiar juga menjamin kepastian hukum terkait analog switch off, serta memberi sinyal untuk pengaturan Over The Top (OTT) di Indonesia,” kata Doni saat membuka webinar.

Menurut Doni, selama ini ada beberapa kendala yang dialami pelaku usaha ICT dalam mengembangkan bisnisnya, terutama terkait ekspansi frekuensi.

Mulai dari keharusan mengembalikan frekuensi ke negara ketika melakukan merger, biaya investasi infrastruktur yang tinggi sementara tarif terlalu murah, sampai bisnis operator yang mengalami tekanan akibat OTT di Indonesia.

“Posisi OTT lebih di atas angin terhadap operator. Hal itu bisa terlihat dari regulatory charges terhadap OTT yang tidak sama dengan operator, padahal layanan OTT mirip dengan operator. Mereka bahkan sekarang punya infrastruktur fisik seperti operator seperti kabel laut sendiri. Isu-isu kesetaraan berusaha ini harus dibereskan oleh pemerintah,” imbuhnya.

Heru Sutadi, Direktur ICT Institute mengungkapkan, masyarakat Indonesia sangat aktif menggunakan internet dan sosial media melalui berbagai gawai yang dimilikinya. Di awal 2021, ICT Institute menyebut ada 345,3 juta gawai (mobile connection) yang digunakan masyarakat Indonesia. Angka tersebut setara dengan 125,6% terhadap total populasi sebanyak 274,9 juta jiwa.

“Internet di Indonesia digunakan oleh setidaknya 202,6 juta orang dan 170 juta orang juga pengguna aktif sosial media. Masyarakat Indonesia menggunakan internet untuk berbagai keperluan mulai dari menonton video, vlog, streaming musik, podcast, berkomunikasi, sampai membaca berita,” ujar Heru.

Tidak heran jika kemudian banyak layanan OTT yang digunakan oleh masyarakat. Heru mencatat YouTube, Whatsapp, Instagram, Facebook, Twitter, dan Facebook Messenger merupakan jenis media sosial yang paling banyak diakses. Menyusul kemudian Line, LinkedIn, Tiktok, Pinterest, Telegram dan lainnya juga digandrungi masyarakat.

Pergeseran gaya hidup tersebut menurut Heru membutuhkan infrastruktur ICT yang memadai, yang selama ini dibangun oleh operator telekomunikasi.

Oleh karena itu, Heru berharap PP Postelsiar bisa menjamin kemudahan bagi operator dalam melakukan kerja sama penggunaan spektrum frekuensi radio. Sehingga bisa menciptakan efisiensi biaya pembangunan infrastruktur, memperluas cakupan wilayah layanan, dan membuat harga layanan telekomunikasi menjadi lebih terjangkau lagi.

Muhammad Ridwan Efendi, Sekretaris Jenderal Pusat Kajian dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan, peranan Menteri Telekomunikasi dan Informatika sangat penting dalam menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat sesuai amanat PP Postelsiar.

“Perlu diingat bahwa kerja sama pemanfaatan infrastruktur aktif bisa dilaksanakan antar operator, namun jangan sampai menimbulkan persaingan yang tidak sehat karena kerja sama itu dilakukan oleh operator yang berkompetisi di pasar yang sama,” kata Ridwan.

Atas dasar itulah, mantan Komisioner BRTI tersebut mengusulkan beberapa rekomendasi bagi pemerintah dalam menyusun Peraturan Menteri yang menjadi petunjuk teknis PP Postelsiar.

“Agar persaingan usaha yang tidak sehat bisa dihindari sebelum dilaksanakan kerja sama pemanfaatan infrastruktur, diperlukan peran Menteri dalam memberikan persetujuan. Peraturan Menteri juga sebaiknya melarang praktik roaming nasional, serta melarang kerja sama frekuensi kecuali untuk teknologi baru seperti 5G atau GSM-R,” jelasnya.

Di webinar yang sama, Kamilov Sagala, Direktur Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) menyoroti beberapa kelemahan PP Postelsiar terhadap pengaturan bisnis OTT asing.

“Tidak disinggung mengenai pajak digital, yang justru menguntungkan OTT dalam menjalankan usahanya di pasar Indonesia yang besar. Negara jadi rugi, karena devisa mengalir keluar,” tegas Kamilov.

Menurut Kamilov, pemerintah atau regulator seharusnya konsisten untuk menyelamatkan industri di dalam negeri dan juga konsumennya.

“Dengan tidak adanya BRTI, Kominfo sebagai penguasa tunggal tidak bisa otoriter. Harus dibangun hubungan dengan asosiasi-asosiasi telekomunikasi yang peduli terhadap perkembangan industri dan perlindungan masyarakat,” katanya.

Kendala Menciptakan Persaingan Usaha yang Sehat

Terbitnya PP Postelsiar juga mendapat perhatian dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Guntur Syahputra Saragih, Wakil Ketua KPPU mengaku mengapresiasi payung hukum yang diterbitkan pemerintah tersebut, karena setidaknya 7 kali menekankan praktik persaingan usaha yang sehat dalam pasal-pasalnya.

Namun, Guntur menyebut ada beberapa catatan yang harus diperhatikan dari PP Postelsiar agar pelaku industri telekomunikasi benar-benar bisa melakukan persaingan bisnis yang sehat.

Pertama, terkait Pasal 30 ayat 2 PP Postelsiar yang menyebutkan Menteri dapat menetapkan tarif batas atas dan atau tarif batas bawah Penyelenggaraan Telekomunikasi dengan memperhatikan kepentingan masyarakat dan persaingan usaha yang sehat.

“Untungnya di ayat ini disebutkan dapat menetapkan tarif. Tetapi apakah benar-benar sudah terjadi kegagalan pasar sehingga regulator harus turun tangan menetapkan tarif. Kami berharap penetapan tarif ini harus melihat sudut pandang masyarakat, bukan hanya dari sisi menjaga keberlangsungan operator yang saling berkompetisi,” kata Guntur.

Kedua, terkait belum terpenuhinya kondisi kesetaraan level of playing field antara operator dengan OTT asing.

Pasal 15 PP Postelsiar menyatakan Pelaku Usaha baik nasional maupun asing yang menjalankan kegiatan usaha melalui internet kepada pengguna di wilayah Indonesia dalam melakukan kerja sama usahanya dengan penyelenggara jaringan telekomunikasi dan/atau penyelenggara jasa telekomunikasi dilaksanakan berdasarkan prinsip adil, wajar, dan non- diskriminatif, serta menjaga kualitas layanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

“Kasarnya, sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, KPPU hanya bisa melakukan penindakan terhadap perusahaan yang badan hukumnya ada di dalam negeri. Para OTT mungkin saja potensi pelanggaran persaingan terjadi misalnya saja urusan perpajakan. Tetapi KPPU sulit untuk melihat hal ini karena OTT ada di luar negeri, kami tidak punya wewenang penindakan extra territory,” ungkapnya.

Ketiga, terkait pengalihan frekuensi antar badan usaha yang tidak perlu lagi dikembalikan ke negara juga mendapat sorotan KPPU.

“Setiap merger perusahaan itu perlu menyampaikan notifikasi ke KPPU yang akan melihat dampaknya dari sisi persaingan usaha. Namun karena UU nya menyebutkan pemberian notifikasi dilakukan setelah merger terjadi, bukan pra-merger maka kalau KPPU menolak merger tersebut akan menjadi masalah tersendiri,” jelasnya.

Dengan adanya berbagai masalah yang jadi perhatian, Kamilov pun dalam diskusi ini berharap adanya badan pengawas. Pasalnya, setelah BRTI atau Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dibubarkan beberapa waktu lalu, kemudian adanya Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pada penghujung tahun lalu berkaitan erat dengan kecepatan melajunya industri ICT maka, perlu ada badan pengawas independen.

“Perlu ada badan pengawas independen. Terserah bentuknya seperti apa, tetapi perlu ada. Jika tidak maka Kementerian Komunikasi dan informatika akan ‘jumawa’. Ini akan kurang baik bagi industry,” ungkapnya. (Icha)

Duet realme Entry Level Siap Guncang Pasar Anak Muda!

Telko.id – Duet realme siap guncang pasar entry level. Lewat realme C25 dan realme C21, merek ini ingin membuktikan konsistensi dalam mempertahankan dominasi nya di segmen anak muda.

“realme C-Series adalah entry-level king dan kami ingin seri smartphone ini untuk tetap duduk di singgasananya. Untuk itu, kami menghadirkan realme C25 dan realme C21 dengan peningkatan yang sangat signifikan di sektor performa dan build quality. Kami bahkan telah berkolaborasi dengan otoritas ternama di dunia yang ahli dalam segi pengujian, inspeksi, dan sertifikasi produk – TÜV Rheinland untuk membuat realme C25 dan realme C21 lebih tangguh di segmen entry-level,” ujar Palson Yi – Marketing Director realme Indonesia.

Realme C25 Tahan Banting!

Apa yang diunggulkan oleh realme C25? Produk ini memadukan antara tahan banting dengan prosesor gaming MediaTek Helio G70, Baterai mega 6000mAh + 18W Quick Charge, 48MP Triple Camera, sertifikasi TÜV Rheinland High Reliability, dan Geometric Art Design. Membuat produk ini layak jadi pilihan ketika kamu mau mengganti smartphone yang sekarang. Harga nya pun terjangkau karena hanya dibanderol dengan harga Rp 2,099,000.

Ayo kita bedah satu persatu. Pertama performa smartphone yang menggunakan MediaTek Helio G70 dengan RAM 4GB dan ROM Up to 128GB. Prosesor ini adalah prosesor delapan inti yang dibuat dengan proses fabrikasi 12nm dan clock speed hingga 2.0Ghz, mengadopsi struktur Cortex A75, menjadikan prosesor ini salah satu prosesor tercepat dan terbaru di kategorinya.

realme C25 hadir dengan dua varian memori LPDDR4X RAM 4GB+64GB dan 4GB+128GB yang jika dibandingkan dengan kinerja grafis LPDDR3 punya peningkatan sebesar 20% dan kinerja RAM meningkat sebesar 100%.

Kedua dari sisi baterai. Dengan mega 6000mAh + 18W Quick Charge – realme C25 memiliki Baterai mega 6000mAh yang dapat digunakan untuk menikmati penggunaan smartphone non-stop, kapan pun pengguna beraktifitas.

Berdasarkan hasil uji realme Lab, realme C25 mampu bertahan selama 47 hari dalam mode standby. Tak lupa, realme C25 mendukung 18W Quick Charge yang dapat mengisi baterai smartphone dalam waktu singkat. Selain itu, realme C25 juga memiliki Super Power Saving Mode untuk memperpanjang usia baterai agar lebih awet.

Bagaimana dengan kameranya? Realme C25 ini sudah dilengkapi dengan 48MP AI Triple Camera, mengadopsi sensor 48MP pada kamera utama dengan aperture besar f/1.8 yang mampu menangkap cahaya lebih sehingga gambar yang dihasilkan menjadi jernih dan cerah.

Lensa kedua adalah lensa makro dengan jarak pemotretan super dekat hingga 4cm. Lensa ketiga adalah lensa B&W untuk membuat foto potret dalam warna hitam dan putih, memberikan eksposur yang lebih tinggi serta meningkatkan kontras antara gambar terang dan gelap.

realme C25 juga telah dilengkapi dengan Super Nightscape Mode dan lima Night Filter (Cyberpunk, Flamingo, Modern Gold, Dazzle dan Astral) khas realme agar hasil memotret di malam hari menjadi lebih impresif. 

Di bagian depan, kamera selfie 8MP yang ada pada realme C25 dapat mengambil foto yang jernih dan tajam. Kamera depan ini juga mendukung AI beauty, mode HDR, mode portrait dan fitur Panoselfie untuk mengambil foto selfie yang lebih luas.

Nah, ini yang pastinya akan semakin menggugah mu untuk melirik smartphone ini. Bagaimana tidak, dengan meganut Trendsetting Geometric Art Design, realme C25 memiliki dua pilihan warna yang menarik: Water Blue dan Water Grey.

Menariknya lagi, bagian belakang smartphone ini memiliki tekstur yang dipoles menggunakan teknologi mutakhir dari Jerman dengan mesin ukiran lima sumbu presisi. Setelah 300 menit pemolesan, 450+ lekukan diukir untuk menciptakan efek cahaya reflektif khusus. Penggunaan teknologi ini membuat realme C25 lebih berwarna, menarik, nyaman digenggam dan bebas sidik jari serta efektif mencegah goresan dan terpeleset dari tangan.

Untuk mengesksplorasi jauh lebih dalam lagi, reame C25 sduah dibekali dengan realme UI 2.0. Di dalamnya terdapat fitur kustomisasi ikon baru yang ditingkatkan dan mendukung ikon pihak ketiga dari Play Store atau Theme Store.

Selain itu, realme UI 2.0 mendukung sisi ART+ untuk kustomisasi ikon sehingga gaya default/gaya material/bentuk ikon dapat diubah ukurannya. Nama aplikasi juga bisa disesuaikan ukuran font-nya atau bahkan disembunyikan. Untuk Gen Z yang kaya imajinasi, realme UI 2.0 memberikan opsi penyesuaian yang luar biasa sehingga pengguna dapat mencampur dan menciptakan realme UI sesuai dengan selera serta menentukan realme UI 2.0 sesuai selera pengguna.

Realme C21, Baterai besar Dengan 3 Kamera!

Kini giliran kita membedah realme 21. Dari sisi harga, smartphone ini lebih agresif. Dengan memiliki baterai besar berkapasitas 5000mAh, 13MP AI Triple Camera, MediaTek Helio G35, TÜV Rheinland High Reliability dan Trendsetting Geometric Crosshatch Design, hanya dibandrol dengan harga Rp 1,549,000.

Dari sisi baterai, realme C21 memiliki baterai masif 5000mAh yang dapat digunakan untuk menikmati penggunaan smartphone tanpa jeda, kapan pun aktivitas pengguna. Berdasarkan hasil uji realme Lab, realme C21 mampu bertahan selama 47 hari dalam mode standby.

Dengan reverse charge OTG khusus, realme C21 juga bisa menjadi powerbank untuk perangkat AIoT Anda. realme C21 juga memiliki Super Power Saving Mode yang dapat digunakan untuk memperpanjang usia baterai agar lebih awet.

Dari sisi kamera, realme C21 memiliki kamera utama 13MP dengan aperture besar f/2.2 yang mampu menangkap cahaya sehingga gambar yang dihasilkan menjadi lebih jernih dan cerah. Lensa ketiga adalah lensa B&W untuk membuat foto potret dalam warna hitam dan putih, memberikan eksposur yang lebih tinggi dan meningkatkan kontras antara gambar terang dan gelap. realme C21 juga telah dilengkapi dengan Super Nightscape Mode agar hasil memotret di malam hari menjadi lebih terang dan jelas.

Di bagian depan, kamera selfie 5MP yang ada pada realme C21 dapat mengambil foto yang jernih dan tajam. Kamera depan ini juga mendukung AI beauty, mode HDR, mode portrait dan fitur Panoselfie untuk mengambil foto selfie yang lebih luas.

Bagaimana dengan prosesornya, realme C21 dibekali dengan prosesor MediaTek Helio G35 yang sejatinya adalah prosesor gaming untuk segmen entry-level. Prosesor adalah prosesor delapan inti yang dibuat dengan proses fabrikasi 12nm dan clock speed hingga 2.3Ghz berkat struktur Cortex A53. realme C21 tersedia dengan dua pilihan varian, yakni 3GB+32GB dan 4GB+64GB, yang seluruhnya telah ditenagai oleh RAM LPDDR4X. Dibandingkan dengan LPDDR3, kinerja grafis pada smartphone ini meningkat 20% dan kinerja RAM meningkat 100%.

Trendsetting Geometric Crosshatch Design – realme C21 tersedia dalam 2 pilihan warna menarik: Cross Blue dan Cross Black. Terinspirasi dari bentuk jam pasir, desain crosshatch yang berani, trendi dan fungsional ini memberikan efek visual yang kuat sekaligus melindungi bagian belakang dari noda sidik jari.

realme juga memindahkan speaker grill ke bagian belakang realme C21 untuk menghasilkan suara yang lebih keras. Saat tinggal di lingkungan yang bising, suara yang lebih keras tampaknya menjadi hal yang penting bagi pengguna. Oleh karena itu, tim produk realme berusaha untuk memenuhi permintaan pengguna.

Sertifikasi TÜV Rheinland High

Ya, duet realme ini sudah mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland High Reliability untuk menjawab kebutuhan pengguna di segmen entry-level akan smartphone yang tangguh. Selama 8 bulan terakhir, realme dan tim pengujian kualitas di TÜV Rheinland telah bekerja sama untuk menetapkan standar kualitas yang baru dan lebih baik untuk smartphone.

Sertifikasi TÜV Rheinland Smartphone High Reliability menetapkan standar kualitas tinggi untuk konsumen elektronik serta standar industri untuk pasar utama di seluruh dunia.

Menurut standar sertifikasi kualitas baru dari TÜV Rheinland, sebagian besar kondisi pengujian dilakukan berdasarkan siklus hidup smartphone selama tiga tahun. Sertifikasi TÜV Rheinland Smartphone High Reliability berisi 23 pengujian utama, termasuk 10 Skenario Pengujian Penggunaan Harian seperti jatuh, abrasi karena penggunaan.

Lalu ada 7 Skenario uji Lingkungan Ekstrem, seperti suhu super tinggi dan rendah, kelembaban tinggi dan rendah, fluktuasi tegangan, masa pakai tombol, listrik statis, tekanan udara. Dan terakhir ada 6 Komponen Skenario Uji Reliabilitas.

Semuanya fitur yang ada pada duet realme ini sangat jarang ditemukan di ponsel segmen entry level. Tak heran, duet realme ini sangat diandalkan untuk bisa mengguncang pasar entry level di tahun ini.(Icha)

Dibalik Krisis Chipset Smartphone Yang Kini Melanda Dunia

0

Telko.id – Saat ini, para produsen smartphone kuartal depan kelimpungan. Pasalnya, untuk memperoleh chipset sebagai ‘otak’ dari smartphone mereka sulit didapatkan. Banyak pihak menyebutnya dengan kondisi krisis chipset global. Lalu sebenarnya ada yang terjadi di industri chipset mobile atau smartphone ini?

Sebenarnya, industri otomotif sudah duluan merasakan krisis. Diperkirakan akan kehilangan penjualan $ 61 miliar tahun ini saja. Honda Motor Co bahkan sempat menyebutkan akan menghentikan sementara beberapa produksi di sebagian besar pabrik AS dan Kanada.

Kini giliran para produsen smartphone yang terimbas. Apakah krisis chipset ini hanya karena persoalan suplai dan demand saja? Atau ada masalah politik juga dibalik ini semua?

Kalau mau jujur, memang dengan adanya pandemi, produksi chipset ini cukup terganggu karena banyak karyawan yang harus bekerja dari rumah. Tapi untuk produksi chipset, tentu harus dilakukan di pabrik kan? Disisi lain, ternyata permintaan chipset mobile di era covid ini meningkat cukup tajam. Akhirnya terjadi kesenjangan antar suplai dan demaind. Jadi produksi pun tidak bisa mengejar kebutuhan pasar yang ada.

Hal ini sempat juga disampaikan oleh raksasa industri Continental AG di Renesas Electronics Corp dan Innolux Corp yang memperingati bahwa krisis chipset ini akan lebih lama dari perkiraan. Pasalnya, permintaan di era Covid ini belum pernah terjadi sebelumnya. Mulai dari otomotif, konsol game dan perangkat seluler.

Samsung Electronics juga sempat ‘nyentil’ masalah ini. Produsen ini menyuarakan keprihatinannya atas kekurangan chip ini. Adalah Co-CEO Koh Dong-jin yang mengatakan pada rapat pemegang saham tahunan di Seoul beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Bloomberg.

Samsung sebagai salah satu produsen chip dan elektronik konsumen terbesar di dunia, memperkirakan krisis akan menjadi masalah bagi aktivitasnya pada kuartal berikutnya. Bahkan, perusahaan juga berencana untuk menunda peluncuran Galaxy Note baru – salah satu model terlarisnya – yang rencananya akan diluncurkan pada paruh kedua 2021 ini.

Padahal, menurut perkiraan IDC, seri Note ini telah menyumbang sekitar 5% dari pengiriman smartphone Samsung selama dua tahun terakhir. Termasuk juga menjadi menyumbang sebagian besar pendapatan produsen ini karena merupakan salah satu produk yang termahal di jajarannya.

Saat covid sendiri, para produsen chipset sempat menurunan forecast produksinya. Tapi produsen elektronik, game console, chip GPU untuk mining bitcoin, dan segala jenis semicondictor meningkat semua demand nya. Akibatnya, supplier seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dan Samsung kelabakan.

Apalagi, Huawei yang kini juga kesulitan memperoleh chipset karena harus membeli dari supplier non USA akibat adanya larangan dari pihak Amerika. Nah, ordernya itu larinya ke TSMC dan Samsung juga. Akhirnya krisis chipset ini terjadi karena pabrikan chipset tidak bisa mengejar demand.

Begitu pula Qualcomm. Perusahaan asal Amerika ini begitu agresif mendesain chipset, tetapi dari sisi produksi, sama juga, mengandalkan Samsung dan TSMC untuk memproduksinya dan kapasitas pembuat chip Taiwan tersebut telah dibatasi.

“Pengetatan pasokan chip Qualcomm AP yang diproduksi oleh TSMC mempengaruhi semua orang kecuali Apple,” kata MS Hwang, analis di Samsung Securities, seperti dikutip dari Bloomberg.

Bahkan menurut Hwa, industry lain akan ikut terpukul juga. “PC akan segera terpukul karena kekurangan pasokan IC driver layar, dan profitabilitas TV akan terpengaruh oleh melonjaknya harga panel LCD,” ungkap nya.

Seperti hukum ekonomi dasar, ketidak seimbangan antara suplai demand akan membuat harga meningkat. Akibatnya, tentu harga chipset ini akan melesat dan merangsang harga smartphone di pasar. Mudah-mudaha, kondisi ini tidak lama ya. Jadi kita bisa merasakan smartphone dengan teknologi canggih tanpa harus dengan harga tinggi. (Icha)

Xiaomi Poco F3

0

Telko.id – Spesifikasi Xiaomi Poco F3 bertumpu pada Snapdragon 870 5G, 6/8 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2021, March 22 ini dibekali sistem operasi Android 11, MIUI 12 for POCO dan layar berukuran 6.67″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Xiaomi memang belum secara resmi merilis harga Xiaomi Poco F3. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Xiaomi Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Arctic White, Night Black, Deep Ocean Blue) dan memiliki body berdimensi 163.7 x 76.4 x 7.8 mm (6.44 x 3.01 x 0.31 in) dengan berat 196 g (6.91 oz). Desainnya dibangun dari komponen , dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi Xiaomi Poco F3

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 870 5G yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (1×3.2 GHz Kryo 585 & 3×2.42 GHz Kryo 585 & 4×1.80 GHz Kryo 585) dan prosesor grafis / GPU Adreno 650. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 6/8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB/256GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4520 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.67″ Inch dengan jenis AMOLED, 120Hz, HDR10+, 900 nits (typ), 1300 nits (peak). Resolusi layarnya 1080×2400 pixels dan telah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 5,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Xiaomi Poco F3 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE / 5G yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G. Selain itu ada juga konektifitas USB USB Type-C 2.0, USB On-The-Go, GPS(Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS, NavIC), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.1, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, color spectrum, .

Kamera Xiaomi Poco F3

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Xiaomi Poco F3 :

  • 48 MP, f/1.8, 26mm (wide), 1/2″, 0.8µm, PDAF
    8 MP, f/2.2, 119˚ (ultrawide)
    5 MP, f/2.4, 50mm (macro), 1/5.0″, 1.12µm, AF.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 20 MP, f/2.5, (wide), 1/3.4″, 0.8µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps, 720p@120fps.

Xiaomi Poco X3 Pro

3

Telko.id – Spesifikasi Xiaomi Poco X3 Pro bertumpu pada Snapdragon 860, 6/8 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2021, March 22 ini dibekali sistem operasi Android 11, MIUI 12 for POCO dan layar berukuran 6.67″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Xiaomi memang belum secara resmi merilis harga Xiaomi Poco X3 Pro. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Xiaomi Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Phantom Black, Frost Blue, Metal Bronze) dan memiliki body berdimensi 165.3 x 76.8 x 9.4 mm (6.51 x 3.02 x 0.37 in) dengan berat 215 g (7.58 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front (Gorilla Glass 6), plastic back, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi Xiaomi Poco X3 Pro

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 860 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (1×2.96 GHz Kryo 485 Gold & 3×2.42 GHz Kryo 485 Gold & 4×1.78 GHz Kryo 485 Silver) dan prosesor grafis / GPU Adreno 640. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 6/8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB/256GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 5160 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.67″ Inch dengan jenis IPS LCD, 120Hz, HDR10, 450 nits (typ). Resolusi layarnya 1080×2400 pixels dan telah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 6,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Xiaomi Poco X3 Pro sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A. Selain itu ada juga konektifitas USB USB Type-C 2.0, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, BDS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Kamera Xiaomi Poco X3 Pro

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Xiaomi Poco X3 Pro :

  • 48 MP, f/1.8, (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF
    8 MP, f/2.2, 119˚ (ultrawide)
    2 MP, f/2.4, (macro)
    2 MP, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 20 MP, f/2.2, (wide), 1/3.4″, 0.8µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR, panorama dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

vivo Y72 5G

0

Telko.id – Spesifikasi vivo Y72 5G bertumpu pada Dimensity 700 5G, 8 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 64 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2021, March 22 ini dibekali sistem operasi Android 11, Funtouch 11.1 dan layar berukuran 6.58″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Vivo memang belum secara resmi merilis harga vivo Y72 5G. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Vivo Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Graphite Black, Dream Glow) dan memiliki body berdimensi 164 x 75.3 x 8.5 mm (6.46 x 2.96 x 0.33 in) dengan berat 193 g (6.81 oz). Desainnya dibangun dari komponen , dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi vivo Y72 5G

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Dimensity 700 5G yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (4×2.2 GHz Cortex-A76 & 4×2.0 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G57 MC2. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 5000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.58″ Inch dengan jenis IPS LCD. Resolusi layarnya 1080×2408 pixels dan telah dilengkapi dengan ,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, vivo Y72 5G sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE / 5G yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G. Selain itu ada juga konektifitas USB USB Type-C, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, BDS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.1, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Kamera vivo Y72 5G

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang vivo Y72 5G :

  • 64 MP, f/1.8, 26mm (wide), 1/1.7X”, 0.8µm, PDAF
    8 MP, f/2.2, 120˚, 16mm (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm
    2 MP, f/2.4, (macro).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 64 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 16 MP, f/2.0, (wide) yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

vivo X60

0

Telko.id – Spesifikasi vivo X60 bertumpu pada Snapdragon 870 5G, 12 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2021, March 22 ini dibekali sistem operasi Android 11, Funtouch 11.1 dan layar berukuran 6.56″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Vivo memang belum secara resmi merilis harga vivo X60. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Vivo Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Midnight Black, Shimmer Blue) dan memiliki body berdimensi 159.6 x 75 x 7.4 mm (6.28 x 2.95 x 0.29 in) dengan berat 176 g (6.21 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, glass back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi vivo X60

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 870 5G yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (1×3.2 GHz Kryo 585 & 3×2.42 GHz Kryo 585 & 4×1.80 GHz Kryo 585) dan prosesor grafis / GPU Adreno 650. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 12 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 256GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4300 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.56″ Inch dengan jenis AMOLED, 120Hz, HDR10+. Resolusi layarnya 1080×2376 pixels dan telah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 6,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, vivo X60 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE / 5G yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G. Selain itu ada juga konektifitas USB USB Type-C 2.0, USB On-The-Go, GPS(Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS, NavIC), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.1, A2DP, LE, aptX HD). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass, color spectrum, .

Kamera vivo X60

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang vivo X60 :

  • 48 MP, f/1.8, 26mm (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF, OIS
    13 MP, f/2.5, 50mm (portrait), 1/2.8″, 0.8µm, PDAF, 2x optical zoom
    13 MP, f/2.2, 120˚, 16mm (ultrawide).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 32 MP, f/2.5, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

vivo X60 Pro

0

Telko.id – Spesifikasi vivo X60 Pro bertumpu pada Snapdragon 870 5G, 12 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2021, March 22 ini dibekali sistem operasi Android 11, Funtouch 11.1 dan layar berukuran 6.56″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Vivo memang belum secara resmi merilis harga vivo X60 Pro. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Vivo Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Midnight Black, Shimmer Blue) dan memiliki body berdimensi 158.6 x 73.2 x 7.6 mm (6.24 x 2.88 x 0.30 in) dengan berat 179 g (6.31 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, glass back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi vivo X60 Pro

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 870 5G yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (1×3.2 GHz Kryo 585 & 3×2.42 GHz Kryo 585 & 4×1.80 GHz Kryo 585) dan prosesor grafis / GPU Adreno 650. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 12 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 256GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4200 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.56″ Inch dengan jenis AMOLED, 120Hz, HDR10+. Resolusi layarnya 1080×2376 pixels dan telah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 6,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, vivo X60 Pro sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE / 5G yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G. Selain itu ada juga konektifitas USB USB Type-C 2.0, USB On-The-Go, GPS(Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS, NavIC), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.1, A2DP, LE, aptX HD). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass, color spectrum, .

Kamera vivo X60 Pro

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang vivo X60 Pro :

  • 48 MP, f/1.5, 26mm (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF, gimbal stabilization
    13 MP, f/2.5, 50mm (portrait), 1/2.8″, 0.8µm, PDAF, 2x optical zoom
    13 MP, f/2.2, 120˚, 16mm (ultrawide).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 32 MP, f/2.5, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.