spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1501

Tokopedia Pilih Nutanix Untuk Imbangi Perkembangan Bisnis di Indonesia

0

Telko.id – Sebagai perusahaan e-commerce, Tokopedia harus memberikan pelayanan yang maksimal agar pelanggan nya pun nyaman melakukan transaksi dengan nyaman. Untuk itu, perusahaan ini memanfaatkan Nutanix Enterprise Cloud Platform untuk menghadirkan skalabilitas serta kemudahan pengelolaan IT yang dibutuhkan untuk mengimbangi pesatnya perkembangan bisnis di Indonesia.

Tokopedia saat ini memiliki lebih dari dua juta merchant dan melayani dari USD 60 juta transaksi setiap bulannya. Tokopedia berhasil menunjukkan perkembangan bisnis yang pesat dari tahun ke tahun sejak pertama kali diluncurkan di 2009. Demi mampu menangkap berbagai peluang di masa depan seraya mengimbangi laju pertumbuhan bisnis di Indonesia, negara dengan tingkat ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Tokopedia membutuhkan mitra yang tepat dalam hal IT.

Awalnya, aplikasi inti tokopedia dijalankan di atas sistem IT legacy yang kompleks  dan ditopang oleh beragam sistem enterprise lainnya, termasuk sebuah online web server yang menjalankan bisnis e-commerce mereka dan MySQL untuk pengelolaan database.

Seiring waktu dan laju pertumbuhan bisnis, sistem tradisional tersebut menjadi lebih kompleks untuk dikelola. Karenanya, Tokopedia semakin didesak untuk mampu mengonsolidasikan infrastruktur IT mereka, seraya menemukan mitra yang tepat guna membantu perusahaan mengelola kebutuhan komputasi, perangkat penyimpanan, serta jaringan secara lancar, dan juga mampu menyediakan skalabilitas tingkat tinggi guna dapat menyelaraskan infrastruktur IT perusahaan dengan perkembangan bisnis.

Sebagai perusahaan e-commerce, penting bagi Tokopedia untuk bekerja sama dengan penyedia solusi next-generation, yang menawarkan sebuah platform “always on” terpadu yang sederhana,  untuk menjaga efisiensi dan waktu uptime maksimal di dalam seluruh proses operasional perusahaan.

Tokopedia beralih ke Nutanix pada bulan Juli 2016 untuk mengatasi tantangan tersebut. Solusi yang diterapkan termasuk Citrix’s Virtual Desktop Infrastructure (VDI) on Nutanix, dan beragam aplikasi enterprise seperti MySQL serta Nutanix AHV Hypervisor untuk menjalankan aplikasi inti mereka – yaitu platform e-commerce Tokopedia. Semudah  plug and play dan hanya memakan waktu tiga hari, Tokopedia merasakan berbagai manfaat nyata dari solusi Nutanix. Beberapa di antaranya seperti memiliki ruang yang lebih lega karena mampu memotong jumlah server dari awalnya 25 server menjadi 3 server Nutanix dengan konsumsi daya yang lima kali lebih hemat.

Untuk sebuah marketplace dengan skala bisnis dan jumlah pelanggan (termasuk konsumen dan penjual) yang sangat besar, penting bagi Tokopedia untuk memiliki infrastruktur IT yang stabil, dapat dipelihara dengan mudah, dan memiliki tingkat skalabilitas tinggi guna memenuhi permintaan pelanggan yang selalu berkembang dari masa ke masa.

Ditopang oleh infrastruktur hyperconverged sebagai fondasinya, Nutanix Enterprise Cloud Platform menyediakan dukungan yang dibutuhkan Tokopedia untuk memastikan agar sistem IT tidak mengalami kendala yang bisa mengganggu jalannya bisnis. Dengan begitu, sumber daya yang mereka dapat lebih fokus pada upaya peningkatan bisnis.

“Misi Tokopedia adalah menyediakan akses perdagangan yang luas melalui teknologi. Kami ingin seluruh konsumen serta merchant kami memiliki pengalaman retail online yang transparan, efektif, dan tentunya aman,” ujar Ardimas Wurseto, Infrastructure Head of Tokopedia.

“Nutanix adalah mitra yang ideal, karena mereka memiliki solusi yang sempurna untuk memenuhi kebutuhan dari perusahaan next-generation seperti kami. Arsitektur berbasis software yang mereka tawarkan mampu menyederhanakan operasional dan pengelolaan sistem IT kami serta membuatnya berjalan lebih lancar. Berkat hal tersebut, tim kami dapat lebih fokus untuk meningkatkan kinerja bisnis perusahaan daripada berkutat untuk mengatasi permasalahan infrastruktur IT yang kompleks.”

“Kami senang dapat bekerjasama dengan Tokopedia untuk mendorong terwujudnya berbagai terobosan di sektor e-commerce,” ujar Matt Young,  SVP and Head of Asia-Pacific and Japan, Nutanix. “Hal ini menjadi pembuktian dari keandalan Nutanix Enterprise Cloud OS sebagai platform yang tepat untuk diterapkan pada layanan inti bisnis.” (Icha)

 

 

 

Huawei Perkenalkan ‘Smart City for Smart Living’ Pada Ratusan Mahasiswa ITS

0

Telko.id – Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia) bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menggelar Huawei – ITS Tech Day sebagai bagian dari roadshow program Huawei SmartGen. Acara untuk berbagi pengetahuan mengenai perkembangan teknologi terkini dan pemanfaatannya bagi masyarakat ini bertajuk “Smart City for Smart Living”.

Smart City memang sedang menjadi isu yang menarik karena diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam menjalani kehidupan. Di sisi lain, Huawei memiliki berbagai teknologi yang mampu membuat Smart City. Itu sebabnya, dalam membangun kota yang pintar di mulai dengan pola hidup atau lifestyle yang aman, cerdas dan sehat untuk kehidupan dan lingkungan yang lebih berkualitas dan layak huni.

Dalam Smart City ini juga ada isu keamanan di dalam suatu kota sebagai kebutuhan yang mendasar. Pemanfaatan teknologi dalam keamanan kota saat ini memberikan kemudahan dalam memonitor, mengatur dan merespon dengan cepat kebutuhan masyarakat akan keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan di dalam suatu kota. Digital lifestyle sebagai salah satu pendukung kota pintar memberikan kemudahan, peningkatan efisiensi dan meningkatkan produktifitas suatu kota.

Berbagai topik menarik disampaikan lewat kehadiran sejumlah ahli, baik dari Huawei, universitas maupun dari pelaku industri menyangkut tema kali ini, antara lain yaitu Safe-City Solution for a better quality of Life in Indonesia, oleh Arri Marsenaldi – Executive Product Manager, Huawei Indonesia. Harmonization of Business Model Regulation and Technology in Smart City, oleh Dr. Ir. Endroyono DEA, Kepala Lab Multimedia Communication, ITS. E-Government oleh Tony D. Susanto Ph.D., ITIL, COBIT, Presiden, Aisindo dan dosen ITS dan Technology on Next Generation Smart Device oleh Lo Khing Seng, Sales Director – Huawei Device Indonesia.

Bersamaan dengan acara Tech Day, Huawei juga membuka kesempatan seleksi wawancara untuk program rekrutmen dan magang.

“Saya mengapresiasi Huawei untuk kontribusi yg berkesinambungan dalam melatih sumber daya manusia di Indonesia terutama untuk program Smartgen dan Tech Day yang berfokus untuk transfer ilmu program untuk mahasiswa Indonesia. Saya berharap para mahasiswa sebagai generasi muda terutama di ITS untuk menggunakan berinovasi untuk memanfaatkan teknologi TIK untuk kesejahteraan dan kemajuan ekonomi masyarakat Indonesia” kata Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

“Melalui acara Tech Day pada hari ini, kami berharap mahasiswa akan lebih meningkatkan wawasan dan pengetahuan terutama mengenai Smart City yang selama ini menjadi salah satu prioritas ITS. Kami di ITS mendukung mahasiswa untuk lebih berani dan terbuka untuk berinovasi dan juga belajar dari Huawei” kata Joni Hermana, Rektor ITS.

Huawei – ITS Tech Day merupakan perhentian ke tujuh dan terakhir dalam rangkaian roadshow untuk Tech Day sebagai bagian dari program SmartGen di beberapa universitas dengan tema yang berbeda-beda untuk membahas perkembangan teknologi, solusi layanan digital, serta gaya hidup dan tren masa depan yang berkaitan dengan teknologi. Yaitu di Universitas Gajah Mada dengan tema “Dukungan Teknologi Untuk Penciptaan Inovasi Sosial”, di Institut Teknologi Bandung dengan tema “Memperkuat Indonesia Untuk Menjadi TechnoSociety”, di Universitas Padjajaran, dengan tema “Masa Depan Internet Of Things”, di Universitas Diponegoro dengan tema “Mempercepat Konektivitas melalui 5G” , di Universitas Telkom dengan tema “Teknologi dan Big Data Analytic untuk Inovasi Sosial” dan di Universitas Indonesia dengan tema ‘IoT mendorong transformasi digital”.

“Menjadi sebuah kehormatan bagi Huawei bisa hadir kembali di Kampus ITS ini melalui acara Tech Day untuk berbagi pengetahun dan juga pengalaman di bidang TIK untuk mahasiswa ITS khususnya. Di era perubahan dan kompetisi yang tinggi seperti saat ini, Huawei percaya bahwa infrastruktur TIK yang maju dan juga sumber daya manusia yang kuat menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan ekonomi dalam jangka panjang dan juga meningkatkan keunggulan kompetitif bangsa Indonesia.

Tech Day sebagai bagian dari program SmartGen merupakan salah satu bentuk realisasi komitmen Huawei untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kemampuan inovatif generasi muda Indonesia. Selain itu Huawei Indonesia juga menargetkan untuk merekrut talenta lokal terbaik untuk mengisi posisi-posisi penting di perusahaan, oleh karena itu kami sangat bangga dapat berkolaborasi dengan ITS untuk membuka peluang melalui seleksi wawancara untuk program perekrutan dan magang,” ujar Dani K. Ristandi, Director of Human Resources, Huawei Indonesia.

Selama lebih dari 17 tahun di Indonesia, Huawei secara berkesinambungan menciptakan tenaga kerja berkualitas tinggi, melatih talenta lokal, dan berkontribusi terhadap masyarakat di daerah. Selain itu juga meningkatkan kemampuan karyawan lokal melalui berbagai program pengembangan karir dan memberikan akses untuk teknologi global terkini milik Huawei serta praktik manajemen, Huawei juga berkomitmen untuk bekerjasama dengan para mitra untuk mendukung pembangunan sektor TIK di Indonesia yang lebih maju. Dan juga menciptakan Indonesia yang lebih terhubung melalui 14 kantor cabang, 64 pusat suku cadang, 3 pusat logistik, dan lebih dari 100 pusat layanan di seluruh wilayah Indonesia.

Sejak tahun 2009, Huawei telah bekerjasama dengan ITS untuk pelatihan talenta TIK, mulai dari program tiga tahun pelatihan bersertifikat di bidang datacom and nirkabel untuk mahasiswa, magang, pelatihan global “Seeds for the Future” ke Tiongkok dan program SmartGen. (Icha)

 

Inovasi Privacy Protector Mampu Angkat Advan Ke Posisi Top 3 Smartphone di Indonesia

0

Telko.id – Sebagai smartphone merek lokal, boleh dibilang kini hanya Advan yang mampu bertahan dan tetap melakukan inovasi produk. Terbukti,  berbagai inovasi mampu membawa Advan meraih prestasi yang membanggakan.

Hal ini terbukti dengan laporan terbaru IDC di kuartal kedua tahun 2017 menyebut bahwa Top 5 merk smartphone di Indonesia adalah Samsung (32%), Oppo (24%), Advan (9%), Asus (7%), dan Xiaomi (3%). Meski penjualan ponsel merk lokal cenderung menurun, namun kinerja penjualan Advan terbukti meningkat. Data IDC menyebutkan, di antara vendor lokal sendiri, Advan meninggalkan jauh rivalnya dengan perolehan market share 49 persen.

Menurut analisis Risky Febrian, Associate Market Analyst, IDC Indonesia, posisi Advan yang dalam beberapa tahun ini menjadi merk ponsel lokal nomor satu di Tanah Air, karena didukung kehadirannya di seluruh pelosok nusantara serta peluncuran smartphone kelas menengah Advan G1 yang rilis awal tahun ini berhasil memikat masyarakat, dan menuai panen di kuartal dua.

IDC menyebut bahwa penjualan smartphone kelas menengah tumbuh lebih dari dua kali lipat. Kuartal kedua ini, smartphone dengan kisaran harga Rp2,5 juta sampai Rp5 juta, menguasai sekitar 28 persen dari total penjualan smartphone di Indonesia.

“Hal ini merefleksikan perubahan dalam kebutuhan konsumen untuk beralih ke perangkat dengan spesifikasi yang lebih baik untuk menyokong pengalaman media & hiburan, produktifitas, dan mobile gaming,” kata Risky Febrian, Associate Market Analyst, IDC Indonesia.

Ellen Angerani, GM Sales Advan optimis bahwa smartphone terbaru menjadi andalan dari Advan ini akan meraih respon positif di pasar smartphone Tanah Air. “Kami bangga bahwa kepercayaan konsumen Indonesia terhadap Advan semakin tinggi, di mana Advan saat ini menjadi satu-satunya brand nasional yang masuk dalam tiga besar merek smartphone yang beredar di Indonesia. Ini memacu semangat kami untuk terus menghadirkan produk berkualitas tinggi, seperti smartphone terbaru Advan A8,” kata Ellen.

Baik pada Advan A8 maupun smartphone Advan lainnya, sudah dibenamkan fitur keamanan yang mampu melindungi data pengguna Advan. Hal ini menjadi penting saat ini karena tren serangan siber setiap waktu nya terus meningkat. Itu sebabnya, Advan memposisikan diri sebagai “Privacy Protector Phone”. Anda pun akan merasakan kenyaman saat menggunakan produk Advan. (Icha)

 

 

Supaya Aman, Gunakan Smartphone Yang Aman Juga

Telko.id – Ponsel pintar telah menjadi perangkat sentral dan menjadi bagian yang terpisahkan dari aktivitas pengguna. Berbagai informasi pribadi dan bisnis hingga transaksi finansial yang bersifat sensitif sekarang tersimpan di smartphone. Hal ini membuat keamanan perangkat mobile menjadi semakin penting.

Terlebih lagi perubahan yang terjadi di industri digital seperti e-commerce, online transaction dan online activities membuat smartphone memiliki peran sangat penting dan tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari penggunanya. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2016, melaporkan sebesar 69,4% pengguna sudah melakukan transaksi secara online. Karena pengguna lebih berminat untuk bertransaksi secara online, karena selain praktis dan nyaman, harga barang yang ditawarkan lebih murah dibanding toko offline.

Dengan pesatnya pertumbuhan transaksi online tersebut, pengaruh adanya cyber crime juga semakin meningkat, mulai dari hal yang terjadi sehari-hari seperti membajak smartphone, mengcopy data rahasia, sampai dihack oleh penjahat digital karena smartphone yang tidak memiliki sistem keamanan memadai. Lebih dari 1,5 juta insiden malware mobile baru telah terdeteksi oleh McAfee Labs pada kuartal pertama tahun ini, dengan total lebih dari 16 juta insiden malware mobile.

Hal inilah yang menjadi perhatian utama bagi Advan untuk mengembangkan smartphone dengan sistem keamanan mutakhir. Melalui produk terbarunya, Advan A8, brand kebanggaan nasional ini mengumumkan positioning sebagai “Privacy Protector Phone”.

Menurut Hasnul Suhaimi, Project Director Advan, laporan keamanan dari berbagai lembaga riset tersebut menjadi bukti bahwa smartphone dengan sistem keamanan yang bagus harus menjadi concern juga bagi konsumen.

“Banyak sekali masalah keamanan yang menyangkut penggunaan smartphone seperti serangan malware, virus, peretasan data, dan sebagainya bahkan melibatkan tokoh terkenal maupun selebritis. Kita tentu tidak mau menjadi korban serangan data yang bakal merugikan seperti itu,” kata Hasnul Suhaimi

Pakar telekomunikasi yang pernah memimpin perusahaan seluler terkemuka ini menambahkan, Advan A8 merupakan bukti dari komitmen Advan untuk menghadirkan smartphone yang tidak hanya memiliki fitur yang kaya dan canggih, tetapi juga sistem keamanan handal yang sekarang telah menjadi identitas dari produk baru Advan.

Sementara itu Dr. Ir. Agung Harsoyo. M.Sc, pakar telekomunikasi dan security dari ITB, mengatakan Indonesia memang masih lemah dalam hal sistem keamanan nasional cyber di banding negara lain yang lebih maju. Jika melihat dalam kerangka yang lebih luas, nantinya perang bukan lagi semata-mata adu senjata, melainkan perang cyber. Bagaimana sebuah negara bisa menguasai dan mengetahui sistem informasi dan komunikasi negara lain.

Beberapa tahun lalu, pihak intelijen negara lain bahkan diketahui telah melakukan penyadapan terhadap sejumlah tokoh penting di Indonesia melalui ponsel.

“Saya mengapresiasi langkah yang dilakukan Advan karena telah ikut concern terhadap masalah keamanan data. Sehingga data-data penting milik setiap warga negera bisa lebih terjamin keamanannya. Karena tantangan ke depan bagi industri smartphone, dibutuhkan perangkat yang tidak sekadar pintar bertabur fitur canggih, tetapi juga aman. Di samping software, hardware juga terlindungi,” kata Agung Harsoyo yang juga menjabat sebagai komisioner di BRTI ini.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Marketing Advan Tjandra Lianto mengatakan bahwa positioning Advan sebagai Privacy Protector Phone lahir dari berbagai kondisi di lapangan. Di mana konsumen sebenarnya membutuhkan ponsel yang lebih aman, namun seringkali  tidak menemukan solusi yang tepat.

“Advan A8 menjadi jawaban bagi konsumen yang membutuhkan smartphone dengan fitur canggih dan kekinian seperti Dual Camera, Fingerprint hingga memori RAM yang besar. Tapi di atas semua itu, smartphone ini memiliki sistem security handal yang memberikan rasa aman kepada konsumen melalui platform IDOS (Indonesia Operating System) yang kami kembangkan,” kata Tjandra.  (Icha)

Telkomsel Janji Streaming Video Bebas ‘Lag’ Dengan Tambahan Frekuensi 2,3 GHz

0

Telko.id – Dengan kemenangan Telkomsel atas lelang frekuensi 2.3GHz yang dilakukan oleh pemerintah, operator ini berjanji bahwa pelanggan akan dapat menikmati layanan lebih cepat lagi. Pasalnya, tambahan spektrum 30 MHz di frekuensi 2,3 GHz itu rencananya akan dipakai Telkomsel untuk meningkatkan kualitas layanan jaringan 4G LTE, khususnya dalam hal konsumsi konten yang membutuhkan transfer data cepat seperti video streaming.

Dengan tambahan spektrum ini, Telkomsel menjanjikan streaming video di jaringannya yang bebas lag. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah dalam konferensi pers yang digelar di kantor Telkomsel di Jakarta, Senin (23/10/2017).

“Untuk video yang memang haus bandwith. Kami berharap tambahan di frekuensi 2,3 GHz ini bisa meningkatkan kualitas, termasuk untuk video,” ujar Ririek usai acara.

Terlebih, Telkomsel akan menerapkan teknologi 4G LTE Pro yang akan menambah pengalaman pelanggan dalam menikmati layana datanya.

Menurut Edward Ying, Director of Planning and Transformation Telkomsel, kecepatan yang akan dirasakan oleh pelanggan dengan mengaplikasikan spektrum baru di frekuensi 2,3 GHz akan berlipat dua.

“Sekarang itu rata-rata kecepatan transfer saat menonton video itu misalnya berkisar di 6 Mbps. Dengan tambahan spektrum di 2.300 MHz, kecepatannya bisa berlipat dua. Jadi pelanggan akan lebih menikmati video. Tidak ada lagi buffering (lag),” kata Edward memberikan ilustrasi.

Dengan diumumkannya Telkomsel sebagai pemenang lelang spektrum frekuensi 2,3 GHz, komposisi alokasi frekuensi yang dimiliki Telkomsel menjadi sebagai berikut: frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 30 MHZ, frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 15 MHz, frekuensi 1,8 GHz dengan lebar pita 22,5 MHz, frekuensi 900 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz, dan frekuensi 800 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz.

Dalam hal pembangunan jaringan, hingga semester pertama tahun 2017, Telkomsel telah membangun lebih dari 146.000 BTS, di mana sekitar 65% di antaranya merupakan BTS broadband (3G dan 4G). Saat ini Telkomsel terus melanjutkan pembangunan layanan 4G LTE ke wilayah yang lebih luas, di mana saat ini telah melayani lebih dari 20 juta pelanggan di sekitar 480 ibukota kabupaten. (Icha)

Ini Alasan Telkomsel Kenapa Harga Lelang Rp.1 Triliun Itu Wajar

0

Telko.id – Telkomsel sudah resmi diumumkan oleh pemerintah sebagai pemenang lelang frekuensi 2,3 Ghz sebesar 30 MHZ. Dana yang dikeluarkan oleh operator ini Rp 1.007.483.000.000. Bukan angka yang kecil, tetapi Telkomsel sudah menyiapkan dana nya untuk memperoleh frekuensi yang sudah sangat dibutuhkan nya ini sejak tahun lalu.

“Kemenangan kami akan lelang ini tidak akan memberatkan keuangan perusahaan. Soalnya, kami sudah persiapkan dana nya sejak tahun lalu. Namun, karena lelang baru dilaksanakan pada tahun ini, maka dana tersebut mulai akan dicatatkan. Dana yang digunakan juga akan berasal dari dana internal,” kata Ririek menjelaskan.

Angka yang cukup besar tersebut dinilai oleh Telkomsel masih merupakan harga yang wajar. Bahkan jauh lebih rendah dari operator lain di negara berkembang lainnya. Sebagai contoh, salah satu operator telekomunikasi di India yang membayar sekitar empat kali lebih besar, yakni sebesar 0,34 dolar AS/MHz/populasi dibandingkan yang dibayarkan Telkomsel sebesar 0,08 dolar AS/MHz/populasi. Jika dibandingkan dengan negara maju, seperti Korea Selatan, Singapura, Australia, dan Hongkong, harga yang dibayarkan operator di negara-negara tersebut lebih tinggi 1,5 hingga 5 kali lipat dibandingkan yang dibayarkan Telkomsel.

“Saat ini ketersediaan spektrum di Indonesia masih sangat terbatas dan sangat langka, sementara perbandingan antara jumlah pelanggan dan alokasi spektrum frekuensi yang dimiliki Telkomsel tidak proporsional. Dengan pertimbangan tersebut dan untuk mengakomodasi pertumbuhan pelanggan dengan jumlah populasi yang sangat besar di Indonesia, nilai tambahan spektrum ini menjadi sangat tinggi dan penting untuk Telkomsel,” tambah Ririek.

Dengan diumumkannya Telkomsel sebagai pemenang lelang spektrum frekuensi 2,3 GHz, komposisi alokasi frekuensi yang dimiliki Telkomsel menjadi sebagai berikut: frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 30 MHZ, frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 15 MHz, frekuensi 1,8 GHz dengan lebar pita 22,5 MHz, frekuensi 900 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz, dan frekuensi 800 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz.

Dalam hal pembangunan jaringan, hingga semester pertama tahun 2017, Telkomsel telah membangun lebih dari 146.000 BTS, di mana sekitar 65% di antaranya merupakan BTS broadband (3G dan 4G). Saat ini Telkomsel terus melanjutkan pembangunan layanan 4G LTE ke wilayah yang lebih luas, di mana saat ini telah melayani lebih dari 20 juta pelanggan di sekitar 480 ibukota kabupaten. (Icha)

Pelanggan Telkomsel Bakal Merasakan Hasil Lelang frekuensi 2300 Mhz Mulai Awal 2018

0

Telko.id – Baru saja, Telkomsel menerima surat keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Nomor 1896 tahun 2017, yang menetapkan operator seluler tersebut sebagai pemenang seleksi pengguna atau lelang pita frekuensi  2.300 MHz (2,3 GHz) untuk jaringan bergerak seluler.

Dengan mendapatkan penambahan spektrum sebesar 30Mhz di frekuensi tersebut, Telkomsel akan digunakan untuk menambah kapasitas 4G LTE di wilayah Jabodetabek dan kota besar lainnya yang memang sudah mendesak untuk menambah layanan data nya.

“Kami bersyukur telah ditetapkan menjadi pemenang lelang frekuensi. Nilai sejumlah Rp 1.007.483.000.000 dilakukan berdasarkan strategi investasi yang matang dengan dukungan finansial yang kuat. Tambahan spektrum akan dimanfaatkan untuk memperkuat  layanan 4G LTE dan  memaksimalkan kualitas layanan broadband bagi pelanggan di berbagai wilayah di Indonesia. Kami berharap hal ini akan mendukung ekosistem digital di Indonesia, termasuk e-commerce, dan mendorong perkembangan usaha kecil dan menengah,” kata Ririek Adriansyah,Direktur Utama Telkomsel.

Ririek juga menambahkan bahwa seiring konsistensi dan komitmen Telkomsel untuk membangun jaringan telekomunikasi di seluruh Indonesia, termasuk wilayah pelosok dan perbatasan negara, tambahan spektrum ini akan mendukung upaya perusahaan untuk membuka akses informasi yang lebih luas bagi masyarakat di perdesaan.

“Dengan kecepatan akses mobile broadband yang lebih tinggi, kami mampu menghadirkan pengalaman digital lifestyle terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Ririek.

Dengan adanya penambahan frekuensi ini, Telkomsel semakin optimis bahwa layanan data akan meningkat. “Tahun lalu, layanan data meningkat 35% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan adanya tambahan frekuensi ini, kami yakin akan tetap berada diatas industri pertumbuhan layanan data kami. Hanya saja, kami tidak bisa menentukan seberapa besar,” ujar Ririek menjelaskan.

Setidaknya, sampai akhir tahun 2017 ini, Telkomsel akan membangun lebih dari 500 BTS menggunakan spektrum 2,3 GHZ. Pembangunan tersebut akan selesai dalam tiga bulan ke depan terutama di wilayah-wilayah yang paling tinggi kebutuhan layanan datanya setelah melalui proses sesuai ketentuan termasuk uji laik operasi.

“Jadi setidaknya, di Januari 2018, pelanggan sudah dapat menikmati kecepatan akses maksimal mobile broadband hingga 400 Mbps, yang menjadikan Telkomsel operator dengan kecepatan akses terbaik di Indonesia,” jelas Ririek.

Dengan diumumkannya Telkomsel sebagai pemenang lelang spektrum frekuensi 2,3 GHz, komposisi alokasi frekuensi yang dimiliki Telkomsel menjadi sebagai berikut: frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 30 MHZ, frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 15 MHz, frekuensi 1,8 GHz dengan lebar pita 22,5 MHz, frekuensi 900 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz, dan frekuensi 800 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz.

Dalam hal pembangunan jaringan, hingga semester pertama tahun 2017, Telkomsel telah membangun lebih dari 146.000 BTS, di mana sekitar 65% di antaranya merupakan BTS broadband (3G dan 4G). Saat ini Telkomsel terus melanjutkan pembangunan layanan 4G LTE ke wilayah yang lebih luas, di mana saat ini telah melayani lebih dari 20 juta pelanggan di sekitar 480 ibukota kabupaten. (Icha)

Telkomsel Kirim Karyawan Untuk ‘Bakti Negeriku’ ke Kabupaten Lebak

0

Telko.id – Telkomsel menggelar rangkaian awal program Corporate Social Responsibilty (CSR) ‘Baktiku Negeri’ di Desa Cisungsang, Kabupaten Lebak, Banten. Program bantuan bagi masyarakat  dengan fokus pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di berbagai daerah pelosok di Indonesia melalui teknologi, pemberdayaan masyarakat serta pendidikan ini digelar mulai tanggal 16 sd 20 Oktober 2017.

Program CSR ‘Baktiku Negeriku’ adalah program yang memiliki tujuan pada 4 aspek, yaitu stakeholder relationship, community development, employee involvement dan industrial relationship yang merupakan kolaborasi antara Corporate Management dengan Serikat Pekerja Telkomsel (SEPAKAT). Program ini juga melibatkan partisipasi langsung dari para karyawan Telkomsel dengan berbagai aktivitas seperti kerja sukarela karyawan (employee volunteering), gerakan peduli lingkungan (green movement), pembangunan fasilitas pusat digital (digital center), serta pembangunan infrastruktur.
“Telkomsel kembali mengimplementasikan salah satu rangkaian program CSR yang telah direncanakan sejak awal tahun ini, yaitu program CSR Baktiku Negeriku. Untuk tahap awal, program ini digelar di Desa Cisungsang yang berada di Kabupaten Lebak, Banten. Melalui program ini Telkomsel berharap hubungan yang erat dengan masyarakat sekitar tidak sebatas dalam pemanfaatan layanan telekomunikasi, namun juga dengan membangun kepercayaan dan kepedulian yang kuat untuk mengembangkan potensi desa dan masyarakat di wilayah tersebut,” kata Hasan Kurdi, General Manager Sales Regional Western Jabotabek Telkomsel.

Persiapan program CSR Telkomsel Baktiku Negeriku sendiri sudah dilakukan sejak bulan Mei 2017 dengan dilakukan survey serta pemetaan pemilihan lokasi sesuai tujuan program. Setelah data dan rekomendasi terkumpul, maka pada periode saat ini dilaksanakan proses implementasi di lapangan yang menyasar ke delapan titik daerah pelosok  di Pulau Sumatera, Jawa, sampai dengan kepulauan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Lokasi terpilih merupakan daerah-daerah dengan taraf kehidupan masyarakat yang relatif rendah namun memiliki potensi sumber daya alam dan kearifan lokal yang unik.

Untuk pelaksanaan rangkaian awal di Desa Cisungsang, Kabupaten Lebak-Banten, pemilihan desa ini didasarkan atas potensi ekonomi dan wisata budaya daerah tersebut. Desa Cisungsang sendiri merupakan satu dari sekian desa kasepuhan yang berada di wilayah Banten dalam, yang selain memiliki keunikan budaya (Festival Serentaun) dan juga potensi agraris yang unggul. Saat ini, di sekitar Desa tersebut juga telah terjangkau layanan jaringan broadband 3G yang mendukung aktivitas digital masyarakat setempat. Kedepannya, seiring dengan pertumbuhan pengguna layanan data, Telkomsel juga akan mengimplementasikan layanan jaringan data berbasis teknologi terdepan 4G LTE.

Pada dua hari awal, sebanyak 15 karyawan Telkomsel dari wilayah operasional Area Jabotabek Jabar yang telah terpilih dalam program kerja sukarela (Employee Volunteering) akan mendapatkan pelatihan untuk sosialisasi #internetBAIK, pemanfaatan 8village app (aplikasi untuk pertanian), serta pembuatan konten multimedia. Melalui pelatihan tersebut, para karyawan Telkomsel akan melanjutkan sosialisasi kepada warga setempatnya khususnya perwakilan anak muda dan pelajar di sekolah setempat untuk menjadi agent of change dalam pemanfaatan sarana digital dalam penguatan perekonomian dan budaya desa setempat terutama potensi wisata agribisnis.

Selain itu, para karyawan Telkomsel bersama dengan jajaran Muspida dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) setempat juga terjun langsung ke lapangan melaksanakan program green environment melalui kegiatan menuai padi bersama dan membersihkan serta memperbaiki sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) agar layak digunakan dengan konsep kebersihan lingkungan yang memadai. Dalam kesempatan tersebut, Telkomsel juga menyerahkan perangkat alat musik akustik dan sejumlah buku untuk pengembangan budaya kalangan anak muda desa.

Hasan lebih lanjut menambahkan, saat ini pelanggan di sekitar Desa Cisungsang masih dominan menggunakan layanan dasar nelpon dan sms sebagai penunjang komunikasi. Untuk itu, gelaran CSR ini juga dimaksudkan untuk lebih memperkuat penetrasi pemanfaatan layanan berbasis broadband oleh warga desa terutama untuk mengembangkan potensi Usaha Kecil Menengah (UKM) berbasis pertanian atau agribisnis. Telkomsel juga turut membangun sarana digital center dengan fasilitas wifi gratis yang nantinya dapat dimanfaatkan warga setempat secara bersama memperluas pengenalan dan promosi potensi desa kepada masyarakat luas.

“Dengan dukungan lebih dari 210 BTS yang sebagian sudah dilengkapi teknologi jaringan terdepan 4G LTE di Kabupaten Lebak, trafik layanan data Telkomsel sendiri telah meningkat lebih dari 110% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini juga didorong dengan komitmen Telkomsel memperluas cakupan layanan jaringan berbasis 4G LTE sejak tahun lalu yang tumbuh hingga 2100%. Untuk itu, melalui program CSR Baktiku Negeriku ini juga Kami berharap penetrasi layanan broadband dapat dinikmati hingga wilayah pelosok dengan mempersiapkan adopsi ekosistem layanan digital yang merata untuk masyarakatnya” tutup Hasan. (Icha)

 

Nokia Gandeng Amazon Web Service Untuk Perkuat Strategi 5G dan IoT

0

Telko.id – Nokia telah mengumumkan kolaborasi dengan Amazon Web Services (AWS) dalam upaya untuk meningkatkan migrasi Cloud dan layanan wide-area networking (SD-WAN) yang didefinisikan oleh perangkat lunak untuk perusahaan, dan juga bekerja sama dalam pengembangan 5G dan Internet Things (IoT ), seperti dilansir dari ZDNet.

Kesepakatan tersebut akan melibatkan kolaborasi di empat katagori. Pertama, Nokia dan AWS menciptakan strategi dan panduan 5G dan edge cloud baru termasuk referensi arsitekturnya. Kedua, baik Nokia maupun AWS akan mengkomersialkan IoT dengan menggunakan AWS Greengrass, Amazon Machine Learning, Nokia Multi-access Edge Computing (MEC), dan Nokia Impact platform. Ketiga, Nokia juga akan memberikan konsultasi, desain, integrasi, migrasi, dan operasi untuk infrastruktur dan aplikasi serta penerapan AWS pada service provider. Keempat, Nokia dan AWS akan bekerjasama untuk mengintegrasikan antara layanan NAN-SD dan WAN Nokia NSE dan AWS, dengan lingkungan hibrida “satu panel kaca”.

Kemitraan ini dibentuk karena kebutuhan akan “integrasi yang lebih ketat” antara jaringan dan infrastruktur TI, kata perumus strategi utama Nokia Kathrin Buvac.

“Kolaborasi kami dengan AWS akan mempercepat migrasi aplikasi penyedia layanan ke cloud dan memungkinkan kami untuk menempa peluang baru bersama-sama dengan memberikan layanan konektivitas dan awan generasi mendatang,” kata Buvac.

“Ini adalah kolaborasi yang luas, yang mencakup kemampuan layanan kami dalam migrasi aplikasi, SD-WAN dari Nuage Networks, 5G, dan IoT, yang memungkinkan peluang pertumbuhan baru bagi pelanggan utama kami baik di segmen layanan dan segmen pasar perusahaan besar.”

Menurut Nokia, penyedia layanan komunikasi dan perusahaan “memerlukan solusi untuk mengatasi kebutuhan konektivitas aplikasi berbasis awan seperti mengoptimalkan latency, layanan jaringan virtualisasi dan routing, dan solusi untuk IoT”.

“Perusahaan besar memerlukan konektivitas yang dikelola sepenuhnya untuk mengakses infrastruktur awan, dan solusi IoT dan analitik terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas dan kemudahan digitalisasi,” tambah Nokia.

Nokia juga telah terlibat dalam kolaborasi dengan Intel pada teknologi radio 5G pra-standar, solusi jaringan, dan interoperabilitas, dengan kepala industri dan kapal induk Nokia Oceania Gary Conway minggu lalu yang memberi label 5G lebih dari sekadar evolusi jaringan tradisional, namun bukan sebuah enabler untuk mempercepat transformasi industri.

“5G secara khusus dirancang untuk memenuhi puluhan miliar perangkat yang diharapkan untuk masa depan otomatis kami,” kata Conway.

“Ini juga akan memberikan koneksi latency rendah untuk aplikasi real-time paling maju seperti kontrol mesin presisi dalam operasi robot. Yang penting, 5G akan memanfaatkan spektrum tanpa izin, yang berarti jaringan pribadi nirkabel akan mudah dicapai.”

Nokia terlibat dengan sekitar 40 operator secara global pada uji coba 5G, termasuk dengan Vodafone dan Optus di Australia, dan StarHub dan M1 di Singapura.

Selama uji coba Vodafone Australia, Nokia memperoleh kecepatan download dan upload gabungan rata-rata sekitar 4.84Gbps dan latensi 2,8 milidetik dengan menggunakan teknologi 8×8 Multiple-Input Multiple-Output (8×8 MIMO) dan 64 Quadrature Amplitude Modulation (QAM) di seluruh spektrum 4.5GHz. band, dengan bandwidth sel 200MHz.

Uji coba StarHub pada bulan November tahun lalu melihat Nokia mencapai kecepatan 4.3Gbps yang sama dan latensi gelombang 1ms lebih dari sentimeter (cmWave) antara band 3GHz dan 30GHz menggunakan platform Nokia AirScale, sementara M1 dan Nokia menggunakan 5G untuk menampilkan latency 1ms pada robot.

Percobaan 5G ini diikuti oleh StarHub dan demonstrasi kecepatan transmisi data dari 600Mbps melalui 4G menggunakan 4×4 MIMO dan agregasi carrier.

Peralatan dan solusi Nokia 5G juga digunakan oleh AT & T dalam uji coba Indiana, Texas, dan Michigan, sementara Verizon mengandalkan Nokia untuk 11 jaringan percobaan 5G pra-komersial di Atlanta, Georgia; Bernardsville, New Jersey; Brockton, Massachusetts; Dallas, Texas; Denver, Colorado; Houston, Texas; Miami, Florida; Sacramento, California; Seattle, Washington; dan Washington DC.

Nokia juga menggelar sel kecil dengan carrier untuk meningkatkan kepadatan jaringan sebagai pendahulu 5G.

“Operator harus dapat mengoptimalkan bagaimana mereka memasang situs secara lebih cepat, bagaimana mereka mengurangi biaya, dan bagaimana mereka merespons persyaratan situs yang unik,” kepala Nokia Oceania Ray Owen mengatakan pada bulan Juni.

“Pendekatan terkoordinasi terhadap identifikasi, perancangan, dan penerapan lokasi sel kecil, menyatukan teknologi Nokia dalam pendekatan modular dengan ekosistem rekayasa dan layanan industri yang lebih luas, akan menjadi keuntungan yang signifikan bagi operator yang mendukung infrastruktur dan perencanaan yang ada untuk jaringan yang lebih banyak di mana-mana. kain yang akan dibutuhkan dengan 5G. ”

Setelah mengumumkan produk pertama 5G pada bulan Februari, Nokia mengatakan kepada ZDNet bahwa mereka akan menggunakan solusi virtualisasi fungsi jaringan (NFV) dan 4.9G untuk memungkinkan adopsi awal operator telekomunikasi sebesar 5G.

5G First menyediakan rangkaian produk 5G end-to-end untuk operator yang menampilkan produk akses radio awan Nokia (RAN), serta antena adaptif AirScale MIMO Massive untuk pita frekuensi 3.5GHz, 4.5GHz, 28GHz, dan 39GHz.

Pada IoT, Nokia bekerja sama dengan operator global untuk mengarsipkan dan menerapkan jaringan narrowband-IoT (NB-IoT), termasuk dengan KT, Vodafone NZ, dan M1, dan awal tahun ini mengumumkan kerangka kota cerdas untuk memungkinkan penerapan skala lebih besar. Proyek IoT oleh pemerintah.

Pada bulan Februari, Nokia memberi tahu ZDNet bahwa ia “berinvestasi secara substansial” dalam platform dan sistem IoT saat mendorong pengambilannya ke seluruh pemerintah. (Icha)

 

 

Generasi Milenial Harus Siap Berkontribusi di Era Digital

0

Telko.id – Di era digital, generasi milenial menjadi salah satu sumber daya manusia yang harus siap menghadapinya. Di mana, pada era tersebut, perkembangan dan pertumbuhannya akan sangat dinamis sehingga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan teknis maupun akademis yang mampu bersaing secara professional dalam persaingan global.

Telekomunikasi, merupakan salah satu faktor yang ekosistem digital yang akan mendorong Indonesia untuk siap menghadapi era digital tersebut. Itu sebabnya, Telkomsel sebagai salah satu operator telekomunikasi begitu giat merangkul generasi milenial, termasuk mahasiswa. Kegiatan yang diadakan berada dibawah naungan Indonesia NEXT.

Dalam program tersebut, Telkomsel pun menggelar Kuliah Umum yang bertemakan “The Role of University to Prepare Workforce in Digital Age”, dengan pembicara utama Direktur Human Capital Management (HCM) Telkomsel Irfan A Tahrir, (20/10). Acara ini dihadiri oleh sekitar 300 mahasiswa dari sejumlah jurusan, Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, Irfan mengajak civitas akademi UNPAD untuk menjadi generasi terdepan dalam memanfaatkan momentum perkembangan era digital guna menghasilkan kontribusi positif yang berguna bagi lingkungan sekitar dan khalayak luas pada umumnya.

Di era digital yang salah satunya didorong dari perkembangan teknologi dan layanan industri telekomunikasi yang semakin dinamis dan kompetitif, dipercaya akan turut mendukung para generasi milenial saat ini direpresentasikan dari kalangan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis dan akademisnya untuk bisa bersaing secara profesional dalam persaingan global.

“Perkembangan dunia profesional kerja saat ini juga semakin menuntut setiap individu untuk mampu mengelaborasi teknologi, informasi dan skill menjadi senjata yang efektif dalam menghadapi kompetisi global yang semakin ketat. Untuk itu, peran dari institusi pendidikan seperti kampus juga sangat diharapkan untuk menghasilkan insan generasi terdepan yang dapat dihandalkan dan memiliki kredilitas yang terpercaya” ujar Irfan yang juga merupakan alumnus Fakultas Hukum UNPAD.

Irfan lebih lanjut menambahkan, sejalan dengan hal tersebut, selama 22 tahun melayani Indonesia, selain konsisten menghadirkan produk dan layanan telekomunikasi terdepan, Telkomsel juga berkomitmen untuk turut membangun karakter dan kualitas masyarakat agar bisa menjadi insan profesional yang bisa berkontribusi dan memberikan dampak positif bagi khalayak luas.

Salah satu upaya serius yang dihadirkan Telkomsel dalam pembangunan dan pemberdayaan sumber daya manusia adalah dengan menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility Indonesia NEXT secara khusus diselenggarakan bagi para generasi muda terutama mahasiswa dalam mendapatkan sertifikasi berstandar internasional, melalui seminar Inspiratif serta pelatihan communication skill yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan wawasan diri menghadapi persaingan global.

Hal ini juga sejalan dengan tujuan pemerintah sesuai Undang-undang Dikti No 12 tahun 2012 dan Permendikbud No. 81 tahun 2014, berkaitan setiap lulusan sarjana dianjurkan memiliki sertifikasi pendamping ijasah untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan.

Untuk wilayah provinsi Jawa Barat sendiri, pelaksanaan program Indonesia NEXT ini rencananya akan digelar di Bandung mulai tanggal 14 – 15 November 2017 untuk tahap pelatihan dan Test Seleksi Sertifikasi akan berlangsung pada tanggal 18,19 dan 20 November 2017 di tiga kampus yaitu Universitas Padjadjaran Bandung, Telkom University dan Universitas Kristen Maranatha secara bersamaan. Bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program Indonesia Next bisa mendownload applikasinya di Google Play atau langsung mendaftarkan dirinya di website http://indonesianext. id. (Icha)