spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 44

Gak Perlu Kursus Bahasa! Kacamata AI Huawei Ini Bisa Jadi Penerjemah Pribadi Anda

0

Telko.id – Pernahkah Anda membayangkan mendarat di negara asing, dikelilingi oleh papan petunjuk yang tidak bisa Anda baca dan percakapan warga lokal yang terdengar asing, namun Anda tetap merasa tenang?

Bukan karena Anda menyewa pemandu wisata mahal atau menghabiskan waktu bertahun-tahun belajar bahasa, melainkan karena solusi tersebut bertengger manis di hidung Anda.

Teknologi wearable kini tidak lagi sekadar tentang menghitung langkah kaki atau memantau detak jantung; ia mulai mengambil alih peran krusial dalam komunikasi antarmanusia.

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membuka gerbang baru bagi perangkat pintar untuk menjadi asisten yang lebih proaktif.

Jika selama ini kita terbiasa mengeluarkan ponsel pintar, membuka aplikasi, dan mengetik kalimat untuk diterjemahkan, masa depan menjanjikan interaksi yang jauh lebih mulus.

Huawei, raksasa teknologi asal Tiongkok, tampaknya sedang mempersiapkan langkah besar untuk mendefinisikan ulang cara kita berinteraksi dengan dunia melalui perangkat yang paling dekat dengan indra penglihatan kita.

Kabar terbaru yang beredar di kalangan pengamat teknologi mengindikasikan bahwa Huawei sedang mengembangkan kacamata pintar bertenaga AI dengan fitur yang cukup ambisius.

Berdasarkan bocoran dari sumber terpercaya, perangkat ini diprediksi akan menjadi jembatan penghubung antarbahasa yang sangat praktis. Mari kita bedah lebih dalam apa saja yang ditawarkan oleh inovasi terbaru ini dan bagaimana ia bisa mengubah gaya hidup Anda.

Revolusi Penerjemah Tanpa Aplikasi

Salah satu fitur yang paling dinanti dari kacamata pintar Huawei yang akan datang ini adalah kemampuan penerjemahannya. Menurut pembocor teknologi ternama, Digital Chat Station (DCS), perangkat wearable terbaru ini diharapkan dapat membangun ekosistem kacamata AI yang sudah ada dengan menambahkan fitur-fitur yang jauh lebih canggih. Poin utamanya adalah fitur terjemahan bawaan yang beroperasi langsung dari perangkat.

Bayangkan kenyamanannya: Anda tidak perlu lagi repot-repot mengeluarkan ponsel pintar dan membuka aplikasi khusus hanya untuk tugas-tugas dasar penerjemahan. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menjembatani hambatan bahasa secara instan saat bepergian.

Ini adalah langkah maju yang signifikan, mengingat beberapa pesaing masih sangat bergantung pada konektivitas aplikasi di ponsel untuk memproses data bahasa. Inovasi ini mengingatkan kita pada upaya real-time translation yang juga mulai diadopsi oleh perangkat lipat premium masa kini.

Langkah Huawei ini sejalan dengan tren kacamata pintar terkini yang menawarkan interaksi AI dan terjemahan waktu nyata.

Dengan kemampuan ini, komunikasi lintas bahasa menjadi lebih cair, memungkinkan Anda untuk berinteraksi dengan lawan bicara dari berbagai latar belakang tanpa jeda yang canggung. Ini bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan ekstensi dari kemampuan kognitif penggunanya.

Integrasi HyperOS dan Fitur Multimedia

Selain kemampuan linguistik, kacamata AI baru Huawei ini kemungkinan besar akan membawa integrasi yang lebih dalam dengan ekosistem HyperOS.

Laporan menyebutkan bahwa kacamata ini tidak akan menjadi “kuda satu trik” yang hanya bisa menerjemahkan. Perangkat ini diklaim mampu mengambil foto dan video, merekam audio, serta memutar musik melalui speaker dan mikrofon onboard.

Fitur-fitur multimedia ini menjadikan kacamata tersebut lebih dari sekadar aksesori mata, melainkan perangkat multifungsi yang siap menyaingi dominasi pemain lain di pasar.

Jika melihat ke belakang, Huawei sebenarnya sudah memiliki rekam jejak yang baik dalam menggabungkan gaya dan teknologi, seperti pada seri Huawei X Gentle Monster yang memadukan estetika fashion dengan fungsi audio pintar.

Bocoran fitur ini mengisyaratkan bahwa Huawei ingin menciptakan perangkat yang setara atau bahkan lebih baik dari kacamata AI Meta Ray-Ban yang saat ini populer.

Kemampuan untuk mendokumentasikan momen secara hands-free sambil mendengarkan musik favorit tanpa menutup telinga dari suara lingkungan adalah proposisi nilai yang sangat menarik bagi konsumen urban yang dinamis.

Desain Cerdas dan Prediksi Peluncuran

Tantangan terbesar dalam merancang kacamata pintar adalah menyeimbangkan antara performa baterai dan bobot perangkat agar tetap nyaman dipakai seharian.

DCS mengklaim bahwa kacamata baru ini akan menggunakan tiga baterai lithium untuk menyeimbangkan daya dan berat. Strategi distribusi baterai ini diharapkan dapat memberikan masa pakai yang lebih panjang tanpa membebani pangkal hidung atau telinga pengguna.

Dari segi estetika, perangkat ini diharapkan hadir dalam beberapa varian warna yang elegan, yaitu Streamer Silver, Titanium Silver Gray, dan Modern Black. Pilihan warna ini menunjukkan target pasar yang menginginkan tampilan profesional namun tetap futuristik.

Persaingan di sektor ini memang semakin ketat, dengan berbagai jenama berlomba menghadirkan inovasi, mulai dari fitur kesehatan hingga pembayaran digital yang terintegrasi di kacamata.

Lantas, kapan Anda bisa memilikinya? Sang pembocor informasi menambahkan bahwa kacamata AI Huawei yang baru ini bisa jadi meluncur pada paruh pertama tahun 2026.

Meskipun ini masih merupakan laporan yang belum terkonfirmasi, jangka waktu tersebut memberikan ruang bagi Huawei untuk mematangkan teknologi mereka.

Seperti halnya rumor teknologi lainnya, kita perlu menyikapinya dengan bijak, namun prospek memiliki asisten penerjemah pribadi yang menempel di wajah tentu sangat layak untuk dinantikan. Apakah ini akan menjadi standar baru komunikasi masa depan? Waktu yang akan menjawabnya. (Icha)

Apple Siapkan Siri Jadi Chatbot AI Penuh di Pembaruan iOS Mendatang

0

Telko.id – Apple dilaporkan tengah mempersiapkan perombakan besar-besaran terhadap asisten virtual andalan mereka, Siri.

Berdasarkan informasi terbaru yang beredar, raksasa teknologi asal Cupertino ini berencana mengubah Siri menjadi chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sepenuhnya mandiri (“full-fledged chatbot”) dalam pembaruan sistem operasi masa depan.

Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis Apple untuk mengejar ketertinggalan dalam kompetisi AI generatif yang semakin ketat.

Laporan tersebut mengklaim bahwa transformasi ini akan menjadikan Siri jauh lebih canggih dibandingkan versinya saat ini.

Jika sebelumnya Siri hanya mampu menjalankan perintah suara sederhana atau pencarian web dasar, versi terbaru ini digadang-gadang akan memiliki kemampuan percakapan yang setara dengan Chatbot AI terkemuka seperti ChatGPT milik OpenAI maupun Gemini milik Google.

Perubahan ini menandai babak baru dalam ekosistem perangkat lunak Apple yang selama ini dikenal sangat menjaga privasi dan pemrosesan data di dalam perangkat.

Kabar mengenai pembaruan ini muncul di tengah tingginya ekspektasi pasar terhadap inovasi Apple. Meskipun Apple telah memperkenalkan fitur “Apple Intelligence” pada iOS 18, laporan menunjukkan bahwa visi perusahaan untuk Siri melangkah jauh lebih ke depan.

Target utamanya adalah menciptakan interaksi yang lebih alami, kontekstual, dan mampu menangani tugas-tugas kompleks yang sebelumnya mustahil dilakukan oleh asisten suara konvensional.

Transformasi Menuju Advanced LLM Siri

Inti dari perubahan ini terletak pada penggunaan Large Language Models (LLM) yang lebih canggih. Laporan menyebutkan bahwa Apple sedang membangun arsitektur baru yang memungkinkan Siri untuk memahami nuansa bahasa, konteks percakapan yang panjang, dan memberikan respons yang lebih kreatif serta informatif.

Ini berbeda dengan mekanisme Siri saat ini yang sangat bergantung pada skrip terprogram dan basis data terbatas.

Dalam rencana jangka panjangnya, Apple ingin memastikan bahwa pengguna tidak lagi merasakan kaku saat berinteraksi dengan iPhone atau iPad mereka.

Siri yang baru diharapkan dapat berfungsi sebagai teman diskusi, asisten penulisan, hingga pemecah masalah teknis yang andal. Hal ini sejalan dengan ambisi CEO Apple, Tim Cook, yang terus mendorong integrasi AI ke dalam lini produk inti perusahaan tanpa mengorbankan keamanan data pengguna.

Pembaruan ini dikabarkan tidak hanya sekadar peningkatan perangkat lunak biasa, melainkan sebuah evolusi total dari cara kerja Siri.

Pengguna nantinya dapat meminta Siri untuk merangkum dokumen panjang, menulis email dengan nada tertentu, atau bahkan merencanakan perjalanan yang kompleks hanya melalui perintah suara yang natural.

Kemampuan ini akan menempatkan Siri kembali ke dalam peta persaingan asisten digital yang sempat didominasi oleh para pesaingnya dalam beberapa tahun terakhir.

Jadwal Rilis dan Tantangan Integrasi

Meskipun antusiasme terhadap “Siri Super” ini sangat tinggi, laporan mengindikasikan bahwa fitur ini mungkin tidak akan hadir dalam waktu dekat. Beberapa sumber menyebutkan target peluncuran pada versi iOS mendatang, yang diprediksi jatuh pada siklus rilis iOS 19 atau bahkan lebih jauh (seperti yang disebut dalam beberapa rumor sebagai iOS 27, meskipun angka ini kemungkinan merujuk pada kode internal atau target jangka panjang).

Apple dikenal sangat hati-hati dalam merilis fitur AI generatif karena risiko “halusinasi” atau kesalahan informasi yang sering terjadi pada model bahasa besar.

Selain itu, Apple juga menghadapi tantangan dalam hal integrasi dengan pihak ketiga. Baru-baru ini, isu mengenai Integrasi ChatGPT di dalam ekosistem Apple sempat memicu perdebatan hukum dan kekhawatiran privasi.

Dengan membangun model chatbot mereka sendiri yang sepenuhnya terintegrasi (“full-fledged”), Apple tampaknya ingin mengurangi ketergantungan pada mitra eksternal seperti OpenAI dan memiliki kendali penuh atas pengalaman pengguna serta keamanan data.

Langkah ini juga dipandang sebagai respons terhadap kritik bahwa Apple terlambat berinovasi di ranah AI. Dengan mengubah Siri menjadi chatbot yang cerdas, Apple berusaha membuktikan bahwa mereka masih memegang kendali atas inovasi teknologi konsumen.

Keberhasilan proyek ini akan sangat menentukan posisi Apple di pasar smartphone global dalam satu dekade ke depan, terutama ketika pesaing Android sudah lebih dulu menanamkan fitur serupa secara agresif.

Para pengamat industri teknologi menyarankan agar pengguna bersabar. Mengubah arsitektur asisten suara yang digunakan oleh miliaran perangkat di seluruh dunia bukanlah pekerjaan mudah.

Apple harus memastikan infrastruktur server “Private Cloud Compute” mereka siap menangani beban pemrosesan yang masif, serta memastikan bahwa model AI yang dijalankan di perangkat (on-device) cukup efisien agar tidak menguras baterai.

Pada akhirnya, transformasi Siri menjadi chatbot penuh adalah sebuah keniscayaan. Pertanyaannya bukan lagi “apakah”, melainkan “kapan” Apple akan merilisnya ke publik.

Jika laporan ini akurat, maka masa depan interaksi manusia dan iPhone akan berubah drastis, menjadikan fiksi ilmiah tentang asisten AI yang benar-benar cerdas menjadi kenyataan di saku pengguna. (Icha)

F1 Gunakan Teknologi Lenovo Neptune Liquid Cooling, Hemat Energi Hingga 40%

0

Telko.id – Formula 1 (F1) dan Lenovo secara resmi mengumumkan penerapan teknologi pendingin cair inovatif, Lenovo Neptune Liquid Cooling, untuk mendukung operasional penyiaran balapan kelas dunia.

Implementasi strategis ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi energi hingga 40 persen sekaligus memperkuat performa infrastruktur High Performance Computing (HPC) yang menjadi tulang punggung sistem penyiaran global F1.

Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam kemitraan global antara kedua organisasi, di mana solusi teknologi Lenovo diintegrasikan langsung ke dalam F1 Media & Technology Centre yang berlokasi di Biggin Hill, Inggris.

Teknologi ini hadir untuk menjawab tantangan kebutuhan komputasi yang terus meningkat seiring dengan kompleksitas produksi siaran, manajemen operasional balapan, serta pengolahan data secara real-time.

Chief Technology Officer Lenovo, Dr. Tolga Kurtoglu, menegaskan bahwa penerapan teknologi ini akan memperkuat infrastruktur teknis F1 secara fundamental.

Menurutnya, solusi pendinginan ini memungkinkan penanganan beban kerja yang lebih tinggi dengan kecepatan yang konsisten, namun tetap menawarkan penghematan energi yang signifikan bagi organisasi.

Terobosan Efisiensi di Pusat Data F1

Kebutuhan Formula 1 terhadap lingkungan HPC yang tangguh terus melonjak demi memenuhi target teknis dan standar lingkungan yang ketat. Solusi Lenovo Neptune menjawab tantangan ini dengan mendobrak batasan metode pendinginan tradisional.

Teknologi ini terintegrasi dalam server Lenovo ThinkSystem SD665-N V3 yang kini menjadi andalan di pusat data F1.

Berbeda dengan sistem pendingin udara konvensional yang boros energi, teknologi Neptune menggunakan air hangat untuk menghilangkan panas langsung dari tingkat prosesor.

Metode ini terbukti ampuh mengurangi konsumsi daya yang biasanya tersedot untuk mendinginkan perangkat komputasi berkepadatan tinggi.

Hasilnya, F1 kini memiliki fleksibilitas lebih besar untuk menjalankan beban kerja kecerdasan buatan (AI) dan pemrosesan data yang masif tanpa khawatir akan lonjakan konsumsi energi yang drastis.

Chris Roberts, Director of IT Formula 1, menyatakan bahwa teknologi ini memungkinkan organisasi untuk tetap berada di jalur yang tepat menuju target keberlanjutan.

Integrasi teknologi pendingin cair ini berjalan mulus dengan pusat data berpendingin udara yang sudah ada sebelumnya, memungkinkan eksekusi beban kerja data dan AI dilakukan secara on-premise dengan lebih efisien.

Tulang Punggung Siaran untuk Miliaran Penggemar

Infrastruktur teknologi yang kuat sangat krusial bagi Formula 1, mengingat skala audiens yang harus dilayani. Organisasi ini mengandalkan solusi HPC Lenovo untuk menghadirkan tayangan siaran langsung kepada lebih dari 820 juta penggemar di seluruh dunia, dengan total penonton kumulatif mencapai 1,6 miliar setiap tahunnya.

Proses ini melibatkan alur kerja data yang sangat kompleks. Pada setiap akhir pekan balapan, F1 mendirikan Event Technical Centre (ETC) di sisi lintasan.

Fasilitas ini merupakan unit portabel terbesar dan tercanggih di dunia dalam kategorinya, yang berfungsi sebagai pusat pengumpulan data awal. Mulai dari pencatatan waktu, telemetri mobil, data ban, komunikasi radio tim, hingga tayangan kamera dan audio dikumpulkan di sini menggunakan platform virtualisasi Lenovo.

Dari sirkuit, sekitar 600 TB data langsung ditransmisikan ke Media & Technology Centre (M&TC) di Biggin Hill. Di fasilitas inilah teknologi Lenovo Neptune Liquid Cooling diterapkan secara bertahap. M&TC yang baru diperbarui kini menangani mayoritas pemrosesan data selama balapan berlangsung.

Fasilitas ini mengoperasikan lebih dari 180 sistem perangkat lunak khusus yang terdiri dari empat juta baris kode, memastikan setiap detil balapan tersaji sempurna di layar kaca penggemar.

Mendukung Target Net Zero 2030

Penerapan teknologi pendingin cair ini tidak hanya soal performa, tetapi juga merupakan bagian integral dari strategi keberlanjutan jangka panjang Formula 1. Organisasi balap paling bergengsi ini memiliki target ambisius untuk mencapai status Net Zero Carbon pada tahun 2030. Efisiensi termal yang ditawarkan oleh sistem Neptune menjadi aset berharga dalam upaya tersebut.

Dengan kemampuan pembuangan panas berbasis air, F1 dapat mempertahankan performa komputasi optimal sekaligus menekan jejak karbon operasionalnya. Hal ini memungkinkan Formula 1 untuk terus mendorong batas inovasi dalam teknologi penyiaran tanpa mengorbankan komitmen terhadap lingkungan.

Dr. Tolga Kurtoglu menambahkan bahwa langkah ini memungkinkan F1 memperluas skala sistem penyiarannya dengan percaya diri, memenuhi persyaratan efisiensi dan keandalan yang sejalan dengan evolusi olahraga tersebut.

Kemitraan ini mencakup solusi end-to-end yang mendukung lebih dari 600 karyawan F1. Mereka memanfaatkan berbagai perangkat AI-ready, mulai dari laptop, workstation, monitor, hingga tablet dan smartphone Motorola untuk berkolaborasi secara global.

Implementasi teknologi pendingin cair ini meletakkan fondasi kuat bagi inovasi berkelanjutan, menjanjikan pengalaman yang semakin kaya bagi penggemar ajang balap tercepat di dunia ini di masa depan. (Icha)

NeutraDC dan Ishikari Data Center Sepakati Kemitraan Strategis Infrastruktur AI

0

Telko.id – Langkah besar dalam perluasan infrastruktur digital Asia kembali tercatat pada awal tahun 2026. NeutraDC, anak perusahaan Telkom Indonesia, secara resmi mengumumkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ishikari Renewable Energy Data Center No.1.

Kesepakatan yang terjalin pada 22 Januari 2026 ini menandai dimulainya kolaborasi strategis untuk menghubungkan tiga wilayah kunci, yakni Indonesia, Singapura, dan Ishikari di Hokkaido, Jepang.

Kerja sama ini dirancang untuk menciptakan hub jaringan Asia yang terintegrasi, memungkinkan penyediaan infrastruktur digital lintas negara yang mulus. Fokus utama dari kemitraan ini adalah menarik tenant pusat data serta pengguna unit pemrosesan grafis (GPU) dari pasar Asia Tenggara, khususnya Singapura dan Indonesia, untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Hokkaido.

Langkah ini dinilai strategis mengingat tingginya permintaan akan komputasi berkinerja tinggi di era kecerdasan buatan saat ini.

Dalam skema kerja sama ini, NeutraDC akan memainkan peran vital dengan menyediakan layanan kolokasi di fasilitas pusat data mereka yang tersebar di Singapura dan Indonesia. Fasilitas ini akan diperuntukkan bagi para pengguna Ishikari Renewable Energy Data Center No.1 yang membutuhkan akses ke pasar Asia Tenggara.

Sinergi ini diharapkan mampu memberikan solusi infrastruktur yang fleksibel dan dapat diandalkan bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di ketiga negara tersebut.

Salah satu aspek teknis yang menjadi sorotan dalam kesepakatan ini adalah rencana konektivitas jaringan berlatensi rendah. Ishikari Renewable Energy Data Center No.1 berkomitmen untuk menyambungkan fasilitas data center NeutraDC di Singapura dengan fasilitas data center di Jepang.

Koneksi ini akan memanfaatkan teknologi mutakhir All-Photonics Network (APN) dari Innovative Optical and Wireless Network (IOWN).

Jaringan optik canggih tersebut dijadwalkan mulai beroperasi menghubungkan Hokkaido Ishikari dan Tokyo Otemachi pada Agustus 2026. Kehadiran infrastruktur jaringan ini bertujuan untuk memfasilitasi pemanfaatan produk Neutra Connect secara optimal di antara Singapura, Indonesia, dan Hokkaido.

Dengan latensi yang ditekan seminimal mungkin, pertukaran data antar negara dapat berlangsung dengan kecepatan tinggi, mendukung aplikasi yang sensitif terhadap jeda waktu.

Pengembangan Layanan GPU-as-a-Service Lintas Negara

Poin krusial lain dari MoU ini adalah kesepakatan kedua belah pihak untuk mengembangkan dan mempromosikan bisnis GPU-as-a-Service (GPUaaS). Inisiatif ini akan menggabungkan keunggulan masing-masing perusahaan untuk menghadirkan solusi komputasi AI yang komprehensif.

NeutraDC akan mengambil peran utama dalam merancang arsitektur sistem GPU serta bertanggung jawab atas pembangunan dan pengoperasian layanan komputasi AI.

Tujuan akhir dari kolaborasi teknis ini adalah menghadirkan layanan Neutra Compute di kawasan Ishikari, Hokkaido.

Layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi tingkat tinggi yang terus meningkat seiring dengan adopsi teknologi kecerdasan buatan di berbagai sektor industri.

Melalui kolaborasi AI ini, pelanggan korporasi akan mendapatkan akses ke sumber daya komputasi yang kuat dan skalabel.

Di sisi lain, Ishikari Renewable Energy Data Center No.1 akan memberikan dukungan penuh dalam penyediaan infrastruktur fisik serta pengembangan basis pelanggan untuk implementasi layanan tersebut.

Sinergi ini memungkinkan terwujudnya layanan GPU lintas negara yang bersifat end-to-end. Pelanggan akan mendapatkan manfaat berupa agregasi beban kerja GPU dengan latensi rendah, akses jaringan yang aman, serta desain rute jaringan yang memiliki redundansi tinggi untuk menjamin keberlangsungan operasional.

Pemanfaatan Energi Terbarukan dan Dukungan Pemerintah

Pemilihan Hokkaido sebagai mitra strategis bukan tanpa alasan. NeutraDC memandang wilayah utara Jepang ini sebagai pintu masuk strategis, didukung oleh ekosistem energi terbarukan yang sangat kuat.

Lingkungan kebijakan yang kondusif di Jepang juga menjadi faktor pendorong utama. Ishikari Renewable Energy Data Center No.1 akan mendukung NeutraDC dalam mempertimbangkan pemanfaatan fasilitas data center mereka, sekaligus membantu menjajaki peluang bisnis baru di zona RE100 kawasan Pelabuhan Baru Ishikari.

Zona RE100 merupakan kawasan industri yang berkomitmen pada penggunaan 100% energi terbarukan, sebuah faktor yang semakin penting bagi perusahaan teknologi global yang sadar akan jejak karbon.

Kerja sama ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pembangunan pusat data yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di masa depan, sejalan dengan tren global menuju infrastruktur hijau.

Kesepakatan ini juga tidak lepas dari peran serta pemerintah setempat. Kedua belah pihak menantikan kepemimpinan dan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Hokkaido untuk mencapai tujuan-tujuan strategis ini.

NeutraDC secara khusus menyampaikan apresiasi atas upaya Pemerintah Hokkaido yang telah memfasilitasi pertemuan bisnis di Singapura pada Februari 2025, serta kunjungan lanjutan ke Ishikari pada Maret di tahun yang sama. Dukungan pemerintah dinilai krusial dalam memastikan kelancaran implementasi proyek lintas batas ini.

Teknologi Unggulan: Neutra Connect dan Neutra Compute

Untuk memahami signifikansi kerja sama ini, perlu melihat lebih dalam pada teknologi yang dibawa oleh NeutraDC. Neutra Connect, yang menjadi tulang punggung konektivitas proyek ini, adalah layanan platform digital unggulan yang mampu menghubungkan pusat data, lingkungan multi-cloud, aplikasi, perangkat, dan mitra bisnis secara mulus.

Keunggulan utamanya terletak pada kecepatan implementasi, di mana jaringan baru dapat dibangun dalam waktu 24 jam.

Selain kecepatan, Neutra Connect menawarkan efisiensi biaya yang signifikan, dengan potensi penghematan biaya transfer data hingga 30%.

Platform ini menyediakan layanan instan dalam satu atap, dengan konektivitas yang tidak melalui internet publik sehingga lebih aman dan stabil. Fitur keamanan data juga diperkuat melalui edge security (SASE).

Saat ini, Neutra Connect telah terhubung dengan lebih dari 1.000 pusat data, operator telekomunikasi, dan mitra, serta menyediakan konektivitas satu-hop ke penyedia cloud utama.

Sementara itu, Neutra Compute merupakan layanan GPU-as-a-Service yang menjadi inti dari penawaran komputasi AI dalam kerja sama ini. Layanan ini menggunakan GPU berperforma tinggi dari produsen terkemuka seperti NVIDIA dan AMD.

Neutra Compute menawarkan kecepatan, skalabilitas, dan kecerdasan yang dibutuhkan perusahaan untuk mendorong inovasi serta mendukung pengembangan AI tingkat enterprise. Kehadiran layanan ini di Hokkaido akan memperkuat posisi wilayah tersebut sebagai hub komputasi masa depan.

Profil Proyek Ishikari dan Skala Bisnis NeutraDC

Proyek Ishikari Renewable Energy Data Center No.1 sendiri dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada April 2026. Proyek ambisius ini mendapatkan dukungan hibah dari “FY2021 Digital Infrastructure Development Fund Project” yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang serta Information and Communication Network Industry Association of Japan (CIAJ). Hal ini menunjukkan betapa strategisnya proyek ini bagi peta jalan digital Jepang.

Pembangunan fasilitas ini dipimpin oleh konsorsium yang terdiri dari Tokyu Fudosan Holdings Corporation, Flower Communications Inc., dan Agility Asset Advisors Inc. Perancangan dan pengawasan proyek dipercayakan kepada Asai Ken Architectural Research Institute, sementara konstruksi dilaksanakan oleh kontraktor lokal Nakayama Corporation.

Secara fisik, pusat data ini direncanakan memiliki luas lantai total 11.093 meter persegi, dengan kapasitas penerimaan daya sebesar 15 MW dan mampu menampung hingga 1.140 rak server.

Bagi NeutraDC, kemitraan ini menambah portofolio ekspansi internasional mereka. Sebagai merek dari PT Telkom Data Ekosistem, NeutraDC saat ini mengoperasikan total 34 pusat data di Indonesia dan Singapura.

Fasilitas tersebut mencakup data center kategori hyperscale, enterprise, hingga edge yang telah berstandar Tier III dan Tier IV. Perusahaan juga tengah agresif mengembangkan infrastruktur digital baru, termasuk pusat data hyperscale di Batam dan penambahan kapasitas berskala besar di Jakarta.

Langkah strategis NeutraDC dan Ishikari Renewable Energy Data Center No.1 ini mempertegas posisi kedua negara dalam peta persaingan teknologi global.

Dengan menggabungkan kekuatan jaringan, teknologi komputasi, dan energi terbarukan, kolaborasi ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Pasifik.

Ke depannya, implementasi dari kemitraan strategis ini akan terus dipantau, terutama terkait realisasi operasional jaringan APN IOWN pada pertengahan 2026 yang menjadi kunci konektivitas latensi rendah antara Jepang dan Asia Tenggara. (Icha)

Internet BAIK Festival Series 10 Resmi Dibuka, Telkomsel Fokus Literasi AI

0

Telko.id – Telkomsel secara resmi membuka gelaran Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 yang mengusung tema besar “Level Up The Future with AI” di SMK Negeri 1 Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Januari 2026.

Program Corporate Social Responsibility (CSR) tahunan ini kembali hadir dengan fokus utama membekali ribuan pelajar sekolah menengah serta ekosistem pendidikan di Indonesia dengan kemampuan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara kreatif, aman, dan produktif.

Peluncuran program ini menandai satu dekade komitmen Telkomsel dalam literasi digital, di mana tahun ini perusahaan telekomunikasi tersebut menekankan pada prinsip BAIK, yakni Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif.

Langkah ini diambil untuk memastikan generasi muda tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menguasai alat-alat digital mutakhir untuk menciptakan dampak positif.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa kehadiran IBFEST Series 10 bertujuan mengubah persepsi generasi muda terhadap teknologi yang berkembang pesat.

Menurutnya, anak muda harus mampu melihat AI sebagai alat solutif, bukan sekadar tren sesaat. Ia menekankan bahwa kecerdasan buatan bukanlah ancaman, melainkan akselerator yang dapat meningkatkan kreativitas dan kapabilitas manusia jika digunakan dengan tepat.

Inisiatif ini sejalan dengan semangat Telkomsel Jaga Cita yang berupaya menciptakan ekosistem digital inklusif dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Telkomsel juga telah konsisten menghadirkan Internet BAIK Festival sebagai wadah edukasi tahunan. Selain itu, perusahaan juga memiliki berbagai solusi digital lain seperti Ilmupedia, Skul.id, Kuncie, dan by.U yang mendukung visi tersebut.

Roadshow di Empat Kota Besar

Rangkaian kegiatan IBFEST Series 10 tidak hanya berpusat di satu lokasi. Setelah pembukaan resmi di Cimahi pada 21 Januari, program ini akan melanjutkan perjalanannya dalam bentuk roadshow ke berbagai kota di Indonesia.

Jadwal berikutnya adalah Jambi pada 5 Februari, dilanjutkan ke Pontianak pada 22 April, dan akan mencapai puncaknya pada acara penutupan di Surakarta pada 30 April.

Content image for article: Internet BAIK Festival Series 10 Resmi Dibuka, Telkomsel Fokus Literasi AI

Pemilihan kota-kota ini menunjukkan komitmen pemerataan literasi digital yang dibawa oleh Telkomsel. Di setiap kota, IBFEST menghadirkan tiga kegiatan utama yang dirancang komprehensif, yaitu AI Camp Training, AI Workshop, serta diskusi inspiratif.

Kegiatan ini melibatkan praktisi AI dan pegiat literasi digital untuk memberikan wawasan langsung kepada para peserta.

Pentingnya program semacam ini juga mendapat sorotan dari pemerintah. Inisiatif IBFEST dinilai sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 serta implementasi Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Dunia Maya (PP TUNAS).

Regulasi ini bertujuan memastikan generasi muda dapat terlindungi dan tetap berkembang secara positif di tengah derasnya arus informasi era digital.

Tiga Jalur Pelatihan Berbasis AI

Guna memaksimalkan potensi peserta, IBFEST Series 10 membagi program pembelajarannya ke dalam tiga jalur peminatan spesifik. Strategi ini diterapkan agar materi yang disampaikan lebih fokus dan relevan dengan minat bakat para pelajar. Jalur pertama adalah Creativa, yang dikhususkan bagi pelajar yang tertarik pada seni digital.

Dalam jalur Creativa, peserta diajak mengeksplorasi seni dengan bantuan AI. Materi pelatihan mencakup pembuatan musik, produksi film pendek, desain poster bergerak, hingga penciptaan cerita ilustrasi digital. Hal ini membuktikan bahwa teknologi dapat bersanding harmonis dengan kreativitas artistik.

Jalur kedua adalah Syntech, yang berfokus pada inovasi dan solusi praktis. Di sini, pelajar ditantang untuk mengembangkan solusi atas masalah sehari-hari. Peserta akan diajarkan cara membuat aplikasi sederhana, mini-games yang edukatif, atau prototipe produk digital. Keterampilan ini sangat relevan untuk mencetak calon wirausaha digital masa depan yang mampu berpikir kritis dan solutif.

Jalur ketiga, yang tak kalah penting, adalah Cyberlite. Jalur ini fokus pada edukasi keamanan siber yang dikemas secara kreatif.

Mengingat maraknya ancaman digital, peserta diajak membuat konten kampanye positif. Contoh luaran dari jalur ini meliputi film pendek tentang bahaya deepfake, gerakan sosial “Saring Before Sharing”, atau poster edukasi anti-penipuan (anti-scam).

Edukasi Holistik untuk Guru dan Orang Tua

Sadar bahwa pendidikan tidak hanya melibatkan siswa, IBFEST Series 10 juga merancang kurikulum khusus bagi guru dan orang tua. Langkah ini diambil untuk menciptakan lingkungan pendukung yang solid bagi perkembangan digital anak. Bagi para guru, tersedia workshop bertema “AI in Education & Digital Safety: Membimbing Siswa di Era Cerdas Digital”.

Sesi untuk tenaga pengajar ini bertujuan memperkuat peran guru sebagai mentor digital. Mereka dibekali kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dalam metode pengajaran di sekolah, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih relevan dengan perkembangan zaman. Hal ini penting agar pendidik tidak tertinggal dari siswa yang mereka bimbing.

Sementara itu, bagi orang tua, Telkomsel menghadirkan sesi “Safe & Smart Parenting di Era AI”. Workshop ini memberikan panduan praktis bagi orang tua dalam mendampingi anak berinternet.

Tujuannya adalah agar orang tua memahami peran AI dalam kehidupan sehari-hari dan dapat memastikan anak-anak mereka berselancar di dunia maya dengan aman.

Selain pelatihan teknis, rangkaian acara juga dilengkapi dengan diskusi inspiratif bertajuk “AI untuk Masa Depan yang BAIK”.

Forum ini secara khusus menyoroti aspek keamanan digital melalui sosialisasi PP TUNAS. Hal ini menjadi krusial untuk menjamin perlindungan menyeluruh bagi generasi muda saat bereksplorasi di ruang digital.

Dukungan Penuh Pemerintah

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Telkomsel dalam menyelenggarakan Internet BAIK Festival.

Menurutnya, upaya membekali generasi muda dengan keterampilan digital dan AI adalah langkah strategis yang sangat dibutuhkan bangsa saat ini.

Meutya Hafid menekankan harapan pemerintah agar pelajar tidak hanya sekadar cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam pemanfaatannya.

Ia menyebutkan bahwa program seperti ini merupakan langkah krusial untuk mencetak inovator-inovator baru yang dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan Indonesia di masa depan.

Kolaborasi antara sektor swasta seperti Telkomsel dan pemerintah melalui regulasi yang tepat diharapkan dapat mempercepat transformasi digital nasional.

Dengan adanya pelatihan yang terstruktur, risiko penyalahgunaan teknologi dapat diminimalisir, sementara potensi manfaatnya dapat dimaksimalkan.

Satu Dekade Mencetak Agen Perubahan

Memasuki tahun kesepuluh pelaksanaannya, program Internet BAIK telah mencatatkan rekam jejak yang impresif. Pada pelaksanaan seri sebelumnya (Series 9), program ini berhasil menjaring antusiasme luar biasa dengan lebih dari 10.000 pendaftar yang berasal dari 124 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Secara kumulatif sejak pertama kali digelar pada tahun 2016, dampak program ini sangat signifikan. Internet BAIK tercatat telah menjangkau lebih dari 41.069 pelajar di 1.484 sekolah.

Jangkauan ini juga melibatkan lebih dari 9.553 guru, orang tua, dan komunitas di 296 kota/kabupaten. Angka ini menunjukkan skala masif dari upaya literasi digital yang dilakukan.

Lebih dari sekadar angka partisipasi, program ini telah melahirkan luaran nyata berupa sumber daya manusia yang berkualitas.

Telkomsel mencatat telah lahir lebih dari 1.600 “Internet BAIK Agents of Change” dan terciptanya 1.624 karya konten kreatif digital. Para agen perubahan inilah yang diharapkan akan terus menularkan semangat literasi digital yang positif di lingkungan mereka masing-masing.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi atau mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan pendaftaran IBFEST Series 10, Telkomsel menyediakan akses informasi lengkap melalui situs resmi internetbaik.id.

Program ini terbuka bagi pelajar SMA/SMK sederajat, guru, hingga orang tua yang ingin meningkatkan pemahaman mereka tentang era kecerdasan buatan. (Icha)

Twilio dan AEG Hadirkan Pengalaman Nonton Live Lebih Personal

Telko.id – Twilio secara resmi mengumumkan kolaborasi Twilio dan AEG dalam sebuah kemitraan jangka panjang yang strategis.

Langkah ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi komunikasi canggih di Crypto.com Arena, tim NHL LA Kings, serta platform tiket global AXS demi menghadirkan pengalaman hiburan yang lebih mulus dan personal bagi penggemar.

Kerja sama ini menandai babak baru dalam cara penonton berinteraksi dengan acara langsung, mulai dari pembelian tiket hingga pasca-acara.

Kemitraan yang diinisiasi oleh AEG Global Partnerships ini merupakan tonggak sejarah penting bagi ekspansi Twilio di sektor olahraga dan hiburan.

Untuk pertama kalinya, perusahaan platform interaksi pelanggan ini bekerja sama secara simultan dengan stadion besar, liga hoki nasional (NHL), dan platform penjualan tiket berskala global.

Dalam kesepakatan ini, Twilio didapuk sebagai Mitra Pendiri (Founding Partner) dari Crypto.com Arena, mitra helm tandang resmi (Away Helmet Partner) untuk LA Kings, serta mitra media di seluruh jaringan AXS.

Chris Koehler, Direktur Pemasaran Twilio, menyoroti pentingnya aspek emosional dalam acara langsung seperti konser atau pertandingan olahraga.

Menurutnya, teknologi Twilio dirancang untuk memastikan setiap interaksi pada momen-momen tersebut menjadi pengalaman yang luar biasa.

Bersama AEG, Twilio berkomitmen meningkatkan standar pelayanan kepada penggemar, baik di lingkungan fisik stadion maupun melalui ekosistem digital Kerja Sama Strategis yang dibangun.

Personalisasi Melalui Data Pelanggan

Inti dari kolaborasi ini adalah penggunaan teknologi canggih untuk menjalin hubungan yang lebih bermakna dengan audiens.

AEG akan memanfaatkan Twilio Segment, sebuah platform pengolahan data pelanggan, untuk memahami preferensi penggemar secara mendalam.

Pemanfaatan data ini memungkinkan AEG mengetahui keinginan penggemar bahkan sebelum acara dimulai, saat acara berlangsung, hingga setelah acara selesai.

Dengan wawasan yang diperoleh dari Twilio Segment, AEG dapat mengkurasi penawaran dan komunikasi yang sangat personal bagi setiap individu.

Nick Baker, Presiden dan COO AEG Global Partnerships, menyatakan bahwa kehadiran teknologi ini membawa kemampuan pengenalan pelanggan ke level yang lebih detail.

Hal ini tidak hanya memenuhi ekspektasi penggemar akan pelayanan spesial, tetapi juga membantu tim operasional bekerja lebih efisien, sejalan dengan semangat Talenta AI Nasional dalam pemanfaatan data cerdas.

Implementasi teknologi ini diharapkan dapat mengubah paradigma layanan pelanggan di industri hiburan.

Kemampuan untuk merespons kebutuhan penggemar secara real-time menjadi kunci utama dalam menjaga loyalitas dan kepuasan pengunjung di tengah persaingan industri hiburan yang semakin ketat.

Keamanan dan Kenyamanan Tiket Digital

Selain pengalaman di lokasi, teknologi Twilio juga memegang peranan vital dalam ekosistem tiket digital AXS. Platform ini menghubungkan jutaan penggemar dengan berbagai kegiatan langsung di seluruh dunia.

Twilio Programmable Messaging dan Twilio Verify diimplementasikan untuk mengirimkan notifikasi SMS sekaligus menjaga keamanan akun pengguna.

Sistem keamanan ganda atau verifikasi identitas yang diterapkan di aplikasi AXS memastikan proses pengiriman dan transfer tiket berjalan aman dan lancar.

Justin Burleigh, Direktur Produk AXS, mengungkapkan optimismenya terhadap perluasan kerja sama ini.

Menurutnya, teknologi Twilio telah meningkatkan cara mereka berinteraksi dengan pelanggan, memberikan rasa aman yang krusial dalam transaksi digital, mirip dengan standar keamanan pada Kerjasama Strategis IoT di sektor lain.

Visibilitas Brand dan Fasilitas Eksklusif

Sebagai bagian dari kesepakatan sebagai Mitra Pendiri Crypto.com Arena—yang menggelar lebih dari 200 acara setiap tahunnya—Twilio mendapatkan hak istimewa berupa area interaktif khusus.

Area ini terletak di dalam kawasan bisnis eksklusif yang terintegrasi langsung dengan arena. Selain itu, branding Twilio akan tampil dominan di layar-layar lebar digital di dalam arena serta papan iklan di sepanjang jalan tol yang dilintasi jutaan orang.

Eksposur merek juga akan terlihat jelas pada perlengkapan tim LA Kings. Logo Twilio dijadwalkan muncul di helm para pemain saat bertanding di kandang lawan mulai musim NHL 2025-26.

Kehadiran visual ini diperkuat dengan penempatan iklan di jaringan layar digital kawasan hiburan L.A. LIVE seluas lebih dari 42 hektar di pusat kota Los Angeles.

Kolaborasi ini juga memberikan keuntungan bagi tim Crypto.com Arena dalam memperkuat hubungan dengan klien VIP.

Katie Pandolfo, General Manager Crypto.com Arena, menegaskan bahwa platform Twilio membawa standar inovasi hiburan mereka ke tingkat yang lebih tinggi, memungkinkan pelayanan yang lebih istimewa bagi jutaan tamu yang hadir setiap tahunnya.

Kemitraan ini mencerminkan pola Kerjasama Strategis yang saling menguntungkan antara penyedia teknologi dan pelaku industri. (Icha)

Resolusi Finansial 2026: Cara blu by BCA Digital Ubah Self-Reward Jadi Cuan

0

Telko.id – Memasuki tahun baru, momentum menyusun rencana keuangan kembali menjadi prioritas bagi banyak masyarakat Indonesia.

Menanggapi hal ini, blu by BCA Digital meluncurkan kampanye Resolusi Finansial 2026 yang mengajak nasabah untuk lebih bijak atau mindful dalam mengelola keuangan, khususnya terkait kebiasaan memberikan penghargaan diri sendiri atau self-reward.

Kampanye ini hadir sebagai respons terhadap tren apresiasi diri yang kian populer sebagai bentuk afirmasi positif atas kerja keras selama setahun penuh.

Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, batas antara apresiasi diri dan perilaku belanja impulsif sering kali menjadi kabur. Kondisi ini berpotensi mengganggu stabilitas finansial jangka panjang yang seharusnya menjadi fokus utama di awal tahun.

Albert Kurniawan, Head of Growth & Acquisition BCA Digital, menjelaskan bahwa konsistensi dalam menjalankan resolusi keuangan sangat dipengaruhi oleh kebiasaan harian.

Pihaknya melihat bahwa tantangan terbesar sering kali muncul dari cara seseorang menyikapi pengeluaran spontan yang berkedok hadiah untuk diri sendiri.

“Melalui kampanye Resolusi Finansial 2026, blu by BCA Digital mendorong masyarakat untuk mengelola keuangan secara lebih mindful sejak awal tahun, dengan perencanaan yang lebih terarah tanpa menghilangkan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan gaya hidup,” ujar Albert.

Mengubah Mindset Self-Reward

Dalam pandangan BCA Digital, menikmati hasil jerih payah merupakan hal yang wajar dan penting untuk menjaga kesehatan mental. Kendati demikian, tantangan muncul ketika alasan self-reward dijadikan pembenaran untuk kebiasaan belanja yang tidak terencana.

Hal ini sering kali menjadi penghambat utama tercapainya target tabungan atau investasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Untuk mengatasi fenomena tersebut, blu by BCA Digital tidak menyarankan nasabah untuk menahan diri sepenuhnya dari belanja.

Strategi yang ditawarkan adalah menggeser fokus dari kepuasan instan menuju keputusan finansial yang memberikan dampak positif jangka panjang. Nasabah diajak untuk mengubah bentuk hadiah bagi diri sendiri menjadi aset yang bertumbuh.

Content image for article: Resolusi Finansial 2026: Cara blu by BCA Digital Ubah Self-Reward Jadi Cuan

Salah satu langkah konkret yang disarankan adalah mengalihkan dana yang biasanya digunakan untuk jajan impulsif ke dalam instrumen tabungan.

Fitur-fitur seperti bluSaving untuk pos tabungan terpisah, bluGether untuk menabung bersama, hingga bluValas untuk simpanan mata uang asing, diposisikan sebagai bentuk self-reward yang lebih mindful.

Sebagai insentif agar kebiasaan ini terbentuk, blu menyediakan berbagai penawaran menarik. Nasabah yang konsisten menabung selama periode program akan mendapatkan apresiasi berupa cashback QRIS.

Mekanisme ini dirancang agar nasabah tetap merasakan kepuasan mendapatkan hadiah, namun hadiah tersebut didapat karena disiplin finansial, bukan karena pengeluaran konsumtif.

Strategi Memilih Promo yang Tepat

Selain mengubah pola pikir, pemilihan promo yang cerdas menjadi kunci keberhasilan resolusi tahun ini. Tidak semua penawaran diskon harus dihindari, namun nasabah perlu selektif memilih promo yang justru menguatkan tujuan keuangannya.

Dalam rangkaian program ini, BCA Digital memfokuskan insentif pada transaksi finansial yang terencana.

Promo yang dihadirkan mencakup pembukaan produk finansial baru, insentif untuk transaksi rutin, hingga program loyalitas. Tujuannya adalah membantu nasabah agar tetap disiplin.

Pendekatan ini berbeda dengan diskon belanja konsumtif yang sering kali memicu pembelian barang yang tidak dibutuhkan.

BCA Digital juga menekankan pentingnya menunda keinginan impulsif. Saat keinginan berbelanja muncul, nasabah disarankan untuk memberikan jeda waktu dan mempertimbangkan pengalihan dana ke produk investasi.

blu menyediakan akses ke berbagai produk investasi dan tabungan berjangka yang dapat diakses langsung dari aplikasi.

Promo sering kali menjadi pemicu Fear of Missing Out (FOMO). Namun, blu mencoba mengubah narasi tersebut dengan menjadikan promo sebagai “pemicu positif”.

Rangkaian promo Resolusi Finansial 2026 didesain untuk mengajak nasabah mencoba produk finansial baru, membangun portofolio investasi, dan menjaga konsistensi transaksi.

Daftar Promo Resolusi Finansial 2026

Untuk mendukung nasabah mencapai target keuangannya, blu by BCA Digital menggandeng berbagai mitra strategis. Berikut adalah rincian lengkap program promo yang berlangsung pada periode awal tahun, mulai 1 Januari hingga 28 Februari 2026:

1. Investasi Aset Kripto bersama Tokocrypto
Bagi nasabah yang tertarik mendiversifikasi aset ke ranah kripto, terdapat penawaran khusus. Pembukaan rekening blu melalui aplikasi Tokocrypto akan mendapatkan e-Voucher Cashback saldo blu senilai Rp25.000 dan Token TKO senilai Rp25.000.

Selain itu, transaksi pertama dengan nominal minimal Rp500.000 berhak mendapatkan cashback saldo blu Rp20.000 dan token TKO Rp20.000. Untuk transaksi lanjutan minimal Rp1.000.000, tersedia cashback saldo blu dan token TKO masing-masing senilai Rp25.000.

2. Reksa Dana di Moduit
Untuk instrumen reksa dana, kerja sama dengan Moduit menawarkan cashback menarik. Pada periode Januari 2026, transaksi minimal Rp1.000.000 untuk Reksa Dana Panin AM akan mendapatkan cashback Rp50.000.

Promo serupa berlaku di bulan Februari 2026. Tersedia pula cashback Rp100.000 untuk pembelian Reksa Dana Batavia MI dengan minimal transaksi Rp3.000.000 selama bulan Januari.

3. Investasi Rutin di FUNDtastic
Nasabah yang menggunakan platform FUNDtastic bisa menikmati cashback berjenjang untuk produk Reksa Dana Mandiri MI. Transaksi pertama minimal Rp100.000 berhak atas cashback Rp25.000.

Sementara itu, transaksi minimal Rp3.000.000 dan Rp5.000.000 masing-masing akan mendapatkan cashback sebesar Rp50.000 dan Rp100.000.

4. Tabungan Emas Digital via Treasury
Emas digital menjadi salah satu opsi lindung nilai yang populer. Melalui mitra Treasury, transaksi pertama minimal Rp1.000.000 akan mendapatkan diskon langsung Rp50.000.

Bagi nasabah yang melakukan pembelian emas minimal Rp1.000.000 berikutnya, tersedia diskon tambahan sebesar Rp25.000.

5. Proteksi Diri dengan BCA Life dan BCAinsurance
Asuransi menjadi pilar penting dalam perencanaan keuangan. Pembelian produk BCA Life tanpa minimal transaksi akan mendapatkan diskon 50% dengan nilai maksimal Rp100.000.

Sementara itu, BCAinsurance menawarkan diskon 10% tanpa minimal premi dan tanpa batas maksimal diskon untuk produk Travel Insurance, Personal Cyber Insurance, dan Electronic Equipment Insurance.

6. Pasar Modal dengan BCA Sekuritas
Bagi yang ingin terjun ke pasar saham, pembukaan rekening bluRDN (Rekening Dana Nasabah) melalui BCA Sekuritas akan diberikan bonus saldo senilai Rp20.000. Ini menjadi modal awal yang menarik bagi investor pemula.

Insentif Fitur Internal blu

Selain kolaborasi dengan mitra eksternal, blu juga memberikan reward untuk penggunaan fitur-fitur di dalam aplikasinya sendiri guna mendorong kebiasaan menabung yang konsisten:

  • bluSaving: Nasabah dikategorikan berdasarkan level simpanan. Kategori bluNewbie yang menabung minimal Rp300.000 per bulan selama dua bulan berturut-turut akan mendapat cashback QRIS Rp20.000. Level bluPro (min. Rp1,5 juta) mendapat Rp50.000, bluGrande (min. Rp5 juta) mendapat Rp100.000, dan bluElite (min. Rp7,5 juta) berhak atas cashback Rp150.000.
  • bluGether: Mengajak minimal satu teman untuk menabung bersama dengan total minimal Rp750.000 per bulan selama dua bulan berturut-turut akan diganjar cashback QRIS Rp25.000.
  • bluValas: Menabung mata uang asing minimal setara Rp750.000 per bulan secara konsisten selama dua bulan memberikan cashback QRIS Rp25.000.
  • Program Naik Level bluLoyalty: Nasabah yang berhasil naik level dari bluNewbie atau bluPro ke level loyalitas di atasnya berhak mendapatkan voucher QRIS senilai Rp50.000 hingga Rp100.000.

Seluruh rangkaian promo ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi masyarakat untuk memulai tahun 2026 dengan fondasi keuangan yang lebih kokoh.

Dengan memanfaatkan promo yang tepat, nasabah tidak hanya mendapatkan keuntungan finansial langsung, tetapi juga membangun disiplin yang bermanfaat untuk jangka panjang.

Sebagai informasi tambahan, aplikasi blu by BCA Digital dapat diunduh melalui Google Play Store, Apple App Store, dan HUAWEI AppGallery.

Nasabah disarankan untuk selalu memeriksa syarat dan ketentuan yang berlaku di aplikasi atau situs resmi untuk memastikan kelancaran klaim promo. (Icha)

OpenAI Gandeng Cerebras US$10 Miliar, Tantang Dominasi Nvidia

Telko.id – Dominasi Nvidia di industri chip mulai mendapat tantangan baru. Cerebras, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, dilaporkan berhasil mengantongi kesepakatan senilai US$10 miliar atau sekitar Rp169 triliun dengan OpenAI.

Kesepakatan terkait pembelian daya komputasi milik Cerebras sebesar 750 megawatt oleh OpenAI. Pembelian dilakukan selama tiga tahun dan sistem akan digunakan untuk mendukung chatbot ChatGPT, mengutip dari Reuters, Rabu (21/1/2026).

Kontrak tersebut menegaskan strategi OpenAI untuk mendivesifikasi sumber infrastruktur komputasi dan mengurangi ketergantungan pada satu vendor perangkat keras.

Baca juga:

Selain itu, Cerebras juga akan membangun atau menyewa pusat data dengan chipnya. Sementara OpenAI akan membayar menggunakan layanan cloud partnernya untuk menjalankan inferensi produk AI.

Kapasitas ini akan tersedia hingga 2028 secara bertahap. OpenAI mengungkapkan sistem akan membuat Ai buatan perusahaannya menjadi lebih cepat.

“Mengintegrasikan Cerebras ke dalam campuran solusi komputasi kami membuat AI merespon jauh lebih cepat,” kata OpenAI.

Pembicaraan soal kerja sama itu sebenarnya sudah dilakukan sejak Agustus lalu, ungkap CEO Cerebras, Andre Feldman. Saat itu, perusahaan mengungkapkan model sumber terbuka OpenAI bisa berjalan efisien pada chip buatan Cerebras, dibandingkan dengan GPU tradisional.

Kerja sama ini juga menjadi dorongan signifikan bagi rencana Cerebras untuk kembali melantai ke bursa saham. Sebelumnya, perusahaan sempat menarik dokumen penawaran umum perdana (IPO) pada Oktober 2025. Kontrak besar dari OpenAI ini akan membuka peluang diversifikasi pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada investor utama mereka, yaitu G42.

Cerebras sendiri didirikan pada 2015. Perusahaan ini dikenal dengan mesin skala wafer atau Wafer-Scale Engine (WSE), untuk mempercepat pelatihan dan inferensi model AI besar.

Hubungannya dengan OpenAI juga bukan hanya terjalin baru-baru ini. Namun sudah sejak awal berdiri, saat CEO Sam Altman menjadi investor perusahaan ini sejak awal.

Masuknya Cerebras dalam rantai pasok komputasi OpenAI menandai babak baru persaingan industri chip global. Dengan pendekatan komputasi khusus AI generatif, Cerebras kini muncul sebagai penantang nyata bagi dominasi Nvidia yang selama ini menguasai pasar GPU AI.

ChatGPT Go Resmi Meluncur Global, Sudah Hadir di 170 Negara

Telko.id – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) OpenAI memperluas ketersediaan layanan ChatGPT Go ke pasar global, setelah sebelumnya diluncurkan di India dan Indonesia pada September 2025.

ChatGPT Go merupakan layanan chatbot berbayar versi murah dari opsi langganan ChatGPT lainnya.

Menurut OpenAI, ChatGPT Go kini sudah diluncurkan ke berbagai negara lainnya di mana ChatGPT tersedia, mencakup 170 negara, termasuk Jepang dan Belanda.

“ChatGPT Go telah diluncurkan ke 170 negara tambahan, menjadikannya paket kami yang paling cepat berkembang dan termasuk langganan AI paling terjangkau secara global,” kata OpenAI mengutip dari salah satu posting di situs resmi yang tayang Jumat (16/1/2026).

Seperti Indonesia, layanan ini melengkapi paket langganan ChatGPT yang sudah ada sebelumnya, termasuk versi Plus dan Pro. Bedanya, ChatGPT Go dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca juga:

Di Amerika Serikat misalnya, ChatGPT Go dirilis seharga US$8 (sekitar Rp 135.256) per bulan. Harganya lebih murah dibanding ChatGPT Plus seharga US$20 (sekitar Rp 338.156) per bulan atau ChatGPT Pro seharga US$200 (sekitar Rp 3,3 juta).

Menurut OpenAI, ChatGPT Go menawarkan akses ke model AI terbarunya yakni GPT-5.2 Instant, tetapi dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Pro atau Plus.

Bila dibandingkan dengan ChatGPT versi gratis, ChatGPT Go mengakomodasi lebih banyak pesan, lebih banyak unggahan, serta pembuatan lebih banyak gambar. Rincian fiturnya sebagai berikut:

  • Batas chat 10x lipat lebih tinggi
  • Penciptaan gambar per hari 10x lebih banyak
  • Unggahan dokumen atau gambar per hari 10x lebih banyak
  • Memori yang 2x lebih panjang untuk respons yang personal

Indonesia Dapat Paling Awal

Indonesia sudah lebih dulu kebagian ChatGPT Go sejak September 2025 lalu. Opsi berlangganan ChatGPT murah ini sudah digulirkan di Tanah Air sejak September 2025 lalu.

Di Indonesia, ChatGPT Go dibanderol seharga Rp 75.000 per bulan (termasuk PPN). Harganya lebih murah dibanding ChatGPT Plus yang dibanderol Rp 349.000 per bulan atau ChatGPT Pro seharga Rp 3,5 juta per bulan.

Pengguna yang sudah berlangganan ChatGPT Pro atau Plus juga bisa beralih ke versi yang lebih terjangkau.

Untuk berlangganan ChatGPT Go, pengguna hanya perlu mengakses chatbot dan membuka opsi paket langganan dengan cara berikut.

  • Kunjungi chat.openai.com atau unduh aplikasi ChatGPT
  • Bila belum memiliki akun, buat akun terlebih dahulu
  • Dari tampilan utama ChatGPT web, pilih opsi ‘upgrade plan’. Opsi ini tersedia di pojok kiri tampilan ChatGPT atau tepat di atas gambar profil.
  • Di ChatGPT mobile, tekan tombol garis dua di pojok kiri atas > klik akun > pilih opsi ‘Upgrade to Go’
  • Bayar melalui pembayaran dalam aplikasi (Google Play / App Store) atau Stripe (web)

Triasmitra Siapkan USD 350 Juta untuk SKKL Jalur Indonesia Tengah

Telko.id – PT Ketrosden Triasmitra Tbk secara agresif mempercepat pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising-8 yang menghubungkan Jakarta dan Singapura.

Langkah strategis ini diambil perusahaan untuk merespons lonjakan kebutuhan kapasitas bandwidth yang sangat besar pascapandemi, di mana infrastruktur sebelumnya yakni SKKL B3JS telah habis terjual kepada pelanggan premier telekomunikasi.

Direktur Utama PT Ketrosden Triasmitra Tbk, Titus Dondi, mengungkapkan bahwa perubahan pola konsumsi data dari sekadar teks dan suara menjadi aplikasi berbasis video streaming, IoT, hingga kecerdasan buatan (AI) memicu permintaan infrastruktur baru.

Jalur Rising-8 ini dirancang menggunakan teknologi repeater dengan kapasitas bandwidth minimum 24 terabit per second untuk mengakomodasi kebutuhan pasar yang masif tersebut.

Selain fokus pada jalur internasional, perusahaan juga tengah mematangkan persiapan proyek ambisius SKKL Indonesia Tengah. Proyek ini akan membentang sepanjang 8.732 kilometer dan dibagi menjadi beberapa segmen pembangunan yang direncanakan mulai tahun 2027 hingga 2028.

Investasi Jumbo untuk Ekspansi Jaringan

Direktur Keuangan PT Ketrosden Triasmitra Tbk, Vidcy Octory, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi bawah laut memerlukan modal yang tidak sedikit.

Untuk proyek SKKL Rising-8 rute Jakarta-Singapura, estimasi investasi mencapai USD 80 juta atau sekitar Rp1,4 triliun. Sementara itu, proyek SKKL Indonesia Tengah dengan sistem repeater diperkirakan menelan biaya investasi yang jauh lebih besar.

“Investasi untuk SKKL di wilayah Indonesia bagian tengah dengan panjang 8.732 km dan sistem repeater ini akan menghabiskan lebih kurang sekitar USD 350 juta,” ujar Vidcy.

Untuk mendanai proyek ini, perusahaan berencana melakukan penerbitan obligasi umum berkelanjutan yang diharapkan mendapatkan persetujuan efektif dari OJK selambat-lambatnya pada April 2026.

Secara kinerja keuangan, Triasmitra mencatatkan pertumbuhan positif. Realisasi pendapatan tahun 2025 tercatat sekitar Rp700 miliar, naik signifikan sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp517 miliar.

Perusahaan juga mengalokasikan belanja modal (Capex) untuk barang modal non-kabel sekitar USD 3-4 juta pada tahun 2026.

Optimalisasi Kapal CLV Bentang Bahari

Dalam mendukung operasional penggelaran dan perawatan kabel, Triasmitra mengandalkan kapal milik sendiri, CLV Bentang Bahari.

Kepemilikan kapal ini dinilai memberikan efisiensi biaya sebesar 20-30 persen dibandingkan harga sewa komersial, serta memberikan kontrol penuh terhadap jadwal pengerjaan proyek. Hal ini krusial mengingat terbatasnya ketersediaan kapal penggelar kabel berbendera Indonesia.

Titus menambahkan bahwa jadwal utilisasi kapal CLV Bentang Bahari sudah sangat padat hingga tiga tahun ke depan. Kapal ini tidak hanya digunakan untuk penggelaran kabel internal, tetapi juga melayani permintaan restorasi kabel putus dari pelanggan lain di wilayah Indonesia Timur hingga Asia Tenggara.

“Isu demand jauh lebih tinggi daripada suplai kapal yang tersedia. Kapal kami sudah fully occupied, baik untuk menggelar kabel milik kami sendiri maupun melakukan restorasi milik pelanggan,” jelas Titus.

Mitigasi Keamanan Kabel Laut

Terkait keamanan infrastruktur, Direktur Operasional Dani Samsul Ependi menegaskan bahwa perusahaan menerapkan strategi preventif dan kuratif yang ketat.

Triasmitra melakukan monitoring aktif terhadap pergerakan kapal yang mendekati jalur kabel dan menempatkan tim patroli di 31 titik strategis. Sosialisasi rutin juga dilakukan kepada pelaku pelayaran, termasuk nelayan, untuk mencegah aktivitas labuh jangkar di area kabel.

Langkah tegas juga diambil terhadap pihak yang terbukti merusak infrastruktur. “Sudah ada lebih dari 10 kasus kabel putus yang kami selesaikan, mulai dari pembayaran biaya restorasi hingga proses hukum pidana bagi pelaku perusakan,” tegas Dani.

Upaya ini diklaim berhasil menekan angka kejadian kabel putus secara signifikan dan mempercepat proses pemulihan Konektivitas Indonesia jika terjadi insiden. (icha)