spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1581

Indosat Ooredoo Hadirkan Perpustakaan Digital Untuk Sukabumi

0

Telko.id – Indosat Ooredoo kembali menghadirkan platform yang mendukung terciptanya smart city. Platform yang diberi nama i-Sukabumi ini merupakan sebuah aplikasi perpustakaan digital untuk warga Sukabumi.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima tim Telko.id, Acara peluncuran yang diadakan dalam rangkaian hari kemerdekaan tersebut, aplikasi perpustakaan digital yang dibangun oleh Aksaramaya ini diserahkan kepada Pemerintah Kota Sukabumi bersama dengan donasi 2500 judul buku dalam bentuk digital dari Indosat Ooredoo.

Perpustakaan digital pertama di Jawa Barat ini kini memiliki koleksi buku elektronik yang sangat lengkap dan langsung dapat dinikmati oleh masyarakat dengan mengakses aplikasi i-Sukabumi secara gratis. Aplikasi perpustakaan digital i-Sukabumi ini menjadi tahap awal untuk mewujudkan smart city dengan mendorong minat baca masyarakat Sukabumi khususnya agar dapat terwujud smart society yang menjadi salah satu pilar smart city berbasis teknologi Informasi.

“Peluncuran i-Sukabumi disertai dengan penandatanganan MoU smart city ini adalah bukti bahwa Pemerintah Kota Sukabumi sangat peduli terhadap pemanfaatkan perkembangan teknologi solusi ICT untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakatnya. Kedepannya dengan penerapan konsep smart city di Sukabumi ini, pemerintah kota akan mewujudkan pelaksanaan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Sukabumi dengan lebih cepat, lebih tepat, dan lebih transparan”, ungkap H. Mohamad Muraz, S.H, M.M Walikota Sukabumi.

Sementara itu, Presiden Direktur Indosat Ooredoo, Alexander Rusli menyatakan bahwa Komitmen Indosat Ooredoo adalah untuk menjadi yang terdepan dalam memberikan solusi ICT bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan kualitas kehidupan yang lebih baik.

“Bagi Indosat Ooredoo, implementasi smart city adalah suatu lompatan layanan menuju masyarakat pintar yang lebih baik, lebih aman, lebih nyaman, lebih transparan sehingga kami mendukung sepenuhnya penerapan smart city di Indonesia dengan menyediakan solusi city dasboard sehingga pemerintah kota dan juga masyarakatnya dapat dengan segera mendapatkan manfaat smart city dan juga perpustakaan digital i-Sukabumi untuk mendukung smart city,”

Pada kesempatan yang sama, Indosat Ooredoo juga menyerahkan 1 unit mobil ambulance jenazah kepada pemerintah Kota Sukabumi sebagai wujud penerapan CSR mereka. Mobil ambulance jenazah ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi untuk melayani masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Cisco Akan Rumahkan Banyak Karyawan?

0

Telko.id – Cisco telah mengungkapkan rencana untuk merumahkan hingga 5.500 karyawan setelah melaporkan pendapatan rata untuk tahun keuangan yang penuh dengan penurunan 2% pendapatan untuk kuartal keempat.

Vendor jaringan ini mengatakan akan merestrukturisasi untuk memotong biaya di daerah pertumbuhan yang lebih rendah, dan memungkinkan untuk memfokuskan investasi pada bidang prioritas termasuk IOT, data center generasi berikutnya dan cloud.

Dilansir dari TelecomAsia (19/8), restrukturisasi akan menghilangkan hingga 5.500 posisi, atau sekitar 7% dari total angkatan kerja global Cisco. Pengurangan karyawan akan dimulai pada kuartal ini.

Cisco sendiri membuat pengumuman seperti itu yang mengungkapkan bahwa pendapatan untuk FY16 flate di USD 49,2 miliar. Tidak termasuk kontribusi dari layanan penyedia video peralatan CPE Cisco, yang Cisco jual ke Technicolor senilai USD 600 juta pada tahun lalu, dengan estimasi pendapatan akan tumbuh sekitar 2%.

Demikian juga, pendapatan Q2 Cisco turun sebesar 2% secara year-on-year menjadi USD 12,6 miliar tetapi tumbuh 2% tidak termasuk pendapatan Video CPE.

Untuk laba bersih sendiri tumbuh 20% untuk setahun penuh yakni sebesar 10,7 miliar dan 21% pada kuartal keempat menjadi $ 2,8 miliar.

“Kami terus bekerja dengan baik dalam lingkungan makro yang menantang. Meskipun melambat dalam bisnis penyedia layanan dan pasar negara berkembang setelah tiga kuartal berturut-turut mengalami pertumbuhan, keseimbangan bisnis itu sehat dengan pertumbuhan order 5%,” kata CEO Cisco Chuck Robbins.

“Pertumbuhan ini dan keseimbangan menunjukkan kekuatan portofolio kami yang beragam. Pendapatan produk kami ditangguhkan dari perangkat lunak dan langganan tumbuh 33% menunjukkan momentum lebih lanjut dari transformasi model bisnis kami.” Tutupnya.

Gandeng Nokia, China Mobile Siapkan Backbone 100G

0

Telko.id – China Mobile telah mengeluarkan kontrak untuk membangun jaringan backbone optik 100G untuk mendukung peluncuran layanan 4G dan membantu memenuhi ambisi strategi Broadband di China.

Nokia mengungkapkan telah mendapatkan pangsa lebih dari 30% dari proyek ini. Sesuai dengan kontrak, Nokia akan menyebarkan 100G OTN dan DWDM backbone untuk operator seluler terbesar di China jika dilihat dari basis pelanggan, seperti dilansir TelecomAsia (18/8).

China Mobile berencana untuk menggunakan platform optik guna menyebarkan layanan agar lebih cepat, untuk memenuhi meningkatnya permintaan data mobile dan dapat menyediakan kapasitas scalable untuk berbagai layanan 4G berbasis cloud.

“Ini adalah kerjasama penting dengan mitra lama kami,” komentar Mike Wang, head of the joint management team dari Nokia Networks China and Alcatel-Lucent Shanghai Bell. Nokia dan China Mobile sendiri telah memiliki hubungan kerja sejak tahun 1994.

“Dengan solusi inovatif 100G OTN kami, kami dapat membantu China Mobile memenuhi persyaratan yang lebih tinggi untuk skala besar konstruksi 4G,” tambah Wang.

“Kami berkomitmen untuk memberikan inovasi transmisi optik terbaru untuk memungkinkan China Mobile untuk mengoptimalkan jaringan mereka dan membuka peluang baru untuk pelanggan mereka.”

China Telecom Satellite dan Gogo Sediakan Konektivitas In-flight di China

0

Telko.id – Penyedia layanan Internet broadband dan layanan konektivitas lainnya untuk pesawat komersial dan bisnis, Gogo, dikabarkan telah menerima persetujuan regulasi untuk bekerjasama dengan China Telecom Satellite guna menyediakan layanan konektivitas internasional in-flight di China. Perjanjian ini akan efektif mulai Oktober 2016.

Menurut CEO Gogo, Michael Small, penjanjian ini merupakan terobosan karena memungkinkan Gogo untuk memperluas jangkauan global tak hanya di China tetapi juga bagian lain dari dunia.

“Untuk penumpang pada penerbangan yang dilengkapi Gogo saat terbang ke China, ini berarti mereka akan dapat menikmati layanan mulus saat mereka mencapai ruang udara China,” katanya seperti dilansir GTB, Rabu (17/8).

Terkait kerjasama ini, Michael menyebut China Telecom Satellite akan menjadi mitra yang sangat kuat dan efektif untuk pasar komunikasi in-flight China dan kedua belah pihak akan memperpanjang kerjasama untuk penerbangan China di masa depan.

Presiden China Telecom Satellite, Lv Junli, menyebut Gogo sebagai penyedia layanan konektivitas in-flight terkemuka di dunia dan berharap bahwa kemitraan ini akan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Baru 3 Bulan, Pelanggan 4G Ooredoo Myanmar Capai 500.000

0

Telko.id – Hanya tiga bulan setelah resmi diluncurkan, layanan LTE milik operator Ooredoo Myanmar dikabarkan telah digunakan oleh sekitar 500.000 pengguna. Ooredoo merupakan operator pertama di Myanmar yang menawarkan layanan internet berkecepatan tinggi di sejumlah kota.

Sang CEO, Rene Meza mengatakan bahwa perusahaan yang dipimpinnya kini memiliki total cakupan populasi 4G sebanyak 4,6 juta orang di Yangong, Mandalay dan Nay Pyi Taw.

Saat ini, perusahaan berkonsentrasi pada upaya peluncuran 4G pada daerah perkotaan. Targetnya adalah mencakup setengah dari kota-kota Yangon, semua Mandalay dan sekitar 90% Nay Pyi Taw. Demikian dilaporkan TelecomAsia, Rabu (17/8).

[Baca juga Ooredoo Jadi Operator Pertama yang Tawarkan 4G di Myanmar]

Selain Ooredoo, operator lain yang menawarkan layanan 4G di Myanmar adalah Telenor Myanmar. Perusahaan asal Norwegia ini meluncurkan 4G untuk pertama kalinya di Nay Pyi Taw pada bulan Juli lalu, dan kini berada pada tahap pengujian di Yangon dan dua kota lainnya.

Telenor juga mengambil strategi yang berbeda, dengan memfokuskan gelaran 4G-nya jauh dari daerah penggunaan berat untuk meminimalkan dampak pada layanan 3G yang ada.

Saat ini, baik jaringan 4G Telenor maupun Ooredoo hanya menawarkan data, dengan harga yang terbilang premium. Menurut penuturan Meza, 80% dari pelanggan operator Myanmar kini menggunakan data seluler.

Namun, ambisi kedua operator 4G ini akan tergantung pada perolehan lebih banyak spektrum mobile. Pemerintah berencana melelang 40 MHz pita 2600 MHz pada pertengahan Oktober dan melelang spektrum 1800 MHz pada akhir tahun.

Penurunan Tarif Interkoneksi Rugikan Negara, Benarkah?

0

Telko.id – Polemik penurunan tarif interkoneksi yang mulai diberlakukan pada September nanti masih menyisahkan pertanyaan ‘klasik’ yakni apakah negara akan dirugikan?

Penurunan ini sejatinya dapat juga berdampak pada pencapaian target pendapatan negara dalam APBN 2017 yang diharapkan dapat menyentuh angka Rp. 1.737,6 triliun.

Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi PKS H Refrizal menilai, potensi kerugian Telkom jika tarif interkoneksi baru diberlakukan pada September 2016 akan mencapai Rp 50 triliun.

Dia mengaku sudah melapor ke Menteri Keuangan Sri Mulyani adanya estimasi penurunan pendapatan dari BUMN telekomunikasi jika kebijakan ini dipaksakan.

“Jika pendapatan Telkom turun maka pendapatan negara dari pajak dan deviden Telkom juga turun. Dan tentu ini akan menggangu APBN 2017 mendatang,” papar Refrizal.

Refrizal mendesak, seharusnya sebagai stakeholder, DPR harusnya dilibatkan dalam penentuan biaya interkoneksi. Pasalnya, kesalahan pengambilan kebijakan terkait interkoneksi berpotensi pendapatan negara dipastikan akan tergangu.

“Apalagi penurunan biaya interkoneksi tidak memberikan dampak yang signifikan tarif telekomunikasi. Saya menduga justru yang diuntungkan adalah perusahaan telekomunikasi asing,” tambah Refrizal.

Seperti diketahui, Komisi XI DPR memiliki lingkup kerja di bidang keuangan, perencanaan pembangunan nasional, perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank.

Sebelumnya, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza memastikan pemerintah bersikukuh untuk menerapkan biaya interkoneksi yang baru di awal September.

Noor Iza memastikan keberatan dan pertimbangan operator tak akan menjadi halangan dan pertimbangan untuk diberlakukannya biaya interkoneksi yang baru.

“Karena interkoneksi adalah domainnya pemerintah, maka hak pemerintahlah untuk menetapkan biaya interkoneksi sebesar Rp 204, atau turun 26 persen, pada awal September nanti,” tegas dia.

Baca Juga : Tarif Interkoneksi Turun, Siapa yang Diuntungkan?

                    Soal Turunnya Tarif Interkoneksi, Ini Tanggapan Pengamat

                    Pemerintah Putuskan Penurunan Tarif Interkoneksi

Jika tarif baru interkoneksi diberlakukan per 1 September 2016, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan jadi emiten BUMN telekomunikasi yang paling dirugikan dan tentunya berdampak pada setoran mereka untuk kas negara.

Namun, jika merujuk pada salah satu statement Kominfo beberapa waktu lalu, adanya penurunan tarif interkoneksi sejatinya demi mendorong terciptanya efisiensi dan keberlangsungan industri telekomunikasi di Indonesia.

“Pemerintah mendorong penurunan biaya interkoneksi untuk menuju efisiensi dan keberlanjutan industri penyelenggaraan telekomunikasi termasuk pengembangan wilayah layanan secara optimal dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur,” tulis keterangan resmi Kominfo.

Dengan penurunan tarif interkoneksi pada awal September ini, diharapkan tarif retail offnet yang ditimbulkan akan lebih kecil dan tidak ada batasan bagi masyarakat untuk melakukan panggilan ke operator lain. Diharapkan, pihak operator juga ikut menurunkan tarif retail offnet, karena jika tarif yang ditimbulkan setelah penurunan ini masih sama saja, maka penurunan tarif interkoneksi akan berdampak buruk pada pemasukan negara.

Saat Ini, Sudah 350 Penyebaran Jaringan Gigabit

Telko.id – Setidaknya, saat ini telah tersedia 350 penyebaran jaringan gigabit berkecepatan global di wireline dan teknologi nirkabel, menurut Viavi Solutions.

Dilansir dari TelecomAsia (16/8), perusahaan pengujian jaringan ini memonitor database jaringan gigabit yang menunjukkan bahwa sampai saat ini terdapat lebih dari 164 perusahaan yang mengumumkan penyebaran atau dalam pembangunan.

Akan tetapi, Asia berada di belakang kurva dalam hal penyebaran ini, sementara Amerika Utara memiliki pangsa terbesar dengan 61%, dan Eropa berada di peringkat kedua dengan 24%, APAC, MEA dan Amerika Selatan bersama-sama hanya membuat sisanya dengan 15%.

Sekadar informasi, serat adalah teknologi gigabit yang paling dominan, dengan akuntansi untuk 85% dari jaringan yang diluncurkan. Hampir semua sisa, dan 11% dari total, didasarkan pada HFC, sedangkan 3% lebih didasarkan pada LTE-A.

Sementara itu, 37 operator telah mengumumkan rencana untuk  menyebarkan teknologi 5G menjadi tersedia, dengan lima rencana debut pra-standar pada awal tahun depan.

“Revolusi gigabit berada dalam ayunan penuh dan kecepatan yang lebih cepat untuk memberi makan bandwith yang tak terpuaskan,” kata Viavi CTO Sameh Yamany.

Ia menambahkan, Ada lebih dari 20 miliar perangkat yang terhubung dan jumlah itu terus meningkat. Untuk konsumen, ada manfaat yang jelas. Untuk masyarakat secara keseluruhan, penelitian juga menunjukkan bahwa banyak tersedia broadband dapat menjadi pendorong bagi pertumbuhan dan pekerjaan.

Lebih dari itu, dengan peningkatan 100 kali lipat dalam kecepatan, penyedia layanan perlu memastikan bahwa ekosistem mereka siap untuk evolusi jaringan besar yang dibutuhkan untuk memberikan pengalaman pelanggan mereka.

Apa itu mmWave dan Hubungannya Dengan 5G

Telko.id – Sampai saat ini masih belum ditentukan oleh ITU, frekuensi yang akan digunakan untuk 5G. Namun, banyak pihak yang sudah mulai melakukan uji coba menggunakan mmWave. Gelombang milimeter yang juga dikenal dengan ‘Extremely High Frequency’ ini berada di band spektrum 30 GHz dan 300 GHz. Berada diantara gelombang microwave dan infrared. Spekrum ini dapat digunakan untuk komunikasi nirkabel berkecepatan tinggi seperti pada WiFi standar 802.11ad yang beropersi pada 60 GHz.

mmwave-1

MmWave ini sendiri, saat ini masih dipertimbangkan oleh ITU, Federal Communications Commission atau FCC, para peneliti dan organisasi lainya untuk dialokasikan lebih banyak lagi agar dapat memberikan kecepatan yang lebih baik lagi, video berkualitas tingi, konten dan layanan multimedia.

mmwave4

Pasalnya, lalu lintas data via seluler setiap tahunnya diproyeksikan akan terus meningkat. Ted Rappaport, Direktur yang juga merupakan pendiri NYU Wireless, diawal tahun ini mengatakan bahwa lalu lintas data seluler diproyeksikan meningkat 53% setiap tahun dan selama 40 tahun terakhir, kecepatan computer clock dan ukuran memori meningkat sebanyak enam lipat.

Itu sebabnya, Ted menyebutkan bahwa diperlukan spektrum frekuensi yang lebih tinggi untuk mengakomodasi peningkatan penggunaan data. Gelombang mmWave ini merupakan salah satu gelombang spektrum yang paling besar penggunaanya dan yang lebih penting adalah kemampuannya dalam mentransmisi data dalam jumlah besar hingga sesuai dengan kebutuhan masa depan.

Saat ini, frekuensi mmWave suah digunakan untuk mengakses aplikasi seperti streaming video dengan high-resolution di dalam ruang. Dengan menggunakan cara tradisional, frekuensi tinggi tidak cukup kuat untuk mengakses broadband aplikasi di dalam gedung karena dipengaruhi dinding yang cukup tebal maupun cuaca yang kurang baik. Dengan mmWave, semua nya bisa diatasi. Namun, tidak cocok untuk digunakan sebagai mobile broadband.

Frekuensi tinggi berarti panjang gelombang yang sempit, dan mmWaves berada di kisaran 10 milimeter sampai 1 milimeter. Kekuatan dari mmWave ini sendiri dapat berkurang karena rentan terhadap gas, hujan dan kelembaban. Itu sebabnya, mmWave jangkauannya hanya beberapa kilometer saja.

Beberapa tahun lalu memang, mmWave tidak dapat digunakan karena komponen elektronik yang dapat menangkap frekuensi ini tidak banyak. Sekarang, dengan kemajuan teknologi yang ada, dapat menjadi bagian integral dari next-generation network. Untungnya, karakteristik mmWave yang sulit tersebut, saat ini sudah dapat dimanfaatkan. “Jalur transmisi yang pendek namun memiliki kemampuan transmisi yang tinggi menjadi bermanfaat saat ini. Apalgi jika dibatasi jumlah inteferensi antar sel nya,” kata Rober W Heath, Profesor dari Department of Electrical and Computer Engineering University of Texas.

Robert juga menambahkan bahwa jalur transmisi yang pendek dari mmWave ini juga membuatnya cukup menggunakan antena kecil saja sehingga lebih fokus menuju area yang dituju tanpa ada transmisi yang mubazir.

Selain itu, sinyal gelombang mmWave yang pendek pun membuatnya dapat membangun multi element dan dynamic beam forming antena yang cukup kecil untuk koneksi dengan handset.

mmwave2

Saat ini, spektrum mmWave ini masih dalam diskusi. Di mana Oktober lalu, FCC mengusulkan aturan baru untuk broadband nirkabel di frekuensi nirkabel di atas 24 gigahertz. Terlebih, bagi pemerintah Amerika dan beberapa pihak lain juga yang melihat bahwa mmWave ini sebagai kesempatan untuk maju dan menciptakan peraturan baru untuk menghadapi generasi berikutnya dari teknologi mobile, seperti 5G yang merupakan potensi besar bagi pemilik perusahaan, manfaat bagi konsumen, bisnis dan ekonomi Amerika Serikat. Bahkan FCC sudah mengijinkan frekuensi unlisenced digunakan untuk mobile broadband. Terutama yang berada diperbatasan 24 GHz.

Para operator pun kini sudah mulai melakukan uji coba untuk menggunakan teknologi mmWave ini dan mengevaluasi frekuensi yang paling sesuai untuk mengakses aplikasi mobile.

International Telecommunication Union atau ITU dan 3GPP telah menyelaraskan rencana penelitian tahap dua untuk standar 5G. Tahap pertama, rencananya akan selesai pada September 2018. Targetnya adalah mendefinisikan frekuensi kurang dari 40 GHz untuk mengatasi bagian yang lebih mendesak dari kebutuhan komersial. Tahap kedua dijadwalkan akan dimulai pada 2018 dan selesai pada bulan Desember 2019 seperti yang sudah ditentukan oleh IMT 2020. Tahap kedua ini berfokus pada frekuensi hingga 100 GHz.

Dalam sebuah laporan berjudul Millimeter-wave for 5G: Unifying Communication and Sensing, yang ditulis oleh Xinyu Zhang, Asisten Profesor Electrical and Computer Engineering University of Wisconsin, merinci band mmWave sedang dipertimbangkan:

  • 57 GHz untuk 64 GHz tanpa izin;
  • 7 GHz total 28 GHz / 38 GHz berlisensi tetapi kurang dimanfaatkan; dan
  • 3,4 GHz total 71 GHz band / 81 GHz / 92GHz Light-berlisensi: 12,9 GHz total

mmwave3

Sedangkan ITU merilis daftar frekuensi global yang diusulkan dan layak antara 24 GHz dan 86 GHz berdasarkan hasil World Radio Communications Conference:

  • 24.25 – 27.5GHz
  • 31.8 – 33.4GHz
  • 37 – 40.5GHz
  • 40.5 – 42.5GHz
  • 45.5 – 50.2GHz
  • 50.4 – 52.6GHz
  • 66 – 76GHz
  • 81 – 86GHz

(Icha)

Dua Vendor Jaringan Ini Ujicoba Drone Untuk Tingkatkan Coverage

0

Telko.id – Kemampuan drone untuk menyediakan cakupan jaringan yang cepat di daerah terpencil saat ini tengah diuji oleh Nokia dan Ericsson, yang secara terpisah mengumumkan tes kendaraan udara tak berawak dengan operator seluler terkemuka.

Tim dari dua vendor raksasa ini bekerjasama dengan operator seluler untuk menguji kemampuan drone untuk menyediakan cakupan jaringan dan mendukung perkembangan 5G.

Dilansir dari TotalTelecom (16/8), Nokia mendapat bola menggelinding dengan pengumuman uji coba pesawat tak berawak yang dilakukan di Inggris dalam hubungannya dengan EE, salah satu operator terkemuka di Inggris.

Ujicoba melihat sebuah pesawat tak berawak yang digunakan untuk membawa miniatur base station milik Nokia di sekitar daerah pedesaan sekitar kota Inverness di utara Inggris, dan dirancang untuk membuktikan kemampuan drone yang memungkinkan operator untuk cepat mengatur akses jaringan mobile.

Sebuah LTE-capable dari Nokia Flexi Zone Pico sel base station digunakan untuk menyediakan panggilan suara, layanan video streaming, dan mobile akses data dengan kecepatan hingga 150 Mbps. Sementara tidak ada layanan yang dibutuhkan koneksi ke inti eksternal, Nokia mengatakan tengah menguji backhaul dari small cell standar dengan jaringan inti EE menggunakan koneksi satelit.

Sementara itu, Mansoor Hanif, direktur jaringan akses radio di EE mengatakan, ujicoba ini menunjukkan bahwa kombinasi dari drone dan teknologi base station yang inovatif adalah cara yang efektif untuk menggelar layanan 4G di daerah terpencil.

Hal senda juga dilakukan oleh vendor sekaligus pesaing dari Nokia yani Ericsson. Ericsson bekerja sama dengan China Mobile untuk menguji peran yang drone bisa lakukan dalam perkembangan 5G.

Selama ujicoba, sebuah drone diterbangkan menggunakan jaringan seluler China Mobile, Ericsson juga menjelaskan bahwa pesawat tanpa awak ini dilengkapi dengan ‘teknologi 5G-enabled’. Para mitra berhasil menyelesaikan serah terima antara beberapa sites selama penerbangan pesawat tak berawak, pada jaringan yang masih digunakan oleh pelanggan China Mobile.

Ericsson mengatakan ujicoba merupakan bagian dari kemitraan yang luas untuk pengembangan teknologi 5G dengan China Mobile, dan membuktikan bahwa drone bisa digunakan untuk memberikan “aplikasi mission-critical seperti dukungan untuk layanan darurat.”

Namun, vendor infrastruktur ini mengindikasikan sebuah kehati-hatian pada penggunaan masa depan drone, menjelaskan bahwa operator selular harus mampu menjamin low end-to-end latency jaringan untuk menjamin keamanan dan keandalan layanan tersebut.

Gandeng Nokia, China Telecom Bersiap Untuk VoLTE

0

Telko.id – China Telecom telah menggandeng Nokia untuk meningkatkan cakupan dan kapasitas 4G operator untuk memenuhi pertumbuhan atas permintaan pelanggan.

Dilansir TelecomAsia (15/8), perusahaan telah menandatangani kesepakatan untuk memperluas penyebaran 4G di 19 provinsi di seluruh China, yang akan mencakup untuk mempersiapkan jaringan China Telecom guna rencana peluncuran layanan VoLTE tahun depan.

Nokia sendiri akan menyediakan peralatan termasuk BTS Flexi Multiradio untuk penyebarannya, serta manajemen proyek, desain jaringan dan instalasi serta pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak layanan.

Perjanjian tersebut meliputi provinsi Shanghai, Jiangsu, Shandong, Zhejiang, Hunan, Hubei, Guangxi, Fujian, Jiangxi, Shaanxi, Heilongjiang, Hebei, Henan, Sichuan, Anhui, Liaoning, Guizhou, Xinjiang dan Mongolia.

China Telecom sendiri telah menambahkan 31 juta pengguna 4G selama enam bulan pertama di tahun 2016, sehingga total mereka memiliki 90 juta dari basis pelanggan seluler dan secara keseluruhan hampir 207 juta.

Tahun lalu, trafik 4G sementara tumbuh lebih dari enam kali lipat, dan diharapkan dapat menjadikan lebih dari 90% dari total trafik data mobile operator pada 2017.

“Perjanjian dengan China Telecom dibangun di atas sejarah panjang kami. Pengetahuan kita yang berakar untuk pasar Cina akan memungkinkan China Telecom dalam memenuhi tuntutan dari basis pelanggan 4G yang terus tumbuh dan dinamis, “kata Head of Nokia Networks China, Mike Wang.