spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1535

Ooredoo Qatar Ujicoba Jaringan Berkecepatan 40 Gbps

0

Telko.id – Nokia dan operator seluler Ooredoo Qatar mengatakan bahwa mereka berhasil mencapai kecepatan simetris 40 gigabit per detik menggunakan teknologi serat optik Time & Wavelength Division Multiplexing Passive Optical Network (TWDM-PON) kembangan Nokia dalam ujicoba yang dilakukan di Doha, Qatar.

Teknologi TWDM-PON, juga disebut sebagai teknologi generasi berikut dari passive optical network 2, dikembangkan di jaringan single fiber Ooredoo yang sudah ada sebelumnya.  Nokia mengatakan bahwa teknologi tersebut mampu memberikan tambahan kapasitas untuk jaringan yang ada.

Lebih dari itu, teknologi TWDM-PON Nokia dikatakan mampu memberikan 4 wavelengths tambahan, dimana masing-masing wavelengths sanggup memberikan kecepatan simetris hingga 10 Gbps, jadi jika ditotal mencapai 40 Gbps. Inovasi Nokia tersebut juga memungkinkan operator untuk meng-upgrade jaringan PON gigabit yang ada dengan kecepatan hingga 2.5Gbps ke XGS-PON dengan kecepatan hingga 10 Gbps dan di masa depan menjadi TWDM-PON dengan kecepatan hingga 40 Gbps.

“Melalui ujicoba yang sukses saat ini dengan teknologi NGPON Nokia, kami bergerak menuju pengembangan teknologi yang bisa menghadirkan kecepatan 40 Gbps untuk memberikan pengalaman broadband yang lebih baik bagi pelanggan individu dan layanan high-bandwidth yang dibutuhkan oleh pelanggan enterprise,” kata CEO Ooredoo Qatar,  Waleed Al Sayed.

“Ini adalah langkah bagi kita ke arah yang memungkinkan IoT, rumah pintar dan layanan smart city  di negara ini,” sambungnya.

Pada akhir September, Ooredoo mengatakan jaringan serat optik nya telah menghubungkan lebih dari 408.000 rumah di seluruh negeri dengan 293.000 rumah yang terhubung ke jaringan telko. Ooredoo juga beroperasi di Indonesia, Irak, Kuwait, Oman, Aljazair, Tunisia, dan Myanmar.

Telkom Jadikan Dumai Sebagai Hub Telekomunikasi Dunia

0

Telko.id  – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) resmi mengoperasikan mega proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Southeast Asia Middle East West Europe 5 (SEA-ME-WE 5) di Telkom Landing Station (TLS) Pantai Puak, Dumai.

Beberapa hari lalu, perusahaan telekomunikasi asal Singapura, Starhub, meluncurkan sistem kabel bawah laut yang menghubungkan 9 negara APAC. Dan kini, hal yang lebih membanggakan dilakukan oleh Telkom karena menjadi hub telekomunikasi dunia.

BUMN yang memiliki 65% saham Telkomsel ini resmi mengoperasikan mega proyek SKKL Southeast Asia Middle East West Europe 5 (SEA-ME-WE 5) di Telkom Landing Station (TLS) Pantai Puak, Dumai, pada 28 Desember 2016.

“Peresmian proyek kabel laut ini semakin mengukuhkan Indonesia sebagai hub telekomunikasi dunia,” ujar Direktur Wholesale & Internasional Service Telkom Honesti Basyir dalam keterangan pers, Kamis (29/12/2016).

Menurut Basyir, SEA-ME-WE 5 menambah kepemilikan SKKL global yang telah dimiliki Telkom sebelumnya, seperti Dumai Malaka Cable System (DMCS), Batam Singapore Cable System (BSCS), Asia America Gateway (AAG), dan Singapore Japan Cable System (SJC).

“Seluruh cable system ini dibangun dalam rangka mewujudkan visi Telin selaku pengelola bisnis internasional TelkomGroup untuk menjadi The World’s Hub for TIMES”, terangnya.

Untuk Mega Proyek ini, TelkomGroup melalui Telin berkolaborasi dengan 18 perusahaan telekomunikasi global melalui kepemilikan konsorsium untuk membangun kabel laut dengan panjang 20.000 kilometer yang menghubungkan Indonesia, langsung dengan 15 negara dari Asia Tenggara, Timur Tengah sampai dengan Eropa. Dumai menjadi titik awal landing station ini sampai akhirnya SEA-ME-WE 5 berakhir di Toulon, Prancis.

“Pemilihan Dumai sebagai landing station, sangat tepat karena memiliki sumber daya alam dan potensi masyarakat yang luar biasa. Hal ini merupakan modal untuk menjadikan Indonesia sebagai hub bagi telekomunikasi dunia,” kata Basyir.

Pembangunan SEA-ME-WE 5 sendiri dimulai sejak tanggal 29 Agustus 2014 dan telah siap beroperasi sejak 13 Desember 2016 lalu. Sistem komunikasi kabel laut tersebut sekaligus melengkapi kabel laut yang telah dimiliki oleh TelkomGroup.

“Ke depan bahkan seluruh rangkaian sistem kabel laut milik TelkomGroup akan semakin lengkap konfigurasinya dengan hadirnya Southeast Asia-United States (SEA-US) serta Indonesia Global Gateway (IGG)”, jelas Direktur Network, Information Technology & Solution Telkom Abdus Somad Arief.

Sebagai informasi, SEA-ME-WE-5 memiliki kapasitas sebesar 24 terabyte per detik menggunakan teknologi 100G, sehingga mampu memenuhi kebutuhan bandwidth yang terus meningkat antara Asia dan Eropa dengan latensi yang rendah. Dengan demikian, TelkomGroup diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih handal dan berkualitas.

TelkomGroup saat ini juga sedang dalam proses pembangunan SKKL Southeast Asia-United States (SEA-US) yang menghubungkan langsung Manado ke Los Angeles dan Indonesia Global Gateway (IGG) yang menghubungkan Manado ke Dumai, melengkapi pencapaian tujuan menjadikan Indonesia sebagai Global Digital TIMES Hub. [HBS]

Polytron Targetkan Produksi 5 Juta Smartphone di 2017

0

Telko.id – Polytron, salah satu merek electronik asli Indonesia sangat optimis dengan kondisi usaha di tahun 2017. Setidaknya, perusahaan ini menargetkan adanya pertumbuhan sekitar 15%.

“Untuk 2017, target produksi elektronik secara keseluruhan di patok naik 15%, hal tersebut berimbang dengan proyeksi pertumbuhannya 15% untuk lini elektronik dan smartphone. Walaupun untuk lini home appliances Polytron percaya diri pertumbuhan bakal lebih baik, namun Polytron tidak terlalu memasang patok terlalu tinggi, mengingat tahun depan Indonesia akan diramaikan dengan Pilkada”, ujar Tekno Wibowo, Marketing Director Polytron menjelaskan.

Tekno menambahkan bahwa, “Perkembangan teknologi digital saat ini berkembang sangat pesat. Polytron mensiasati peluang tersebut pada perangkat elektronik-nya. Era digital dianggap telah membuat manusia memasuki gaya hidup baru yang lebih mudah dan praktis”.

Khusus untuk produk smartphone di tahun 2017, Polytron juga akan lebih berkonsentrasi. Semua handphone milik Polytron telah di produksi di Indonesia. Harapannya tahun depan dapat meningkatkan produksi menjadi sekitar lima juta unit handphone per-tahun.

Sebagai informasi, Polytron memulai usahanya dengan memproduksi televisi tabung sekitar empat puluh tahun lalu, kini telah sukses berkembang. Berbagai tantangan berat dilaluinya, termasuk kondisi krisis ekonomi tahun 1998 pernah dilakoninya.

Perjuangan yang dimulai dari titik nol, dari perusahaan kecil yang berlokasi di Kudus, perlahan bergerak. Segala persaingan–pun dilaluinya.

Dimasa gejolak tingginya persaingan dari Negara Eropa, Polytron tetap tegak, berselang beberapa tahun kemudian gencar masuknya produk dari negeri Matahari Terbit, tak berapa lama muncul perangkat dari negeri Ginseng, dan kini bersaing dengan produk dari negeri Tirai Bambu.

Semua dilaluinya dengan berjuang dan berjiwa besar. Semangat inovasi dan percaya diri yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan perkembangannya.

Ekspansi selalu dilakukannya dengan menciptakan barang yang berkualitas dengan inovasi, peningkatan teknologi dan berusaha terdepan baik dari segi produk, kualitas, kuantitas dan layanan purna jual. (Icha)

Trafik Data Indosat Naik 19.14% Saat Natal

0

Telko.id – Jaringan Indosat Ooredoo telah berhasil melayani pelanggan dengan baik selama masa-masa kenaikan trafik saat perayaan Natal 2016 dan liburan akhir tahun.

Pelanggan dapat berkomunikasi dengan nyaman dan lancar dimanapun mereka berada, berkat kesiapan kapasitas jaringan yang telah ditingkatkan untuk mengantisipasi kenaikan trafik akibat dari tingginya aktivitas masyarakat selama periode tersebut.

”Kenyamanan dan kelancaran berkomunikasi pelanggan merupakan komitmen kami, terutama di masa-masa terjadinya kenaikan trafik telekomunikasi seperti saat Natal dan akhir tahun. Kami berharap layanan kami dapat mendukung aktivitas masyarakat di akhir tahun,” kata Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo dalam siaran persnya.

Tren penggunaan media sosial dan pengiriman pesan melalui berbagai aplikasi memberi pengaruh pada trafik secara umum. Trafik Data di hari Natal meningkat menjadi sekitar 2,232.04 Terabyte/hari, atau naik 19,14% dibandingkan trafik data reguler pada hari biasa. Trafik voice nasional pada hari H mengalami peningkatan menjadi sekitar 384,78 juta menit, atau naik sekitar 0,28% dibandingkan dengan trafik voice reguler hari biasa.

Peningkatan tertinggi trafik voice terjadi di area wilayah Sumatera Utara (7,70%), Sumatera Selatan (5,81%) dan Jawa Timur (2,60%).

Trafik SMS di hari H menurun menjadi  sekitar 544,86 juta SMS, atau turun 1,44% dibandingkan trafik SMS reguler hari biasa. Keberhasilan kirim antar pelanggan Indosat Ooredoo lebih dari 92,91% dan tingkat keberhasilan pengiriman SMS ke antar operator mencapai sekitar 90,73%.

Sebelumnya, Indosat Ooredoo telah menyiapkan jaringannya untuk mengantisipasi kenaikan trafik telekomunikasi yang diprediksi akan terjadi saat libur akhir tahun ini, dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringannya.

Perusahaan telah meningkatkan semua kapasitas layanan yang meliputi suara, SMS dan Data. Kapasitas suara ditingkatkan menjadi  2,244 Juta menit/hari (37,4 juta Erlang/hari), kapasitas layanan SMS ditingkatkan menjadi 1,892 milyar SMS/hari, dan kapasitas layanan Data ditingkatkan menjadi 6,890 Terabyte/hari.

Kesiapan ini juga didukung oleh i-NOC (Indosat Ooredoo Network Operation Center), fasilitasmonitoring & pengendalian jaringan secara terpadu baik untuk layanan seluler (mobile)maupun layanan Enterprise Corporate (Fixed MIDI), Indosat Ooredoo Business, termasuk yang disediakan oleh anak perusahaan Indosat Ooredoo seperti  Lintasarta dan IM2. i-NOC juga berperan untuk meningkatkan fungsi monitoringkontinuitas antar jaringan yang kompleks, peningkatan percepatan penyelesaian gangguan dan pusat koordinasi (Command Center) bagi seluruh perangkat jaringan Indosat Ooredoo secara nasional. (Icha)

 

Kominfo Bangun Stasiun Monitoring Untuk Dukung Pengawasan Keselamatan Penerbangan

0

Telko.id – Dalam kunjungan khusus ke Kalimantan Barat (28/12), Menkominfo Bapak Rudiantara melakukan pengecekan kesiapan Statiun Monitoring Frekuensi Radio (SMFR) berupa Stasiun Monitor Tetap Portable di Kabupaten Sintang.

Statiun Monitoring ini berguna untuk meningkatkan fungsi pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan spektrum frekuensi radio yang diutamakan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan dengan cara pengamanan pita frekuensi radio yang digunakan untuk navigasi dan komunikasi antara ATC dengan pilot di dalam pesawat.

“Stasiun Monitor ini ditempatkan di 64 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia”, kata Noor Iza, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo seperti dikutip dari Berita Kementerian Kominfo.

Penempatan Stasiun Monitor Tetap Transportable berada pada beberapa lokasi yang dekat dengan bandara atau merupakan jalur penerbangan.

Dalam menempatkan stasiun monitor tersebut di 64 Kabupaten/Kota, Ditjen SDPPI bekerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero) yang memiliki sebaran aset Kantor Pos di berbagai wilayah.

Diharapkan dengan adanya 64 SMFR stasiun monitor tetap transportable ini, maka kegiatan monitoring pendudukan spektrum frekuensi radio di 64 Kabupaten/Kota tersebut akan meningkat, yang semula masih dilakukan secara terjadwal sebanyak satu sampai dua kali dalam setahun per Kabupaten/Kota, kali ini dapat dilakukan secara real time.

Dalam kunjungannya, Rudiantara melakukan peresmian BTS layanan telepon selular di wilayah perbatasan di Desa Katuk Asam, Kabupaten Kapuas Hulu. Menkominfo bersama dengan Bupati Kab. Kapuas Hulu meninjau BTS secara langsung dan melakukan panggilan pertama menggunakan last mile BTS tersebut. (Icha)

Anak-anak pun Isi Liburan Dengan Belajar Coding Games

0

Telko.id – Liburan akhir tahun cukup panjang. Indosat Ooredoo turut mengisi dengan mengadakan Kelas Coding bagi anak-anak SD dan SMP yang diselenggarakan pada tanggal 26–30 Desember 2016 dan tanggal 2–6 Januari 2017.

Kelas Coding ini merupakan kegiatan pelatihan membuat aplikasi permainan (games) komputer dan mobile. Anak-anak diajarkan membuat aplikasi permainan ini dalam waktu 5 hari dengan dilatih oleh pengajar berpengalaman.

Aplikasi yang dipakai di Kelas Coding ini menggunakan aplikasi Scratch yang mudah digunakan hasil karya pengembang dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang juga sudah banyak dipakai untuk pelatihan coding di seluruh dunia.

”Kegiatan Coding juga memungkinkan anak-anak untuk melatih kemampuan matematika yang mereka miliki. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat membantu para orang tua menggali potensi yang dimiliki anak-anak mereka untuk menjadi technopreuner muda sejak dini. Hal ini juga sejalan visi besar Pemerintah untuk menjadikan Indonesia memiliki 1000 startup local berkualitas pada tahun 2020,” ujar Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo menjelaskan.

Kelas Coding yang diselenggarakan Indosat ini berlangsung serentak di 5 kota seperti Serpong, Bogor, Bandung, Semarang, dan Jogjakarta. Ruang-ruang kantor Indosat Ooredoo di kota tersebut juga sudah dilengkapi fasilitas lainnya seperti screen dan WiFi untuk membuat nyaman para peserta mengikuti Kelas Coding. Indosat Ooredoo juga bekerja sama dengan Coding Camp Indonesia sebagai fasilitator pelaksanaan Kelas Coding tersebut.

Di akhir kelas, para peserta akan mendapatkan sertifkat sebagai tanda sudah berhasil membuat aplikasi permainan sederhana.

Sebelum Kelas Coding libur akhir tahun ini, Indosat Ooredoo sudah beberapa kali mengadakan kegiatan serupa. Bahkan Indosat Ooredoo mendukung beberapa komunitas di Pandeglang, Banten dan Kuningan, Jawa Barat agar anak-anak di sana dapat merasakan akses terhadap kegiatan Coding.

Indosat Ooredoo mengadakan program ini secara reguler dan berikutnya akan dikembangkan untuk di lokasi luar pulau Jawa.
Indosat Ooredoo berharap semakin banyak anak-anak Indonesia yang memiliki akses dan memanfaatkan kegiatan coding.

Hal ini juga sejalan dengan program yang sebelumnya sudah dijalankan oleh Indosat Ooredoo seperti IWIC yang membuka kategori untuk anak-anak serta program Ideabox untuk membantu pengembangan para startup lokal Indonesia. (Icha)

Telkomsel Kenalkan 4,5G ke Pelanggan Surabaya

0

Telko.id – Telkomsel mulai melakukan ujicoba jaringan 4,5G di wilayah Kota Surabaya. Ujicoba tersebut dilakukan secara terbatas yakni di pusat pelayanan Telkomsel Grapari, Jalan Pemuda, Surabaya.

Untuk ujicoba jaringan 4,5G, Telkomsel bekerjasama dengan Huawei, ZTE, Nokia dan Ericsson, dengan menggunakan teknologi Long Term Evolution (LTE) yang beroperasi di frekuensi 1.800 MHz dengan lebar pita 20 MHz yang dikombinasikan dengan teknologi 4X4 MIMO. Dengan kombinasi teknologi tersebut, jaringan 4,5G diklaim dapat memberikan akses data 2x lebih cepat dari teknologi 4G  dan dapat meminimalkan tingkat latensi hingga kurang dari 10 milidetik.

“Kami ingin menunjukkan kepada pelanggan dan masyarakat bahwa, Telkomsel siap mengimplementasikan jaringan 4,5G di Indonesia,” tutur Ririn Widaryani, Executive Vice President Telkomsel Area Jawa Bali, dikutip telko.id dari detik.com

Vice President ICT Network Management Jawa Bali Telkomsel Ronny Arnaz menambahkan, di pusat pelayanan Grapari, pelanggan dan masyarakat dapat merasakan bagaimana kecepatan jaringan 4,5G yang sudah disediakan di experience booth, dan dilengkapi dengan costumer premises equipment (CPE)-peralatan yang sudah mendukung teknologi 4,5G serta televisi LCD.

“Implementasi teknologi 4,5G secara komersial belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, karena belum ada regulasi yang mengatur tentang teknologi ini,” kata Ronny.

Meski demikian, jaringan dan handset pendukung sudah dipersiapkan, sehingga teknologi ini sudah dapat diimplementasikan.

“Investasi teknologi 4,5G lebih kecil dibandingkan dengan penambahan modul baru bagi 3G atau 4G. Hanya perlu menambah modul antena tambahan di BTS yang sudah ada,” sambung Ronny, seperti dikutip telko.id dari detik.com.

Optimalkan Program USO, Kominfo Luncurkan Aplikasi e-USO

0

Telko.id –  Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merilis aplikasi E-USO sebagai bagian dari upaya membuka “keran” untuk usulan publik terkait dengan program USO (Universal Service Obligation). Dengan aplikasi ini, pengusulan program USO dilakukan secara online dan melalui satu pintu oleh setiap kabupaten, sehingga menghindari terjadinya duplikasi usulan dari kabupaten yang sama.

“Dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna dapat menambahkan usulan, mengetahui data usulan yang baru masuk, terverifikasi, dan diterima menurut kategori-kategori tertentu. Aplikasi ini mencakup data usulan pembangunan menara seluler (BTS), data usulan pengadaan akses internet dan data usulan lainnya,” ujar Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Noor Iza dalam siaran persnya, Selasa, 27 Desember 2016.

Seperti dikutip Telko.id dari laman Kominfo, saat ini terdapat 34 Provinsi di Indonesia ataupun K/L sudah mengusulkan ke Kominfo baik program penyediaan BTS ataupun akses internet. Dari tahun 2015 hingga tahun 2016 usulan penyediaan BTS sejumlah 948 lokasi dan usulan akses internet sejumlah 1923 lokasi.

Pada awalnya pengusulan program KPU/USO dilakukan secara manual, yaitu Pemerintah Daerah menyerahkan proposal usulan dan kelengkapannya ke Kementerian Komunikasi dan Informatika cq. Direktorat Pengembangan Pitalebar, Ditjen PPI. Dan selanjutnya, program Pembangunan BTS dan Penyediaan Akses Internet dapat diusulkan secara online.

Latar belakang disusunnya aplikasi ini adalah menghindari terjadinya penipuan terhadap pengusulan Program USO dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, memudahkan pengusulan program USO secara online dan melalui satu pintu oleh setiap Kabupaten sehingga tidak terjadi duplikasi usulan dari Kabupaten yang sama sekaligus memudahkan pemantauan progress usulan program USO oleh Pemda dan Transparansi kepada pengusul.

“Kami berharap dengan diterapkan aplikasi E-USO, setiap Kabupaten yang mengusulkan bisa memantau usulannya dan adanya transparansi terhadap usulan program KPU/USO”, ujar Wayan Toni Supriyanto, Kasubdit Ekosistem Pitalebar, dalam pembukaan Launching dan Bimtek Aplikasi pada awal Desember di Yogyakarta.

Aplikasi Penanganan Proposal KPU/USO sendiri adalah sebuah aplikasi yang digunakan sebagai rekapitulasi dan basis data proposal pengajuan/usulan seluruh Pemda dan Kementerian yang ada di Indonesia. Dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna dapat menambahkan usulan, mengetahui data usulan yang baru masuk, terverifikasi, dan diterima menurut kategori-kategori tertentu. Aplikasi ini mencakup data usulan pembangunan BTS, data usulan pengadaan akses internet dan data usulan lainnya. Aplikasi E-USO dapat diakses di portal www.ditpitalebar.kominfo.go.id/e-uso.

Saat ini Direktorat Pengembangan Pitalebar sudah mengirimkan surat pemberitahuan ke Pemda terkait pemberian akun pengunaan aplikasi E-USO untuk masing – masing Kabupaten. Adapun Kabupaten yang sudah merespon terdapat126 Kabupaten yang sudah memberikan akun. Dinas Kominfo Provinsi diharapkan lebih aktif dalam mengkompilasi data akun masing – masing Kabupaten untuk dikirimkan ke Ditjen PPI cq Direktorat Pengembangan Pitalebar. Dan selanjutnya akun tersebut digunakan untuk melakukan pengusulan secara online melalui aplikasi E-USO.

Untuk Perbaiki Kinerja Keuangan, Protelindo Pinjam Rp500 miliar ke BCA

0

Telko.id –  PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) baru saja mendapatkan pinjaman dana sebesar Rp500 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Dana pinjaman tersebut terdiri dari fasilitas A yang berupa fasilitas Time Loan Revolving dan fasilitas B yang berupa fasilitas uncommitted money market line.

Untuk jangka waktu akseptasi Fasilitas A maksimal enam bulan dan dapat diperpanjang dengan menyerahkan akseptasi baru. Sementara fasilitas B berjangka waktu satu tahun sejak tanda tangan Perjanjian Fasilitas Sublimit dan suku bunga ditentukan saat penarikan, sesuai suku bunga pasar. Bunga dibayar tiap jatuh tempo akseptasi. Nilai penarikan Fasilitas B minimal Rp5 miliar.

Menurut Sekretaris Perusahaan Sarana Menara Arif Pradana dalam keterbukaan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), fasilitas pinjaman tersebut berjangka waktu tiga tahun sejak penanda tanganan perjanjian fasilitas pada 21 Desember 2016 dan akan digunakan untuk pembiayaan general purposes dan cashflow bridging Protelindo.

Dalam perjanjian tersebut, Protelindo sepakat dengan bunga sebesar JIBOR + 1,50% per tahun dan provisi sebesar 0,15% per tahun per penarikan. Protelindo juga harus menjaga rasio utang bersih terhadap EBITDA berjalan tidak boleh melampaui 3,50 berbanding 1,00.

Protelindo sendiri adalah anak usaha dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang bergerak di bisnis penyediaan menara nasional. Pada 28 Maret 2016 lalu, Protelindo membeli 2500 menara telekomunikasi XL senilai Rp3,5 triliun secara tunai. Dan hingga saat ini, Protelindo memiliki dan mengelola lebih dari 14500 tower di seluruh Indonesia.

StarHub Luncurkan Sistem Kabel Bawah Laut yang Hubungkan 9 Negara APAC

0

Telko.id – Operator telekomunikasi asal Singapura, StarHub, resmi meluncurkan jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan 9 negara di Asia Pasifik. Jaringan yang diberinama Asia Pacific Gateway (APG) ini membentang sepanjang 10.900 kilometer dan terhubung dengan connecting point di China, Hong Kong, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam. Kapasitasnya lebih dari 54 terabit per detik.

Starhub mengatakan pihaknya telah menandatangani kemitraan dengan perusahaan telekomunikasi di masing-masing negara untuk menyediakan layanan bagi pelanggan enterprise yang membutuhkan konektivitas internasional ke  pasar luar negeri. Dikatakan juga bahwa APG memiliki cable landing point di Shanghai Nanhui, Chongming dan Hong Kong, dioperasikan oleh penyedia telekomunikasi yang cukup besar di Cina, yang memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dari harga yang beragam dan kompetitif untuk tersambung ke Cina.

Sistem kabel APG juga meningkatkan konektivitas internasional StarHub dengan menyediakan keragaman traffic routing ke sistem kabel bawah laut seperti Asia-Pacific Cable Network 2, Asia Submarine-cable Express dan Asia-America Gateway. Starhub juga mengatakan bahwa APG akan memberikan perusahaan yang berbasis di Singapura ini lebih banyak pilihan untuk terhubung ke bagian lain di Asia Pasifik serta meminimalkan dampak dari gangguan layanan akibat kerusakan kabel bawah laut.