spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1500

Demi Menangkal Serangan Cyber, XL Gelar Risk & Control Forum 2017

0

Telko.id – Serangan cyber setiap waktunya semakin menggila dan selalu berevolusi. Hal ini juga dirasakan oleh industry telekomunikasi. Itu sebabnya, dibutuhkan keamanan berlapis agar kenyamanan pelanggan dapat tetap terjaga. Dan ternyata banyak hal pelik dibalik itu semua.

“XL sendiri melihat bahwa keamanan cyber ini tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kerjasama dari berbagai pihak dalam industri sehingga tidak perlu coba-coba dalam hal penangkalan cyber”, kata Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO XL Axiata.

Hal tersebut yang menginisiasi XL untuk membuat Risk & Control Forum. Suatu forum diskusi dan berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan risiko bisnis. Dengan demikian, operator dapat terus mencermati tren industri dan risiko-risiko terkait.

“Dengan mendiskusikan dan berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan risiko bisnis (risk and control), kami berharap para pelaku industri ini dapat saling berbagi pengalaman, dan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kompetensi mengenai hal-hal tersebut,” kata Dian menambahkan.

Di XL sendiri, perusahaan telah memiliki departemen audit internal dan manajemen risiko yang berfungsi untuk memastikan dan membantu manajemen XL Axiata terkait pengelolaan tata kelola perusahaan yang baik melalui kajian audit.

“Peningkatan serangan cyber ini setiap tahunnya seminar 20-30%. Itu sebabnya, investasi untuk security juga cukup besar. Di XL, setidaknya, 10% dari IT Spent diperuntukan untuk memastikan keamanan cyber ini’” ujar Yessie D. Yosetya, Direktur/Chief Service Management Officer XL Axiata.

“Sayangnya, untuk mencari ahli security saat ini masih susah. Di universitas juga belum banyak mata kuliah tentang keamanan siber. Makanya, kebutuhan tenaga asing masih besar. Padahal, liat tren sekarang, semua industri butuh (ahli security), seperti fintech,” tambah Dian.

Padahal, saat ini hampir setiap perusahaan menggunakan sistem teknologi informasi dan koneksi ke dunia digital untuk mendukung aktivitas bisnisnya. Karena itu, semua perusahaan pasti memiliki kebutuhan untuk mampu mengamankan sistem teknologi informasi yang dikelolanya. Jadi, event ini menjadi sangat penting bagi pelaku industri.

Apalagi, serangan cyber juga acap kali menyasar perusahaan-perusahaan di Indonesia. Memiliki sistem keamanan cyber dan manajemen risiko yang kuat tentu menjadi suatu nilai tambah yang penting bagi setiap perusahaan di industri ini.

XL Axiata berharap Forum Risk & Control ini selanjutnya bisa menjadi wadah bagi para praktisi audit dan manajemen risiko di industri telekomunikasi dan industri terkait untuk saling berdiskusi, berbagi ilmu, pengalaman, bertukar pikiran, dan menjalin komunikasi. Melalui event ini, para praktisi dapat mendiskusikan tren dan update terbaru terutama yang memerlukan perhatian dari sisi audit dan manajemen risiko.

Dian juga menekankan pentingnya forum ini bagi pelaku industri financial technology (fintech). Menurutnya, pelaku industri fintech pun harus aware dengan segala resiko yang mungkin muncul dari sisi cyber. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa pelaku industri fintech dalam memperluas pengembangan bisnisnya menggunakan sarana platform digital terutama dalam upaya memperbanyak pengguna. Jaminan atas keamanan data dan juga dana nasabah dari berbagai sisi tentu menjadi perhatian utama masyarakat dalam menggunakan jasa dan produk fintech. (Icha)

IM3 Ooredoo Rangsang Ide Kreatif Mahasiswa Luar Jawa

0

Telko.id – Antara mahasiswa pulau Jawa dan luar Jawa terjadi kesenjangan digital. Untu itu, IM3 Ooredoo menjalankan program Goes to Campus di berbagai perguruan tingga di luar Jawa. Sebanyak delapan orang mahasiswa-mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di luar Jawa pun, terpilih sebagai pemenang dengan projek inovasi terbaik dalam kegiatan tersebut.

Bahkan, ke delapa mahasiswa tersebut berkesampatan bertemu, berdiskusi dan mempresentasikan projek nya di hadapan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli.

”Merupakan sebuah kebanggaan bagi Indosat Ooredoo untuk dapat memfasilitasi, sekaligus menampung gagasan dan pemikiran-pemikiran inovatif anak-anak muda dari berbagai wilayah di Luar Jawa ini. Mereka merupakan bagian dari generasi milenial yang mendekati berbagai tantangan digital di wilayahnya masing-masing melalui kacamata global dengan tetap memajukan pendekatan dan kearifan lokal, sesuatu yang sangat khas Indonesia dan juga bisa diaplikasikan,” ungkap Alexander Rusli yang menerima kehadiran para pemenang IM3 Ooredoo Goes to Campus dengan sangat antusias.

Program IM3 Ooredoo Goes to Campus sendiri merupakan program unggulan yang dilatarbelakangi dengan kepedulian perusahaan atas kesenjangan pemahaman dan pengalaman digital yang masih terjadi, khususnya di kalangan generasi muda di Pulau Jawa dengan di Luar Jawa. Mengusung semangat sebagai jembatan untuk literasi digital ini, Indosat Ooredoo menggelar program IM3 Ooredoo Goes to Campus di luar Jawa di seluruh wilayah Indonesia. ”Kami berharap agar generasi milenial di luar Jawa menjadi lebih melek digital untuk selanjutnya dapat memanfaatkan tren digital ini bagi sesuatu yang lebih produktif,” tambah Alexander Rusli.

Program ini dimulai dengan menggelar seminar literasi digital di berbagai kampus dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga ke Papua. Di kampus-kampus ini, Indosat Ooredoo mengundang para mahasiswa dan mahasiswi untuk mengembangkan dan menuangkan ide-ide inovatif terkait digital ke dalam proposal yang kemudian akan dinilai oleh Indosat Ooredoo.

Peserta terpilih akan mendapat kesempatan untuk bekerja selama tiga bulan di Indosat Ooredoo dibawah bimbingan para manajer yang bertindak sebagai mentor dan teman diskusi. Dengan mengusung tagar #KerjaSeru, program ini menawarkan pengalaman kerja nyata sehari-hari bersama para profesional industri telko. ”Sehingga para peserta dapat meningkatkan kemampuan berkolaborasi dan berfikir kritis dalam sebuah lingkungan kerja yang kreatif dan dinamis,” ungkap Alexander Rusli.

Sebelumnya pada bulan April 2017, tim IM3 Ooredoo Goes to Campus menyambangi 14 kota dan mendapatkan 2500 pelamar. Selama proses seleksi, tim Talent Acquisition berkolaborasi dengan Tim Marketing untuk menentukan 53 peserta yang lolos seleksi dan mewakili kota-kota di luar Pulau Jawa seperti Batam, Medan, Padang, Lampung, Bengkulu, Jambi, Palembang, Bangka Belitung, Samarinda, Pontianak, Manado, Makassar dan Jayapura. Seluruh peserta melaksanakan kerja praktik selama bulan Juni hingga Agustus 2017 di kota asal mereka.

Di akhir periode program, 8 (delapan) peserta terbaik memiliki kesempatan pertama untuk mendapatkan badge digital yang diverifikasi oleh Tim Talent Management Indosat Ooredoo. Keunggulan dari badge digital ini adalah para peserta dapat menjadi bagian dari sistem komunitas talenta untuk bersama-sama dengan Indosat Ooredoo membangun bangsa Indonesia yang digital.

Selain badge digital, keunggulan lain yang didapatkan oleh peserta pada program ini adalah mereka mendapatkan kesempatan mempelajari hal-hal baru di dunia digital dan melanjutkan tantangan untuk bisa menyuarakan ide-ide inovatifnya di depan CEO, CHRO dan CMO Indosat Ooredoo secara langsung.

Keseruan tidak berakhir disini karena setiap peserta terbaik dapat merasakan langsung suasana kerja yang kreatif dan dinamis di salah satu perusahaan digital telko terbaik di Indonesia.

”Benar-benar seru dan menyenangkan, kami bisa menambah wawasan dan jadi lebih open minded untuk menghadapi dunia kerja yang sebenarnya,” ujar Afifah Putri Amanda, salah satu peserta terbaik dari Universitas Muhammadiyah Palembang.

Yudi Hamdani dari Universitas Sumatera Utara juga mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti program ini hingga tiba di Jakarta hari ini. ”Sangat luar biasa, mendapat banyak masukan baik dari sisi keilmuan, juga informasi terbarukan perihal dunia digital, mendapat relasi lebih luas, juga berbagai macam pengetahuan praktis lain yang tidak kami peroleh di bangku kuliah, serta memotivasi kami untuk senantiasa berusaha menjadi lebih baik lagi setiap harinya.”

Berikut adalah delapan peserta terbaik program IM3 Ooredoo Goes to Campus (urutan berdasarkan kota asal).

  1. Yudi Hamdani, Universitas Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara
  2. Aprimawita, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat
  3. Fatina Rosa, Universitas Tridinanti, Palembang, Sumatera Selatan
  4. Diasti Adytia Putri, Universitas Pasundan, Palembang, Sumatera Selatan
  5. Afifah Putri Amanda, Universitas Muhammadiyah Palembang, Palembang, Sumatera Selatan
  6. Elvira Muthia Daulay, Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan
  7. Jabal Noor, Universitas Hasanudin, Makassar, Sulawesi Selatan
  8. Ekky Rizqia, Universitas Hasanudin, Makassar, Sulawesi Selatan

(Icha)

 

Sudah Dibuka Pre-Order Samsung Galaxy Note 8 Sampai 18 September

0

Telko.id – Samsung Galaxy Note 8 bakal resmi masuk ke Indonesia pada tanggal 18 September mendatang. Image merek asal Korea yang cukup kuat di masyarakat pun membuat operator rame-rame buka pre-order.

Galaxy Note 8 yang menjadi flagship terbaru Samsung pada semester II tahun ini di gadang-gadang akan menjadi competitor utama iPhone 8 yang diperkirakan akan diumumkan oleh Apple pada bulan September ini.

Sebelum membeli, sebaiknya bandingkan dahulu program yang ditawarkan oleh Telkomsel, Indosat, XL dan Smartfren. Seperti apa program pre-order nya yang digelar dari 8 – 18 September 2017?

XL Prioritas

Jika membeli melalui operator XL, Galaxy Note 8 ini dapat diperoleh seharga Rp.13.000.000 ditambah dengan PrioXL 24 bulan sebesar Rp.9.240.000. Jadi total yang harus dibayar adalah Rp.22.240.000. Tapi jika membeli kartu kredit Citi Bank, ANZ dan BRI akan mendapatkan cash back sebesar Rp.8.300.000. Dengan catatat harus dibayar full. Jadi hanya membayar Rp.13.940.000.

Jika menggunakan bank Mega maka bisa membayar Rp.7.500.000 diawal dan selanjutnya akan ditagihan pada kartu kredit sebesar Rp.800.000. Sehingga total nya menjadi Rp.14.740.000. Sedangkan, untuk pembelian menggunakan BCA maka hanya perlu membayar Rp.6.900.000 yang akan diberikan gratis cicilan di bulan pertama dan selanjutnya menyicil selama 12 bulan sebesar Rp.1.278.333/bulan.

Cicilan yang paling kecil adalah menggunakan kartu standard chartered dan Bank BRI. Cukup membayar Rp. 7.300.000 dan setiap bulannya akan ditagihkan Rp.1.245.000.

maka akan dibundel dengan layanan XL PRIORITAS dan akan memperoleh cashback hingga Rp 8,3 juta. Selain itu juga akan memperoleh manfaat tambahan berupa asesoris “AKG Speaker S30” senilai Rp 1,8 juta secara cuma-cuma.

Selain itu, untuk dapat menikmati manfaat ini, pelanggan cukup dengan berlangganan plan PRIORITAS Shopping Points XL Rp 350 ribu/bulan selama 2 tahun. Dengan plan PRIORITAS Shopping Points XL ini, setiap bulannya pelanggan dapat menikmati kuota internet 10GB yang dapat digunakan di jaringan 2G/3G/4G, 200 menit ke semua operator dan 200 SMS ke semua operator.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan kenyamanan dan memberikan manfaat lebih kepada para pelanggan XL PRIORITAS, dan kami juga yakin program pre-order ini akan mendapatkan respon yang positif selaras dengan upaya kami untuk menjadi bagian terdepan dalam  memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan perangkat smartphone terbaru dengan pilihan paket layanan data yang menarik,” kata Rashad Javier Sanchez, Senior Advisor Postpaid & XL Center XL Axiata.

Telkomsel

Berbeda dengan XL, Telkomsel menawarkan pre-order Samsung Galaxy Note 8 dengan harga Rp 12,999 juta. Harga yang sama untuk pelanggan pascabayar (kartu Halo) maupun prabayar.

Cara Telkomsel menyikapi pre-order ini juga cukup menarik. Bukan bermain dengan harga pembelian. Pasalnya, Telkomsel memberikan program yang sangat beragam untuk akses internetnya. Bahkan diberikan harga diskon untuk fasilitas bertelekomunikasinya. Termasuk untuk telepon, SMS dan tidak ketinggalan diberikan juga ‘cash back’ yang akan langsung masuk ke dalam TCash untuk para pelanggan paskabayar baru. Untuk pelanggan lama, paket data nya hanya dikenakan Rp120.000 dengan 8GB akses internet.

Selain itu, pembalian pre-order ini juga dapat menggunakan poin yang dimiliki oleh pelanggan. Untuk 600 poin mendapat potongan harga Rp 250.000 atau 1000 poin untuk mendapat potongan harga Rp 500.000.

Untuk pembelian menggunakan fasilitas bank, tidak jauh berbeda dengan operator lain. Dan, tetap, setiap pembelian akan diberikan gratis speaker AKG dari Samsung.

Smartfren

Paket bundling Smartfren – Samsung Galaxy Note8, ditawarkan dengan harga Rp. 12.999.000,-. Pembeli akan mendapatkan beragam benefit berlimpah mulai dari cash-back hingga 6,5 juta rupiah, bonus kuota internet 40GB setiap bulannya, hingga gratis menelepon ke sesama Smartfren selama 30 hari dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Bahkan bagi pembeli yang memesan di medio 8 – 18 September 2017 akan mendapatkan gratis AKG wireless speaker.

“Produk bundling di kelas premium ini kami hadirkan bagi para pelanggan serta masyarakat yang mencari sebuah kesempurnaan komunikasi, antara perangkat berkualitas tinggi dengan jaringan 4G LTE Advanced Smartfren. Dengan kombinasi tersebut, kami yakin dapat menghadirkan pengalaman komunikasi yang berbeda seperti streaming video dengan lancar, browsing tanpa hambatan, dan menikmati beragam konten di media sosial. Sekaligus menunjukkan sekali lagi bahwa layanan Smartfren saat ini sudah dapat dinikmati di beragam tipe dan merek handphone 4G salah satunya Samsung Galaxy Note8 ini” Ujar Derrick Surya, VP Brand and Marcomm Smartfren.

Indosat Ooredoo

Operator yang identik dengan warna kuning ini menyediakan bundling Samsung Galaxy Note 8 dengan paket data Super Plan 400 untuk 24 bulan.

Harga paket data selama 24 bulan itu semestinya Rp 9,6 juta. Namun Indosat memberikan potongan, sehingga pengguna cukup membayar Rp 13,099 juta untuk mendapatkan smartphone beserta paketnya.

Selain itu, pengguna juga mendapat bonus tambahan berupa langganan Spotify premium selama 6 bulan, lalu diskon 10 persen untuk perpanjangan langganan tersebut; ada juga bebas akses Iflix tanpa biaya langganan dan paket Stream On.

Spesifikasi Galaxy Note 8

Samsung Galaxy Note 8 memiliki fitur yang sangat mumpuni. Didukung dengan sistem Android 7.1.1 (Nougat), perangkat ini berkemampuan 6GB. Tak hanya itu, dual kamera dengan 12 MP kamera belakang dan 8 MP kamera depan semakin melengkapi performanya. Program pre-order ini dilaksanakan mulai tanggal 8 – 18 September 2017. Sementara pengambilan Samsung Galaxy Note 8 ini dilakukan pada tanggal 28 – 5 Oktober 2017 di lokasi yang sama saat melakukan pre-order. (Icha)

 

‘Jabar Hade’ Jadi Program Untuk Perkuat Ekosistem Broadband Telkomsel di Jawa Barat

0

Telko.id – Jawa Barat memang menjadi salah satu wilayah yang didorong penggunaan broadband nya oleh Telkomsel. Namun, dorongan itu tidak akan berarti jika ekosistem broadband itu sendiri belum terbentuk. Untuk itu, operator ini membuat program JABAR HADE yang bersinergi dengan para mitra penjual device.

Dalam program tersebut, Telkomsel menggandeng sebanyak 358 Mitranya yang berada di beberapa pusat perbelanjaan yang ada di Jawa Barat. Seperti Bandung, Kuningan, Cirebon dan Tasikmalaya. Tetap yang mendapat keuntungan dari program ini adalah para pelanggan yang loyal menggunakan layanan Telkomsel. Bentuk apresiasinya adalah memperebutkan sejumlah hadiah menarik mulai dari motor matic, mobil, hingga paket ibadah Umroh.

“Pengundian hadiah dari program JABAR HADE merupakan bentuk loyalitas Telkomsel kepada pelanggan. Selamat kepada para pelanggan yang menjadi pemenang, kami terus berupaya untuk mengapresiasi para pelanggan setianya dengan berbagai macam program menarik dan menunjang kebutuhan komunikasi mereka,” kata Agustiyono, General Manager Sales Regional Jabar Telkomsel.

Mekaninsme program ini adalah dengan mendorong setiap pelanggan yang melakukan pembelian smartphone baru dengan bundling perdana internet dan disertai pengaktifan paket data Telkomsel  minimal senilai Rp. 50 ribu akan mendapatkan sejumlah kupon undian untuk meraih kesempatan memenangkan hadiah 1 unit Mobil Honda Brio, sejumlah unit motor matic Yamaha serta puluhan smartphone 4G LTE.

Dalam program ini, tercatat jumlah aktivasi paket data Telkomsel secara terpisah dan melalui mekanisme pembelian smarphone bundling mencapai lebih dari 375 ribu transaksi. Jumlah transaksi dan aktivasi produk Telkomsel yang tinggi ini akan mendorong utilisasi layanan berbasis broadband dan digital seiring dengan pertumbuhan jumlah BTS 4G yang mencapai sekitar 200% dibanding tahun sebelumnya. Dengan begitu, ekosistem gaya hidup masyarakat Jawa Barat dalam pemanfaatan layanan broadband dan digital Telkomsel juga akan semakin matang.

“Saat ini ada lebih dari 2,1 juta pelanggan pengguna 4G Telkomsel di Jawa Barat. Dengan animo masyarakat yang sangat tinggi terhadap layanan broadband dan digital ini, Telkomsel terus berupaya untuk meningkatkan kualitas jaringan dan layanannya. Kedepan akan ada beragam program menarik lainnya untuk mendukung peningkatan ekosistem broadband dan digital di masyarakat” tutup Agustiyono. (Icha)

Indonesia Termasuk Urutan Ketiga Yang Paling Rentan Terhadap Malware

0

Telko.id – Microsoft CyberSecurity baru saja mengumumkan hasil temuannya. Di mana, dalam laporan Security Intelligence (SIR) volume 22nya menemukan bahwa Negara berkembang seperti Banglades, Kamboja, Indonesia, Myanmar dan Vietnam termasuk diantara lima besar negara di Asia Pasifik yang paling terekspos oleh program berbahaya.

Pada kuartal 2 tahun 2016, 45,2% komputer di Indonesia terserang malware, lebih tinggi dengan angka rata-rata global pada kuartal yang sama sebesar 20,8%. Kategori perangkat lunak berbahaya yang paling sering ditemui di Indonesia pada kuartal 2 2016 adalah Trojans dengan 41,5% angka serangan pada seluruh komputer, naik 37,8% dibandingkan angka pada kuartal sebelumnya. Worms menempati posisi kedua, dengan 24,5% serangan pada seluruh computer, turun 26,3% dibandingkan kuartla sebelumnya.

Laporan semi-tahunan Microsoft Security Intelligence (SIR) memaparkan data dan sudut pandang mendalam terhadap lanskap ancaman global, secara spesifik kepada kerentanan perangkat lunak, eksploitasi, malware dan serangan berbasis web. Dalam versi terbaru ini, laporan tersebut melacak endpoint serta ancaman data pada komputasi awan dan profil lebih dari 100 pasar individu. Laporan ini juga membagikan studi kasus terbaik dan solusi yang dapat membantu organisasi untuk dapat melindungi, mendeteksi dan merespon ancaman dengan lebih baik.

“Seiring kemajuan komputasi awan cerdas dalam era transformasi digital ini, kami dimotori oleh teknologi untuk mengejar kesempatan tanpa henti dengan dampak yang lebih besar,” jelas Antony Cook, Associate General Counsel, Microsoft Asia Pasifik, Jepang & Australia.

“Bagaimanapun, kita tidak akan selamanya tetap aman dan dapat mencapai kapasitas secara penuh pada dunia yang selalu terhubung ini, tanpa memahami ancaman keamanan siber dan menambah pemahaman mengenai perkembangan cybercrime,” kata Antony menambahkan.

Adapun, negara di Asia Pasifik yang Paling Rentan Terhadap Serangan Malware:

1.     Bangladesh

2.     Kamboja

3.     Indonesia

4.     Myanmar

5.     Vietnam

1.     Nepal

2.     Thailand

3.     Filipina

4.     Sri Lanka

5.     Malaysia

1.     Korea

2.     Singapura

3.     Selandia Baru

 

Rata-rata Serangan Malware di Berbagai negara di Asia Pasifik pada Kuartal 1 2017 (dari tertinggi hingga terendah)

Dalam lingkup Asia Pasifik, laporan ini menemukan bahwa sekitar satu dari empat komputer di Bangladesh, Kamboja dan Indonesia yang menjalankan produk keamanan real-time Microsoft di negara-negara ini melaporkan adanya serangan malware antara Januari sampai Maret 2017. Bangladesh, Kamboja, Indonesia, Myanmar, Vietnam, Nepal dan Thailand masing-masing melaporkan adanya serangan malware dengan rata-rata tingkat lebih dari 20% pada kuartal pertama 2017. Angka ini lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan rata-rata global sebesar 9%.

Di sisi lain, negara-negara di Asia Pasifik dengan level kematangan teknologi informasi yang lebih tinggi, yakni Selandia Baru dan Singapura, memiliki performa yang lebih baik dibandingkan rata-rata global.

Naiknya Angka Serangan Ransomware 

Ransomware adalah salah satu jenis malware yang paling terkenal pada tahun 2017. Pada paruh pertama tahun ini, dua gelombang serangan ransomware, yakni WannaCrypt dan Petya, memanfaatkan kerentanan pada sistem operasi Windows usang di seluruh dunia dan menonaktifkan ribuan perangkat dengan membatasi akses data secara tidak sah melalui enkripsi. Hal ini tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari individu tapi juga melumpuhkan banyak operasional perusahaan.

Sebagian besar serangan telah terkonsentrasi secara tidak proporsional di Eropa, dan banyak negara di Asia Pasifik belum terkena dampak yang parah. Namun, Korea adalah satu dari sedikit pengecualian di wilayah ini, dengan kejadian ransomware tertinggi kedua di seluruh dunia.

Penyerang mengevaluasi beberapa faktor saat menentukan wilayah mana yang harus ditargetkan, seperti GDP suatu negara, usia rata-rata pengguna komputer dan metode pembayaran yang tersedia. Bahasa juga dapat menjadi faktor pendukung utama karena serangan yang sukses sering kali bergantung pada kemampuan penyerang untuk melakukan personalisasi pada pesan untuk meyakinkan pengguna untuk mengaktifkan data berbahaya tersebut.

Layanan dan Akun Komputasi Awan Dibawah Kepungan Siber

Seiring dengan meningkatnya migrasi awan, awan telah menjadi pusat data utama bagi sebagian besar organisasi. Ini juga berarti data berharga dan aset digital yang tersimpan di awan, membuatnya menjadi target bagi penjahat dunia maya.

Sebagian besar serangan terhadap akun konsumen dan perusahaan yang dikelola pada komputasi awan ini diakibatkan oleh kata kunci yang lemah dan dapat ditebak serta pengelolaan kata sandi yang buruk, diikuti oleh serangan phishing yang ditargetkan dan pelanggaran layanan pihak ketiga. Seiring dengan frekuensi dan kecanggihan serangan terhadap akun pengguna pada komputasi awan yang meningkat, kebutuhan untuk pengamanan data melampaui kata sandi untuk otentikasi sangatlah diperlukan.

Membangun Kepercayaan di Dunia Digital dengan Memperkuat Postur Cybersecurity

Seiring lanskap ancaman yang terus berevolusi dan berkembang, sebuah organisasi perlu memastikan bahwa sudah memiliki rancangan keamanan siber yang solid, bersih dan kuat untuk melindungi lingkungan digitalnya dengan lebih baik, serta mendeteksi ancaman dan merespon serangan.

Berikut adalah empat praktik terbaik yang dapat dipertimbangkan oleh individu dan organisasi untuk meminimalisir risiko siber dan tetap bertahan dalam lanskap ancaman yang selalu berubah:

  • Jangan bekerja di hotspot Wi-Fi umum tempat penyerang dapat “mengintip” komunikasi digital, menangkap detil login dan kata sandi, serta mengakses data pribadi.
  • Teratur memperbarui sistem operasi dan program perangkat lunak lainnya untuk memastikan patch terbaru telah diinstal. Hal ini dapat mengurangi risiko eksploitasi kerentanan.
  • Mengurangi risiko kompromi kredensial dengan mendidik pengguna tentang mengapa mereka harus menghindari kata kunci sederhana dan menerapkan metode otentikasi multi faktor, seperti satu dari Azure Multi-Factor Authentication (MFA).
  • Terapkan kebijakan keamanan yang mengontrol akses kepada data sensitif dan membatasi akses jaringan perusahaan ke pengguna, lokasi, perangkat, dan sistem operasi yang sesuai. Kebijakan ini dapat secara otomatis memblokir pengguna tanpa otorisasi yang tepat atau menawarkan saran yang mencakup pengaturan ulang kata sandi dan penegakan autentikasi multi-faktor.

Sumber daya seperti Laporan Intelijen Keamanan hanyalah satu aspek pendekatan dan komitmen komprehensif Microsoft terhadap keamanan – termasuk platform holistik, kecerdasan unik dan kemitraan luas – yang sangat penting untuk memungkinkan transformasi digital organisasi terkemuka di Asia Pasifik. (Icha)

Jambi dan Sultra Kini Sudah Bisa Merasakan Layanan 4G LTE XL

0

Telko.id – XL Axiata sebagai operator terus melakukan perluasan jaringan layanan Data berkualitas di berbagai daerah. Untuk wilayah Provinsi Jambi, kini sudah 8 kota/kabupaten yang telah terjangkau layanan 4G LTE. Total saat ini telah beroperasi sekitar sekitar 100 BTS 4G dan lebih dari 300 BTS 3G yang akan terus ditambah sesuai dengan kebutuhan untuk menjaga kualitas dan perluasan jangkauan.

Sementara itu, di Provinsi Sulawesi Tenggara, jaringan 4G LTE XL Axiata juga telah masuk ke 5 kota/kabupaten dan mampu mendorong kenaikan trafik layanan data secara signifikan di daerah tersebut.

“Saat ini layanan 4G LTE dari XL Axiata sudah masuk ke lebih dari 117 kota/kabupaten di semua provinsi di Sumatera, dengan target bisa masuk dan melayani masyarakat di 127 kota/kabupaten yang ada di sana, ” kata Yessie D. Yosetya, Direktur/Chief Service Management Officer XL Axiata.

Yosetya juga menambahkan bahwa “Perluasan yang dilakukan oleh XL ini cukup agresif, karena kami melihat saat inilah momentum yang paling tepat mengingat semakin meratanya permintaan atas layanan data yang berkualitas di berbagai daerah. Untuk area-area yang belum memungkinkan masuknya jaringan 4G LTE, kami pun meningkatkan jangkauan layanan 3G yang juga lebih berkualitas.”

Sejak Mei 2017 lalu, kota/kabupaten yang sudah terlayani jaringan 4G LTE XL adalah Kota Jambi, Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Merangin, Kabupaten Muarojambi, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan Kota Sungai Penuh. Dengan hadirnya layanan 4G LTE ini, XL Axiata berharap warga masyarakat di Jambi secara umum dan terutama para pelanggan, akan bisa memanfaatkan akses ke jaringan internet cepat dan layanan data berkualitas secara maksimal, terutama untuk tujuan-tujuan yang produktif. Jumlah BTS 4G terbanyak ada di Kota Jambi sebagai ibukota provinsi dan pusat perekonomian, yaitu sekitar 50 unit.

Pada sisi pelanggan, saat ini ada sekitar 1,3 juta total pelanggan XL Axiata di Provinsi Jambi, dengan 33% diantaranya telah secara aktif menggunakan layanan data, baik 4G maupun 3G. Sejak layanan 4G LTE masuk ke 8 kota/kabupaten tersebut, dalam 3 bulan terakhir terlihat peningkatan trafik layanan data sebesar 86%.

Diprediksi trafik layanan data di wilayah inibakan terus meningkat seiring dengan semakin banyak pelanggan yang beralih menggunakan smartphone 4G. Dari sisi pengguna, saat ini jumlah pelanggan yang sudah menggunakan smartphone 4G mencapai 32% dari total pelanggan Jambi.

4G LTE XL dia Sulawesi Tenggara

Perkembangan yang menggembirakan juga terjadi di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Tercatat kenaikan trafik data mencapai 134% dalam kurun waktu setahun terakhir, termasuk 3 bulan sejak layanan 4G LTE masuk Sultra. Layanan 4G LTE XL Axiata ini telah hadir di Kota Kendari, Kota Bau-Bau, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Muna. Total pelanggan XL Axiata di Sultra lebih dari 379 ribu, sekitar 100 ribu pelanggan di antaranya telah aktif memanfaatkan layanan 4G LTE.

Untuk memperkuat layanan 4G LTE ini, XL Axiata terus membangun infrastruktur di Sultra. Jumlah BTS 4G pun terus bertambah, kini mencapai 40 unit di kelima kota/kabupaten yang sudah terjangkau tersebut. Jumlah BTS 4G terbanyak ada di Kota Kendari yang merupakan Ibukota provinsi dan pusat perekonomian.

Penambahan BTS 4G ini masih akan terus berlanjut sesuai dengan peningkatan kebutuhan pelanggan. Sementara itu, perluasan ke kota/kabupaten lainnya di Sultra juga terus diupayakan. Untuk kota/kabupaten lainnya yang belum terjangkau 4G LTE, pelanggan bisa memanfaatkan layanan 3G dengan kualitas yang telah ditingkatkan. Total ada sekitar 300 unit BTS 3G di seluruh kota/kabupaten di Sultra.

Secara umum, di seluruh wilayah Sulawesi permintaan layanan Data pada pelanggan telekomunikasi juga cukup tinggi. Di Semester 1 2017, dari total pelanggan XL Axiata di seluruh Sulawesi sekitar 2,7 juta, tingkat penetrasi smartphone data (3G dan 4G) mencapai 68%. Khusus untuk pengguna smartphone 4G, jumlahnya lebih dari 1 juta pelanggan. Sementara itu, trafik layanan data di seluruh Sulawesi meningkat hingga 269% dalam setahun terakhir, dan untuk trafik 4G LTE bahkan sampai 509%.

Pertumbuhan trafik layanan Data di seluruh Sulawesi tersebut mendorong XL Axiata untuk terus membangun infrastruktur layanan data, termasuk 4G LTE, di berbagai provinsi. Layanan 4G LTE sudah masuk dan melayani masyarakat di 37 kota/kabupaten lain di semua provinsi di Sulawesi. Kota-kota tersebut antara lain Makassar, Manado, Palu, Parepare, Gorontalo, dan Kotamobagu.

Kini, total BTS 4G di seluruh Sulawesi yang sudah beroperasi ada sekitar 500 unit, dan akan terus ditambah hingga mencapai lebih dari 560 unit sampai akhir tahun 2017. Sementara itu, untuk layanan 3G, sudah menjangkau semua provinsi dan sebagian besar kota/kabupaten di seluruh Sulawesi, dengan jumlah total BTS 3G mencapai lebih dari 1.700 unit, dan ditargetkan lebih dari 1.900 unit hingga akhir tahun.

Secara nasional, hingga akhir Agustus 2017, sudah ada 338 kota/kabupaten yang terjangkau layanan internet cepat 4G LTE, termasuk di antaranya ratusan kota/kabupaten di Jawa, Bali, Lombok, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Jumlah pelanggan layanan Data secara umum juga terus meningkat, saat ini mencapai sekitar 70% dari total pelanggan. Hingga akhir Juni 2017, jumlah pelanggan yang menggunakan smartphone juga terus meningkat dan menjadi sekitar 67% dari total pelanggan.

Sementara itu, pelanggan layanan XL 4G LTE juga terus tumbuh dan telah mencapai sekitar 20 juta dari total pelanggan. Layanan XL Axiata saat ini didukung oleh total lebih dari 93 ribu BTS, termasuk lebih dari 42 ribu BTS 3G dan lebih dari 14 ribu BTS 4G. ( Icha)

Service Recovery Satelit Telkom 1 Diharapkan Tuntas 10 September

0

Telko.id – Kerusakan Satelit Telkom 1 sejak 29 Agustus lalu memang sangat mengganggu. Terutama bagi nasabah bank yang akan mengambil uang nya di ATM. Pasalnya, hampir 15 ribu ATM di seluruh Indonesia terganggu akibat kerusakan satelit milik Telkom ini. Saat ini, Telkom sudah mencapai tingkat pemulihan yang signifikan yaitu 66 % titik yang terpulihkan sehingga layanan ATM bisa berjalan kembali.

Progress service recovery Satelit Telkom-1 pada posisi tanggal 5 September 2017. Satelit Telkom-1 yang melayani 63 pelanggan, 8 diantaranya adalah operator VSAT dengan total pemanfaatan kapasitas transponder sebesar 29,25 TPE dialihkan ke transponder pengganti sejak 28 Agustus dan sudah terealisasinya 100% pada tanggal 30 Agustus.

Sedangkan untuk progress repointing ground segment, dari total site yang terdampak sebanyak 15.019 dengan rincian 11.547 ATM dan 3.445 Non ATM. Sudah normal sebanyak 10.654 site (71%) yang terdiri dari 7.658 ATM (66 % dari total ATM) dan Non ATM sebanyak 2.996 atau 87 %. Sebanyak 1.013 site dari 10.654 site yang sudah normal disolusikan dengan menggunakan Fiber Optic 337 sites dan machine to machine sebanhyak 676 sites.

Rencananya, untuk Penyelesaian Service Recovery Satelit Telkom 1 dari total site yang masih in progress sebanyak 4.521 terdiri dari 3.916 ATM dan 605 Non ATM. Rata-rata  progress recovery perhari 1.166 site, maka penyelesaian sisa 4.521 site akan dapat diselesaikan tanggal 10 September 2017.

Saat ini, Menteri Komunikasi dan informatika Republik lndonesia, Rudiantara mengatakan pihaknya tengah menunggu informasi terkait penyebab rusaknya satelit Telkom 1. Hal itu dibutuhkan untuk kelengkapan administrasi permintaan suspend slot 108 BT ke ke International Telecommunication Union (ITU).

“Sudah kirim surat ke ITU tentunya akan ditindaklanjuti dengan proses administrasinya. Kami tunggu juga dari Telkom mengenai penyebab dan lain sebagainya,” kata Rudiantara beberapa waktu lalu, di Gedung Graha Merah Putih, Jakarta.

Rudiantara menjamin pihaknya bisa mengamankan slot 108 BT hingga pengganti Telkom 1 diluncurkan Agustus 2018. “Karena kita juga Telkom sudah di secure kontraknya sejak 2016. Bagi ITU untuk tidak memberikan slot yang kosong kepada orang lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Telkom, Alex J Sinaga mengatakan pihaknya bersama Lockheed Martin selaku pabrikan Satelit Telkom 1 masih mendalami penyebab kerusakan.

Sebenarnya, masa kerja Telkom-1 ini 15 tahun dan berakhir tahun 2015 lalu. Namun, berdasarkan hasil pengamatan Telkom dan perusahaan dirgantara Lockheed Martin yang membuat satelit tersebut, menilai bahwa Telkom-1 masih bisa berfungsi baik hingga tiga tahun lagi. Tapi tandap diduga, Telkom-1 keburu rusak.

Itu sebabnya, pengganti Satelit Telkom-1 yakni Telkom-4 yang rencananya akan diluncurkan pada Agustus 2018. Telkom-4 ini menggantikan satelit Telkom 1 di slot orbit 108 BT dengan jumlah kapasitas Telkom 4 lebih besar dari kapasitas satelit Telkom 1 sebagai upaya memenuhi kebutuhan transponder yang kian meningkat.

“Satelit Telkom 4 ini memiliki kapasitas yang sangat besar, sampai 60 transponder. Sementara satelit Telkom 1 hanya 36 transponder. Selain itu, jangkauannya juga sangat luas sampai ke India,” kata Alex J Sinaga, Direktur Utama Telkom di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika beberapa waktu lalu.

Namun, tanpa diduga, Telkom-1 telah lebih dahulu mengalami kerusakan sebelum penggantinya diluncurkan. Artinya, ada kekosongan slot di orbit 108 BT selama satu tahun sampai Satelit Telkom 4 diluncurkan.

“Kira-kira setahun Slot itu akan kosong maka ada terminologinya di industri per satelit sesuai rekomendasi itu yang disebut itu di suspend. Kita harus mengirim surat nanti saya akan kirim surat ke kominfo nanti kominfo atas nama negara Republik Indonesia sebagai anggota PBB kirim surat ke International Telecommunication Union (ITU),” kata Alex menambahkan. (Icha)

Huawei Kini Punya Layanan Cloud Enterprise Intelligence

0

Telko.id – Untuk mendukung digitalisasi perusahaan maupun pemerintahan, cloud tidak dapat berdiri sendiri. Salah satunya adalah perlu dukungan dari Artificial Inteligence. Dengan demikian analisis dari layanan hingga solusi kelanjutannya dapat dilakukan demi perbaikian secara berkesinambungan. Itu sebabnya, Huawei meluncurkan Cloud Enterprise Intelligence.

“Cloud Enterprise Intelligence akan dihadirkan dengan platform untuk solusi umum dan skenario khusus. Kombinasi Huawei Cloud dan EI memungkinkan Huawei Cloud untuk lebih cerdas dan dapat membantu untuk menciptakan nilai industri yang lebih besar dengan kemajuan teknologi,” kata Zheng Yelai, President of Cloud Business Unit Huawei dalam acara Huawei Connect 2017 di Shanghai yang bertajuk “Grow with the Cloud”.

Yelai juga menambahkan bahwa “Tim kami memiliki pemahaman yang mendalam tentang skenario bisnis para pelanggan, baik karyawan yang fokus di bidang R&D, pemasaran, ataupun penjualan. Dan, Kami selalu mengutamakan kebutuhan pelanggan dan disaat yang sama juga terus berinovasi. Itu sebabnya, Kami telah mengembangkan Huawei Cloud untuk membantu perusahaan-perusaahan agar lebih mudah untuk melakukan digitalisasi, dan memastikan keberhasilan perusahaan-perusahaan yang memiliki keinginan untuk berinovasi.”

Platform ini mencakup tiga tipe layanan cloud pintar dan platform komputasi yang beragam, yang dirangkum menjadi fitur-fitur berikut:

  • Layanan platform dasar: mencakup pembelajaran mesin, pembelajaran mendalam, dan platform analisis grafik, serta pelatihan AI, pemahaman, dan pengindeksan platform.
  • Layanan AI umum: mencakup layanan-layanan API (Application Programming Interface) seperti pengenalan visual API, pengenalan suara API, dan pengenalan bahasa yang natural untuk API.
  • Solusi untuk skenario khusus: Huawei bekerja sama dengan para mitra dalam menciptakan solusi untuk AI, komputasi awan, dan skenario IoT (Internet of Things) untuk memenuhi kebutuhan industri.
  • Platform komputasi yang beragam: Huawei memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam bidang rekayasa sistem, chipset, perangkat keras, dan perangkat lunak pokok, serta dapat menawarkan tiga tipe layanan cloud pintar, mengungkap kehebatan algoritma dengan kekuatan komputer yang luar biasa.

Public cloud dan private cloud milik Huawei memiliki arsitektur terpadu, mendukung evolusi yang mulus, serta memberikan pengalaman yang konsisten. Perusahaan-perusahaan dapat dengan efisien dan bebas menyebarkan layanan nya pada platform public cloud atau private cloud, yang siap mendukung migrasi serta perluasan layanan. Untuk mencegah vendor lock-in, Huawei menawarkan solusi hybrid cloud yang memungkinkan integrasi dengan platform public cloud milik pihak ketiga, termasuk yang berasal dari Amazon dan Microsoft.

Huawei pun membuka diri untuk bekerja sama dengan para mitra sehingga dapat menciptakan jaringan cloud yang memiliki cakupan global, memberikan solusi lengkap yang membantu perusahaan-perusahaan yang berbasis di Tiongkok untuk memasuki kancah persaingan global, serta membantu perusahaan-perusaan diluar Tiongkok untuk memasuki pasar Tiongkok.

Sebagai informasi tambahan, saat ini, Huawei sudah melakukan kerjasama dengan mitranya untuk melakukan 12 studi kasus. Seperti dengan perusahaan otomotif  (termasuk Volkswagen dan Mercedes-Benz), Philips, the Commercial, dan Industrial Bank of China (ICBC), serta beberapa platform layanan pemerintah yang telah memilih untuk menggunakan Huawei Cloud dan layanan cloud dari mitra Huawei. (Icha)

 

Data Center XL Sudah Dapat Sertifikasi Internasional

0

Telko.id – Bisnis data center dengan akan direvisinya Peraturan Pemerintah no.82 tahun 2012 memiliki peluang yang sangat besar. Terlebih, jika bisnis Internet of Things mulai marak. Itu sebabnya, perusahaan yang memiliki bisnis data center juga giat meningkatkan mutu nya agar dipilih oleh para perusahan yang membutuhkan.

Salah satunya adalah XL Axiata. Dalam pengembangan bisnis Data Center, operator ini sangat memperhatikan aspek keamanan untuk setiap pelanggannya. Menjadi tantangan tersendiri bagi XL Axiata untuk mampu menyediakan layanan Data Center dengan standar International.

Hal itu yang membuat XL Axiata ‘nafsu’ untuk memperoleh sertifikasi internasional. Dan akhirnya, sertifikasi internasional “Uptime Tier III Design” dari lembaga sertifikasi terpercaya Uptime Institute, dari Inggris untuk Data Center Bintaro bisa didapat.

“Data Center Bintaro merupakan salah satu yang terbesar yang kami miliki dan melayani sejumlah perusahaan besar sebagai pusat penyimpanan Data. Kami harus memastikan selalu aspek keamanan di semua Data Center yang kami miliki. Sertifikasi ‘Uptime Tier III Design’ menjadi pengakuan sekaligus jaminan kualitas layanan berstandar internasional yang kami sediakan di Data Center Bintaro. Prestasi ini akan mendorong kami untuk meningkatkan kualitas layanan di Data Center lainnya,” kata Aun Abdul Wadud, Head of Product Solution Management XL Axiata.

Dengan diperolehnya Sertifikat “Uptime Tier III Design” ini memastikan bahwa Data Center Bintaro memiliki fasilitas lebih dari 1 sumber daya listrik dan jaringan (multi network link) dengan tingkat uptime hingga 99.982%.
“Dengan begitu, syarat “No Shut Down” untuk Data Center Tier III bisa terpenuhi oleh Data Center Bintaro ini. Sertifikat yang sama sebelumnya telah diraih oleh Data Center Surabaya,” kata Adrien Kehlstadt, Business Line Manager TEC IAP DKSH Indonesia selaku Konsultan untuk Uptime.

Sertifikat “Uptime Tier III Design” ini sekaligus melengkapi sejumlah sertifikat penting lainnya yang telah disematkan pada Data Center milik XL Axiata. Di antaranya adalah PCIDSS (Payment Card Industry Data Security Standard) ISO/IEC 27001:2013 untuk Information Security Management, ISO/IEC 20000-1:2011 untuk Information Technology Services Management, serta ISO/IEC 9001: 2008 untuk Quality Management System.
Semua sertifikat tersebut menunjukkan keseriusan XL Axiata dalam penyediaan kualitas layanan Data Center bagi setiap pelanggannya di masing-masing area yang digunakan.

Sebagai informasi, XL Axiata saat ini memiliki 5 Data Center yang berlokasi di Bintaro-Tangerang, Surabaya, Pekanbaru, Cibitung, dan Bandung. 3 Data Center yakni Bintaro-tangerang, Surabaya dan Pekanbaru merupakan Data Center yang memberikan Layanan publik antara lain Colocation, Komputasi Awan (Cloud) dan DRC (Disaster Recovery Center).

Tidak kurang dari 50 perusahaan mempercayakan penyimpanan Data miliknya di Data Center XL Axiata. Mereka antara lain bergerak dalam Industri Perbankan, Financial, E-Commerce, dan Jasa Jaringan Telekomunikasi. (Icha)

Mantap, Akibat TKDN Import Smartphone Pun Turun 36%

0

Telko.id – Dengan adanya aturan TKDN atau Tingkat Kandungan Dalam Negeri, terbukti mampu meningkatkan investasi di dalam negeri dan menyerap tenaga kerja lebih banyak. Seperti yang tercatat oleh Ditjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di mana, investasi industri manufaktur perangkat seluler di Indonesia mencapai Rp7 Triliun dan menyerap lebih sekira 13 ribu tenaga kerja.

“Sekitar 43 merek perangkat telepon seluler sudah dibuat di Indonesia dengan total investasi manufaktur kurang lebih 7 triliun rupiah dan penyerapan tenaga kerja sebesar 13.000 pekerja,” kata Mochammad Hadiyana, Plt. Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Ditjen SDPPI yang dilansir dari berita Kementerian Komunikasi dan Informatika. Informasi tersebut diperoleh dari pendataan terhadap sertifikasi perangkat seluler.

Lebih lanjut, Hadiyana menyatakan jumlah itu berasal dari 18 industri Handphone Komputer Genggam dan Tablet (HKT) yang beroperasi di Indonesia. “Saat ini sudah tumbuh 18 perusahaan yang berfungsi sebagai electronic manufacturing system untuk merakit perangkat telepon seluler, komputer genggam dan komputer tablet,” tambahnya.

Kondisi tersebut juga memperngaruhi produk diimpor dari luar negeri. “Dalam akhir tahun 2016, produk impor menurun sebesar lebih kurang 36% dari tahun 2015, menjadi lebih kurang 18,5 juta unit dengan nilai lebih kurang USD 775 juta untuk 50 merek lokal dan internasional,” paparnya.

Hal yang menarik, dengan adanya penurunan impor HKT ternyata membawa kontribusi pada peningkatan produksi di dalam negeri. “Meningkat sebesar 36% dari tahun 2015, menjadi lebih kurang 68 juta unit untuk 42 merek lokal dan global,” jelasnya.

Mengenai kebijakan ketentuan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), Direktur Standardisasi menyatakan sudah banyak produsen yang mematuhi aturan tersebut. “Saat ini berdasarkan Data Sertifikasi per tahun 2017 sudah ada setidaknya 13 merek perangkat telekomunikasi yang sudah memiliki TKDN diatas 30%,” tuturnya.

Kondisi itu pun memiliki kontribusi terhadap penurunan impor untuk hampir semua perangkat genggam atau mobile. “Dengan diberlakukannya ketentuan TKDN maka nilai impor telepon seluler, komputer genggam dan komputer tablet turun dengan nilai USD 2,8 juta dari tahun 2014 ke tahun 2016,” pungkasnya. (Icha)