spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1516

Ekosistem Harus Terlibat Demi Kurangi Eksploitasi Seksual Anak Di Internet

Telko.id – Dengan tumbuh kembang nya digital di masyarakat, perlu juga meningkatkan kewaspadaan terhadap eksploitasi seksual anak. Untuk itu, tidak bisa diserahkan semuanya pada pemerintah. Seluruh ekosistem, mulai semua Kementerian, NGO, CSO dan semua elemen masyarakat. Yang paling utama adalah keluarga.

Hal itu disampaikan oleh Rudiantara, Menteri Kominfo dalam konferensi “Internet Aman untuk Anak – TEM@N ANAK” yang diselenggarakan oleh ECPAT Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) beserta Google Indonesia, di Jakarta, Selasa (06/02). Konferensi ini diselenggarakan dalam rangka Safer Internet Day 2018 yang dirayakan setiap tanggal 06 Februari.

“Pendekatannya harus dari ekosistem. Pemerintah tidak bisa sendirian, semuanya harus bergerak. Bukan hanya Kementerian PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, red.) saja, kementerian lain juga dilibatkan, NGO, CSO juga harus ada,” jelasnya.

Rudiantara juga menambahkan bahwa lingkungan keluarga adalah lapisan pertama dalam melindungi anak saat penggunaan internet. “Harus dimulai dari rumah. Dari orang tua, orang tua, orang tua. Bukan anak-anak itu tidak boleh akses internet, tapi bagaimana didampingi. Baru sekolah, kemudian masyarakat.”

Kementerian Komunikasi dan Informatika memiliki dua pendekatan dalam penanganan internet, yaitu pendekatan hulu dan hilir. Menurut Menteri Rudiantara, pendekatan hulu lebih kepada literasi dan penyediaan situs-situs positif yang dapat diakses dan menjadi sumber informasi yang baik terutama bagi anak-anak.

Sementara pendekatan hilir adalah pendekatan pemblokiran. Saat ini Kementerian Kominfo telah menyediakan sekitar 289.000 daftar situs positif yang sebagian besar memiliki domain .edu, yang berfokus di bidang pendidikan dan layak untuk diakses anak-anak.

Dalam kesempatan tersebut Plt. Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA, Lies Rusdianti, menyampaikan bahwa perubahan pola pikir di lingkungan keluarga dan masyarakat turut berperan penting dalam mengentaskan kekerasan pada anak.

“Kita juga harus mengubah mindset yang menerima dan membenarkan kekerasan terhadap anak. Harus berikan layanan yang menjangkau, memberi pemahaman kepada orang tua, pemahaman kepada anak2 untuk melindungi diri sendiri. Kita butuh partisipasi dari semua komponen masyarakat,” jelas Lies.

Shinto Nugroho dari Google Indonesia turut menyampaikan komitmen Google untuk terus menjadikan internet sebagai tempat yang aman bagi anak-anak.

“Kami akan terus membangun pengaturan keamanan dalam semua produk-produk kami untuk memerangi seksualitas eksploitasi secara online, dan mendukung literasi digital. Kami bekerja sama secara insentif untuk menambahkan keyword dari teman-teman Kementerian Kominfo, menjaga agar internet tetap berguna sebagai sumber informasi yang dibutuhkan tapi terus menerus aman.

Konferensi ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari berbagai sektor, di antaranya perwakilan organisasi nasional dan internasional, penegak hukum, instansi pemerintah, akademisi, media, advokat, dan kelompok relevan lainnya. Konferensi ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kejajatan seksual anak online yang berkembang di Indonesia, juga untuk mendorong keterlibatan masyarakat mewujdukan internet yang aman untuk anak. (Icha)

 

 

 

68,3% Lagi, Proses Refarming Frekuensi 2.1 GHz Bakal Dikebut 12 Minggu

0

Telko.id – Tidak terasa sampai saat ini pelaksanaan penataan ulang (refarming) pita frekuensi radio 2.1 GHz untuk keperluan penyelenggaraan jaringan bergerak seluler sudah memasuki minggu ke-12 sejak dimulai pada tanggal 21 November 2017 lalu. PT. Indosat Tbk menjadi operator pertama yang melaksanakan refarming ini di cluster Kalimantan Tengah dan Kepulauan Bangka Belitung.

Refarming ini dilatarbelakangi oleh kesepakatan bersama antara Pemerintah dengan pengguna pita 2.1 GHz eksisting pada November 2016 bahwa setelah proses seleksi akan dilanjutkan dengan proses refarming. Setelah proses seleksi dilakukan, Hutchison 3 Indonesia (H3I) ditetapkan sebagai Pemenang Seleksi Pita Frekuensi Radio 2.1 GHz Tahun 2017 pada Blok 11 dan Indosat, Tbk. (Indosat) ditetapkan sebagai pemenang seleksi pada Blok 12.

Tujuan dilakukannya refarming pita frekuensi radio 2.1 GHz ini adalah agar diperoleh tingkat pemanfaatan spektrum yang paling optimal, yakni dengan membuat penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous) untuk setiap penyelenggara jaringan bergerak seluler yang pada akhirnya akan memberikan solusi terbaik mengatasi Network Congestion sehingga masyarakat pengguna layanan seluler dapat menikmati kualitas yang lebih baik.

Keberlangsungan refarming hingga saat ini tentunya tidak lepas dari kolaborasi dan kerja sama yang baik antara Pemerintah dengan para penyelenggara pita 2.1 GHz. Peran Pemerintah melalui Direktorat Penataan Sumber Daya, Direktorat Pengendalian SDPPI, dan UPT Bidang Monitor Spektrum Frekuensi Radio seluruh Indonesia adalah memastikan blok-blok frekuensi yang akan diduduki oleh pengguna pita 2.1 GHz yang melakukan refarming telah bersih dari gangguan dan siap untuk digunakan.

Proses refarming ini juga tidak lepas dari peran BRTI yang melakukan pendampingan sejak awal proses refarming ini. Dukungan penuh para penyelenggara pita 2.1 GHz pun menjadi salah satu kunci keberhasilan proses refarming hingga saat ini. Sebagai contoh, meskipun XL dan Telkomsel tidak ditetapkan sebagai pemenang pada seleksi yang lalu, namun tetap berkomitmen mendukung terlaksananya refarming ini. Kolaborasi ini pun tampak pada setiap pelaksanaan refarming di mana selalu diadakan video conference sebagai wadah komunikasi antara Pemerintah dengan para penyelenggara pita 2.1 GHz.

Berdasarkan informasi yang disusun oleh Tim Refarming Ditjen SDPPI, hingga minggu ke-11, progress pelaksanaan refarming telah mencapai 32,70% di mana dapat direpresentasikan.  BTS NodeB yang sudah selesai di refarming mencapai lebih dari 14.000 unit. Sedangkan untuk repeater mencapai 180 buah.

Tentunya selama pelaksanaan refarming ini ditemui adanya kendala-kendala di lapangan terutama oleh pengguna pita 2.1 GHz eksisting. BTS yang down pada saat dilakukannya refarming merupakan kendala yang paling banyak ditemui, selain itu ada juga kendala-kendala minor seperti data administrasi network element yang mismatch. Namun, dengan komunikasi dan kerja sama yang baik masalah-masalah tersebut dapat segera teratasi. Keadaan force majeure juga dapat menjadi kendala dalam refarming ini, sebagai contoh meletusnya Gunung Agung pada Desember lalu, namun hal ini dapat segera diatasi dan tidak menghambat refarming di wilayah Bali yang saat itu sedang dilakukan oleh Indosat.

In total, proses refarming ini terbagi dalam 42 cluster (wilayah) yang rencananya diselesaikan dalam waktu 156 hari kalender. Dalam proses tersebut akan dilakukan 159 kali proses perpindahan blok oleh 3 operator yang melibatkan jumlah site lebih dari 8000 BTS.

Dengan adanya dukungan semua pihak termasuk dukungan seluruh masyarakat pengguna telepon seluler, diharapkan pelaksanaan refarming dapat diselesaikan pada tanggal 25 April 2018. (Icha)

 

Samsung Galaxy XCover4 Memiliki Cover Pelindung Berstandar US Military

0

Telko.id – Sudah lama tidak smartphone dengan kemampuan tahan banting yang dikeluarkan oleh vendor. Samsung memilihat ceruk ini dan meluncurkan smartphone tangguh untuk profesional diberbagai bidang yakni Samsung Galaxy XCover4.

Smartphone ini dirancang bagi pekerja profesional lintas bidang dengan fitur bervariasi serta kemampuan berperforma tinggi dimanapun kapanpun. Dilengkapi cover pelindung berstandar US Military, Samsung Galaxy XCover4 tangguh di berbagai medan pekerjaan yang menantang dan memberikan rasa percaya diri bagi para profesional di situasi bisnis yang terus berkembang, memungkinkan proses kerja dilakukan lebih efektif, produktif dan efisien sehingga menciptakan peluang bisnis yang lebih luas.

Ponsel pintar kini telah menjadi salah satu device penunjang efektivitas bekerja, ditambah lagi dengan semakin banyaknya aplikas-aplikasi pintar penunjang bisnis, membuat korporasi semakin terdorong untuk melengkapi para profesionalnya dengan ponsel pintar yang tangguh namun tetap dapat digunakan dalam segala kondisi untuk mendukung mobilitas.

“Sebagai pemimpin pasar di bidang mobile technology, Samsung selalu mengedepankan inovasi guna menjawab kebutuhan customer, salah satunya kebutuhan akan device tangguh berteknologi tinggi dan memiliki fitur lengkap di segmen business to business. Memenuhi kebutuhan tersebut, kali ini Samsung mempersembahkan Samsung Galaxy XCover4, ponsel pintar dengan cover pelindung khusus serta inovasi teknologi untuk menjadi solusi yang mampu memenuhi kebutuhan pekerja profesional di berbagai bidang, memberikan kenyamanan, keamanan serta kemampuan performa tinggi untuk memaksimalkan peluang bisnis lebih luas dimanapun kapanpun,” ujar Roy Nugroho, Head of B2BPT Samsung Electronics Indonesia.

Filosofi Samsung yang selalu menciptakan inovasi berdasarkan kebutuhan masyarakat telah menghadirkan berbagai solusi bagi kebutuhan customer di berbagai bidang. Saat ini seluruh industri sangat terkait dengan teknologi yang terus berkembang, dan Samsung berupaya untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan produk inovatif yang mampu memenuhi kebutuhan tiap industri secara spesifik. Untuk mengetahui secara mendalam kebutuhan para pemimpin bisnis dari sebuah device, Samsung terlibat dalam rangkaian penelitian yang melibatkan 500 perusahaan gabungan Fortune.

Perusahaan yang tergabung terdiri dari perusahaan lintas bidang, seperti retail, logistik, perminyakan dan transportasi, yang telah memberikan masukan informasi berharga terhadap pengembangan Samsung Galaxy XCover4. Ada beberapa hal yang menjadi prioritas dalam mencari ponsel pintar dari kacamata perusahaan meliputi ketahanan (durability), sehingga bisa digunakan dalam kondisi maupun cuaca apa saja, keamanan data dan kemudahan personalisasi ponsel sesuai yang diinginkan perusahaan, serta kemampuan kamera untuk memindai dengan baik, sehingga bisa digunakan untuk intensive scanning dan tetap bekerja dengan maksimal ketika harus memindai kode yang tak lagi dalam kondisi prima akibat basah atau terlipat, maupun memindai kode yang terbungkus plastik.

Menjawab hal-hal tersebut, Samsung Galaxy XCover4 didesain aman terhadap air dan debu maupun suhu ekstrim dan goncangan. Selain itu, smartphone outdoor ini telah menjadi peralatan serbaguna dan memiliki desain ramping yang mengesankan, menghadirkan konektivitas tinggi dan memiliki kemampuan untuk selalu ‘on’ dengan baterai 2.800 mAh yang dapat diganti sesuai kebutuhan.

Berbagai kelebihan yang terdapat pada Samsung Galaxy XCover4 :

Bersertifikasi standar militer Amerika Serikat MIL-STD 810G, sebuah standar pengujian melalui proses pengelolaan dan rekayasa lingkungan untuk menilai daya tahan keseluruhan dari perancangan sistem sebuah device. Tes meliputi berbagai kondisi lingkungan termasuk suhu, baik tekanan rendah maupun rendah, hujan, termasuk hujan angin dan hujan yang membekukan, kelembaban, kabut, shock maupun goncangan akibat transportasi maupun tembakan.

Selain sertifikasi standar militer Amerika Serikat, Samsung Galaxy XCover4 juga bersertifikasi IP68 yang anti air dan debu. Penggunaan di lokasi kerja yang menantang memberikan rasa nyaman dan tenang, terhindar dari rasa khawatir dari kerusakan akibat panas, dingin, debu dan air.

Dengan kamera belakang 13 megapixel, flash, aperture F1.9 dan autofocus, proses pemindaian kode menjadi lebih mudah, juga dilengkapi teknologi NFC yang mempercepat proses komunikasi dan manajemen kerja. Fitur ini dapat meningkatkan produktivitas kerja terutama pada bidang transportasi dan logistik. Selain kamera belakang juga tersedia kamera depan 5 megapixel.

Samsung Galaxy XCover4 memiliki layar 5 inci beresolusi tinggi, yang juga dilengkapi fitur sensitivitas layar sentuh yang tinggi. Dalam berbagai kegiatan di lapangan, seperti untuk insinyur lapangan, pekerja industri atau kru konstruksi menggunakan sarung tangan sangat penting untuk keamanan kerja. Peningkatan sensitivitas layar sentuh memungkinkan Samsung GALAXY XCover4 dioperasikan dengan menggunakan sarung tangan sekalipun, sehingga pekerja tak perlu mengkompromikan keamanan mereka ketika perlu mengoperasikan ponsel pintar ketika bekerja.

Samsung Galaxy XCover4 juga didukung KNOX Configure, layanan berbasis cloud yang memungkinkan perusahaan untuk mengkonfigurasi dari jarak jauh sejumlah besar perangkat Samsung dan menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis yang spesifik. Selain kemudahan pengaturan dan personalisasi sesuai kebutuhan perusahaan, KNOX Configure juga membawa solusi keamanan yang lebih tinggi bagi data perusahaan maupun data pribadi.

Pekerja profesional tak perlu lagi khawatir akan keselamatan data yang dimiliki karena tersimpan dengan baik dalam space yang aman tanpa kehadiran platform dari pihak ketiga dan biaya tambahan. Untuk after sales service, Samsung juga menawarkan Samsung Mobile Care yang memberikan garansi dasar 2 tahun dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Samsung Galaxy XCover4 hadir dalam beberapa variasi konektivitas: WiFi, atau WiFi dan LTE, dengan kapasitas 2GB RAM+16GB storage, MicroSD (hingga256GB) dan OS Android Nougat. (Icha)

 

Spesifikasi Samsung Galaxy XCover4

 

Display 5.0” HD (1280×720) TFT
Chipset Quad Core 1.4GHz (Exynos7570 = JAVA)
LTE Support Cat.4 (non-CA)
Memory 2GB RAM +  16GB Storage,

microSD up to 256GB

Camera 13MP AF (F1.9) + 5MP FF (F2.2)
Connectors Micro USB(USB 2.0), 3.5mm ear jack
Sensors Accelerometer, Proximity,

Geomagnetic, Light

Wireless Connectivity Bluetooth 4.2, Wi-Fi a/b/g/n(2.4+5GHz),

WiFi Direct, NFC (UICC)

GPS GPS, GLONASS
Dimension, Weight 145.9 x 73.1 x 9.7mm
Battery capacity 2,800mAh (Replaceable)
OS Android Nougat
Radio FM Radio support

 

 

Enam Harapan Konsumen Saat Operator Sudah Berikan Layanan 5G

0

Telko.id – Ericsson baru saja memaparkan “Towards a 5G Consumer Future” yang fokus membahas tentang 6 masukan yang diinginkan oleh konsumen pada operator tentang mobile broadband. Laporan tersebut, diklaim oleh Ericsson sebagai penelitian ekspektasi konsumen 5G terbesar sampai saat ini, mewakili pandangan 800 juta pengguna ponsel cerdas di seluruh dunia.

“Studi terbaru kami tidak melihat pandangan konsumen terhadap 5G secara terpisah, namun mengungkapkan kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi yang harus dipenuhi oleh operator dalam perjalanan menuju 5G. Dari menawarkan pengalaman membeli yang mudah dilakukan dengan berfokus pada kinerja jaringan yang nyata, konsumen menuntut perubahan yang ingin mereka lihat yang telah dilakukan hari ini,” kata Jasmeet Sethi, Penasihat Senior, Consumer & Industry Lab.

Ini dia enam harapan konsumen yang dipaparkan dalam laporan Ericsson tersebut:

Berikan Kami Pengalaman Pembelian Yang Mudah

Saat ini, konsumen menganggap pasar telekomunikasi terlalu tinggi kompleks. Dengan enam dari 10 pengguna smartphone bergulat dengan kompleksitas rencana data seluler. Ditambahlagi, banyak ketidaksesuaian antara apa yang dibeli dengan yang digunakan.

Hasil penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa hanya 3 dari 10 pengguna smartphone yang puas dengan cara operator menyajikan paketnya secara online, membuktikan bahwa pengalaman telekomunikasi digital yang dirasakan oleh pengguna smartphone tidak sederhana dan tidak mudah.

Sedangkan tentang tawarkan unlimited data plans, konsumen tidak terlalu memusingkan. Konsumen lebih mencari pengalaman unlimited tanpa perlu khawatir ketimbang paket unlimited tersebut.

Inilah yang jadi tantangan bagi operator untuk mencari alternatif paket unlimited yang benar-benar memberikan kebebasan pada konsumen.

Mengganti gigabytes Yang Tidak Terpakai Sebagai Mata Uang

Berdasarkan penelian ini menunjukan bahwa rata-rata pengguna smartphone memiliki 31 gigabyte data mobile yang tidak terpakai yang tersisa per tahun, cukup untuk melakukan 65 jam panggilan video, menghabiskan 517 jam untuk streaming musik, atau menonton pesta enam musim acara TV seperti Game of Thrones, menyamai sebanyak mungkin sebagai 1,5 terabyte sepanjang hidup mereka.

Itu sebabnya, 2 dari 5 konsumen ingin menggunakan kelebihan ini dapat dikonversi sebagai mata uang dan berharap dapat menyimpan, memperdagangkan atau memberi hadiah data yang tidak terpakai.

Berikan Konsumen Lebih Dari Sekedar Paket Data

Kecepatan broadband yang lebih cepat dan kontrak nirkabel yang adil dianggap lebih penting daripada paket data yang saat ini mendominasi pasar. Sebagai kumpulan konten video dan rencana data inovatif memainkan peran yang semakin penting dalam pemilihan paket operator dan layanan. Konsumen pun menginginkan operator untuk berinovasi, berevolusi dan mempersonalisasi rencana data.

Beri Konsumen Lebih Banyak Dengan 5G

Berlawanan dengan keyakinan bahwa konsumen tidak tertarik pada 5G, secara global gagasan layanan 5G menarik 76 persen pengguna smartphone. Sebanyak 44 persen sebenarnya bersedia membayar 5G. Bahkan, konsumen mengharapkan operator mampu memberikan layanan 5G sebagai layanan utama pada 3 sampai 4 tahun ke depan. Lebih dari 50 persen konsumen pun berharap sudah dapat menggunakan layanan 5G dengan layanan yang sudah ditinggkatkan pada 2 tahun usai diluncurkan.

Lebih lanjut, sepertiga dari koresponden pun mengharapkan layanan 5G yang ditawarkan lebih dari sekedar kecepatan, cakupan jaringan dan harga yang lebih rendah. Konsumen berharap adanya peningkatan masa pemakaian baterai yang lebih baik dan juga konektivitas yang bukan hanya pada perangkat saja tetapi juga Internet Things. Konsumen juga tidak mau pusing dengan masalah pembayaran gigabyte yang digunakan. Harapannya, cukup membayar satu kali untuk setiap layanan 5G yang terhubung.

Berikan Layan 5G yang Nyata

Konsumen meminta operator untuk menghindari slogan pemasaran yang tidak berdasar. Harus lebih fokus memberikan pengalaman jaringan yang nyata dan meningkatkan kejujuran dalam pemasarannya. Laporan tersebut menunjukkan bahwa hanya empat persen kepercayaan operator sendiri dan statistik kinerja jaringan.

Laporan ini didasarkan pada aktivitas riset global Ericsson ConsumerLab selama lebih dari 20 tahun, dan memanfaatkan data dari 14.000 pengguna smartphone iPhone dan Android berusia antara 15 dan 65 tahun. Pandangan yang diungkapkan dalam survei tersebut mewakili 800 juta konsumen di seluruh Argentina, Brasil, China, Mesir, Finlandia, Prancis, Jerman, Indonesia, Irlandia, Jepang, Meksiko, Korea Selatan, Inggris dan Amerika Serikat. (Icha)

Ericsson Perkenalkan 5G Radio Dot Untuk Tingkatkan Kualitas Jaringan di Indoor

0

Telko.id – Pada era 5G, operator selular harus mempersiapkan diri karena akan terjadi lonjakan lalulintas data sekitar 8 kali dan 1 miliar device 5G pada tahun 2023. Permintaan pelanggan terhadap koneksi yang lancer terhadap video streaming 4K, 8K, virtual reality atau augmented reality, dan immersive media akan menambah ‘pekerjaan rumah’ operator. Di sisi lain, tidak mudah untuk melakukan pemasangan radio di dalam ruangan karena bentuk bangunan modern yang seringkali menghambat sinyal radio dari luar untuk masuk.

Itu sebabnya, Ericsson berinisiatif membuat produk 5G Radio Dot untuk dapat meningkatkan mobile broadband, yang memungkinkan operator memenuhi permintaan konektivitas dalam ruangan yang superior.

5G Radio Dot hasil ciptaan Ericsson ini adalah sebuah radio small cell yang dirancang untuk memenuhi persyaratan kinerja mobile broadband yang dikeluarkan oleh 5G. Dengan desain yang elegan dari generasi sebelumnya, 5G Radio Dot membutuhkan waktu kurang dari separuh waktu untuk menginstal dibandingkan dengan solusi indoor lainnya, dan akan mendukung new 5G mid-bands (3-6GHz) dengan kecepatan hingga 2Gbps.

“Menambahkan solusi small cell ke portofolio 5G kami adalah bagian alami dari evolusi jaringan. Perusahaan telah meminta konektivitas tingkat pertama di dalam ruangan, serta kecepatan dan kapasitas yang lebih tinggi untuk menggunakan kasus penggunaan lanjutan yang tidak dapat ditangani oleh sistem dalam ruangan tradisional. Portofolio 5G kami, didukung oleh Small cells, akan memungkinkan operator memenuhi tuntutan ini, kata Nishant Batra, Kepala Infrastruktur Jaringan Area Produk di Ericsson.

“Sekarang standar 5G pertama ada di sini, vendor akan memerlukan banyak solusi radio untuk membantu operator meluncurkan jaringan 5G baru mereka. Ericsson mengambil langkah awal yang penting dalam arah ini dengan menambahkan solusi 5G RAN dalam ruangan yang ada di dalam ruangan. Solusi indoor baru dari Ericsson ini akan menarik bagi operator yang ingin menawarkan kinerja dalam ruangan yang baik untuk meningkatkan mobile broadband dan aplikasi industri baru yang tidak dapat dipenuhi oleh base station Wi-Fi atau 5G yang ditempatkan di luar rumah,” kata Daryl Schoolar, Practice Leader, Ovum menjelaskan.

Sebagai evolusi alami dari Ericsson Radio Dot System, operator akan dapat menyebarkan 5G Radio Dot berdampingan dengan solusi 4G menggunakan infrastruktur kabel yang sama, arsitektur jaringan dan lokasi dot yang sama. Solusi sel kecil inovatif ini menyediakan jalur upgrade sederhana untuk penyebaran Sistem Dot Radio yang ada, menambahkan kemampuan teknologi 5G. Mudah untuk menambahkan frekuensi, kapasitas, dan teknologi.

“Pengguna kami menikmati coverage indoor yang sangat baik di ribuan bangunan di China, termasuk pusat perbelanjaan, berkat solusi Ericsson Radio Dot. Sebagai sistem terukur ini, memungkinkan kita memenuhi permintaan akan konektivitas indoor tanpa batas. Sangat menyenangkan melihat Ericsson mengembangkan solusinya menjadi 5G saat kami mempersiapkan teknologi mobile generasi berikutnya,” kata Feng Yi, Direktur Departemen Teknologi Nirkabel, China Unicom Network Technology Research Institute.

Sistem Radio Dot telah berhasil digunakan untuk banyak aplikasi indoor yang digunakan di area yang luas seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan bandara. Seiring waktu, solusi sel kecil juga akan mendukung aplikasi industri 5G dari pabrik yang terhubung ke kasus yang lebih ekstrem seperti pertambangan yang terhubung. Ericsson adalah pelopor di depan ini.

Kolaborasi dengan Boliden menunjukkan bagaimana teknologi Radio Dot dapat meningkatkan keamanan dan efisiensi melalui remote control mesin yang membuat orang keluar dari daerah yang paling berbahaya di tambang pada saat yang paling berbahaya.

Rencananya, 5G Radio Dot Ericsson ini akan diujicoba pada akhir 2018 dan akan tersedia secara komersial pada tahun 2019. (Icha)

Yuk Dukung 17 Inisiatif TIK Indonesia Yang Masuk Nominasi WSIS Prizes 2018!

Telko.id – Ada Tujuh belas inisiatif unggulan Indonesia berhasil masuk sebagai nominasi dalam World Summit on the Information Society (WSIS Prizes) 2018. Ajang penganugerahan yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini menggunakan sistem vote agar ke-17 inisiatif tersebut dapat melaju ke babak penentuan perolehan suara tertinggi, untuk nantinya dipilih 1 Winner (pemenang) dan 4 Champion per kategori oleh tim pakar.

“Masuknya program ataupun aplikasi yang dibuat anak bangsa ini, selain bisa meningkatkan rasa percaya diri, juga bermakna agar begitu kembali ke Indonesia bisa diimplementasikan, membantu masyarakat Indonesia. Kami harap rekan-rekan media bukan hanya memberitakan, tapi juga mendorong masyarakat menggunakan aplikasi tersebut,“ jelas Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan.

Berikut Ke-17 inisiatif unggulan Indonesia pada WSIS Prizes 2018 yang tersebar pada 8 kategori berbeda.

Category #1: “The role of governments and all stakeholders in the promotion of ICTs for development” (total nominator: 40). Karya Indonesia:

  1. Knowledge Building toward Indonesian Digital Society (cfds.fisipol.ugm.ac.id)
  2. National Movement on Digital Literacy #Siberkreasi (siberkreasi.id)

Category #2: “Information and communication infrastructure: an essential foundation for the Information Society” (total nominator: 41). Karya Indonesia:

  1. BTS for Rural, Remote and Border Area of Indonesia (bp3ti.kominfo.go.id/infrastructure)
  2. Indonesia Broadband Internet Access with A Strong Focus on Affirmative Policy (kominfo.go.id/content/all/pp_broadband)

Category #3: “Access to information and Knowledge” (total nominator: 27). Karya Indonesia:

  1. Pusat Pemberdayaan Informatika dan Pedesaaan, Pemalang (puspindes.id)
  2. Democratizing Decision Support: PetaBencana.id Platform for Equitable Disaster Resilience (petabencana.id)

Category #4: “Capacity Building” (total nominator: 43). Karya Indonesia:

  1. Relawan TIK Goes to School (regos.web.id)
  2. INCAKAP, Internet Smart – Creative – Productive) (incakap.id)

Category #10: “ICT App: e-health” (total nominator: 41). Karya Indonesia:

  1. Lacak Malaria, Mobile/Featured Phone Rapid Malaria Reporting System in Rural Area (malariacenter.or.id)
  2. MedUp, AI Powered Healthcare Platform (medup.id)
  3. Qiwii, Virtual Queuing System Improve Quality of Community Health Center Services – Bandung (qiwii.id)

Category #11: “ICT App: e-employment” (total nominator: 10). Karya Indonesia:

  1. Kerjabilitas, Job Portal for Persons with Disabilities (kerjabilitas.com)

Category #13: “ICT App: e-agriculture” (total nominator: 27). Karya Indonesia:

1.  Information System for Farmers (lisa.id)

Category 16: “Media” (total nominator: 14). Karya Indonesia:

  1. Enhancement of disaster risk reduction capacities utilizing community radios (jrki.or.id)
  2. id Government Portal for Viral-able Public Policy Communication (indonesiabaik.id)
  3. com (selasar.com)
  4. Tambo News Media Using Intelligent Positive Content Generator (tambo.co.id)

Tenaga Ahli Kominfo Donny BU menjelaskan mekanisme voting yang dapat dilakukan masyarakat. “WSIS ada 18 kategori, tiap kategori akan dipilih 5 yang terbanyak dapat vote, periode vote sampai 18 Februari. Setelahnya fase seleksi, ngga bisa diintervensi lagi, pakar PBB yang kemudian akan seleksi untuk dipilih menjadi 1 winner dan 4 champion,” jelas Donny BU.

Donny turut mengingatkan bahwa agar vote bisa masuk, harus memberi suara pada seluruh 18 kategori, bukan hanya pada kategori yang terdapat nominasi Indonesia saja. “Syarat mutlak harus di-vote semuanya. Kalau ngga suara Indonesia akan hilang, tidak terhitung,” jelas Donny.

Untuk melakukan vote, bisa masuk ke situs http://s.id/pilihindonesia lalu pilih opsi “vote”. Agar vote sah dan dapat/berhak dihitung, maka harus melakukan vote untuk seluruh 18 (delapan belas) kategori yang ada. Vote ditunggu hingga paling lambat tanggal 18 Februari 2018! (Icha)

Ini Dia Solusi Dari Startup Lokal Supaya Mall Tidak Sepi

0

Telko.id – Dengan semakin tinggi penerimaan masyarakat terdapat digitalisasi, maka mall dan toko retail sudah menunjukan trend transaksi yang menurun. Tren ini yang dilihat oleh startup lokal Gilkor, kemudian memciptakan novasi sistem yang disebut ELYS, atau Engagement Loyalty System.

Solusi ini ditujukan untuk membantu manajemen mal untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dan jumlah pengunjung dengan memonitor apa yang pelanggan inginkan dan bagaimana berinteraksi yang tepat, berdasarkan data pelanggan.

“Sebelumnya, data pelanggan mal – mal dan perusahaan ritel besar ini terdapat di berbagai tempat dan tidak beraturan,” kata CEO Sinartus Sosrodjojo, salah satu pendiri Gilkor.

“Sistem kami membantu menarik data yang relevan dan mengkoordinasikannya dengan departemen yang tepat, dengan cara yang lebih sederhana dan hemat biaya. Misalnya, fitur voucher digital kami yang membantu menyederhanakan proses penyebaran kupon sambil memberikan perlindungan terhadap kasus penipuan. Manajemen juga dapat menggunakan sistem ini untuk menetapkan target dan mengidentifikasi area yang harus mereka kembangkan. Semua ini terdapat dalam satu dashboard sederhana yang mudah untuk digunakan dan dimengerti.”

Indonesia adalah salah satu pasar dengan prospek pertumbuhan konsumen yang paling menjanjikan di dunia. Accenture memproyeksikan  jumlah konsumen di Indonesia akan tumbuh sekitar 30 juta orang pada tahun 2020, dengan kenaikan enam kali lipat nilai pasar barang dan jasa konsumen negara dari $ 1,3 miliar pada tahun 2015 menjadi US$ 7,9 miliar pada tahun 2020.

Bisnis ritel yang memiliki toko fisik, seperti mall dan retail saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat, terutama karena  pola belanja online konsumen Indonesia yang diperkirakan akan semakin meningkat seiring perkembangan jaringan broadband di seluruh negara. Tidak hanya itu, hiburan digital seperti film dan permainan online telah menyita waktu mereka yang seharusnya bisa dihabiskan untuk berkunjung ke mall dan gerai ritel.

Gilkor menghadirkan solusi inovasi yang memudahkan interaksi dengan pelanggan sehingga  mall-mall dan ritel besar  mendapatkan kembali pelanggan mereka meskipun menghadapi serangan bisnis online.

“Satu-satunya cara untuk bersaing dengan sukses di pasar ritel yang ramai adalah dengan mempertahankan dan mengembangkan basis pelanggan dengan cara meningkatkan tingkat interaksi dengan pelanggan,” kata Sinartus Sosrodjojo.

“Untuk melakukan itu, ritel perlu mengidentifikasi dan memahami kebiasaan pelanggan mereka, untuk dapat menentukan interaksi yang tepat. Mereka harus selalu berhubungan dengan konsumen agar tidak kalah dalam persaingan. Di satu sisi, toko ritel kecil justru pandai dalam melakukan strategi ini. Mereka mengenal pelanggan mereka secara pribadi. Sedangkan Gerai retail dan mall besar, seringkali tidak mengetahui identitas pelanggan mereka. Banyak dari mereka masih menganggap  pengunjung atau pelanggan sebatas angka pada laporan keuangan mereka,” tambahnya.

Sebagai pilihan klien nya saat ini, Gilkor telah memenangkan beberapa pesaing regional dan internasional, yang menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia saat ini mampu menciptakan solusi IT kelas dunia yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik.

David Hilman, COO PT Agung Sedayu Retail Indonesia mengutarakan “Sistem Gilkor telah membantu kami dalam menyederhanakan analisa  dan  mengumpulkan data pelanggan kami. Sistem ini telah memungkinkan kami untuk  memonitor dan  mengambil langkah yang tepat berdasarkan data pelanggan kami. Dengan kombinasi ini, Gilkor telah sukses menggabungkan berbagai hasil operasional ke dalam satu dashboard yang mudah digunakan  sehingga kami dapat bergerak lebih cepat untuk mencapai target.”

Saat ini, sistem dari perusahaan startup lokal Gilkor ini telah berhasil dimplementasikan di 4 mall besar di Indonesia: Pacific Place, PIK Avenue, Mall of Indonesia dan Grand Galaxy Park. Pacific Place akan menggunakan sistem online Gilkor pada bulan Februari 2018. Ada 10 potensi klien besar lain yang saat ini sedang dilakukan pendekatan.

Gilkor pada awalnya didirikan pada tahun 2010 sebagai sistem promo kartu kredit, sejak awal menyadari bahwa bisnis ritel yang memiliki toko fisik akan menghadapi tantangan di masa depan sehingga Gilkor menciptakan suatu solusi. (Icha)

 

 

 

Menkominfo Mengajak Santri Jaman Now Buat Konten Islami Yang Benar

Telko.id – Penggunaan media sosial  oleh masyarakat Indonesia diimbau agar dapat bertujuan untuk hal yang bermananfaat guna menangkal penyebaran konten negatif dan merusak kehidupan berbangsa.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, saat menjadi pembicara pada kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Cirebon, Jawa Barat, dalam konten media sosial ada yang negatif serta positif, seperti yang disampaikan secara terulis oleh Kemenkominfo.

Dalam kunjungannya tersebut, Rudiantara pun menghimbau agar “Masyarakat Indonesia perlu secara bijaksana dalam menyikapi konten-konten yang dimunculkan di media social. Jangan menggunakan media sosial, terutama zaman sekarang, sekedar sebagai eksistensi serta popularitas diri saja namun konten informasinya tidak benar. Sehingga ikut mendukung maraknya penyebaran konten negatif.

“Kalau ragu kebenarannya tapi tetap menyebarluaskan, itu gibah, fitnah, bahkan namimah (mengadu domba). Itulah dosa tanpa sadar, kalau ragu silahkan tabayun,” tutur Rudiantara.

Rudiantara pun menilai, saat ini sudah perlu untuk beralih arah penggunaan media digital ke hal yang menguntungkan dan meningkatkan efektivitas maupun efisiensi dalam kehidupan.

Penggunaan media sosial yang bermanfaat menguntungkan, Rudiantara mencontohkan, bisa ikut menunjang peningkatan ekonomi seperti memasarkan wirausaha serta potensi lokal daerah.

“Kalau kita lihat data dari seluruh pengguna internet di Indonesia, 94 persen menggunakan media sosial. Itu bisa dijadikan kemudahan untuk promosi,” kata Rudiantara.

Selain memberikan kuliah umum, Rudiantara berkunjung ke Pondok Pesantren Buntet, Cirebon pada Sabtu (3/2) guna berdiskusi mengenai infrastruktur telekomunikasi dan ekonomi digital serta peran pesantren dan santri dalam menyejukkan dan mempersatukan bangsa Indonesia.

Menurut Menkominfo Rudiantara, saat kunjungan kerjanya ke Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (3/2), saat ini ada sekitar 55 persen penduduk Indonesia adalah pengguna internet yang dapat saja bermuatan konten positif maupun negatif.

Rudiantara menuturkan, masih banyak ditemukan konten-konten provokasi di situs internet yang berpotensi bisa merusak kerukunan hidup beragama serta berbangsa sebab telah melenceng.

“Memang internet seperti pisau. Bisa bermanfaat, bisa juga merugikan,” kata Rudiantara.

Kendati begitu, ucap Rudiantara, pondok pesantren jangan khawatir dan merasa ragu guna memanfaatkan serta mengakses internet. Rudiantara mengimbau, justru pondok pesantren dapat menjadi lembaga yang Rahmatan Lil Alamin yaitu penyebar kebaikan dalam hal informasi di internet.

Rudiantara mengajak agar santri di pondok pesantren dapat diberikan wadah aktivitas menulis keislaman di situs internet. Bahkan, Kemenkomifo siap membantu fasilitas penunjangnya jika ada pondok pesantren yang ingin merealisasikan hal itu.

“Saya dorong santri untuk menulis tentang keislaman yang benar. Di Buntet ini ada 5 ribu santri, jika ada 25 orang yang menulis satu tulisan per hari maka setahun bisa hampir 10 ribu tulisan. Kalau bisa saya siapkan situs khusus. Ini cara kita perangi konten negatif di internet.” ajaknya.

Saat ini, Rudiantara melihat bahwa bukan karena banyaknya situs Islam di internet yang malah memprovokasi tapi karena kita kukurangan konten tentang Islam yang menyejukkan dan mempersatukan.

Dalam kunjungan kerja dan pertemuan dengan ulama serta santri Pesantren Buntet tersebut, Rudiantara juga mengakui bahwa masih sedikit pesantren yang memanfaatkan dan menggunakan internetnya karena khawatir terhadap potensi konten negatif.

Ditambah lagi persoalan ketersedian dan akses internet di pesantren-pesantren terpencil. Oleh sebab itu, ungkap Rudiantara, pemerintah terus berupaya melalukan perluasan ketersediaan internet.

Rudiantara mengingatkan, perkembangan internet yang cepat dan canggih, harus diimbangi kemampuan manusia untuk menyaring konten di internet. Pemerintah juga telah memiliki mesin yang berfungsi melacak konten negatif untuk kemudian diblokir. (Icha)

 

 

simPATI Creativepreneur Corner ‘Rangsang’ Generasi Muda Tambah Kreatif

0

Telko.id – Generasi muda saat ini perlu menambah terus wawasannya agar mampu menghasilkan sesuatu yang lebih kreatif lagi dan menjadi wirausaha yang sukses. Telkomsel pun berinisiatif menyelenggarakan simPATI Creativepreneur Corneruntuk keempat kalinya, yang tahun ini mengambil tema “Playground”.

Mengawali kegiatan ini di Bandung yang menghadirkan sejumlah pembicara seperti Menteri Perikanan dan Kelautan sekaligus Pemilik Susi Air Susi Pudjiastuti, Mouly Surya (produser film), Founder & CEO Zanana Chips Gazan Azka, Andhika Nugraha (ilustrator), Founder Architect’s Life Ren Katili dan Riri Yakub, aktor sekaligus Pemilik Jannah Corp Irwansyah, Gaery Undarsa, dan Vidi Aldiano yang membagi ilmu serta pengalaman kewirausahaan, (3/1).

“Dalam keterlibatan selama ini, Kami melihat event Creativepreneur Corner ini memiliki visi yang sama dalam mendorong semangat #GoDiscover yang diusung brand simPATI usung, yaitu mendukung generasi muda Indonesia untuk menghasilkan karya kreatif dengan memanfaatkan teknologi sebagai salah satu sarana pengembangan potensi bisnis. Tahun ini kami menghadirkan lebih banyak pembicara dengan latar belakang yang beragam, agar lebih luas menjangkau segmen generasi muda yang diharapkan dapat menghadirkan beragam karya positif bagi industri kreatif Indonesia,” kata Agustiyono, General Manager Sales Regional Jawa Barat Telkomsel.

Selain kota Bandung, tahun ini gelaran simPATI Creativepreneur Corner juga telah hadir di kota Yogyakarta dan Surabaya.Lebih dari 20 inspirator lainnya seperti Chairul Tanjung, Najwa Shihab, Raditya Dika, Joko Anwar, dan Gibran Rakabuming siap berbagi pengalaman dan resep sukses. Di setiap kota, Telkomsel menyediakan 200 tiket gratis khusus untuk pelanggan simPATI.

Agustiyono lebih lanjut memaparkan tema “Playground” atau taman bermain pada simPATI Creativepreneur Corner 2018 ini dilatarbelakangi oleh tingkah laku anak-anak yang penuh dengan rasa ingin tahu, imajinasi, dan kreasi.

“Melalui event ini, semoga para peserta dapat membangkitkan intuisi anak-anak dalam diri mereka untuk mewujudkan impian mereka selama ini. Kami juga berharap event yang kami kemas dengan suasana santai dan akrab ini juga akan menjadi ajang networking bagi para creativepreneur muda yang ingin mengembangkan dan memajukan usahanya,” jelas Agustiyono.

Seiring berlangsungnya event ini, Telkomsel juga mengadakan kampanye “Jadi Kreatif Bareng Vidi Aldiano”. Pelanggan simPATI dapat memperoleh tips kreatif dari Vidi Aldiano dan berkesempatan mendapatkan private coaching bareng musisi tersebut, cukup dengan menghubungi *500*288# untuk mengaktifkan konten. Informasi lebih lanjut mengenai simPATI Creativepreneur Corner 2018, pelanggan dapat mengikuti ikuti akun media sosial brand simPATI. (Icha)

 

 

Tercatat 181 Juta Kartu Prabayar Telah Teregistrasi

0

Telko.id – Sejak kebijakan registrasi kartu prabayar ditetapkan pada Oktober lalu, sampai hari ini tercatat 181 juta kartu yang telah diregistrasi.

Agar tidak diblokir, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M. Ramli meminta masyarakat untuk tidak menunda registrasi menjelang batas akhir.

“Hingga saat ini sudah 181 juta pelanggan yang registrasi, ikuti jangan ditunda-tunda. Jangan mepet registrasi menjelang batas akhir (red: 28 Februari 2018), karena akan ada kesibukan trafik data disaat banyak yang akan registrasi,” jelasnya kepada mahasiswa peserta Kuliah Umum “Pembangunan Infrastruktur dalam Ekonomi Digital” di Universitas Muhammadiyah Cirebon, Jumat (2/2/2018), sepeti dikutip dari berita Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kebijakan registrasi kartu prabayar ini merupakan upaya pemerintah untuk menjamin keamanan pelanggan dan masa depan ekonomi digital. “Di samping itu, kita telah memasuki era revolusi ke-4 dimana banyak transaksi dilakukan secara elektronik dan melalui handphone untuk transaksi perbankan, jual beli juga pembayaran,” tambahnya.

Senada dengan Dirjen PPI, Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI)  Merza Fachys menjelaskan manfaat registrasi ulang salah satunya negara mulai tertib di bidang telekomunikasi. “Selain itu registrasi ini juga diharapkan bisa mencegah terjadinya penipuan yang kerap kali dilakukan melalui handphone,” katanya.

Merza juga mengingatkan agar masyarakat tidak perlu khawatir akan keamanan data pribadinya. “Masyarakat tidak perlu khawatir datanya disalahgunakan, karena
operator terikat peraturan pemerintah yang ketat, dan semua operator harus memiliki ISO 27001 untuk menjaga keamanan data pelanggan,” pungkas Merza.

Merza menambahkan bahwa di akhir masa registrasi nantinya tentu akan ada penurunan jumlah kartu prabayar. “Perlu kita perjelas, hari ini ada lebih dari 360 juta nomor aktif, padahal penduduk Indonesia sekitar 200 juta. Berarti memang ada SIMcard yang statusnya aktif tapi yang tidak akan diregistrasi ulang. Jangan diasumsikan bahwa angka 100 juta itu artinya pelanggan tidak mau langganan lagi,” tegas Merza. (Icha)