spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1730

Ini Strategi Smartfren Untuk Atasi Lonjakan Trafik

0

Telko.id – Liburan sama dengan ‘kerja keras’. Paling tidak bagi operator seluler. Pasalnya hal ini akan berdampak pada lonjakan trafik, terutama internet di berbagai operator. Khusus untuk Smartfren, mereka memiliki strategi khusus guna mengatasi lonjakan traffik pada jaringannya agar para pengguna tetap nyaman berkomunikasi saat liburan.

Smartfren sudah siap dengan lonjakan trafik yang akan hadir seiring dengan libur natal dan tahun baru. Strategi mereka yakni melakukan program aktivitas monitoring khusus guna menghadapi lonjakan ini.

Menurut Derrick surya, Head of brand and marcomm smartfren, mereka mulai melakukan monitoring khusus sejak tanggal 19 November sampai dengan 4 Januari 2015.

Hal ini ditujukan untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan mereka, terutama pelanggan yang telah beralih ke jaringan super cepat 4G LTE.

Berbicara tentang 4G sendiri, saat ini pelanggan 4G smartfren telah mencapai 800 ribu pelanggan. Angka besar ini sejatinya masih belum memenuhi target dari Smartfren.

Jika berkaca dari pernyataan Roberto Saputera selaku Direktur Marketing Smartfren yang menyebut target mereka hingga akhir tahun adalah sebanyak 1 juta pelanggan 4G.

Sejatinya hanya tinggal beberapa hari lagi kita akan menyebrang ke tahun 2016. Dengan hanya menyisakan sekitar 2 pekan lagi, apakah Smartfren mampu memenuhi target tersebut? Well, kita tunggu saja seberapa besar keberhasilan program bundling serta promo perangkat 4G murah yang diusung Smartfren mampu memenuhi target tersebut sambil melihat apakah internet 4G mereka akan tetap ‘anti lelet’ dengan semakin banyaknya pengguna. [ak/if]

Jobplanet.com Bertekad Kurangi Pengangguran Lewat Internet

0

Telko.id – Seiring dengan semakin berkembangnya internet serta kian lengkapnya ekosistem pendukung membuat segala sesuatunya beralih ke ranah digital. Hal serupa juga terjadi pada kolom pencarian pekerjaan. Biasanya, ‘info loker’ sering ditemui di berbagai surat kabar atau pamflet. Namun sekarang ini nyaris semuanya beralih ke ranah digital.

Jobplanet.com, sebuah situs lowongan pekerjaan teranyar juga hadir dengan diilhami oleh tren di atas. Hadir dengan menyediakan berbagai info lowongan pekerjaan, Jobplanet.com berniat untuk mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja di Indonesia pada bulan Agustus 2015 adalah sebanyak 122,4 juta orang atau bertambah sebanyak 510 ribu orang jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2014.

BPS menyebutkan, jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2015 adalah sebanyak 114,8 juta orang. Dengan begitu, sekitar 7,6 juta orang atau lebih dari 6% angkatan kerja adalah pengangguran. Meski demikian, tidak berarti sebanyak 114,8 juta orang yang telah bekerja sudah merasa puas dengan pekerjaan yang telah mereka miliki. Banyak pula dari mereka yang merasa terjebak pada karir yang kurang tepat atau lingkungan perusahaan yang tidak kondusif.

Di dalam Jobplanet, pencari kerja bisa mendapatkan berbagai informasi seputar dunia kerja dan ulasan mengenai seluk-beluk perusahaan, seperti ulasan tentang budaya dan suasana kerja di perusahaan, info gaji, serta kisi-kisi pertanyaan dalam wawancara kerja. Platform ini dikembangkan untuk menjadi sumber informasi dan referensi terpercaya bagi para pencari kerja dan karyawan yang ingin meningkatkan karir mereka.

Kemas Antonius, Chief Product Officer, Jobplanet di Indonesia menyebutkan, “Selama ini, informasi mengenai seluk-beluk perusahaan serta informasi soal gaji dan kisi-kisi pertanyaan dalam wawancara kerja amat sulit didapatkan oleh para pencari kerja. Informasi mengenai gaji terutama, dipandang sebagai hal yang bersifat rahasia dan kurang pantas untuk dibicarakan dengan orang lain. Hal inilah yang menjadi tantangan terbesar para pencari kerja dalam menggapai karir yang mereka impikan, yang juga menyebabkan banyak calon karyawan salah langkah dalam melakukan negosiasi gaji atau gagal dalam tes wawancara kerja,” ucapnya.

Menurut keterangan pers yang diterima tim Telko.id, Jobplanet mulai beroperasi di Indonesia sejak bulan Agustus 2015. Hingga awal Desember 2015, komunitas ini telah memiliki sekitar 200.000 anggota dan telah mengumpulkan 80.000 ulasan dalam database-nya, yang terdiri dari ulasan mengenai perusahaan, info gaji, serta kisi-kisi pertanyaan dalam wawancara.

Selain itu, Jobplanet juga telah mengumpulkan sekitar 20.000 perusahaan dalam database-nya. [ak/if]

Spirent Berhasil Uji Sistem Ethernet 50GbE

0

 

Telko.id – Spirent melakukan test Speed Ethernet 50GbE. Uji coba ini dilakukan bersama dengan perusahaan terkemuka di dunia yang melayani Cloud dan infratructure. Alat ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan Cloud untuk memastikan layanannya pada masyarakat. Terlebih, saat ini kebutuhak masyarakat terhadap Cloud Service Provider juga sangat tinggi.

Uji system Ethernet 50GbE ini menggunakan interoperability test dengan Full wire-rate-packet generation dan analisis 50GbE. Yang ujikan adalah kualitas layer 1 sampai 3 dan menyorot pada error dan free performance dengan kombinasi yang berbeda, frame lengths dan rates dengan mengirimkan per port dan statistic per stream sepeeri latency, frame out dari sequence, frame counts dan rate, kapabilitas L1 PRBS dan statistic layer 1 untuk membantu mengetahui debug physical link problem.

Dengan demonstrasi ability selama interoperability tes, Spirent melanjutkan untuk membangun leadership di high speed Ethernet dan memperlihatkan QUINT-speed MX3, FX3, DX3 module series untuk 100/50/40/25/10GbE.

“”Menurut Dell’Oro Grup Data 2015, server 50Gbps akan mewakili lebih dari 30 persen pengiriman server di 2019, naik dari dasarnya nol persen hari ini,” kata Abhitesh Kastuar, General Manager Cloud dan IP bisnis Spirent menjelaskan.

Aplikasi virtual application ini akan mendorong kinerja dari server untuk meningkatkan kecepatan akses. Peningkatannya dari 10 hingga 25 dan selanjutnya akan mencapai 50Gpbs. “Saya percaya, adopsi kecepatan dari 25G dan 50G link server akan mendorong langkah menuju 100 GbE dank e depan akan mencapai uplink dari leaf nodes ke spine nodes”, ujar Abhitesh melanjutkan.

Menurut Ethernet konsorsium 25G / 50G, spesifikasi untuk Gigabit Ethernet (50GbE) manfaat lingkungan cloud dan perusahaan data center dengan beban kerja server bandwidth tinggi atau persyaratan latency sangat rendah. Ethernet Konsorsium 25G/50G dibentuk untuk memungkinkan solusi 25GE dan 50GE dijadikan standarisasi. Terlebih sepesifikasi 50GbE menunjukan mampu mengefektifkan biaya, namun disisi lain dapat meningkatkan bandwidth jaringan yang memungkinkan cloud service provider untuk meningkatkan kinerja dan memperluas layanannya. Ada nya konsorsium 25G/50G ini juga diharapkan dapat mempercepat kerja industry di 100GbE. (Icha)

SK Telecom Kembali Gandeng Qualcomm Guna Ciptakan Perangkat 5G

0

Telko.id – SK Telecom akan memperkuat kolaborasi dengan Qualcomm untuk mengembangkan prototipe dari perangkat untuk jaringan generasi kelima (5G).

Operator seluler terbesar di Korea Selatan ini mengatakan bahwa pembangunan ini akan memberikan beberapa fungsi utama dari jaringan baru. Tentunya dengan tujuan untuk pengujian kompatibilitas komunikasi dan kemampuan dari jaringan tersebut.

Chief Technology Officer (CTO) SK Telecom, Choi Jin-sung mengatakan, “Dalam kerja sama yang erat dengan pembuat chip smartphone terkemuka dunia, Qualcomm, kami akan melakukan hal yang terbaik untuk menyediakan layanan percobaan 5G pertama di dunia pada 2018.”

Ia menambahkan, “Pengembangan perangkat prototipe 5G akan menjadi titik balik penting dalam membuka era jaringan untuk generasi mendatang.”

Dilansir dari koreatimes, Senin (21/12), Choi bertemu dengan Executive Vice President dan CTO Qualcomm Matt Grob, di Seoul pada hari Jumat lalu untuk membahas mengenai kerjasama ini.

“Kami memiliki antisipasi besar selama penelitian bersama dan pengembangan teknologi jaringan 5G, karena kami bekerjasama dengan pemimpin dalam teknologi komunikasi nirkabel di Korea Selatan yaitu SK Telecom,” ucap Grob.

Pengembangan perangkat 5G dengan kinerja tinggi dan konsumsi energi yang rendah telah dianggap penting untuk layanan jaringan baru karena konten multimedia yang cukup besar untuk penambahan layanan serta virtual reality.

Nantinya, Kedua perusahaan juga akan memutuskan dimana frekuensi yang mereka gunakan untuk jaringan 5G. Mereka juga secara bersama-sama mengembangkan perangkat prototipe 5G yang kompatibel dengan jaringan.

Kedua perusahaan juga akan berkolaborasi untuk mengembangkan teknologi kunci elemen 5G seperti transmisi data sekelas gigabit dan latency super-rendah untuk koneksi nirkabel. Mereka akan berbicara dengan badan standardisasi global seperti International Telecommunication Union (ITU) dan 3rd Generation Partnership Project (3GPP).

Sebagai informasi, SK Telecom dan Qualcomm telah mempertahankan kemitraan sejak tahun 1996 silam ketika mereka bekerja sama untuk peluncuran teknologi Code Division Multiple Access (CDMA). Baru-baru ini, mereka telah bekerja sama untuk memberikan evolusi jangka panjang (LTE) dan jaringan LTE-A dengan mengembangkan teknologi Carrier aggregation (CA) bersama-sama.

Sementara itu, SK Telecom telah memimpin 5G Forum, yakni forum yang diluncurkan atas kerjasama dengan lembaga-lembaga akademik dan Departemen Ilmu, ICT dan Perencanaan Masa Depan. Forum ini juga mendirikan ‘5G global Innovation Center’ di fasilitas penelitian dan pengembangan yang terletak Bundang, Provinsi Gyeonggi. [ak/if]

PANDI Sukses Tambah 150 Ribu Lebih Domain.id Tahun Ini

0

Telko.id – Pengelola Nama Domain .id atau PANDI telah menyelesaikan tugas mereka di tahun 2015 ini, dalam hal penyebaran penggunan domain .id di Indonesia. Tahun ini sendiri menjadi salah satu tahun kesuksesan mereka dengan berhasil meningkatkan pendaftaran nama domain .id sebanyak 60 ribu domain.

Sampi dengan saat ini, total PANDI telah berhasil mendaftarkan nama domain .id sekitar 151. 987 domain (sampai November di tahun ini). Namun, terdapat sekitar 30 ribu nama domain yang tidak diperpanjang bahkan dihapus penggunannya di tahun ini.

“Pencapaian di tahun 2015 ini ternyata cukup baik, jadi ada penambahan jumlah domain sebanyak 64 ribu selama sebelas bulan, tapi ternyata domain yang tidak diperpanjang dan dihapus juga mengalami peningkatan. sekitar 30 ribu nama domain yang dihapus, sehinga total penigkatan tahun ini hanya sekitar 30 ribu domain .id dan hal ini akan menjadi PR buat kami dari PANDI kemudian temen-teman registrar sebagai tonggak pemasaran untuk memperbaiki agar tahun depan lebih baik lagi,” ucap Sigit widodo, Direktur Operasional PANDI.

Dari total nama domain yang berhsil terdaftar di tahun ini, yang paling dominan sampai dengan saat ini adalah domain co.id dengan 66.700 pengguna, disusul oleh web.id dengan 23.111 pengguna, kemudian anythings.id dengan 19.781 pengguna dan sch.id dengan 14.860 pengguna. 9 nama domain sisa tidak menembus angka 10 ribu user di masing-masing domain dan total sampai dengan saat ini, PANDI sudah mendaftarkan sekitar 151.987 di tahun 2015.

Sejatinya PANDI tidak sendirian dalam menyebarkan nama domain .id, mereka dibantu oleh 12 regitrar yang senantiasa membantu mereka menyebarkan nama domain.id.

Sebagai informasi, Dari 12 registrar, sekitar 4 registrar yang sangat aktif dalam mendaftarkan nama domain, dari total 4 registrar tersebut setidaknya mereka menyumbang lebih dari 60% dari total keseluruhan pendaftaran nama domain di tahun ini. Registrar saat ini sudah terdftar sejak tahun 2012 lalu dan PANDI merasa sudah waktunya untuk membuka registrar baru pada awal februari mendatang.

Untuk tahun ini juga PANDI sedang mempersiapkan program sejuta nama domain mereka yang di gagas bersama dengan Kementrian Kounikasi dan Informasi. Program tersebut baru akan dimulai pada awal tahun depan, dengan bulan Januari sebagai awal pendaftaran dan mereka menargetkan pada bulan Februari atau Maret sudah ada sekitar 25 hingga 35 ribu nama domain .id yang terdaftar dan pada akhir tahun mencapai 300 ribu nama domain. [ak/if]

Ini Dia, Titik-titik 4G LTE Telkomsel di Jakarta dan Sekitarnya

0

 

Telko.id – Ingin merasakan kenikmatan berselancar menggunakan jaringan 4G LTE milik Telkomsel. Ya, tentu nya harus diwilayah atau di titik-titik yang memang sudah jaringan 4G LTE nya. Jika tidak, tentu pengalaman dan keasyikan nya tidak akan terasa.

Untuk Anda di wilayah Jabodetabek, jika ingin merasakan kenikmatan 4G LTE, monggo mampir ke wilayah ada ada dibawah ini:

Jakarta: Tomang, Grogol, Pal Merah Barat, Mangga Besar, Salemba, Menteng, Kalibata, Kalibata, Mampang prapatan, Pancoran, Kebayoran, Sudirman, Cipete, Gandaria, TB Simatupang, Dewi sartika, Pondok Indah, SCBD, Pasar Minggu, Pulomas, Jatinegara, Mangga Dua, Kelapa Gading, Sunter dan lainnya.

Bogor: Puncak, Cimanggis, Cisarua, Cileungsi, Taman Wisata, Jasmine Garden, Bojong Depok Baru, Rancamaya, Bogor City Central, Menteng Bogor dan lainnya.

 Depok: Pondok Cina Depok, Permata Depok, Cinere Country, Margo City, Andara, Taman Duta, Krukut Raya, Depok Indah, Kampus Universitas Indonesia Depok dan lainnya.

Tangerang: Pamulang, Serpong indah, Bintaro Jaya, Pondok Kranji, Ciledug Raya, Bandara Soekarno Hatta, Ciputat Baru, Lippo Karawaci, Alam Sutera, Rempoa dan lainnya.

Bekasi: Taman Galaxy, Pondok Cipta, Jati Waringin, Cikarang, Bintara Raya, Jati Warna, Pekayon, Harapan Indah, DeltaMas, Duta Indah, Jati Bening, Cikunir, Harapan Jaya, Duta Kranji dan lainnya.

Selamat mencoba! (Icha)

80% Kawasan Jabodetabek Sudah Dilayani Telkomsel 4G LTE

0

Telko.id – Pasca penataan ulang 1800 MHz, Telkomsel ‘ngebut’ untuk mempercepat dalam memberikan layanan data yang maksimal di jaringan 4G LTE. Kali ini yang diperluas adalah di wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

“Perluasan cakupan 4G LTE ke kawasan yang berada di sekitar Jakarta kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi layanan data yang tinggi oleh masyarakat, terbukti dengan kenaikan penggunaan layanan data sebesar 100% di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dalam kurun waktu satu tahun terakhir,” ujar Lindayanti Harjono, Vice President LTE Commercial Telkomsel menjelaskan.

Linda lebih lanjut menjelaskan bahwa pasca penataan ulang 4G 1800 MHz, layanan Telkomsel 4G LTE melakukan upgrade lebar bandwidth di frekuensi 1800 MHz sehingga cakupan wilayah layanan Telkomsel 4G LTE menjadi lebih luas, dan device (perangkat) yang dapat menikmati layanan ini semakin banyak pula, sehingga pengalaman pelanggan menjadi jauh lebih baik.

Lebih dari 80% kawasan Jabodetabek telah dilayani oleh Telkomsel 4G LTE yang didukung oleh lebih dari 1500 BTS 4G yang mencakup lokasi-lokasi POI strategis seperti kawasan residensial, lokasi wisata, kampus, pusat perbelanjaan, area pelayanan publik, dan lain-lain. Adanya akses data cepat yang juga hadir dengan indoor coverage yang kuat ini akan meningkatkan kepuasan pelanggan dalam menggunakan layanan mobile broadband yang cepat dan stabil.

“Ketika menggelar layanan 4G LTE kami selalu memastikan ketersediaan jaringan yang tersebar mampu mencakup mayoritas wilayah kota tersebut atau sekitar minimal 80%, karena kami ingin memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan. Tahun depan kami akan memperluas layanan ini ke paling tidak dua kali lipat jumlah kota yang kami gelar tahun ini”, tambah Linda.

Bagi pelanggan yang ingin berlangganan layanan 4G LTE, Telkomsel memberikan kemudahan berupa penukaran simcard yang dimiliki dengan USIM secara gratis tanpa harus mengubah nomor saat ini. Kemudian pelanggan yang saat ini telah memiliki paket data Telkomsel, dapat melanjutkan penggunaan paket tersebut dengan tariff yang sama tanpa tambahan biaya untuk menikmati 4G LTE. Saat ini pelanggan di kawasan Jabodetabek sudah dapat menukarkan simcard mereka dengan USIM, ataupun mendapatkan kartu perdana 4G simPATI dan kartuHALO di pusat layanan pelanggan Telkomsel (GraPARI).

Saat ini jumlah pelanggan Telkomsel yang telah beralih ke layanan 4G dan menggunakan uSIM (simcard 4G) berjumlah lebih dari 2 juta pelanggan, dan terus meningkat seiring dengan banyaknya permintaan penggantian uSIM, baik di berbagai customer touch point maupun ketika roadshow 4G LTE dilakukan di mal-mal.

Selain itu, Telkomsel juga sudah masuk ke Pekanbaru dan Banjarmasin. Di kedua kota ini peningkatan konsumsi layanan data oleh pelanggan yang cukup signifikan hingga sekitar 100%.

Memang, dengan kehadiran teknologi 4G LTE menjadi jawaban terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia akan layanan mobile broadband yang berkualitas. Dimana hal ini pun dapat terlihat dari peningkatan konsumsi layanan data di jaringan Telkomsel hingga kuartal ketiga 2015, yakni sebesar 119% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Secara nasional Telkomsel memiliki 3000 eNodeB atau BTS 4G yang tersebar di berbagai kota. Telkomsel 4G LTE juga merupakan layanan 4G pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan International Roaming, dimana hal ini akan mendukung mobilitas pengguna layanan dari dan menuju Indonesia, karena Telkomsel telah bekerjasama dengan 37 mitra operator dari sekitar 31 negara di 5 benua untuk International Roaming 4G LTE. (Icha)

 

 

Duh Bangganya, Anak-anak Kecil Ini Sudah Bisa Buat Aplikasi

0

Telko.id – Ketika anak-anak ini naik kepanggung, rasanya hati ini bangga. Ternyata, Indonesia punya calon-calon ‘Mark Zuckerberg’. Masih muda-muda dan celoteh di atas panggung menandakan mereka masih anak-anak. Ya, mereka itu adalah para pemenang dari IWIC ke 9 yang diadakan oleh Indosat Ooredoo.

Ada 26 pemenang dari berbagai kategori dengan berbagai karya aplikasi mobile yang memberikan manfaat tinggi bagi masyarakat dan memperkaya layanan content aplikasi karya anak negeri sendiri.

“IWIC merupakan salah satu program penting kami sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem digital Indonesia. Lahirnya para developer muda dengan karya aplikasi mobile lokal yang baru, spektakuler dan bernilai manfaat tinggi akan memperkaya dunia digital Indonesia. Indosat Ooredoo saat ini tengah bertransformasi menuju Perusahaan Telekomunikasi Digital Terdepan meyakini bahwa Indonesia memiliki generasi muda penuh talenta dan ide kreatif dalam bidang aplikasi mobile nantinya akan mempercepat terwujudnya masyarakat digital Indonesia yang dibesarkan oleh anak negeri sendiri,” demikian disampaikan President Director & CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli.

“Indonesia sendiri akan mencanangkan program 1000 Aplikasi. Rencanya akan dilakukan tahun 2016. Kami ingin ada facebook, twitter atau WhatsAp asli buatan Indonesia,” ujar Lis Sutjiati, Staf Khusus Menteri, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Alexander Rusli juga menambahkan bahwa dengan IWIC sebagai salah satu inisiatif, untuk dunia digital itu lebih dari sekadar konektivitas. Dunia digital harus bersahabat, simple, dan mudah diakses. Oleh karena itu pada acara perubahan identitas perusahaan kemarin, Indosat Ooredoo mengusung tema #IndonesiaDigitalNation. Berharap dunia digital membawa sebanyak-banyaknya manfaat dan kesempatan kepada banyak orang.

Pemenag untuk IWIC ke 9 ini adalah

Kids Category (SD)

Ideas : Charigvity karya Nisrina Khansa Izzati

Apps : Belajar membaca metode Dia tampan karya M. Hikam Assyifa alfath

Teens Category (SMP & SMA)

Ideas : Look-lock karya Bayu Eka Sanktiaji

Apps : Escape from the prison karya Shaquille Shiddiq P

University Students and Public

Ideas : adawifiga karya Sandy Colondam

Apps : Temu jasa karya Hardian Prakasa

Developers Category

Apps : yukmart karya Dimas Anugrah Wicaksono

Mobile Web : Kazir karya Zaenal Arifin

Special Category

Apps for Women : Baby Recipe karya Ade Rifaldi

Apps for Supporting Inbound Tourism : ayojelajah.in karya Bagja Gumelar

Pemenang Campus Innovation Award : Universitas Tanjungpura, Pontianak

Adapun idea dan apps untuk bidang :

  • Communication, Lifestyle &Education
  • Multimedia & Games
  • Utility (Tools, Security, Ideas/apps for disabled)

Mudah-mudahan, tahun depan akan semakin banyak yang bermunculan para entrepreneur muda Indonesia. (Icha)

SimCard Khusus Anak Santri

0

 

Telko.id – Saat ini, untuk mendapatkan pelanggan baru sungguh tidak mudah. Apalagi di daerah yang sudah padat penduduk. Untuk itu, operator banyak menggandeng komunitas yang memiliki anggota yang cukup banyak sehingga dapat meningkatkan jumlah pelanggannya.

Hal yang sama dilakukan juga oleh Telkomsel. Operator ini menghadirkan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan telekomunikasi para santri yakni produk simcard Kartu As Anak Santri. Produk ini merupakan layanan kartu pra bayar yang dikhususkan untuk warga masyarakat yang ada di Kota Sukabumi, khususnya untuk komunitas santri yang menimba ilmu di sejumlah Ponpes yang ada di Kota Sukabumi.

“Keberadaan Telkomsel ditengah masyarakat diharapkan tidak hanya dapat dimanfaatkan melalui keunggulan produk dan layanan yang prima, namun kami juga ingin memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya dengan mendukung pengembangan potensi nilai lokal suatu wilayah, seperti halnya potensi nilai keagamaan yang cukup tinggi melalui pendidikan di Pondok Pesantren yang ada di Sukabumi ini,” ujar Yossie Hamdeny, General Manager Legal & Stakeholder Area Jabotabek Jabar Telkomsel menjelaskan.

Melalui Kartu As Anak Santri ini, Telkomsel menghadirkan paket combo layanan broadband internet harga terjangkau mulai Rp. 60 ribu, dimana santri bisa menikmati kuota internet 4GB sebulan dan paket internet murah mulai Rp. 1.500,- melalui UMB *363*55#, ditambah paket nelpon sms murah dapat bonus 1.000 SMS melalui UMB *100*31# dan paket nepon murah dengan bonus hingga 5 jam selama 24 jam melalui akses UMB *100*32# serta paket nelpon dan sms ke sesama komunitas mulai harga Rp. 10 ribu/Bulan melalui fasilitas Close User Group (CUG) Community.

Yossie menambahkan, tekad bersinergi dan berkolaborasi dengan para stakeholder seperti pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat serta komunitas masyarakat sekitar akan terus ditingkatkan oleh Telkomsel, terlebih dalam mendorong penggunaan layanan broadband yang bukan sebatas sebagai sarana berkomunikasi namun juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat, terlebih untuk wilayah Provinsi Jawa Barat sendiri di beberapa kota besarnya seperti Bandung yang sudah terimplementasi layanan broadband 4G LTE dan segera akan disusul di sejumlah kota lainnya yang ada di Jawa Barat.

Selain itu, Telkomsel juga hadir untuk memberikan donasi program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Assobariyyah, Sukabumi. Melalui program CSR Telkomsel ini, diharapkan kebutuhan terhadap fasilitas pendukung sarana belajar dan mengajar di Pondok Pesantren Assobariyyah ini dapat terpenuhi secara layak, sehingga para santri akan merasa nyaman dan betah ketika menimba ilmu di Ponpes tersebut. Program CSR ini juga merupakan wujud syukur Telkomsel atas sejumlah penghargaan program CSR yang diterima dari beberapa jajaran Pemerintah Daerah seperti dari Gubernur Jawa Barat, Walikota Bandung dan Bogor yang belum lama ini diterima oleh Telkomsel, ungkap Yossie. (Icha)

2016 Operator Indonesia Harus Siap Berbagi Infratruktur

0

 

Telko.id – Di dunia yang namanya infrastructure sharing sudah menjadi langkah biasa. Para operator secara ‘ikhlas’ berbagi terutama untuk mensukseskan 4G di Negara mereka.

Maklum saja, dengan adanya infrastructure sharing ini, maka investasi jaringan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas menjadi lebih murah karena ditanggung bersama. Dengan demikian, percepatan untuk implementasi jaringan pun jadi lebih cepat. Yang paling besar adalah dampak pada Negara tersebut yang pastinya akan menjadi investasi yang lebih efisien.

Jika semua itu bisa terjadi, maka beban biaya koneksi pada masyarakat juga akan lebih affordable. Tidak kemahalan. Namun, semua itu harus ada peraturan yang menaungi nya, agar tidak terjadi pelanggaran hokum.

Bagaimana di Indonesia? Di Indonesia, wacana untuk infrastruktur sharing ini memang sudah sempat disebut-sebut beberapa tahun belakangan ini. Seperti MVNO atau Mobile Virtual Network Operator.

Wacana Infrstructure sharing di Indonesia mulai akan dikumandangkan lagi. Seperti yang disebutkan oleh Alexander Rusli, CEO Indosat Ooredoo yang juga menjadi ketua ATSI. “Infrastructure Sharing yang akan dilakukan di Indonesia adalah Infrastructure Sharing Active Equipment”.

Seperti apa Infrastructure Sharing Active Equipment itu? Masih belum jelas betul karena aturan yang untuk melindungi langkah operator untuk melakukan infrastructure sharing ini juga belum ada. “Tahun depan, baru akan dikeluarkan aturannya. Jadi tunggu saja,” ujar Alexander menjelaskan.

Sebagai wacana, di luar negeri yang melakukan infrastructure sharing adalah operator ke dua dan ke tiga. Bukan yang menjadi leader. Jika pun di Indonesia nanti nya aka nada aturannya maka bukan juga menjadi harga mati bagi operator untuk melakukan infrastructure sharing ini. (Icha)