spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1516

TCASH Pass Jadi Alat Bayar Digital Pertama Di Bus Trans Semarang

0

Telko.id – Era digital memang tidak bisa dihindari. Namun, edukasi pada masyarakat juga harus dilakukan. Salah satu cara agar dapat diterima dengan baik adalah melalui implementasi digitalisasi transaksi pembayaran di sektor transportasi. Itu sebabnya, Telkomsel mengembangkan fitur TCASH Pass. Transaksi di terminal pembayaran pun dapat dengan mudah dan cepat dilakukan tanpa perlu melakukan otorisasi PIN.

Telkomsel pun melakukan kerjasama pembayaran tiket Bus Trans atau BRT Semarang menggunakan layanan TCASH Pass. Kerjasama ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Vice President Sales & Marketing Telkomsel Area Jawa Bali Ericson Sibagariang dan Walikota Semarang Hendrar Prihadi dalam acara peluncuran TCASH – BRT Semarang di Balai Kota Semarang.

“Fitur pass dalam layanan TCASH kami hadirkan dalam upaya mempercepat pengembangan konsep Smart City sekaligus merupakan wujud dukungan dalam membangun Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan pemerintah melalui digitalisasi pembayaran layanan transportasi,” kata Sukardi Silalahi, Direktur Sales Telkomsel yang menyaksikan penandatanganan ini.

“Harapannya sinergitas antara Pemerintah Kota Semarang dan Telkomsel melalui layanan TCASH ini mampu meningkatkan kecepatan pelayanan Trans Semarang. Selain itu, saya yakin sebagian besar pengguna Trans Semarang akan sangat menyambut baik inovasi ini, karena sebagai operator seluler dengan pelanggan terbanyak di Indonesia, maka mayoritas pengguna Trans Semarang yang merupakan pelanggan Telkomsel akan sangat dimudahkan dengan berjalannya sistem ini,” ungkap Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Untuk memperoleh kemudahan layanan ini, pelanggan Telkomsel yang aktif menggunakan layanan TCASH dapat dengan mudah mengaktifkan fitur TCASH Pass pada sticker near-field communication (NFC) TCASH yang tersedia di pusat pelayanan transportasi khususnya di halte BRT Balai Kota Semarang dan GraPARI Semarang. Setelah aktivasi layanan TCASH TAP dan fitur Pass, pelanggan dapat mengalokasikan saldo untuk layanan TCASH Pass.

Transaksi TCASH di dalam BRT Semarang dapat langsung dilakukan di dalam bus dengan cara melakukan tap atau menempelkan sticker NFC TCASH ke terminal pembayaran BRT Semarang yang dibawa oleh petugas. Pelanggan dikenakan sesuai dengan tarif yang berlaku, yakni Rp 3.500 untuk umum dan Rp 1.000 untuk pelajar. Guna menunjang kemudahan akses layanan TCASH, Telkomsel juga menyediakan akses khusus aktivasi layanan TCASH untuk Kota Semarang melalui menu akses *800*024#.

Sementara itu, Senior Vice President Mobile Financial Services Telkomsel Danu Wicaksana menyampaikan, “Kerjasama TCASH Pass dengan Bus Trans Semarang merupakan langkah pertama kami untuk masuk ke sektor transportasi umum. Fitur ini kami kembangkan untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang ingin  menggunakan TCASH sebagai alat pembayaran di dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kami juga berharap TCASH Pass dapat semakin memudahkan keseharian masyarakat Semarang menjadi masyarakat digital di tengah-tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat ini.”

Dalam acara peluncuran layanan TCASH dan BRT Semarang, selain dapat berkenalan dengan layanan TCASH Pass di BRT Semarang, masyarakat dapat juga merasakan pengalaman bertansaksi menggunakan layanan TCASH untuk menikmati aneka sajian kuliner. Masih dalam rangkaian perayaan HUT RI ke-72, seluruh menu makanan dan minuman pada acara peluncuran dipasarkan dengan harga spesial Rp 72.

Kerjasama antara Telkomsel dan Pemerintah Kota Semarang ke depannya akan dikembangkan melalui implementasi pembayaran non tunai di berbagai sarana umum lainnya, di antaranya retribusi sampah, biaya administrasi pemerintahan, dan sebagainya.

Saat ini lebih dari 12 juta pelanggan Telkomsel telah menikmati layanan TCASH di seluruh Indonesia. Telkomsel secara konsisten mengembangkan ekosistem layanan keuangan digital dengan menggandeng berbagai pihak untuk mendukung upaya pemerintah dalam membangun Gerakan Nasional Non Tunai dan mempercepat keuangan inklusif bagi masyarakat Indonesia. (Icha)

Internet Seharian Di Luar Negeri Pakai XL Hanya Rp.15 ribu

0

Telko.id – Saat berada di luar negeri, cukup ngeri-ngeri sedap kalau menggunakan akses internet. Apalagi kalau tidak pilih paket yang sesuai. Cari WiFi pun tidak ketemu. Smartphone pun bakal gagu tidak bisa apa-apa. Kekhawatiran tersebut terjawab oleh program baru dari XL yakni layanan internet roaming tanpa batas seharian di luar negeri dengan harga terjangkau bagi para pelanggan dan masyarakat melalui promo Tarif Internet Seharian. Tarif ini telah dapat dinikmati sejak 12 Agustus 2017.

“XL berkomitmen untuk terus menghadirkan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat khususnya pelanggan XL dalam menikmati komunikasi layanan Data termasuk saat berada di luar negeri. Ini selaras dengan meningkatnya angka penetrasi smartphone yang mencapai 67% dari total pelanggan XL dan penggunaan layanan data, serta meningkatnya aktifitas bepergian masyarakat Indonesia ke luar negeri khususnya di kawasan Asia,” kata Roy Wisnhu Wibowo, GM Consumer Product XL.

Roy menambahkan bahwa “Komitmen XL ini diwujudkan dengan menyediakan tarif promo layanan data/internet seharian di beberapa negara Asia sebagai solusi atas kekhawatiran masyarakat terhadap tarif data yang mahal saat berada di luar negeri. Dengan layanan internet tanpa batas seharian ini, pelanggan XL tetap dapat menikmati kenyamanan berkomunikasi khususnya layanan data tanpa rasa khawatir akan kehabisan pulsa karena tarif internet roaming mahal atau kebingungan dengan mengganti kartu lokal negara yang dikunjunginya.”

Tarif Internet Seharian menghadirkan layanan internet flat di luar negeri bagi pelanggan prabayar XL dengan tarif paling terjangkau dan kompetitif Rp 14,999 seharian. Bekerjasama dengan roaming partner, layanan ini dapat dinikmati di 6 negara Asia, yaitu Bangladesh (Robi), Kamboja (Smart), Malaysia (Celcom dan Digi), Nepal (Ncell), Singapore (M1 dan Starhub), Sri Lanka (Dialog).

Untuk dapat menikmati promo Tarif Internet Seharian tanpa batas ini, pelanggan tidak perlu melakukan registrasi apapun karena layanan ini bukanlah paket, cukup dengan memiliki pulsa minimum Rp 50rb. Layanan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berkomunikasi khususnya internetan di luar negeri tanpa hambatan dan rasa khawatir.

XL juga memiliki 3 pilihan paket international roaming bagi para pelanggan dan masyarakat yang telah diluncurkan sebelumnya. Pertama, paket XL Pass yaitu paket yang dapat digunakan saat bepergian di 40 negara favorit Eropa dan Asia dimana kuota Paket Prabayar XTRA Combo dan HotRod dapat digunakan di luar negeri semudah di dalam negeri. Kedua, paket roaming lengkap khusus bagi pelanggan yang mau telpon, SMS, dan akses internet sepuasnya di negara favorit tanpa perlu ganti kartu. Ketiga, Paket Haji khusus untuk pelanggan Prabayar XL yang akan menjalankan ibadah haji maupun umroh agar tetap dapat berkomunikasi terhubung dengan dengan keluarga tercinta di Tanah Air dan ibadah pun makin tenang. (Icha)

 

 

0

Telko.id – XL Axiata terus memperluas layanan 4G LTE di berbagai wilayah Indonesia. Khusus untuk Jawa Timur, kini semua dari 38 kota/kabupaten telah terjangkau oleh layanan internet cepat 4G LTE dari XL Axiata. Warga masyarakat dan pelanggan XL Axiata di Area Madiun, yang terdiri dari 13 Kabupaten/kota kini bisa memanfaatkan layanan 4G LTE untuk mendukung aktivitas produktifnya.

Pada 12 Agustus 2017 bertempat di Sun City, Kota Madiun Peresmian Perluasan Jaringan 4G LTE di area Madiun dan sekitarnya juga dimeriahkan dengan acara “Color Run.  Acara yang bersifat rekreasi ini diadakan sebagai sarana hiburan masyarakat Madiun dan sekitarnya.

“Kami memang sangat agresif untuk terus memperluas cakupan wilayah layanan 4G LTE. Kebijakan ini tidak terlepas dari pencapaian pertumbuhan pelanggan dan trafik data yang juga terus meningkat saat ini. Hingga akhir Juni 2017, jumlah pelanggan yang menggunakan smartphone juga terus meningkat dan menjadi sekitar 67% dari total pelanggan. Sementara itu, pelanggan layanan XL 4G LTE juga terus tumbuh dan telah mencapai sekitar 40% dari total pelanggan,” kata Mochamad Imam Mualim, Caretaker VP East Region.

Mochamad menambahkan, “untuk Area Madiun dan sekitarnya, XL Axiata sudah menyediakan tidak kurang dari 268 BTS 4G untuk melayani sekitar 620 ribu pelanggan 4G LTE atau 49,5% dari total pelanggan XL Axiata. Sampai akhir 2017, layanan 4G LTE di area ini ditargetkan akan dilayani lebih dari 560 BTS 4G”.

Sementara itu, pelanggan yang sudah memakai smartphone di area ini mencapai sekitar 29%, dengan tingkat pertumbuhan pelanggan Data 157% dalam setahun terakhir. Area ini mencakup 13 Kota/Kabupaten yaitu Kota dan Kab Madiun, Ponorogo, Magetan, Ngawi, Kota dan Kab. Blitar, Kota dan Kab Kediri, Nganjuk, Trenggalek, Tulungagung, dan Pacitan.

Dengan tersedianya fasilitas koneksi XL 4G LTE di Area Madiun, kini masyarakat bisa semakin memaksimalkan pemanfaatan keunggulan teknologi digital guna meningkatan produktifitasnya, baik untuk kepentingan ekonomi bisnis, maupun tujuan sosial, juga hiburan.

Bagi pemerintah daerah, koneksi internet cepat 4G LTE juga akan semakin bisa diandalkan untuk mendukung penerapan dan pengembangan e-government dan smart city serta peningkatan layanan publik. Wilayah di 13 kabupaten/kota tersebut selama ini juga dikenal sebagai kawasan dengan potensi ekonomi antara lain di sektor industri, pengetahuan, perkebunan, dan pariwisata.

Sementara itu untuk seluruh Jawa Timur, XL Axiata sudah menyediakan hampir 1.900 BTS 4G LTE, dan sampai akhir tahun 2017 ditargetkan akan bertambah menjadi sekitar 2.200 BTS 4G LTE. Selama setahun terakhir, di provinsi ini tercatat adanya pertumbuhan akses ke layanan data digital hingga sekitar 62%. Peningkatan terjadi secara merata di semua kabupaten/kota di Jawa Timur.

Dari total pelanggan XL Axiata di Jawa Timur sekitar 6,3 juta, kurang lebih 68% di antaranya aktif memanfaatkan layanan data. Seiring dengan hal itu, jumlah pelanggan XL Axiata di provinsi ini yang menggunakan smartphone 4G LTE juga terus meningkat. Tercatat hingga akhir Maret 2017 tidak kurang dari 1,9 juta pelanggan telah menggunakan smartphone 4G di Jawa Timur.

Selain itu XL juga meluncurkan program XL Super Ngobrol Baru, Manfaat yang bisa ditawarkan program ini berupa gratis nelpon dan SMS tanpa batas ke semua nomor XL, nelpon Rp 1/detik ke operator lain, Rp 50 per SMS ke operator lain, dan akses internet Rp 50/MB. Selain itu, pelanggan masih akan mendapatkan manfaat berupa gratis nelpon tanpa batas melalui WhatsApp dan LINE, gratis akses YouTube 100MB/bulan, serta gratis berlangganan dan akses ke program XL. (Icha)

 

IM3 Ooredoo Berikan Bonus Kuota Internetan Untuk Yang Hobi Begadang

0

Telko.id – Jaringan pada dini hari memang sepi digunakan. Tak heran, Indosat melalui IM3 Ooredoo berani berikan Bonus Kuota Internet. Bonus yang diberikan juga menggiurkan. Sampai 10GB. Harapannya, trafik akses data pada jaringan Indosat pun bisa meningkat. Walaupun tentu tidak akan terlalu signifikan karena bonus ini hanya bisa digunakan pada pukul 01.00 tengah malam hingga pukul 06.00 pagi.

Program ini digelar dalam rangka merayakan kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 dan merupakan inovasi berkelanjutan untuk memberikan produk dan layanan dengan nilai terbaik, serta menciptakan pengalaman internetan dan nelpon yang sebenarnya.

IM3 Ooredoo memberikan bonus kuota internet hingga 10GB di semua jaringan untuk seluruh pelanggan yang telah membeli paket baru ataupun memperpanjang paket Freedom Combo dan Freedom Internet Plus. Bonus kuota internet akan bertambah secara otomatis, dan langsung dapat digunakan di seluruh jaringan (2G, 3G, dan 4G). Promo ini akan tersedia dan berlaku mulai tanggal 17 Agustus 2017 melalui *123# atau aplikasi myIM3.

Selain itu, IM3 Ooredoo juga menghadirkan paket tambahan Obrol, paket nelpon sepuasnya bagi sesama pengguna IM3 Ooredoo. Paket tambahan Obrol ini dapat dinikmati oleh semua pengguna Kartu Perdana prabayar, dan tersedia dalam beberapa pilihan paket yang sesuai dengan kebutuhan dengan harga yang terjangkau. Pelanggan langsung dapat menikmati nelpon sepuasnya ke sesama pengguna IM3 Ooredoo dengan membeli paket Obrol melalui tekan *123#, atau aplikasi myIM3. Dan hebatnya semua kebebasan nelpon ini dapat dinikmati hanya dengan tarif mulai dari Rp3.000.

“IM3 Ooredoo selalu menjadi pelopor dan agen perubahan di industri telekomunikasi dengan inovasi produk dan layanan terbaik yang membawa pengalaman pelanggan ke level berikutnya. Program ini

menghadirkan kebebasan penuh bagi pelanggan untuk nelpon dan menikmati internetan yang sebenarnya. Dengan IM3 Ooredoo, nelpon dan mengunakan internet adalah hal yang mudah, praktis, dan tanpa khawatir,” kata Alexander Rusli, President Director and CEO Indosat Ooredoo.

Bonus kuota internet hingga 10GB di semua jaringan, dan paket tambahan Obrol memperbanyak manfaat paket Freedom IM3 Ooredoo selain kuota internet yang besar di semua jaringan, Stream On untuk streaming musik dan video, penggunaan sisa kuota yang tidak terpakai pada bulan berikutnya dengan Data Rollover, serta Aplikasi Tanpa Kuota yang dapat digunakan untuk mengakses aplikasi sehari-hari tanpa menggunakan kuota utama, dan tarif nelpon Rp1/detik untuk semua operator. (Icha)

Telkomtelstra Gandeng Microsoft Untuk Meningkatkan Penetrasi Pasar Cloud Di Indonesia

0

Telko.id – Jasa cloud diprediksikan akan menjadi pasar yang menggiurkan. Terlebih ada peraturan pemerintah yang mengharuskan penyimpanan data di dalam negeri. Itu sebabnya, Teltranet Aplikasi Solusi (Telkomtelstra), selaku penyedia Managed Services, meluncurkan layanan Azure Hybrid Cloud dengan Azure Stack pertama di Indonesia, bekerja sama dengan PT Microsoft Indonesia (Microsoft Indonesia).

Hal ini merupakan upaya bersama untuk penetrasi ke pasar jasa cloud yang tengah berkembang di Indonesia dan membantu perusahaan dalam mematuhi kebijakan residensi data lokal, latensi yang lebih rendah, serta akses kinerja yang lebih baik. Solusi hybrid cloud memungkinkan penggunanya untuk menyimpan beberapa aplikasi atau data dalam lingkungan non-virtual tradisional, sementara itu beberapa aplikasi atau data lain tersimpan di Private Cloud dan Public off –Premises yang tersedia secara publik.

“Agar bisa selalu memenuhi permintaan pasar, maka di era digital ini semua bisnis harus didukung dengan teknologi cloud, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya, menciptakan inovasi dengan meningkatkan pendapatan dan aset yang tersedia, serta men-transformasi bisnis anda dengan model bisnis baru”, ujar Erik Meijer, Presiden Direktur telkomtelstra.

Erik menambahkan “Dengan platform Azure Stack, telkomtelstra akan membawa hybrid cloud pertama di Indonesia yang didukung Microsoft, salah satu pemimpin di bidang teknologi cloud, dan di saat yang bersamaan memberikan pelanggan sebuah bentuk dukungan bisnis yang terpercaya dan inovatif. Sebagai tambahan, kami mengintegrasikan jasa telkomtelstra lain untuk menciptakan jasa cloud yang jauh lebih baik, seperti; aplikasi produktivitas bisnis, jaringan, jasa keamanan, dan jasa profesional.”

Tingkat adopsi teknologi cloud di Indonesia saat ini memang belum terlihat signifikan dari waktu ke waktunya. Namun, terjadi tren yang terus meningkat dan menjadi suatu sistem bagi perusahaan untuk membangun, mengelola dan menciptakan nilai bisnis baru bagi pelanggannya. Oleh karena itu, dengan telkomtelstra Public Cloud, pelanggan mampu menghemat lebih dari 40% mesin virtual Windows Server dalam Azure, bergantung pada cara pemakaian, alokasi, dan fleksibilitas untuk meningkatkan atau menurunkan skala setiap saat.

Selain itu, teknologi ini dapat membangun kolaborasi dalam mengembangkan dan mengoperasikan proses melalui otomasi, penjadwalan yang dapat disesuaikan, dan menyampaikan lebih banyak kegunaan dengan penyimpanan data melalui cloud yang mudah dan dapat diandalkan, tingkat keamanan data yang tinggi, salinan cadangan di pusat data yang berbeda, serta memberikan masukan berbasis data.

“Para pemimpin TI di Asia Pasifik tengah melangkah pasti untuk melakukan transformasi digital di organisasi mereka masing-masing, meskipun disaat yang bersamaan mereka juga harus mengelola infrastruktur TI warisan yang terdahulu. 48% pemimpin TI lebih mengutamakan hybrid cloud dibandingkan public atau private cloud untuk perusahaan mereka dalam kurun waktu singkat ke depan,” kataTony Seno Hartono, National Technology Officer Microsoft Indonesia.

Tony juga menambahkan “Beberapa tahun ke depan merupakan masa-masa penting bagi para pemimpin TI, di mana mereka harus melakukan transisi menuju infrastruktur TI modern berbasis cloud yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan bisnis digital mereka. Oleh karena itu, bersama dengan telkomtelstra, Microsoft berkomitmen untuk membantu para pelaku bisnis di Indonesia untuk mengakselerasi perubahan digital mereka.”

Microsoft Azure merupakan suatu platform cloud yang bisa mendukung transformasi digital seluruh bisnis pengguna. Microsoft menyediakan platform teknologi yang memungkinkan pengguna untuk mempercepat inovasi aplikasi melalui pengembangan aplikasi yang pesat serta kelincahan pada cloud, menyediakan data terintegrasi, data dengan wawasan luas untuk aplikasi, terbuka dan fleksibel, dimana pengguna dapat menggunakan peralatan dan teknologi yang telah dan akan terus digunakan.

Azure Hybrid Cloud tersedia di 38 wilayah di seluruh dunia. Program ini terus berinvestasi untuk memastikan digunakannya teknologi infrastruktur terkini yang berfokus pada tingkat kehandalan tinggi, kesempurnaan operasi, efektivitas biaya, keberlangsungan lingkungan, serta pengalaman daring terpercaya untuk konsumen dan rekan di seluruh dunia. (Icha)

 

Sampoerna Telekomunikasi Indonesia Menggandeng Inti Kembangkan IoT

0

Telko.id – Sampoerna Telekomunikasi Indonesia atau STI memang hampir tidak pernah terdengar di masyarakat. Maklum saja, STI ini mendapat frekuensi yang cukup sulit yakni di 450Mhz. Itu sebabnya, tidak bisa terlalu gencar berpromosi. Saat ini layanan Net1 Indonesia yang berjalan di jaringan 4G LTE 450Mhz telah beroperasi di Aceh, Banten, Bali, NTB, Sulawesi Barat, dan Maluku.

Namun, ternyata operator ini tidak diam. Baru saja, STI menjalin kerjasama strategis dengan Industri Telekomunikasi Indonesia atau Inti untuk mengembangkan teknologi komunikasi dan Internet of Things.

Inti sendiri dianggap oleh STI sebagi salah satu mitra yang dipercaya untuk memproduksi perangkat telekomunikasi yang dapat mengakomodir frekuensi 450 MHz. Dengan demikian, diharapkan dapat memperepat penyediaan dan pemasaran perangkat serta layanan jaringan 4G LTE Net1 di Indonesia. Perangkat yang dimaksud adalah perangkat yang sudah dipasarkan maupun yang akan datang.

Seperti diketahui, STI dengan nama merek dagang Net1 Indonesia yang mengusung teknologi 4G LTE ini menggunakan frekuensi 450MHz, memiliki jangkauan sinyal lebih luas dibanding frekuensi seluler di atasnya. Agar layanan Net1 Indonesia dapat berjalan lebih maksimal, STI berupaya menjajaki kerja sama dengan sejumlah pihak yang telah memiliki pengalaman dalam bidang telekomunikasi.

Pertimbangan lainnya adalah kemampuan PT INTI untuk memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan oleh pemerintah. Sesuai dengan Peraturan Menkominfo, sampai dengan Januari 2017, TKDN yang harus dipenuhi oleh para Vendor Pembuat Alat dan Perangkat Telekomunikasi adalah 20% bagi Subscriber Station (SS) dan 30% bagi Base Station (BS).

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak akan diwakili secara sah oleh Larry Ridwan selaku CEO STI dan Darman Mappangara selaku CEO Inti.

“Kami meyakini MoU ini akan membawa business opportunity yang semakin menjanjikan bagi Net1 Indonesia dan Into,” tutur Larry Ridwan, selaku Chief Executive Officer STI.

Lebih lanjut Larry menambahkan “Kerja sama ini menunjukkan komitmen bersama dari dua perusahaan teknologi telekomunikasi Indonesia untuk tumbuh bersama dalam memajukan memberikan akses internet yang luas, mudah, dan terjangkau bagi masyarakat.”

Dukungan dari Inti ini akan memperlancar distribusi Net1 Indonesia terutama dalam hal penyediaan perangkat 4G LTE dan peranti pendukungnya kepada pelanggan STI, khususnya kategori pelanggan Business to Business (B2B). Dalam kerja samanya, STI dan Inti akan memasarkan produk dan koneksi internet menjadi sebuah solusi telekomunikasi secara bersama-sama.

Menurut Larry, konektivitas internet berupa jaringan kabel atau nirkabel merupakan salah satu komponen penting selain sensor and actuator dan people and process, untuk mendorong berkembangnya era Internet of Things (IoT). Konektivitas berupa jaringan 4G LTE dari Net1 dan perangkat dari Inti ini diharapkan akan memberikan dampak positif guna memperlancar serta mendorong pertumbuhan bisnis-bisnis berbasis IoT di lingkungan perkotaan maupun perdesaan.

“Kami merasa bangga dipercaya oleh Sampoerna Telekomunikasi Indonesia untuk memproduksi perangkat 4G LTE yang mendukung frekuensi 450Mhz untuk layanan Net1, kerja sama ini merupakan sebuah langkah besar untuk mendorong perkembangan ekosistem IoT di Indonesia sehingga bisa memajukan industri dalam negeri secara  keseluruhan.” ujar Darman Mappangara, CEO Inti.

Lebih lanjut Darman Mappangara berharap nota kesepahaman yang dilakukan antara kedua perusahaan tidak berhenti sebatas penyediaan perangkat 4G LTE. Kerja sama ini juga membuka peluang untuk membangun roadmap business model, mengembangkan inovasi serta berkolaborasi untuk kerja sama strategis lainnya di masa mendatang.

Sebagai satu-satunya pemain telpon nirkabel yang bergerak di jaringan 450 Mhz, STI akan terus berupaya untuk memberikan solusi alternatif berinternet dengan harga terjangkau. STI meyakini jaringan 4G LTE 450MHz cocok untuk digunakan di negara kepulauan seperti Indonesia. Jaringan Net1 Indonesia diharapkan bisa menyediakan jangkauan yang luas bagi 260 juta penduduk Indonesia di lebih dari 14.000 pulau.

Sebagai tambahan informasi, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia merupakan penyedia jasa telekomunikasi selular mobilitas penuh di Indonesia. Sejak Desember 2015, STI bekerja sama dengan AINMT International Holdings BV, perusahaan telekomunikasi internasional yang berbasis di Skandinavia, untuk memperluas dan meningkatkan jaringan nirkabel.

Pada bulan September 2016, STI berhasil mengantongi izin untuk menggelar jaringan 4G LTE di frekuensi 450Mhz secara nasional. Komitmen STI untuk mewujudkan pemerataan akses internet berkualitas sampai ke pelosok melalui layanan Net1 Indonesia telah resmi dan telah menjalani proses Uji Laik Operasi

Jangkauan sinyal 4G LTE 450Mhz Net1 Indonesia dapat mencapai lebih dari 100 km. Dengan karakteristik ini, STI akan lebih fokus membawa layanan 4G LTE ke daerah perdesaan dan sub urban.

Itu sebabnya, frekuensi 450MHz dinilai sangat cocok untuk negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki populasi penduduk tersebar secara geografis. Di masa depan, STI optimis memiliki kemampuan untuk menyediakan akses jaringan LTE-450 untuk 260 juta penduduk Indonesia yang tersebar di lebih dari 14.000 pulau. Setidaknya, pada akhir 2018 mendatang, STI sudah menyebarkan jaringan 4G LTE di seluruh Indonesia.  (Icha)

 

Laba Bersih Indosat Ooredoo Pada Semester I 2017 Naik 83.2%. Apa Kiatnya?

0

Telko.id – Berdasarkan laporan keuangan pada semester I 2017, laba bersih Indosat Ooredoo tercatat ada pertumbuhan. Setidaknya, untuk Laba Bersih Naik 83,2% sebesar Rp.784,2 Miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Menurut perusahaan ini, keberhasilan yang diperolehnya tersebut merupakan hasil kombinasi dari pencapaian pertumbuhan pendapatan dan didukung dengan keberhasilan implementasi program peningkatan efisiensi operasional perusahaan.

Indosat Ooredoo juga berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan konsolidasian yang menggembirakan sebesar 8,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan konsolidasian tumbuh menjadi Rp15,1 triliun, utamanya didukung oleh pertumbuhan pendapatan selular sebesar 8,5% menjadi Rp12,6 triliun.

Pendapatan dari layanan data selular juga tumbuh pesat sebesar 39,4% menjadi Rp6,8 triliun, memberi kontribusi sebesar 54,1% terhadap pendapatan selular. Indosat Ooredoo berpendapat bahwa pertumbuhan ini dapat dipertahankan jika regulasi untuk formulasi tarif data dapat direalisasikan, mengingat perubahan perilaku konsumen yang bergerak ke penggunaan data secara signifikan dari penggunaan voice dan SMS.

Pencapaian pertumbuhan bisnis seluler juga tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan mencatat pertumbuhan pelanggan seluler, dimana jumlah pelanggan selular pada Semester 1 2017 mencapai 96,4 juta pelanggan, meningkat sebesar 15,9 juta pelanggan dibandingkan dengan Semester I 2016 di mana ini merupakan hasil dari penawaran program-program pemasaran menarik yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup pelanggan.

Hal ini juga tidak lepas dari dukungan jaringan telekomunikasi perusahaan, dimana Indosat Ooredoo telah membangun 5.690 BTS tambahan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dimana 92% di antaranya merupakan BTS 3G dan 4G untuk menunjang pertumbuhan penggunaan data yang sangat tinggi.

Selain itu, inisiatif-inisiatif yang dilakukan Perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional Perusahaan juga telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Beban operasional Perusahaan selama Semester I 2017 meningkat 5,1%, di bawah tingkat pertumbuhan pendapatan, sehingga Perusahaan berhasil meningkatkan laba usaha sebesar 32,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi EBITDA, Indosat Ooredoo berhasil membukukan pertumbuhan EBITDA sebesar 10,5% menjadi Rp6,7 triliun (Semester I 2016: Rp6,0 triliun), dengan marjin EBITDA meningkat sebesar 0,9 percentage point (ppt) menjadi 44,2%.

Total utang dari pinjaman bank dan obligasi juga mengalami penurunan sebesar Rp1,9 triliun atau menurun sebesar 8,8% dibanding periode yang sama tahun lalu. Porsi utang dalam denominasi USD turun sebesar 67,2% dari USD227,5 juta (mewakili 14% dari total utang) pada Semester I 2016 menjadi sebesar USD74,6 juta (mewakili 5% dari total utang) di mana Indosat Ooredoo melanjutkan inisiatifnya untuk mengurangi pengaruh fluktuasi nilai tukar mata uang terhadap laba/rugi bersih Perusahaan. Penurunan total utang mengakibatkan penurunan biaya bunga sebesar 5,8%. (Icha)

 

 

Telkomsel Bangun Jaringan di Pulau Liran, Pulau terluar Indonesia

0

Telko.id – Wilayah terluar Indonesia memang menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk membangun jaringan. Telkomsel sebagai operator pun mendukung program tersebut dengan membangun BTS di Pulau Liran, tepatnya di Desa Ustutun, Kecamatan Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Telkomsel menjadi satu-satunya operator seluler yang menghadirkan infrastruktur jaringan telekomunikasi di salah satu pulau terluar di Indonesia yang berbatasan dengan Timor Leste tersebut.

Peresmian beroperasinya BTS di Pulau Liran dilakukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Bupati Maluku Barat Daya Barnabas Orno, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo, dan CEO Telkom Group Alex J. Sinaga di sela-sela program “BUMN Hadir Untuk Negeri” di Pulau Moa dan Pulau Liran.

“Sebagai perusahaan milik bangsa dan negara Indonesia, kami terus mewujudkan komitmen untuk memerdekakan wilayah-wilayah di Indonesia yang sebelumnya tidak memperoleh layanan telekomunikasi. Dengan semangat tanpa batas, kami selalu berupaya membangun jaringan untuk memajukan negeri dan melayani masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, tanpa terkecuali, termasuk di wilayah-wilayah yang secara bisnis tidak menguntungkan,” kata Bob Apriawan, Direktur Network Telkomsel.

Didukung daya jangkau hingga radius lima kilometer, BTS Telkomsel mampu menyediakan layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Pulau Liran. BTS Telkomsel di Pulau Liran juga mampu mengakomodasi kebutuhan komunikasi hingga ribuan pengguna, sehingga sangat memadai untuk melayani Pulau Liran yang berpopulasi penduduk mencapai lebih dari 1.000 jiwa.

Masyarakat di Pulau Liran yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan umumnya melakukan transaksi jual beli hasil tangkapan ikan dengan pengepul yang merupakan warga Timor Leste. Selama ini, untuk menjual ikan langsung ke Timor Leste, nelayan di Pulau Liran harus berlayar menggunakan perahu selama lima jam, tak jarang sampai bermalam di tengah lautan.

“Kita sama-sama berharap, dengan adanya jaringan Telkomsel di Pulau Liran, komunikasi warga dengan warga di pulau lain bahkan provinsi lain bisa meningkat. Semoga layanan telekomunikasi juga mampu mendorong peningkatan kegiatan perekonomian di wilayah ini,” ungkap Rini.

Pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi seperti yang dilakukan Telkomsel di Pulau Liran, serta pulau-pulau terluar dan perbatasan negara merupakan bentuk dukungan Telkomsel dalam memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, di mana hadirnya sarana telekomunikasi dapat meningkatkan ketahanan nasional sekaligus mempersatukan bangsa Indonesia yang tersebar di berbagai pulau yang ada di negara kepulauan ini.

“Kami terus berupaya agar layanan Telkomsel dapat menjangkau seluruh wilayah populasi Indonesia sehingga ke depannya negara kita tercinta benar-benar terhubung seutuhnya dengan adanya jaringan telekomunikasi,” jelas Bob. (Icha)

Wisatawan pun Kini Tetap Bisa Eksis di Karimunjawa

0

Telko.id – Dengan semakin marak nya smartphone, tentu membuat trend berwisata pun mulai bergeser. Dari hanya membawa kamera biasa ke kamera digital hingga sampai akhirnya kini smartphone menjadi device ‘wajib’ kala liburan.

Untuk itu, jaringan telekomunikasi pun ‘wajib’ hadir di wilayah wisata. Tak heran, Telkomsel pun melanjutkan pembangunan layanan 4G LTE secara agresif ke berbagai wilayah di Indonesia. Dalam upaya memberikan pelanggan pengalaman mobile broadband terbaik dan layanan digital lifestyle yang lengkap serta turut mendukung kemajuan pariwisata di Indonesia, Telkomsel hadir dengan layanan 4G LTE di Kepulauan Karimunjawa. Hal ini sebagai komitmen Telkomsel untuk membangun infrastruktur jaringan broadband 4G LTE hingga ke ibukota Kecamatan.

Hadirnya 3 BTS di lokasi-lokasi strategis di Kepaluan Karimunjawa tersebut diharapkan akan mampu melayani kebutuhan komunikasi dari sekitar 9.000 warga masyarakat serta wisatawan-wisatawan yang memerlukan akses kecepatan broadband. Telkomsel sudah lebih dulu hadir di Karimunjawa sejak tahun 2009 yang terus ditingkatkan layanannya dari sisi kualitas dan kapasitas jaringan.

“Telkomsel memiliki visi untuk menyatukan Indonesia melalui hadirnya layanan telekomunikasi di berbagai lokasi di Indonesia. Komitmen kami sebagai perusahaan milik bangsa secara konsisten membangun jaringan telekomunikasi yang berkualitas serta jangkaun yang luas. Hadirnya 4G LTE di Karimunjawa ini sebagai bukti dan bakti dari konsistensi pembangunan jaringan broadband agar dapat dinikmati oleh masyarakat serta para wisatawan-wisatawan,” kata Iswandi,GM ICT Operation Region Jateng and DIY Telkomsel.

BTS di Karimunjawa, Telkomsel menerapkan teknologi transmisi radio dilengkapi dengan teknologi power supply yang menggunakan solar panel system. Adapun Layanan Tekomsel 4G LTE di Karimunjawa beroperasi di frekuensi 1800 MHz menggunakan pita selebar 10 MHz, yang kecepatannya bisa mencapai 75 Mbps, sehingga akan meningkatkan kepuasan pelanggan dalam menggunakan layanan mobile broadband yang cepat dan stabil.

Dengan diimplementasikannya teknologi ini, pelanggan tetap menikmati layanan data, suara, SMS dengan baik kapanpun dan di mana pun.

Lebih lanjut Iswandi menambahkan, “Kebutuhan masyakarakat akan telekomunikasi saat ini sudah menjadi kebutuhan utama. Hadirnya 4G LTE Telkomsel di Karimunjawa  menjadikan masyarakat dapat menikmati layanan dengan standar kualitas yang sama dengan wilayah lainnya di Indonesia. Kami berharap hadirnya layanan ini dapat turut mendorong pertumbuhan di berbagai sektor di Karimunjawa.”

Untuk memberikan customer experience terbaik dalam menikmati mobile broadband, Telkomsel berkomitmen menjaga keunggulannya layanan 4G LTE nya yang tercepat, terluas, simple, dengan komunitas terbesar dan beragam konten dan aplikasi berkualitas. Telkomsel juga sudah bekerjasama dengan mitra outletnya di Karimun sehingga pelanggan atau masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan produk Telkomsel tiap harinya. (Icha)

Telkomsel Bangun Jaringan Hingga ke Pelosok dan Terluar Demi NKRI

0

Telko.id – Wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau. Tentu tidak mudah untuk melakukan komunikasi. Terlebih untuk di wilayah pelosok dan terluar. Itu sebabnya, jaringan telekomunikasi sangat dibutuhkan. Selain untuk pemerataan pembangunan juga untuk menjadi pemersati NKRI.

Dari sisi pemerataan pembangunan. Jika ada jaringan telekomunikasi hingga ke pelosok membuat terbukanya gerbang digital keseluruh masyarakat Indonesia. Di mana, informasi dapat dengan lebih mudah diperoleh sehingga akan memberikan pembangunan ekonomi di wilayah pelosok dan terluar juga.

Telkomsel adalah salah satu operator yang begitu giat membangun jaringan di wilayah pelosok hingga daerah terluar Indonesia. Hal ini, tentu juga menjadi tugas yang diemban oleh Telkomsel. Termasuk juga wilayah 3T yakni Terluar, Terdepan dan Tertinggal.

Telkomsel mengawal langkah untuk menjadi pemersatu NKRI melalui jaringan ini lewat program Merah Putih. Sejak diluncurkan pertama kali di tahun 2008, proyek Telkomsel Merah Putih berhasil membuka jaringan di sekitar 450 lokasi dari ujung Barat hingga ujung Timur Indonesia, yang terus ditingkatkan layanannya dari sisi kualitas dan kapasitas.

Saat ini telekomunikasi tidak hanya menjadi kebutuhan utama masyarakat di kota besar namun juga di pelosok. Untuk itu Telkomsel terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat melalui layanan seluler yang dihadirkan sehingga lebih banyak lagi masyarakat di pelosok yang dapat menikmati layanan telekomunikasi dengan standar kualitas yang sama dengan wilayah lainnya di seluruh Indonesia,” kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel menjelaskan.

“Kami berharap hadirnya layanan ini dapat turut mendorong perubahan yang lebih baik di berbagai sektor di wilayah terkait,” ujarnya.

Untuk merealisasikan layanan hingga ke pelosok ini, Telkomsel memiliki beberapa program. Salah satunya adalah Program Merah Putih. Dan yang terakhir, baru saja dilakukan adalah membangun lima base transceiver station atau BTS di lokasi pelosok seperti Akat (Asmat), Dal dan Ndugwa (Nduga), serta Obano dan Gigobak ( Puncak). Kelima BTS ini bagian dari 63 BTS program Merah Putih. Telkomsel akan bangun seperti di area Barat  (NTB) 7 BTS, Maluku 11 BTS, Sulawesi 21 BTS, dan Kepulauan Riau 3 BTS.

Hadirnya 63 BTS baru di lokasi-lokasi tersebut diharapkan akan mampu melayani kebutuhan komunikasi dari sekitar 120.000 warga masyarakat yang sebelumnya memiliki kesulitan dalam mengakses layanan telekomunikasi.

Di program Merah Putih, Telkomsel menerapkan teknologi berkonsep remote solution system yang dinamakan Very Small Aperture Terminal-Internet Protocol (VSAT-IP) yang berbasis satelit ditambah dengan teknologi power supply yang menggunakan solar panel system. Teknologi ini merupakan solusi layanan komunikasi yang cocok untuk diterapkan di daerah terpencil dengan infrastruktur yang sangat terbatas dan kondisi geografis yang sangat ekstrim, seperti pedesaan dan wilayah terdepan Indonesia.

Namun, layanan telekomunikasi yang kini dibutuhkan oleh masyarakat pun sudah bergeser. Dari sekedar telekomunikasi dasar menjadi telekomunikasi lengkap dengan akses internet yang mumpuni.

Itu sebabnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta Badan Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) untuk mengebut proyek desa broadband agar pada 2019 semua lapisan masyarakat merasakan internet cepat.

“Jadi, pada 2019 nanti tidak ada wilayah di Indonesia yang tidak ada akses broadband. Kita harus bisa menjangkau 100 ribu lebih sekolah,10 ribu lebih kecamatan, dan 70 ribu lebih desa,” ungkap Rudiantara kala memberikan sambutan di Malam Penghargaan dan Apresiasi KPU/USO 2017, beberapa waktu lalu.

Telkomsel, dengan segala kemampuan yang dimiliki akan mendukung program yang dicanangkan oleh pemerintah tersebut. Dengan terus membangun jaringan berkualitas broadband.

Telkomsel juga memiliki program 4G di setiap IKK (Ibu Kota Kabupaten dan Kota). Untuk wilayah Jawa Timur, seluruh kota besar kini sudah bisa menggunakan layanan 4G milik Telkomsel.

“Selain Jatim, sebelumnya wilayah Jateng juga sudah semuanya tercover jaringan 4G. Saat ini sudah lebih dari 180 kota di seluruh Indonesia sudah menggunakan layanan 4G kami, 100 di antaranya merupakan kota/kabupaten di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” ujar Mas’ud Khamid, Direktur Sales Telkomsel, seperti dilansir dari Detik.

Untuk mendukung program IKK ini, Telkomsel telah membangun 2.137 BTS 4G di seluruh wilayah Jawa dan Bali dengan kecepatan layanan 4G mencapai 120 Mbps. Telkomsel sendiri secara nasional telah mempunyai 125 ribu BTS yang 8 ribu nya adalah BTS 4G. Jumlah itu akan menjadi 12 ribu BTS 4G hingga akhir tahun nanti.

“Untuk tahun depan, kami akan bangun 15 ribu BTS baik BTS 3G maupun 4G,” lanjut Mas’ud. (Icha)