spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1521

Kementerian Desa: Sudah Waktunya Digitalisasi UKM

0

Telko.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mendukung rencana yang dilakukan oleh Balai Penyedia dan Pengelolaan Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika atau BP3TI Kementerian Komunikasi dan Informatika. Keduanya siap untuk membangun desa broadband dengan tujuan agar petani dan penduduk desa merasakan manfaat internet.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengemukakan, dewasa ini seluruh masyarakat Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan akses internet. Sebab, koneksi internet dapat dimanfaatkan penduduk desa dan petani untuk berjualan secara online.

“Harus didukung, dong. Saat ini, masyarakat desa butuh sekali internet. Mereka bisa menjual hasil pertanian dan kreativitasnya di dunia maya, seperti di e-commerce. Itu yang dibutuhkan,” tuturnya usai membuka pameran Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Purkades) di Thamrin City, Jakarta, Jumat 28 Juli 2017.

Sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat desa dan petani agar dapat bersaing di era digital, pemerintah telah menggelar Expo Prukades 2017 untuk mengenalkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang diunggulkan di desanya kepada masyarakat kota.

“Eko juga menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan intensif pada Purkades dengan memberikan bibit produksi seperti jagung, ikan, padi. Dengan demikian, desa itu punya skala produksi besar. Dengan ini, pemerintah bisa membawa swasta atau BUMN untuk berinvestasi di desa-desa. Jika berhasil maka semua pemangkau kepentingan diuntungkan karena masyarakat desa dapat jaminan pasar.

Eko juga menjelaskan, dewasa ini masyarakat desa tidak hanya membutuhkan koneksi internet, tetapi juga pasokan listrik yang cukup.

Seperti diketahui, BP3TI berencana menutup area blankspot pada sekitar 5.000 desa yang akan rampung pada 2019. Menurut BP3TI, hingga akhir Desember r 2016, mereka telah membangun sebanyak 31 BTS aktif dan sebanyak 40 BTS masih dalam proses pembangunan.

UKM Didorong Gunakan e-Commerce

Media online memang kini menjadi sarana yang boleh dibilang sangat efektif untuk melakukan penjualan. Itu sebabnya, Kementerian Desa mendorong para Usaha Kecil Menengah untuk memanfaatkannya. Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian Desa), Ahmad Erani Yustika saat pembukaan Expo Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) 2017.

Langkah ini dinilai oleh Kementrian Desa mampu membantu usaha para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di desa-desa terpencil agar lebih maju, pemanfaatan teknologi digital menjadi hal yang penting. Untuk itu, Setiap desa juga diberikan pendamping agar para pelaku UKM bisa lebih memahami tentang strategi berjualan secara online.

“Pemanfaatan teknologi sangatlah penting, apalagi ada permasalah geografis yang dihadapi para pelaku UKM di desa terpencil. Untuk tahap awal, kita juga sudah bekerja sama dengan e-Commerce yang besar seperti Bukalapak, kita mendorong pelaku UKM untuk ikut berjualan di sana. Karena kan Bukalapak sudah mapan. Pengunjungnya sudah sampai dua hingga tiga juta setiap hari,” ujar Ahmad.

Untuk mendukung gerakan ini, maka dibutuhkan ketersediaan internet di desa yang saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memiliki program Desa Broadband Terpadu yang menjanjikan pembangunan akses internet hingga ke desa-desa terpencil.

“Sampai akhir tahun 2019, komitmennya semua desa sudah tercover internet. Masalahnya, apakah penduduk di desa ini mampu membeli internet? Dengan program Prukades yang telah kita jalankan, Insya Allah masyarakat desa akan mampu,” ujar Menteri Desa, Eko Putro Sandjojo.

Dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk-produknya seperti melalui jejaring sosial, situs e-commerce, dan lainnya, Mendesa berharap usaha pelaku UKM di desa tertinggal akan semakin berkembang, sehingga pada akhirnya bisa ikut mendorong pertumbuhan ekonomi desa tersebut.  (Icha)

Telkomsel Bangun 63 BTS Merah Putih di Pelosok

0

Telko.id – Dalam upaya mendukung pemerintah memeratakan akses telekomunikasi di seluruh Indonesia, Telkomsel terus melakukan pembangunan infrastruktur jaringan hingga ke pelosok, termasuk di wilayah-wilayah berpenduduk yang belum memperoleh akses telekomunikasi. Tahun ini rencananya Telkomsel akan membangun sebanyak 63 Base Transceiver Stations (BTS) di lokasi-lokasi pelosok melalui program Merah Putih.

Sebanyak 63 BTS Merah Putih yang akan digelar Telkomsel pada tahun ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, seperti di NTT (16 BTS), NTB (7 BTS), Maluku (11 BTS), Sulawesi (21 BTS), Papua (5 BTS), dan Kepri (3 BTS). Hadirnya 63 BTS baru di lokasi-lokasi tersebut diharapkan akan mampu melayani kebutuhan komunikasi dari sekitar 120.000 warga masyarakat yang sebelumnya memiliki kesulitan dalam mengakses layanan telekomunikasi.

Adapun sejak diluncurkan pertama kali di tahun 2008, proyek Telkomsel Merah Putih telah berhasil membuka jaringan di sekitar 450 lokasi dari ujung Barat hingga ujung Timur Indonesia, yang terus ditingkatkan layanannya dari sisi kualitas dan kapasitas.

“Sejak awal beroperasi 22 tahun yang lalu, Telkomsel memiliki visi untuk menyatukan Indonesia melalui hadirnya layanan telekomunikasi di berbagai lokasi di Indonesia, sehingga masyarakat bisa saling terhubung kapan pun dan di mana pun. Komitmen ini terus kami pertahankan hingga saat ini, dimana kami konsisten membangun daerah-daerah pelosok agar tidak terisolasi dari sisi telekomunikasi,” kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel.

Lebih lanjut Ririek menambahkan, “Saat ini telekomunikasi tidak hanya menjadi kebutuhan utama masyarakat di kota besar namun juga hingga ke pelosok. Untuk itu kami pun terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui layanan seluler yang kami hadirkan, sehingga lebih banyak lagi masyarakat di pelosok yang dapat menikmati layanan telekomunikasi dengan standar kualitas yang sama dengan wilayah lainnya di seluruh Indonesia. Kami berharap hadirnya layanan ini dapat turut mendorong perubahan yang lebih baik di berbagai sektor di wilayah terkait”

Di program Merah Putih, Telkomsel menerapkan teknologi berkonsep remote solution system yang dinamakan: Very Small Aperture Terminal-Internet Protocol (VSAT-IP) yang berbasis satelit ditambah dengan teknologi power supply yang menggunakan solar panel system. Teknologi ini merupakan solusi layanan komunikasi yang cocok untuk diterapkan di daerah terpencil dengan infrastruktur yang sangat terbatas dan kondisi geografis yang sangat ekstrim, seperti pedesaan dan wilayah terdepan Indonesia. Dengan diimplementasikannya teknologi ini, pelanggan dapat menikmati layanan suara, SMS, dan data dengan kualitas yang memadai.

Raih apresiasi KPU/USO 2017

Selaku salah satu mitra kerja pemerintah (Kemkominfo) yang terus mendukung keberhasilan pembangunan telekomunikasi dan informatika melalui program Kewajiban Pelaksanaan Universal/Universal Service Obligation KPU/USO, Telkomsel mendapatkan penghargaan dalam kategori ‘Wajib bayar Kontribusi KPU/USO Terbaik Tahun Buku 2016’ di acara Malam Penghargaan dan Apresiasi KPU/USO 2017.

KPU/USO merupakan program pemerataan pembangunan telekomunikasi dan informatika yang diprioritaskan di daerah terluar/perbatasan, desa tertinggal, desa terpencil, daerah rintisan dan daerah yang tidak layak secara ekonomis serta wilayah yang belum terjangkau akses dan layanan telekomunikasi.

“Tentunya kami berharap program USO dapat semakin banyak melayani dan memajukan seluruh wilayah Indonesia yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan telekomunikasi. Kami pun bergerak beriringan dengan pemerintah untuk terus melakukan penggelaran jaringan telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia. Kami pun meyakini dampak sosial yang positif dari kehadiran akses telekomunikasi dapat mempercepat pertumbuhan perekonomian suatu daerah, sehingga dapat membuka peluang usaha dan bahkan lapangan kerja baru,” jelas Ririek.

Pendanaan KPU/USO merupakan anggaran dari kontribusi penyelenggara jaringan/jasa telekomunikasi yang diperoleh dari pendapatan kotor perusahaan. Sejak tahun 2006, pengelolaan anggaran KPU/USP dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Layanan Umum (BLU) yang kini bernama Badan Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BPPPTI). Kesuksesan program KPU/USO merupakan sinergi dari masyarakat Indonesia sebagai pelanggan layanan telekomunikasi, fasilitasi penyedia jaringan/jasa telekomunikasi, dan penetapan koridor pembangunan oleh pemerintah, di mana hasil dari sinergi tersebut kembali dirasakan oleh masyarakat di wilayah-wilayah prioritas USO. (Icha)

 

Huawei: Indonesia Siap Adopsi 5G komponen teknologi LTE yang tersedia

0

Telko.id – Teknologi 5G dapat mempercepat kehidupan digital di masa depan dengan memungkinkan “Everything on Mobile and Connected”, dimana semua hal dapat dioperasikan melalui perangkat mobile. Akses jaringan mobile juga dapat mengubah industri telekomunikasi, dengan memungkinkan semua hal terkoneksi kapan saja dan dimana saja.

Di masa yang akan datang, akses nirkabel pada akhirnya akan digunakan. Teknologi 5G akan memberikan jaringan nirkabel yang fleksibel, dapat diandalkan, dan aman untuk menghubungkan individu dengan seluruh aplikasi, layanan, dang hal lainnya sehingga dapat menuntun masyarakat ke era “Everything on Mobile and Connected”. Di era “Everything on Mobile and Connected”, jaringan mobile harus dapat memenuhi kriteria dari tiga dimensi, yaitu jumlah koneksi, latensi, dan throughput.

Inovasi teknologi, terutama 5G, dapat mempercepat langkah untuk menuju dunia yang terkoneksi dengan lebih baik. Telah diantisipasi bahwa masa depan akan menyaksikan perwujudan dari pengalaman dan aplikasi baru seperti mobil tanpa kemudi, operasi dari jarak jauh, Virtual Reality (VR), dan hiburan imersif berbasis VR. 5G dapat memenuhi berbagai skenario aplikasi dengan koneksi antar benda menjadi skenario yang utama, termasuk sistem mengemudi otonom, kendaraan terkoneksi (V2X), pengiriman melalui drone, dan otomasi robot industri (Industry 4.0).

Bagian terpenting dari koneksi 5G adalah kemampuannya dalam menghadirkan VR dan AI (Artificial Intelligence) yang lebih baik, menghubungkan mesin ke mesin (M2M), dan membawa Internet of Things (IoT) ke tahap selanjutnya. 5G akan mampu memberikan dukungan yang kuat terhadap perkembangan internet dan memberikan pengalaman Mobile Broadband (MBB) melalui pemenuhan kriteria untuk tingkat spektrum yang tinggi, tingkat puncak yang tinggi (high peak rates), jumlah koneksi yang banyak, dan latensi yang sangat rendah dengan kisaran 1 mili detik, yang memungkinkan operator untuk memberikan lebih banyak koneksi Mobile Network of Things (MoT), sehingga mampu mempromosikan industri MBB.

Sebagai yang selalu terdepan, masyarakat Indonesia selalu terbuka dalam mengadopsi teknologi baru, yang mana Indonesia baru saja memulai transformasi digital dan fokus dalam memperbaiki infrastruktur TIK dan melakukan inovasi untuk berbagai aplikasi. Teknologi mobile telah mengubah kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk cara berkomunikasi, transportasi, dan e-commerce, sehingga gebrakan di bidang teknologi akan membawa nilai tambah bagi masyarakat di negeri ini.

Huawei merupakan salah satu pemimpin dunia dalam meluncurkan 3G dan 4G. Untuk 5G, Huawei menjadi yang terdepan. Teknologi 5G ini menjadi strategi prioritas dan diinvestasikan secara penuh oleh Huawei dari awal hingga akhir proses pengembangannya sejak tahun 2009, mulai dari rancangan arsitektur hingga formulasi standar dan pengarsipan paten.

Tim Huawei yang fokus di bidang 5G juga telah berkontribusi secara terus menerus dalam pengembangan industri 5G, termasuk mengindentifikasi kebutuhan di masa depan, hingga uji lapangan paling awal untuk teknologi antarmuka udara pada frekuensi 6GHz.

Untuk berbagi hasil penelitian teknologinya dengan seluruh industri 5G, Huawei berkolaborasi dengan berbagai organisasi global terkemuka di ekosistem 5G, antara lain Metis dan 5GPP di Eropa, IMT-2020 di Tiongkok, 5GMF di Jepang, dan 5G Forum di Korea Selatan.

Untuk pengimplementasian 5G, Huawei mendirikan laboratorium di Munich, Jerman, dimana Huawei bekerja sama dengan manufaktur mobil Jerman dalam mengadopsi 5G sebagai enabler di sektor mobil tanpa kemudi. Baru-baru ini, Huawei juga menyelenggarakan demonstrasi pengendalian kendaraan dari jarak jauh yang berbasis 5G pertama di dunia bersama dengan China Mobile dan SAIC Motor di ajang Mobile World Congress (MWC) 2017 di Shanghai, Tiongkok. Dalam demonstrasi ini, Huawei menyediakan solusi 5G nirkabel yang menghubungkan iGS, mobil pintar milik SAIC Motor dengan koneksi milik China Mobile.

Dalam proses demonstrasi, sinyal kontrol untuk roda kemudi, gas, dan rem dikirimkan melalui jaringan 5G, dengan pengemudi yang berada di jarak lebih dari 30 kilometer dari kendaraan. Demonstrasi ini membuktikan potensi pita lebar (bandwidth) yang tinggi, dan potensi latensi yang rendah di frekuensi C-band, yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan kendaraan pintar terhubung di masa depan.

Remote driving memiliki banyak keunggulan, terutama untuk lingkungan yang berbahaya seperti lokasi penambangan dan tempat pembuangan limbah. Selain itu, remote driving juga dapat dimanfaatkan dalam keadaan darurat, seperti misi penyelamatan manusia pada saat terjadi bencana.

Meskipun 5G masih dalam tahap standardisasi, beberapa jaringan pre-commercial akan muncul di dunia global paling cepat di tahun 2018. “Sementara untuk Indonesia, perkembangan jaringan ini sudah baik, namun Indonesia sudah dapat mengadopsi teknologi 5G pada beberapa komponen teknologi LTE yang tersedia. Hal ini dapat membuat jaringan lebih siap satu langkah untuk mengadopsi evolusi 5G selanjutnya di masa depan. Pengimplementasian jaringan ini dapat meningkatkan kualitas jaringan dan menawarkan efisiensi tinggi dengan menggunakan sumber daya yang sudah ada” ujar Mohamad Rosidi, Direktur Strategi dan Marketing TIK, Huawei Indonesia.

Berdasarkan uji coba kolaboratif antara Huawei dan Telkomsel, implementasi Massive MIMO merupakan salah satu teknologi utama untuk 5G, keberhasilan uji coba ini dapat mewujudkan pengalaman 5G di jaringan 4.5G dan juga menandai dimulainya perjalanan 5G bagi Telkomsel di tahun 2017. Di bulan Mei, Huawei dan Telkomsel juga menyelesaikan uji coba langsung (live demo) untuk teknologi 5G dan berhasil mencapai kecepatan hingga 70Gbps, yang mana dapat memberikan beragam layanan di skenario berbeda. Selama lebih dari 17 tahun, Huawei bersama dengan konsumen dan mitra lokal akan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal dan menciptakan teknologi yang mutakhir berstandar global untuk menciptakan Indonesia yang terhubung dengan lebih baik. (Icha)

 

 

Telkomsel Dorong Anak Muda Indonesia Jadi Kreator Digital

0

Telko.id – LOOP KePo telah diadakan sejak tahun 2014, dan merupakan sebuah program yang ditujukan untuk pengembangan digital creativity anak muda Indonesia, yaitu berkreativitas dan menggali potensi dengan memanfaatkan teknologi dengan positif dan produktif. Dalam kegiatan roadshow nanti, LOOP KePo akan menghadirkan kelas mentoring dari mentor ternama seperti Skinny Indonesian 24 dan Shalsabilla.
“Telkomsel memandang anak muda merupakan segmen yang tepat dan terdepan dalam pengembangan gaya hidup digital yang positif di Indonesia saat ini. Kehadiran program LOOP KePo kali ini diharapkan dapat memberikan wadah yang tepat bagi mereka untuk mengembangkan ide, passion, dan kreatifitasnya dalam keseharian mereka, terutama dengan memanfaatkan teknologi konten video yang sudah sangat berkembang di era digital di Indonesia,” kata Ricky Panggabean, General Manager Youth & Community Jabotabek Jabar Telkomsel.

Ricky juga menambahkan bahwa kali ini LOOPers tidak hanya diajak  untuk sekedar membuat digital content, namun juga mulai dapat menghasilkan konten  video yang berkualitas, yang dapat mencuri perhatian dan mengangkat nama mereka di antara maraknya serbuan berbagai konten lainnya di platform digital.

Dalam setiap roadshow LOOP KePo, para mentor akan membahas topik seputar pembuatan video digital dan berbagai tips dan trik untuk menghasilkan konten video yang berkualitas.  Pada kesempatan yang sama, para LOOPers juga akan unjuk kebolehan mereka di depan teman-teman sekolahnya dengan menampilkan berbagai penampilan yang menarik.

Sedangkan LOOP KePo Challenge tahun ini kembali diadakan dengan mengangkat tema  ‘Capture Your Awesome Moment of Activities’.  Dengan tema ini, para LOOPers ditantang untuk mengekspresikan keseruan mereka dengan kreatif dalam aktivitas ekstrakurikuler maupun kegiatan hobi lainnya di lima kategori yang bisa dipilih, yaitu Seni Budaya, Komunikasi, Sains, Olahraga dan Organisasi. Video hasil karya tersebut dapat langsung diunggah di www.loop.co.id/kepo.

Terdapat banyak hadiah menarik untuk para LOOPers yang mengikuti LOOP KePo Challenge 2017 yaitu hadiah bulanan berupa saldo T-Cash sebesar Rp. 1.000.000 dan Action Cam Go Pro. Sedangkan untuk hadiah utama, pemenang akan mendapatkan smartphone Samsung S8 dan kesempatan istimewa untuk membuat video bersama dengan para mentor, yaitu Skinny Indonesian 24 atau Salshabilla.

LOOP KePo  yang telah diadakan sejak tahun 2014 disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh anak muda di berbagai kota di Indonesia. LOOP KePo 2015 berhasil menyapa LOOPers di 200 sekolah di 27 kota, dan LOOP KePo 2016 kembali diadakan dengan mengunjungi 400 sekolah di 50 kota di Indonesia. Pada tahun lalu pun, lebih dari 145.000 submission berhasil terkumpul dari lebih dari 1.200 sekolah.

Untuk wilayah operasional Telkomsel Area Jabotabek Jabar sendiri, pada pelaksanaan LOOP KePo tahun 2016 lalu jumlah hasil karya yang mendaftar mencapai lebih dari 12 ribu karya video. Tahun ini, Telkomsel juga menggelar roadshow LOOP KePo ke 40 sekolah yang ada di sejumlah kabupaten/kota seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Serang, Tangerang, Bogor, dan Karawang.

“Sejak diluncurkan pada bulan Maret 2014, LOOP mendapatkan respon yang positif di kalangan anak muda dengan berbagai penawaran produknya yang kompetitif dan kreatif di  layanan data dan digital. Dibandingkan awal tahun 2016 hingga bulan Mei 2017 lalu, pertumbuhan pelanggan LOOP mencapai 14% untuk wilayah operasional Jabotabek Jabar. Sesuai dengan tagline-nya ‘Ini KITA’,  LOOP juga berkomiten untuk memberikan nilai lebih kepada anak muda Indonesia, dengan terus memberikan wadah kepada mereka untuk mengekspresikan dan mengembangkan dirinya” pungkas Ricky. (Icha)

Indosat Ooredoo Kirim 9 Karyawan ke Daerah Terpencil Untuk Mengajar

0

Telko.id ”Setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama akan pendidikan, terlepas dari lokasi di mana mereka berada, karena pendidikan merupakan salah satu kunci masa depan Indonesia. Itu sebabnya, Indosat Ooredoo bekerja sama dengan program Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar memberangkatkan sembilan karyawan yang mengikuti program Digital Homestay tahun ini akan berangkat ke lokasi masing-masing pada tanggal 29 Juli 2017.

”Indosat Ooredoo memiliki komitmen untuk secara aktif memajukan pendidikan di negara ini, dan program Digital Homestay ini merupakan bagian dari perwujudan komitmen tersebut, khususnya pendidikan untuk wilayah terpencil di tanah air,” kata Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.

Sebagai perusahaan yang peduli dengan pendidikan dan masa depan generasi muda Indonesia dan sebagai program internal engagement, Indosat Ooredoo ingin memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengetahui kondisi mendidikan di daerah dan berinteraksi langsung dengan masyarakat serta melaksanakan kegiatan dalam upaya memajukan pendidikan di daerah terpencil. Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya dilaksanakan tahun lalu.

Para karyawan yang menjadi relawan program ini akan dikirim ke Aceh Utara, Natuna (Kepulauan Riau), Nunukan (Kalimantan Utara), Banggai (Sulawesi Tengah), dan Pegunungan Bintang (Papua). Selama satu minggu mereka akan tinggal di rumah masyarakat kemudian berinteraksi bersama warga dengan beragam aktivitas yang mendukung program Pengajar Muda.

Sembilan karyawan yang mengikuti program Digital Homestay tahun ini akan berangkat ke lokasi masing-masing pada tanggal 29 Juli 2017. Para relawan telah melalui proses pembekalan yang meliputi persiapan keberangkatan, pengenalan daerah, kegiatan selama di daerah, panduan keamanan dan keselamatan, persiapan pengajaran, teknis pengajaran, struktur pengajaran, metode penyampaian materi, tips manajemen kelas, dan percobaan praktek mengajar.

Setelah para relawan kembali ke Jakarta, akan dilakukan sesi refleksi sebagai penutup dari rangkaian kegiatan ini. Di sesi ini para relawan akan membagikan pengalaman dan inspirasi yang mereka dapatkan, sebagai bekal program ini selanjutnya dan pondasi kegiatan pendidikan Indosat Ooredoo pada umumnya.

Kemudian di bulan November 2017 Indosat Ooredoo akan kembali memberangkatkan relawan dalam bagian kedua program Digital Homestay 2017, ke lokasi yang akan ditentukan kemudian. Para relawan di bagian kedua ini terdiri dari para Chief dan anggota Dewan Direksi, yang juga sudah melalui tahapan seleksi. (Icha)

Pendapatan Indosat Ooredoo naik 9% Pada Semester Pertama 2017

0

Telko.id –Ooredoo mengatakan bahwa pendapatan Indosat meningkat sebesar 9 persen menjadi lebih dari QAR 4,1 miliar atau sekitar 1,125 miliar US$ dalam enam bulan pertama sampai 30 Juni, sementara EBITDA meningkat sebesar 11 persen menjadi QAR 1,9 miliar 521.5 miliar US$. Hal ini mendorong peningkatan profitabilitas di seluruh bisnis. Margin EBITDA meningkat sebesar 1 persen menjadi 47 persen. Jumlah pelanggan meningkat 20 persen tahun ke tahun menjadi lebih dari 96 juta pelanggan, seperti yang dilansir dari Telecompaper.

Secara Group, Ooredoo berhasil mengantongi QR 1.1miliar atau sekitar 301.80 juta US$ pada semester satu 2017 ini. Namun, angka tersebut turun 25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Di mana, laba bersih di semester 1, 2016 terdapat keuntungan dari keuntungan valuta asing yang signifikan sebesar QR 540 juta atau sekitar 148.2 juta US$. Namun, kenaikan sementara ini berbalik pada paruh kedua tahun ini.

Pendapatan Grup Ooredoo pada semester pertama tahun ini meningkat menjadi QR 16.3 miliar atau sekitar 4,474 miliar US$, meningkat 2% dari semester 1, 2016.

Dalam mata uang lokal, pertumbuhan didorong oleh Ooredoo Qatar, Ooredoo Oman, Ooredoo Kuwait, Ooredoo Tunisia, Asiacell, Indosat Ooredoo dan Ooredoo Maldives. Tidak termasuk dampak penukaran mata uang asing, pendapatan meningkat 3% year-on-year.

EBITDA Grup meningkat 7% menjadi hampir QR 7 miliar atau 1.921 miliar US$ dengan marjin EBITDA yang meningkat sebesar 43%, mengindikasikan ‘kinerja operasional yang kuat dan’ pengendalian biaya yang baik. Tidak termasuk dampak penukaran mata uang asing, EBITDA meningkat 8% year-on-year.

Pertumbuhan data yang kuat dari nasabah konsumen dan perusahaan mendorong pendapatan data ke QR 7.2miliar atau sekitar 1,975 miliar US$ di semester pertama 2017. Setara dengan 44% dari pendapatan Grup.

Pendapatan Grup B2B meningkat menjadi 17% dari pendapatan kelompok (QR 2.8 miliar atau sekitar 768 juta US$) di semester pertama 2017 yang mencerminkan investasi berkelanjutan Ooredoo dalam layanan bagi pelanggan bisnis.

Basis pelanggan Ooredoo Group meningkat 14% year-on-year (y-o-y) hingga mencapai hampir 150 juta yang didorong oleh pertumbuhan yang kuat di pasar utama. Jumlah pelanggan per kuartal nya sedikit meningkat.

Kepemimpinan data di Ooredoo ini berawal dari peluncuran 4G yang terus berlanjut di pasar. Jaringan 4G sekarang tersedia di delapan pasar Ooredoo.

Atas hasil tersebut, ketua Grup Ooredoo, Sheikh Abdulla bin Mohamed bin Saud al-Thani mengatakan, “Ini merupakan paruh pertama yang sangat bagus tahun ini untuk Grup Ooredoo. Kami menyampaikan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA, dan strategi kami untuk mengoptimalkan efisiensi di berbagai portofolio kami menghasilkan marjin EBITDA kelompok yang meningkat menjadi 43%”, superti dilansir dari Gulf Times.

“Dengan pelanggan di jantung bisnis kami, Ooredoo memberikan peningkatan 14% pada basis pelanggan dan sekarang kami dengan bangga melayani hampir 150 juta pelanggan di seluruh operasi kami,” lanjut Sheikh Abdulla menjelaskan.

‘Inti dari strategi kami adalah visi kami untuk memungkinkan lebih banyak orang dapat menikmati internet. Sebagai bagian dari pendekatan ini, Ooredoo terus membangun kepemimpinan data kami, meningkatkan jaringan kami, menumbuhkan berbagai konten dan aplikasi yang tersedia dan memberikan lebih banyak opsi swalayan dan perawatan mandiri bagi pelanggan. Kami juga telah meningkatkan jangkauan layanan yang tersedia bagi pelanggan bisnis di seluruh jejak kami, yang memungkinkan perusahaan mengirimkan lebih banyak layanan secara online. Inisiatif strategis ini membuat perbedaan positif, seperti tercermin pada hasil H1″.

CEO Ooredoo Group Sheikh Saud bin Nasser al-Thani mengatakan, “Selama enam bulan pertama tahun ini, Ooredoo telah melakukan perbaikan operasional yang baik di seluruh bisnisnya, memberikan peningkatan pendapatan sebesar 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dalam mata uang lokal, pertumbuhan didorong oleh Ooredoo Qatar, Ooredoo Oman, Ooredoo Kuwait, Ooredoo Tunisia, Asiacell, Indosat Ooredoo dan Ooredoo Maldives.

‘Ooredoo #Qatar menghasilkan kinerja positif dalam hal pendapatan, EBITDA dan jumlah pelanggan di pasar domestik kita. Begitu pula Indosat Ooredoo, yang menghadirkan kinerja luar biasa lainnya pada kuartal ini.

Ooredoo #Oman meningkatkan pendapatan sebesar 2%, sementara jumlah pelanggan naik 9%. Meskipun kondisi pasar sulit, Ooredoo #Kuwait melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 4% dan pertumbuhan EBITDA 25% yang signifikan. (Icha)

Plug and Play Indonesia Pertemukan Starup Dengan Bekraf dan Menhub

0

Telko.id – Plug and Play (PNP) Indonesia menghadap Menteri Perhubungan, Budi Karya dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf di tempat terpisah minggu ini. Saleh Husin yang merupakan mantan Menteri Perindustrian sekaligus Advisor dari PNP Indonesia juga tampak hadir dalam kedua kunjugan tersebut. Adapun kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen sekaligus tanggung jawab PNP Indonesia yang dipercaya oleh Presiden Jokowi dalam mengembangkan ekosistem startup di Indonesia.

Pertemuan dengan Triawan Munaf dijadwalkan untuk membahas pencapaian 11 startup yang masuk ke dalam program akselerator batch pertama PNP. 11 startup ini adalah Astronaut, Bandboo, Bustiket, Brankas, DANAdidik, Otospector, KYCK, Karta, Sayurbox, Toucan, dan Wonderlabs. Sejak masuk ke dalam program akselerator PNP bulan Mei 2017 lalu, startup-startup ini telah diperlengkapi dengan berbagai hal. Mulai dari workshop, 1-on-1 mentoring program, seed funding, dan banyak hal lainnya.

Selain itu, startup-startup ini juga berhasil menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan besar yang merupakan corporate partner dari PNP Indonesia. Bahkan, beberapa startup sudah berada dalam tahap awal penjalinan kerjasama. Saat ini, PNP Indonesia yang digandeng oleh Gan Konsulindo, perusahaan investment lokal di Indonesia, telah memiliki 4 corporate partners, yaitu Astra International, BNI, BTN, dan Sinarmas.

“Perusahaan besar sudah memiliki koneksi yang besar, namun cenderung kaku dalam hal inovasi. Di sisi lain, startup dikenal dengan inovasinya di bidang teknologi, namun mereka belum memiliki koneksi yang cukup. Dengan program ini, startup dan korporasi dapat saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing” tutur Wesley Harjono selaku President Director Plug and Play Indonesia.

Di tempat terpisah, Bustiket.com secara khusus bertemu dengan Menhub Budi Karya untuk membahas kerjasama dibidang transportasi. “Pemerintah memang sedang mengintensifkan ticketing bus diberbagai terminal, terutama di Jakarta,” tutur Budi Karya menanggapi presentasi dari Theo Rusli, Founder dari Bustiket.com.

Budi juga menambahkan bahwa “Masyarakat membutuhkan sistem yang membantu proses menjadi lebih efisien. Sistem ini harus dicontohkan, artinya sistem ini harus sudah ada atau exist melalui aplikasi yang sudah ada”.

Memiliki program yang terencana dengan baik, PNP Indonesia mengaku optimis bahwa startup lulusannya dapat memberikan kontribusi yang besar di dalam ekonomi digital di Indonesia. Bahkan, Plug and Play Indonesia mengaku siap untuk mendanai startup lainnya. “Registrasi untuk batch kedua akan kami buka dalam waktu dekat,” tutup Nayoko Wicaksono, Accelerator Director PNP Indonesia. (Icha)

 

XL Targetkan 1 Juta Pelanggan Paskabayar Dua Tahun Ke Depan

0

Telko.id – Pelanggan memang berbeda karakter dan kebutuhan akan akses layanan data dan telekomunikasinya. Itu sebabnya, operator begitu banyak memberikan berbagai paket promo yang disesuaikan para pelanggannya. Namun, kebanyakan adalah promo untuk pelanggan prabayar.

Namun, XL percaya bahwa pelanggan paskabayar lebih menjanjikan. Itu sebabnya, XL Prioritas sebagai layanan paskabayar operator yang bernuansa biru ini terus ‘digerojoki’ dengan paket-paket menarik. Salah satu promo nya adalah Paket PRIO.

Sejak diluncurkan pada tahun 2016 lalu, layanan pascabvayar PRIORITAS mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat. PRIORITAS telah terbukti mampu memuaskan pelanggan. Hal ini terbukti dengan terus bertambahnya jumlah pelanggan yang hingga Juni 2017 telah mencapai lebih dari 580 ribu pelanggan, meningkat 9% dari akhir tahun 2016. Pendapatan layanan PRIORITAS juga meningkat sekitar 12% dari awal Januari 2016 sampai dengan Juni 2017. “Jadi targetnya dua tahun ke depan lebih dari satu juta pelanggan baru,” kata Rashad Javier Sanchez, Senior Advisor Postpaid & XL Center XL Axiata.

“Masing-masing pelanggan selalu hadir dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karenanya kami memahami aspirasi para pelanggan yang tetap membutuhkan paket-paket layanan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan mereka untuk akses data dan telekomunikasi. Kami menghadirkan lima tipe Paket PRIO yang bisa dipilih oleh pelanggan XL PRIORITAS disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Setiap tipe menawarkan benefit yang maksimal baik data 2G/3G/4G, voice, juga SMS,” kata Rashad menambahkan.

XL tidak ingin terjebak pada penurunan revenue dari voice dan SMS yang cenderung turun terus. Itu sebabnya, dalam paket yang terbaru nya ini, sudah termasuk telekomunikasi dasar yang sebenarnya masih dibutuhkan oleh pelanggan tetapi sudah tidak sebanyak dulu lagi.

Untuk mengakomodasi kebutuhan para pelanggan paskabayarnya tersebut, XL mengeluarkan lima pilihan tipe paket berserta manfaat yang dapat dipilih oleh pelanggan adalah, Pertama, Paket PRIO Silver 12 GB Rp 100rb (10 GB di jaringan 4G + 2GB di jaringan 2G/3G/4G + Nelpon 100 menit dan 100 SMS ke semua operator). Kedua, Paket PRIO Gold 20 GB Rp 150rb (15 GB di jaringan 4G + 5GB di jaringan 2G/3G/4G + Nelpon 150 menit dan 150 SMS ke semua operator). Ketiga, Paket PRIO Platinum 30 GB Rp 250rb (20 GB di jaringan 4G + 10GB di jaringan 2G/3G/4G + Nelpon 250 menit dan 250 SMS ke semua operator). Keempat, Paket PRIO Diamond 50 GB Rp 450rb (30 GB di jaringan 4G + 20GB di jaringan 2G/3G/4G + Nelpon 450 menit dan 450 SMS ke semua operator). Kelima, Paket PRIO Ultima dengan manfaat Unlimited Data di jaringan 2G/3G/4G dan Unlimited Nelpon serta SMS ke semua operator.

Kelima pilihan ukuran paket PRIO tersebut, masing-masing juga memberitakan manfaat tambahan berupa akses layanan Whatsapp, Line dan BBM tanpa batasan kuota. Tidak hanya itu. khusus Paket PRIO Platinum, Diamond dan Ultima, masing-masing juga masih memberikan manfaat lainnya berupa 1 hari, 3 Hari, dan 5 Hari PRIOPASS yang dapat digunakan saat International roaming di negara-negara ASEAN. Tentu saja, semua Paket PRIO didukung dengan kualitas jaringan yang didesain secara khusus sehingga memberikan layanan prioritas kepada pelanggannya, sehingga mampu memberikan koneksi yang lebih cepat dan stabil.

Layanan kartu paskabayar XL PRIORITAS terus meningkatkan layanannya sejak diluncurkan pada Januari 2015. Oleh karenanya paket PRIO ini dapat dinikmati baik oleh pelanggan baru maupun pelanggan lama. Bagi pelanggan baru dapat mendaftar kartu paskabayar XL PRIORITAS Center atau XL Center di wilayah Indonesia, sedangkan bagi pelanggan lama dapat melakukan pendaftaran paket melalui UMB *123# atau MyXL Postpaid. Kenyamanan pelanggan XL PRIORITAS juga didukung dengan kualitas jaringan melalui lebih dari 87 ribu BTS, termasuk lebih dari 39 ribu BTS 3G dan lebih dari 13 ribu BTS 4G. Guna terus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, XL Axiata telah menyiapkan kapasitas jaringan yang memadai, dimana saat ini tidak kurang dari 288 kota/kabupaten di berbagai provinsi Indonesia telah terjangkau layanan XL 4G LTE. (Icha)

DOKU Ajak Pecinta Musik Bertransaksi Secara Cashless

0

Telko.id – DOKU, penyedia solusi pembayaran elektronik lokal pertama di Indonesia turut memeriahkan konser Road to Soundrenaline 2017. Hadir di empat kota besar, yaitu Bandung, Malang, Yogyakarta dan Jakarta Selatan, DOKU memanfaatkan momentum ini untuk membagikan pengalaman betransaksi non-tunai (cashless) kepada penikmat musik khas Soundrenaline.

“Keterlibatan DOKU dalam kegiatan ini merupakan salah satu dari bentuk dukungan kami untuk membantu percepatan realisasi Gerakan Non Tunai. Kami percaya melalui edukasi secara konsisten, perlahan tapi pasti kemudahan melakukan transaksi non tunai dapat semakin luas digaungkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Himelda Renuat, selaku Chief Marketing Officer DOKU.

Lebih lanjut Himelda menambahkan, “Selain edukasi seputar branding, kami juga ingin setiap pengunjung yang hadir bisa memaksimalkan pengalamannya dalam bertransaksi non tunai, terutama untuk kebutuhan sehari-hari, seperti top up pulsa dan pembelian paket data serta melalui berbagai aktivitas non tunai lainnya yang kami kemas khusus dan siap disajikan.”

Khusus untuk top up pulsa dan pembelian paket data, DOKU menawaran harga spesial khusus pengunjung, dimana setiap pembelian pulsa/paket data menggunakan DOKU senilai Rp 25.000,- akan mendapatkan potongan harga langsung senilai Rp 10.000,- Khusus untuk pengunjung yang baru mengunduh DOKU saat konser berlangsung, berkesempatan mendapatkan top up di tempat senilai Rp 20.000,- Untuk menerima top up sangat mudah, pengunjung cukup mengunjungi booth DOKU dan memberikan DOKU ID yang baru saja  mereka daftarkan. Selain itu untuk mendukung pertumbuhan basis pengguna, DOKU juga mulai memperkenalkan program referral #BagiDOKU (soft launch), yang menarik untuk diikuti.

Soundrenaline 2017 sendiri merupakan ajang musik tahunan yang sangat dinanti oleh para penikmat musik, baik di tanah air maupun para tamu mancanegara. Tahun ini, festival musik yang selalu menghadirkan  kolaborasi apik dari para musisi dan pelaku seni ini akan mengusung tema United We Loud. Tema ini sendiri ditujukan untuk mengajak penikmat musik untuk merayakan perbedaan, khususnya dalam hal mengekspresikan diri dan berkarya.

Dengan menjadi bagian dari kemeriahan rangkaian event Soundrenaline 2017, DOKU juga ingin terus memperluas area penetrasi produk e-Wallet-nya di luar Jabodetabek. Selain hadir di Jakarta Selatan (Lot 7 SCBD – 5 Agustus), DOKU akan hadir di 3 kota besar lainnya, yaitu Bandung dan Malang (29 Juli) dan Yogyakarta (5 Agustus). (Icha)

 

 

 

Tebusan Penjahat Cyber Mulai  $300 – $10.000  Setiap tahun

Telko.id – Ancaman kejahatan siber (cyber attack) setiap tahun semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan teknologi digital. Tidak hanya industri jasa keuangan saja, serangan penjahat siber ini menyerang berbagai industri lainnya.

Tidak hanya perusahaan, dampak serangan virus, malware dan ransomeware juga menyerang perangkat mobile seperti smartphone. Serangan siber menggunakan Ransomeware ini mengincar data pribadi yang dangat penting bagi penggunanya. Serangan siber yang semakin meningkat ini juga disebabkan oleh komersialisasi data hasil kejahatan yang kini menjadi bisnis besar dan menguntungkan.

Baru-baru ini Avast, penyedia layanan keamanan internet mengeluarkan fakta dan data menarik tentang ransomeware. Dimana enkripsi file yang mengunci file penting menjadi serangan umum ransomeware yang paling banyak terjadi, hingga 80%. “Jumlah tebusan para penjahat siber ini beragam mulai dari $300 hingga $10.000,” menurut pernyataan terulis yang diterima redaksi Telko.id.

Setiap tahun kerusakan total dari ransomeware ini seniai $1 miliar dan meningkat hampir dua kali lipat setiap tahun. Avast sendiri menyatakan bahwa setiap bulan mereka berhasil menghentikan 3,5 miliar serangan malware.

Negara Amerika Serikat, Rusia dan Brasil menjadi negara yang paling banyak ditarget oleh ransomeware. Berikut ini Infografis tentang Ransomware dari Avast yang menyerang dibeberapa dunia baik baik fasilitas umum punya pemerintah maupun perusahaan swasta untuk meminta tebusan uang.

Hasil riset dari Google, Chainalysis, UC San Diego, dan Sekolah Teknik Tandom NYU pun mencatat bahwa Ransomware, perangkat lunak berbahaya yang mengenkripsi data korban dan menuntut pembayaran untuk membukanya, telah menghasilkan lebih dari $ 25 juta (£ 19,1 juta) dalam bentuk bounties selama dua tahun terakhir.

Terdeteksi dari riset tersebut ada 34 jenis malware yang berbeda, melacak pembayaran pada blockchain (buku besar tentang transaksi bitcoin yang terdesentralisasi dan terdesentralisasi) untuk mencoba dan menganalisis skala uang tebusan dan jumlah uang yang dibuat oleh pedagang keliling dari para korban.

Dilaporkan juga ada yang harus mengeluarkan dana hingga $ 25 juta untuk memperoleh data-data kembali. Dari riset tersebut, terbukti beberapa jenis ransomware mampu memberikan keuntungan dibandingkan dengan yang lain. Seperti “Locky,” yang muncul pada tahun 2016, menghasilkan $ 7 juta (£ 5,3 juta). (Icha)