spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1547

Blaupunkt Siap ‘Gempur’ Pasar Dengan 3 Produk

0

Telko.id – Setelah awal tahun masuk ke Indonesia, Blaupunkt produsen smartphone asal Jerman ini seperti tiarap. Belum ada produk baru lagi masuk ke pasar. Rupanya, banyak hal yang perlu dibenahi dalam pendistribusian produknya. Namun, di awal 2017 nanti Blaupunkt siap gempur pasar lagi.

“Kami sudah persiapkan tiga produk. Salah satunya adalah flagship kami. Ditunggu saja. Kami juga tetap akan mengangkat keunggulan Blaupunkt, yakni sebagai soundphone. Suaranya akan begitu jernih dan akan nyaman saat mendengarkan musik melalui Balupunkt smartphone kami,” ujar Sopyan Shori Wahyudi, Trade Marketing and Roadshow Blaupunkt Indonesia di sela-sela pameran BRI Indocomtech 2016.

Sopyan juga menyebutkan bahwa “Blaupunkt akan mengubah strategi marketing. Jika dulu menggunakan jalur pendistribusian menggunakan perusahaan distribusi, kini kami akan menjalin kerjasama langsung dengan dealer di daerah. Kami juga akan menempatkan promotor untuk lebih mendorong penjualan lebih baik lagi”.

Saat ini, Blaupunkt sedang menuntaskan kerjasama dengan dealer daerah ini. Terutama di Surabaya, Palembang, Padang, Jawa Barat, Pekanbaru, Aceh dan Batam. Targetnya adalah mengalahkan Oppo yang kini begitu gencar merangsek ke pasar bahkan merek ini pun sangat membuat Samsung ketar-ketir.

Untuk itu, sudah ada tiga produk 4G yang dipersiapkan oleh Blaunpunkt untuk menggempur pasar smartphone di Indonesia. Produk tersebut adalah Blaunpunkt S1, S2 dan J2. Ke tiganya akan mengusung soundphone karena memang produk-produk Blaupunkt sangat terkenal dengan sound-nya. Sehingga kekuatan itu juga yang di bawa ke dalam smartphone Blaupunkt.

Agar dapat menyesuaikan dengan peraturan pemerintah berkenaan dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeriu, Blaupunkt bekerjasama dengan Sat Nusapersada atau Sat Nusa yang memiliki manufaktur di Batam. Dengan demikian, produk Blaupunkt pun akan memiliki kandungan lokal 30% sesuai dengan aturan pemerintah. Targetnya adalah memenuhi katagori hardware.

Untuk mendorong penjualan, Blaunpunkt juga akan bekerjasama dengan operator. Rencananya, operator plat merah yang akan digandeng. Hanya saja, saat ini masih dalam penjajakan kerjasamanya. (Icha)

Banyak Diskon di BRI Indocomtech 2016

0

Telko.id – BRI Indocomtech 2016 berlangsung kian semarak. Pengunjung semakin membanjiri area pameran TIK terbesar di Indonesia ini, bahkan kemarin ketika demonstrasi yang juga berlangsung di Jakarta. Aura akhir pekan semakin terasa ketika menjelang Jumat sore (4/11), pengunjung semakin memenuhi booth-booth peserta. Hingga Jumat 4/11 tercatat 81.147 orang telah menggunjungi Pameran BRI Indocomtech 2016.
 
Area online games pun tidak kalah ramai. Dari pameran dibuka hingga menjelang malam, tampak peserta mengular untuk mencoba games-games baru yang disediakan oleh Ragnarok Online Games. Pada siang hari, Ragnarok Online mengumumkan bahwa games MMORPG, games legendaris yang telah dipublikasikan secara resmi oleh LYTO, akan dilanjutkan oleh publisher baru, Gravindo.
 
Gravindo merupakan sebuah publisher baru hasil kerjasama antara Gravity, Inc. Korea, perusahaan pengembang games Ragnarok asal Korea dengan LYTO, games publisher di Indonesia. Gravindo akan fokus untuk mengembangkan merek Ragnarok Online di Indonesia. Selain dari Ragnarok versi PC, Gravindo juga akan mempublikasikan Ragnarok versi Mobile dan Web Browser.
 
Tema “Gadget is Everywhere” juga tercermin dari area pameran Hall B yang menyajikan berbagai produk yang mendukung kelengkapan yang mendukung gadget seperti aksesories, kabel data, power bank dan sebagainya. Area ini juga diisi oleh eksibitor dari berbagai negara yang mencari distributor di Indonesia untuk memasarkan produk-produk mereka. Selain itu, tujuan mereka mengikuti BRI Indocomtech 2016 ini adalah untuk bertemu langsung dengan calon konsumen dan mendengarkan kebutuhan konsumen di Indonesia akan gadget dan aksesoris pendukungnya.

Peserta lain juga semakin gencar menawarkan promo dan hadiah-hadiah menarik. Blibli.com salah satunya, Blibli.com menggelar berbagai program promo seperti “Happiness Bag with Lenovo”, “Buy Online Pick Up @Indocomtech” selama BRI Indocomtech berlangsung dan berhasil menarik antusiasme pengunjung selama pameran berlangsung.

“Setiap tahun, saya selalu mampir ke Indocomtech, banyak diskon menarik dan teknologi baru yang membuka wawasan saya. Kebetulan memang lagi perlu gadget baru dan beberapa aksesories komputer. Terlebih, tahun ini Indocomtech barengan sama IMOS. Banyak motor-motor baru yang diluncurkan. Bakalan betah saya seharian disini,”ujar Andry, seorang pengunjung yang menghabiskan akhir pekannya di BRI Indocomtech 2016.

Booth QLUE juga menghadirkan aktivitas bagi pengunjung. Bekerjasama dengan berbagai komunitas di Jakarta, antara lain HiLo Green Lifestyle dan SmokeFree Jakarta, QLUE mendukung kampanye mereka. Komunitas HiLo Green Lifestyle mengajak pengunjung untuk berbincang mengenai gaya hidup hijau yang sudah dilakukan di rumah masing-masing sedangkan SmokeFree Jakarta memberikan langkah-langkah pengaduan bagaimana jika seseorang melihat perokok di kawasan yang seharusnya bebas asap rokok. SmokeFree Jakarta berharap pengaduan yang dilakukan melalui aplikasi QLUE ini akan segera mendapatkan respon dari pemerintah.

BRI Indocomtech 2016 juga menghadirkan berbagai program menarik lainnya seperti program lelang BRI yang memperebutkan gadget-gadget spektakuler setiap harinya. Hari ini, peserta lelang memperebutkan 1 Kamera Fujifilm XA-2, 1 Samsung Galaxy S7 Edge dan 1 iPhone 6S. Pengunjung dapat mengikuti lelang gadget spektakuler hanya dengan melakukan transaksi minimal Rp 30.000 untuk mendapatkan 1 tiket lelang. Tidak ketinggalan, BRI juga menawarkan kesempatan terbang gratis bagi nasabahnya melalui promo redeem BRI Point Kartu Kredit BRI.

BRI Indocomtech 2016 yang diikuti oleh 300 eksibitor dari bidang telekomunikasi, komputer, software, games, smartphone, produk elektronik, serta aksesoris ini dibuka hingga 6 November 2016 dengan harga tiket masuk hanya Rp 15.000 per orang untuk hari Rabu – Kamis, sedangkan pada hari Jumat – Minggu, pengunjung dapat membeli tiket masuk seharga Rp 20.000 per orang.
 
BRI Indocomtech 2016 diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Motorcycle Show di Assembly Hall dan diikuti oleh merek-merek sepeda motor bersama dengan berbagai aksesories, apparel dan sparepart sepeda motor yang tentunya tidak kalah menarik. (Icha)

Business Matching pun Terjadi di BRI Indocomtech 2016

0

Telko.id – Mewujudkan visi untuk menjadi Jendela Perkembangan Industri TIK Nasional yang memberikan gambaran langsung kepada masyarakat Indonesia maupun dunia internasional tentang posisi dan kemampuan industri TIK Indonesia, BRI INDOCOMTECH 2016 hari ini sukses menggelar program Business Matching.

Penggunaan internet yang semakin lama semakin tinggi di Indonesia menjadi salah satu pendorong gelombang digital. Berdasarkan data dari pemerintah, pengguna internet di tahun 2016 sudah 80 juta atau sekitar sepertiga dari jumlah populasi Indonesia dan diprediksikan akan terus meningkat hingga mencapai 215 juta orang pada tahun 2020 nanti.

Pesatnya pertumbuhan akan penggunaan internet ini menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan ekonomi berbasis digital di Indonesia, khususnya di sektor e-commerce. Besarnya potensi industri TIK untuk kesejahteraan mendorong pemerintah untuk lebih menggalakkan ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Di sisi lain, besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia juga merupakan sebuah peluang bisnis yang besar untuk para pelaku industri asing untuk berinvestasi dan membuka usaha di Indonesia. Kedua hal ini menjadi dasar dari pelaksanaan program Business Matching BRI INDOCOMTECH 2016.

Dibuka oleh Ir. Rudy D Muliadi, Sekretaris Jenderal APKOMINDO Indonesia, Victor Aritonang, Ketua KADIN Jakarta Pusat, Kenny Japar, Client Solution Services Blibli.com dan dihadiri oleh Ari Satria, SE, MA, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, program Business Matching ini mempertemukan puluhan pelaku usaha asing dan tanah air untuk berbincang dan membuka peluang bisnis baru.

Ari Satria, SE, MA, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dalam sambutannya di acara Business Meeting BRI INDOCOMTECH 2016 menyatakan dukungan pemerintah kepada pelaku usaha di sektor tersebut.

Dalam presentasinya, ia menjelaskan salah satu program Kementerian Perdagangan Indonesia adalah dengan melakukan upaya digital marketing, yakni pembuatan konten promosi digital produk Indonesia, pemanfaatan media sosial, dan Search Engine Optimization. Diharapkan dengan dukungan penuh pemerintah, para pelaku industri kreatif dapat mewujudkan visi Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar dunia di tahun 2020.

“Pasar e-commerce Indonesia sejak dari 2012 sampai 2016 bertambah sekitar 39% dan mungkin akan terus meningkat jauh hingga tahun depan. Angka ini merupakan yang tertinggi di antara negara ASEAN,” ujar Victor Aritonang, Ketua KADIN Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Victor menyatakan bahwa “Kami sangat mendukung acara Business Matching ini dan berterima kasih kepada para pelaku industri asing yang hadir atas untuk antusiasmenya untuk saling berbagi bersama pelaku industri TIK tanah air dan berupaya untuk saling menguntungkan.”
Program Business Matching ini merupakan yang pertama kali digelar di ajang BRI Indocomtech 2016 dan berhasil diikuti oleh lebih dari 80 peserta yang terdiri pelaku-pelaku industri TIK, dengan 31 diantaranya berasal dari Indonesia.

Seiring dengan semangat “Gadget is Everywhere”, MNC Play, salah satu penyedia layanan teknologi internet di Indonesia, meluncurkan layanan terbarunya seraya memberikan edukasi akan konsep rumah cerdas yang terhubung dengan internet kepada para pengunjung pameran.

Inovasi dihadirkan melalui MNC Play Smart Home yang akan menghadirkan fitur masa depan di rumah pelanggan. Teknologi ini memungkinkan pelanggan untuk memantau aktivitas di rumah melalui CCTV yang terkoneksi dengan gadget yang dimiliki, menyalakan dan mematikan produk elektronik di rumah seperti: TV, AC, lampu dan produk elektronik lainnya hanya dengan menekan tombol di aplikasi yang sudah terpasang di gadget pribadi pelanggan. Bahkan hanya dengan menggunakan suara pelanggan, seluruh produk elektronik di rumah pun dapat hidup atau mati dengan sendirinya.

“Smart Home milik MNC Play ini merupakan sistem terlengkap (integrated smart home system) dengan menggunakan satu perangkat Smart Home Controller yang terkoneksi dengan aplikasi ponsel pintar. Mengadopsi sistem wireless dengan instalasi kabel sederhana sehingga tidak perlu merenovasi rumah,” ujar Ade Tjendra, Direktur Komersial MNC Play.

BRI Indocomtech 2016 juga menghadirkan berbagai program menarik lainnya seperti program lelang BRI yang memperebutkan gadget-gadget spektakuler setiap harinya. Pengunjung juga dapat merasakan e-Banking BRI Experience yang memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengikuti lelang gadget spektakuler hanya dengan melakukan transaksi minimal Rp 10.000. Tidak ketinggalan, BRI juga menawarkan kesempatan terbang gratis bagi nasabahnya melalui promo redeem BRI Point Kartu Kredit BRI.

BRI INDOCOMTECH 2016 yang diikuti oleh 300 eksibitor dari bidang telekomunikasi, komputer, software, games, smartphone, produk elektronik, serta aksesoris ini dibuka hingga 6 November 2016. (Icha)

Vivo Gandeng Erafone Untuk Rangsang Penjualan

0

Telko.id – Untuk masuk ke pasar Indonesia memang tidak mudah. Bukan urusan seberapa dana yang disediakan untuk promosi dan marketing. Tapi masalah jaringan distribusi pun perlu dipikirkan. Hanya saja, jika bangun sendiri tentu perlu investasi yang luar biasa besar. Yang paling mudah adalah bermitra dengan distributor yang sudah memiliki jaringan yang kuat dan luas.

Itu sebabnya, Vivo, sebagai brand memilih untuk mempercepat penetrasi pasar dan distribusi dengan menggandeng Erafone. Dengan kemitraan yang baru terbentuk ini, Vivo berharap mendapatkan pijakan yang lebih kuat dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Kesepakatan kerja sama antara Vivo dan Erafone ditandatangani hari ini di Kempinski Hotel, Jakarta. Setelah kesepakatan ini, ponsel Vivo secara resmi tersedia di sekitar 90 gerai Erafone di seluruh Indonesia.

Ditemui saat mengadakan Press Conference Synergy for Excellence hari ini (03/11), CEO PT Vivo Mobile Indonesia, James Wei mengungkapkan kebahagian dan apresiasi terhadap mitra barunya. “Sebagai ritel ponsel yang terbesar dan telah lama beroperasi di Indonesia, Erafone telah memiliki segudang pengalaman dalam mendistribusikan ponsel premium di seluruh Indonesia. Kerja sama ini sangat berarti bagi kami, bukan sekadar untuk mendistribusikan lebih banyak produk bagi Indonesia, tetapi dengan pengalaman panjang Erafone di Indonesia, kami bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai apa yang diinginkan konsumen di Indonesia,” ungkap James Wei.

Indonesia adalah salah satu negara yang penting bagi strategi marketing Vivo, karena pertumbuhan pasar smartphone Indonesia terus menunjukan peningkatan yang menggembirakan. Jumlah pengguna ponsel pintar di Indonesia pun diharapkan akan terus tumbuh, seiring pertumbuhan ekonomi dan dikombinasikan peningkatan penetrasi internet di negeri ini, khususnya di kalangan muda[1]. Untuk menggarap potensi pasar itu, Vivo harus membangun brand yang lebih kuat lagi di Indonesia.

Di tingkat dunia, mulai tahun ini Vivo sudah diakui sebagai salah satu dari lima merek smartphonepaling unggul[2]. Di Indonesia sendiri, setelah dua tahun membangun fondasi bisnis dan brand yang kokoh, Vivo mengukuhkan diri sebagai merek ponsel yang bergaya muda dan fashionable. Sejauh ini, Vivo telah berinvestasi dalam manufaktur di dalam negeri, ekspansi jaringan distribusi yang mandiri dan kampanye komunikasi yang cukup agresif bersama brand ambassador, Agnes Monica.Kemitraan antara Vivo dan Erafone akan menandai tahap lanjutan dari proses branding yang dilakukan Vivo di Indonesia.

Vivo mulai mengenal Erafone saat awal peluncuran brand ini di tahun 2014. Setelah negosiasi formal sejak enam bulan lalu, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan di Oktober 2016 ini, dan Erafone mulai menjual produk Vivo di akhir Oktober 2016. Sebagai brand ponsel kelas dunia, di Indonesia Vivo berbagi nilai dan target sasar yang mirip dengan Erafone. Di Indonesia, Erafone memiliki pengaruh besar sebagai jaringan ritel ponsel terbesar di Indonesia. Kerja sama dengan Erafone ini diyakini akan mampu mendorong ketersediaan Vivo di pasar Indonesia.

Ditemui di acara yang sama, CEO Erajaya Retail Jeremy Sim mengungkapkan, “Erafone optimis, dengan spesifikasi produk yang berkualitas dan harga yang kompetitif dari Vivo, konsumen akan mempertimbangkan ponsel Vivo untuk dibeli. Saat ini sudah tersedia tiga seri dari Vivo yaitu VivoY51, Vivo Y55 danVivo V3di 90 gerai Erafone yang tersebar di 11 kota se-Indonesia.”

Dalam Press Conference Synergy for Excellence ini, Vivo juga memperkenalkan salah satu ponsel terbarunya dari Y series, yaitu Vivo Y55. Vivo Y55 adalah ponsel pintar level menengah dengan tampilan 5.2 inci, Snapdragon 430 CPU, 4G LTE, dioperasikan dengan Android 6.0 (Marshmallow) dengan Funtouch OS 2.6 dan dijual dengan harga bersahabat. Vivo Y55 menawarkan fitur split-screen untuk multi-tasking dan eye protection mode khusus yang menjamin kenyamanan tampilan pencahayaan layar yang mengurangi ketegangan di mata. Dengan kombinasi spesifikasi tinggi, desain mewah dan harga yang terjangkau, Vivo Y55 diyakini memberikan alternatif yang menyenangkan bagi pengguna ponsel di Indonesia.

“Selanjutnya, Vivo Indonesia akan meningkatkan investasi di marketing, menyediakan produk-produk yang lebih kompetitif, layanan yang lebih baik dan mengintensifikasikan promosi kami melalui berbagai saluran promosi, seperti televisi, internet dan iklan. Kami berharap mampu menjadi smartphone brand yang dicintai masyarakat Indonesia,” tutup James Wei. (Icha)

Bareksa Kenalkan Tabungan Reksa Dana ke Pengguna DOKU

0

Telko.id – Momentum penggunaan mobile wallet yang terus meningkat dimanfaatkan Bareksa, selaku marketplace reksa dana untuk memperkenalkan layanan tabungan reksa dana (Cipta Dana Cash) secara online di aplikasi DOKU. Lewat kerjasama ini, pengguna DOKU kini dapat membeli produk investasi di Bareksa mulai dengan nominal Rp100.000.

Dalam acara peluncuran yang berlangsung di Jakarta hari ini, Kamis (3/11), CEO DOKU Thong Sannelius mengaku sangat antusias dengan kerjasama ini. Menurutnya, kerjasama ini sejalan dengan upaya DOKU untuk mendukung program edukasi pemerintah melalui micro investing.

“Tabungan reksa dana di aplikasi DOKU cocok untuk pengguna yang ingin belajar dan mencoba berinvestasi karena menawarkan investasi aman dengan resiko yang minim dengan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan menabung di bank. Fitur ini juga bisa memberikan manfaat lebih bagi pengguna yang memiliki endapan dana di DOKU,”  kata Thong.

Inovasi ini bagus karena sejalan dengan upaya OJK untuk terus meningkatkan kedalaman pasar modal di tanah air. OJK sendiri memgaku akan mendukung penuh inovasi termasuk pemanfaatan teknologi untuk memperluas pasar seperti ini. “Teknologi internet perlu terus kita manfaatkan untuk memperluas jangkauan (outreach) investasi di Indonesia, termasuk untuk menggencarkan edukasi investasi reksa dana di masyarakat kita,” imbuh Nurhaida, Anggota Dewan Komisioner OJK.

Dalam kerja sama ini, DOKU dan Bareksa akan mensinergikan teknologi, trafik, konten, serta program edukasi dan marketing mereka. Untuk produk reksa dana yang ditawarkan, Bareksa dan DOKU sepakat menawarkan Cipta Dana Cash. Produk reksa dana yang ditawarkan sengaja dipilih reksa dana pasar uang, menimbang risikonya yang sangat kecil dan stabil karena dana nasabah ditempatkan di deposito bank dengan bunga khusus dan obligasi jangka pendek.

“Selama ini, peraturan menggariskan bahwa uang yang mengendap di mobile wallet tidak boleh diberikan bunga. Bekerja sama dengan Bareksa, maka pengguna DOKU bisa sekaligus menabung di reksa dana pasar uang sehingga bisa memperoleh imbal hasil (keuntungan) dari uang mereka yang disimpan di DOKU, tidak lagi nol persen seperti selama ini,” kata Co-founder/Chairman Bareksa, Karaniya Dharmasaputra.

DOKU sendiri merupakan pelopor uang elektronik di Indonesia. Pasca mendapatkan lisensi e-money tahun 2012 dan ijin Transfer Dana tahun 2015, DOKU telah memiliki lebih dari 1 juta pengguna, dengan jumlah merchant lebih dari 22.000 dan 15 mitra perbankan. Akhir tahun 2015, DOKU mengelola total transaksi online sebesar Rp8,5 triliun, dan menargetkan pertumbuhan sebesar 30-40% tiap tahunnya.

 

7 Pencuri BTS Berhasil Di Tangkap Polres Serang

0

Telko.id – Pencurian Base Transceiver Station atau BTS kerap terjadi. Sering kali kejadian yang merugikan operator dan akhirnya merugikan konsumen karena terhentinya layanan tidak terungkap.

Kali ini Telkomsel bersama Kepolisian Resor (Polres) Serang berhasil mengungkap kasus pencurian sejumlah perangkat Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di sekitar wilayah Serang, termasuk dengan tertangkapnya beberapa oknum pelaku yang terlibat, (1/11).

Kasus pencurian perangkat BTS di wilayah Serang belakangan ini cukup marak terjadi dan telah menimbulkan kerugian bagi Telkomsel dan masyarakat, terutama dalam memberikan layanan jaringan yang prima kepada pelanggan di wilayah Serang.

“Telkomsel Area Jabotabek Jabar berterima kasih dan mengapresiasi kinerja Polres Serang yang telah membantu mengungkap serta menangkap sejumlah oknum pelaku kejahatan yang terlibat dalam kasus pencurian perangkat BTS di wilayah Serang. Kami berharap hal ini mendorong penurunan terjadinya kejadian serupa di kemudian hari,” ujar Yossie Hamdeny, General Manager Legal & Stakeholder Management Area Jabotabek Jabar Telkomsel menjelaskan.

Setidaknya ada tujuh BTS Telkomsel di wilayah Serang yang menjadi sasaran para oknum yang tidak bertanggung jawab, yang telah melakukan pencurian sejumlah perangkat pendukung operasional BTS Telkomsel. Perangkat yang menjadi objek pencurian seperti modul, battery, feeder, power system, dan beberapa komponen penting lainnya yang menjadi penunjang operasional BTS Telkomsel telah berhasil ditemukan bersamaan dengan tertangkapnya para oknum pelaku pencurian perangkat BTS di wilayah Serang tersebut dan menjadi barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.

Dalam pengungkapan kasus pencurian BTS Telkomsel kali ini, Polres Serang telah melakukan penangkapan tujuh orang yang merupakan komplotan oknum pelaku pencurian dimana diantaranya adalah pelaku utama pencurian beserta para penadah barang curian. Aksi para pelaku selama ini sangat meresahkan dan telah mengganggu jalannya operasional layanan jaringan Telkomsel di wilayah Serang, walau Telkomsel sendiri telah melakukan berbagai antisipasi dengan sigap agar kualitas layanan yang prima bisa secepatnya tetap terjaga.

Terhadap penyelesaian kasus ini, Telkomsel telah menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada pihak Polres Serang untuk mengungkapnya secara tuntas dan siap mendukung terus upaya yang dilakukan Polres Serang agar semua oknum pelaku yang terlibat mendapatkan proses hukum yang sesuai dengan tindak kejahatannya. Komplotan oknum pencurian tersebut juga telah melakukan aksi kejahatan serupa di wilayah Cilegon, Tiga Raksa, Lebak, Pandeglang, Bekasi, Cikarang, Sukabumi dan Bogor.

“Telkomsel akan terus bersinergi dengan pihak Kepolisian dalam mengamankan aset operasional milik Telkomsel yang tersebar di seluruh Indonesia. Kami juga tetap akan melibatkan warga sekitar beserta perangkat pemerintah setempat di titik aset Telkomsel beroperasi guna membantu dalam hal pengamanan serta keberlangsungan operasional layanan Telkomsel” pungkas Yossie. (Icha)

Pendapatan Link Net Meningkat 14% di Q3, EBITDA 5 %

0

Telko.id – PT Link Net Tbk berhasil membukukan pertumbuhan berkelanjutan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2016 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan meningkat sebesar 14% menjadi Rp 2.145 miliar, yang berasal dari pertumbuhan segmen residensial dan korporasi. Laba bersih meningkat sebesar 31% menjadi Rp 605 miliar. Perseroan juga berhasil membukukan marjin EBITDA sebesar 59%, marjin laba usaha sebesar 38%, dan marjin laba bersih sebesar 28%.

Sebagai wujud dari komitmen Perseroan untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang di pasar dengan tingkat penetrasi yang masih rendah ini, Perseroan senantiasa memperluas cakupan jaringan di tiga area yang sudah ada yaitu Jakarta, Surabaya (termasuk Malang), Bandung dan daerah sekitarnya.

Selain itu, Perseroan juga melihat adanya peluang di beberapa kota yang berkembang pesat, misalnya Medan dan Batam. Perseroan melaporkan penambahan 117 ribu home passed baru sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2016 sehingga mencapai hampir 1,8 juta.

Ditengah perlambatan musiman (seasonal) yang biasanya terjadi pada kuartal ketiga, permintaan terhadap paket layanan broadband dan TV berbayar Perseroan tetap meningkat. Selama sembilan bulan pertama tahun 2016 Perseroan berhasil mencatat penambahan bersih jumlah pelanggan sebesar 105 ribu sehingga hampir mencapai 1 juta pada akhir September 2016.

Rata-rata pendapatan broadband dan TV berbayar per pengguna (“ARPU”/Average Revenue per User) tetap stabil pada level sebesar Rp 403 ribu.

Bersamaan dengan itu Perseroan juga terus-menerus melakukan inovasi dan mengembangkan produk baru yang ditawarkan kepada pelanggan termasuk diantaranya produk layanan terpadu cable dan wireless 4G internet, FMX TV Anywhere, dan produk-produk baru lainnya. Inisiatif ini telah berhasil mendapatkan respon yang sangat positif dari pelanggan yang memerlukan kenyamanan dalam akses internet di rumah maupun saat berpergian.

Selain itu, sejak awal 2016 Perseroan secara intensif meningkatkan jasa layanan broadband untuk pelanggan segmen korporasi baik segmen perusahaan skala besar maupun usaha kecil menengah (UKM). Perseroan meluncurkan produk khusus segmen korporasi yang diperbaharui di bawah merek “First Media Business”.

Selama sembilan bulan pertama tahun 2016 bisnis segmen korporasi Perseroan berkontribusi sebesar 16% terhadap total pendapatan dan diharapkan akan terus meningkat di masa mendatang.

Dalam keterangan resmi, Direktur Utama dan CEO Link Net, Irwan Djaja mengaku sangat senang atas pencapaian kinerja yang baik selama sembilan bulan. Hal ini merupakan wujud nyata dari serangkaian upaya Perseroan yang secara konsisten mengoptimalkan keunggulan operasional Perseroan (operational excellence), serta manajemen biaya yang prudent dan disiplin.

“Perseroan senantiasa responsif terhadap perubahan dan persaingan yang dinamis dengan tetap berfokus kepada pelayanan pelanggan (customer centric), produk inovatif, dan layanan nilai tambah yang terintegrasi. Kami optimis dengan kemampuan Perseroan untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini dan memberikan nilai tambah kepada pemegang saham,” katanya.

XL Gelar Program 1.000 Sekolah Broadband

0

Telko.id – Layanan internet dan data digital terbukti mampu menyuguhkan manfaat yang besar untuk meningkatkan produktivitas di berbagai bidang kehidupan. XL Axiata memandang layanan internet cepat harus dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia seluas-luasnya, agar dapat ikut membantu meningkatkan kualitas hidup.

Untuk itu, XL mengambil inisiatif untuk menginisiasi program “1.000 Sekolah Broadband” di seluruh Indonesia sebagai salah satu kontribusi nyata XL turut serta mewujudkan visi 1 miliar konektivitas internet oleh Industri Telekomunikasi Nasional di masa depan. Program ini juga merupakan rangkaian dari perayaan ulang tahun XL ke-20.

Dalam program ini, XL menyiapkan layanan mobile broadband (MBB) dan program “Melek Internet” kepada masyarakat, melalui sekolah-sekolah setingkat SLTA di berbagai daerah di Indonesia. Presiden Direktur & CEO XL, Dian Siswarini, menyerahkan bantuan fasilitas ini secara simbolis layanan Mobil Broadband beserta perangkat pendukungnya kepada para perwakilan sekolah secara serentak di 5 kota yang saling terhubung dengan kantor XL di Jakarta, Rabu (2/11).
 
Presiden Direktur & CEO XL, Dian Siswarini mengatakan, “Mobile broadband ini merupakan salah satu solusi terbaik bagi masyarakat Indonesia untuk bisa segera mengadopsi dan memanfaatkan layanan internet cepat. Teknologi digital semakin dalam mempengaruhi kehidupan sehari-hari kita. Dinamikanya sangat cepat dan tak terbendung. Pilihan terbaik adalah menyesuaikan diri dan memanfaatkannya. Nah, mobile broadband dan program “Melek Internet” akan memberikan solusi agar masyarakat bisa segera memperolah akses ke internet cepat dan sekaligus bisa memanfaatkan layanan digital untuk meningkatkan produktifitas & kualitas hidup mereka. Mohon dukungan dari masyarakat luas, melalui acara ini kami sekaligus mencanangkan program “Menuju 1.000 Sekolah Broadband” untuk diimplementasikan di seluruh wilayah Tanah Air hingga akhir 2017.”
 
Dian menambahkan, XL membantu pengadaan fasilitas MBB kepada masyarakat melalui sekolah-sekolah dengan harapan dapat sekaligus mendukung upaya menanamkan kesadaran kepada siswa sejak usia dini untuk memanfaatkan layanan internet bagi tujuan positif.

Dalam program ini XL mendapatkan dukungan dari para mitra bisnis, yaitu Buana Group, Alita Praya Mitra, GSPE (Graha Sumber Prima Elektronik), Packet System Indonesia, Cisco, Tower Watson, Huawei, Lintas Indonesia, dan Persada Soka.  

Para mitra tersebut memiliki visi yang sama dengan XL dalam memandang perlunya adopsi internet cepat bagi masyarakat untuk bisa memanfaatkan peluang di era digital. XL berharap, semakin banyak mitra bisnis yang bergabung dalam Program “Menuju 1.000 Sekolah Broadband” di tahun depan.
 
Untuk memastikan program penyediaan fasilitas akses internet cepat ini bisa maksimal dan efektif, XL menyertainya dengan program pendampingan dan pelatihan “Melek Internet”. Edukasi melalui anak sekolah akan dinilai tepat karena mereka akan menjadi pihak yang paling terpengaruh oleh terpaan teknologi digital, sekaligus memiliki adaptasi dengan teknologi yang lebih baik. Pengetahuan positif mereka mengenai manfaat internet cepat diharapkan akan bisa menjadi bekal mereka, juga sekaligus bisa dibagikan ke masyarakat sekelilingnya.

Untuk tahap awal ada 50 sekolah di 25 kota yang mendapatkan penyediaan fasilitas internet cepat ini. Agar pemanfaatan MBB lebih mudah untuk dipraktekkan, XL juga menyertakan bantuan berupa perangkat pendukung dalam bentuk laptop ke setiap sekolah penerima manfaat layanan MBB. Total ada 105 unit laptop yang disiapkan, dimana setiap sekolah mendapatkan 3 unit.

Pemilihan sekolah berdasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh tim XL di setiap daerah, yang merupakan wilayah di 5 kantor regional XL. Karena layanan MBB hanya bisa diakses di jaringan 4G, maka sekolah-sekolah penerima manfaat layanan MBB untuk sementara hanya yang berada di kota-kota yang sudah terjangkau layanan XL 4G LTE. Kota-kota tersebut adalah Jakarta, Depok, Bogor, Serang, Banjarmasin, Makassar, Manado, Gowa, Pekanbaru, Palembang, Batam Belitung, Medan, Indramayu, Subang, Bantul, Pekalongan, Semarang, Purwokerto, Surabaya, Bali, Lombok, Madura, Malang, dan Sidoarjo.

“Harapannya, pada akhir 2017 mendatang program ini sudah selesai. Setidaknya, untuk 50 sekolah di tahap awal ini menghabiskan dana Rp 1.5 miliar yang dikeluarkan oleh XL dan mitra,” ujar Dian menjelaskan.
 
Program edukasi pemanfaatan internet secara positif tersebut juga sangat penting untuk diperluas ke masyarakat, sehingga XL juga menyelenggarakan serangkaian program edukasi bagi sekolah-sekolah di kota non-4G. Ada 22 sekolah di 22 kota yang akan menerima pelatihan dari XL. Kota-kota tersebut adalah Jakarta, Depok, Bogor, Pontianak, Lampung, Bengkulu, Bandung, Medan, Palembang, Aceh, Padang, Makassar, Manado, Kendari, Ambon, Bali, Surabaya, Malang, Banjarmasin, Semarang, Batam, dan Yogyakarta.

Para pendamping dan pengajar training adalah para mahasiswa peserta program XL Future Leaders yang juga tersebar di berbagai kota di Indonesia. Pelatihan akan berlansung dalam 6 sesi, yang akan diselesaikan dalam rentang waktu maksimal 3 bulan.
 
Materi pelatihan yang diberikan terdiri dari empat hal. Pertama, Pengetahuan tentang Media Digital, manajemen reputasi dan jati diri lewat penggunaan media sosial yang inspiratif.

Kedua, Pengetahuan tentang pemanfaatan media digital untuk pembelajaran, memanfaatkan teknologi internet untuk memperkuat kapasitas diri dan organisasi dengan menciptakan iklim digital di sekolah, nilai kepemimpinan.

Ketiga, Pengetahuan tentang Sistem Informasi, yaitu bagaimana mengelola informasi dengan lebih efektif. Keempat, Pengetahuan tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi, yaitu memberi contoh penggunaan internet untuk aplikasi, dan mengadopsi aplikasi untuk meningkatkan kapasitas mereka.
 
Layanan MBB 4G LTE adalah layanan terbaru yang mempertegas komitmen XL untuk mendukung dan menjembatani masyarakat Indonesia dalam memasuki era digital. Layanan ini semakin mempermudah masyarakat dan pelanggan dalam mengakses dan memanfaatkan internet cepat untuk berbagai keperluan produktif.

Dengan layanan ini, masyarakat yang belum memiliki smartphone 4G pun akan bisa mengakses 4G, melalui Mi-Fi atau router yang bisa membagi akses ke 10-32 smartphone atau laptop.
 
Layanan MBB mendapatkan dukungan jaringan yang luas, yaitu di semua kota atau wilayah yang telah terlayani jaringan 4G LTE. Hingga saat ini sudah ada 88 kota dan akan terus bertambah dalam waktu cepat. Jaringan untuk 4G LTE milik XL juga memiliki kapasitas yang besar, yaitu 15 Mhz, yang akan sangat leluasa untuk mendukung layanan internet dengan kecepatan dan kestabilan koneksi yang maksimal. 

Layanan mobile broadband ini mampu menghadirkan kecepatan akses internet hingga 150 Mbps. Selain itu, dengan spesifikasi teknis yang unggul, perangkat mampu menangkap sinyal 4G LTE di dalam ruangan secara kuat. (Icha)

DIMO Jalin Kerjasama dengan Kartuku dan Kawan Lama Retail

0

Telko.id – Ekonomi digital akan sulit terbentuk jika ekosistem nya belum terwujud sempurna. Salah satunya adalah ekosistem dalam pembayaran digital.
Dimo Pay Indonesia (DIMO) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi finansial terus mengembangkan lebih banyak produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan mitra-mitra bisnis dan pihak terkait, demi terwujudnya pembayaran berbasis cashless di Indonesia.

Untuk mempercepat terwujudnya ekosistem tersebut, DIMO merangkul Kartuku dan Kawan Lama Retail, yang merupakan sinergi demi memberikan kemudahan bertransaksi pada pelanggan, selain juga meningkatkan volume cashless transaction.

Kerjasama ini memungkinkan penggunaan produk unggulan DIMO, PayByQR, yang mulai 4 November 2016 nanti akan digunakan di berbagai gerai resmi ternama milik Kawan Lama Retail seperti Ace Hardware, Informa, Chatime, Toys Kingdom, dan Bike Colony, melalui teknologi PaybyQR yang terintegrasi di perangkat EDC (Electronic Data Capture) Kartuku.

Dua perusahaan besar Indonesia yang kali ini digandeng DIMO adalah Kartuku, yang merupakan penyelenggara Third Party Processor (TPP) dan Payment Service Provider (PSP) di Indonesia sejak tahun 2001 dan termasuk yang pertama di Indonesia. Kawan Lama Retail, salah satu perusahaan retail unggulan di Indonesia yang menyediakan produk berkualitas untuk perlengkapan rumah, furnitur dan gaya hidup dengan lebih dari 350 toko di 33 kota di Indonesia.

“Kerjasama dengan Kartuku dan Kawan Lama Retail ini merupakan bagian dari upaya DIMO sebagai perusahaan finansial teknologi yang agnostik, untuk bisa berintegrasi dengan berbagai macam platform pembayaran yang sudah ada. Kami sebagai penyedia mobile payment technology sekaligus merchant acceptance membuka kesempatan kepada perusahaan Bank dan e-Money untuk bekerja-sama sehingga dapat bertransaksi di ribuan merchant PaybyQR, demi mendukung program cashless society di Indonesia. Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan Kartuku sebagai Unified Payment Acceptance yang merupakan pionir dalam transaksi non tunai dan Kawan Lama Retail yang merupakan perusahaan retail unggulan dengan gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan menggandeng dua perusahaan besar di Indonesia ini, kami optimis dapat memberikan nilai lebih bagi Kartuku dan Kawan Lama Retail untuk meningkatkan penjualan, pengakuan brand/produk, serta kesempatan untuk lebih dilihat oleh pelanggan yang berada di segmen pasar lain,” Ujar Brata Rafly, CEO Dimo Pay Indonesia.

Thomas Husted, CEO Kartuku menerangkan, “Kerjasama ini sesuai dengan visi Kartuku untuk menjadi pilihan utama di Indonesia sebagai pihak penyedia infrastructure dan solusi pemrosesan pembayaran non tunai atau cashless yang inovatif, terlengkap & aman. Kami memudahkan pelanggan untuk bertransaksi secara cepat dengan berbagai pilihan cara pembayaran, termasuk salah satunya adalah membaca teknologi PayByQR yang disediakan oleh DIMO. Kami berharap melalui kerjasama ini, dapat mengakselerasi pertumbuhan transaksi non tunai menuju Cashless Society di Indonesia.”

“Dengan kerjasama ini, Kawan Lama Retail menambah opsi fasilitas pembayaran non tunai melalui cashless transaction yang memudahkan pelanggan menggunakan Kartuku, didukung oleh teknologi PayByQR oleh DIMO. Kami berharap kerjasama ini juga dapat terus meningkatkan layanan demi kepuasan pelanggan.” Tambah Nana Puspa Dewi, Direktur Marketing Kawan Lama Group.

Saat ini DIMO telah menggandeng lebih dari sepuluh Bank dan e-Money provider yang memanfaatkan teknologi PayByQR untuk customer mereka dapat bertransaksi di ribuan merchant yang sudah menerima pembayaran PayByQR. (Icha)

Pemerintah Target kan Indonesia Jadi Negara Dengan Ekonomi Digital Terbesar se-Asia Tenggara

0

Telko.id – Pemerintah memiliki target untuk menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital di tahun 2020. Hal tersebut bukan sesuatu yang mustahil. Pasalnya, banyak kemajuan yang terjadi selama beberapa tahun terakhir.

“Untuk mendukung program pencapaian target tersebut, pemerintah juga mempersiapkan anggaran pendanaan awal yang akan disalurkan kepada startup tersebut. Kementerian Keuangan bertugas mempersiapkan anggaran dalam angka yang besar,” ujar Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika di Istana kemarin (31/10), seperti yang dikutip dari MetroTV News.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika bertugas untuk mempersiapkan anggaran pendanaan guna percepatan kemajuan ekonomi kreatif melalui ekonomi digital di wilayah dengan kriteria 3T, yaitu Tertinggal, Terpencil dan Terluar. Persiapan anggaran untuk pendanaan awal startup ini turut mengubah peraturan sebelumnya, yaitu Peraturan Menteri No 25.

Tanpa merinci lebih lanjut tentang pokok peraturan yang akan berubah, Rudiantara hanya menyebutkan bahwa, salah satu pokok tersebut akan memungkinkan dana Universal Service Obligation (USO) dipakai untuk mendanai startup. Saat ini, Rudiantara menyebut, total dana yang dikelola oleh Kemenkominfo untuk satu tahun sekitar Rp2 miliar.

Rudiantara belum dapat memastikan banyaknya anggaran yang dialokasikan untuk pendanaan startup ini. Sebab, saat ini masih dalam proses diskusi dengan instansi terkait dan akan diresmikan pada Januari 2017.

Ekonomi digital Indonesia ini akan difokuskan pada pengembangan e-commerce Indonesia. Pemerintah berkeyakinan masih banyak lagi akan bermunculan ekosistem ecommerce baru di Indonesia.
Pemerintah juga akan fokus pada sektor pendidikan, SDM, logistik, infrastruktur komunikasi, pendanaan, keamanan siber, perlindungan konsumen dan pendanaan startup. Untuk mendukung itu semua, pemerintah akan membuat Pembentukan Manajemen Pelaksana Peta Jalan SPNBE 2016-2019 sebagai pedoman ecommerce Indonesia.

Pemerintah juga menyiapkan infrastruktur komunikasi melalui peningkatan kecepatan internet, jaringan & keamanan. Selain itu, masalah pendanaan juga menjadi perhatian yaitu ketersedian skema pembiayaan pinjaman atau bentuk lain seperti hibah, grants, maupun subsidi.

Rudiantara juga menyebutkan bahwa pemerintah akan mendorong pasar-pasar dan pedagang untuk berjualan online.

Dalam Rapat Laporan 2 Tahun tersebut, Presiden memberikan arahan untuk pengembangan ekonomi digital, antara lain menyiapkan konsep pasar dan mall untuk 10-20th mendatang.

Untuk tahun 2020, pemerintah menargetkan ada 1 juta petani dan nelayan go digital dan 8 juta UMKM go digital. Pada tahun yang sama, pemerintah juga menargetkan 187 kabupaten terluar, terdepan, tertinggal jadi desa broadband terpadu. (Icha)