spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 40

3 Fitur Garmin Connect Tersembunyi Ini Bikin Latihan Lebih Cerdas

0

Telko.id – Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap gaya hidup aktif, penggunaan perangkat wearable berbasis data kini menjadi kebutuhan esensial.

Garmin, sebagai pemimpin teknologi GPS dan perangkat wearable, terus memperkuat ekosistemnya melalui aplikasi pendamping Garmin Connect.

Aplikasi ini dirancang untuk memantau aktivitas, kesehatan, dan performa olahraga secara komprehensif. Namun, masih banyak pengguna yang belum menyadari keberadaan fitur-fitur tersembunyi yang dapat memaksimalkan potensi latihan mereka.

Garmin Connect menawarkan lebih dari sekadar pencatatan data dasar. Di dalamnya terdapat sejumlah fitur canggih yang dapat diakses secara gratis dan terintegrasi dengan berbagai lini Smartwatch Garmin, mulai dari seri Forerunner, Venu, vívoactive, fēnix, hingga epix.

Fitur-fitur ini dirancang khusus untuk membantu pengguna berlatih lebih cerdas, menjaga konsistensi, serta meminimalkan risiko cedera yang sering menghantui para pegiat olahraga.

Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, menegaskan bahwa perangkat jam tangan pintar saat ini bukan sekadar aksesoris.

Melalui ekosistem yang dibangun, Garmin ingin membantu pengguna memahami tubuh mereka dengan lebih baik.

“Garmin tidak hanya menghadirkan perangkat, tetapi juga membangun sebuah ekosistem yang membantu pengguna memahami tubuh mereka dengan lebih baik dan berlatih secara lebih terarah. Melalui Garmin Connect, kami ingin setiap pengguna, baik pemula maupun atlet berpengalaman, dapat merasakan manfaat teknologi Garmin secara maksimal,” ujar Chandrawidhi.

Content image for article: 3 Fitur Garmin Connect Tersembunyi Ini Bikin Latihan Lebih Cerdas

Bagi Anda yang ingin meningkatkan kualitas latihan, berikut adalah tiga fitur tersembunyi di Garmin Connect yang wajib dicoba untuk mendukung aktivitas kebugaran sehari-hari.

1. Garmin Coach: Latihan Adaptif dengan Pelatih Virtual

Memulai program latihan, khususnya lari, sering kali membingungkan bagi pemula. Banyak yang terkendala dalam menentukan frekuensi latihan, jarak tempuh yang aman, hingga cara meningkatkan intensitas tanpa membebani tubuh.

Untuk menjawab tantangan ini, Garmin menyediakan fitur Garmin Coach yang dapat diakses tanpa biaya tambahan.

Garmin Coach berfungsi sebagai program latihan adaptif yang menghadirkan pengalaman memiliki pelatih virtual profesional. Pengguna dapat memilih program yang sesuai dengan tujuan mereka, seperti Garmin Run Coach, Garmin Cycling Coach, Garmin Triathlon Coach, atau Garmin Fitness Coach. Keunggulan utama dari fitur ini adalah sifatnya yang dinamis.

Content image for article: 3 Fitur Garmin Connect Tersembunyi Ini Bikin Latihan Lebih Cerdas

Berbeda dengan rencana latihan statis konvensional, Garmin Coach menyesuaikan jadwal berdasarkan metrik performa dan pemulihan pengguna. Jika pengguna melewatkan satu sesi latihan, sistem akan secara otomatis menyesuaikan jadwal berikutnya agar tetap realistis dan aman untuk diikuti. Hal ini memastikan progres latihan tetap berjalan tanpa risiko overtraining.

Fitur ini juga memanfaatkan data biometrik yang direkam oleh perangkat, seperti detak jantung, pace, dan VO2 Max. Dengan integrasi data ini, rekomendasi latihan menjadi sangat personal, seolah-olah pengguna didampingi oleh pelatih pribadi di pergelangan tangan.

Pengguna bahkan dapat memilih pelatih favorit mereka, seperti Coach Jeff, Amy, atau Greg, untuk memandu target lari mulai dari 5K, 10K, hingga 21K.

Content image for article: 3 Fitur Garmin Connect Tersembunyi Ini Bikin Latihan Lebih Cerdas

Langkah mudah mengaktifkan Garmin Coach:

  • Buka menu More/Lainnya di aplikasi Garmin Connect.
  • Pilih menu Training & Planning.
  • Klik opsi Garmin Coach.
  • Tentukan target jarak (misalnya 5K atau 10K) dan pilih pelatih favorit.
  • Sinkronkan dengan jam tangan Garmin agar jadwal latihan muncul di perangkat.

2. Gear Tracking: Manajemen Perlengkapan untuk Cegah Cedera

Cedera ringan seperti nyeri lutut atau tumit sering dianggap hal biasa, padahal kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh penggunaan perlengkapan yang sudah tidak layak pakai.

Sepatu lari, misalnya, memiliki masa pakai optimal antara 500 hingga 800 kilometer. Melewati batas ini dapat mengurangi daya redam sepatu dan meningkatkan risiko cedera pada penggunanya.

Garmin Connect menghadirkan solusi melalui fitur Gear Tracking. Fitur ini memungkinkan pengguna melacak jarak tempuh atau masa pakai perlengkapan olahraga secara otomatis.

Pengguna yang memiliki Lily 2 Active atau seri lainnya dapat mendaftarkan sepatu mereka ke dalam aplikasi untuk memantau akumulasi jarak tempuh.

Dalam fitur ini, pengguna dapat mengatur batas maksimum jarak (Max Distance) untuk setiap perlengkapan. Ketika sepatu atau perlengkapan lain telah mencapai batas yang ditentukan, aplikasi akan mengirimkan notifikasi pengingat.

Hal ini menjadi sinyal bagi pengguna untuk mempertimbangkan penggantian sepatu atau melakukan perawatan, sehingga performa latihan tetap terjaga dan risiko cedera dapat diminimalisir.

Cara mengaktifkan Gear Tracking:

  • Masuk ke menu More/Lainnya di Garmin Connect.
  • Pilih menu Gear (Perlengkapan).
  • Tekan ikon Tambah (+) untuk memasukkan detail sepatu atau alat lainnya.
  • Tentukan batas Max Distance (contoh: 600 km).
  • Aktifkan opsi Automatically Add to… agar setiap aktivitas otomatis terhitung pada perlengkapan tersebut.

3. Insights: Komparasi Data Global untuk Motivasi Ekstra

Selain memantau perkembangan diri sendiri, melihat posisi kebugaran dibandingkan orang lain dapat menjadi motivasi tersendiri. Fitur Insights di Garmin Connect memungkinkan pengguna membandingkan data aktivitas mereka dengan jutaan pengguna Garmin lain di seluruh dunia yang memiliki profil usia dan jenis kelamin serupa.

Data yang dibandingkan mencakup berbagai metrik penting, seperti jarak lari, jumlah langkah harian, hingga durasi tidur.

Hasil perbandingan ini disajikan dalam bentuk grafik batang yang mudah dipahami, menunjukkan apakah pengguna berada di level rata-rata, di atas rata-rata, atau bahkan masuk dalam kategori Superior (Top 10%).

Fitur ini tidak hanya sekadar menampilkan angka, tetapi dirancang untuk mendorong konsistensi gaya hidup aktif. Dengan mengetahui posisi kebugaran mereka dalam komunitas global, pengguna dapat menetapkan target yang lebih realistis dan terukur.

Pemantauan ini juga dapat dikombinasikan dengan fitur pemantau Sinyal Tubuh untuk memastikan tubuh tetap dalam kondisi prima saat mengejar target tersebut.

Cara mengakses fitur Insights:

  • Buka menu More/Lainnya di aplikasi Garmin Connect.
  • Pilih menu Insights.
  • Analisis grafik perbandingan untuk melihat posisi performa Anda.

Melalui integrasi ketiga fitur ini, Garmin berharap pengguna dapat mengubah data mentah menjadi panduan nyata untuk meningkatkan kualitas hidup. Aplikasi Garmin Connect sendiri tersedia secara gratis di App Store dan Google Play, serta terus mendapatkan pembaruan untuk mendukung ekosistem gaya hidup sehat yang lebih baik. (Icha)

Bank DBS Indonesia Tingkatkan Pendanaan Kredivo Jadi Rp3 Triliun

0

Telko.id – PT Bank DBS Indonesia secara resmi mengumumkan langkah strategis pada awal tahun 2026 dengan meningkatkan pendanaan channeling kepada Kredivo. Nilai pendanaan tersebut kini ditingkatkan menjadi Rp3 triliun.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kedua belah pihak dalam memperluas akses pembiayaan digital di Indonesia, sekaligus merespons tingginya permintaan pasar terhadap layanan kredit yang fleksibel dan terjangkau.

Kerja sama antara Bank DBS Indonesia dan Kredivo ini bukanlah hal baru. Kemitraan strategis ini telah terjalin selama lebih dari setengah dekade, yang membuktikan efektivitas kolaborasi antara institusi perbankan konvensional dan platform kredit digital.

Peningkatan limit pendanaan ini juga mencerminkan kepercayaan perbankan terhadap model bisnis Buy Now Pay Later (BNPL) yang dijalankan secara bertanggung jawab dan terukur.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memperkuat urgensi dari ekspansi pembiayaan ini. Tercatat pada November 2025, pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 68,61% secara tahunan (year-on-year/yoy), mencapai angka Rp11,24 triliun.

Tren positif ini menjadi landasan kuat bagi Bank DBS Indonesia untuk memperkuat ekosistem kredit ritel mereka melalui mitra tepercaya.

Di tengah pertumbuhan industri keuangan digital yang pesat, performa positif juga terlihat dari berbagai pemain di sektor ini, seperti Laba SeaBank yang terus menanjak, menandakan sehatnya ekosistem finansial digital di Tanah Air.

Rekam Jejak Pertumbuhan Pendanaan

Sejarah kolaborasi kedua entitas ini menunjukkan grafik yang terus menanjak sejak dimulai pada tahun 2020. Pada tahap awal kerja sama, limit pendanaan yang diberikan berada di angka Rp300 miliar.

Seiring dengan performa penyaluran kredit yang sehat dan meningkatnya kebutuhan masyarakat, angka tersebut terus bertambah secara bertahap.

Pada tahun 2021, pendanaan meningkat menjadi Rp500 miliar dan kemudian menyentuh Rp1 triliun. Tren kenaikan berlanjut pada tahun 2022 dengan angka mencapai Rp2 triliun, hingga akhirnya menyentuh Rp3 triliun pada akhir tahun 2025 untuk menyongsong tahun 2026.

Lonjakan pendanaan ini tidak hanya mencerminkan konsistensi kinerja Kredivo, tetapi juga strategi Bank DBS Indonesia dalam menghadirkan solusi finansial yang adaptif.

Dukungan pendanaan jumbo dari perbankan kepada sektor potensial juga terlihat pada sektor lain, seperti Kredit BCA yang disalurkan untuk pengembangan infrastruktur digital, menunjukkan pola serupa dalam penguatan ekosistem ekonomi digital nasional.

Melfrida Gultom, Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, menegaskan bahwa inovasi bagi DBS bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan jembatan untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah.

Pihaknya sangat antusias melanjutkan kerja sama dengan Kredivo yang konsisten memperluas akses kredit digital.

“Di tengah percepatan transformasi digital di sektor keuangan, kami ingin mendukung masyarakat untuk dapat ‘Live more, Bank less’ dengan memastikan kredit digital tidak hanya mudah diakses, tetapi juga membantu mereka mengelola kebutuhan sehari-hari dengan nyaman, fleksibel, dan praktis,” ujar Melfrida.

Fokus Ekspansi ke Kota Tier 2 dan 3

Tambahan pendanaan sebesar Rp3 triliun ini memiliki target alokasi yang jelas. Kredivo berencana menggunakan amunisi baru ini untuk mendorong ekspansi layanan ke wilayah kota tier 2 dan tier 3.

Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang sangat besar, namun kerap kali masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kredit formal dari perbankan konvensional.

Berdasarkan Laporan Perilaku Pengguna PayLater Indonesia 2024, strategi ini terbukti tepat sasaran. Data menunjukkan bahwa 53,6% pengguna Kredivo berasal dari kota tier 2 dan 3.

Angka ini mencerminkan tingginya tingkat adopsi serta kebutuhan masyarakat di daerah tersebut terhadap alternatif pembiayaan digital. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjangkau 20 juta pengguna di seluruh Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Kebutuhan akan akses dana cepat dan praktis di berbagai lapisan masyarakat juga memicu hadirnya solusi lain seperti Pinjaman Cepat dari berbagai platform digital bank, yang melengkapi lanskap inklusi keuangan saat ini.

Umang Rustagi, Co-Founder & President Director Kredivo Indonesia, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan berkelanjutan yang diberikan oleh Bank DBS Indonesia.

Ia menilai momentum pendanaan di awal 2026 ini sangat krusial untuk menjawab permintaan kredit yang sedang meningkat.

“Pendanaan yang dilakukan di awal 2026 ini kami harap dapat menjadi dorongan yang tepat ketika permintaan kredit digital meningkat, terutama di kota tier 2 dan 3 yang memiliki potensi pertumbuhan besar. Dengan dukungan pendanaan ini, kami dapat mempercepat ekspansi dan menyediakan akses kredit yang lebih inklusif bagi jutaan masyarakat Indonesia,” ungkap Umang.

Melalui pendanaan yang lebih besar, prioritas utama adalah penyediaan akses kredit yang aman, mudah, dan terjangkau. Cakupan pembiayaan tidak hanya terbatas pada kebutuhan konsumtif harian, tetapi juga meluas ke sektor esensial seperti kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan produktif.

Kolaborasi yang telah berjalan hampir enam tahun antara Bank DBS Indonesia dan Kredivo ini menjadi bukti nyata peran strategis sinergi antara bank dan fintech.

Dengan penyaluran kredit yang terukur dan mengedepankan prinsip kehati-hatian, kemitraan ini diharapkan terus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi digital serta inklusi keuangan yang merata di seluruh pelosok negeri. (Icha)

realme P4 Power 5G Rilis: Baterai 10.001mAh Pertama di Dunia

0

Telko.id – realme Global secara resmi memperkenalkan perangkat terbarunya, realme P4 Power 5G, dalam sebuah acara peluncuran yang digelar di Shenzhen, Tiongkok.

Smartphone ini mencatatkan sejarah baru sebagai perangkat produksi massal pertama di dunia yang dibekali baterai berkapasitas 10.001mAh.

Kehadiran perangkat ini menjadi penanda dimulainya era baru kapasitas baterai jumbo dalam industri seluler, menawarkan solusi daya tahan ultra-panjang bagi pengguna modern.

Peluncuran yang berlangsung pada 29 Januari 2026 ini menyoroti terobosan teknologi yang dibawa oleh realme melalui Titan Battery. Inovasi ini tidak hanya menawarkan kapasitas masif, tetapi juga memadukan performa tinggi setara flagship dengan desain estetis yang berani.

realme P4 Power 5G dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang menginginkan ketahanan baterai ekstrem tanpa harus mengorbankan kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Sebagai evolusi paling ambisius dalam lini P Series, smartphone ini membawa identitas visual unik yang disebut Visible Power Design. realme berupaya menggabungkan spesifikasi teknis yang gahar dengan tampilan yang relevan bagi generasi muda.

Langkah ini mempertegas posisi perusahaan dalam mendisrupsi pasar dan menetapkan standar baru untuk keandalan sebuah perangkat seluler di tengah persaingan HP 5G terbaik saat ini.

Revolusi Titan Battery: Kapasitas dan Keamanan Ekstrem

Fitur utama yang menjadi sorotan pada realme P4 Power 5G adalah Titan Battery berkapasitas 10.001mAh. Kapasitas ini hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan standar baterai smartphone pada umumnya yang beredar di pasaran.

Dengan daya sebesar ini, perangkat mampu mengakomodasi kebutuhan penggunaan berat maupun aktivitas harian yang intens tanpa kekhawatiran kehabisan daya di tengah jalan.

Content image for article: realme P4 Power 5G Rilis: Baterai 10.001mAh Pertama di Dunia

Meskipun mengusung kapasitas baterai yang sangat besar, realme berhasil mempertahankan profil bodi yang tetap ramping. Smartphone ini memiliki ketebalan hanya 9,08mm dengan bobot 219 gram.

Pencapaian ini dimungkinkan berkat penggunaan teknologi anoda silikon-karbon generasi terbaru serta desain perlindungan C Pack dan F Pack yang canggih.

Teknologi ini memungkinkan kepadatan energi yang lebih tinggi dalam ukuran fisik yang lebih ringkas, menciptakan keseimbangan antara daya tahan baterai dan ergonomi.

Keamanan menjadi prioritas utama dalam pengembangan Titan Battery. Baterai ini telah lolos berbagai pengujian ketat, termasuk uji tekanan datar, overcharging, hingga uji jatuh.

Berkat ketangguhannya, realme P4 Power 5G menjadi smartphone pertama di kelas 10.000mAh yang meraih sertifikasi TÜV Five Star Battery Safety. Baterai ini juga dirancang untuk beroperasi stabil pada rentang suhu ekstrem, mulai dari suhu beku –30°C hingga panas 56°C, menjadikannya andal di berbagai kondisi lingkungan.

Untuk mendukung masa pakai jangka panjang, realme menyematkan sistem manajemen pengisian daya cerdas. Baterai ini mendukung hingga 1.650 siklus pengisian daya dan diklaim mampu mempertahankan kesehatan baterai di atas 80 persen bahkan setelah delapan tahun pemakaian.

Durabilitas ini menjadi standar baru dalam industri, melampaui kemampuan rata-rata baterai smartphone konvensional seperti pada generasi realme 12 Series sebelumnya.

Content image for article: realme P4 Power 5G Rilis: Baterai 10.001mAh Pertama di Dunia

Pengisian Daya Cepat dan Reverse Charging Tercepat

Kapasitas baterai yang besar sering kali memunculkan kekhawatiran mengenai durasi pengisian daya. Menjawab tantangan tersebut, realme P4 Power 5G dilengkapi dengan teknologi pengisian cepat 80W.

Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk mengisi daya baterai hingga 50 persen hanya dalam waktu 36 menit. Kecepatan ini memastikan perangkat dapat segera digunakan kembali meskipun memiliki kapasitas daya yang masif.

Selain mengisi daya sendiri dengan cepat, smartphone ini juga berfungsi sebagai power bank yang sangat mumpuni. realme menyematkan fitur reverse charging 27W, yang diklaim sebagai yang tercepat di dunia untuk kategori ini.

Fitur ini memungkinkan pengguna mengisi daya perangkat lain atau aksesori gadget dengan cepat saat kondisi darurat, menjadikan realme P4 Power 5G sebagai pusat energi portabel yang andal.

Performa Hardware dan Visual Kelas Atas

Beralih ke sektor dapur pacu, realme P4 Power 5G ditenagai oleh chipset Dimensity 7400 Ultra 5G. Prosesor ini dirancang untuk memberikan performa yang powerful namun tetap efisien dalam penggunaan daya.

Kemampuan chipset ini mencakup pengenalan gambar yang lebih cepat, pemrosesan HDR yang ditingkatkan, serta dukungan perekaman video resolusi 4K yang stabil. Kombinasi ini menjanjikan pengalaman gaming yang mulus dan multitasking tanpa hambatan.

Sektor visual dimanjakan oleh kehadiran layar HyperGlow 4D Curve⁺ AMOLED. Layar ini mendukung refresh rate 144Hz, memberikan kelancaran visual yang superior saat menggulir layar atau bermain game.

Dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 6.500 nits, tampilan layar tetap terlihat jelas, tajam, dan hidup bahkan di bawah paparan sinar matahari langsung.

Dukungan 1,07 miliar warna semakin menyempurnakan pengalaman menonton streaming atau menikmati konten multimedia lainnya.

Desain Transparan dan Ketahanan Fisik

Melanjutkan filosofi desain yang berfokus pada anak muda, realme mengusung konsep Visible Power Design pada perangkat ini. Panel belakang smartphone dibagi menjadi dua area distingtif.

Bagian bawah menggunakan finishing matte yang merepresentasikan kekuatan baterai besar, sementara bagian atas dibuat transparan untuk memperlihatkan struktur sirkuit internal. Desain ini tersedia dalam dua pilihan warna, yakni Flash Orange dan Power Silver.

Konsep transparansi ini sejalan dengan visi realme untuk membuat teknologi canggih terasa lebih dekat dan mudah dipahami oleh penggunanya. Tidak hanya menonjolkan estetika, bodi smartphone ini juga dirancang dengan ketahanan tinggi.

realme P4 Power 5G dilengkapi dengan perlindungan ArmorShell serta lapisan Corning Gorilla Glass untuk meminimalisir risiko kerusakan akibat benturan atau goresan.

Perangkat ini juga telah mengantongi sertifikasi IP69, IP68, dan IP66, menjamin ketahanan terhadap debu dan air pada tingkat yang sangat tinggi. Fitur tambahan lainnya termasuk audio UltraBoom dengan volume 400 persen untuk suara yang lantang, serta antarmuka realme UI 7.0 terbaru yang menawarkan pengalaman pengguna yang intuitif.

Kombinasi fitur ini menjadikan realme P4 Power 5G sebagai smartphone serba bisa yang tangguh untuk segala kondisi.

Bagi konsumen di Indonesia yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan produk dan layanan terkini, dapat mengunjungi situs resmi realme atau mengikuti akun media sosial resmi mereka. realme terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang relevan bagi pasar Tanah Air. (Icha)

BI Perluas QRIS ke Delapan Negara, Target 17 Miliar Transaksi

0

Telko.id  – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke tingkat internasional. Saat ini, sistem pembayaran digital tersebut telah dapat digunakan di delapan negara.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan sejumlah negara yang telah mendukung QRIS antara lain Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan.

“QRIS akan kami perluas ke 8 negara lain, setelah Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, China, Korea, India, dan juga Saudi Arabia,” ujar Perry saat Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025 yang ditayangkan melalui Youtube BI, Rabu (28/1).

Dengan perluasan ini, pemanfaatan QRIS ditargetkan bisa mencapai 17 miliar transaksi sepanjang tahun ini. Dimana, jumlah pengguna bisa mencapai 60 juta.

“Kami akan dorong bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) 17 miliar transaksi digital di 2026 ini. 60 juta pengguna QRIS, diantaranya adalah 45 juta UMKM,” jelas Perry.

Perry juga mengatakan perekonomian akan tumbuh lebih tinggi lagi di tahun ini, dengan target 4,9-5,7 persen dengan titik tengah 5,3 persen. Dengan inflasi terjaga di kisaran 2,5 persen plus 1 persen.

Baca juga:

“Itulah mari optimis, optimis, optimis, yakin bahwa 2026-2027 akan lebih baik. Berhentilah wait and see, kalau kita terus dengan wait and see, kita akan ketinggalan kereta. Optimisme itulah yang akan membawa ekonomi kita lebih baik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyebut proses finalisasi kerja sama dengan China dan Korea Selatan sudah memasuki tahap lanjut. Hal itu diharapkan bisa mempermudah warga Indonesia yang ingin berlibur ke kedua negara tersebut.

“Dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum kuartal I kita sudah bisa implementasi dengan China dan juga Korea Selatan,” ujar Filianingsih.

Dari sisi target, BI membidik peningkatan signifikan transaksi dan jangkauan QRIS, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Filianingsih menyebut BI menargetkan 17 miliar transaksi QRIS dan delapan negara mitra untuk layanan lintas batas.

“Kita targetnya 17 miliar transaksi QRIS dan juga 8 negara untuk cross border. Lalu dari sisi supply-nya, 45 juta merchant yang menerima QRIS dan juga 60 juta pengguna dari sisi demand-nya,” terang Filianingsih.

WEF Davos: AI Buka Peluang, PH Jadi Ancaman

Telko.id  – Isu kecerdasan buatan (AI) menjadi topik utama dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Sejumlah eksekutif menilai AI berpotensi menghapus beberapa jenis pekerjaan, meski di saat yang sama membuka peluang lapangan kerja baru. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa AI bisa dijadikan pembenaran atas keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sejatinya telah direncanakan sebelumnya.

Ceo Nvidia Jensen Huang menyebut teknologi AI akan mendorong peningkatan upah dan lebih banyak pekerjaan bagi tukang ledeng, teknisi listrik, dan pekerja baja. Ia bahkan menekankan frasa ‘pekerjaan, pekerjaan, pekerjaan’ untuk menggambarkan potensi ekspansi.

“Energi menciptakan pekerjaan. Industri chip menciptakan pekerjaan. Lapisan infrastruktur menciptakan pekerjaan,” kata Huang, dikutip dari Reuters, Kamis (29/1/2026).

Namun di balik optimisme, skeptimisme mengenai dampak AI terhadap pekerja tetap mencuat. Serikat buruh mempertanyakan distribusi manfaat teknologi, sementara sejumlah delegasi mengangkat risiko chatbots terhadap kesehatan mental konsumen.

Menurut Sekretaris Jenderal UNI Global Union, Christy Hoffman, AI sering dikemas sebagai alat produktivitas yang secara praktis berarti melakukan lebih banyak pekerjaan dengan jumlah tenaga kerja lebih sedikit.

“AI dijual sebagai alat produktivitas, yang sering kali berarti melakukan lebih banyak dengan jumlah pekerja yang lebih sedikit,” ujar Hoffman.

Matther Prince, CEO perusahaan keamanan internet Cloudflare, mengatakan bahwa AI akan terus berkembang dan para pengembang kecil dapat mengatasi gangguan pasar atau pendanaan.

Prince, memperingatkan bahwa AI dapat menjadi sangat dominan di masa depan hingga usaha kecil tersingkir sementara agen otonom menangani permintaan belanja konsumen.

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia usaha mengeluhkan bagaimana melampaui uji coba AI yang gagal dan memonetisasi gelombang AI yang dimulai oleh ChatGPT pada 2022.

Baca juga:

Sementara itu, pelaku industri AI telah memasuki fase pengembalian investasi. IBM menyebut otomatisasi proses bisnis kini sudah dapat dioperasionalkan. BNY mencatatkan pemangkasan waktu riset onboarding klien dari dua hari menjadi hanya 10 menit. Cisco bahkan menyebut proyek kompleks yang sebelumnya membutuhkan waktu 19 tahun kerja manual kini rampung dalam hitungan minggu.

Meski demikian, survey PwC menyebut hanya satu dari delapan CEO yang percaya bahwa AI menekan biaya dan menghasilkan pendapatan tambahan. Pertanyaan juga muncul mengenai model bisnis yang dapat menutupi biaya besar AI.

Di sisi ketenagakerjaan, BlackRock menyatakan tidak berniat memangkas karyawan dan memilih menjaga jumlah tenaga kerja tetap seiring ekspansi bisnis. Sebaliknya Amazon disebut tengah menyiapkan putaran PHK kedua sebagai bagian dari target pengurangan sekitar 30.000 posisi korporat.

Menurut International Trade Union Confederation, kecemasan terkait pekerjaan meningkat karena minimnya keterlibatan pekerja dalam implementasi teknologi baru. Hal ini mendorong pandangan bahwa AI merupakan ancaman bagi tenaga kerja.

Bagi Bill Gates, peluang dan disrupsi AI tidak terpisahkan. Ia menilai peningaktan produktivitas ekonomi bersifat positif dan mengusulkan opsi seperti pajak atas aktivitas AI untuk mendukung pekerja terdampak.

“Tentu ada masalah, namun semuanya dapat diselesaikan,” ujar Gates tentang AI secara umum.

BOOM Esports dan REKONIX Raih Runner-Up APAC Predator League 2026

0

Telko.id – Kompetisi esports bergengsi tingkat Asia Pasifik, Asia Pacific Predator League 2026, resmi berakhir di New Delhi, India, pada 28 Januari 2026.

Dalam ajang yang mempertemukan talenta terbaik dari 14 region ini, dua tim perwakilan Indonesia, BOOM Esports dan REKONIX, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih posisi runner-up di masing-masing kategori.

Berlangsung di Bharat Mandapam Convention Centre, turnamen ini menyajikan atmosfer kompetisi berintensitas tinggi yang dipadukan dengan hiburan langsung. Ribuan penggemar esports menjadi saksi perjuangan tim-tim elit yang bertanding di kategori DOTA 2 dan Valorant.

Pencapaian tim Indonesia di babak Grand Final ini menjadi bukti nyata daya saing atlet tanah air di kancah internasional, meskipun harus menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara.

Atas keberhasilan mereka menembus partai puncak dan mengamankan posisi kedua, baik BOOM Esports maupun REKONIX berhak membawa pulang hadiah turnamen sebesar USD 20.000 atau setara dengan ratusan juta rupiah.

Prestasi ini menutup rangkaian perjuangan panjang mereka mulai dari fase grup hingga babak penentuan melawan juara-juara regional lainnya.

Perjuangan BOOM Esports di Kategori Valorant

Di kategori Valorant, BOOM Esports tampil sebagai wakil Merah Putih dengan performa yang sangat meyakinkan sejak awal kompetisi.

Dominasi mereka terlihat jelas saat menjalani fase grup, di mana tim ini berhasil menyapu bersih kemenangan atas lawan-lawan kuat seperti Team NKT, GGEZ, dan LIT Esports. Kemenangan beruntun ini memuluskan langkah mereka menuju babak semifinal dengan kepercayaan diri tinggi.

Konsistensi permainan kembali ditunjukkan BOOM Esports saat berhadapan dengan XIPTO di babak semifinal. Melalui strategi yang matang dan eksekusi taktis yang disiplin, mereka sukses menyingkirkan XIPTO dan mengamankan satu tiket di babak Grand Final.

Perjalanan mulus ini sempat memunculkan harapan besar bagi penggemar di tanah air untuk melihat trofi juara dibawa pulang ke Indonesia.

Pada partai puncak, BOOM Esports harus berhadapan dengan Fancy United Esports, tim asal Vietnam yang juga berstatus sebagai juara regional. Pertandingan final berlangsung sangat ketat dalam format dua peta (map).

BOOM Esports memberikan perlawanan sengit dan berusaha menekan pertahanan lawan hingga detik-detik akhir laga. Namun, solidnya kerja sama tim dan strategi yang diterapkan Fancy United Esports membuat wakil Indonesia harus mengakui keunggulan lawan. BOOM Esports akhirnya menutup turnamen sebagai runner-up.

Content image for article: BOOM Esports dan REKONIX Raih Runner-Up APAC Predator League 2026, Vietnam Tuan Rumah Berikutnya

REKONIX Tampil Solid di Kategori DOTA 2

Sementara itu, di kategori DOTA 2, REKONIX menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tim papan atas. Memulai perjalanan mereka dari fase Upper Bracket, tim ini tampil dengan organisasi permainan yang rapi dan disiplin tinggi.

Setiap pertandingan yang dilalui menjadi pembuktian kematangan strategi dan pengalaman para pemainnya dalam menghadapi tekanan kompetisi level Asia Pasifik.

Langkah REKONIX menuju babak final terbilang impresif. Mereka berhasil mengatasi berbagai rintangan dari tim-tim negara lain berkat kombinasi drafting hero yang cerdas dan eksekusi team fight yang presisi.

Konsistensi ini mengantarkan mereka ke laga penentuan gelar juara, membawa harapan besar bagi komunitas DOTA 2 Indonesia.

Di babak Grand Final, REKONIX bertemu dengan lawan yang sangat tangguh, Myth Avenue Gaming. Tim asal Malaysia ini merupakan juara bertahan APAC Predator League musim sebelumnya, sehingga pertandingan diprediksi akan berjalan berat.

Benar saja, laga final berlangsung penuh tensi dengan kedua tim saling melancarkan serangan dan tekanan (pressure) yang intens. Meski telah memberikan perlawanan maksimal, REKONIX harus mengakui dominasi Myth Avenue Gaming dan puas menempati posisi kedua.

Vietnam Tuan Rumah 2027 dan Pendaftaran Baru

Berakhirnya perhelatan di India sekaligus menandai dimulainya babak baru untuk musim kompetisi berikutnya. Pihak penyelenggara secara resmi mengumumkan bahwa Vietnam akan menjadi tuan rumah Grand Final APAC Predator League 2027.

Penunjukan Vietnam sebagai tuan rumah diharapkan dapat membawa warna baru dalam kompetisi esports di kawasan ini tahun depan.

Bagi tim esports di Indonesia yang ingin mengikuti jejak BOOM Esports dan REKONIX, kesempatan akan segera terbuka kembali. Pendaftaran untuk Predator League Indonesia dijadwalkan akan dibuka pada Oktober 2026.

Ini menjadi peluang emas bagi talenta-talenta baru maupun tim profesional untuk mempersiapkan diri dan kembali bersaing memperebutkan tiket menuju panggung Asia Pasifik.

Pencapaian dua tim Indonesia di India ini menegaskan bahwa ekosistem esports tanah air terus berkembang dan mampu bersaing di level tertinggi.

Dukungan konsisten dari berbagai pihak, termasuk Acer sebagai penyelenggara, terus membuka jalan bagi para pemain untuk berprestasi di kancah internasional. (Icha)

Elon Musk Ramal Populasi Robot Akan Lampaui Manusia

Telko.id – CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, akhirnya menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pekan lalu. Kehadiran ini menandai penampilan perdana Musk di forum ekonomi global tersebut, di mana ia langsung menyampaikan prediksi mengejutkan soal masa depan hubungan manusia dan mesin.

Musk memperkirakan bahwa dalam waktu dekat, populasi robot humanoid di Bumi akan melampaui jumlah populasi manusia.

Menurut kalkulasinya, rasio robot terhadap manusia nantinya bisa mencapai lebih dari satu banding satu.

“Saya pikir kita akan melihat sesuatu yang melampaui rasio 1:1 untuk robot humanoid terhadap manusia,” ujar Musk, sebagaimana dikutip dari Euronews.

Artinya, jika populasi manusia mencapai 8 miliar, jumlah robot yang beroperasi bisa jauh diatas angka tersebut.

Pernyataan ini bukan sekedar imajinasi fiksi ilmiah. Musk sedang menggambarkan pergeseran fundamental ekonomi global yang makin bergantung pada AI.

Ia meyakini bahwa ekonomi masa depan tidak lagi dibatasi oleh jumlah tenaga kerja manusia.

Robot humanoid, menurut Musk, akan mengambil alih sebagian besar pekerjaan fisik. Hal ini memungkinkan produktivitas ekonomi melonjak drastis tanpa batas yang selama ini menjadi kendala pertumbuhan negara-negara maju.

Pusat dari ambisi besar ini adalah Optimus, robot humanoid yang sedang dikembangkan secara agresif oleh Tesla. Musk sesumbar bahwa robot ini nantinya bisa melakukan berbagai tugas.

Mulai dari pekerjaan berbahaya di pabrik, tugas repetitive di gudang, hingga membantu urusan rumah tangga sehari-hari, seperti melipat baju dan memasak.

Oprimisme Musk soal ‘banjir’ robot ini sejatinya memiliki kaitan erat dengan strategi bisnis Tesla yang sangat ambisius.

Baca juga:

Robot kini telah menjadi salah satu pilar vital bagi valuasi perusahaan bahkan diproyeksikan bakal lebih bernilai ketimbang bisnis mobil listrik mereka.

Hal ini menjadi latar belakang mengapa para pemegang saham Tesla sebelumnya menyetujui paket gaji fantastis untuk Musk. Nilai nya tak main-main, mencapai US$56 miliar atau sekitar Rp 16.000 triliun.

Persetujuan gaji jumbo tersebut didasari oleh keyakinan investor bahwa Musk mampu merealisasikan visi futuristiknya.

Investor bertaruh bahwa di bawah kendali Musk, Tesla bisa bertransformasi dari sekedar produsen otomotif menjadi pemimpin global di bidang AI dan robotika.

Jika prediksi Musk di Davos benar dan Optimus suskses dikomersialisasikan secara massal, nilai saham Tesla diprediksi akan meroket.

Meski sangat antusias dengan potensi ekonomi dari robot, Musk tidak menutup mata terhadap risiko fatalnya.

Di hadapan para pemimpin dunia dan pebisnis top di Davos, pemilik media sosial X atau Twitter ini kembali menyalakan ‘lampu kuning’ soal bahaya keberadaan AI.

Ia menekankan bahwa keberadaan miliaran robot cerdas harus disertai dengan pengawasan yang sangat ketat.

Musk peringatkan agar pengembangan kecerdasan buatan ini tidak menjadi boomerang yang justru mengancam eksistensi penciptanya.

“Kita harus memastikan bahwa hasilnya baik untuk umat manusia,” pungkas Musk menutup visinya tentang masa depan yang penuh sesak oleh robot.

Analis Nilai OpenAI Berisiko Kolaps di Tengah Biaya Membengkak

Telko.id – Kesehatan finansial OpenAI tengah diperhatikan publik seiring rencana ekspansi agresif yang disiapkan untuk beberapa tahun mendatang. Sejumlah analis menilai perusahaan berpotensi menghadapi tekanan keuangan di masa depan.

Salah satunya adalah George Noble, mantan manajer aset di Fidelity, yang memberikan prediksinya dalam postingan panjang di Twitter/X. Noble mengatakan OpenAI mungkin sudah mulai hancur secara real-time.

Mengutip dari Futurism, Rabu (28/1/2026), “Saya terlah menyaksikan perusahaan-perusahaan runtuh selama beberapa dekade. Perusahaan ini menunjukkan semua tanda-tanda peringatan,” tulis Noble dalam cuitannya.

Noble mengambil contoh laporan bahwa OpenAI merugi US$12 miliar per kuartal serta membakar uang hingga US$ 15 juta per hari untuk aplikasi video generator Sora.

Baca juga:

Selain itu, pertumbuhan pelanggan berbayar ChatGPT juga melambat, yang mungkin menjadi alasan OpenAI akan menampilkan iklan di aplikasi chatbot tersebut. Ia juga meragukan janji industri AI untuk meningkatkan skala operasi yang akan membutuhkan biaya dan energi makin besar.

“Inilah persoalan besar yang tidak ingin dibahas siapa pun. Akan dibutuhkan energi dan uang 5 kali lipat untuk membuat model-model ini 2 kali lebih baik,” tulis Noble.

“Keuntungan yang mudah diraih sudah hilang. Setiap peningkatan yang bertahap sekarang membutuhkan lebih bayak daya komputasi, lebih banyak pusat data, dan energi yang jauh lebih besar,” lanjutnya.

Akibatnya, Noble memprediksi siklus hype AI sudah mencapai puncaknya. Ia memperingatkan investor untuk menjauhi OpenAI karena profil risikonya sangat tinggi.

“OpenAI adalah perusahaan pembakar uang. Produk ini akan merugikan investor,” ucapnya.

Komentar Noble dilontarkan hanya seminggu setelah Sebastian Mallaby, peneliti senior di Council on Foreign Relations, memprediksi dalam esainya untuk New York Times bahwa OpenAI bisa kehabisan uang dalam 18 bulan ke depan.

“Kegagalan OpenAI tidak akan menjadi sebuah contoh buruk terhadap AI, melainkan hanya akan menjadi akhir dari pengembang AI yang paling dibantu hype,” tulis Mallaby.

Apple Bakal Pamerkan Siri Bertenaga Google Gemini Bulan Depan

0

Telko.id – Apple dilaporkan tengah bersiap untuk memamerkan pembaruan signifikan pada asisten virtual mereka, Siri, yang kini akan ditenagai oleh teknologi kecerdasan buatan milik Google, Gemini.

Raksasa teknologi asal Cupertino ini dijadwalkan untuk mengungkap integrasi teknologi tersebut pada bulan depan, sebuah langkah yang menandai pergeseran strategi besar dalam pengembangan ekosistem AI di perangkat iPhone.

Kabar ini muncul di tengah persaingan ketat industri teknologi dalam menghadirkan fitur kecerdasan buatan generatif yang mumpuni.

Keputusan Apple untuk menggandeng Google Gemini dinilai sebagai upaya percepatan untuk mengejar ketertinggalan fitur pintar pada sistem operasi mereka, dibandingkan mengembangkan model bahasa besar (LLM) secara mandiri dari nol untuk peluncuran segera.

Integrasi ini diharapkan membawa kemampuan percakapan yang jauh lebih natural dan pemahaman konteks yang lebih dalam pada Siri.

Pengguna iPhone nantinya dapat merasakan pengalaman interaksi yang lebih luwes, mirip dengan kemampuan yang ditawarkan oleh chatbot canggih saat ini, namun terintegrasi langsung ke dalam sistem inti perangkat.

Kolaborasi Strategis Dua Raksasa

Langkah Apple untuk menampilkan hasil integrasi dengan Gemini bulan depan mengindikasikan bahwa kesepakatan antara kedua perusahaan telah mencapai tahap matang.

Teknologi Gemini dari Google dikenal memiliki kemampuan multimodal yang kuat, mampu memproses dan memahami informasi dari berbagai jenis input, termasuk teks, gambar, dan suara dengan presisi tinggi.

Penerapan teknologi ini pada Siri berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan Chatbot AI di ponsel mereka.

Bukan sekadar menyetel pengingat atau memutar musik, Siri yang ditenagai Gemini diprediksi mampu menangani tugas-tugas kompleks seperti merangkum artikel, membuat draf email, hingga memberikan saran berbasis konteks layar pengguna secara real-time.

Meskipun Apple memiliki proyek pengembangan AI internal, kemitraan ini memberikan solusi cepat bagi perusahaan untuk menghadirkan fitur kompetitif di pasar.

Hal ini juga sejalan dengan rumor sebelumnya yang menyebutkan Apple sedang mencari mitra eksternal untuk menangani beban kerja AI generatif berbasis cloud, sementara model AI yang lebih ringan akan tetap berjalan secara on-device demi menjaga privasi.

Antisipasi Pembaruan iOS

Pengumuman yang dijadwalkan bulan depan ini kemungkinan besar akan bertepatan dengan siklus pembaruan perangkat lunak utama Apple.

Para pengamat industri memprediksi bahwa fitur ini akan menjadi nilai jual utama pada sistem operasi generasi berikutnya.

Pengguna yang menantikan Update iOS terbaru tentu berharap peningkatan kecerdasan Siri ini dapat langsung dinikmati tanpa menunggu perangkat keras baru.

Selain fokus pada perangkat lunak, integrasi AI yang mendalam seringkali membutuhkan spesifikasi perangkat keras yang mumpuni.

Masih harus dilihat apakah fitur Siri bertenaga Gemini ini akan tersedia untuk seluruh lini iPhone atau hanya terbatas pada model terbaru dengan chipset paling mutakhir.

Hal ini juga berkaitan dengan jajaran Produk Terbaru Apple lainnya yang mungkin juga mendapatkan cipratan kecerdasan buatan ini.

Di sisi lain, stabilitas sistem tetap menjadi prioritas. Apple dikenal sangat berhati-hati dalam merilis fitur baru untuk memastikan pengalaman pengguna tetap mulus.

Pengujian beta yang ketat dipastikan akan dilakukan sebelum fitur ini dirilis ke publik secara luas, mengingat kompleksitas integrasi model bahasa besar ke dalam sistem operasi mobile.

Dampak pada Ekosistem Apple

Kehadiran Gemini di dalam Siri tidak hanya berdampak pada iPhone, tetapi juga berpotensi meluas ke ekosistem Apple lainnya. Perangkat seperti Apple Watch dan iPad juga sangat bergantung pada asisten suara untuk navigasi hands-free.

Peningkatan kecerdasan Siri akan membuat interaksi antar perangkat menjadi lebih seamless dan intuitif.

Selain itu, langkah ini juga menunjukkan fleksibilitas Apple di bawah manajemen saat ini. Isu mengenai Transisi Kekuasaan di tubuh perusahaan tampaknya tidak menghalangi inovasi dan keputusan strategis untuk berkolaborasi dengan kompetitor demi kepentingan konsumen.

Kemitraan dengan Google ini bisa menjadi preseden baru dalam industri teknologi di mana kompetisi dan kolaborasi berjalan beriringan.

Bulan depan akan menjadi momen pembuktian bagi Apple. Apakah integrasi Gemini ini mampu menjawab kritik mengenai ketertinggalan Siri selama beberapa tahun terakhir, ataukah ini hanya langkah awal dari transformasi AI yang lebih besar di Cupertino. Dunia teknologi kini menanti demonstrasi langsung kemampuan baru Siri tersebut. (Icha)

Google Photos Kini Bisa Ubah Foto Jadi Video Lewat Perintah Teks

0

Telko.id – Google kembali menghadirkan inovasi cerdas untuk mempermudah penggunanya dalam mengelola kenangan digital.

Raksasa teknologi ini baru saja meluncurkan kemampuan baru pada Google Photos yang memungkinkan pengguna mengubah kumpulan foto diam menjadi video menarik hanya dengan menggunakan perintah teks (text prompts).

Pembaruan ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengotomatisasi proses penyuntingan yang biasanya memakan waktu.

Fitur anyar ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna yang sering kali memiliki ribuan foto di galeri namun kesulitan merangkainya menjadi sebuah cerita visual yang utuh.

Dengan kemampuan generatif ini, pengguna tidak perlu lagi memilah satu per satu gambar atau menyusun klip secara manual di timeline editor. Cukup dengan mengetikkan deskripsi singkat, sistem akan bekerja secara otomatis.

Mekanisme kerja fitur ini cukup sederhana namun canggih. Pengguna hanya perlu memasukkan instruksi spesifik ke dalam kolom pencarian atau menu pembuatan kreasi.

Misalnya, Anda bisa mengetikkan perintah seperti “liburan di Bali tahun lalu” atau “momen ulang tahun kucing kesayangan”.

Algoritma Fitur AI Baru Google kemudian akan memindai seluruh perpustakaan foto, mengidentifikasi gambar yang relevan dengan deskripsi tersebut, dan memilih momen-momen terbaik.

Setelah aset visual terkumpul, Google Photos akan menyusunnya menjadi sebuah video kompilasi. Tidak hanya sekadar menempelkan foto, sistem juga secara cerdas menambahkan musik latar yang sesuai dengan suasana, serta menyinkronkan transisi antar gambar agar terlihat profesional.

Hal ini menjadi evolusi signifikan dari fitur “Movie” atau “Highlight Video” yang sebelumnya sudah ada, di mana kontrol pengguna kini lebih presisi berkat input berbasis teks.

Kemampuan untuk memahami konteks bahasa alami ini menunjukkan peningkatan signifikan pada mesin pencari visual Google.

Sebelumnya, pengguna mungkin sudah familiar dengan kemampuan aplikasi ini untuk Cari Teks di dalam gambar atau mengenali wajah. Kini, pemahaman tersebut diperluas untuk tujuan kreasi konten, bukan sekadar pencarian arsip.

Langkah ini sejalan dengan tren industri teknologi yang semakin gencar mengintegrasikan AI generatif ke dalam perangkat genggam.

Google tampaknya ingin memastikan bahwa ekosistem mereka tetap menjadi pilihan utama bagi pengguna Android maupun iOS dalam menyimpan dan mengolah media.

Kemudahan ini tentu sangat membantu bagi pengguna awam yang tidak memiliki keahlian editing video namun ingin membagikan momen spesial mereka ke media sosial.

Selain kemudahan dalam pembuatan video, integrasi AI yang lebih dalam juga terlihat pada berbagai lini produk Google lainnya.

Misalnya, rumor mengenai kemampuan Fitur Edit AI yang semakin canggih di perangkat Pixel generasi mendatang menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mendominasi sektor fotografi komputasional.

Bagi para pengguna setia, fitur pembuatan video via teks ini menjadi solusi praktis untuk “menghidupkan kembali” foto-foto lama yang mungkin sudah terlupakan di tumpukan galeri.

Alih-alih membiarkan memori digital tersebut mengendap, teknologi ini memberikan cara baru yang segar dan efisien untuk menikmatinya kembali dalam format video yang dinamis.

Pembaruan ini diharapkan akan digulirkan secara bertahap kepada seluruh pengguna global. Dengan adanya fitur ini, Google Photos semakin mengukuhkan posisinya bukan hanya sebagai tempat penyimpanan awan (cloud storage), tetapi juga sebagai asisten kreatif pribadi yang bertenaga bagi setiap penggunanya. (Icha)