spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 17

Indosat Gandeng Cisco Luncurkan Security Command Center, Ini Target nya!

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) secara resmi mengumumkan peluncuran Security Command Center (SCC) di Jakarta pada 3 Maret 2026.

Langkah strategis ini merupakan hasil kolaborasi dengan raksasa teknologi global, Cisco, yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan digital nasional.

Fasilitas ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) yang secara signifikan telah mengubah lanskap keamanan siber di Indonesia.

Peluncuran ini menandai babak baru dalam upaya perlindungan infrastruktur digital di tanah air. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, ancaman siber kini menjadi lebih kompleks dan sulit diprediksi.

Kehadiran SCC diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan yang solid bagi sektor ekonomi digital Indonesia yang sedang tumbuh pesat, memastikan bahwa inovasi teknologi dapat berjalan beriringan dengan jaminan keamanan yang mumpuni.

Integrasi Teknologi Cisco dan Splunk

Keunggulan utama dari Security Command Center yang diluncurkan Indosat terletak pada integrasi teknologi kelas dunia yang digunakannya.

SCC ini didukung penuh oleh platform keamanan terpadu dari Cisco yang dikenal memiliki standar tinggi dalam industri jaringan dan keamanan global. Tidak hanya itu, kemampuan fasilitas ini semakin diperkuat dengan teknologi dari Splunk.

Splunk menghadirkan kemampuan mendeteksi ancaman siber serta analitik berbasis machine learning yang canggih. Kombinasi antara platform Cisco dan analitik Splunk ini memungkinkan SCC untuk melakukan deteksi, investigasi, dan respons terhadap insiden keamanan secara real-time dalam skala besar.

Hal ini sangat krusial mengingat serangan siber modern sering kali terjadi dalam hitungan detik dan membutuhkan penanganan yang sangat cepat untuk meminimalisir dampak kerugian.

Selain aspek teknologi, SCC ini juga diperkuat oleh pemahaman mendalam terhadap pasar lokal dan global yang dibawa oleh Cisco Customer Experience Services.

Sinergi ini memastikan bahwa solusi yang ditawarkan tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga relevan dengan tantangan spesifik yang dihadapi oleh organisasi di Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan semangat perusahaan yang sebelumnya juga menggelar Indonesia AI Day untuk mendorong transformasi digital.

Visibilitas dan Perlindungan Berbasis AI

Salah satu tantangan terbesar dalam keamanan siber saat ini adalah kurangnya visibilitas terhadap ancaman yang terus berevolusi. SCC dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan memberikan visibilitas berkelanjutan bagi organisasi.

Dengan bantuan insight berbasis AI, fasilitas ini mampu memprediksi dan mencegah serangan siber sebelum terlambat.

Kemampuan prediktif ini menjadi nilai tambah yang signifikan bagi perusahaan dan institusi pemerintah yang ingin mengadopsi teknologi AI namun khawatir akan risiko keamanannya.

SCC siap membantu organisasi beradaptasi di tengah percepatan transformasi digital dengan menyediakan lapisan keamanan yang tidak hanya reaktif tetapi juga proaktif.

Hal ini menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, mirip dengan tujuan pembangunan infrastruktur Smart City yang membutuhkan fondasi keamanan kuat.

Melalui SCC, Indosat berkomitmen menghadirkan solusi keamanan siber yang inklusif. Layanan ini dirancang untuk memungkinkan tim operasional dan organisasi dari berbagai skala—mulai dari perusahaan besar hingga sektor publik—untuk menavigasi kompleksitas lanskap digital dengan rasa percaya diri yang lebih tinggi.

Komitmen Terhadap Ketahanan Digital Nasional

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan bahwa peluncuran ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam melindungi ekosistem digital Indonesia.

Kolaborasi dengan Cisco dinilai strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan siber global.

“Kehadiran Security Command Center, hasil kolaborasi Indosat bersama Cisco, memperkuat sikap Indonesia terhadap keamanan siber dan menegaskan komitmen kami dalam melindungi pemerintah, para pelaku usaha, dan masyarakat,” ujar Vikram Sinha.

Ia menambahkan bahwa perpaduan teknologi kelas dunia dan pemahaman terhadap kondisi pasar di Indonesia menciptakan infrastruktur digital yang aman dan tangguh.

Hal ini penting untuk mendorong inovasi dan mendukung kemajuan digitalisasi di Indonesia secara jangka panjang.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Chuck Robbins, Chair and CEO Cisco. Ia menyatakan kebanggaannya dapat melanjutkan kolaborasi dengan Indosat untuk menetapkan standar baru dalam ketahanan digital.

Keberadaan fasilitas pemantauan canggih seperti ini memang menjadi standar global, sebagaimana terlihat pada Command Center milik operator global lainnya.

“Cisco bangga bisa melanjutkan kolaborasi dengan Indosat untuk menetapkan standar baru dalam ketahanan digital di Indonesia. Melalui kekuatan dari Cisco dan Splunk, kami menghadirkan fondasi infrastruktur yang andal dan tepercaya yang dibutuhkan organisasi di Indonesia untuk mengantisipasi ancaman siber berbasis AI guna menjadi yang terdepan di era ekonomi digital,” ungkap Chuck Robbins.

Menghadapi Ancaman Siber yang Semakin Canggih

Latar belakang peluncuran SCC ini tidak lepas dari fenomena meningkatnya adopsi AI di berbagai lini, mulai dari dunia usaha, institusi publik, hingga keseharian masyarakat.

Meskipun AI membawa banyak manfaat efisiensi, teknologi ini juga memunculkan risiko ancaman siber yang semakin canggih dan terautomasi.

Dalam konteks ini, keamanan tidak bisa lagi dipandang sebagai fitur tambahan atau solusi sementara. Keamanan harus terintegrasi di setiap lapisan infrastruktur digital. SCC memungkinkan integrasi tersebut melalui pemantauan berkelanjutan, visibilitas menyeluruh, serta intelijen ancaman yang dapat ditindaklanjuti.

Dengan demikian, organisasi dapat lebih fokus pada inovasi dan pertumbuhan bisnis tanpa terus-menerus dibayangi ketakutan akan serangan siber.

Peluncuran Security Command Center ini menjadi tonggak penting bagi Indosat Ooredoo Hutchison dalam misinya memberdayakan Indonesia secara digital.

Dengan infrastruktur keamanan yang andal, diharapkan kepercayaan investor dan masyarakat terhadap ekonomi digital Indonesia akan semakin meningkat di masa depan. (Icha)

Ramadan Anti Boncos Bareng blu by BCA Digital, Ini Daftar Promonya

0

Telko.id – blu by BCA Digital secara resmi meluncurkan rangkaian program promo spesial untuk menyambut Ramadan 2026 guna membantu masyarakat mengelola keuangan dengan lebih bijak.

Melalui inisiatif bertajuk “Ramadan Anti Boncos”, bank digital besutan BCA ini menawarkan berbagai penawaran menarik mulai dari kebutuhan konsumsi, transportasi harian, belanja kebutuhan pokok, hingga persiapan mudik lebaran.

Langkah ini diambil untuk merespons meningkatnya ritme pengeluaran masyarakat selama bulan suci, mulai dari agenda buka bersama hingga berburu takjil yang kerap menguras kantong jika tidak direncanakan dengan matang.

Pihak BCA Digital menyadari bahwa Ramadan selalu menghadirkan banyak momen spontan yang berdampak pada finansial. Daftar agenda yang panjang, seperti undangan buka puasa bersama teman kantor maupun keluarga besar, sering kali membuat pengeluaran membengkak secara tiba-tiba.

Oleh karena itu, blu by BCA Digital hadir untuk memberikan solusi agar sobatblu tetap bisa menikmati kehangatan Ramadan tanpa harus khawatir mengenai kondisi saldo di akhir bulan. Pengelolaan keuangan yang terencana menjadi kunci utama agar perayaan Idul Fitri nantinya tetap terasa ringan dan nyaman.

Albert Kurniawan, Head of Growth & Acquisition BCA Digital, mengungkapkan bahwa Ramadan merupakan momen refleksi yang tepat untuk mengelola keuangan secara lebih struktur.

“Kami melihat kebutuhan masyarakat yang meningkat selama bulan ini, baik untuk kebutuhan harian, mobilitas, hingga persiapan mudik. Melalui berbagai program dan promo yang relevan, blu by BCA Digital ingin membantu sobatblu tetap bisa menikmati setiap momen Ramadan dengan perencanaan yang lebih terstruktur dan nyaman,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dengan adanya Promo Spesial Ramadan yang beragam, fokus utama nasabah diharapkan tetap pada makna ibadah dan kebersamaan.

Salah satu fokus utama dari program ini adalah pengaturan budget untuk buka bersama (bukber) dan war takjil. Mengingat tingginya frekuensi pertemuan sosial, blu menyediakan promo F&B dengan diskon hingga 50% di berbagai merchant populer.

Beberapa mitra yang tergabung dalam program ini antara lain GrabFood & Grab Dine Out, Kopi Kenangan & Satu Kenangan, Bakso Malang Karapitan, Gokana, Raa Cha, hingga Vilo Gelato. Strategi ini memungkinkan nasabah untuk tetap bersosialisasi tanpa merusak alokasi dana yang telah disusun sejak awal bulan.

Strategi Kelola Anggaran Bukber dan Takjil

Mengatur anggaran untuk konsumsi selama Ramadan sering kali menjadi tantangan tersendiri. Fenomena “war takjil” dan undangan buka puasa yang datang bertubi-tubi memerlukan disiplin finansial.

Dengan memanfaatkan aplikasi blu, nasabah bisa menentukan alokasi khusus untuk kebutuhan F&B. Selain promo di restoran fisik, penggunaan layanan pesan antar seperti GrabFood juga menjadi pilihan hemat bagi mereka yang ingin berbuka di rumah bersama keluarga besar.

Hal ini sejalan dengan Kampanye Ramadan Gojek yang juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi di bulan penuh berkah ini.

Selain sektor makanan, blu by BCA Digital juga memberikan perhatian khusus pada mobilitas masyarakat. Menjelang waktu berbuka, kepadatan di pusat kota biasanya meningkat karena aktivitas ngabuburit atau perjalanan menuju lokasi bukber.

Untuk menekan biaya transportasi harian, tersedia harga spesial Rp500 serta cashback hingga 100% untuk perjalanan menggunakan MRT Jakarta.

Tidak hanya itu, nasabah juga bisa menikmati cashback hingga 100% untuk layanan Transjakarta dan 25% untuk Transjakarta Open Top Tour.

Inisiatif ini sangat membantu warga Jakarta untuk bermobilisasi dengan biaya yang sangat minim, sehingga dana transportasi dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih prioritas.

Kebutuhan pokok untuk sahur dan berbuka juga tidak luput dari perhatian. Mengingat harga bahan pangan yang cenderung fluktuatif, blu bekerja sama dengan berbagai platform groceries seperti Astro, Segari, Sayurbox, dan Grand Lucky untuk memberikan diskon hingga 20%.

Perencanaan belanja mingguan sangat disarankan agar stok makanan di rumah tetap terjaga kualitasnya. Bagi masyarakat yang ingin memastikan stok protein hewani tetap aman, program seperti Arisan Daging Ramadan bisa menjadi referensi tambahan dalam menyusun daftar belanja yang efektif.

Pengelolaan stok makanan yang baik tentu memerlukan perangkat pendukung yang mumpuni di rumah. Nasabah bisa mempertimbangkan penggunaan teknologi terbaru seperti Kulkas Bespoke AI atau pilihan lain seperti Kulkas Premium LG untuk menjaga kesegaran bahan makanan yang dibeli melalui promo groceries blu.

Dengan sinergi antara promo belanja dan perangkat rumah tangga yang efisien, pemborosan akibat makanan sisa atau rusak dapat diminimalisir secara signifikan.

Persiapan Mudik dan Fitur Unggulan blu

Memasuki fase akhir Ramadan, perhatian masyarakat biasanya terfokus pada persiapan mudik atau liburan Lebaran. Mengamankan tiket perjalanan dan akomodasi lebih awal adalah langkah bijak untuk menghindari lonjakan harga. blu by BCA Digital memfasilitasi kebutuhan ini melalui promo travel di tiket.com dengan potensi hemat hingga Rp3,75 juta untuk pemesanan penerbangan dan penginapan.

Selain itu, terdapat diskon 8% hingga maksimal US$30 untuk transaksi melalui platform Agoda. Dengan memanfaatkan penawaran ini sejak jauh hari, nasabah dapat merencanakan perjalanan pulang kampung dengan lebih tenang tanpa tekanan finansial yang berat.

Sebagai bank digital generasi baru, blu tidak hanya sekadar memberikan promo, tetapi juga menyediakan berbagai fitur untuk membantu kontrol finansial. Fitur seperti bluSaving memungkinkan nasabah memisahkan tabungan untuk berbagai kebutuhan, sementara bluGether mempermudah pengelolaan dana bersama untuk keperluan bukber komunitas atau keluarga.

Ada juga fitur bluDeposit untuk investasi jangka pendek, serta bluInvest yang terintegrasi dengan berbagai mitra investasi. Bagi nasabah yang aktif bertransaksi secara digital, fitur bluDebit Card dan bluVirtual Card memberikan fleksibilitas tinggi dalam memanfaatkan promo-promo yang tersedia di berbagai platform e-commerce dan merchant fisik.

Hingga saat ini, blu by BCA Digital telah berkolaborasi dengan banyak mitra dari beragam industri, mulai dari Blibli, tiket.com, hingga layanan transportasi publik seperti MRT Jakarta dan Transjakarta. Kolaborasi ini memperkuat posisi blu sebagai bank as a service (BaaS) yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi perbankan langsung dari platform partner tanpa harus berpindah aplikasi.

Di sektor pendidikan, blu juga telah menjalin kerja sama dengan universitas ternama seperti Binus University, UPH, dan Universitas Indonesia, menunjukkan inklusivitas layanan digital mereka bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk segmen digital savvy dan mahasiswa.

BCA Digital, yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Royal, terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi finansial yang praktis sejak peluncurannya pada Juli 2021.

Dengan dukungan ekosistem BCA yang kuat, blu terus bertransformasi menjadi aplikasi mobile perbankan yang memberikan kebebasan bagi penggunanya untuk mengatur keuangan secara mandiri.

Melalui rangkaian program Ramadan ini, diharapkan nasabah dapat menjalani bulan suci dengan penuh ketenangan, fokus pada ibadah, dan tetap menjaga kesehatan finansial hingga hari kemenangan tiba. Informasi lebih lanjut mengenai detail promo dapat diakses secara langsung melalui aplikasi blu atau situs resmi blu Promo Ramadan. (Icha)

Telkom Blokir ChatGPT di Kantor, Karyawan Wajib Pakai AI Internal

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia secara resmi mengambil langkah tegas dengan membangun platform chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) internal untuk seluruh operasional perusahaan.

Keputusan strategis ini dilakukan sebagai upaya preventif dan antisipatif manajemen terhadap risiko keamanan data akibat maraknya penggunaan layanan AI publik seperti ChatGPT, Gemini, dan aplikasi serupa di lingkungan kerja.

Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia, Komang Budi Aryasa, mengungkapkan bahwa fenomena penggunaan chatbot publik di kalangan karyawan sempat tidak terkendali karena kemudahan akses yang ditawarkan.

Sebelum tersedianya platform internal yang mumpuni, pegawai cenderung mengandalkan layanan pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan tugas harian mereka, yang tanpa disadari membuka celah kerentanan keamanan informasi perusahaan.

“Memang pertama kali pada saat perusahaan belum memiliki platform seperti ChatGPT di internal, pegawai cenderung menggunakan ChatGPT karena mudah sekali,” ujar Komang dalam acara silaturahmi Ramadan dan Business Update Telkom yang digelar di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Ia menekankan bahwa kenyamanan penggunaan tersebut menyimpan potensi bahaya laten, terutama terkait kerahasiaan dokumen strategis yang bisa saja terekspos ke server publik.

Kekhawatiran utama manajemen Telkom berpusat pada mekanisme kerja AI publik yang menyimpan data input pengguna ke dalam server mereka.

Komang menjelaskan bahwa ketika karyawan mengunggah dokumen internal untuk diproses oleh AI publik, data tersebut secara otomatis tersimpan dan berpotensi diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, termasuk kompetitor bisnis.

“Pada saat kita mengunggah dokumen itu, maka dokumen tersebut tersimpan di server mereka. Bisa jadi diakses kompetitor atau pihak yang tidak bertanggung jawab, dan terjadilah kebocoran data,” tegas Komang.

Situasi ini mendorong Telkom untuk tidak hanya membangun infrastruktur tandingan, tetapi juga menerapkan kebijakan ketat guna melindungi aset informasi perusahaan dari ancaman siber yang tidak disengaja.

Aturan Tegas dan Pemblokiran Akses Intranet

Guna memitigasi risiko kebocoran data yang semakin nyata, Komang menilai pendekatan persuasif saja tidak cukup. Perusahaan perlu mengambil langkah top-down melalui regulasi resmi yang mengikat.

Manajemen Telkom mendorong adanya aturan tegas (enforcement) yang melarang penggunaan aplikasi AI publik untuk keperluan pekerjaan yang melibatkan data sensitif.

“Perusahaan harus mengeluarkan enforcement atau aturan. Bila perlu ada sanksinya jika ketahuan mengunggah dokumen perusahaan ke aplikasi terbuka ini,” paparnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa integritas data perusahaan adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar, meskipun teknologi AI menawarkan efisiensi kerja yang tinggi.

Sebagai bentuk implementasi teknis dari kebijakan tersebut, Telkom telah melakukan pemblokiran akses ke berbagai situs dan aplikasi AI publik melalui jaringan intranet perusahaan.

Langkah ini memaksa karyawan untuk beralih menggunakan infrastruktur yang telah disediakan secara mandiri oleh perusahaan.

Komang memastikan bahwa kapabilitas Model AI Coding dan pemrosesan bahasa yang dimiliki oleh GPT internal Telkom tidak kalah dengan versi publik, namun dengan jaminan keamanan yang jauh lebih tinggi.

“Kalau ingin bantuan, gunakan GPT internal yang sudah kita bangun. Hasilnya juga sama,” tambah Komang, meyakinkan bahwa produktivitas karyawan tidak akan terganggu dengan adanya pembatasan akses ke platform eksternal.

Tantangan Halusinasi dan Kematangan Adopsi AI

Meskipun telah memiliki platform internal, Komang mengakui bahwa tingkat kematangan (maturity) pemanfaatan teknologi ini di Indonesia, termasuk di lingkungan Telkom, masih dalam tahap perkembangan awal.

Tantangan terbesar dalam pengelolaan solusi chatbot korporat adalah menjaga akurasi dan relevansi jawaban yang dihasilkan oleh mesin.

Chatbot membutuhkan pembaruan basis pengetahuan (knowledge base) secara berkala dan pelatihan yang konsisten. Tanpa adanya injeksi data baru yang valid, sistem AI berisiko mengalami “halusinasi”, yaitu kondisi di mana AI memberikan jawaban yang tampak meyakinkan namun faktanya salah atau tidak konsisten.

Hal ini berbeda dengan sistem pencarian informasi tradisional seperti Trafik Wikipedia yang berbasis artikel statis.

“Apa yang kita tanyakan kadang-kadang jawabannya berbeda, itu halusinasi. Karena itu diperlukan tambahan knowledge agar semakin lama semakin pintar,” jelas Komang.

Ia menekankan bahwa proses pelatihan AI adalah investasi jangka panjang yang memerlukan dedikasi sumber daya manusia untuk terus memvalidasi dan memperkaya data yang dimiliki mesin.

Manusia vs AI: Siapa Menggantikan Siapa?

Di luar isu teknis dan keamanan, Komang juga menyoroti diskursus global mengenai ancaman AI terhadap tenaga kerja manusia. Ia membantah narasi pesimistis yang menyebutkan bahwa AI akan sepenuhnya menggantikan peran manusia.

Menurutnya, disrupsi teknologi justru akan menciptakan peluang kerja baru yang lebih banyak dibandingkan pekerjaan yang hilang, asalkan tenaga kerja mau beradaptasi.

“Bukan AI yang menggantikan orang. Kita akan digantikan oleh orang yang lebih pintar menguasai AI dari kita,” cetusnya.

Pandangan ini menggarisbawahi bahwa ancaman sebenarnya bagi profesional bukanlah teknologi itu sendiri, melainkan ketertinggalan kompetensi individu dalam memanfaatkan alat-alat modern tersebut.

Komang memberikan contoh pada sektor manufaktur yang telah lama mengadopsi robotika. Pekerjaan yang bersifat repetitif dan berulang memang sudah sewajarnya digantikan oleh otomatisasi.

Namun, hal ini membuka ruang bagi manusia untuk naik kelas mengerjakan tugas-tugas yang lebih strategis dan bernilai tambah. Ia pun menyinggung profesi jurnalis yang kini juga dituntut untuk memahami alat bantu AI demi efisiensi dan akurasi, mirip dengan bagaimana perusahaan teknologi mengembangkan Chatbot AI Penuh untuk melayani pelanggan.

“Orang yang akan terdistrupsi adalah orang yang tidak menguasai AI,” tegasnya kembali. Oleh karena itu, Telkom terus mendorong karyawannya dan masyarakat luas untuk tidak pasif, melainkan aktif mempelajari kapabilitas alat-alat AI yang tersedia. Peningkatan kemampuan (upskilling) menjadi kunci pertahanan karir di era digital yang serba cepat ini.

Ke depan, Telkom berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya sinergi antara manusia dan kecerdasan buatan.

Dengan menguasai teknologi seperti platform internal yang telah dibangun, karyawan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan tanpa mengorbankan keamanan data.

Meskipun teknologi terus berkembang, seperti klaim AI Hemat Memori yang semakin efisien, faktor manusia sebagai pengendali tetap menjadi elemen krusial dalam ekosistem bisnis. (Icha)

Telkom Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026: Siapkan Bus dan Kapal Laut

0

Telko.id – TelkomGroup secara resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran program “Mudik Bersama TelkomGroup 2026” yang akan dimulai pada tanggal 3 Maret 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap inisiatif Mudik Gratis BUMN untuk menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, TelkomGroup menyiapkan total 27 armada bus ramah lingkungan serta tiga rute kapal laut yang diproyeksikan mampu mengangkut sekitar 1.700 pemudik ke berbagai kota tujuan di Pulau Jawa dan Sumatra.

VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan kepada masyarakat.

Mengusung tema “Mudik Aman, Berbagi Harapan”, inisiatif ini tidak hanya sekadar menyediakan transportasi cuma-cuma, tetapi juga menekankan pada aspek kenyamanan dan keamanan pemudik.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dan berbagai pihak yang terus meningkatkan fasilitas, termasuk penyediaan Posko Digital untuk memantau kelancaran arus mudik tahunan.

“Selain menghadirkan kemudahan bagi masyarakat, penggunaan armada bus ramah lingkungan dalam program ini juga menjadi langkah nyata TelkomGroup dalam mendorong perjalanan yang lebih efisien, rendah emisi, dan selaras dengan prinsip keberlanjutan perusahaan,” ujar Andri dalam keterangan resminya di Jakarta.

Ia menambahkan harapan agar program ini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas, tidak hanya bagi peserta tetapi juga bagi lingkungan.

Rute dan Jadwal Keberangkatan

Program mudik tahun ini dirancang untuk melayani rute-rute padat pemudik. Berdasarkan data yang dirilis, keberangkatan peserta dijadwalkan secara serentak pada hari Selasa, 17 Maret 2026.

Titik kumpul utama bagi para pemudik yang menggunakan moda transportasi darat akan dipusatkan di Museum Satria Mandala, Jakarta Selatan. Lokasi ini dipilih untuk memudahkan koordinasi dan pengondisian ribuan peserta sebelum dilepas menuju kampung halaman.

Penyediaan armada yang prima menjadi prioritas, mengingat tingginya antusiasme masyarakat setiap tahunnya. Hal ini juga mengingatkan pada kesuksesan program sebelumnya di mana Mudik Gratis BUMN selalu menjadi incaran utama masyarakat perantau.

Adapun rute tujuan bus yang disediakan oleh TelkomGroup mencakup:

  • Jakarta – Surabaya – Malang
  • Jakarta – Magelang – Sleman – Yogyakarta – Wonosari
  • Jakarta – Semarang
  • Jakarta – Yogyakarta
  • Jakarta – Ponorogo
  • Jakarta – Malang
  • Jakarta – Lampung
  • Jakarta – Palembang
  • Jakarta – Tasikmalaya

Selain moda transportasi darat, TelkomGroup juga menyediakan tiga rute kapal laut untuk memfasilitasi pemudik yang menyeberang pulau. Opsi ini memberikan alternatif perjalanan yang nyaman bagi masyarakat yang ingin menghindari kepadatan lalu lintas jalur darat.

Tata Cara Pendaftaran dan Verifikasi

Masyarakat yang berminat mengikuti program ini dapat melakukan pendaftaran secara daring mulai tanggal 3 Maret 2026. TelkomGroup telah menyediakan kanal resmi melalui laman https://mudik2026.telkomgroup.id/.

Calon pemudik diimbau untuk segera mendaftar begitu portal dibuka, mengingat kuota yang tersedia—yakni sekitar 1.700 kursi—sangat terbatas dan diprediksi akan cepat terisi penuh.

Proses ini sepenuhnya gratis dan tidak dipungut biaya apapun. Masyarakat diminta untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan panitia mudik.

Kewaspadaan digital semacam ini sangat penting, selaras dengan kampanye operator seluler lain seperti IM3 yang gencar mengajak masyarakat untuk Lindungi WhatsApp dari potensi kejahatan siber selama bulan Ramadan.

Setelah melakukan pendaftaran online, peserta yang lolos verifikasi akan mendapatkan informasi detail terkait waktu kehadiran dan teknis keberangkatan secara langsung. Sistem verifikasi ini diterapkan untuk memastikan bahwa bantuan transportasi ini tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui penyelenggaraan Mudik Bersama TelkomGroup 2026, perusahaan berharap dapat mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan masyarakat Indonesia dalam merayakan Idulfitri bersama keluarga tercinta di kampung halaman.

Kesiapan infrastruktur dan layanan pendukung, termasuk Jaringan Andal telekomunikasi di sepanjang jalur mudik, juga terus dipantau untuk memastikan kenyamanan maksimal bagi para pemudik. (Icha)

Xiaomi Luncurkan Watch 5 dan Ekosistem AIoT Terbarunya, Apa Saja?

Telko.id – Xiaomi Indonesia secara resmi memperkenalkan rangkaian produk ekosistem AIoT terbaru mereka di Jakarta, pada 3 Maret 2026.

Peluncuran ini mencakup empat perangkat unggulan yakni Xiaomi Watch 5, Xiaomi UltraThin Magnetic Power Bank 5000 15W, Xiaomi Tag, dan REDMI Buds 8 Pro, yang dirancang untuk mendukung produktivitas serta gaya hidup modern melalui konektivitas yang mulus.

Kehadiran keempat produk ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan teknologi yang relevan dengan rutinitas harian pengguna.

Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

Ia menekankan pentingnya integrasi antarperangkat dalam strategi besar perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup pengguna lewat ekosistem cerdas yang mereka bangun.

“Setiap inovasi Xiaomi selalu hadir dari kebutuhan konsumen. Maka dari itu, setiap perangkat AIoT Xiaomi dirancang agar relevan dengan rutinitas pengguna, khususnya di tengah gaya hidup modern yang terus berkembang,” ujar Andi.

Ia menambahkan bahwa strategi Human X Car X Home menjadi landasan utama dalam menciptakan koneksi yang lebih terintegrasi pada lebih dari 1 juta perangkat yang kini terhubung dalam ekosistem Xiaomi.

Xiaomi Watch 5 dengan Wear OS 6 dan Google Gemini

Bintang utama dalam peluncuran kali ini adalah Xiaomi Watch 5, sebuah smartwatch flagship yang telah dibekali dengan sistem operasi terbaru Wear OS by Google™ (Wear OS 6).

Perangkat ini menawarkan integrasi mendalam dengan layanan Google, memungkinkan pengguna mengakses Google Calendar, Maps, dan Play Store langsung dari pergelangan tangan.

Salah satu fitur yang paling menonjol adalah kehadiran Google Gemini, menjadikan ini smartwatch Xiaomi pertama yang memiliki asisten AI canggih untuk memberikan informasi tanpa perlu membuka smartphone.

Dari sisi performa, jam tangan pintar ini ditenagai oleh arsitektur dual-chip Snapdragon® W5 Gen 1 yang dipadukan dengan co-processor hemat daya BES2800.

Kombinasi ini, ditambah dengan baterai 930 mAh berteknologi silikon-karbon dan Xiaomi Surge Battery, membuat perangkat mampu bertahan hingga 6 hari dalam mode pintar atau 18 hari dalam mode hemat daya.

Untuk konektivitas yang lebih luas, pengguna dapat memanfaatkan fitur Xiaomi HyperConnect yang sejalan dengan pengembangan fitur HyperOS terbaru.

Desain Xiaomi Watch 5 tampil premium dengan rangka stainless steel dan layar 1,54 inci yang dilindungi kaca safir di bagian depan maupun belakang.

Fitur kesehatan juga menjadi prioritas dengan adanya one-tap health check serta dukungan dual-band GNSS untuk pelacakan aktivitas luar ruangan yang presisi. Pengguna juga dimanjakan dengan kontrol gestur intuitif untuk menjawab panggilan atau mengontrol kamera hanya dengan jentikan jari.

Power Bank Magnetik Tipis dan Pelacak Pintar

Selain jam tangan pintar, Xiaomi juga merilis Xiaomi UltraThin Magnetic Power Bank 5000 15W. Perangkat ini menonjolkan desain super ringkas dengan ketebalan hanya 6 mm dan bobot 98 gram, menjadikannya sangat mudah dibawa saat bepergian.

Meskipun tipis, power bank ini memiliki kapasitas 5.000 mAh dengan dukungan pengisian nirkabel 15W dan kabel USB-C yang dapat digunakan bersamaan.

Produk selanjutnya adalah Xiaomi Tag, solusi pelacakan barang yang kompatibel dengan ekosistem Apple Find My dan Google Android Find Hub.

Dengan bobot hanya 10 gram dan sertifikasi tahan air IP67, perangkat ini dirancang untuk digantungkan pada kunci atau tas. Fitur keamanan privasi juga disematkan untuk mencegah pelacakan yang tidak , serta mode collaborative finding untuk mempercepat pencarian barang hilang.

Audio Premium dengan REDMI Buds 8 Pro

Melengkapi jajaran produk baru, REDMI Buds 8 Pro hadir menawarkan pengalaman audio kelas atas. TWS ini menggunakan konfigurasi coaxial triple-driver dan mendukung Dolby Audio untuk suara yang lebih imersif.

Content image for article: Xiaomi Watch 5 dan Ekosistem AIoT Baru Resmi Meluncur di Indonesia

Fitur active noise cancellation (ANC) pada perangkat ini mampu meredam kebisingan hingga 55 dB, didukung algoritma adaptif yang menyesuaikan peredaman secara real-time.

Daya tahan baterai menjadi salah satu keunggulan utama, dengan kemampuan pemutaran hingga 8 jam nonstop atau total 33 jam dengan casing pengisi daya.

Fitur pengisian cepat memungkinkan penggunaan selama dua jam hanya dengan pengisian 5 menit. Ketersediaan produk-produk ini diharapkan dapat segera ditemukan di berbagai gerai Xiaomi di seluruh Indonesia, memberikan opsi lengkap bagi konsumen yang menginginkan gaya hidup cerdas yang terintegrasi. (Icha)

Tren Spotify Ramadan 2026: Musik Religi dan Podcast Pagi Melonjak

Telko.id – Kebiasaan konsumsi audio digital masyarakat Indonesia mengalami pergeseran signifikan memasuki bulan suci tahun ini.

Data terbaru yang dirilis oleh Spotify menunjukkan adanya lonjakan streaming musik bernuansa religi yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan pekan sebelum Ramadan dimulai.

Selain musik, platform streaming audio global ini juga mencatat kenaikan konsumsi podcast yang spesifik terjadi pada rentang waktu pukul 06.00 hingga 08.00 pagi.

Pola mendengarkan ini mengindikasikan adaptasi perilaku pengguna dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung ibadah dan aktivitas harian.

Masyarakat cenderung memutar musik religi sebagai teman momen refleksi, sementara podcast difungsikan sebagai sumber panduan spiritual maupun teman pendamping di pagi hari yang tenang.

Tim editorial Spotify merespons dinamika ini dengan menyesuaikan kurasi playlist agar selaras dengan kegiatan ritual dan interaksi sosial yang terjadi sepanjang bulan puasa.

Dimas Ario, Lead Music Editor at Spotify Indonesia, menjelaskan bahwa penyusunan kurasi konten di platformnya didasarkan pada kombinasi data teknis dan observasi tren budaya.

Menurutnya, data berfungsi untuk memetakan pola kebiasaan, namun pemahaman konteks budayalah yang memberikan makna pada angka-angka tersebut.

Ia menekankan bahwa Ramadan memiliki dimensi yang unik, yakni bersifat sangat personal bagi individu namun juga menjadi momen kolektif bagi masyarakat luas.

Memahami dualitas tersebut memungkinkan platform untuk menghadirkan konten yang relevan dengan berbagai fase waktu selama bulan suci.

Musik yang dipilih pengguna saat persiapan sahur memiliki karakteristik berbeda dengan lagu yang diputar saat acara buka puasa bersama, ataupun soundtrack yang menemani perjalanan mudik Lebaran nanti.

Kurasi Ramadan tahun ini disusun berdasarkan momen-momen nyata tersebut untuk mencerminkan perubahan ritme interaksi sosial.

Nostalgia dalam Momen Kebersamaan

Di luar aspek spiritualitas, Ramadan juga menjadi momentum sosial yang kuat untuk terhubung kembali dengan kerabat.

Tradisi buka puasa bersama (bukber) sering kali mempertemukan teman-teman dari berbagai fase kehidupan, mulai dari teman masa sekolah, mantan rekan kerja, hingga komunitas yang jarang bertemu. Fenomena sosial ini menciptakan kebutuhan akan latar suara yang mampu membangkitkan kenangan bersama.

Content image for article: Tren Spotify Ramadan 2026: Musik Religi dan Podcast Pagi Melonjak

Dimas mengungkapkan bahwa setiap grup pertemanan biasanya memiliki preferensi musik yang melekat dan menggambarkan keunikan mereka. Untuk mengakomodasi hal ini, Spotify menghadirkan playlist bernuansa nostalgia seperti “Terbaik 2000an” dan “Ngetren 2010an”.

Lagu-lagu lawas ini dinilai lebih relevan saat momen kebersamaan karena mampu memicu memori kolektif para pendengarnya. Bagi pengguna yang menjalani gaya hidup dinamis, momen ini menjadi penyeimbang rutinitas, serupa dengan bagaimana perangkat Garmin vívoactive 6 mendukung keseimbangan aktivitas fisik penggunanya.

Sementara itu, bagi pendengar yang memilih menjalani Ramadan dengan suasana lebih tenang dan kontemplatif, tersedia kurasi playlist seperti “Sejuknya Ramadan” dan “Ramadan Kamu 2026”.

Pendekatan ini dilakukan untuk menciptakan atmosfer yang bermakna dan selaras dengan kesucian bulan Ramadan, memberikan opsi hiburan yang variatif sesuai kebutuhan emosional pengguna.

Ragam Konten Podcast di Ramadan Hub

Setiap tahunnya, Spotify menghadirkan Ramadan Hub sebagai pusat kumpulan playlist dan video podcast bertema khusus. Selain musik, tren konsumsi podcast tahun ini menunjukkan peningkatan minat pada genre religi, spiritual, edukasi, hingga komedi.

Peningkatan trafik pada jam 06.00–08.00 pagi menandakan bahwa pendengar menjadikan konten audio sebagai bagian dari rutinitas persiapan memulai hari.

Tahun ini, sederet kreator konten Indonesia turut meramaikan Ramadan Hub dengan episode spesial. Beberapa konten unggulan yang dihadirkan antara lain:

  • Podcast Raditya Dika: Melalui segmen “Ramadan Nanya-Nanya”, Radit mengundang tamu untuk bergantian mengajukan pertanyaan guna menggali wawasan seputar kehidupan dan kesehatan selama puasa.
  • LOGIN RESTART: Membahas isu sosial yang berkaitan dengan agama dan spiritualitas melalui diskusi reflektif yang tetap dibalut dengan humor ringan.
  • Ramadan ESCAPE 2.0: Dipandu oleh Raymond Chin bersama Ustaz Felix Siauw, seri ini membahas pertanyaan-pertanyaan berani yang relevan dengan audiens masa kini.

Selain itu, pengguna juga dapat menikmati konten dari kreator lain seperti RJL 5, Gue Punya Cerita, dan Rapot BUAKAKAK. Kehadiran beragam konten ini mirip dengan inovasi antarmuka pada Xiaomi HyperOS 3 yang dirancang untuk memudahkan akses pengguna terhadap fitur-fitur favorit mereka.

Dimas menegaskan bahwa seluruh proses kurasi Ramadan ini berangkat dari intensi yang kuat untuk memahami emosi pengguna. Peran platform adalah memastikan konten yang ditemukan terasa selaras dengan momen yang sedang dijalani.

Dengan demikian, musik dan podcast dapat berfungsi optimal sebagai pendamping, baik saat pengguna membutuhkan ketenangan spiritual maupun hiburan ringan, tanpa harus menggunakan perangkat dengan Performa Gaming tinggi untuk menikmati pengalaman audio yang imersif.

Melalui pendekatan berbasis data dan budaya ini, Spotify berupaya memfasilitasi kebutuhan pengguna yang beragam, mulai dari refleksi diri hingga perayaan kebersamaan, menjadikan pengalaman audio selama Ramadan lebih personal sekaligus terhubung secara sosial. (Icha)

Privacy Display Galaxy S26 Ultra: Layar Anti Intip Pertama di Dunia

Telko.id – Samsung Electronics Indonesia resmi menetapkan standar baru dalam keamanan perangkat mobile dengan memperkenalkan fitur Privacy Display Galaxy S26 Ultra.

Teknologi ini diklaim sebagai inovasi perlindungan privasi layar hingga tingkat piksel yang pertama di dunia, dirancang khusus untuk melindungi data visual pengguna dari intipan orang sekitar saat berada di ruang publik.

Kehadiran fitur ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data internal, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan kasus kebocoran data yang tinggi.

Sebanyak 67% masyarakat merasa khawatir akan keamanan data mereka di tengah arus digitalisasi yang masif.

Risiko pencurian data melalui metode shoulder surfing atau mengintip layar korban saat mengakses informasi sensitif, seperti PIN atau data perbankan, menjadi ancaman nyata yang coba diatasi oleh Galaxy S26 Series.

Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa teknologi ini merupakan hasil riset panjang tim engineering Samsung selama lebih dari lima tahun. Tujuannya adalah menciptakan perlindungan yang tidak mengganggu pengalaman pengguna.

“Privacy Display adalah terobosan revolusioner dari tim engineering Samsung yang mampu mencegah orang lain mengintip layar tanpa mengganggu kenyamanan pengguna saat menggunakan HP. Jadi, pengguna bisa merasa lebih aman dan nyaman saat menjalani rutinitas dan mobilitas, termasuk dalam bertransaksi dan bekerja di mana saja,” ujar Ilham.

Content image for article: Privacy Display Galaxy S26 Ultra: Layar Anti Intip Pertama di Dunia

Teknologi Layar Tingkat Piksel

Berbeda dengan solusi anti gores spy konvensional yang sering kali menurunkan kualitas visual, Privacy Display bekerja dengan memanipulasi cahaya pada tingkat piksel.

Saat fitur ini diaktifkan, tampilan layar dari sudut samping akan menjadi sulit terlihat atau gelap, namun tetap terlihat jernih dan terang bagi pengguna yang menatap lurus dari depan.

Fitur ini sangat relevan bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Misalnya, saat membuka pesan rahasia di transportasi umum seperti MRT, atau mengakses dokumen pekerjaan sensitif saat Work From Cafe (WFC).

Selain itu, teknologi ini memberikan keamanan ekstra saat pengguna melakukan pembayaran QRIS atau memasukkan PIN mobile banking di kasir minimarket yang ramai.

Pengguna dapat mengaktifkan fitur ini dengan mudah melalui Quick Settings. Samsung menyediakan opsi pengaturan tingkat privasi, mulai dari Partial Screen Privacy hingga Maximum Privacy Protection.

Pada mode maksimum, sistem akan menurunkan area yang terlalu terang dan mengangkat area gelap, membuat layar hampir mustahil dibaca dari samping. Kecanggihan ini melengkapi performa tinggi yang didukung oleh otak Galaxy S26 terbaru.

Integrasi ini juga memungkinkan perlindungan yang lebih presisi. Pengguna bisa mengatur agar Privacy Display hanya aktif pada notifikasi tertentu atau area spesifik di layar.

Hal ini memastikan bahwa fitur keamanan ini tidak mengorbankan kenyamanan visual secara keseluruhan, sebuah aspek yang juga disorot dalam peluncuran Galaxy AI tahun ini.

Content image for article: Privacy Display Galaxy S26 Ultra: Layar Anti Intip Pertama di Dunia

Harga dan Ketersediaan

Samsung Galaxy S26 Series hadir dalam varian warna Black, Cobalt Violet, Sky Blue, dan White. Sementara warna eksklusif Pink Gold dan Silver Shadow hanya tersedia melalui pembelian di situs resmi Samsung. Berikut adalah daftar harga resmi untuk pasar Indonesia:

Harga Galaxy S26 Ultra:

  • Varian 16GB/1TB: Rp31.999.000
  • Varian 12GB/512GB: Rp27.499.000
  • Varian 12GB/256GB: Rp24.499.000

Harga Galaxy S26+ dan Galaxy S26:

  • Galaxy S26+ 12GB/512GB: Rp22.499.000
  • Galaxy S26+ 12GB/256GB: Rp19.499.000
  • Galaxy S26 12GB/512GB: Rp19.499.000
  • Galaxy S26 12GB/256GB: Rp16.499.000

Masyarakat yang ingin merasakan pengalaman privasi visual terbaru ini sudah dapat melakukan pre-order mulai sekarang. Kehadiran Privacy Display di Galaxy S26 Series menegaskan komitmen Samsung dalam memberikan solusi keamanan data yang relevan dengan gaya hidup modern yang serba digital. (Icha)

Indosat Pamer Panggilan 5G Berbasis AI Pertama di Asia Tenggara

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mencatatkan sejarah baru dalam industri telekomunikasi regional dengan menampilkan panggilan 5G berbasis kecerdasan artifisial (AI) pertama di Asia Tenggara.

Momen bersejarah ini berlangsung dalam ajang teknologi bergengsi Mobile World Congress (MWC) 2026 yang digelar di Barcelona, Spanyol.

Dalam demonstrasi teknologi yang digelar pada 2 Maret 2026 tersebut, Indosat menggandeng dua raksasa teknologi global, Nokia dan NVIDIA.

Kolaborasi strategis ini tidak hanya sekadar uji coba teknis, melainkan sebuah pembuktian nyata bagaimana integrasi AI ke dalam jaringan seluler dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Uji coba ini menampilkan kemampuan teknologi AI-RAN (Radio Access Network) yang memungkinkan instruksi data dan video dikirim secara seketika (real-time) lintas negara dengan keamanan tinggi.

Vikram Sinha, Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan bahwa terobosan ini adalah wujud komitmen perusahaan untuk memastikan inklusivitas teknologi.

Menurutnya, pencapaian di Barcelona ini membuktikan bahwa teknologi canggih tersebut dapat berfungsi dengan baik dan siap memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali.

“Pencapaian ini tidak hanya membuktikan bahwa teknologi ini berfungsi, tetapi juga memastikan setiap orang Indonesia, di mana pun mereka berada, dapat merasakan manfaat digitalisasi dan AI. Komitmen kami sederhana; tidak seorang pun boleh tertinggal,” ujar Vikram dalam keterangan resminya.

Content image for article: Indosat Pamer Panggilan 5G Berbasis AI Pertama di Asia Tenggara

Langkah Indosat ini sejalan dengan upaya pemerataan akses teknologi, mirip dengan inisiatif internet rumah nirkabel yang terus digencarkan untuk menjangkau area yang sulit terjamah kabel fiber optik.

Selama proses uji coba di MWC 2026, terlihat bagaimana AI dan network intelligence bekerja secara berdampingan. Sinergi ini memungkinkan pengiriman perintah suara dari jarak ribuan kilometer dapat dieksekusi menjadi aksi langsung di Indonesia dengan latensi yang sangat minim.

Hal ini memberikan gambaran masa depan transformasi digital Indonesia yang tidak hanya berpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau area terpencil yang jauh dari pusat data konvensional.

Revolusi AI-RAN untuk Berbagai Sektor

Teknologi AI-RAN yang diusung Indosat menawarkan keunggulan signifikan dibandingkan jaringan tradisional. Dengan mengintegrasikan kemampuan AI langsung ke dalam infrastruktur jaringan, sistem dapat bekerja lebih cepat, cerdas, dan responsif.

Efisiensi energi meningkat, pemanfaatan spektrum menjadi lebih optimal, dan latensi dapat ditekan seminimal mungkin.

Content image for article: Indosat Pamer Panggilan 5G Berbasis AI Pertama di Asia Tenggara

Penerapan teknologi ini membuka peluang besar bagi berbagai sektor vital di Indonesia. Dalam skenario nyata, kemampuan jaringan ini memungkinkan:

  • Sektor Pertanian: Petani dapat mengakses dan mengendalikan perangkat pertanian cerdas secara langsung, meningkatkan produktivitas dan efisiensi lahan. Hal ini akan mendorong pertumbuhan pasar IoT di sektor agrikultur nasional.
  • Sektor Kesehatan: Tenaga medis di daerah terpencil dapat memanfaatkan diagnostik berbasis AI yang membutuhkan koneksi data tinggi dan stabil secara real-time.
  • Sektor Pendidikan: Para guru dapat mempersonalisasi proses belajar mengajar bagi murid-muridnya, menghapus batasan geografis dalam akses pendidikan berkualitas.

Era baru ini juga menandai pergeseran tren teknologi, di mana kecerdasan buatan tidak hanya ada di cloud, tetapi juga semakin dekat dengan pengguna, mirip dengan tren personal AI yang kini mulai diadopsi pada perangkat wearable dan seluler.

Kolaborasi Global dan Pengembangan Talenta Lokal

Keberhasilan panggilan 5G berbasis AI ini tidak lepas dari peran unik Indosat sebagai penyedia layanan telekomunikasi, operator pusat data, dan penyedia GPU-as-a-Service dalam satu ekosistem. Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan penggabungan kapabilitas jaringan, cloud, dan AI dalam satu platform yang tangguh.

Pallavi Mahajan, Chief Technology and AI Officer Nokia, menyatakan kebanggaannya atas kolaborasi ini. “Panggilan 5G berbasis AI pertama di Asia Tenggara ini menunjukkan apa yang mungkin dicapai ketika para inovator terdepan berfokus menghadirkan konektivitas yang semakin cerdas,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Nokia bersama IOH dan NVIDIA tengah membentuk ulang cara jaringan beroperasi sekaligus mempercepat ambisi digital Indonesia.

Senada dengan Nokia, Ronnie Vasishta selaku Senior Vice President NVIDIA, menyebut AI-RAN sebagai platform krusial untuk mendistribusikan kecerdasan buatan ke masyarakat dan pelaku usaha.

“Visi Indosat untuk mendorong inovasi lokal, yang didukung perangkat lunak 5G Nokia dan komputasi terakselerasi NVIDIA, sedang membentuk blueprint pembangunan jaringan untuk memperkuat ekosistem nasional,” jelas Ronnie.

Sebagai tindak lanjut dari keberhasilan uji coba ini, Indosat telah merancang rencana strategis untuk menggelar empat klaster AI-RAN di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini merupakan transisi penting dari tahap eksperimen menuju operasional dunia nyata, yang bertujuan memperkuat kualitas layanan dan pertumbuhan aplikasi berbasis AI di seluruh negeri.

Selain infrastruktur, Indosat juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia. Melalui AI-RAN Research Center di Surabaya yang dikembangkan bersama para mitranya, Indosat menyediakan program pembelajaran immersive bagi para insinyur lokal.

Inisiatif ini bertujuan memastikan talenta Indonesia memiliki kapasitas untuk memimpin dan mengembangkan teknologi AI secara mandiri di masa depan, menjadikan teknologi ini benar-benar bermakna bagi kehidupan bangsa. (Icha)

Segmen PC Gaming Entry-Level Terancam Hilang 2028

Telko.id – Segmen PC gaming entry level dan PC low-end diperkirakan bakal semakin sulit ditemukan di pasar global hingga sekitar tahun 2028, karena harga komponen memori seperti DRAM dan NAND flash sedang naik tajam dan membuat struktur biaya pembuatan PC menjadi jauh lebih tinggi.

Analis dari Gartner memprediksi segmen PC entry-level dengan harga di bawah USD 500 atau kisaran Rp8,4 jutaberpotensi menghilang pada 2028. Harga memori kini menyumbang porsi yang jauh lebih besar dari total biaya pembuatan PC, sehingga produsen sulit mempertahankan penawaran perangkat entry-level yang dulu biasa dijual di kisaran rendah, dan hal ini bisa mendorong mereka untuk menghentikan lini tersebut bila margin tidak lagi masuk akal.

Krisis pasokan komponen memori sendiri dipicu oleh dorongan permintaan yang kuat di sektor lain, terutama untuk server dan sistem kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan kapasitas komputasi tinggi, sehingga produsen chip lebih memprioritaskan produksi untuk segmen tersebut.

Akibatnya, RAM dan penyimpanan NAND untuk PC konsumen menyusut pasokannya, sehingga biaya perangkat keras seperti motherboard, prosesor, dan kartu grafis pun ikut terdampak karena komponen memori lebih mahal.

Baca juga:

Dalam kondisi seperti ini, margin produsen PC untuk model murah yang selama ini menjadi pilihan utama gamer dengan anggaran terbatas makin menipis. Maka dari itu, menurut laporan, segmen PC gaming murah (budget gaming) dan PC spek rendah (“kentang”) berisiko menghilang dari pasaran dalam beberapa tahun ke depan karena biaya produksinya tidak lagi sesuai dengan harga jual yang bisa bersaing di pasar.

Gartner memperkirakan pengiriman PC global pada 2026 akan turun sekitar 10,4%, angka yang bahkan lebih besar dibandingkan penurunan di pasar smartphone. Gartner juga menilai konsumen kemungkinan akan menunda pembelian perangkat baru karena harga yang semakin mahal.

Dampaknya, umur pemakaian PC diprediksi meningkat sekitar 20% pada tahun ini, karena pengguna memilih mempertahankan perangkat lama lebih lama.

Bagi gamer dan konsumen, tren ini punya implikasi nyata: upgrade atau pembelian PC bisa jadi lebih mahal, dan pilihan untuk mendapatkan perangkat gaming yang “cukup kuat tapi murah” makin terbatas.

Hal ini mendorong banyak orang untuk menunda pembelian atau lebih memilih pasar perangkat bekas/refurbished, serta mempertimbangkan alternatif seperti laptop gaming atau konsol jika harga PC rakitan tidak lagi masuk akal.

Snapdragon Wear Elite Platform Resmi Meluncur, Bawa Era Baru Personal AI

0

Telko.id – Qualcomm Technologies Inc. secara resmi mengumumkan kehadiran Snapdragon Wear Elite Platform dalam ajang teknologi di Barcelona, menandai babak baru dalam evolusi perangkat wearable.

Platform ini dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman Personal AI yang berjalan langsung di perangkat (on-device), memungkinkan interaksi yang lebih cerdas, personal, dan responsif pada berbagai bentuk perangkat seperti jam tangan pintar.

Sebagai terobosan signifikan, chipset ini menjadi platform wearable pertama di industri yang mengintegrasikan Neural Processing Unit (NPU) khusus, mendukung sistem operasi utama termasuk Wear OS by Google, Android, dan Linux.

Peluncuran ini menegaskan visi Qualcomm untuk mengubah peran perangkat wearable dari sekadar aksesori pelengkap smartphone menjadi komponen vital dalam jaringan kecerdasan buatan.

Alex Katouzian, Executive Vice President and Group General Manager, Mobile, Compute & XR (MCX) Qualcomm Technologies, Inc., menjelaskan bahwa Snapdragon Wear Elite bukan hanya tentang perangkat keras, melainkan fondasi bagi kategori baru perangkat Personal AI.

Menurutnya, teknologi ini memungkinkan perangkat untuk menjadi bagian aktif dari jaringan AI terdistribusi, mencakup berbagai ekosistem komputasi.

Kehadiran platform ini mendapat dukungan penuh dari para pemain besar industri teknologi global. Nama-nama besar seperti Google, Motorola, dan Samsung telah menyatakan komitmennya untuk mengadopsi teknologi ini.

Dengan kemampuan pemrosesan sensor canggih dan arsitektur NPU yang terintegrasi, Snapdragon Wear Elite menjanjikan pengalaman pengguna yang mampu belajar dan beradaptasi dengan konteks aktivitas sehari-hari, mewujudkan apa yang disebut Qualcomm sebagai “Ecosystem of You”.

Revolusi Personal AI Melalui “Ecosystem of You”

Konsep utama yang diusung oleh Snapdragon Wear Elite adalah penciptaan ekosistem personal yang terpadu. Dalam visi ini, seluruh perangkat pengguna bekerja sebagai satu kesatuan yang harmonis.

Agen AI cerdas dengan kemampuan multimodal akan bergerak bersama pengguna, memahami konteks situasi, serta mengantisipasi kebutuhan secara proaktif di setiap perangkat yang terhubung.

Kunci dari kemampuan ini terletak pada integrasi Qualcomm Hexagon NPU. Komponen ini memungkinkan perangkat wearable menjalankan model AI hingga miliaran parameter langsung di edge atau di perangkat itu sendiri, tanpa harus selalu bergantung pada cloud.

Hal ini dipadukan dengan teknologi sensor fusion canggih yang meningkatkan akurasi pembacaan data lingkungan dan biometrik pengguna.

Content image for article: Snapdragon Wear Elite Platform Resmi Meluncur, Bawa Era Baru Personal AI

Kombinasi antara konektivitas berkinerja tinggi dan efisiensi daya yang optimal membuka peluang baru bagi pengalaman AI personal. Pengguna dapat menikmati fitur-fitur seperti rekomendasi berbasis konteks yang lebih akurat, interaksi suara yang jauh lebih alami, hingga kemampuan life logging yang detail.

Lebih jauh lagi, platform ini memungkinkan agen AI untuk mengambil tindakan nyata dan mengatur berbagai tugas atas nama pengguna secara otomatis, mirip dengan konsep Revolusi Kabin Cerdas yang juga mengandalkan integrasi AI mendalam.

Lonjakan Performa dan Efisiensi Daya

Salah satu tantangan terbesar dalam perangkat wearable adalah menyeimbangkan performa tinggi dengan daya tahan baterai. Snapdragon Wear Elite menjawab tantangan ini dengan peningkatan spesifikasi yang masif.

Platform ini menawarkan peningkatan performa CPU single-core hingga 5 kali lipat dan kecepatan GPU hingga 7 kali lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan ini menjamin peluncuran aplikasi yang instan, multitasking yang lancar, serta rendering grafis yang jauh lebih mulus.

Meskipun performanya melonjak drastis, efisiensi daya justru semakin baik. Teknologi manajemen daya terbaru memungkinkan waktu penggunaan hingga 30 persen lebih lama. Hal ini mendukung daya tahan baterai hingga beberapa hari, mengurangi frekuensi pengisian daya yang sering dikeluhkan pengguna smartwatch saat ini.

Ketika daya habis, fitur rapid charging mampu mengisi baterai hingga 50 persen hanya dalam waktu sekitar 10 menit, memastikan perangkat siap digunakan kembali dengan cepat.

Konektivitas Terlengkap di Kelasnya

Snapdragon Wear Elite menghadirkan arsitektur konektivitas multi-mode yang sangat komprehensif. Platform ini mengintegrasikan enam teknologi canggih untuk memastikan perangkat selalu terhubung dalam berbagai kondisi.

Teknologi pertama adalah 5G RedCap, yang menghadirkan konektivitas seluler berdaya rendah namun tetap canggih, menjaga perangkat tetap online tanpa menguras baterai secara berlebihan.

Selanjutnya, terdapat fitur Micro-Power Wi-Fi. Teknologi ini memungkinkan koneksi Wi-Fi yang selalu aktif dengan konsumsi daya sangat minim. Fitur ini sangat ideal untuk sinkronisasi konteks AI yang berkelanjutan, pertukaran data yang kaya, serta koordinasi mulus dengan perangkat terdekat maupun layanan cloud, sebuah aspek penting yang juga menjadi fokus dalam pengembangan Smartphone Masa Depan.

Untuk konektivitas jarak dekat, platform ini dilengkapi dengan Bluetooth 6.0 yang mendukung interaksi lebih presisi antar perangkat dalam ekosistem personal. Selain itu, dukungan Ultra-Wideband (UWB) memungkinkan interaksi yang aman dan akurat dalam jarak dekat.

Fitur ini berguna untuk menemukan perangkat yang hilang serta terhubung dengan aset berharga seperti mobil, rumah pintar, dan lingkungan perusahaan.

Akurasi lokasi juga ditingkatkan melalui GNSS yang mendukung pemrosesan AI, sehingga perangkat dapat menyesuaikan interaksi berdasarkan lokasi spesifik pengguna.

Terakhir, fitur NB-NTN memperluas jangkauan hingga ke jaringan satelit. Melalui kerja sama dengan mitra seperti Skylo, fitur ini memungkinkan pengiriman pesan dua arah dan komunikasi darurat saat jaringan seluler atau Wi-Fi tidak tersedia.

Dukungan Ekosistem Global

Keberhasilan sebuah platform sangat bergantung pada ekosistem pendukungnya. Google, sebagai pengembang Wear OS, menyambut baik kehadiran chipset ini.

Bjørn Kilburn, GM of Wear OS by Google, menyatakan bahwa Snapdragon Wear Elite menghadirkan fondasi penting berupa performa, daya tahan baterai, dan konektivitas untuk pengembangan Wear OS generasi berikutnya yang lebih cerdas.

Motorola juga melihat potensi besar dari platform ini. Francois LaFlamme, Vice President and Chief Strategy and Marketing Officer Motorola, mengungkapkan bahwa mereka tengah menjelajahi konsep “Project Maxwell” sebagai pendamping AI yang perseptif.

Platform baru Qualcomm ini dianggap mampu membuka peluang untuk merealisasikan konsep tersebut, menyeimbangkan kecerdasan di perangkat dengan efisiensi komputasi.

Sementara itu, Samsung menegaskan komitmennya untuk memperluas kolaborasi dengan Qualcomm ke kategori wearable.

InKang Song, Executive Vice President Samsung Electronics, menyebutkan bahwa integrasi Snapdragon Wear Elite akan menjadikan Galaxy Watch generasi berikutnya sebagai pendamping kesehatan yang lebih menyeluruh, sejalan dengan visi Inovasi Galaxy AI yang terus dikembangkan perusahaan.

Perangkat komersial pertama yang ditenagai oleh Snapdragon Wear Elite Platform diperkirakan akan mulai tersedia di pasar dalam beberapa bulan mendatang, membawa pengalaman baru bagi pengguna teknologi wearable di seluruh dunia. (Icha)