spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 712

SATRIA-1 Belum Ready, Pemerintah Sudah Siap Buat Satelit SATRIA-2

0

Telko.id – Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan rencana untuk membuat satelit SATRIA-2. Padahal SATRIA-1 masih dalam proses pembuatan di Canes. Langkah ini dilakukan karena kebutuhan Indonesia belum mencukupi.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate saat melakukan peninjauan Satelit Bumi di Kabupaten Kupang.

“Semua itu belum cukup jika mengingat kebutuhan Indonesia. Maka BAKTI Kominfo juga sudah menyiapkan rencana untuk SATRIA-2. Saya sudah minta izin kepada Presiden akhir bulan ini dan awal bulan depan untuk mengunjungi Eropa. Saya, antara lain, akan ke Prancis untuk melanjutkan pembicaraan persiapan pembangunan SATRIA-1 dan kemudian ke Inggris untuk membicarakan pembangunan satelit SATRIA-2,” papar Johnny.

Kenapa perlu satelit SATRIA-2?

kapasitas satelit Satria-1 hanya memuat 150 Gbps untuk memancarkan akses internet di 150 ribu titik seluruh pelosok Indonesia. Jumlah kapasitas tersebut masih jauh dari target.

“Kami baru market sounding, kebutuhannya itu hingga 1 Tbps, sedangkan satelit Satria-1 itu 150 Gbps jadi kurang sekitar 850 Gbps lagi,” ujar Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Kominfo, Anang Latif beberapa waktu lalu.


“Dibutuhkan satelit Satria-2 dan Satria-3 yang rencananya masing-masing kapasitasnya 300 Gbps. Itu sekarang kita lakukan market sounding dengan berbagai macam metode pembiayaan kami coba, salah satunya KPBU, beberapa konsorsium negara lain juga bisa investasi di proyek ini,” tuturnya.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) berencana menggelar lelang pemilihan badan usaha pelaksana Satelit Multifungsi Satria II pada kuartal III/2022. Hingga saat ini, ketentuan dan persyaratan untuk ikut tender masih disusun. 

“[Tender Pemilihan Badan Usaha Pelaksana Satria II] rencananya kuartal III/2022,” kata Anang. 

Anang menjelaskan proses tender tidak dapat dilakukan pada kuartal I dan kuartal II/2022 karena untuk menjalankan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) membutuhkan proses yang cukup panjang. 

Sebagai informasi, Satelit Satria I dibangun dengan skema KPBU, di mana PT Satelit Nusantara Tiga menjadi badan usaha pelaksana. Pembangunan Satelit Satria II pun rencananya menempuh cara yang sama. 

Setelah terpilih badan usaha pelaksana untuk Satria II, kemudian akan ditentukan tempat pembangunan dan sumber pendanaan. 

Sebelumnya, berdasarkan perhitungan Bakti dari 150.000 titik yang akan mendapat layanan Satria I, terdapat sekitar 26,52 juta calon penerima layanan internet Satria. 

Dengan total permintaan tersebut, diperkirakan rata-rata per pengguna hanya akan mendapat kuota sebesar 1,14GB setiap bulan atau setara dengan 2 jam aktivitas konferensi video. Jumlah tersebut dinilai sangat kurang. 

Terdapat kesenjangan antara suplai data dari satelit dengan permintaan. Merujuk pada data Telkomsel pada 2019, kata Anang, rata-rata pelanggan seluler per individu mengkonsumsi data sebesar 5,2GB per bulan. 

Pada 2023, prediksi Bakti, rata-rata konsumsi paket data per pelanggan per bulan mencapai 41GB – 50GB.  

Anang mengatakan jika Indonesia bertahan dengan menggunakan satu satelit untuk melayani 26,5 juta pengguna, maka daerah 3T tetap akan tertinggal. Pasalnya, rata-rata pengguna seluler pada 2023 telah mengonsumsi data sebesar 50GB atau sekitar 40 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan konsumsi data penghuni di 3T.  

Adapun jika ditambahkan dengan Satria II yang diproyeksikan memiliki kapasitas sebesar 300Gbps dan Satria 3 dengan kapasitas 500Gbps, maka rata-rata per pengguna  per GB yang diterima setiap bulannya mencapai 7,25GB. Dengan catatan, pada 2030 – saat Satria 2 dan 3 diproyeksikan telah meluncur – jumlah penerima internet di 3T masih 26,5 juta. (Icha)

Jaringan XL Axiata, Ini Strategi Pembangunannya di 2022!

0

Telko.id – Tahun 2022 memang akan banyak tantangannya. Terutama dari sisi jaringan karena adanya kebiasaan masyarakat yang berubah menghadapi paska pandemic covid-19. Di mana trafik data diproyeksikan akan terus naik. Dan, ini strategi pembangunan jaringan XL Axiata di 2022.

Tahun 2022 ini XL Axiata terus berupaya meningkatkan kualitas jaringan data guna mengimbangi terus meningkatnya trafik penggunaan oleh pelanggan dari tahun ke tahun.

Untuk memastikan kebutuhan jaringan berkualitas terpenuhi di tahun 2022 ini, manajemen XL Axiata telah menetapkan fokus pembangunan jaringan yaitu meningkatkan kapasitas dan efisiensi guna menghadirkan customer experience yang lebih baik. Sejumlah inisiatif telah mulai diimplementasikan sejak awal tahun ini untuk merealisasikan tujuan tersebut.

”Menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik menjadi prioritas utama kami. Oleh karena itu kami terus melakukan berbagai upaya dan inisiatif secara konsisten untuk dapat mewujudkan hal tersebut, karena kami percaya dengan kualitas jaringan yang terus ditingkatkan akan membuat pelanggan semakin nyaman dan stay longer dalam menggunakan layanan-layanan yang kami sediakan,” kata I Gede Darmayusa, Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata dalam media update hari ini, Kamis (24/02).

Gede menambahkan, setiap tahun kebutuhan konektivitas data terus meningkat. Hal tersebut didorong oleh terus bertambahnya pengguna layanan internet. Data menunjukkan, 73,7% dari populasi Indonesia saat ini telah mengakses internet, dengan waktu berselancar rata-rata mencapai 9 jam per hari. Sebanyak 61,8% populasi juga aktif menggunakan media sosial, dengan waktu akses rata-rata sekitar 7,5 jam per hari.

Gaya hidup digital memang telah menjadi kebutuhan utama bagi pelanggan XL Axiata dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Karena itu, mereka menjadi lebih sensitif terhadap pengalaman digitalnya, seperti misalnya kecepatan akses internet yang kurang memadai, rendahnya kualitas sinyal di dalam ruangan, hingga koneksi yang sering macet saat main gim atau mengakses konten hiburan.

Gede juga menyebutkan, untuk fokus pembangunan jaringan XL Axiata di 2022 ini, sejumlah inisiatif telah mulai dijalankan sejak awal 2022 mencakup beberapa aspek. Pertama, peningkatan customer experience.

Untuk hal ini, dilakukan penerapan intelligence and automation guna meningkatkan kemampuan jaringan, yang meliputi otomatisasi pada konfigurasi jaringan, optimasi, self-diagnostic, serta pemulihan jaringan. Selain itu, XL Axiata juga sudah mengimplementasi automated optimization untuk VoLTE services, serta value-based planning tools yang melibatkan beberapa aspek strategis bisnis dalam perencanaan jaringan.

Dengan penerapan intelligence and automation ini, XL Axiata dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi jaringan secara lebih cepat, dimana intelligence and automation ini diaplikasikan pada proses perencanaan hingga pengoperasian jaringan.

Aspek kedua adalah memberikan pengalaman layanan digital yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti penyediaan layanan yang terintegrasi untuk mobile consumer dan home serta penyediaan kapasitas jaringan yang sesuai dengan kebutuhan tiap area.

Aspek ketiga, reliable service experience atau pengalaman layanan yang lebih andal dimana untuk aspek ini XL Axiata menargetkan 100% availability dengan menambah 12.000 BTS LTE900 yang menjangkau 343 kota, serta menambah 100 BTS 5G di 3 kota. Selain itu, XL Axiata juga menambah 2 lokasi core, 6.000 site fiberisasi dan 20.000 km tambahan fiber untuk menjamin realtime high-performance, lag-free experience bagi pelanggan.

Pada tahun 2022 ini, XL Axiata juga akan terus menyiapkan infrastruktur jaringan guna menunjang layanan 5G. Salah satu milestone terpenting dan utama adalah memastikan ketersediaan spektrum dan perangkat.

Di awal tahun ini, XL Axiata mengadakan uji coba co-existency 5G dan Fixed-Satellite Service (FSS) guna memastikan potensi pemanfaatan spektrum 3.5GHz bagi 5G. Uji coba salah satunya sudah dilaksanakan di kawasan sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok. Uji coba yang lain dilakukan bersama BRI dan Universitas Telkom.

XL Axiata juga akan ikut mendukung upaya pemerintah dalam membuktikan kesiapan Indonesia menggelar konektivitas broadband kecepatan tinggi, yaitu 5G, dan diharapkan akan mendorong pertumbuhan perangkat pendukungnya.

Implementasi program ini diantaranya akan dilaksanakan dalam ajang G20 yang akan dilaksanakan di sejumlah kawasan wisata, antara lain Danau Toba, Bali, Mandalika, dan Labuhan Bajo. (Icha)

Reno7 Series 5G, Ini Spesifikasi Lengkap nya!

0

Telko.id – Reno7 Series 5G keluaran dari Oppo memang bikin penasaran. Maklum saja, spesifikasi lengkap nya diumumkan sedikit demi sedikit. Tapi sekarang waktu nya untuk tahu lebih dalam lagi tentang spesifikasi lengkap nya. Penasaran ya?

Ya, akhirnya Oppo menutup seluruh rangkaian kegiatan perkenalan Reno7 Series di Indonesia dengan menyelenggarakan Reno7 Series Pre-Launch Event. Pada akhir dari rangkaian kegiatan ini, Oppo membeberkan seluruh spesifikasi perangkat Reno7 series 5G dan memberikan informasi tambahan mengenai Oppo Reno7 yang akan segera hadir di Indonesia.

“Kami menutup rangkaian acara perkenalan Reno7 Series hari ini (24/2). Selanjutnya perangkat Oppo Reno7 Series 5G akan meluncur tanggal 2 Maret 2022 melalui platform media sosial resmi Oppo Indonesia baik di Instagram, Facebook, dan YouTube pada pukul 19.00 WIB, di sana kami juga akan memperkenalkan perangkat Reno7 dan juga perangkat IoT baru, Watch Free,” ujar Aryo Meidianto A, PR Manager Oppo Indonesia.

Apa saja sih fitur unggulan dari Reno7 Series ini?

ThePortraitExpert

Oppo Reno7 series hadir dengan membawa keunggulan fitur portrait, tidak hanya pada satu sisi kamera saja, Oppo mengembangkan fitur potret untuk dapat berjalan sama baiknya pada kamera swafoto dan kamera utama.

Menariknya, pada Reno7 series, Oppo berupaya untuk meniru hasil potret yang biasanya didapatkan melalui kamera DSLR dengan lensa bukaan besar. Kini, melalui Reno7 series Oppo menawarkan penggunanya kebebasan untuk mengatur kedalaman bidang dan ruang tajam melalui kemampuannya meniru sifat optik dari kamera DSLR.

Portrait mode pada Reno7 series dapat mensimulasikan 25 tingkatan ukuran diafragma yang dapat disesuaikan mulai dari F0.95 hingga F16. Selain itu Oppo juga menghadirkan efek bokeh flare untuk mencapai efek bokeh layaknya produksi video profesional dengan menggunakan lensa bukaan lebar dan menggunakan sebuah smartphone.

Oppo Reno7 5G

Oppo Reno7 5G hadir dengan material penampang belakang yang dibuat dengan proses Laser Direct Imaging (LDI). Teknik LDI diterapkan untuk meniru gambaran jejak bintang dan menciptakan pola yang terdiri dari 1,2 juta raster mikro serta diproduksi dengan tingkat presisi 20 mikron.

LDI menerapkan teknologi laser engraving pada lapisan yang terletak di atas Oppo Glow. Lapisan Oppo Glow menghasilkan gradasi warna yang dapat berubah secara dinamis dan diperkuat sehingga tahan terhadap goresan.

Oppo juga melengkapi Reno7 5G dengan baterai 4.500 mAh dan teknologi pengisian daya super cepat 65W SUPERVOOC, yang membuat perangkat dapat diisi daya hingga 100% dalam waktu sekitar 31 menit. Oppo Reno7 5G memiliki kompartibilitas 5G pada frekuensi band N1, N3 dan N40 berkat keberadaan prosesor 5G Mediatek Dimensity 900 5G.

Reno7 5G membawa layar besar 6.4 inchi AMOLED. Demi menjanjikan pengalaman bermain game, multimedia dan sosial media yang lebih lancar, tidak lupa Oppo melengkapi layar ini dengan refresh rate 90hz.

Oppo Reno7 5G juga dilengkapi dengan RAM 8GB yang dapat diekspansi hingga 5GB dan juga penyimpanan internal 256GB yang masih dapat ditambah dengan kartu microSD hingga 1TB.

Oppo Reno7 Z 5G

Oppo Reno7 Z 5G mengusung Ultra-Slim Retro Design dengan bingkai samping datar. Reno7 Z 5G menjadi salah satu perangkat smartphone yang dilengkapi prosesor baru Snapdragon 695 5G. Prosesor ini memberikan kompatibilitas dengan seluruh operator telekomunikasi penyelengara jaringan 5G di Indonesia terutama pada dukungan band N1, N3 dan N40.

Oppo juga memperkenalkan Dual Orbit Light, sebuah fitur yang membawa nostalgia breathing light yang diperkenalkan Oppo pada perangkat Find 7 di tahun 2013. Dua buah breathing light yangletaknya tersembunyi di bawah dua cincin dekorasi lensa, dapat menyala ketika terdapat panggilan, notifikasi atapun saat meluncurkan game.

Untuk memberikan daya tahan penggunaan seharian, Oppo Reno7 Z 5G dilengkapi baterai 4.500 mAh dan teknologi pengisian daya super cepat 33W SUPERVOOC sehingga perangkat ini dapat diisi penuh dalam waktu 63 menit. Tak lupa layar 6.4 inchi AMOLED FHD+ hadir memberikan kenyamanan menonton konten streaming, apalagi dilengkapi sertifikasi Netflix HD & Amazon HD Streaming.

Reno7 Z 5G membawa RAM 8GB dengan opsi ekspansi hingga 5GB dan juga penyimpanan Internal 128GB yang dapat diperluas dengan microSD hingga 1TB. Reno7 Z 5G menjadi salah satu smartphone pertama yang menerima peringkat A tingkat atas dalam sertifikasi TÜV SÜD 36-Month Fluency.

Oppo Reno7
Oppo Reno7 membawa bahasa desain Ultra-Slim Retro Design yang membawa bingkai datar. Perangkat ini banyak mebawa kejutan, terutama penempatan SONY IMX 709 yang memberikan 60% peningkatan sensitivitas terhadap cahaya dan melakukan pengurangan noise sebesar 35% jika dibandingkan dengan kamera swafoto dengan sensor IMX 616 yang terdapat pada Reno6 Pro.

Tidak hanya itu, Oppo memberikan fitur yang sebelumnya dibawa pada Find X3 Pro, yakni Micro-Lens. Oppo Reno7 dilengkapi kamera 30x Micro-Lens untuk memberikan kemampuan dalam menangkap gambar yang tergolong mikroskopis.

Oppo juga memperkenalkan warna baru Sunset Orange pada Reno7, pewarnaan ini menggunakan teknik pemrosesan Fiberglass-Leather dengan material kaca pertama di industri untuk memberikan nuansa premium dan warna tahan lama.

Untuk mencapai efek Fiberglass-Leather, bahan menyerupai tekstur butiran pada kulit leci dibuat menggunakan proses pelapisan dan pemanggangan 6 kali sebelum diintegrasikan ke penutup belakang ponsel. Proses akhir Fiberglass-Leather menjadikan lapisan ini lebih tipis dan lebih tahan lama daripada lapisan kulit imitasi lainnya,

Oppo Watch Free

Tidak hanya perangkat smartphone, Oppo juga memperkenalkan salah satu IoT-nya pada hari ini. Oppo memperkenalkan, Oppo Watch Free. Watch Free memiliki keunggulan daya tahan baterai 14 hari lamanya apabila digunakan dengan penggunaan secara umum.

Selain memiliki daya tahan baterai yang lama, Watch Free juga dilengkapi pengisian daya cepat VOOC Flash Charge, dengan 5 menit pengisian daya, pengguna akan mendapatkan seharian waktu pemakaian.

Watch Free saat ini juga membawa lebih dari 100 mode olahraga yang dapat dipilih pengguna. Untuk masalah kesehatan, Watch Free mendukung fitur pengukuran kadar oksigen dalam darah secara berkelanjutan, OSleep untuk memantau dan menganalisa tidur lebih profesional, komprehensif, dan dipersonalisasi untuk sebelum, selama, dan setelah tidur untuk efektif mendeteksi masalah tidur dan memberikan saran waktu tidur yang tepat.

Peluncuran Resmi

Oppo akan mengumumkan perangkat Reno7 series 5G yang terdiri dari Reno7 5G dan Reno7 Z 5G serta Watch Free, sekaligus memperkenalkan Oppo Reno7 pada peluncuran yang dapat disaksikan secara daring pada pukul 19.00 WIB tanggal 2 Maret 2022 melalui media sosial resmi OPPO Indonesia baik pada halaman Facebook, Instagram maupun YouTube.

Spesifikasi Oppo Reno7 5G dan Oppo Reno7 Z 5G

(Icha)

3G XL Axiata Mati Total Maret 2022, Lalu Pelanggannya?

0

Telko.id – Pemerintah beberapa waktu lalu memang meminta para operator untuk mematikan layanan 3G. Alasannya, agar spektrum yang ada dapat dimanfaatkan untuk layanan 4G atau melayani kebutuhan data masyarakat yang lebih baik. Itu sebabnya, layanan 3G XL Axiata pun, perlahan tapi pasti akan dimatikan.

Dalam rencana yang dibuat operator ini, layanan 3G XL Axiata akan ‘mati total’ pada Maret 2022. Diawali pada kuartal 4 2021, dimana ada 22 kota dengan jumlah tower sebanyak 22.000 BTS yang mulai dilakukan penataan ulang teknologi 3G atau XL menyebutnya sebagai 3G Sunset.

“22.000 tower 3G bulan depan (Maret) semua bisa di-sunset,” kata I Gede Darmayusa, Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, dalam media update mengenai jaringan XL Axiata yang digelar virtual, Kamis (24/2/2022).

Gede pun menjelaskan, sejauh ini XL Axiata telah mematikan 5.000 BTS 3G dan setiap harinya, ada sekitar 1.000 BTS 3G yang dinonaktifkan.

“Semuanya dilakukan secara bertahap dan ditargetkan selesai pada bulan Maret,” tutur Gede.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, sejauh ini operator telekomunikasi di Indonesia sudah memulai asesmen atau menilai untuk mulai mematikan layanan 3G dan ada pula yang sudah mematikannya.

Gede menjelaskan, tujuan dari penghentian layanan 3G adalah spektrum fekuensi yang digunakan untuk menggelar jaringan 3G bisa lebih efisien jika dipakai untuk menggelar layanan 4G LTE. Apalagi saat ini 4G adalah tulang punggung layanan internet di Indonesia.

“Dengan dipindahkannya spektrum dari 3G ke 4G, layanan data akan semakin baik dan efisien. Apalagi, teknologi 4G jauh lebih efisien dalam memanfaatkan spektrum dibandingkan 3G,” ujar Gede.

Gede juga menambahkan bahwa masyarakat jangan panic. Pasalnya, selain bertahap menghentikan layanan 3G, XL Axiata juga terus melakukan sosialisasi terhadap pelanggan. Para pelanggan yang belum menggunakan USIM disarankan untuk berganti USIM agar bisa mendapatkan sinyal LTE.

Sementara bagi pelanggan yang belum memiliki perangkat berjaringan LTE, XL Axiata menyediakan program bundling perangkat yang didukung berbagai promo.

Menurut Gede, di beberapa tempat dengan jumlah pelanggan 3G cukup banyak, XL Axiata berupaya mempertahankan pelanggan-pelanggan tersebut dengan berbagai promo bundling dan kampanye promosi.

“Kami tidak ingin kehilangan mereka, tetapi market harus mengerti dan pemerintah sudah memperhitungkan dengan matang (untuk menghentikan layanan 3G),” katanya.

Gede berharap, nantinya Kemkominfo akan membuat keputusan resmi mengenai penghentian layanan 3G di 2022. Dengan begitu, industri bakal melakukan berbagai hal untuk menjaga bisnis, pelanggan, sekaligus manufaktur tetap bisa bertumbuh.

Salah satunya dukungan yang dibutuhkan adalah vendor harus mendaftarkan perangkat yang bisa mendukung panggilan VoLTE.

“Imbauan pemerintah untuk mematikan 3G perlu diiringi dengan kebijakan semua handset 4G enable VoLTE. Dengan begitu, penetrasi akan cepat dan pelanggan tidak merasakan dampak dimatikannya 3G,” tutur Gede.

Ia mencontohkan, di beberapa negara, penjualan perangkat 3G sudah dilarang sehingga layanan 3G bisa dimatikan.

Bagi pelanggan enterprise, XL Axiata juga melakukan edukasi yang sama. Sehingga semua masih bisa terlayanan jaringan 4G dan 2G.

Gede lebih lanjut mengungkap, saat ini layanan panggilan suara berbasis LTE alias VoLTE juga sudah digulirkan. Jadi, layanan panggilan suara yang semula menggunakan jaringan 3G atau 2G, dengan adanya VoLTE kini bisa berjalan menggunakan jaringan 4G.

Gede menyatakan, dengan dimatikannya layanan 3G, kualitas panggilan tidak akan menurun. Apalagi saat ini menurutnya, 60 persen panggilan suara lebih banyak dilakukan dengan WhatsApp.

“Jadi memang panggilan dengan 3G sudah semakin kecil. Dengan orang memakai layanan VoLTE, nantinya mereka tidak akan sadar apakah sedang menelepon dengan jaringan 2G, 3G, atau 4G karena kualitas VoLTE tetap baik,” katanya. (Icha)

Dukung Operasional SATRIA-1, Pemerintah Siapkan 11 Satelit Bumi

0

Telko.id – SATRIA-1 atau Satelit Multifungsi (SMF) Indonesia Raya 1 masih dalam proses pabrikasi di Cannes. Di sisi lain, pemerintah pun sedang menyiapkan 11 satelit bumi untuk mendukung operasional satelit tersebut.

11 Satelit bumi ini nantinya akan menjadi jembatan angkasa telekomunikasi, khususnya di kawasan terdepan, tertinggal dan terluar (3T).

“Kini tengah dalam proses pabrikasi di Cannes, Prancis yang dikerjakan oleh Thales Alenia Space. Di Indonesia sejumlah aktivitas pun digelar. Salah satunya dengan pembangunan Satelit Stasiun Bumi yang akan ditempatkan di 11 lokasi yaitu Cikarang, Batam, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika dan Jayapura,” jelas Johnny G.Plate, Menteri Kominfo saat meninjau lokasi pembangunan Ruang Kontrol Satelit Bumi SATRIA-1 di Jl. Dusun III, Kel. Balok. Kec. Kupang Barat, Kab. Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (23/02/2022).

Pembangunan 11 stasiun bumi untuk penghubung jembatan angkasa, menurut Menkominfo menunjukkan keseriusan Pemerintah dalam mengejar target Proyek Satelit SATRIA-1. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Informasi (BAKTI) Kementerian Komifo membangun gateway di 11 lokasi tersebut dengan pertimbangan pemerataan akses dan percepatan transformasi digital.

“Pemerintah, atas nama Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berupaya menghadirkan konektivitas secara merata di seluruh pelosok tanah air sebagai fondasi utama dalam transformasi digital. Jadi Proyek Satria ini diharapkan dapat mendukung percepatan tranformasi digital dengan menghubungkan yang tidak terhubung, to connect all the dots,” tandasnya.

Menteri Johnny menjelaskan pembangunan SATRIA-1 juga melibatkan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, terutama berkaitan dengan penempatan stasiun bumi.

“BAKTI Kominfo dan PT Satelit Nusantara III juga melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah dan tokoh-tokoh masyarakat di lokasi sekitar gateway. Hal ini untuk memberikan penjelasan mengenai manfaat-manfaat yang akan diterima secara langsung maupun tidak dengan adanya proyek Satria,” ungkapnya.

Saat ini terdapat tiga jenis stasiun bumi yang disiapkan Kementerian Kominfo. Pertama, Pengendali Satelit Primer yang berfungsi sebagai stasiun pusat pengendali dan pengawas alur pergerakan satelit mengontrol proses penerimaan sinyal. Kedua, Network Operation Control (NOC) berfungsi untuk mengawasi, mengendalikan serta mencatat aktivitas jaringan yang sedang berlangsung untuk memastikan semuanya berjalan sesuai standar dan rencana yang telah ditentukan.

Dan ketiga, Gateway Satelitte (juga disebut sebagai teleport atau HUB), merupakan stasiun bumi yang mengirimkan data ke dan dari satelit ke local area network.

150 Ribu Titik Layanan Publik

Johnny mengungkapkan, pada tanggal 18 Agustus 2021 lalu telah dilaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk Stasiun Pusat Pengendali Satelit Primer, Network Operation Control dan Gateway Proyek SATRIA-1 di Cikarang, Kab. Bekasi, Jawa Barat.

“Hal ini menandai telah dimulainya pembangunan untuk ruas bumi Proyek SATRIA-1, sekaligus menunjukkan bahwa meskipun masih berada di tengah situasi pandemi, kami terus melayani masyarakat,” ujarnya.

Selain membuat Stasiun Bumi, BAKTI Kementerian Kominfo sedang mempersiapkan titik-titik yang akan mendapat akses internet dari SATRIA-1. Menurut Johnny, selain sebagai cadangan, SATRIA-1 ini juga akan berfungsi sebagai penambah kapasitas layanan untuk telekomunikasi.

“Menurut perhitungan BAKTI, satelit cadangan perlu memiliki kapasitas sekitar 80Gbps. Sementara SATRIA-1 memiliki kapasitas transmisi 150Gbps. Dari sisi konstruksi, satelit ini dimulai pada 3 September 2020. Kemudian, akan diluncurkan sesuai jadwal yaitu pada kuartal kedua 2023 dan bisa beroperasi secara komersial paling lambat pada 17 November tahun yang sama,” jelasnya.

Satelit SATRIA-1 ditargetkan bisa menjangkau 150.000 titik layanan publik, terbanyak untuk sekolah dan pesantren (93.900) untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan ujian berbasis komputer. Satelit itu juga akan memberikan akses internet untuk puskesmas dan rumah sakit di 3.700 titik dan 3.900 titik layanan keamanan masyarakat di wilayah 3T.

“Selain itu, satelit ini akan menjangkau 47.900 titik kantor desa, kelurahan, kecamatan dan kantor pemerintahan daerah lainnya serta 600 titik layanan publik lainnya,” tandas Menkominfo.

Dalam peninjauan, Menkominfo Johnny G. Plate didampingi Staf Khusus Bidang Komunikasi Politik, Philip Gobang; Bupati Kabupaten Kupang, Korinus Masneno; Kepala Biro Umum, Sensilaus Dore dan Kepala Balmon Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Kupang, Latuse. (Icha)

Oppo Find X5

0

Oppo terus berinovasi dengan meluncurkan HPOppo Find X5, untuk menghadirkan teknologi terbaru ke dalam genggaman Anda. Diperkenalkan pada 24 February 2022, HP ini menawarkan kombinasi antara kinerja dan estetika. Oppo Find X5 menjanjikan pengalaman penggunaan yang mengesankan melalui chipset Snapdragon 888 5G yang memiliki score Antutu 10 rata-rata di angka 875420 dan ditopang oleh RAM berkapasitas 8/12 GB. Spesifikasi tersebut jadi modal Oppo Find X5 untuk bersaing dengan Asus ROG Phone 5 Ultimate yang dilengkapi chipset Snapdragon 888 5G serta RAM 18 GB, dan Asus ROG Phone 5 Pro yang dilengkapi chipset Snapdragon 888 5G serta RAM 16 GB. Oppo Find X5 sendiri, menurut data terakhir kami di bulan April 2026, belum ada informasi harga dan ketersediaannya di pasar Indonesia.

Selain harga, prosesor, dan memori, variabel penting yang juga bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih sebuah HP adalah layar. Untuk itu Oppo menanamkan layar AMOLED berukuran 6.55 inches, 103.6 cm2 (~89.0% screen-to-body ratio) dengan resolusi 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~402 ppi density) dengan refresh rate 120Hzdan dilindungi Corning Gorilla Glass Victus. Pada sektor kamera, spesifikasi kamera utama 50 MP yang didukung perekaman video 4K@30/60fps, 1080p@30/60/240fps; gyro-EIS; HDR, 10‑bit video juga jadi andalan Oppo Find X5. Dan semua fitur tersebut ditenagai oleh baterai Li-Po berkapasitas 4800 mAh yang didukung fitur pengisian 80W. Spesifikasi lainnya bisa Anda lihat pada tabel di bawah , atau cek ulasan lengkapnya dengan membaca artikel Oppo Find X5: 7 Fakta Penting yang Perlu Diketahui.

Harga dan Spesifikasi Oppo Find X5

Spesifikasi Terbaru Oppo Find X5

Spesifikasi Oppo Find X5
KETERSEDIAN
Diperkenalkan 24 February 2022
Status Available. Released 2022, March 14
JARINGAN
Teknologi GSM / CDMA / HSPA / CDMA2000 / LTE / 5G
Jaringan 2G GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 - SIM 1 & SIM 2
Jaringan 3G HSDPA 800 / 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
Jaringan 4G 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 12, 13, 17, 18, 19, 20, 25, 26, 28, 32, 34, 38, 39, 40, 41, 42, 66 - Global
Jaringan 5G 1, 3, 5, 7, 8, 12, 13, 18, 20, 26, 28, 38, 40, 41, 66, 77, 78 SA/NSA - Global
Kecepatan Akses HSPA, LTE-A, 5G
BODI
Dimensi 160.3 x 72.6 x 8.7 mm
Build Glass front (Gorilla Glass Victus), glass back, aluminum frame
SIM Nano-SIM and eSIM
Varian Warna Black, White, Purple
LAYAR
Tipe Layar AMOLED 1B colors, 120Hz, HDR10+, 500 nits (typ), 800 nits (HBM), 1000 nits (peak)
Ukuran Layar 6.55 inches, 103.6 cm2 (~89.0% screen-to-body ratio)
Resolusi Layar 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~402 ppi density)
Protection Corning Gorilla Glass Victus
PLATFORM
Sistem Operasi Android 12, upgradable to Android 13 - ColorOS 13
Chipset Qualcomm SM8350 Snapdragon 888 5G (5 nm)
CPU / Prosesor Octa-core (1x2.84 GHz Cortex-X1 & 3x2.42 GHz Cortex-A78 & 4x1.80 GHz Cortex-A55
GPU / Prosesor Grafis Adreno 660
MEMORI
Kartu Memori No
RAM 8/12 GB
ROM / Memori Internal 128GB 8GB RAM
256GB 8GB RAM
256GB 12GB RAM
KAMERA UTAMA
Sensor Kamera 50 MP, f/1.8, 24mm (wide), 1/1.56", 1.0µm, multi-directional PDAF, OIS
13 MP, f/2.4, 52mm (telephoto), 1/3.4", 2x optical zoom, PDAF
50 MP, f/2.2, 15mm, 110Ë_ (ultrawide), 1/1.56", 1.0µm, multi-directional PDAF
Fitur Kamera Hasselblad Color Calibration, LED flash, HDR, panorama
Perekaman Video 4K@30/60fps, 1080p@30/60/240fps; gyro-EIS; HDR, 10‑bit video
KAMERA SELFIE
Sensor Kamera 32 MP, f/2.4, 25mm (wide), 1/2.74", 0.8µm
Fitur Kamera Depan Panorama
Perekaman Video 1080p@30fps, gyro-EIS
KONEKTIVITAS
WIFI Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6, dual-band, Wi-Fi Direct
Bluetooth 5.2, A2DP, LE, aptX HD
GPS GPS (L1), GLONASS (L1), BDS (B1I+B1c), GALILEO (E1+E5a), QZSS (L1)
NFC Yes
Radio No
USB USB Type-C 3.1, OTG
Jack Audio 3.5mm No
FITUR LAIN
Sensors Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass, color spectrum
BATERAI
Tipe Baterai Li-Po
Kapasitas Baterai 4800 mAh
Li-Po 4800 mAh, non-removable
Battery life Endurance rating 108h
Charging 80W wired, PD, 30W wireless, 10W reverse wireless
TEST
Performance AnTuTu: 810715 (v9)
GeekBench: 3331 (v5.1)
GFXBench: 59fps (ES 3.1 onscreen)


FAQ

Berapa harga HP Oppo Find X5?

Sampai saat ini, kami belum mendapatkan informasi harga Oppo Find X5, tapi kami akan informasikan di laman ini begitu ada update harga untuk HP ini.

Berapakah RAM Oppo Find X5?

Oppo Find X5 dilengkapi RAM berkapasitas 8/12 GB dengan opsi memori internal 128GB 8GB RAM dan 256GB 8GB RAM(lihat tabel untuk varian memori lainnya).

Oppo Find X5 menggunakan chipset apa?

Oppo Find X5 menggunakan chipset Snapdragon 888 5G yang diatas kertas mencatatkan score Antutu 10 di angka rata-rata sekitar 875420.

Apakah Oppo Find X5 cocok untuk main game?

Untuk HP ini, game kategori sedang hingga berat bisa Anda mainkan dengan nyaman.

Apakah Oppo Find X5 memiliki sensor sidik jari? Dimana posisinya?

Ya, Oppo Find X5 sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari. posisinya ada di bawah layar atau under display.

Apakah Oppo Find X5 sudah fast charging?

HP ini support pengisian baterai 80W wired, PD, 30W wireless, 10W reverse wireless .

Oppo Find X5 Lite

0

Oppo terus berinovasi dengan meluncurkan HPOppo Find X5 Lite, untuk menghadirkan teknologi terbaru ke dalam genggaman Anda. Diperkenalkan pada 24 February 2022, HP ini menawarkan kombinasi antara kinerja dan estetika. Oppo Find X5 Lite menjanjikan pengalaman penggunaan yang tidak istimewa tapi masih bisa diandalkan melalui chipset Dimensity 900 yang memiliki score Antutu 10 rata-rata di angka 513615 dan ditopang oleh RAM berkapasitas 8 GB. Spesifikasi tersebut jadi modal Oppo Find X5 Lite untuk bersaing dengan Oppo A1 yang dilengkapi chipset Snapdragon 695 5G serta RAM 8/12 GB, dan Oppo A77 yang dilengkapi chipset Dimensity 810 serta RAM 4/6 GB. Oppo Find X5 Lite sendiri, menurut data terakhir kami di bulan April 2026, belum ada informasi harga dan ketersediaannya di pasar Indonesia.

Selain harga, prosesor, dan memori, variabel penting yang juga bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih sebuah HP adalah layar. Untuk itu Oppo menanamkan layar AMOLED berukuran 6.43 inches, 99.8 cm2 (~84.9% screen-to-body ratio) dengan resolusi 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~409 ppi density) dengan refresh rate 90Hzdan dilindungi Corning Gorilla Glass 5. Pada sektor kamera, spesifikasi kamera utama 64 MP yang didukung perekaman video 4K@30fps, 1080p@30/60/120fps, gyro-EIS juga jadi andalan Oppo Find X5 Lite. Dan semua fitur tersebut ditenagai oleh baterai Li-Po berkapasitas 4500 mAh yang didukung fitur pengisian 65W. Spesifikasi lainnya bisa Anda lihat pada tabel di bawah , atau cek ulasan lengkapnya dengan membaca artikel Oppo Find X5 Lite: 7 Fakta Penting yang Perlu Diketahui.

Harga dan Spesifikasi Oppo Find X5 Lite

Spesifikasi Terbaru Oppo Find X5 Lite

Spesifikasi Oppo Find X5 Lite
KETERSEDIAN
Diperkenalkan 24 February 2022
Status Available. Released 2022, March 24
JARINGAN
Teknologi GSM / HSPA / LTE / 5G
Jaringan 2G GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 - SIM 1 & SIM 2
Jaringan 3G HSDPA 800 / 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
Jaringan 4G 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 12, 17, 18, 19, 20, 26, 28, 38, 39, 40, 41, 66
Jaringan 5G 1, 3, 5, 7, 8, 20, 28, 38, 40, 41, 66, 77, 78 SA/NSA
Kecepatan Akses HSPA, LTE-A (CA), 5G
BODI
Dimensi 160.6 x 73.2 x 7.8 mm
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Varian Warna Starlight Black, Startrails Blue
LAYAR
Tipe Layar AMOLED 90Hz, HDR10+, 430 nits (typ), 600 nits (HDR), 800 nits (peak)
Ukuran Layar 6.43 inches, 99.8 cm2 (~84.9% screen-to-body ratio)
Resolusi Layar 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~409 ppi density)
Protection Corning Gorilla Glass 5
PLATFORM
Sistem Operasi Android 11 - ColorOS 12
Chipset Mediatek MT6877 Dimensity 900 (6 nm)
CPU / Prosesor Octa-core (2x2.4 GHz Cortex-A78 & 6x2.0 GHz Cortex-A55)
GPU / Prosesor Grafis Mali-G68 MC4
MEMORI
Kartu Memori microSDXC
RAM 8 GB
ROM / Memori Internal 256GB 8GB RAM
KAMERA UTAMA
Sensor Kamera 64 MP, f/1.7, 26mm (wide), 1/2.0", 0.7µm, PDAF
8 MP, f/2.3, 119Ë_ (ultrawide)
2 MP, f/2.4, (macro)
Fitur Kamera LED flash, HDR, panorama
Perekaman Video 4K@30fps, 1080p@30/60/120fps, gyro-EIS
KAMERA SELFIE
Sensor Kamera 32 MP, f/2.4, 24mm (wide)
Fitur Kamera Depan Panorama
Perekaman Video 1080p@30/120fps, gyro-EIS
KONEKTIVITAS
WIFI Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6, dual-band, Wi-Fi Direct
Bluetooth 5.2, A2DP, LE, aptX HD
GPS GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS
NFC Yes
Radio No
USB USB Type-C 2.0, OTG
Jack Audio 3.5mm Yes
FITUR LAIN
Sensors Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass
BATERAI
Tipe Baterai Li-Po
Kapasitas Baterai 4500 mAh
Li-Po 4500 mAh, non-removable
Battery life Endurance rating 123h
Charging 65W wired, PD, 100% in 31 min (advertised), Reverse wired
TEST
Performance AnTuTu: 407040 (v8), 479608 (v9)
GeekBench: 2276 (v5.1)
GFXBench: 20fps (ES 3.1 onscreen)


FAQ

Berapa harga HP Oppo Find X5 Lite?

Sampai saat ini, kami belum mendapatkan informasi harga Oppo Find X5 Lite, tapi kami akan informasikan di laman ini begitu ada update harga untuk HP ini.

Berapakah RAM Oppo Find X5 Lite?

Oppo Find X5 Lite dilengkapi RAM berkapasitas 8 GB dengan opsi memori internal 256GB 8GB RAM.

Oppo Find X5 Lite menggunakan chipset apa?

Oppo Find X5 Lite menggunakan chipset Dimensity 900 yang diatas kertas mencatatkan score Antutu 10 di angka rata-rata sekitar 513615.

Apakah Oppo Find X5 Lite cocok untuk main game?

Untuk HP ini, game kategori sedang hingga berat bisa Anda mainkan, tapi masih belum dalam hitungan nyaman.

Apakah Oppo Find X5 Lite memiliki sensor sidik jari? Dimana posisinya?

Ya, Oppo Find X5 Lite sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari. posisinya ada di bawah layar atau under display.

Apakah Oppo Find X5 Lite sudah fast charging?

HP ini support pengisian baterai 65W wired, PD, 100% in 31 min (advertised), Reverse wired .

Oppo Find X5: 7 Fakta Penting yang Perlu Diketahui

0

Oppo Find X5 mendarat di pasar dengan janji-janji besar, tetapi apakah ia benar-benar inovasi atau sekedar iterasi? Pertanyaan-pertanyaan seperti 'Apa yang membedakan Oppo Find X5 dari para pesaingnya di segmen yang sama?', 'Bagaimana performa baterainya?', dan 'Apakah fitur-fitur baru yang diusung memberikan dampak nyata bagi pengguna?' sering muncul dalam diskusi online. Dalam rangkaian 7 fakta penting ini, kami akan membongkar Oppo Find X5, menyajikan evaluasi yang tepat tentang performanya dalam kehidupan nyata, spesifikasi kameranya, dan tentunya, menilai apakah investasi pada HP ini benar-benar bernilai atas harganya.

1. Layar AMOLED dengan Refresh Rate 120Hz

Pun layar AMOLED bukan sesuatu yang rare di pangsa pasar yang dibidik Oppo Find X5, tapi keberadaannya tetap menjadi nilai tambah. Terlebih layarnya sudah mendukung refresh rate 120Hz, variabel yang cukup penting untuk jadi bahan pertimbangan pecinta game dalam memilih sebuah HP. Dan sebagai perbandingan, pesaing lainnya seperti Asus ROG Phone 5 Ultimate memiliki layar AMOLED dengan refresh rate 144Hz, dan Asus ROG Phone 5 Pro memiliki layar AMOLED dengan refresh rate 144Hz.

2. Chipset Grade A dengan GPU Rating 526

Di atas kertas, chipset Snapdragon 888 5G yang dibawa Oppo Find X5 mencatatkan score Antutu 10 rata-rata di angka 875420. Performanya ditopang oleh RAM berkapasitas 8/12 GB. Di level performa yang sama, ada Asus ROG Phone 5 Ultimate dengan chipset Snapdragon 888 5G - Antutu 875420 dan RAM 18 GB, dan ada Asus ROG Phone 5 Pro dengan chipset Snapdragon 888 5G - Antutu 875420 dan RAM 16 GB. Sementara untuk performa grafis, GPU Adreno 660 milik Oppo Find X5 kami beri rating 526. Sebagai pembanding, GPU Asus ROG Phone 5 Ultimate punya rating 526, dan GPU Asus ROG Phone 5 Pro punya rating 526.

3. Support 5G

Meski sebagian pengguna berpendapat bahwa 4G sudah cukup untuk memberikan pengalaman berselancar di dunia maya dengan nyaman, tapi keberadaan teknologi 5G di Oppo Find X5 adalah sebuah nilai tambah. Paling tidak, HP ini sudah membawa Anda selangkah lebih maju untuk menapaki masa depan. Dimana HP di level yang sama seperti Asus ROG Phone 5 Ultimate sudah support teknologi 5G , dan Asus ROG Phone 5 Pro sudah support teknologi 5G .

4. Baterai 4800 mAh - charging 80W support wireless

Semua fitur yang ada di Oppo Find X5 ditenagai oleh baterai Li-Po berkapasitas 4800 mAh yang didukung fitur pengisian 80W wired, PD, 30W wireless dan 10W reverse wireless. Ya, dukungan HP ini terhadap pengisian baterai secara wireless jadi sebuah nilai tambah. Sementara pesaingnya, Asus ROG Phone 5 Ultimate, dan Asus ROG Phone 5 Pro, masing masing dilengkapi baterai 6000 mAh - charging 65W, dan baterai 6000 mAh - charging 65W.

5. Frame Aluminum

Oppo Find X5 memiliki detail bodi Glass front (Gorilla Glass Victus), glass back, aluminum frame dengan dimensi 160.3 x 72.6 x 8.7 mm yang memiliki ketebalan 8.7 mm. HP ini sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari yang posisinya ada di bawah layar atau under display. Adapun untuk variasi warna, Oppo Find X5 menyediakan opsi warna Black, White dan Purple.

6. Kamera Utama 50 MP dengan OIS dan PDAF Multi Directional

Tak bisa dipungkiri, kamera jadi salah satu daya tarik utama dari sebuah HP. Untuk itulah Oppo Find X5 menanamkan kamera utama dengan spesifikasi 50 MP, f/1.8, 24mm (wide), 1/1.56", 1.0µm, multi-directional PDAF, OIS. Fungsionalitasnya didukung oleh kamera kedua yang memiliki spesifikasi 13 MP, f/2.4, 52mm (telephoto), 1/3.4", 2x optical zoom, PDAF dan kamera ketiga beresolusi 50 MP, f/2.2, 15mm, 110Ë_ (ultrawide), 1/1.56", 1.0µm, multi-directional PDAF. Sementara untuk kebutuhan selfie, HP ini menyediakan kamera dengan spesifikasi 32 MP, f/2.4, 25mm (wide), 1/2.74", 0.8µm.

Well, satu hal yang menarik dari kamera Oppo Find X5 adalah keberadaan fitur Optical Image Stabilization (OIS). Ini sedikit banyak menjawab pertanyaan tentang kuallitas jepretan. Karena sejatinya, keberadaan stabilisasi optik bisa mengurangi blur akibat gerakan pada saat memotret, membuat hasil rekaman video jadi lebih stabil dan bahkan memungkinkan kita untuk memaksimalkan teknik fotografi advance, seperti misal menggunakan long exposure tanpa menggunakan tripod. Untuk autofokus, HP ini menggunakan Phase Detection Autofocus (PDAF) Multi Directional, menawarkan kecepatan dan akurasi yang luar biasa dalam autofokus.

7. Opsi Memori

Last but not least, fakta yang tak kalah pentingnya adalah perihal opsi memori penyimpanan. Yup, HP Oppo Find X5 dilengkapi RAM berkapasitas 8/12 GB dengan opsi memori internal 128GB 8GB RAM dan 256GB 8GB RAM serta 256GB 12GB RAM.

Cek juga informasi lengkap terkait harga dan spesifikasi Oppo Find X5.

Oppo Find X5 Versus Samsung Galaxy Z Flip3 5G

Oppo Find X5Samsung Galaxy Z Flip3 5G
HargaBelum TersediaRp 8.999.000
CPUSnapdragon 888 5G, dengan CPU rating 67Snapdragon 888 5G, dengan CPU rating 67
GPUAdreno 660, dengan GPU rating 526Adreno 660, dengan GPU rating 526
LayarAMOLED, 1B colors, 120Hz, HDR10+, 500 nits (typ), 800 nits (HBM), 1000 nits (peak)Foldable Dynamic AMOLED 2X, 120Hz, HDR10+, 1200 nits (peak)
Kamera50 MP, f/1.8, 24mm (wide), 1/1.56", 1.0µm, multi-directional PDAF, OIS

13 MP, f/2.4, 52mm (telephoto), 1/3.4", 2x optical zoom, PDAF

50 MP, f/2.2, 15mm, 110Ë_ (ultrawide), 1/1.56", 1.0µm, multi-directional PDAF
12 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/2.55", 1.4µm, Dual Pixel PDAF, OIS

12 MP, f/2.2, 123˚ (ultrawide), 1.12µm
Memori128GB 8GB RAM, 256GB 8GB RAM, 256GB 12GB RAM128GB 8GB RAM, 256GB 8GB RAM
BateraiLi-Po 4800 mAh, non-removableLi-Po 3300 mAh, non-removable
Charging80W wired, PD, 30W wireless, 10W reverse wireless15W wired, 10W wireless, 4.5W reverse wireless

Oppo Find X5 Lite: 7 Fakta Penting yang Perlu Diketahui

0

Seiring dengan kemunculan Oppo Find X5 Lite di pasar HP, banyak pertanyaan muncul mengenai kapabilitas dan fitur-fiturnya. Dari daya tahan baterai, kualitas layar, hingga dukungan jaringan 5G, artikel ini akan mengungkap 7 fakta kunci yang membantu Anda memahami apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Oppo Find X5 Lite. Kami akan menyelidiki setiap aspek penting dari HP ini, memberikan gambaran yang jelas dan objektif untuk membantu Anda menentukan apakah Oppo Find X5 Lite sesuai dengan kebutuhan Anda.

1. Layar AMOLED dengan Refresh Rate 90Hz

Pun layar AMOLED bukan sesuatu yang rare di pangsa pasar yang dibidik Oppo Find X5 Lite, tapi keberadaannya tetap menjadi nilai tambah. Meski sayang refresh rate layarnya masih mentok di 90Hz yang menurut kami bisa mengurangi daya tarik HP ini. Dan sebagai perbandingan, pesaing lainnya seperti Oppo A1 memiliki layar IPS LCD dengan refresh rate 120Hz, dan Oppo A77 memiliki layar IPS LCD dengan refresh rate 90Hz.

2. Chipset Grade B dengan GPU Rating 200

Di atas kertas, chipset Dimensity 900 yang dibawa Oppo Find X5 Lite mencatatkan score Antutu 10 rata-rata di angka 513615. Performanya ditopang oleh RAM berkapasitas 8 GB. Di level performa yang sama, ada Oppo A1 dengan chipset Snapdragon 695 5G - Antutu 441837 dan RAM 8/12 GB, dan ada Oppo A77 dengan chipset Dimensity 810 - Antutu 425066 dan RAM 4/6 GB. Sementara untuk performa grafis, GPU Mali-G68 MC4 milik Oppo Find X5 Lite kami beri rating 200. Sebagai pembanding, GPU Oppo A1 punya rating 148, dan GPU Oppo A77 punya rating 119.

3. Support 5G

Meski sebagian pengguna berpendapat bahwa 4G sudah cukup untuk memberikan pengalaman berselancar di dunia maya dengan nyaman, tapi keberadaan teknologi 5G di Oppo Find X5 Lite adalah sebuah nilai tambah. Paling tidak, HP ini sudah membawa Anda selangkah lebih maju untuk menapaki masa depan. Dimana HP di level yang sama seperti Oppo A1 sudah support teknologi 5G , dan Oppo A77 sudah support teknologi 5G .

4. Baterai 4500 mAh - charging 65W

Semua fitur yang ada di Oppo Find X5 Lite ditenagai oleh baterai Li-Po berkapasitas 4500 mAh yang didukung fitur pengisian 65W wired, PD, 100% in 31 min (advertised) dan Reverse wired. Sementara pesaingnya, Oppo A1, dan Oppo A77, masing masing dilengkapi baterai 5000 mAh - charging 67W, dan baterai 5000 mAh - charging 33W.

5. Dimensi 160.6 x 73.2 x 7.8 mm

Oppo Find X5 Lite memiliki dimensi 160.6 x 73.2 x 7.8 mm yang memiliki ketebalan 7.8 mm. HP ini sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari yang posisinya ada di bawah layar atau under display. Adapun untuk variasi warna, Oppo Find X5 Lite menyediakan opsi warna Starlight Black dan Startrails Blue.

6. Kamera Utama 64 MP dan PDAF

Tak bisa dipungkiri, kamera jadi salah satu daya tarik utama dari sebuah HP. Untuk itulah Oppo Find X5 Lite menanamkan kamera utama dengan spesifikasi 64 MP, f/1.7, 26mm (wide), 1/2.0", 0.7µm, PDAF. Fungsionalitasnya didukung oleh kamera kedua yang memiliki spesifikasi 8 MP, f/2.3, 119Ë_ (ultrawide) dan kamera ketiga beresolusi 2 MP, f/2.4, (macro). Sementara untuk kebutuhan selfie, HP ini menyediakan kamera dengan spesifikasi 32 MP, f/2.4, 24mm (wide).

Untuk autofokus, HP ini menggunakan Phase Detection Autofocus (PDAF) , menawarkan kecepatan dan akurasi yang luar biasa dalam autofokus.

7. Opsi Memori

Last but not least, fakta yang tak kalah pentingnya adalah perihal opsi memori penyimpanan. Yup, HP Oppo Find X5 Lite dilengkapi RAM berkapasitas 8 GB dengan opsi memori internal 256GB 8GB RAM.

Cek juga informasi lengkap terkait harga dan spesifikasi Oppo Find X5 Lite.

Oppo Find X5 Lite Versus Oppo Reno7 5G

Oppo Find X5 LiteOppo Reno7 5G
HargaBelum TersediaRp 3.899.000
CPUDimensity 900, dengan CPU rating 42Dimensity 900, dengan CPU rating 42
GPUMali-G68 MC4, dengan GPU rating 200Mali-G68 MC4, dengan GPU rating 200
LayarAMOLED, 90Hz, HDR10+, 430 nits (typ), 600 nits (HDR), 800 nits (peak)AMOLED, 90Hz, HDR10+, 430 nits (typ), 600 nits (HBM), 800 nits (peak)
Kamera64 MP, f/1.7, 26mm (wide), 1/2.0", 0.7µm, PDAF

8 MP, f/2.3, 119Ë_ (ultrawide)

2 MP, f/2.4, (macro)
64 MP, f/1.7, 26mm (wide), 1/2.0", 0.7µm, PDAF

8 MP, f/2.2, 119Ë_ (ultrawide)

2 MP, f/2.4, (macro)
Memori256GB 8GB RAM128GB 8GB RAM, 256GB 8GB RAM
BateraiLi-Po 4500 mAh, non-removableLi-Po 4500 mAh, non-removable
Charging65W wired, PD, 100% in 31 min (advertised), Reverse wired65W wired, 100% in 31 min (advertised), Reverse wired

Oppo Pad: 7 Fakta Penting yang Perlu Diketahui

0

Oppo Pad mendarat di pasar dengan janji-janji besar, tetapi apakah ia benar-benar inovasi atau sekedar iterasi? Pertanyaan-pertanyaan seperti 'Apa yang membedakan Oppo Pad dari para pesaingnya di segmen yang sama?', 'Bagaimana performa baterainya?', dan 'Apakah fitur-fitur baru yang diusung memberikan dampak nyata bagi pengguna?' sering muncul dalam diskusi online. Dalam rangkaian 7 fakta penting ini, kami akan membongkar Oppo Pad, menyajikan evaluasi yang tepat tentang performanya dalam kehidupan nyata, spesifikasi kameranya, dan tentunya, menilai apakah investasi pada Tablet ini benar-benar bernilai atas harganya.

1. Layar IPS LCD dengan Refresh Rate 120Hz

Layar IPS LCD memang bukan yang kami harapkan dari Tablet di kategori ini. Meskipun layar dengan ukuran 11.0 inches, 350.9 cm2 (~84.9% screen-to-body ratio) yang memiliki resolusi 1600 x 2560 pixels, 16:10 ratio (~274 ppi density) dan support refresh rate 120Hz, juga tidak bisa dikatakan jelek. Dan sebagai perbandingan, pesaing lainnya seperti Huawei MatePad Pro 10.8 (2021) memiliki layar IPS LCD dengan refresh rate , dan Huawei MatePad 11 (2021) memiliki layar IPS LCD dengan refresh rate 120Hz.

2. Chipset Grade A dengan GPU Rating 422

Di atas kertas, chipset Snapdragon 870 5G yang dibawa Oppo Pad mencatatkan score Antutu 10 rata-rata di angka 808307. Performanya ditopang oleh RAM berkapasitas 6/8 GB. Di level performa yang sama, ada Huawei MatePad Pro 10.8 (2021) dengan chipset Snapdragon 870 5G - Antutu 808307 dan RAM 45085 GB, dan ada Huawei MatePad 11 (2021) dengan chipset Snapdragon 865 - Antutu 790676 dan RAM 45085 GB. Sementara untuk performa grafis, GPU Adreno 650 milik Oppo Pad kami beri rating 422. Sebagai pembanding, GPU Huawei MatePad Pro 10.8 (2021) punya rating 422, dan GPU Huawei MatePad 11 (2021) punya rating 422.

3. Mentok di No cellular connectivity

Untuk akses data, Anda harus puas dengan hanya mengandalkan teknologi WiFi. Dimana Tablet di level yang sama seperti Huawei MatePad Pro 10.8 (2021) sudah support teknologi 5G , dan Huawei MatePad 11 (2021) support No cellular connectivity.

4. Baterai 8360 mAh - charging 33W

Semua fitur yang ada di Oppo Pad ditenagai oleh baterai Li-Po berkapasitas 8360 mAh yang didukung fitur pengisian 33W wired, PD dan 5W reverse wired. Sementara pesaingnya, Huawei MatePad Pro 10.8 (2021), dan Huawei MatePad 11 (2021), masing masing dilengkapi baterai 7250 mAh - charging 40W support wireless, dan baterai 7250 mAh - charging 225W.

5. Dimensi 252.2 x 163.8 x 7.1 mm

Oppo Pad memiliki dimensi 252.2 x 163.8 x 7.1 mm yang memiliki ketebalan 7.1 mm. Tablet ini sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari Adapun untuk variasi warna, Oppo Pad menyediakan opsi warna Black, Silver dan Purple.

6. Kamera Utama 13 MP

Tak bisa dipungkiri, kamera jadi salah satu daya tarik utama dari sebuah Tablet. Untuk itulah Oppo Pad menanamkan kamera utama dengan spesifikasi 13 MP, f/2.2, 26mm (wide), AF. . Sementara untuk kebutuhan selfie, Tablet ini menyediakan kamera dengan spesifikasi 8 MP, f/2.0, 27mm (wide).

7. Opsi Memori

Last but not least, fakta yang tak kalah pentingnya adalah perihal opsi memori penyimpanan. Yup, Tablet Oppo Pad dilengkapi RAM berkapasitas 6/8 GB dengan opsi memori internal 128GB 6GB RAM dan 256GB 6GB RAM serta 256GB 8GB RAM.

Cek juga informasi lengkap terkait harga dan spesifikasi Oppo Pad.

Oppo Pad Versus Huawei MatePad Pro 11 (2022)

Oppo PadHuawei MatePad Pro 11 (2022)
HargaBelum TersediaBelum Tersedia
CPUSnapdragon 870 5G, dengan CPU rating 60Snapdragon 870 5G, dengan CPU rating 60
GPUAdreno 650, dengan GPU rating 422Adreno 650 - GOT-W29 Adreno 660 - GOT-W09, GOT-AL09, GOT-AL19, dengan GPU rating 422
LayarIPS LCD, 120Hz, 480 nitsOLED, 1B colors, 120Hz, 600 nits (typ)
Kamera13 MP, f/2.2, 26mm (wide), AF13 MP, f/1.8, (wide), PDAF

8 MP, f/2.2, (ultrawide)
Memori128GB 6GB RAM, 256GB 6GB RAM, 256GB 8GB RAM128GB 8GB RAM, 256GB 8GB RAM, 512GB 12GB RAM
BateraiLi-Po 8360 mAh, non-removableLi-Po 8300 mAh, non-removable
Charging33W wired, PD, 5W reverse wired66W wired (GOT-W09, GOT-AL09, GOT-AL19)
40W wired (GOT-W29)
Reverse wired