spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1577

Telkomsel Perluas Jaringan di Natuna Dan Anambas

0

Telko.id – Telkomsel semakin memperluas penggelaran jaringan di Kepulauan Natuna dan Anambas di Kepulauan Riau hingga ke pelosok bahkan menjangkau titik-titik terluar yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga, yakni Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Malaysia. Hal ini dilakukan Telkomsel seiring memperkuat komitmennya untuk memberikan manfaat di pulau terdepan dan wilayah perbatasan negara.

Executive Vice President Telkomsel Area Sumatera Bambang Supriogo mengatakan, “Kehadiran layanan Telkomsel di Natuna dan Anambas yang merupakan kepulauan terluar wilayah perbatasan negara tentunya semakin memperkokoh terpeliharanya NKRI sebagai negara kepulauan. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi di pulau terluar maupun perbatasan negara merupakan bentuk dukungan Telkomsel dalam memelihara keutuhan NKRI.”

Bambang menambahkan, hadirnya sarana telekomunikasi dapat meningkatkan ketahanan nasional sekaligus mempersatukan bangsa Indonesia yang tersebar di berbagai pulau yang ada di negara kepulauan Indonesia ini. “Kami berharap semakin terbukanya akses telekomunikasi ini dapat membantu TNI khususnya dalam menunjang berbagai kegiatan operasional tentara yang bertugas di garda terdepan dalam menjaga keutuhan negara,” jelas Bambang.

Perluasan jangkauan jaringan yang dilakukan Telkomsel antara lain dengan membangun 15 base transceiver station (BTS) baru. 10 BTS dibangun di Kabupaten Natuna yang menjangkau berbagai wilayah, di antaranya Pulau Serasan dan Pulau Midai, serta wilayah outer Ranai, termasuk markas baru TNI yang berlokasi di Kompleks Kesatrian Kompi Komposit Marinir TNI AL, Bunguran Selatan. Sementara itu, lima BTS lainnya dibangun di Kabupaten Kepulauan Anambas yang melayani Terempa. Dari 15 BTS baru tersebut, 13 BTS di antaranya merupakan BTS 3G.

Dengan penambahan 15 BTS baru tersebut, kini secara total Telkomsel telah mengoperasikan 59 BTS, termasuk 22 BTS 3G, untuk memberikan kenyamanan layanan komunikasi bagi puluhan ribu pelanggan yang ada di Natuna dan Anambas.

Untuk melakukan perluasan gelaran jaringan di Natuna dan Anambas ini, Telkomsel menempuh langkah yang tidak mudah, terutama dari sisi mobilisasi perangkat yang harus didatangkan dari luar pulau dan harus menempuh medan yang sulit. “Kendati penuh tantangan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Natuna dan Anambas tetap kami lakukan sebagai wujud nyata komitmen Telkomsel membangun di pulau terdepan agar sejajar dengan kota-kota lain di Indonesia,” papar Bambang.

Hadirnya layanan Telkomsel di Natuna dan Anambas tentunya memberikan dampak positif kepada masyarakat setempat, khususnya dalam mencari dan bertukar informasi dengan lebih cepat. Apalagi Natuna juga memiliki letak yang strategis secara geopolitik dan berada pada jalur pelayaran internasional Hongkong, Jepang, Korea, dan Taiwan. Selain itu, Natuna juga dikenal sebagai penghasil minyak dan gas.

Dengan adanya kualitas layanan komunikasi yang setara dengan kota besar di Indonesia, perluasan penggelaran jaringan layanan Telkomsel di Natuna dan Anambas diharapkan bisa mendukung percepatan pertumbuhan perekonomian dan kemasyarakatan sekaligus mampu menjadi katalisator dalam mempromosikan potensi daerah ini sekaligus menjadi manfaat bagi daya tarik investasi, peluang usaha, bahkan lapangan kerja baru. (Icha)

Microsoft Masih Saja Main di Pasar Feature Phone

0

Telko.id – Ditengah marak nya pasar smartphone, baik di Indonesia maupun di dunia, Microsoft melalui Nokia malah meluncurkan feature phone. Produk terbarunya itu adalah Nokia 216 Dual Sim.
Pada Nokia 216 ini sudah menyediakan dua kamera yang dilengkapi dengan lampu LED-Flash serta dapat melakukan mengunduh satu game gratis dari Gameloft setiap bulannya selama satu tahun, serta menikmati aneka game kenamaan seperti GT Racing dan Little Big City. Feature phone baru buatan Nokia tersebut akan siap dipasarkan dengan harga mulai dari USD 29 sebelum pajak atau sekitar Rp400 ribuan.

“Feature phone Microsoft merupakan bagian dari rangkaian perangkat mobile yang mampu memberdayakan pengguna dengan tingkat mobilitas tinggi agar dapat selalu terkoneksi, menemukan informasi, dan melakukan lebih banyak hal. Rangkaian feature phone yang fungsional, tahan lama, dan dirancang dengan cantik ini pun dapat memberikan pengguna lebih banyak kemudahan dengan harga yang terjangkau,” ujar Mark Trundle, Microsoft Mobile Device Segment Lead untuk Indonesia, Philippines, Singapore, dan Thailand, memberikan alasan mengapa tetap meluncurkan feature phone ditengah maraknya smartphone.

Padahal pasar smartphone sendiri di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data dari IDC, pengiriman smartphone 4G ke Indonesia tercatat 3,3 juta unit atau setara dengan 52% dari pengapalan smartphone di kuartal I 2016. Jumlah pengiriman smartphone 4G sendiri sudah melampaui volume smartphone 3G untuk pertama kalinya di kuartal I ini. Trend ini pun akan terus tumbuh hingga pada tahun mendatang karena orang Indonesia banyak mendambakan smartphone untuk media sosial dan tujuan hiburan.

Microsoft sendiri sebenarnya sudah sepakat untuk menjual seluruh aset feature phone perusahaan ke FIH Mobile Ltd., sebuah subsidiari Hon Hai/Foxconn Technology Group dan HMD Global Oy pada bulan mei 2016 lalu. Transaksi ini diharapkan akan selesai para akhir 2016, tetapi dapat berubah tergantung pada persetujuan hukum dan kondisi-kondisi lainnya. Sampai dengan saat itu, Microsoft akan tetap melanjutkan bisnis feature phone. (Icha)

Operator Taiwan Klaim Bisa Tawarkan 5G di 2018

0

Telko.id – Sementara ITU mengatakan bahwa peluncuran komersial 5G baru akan terjadi pada tahun 2020, operator Far EasTone Telecommunications Co Ltd justru selangkah lebih maju. Operator ketiga terbesar di Taiwan ini berharap bisa mulai menawarkan layanan 5G dengan teknologi LTE-nya pada 2018.

Far EasTone membuat pernyataan dalam acara open house di laboratorium 5G barunya, yang dikembangkan bersama dengan pemasok peralatan telekomunikasi Ericsson AB. Lab 5G perusahaan telekomunikasi ini adalah yang pertama di Taiwan.

“Pesan kunci kami yang ingin kami sampaikan adalah bahwa 5G sedang dalam perjalanan. Ini bukan sekedar mimpi, tapi kenyataan, yang diwujudkan sedikit demi sedikit,” kata wakil presiden eksekutif Far EasTone, Herman Rao seperti dilansir Taipetimes, Selasa (20/9).

“Kami berharap untuk membawa beberapa teknologi (5G) baru atau layanan kepada pelanggan kami secepat mungkin. Mereka tidak harus menunggu sampai 2020,” tambah Rao.

Far EasTone berharap untuk menawarkan beberapa layanan 5G pra-komersial pada pelanggan selama Olimpiade Musim Dingin yang akan berlangsung di Pyeongchang, Korea Selatan pada 2018 nanti.

Sebagai langkap awal, Far EasTone baru-baru ini meluncurkan demonstrasi layanannya di laboratorium 5G di Kabupaten Banciao, New Taipei City. Demonstrasi itu menunjukkan bahwa mereka telah mencapai transmisi data dari kecepatan 1 gigabit per agregat detik pada jaringan 4G perusahaan.

Perusahaan juga mengatakan bahwa laboratorium itu akan menjadi tempat uji coba teknologi 5G dan perangkat akhir yang memungkinkan teknologi tersebut.

Tes ini akan membuka jalan bagi Far EasTone untuk segera menawarkan layanan 5G, tambah Hans Karlsson, kepala tim penelitian dan pengembangan Ericsson di Asia Timur.

Tim penelitian dan pengembangan, yang berbasis di Beijing, meliputi lebih dari 5.000 insinyur.

Far EasTone sendiri menjadi mitra kesembilan bagi Ericsson untuk uji coba 5G.

Sebelumnya Ericsson telah bekerja sama dengan lebih dari 20 perusahaan telekomunikasi, atau lembaga dalam standardisasi dan pengembangan teknologi 5G. Mitranya meliputi NTT DoCoMo Jepang, SK Telecom Korea Selatan dan China Academy of Telecommunication Research China.

Singtel Luncurkan VoWi-Fi

0

Telko.id – Akhirnya, Singtel resmi meluncurkan layanan voice over WiFi. Layanan yang diberikan pada pelanggan postpaid ini sudah termasuk akses data yang dapat diperoleh dengan harga kurang dari SG $ 10 per bulan.

Singtel menjanjikan bahwa layanan voice over Wi-Fi (VoWiFi) ini akan lebih “mulus” transisi suara nya dibandingkan dengan voice over LTE (VoLTE). Bahkan, panggilan yang dilakukan lewat jaringan WiFi tersebut dapat dilakukan tanpa ada tambahan biaya.

VoWiFi ini memang tidak bisa dilakukan dengan sembarang smartphone. Itu sebabnya, pada peluncuran layanan ini, Singtel juga melakukan bundling dengan beberapa merek smartphone. Seperti iPhone, Samsung Galaxy, dan Sony Xperia. Dengan smartphone tersebut, pelanggan Singtel dapat dengan mudah mengakses layanan Voice LTE ke VoWiFi. Dalam beberapa minggu ke depan, Singtel pun berjanji akan menambah list perangkat yang mendukung layanan tersebut.

“Voice over WiFi ini merupakan inovasi jaringan yang akan menambah kenyamanan dan pengalaman mobile ditingkatkan untuk pelanggan, “kata Yuen Kuan Bulan, SingTel Consumer CEO Singapore. Seperti yang dilansir dari laman ZDnet.

“Pelanggan kami sekarang dapat memiliki jangkauan yang lebih luas lagi bahkan ke tempat-tempat yang sulit. Seperti ruang bawah tanah dan dalam kamar, selama ada sinyal Wi-Fi. Layanan ini akan mengisi area yang tidak terjangkau oleh jaringan seluler kami. Langkah ini juga pelengkap upaya kami untuk memberikan layanan 4G tercepat dan terluas di Singapura,” ujar Yuen menambahkan. (Icha)

Samsung dan TMobile Demonstrasi 5G di Band 28GHz

0

Telko.id – Pasar 5G memang menggiurkan. Baik bagi produsen IT maupun provider di seluruh dunia. Wajar, akhirnya setiap produsen dan provider pun berlomba-lomba melakukan test agar menjadi ‘kisah’ sukses sebagi portfolio jualan. Seperti hal nya Samsung yang bermitra dengan TMobile melakukan demonstrasi 5G di band 28GHz.

Penandatanganan kerjasama ini baru saja dilakukan (19/09) di Seoul Korea. Rencananya, demonstrasi tersebut akan similar pada tahun 2017. Seperti dilansir dari laman Bussiness Korea.

Tidak berhenti disitu. Samsung pun akan meningkatkan kerjasamanya dan bermitra dengan tiga operator seluler terkemuka di Amerika. Termasuk AT & T dan Verizon.
Pertama-tama, Samsung Electronics akan menunjukkan layanan 5G yang boleh dibilang hampir lengkap dan siap dikomersialkan pada pita frekuensi 28GHz dengan T Mobile dalam tahun depan. Untuk keperluan tersebut, Samsung Electronics akan menggunakan antena kecil dan power amplifier untuk BTS yang dapat digunakan di 28GHz. Keduanya merupakan teknologi yang menurut Samsung berhasil mereka kembangkan.

Pada bulan Juni 2017, rencananya akan memanfaatkan satu milimeter wave band frekuensi. Selain itu, raksasa elektronik Korea ini juga akan menerapkan beam forming technology untuk demonstrasi 5G bekerjasama dengan T Mobile. Teknologi beam forming ini akan menghasilkan kualitas telekomunikasi yang optimal dengan mentransfer sinyal gelombang dari BTS ke terminal termasuk telepon seluler seperti electronic beams.

“Samsung Electronics sendiri akan memberikan saran tentang arah pembangunan sebagai anggota dewan Advanced Wireless Research Initiative (AWRI) yang dipimpin oleh Gedung Putih untuk penyelesaian standar teknologi 5G,” kata seorang wakil dari industri elektronik. “Kerja sama dengan T Mobile didorong ke depan dengan dalam konteks ini.”

“Teknologi 5G yang dikembangkan oleh AWRI sangat mungkin untuk dijadikan standar internasional. Di mana, pemerintah Korea sendiri akan menerapkan teknologi untuk jaringan telekomunikasi 5G yang tentatif mulai dioperasikan pada tahun 2018 mendatang,” kata seorang pejabat di Kementerian Korea Sains, ICT dan Perencanaan Masa Depan.

“Kolaborasi Samsung Electronics ‘dengan operator AS sebagai anggota dari AWRI akan meningkatkan kemungkinan bahwa perusahaan akan mengambil inisiatif di pasar 5G.” (Icha)

FiberStar Lengkapi Upaya CitraGrand City untuk Jadi Kawasan Pintar

0

Telko.id – FiberStar dipilih Ciputra Group untuk menjadi penyedia infrastruktur jaringan – dalam hal ini fiber optik – di CitraGrand City, sebuah kawasan kota mandiri di Palembang yang menjadikan EcoCulture sebagai konsepnya.

Penggelaran kabel fiber optik FiberStar ini dilakukan untuk menjamin kenyamanan penghuni dalam mengakses internet kecepatan tinggi tanpa gangguan. Disamping juga mendukung CitraGrand City dalam mempersiapkan kawasan Smart City di kota Palembang.

“Kami menyambut baik jalinan kerjasama CitraGrand City dan FiberStar ini. Tentunya dengan masuknya jaringan fiber optik ke Tropical Valley (Cluster terbaru), para warga di sini akan menjadi semakin nyaman dan dimudahkan dengan banyaknya pilihan provider internet, TV Cable maupun fixed phone, karena jaringan yang disediakan FiberStar bersifat netral,” kata Gunadi Wirawan, Project Director CitraGrand City dalam keterangan resmi.

CitraGrand City sendiri dibangun oleh Ciputra Group bekerjasama dengan PT Cipta Arsigriya. Ini merupakan sebuah kawasan kota mandiri seluas 250 hektar yang menjanjikan tidak hanya kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya, tetapi juga menguntungkan sebagai tempat investasi. Hal ini diwujudkan dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas bertaraf internasional yang dapat menunjang gaya hidup masyarakat modern.

“Infrastruktur fiber optik dapat menunjang kebutuhan komunikasi untuk daerah urban yang terdigitalisasi ini, dengan ketersediaan fasilitas untuk pengembangan dan pemanfaatan aplikasi seperti traffic monitoring, access control, smart energy, waste and water management sampai dengan smart health,” ungkap Thomas Dragono, Commercial Director PT Mega Akses Persada (FiberStar).

Ia percaya jaringan fiber optik ini dapat memberikan nilai tambah kawasan di tengah maraknya persaingan pasar properti, disamping tentunya menambah kenyamanan para investor sekaligus calon penghuni lokasi tersebut.

Belum Kantongi Sertifikasi, Ditjen SDPPI Sebut iPhone 7 Ilegal

0

Telko.id – Semua ponsel yang beredar di Indonesia harus mengantongi ijin Ditjen SDPPI sebelum akhirnya bisa dipasarkan secara bebas. Dan memang begitulah aturannya. Namun, hal yang tidak biasa sepertinya kembali berlaku untuk Apple, apalagi setelah iPhone baru besutannya bebas wara wiri di situs jual beli online di Indonesia. Bahkan sebelum ia mendapat sertifikasi dari pihak yang berwenang sekalipun.

Menanggapi hal tersebut, Heru Yuni Prasetyo, selaku Kepala Seksi Data dan Informasi Perangkat Pos, Telekomunikasi, dan Informatika menegaskan bahwa setiap produk smartphone yang belum lolos TKDN dan tidak bersertifikat SDPPI yang dijual di Indonesia merupakan barang ilegal.

“Perangkat telekomunikasi yang tidak memenuhi persyaratan teknis alat/perangkat telekomunikasi yang didalamnya mewajibkan pemenuhan terhadap TKDN dalam hal ini bukti hasil perhitungan yang dikeluarkan oleh kementerian perindustrian secara otomatis tidak dapat diperdagangkan di wilayah Republik Indonesia,” ujarnya saat dihubungi oleh tim Telko.id, Senin (19/9).

Ia menambahkan, untuk kasus iPhone 7, meskipun telah lebih dahulu ‘mejeng’ di sejumlah e-commerce Indonesia akan tetap mendapatkan sertifikasi dari Dirjen SDPPI selama mereka mampu memenuhi peraturan TKDN hingga batas akhir yang telah ditentukan.

“Karena label sebagai tanda bahwa perangkat telekomunikasi yang dibuat, dirakit, dimasukkan dan diperdagangkan di wilayah Republik Indonesia telah memenuhi persyaratan teknis,” tambahnya.

Dengan kata lain, jika barang tersebut tidak tersertifikasi maka tidak boleh dijual secara resmi karena bersifat ilegal. Hal ini, bisa jadi tanpa sepengetahuan brand yang bersangkutan, melainkan ulah oknum yang membelinya melalui jalur Black market (BM).

Heru menegaskan, kepada pihak yang memasukkan dan memperdagangkan iPphone secara illegal di wilayah RI bila tidak memiliki sertifikat sebagai bukti pemenuhan persyaratan teknis, akan dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam pasal 52 Jo pasal 32 ayat (1) Undang-undang nomor. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi yang berbunyi, “Barang siapa memperdagangkan, membuat, merakit, memasukkan atau menggunakan perangkat telekomunikasi di wilayah Republik Indonesia yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis sebagaimana diatur dalam pasal 32 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah).”

“Yang dapat dikenakan adalah pelaku reseller/toko pemasoknya, bukan penyedia layanan online shopnya. Dan dihimbau kepada online shop untuk memblokir mandiri pihak toko yang menjual iPhone ilegal tersebut,” tambah Heru lagi.

Terkait hal ini, SDPPI sendiri menyebut telah memberikan himbauan untuk masyarakat luas, dalam bentuk sosialiasasi ke para pelaku usaha dan melakukan pengawasan terhadap perangkat yang belum memiliki sertifikat yang diterbitkan oleh Ditjen SDPPI, di pasar dan online shopping.

SDPPI juga mengihimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli perangkat yang belum memiliki sertifikat yang diterbitkan oleh Ditjen SDPPI karena secara otomatis pelaku usaha tersebut juga tidak memiliki ijin purna jual dan label berbahasa indonesia yang dikeluarkan oleh kementerian perdagangan.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Dirjen Ilmate Kementrian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengungkapkan bahwa kemungkinan Apple akan memenuhi TKDN dengan cara membangun industri software untuk mobile apps di Indonesia. [AK/IF]

ITU Upayakan Interoperabilitas Pada Layanan Pembayaran Digital

0

Telko.id – ITU kabarnya tengah bekerja keras untuk memastikan interoperabilitas layanan pembayaran mobile dan digital, terutama di pasar negara berkembang. Badan PBB ini konon telah menerbitkan dua laporan pertama untuk membantu mengatasi tantangan interoperabilitas.

Dengan laporan tersebut, output pertama yang dihasilkan oleh Kelompok Kerja yang khusus mengurusi Interoperabilitas, ITU bertujuan untuk mengatasi keterbatasan skema pembayaran mobile di beberapa negara termiskin di dunia yang sepenuhnya dapat dioperasikan.

Laporan pertama ini, seperti dilaporkan TelecomAsia, Senin (19/9), menganalisa akses ke masalah infrastruktur pembayaran di seluruh dunia, dan bagaimana ini dapat berakibat buruk pada interoperabilitas.

Di sini, dicatat bahwa sementara lembaga non-bank memainkan peran yang semakin penting dalam pembayaran – terutama untuk sekitar 2 miliar penduduk dunia yang tak memiliki rekening di bank – banyak dari lembaga non-bank ini yang tidak diterima sebagai peserta langsung dari infrastruktur pembayaran kunci.

“Regulator dan pembuat kebijakan sistem pembayaran, khususnya di Bank Central yang biasanya bertindak sebagai pengawas sistem pembayaran memimpin di setiap negara, dapat lebih mendukung segmen termiskin dan paling rentan dari populasi dengan mempromosikan industri yang kompetitif dan layanan pembayaran dinamis yang mencakup penyedia non tradisional,” kata pimpinan Focus Group ITU, Sacha Polverini.

Laporan kedua menganalisa peran stakeholder sektor publik dan swasta kunci yang bisa ikut berperan dalam pengembangan sistem pembayaran nasional, khususnya untuk pembayaran ritel.

Ericsson Siap Dukung Ekspansi 4G di Taiwan

0

Telko.id – Ericsson telah dipilih untuk menyediakan peralatan dan layanan untuk membantu Asia Pacific Telecom (APT) mengembangkan jaringan 4G LTE nasionalnya di Taiwan.

Perjanjian tersebut mencakup RAN LTE, peralatan Evolved Packet Core dan layanan seperti penggelaran jaringan, desain jaringan dan optimasi, integrasi dan pelatihan.

“Studi konsumen kami menunjukkan bahwa kinerja jaringan adalah pendorong utama untuk loyalitas pengguna ponsel. Dengan diperkenalkannya 4G / LTE dan optimasi terus menerus dari jaringan APT, pelanggan akan mendapatkan kualitas suara yang superior dan kecepatan lebih cepat di smartphone mereka,” kata Head of Ericsson Taiwan, Hakan Cervell seperti dilansir Cellularnews, Senin (19/9).

APT sendiri didirikan pada tahun 2000 dan merupakan bagian dari Foxconn Technology Group, sebuah OEM terbesar di dunia. APT memiliki 1,7 juta pelanggan mobile dengan pengguna 4G yang diperkirakan mencapai 70 persen.

Sementara itu Ericsson, yang merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar telah menyediakan LTE di hampir semua negara termasuk Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan. Selain itu, lebih dari 270 jaringan RAN LTE dan Evolved Packet Core juga telah disampaikan oleh perusahaan yang berbasis di Swedia ini di seluruh dunia, yang 200 diantaranya live secara komersial.

Ayah & Anak Dibui Lantaran ‘Ngakalin’ Panggilan VOIP Internasional

0

Telko,id – Duet ayah dan anak ditangkap di Bengal Barat, India jumat lalu. Keduanya diduga telah mengancam keamanan dan menyebabkan kerugian bagi pemerintah karena mengalihkan panggilan Voice Over Internet Protocol (VoIP) internasional ke jaringan telekomunikasi domestik untuk menghindari gateway internasional.

Ratan Shaw dan ayahnya, Ramesh Shaw ditangkap di Rishra di distrik Hooghly dalam serangan bersama yang dilakukan oleh Departemen Investigasi Kriminal dan Departemen Telekomunikasi.

Menurut polisi, seperti disadur ETTech, Senin (19/9), pasangan ayah dan anak ini telah mendirikan “instalasi ilegal” untuk mengalihkan panggilan VOIP internasional ke jaringan telekomunikasi domestik.

Keduanya dituntut atas beberapa pasal, termasuk kecurangan, menyebabkan kerugian, pemalsuan, konspirasi kriminal, intimidasi, dan niat biasa seperti juga diatur dalam UU IT dan Telegraph India.

Saat ini, baik peralatan untuk mengalihkan panggilan maupun SIM card telah disita dari keduanya.