spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1567

XL terapkan layanan upgrade kartu USIM XL 4G LTE secara mandiri

0

Telko.id – Untuk urusan mengajak konsumen ‘pindah’ agar dapat memaksimalkan layanan 4G, ini masih jadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi operator. Itu sebabnya, XL menerapkan upgrade kartu USIM XL 4G LTE secara mandiri. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah pengguna layanan 4G lebih cepat lagi.

“Pelanggan bisa mengganti sendiri kartu SIM lamanya menjadi kartu USIM 4G, tanpa datang ke outlet resmi XL, semisal XL Center. Pelanggan sudah mulai bisa memanfaatkan layanan ini sejak akhir Oktober 2015, ” ujar Yessie D. Yosetya, Direktur Service Management XL Axiata menjelaskan.

Dengan memanfaatkan layanan ini, pelanggan bisa lebih efisien dari sisi waktu dan tenaga, bahkan juga biaya, karena proses upgrade kartu ini dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun. Pelanggan pun tak perlu khawatir data yang ada di kartu lama akan berubah atau hilang. Bisa dipastikan semua yang ada di kartu lama, baik nomor ponsel, juga pulsa, dan paket yang telah dimiliki sebelumnya tidak akan berubah atau hilang.

Untuk bisa memanfaatkan layanan internet cepat 4G, kartu SIM pelanggan yang belum mendukung layanan 4G harus di ganti dengan kartu SIM 4G/USIM. Peluncuran layanan self-service upgrade kartu 4G ini adalah bagian dari upaya XL mempermudah adopsi penggunaan layanan 4G untuk pelanggan XL.

Langkah-langkah upgrade kartu SIM XL 4G LTE sendiri ini sangat ringkas. Pelanggan cukup membeli Kartu Perdana XL 4G di outlet-outlet terdekat mana saja, atau bisa juga mendapatkan kartu 4G khusus upgrade di outlet-outlet yang di tunjuk XL.

Caranya cukup mudah. Hanya dua langkah:
1.    Dengan masih menggunakan kartu lama, cukup tekan *123*46#. Selanjutnya, kartu lama dilepaskan dari ponsel.
2.    Kartu SIM 4G yang telah dipersiapkan sebelumnya di masukkan ke slot kartu di ponsel, lalu tekan *123*46#, dan restart ponsel. Setelah itu, nomor XL lama, pulsa, dan paket yang ada akan berpindah secara otomatis ke kartu SIM 4G.  Pelanggan dengan mudah bisa setting pilihan jaringan ke 4G LTE untuk bisa langsung menikmati layanan paket datanya di jaringan XL 4G LTE.

Apalagi XL juga memberikan bonus. Khusus bagi pelanggan XL yang sudah berlangganan selama paling kurang 3 bulan akan otomatis mendapatkan bonus kuota 12 GB dan 50 menit telpon ke semua operator setelah melakukan upgrade kartu 4G LTE.

Hingga saat ini jumlah pelanggan XL yang telah beralih menggunakan kartu USIM 4G sudah mencapai lebih dari 10 juta pelanggan. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan semakin mudahnya adopsi kartu USIM 4G, serta semakin meluasnya layanan 4G ke kota-kota baru.

Selain itu, tentunya minat pelanggan untuk beralih ke layanan 4G terus meningkat seiring dengan semakin bertambahnya kesadaran pelanggan dan masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari layanan 4G yang menghadirkan kecepatan dan kestabilan akses internet yang lebih baik.

Saat ini XL memiliki 72,500 BTS, dimana 6,600 BTS merupakan BTS 4G yang siap mendukung dan melayani pelanggan XL di 88 kota di Indonesia. Sejak awal peluncuran layanan XL 4G LTE, jumlah pelanggan 4G telah mencapai lebih dari 8 juta pelanggan. Implementasi 4G LTE akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan beberapa aspek kebutuhan masyarakat serta tingkat kesiapan ekosistemnya.

XL 4G LTE telah dapat dinikmati di Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Serang, Cilegon, Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Cianjur, Cirebon, Purwakarta, Sumedang, Yogyakarta, Bantul, Sleman, Gunung Kidul, Tegal, Pekalongan, Batang, Brebes, Semarang, Salatiga, Solo, Purwokerto, Surabaya, Sidoarjo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Malang dan Batu. Dan wilayah diluar Jawa, layanan XL 4G LTE telah ada di Batam, Medan, Deli Serdang, Pekanbaru, Palembang, Banyuasin, Belitung, Denpasar, Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Banjarmasin, Banjarbaru, dan Manado. (Icha)

Doku Luncurkan PaybyQR dari Dimo

0

Telko.id – DOKU, penyedia solusi pembayaran elektronik lokal pertama di Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah, dan Bank Indonesia dalam wujud nyata penyelenggaraan kegiatan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan kemudahan kepada pengguna uang elektronik DOKU dalam melakukan transaksi di merchant offline menggunakan layanan PayByQR dari DIMO.

“Solusi pembayaran melalui pemindaian kode QR ini merupakan alternatif pembayaran baru yang efisien, efektif dan aman untuk masyarakat Indonesia. Sistem ini terintegrasi dengan uang elektronik DOKU sehingga dapat langsung digunakan sebagai sumber dana atau berfungsi sebagai dompet digital (e-wallet) dalam bertransaksi,” ujar Himelda Renuat, CMO Nusa Satu Inti Artha (DOKU).

Dengan adanya sistem pembayaran ini, uang elektronik DOKU kini dapat digunakan di ribuan merchant offline bertanda khusus logo PayByQR. Sehingga pengguna uang elektronik DOKU punya lebih banyak pilihan untuk melakukan transaksi di merchant offline, setelah sebelumnya dapat digunakan untuk berbelanja di gerai Alfa Group seluruh Indonesia dengan menggunakan metode online token.

Mengacu pada laporan Ericsson Mobility Report, dimana penetrasi smartphone diperkirakan akan meningkat menjadi 98 persen hingga tahun 2021, DOKU optimis bahwa sistem pembayaran dengan pemindaian kode QR akan terus berkembang. Apalagi sistem pembayaran ini juga menawarkan dua keunggulan, yakni faktor otentifikasi dan respon cepat. Dua hal yang disajikan PT Dimo Pay Indonesia, selaku mitra DOKU, untuk sistem pembayaran PayByQR dari DIMO.

“PayByQR dari DIMO adalah teknologi yang memungkinkan penggunaan perangkat mobile untuk dapat melakukan transaksi pembayaran digital dengan cara yang sederhana cepat dan aman, ujar CEO PT Dimo Pay Indonesia (PayByQR), Brata Rafly. “Produk PayByQR dari DIMO ini dapat dihubungkan ke semua sumber dana apapun guna mendukung mobile users akses untuk dapat melakukan transaksi non-tunai, kapanpun dan dimanapun. Inilah keunggulan konsep agnostik yang diciptakan oleh DIMO. Fleksibilitas pengadopsian teknologi ini memungkinkan semua pihak dapat dengan mudah mengadopsi transaksi non tunai untuk kebutuhan hidup sehari-hari.”

Berdasarkan data OJK (Otoritas Jasa Keuangan), persentase investasi pada perusahaan fintech di kawasan Asia-Pasifik di kuartal pertama 2016, meningkat lebih dari 5 kali dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu dari USD 445 juta menjadi USD 2,7 miliar. Di negara berkembang seperti Indonesia, dengan tingkat penetrasi keuangan 35,8 persen (World Bank, 2014), fintech dapat mengambil peran guna mempercepat perluasan jangkauan layanan keuangan.

“Kerja sama dengan Doku adalah wujud dari salah satu misi DIMO dalam menciptakan ekosistem pembayaran non tunai yang terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat dan juga bentuk dukungan kami ke pemerintah dalam mewujudkan cashless society di Indonesia,” tambah Brata.

”Lewat sistem pembayaran PayByQR dari Dimo, kami ingin memanfaatkan momentum peningkatan fintech untuk mengajak lebih banyak orang menggunakan uang elektronik. Kami optimis bahwa dengan masih terbuka luasnya potensi industri uang elektronik di Indonesia, dimana sarana dan tempat dalam menggunakan uang elektronik semakin luas dan terus bertambah. Kami yakin layanan PayByQR akan dapat menggairahkan masyarakat untuk menggunakan uang elektronik,” terang Himelda.

Untuk itu, DOKU berkomitmen untuk terus mempercantik “wajah” uang elektronik dengan memberikan rasa aman dan menyajikan beragam kemudahan.

“Transaksi menggunakan PayByQR yang ada di aplikasi DOKU sangat mudah untuk dilakukan. Pengguna hanya perlu membuka aplikasi DOKU, meng-klik ikon Scan QR lalu mengarahkan kamera smartphone untuk memindai QR code yang ada di struk yang diberikan oleh kasir. Setelah itu muncul layar konfirmasi pembayaran lalu klik bayar dan tinggal masukkan pin. Praktis dan tidak ribet,” jelas Himelda.

Saat ini, layanan PayByQR yang ada di aplikasi DOKU sudah bisa digunakan di merchant-merchant bertanda khusus logo PayByQR yang telah terdaftar.

Sebagai informasi, DOKU yang lebih dulu menyasar segmen korporasi dengan bisnis model B2B, sebelum akhirnya masuk ke segmen consumer (pasca mendapatkan lisensi e-money tahun 2012 dan ijin Transfer Dana tahun 2015) telah memiliki lebih dari 1 juta pengguna, dengan jumlah merchant lebih dari 22.000 dan 15 mitra perbankan. Akhir tahun 2015, DOKU mengelola total transaksi online sebesar Rp8.5 Triliun, dan tetap menargetkan pertumbuhan sebesar 30-40 persen tiap tahunnya. (Icha)

XL Terapkan Teknologi 4,5G – 4T4R 4×4 MIMO

0

Telko.id – XL Axiata Tbk (XL) mulai mengimplementasikann teknologi 4T4R 4×4 MIMO untuk memaksimalkan kinerja layanan 4G LTE. Dengan teknologi ini, kecepatan akses internet akan bisa ditingkatkan hingga hampir 2 kali lipat, serta koneksi jauh lebih stabil.

Saat ini XL telah menerapkannya di beberapa kota utama di Indonesia, yang akan terus diperluas dan ke depan menjadi awal untuk penyelenggaraan layanan 4,5G. Implementasi 4T4R oleh XL ini merupakan yang pertama di Indonesia. XL dan Ericsson Indonesia melangsungkan live demo keunggulan teknologi 4T4R di Jakarta, Rabu (12/10). 

“Saat ini dan ke depan, XL fokus pada layanan 4G LTE. Selain terus memperluas cakupan wilayah layanannya, kami juga terus berupaya memaksimalkan performanya dengan menerapkan inovasi teknologi 4G LTE untuk meningkatkan experience pelanggan dan kapasitas jaringan,” ujar Yessie D. Yosetya, Chief Service Management XL menjelaskan.

Sebelumnya XL sudah melakukan ujicoba teknologi 4,5G lainnya yaitu LTE Carrier Aggregation dengan tiga frekuensi 900 MHz, 1800 MHz dan 2100 MHz, kemudian juga melakukan ujicoba LTE-LAA (License Assisted Access).

Pada pertengahan tahun ini XL juga sudah mulai melakukan implementasi 4T4R dengan 4×4 MIMO yang merupakan salah satu bagian dari teknologi 4,5G.

Kami sadar, teknologi akan terus berkembang dengan cepat, dan karenanya kami pun harus menyesuaikan diri agar selalu terdepan dalam inovasi teknologi ini. Semua hal ini kami lakukan antara lain sebagai bagian dari upaya kami memberikan layanan yang paling maksimal untuk pelanggan dan masyarakat,” ujar Yessie menambahkan.

Secara teknis 4T4R merupakan teknologi untuk meningkatkan kecepatan akses data dan kestabilan layanan XL 4G LTE dengan menggunakan teknologi kombinasi multi signal, yaitu kombinasi 4 sinyal transmit dan 4 sinyal receive. Artinya, teknologi ini memancarkan data dengan kombinasi 4 sinyal sekaligus dan menerima data dari kombinasi 4 sinyal sekaligus.

Dengan demikian, dibandingkan dengan teknologi sebelumnya (2T2R), kecepatan akses internet cepat 4G yang didapatkan pelanggan akan meningkat hingga hampir 2 kali lipat dari kecepatan sebelumnya.
“Yang menarik dari demo ini adalah dengan bandwidth yang sama, yaitu 20 MHz, kita bisa mendapatkan kecepatan transfer data yg tinggi yang hampir mencapai 300 Mbps,” ujar Thomas Jul, Presiden Direktur, Ericsson Indonesia, menjelaskan.

Semua itu hanya dapat dilakukan dengan teknologi 4×4 MIMO dimana kecepatan transfer data yang didapatkan oleh user mencapai 2 kali lipat daripada yang didapatkan dengan teknologi sebelumnya yaitu 2×2 MIMO. Dengan 2×2 MIMO, kecepatan transfer data maksimum hanya mencapai hampir 150 Mbps. Dengan mengaplikasikan teknologi 4T4R, memungkinkan XL Axiata dapat memberikan akses yang prima bagi pelanggannya di mana pun dan kapan pun.

Teknologi 4T4R juga memiliki keunggulan untuk akses di dalam ruangan. Sinyal di dalam ruangan akan lebih kuat dan stabil, yang akan juga memungkinkan hemat baterai di sisi ponsel pelanggan.

Saat ini XL telah menerapkan teknologi 4T4R ini di 4 kota 4G LTE utama XL, yaitu Jabotabek, Bandung, Surabaya, dan Denpasar. Secara bertahap XL akan terus memperluasnya ke kota-kota lain berdasarkan kebutuhan pelanggan dan masyarakat.

Dengan kecepatan dan tingkat kestabilan koneksi yang bisa dimaksimalkan, layanan 4G XL akan bisa menghadirkan manfaat yang lebih besar lagi untuk menunjang berbagai kebutuhan, seperti antara lain di bidang kesehatan, pendidikan, teknik, industri, serta tentunya hiburan.

Sesuai dengan keinginan pemerintah untuk bisa menerapkan teknolohi 4,5G di Asian Games 2018, implementasi 4T4R oleh XL ini sekaligus sebagai langkah awal menuju ke pemenuhan harapan tersebut. XL berkomitmen, hingga tahun 2018, akan mampu mengimplementasikan teknologi 4,5G secara lebih luas, termasuk di kota-kota penyelenggara Asian Games, yaitu Palembang dan Jakarta.(Icha)

 

 

Terinspirasi Dari Program Ambisiku, Tri Hadirkan Starter Pack Baru

0

Telko.id – Hutchison Three Indonesia meluncurkan produk baru yang terinspirasi dari program #Ambisiku yang digelar sejak beberapa bulan lalu.

Program yang menyasar kalangan anak muda yang hendak mewujudkan ambisinya ini telah berhasil menjaring 18 juta generasi muda lewat campaign digital di sosial media. Program yang telah digelar di tiga kota besar di Indonesia yakni Bandung, Yogyakarta serta Makassar ini menemukan berbagai kendala yang dihadapi anak muda untuk mengembangkan kreatifitas mereka seperti keuangan, kurangnya akses internet dan kesempatan untuk menhembangkan kreatifitas mereka menjadi sesuatu untuk di monetisasi. Festival ambisiku mengangkat 150  merek lokal  anak indonesia.

Dolly Susanto, CCO Tri Indonesia berujar, generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi positif bagi perekonomian negara.

img_20161012_131253

“Sudah terbukti Industri kreatif dimotori oleh tokoh muda Indonesia. Anak muda Indonesia membutuhkan dukungan dari provider telekominikasi seluler karena mayoritas anak muda menggunakan smartphone untuk mendapatkan inspirasi serta peluang usaha terkait dengan ambisi mereka,” ujar Dolly pada saat Jumpa Media di Kantor Hutchison Tri Indonesia, Jakarta (12/10).

Program Baru

Tri Indonesia mengklaim telah memiliki jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia dan mengaku akan mengupgrade jaringan 4G di 15 kota lagi di Indonesia dalam waktu dekat. Sampai dengan saat ini, jumlah total arus data Tri Indonesia sudah mencapai 1700TB/hari. Dengan mayoritas dimanfaatkan oleh pengguna untuk bersosial media dan streaming video.

Berbekal data dari campaign yang dilaksanakan oleh operator di beberapa kota tadi, Tri Indonesia akhirnya melincurkan produk baru yang terwujud pada kartu perdana #Ambisiku Always On yang memiliki solusi lengkap bagi para generasi muda untuk kebutuhan berinternet mobile.

Kartu perdana terbaru dari Tri Indonesia ini memiliki tiga varian paket yakni paket 30GB, 40GB dan 50 GB yang memiliki range harga yang disarankan pada Rp. 175.000,- hingga 250.000,-. Selain mendapatkan tiga varian kuota tersebut, pengguna juga akan langsung mendapatkan bonus pulsa sebesar Rp.125.000,- yang bisa digunakan untuk melakikan panggilan melalui tradisional voice ke semua operator di Indonesia dan 7 negara asing seperti Singapura, Hong Kong. Malaysia, Amerika Serikat, China, Thailand, serta India.

Sedangkan, tarif nelpon untuk kartu perdana ini sebesar Rp. 500,- per nelpon pada jam sibuk dengan Fair Usage Policy (FUP) selama 1 jam per nelpon.

Sementara itu, disinggung mengenai behaviour pengguna mereka. ARPU untuk tarif voice sebesar 15 menit per hari dengan total voice mencapai 44 juta menit/hari. Sedangkan untuk ARPU data mencapai 3 GB perbulan dengan total pelanggan mencapai 56.5 juta hingga semester pertama tahun ini.

Malang dan Sidoarjo Catatkan Diri Sebagai Pasar Terbesar Alfacart.com

0

Telko.id – Malang dan Sidoarjo di Jawa Timur menjadi pasar paling besar bagi Alfacart.com. Secara wilayah, Jawa Timur tercatat sebagai pasar terbesar, dengan 42 persen, disusul Jabodetabek dengan 33,69 persen dan Jawa Tengah dengan 17,66 persen.

Untuk peringkat per kota, Malang menjadi kota dengan jumlah transaksi terbesar pertama dengan catatan angka 12,06 persen, sementara DKI Jakarta dan Sidoarjo menyusul dibawahnya dengan persentase 14,212 persen dan 6,061 persen, masing-masing.

“Data transaksi terbaru Alfacart.com di tiga bulan pasca peluncuran sangat menggembirakan bagi kami karena selain kehadiran Alfacart.com disambut baik oleh pasar, kami juga menemukan fakta baru bahwa pasar e-Dagang tidak lagi hanya terkonsentrasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Wilayah di luar Jakarta, seperti Malang dan Sidoarjo, serta kota-kota lain seperti Rembang dan Klaten Jawa Tengah, Pontianak, serta Makassar pun menjadi pasar yang harus semakin kami cermati agar kami kian tepat dalam menghadirkan layanan yang sesuai dengan karakteristik kebutuhan mereka yang tentunya sangat beragam,” kata Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Executive Officer, Alfacart.com dalam keterangan resmi, (11/10).

Banyaknya transaksi dari luar wilayah Jakarta, diakui Catherine, mengindikasikan tingginya keinginan konsumen, terutama yang tinggal di daerah-daerah, untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh barang atau produk-produk terkini, dengan kualitas sama, periode waktu yang tidak berbeda, dan harga yang tidak terlalu timpang atau bahkan setara. “Melalui pembelian di Alfacart.com, kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat terpenuhi,” imbuhnya.

Selain fashion dan gadget, makanan dan minuman, keperluan rumah dan dapur, serta alat perlengkapan kantor yang biasanya banyak dibeli konsumen secara langsung juga menjadi kategori produk yang paling diminati oleh pelanggan.

Untuk kategori makanan dan minuman bahkan menempati posisi teratas di beberapa kota, termasuk Malang dan Sidoarjo. Kategori produk-produk lain yang kini banyak diminati adalah kategori kebutuhan bayi, anak dan mainan, kesehatan dan kecantikan.

Catatan menarik lainnya dari laporan triwulan Alfacart.com, pendekatan belanja O2O khususnya Layanan Pick Up di Toko Alfamart mendapatkan respon tinggi dari para pelanggan, baik pelanggan di wilayah Jakarta yang terkenal dengan gaya hidup urbannya, maupun pelanggan di luar Jakarta.

Sebanyak 84 persen pelanggan di wilayah Jakarta dan 90,73 persen pelanggan di luar Jakarta melakukan pengambilan barang di toko Alfamart yang berfungsi sebagai pick up point.

Menurut Catherine, kecenderungan mayoritas pelanggan untuk memilih mengambil atau membayar barang-barang yang dibelinya di toko-toko Alfamart yang menjadi pick up point merupakan konfirmasi efektivitas kolaborasi Alfacart.com dengan lebih dari 7000 toko Alfamart di seluruh wilayah Indonesia. “Kenyamanan, keamanan bertransaksi dan kepastian kualitas barang yang diterima menjadi pendorong bagi pelanggan untuk lebih memilih layanan inovatif dari Alfacart.com ini,” ungkapnya.

Layanan O2O juga membantu para konsumen yang belum memiliki kartu debit atau kartu kredit untuk tetap dapat menikmati belanja kebutuhannya di Alfacart.com.

Kedepan, layanan-layanan inovatif yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan akan semakin ditingkatkan keberadaannya, selaras dengan komitmen Alfacart.com untuk selalu menjadi yang terdepan di industri e-Dagang Indonesia.

XL Targetkan Pendapatan Rp.1 Triliun Dari Mobile Broadband di 2017

0

Telko.id – XL melihat bahwa kebutuhan akan mobile broadband di Indonesia masih sangat besar. Terlebih adanya program pemerintah Indonesia Broadband Plan. Yang akan membawa seluruh Indonesia mendapat koneksi broadband pada tahun 2019 mendatang. Itu sebabnya, XL meluncurkan layanan mobile broadband melalui router atau MiFi.

“Minimal pada akhir 2017 mendatang ada 2 juta pelanggan pengguna mobile broadband dan minimal akan memperoleh pendapatan Rp.1 Triliun. Itu belum termasuk program bundling,” ujar Rashad Javier Sanchez, Senior Advisor Transformation Projects XL menjelaskan di Jakarta, Senin.

Layanan mobile broadband atau MBB merupakan layanan terbaru dari XL yang segera akan diluncurkan ke pasar. Layanan ini menggunakan perangkat router atau MiFi untuk koneksi internet cepat 4G secara WiFi ke 10 hingga 32 smartphone atau laptop. Dengan demikian, layanan ini bukan mensasar untuk kebutuhan perorangan saja, tetapi juga tempat usaha maupun starup yang membutuhkan koneksi untuk memberikan layanannya maupun memenuhi kebutuhan berbisnisnya.

Setidaknya, saat ini XL sudah mempersialkan 250 ribu paket MBB yang telah siap dipasarkan melalui berbagai outlet penjualan di seluruh kota 4G. XL mengklaim bahwa device dalam paket MBB memiliki spesifikasi teknis terbaik di kelasnya untuk dapat digunakan secara maksimal pada jaringan 4G LTE. Di dukung oleh jaringan 4G yang berkualitas yang dilengkapi dengan teknologi 4T4R atau 4-transmit-4-receiver dan alokasi spektrum sebesar 15 MHz, XL yakin layanan MBB akan mampu memberikan kestabilan dan kecepatan akses internet hingga 150Mbps.

Untuk layanan MBB XL ini, nantinya akan ada pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan para pengguna. Ada XL Go, XL Home dan XL Biz.

Selain memang melihat potensi pasar yang ada, XL juga menyakini bahwa dengan device router atau MiFi ini akan memberikan pengalaman berkoneksi dengan internet yang lebih baik pada pelanggan. Alasannya, router atau MiFi mengkonsumsi baterai yang lebih sedikit. Dapat bertahan hingga 6 jam jika digunakan oleh 10 orang bahkan lebih lama lagi jika yang menggunakan hanya kurang dari itu. Selain itu, antena pada device khusus sehingga untuk daya tangkap sinyal jauh lebih efektif dan optimal. Itu sebabnya, walaupun XL harus melakukan investasi diawal untuk device, langkah ini tetap dilakoni oleh XL. (Icha)

Semakin Kompak, KPPU Sarankan Dua Operator Ini Untuk Merger

0

Telko.id – Awal pekan ini nampaknya menjadi pekan yang buruk bagi dua operator besar Tanah Air yakni Indosat Ooredoo dan XL Axiata. Pasalnya, dua operator ini tengah disorot oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), selain terindikasi kartel dan price fixing, keduanya juga dicurigai terlibat kepemilikan silang alias cross-ownership.

“Kalau mereka apa-apa selalu bersama dan bersepakat, padahal kalau dilihat dari lisensi mereka harusnya berkompetisi, kenapa Indosat dan XL tidak merger saja?”ujar Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf di Jakarta, ketika dihubungi tim Telko.id (10/10).

Kekompakkan ini sejatinya perlu agar tidak terjadi persaingan kotor antar operator di Tanah Air. Namun, KPPU tetap pada rencananya untuk memanggil kedua operator tersebut terkait laporan dugaan kartel setelah membentuk perusahaan bernama PT One Indonesia Synergy. Menurut Syarkawi, surat panggilan telah dikirimkan kepada Indosat dan XL.

Selain mendalami kasus dugaan kartel ini, KPPU juga mencium gelagat telah terjadi persekongkolan tarif alias price fixing. Dimulai dari Indosat yang mengumbar tarif Rp 1 per detik (Rp 60 per menit) untuk panggilan off-net pada pertengahan 2016 lalu, kemudian dilanjutkan XL Axiata yang mengeluarkan program serupa Rp 59 per menit.

Aksi pemasaran itu tetap dilakukan Indosat dan XL meskipun penetapan tentang tarif baru interkoneksi tengah ditangguhkan. Dari situ timbul kecurigaan KPPU ada aroma persekongkolan penetapan tarif untuk menjatuhkan Telkomsel melalui usaha yang tidak sehat.

Dari indikasi itu pula, timbul kecurigaan KPPU adanya cross-ownership antara Indosat dan XL. Pasalnya, alih-alih berkompetisi, kedua operator itu terkesan sangat dekat dan saling berkolaborasi dalam beberapa tahun terakhir ini.

“Ibaratnya mereka bangun satu rumah dengan dua kunci. Sulit untuk saling percaya satu sama lain di saat keduanya benar-benar berkompetisi, kecuali pemiliknya memang sama, cross-ownership,” ujarnya.

Dugaan kasus kepemilikan silang atau cross-ownership ini juga tengah didalami KPPU. Selain memanggil Indosat dan XL, KPPU juga akan meminta keterangan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

“Kami sudah kirim surat kepada Indosat dan XL, selain itu kami juga meminta keterangan Pak Rudiantara. Nanti akan kami undang semua termasuk rekan-rekan media,” pungkas Syarkawi.

Penyidikan dugaan terjadinya kepemilikan silang, berlandaskan pasal UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, pasal 27 A.

Kepemilikan silang, menurut KPPU, tak hanya dilihat dari presentase kepemilikan perusahaan, tapi dari kebijakan (conduct) perusahaan dalam menetapkan tarif.

Perang tarif tentunya wajar terjadi, apalagi setelah perubahan tarif interkoneksi tidak lagi ditangguhkan. Kembali lagi, konsumen yang menjadi pengambil keputusan pada akhirnya. Apakah akan menggunakan layanan dari operator A ataupun menggunakan layanan dari pesaingnya. Well, semoga saja pada akhirnya pelanggan tidak dirugikan atas polemik ini.

Teknologi Huawei Sentuh Kecepatan 27Gbps

0

Telko.id – Huawei telah mengumumkan bahwa mereka berhasil mencapai kecepatan downlink hingga 27Gbps menggunakan Polar Code, sebuah inovasi baru dalam teknologi coding saluran 5G

Selama uji coba lapangan di lingkungan baik statis maupun mobile, Huawei mampu menunjukkan bahwa teknologi  polar code secara bersamaan dapat memenuhi definis kasus penggunaan khas 5G versi ITU, yang melibatkan kecepatan dalam puluhan gigabit, 1ms latency dan miliaran koneksi.

Perusahaan asal Tionkok tersebut juga mengatakan bahwa polar code menunjukkan tiga kali efisiensi spektrum dibandingkan dengan jaringan RAN saat ini.

Dilaporkan TelecomAsia (10/10), polar code dirancang untuk memungkinkan efisiensi spektrum yang secara signifikan lebih tinggi daripada teknologi akses seluler saat ini dan untuk memungkinkan decoding dengan kompleksitas linear.

Di sisi encoding, polar code dapat mengoptimalkan kapasitas saluran dekat dengan Shannon Limit, yakni kapasitas tertinggi teoritis saluran komunikasi sebelum terciptanya noise.

Disamping itu, percobaan lapangan juga mempertimbangkan penggunaan gelombang milimeter dan beberapa sesi paralel berdasarkan ukuran paket pendek dan besar.

Pekan lalu Huawei dan Telus dari Kanada juga mempublikasikan pencapaian ujicoba hasil lab 5G dengan kecepatan puncak yang menyentuh 29.3Gbps, dekat dengan 200 kali lebih cepat dari standar LTE saat ini. Uji coba tersebut juga dirancang untuk mensimulasikan kondisi dunia nyata.

Truemoney Targetkan 2.5 juta Transaksi Diakhir 2016

0

Telko.id – Truemoney adalah layanan uang elektronik yang diberikan oleh Witami Tunai Mandiri. Saat ini, mengklaim bahwa layanannya sudah menguasai pasar ketiga terbesar di Indonesia. Targetnya sampai akhir tahun ini menjadi nomor dua.

Untuk mencapai target tersebut Truemoney perlu memperluas jaringannya. Pertama dengan menambah jumlah EDC atau Electronic Data Capture. Sampai akhir tahun akan ada penambahan 23 ribu device lagi. Di mana, saat ini Truemoney baru memiliki 18 ribu unit.

Lalu akan meningkatkan penggunaan Truemoney melalui device Android. Selain itu juga menambah jumlah kemitraan. Dalam waktu dekat ini akan bekerjasama dengan Alfamart.

“Kita akan genjot tambahan sekitar 23 ribu agen baru pengguna mesin EDC TrueMoney di 10 provinsi sampai akhir tahun 2016. Agen ini diharapkan terjun langsung untuk mengedukasi uang elektronik TrueMoney,” ujar Joedy Wisoeda, Country Director TrueMoney Indonesia, saat berbincang dengan media di Generali Tower, Kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/10/2016).

Pangsa pasar e-money sendiri di Indonesia sangat besar. Saat ini, penduduk Indonesia yang menggunakan cara bayar cashless, termasuk didalamnya penggunaan ATM dan kartu kredit hanya 3% dari total penduduk. Sisanya masih melakukan transaksi tunai.

Kondisi ini lebih disebabkan karena jangkauan dari digital money ini terbatas. Perbankan sendiri lebih bersifat sebagai tempat menyimpan uang sehingga untuk pengembangan digital payment pun masih lambat dan terbatas.

“Ekosistem untuk digital money sendiri masih belum terbentuk sempurna. Masih melakukan dengan entity nya masing-masing. Itu sebabnya, kami akan coba masuk ke perusahaan telko untuk kerjasama. Selain itu juga dengan perbankan yang belum memiliki layanan digital payment,” sahut Joedy menjelaskan.

Namun, langkah tersebut tidak mudah. Perlu ada penyesuaian system di Truemoney. “Perlu ada API atau Application program interface untuk setiap kemitraan. Tapi kita, sudah mampu melakukannya. Tinggal penjajakan kerjasama saja yang sedang dilakukan agar dapat terealisasi,” ujar Joedy.

Itu sebabnya, Truemoney sangat optimis bahwa dengan sistem yang dimiliki akan mampu menggaet pengguna yang akan sekaligus juga menjadi agen tersebut akan mampu menguasai pasar digital paymen ini.

“Untuk antisipasi peningkatan transaksi, kami saat ini sedang melakukan transisi system di back end dan memindahkan Disaster Recovery Center atau DRC menjadi lebih besar. Setidaknya dapat menangani 2.5juta transaksi setiap harinya,” ujar Joedy menambahkan.

Saat ini Truemoney sudah menguasai pasar layanan uang elektronik di Indonesia sebesar 13 persen atau menempati posisi ketiga setelah e-money Mandiri dengan pangsa pasar sekitar 46 persen dan XL Tunai dengan 15 persen. Penambahan agen baru menjadi jalan TrueMoney merebut posisi kedua layanan uang elektronik di Indonesia.

Untuk diketahui, TrueMoney merupakan layanan keuangan digital yang diprakarsai PT Witami Tunai Mandiri. Pengguna TrueMoney bisa melakukan transaksi mulai dari top up, pembayaran tagihan, pembelian di merchant yang bekerjasama dan transfer dana. (Icha)

KPPU Endus Persekongkolan Tarif Seluler, Benarkah?

0

Telko.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencium aroma persaingan usaha yang tidak sehat dari dua operator seluler Indosat Ooredoo dan XL Axiata. Selain terindikasi kartel atas bentukan usaha patungan bernama PT One Indonesia Synergy, KPPU juga mencium gelagat price fixing dalam penetapan tarif telepon lintas operator (off-net) di luar Jawa.

“Kami akan memanggil Indosat dan XL karena ada tiga indikasi dugaan kartel yakni price fixing, market allocation, dan output restriction,” ujar Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf berdasarkan keterangan pers yang diterima tim Telko.id (10/10).

Untuk price fixing atau kesepakatan penetapan harga ini, Syarkawi menilai indikasi ini terlihat sejak polemik tentang revisi PP No. 52 dan 53 Tahun 2000 mencuat, khususnya soal ribut-ribut interkoneksi dan network sharing.

“Kami akan mendalami lagi soal polemik tarif off-net dalam interkoneksi ini. Karena ada tiga komponen biaya dalam skema tarif, dan tiap operator berbeda-beda pengeluarannya untuk bangun jaringan. Ada yang patuh, ada yang tidak, meskipun lisensinya sama-sama nasional,” ujarnya.

Syarkawi pun menilai, pemerintah harusnya bisa menerapkan reward and punishment bagi seluruh operator sesuai dengan lisensi yang dimilikinya. Jika punya lisensi seluler, maka ia menilai, operator harus bangun jaringan secara nasional.

“Harus ada reward and punishment bagi yang patuh dan tidak patuh. Harus dihitung pula mekanisme kompensasinya bagi operator yang patuh bangun jaringan, misalnya Telkomsel,” tegasnya.

Baca Juga : Terkait Dugaan Kartel, KPPU Panggil Dua Operator Ini

Jika melihat skema tarif yang ditawarkan Indosat dan XL, bisa dipastikan adanya subsidi mengingat biaya cost recovery XL adalah Rp 65 per menit dan Indosat Rp 86 per menit, untuk panggilan lintas operator.

Sementara cost recovery Telkom dan Telkomsel sebesar Rp 285 per menit, Smartfren Telecom Rp 100 per menit dan Hutchison 3 Indonesia (Tri) Rp 120 per menit.

Dari sisi penguasaan pasar seluler nasional, Telkomsel mendominasi 45%, setelah itu disusul Indosat 21,6%, Tri 14,4%, dan XL 14%. Sedangkan untuk pasar di luar Jawa, lebih dari 80% dikuasai Telkomsel, sementara pesaing terdekatnya, Indosat dan XL, tak lebih dari 5%.

Terkait pemanggilan ini, VP Corporate Communication XL Axiata mengaku bahwa Ia belum paham dengan pemanggilan ini dan belum bisa memberikan komentar apa-apa terkait dengan pemanggilan KPPU. Meskipun demkian, dia mengakui adanya undangan dari KPPU untuk melakukan pertemuan.

“Undangan memang ada sejak Selasa pekan lalu tapi kami belum tahu atas isu apa,” ujarnya saat ditemui di Jakarta (10/10).

Senada dengan Turina, pihak Corporate Communication Indosat juga tidak mau berkomentar banyak terkait dengan hal ini. Namun mereka berjanji akan terus memberikan update informasi terkait pemanggilan oleh KPPU.