spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1545

Ini Dia 5 Point Penting Dalam Internet of Things Pada 2017

Telko.id – Pada tahun 2017, Internet of Things akan terus terjadi kompleksitas. Namun, banyak perusahaan pun sudah menemukan keunikan dari IoT ini. Terlebih IoT ini terus membuktikan relevansi dan pentingnya dalam strategi transformasi digital organisasi.

Hal tersebut terjadi pada organisasi besar maupun kecil mulai melakukan investasi untuk IoT ini pada tahun 2016 karena menyadari peluangnya dapat memperluas meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan hubungan dengan pelanggan dan mendorong pertumbuhan bisnis. Di paruh kedua tahun 2016, pemain besar mulai mengakui bahwa untuk mengembangkan solusi IoT ini tidak perlu sendiri. Pasalnya, keselarasan menjadi faktor penting untuk membuat IoT ini tumbuh dan berkembang.

Berdasarkan pengalaman selama 2016 itulah maka ada 5 faktor penting yang akan terjadi pada IoT ini di tahun 2017. Apa saja?

Dampak bisnis atau ROI dan Security

Dalam berbisnis tentu return of investmen menjadi penting. Memang, banyak perusahaan melihat bahwa masa depan dari proyek IoT ini sangat menggiurkan. Namun, perlu ada bukti bahwa investasi yang ditanamkan juga akan memberikan return yang sesuai dengan konsep. Itu sebabnya, perlu benar-benar memahami nilai bisnis dari IoT yang diadopsi. Jika tidak maka ROI tidak akan menarik bahkan akan cenderung lambat dan tidak merata. Lalu, setelah masalah ROI terpecahkan maka ‘ganjalan’ berikutnya adalah masalah security.

Pada tahun 2016, RCR Wirelss mencatat bahwa terjadi penolakan besar terhadap IoT ini. Seperti yang pernah di sampaikan oleh botnet yang membuat perangkat IOT, yang menutup 1.600 situs di AS. Sebulan kemudian, serangan besar terjadi pada Dyn yang menyebabkan pemadaman internet besar di Amerika Serikat dan sebagian Eropa Barat. Menurut analis dan pakar industri, ini hanya awal.

Pada tahun 2017 ini, hacker akan terus mengeksploitasi kerentanan perangkat IOT untuk memulai serangan lain, bukan hanya kompromi perangkat. Untuk membantu melawan pertempuran ini, pasar IOT perlu bersama-sama untuk mengembangkan praktek keamanan yang membuat perangkat lebih tahan terhadap serangan. Perusahaan perlu menerapkan keamanan tingkat tinggi sehingga jaringan IoT mereka tidak dapat di retas dan aman. Itu sebabnya, diperlukan alat yang terus menerus di perbaharui dan memantau potensi atau celah keamanan. Jika tidak maka 2017 ini akan menjadi tahun nya hacker IoT.

Peningkatan Fokus Dalam Penggunaan Vertikal

Banyak tipe dari IOT ini berasal dari segmen konsumen. Mulai dari monitor bayi yang terhubung, lemari es, toilet dan lainnya. Namun, pada tahun 2017 ini, industri juga harus fokus melakukan pengembangan pada kasus penggunaan yang vertikal. Seperti pemeliharaan untuk peralatan manufaktur, efisiensi energi secara otomatisasi dalam bangunan, monitoring untuk transportasi dan connected vehicles untuk manajemen transportasi. Dengan menciptakan blueprints dan solusi arsitektur untuk penggunaan umum, maka akan banyak pelajaran yang dapat diambil dari industri lain yang akan membuat IoT ini akan lebih cepat berkembang.

Akses Open-Source dan Konsolidasi IOT Platform

Saat ini, pasar IoT terpecah-belah. Pasalnya, banyak sekali platform IoT yang berkembang. Tentu, hal ini sangat membingungkan pasar dan memperlambat proses dalam membangun solusi. Itu sebabnya, diperlukan konsolidasi pasar agar pengembang IoT dapat cepat terjadi dan aman, Perusahaan platform tahun ini harus mulai menemukan keunikan sendiri sehingga dapat bekerjasama dengan industri lainnya.

Faktor lain yang akan sedang dalam pengembangan lebih lanjut adalah upaya menggunakan open source. Memang, saat ini platform open source sudah mulai digunakan dalam proyek-proyek industri, smart city dan industri utilitas. Baru pada tahun 2017 ini, para pemain di industri konservatif tradisional akan lebih nyaman dengan menggunakan open source. Tidak dapat dipungkiri, bahwa upaya menuju open source ini sudah mulai matang dan akan menjadikannya faktor penting dalam proses pembanguan IoT yang lebih cepat lagi.

AI dan Machine Learning Bakal Booming untuk Menampung Data dari Perangkat IoT

Menurut Forrester, akan terjadi peningkatan hingga lebih dari 300% dalam investasi Artificial intelligence pada tahun 2017 dibandingkan dengan tahun 2016. Sebagian data dari IoT memang akan didistribusikan pada cloud. Namun, ada juga yang ditampung dalam Artificial intelligence atau AI dan data center yang akan membantu dalam pengambilan keputusan secara realtime.

Ke depan, AI ini akan mengembangkan kemampuan bahasanya yang lebih alami sehingga dapat membantu untuk lebih menyadari potensi dari koneksi IOT dunia. Akan mulai terbentuk bahasa deskripsi data yang universal sehingga dapat memahami data dari berbagai jenis perangkat. Pendekatan ini akan membantu memecah data di antara jenis IOT, dan dapat diperluas untuk memungkinkan manusia untuk berkomunikasi dengan IOT langsung melalui suara atau teks.

Perluasan AI ini menjadi sebuah tantangan. Terutama dalam hal budaya para tenaga kerja. Di negara-negara di mana industri tradisional seperti manufaktur mendominasi, seperti Brazil, kami menemukan dalam studi “Masa Depan Tenaga Kerja” bahwa 41% dari pekerja di Brazil mengatakan mereka khawatir robot mungkin mengambil pekerjaan mereka. Namun, di sisi lain, ada beberapa perusahaan yang menggunakan kesempatan ini untuk melatih karyawan dan mengajarkan mereka keahlian baru. Misalnya, para ilmuwan data yang akan memulai mesin pelatihan untuk berbagai data yang sangat besar jumlahnya dan membantu mesin untuk mengembangkan pengetahuan untuk membaca antara lapisan.

Melalui kemampuan untuk berkomunikasi melalui bahasa lisan, AI akan dapat menafsirkan data berbeda, karena akan dapat memecahnya lebih ringkas, mengidentifikasi dan berbagi nuansa yang tidak akan dinyatakan terlihat dalam petak besar informasi.

IOT Akan Mendorong NFV dan SDN untuk Telekomunikasi

Saat ini IOT sedang bergerak dari sebuah pilot project menjadi project yang akan diimplementasikan. Untuk itu, operator telekomunikasi akan sangat membantu akselerasi investasi yang sudah ditanamkan untuk aset agar dapat mengaktifkan fungsi virtualisasi untuk meningkatkan kemampuan aplikasi yang lebih interaktif. Dengan demikian, nilai perusahaan akan meningkat juga karena aset yang didistribusikan jauh lebih luas. (Icha)

Telenor Prediksikan Teknologi AI, IoT dan 5G Jadi Kunci Trend 2017

Telko.id – Telenor sebagai group telekomunikasi asal Norwegia memprediksikan bahwa teknologi Artificial Intelligence, Internet of Things dan 5G akan menjadi kunci tren untuk tahun ini. Menurut laporan terbaru dari unit penelitian telco, tren ini telah disebutkan dalam laporan tahun lalu, tetapi bahwa diproyeksikan bahwa ketiga teknologi tersebut akan terus berlanjut pada tahun ini.

“Tahun lalu, kami menyoroti beberapa tren pengembangan penting dan meramalkan bahwa ini akan terjadi percepatan dan perhatian selama tahun ini,” kata Bjørn Taale Sandberg, Chief Research Telenor menjelaskan.

Sandberg menambahkan bahwa bagi Telenor “IOT berada dalam list kami lagi untuk 2017, tapi kami juga melihat bahwa media sosial akan jenuh namun chatbots akan mulai memanas. Untuk 5G sendiri akan semakin bertambah jumlahnya yang melakukan uji coba, padahal standar untuk 5G ini masih belum jelas. Selain itu, AI juga akan menjadi hot topik”.

Untuk Artificial Intelligence, Telenor mencatat bahwa terjadi peningkatan penggunaan aplikasi berbasis teknologi. Bahkan akan semakin berkembang. Tidak dapat dibayangkan, jika ada layanan digital yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan preferensi atau mempertimbangkan konteks tertentu agar layanan tersebut dapat digunakan. Namun, Telenor mengatakan bahwa dalam etika AI ini juga menjadi faktor penting untuk dijaga. Terutama dalam hal transparansi dan privasi pelanggan.

Telenor juga memprediksi bahwa tahun 2017 ini akan menjadi tahun yang penting untuk inovasi dalam ekosistem IOT, yang akan membentuk cara bisnis, konsumen dan pemerintah berinteraksi di dunia secara fisik. Terutama dalam beberapa sektor, seperti manufaktur, connected home, transportasi, utilitas dan pertanian.

Mengenai pengembangan teknologi 5G, laporan Telenor menyoroti bahwa tahun ini akan menjadi tahun percobaan 5G. Uji coba diharapkan untuk fokus pada kemampuan teknologi, aspek sistem untuk ekosistem vertikal dan peluang pasar baru yang ditawarkan oleh 5G vertikal seperti kesehatan, otomotif dan energi.

“Tren ini akan menawarkan beberapa perkembangan teknologi yang sangat menarik di 2017,” tambah Sandberg.

Sandberg juga menambahkan bahwa “Kami akan mengalami kemajuan penting dalam bidang-bidang seperti AI, IOT dan 5G, dan di daerah lain kemungkinan perubahan arah seperti milenium mungkin mulai terjadi titik jenuh pada media sosial. Dan yang mendasari semua ini harus menjadi kesadaran pertimbangan etis dan peraturan, yang akan sangat penting untuk menentukan arah ke mana kita harus bereksperimen dan menerapkan teknologi baru dalam kehidupan kita yang semakin digital”. (Icha)

Indosat Gandeng Thuraya Demi Kembangkan Komunikasi Ke Pelosok

0

Telko.id  – Dengan komitmen untuk menyediakan solusi ICT terbaik bagi pelanggan bisnisnya, hari ini Indosat Ooredoo dan Thuraya Telecommunications Company, salah satu operator layanan satelit terkemuka dunia, menandatangani perjanjian kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk mengembangkan berbagai layanan baru dengan memanfaatkan teknologi dan jaringan satelit Thuraya untuk melengkapi portofolio jaringan Indosat Ooredoo dan memperluas layanan ke daerah-daerah terpencil yang tidak terjangkau jaringan kabel atau selular GSM.

Penandatanganan MoU ini menciptakan kerangka kerja untuk kerjasama masa depan di tiga bidang utama. Pertama, mengembangkan layanan roaming sehingga pelanggan selular Indosat Ooredoo dapat tetap berkomunikasi di jaringan Thuraya. Kedua, bundling perangkat satelit dengan aplikasi digital Indosat Ooredoo, dan ketiga pengembangan teknologi IoT (Internet of Things).

Pemanfaatan jaringan satelit menjadikan karyawan tetap dapat menggunakan aplikasi-aplikasi bisnis sehingga perusahaan dapat memperluas operasi dan layanan di area yang tidak terhubung jaringan telekomunikasi kabel atau selular, atau di lingkungan dengan kondisi yang ekstrim, atau dalam kondisi darurat bencana dimana jaringan telekomunikasi lumpuh. Berbagai industri seperti minyak dan gas, pertambangan, perkebunan, pelayaran, perikanan dan kelautan, militer dan kepolisian yang beroperasi di luar jangkauan jaringan telekomunikasi kabel dan selular dapat memanfaatkan jaringan satelit untuk meningkatkan produktifitasnya.

Menurut Bilal Hamoui, Thuraya Chief Commercial Officer, “Penandatanganan MoU ini merupakan langkah penting menuju kerjasama jangka panjang yang luas dan menarik. Indonesia adalah negara besar yang meliputi wilayah yang luas, dan membutuhkan konektivitas yang andal sepanjang waktu. Kemampuan kami akan melengkapi, dan memberikan fleksibilitas yang jauh lebih besar kepada pelanggan. Kerjasama ini memberikan solusi komunikasi yang andal di mana pun dan kapan pun dibutuhkan pelanggan di seluruh Indonesia.”

Herfini Haryono, Director and Chief Wholesale & Enterprise Officer Indosat Ooredoo, mengatakan, “Indosat Ooredoo Business selalu berupaya untuk menjadi mitra penyedia solusi ICT terdepan dan terpercaya bagi pelanggan bisnis dan korporasi. Penandatangan MoU ini adalah upaya Indosat Ooredoo Business untuk mendukung tranformasi digital para pelanggan korporasi kami dengan dimungkinkannya komunikasi, akses informasi dan aplikasi di lokasi-lokasi terpencil di mana saja.” (Icha)

Beli Voucher Game Online pun Kini Bisa di MKios

Telko.id – Gaya hidup digital tidak mungkin cepat terwujud jika ekosistem nya tidak mendukung. Untuk itu, Telkomsel mengajak mitra reseller/outlet penjual pulsa untuk berjualan layanan konten digital melalui platform MKios yang saat ini sudah digunakan untuk layanan transaksi pulsa.

“Penjual Pulsa sebagai salah satu bagian terpenting dalam proses distribusi produk Telkomsel kini akan semakin memiliki beragam pilihan produk Telkomsel untuk ditawarkan kepada pelanggan dengan hadirnya fitur penjualan layanan voucher games online. Proses transaksi penjualan voucher games online ini juga dapat dilakukan semudah melakukan penjualan pulsa reguler,” kata Yetty Kusumawati, Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel, menjelaskan.

Voucher games online yang dapat dibeli melalui reseller penjual pulsa ini dapat dimanfaatkan pelanggan untuk melakukan  pembelian in-game features yang ditawarkan pada fitur sejumlah games online dari games publisher yang telah melakukan kerja sama dengan Telkomsel, antara lain dari Perfect Games (contoh games online : Baby Saga, Unison League, dan Touch Me) dan Ngames (contoh games online : Dinasty War, Dinasty Rush, Romantic Diary, Wrath of God, dan War of Samkok).

Saat ini, Telkomsel memiliki sekitar 69 ribu mitra reseller binaan yang tersebar di wilayah operasional Jabotabek dan Jabar. Sebagian besar reseller tersebut merupakan penjual isi ulang pulsa dan produk kartu pra bayar Telkomsel.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, selain menjual layanan isi pulsa reguler dan kartu pra bayar, Telkomsel juga terus mendorong mitra reseller untuk menjual layanan produk broadband dan digital Telkomsel, seperti layanan isi ulang pulsa paket data/internet yang saat ini dapat diperoleh dengan harga mulai Rp. 5 ribu dengan kuota data hingga 15GB (semua jaringan ditambah kuota digital entertainment untuk video streaming, sesuai lokasi aktivasi), layanan aktivasi Nada Sambung Pribadi (bulanan) dengan harga special, dan kini penjualan voucher games online.

Yetty menambahkan, sejak mitra reseller Telkomsel memiliki akses untuk menjual pilihan paket broadband, antusiame serta adopsi pelanggan di wilayah operasional Area Jabotabek Jabar berdasarkan jumlah transaksi terus meningkat, dimana tahun 2016 lalu pertumbuhan transaksi pembelian pulsa kuota data oleh pelanggan melalui mitra reseller MKios sekitar 9%, dibandingkan tahu  sebelumnya, dengan wilayah Regional Jawa Barat mengalami peningkatan paling tinggi sebesar 19%.

Sebelumnya, untuk pelanggan yang memiliki hobby bermain games online, Telkomsel juga telah menyediakan akses pembelian in-game features yang ada di aplikasi Google Play Store melalui layanan #JajanOnline, yang mana transaksi cukup dilakukan dengan cara memotong pulsa secara langsung, tanpa harus menggunakan kartu kredit.

“Kami menyadari tingginya respon positif pelanggan di kota besar seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Tangerang, dalam mengadopsi layanan broadband dan digital menuntut penetrasi yang lebih luas dari Telkomsel untuk menghadirkan kemudahan bagi pelanggan untuk mengakses layanan tersebut. Dengan menggandeng mitra reseller berjualan layanan digital, diharapkan dapat mendorong penguatan ekosistem digital yang lebih matang dan merata. Terlebih di wialayh yang memiliki penetrasi penggunaan layanan digital yang tinggi, seperti lingkungan kampus, tempat hiburan dan pemukiman padat” tutup Yetty. (Icha)

Apple Menggugat Qualcomm Sebesar US$ 1 Miliar

0

Telko.id – Apple Inc. mengajukan gugatan pada Qualcomm sebesar US$ 1 Miliar, Jumat lalu. Sehari setelah pemerintah AS menuduh pembuat chip itu menggunakan taktik anti persaingan untuk mempertahankan monopoli atas semikonduktor yang ada dalam ponsel, seperti dilansir dari Reuters.

Qualcomm merupakan pemasok utama untuk chipset yang digunakan oleh Apple dan Samsung Electronics Co Ltd untuk menghubungkan ponsel ke jaringan nirkabel. Kedua perusahaan tersebut menyumbang 40 persen dari pendapatan Qualcomm atau sebesar US$ 23,5 Miliar pada tahun fiskal terbaru.

Dalam gugatan yang diajukan di Pengadilan Distrik AS, Distrik California Selatan, Apple menuduh Qualcomm melakukan overclaim untuk chip yang digunakannya dan menolak untuk membayar sekitar US$ 1 miliar seperti yang ada dalam kontrak kerjasama. Apple menyatakan bahwa gugatan tersebut dilkukan setelah melakukan diskusi dengan regulator antitrust Korea Selatan, Korea Fair Trade Commission.

“Jika itu saja tidak cukup, kemudian masih juga berusaha memeras Apple dan tidak mengubah tanggapannya berarti Qualcomm memberikan informasi palsu kepada KFTC, maka Apel akan menolak,” kata Apple pada gugatannya.

Dalam sebuah pernyataan, Don Rosenberg, General Counsel Qualcomm menyebutkan bahwa klaim Apple tersebut “tidak berdasar.”

“Apple telah secara aktif mendorong serangan regulasi pada bisnis Qualcomm di berbagai yurisdiksi di seluruh dunia, sebagaimana tercermin dalam keputusan KFTC baru-baru ini dan keluhan FTC keluhan, dengan cara tidak memberikan data yang sesuai dengan fakta dan dan menyembunyikan informasi,” kata Rosenberg dalam pernyataannya.

Rosenberg menambahkan bahwa “Kami menyambut kesempatan untuk menyampaikan beberapa klaim di pengadilan, di mana kita akan membuka hasil temuan praktek Apple yang sebenarnya dan sudah melakukan pemeriksaan yang mendalam”.

Dengan adanya berita ini, saham Qualcomm pada penutupan minggu lalu sempat turun 2,4 persen lebih rendah pada $ 62,88.

Sebagai informasi, Qualcomm memiliki paten untuk chip yang meliputi essential paten, istilah yang digunakan untuk menggambarkan teknologi yang diperlukan untuk dilisensikan secara luas dan “wajar”.

Dalam gugatannya, Apple juga menuduh Qualcomm menolak memberikan lisensi teknologi pada produsen lain agar tidak dapat membuat chip.

Selain itu, dalam gugatannya tersebut, Apple juga menuduh Qualcomm menjual chip yang sama untuk menarik bayaran lagi dari biaya lisensi yang dijual secara terpisah. “Tidak ada lisensi, tidak ada chip”.

Apple juga menuduh bahwa Qualcomm menekan para operator jaringan untuk tidak menjual atau mendukung perangkat Apple yang dibuat dengan chipset Intel.

Sebagai catatan, KFTC pernah memberlakukan denda pada Qualcomm sebesar US$ 854 juta pada bulan Desember lalu terkait praktek lisensi paten yang tidak adil.

Pada bulan Februari 2015 pun, Qualcomm terpaksa membayar denda US$ 975 di Cina. Sementara itu, Uni Eropa pada Desember 2015 lalu sempat menuduh Qualcomm telah menyalahgunakan kekuatan pasarnya untuk menggagalkan saingan.

Pada hari Selasa, Federal Trade Commission AS mengajukan gugatan terhadap Qualcomm, mengatakan perusahaan berbasis di San Diego ini menggunakan posisi dominan sebagai pemasok chip telepon untuk memaksakan pasokan dan lisensi pada produsen ponsel. Qualcomm mengatakan akan protes atas claim FTC tersebut.

Sebagai tambahan informaasi, Qualcomm adalah satu-satunya pemasok chip untuk ponsel Apple sampai dirilisnya iPhone 7 September lalu. Di mana, produk tersebut menggunakan Intel Corp,” kata Stacy Rasgon, seorang analis senior di Bernstein Research. Dengan adanya kerjasama tersebut, saham Intel sempat naik 1 persen pada $ 36,94.

Di sisi lain, hengkangnya Apple dari bisnis Qualcomm itu bersamaan dengan Samsung yang beralih dari menggunakan chip internalnya sendiri untuk ponsel Galaxy S6, kembali ke Qualcomm untuk Galaxy S7.

Rasgon menambahkan bahwa Qualcomm begitu lihai mengelola bisnisnya. Jadi, ketika kontrak dengan Apple hilang, mereka mendapatkan kembali kontrak dari Samsung pada saat yang bersamaan. (Icha)

Singapura Sudah Mulai Proses Konsultasi teknologi 5G

0

Telko.id – Dunia telekomunikasi kini sedang focus mengembangkan teknologi 5G. Masih banyak yang harus didiskusikan agar teknologi baru yang menawakan kecepatan akses internet ini mampu diaplikasikan pada 2020 mendatang. Singapura pun berusaha untuk memahami skenario terbaik untuk perkembangan 5G masa depan.

Info-communications Media Development Authority (IMDA) Singapura mengumumkan akan meluncurkan proses konsultasi publik akhir tahun ini pada perkembangan teknologi mobile yang terkait dengan “5G” teknologi dan spektrum diperlukan, seperti yang dikutip dari laporan pers lokal.

“IMDA akan terus mempromosikan inovasi teknologi yang lebih besar dengan mendorong percobaan teknologi 5G untuk mengeksplorasi manfaat dan potensi aplikasi,” kata Aileen Chia, IMDA Asisten Chief Executive menjelaskan.

Aileen juga menambahkan bahwa “Uji coba tersebut, ketika dilakukan dalam lingkungan dunia nyata, akan membantu industri dalam pemahaman yang lebih baik bagaimana 5G akan bekerja dalam lingkungan bisnis Singapura dan skenario penyebaran optimal.”

Dukungan IMDA sangat mendorong partisipasi industri dalam proses konsultasi 5G untuk membantu lebih memahami kebutuhan industri dan bagaimana menanggapi. Dengan demikian, akan ada kepastian usaha di Singapura ini, terutama dalam membantu membentuk spektrum roadmap para pengusaha telekomunikasi dan ada kerangka peraturan yang jelas.

Singtel, operator terbesar di Singapura baru saja melakukan upgrade jaringan LTE secara nasional untuk mendukung pra-5G teknologi 256 quadrature amplitude modulation. Teknologi ini memungkinkan telco untuk mempromosikan kecepatan jaringan puncak 450 megabit per detik.

Bukan hanya di Singapur, teknologi 5G ini juga menjadi focus operator di Hong Kong. Beberapa waktu lalu, SmarTone dan Ericsson melakukan demo 5G.

Bukan hanya demonstrasi teknologi 5G saja, tetapi, kedua nya juga menandatangani kemitraan untuk mengembangkan teknologi mobile inovasi hub di Hong Kong.

“5G ini akan mendorong pergeseran signifikan terhadap hyperconnected dan real-time dunia internet hal,” kata Stephen Chau, SmarTone CTO, seperti dikutip dari RCR Wireless.

Stephen pun menambahkan bahwa “Kemtraan ini akan memberikan kolaborasi dengan para pemimpin industri dan teknologi lain untuk mengantar era baru kemungkinan mobile untuk konsumen dan bisnis”. (Icha)

‘BukaReksa’ Jadi Solusi Online Guna Tingkatkan Penetrasi Reksadana Indonesia

0

Telko.id – Aktifitas keseharian yang begitu pada pasti akan menyulitkan jika ingin berinvestasi secara tradisional. Itu sebabnya, kini begitu banyak alternative cara untuk melakukan investasi secara online. Demikian juga dengan reksa dana yang mensasar investor kecil menengah. Untuk meningkatkan jumlah investor, Bukalapak dan Bareksa berinisiatif menghadirkan fitur BukaReksa.

Langkah ini untuk mengakomodir para pengguna Bukalapak, baik pelapak maupun pembeli yang ingin berinvestasi reksa dana secara online. BukaReksa akan menjadi fitur baru di Bukalapak yang menyediakan sarana berinvestasi reksa dana secara online dan aman. Untuk itu, CIMB Principal Asset Management pun ditunjuk untuk membuat produk reksa dana khusus, yang diberi nama CIMB Principal Bukareksa Pasar Uang.

Reksa dana merupakan jenis investasi yang sedang didorong pemerintah, karena memiliki risiko relatif rendah. Namun demikian, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor reksa dana di Indonesia masih tergolong kecil, hanya sekitar 340.000—jauh ketinggalan dibandingkan negara-negara tetangga. Untuk memperdalam tingkat penetrasi reksa dana diperlukan berbagai program edukasi dan membuka kemudahan akses lewat pemanfaatan teknologi digital. Untuk itulah BukaReksa hadir, atas gagasan Bukalapak dan Bareksa.

Sebagai pemegang lisensi APERD (Agen Penjual Reksa Dana), Bareksa menjamin bahwa produk reksa dana yang ditawarkan di BukaReksa merupakan produk investasi yang secara resmi diatur dan diawasi oleh OJK. Dengan menggandeng CIMB-Principal Asset Management sebagai manajer investasi yang membuat produk reksa dana CIMB-Principal BukaReksa Pasar Uang, para pengguna Bukalapak dapat berinvestasi di produk ini dengan minimal dana hanya Rp10.000 saja.

Menurut data OJK, per Desember 2016 total kelolaan (asset under management, AUM) industri reksa dana di Indonesia sebesar Rp338,6 triliun. Dibandingkan dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2015 yang sebesar Rp11.540,8 triliun, nilai tersebut hanya 2,93 persennya saja. Jumlah investor reksa dana di Indonesia pun masih relatif sedikit. Per 26 Agustus 2016 jumlah investor reksa dana baru tercatat 340.869, atau hanya sekitar 0,13 persen dari total populasi Indonesia.

“Inovasi ini bagus karena berjalan searah dengan upaya kami di OJK untuk terus meningkatkan kedalaman pasar modal kita. Sesuai arahan oleh Presiden Joko Widodo, OJK akan selalu mendukung penuh setiap terobosan pemanfaatan teknologi seperti ini. Teknologi internet perlu terus kita manfaatkan untuk memperluas jangkauan (reach) investasi di Indonesia, termasuk untuk menggencarkan edukasi investasi reksa dana di masyarakat kita,” kata Nurhaida, Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang membidangi pasar modal, menyambut baik inisiatif ini.

Achmad Zaky, Founder dan CEO Bukalapak mengatakan, “Fitur BukaReksa ini diharapkan dapat menumbuhkan minat orang Indonesia khususnya para pengguna di Bukalapak yang kini jumlahnya lebih dari 11,2 juta pengguna untuk berinvestasi dengan cara yang mudah, aman, dan berkembang.”

Karaniya Dharmasaputra selaku Co-Founder dan Chairman Bareksa menjelaskan bahwa hadirnya fitur BukaReksa merupakan terobosan yang baru pertama kali terjadi di industri keuangan di Indonesia. Di mana terjadi kolaborasi dan sinergi antara perusahaan e-commerce seperti Bukalapak dengan perusahaan fintech dan financial marketplace seperti Bareksa.

“Terobosan serupa sangat berhasil di China, di mana terjadi sinergi serupa antara Alibaba dan Yu’e Bao,” kata Karaniya, yang juga merupakan pendiri dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia.

Karaniya juga berharap bahwa inovasi ini akan mengakselerasi proses edukasi dan inklusi masyarakat Indonesia untuk mulai berinvestasi reksa dana, sehingga dana simpanan mereka berkembang lebih baik ketimbang sekadar menabung di bank.

Penggunaan fitur BukaReksa ini sangat mudah. Syaratnya, harus memiliki akun Bukalapak dan memiliki saldo di BukaDompet minimal senilai Rp10.000. Para pengguna Bukalapak dapat mengakses fitur BukaReksa di halaman BukaDompet atau menu MyLapak. Sebelum melakukan investasi, pengguna harus mengisi formulir, lalu mendapatkan notifikasi bahwa pembukaan rekening reksa dana telah disetujui.

Ridwan Soetedja, Presiden Direktur PT CIMB-Principal Asset Management mengatakan, “Investasi di reksa dana dapat menawarkan potensi keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan konvensional di bank. Seperti karakternya, reksa dana pasar uang menawarkan return yang stabil meningkat tetapi lebih tinggi dibandingkan dengan deposito bank. Apalagi, reksa dana pasar uang yang eksklusif dijual melalui fitur BukaReksa ini minim risiko dan cocok bagi masyarakat awam.”

Selama periode 19 Januari – 19 Februari 2017, diadakan program promo di mana 500 investor reksa dana yang pertama kali berinvestasi di BukaReksa dengan dana minimum Rp100.000 akan mendapatkan tambahan 10 persen nilai unit reksa dana mereka. Maksimal nilai tambahan unit reksa dana yang diberikan kepada setiap investor adalah sebesar Rp25.000, berdasarkan transaksi pertama.

Achmad Zaky menambahkan fitur BukaReksa saat ini hanya dapat diakses di Bukalapak melalui desktop saja. Fitur BukaReksa ini sudah tayang di website Bukalapak dan mendapat respons positif, di mana dalam kurun waktu kurang dari dua minggu sudah mendaftar 5.600 investor baru dan melakukan transaksi. Ke depan, fitur ini akan terus disempurnakan sehingga dapat diakses melalui mobile-site dan aplikasi Bukalapak. (Icha)
 

KPPU Sedang Mengkaji Terhadap Adanya Indikasi Monopoli Broadband

0

Telko.id – Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara mengatakan dalam seminar yang digelar Indonesia Technology Forum (ITF) bahwa dari elemen DNA (device, network, & application), sektor yang tumbuh stagnan hanya network. “Persoalannya karena business as usual, tidak ada terobosan apa-apa. Jadi perlu usaha meningkatkan affordability atau keterjangkauan,” kata Chief RA, panggilan akrab Rudiantara. Menurutnya, bagaimana cara menurunkan cost, tambah Rudi, adalah network sharing. Berbagi jaringan menjadi sebuah keniscayaan.

Sebagaimana diketahui bahwa Industri telekomunikasi telah berkembang amat cepat dan memiliki multiplier effect yang sangat besar dan luas. Di luar pengaruh besarnya ke hampir semua industry lain, tidak bisa dikesampingkan realitas bahwa mayoritas penduduk indonesia dan juga dunia saat ini sangat tergantung telepon seluler yang sudah menjadi salah satu kebutuhan utama sehari-hari.

Merujuk data itu, pertumbuhan telepon seluler di indonesia mencapai 23 persen per tahun. Pada 2015 jumlah telepon seluler mencapai 338 juta, yang berarti rata-rata setiap orang indonesia memiliki 1,3 telepon seluler, sekalipun jumlahnya tidak seimbang antara wilayah pulau jawa dengan di luar jawa. Di indonesia, secara garis besar rata-rata satu penduduk di pulau jawa memiliki lebih dari satu telepon dan penduduk di luar jawa memiliki kurang dari satu telepon. Reratanasional itu pun masih tergolong sedikit, misalnya dibanding hongkong (2,3), malaysia (3,4), ataupun Singapura (1,4).

Tentunya, lanjut Chief RA merupakan kewajiban pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur telekomunikasi (serat optik) di luar jawa (palapa ring) serta meningkatkan jumlah dan pemakaian telepon dan kecepatan pengiriman data untuk peningkatan perekonomian dan sekaligus demi ketahanan nasional.

Sebagaimana diketahui bahwa pemerintah telah menetapkan kebijakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi antara lain melalui proyek palapa ring dengan menggunakan system komunikasi kabel laut dan serat optik (skll dan skso) untuk menyebarkan layanan broadband di seluruh wilayah indonesia dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (kpbu).

Manfaat kebijakan ini antara lain adalah ketahanan nasional, pemerataan infrastruktur telekomunikasi, penyediaan jasa akses teknologi informasi dan komunikasi (tik) yang tersebar di seluruh wilayah indonesia. Kebijakan ini sangat tepat karena sebaran infrastruktur saat ini hanya terpusat di jawa. Kebijakan ini tentu tidak bermanfaat maksimal apabila penggunaan infrastruktur tersebut tidak optimal (under capacity) sehingga perlu pula peningkatan jumlah telepon seluler/pintar serta penggunaannya

Namun, dalam praktiknya, menurut salah satu pembicara seminar, Agus Pambagio, Pengamat Kebijakan Publik, sebagian besar kpbu atas pembangunan infrastrukur telekomunikasi di luar pulau jawa (80 persen) dilakukan oleh satu operator telekomunikasi. Pasar telekomunikasi seluler Indonesia saat ini dikuasai (market leader) oleh satu operator, yakni Telkomsel (sekitar 37 persen pangsa pasar). Di bawah Telkomsel terdapat dua operator, yakni Indosat Ooredoo (23 persen) dan XL Axiata (14 persen).

Di bawah tiga operator tersebut terdapat empat operator lagi, seperti Ceria, 3 Hutchinson, Smartfren, dan Bakrie Telecom. Struktur pasar yang demikian mengakibatkan pasar telekomunikasi seluler bersifat oligopoli. Struktur pasar demikian diiringi adanya keengganan untuk berbagi kapasitas (sharing capacity) dengan operator telekomunikasi lain, selain operator telekomunikasi dalam grupnya.

Oleh karenanya, lanjut Agus, dalam struktur pasar yang oligopolis, dibutuhkan regulasi yang harus dapat mengatur persaingan usaha yang memastikan peningkatan manfaat bagi para pemangku kepentingannya. Bagi masyarakat sebagai konsumen kepentingan terutamanya adalah tarif yang lebih murah dan layanan yang lebih baik. Bagi pemerintah, kepentingan utamanya adalah peningkatan peran industry telekomunikasi, terutama untuk kesatuan wilayah dan perekonomian. Bagi industry telekomunikasi, kepentingan utama adalah pengaturan persaingan usaha yang sehat, efisiensi industri, mendorong inovasi dan investasi, serta peningkatan kualitas dan return yang lebih baik.

Solusinya? “Perubahan atas peraturan pemerintah nomor 52 tahun 2000 tentang penyelenggaraan telekomunikasi dan PP 53/ 2000 tentang penggunaan spectrum frekuensi radio dan orbit satelit; yang memungkinkan berjalannya sharing kapasitas sangat diperlukan. Kedua peraturan tersebut tidak memadai lagi dengan perkembangan saat ini,” tegas Agus.

Senada dengan Agus, anggota Wantiknas, Garuda Sugardo mengatakan bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan revisi terhadap regulasi yang sudah tidak relevan. Serta kebijakan network sharing merupakan kebijakan yang tepat dan perlu didukung oleh pelaku industri Telko. “Jika tidak dilakukan, maka percepatan industri digital di indonesia akan sulit terwujud.

Sementara itu, dari sisi kebijakan, menurut M.Syarkawi Rauf, Ketua KPPU, mengatakan pihaknya concern untuk terus mendorong terhadap pemerintah tentang perubahan dan revisi tarif interkoneksi, tarif off-net, frekuensi dan network sharing.

Pihak KPPU juga sedang melakukan kajian terhadap adanya indikasi monopoli jaringan pita lebar. Menurut Syarkawi, pihaknya sedang bergerak dan melakukan kajian mendalam terhadap indikasi penguasan dan kecenderungan adanya monopoli jaringan pita lebar oleh salah satu operator selular. Jika hal itu terjadi, lanjut Syarkawi pihaknya tak segan-segan melakukan penegakan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. (Icha)

Partisipasi Jadi eSaksi Yuk di Pilkada DKI via MataRakyat

Telko.id  – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang akan berlangsung pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang terus menyita perhatian masyarakat Indonesia. Hasil pilihan 7,1 juta warga DKI yang tersebar di 13.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pun akan menjadi momen nasional yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia.

Untuk membantu menjawab keingintahuan masyarakat akan hasil Pilkada DKI Jakarta dengan lebih cepat, inTouch Innovate Indonesia bekerjasama dengan beberapa mitra seperti Microsoft Indonesia untuk mengembangkan MataRakyat, sebuah aplikasi penghitungan suara yang dapat menginformasikan hasil penghitungan secara riil dan cepat (real and quick count) – beberapa menit setelah masing-masing TPS memperoleh suara akhir.

“Hasil resmi penghitungan suara akan disampaikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam 12 hari setelah tanggal 15 Feb. Selama rentang waktu tersebut, sistem quick count yang mengambil sampling 2% dari total data real count biasanya masih menjadi andalan untuk memprediksi hasil Pilkada. Tahun ini, aplikasi MataRakyat yang memanfaatkan cloud service Microsoft Azure pun hadir untuk membantu memberikan hasil survei secara riil dan cepat dengan metode Crowd Participation oleh eSaksi relawan” ujar Hendra Kendro, CEO inTouch Innovate Indonesia.

eSaksi adalah relawan yang tersebar di lima wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu yang menggunakan ponsel masing-masing untuk mengunggah hasil pemilihan ke server MataRakyat secara real time dari masing-masing TPS – tepat ketika TPS ditutup dan Formulir Plano C1 ditandatangani para saksi.

Untuk menjamin akuntabilitas dan keabsahan hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh ribuan relawan di 13.000 TPS ini, MataRakyat menerapkan metode dan teknologi tepat guna sbb:

  • Untuk memastikan hanya warga DKI yang terdaftar di DPT yang bisa mendaftar menjadi eSaksi. Nama sesuai KTP dan NIK eSaksi akan divalidasi terhadap database KPU melalui API (Application Program Interface)
  • Untuk menjamin bahwa data yang diketik dan foto formulir C1 yang diunggah oleh eSaksi berasal dari TPS yang benar dan pada waktu yang tepat (saat TPS tutup), MataRakyat menggunakan teknologi GeoTagging (menvalidasi lokasi berdasarkan koordinat GPS) dan Time-Stampped
  • Untuk memastikan angka yang diketik sama dengan bukti foto Formulir C1, MataRakyat menerapkan metode peer validation dimana data yang diunggah oleh setiap eSaksi akan divalidasi oleh eSaksi dari TPS lain yang dipilih oleh sistem secara acak sebelum direkap oleh server

”Penggunaan validasi eSaksi, GeoTagging, time-stampped, dan peer validation ini kami harapkan akan menjamin hasil MataRakyat yang lebih akurat, independen, dan akuntabel,” jelas Dhana Galindra, Project Manager MataRakyat.

Dalam membangun aplikasi nirlaba ini, Microsoft Indonesia memberikan dukungannya melalui penyediaan cloud service, Azure. Ruben Hattari, Corporate Affairs Director, Microsoft Indonesia mengatakan, “Pada hari Pilkada, jutaan data akan masuk ke dalam aplikasi MataRakyat. Azure pun menyediakan kemampuan skalabilitas otomatis, sehingga pengguna dapat tetap merasakan kenyamanan penggunaan di tengah traffic yang tinggi.”

Selain melalui aplikasi mobile dan website MataRakyat, hasil Real Quick Count MataRakyat ini juga akan disiarkan secara langsung melalui MetroTV sebagai official media partner MataRakyat.

Keseluruhan proyek MataRakyat dibangun dari hasil sumbangan relawan perorangan maupun korporasi; mulai dari tim programmer inTouch yang membangun aplikasi secara probono, Microsoft yang menyediakan cloud service Azure, rekan-rekan dari IT-Group, dan terutama para eSaksi relawan yang bersedia untuk bekerja tanpa dibayar dengan menggunakan ponsel serta pulsa / kuota internet sendiri.

“Sesuai dengan slogan iVote, iCount, iShare, MataRakyat merupakan platform bagi rakyat yang peduli untuk ikut mengawal hasil pemilu yang demokratis dan transparan. Saya yakin hal ini akan menjadi tren cara rakyat Indonesia memantau hasil pemilu yang akan datang; termasuk pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang berskala nasional,” tutup Hendra Kendro. (Icha)