spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1495

FleetSight Solusi End to End IoT Khusus Pengelolaan Armada

0

Telko.id – Armada, bagi perusahaan adalah aset. Apalagi bagi perushaan logistik. Tidak hanya monitoring, tetapi juga analisa sangat dibutuhkan agar lebih efisien. Dengan adanya teknologi Internet of things, pasti akan menjadi lebih mudah.

Itu sebabnya, Telkomsel meluncurkan solusi Internet of Things (IoT) yakni solusi Fleet Management untuk Enterprise yang diberi nama Telkomsel FleetSight.
Telkomsel FleetSight merupakan solusi layanan pengelolaan armada yang mensinergikan perangkat telematika berbasis satelit (termasuk sensor-sensor) yang dipasangkan pada aset bergerak/kendaraan, dengan layanan konektivitas Telkomsel serta platform Fleet Management yang disupport oleh partner strategis Telkomsel.

Solusi ini diharapkan bisa membantu klien pengguna dalam mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan operasional armada, dengan meminimalkan risiko yang terkait dengan investasi kendaraan melalui peningkatan keselamatan, keamanan, efisiensi, dan produktivitas armada.

Dengan total jumlah kendaraan bermotor (selain sepeda motor) yang mencapai 24 juta unit pada tahun 2016, dengan 40% nya merupakan kendaraan komersial, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar untuk solusi Fleet Management. Ditambah lagi dengan besarnya biaya logistik dan transportasi di Indonesia yang mencapai 24% dari total GDP dan merupakan yang tertinggi di ASEAN, melatar belakangi tingginya permintaan solusi Fleet Management.

Solusi vertikal yang terintegrasi dengan layanan Telkomsel IoT Control Center ini merupakan jawaban atas kebutuhan perusahaan dalam mengoptimalkan produktivitas dan meningkatkan keselamatan fleet/armada operasional yang mereka miliki.

“Telkomsel berkomitmen pada transformasi digital perusahaan yang menghasilkan berbagai macam produk, layanan, dan solusi yang tidak hanya memecahkan masalah pelanggan, namun juga meningkatkan kualitas hidup mereka. Inovasi solusi berbasis IoT merupakan bentuk kontribusi kami dalam mendukung perkembangan ekosistem IoT sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia,” ungkap Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel dalam peluncuran Fleetsight di Jakarta (26/11).

“Sebagai bagian dari transformasi dan memanfaatkan jangkauan jaringan terluas di Tanah Air, kami berupaya menjadi penyedia solusi Fleet Management terdepan di Indonesia dengan memberikan teknologi digital yang inovatif dan layanan profesional berkualitas terbaik,” tambah Ririek.

Telkomsel FleetSight didukung konektivitas jaringan berkualitas handal yang sudah menjangkau lebih dari 95% wilayah populasi di Indonesia dengan layanan 2G dan 3G. Layanan ini juga mengadopsi teknologi berstandard internasional termasuk perangkat pelacak yang bisa beroperasi baik di jaringan 2G maupun 3G untuk memastikan kontinuitas layanan.

Sebagai komitmen atas kualitas solusi Fleet Management yang diberikan, Telkomsel juga bekerjasama dengan Michelin, perusahaan ban dan mobilitas terkemuka di dunia yang melalui anak perusahaannya Sascar, menjadi penyedia Solusi Fleet Management berskala global dengan lebih dari 265 ribu kendaraan telah terkoneksi pada platform aplikasinya.

Dalam layanan solusi FleetSight, perangkat telematika berbasis GPS dengan sensitivitas tinggi akan disematkan pada armada dan terhubung dengan platform melalui jaringan 2G/3G Telkomsel.

Selanjutnya melalui jaringan internet, semua data dan informasi mengenai armada bisa diakses oleh pengguna melalui Web Dashboard yang didesain sedemikian rupa dengan mempertimbangkan User Interface dan User Experience terbaik.

Telkomsel FleetSight dibangun dan ditawarkan dengan memanfaatkan keunggulan jangkauan jaringan terluas dan dukungan teknis berskala nasional. Layanan berkonsep managed service ini juga memberikan keuntungan secara bisnis kepada klien pengguna, dengan menawarkan skema bisnis yang mudah, fleksibel, dan bisa sepenuhnya diimplementasikan sesuai kebutuhan bisnis klien pengguna.

Selain itu, infrastruktur teknologi yang digunakan oleh layanan FleetSight ini akan memungkinkan integrasi dengan platform yang sudah dimiliki oleh pengguna. (Icha)

Tim Legal Indosat Raih Penghargaan Indonesia Law Awards 2017

0

Telko.id – Tim Legal Indosat Ooredoo meraih Indonesia Law Awards 2017 dari Asian Legal Business (ALB) pada kategori In-House, sub-kategori Technology, Media and Telecommunications Law Firm of the Year, dari 4 sub-kategori yang dinominasikan.

Tiga sub-kategori lainnya adalah sub-kategori Dispute Resolution Lawyer of the Year dan sub-kategori Young Lawyer of the Year, yang dalam hal ini diwakili oleh Billy Nikolas Simanjuntak, dan sub-kategori BDO Award Indonesia In-House Team of the Year.

Pada penyelenggaraannya di tahun ke-4 ini, Indosat Ooredoo menjadi salah satu perusahaan yang mendapatkan penghormatan dari ALB sebagai praktisi swasta dan tim in-house yang kinerjanya dinilai luar biasa.

”Kami sangat senang mendapatkan penghargaan ini. Hal ini akan memotivasi kami agar terus bekerja sebaik-baiknya untuk mendukung visi perusahaan menjadi perusahaan digital telko terdepan di Indonesia,” kata Gilang Hermawan, Group Head Legal Indosat Ooredoo.

Ajang ALB Indonesia Law Awards 2017 melibatkan panel juri independen yang terdiri dari 25 pemimpin senior dan ahli di industri hukum untuk menentukan pemenang penghargaan. (Icha)

Transformasi Digital Indonesia Bakal Meraup USD 150 Miliar Pertahun di 2015

0

Telko.id – Era digital merambah ke seluruh sendi kehidupan di dunia tak terkecuali Indonesia.  Kini Indonesia menghadapi transformasi model binsis dari konvensional ke era digital dan teknologi. Dengan modal populasi penduduk 262 juta, pengguna internet 132, 7 juta, pengguna sekitar 63 juta, Indonesia memiliki potensi besar di sektor ini.   Bagaimana peluang serta dampaknya? Serta sejauhmana kesiapan ekosistem yang ada?

“Semua elemen bangsa harus terlibat dalam pemanfaatan teknologi secara positif, pengawasan secara intensif, dan bersama-sama dengan Kemenkominfo untuk menjadikan teknologi berdaya guna,” pesan Rudiantara, Menkominfo yang diwakili oleh Dirjen Bidang Aplikasi Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan event Lintas Teknologi Solutions Day dengan Tema : “BUSINESS TRANSFORMATION THROUGHT TECHNOLOGY”, Kamis (23/11) di Jakarta.

“Event penting ini digagas oleh PT. Lintas Teknologi Indonesia, yaitu perusahaan lokal  yang telah lama berkecimpung di infrastruktur teknologi inti, aplikasi dan solusi layanan. Sebagai sebuah event yang memberikan nilai tambah pada pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan teknologi secara tepat dan cerdas,” pungkas Muhamad Paisol, Presiden Direktur PT. Lintas Teknologi Indonesia.

Ada lima isu yang harus ditata untuk membantu mendorong transformasi digital di Indonesia. Kelima hal tersebut adalah infrastruktur/standarisasi, legal, ekonomi, pembangunan serta sosial dan budaya.

Transformasi digital sendiri bisa dikatakan sebagai perubahan yang terkait dengan penerapan teknologi digital di semua aspek masyarakat manusia. Tahap transformasi berarti penggunaan inheren digital memungkinkan jenis baru dari inovasi dan kreativitas dalam domain tertentu, bukan hanya meningkatkan dan mendukung metode tradisional

Menurut Paisol, mengacu pada survei global dari Pure Storage bertajuk Evolution mengungkapkan sebanyak hampir 70% dari 200 bisnis di Indonesia yang terjaring sebagai responden menuturkan bahwa lebih dari separuh pendapatan yang mereka kantongi dihasilkan dari arus-arus digital pada bisnis mereka. Adapun hasil ini lebih tinggi dari angka rata-rata yang tercatat untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang, yakni sebesar 46%.

Survei ini mencatat meskipun saat ini Indonesia masih berada di tahap awal perjalanan digitalisasi, namun bisnis-bisnis terkoneksi tampaknya makin gencar memperkukuh strategi digital mereka. Hal ini membawa imbas yang cukup signifikan dari sisi ekonomi.

Indonesia diharapkan bisa meraup hingga USD150 miliar per tahun pada 2025. Adapun teknologi-teknologi yang tengah naik daun, seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), serta machine learning menjadi pemicu bagi bisnis dalam mempercepat kesuksesan mereka beralih ke digital serta mendukung mereka dalam mengubah cara mereka mengoperasikan bisnis di tengah ekonomi digital saat ini.

Survei independen ini menjaring lebih dari 9.000 responden yang berasal dari kalangan pemimpin IT di organisasi-organisasi di seluruh dunia, mencakup 3.000 orang yang berasal dari perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik dan Jepang.

Menurut survei, tercatat sebanyak 79% bisnis di Indonesia bergantung pada layanan-layanan digital dalam rangka mempercepat inovasi. Sementara itu, sebanyak 71% dari mereka yakin bahwa langkah tersebut akan mendukung mereka untuk tetap unggul dan kompetitif di kancah persaingan pasar yang kian sengit.

“Untuk memaksimalkan era digitalisasi berbasis Teknologi ini, diperlukan konsistensi dan peran serta masyarakat untuk mendukung, mengendalikan, dan mengembangkan teknologi inovasi yang diciptakan agar dapat digunakan secara optimal demi kemajuan, kemakmuran, dan kesejahteraan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berdaya saing tinggi,” ungkap Paisol. (Icha)

 

 

 

Resume Assistant LinkedIn Bantu Anda Cari Kerjaan Baru

0

Telko.id – LinkedIn, jaringan profesional terbesar di dunia, hari ini mengumumkan ketersediaan Resume Assistant bagi para pelanggan Office 365 di Indonesia. Fitur ini membantu profesional untuk dapat menulis resumeyang lebih efektif guna meraih kesempatan kerja baru, dengan cara memberikan inspirasi, informasi yang relevan, serta sumber daya lainnya secara langsung di dalam Microsoft Word.

“Ketika mencari kesempatan kerja baru, langkah awal untuk memulainya sering kali menjadi halangan. Padahal, profil LinkedIn seharusnya menjadi hal pertama yang Anda perbarui, agar mencerminkan prestasi, pengalaman kerja, dan minat profesional Anda,” kata Kylan Nieh, Senior Product Manager, LinkedIn.

“Profil LinkedIn tidak hanya berguna untuk membangun jaringan, tetapi juga memastikan bahwa perekrut dapat menemukan Anda dan tentunya jaringan Anda dapat membantu menghubungkan Anda dengan berbagai kesempatan karier yang dicita-citakan.”

Kylan menambahkan, “Kami mengerti bahwa resume merupakan bagian penting dari proses perekrutan. Karena itu, kami ingin membantu Anda untuk dapat merefleksikan pengalaman kerja serta berbagai hal penting lainnya yang dapat menunjang karier, di dalam profil LinkedIn maupun resume secara tepat dan efektif. berdasarkan semangat ini, kami membawa kekuatan LinkedIn ke Microsoft Word dengan meluncurkan fitur Resume Assistant.”

Resume Assistant ini akan membantu para professional untuk menulis resume yang dapat merepresentasikan profesionalitas, pengalaman, serta keahlian seorang profesional secara tepat, dan juga sesuai dengan posisi/industri yang diincar merupakan tantangan besar.

Studi terbaru dari LinkedIn, yang melakukan survey pada para profesional di Amerika Serikat, mengungkap bahwa ketidaktahuan tentang bagaimana merepresentasikan diri secara efektif adalah hal yang paling menantang (diungkap oleh 70% responden). Data juga mengungkap bahwa, sebanyak 50% responden merasa resume yang ditulis khusus untuk menyasar satu jenis posisi justru menjadi penghalang kesuksesan mereka.

Saat memilih posisi dan industri yang dituju, Resume Assistant akan mengambil wawasan yang di dapat dari jutaan profil anggota LinkedIn lainnya, sehingga penulis dapat melihat contoh-contoh terbaik, dan lebih penting lagi mengetahui bagaimana para profesional lain – di posisi ataupun industri yang dituju- merepresentasikan diri mereka.

Selain itu, Resume Assistant juga akan menampilkan keahlian yang dibutuhkan pada suatu posisi/industri yang ingin diraih, membantu perekrut menemukan kandidat mereka dengan lebih cepat dan mudah, lalu bagaimana caranya menentukan keahlian-keahlian yang tepat untuk dimasukkan ke dalam resume.

Resume Assistant juga akan memberikan informasi tentang apa saja keahlian dari profesional lainnya yang telah sukses mencapai posisi yang diinginkan tersebut, serta keahlian spesifik yang dibutuhkan pada suatu industri tertentu – sehingga para profesional dapat mempelajarinya, dan/atau jika sudah dimiliki dapat langsung dicantumkan di resume.

Mempelajari keahlian baru yang dibutuhkan juga dapat dilakukan dengan lebih mudah berkat LinkedIn. Pasalnya LinkedIn Learning dapat langsung diakses melalui Resume Assistant. Akses ini membantu profesional mempelajari keahlian yang dibutuhkan pada tiap lowongan pekerjaan secara langsung, guna memperbesar kesempatan untuk mendapatkan posisi tersebut.

Resume Assistant memberikan akses ke lebih dari 11 juta lowongan pekerjaan yang relevan dan tersedia di LinkedIn. Selain posisi pekerjaan, informasi yang lebih mendetail tentang keahlian dan pengalaman yang dibutuhkan untuk mengisi posisi tersebut juga dapat terlihat. Dengan begitu, resume dapat ditulis dan disesuaikan dengan kebutuhan dari posisi yang sedang diincar.

Selain itu, Resume Assistant juga menyediakan wawasan, seputar tips dan juga beragam konten yang tersedia di LinkedIn, tentang cara menulis resume yang efektif dan informasi seputar industri. Lebih jauh lagi, pengguna dapat terhubung dengan penulis resume profesional melalui ProFinder, sebuah marketplace yang khusus menyediakan beragam jasa dari para freelancer. (Icha)

 

 

 

DOKU Merchant Dukung Pebisnis Online Untuk Ekspansi

0

Telko.id – Bisnis jual beli online atau e-commerce di Indonesia terus berkembang dengan tingkat pertumbuhan mencapai dua digit setiap tahunnya. Strategi ‘go online’ pun semakin menjadi pilihan bagi pemilik usaha, baik yang baru mulai merintis maupun perusahaan yang ingin melakukan ekspansi bisnis ke ranah online.  Dari sisi konsumen adopsi cashless juga semakin meningkat sejalan dengan menjamurnya portal belanja online yang konsisten memberikan pengalaman belanja lebih praktis.

Sebagai perusahaan pembayaran yang melayani sisi merchant dan konsumen secara luas DOKU pun selalu berinovasi untuk memberikan kenyamanan dalam proses jual beli online. DOKU meluncurkan DOKU Merchant, sebuah web portal terintegrasi dengan fitur reporting & market analytics baru yang siap mendukung segala jenis bisnis merchant.

“DOKU Merchant adalah cara tercepat bagi para pemilik usaha untuk segera memulai bisnis dan menerima pembayaran secara online. Portal ini dapat memangkas proses on-boarding yang sebelumnya semi- manual menjadi lebih ringkas dan sistematis,” ucap Nabilah Alsagoff, Chief Operating Officer DOKU.

Menurut Badan Ekonomi Kreatif, Indonesia merupakan pasar potensial industri e-commerce global dengan nilai mencapai USD 8,3 miliar atau sekitar Rp 107 triliun di 2017 ini.

Pertumbuhan industri e-commerce Indonesia diprediksi mencapai nilai USD 130 miliar pada tahun 2020 dengan pertumbuhan per tahun mencapai 50 persen. Belum lagi ditambah dengan semakin banyaknya pengguna smartphone, diperkirakan pertumbuhan sektor industri baru ini akan melonjak di tahun 2025 dengan nilai mencapai USD 156 miliar.

Untuk mengimbangi potensi lonjakan pertumbuhan  ecommerce di atas, diperlukan infrastruktur mumpuni yang tidak hanya menjamin kemudahan dan keamanan transaksi, namun lebih jauh lagi membantu para pemilik usaha mengatur laju bisnis dan siap berkembang bersama bisnis mereka.

DOKU Merchant merupakan solusi manajemen toko online untuk segala jenis bisnis, mulai dari enterpreneur yang gencar berjualan di media sosial, start-up dan UKM yang sudah memiliki toko online maupun yang belum, sampai dengan perusahaan besar yang sudah memiliki sistem internal sendiri.

“Web portal DOKU Merchant yang dilengkapi dengan fitur reporting & market analytics baru ini siap mendukung bisnis jenis apa saja, intinya satu akses untuk mendukung semua jenis bisnis. Fitur reporting & market analytics kami sangat membantu para merchant untuk mengontrol, menganalisa, memproyeksikan serta merencanakan strategi bisnis yang sedang dijalankan “ tambah Nabilah.

Beberapa fitur reporting & market analytics baru yang dibenamkan dalam web portal DOKU Merchant diharapkan dapat membantu para merchants untuk lebih dekat memantau pergerakan penjualan, menganalisa kebiasaan pelanggan, serta memberikan proyeksi tren penjualan di toko online mereka. Selain fitur, DOKU juga memberikan akses cepat bagi para merchant yang ingin mengembangkan bisnis dan memerlukan modal usaha tambahan. Akses cepat ke P2P lending ini DOKU berikan untuk para merchant yang bergabung dengan DOKU setidaknya 6 bulan dengan history transaksi yang baik.

Nabilah menjelaskan lebih lanjut bahwa kapabilitas portal DOKU Merchant yang dapat dioperasikan dari manapun (remote management) sangat relevan dengan gaya berbisnis masa kini, dimana para pelaku usaha kian mobile dalam menjalankan bisnisnya dan istilah digital nomad menjadi kian populer dan digemari oleh para pemilik usaha.

Penyempurnaan web portal ini dapat terlaksana dengan maksimal berkat riset tim dan masukan (learnings) yang didapat dari para merchant DOKU. Penyempurnaan web portal DOKU Merchant masih akan terus berlanjut dan ditargetkan akan benar – benar rampung di akhir 2017.  (Icha)

 

 

 

Ups, Uber Bayar Hacker si Pencuri 57 Juta Data sebesar USD 100 Ribu Untuk Jaga Rahasia

0

Telko.id – Ternyata, tahun lalu, Uber, perusahaan transportasi berbasis aplikasi ini pernah diserang oleh hacker secara massive. Setidaknya 57 juta akun pelanggan dan pengemudinya yang ‘dicuri’. Untuk itu, perusahaan ini rela membayar hacker hingga USD 100 ribu agar hacker tetap menjaga kerahasiaan data tersebut.

Dara Khosrowshahi, yang baru saja menjabat sebagai CEO Uber pada bulan Agustus lalu menggantikan pendirinya Travis Kalanick mengetahui peristiwa tersebut pada bulan November, satu bulan setelah kejadian. Hal ini terungkap di media karena adanya berita dari Bloomber yang pertama kali melaporkan pelanggaran data pada hari Selasa (21/11).

Uber menyatakan bahwa dua hacker yang membobol itu memperoleh akses terhadap informasi kepemilikan yang digunakan oleh Uber dan disimpan di GitHub, sebuah layanan yang memungkinkan para insinyur berkolaborasi dalam kode perangkat lunak.

“Dua orang mendownload data tersebut, termasuk nama, alamat email dan nomor ponsel pengguna Uber di seluruh dunia dan nama-nama dan nomor lisensi pengemudi dari 600.000 pengemudi A.S,” kata Khosrowshahi.

“Saya tidak dapat menghapus masa lalu. Yang dapat dilakukan adalah belajar dari kesalahan kami yang lalu. Kami juga akan mengubah cara menjalankan bisnis, menerapkan integritas pada inti setiap keputusan yang kami buat dan bekerja keras untuk mendapatkan kepercayaan dari pelanggan kami,” ujar Khosrowshahi.

Dengan adanya kejadian tersebut, Uber memecat petugas keamanan utamanya, Joe Sullivan, dan seorang wakilnya, Craig Clark, karena peran nya dalam menangani insiden tersebut. Kemudian digantikan oleh Matt Olsen, mantan penasihat umum Badan Keamanan Nasional A.S., Tugas utamanya adalah untuk merestrukturisasi tim keamanan dan menjaga semua proses yang ada di perusahaan. Selain itu juga menyewa Mandiant, perusahaan keamanan maya milik FireEye Inc, untuk menyelidiki pelanggaran tersebut.

Sebelumnya, data pengemudi dan penumpang Uber pun dicuri tahun 2014 silam. Di mana, karyawannya telah menggunakan perangkat lunak yang disebut “God View” untuk melacak penumpang. (Icha)

4 Aplikasi ini Jadi Yang Terbaik di Telkomsel The NextDev 2017

0

Telko.id – Telkomsel The NextDev 2017, kompetisi yang mendorong anak muda Indonesia untuk berkarya lewat teknologi, telah sampai pada puncaknya. Setelah melewati berbagai tahapan seleksi sejak bulan Juli 2017, Cekmata, Squline, Karapan dan Marlin Booking akhirnya terpilih menjadi empat pemenang, menyisihkan finalis-finalis lainnya yang masuk ke babak Top 20. Keempat aplikasi terbaik ini dinilai memiliki kemampuan untuk memberikan solusi bagi masalah-masalah yang ada di tengah-tengah masyarakat.

“Selamat kepada empat aplikasi terbaik The NextDev 2017. Semoga aplikasi-aplikasi ini dapat memberikan dampak langsung yang positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, agrikultur, dan transportasi,” kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel.

Ririek menambahkan bahwa setiap tahunnya kompetisi The NextDev terus menelurkan aplikasi digital yang inovatif. Hal ini menunjukkan tingginya kreativitas anak muda Indonesia untuk mencari solusi menggunakan teknologi bagi permasalahan yang ada di lingkungannya. Ini sesuai dengan upaya Telkomsel dalam membangun ekosistem digital di Indonesia, dimana salah satu komponen utamanya adalah kehadiran berbagai aplikasi yang berkualitas ciptaan anak negeri.

Cekmata, Squline, Karapan dan Marlin Booking berhasil menjadi pemenang The NextDev 2017 setelah melewati fase akhir penjurian berdasarkan penilaian panel juri yang terdiri dari praktisi startup dan pakar teknologi, yaitu Irfan Tachrir (Direktur HCM Telkomsel), Samuel Pangerapan (Dirjen Aplikasi Informatika), Ariff Kamal (Associate SEO Director GroupM), Dayu Dara (Vice President GO-JEK), Dennis Adhiswara (CEO Layaria), dan Alamanda Shantika (Co-Founder Binar).

Pada fase penjurian akhir tersebut, sebanyak 20 finalis The NextDev melakukan Final Pitching di hadapan panel juri selama tiga menit. Mereka berusaha meyakinkan panel juri mengenai kompetensi startup dan aplikasi digital yang mereka kembangkan berdasarkan masalah yang ditemukan, solusi yang ditawarkan, validasi pasar, model bisnis, rencana pengembangan produk, strategi pengembangan bisnis, serta kapabilitas tim.

Berdasarkan hasil final pitching, para finalis kembali disaring menjadi delapan finalis (dua finalis dari masing-masing kategori: e-Health, e-Education, e-Agriculture, dan e-Transportation).  Kedelapan finalis yang terpilih ini kemudian melakukan ‘Startup Battle’, untuk menentukan pemenang utama dari setiap kategori.

Sebagai persiapan untuk menghadapi fase penjurian akhir, 20 finalis The NextDev 2017 terlebih dahulu mengikuti mini bootcamp. Pada pelatihan singkat dan intensif ini, mereka mendapatkan materi tentang Public Speaking, Startups Financing, dan Character Building for Startup Success yang difasilitasi oleh praktisi terkait yaitu Yosanova (Assistant Vice President Mark Plus), Dheta Aisyah (Chief Business Development Officer Binar Academy) dan Danu Wicaksana (CEO TCASH).

Empat aplikasi terbaik The NextDev 2017 mendapatkan hadiah utama berupa 7M (Market Access, Marketing, Mentoring, Management Trip, Money, Monetizing dan Match Expert), dan bersama dengan finalis lainnya akan mengikuti pelatihan lanjutan dari Telkomsel dalam program The NextDev Academy. Program ini akan mengasah dan mempertajam kualitas aplikasi yang diciptakan startup. Dengan berpartisipasi dalam akademi ini, para finalis The NextDev akan berkesempatan untuk meningkatkan skalabilitas social technopreneurs melalui pengembangan diri dan peningkatan kemampuan di bidang research and customer development, design sprint, branding, product development, serta business model and bootstrapping.

“Kami melihat teknologi bisa menjadi percepatan dalam penyelesaian suatu masalah. Melalui The NextDev, kami harap program ini bisa memberikan inspirasi bagi lebih banyak lagi anak muda Indonesia untuk berkarya melalui teknologi, mewujudkan ide dan impian mereka melalui kreasi aplikasi digital yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat luas”, tutup Ririek. (Icha)

 

 

 

Ini Dia ‘Planning’ Tri Untuk Maksimalkan Frekuensi 2100 Mhz Hasil Lelang

0

Telko.id – Seperti diketahui, Indosat Oordeoo dan Hutchinson 3 Indonesia (Tri) memenangkan lelang frekuensi 2100Mhz yang dilakukan oleh pemerintah beberapa waktu lalu. Untuk Tri, yang dikantongi adalah tambahan pita selebar 5Mhz. Apa yang akan dilakukan oleh Tri?

Dengan tren trafik data yang begitu cepat tumbuh, Tri pun berniat untuk menggelar jaringan 4G paska kemenangan lelag frekuensi 2100 Mhz tersebut.

“Kami akan menggunakan 5MHz itu untuk keperluan 4G di 2.100MHz. Saat ini memang 50 persen trafik kami masih berasal dari jaringan 3G,” ujar M Danny Buldansyah, Wakil Presiden Direktur Tri Indonesia ditemui di acara Bincang Santai Direksi Tri Indonesia di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Kendati demikian, ia belum dapat memastikan apakah blok di 2.100MHz akan digunakan sepenuhnya untuk jaringan 4G. “Nanti lihat saja bagaimana hasilnya, tergantung trafik. Kalau lebih besar di 4G, ya kami pakai di sana,” tuturnya.

Sebagai informasi, pada 2016, pada tahap pertama 4G, Tri baru membuka layanan 4G di 6 kota saja. Lalu meningkat pesat hingga pada semestrer 1 tahun 2017 melonjak hingga 234 kota dan 7.300 village. Dengan total BTS 4G 13.600 site. Sedangkan untuk 3G ad 18.200 BTS dan 2G ada 16.900 BTS.

“Untuk implemtasi pengembangan 4G dengan frekuensi tambahan tersebut, Tri akan membangun BTS 4G di kota-kota besar. Seperti di Jabodetabek, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Baik untuk perluasan coverage 4G maupun untuk meningkatkan kapasitas,”kata Gustiansyah Wilson, VP Network Planning & Contract Management Hutchinson Tri Indonesia menjelaskan.

Gustiansyah menambahkan, “Dengan penambahan satu blok atau pita frekuensi 5 MHz menjadi 15 MHz saat ini di 2,1 GHz bisa menunjang 50 persen kapasitas jaringan. Dengan demikian, pelanggan bisa lebih merasakan pengalaman layanan data secara lebih maksimal”.

Sebelum memenangkan lelang frekuensi, Tri hanya memiliki total spektrum selebar 20MHz. Rinciannya, 10MHz di 1.800MHz dan 10MHz di 2.100MHz.

Dengan frekuensi yang dimiliki itu, adanya penambahan frekuensi menjadi sangat berarti bagi Tri. Pasalnya, trafik data Tri terus meningkat. “Jumlah spektrum yang dimilikinya tidak cukup untuk menampung trafik Tri yang terus meningkat. Apalagi, sebagian besar pelanggan Tri adalah kaum milenial yang haus data. Untuk itu, Tri membutuhkan tambahan frekuensi,” ungkap Danny menjelaskan alasannya Tri begitu ‘ngotot’ untuk memperoleh frekuensi tambahan ini.

Namun, khusus untuk frekuensi 2100 Mhz ini masih perlu menunggu terlebih dahulu dalam mengimplementasikannya. Pasalnya, saat ini kondisinya masih belum beraturan sehingga perlu dilakukan refarming terlebih dahulu. Langkah penata ulang frekuensi ini sendiri sudah dimulai 21 November ini.

Jadwal dari refarming itu sendiri sudah diatur bersama dengan pemerintah yakni Indosat memulai pada 21 November dan selesai pada 1 Maret 2018. Lalu diikuti oleh XL yang akan mulai memindahkan frekuensinya pada tangga 15 Januari dan selesai pada 18 April 2018. Berbarengan dengan Telkomsel. Namun operator yang memiliki pelanggan terbesar di Indonesia ini dijadwalkan baru akan selesai 25 April 2018.

Baru setelah refarming Telkomsel selesai, Tri bisa menempati frekuensi 2100 Mhz. Jadi, sesudah tanggan 25 April baru Tri memulai implementasikan pengembangan jaringannya. “Kita menunggu Telkomsel selesai dulu, baru bisa memulai pengerjaan di frekuensi 2100 Mhz ini. Setelah itu menanti 1 sampai 2 minggu baru pelangana dapat menikmati layanan,” tutur Gustiansyah.

Gustiasyah juga sangat yakin, tambahan layanan 4G yang akan digelar oleh Tri ini akan dilahap oleh pelanggan yang banyak dari segmen milenials. Ditambah lagi, banyaknya orang yang bermigrasi ke 4G karena pesatnya ponsel yang mendukung 4G dengan banderol harga yang terjangkau. Selain itu, tren media sosial juga membuat orang senang menggunakan layanan data.

Lebih lanjut ia mengungkapkan besarnya trafik layanan data, di mana per harinya mencapai 4.200 TB. Trafik data tersebut 2.4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2016. “Penggunaannya paling besar untuk mengakses YouTube sebesar 41%, diikuti dengan Instagram 31%, Facebook 15%, Whatsapp 10%,” tuturnya.

Sedangkan untuk pelanggan, sampai semester I 2017 ini Tri sudah digunakan oleh 59.2 juta pelanggan. Dengan komposisi 50% adalah pelanggan 4G, 30% pelanggan 3G dan 15% masih menggunakan layanan 2G. (Icha)

Indosat Ooredoo Jadi Technology Advisor Dalam Implementasi Smart City Indonesia

0

Telko.id – Pemerintah sedang giat mengimplementasikan smart city. Dengan kemampuan yang ada, Indosat Ooredoo pun berkomitmen untuk mendukung pemerintah kota atau kabupaten dalam mengimlementasikan inisiatif smart city sebagai ‘technology advisor’ dalam Gerakan Menuju 100 Smart City, program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kantor Staf Kepresidenan.

Dengan peran ini, Indosat Ooredoo Business berpartisipasi aktif membantu pemerintah kota/kabupaten dalam mempercepat implementasi program-program dalam smart city masterplan dengan memanfaatkan teknologi ICT baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasi potensi yang ada di masing-masing daerah.

Operator ini pun berkomitmen untuk menyediakan solusi ICT yang lengkap untuk mendukung pemerintah kota/kabupatan mulai dari layanan telekomunikasi seluler, satelit, maupun konektivitas melalui fiber optik; solusi IT services seperti Data Center/DRC, cloud, security services; solusi M2M dan IoT; layanan managed services.

Indosat Ooredoo Business juga menyediakan solusi yang dirancang khusus untuk pemerintah kota yaitu platform Kota Digital Indonesia dan solusi spesifik seperti eGov, Command Centre, Digital Library, City Living & Reporting, Social Media Monitoring, Smart Lighting, Bank Sampah, dan lainnya.

Dengan tersedianya solusi ICT yang lengkap, Indosat Ooredoo Business dapat membantu implementasi program smart city secara menyeluruh dan berkesinambungan mulai dari pondasi dasar berupa jaringan atau infrasruktur telekomunikasi dan ICT, platform smart city, dan aplikasi-aplikasi yang berjalan di atasnya secara terintegrasi.

“Untuk mengimplementasikan program smart city, ICT atau TIK merupakan salah satu enabler yang sangat penting dan tidak terhindarkan karena merupakan bagian dari seluruh proses bisnis aktivitas dalam suatu kota. Namun yang terpenting adalah solusi yang dibangun harus  terintegrasi antar  lembaga/kementrian/dinas, terintegrasi vertikal,  serta terintegrasi dengan pihak non-pemerintah,” kata Herfini Haryono, Director and Chief Wholesale & Enterprise Officer Indosat Ooredoo.

Herfini menambahkan “Yang penting ke dua adalah solusi yang menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien serta memberikan kapasitas yang mencukupi kebutuhan. Terakhir yang tidak kalah penting adalah solusi tersebut harus  dirancang berkesinambungan dan tidak  hanya menjadi solusi  sesaat yang berganti-ganti”.

“Peran sebagai technology advisor adalah bukti komitmen kami dalam mendukung terciptanya Kota Cerdas yang memberikan layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi; mendukung implementasi Kota Cerdas menjadi yang terdepan dalam memberikan solusi ICT dengan berbagai produk & layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia memungkinkan tercapainya kualitas kehidupan yang lebih baik; serta mewujudkan Kota Cerdas berbasis teknologi yang berkelanjutan dan berdaya saing”, pungkas Herfini Haryono. (Icha)

Marvell Beli Perusahaan Chip Cavium Seharga $ 6 miliar

0

Telko.id – Pasar semikonduktor terus melakukan konsolidasi. Kali ini, Marvell Technology Group membuat tawaran $ 6 miliar untuk produsen chip Cavium. Transaksi tersebut telah disetujui oleh dewan kedua perusahaan, dengan pemegang saham Cavium menerima $ 40 per saham dan sekitar 2,2 saham umum Marvell untuk setiap saham biasa Cavium.

Langkah ini memperluas pasar Marvell yang menggeser perusahaan yang fokus pada chip untuk ruang penyimpanan digital ke dalam komunikasi dan jaringan. Pemegang saham Cavium akan memiliki sekitar 25% dalam perusahaan gabungan. Dalam penawaran ini, Marvell berencana untuk membeli dengan kombinasi uang tunai dan pembiayaan $ 1,75 miliar.

“Ini adalah kombinasi menarik dari dua perusahaan yang sangat saling melengkapi yang setara sama dengan jumlah bagian mereka,” kata Presiden dan CEO Marvell Matt Murphy.

Murphy menambahkan “Kombinasi ini memperluas dan mendiversifikasi basis pendapatan dan pasar akhir kami, dan memungkinkan kami untuk memberikan serangkaian solusi terdiferensiasi yang lebih luas kepada pelanggan kami.”

Murphy sendiri akan memimpin perusahaan gabungan, dan Syed Ali, pendiri dan CEO Cavium, akan menjadi penasihat strategis sekaligus anggota dewan direksi Marvell.

“Potensi kita sangat besar. Kami berharap dapat bekerja sama dengan tim Marvell untuk memastikan transisi yang mulus dan untuk mulai membuka peluang signifikan yang kombinasi kami ciptakan,” kata Ali.

Anggota tim gabungan tim gabungan lainnya termasuk CFO Jean Hu dari Marvell; Co-founder Cavium dan COO Raghib Hussain; dan Anil Jain, wakil presiden kavium dari rekayasa sirkuit terpadu.

Saham Marvell naik 2% pada awal perdagangan, sementara kenaikan Cavium hampir 8%. Marvell berbasis di Bermuda dan beroperasi di markas besar Santa Clara, California Cavium di San Jose, California, dan perusahaan ini memiliki pusat desain di California, Massachusetts, India, Israel, China dan Taiwan.

Kesepakatan tersebut menyusul tawaran Broadcom untuk mengakuisisi Qualcomm yang bersaing, dengan tawaran senilai 130 miliar dolar yang tidak diminta bahwa dewan Qualcomm dengan suara bulat menolak, dengan mengatakan bahwa penawaran tersebut mengecewakan Qualcomm dan prospek pertumbuhannya. (Icha)