spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1494

Petugas XL Berjibaku Jaga Jaringan di Yogyakarta dan Jawa Timur

0

Telko.id –  XL Axiata berusaha keras menjaga jaringan dan layanan telekomunikasi yang berada di sejumlah daerah terlanda banjir di kawasan Pesisir Selatan DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Petugas XL Axiata di lapangan terus berupaya yang memastikan jaringan tetap bisa beroperasi, dan di sejumlah titik juga harus mengatasi kendala alam yang terjadi.

Dalam tiga hari terakhir banjir melanda sejumlah daerah di DI Yogyakarta, yaitu Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kabupaten Kulon Progo. Di Provinsi Jawa Timur, banjir melanda antara lain Kabupaten Pacitan dan Ponorogo

“Salah satu upaya yang kami lakukan dengan berjibaku adalah memastikan BTS-BTS yang terputus aliran listriknya tetap bisa beroperasi dengan dukungan genset. Padahal banyak di antara area-area tersebut tertutup banjir dan jalan menuju ke lokasi BTS tidak bisa dilalui. Selain itu, banjir juga merusak perangkat. Kami juga harus mengatasinya dengan mengganti perangkat yang rusak. Kami akan terus berjuang menjaga layanan sambil berharap kondisi ini bisa segera kembali normal,” kata Rb Sofia Purbayanti, Vice President XL Axiata Central Region.

Sofia menandaskan, petugas XL Axiata akan terus bersiaga hingga kondisi kembali normal. Untuk itu, kepada pelanggan dan masyarakat yang berdomisili di area yang terkendala, XL Axiata memastikan upaya normalisasi layanan akan terus dilakukan.

Meski begitu, XL Axiata memastikan hanya sebagian kecil dari BTS yang terkendala dari total BTS yang ada di semua wilayah tersebut. Secara total ada sekitar 400 unit BTS XL Axiata yang melayani seluruh wilayah di Bantul, 250 BTS di Gunung Kidul, dan 150 di Kulon Progo. Sementara itu di Pacitan ada sekitar 149 BTS dan 150 BTS di Ponorogo.

Untuk memastikan kondisi jaringan di seluruh wilayah layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, XL Axiata juga telah membuka pusat kendali jaringan yang berlokasi di Jakarta, dan di Yogyakarta serta Surabaya. Melalui pusat kendali ini, XL Axiata bisa memonitor secara terus menerus kondisi seluruh jaringan sehingga bisa dilakukan penanganan segera jika terjadi suatu kendala, termasuk saat terjadi bencana alam.

Selain berupaya keras menjaga jaringan dan layanan, petugas XL Axiata juga terus berupaya menyalurkan bantuan kepada warga yang terlanda banjir di semua daerah terlanda bencana tersebut. Penyaluran bantuan juga dikoordinasikan dengan aparat di masing-masing daerah mengingat lokasi banjir yang sulit diakses. Bantuan yang disalurkan antara lain berupa bahan-bahan makanan, obat-obatan, dan sarana telekomunikasi berupa Telepon Umum Gratis (TUG).

Untuk daerah Bantul, bantuan XL Axiata sudah tersalur sejak Rabu (29/11), tepatnya melalui posko bantuan di Dusun Donotirto, Kelurahan Bambanglipuro, Kecamatan Kretek, Bantul. Bantuan lain akan segera menyusul ke lokasi lainnya sesuai dengan kondisi. Sementara itu, untuk daerah Pacitan, bantuan direncanakann bisa segera disalurkan melalui posko terdepan di Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Pacitan. Karena akses jalan ke tengah kota Pacitan masih belum bisa dilalui, selain akan menyalurkan bantuan secara mandiri, tim XL Axiata di lapangan juga akan bekerjasama dengan aparat setempat.

Terkait dengan kondisi cuaca di mana hujan dengan intensitas tinggi di berbagai daerah di tanah air, XL Axiata juga bersiaga di setiap wilayah. Kualitas layanan menjadi prioritas utama sebagai perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dan data. Selain itu, sebagai bagian dari masyarakat dan pelanggan, di setiap wilayah layanan, XL Axiata akan selalu berusaha ikut berkontribusi memberikan bantuan baik bersifat teknis sesuai bidang usaha telekomunikasi, maupun bantuan yang bersifat kemanusiaan. (Icha)

Bakal Banyak Peluang Pembiayaan di India-Asean ICT Expo 2017

0

Telko.id – Indonesia telah muncul sebagai mitra dagang terbesar kedua India di kawasan ASEAN. Begitupun dengan India yang merupakan salah satu mitra dagang terkemuka untuk ASEAN. Kedua wilayah tersebut telah menunjukkan komplementaritas bagi bisnis untuk tumbuh dan berkembang. Perdagangan bilateral India-Indonesia telah mencapai USD 24,10 miliar pada 2015-2016.

Untuk memperkuat hubungan dan komitmen antara India dan kawasan ASEAN, Telecom Equipment & Services Export Promotion Council (TEPC) yang merupakan dewan promosi dan layanan ekspor telekomunikasi India, dengan bangga mempersembahkan Expo ICT INDIA-ASEAN 2017 pada tanggal 6 dan 7 Desember 2017 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Indonesia.

Konferensi teknologi akbar di akhir tahun ini mendapat dukungan dari Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi Pemerintah India, dan NASSCOM. Situs web acara ini bisa diakses di laman https://indiaasean-ictexpo.telecomepc.in/about-the-exhibition/.

India – ASEAN ICT Expo 2017 akan menjadi platform untuk konvergensi teknologi dan pertukaran bisnis. Acara ini akan sangat membantu tidak hanya dalam meliput peluang jalur kredit yang diumumkan oleh Pemerintah, namun juga akan membantu perusahaan untuk membangun basis bisnis yang kuat di pasar negara-negara berkembang.

Fokus dari India – ASEAN ICT Expo 2017 adalah IT dan telekomunikasi – dua sektor yang merupakan tulang punggung bagi pertumbuhan suatu wilayah / negara manapun dan Indonesia telah menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di Asia dalam adopsi dan komunikasi TIK teknologi.

Indonesia dengan cepat mengembangkan basis internet dan konektivitas broadband, pasar mobilitas jalur cepat serta proyek e-Government dan citizen-centrice. Hal ini membuat Indonesia menjadi pasar potensial untuk produk-produk telekomunikasi India dan memiliki permintaan yang bagus untuk proyek telekomunikasi.

Di sisi lain, India telah membuktikan kemampuannya di sektor TIK (teknologi informasi dan komunikasi). Negara ini juga diakui sebagai tujuan pilihan untuk produk dan layanan telekomunikasi dengan transfer teknologi produk telekomunikasi yang dirancang melalui litbang untuk kebutuhan negara berkembang.

Dengan permintaan domestik yang besar untuk peralatan telekomunikasi di India, perusahaan melalui inovasi dan R&D menciptakan produk kelas dunia untuk India dan juga pasar negara berkembang lainnya.
Konferensi dan pameran tersebut akan mempertemukan lebih dari 100 perusahaan dari India dan kawasan ASEAN dan menarik lebih dari 2000 pengunjung pameran. Acara ini akan menghadirkan pemangku kepentingan IT & Telecom dari India ke Network, Meet and Plan untuk pemenuhan impian ekonomi bekerjasama dengan Industri ICT ASEAN.

Bapak Manoj Sinha, Menteri Komunikasi India berkunjung ke Indonesia dan memimpin delegasi industri TIK India. Aruna Sundararajan, Sekretaris, Departemen Telekomunikasi, Pemerintah India juga akan hadir. Selain itu, 10 Menteri ICT di kawasan ASEAN juga diundang oleh Pemerintah India untuk hadir di India – ASEAN ICT Expo 2017.

Memperkuat Ikatan Antara India dan Indonesia
Fokus India untuk memperkuat hubungan multifaset dengan ASEAN adalah hasil dari perubahan signifikan dalam skenario politik dan ekonomi dunia sejak awal 1990an dan pawai India sendiri menuju liberalisasi ekonomi. Pencarian India untuk ruang ekonomi menghasilkan ‘Look East Policy’.
India dan ASEAN mengamati 25 tahun Kemitraan Dialog mereka, 15 tingkat interaksi Tingkat Summit dan 5 tahun Kemitraan Strategis di tahun 2017. Tema perayaan ulang tahun perak dari Kemitraan Dialog ASEAN-India, “Nilai Bersama, Takdir Bersama”, dibangun di atas peradaban dan ikatan budaya yang telah mengikat negara-negara India dan ASEAN selama lebih dari seribu tahun. Line of credit sebesar US $ 1 MILIAR pada ‘DIGITAL CONNECTIVITY’ juga tersedia untuk ASEAN.

Berkat solusi game changer dari industri TIK India serta memanfaatkan Government of India Line of Credit yang tersedia untuk konektivitas digital ASEAN, Indonesia dapat menjadi proyek pertama yang menyegarkan ikatan bersejarah antara dua negara. Sebuah babak baru akan ditambahkan di sektor TIK antara kedua negara.

Ini akan menjadi transformasi besar dalam kehidupan masyarakat yang tinggal di Indonesia yang merupakan negara kepulauan, di mana mereka tidak hanya mendapatkan jangkauan jaringan seluler tapi juga e-education, e-health, wi-fi, dan e-governance. (Icha)

iGo eWallet Asal Singapura Yang Mempermudah Beli Tiket Konser

0

Telko.id – Kaum milenial Indonesia cukup sering ‘terbang’ ke Singapura hanya untuk nonton konser artis pujaannya. Untuk mengakomodir kebutuhan tersebut, SDP Asia meluncurkan solusi iGo.

Solusi ticketing atau eWallet Cashless seperti ini diklaim merupakan yang pertama kalinya di Asia Tenggara. iGo yang berbasis di Singapura ini mengumumkan peluncuran cara pembayaran QR-to-QR bersamaan dengan solusi RFID (gelang / kartu). Hal ini tentu memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen untuk melakukan pembayaran cashless.

iGo ini baru saja diluncurkan ke publik pada acara WHISKEY LIVE tahun ini yang diselenggarakan di Singapura akhir pekan lalu.

Bagi penduduk lokal dan turis yang ingin menghadiri acara berskala besar, akan dipermudah dengan mendownload aplikasi, membeli tiket, menyiapkan kredit, dan memiliki kebebasan untuk menggunakan keseimbangan dalam sejumlah kegiatan di sekitar Singapura.

Aplikasi yang tersedia untuk operating sistem iOS ini memiliki fitur Daftar Acara & Tempat, e-Ticketing (aplikasi web & seluler), Mobile eWallet untuk pembelian F&B dan Newsfeeds.

Semua pembayaran tiket untuk acara seperti festival, malam gala dinner, pameran, atau acara amal,semuanya dapat dilakukan menggunakan iGo. Cukup dengan sekali sentuh karena solusi ini menggunakan gateway pembayaran mobile dan hanya membutuhkan waktu dalam hitungan detik.

“Kami tidak merasa pengunjung acara harus dibatasi dengan mendownload aplikasi tanpa uang sebagai satu-satunya pilihan mereka dalam acara, membuat transaksi tanpa tunai pada acara besar dengan gelang atau kartu RFID memberikan solusi untuk massa,” kata
James Kane, Managing Director SDP Asia menjelaskan.

Kane menambahkan “Kami menciptakan aplikasi iGo sebagai perpanjangan layanan RFID Cashless yang disederhanakan, sedangkan iGo memungkinkan pelanggan untuk mempertahankannya, ditambah dengan menambahkan saldo di akun iGo untuk acara baru, belanja F&B, sekaligus menjaga tetap up-to-date. dengan segala sesuatu yang terjadi di Singapura”.

Yang penting bagi penyelenggara event adalah iGo menyediakan solusi end-to-end saat aplikasi dimulai dalam proses ticketing dengan mengakuisisi pelanggan sebagai pengguna baru, melayani di acara atau tempat, dan tetap memiliki saldo tidak terpakai pasca acara di iGo platform eWallet.

“Hal itu membuat ikatan antara penyelenggara dan konsumen dapat berlangsung secara jangka panjang. Bahkan, dapat dimaksimalkan juga untuk menawarkan tambahan ‘pengalaman’ dengan merek, diskon, loyalitas, gerai F & B, layanan dan banyak lagi, “tambah Kane.

Rencana perluasan wilayah pun sudah mulai berjalan, dan aplikasi iGo akan diluncurkan di Thailand pada awal 2018.

Menurut Laporan Mobilitas Ericsson 2016, Singapura memimpin dalam grafik regional penetrasi populasi smartphone dan mobile broadband dengan jumlah lebih dari 100 persen. Dorongan untuk masa depan transaksi tanpa tunai akan menjadi langkah maju dalam kemajuan teknologi untuk mempertahankan posisi negara-kota sebagai jantung keuangan Asia. (Icha)

Telkomsel Kerahkan 8 Mobile BTS Di Wilayah Gunung Agung Demi Jaga Kualitas

0

Telko.id – Wilayah Gunung Agung dan sekitar nya dilayani oleh 81 base transceiver station (BTS) Telkomsel. Saat ini semuanya tetap berfungsi normal untuk melayani pelanggan.

Dalam upaya mengantisipasi lonjakan trafik layanan di wilayah sekitar terjadinya bencana erupsi gunung berapi di Kabupaten Karangasem, Bali tersebut, Telkomsel mengerahkan delapan unit compact mobile base station (Combat) atau mobile BTS dan menyiagakan 83 unit genset sebagai backup yang diharapkan dapat membantu memaksimalkan layanan kepada pelanggan.

Di samping mengamankan kualitas jaringan, Telkomsel juga menyediakan fasilitas komunikasi gratis di beberapa titik posko pengungsian di wilayah Karangasem, Klungkung, Gianyar, dan Singaraja. Bagi pelanggan yang membutuhkan layanan isi ulang pulsa dan kartu perdana, Telkomsel juga telah mengerahkan Mobile GraPARI (MoGi), Motor Recharge (MoRe), serta outlet di posko pengungsian.

“Saat ini kelancaran dan kenyamanan komunikasi pelanggan masih tetap terjaga dengan baik dan kami terus berupaya menjaga kualitas layanan tetap optimal. Kami berharap fasilitas dan layanan komunikasi yang kami sediakan dapat membantu masyarakat serta pihak-pihak yang tengah melakukan penanganan bencana untuk menyampaikan kabar kepada keluarga maupun koordinasi di lapangan seputar situasi terkini,” kata Adita IrawatI, Vice President Corporate Communications Telkomsel.

Sebagai wujud kepedulian bagi para korban bencana alam di Gunung Agung, Telkomsel juga telah menyerahkan bantuan logistik melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa empat unit tandon air bersih, masker, air mineral, susu bayi, makanan cepat saji, vitamin, obat-obatan, selimut, dan karpet.

“Kami terus melakukan koordinasi secara intensif dengan BNPB untuk mengantisipasi perkembangan kondisi di lokasi bencana,” tambah Adita.

Kenyamanan pelanggan Telkomsel di wilayah Kabupaten Karangasem dalam berkomunikasi didukung lebih dari 200 BTS, di mana lebih dari 30 di antaranya merupakan eNode B (BTS 4G) untuk menikmati layanan data yang lebih berkualitas.

Aktivitas Gunung Agung terus meningkat sejak Sabtu (25/11) lalu, di mana erupsi fase magmatik disertai kepulan abu tebal menembus ketinggian 2.000-3.400 meter dari puncak kawah. BNPB pun telah meningkatkan status Gunung Agung menjadi “Awas” sejak Senin (27/11) lalu. (Icha)

Huawei Experience Day Ketiga Tandai Rampungnya Program SmartGen Tahun Ini

0

Telko.id – Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia) menggelar Huawei Experience Day yang ketiga. Acara ini merupakan bagian dari program Huawei SmartGen yang mengundang 45 mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Telkom (Tel U) ke Customer Solution Innovation & Integration Experience Center (CSIC) Huawei untuk mendapatkan pengetahuan terbaru tentang mengenai teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terkini bersama para ahli TIK Huawei.

Para mahasiswa ini akan belajar tentang teknologi jaringan terkini yang dikembangkan Huawei untuk mendukung pembangunan di dalam negeri, termasuk pentingnya ketersediaan akses jaringan di daerah pelosok untuk mendukung konektivitas Indonesia yang lebih baik dari para ahli TIK.

“Penyediaan akses jaringan ke daerah pedesaan merupakan salah satu rencana strategis Indonesia untuk meningkatkan penetrasi akses internet kepada masyarakat di seluruh Tanah Air, sehingga layanan mobile broadband dapat dirasakan secara merata manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” ujar Mohamad Rosidi, Director ICT Strategy & Marketing Huawei Indonesia.

Mohamad menambahkan “Dengan mendukung pemerintah dan operator untuk menyediakan akses jaringan di daerah pelosok, Huawei percaya bahwa hal tersebut akan membuka akses informasi dan pengetahuan yang lebih luas bagi masyarakat di daerah tersebut, serta mendorong pembangunan ekonomi nasional dalam jangka panjang.”

Dalam kesempatan terpisah, saat helatan Huawei – ITS Tech Day 2017 di Surabaya pada bulan Oktober lalu, Dr.Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), mengatakan: “Saya sangat menghargai kontribusi dan upaya Huawei yang berkesinambungan terhadap pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan, terutama untuk program SmartGen yang berfokus untuk transfer ilmu kepada pelajar Indonesia.”

Pada tahun 2017, melalui program alih pengetahuan SmartGen, Huawei telah bekerja sama dengan 7 universitas terkemuka di Indonesia (UI, ITB, UGM, ITS, Tel U, UNPAD, dan UNDIP) untuk 7 program Tech Day, 3 program Huawei Experience Day, program pelatihan global, Seeds for the Future, dan program magang dan rekrutmen, telah memberi manfaat ke lebih dari 2.000 mahasiswa.

“Huawei percaya bahwa potensi besar yang ada di bidang TIK akan menjadi pendorong pembangunan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup di Indonesia. Selama 30 tahun terakhir, Huawei fokus pada satu bidang, yakni membangun jaringan telekomunikasi. Berdasarkan pengalaman dan portofolio kami di lebih dari 170 negara dan melayani lebih dari sepertiga penduduk dunia, kami yakin bahwa hanya dengan infrastruktur TIK yang kuat dan sumber daya manusia yang mumpuni, maka peluang di masa depan dapat diraih. Karena itulah program SmartGen sangat penting untuk transfer ilmu. Kami hadir di Indonesia, dan kami hadir untuk Indonesia, demi membangun Indonesia yang lebih terkoneksi,” ucap Selina Wen, Director of Public Affairs and Communications, Huawei Indonesia.

Selama lebih dari 17 tahun Huawei Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitranya dalam membangun sektor TIK yang lebih maju di Indonesia serta merealisasikan Indonesia yang lebih terkoneksi. Huawei Indonesia telah aktif berpartisipasi dalam mengembangkan tenaga kerja dengan keahlian tinggi, mendidik talenta lokal, serta berkontribusi terhadap komunitas lokal. Bersama dengan para mitra strategisnya, Huawei telah melatih lebih dari 1.000 profesional TIK setiap tahunnya.

Sejak tahun 2009, selain SmartGen, Huawei juga telah secara aktif  berkontribusi untuk mengembangkan talenta muda Indonesia lewat berbagai program alih pengetahuan di bidang TIK seperti: beasiswa, magang, program pelatihan bersertifikat untuk lebih dari 1.000 pelajar dari 20 universitas dan politeknik di bidang datacom dan nirkabel, mengirim lebih dari 75 mahasiswa terbaik Indonesia untuk berpartisipasi dalam program pelatihan global di Tiongkok – Seeds for the Future – dan telah menggelar pelatihan lebih dari 300 pengembang lokal di bidang aplikasi mobile dan e-commerce di Kominfo – Huawei Joint Innovation Centre. (Icha)

 

 

Memulailah Transformasi Digital dengan Langkah Awal yang Sederhana

0

Telko.id –  Bagi perusahaan di Indonesia, “transformasi digital” atau “DX” adalah istilah yang sedang ramai dibicarakan. Pekerja yang mobile dan lincah, pengalaman pelanggan yang lebih baik, proses operasional yang lebih ramping – semua itu hanyalah beberapa dan banyak manfaat yang dihasilkan oleh teknologi digital.

Menurut IDC, untuk membantu momentum transformasi tersebut, penyedia layanan profesional untuk DX diharapkan untuk tumbuh 21.9% per tahunnya di Asia Pasifik, kecuali Jepang.

Namun, meskipun para CIO dan pemimpin lainnya menyadari bahwa transformasi itu perlu, mereka masih menghadapi kesulitan. Mereka perlu mengambil keputusan yang mungkin memakan investasi besar, mulai dari solusi jaringan dan layanan cloud hingga aplikasi database dan kolaborasi.

“Banyak yang percaya, untuk memastikan tidak ada IT yang tertinggal zaman, keseluruhan infrastruktur harus didesain ulang atau ditingkatkan dari luar hingga dalamnya. Ini sebenarnya hanya mitos,” kata Eddie Ang, Executive Director, Corporate and Public Sector Business, Lenovo Central Asia Pacific.

Eddie menambahkan bahwa “Sebenarnya, menjadi terlalu ambisius justru memperlambat proses DX. Banyak transformasi yang sukses justru dimulai dari hal-hal mendasar, dan naik ke fungsi-fungsi yang lebih canggih di langkah selanjutnya.”

Hal dasar yang terpenting adalah orang-orang serta pengalamannya. Kunci untuk mengubah cara kerja pegawai adalah dengan menyediakan perangkat end-user. Pengadaan perangkat ini memakan 10% dari anggaran transformasi, tapi menjadi faktor penentu kegagalan ataupun keberhasilan suatu inisiatif.

Namun banyak perusahaan yang tidak memberikan perhatian pada orang-orang di dalamnya. Berdasarkan survei Global Digital IQ 2017 dari PwC, meskipun ada 68% responen mengatakan bahwa CEO-nya mendukung kemajuan digital dan CIO-nya memiliki strategi yang tepat, banyak pegawai senior dan divisi fungsional yang merasa tidak begitu dilibatkan dalam transformasi digital.

Penggunaan perangkat komputasi yang kuat merupakan langkah pertama dalam perjalanan transformasi. Perangkat komputasi memungkinkan bisnis untuk membangun fondasi solid di keseluruhan ekosistem IT dan mempersiapkan diri untuk perubahan yang akan terjadi. Entah ini kemampuan kolaborasi yang baru, pengalaman pelanggan yang ditingkatkan, atau alat-alat yang diperkuat dengan AI atau kecerdasan buatan.

Penting juga diingat bahwa tidak semua pegawai cocok menggunakan satu jenis perangkat yang sama, dan fungsinya pun perlu mempertimbangkan faktor kebutuhan di masa depan. Masa di mana semua pegawai menggunakan satu jenis laptop standar sudah berlalu.

Contohnya, staf penjualan membutuhkan perangkat premium dan ringan dengan daya tahan baterai yang lama dan berperforma tinggi. Staf operasional dan riset lapangan membutuhkan tablet yang tahan lama. Sementara staf di toko lebih memilih desain laptop yang ramping, bisa diandalkan dan memiliki banyak port kabel.

Sebagai contoh nyata, Lenovo memiliki salah satu pelanggan yang perangkat end-usernya terhubung ke berbagai server di pusat datanya. Perusahaan yang sedang berkembang dengan pesat ini menambah 30 sampai 50 pegawai per bulannya. Karena mampu menyediakan perangkat yang sesuai untuk tiap pengguna, para pegawai pun menjadi lebih bahagia dan produktif. Mereka bisa memberikan presentasi di lapangan, log in dari lokasi terpencil atau punmemproduksi video di studio milik perusahaan. Transformasi ini menjadikan timnya lebih fleksibel dan lincah.

“Kunci kesuksesan lainnya adalah memilih mitra IT yang tepat,” lanjut Eddie Ang. “Transformasi digital memang kerap mengintimidasi, dan mitra yang tepat bukan hanya membantu perusahaan mengambil langkah pertama yang tepat, tapi juga berpikir ke depan dan mendampingi perusahaan melalui setiap langkah di perjalanan transformasinya.”

Memiliki perangkat yang tepat adalah langkah pertama yang krusial di dalam transformasi digital yang sukses, tapi seringkali terlewatkan. Padahal ini bisa menjadi faktor keberhasilan terkuat di dalam transformasi digital dan mencapai kesuksesan bisnis jangka panjang. (Icha)

 

 

Lolos ULO 2.3 GHz, Telkomsel Geber Bangun 500 BTS 4G Sampai Akhir Tahun

0

Telko.id – Telkomsel baru saja lolos Uji Laik Operasi (ULO) dari Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi untuk frekuensi 2.3 Ghz yang baru didapat dari hasil lelang dari. Dan, tidak menunggu lama, operator plat merah ini pun langsung menggeber pembangunan BTS LTE TDD di frekuensi barunya hingga 500 unit sampai akhir tahun 2017. Pada tahap awal ini yang akan prioritaskan dalam pembangunan adalah Jabodetabek, Palembang dan Bandung.

“Kami terus gerak cepat pasca pengumuman pemenang lelang spektrum untuk frekuensi 2,3 GHz, agar pelanggan dapat segera merasakan pengalaman mobile broadband Telkomsel yang lebih baik lagi. Penyesuaian izin jaringan bergerak seluler pun sudah selelsai dan telah ditetapkan oleh Kominfo,” kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel menjelaskan dalam press conference (28/11) di Jakarta.

Gerak cepat dari Telkomsel ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, pertumbuhan trafik internet pelanggan Telkomsel tiap tahunnya naik 120 persen dan menyerap kapasitas yang besar. Itu sebabnya, yang didahulukan dalam pembangunan adalah wilayah yang padat, yang memiliki trafik data yang tinggi dan penetrasi smartphone 4G yang tinggi.

Dengan demikian, Ririek menambahkan bahwa tambahan spektrum ini memungkinkan Telkomsel untuk memperkuat dan memaksimalkan kualitas layanan layanan 4G LTE bagi pelanggan, khususnya di wilayah-wilayah yang kapasitas penggunaan layanan datanya sudah padat. Dengan kecepatan akses mobile broadband yang lebih tinggi, Telkomsel mampu menghadirkan pengalaman digital lifestyle terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia, dan pelanggan pun semakin nyaman dalam mengakses berbagai informasi secara mobile, khususnya layanan video streaming.

Telkomsel dalam penambahan kapasitas ini menggunakan teknologi TDD atau Time Division Duplex yang dikombinasikan dengan FDD atau Frequency Division Duplex. Sehingga persoalan uplink dan downlink tidak menjadi isu lagi karena akan menyesuaikan dengan kebutuhan para pelanggannya secara otomatis. Boleh dibilang, kombinasi tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. Apalagi, TDD dan FDD yang dimiliki oleh Telkomsel sangat besar sehingga kenyamanan pelanggan dalam mengakses data pun menjadi lebih baik.

Dari sisi perusahaan, dengan mengaplikasikan TDD di 2.3 GHz ini juga akan menambahk efisiensi dari penggunaan Capex atau Capital expenditure. Menurut Ririek, pembangunan 500 BTS 4G LTE sampai akhir tahun saja sangat kecil sekali. “Kurang dari 1 persen saja Karena tidak perlu site khusus. Cukup menambahkan radio saja di site yang sudah ada”.

Selanjutnya, di awal tahun 2018, BTS LTE TDD akan digelar untuk menyasar kota-kota lainnya di seluruh Indonesia yang memiliki kepadatan akses layanan data yang cukup tinggi.

Perlu dicatat, pelanggan tak perlu mengganti kartu SIM untuk menikmati layanan LTE TDD, selama perangkat mobile yang digunakan sudah mendukung band frekuensi tersebut. Saat ini, dari 50 juta perangkat LTE yang ada di jaringan Telkomsel, sekitar 85 persen sudah mendukung frekuensi TDD 2,3 GHz.

Adapun komposisi alokasi spektrum yang dimiliki Telkomsel saat ini secara keseluruhan adalah 30 MHz di frekuensi 2,3 GHz, 15 MHz di frekuensi 2,1 GHz, 22 MHz di frekuensi 1,8 GHz, 7,5 MHz di frekuensi 900 MHz, dan 7,5 MHz di frekuensi 800 MHz. (Icha)

Google Pixel XL: 7 Fakta Penting yang Perlu Diketahui

0

Dalam dunia HP yang terus berkembang, Google Pixel XL menawarkan pendekatan yang berimbang antara fitur dan harga. Banyak pertanyaan muncul seputar spesifikasi kunci, seperti performa prosesor, kualitas kamera, dan daya tahan baterai. Dalam artikel ini, kami akan mengulas 7 aspek penting dari Google Pixel XL, memberikan pandangan lebih dekat tentang bagaimana perangkat ini mungkin sesuai dengan kebutuhan Anda. Dari kemudahan penggunaan sehari-hari hingga kemampuan multimedia, temukan fakta-fakta esensial yang dapat membantu Anda memahami apa yang ditawarkan oleh Google Pixel XL.

1. Layar AMOLED

Layar AMOLED adalah fitur yang istimewa untuk HP kategori menengah bawah seperti Google Pixel XL.. Dan sebagai perbandingan, pesaing lainnya seperti Asus Zenfone Max Pro (M2) ZB631KL memiliki layar IPS LCD, dan Asus Zenfone Max (M2) ZB633KL memiliki layar IPS LCD.

2. Chipset Grade C

Di atas kertas, chipset Snapdragon 821 yang dibawa Google Pixel XL mencatatkan score Antutu 10 rata-rata di angka 263067. Performanya ditopang oleh RAM berkapasitas 4 GB. Di level performa yang sama, ada Asus Zenfone Max Pro (M2) ZB631KL dengan chipset Snapdragon 660 - Antutu 226617 dan RAM 3-6 GB, dan ada Asus Zenfone Max (M2) ZB633KL dengan chipset Snapdragon 632 - Antutu 201915 dan RAM 3/4 GB. Sementara untuk performa grafis, GPU Adreno 530 milik Google Pixel XL kami nilai sesuai dengan harganya. Sebagai pembanding, GPU Asus Zenfone Max Pro (M2) ZB631KL punya rating , dan GPU Asus Zenfone Max (M2) ZB633KL punya rating .

3. Mentok di GSM / HSPA / LTE

Untuk akses data, Anda harus puas dengan teknologi GSM / HSPA / LTE dan dukungan WiFi. Dimana HP di level yang sama seperti Asus Zenfone Max Pro (M2) ZB631KL support GSM / HSPA / LTE, dan Asus Zenfone Max (M2) ZB633KL support GSM / HSPA / LTE.

4. Baterai 3450 mAh - charging 18W

Semua fitur yang ada di Google Pixel XL ditenagai oleh baterai Li-Ion berkapasitas 3450 mAh yang didukung fitur pengisian 18W wired dan PD. Sementara pesaingnya, Asus Zenfone Max Pro (M2) ZB631KL, dan Asus Zenfone Max (M2) ZB633KL, masing masing dilengkapi baterai 5000 mAh - charging 10W, dan baterai 4000 mAh.

5. Frame Aluminum

Google Pixel XL memiliki detail bodi Glass front (Gorilla Glass 4), aluminum/glass back, aluminum frame dengan dimensi 154.7 x 75.7 x 8.5 mm yang memiliki ketebalan 8.5 mm. HP ini sudah dilengkapi dengan sensor sidik jari yang posisinya ada di bagian belakang. Adapun untuk variasi warna, Google Pixel XL menyediakan opsi warna Quite Black, Very Silver dan Really Blue.

6. Kamera Utama 123 MP dan PDAF

Tak bisa dipungkiri, kamera jadi salah satu daya tarik utama dari sebuah HP. Untuk itulah Google Pixel XL menanamkan kamera utama dengan spesifikasi 12.3 MP, f/2.0, 1/2.3", 1.55µm, PDAF, Laser AF. . Sementara untuk kebutuhan selfie, HP ini menyediakan kamera dengan spesifikasi 8 MP, f/2.4, 1/3.2", 1.4µm.

Untuk autofokus, HP ini menggunakan Phase Detection Autofocus (PDAF) , menawarkan kecepatan dan akurasi yang luar biasa dalam autofokus.

7. Opsi Memori

Last but not least, fakta yang tak kalah pentingnya adalah perihal opsi memori penyimpanan. Yup, HP Google Pixel XL dilengkapi RAM berkapasitas 4 GB dengan opsi memori internal 32GB 4GB RAM dan 128GB 4GB RAM.

Cek juga informasi lengkap terkait harga dan spesifikasi Google Pixel XL.

Google Pixel XL Versus Samsung Galaxy A05

Google Pixel XLSamsung Galaxy A05
HargaBelum TersediaRp 1.699.000
CPUSnapdragon 821, dengan CPU rating 27Helio G85, dengan CPU rating 28
GPUAdreno 530Mali-G52 MC2, 119
LayarAMOLEDPLS LCD
Kamera12.3 MP, f/2.0, 1/2.3", 1.55µm, PDAF, Laser AF50 MP, f/1.8, (wide), AF

2 MP, f/2.4, (depth)
Memori32GB 4GB RAM, 128GB 4GB RAM128GB 6GB RAM
BateraiLi-Ion 3450 mAh, non-removableLi-Po 5000 mAh, non-removable
Charging18W wired, PD25W wired

FleetSight Solusi End to End IoT Khusus Pengelolaan Armada

0

Telko.id – Armada, bagi perusahaan adalah aset. Apalagi bagi perushaan logistik. Tidak hanya monitoring, tetapi juga analisa sangat dibutuhkan agar lebih efisien. Dengan adanya teknologi Internet of things, pasti akan menjadi lebih mudah.

Itu sebabnya, Telkomsel meluncurkan solusi Internet of Things (IoT) yakni solusi Fleet Management untuk Enterprise yang diberi nama Telkomsel FleetSight.
Telkomsel FleetSight merupakan solusi layanan pengelolaan armada yang mensinergikan perangkat telematika berbasis satelit (termasuk sensor-sensor) yang dipasangkan pada aset bergerak/kendaraan, dengan layanan konektivitas Telkomsel serta platform Fleet Management yang disupport oleh partner strategis Telkomsel.

Solusi ini diharapkan bisa membantu klien pengguna dalam mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan operasional armada, dengan meminimalkan risiko yang terkait dengan investasi kendaraan melalui peningkatan keselamatan, keamanan, efisiensi, dan produktivitas armada.

Dengan total jumlah kendaraan bermotor (selain sepeda motor) yang mencapai 24 juta unit pada tahun 2016, dengan 40% nya merupakan kendaraan komersial, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar untuk solusi Fleet Management. Ditambah lagi dengan besarnya biaya logistik dan transportasi di Indonesia yang mencapai 24% dari total GDP dan merupakan yang tertinggi di ASEAN, melatar belakangi tingginya permintaan solusi Fleet Management.

Solusi vertikal yang terintegrasi dengan layanan Telkomsel IoT Control Center ini merupakan jawaban atas kebutuhan perusahaan dalam mengoptimalkan produktivitas dan meningkatkan keselamatan fleet/armada operasional yang mereka miliki.

“Telkomsel berkomitmen pada transformasi digital perusahaan yang menghasilkan berbagai macam produk, layanan, dan solusi yang tidak hanya memecahkan masalah pelanggan, namun juga meningkatkan kualitas hidup mereka. Inovasi solusi berbasis IoT merupakan bentuk kontribusi kami dalam mendukung perkembangan ekosistem IoT sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia,” ungkap Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel dalam peluncuran Fleetsight di Jakarta (26/11).

“Sebagai bagian dari transformasi dan memanfaatkan jangkauan jaringan terluas di Tanah Air, kami berupaya menjadi penyedia solusi Fleet Management terdepan di Indonesia dengan memberikan teknologi digital yang inovatif dan layanan profesional berkualitas terbaik,” tambah Ririek.

Telkomsel FleetSight didukung konektivitas jaringan berkualitas handal yang sudah menjangkau lebih dari 95% wilayah populasi di Indonesia dengan layanan 2G dan 3G. Layanan ini juga mengadopsi teknologi berstandard internasional termasuk perangkat pelacak yang bisa beroperasi baik di jaringan 2G maupun 3G untuk memastikan kontinuitas layanan.

Sebagai komitmen atas kualitas solusi Fleet Management yang diberikan, Telkomsel juga bekerjasama dengan Michelin, perusahaan ban dan mobilitas terkemuka di dunia yang melalui anak perusahaannya Sascar, menjadi penyedia Solusi Fleet Management berskala global dengan lebih dari 265 ribu kendaraan telah terkoneksi pada platform aplikasinya.

Dalam layanan solusi FleetSight, perangkat telematika berbasis GPS dengan sensitivitas tinggi akan disematkan pada armada dan terhubung dengan platform melalui jaringan 2G/3G Telkomsel.

Selanjutnya melalui jaringan internet, semua data dan informasi mengenai armada bisa diakses oleh pengguna melalui Web Dashboard yang didesain sedemikian rupa dengan mempertimbangkan User Interface dan User Experience terbaik.

Telkomsel FleetSight dibangun dan ditawarkan dengan memanfaatkan keunggulan jangkauan jaringan terluas dan dukungan teknis berskala nasional. Layanan berkonsep managed service ini juga memberikan keuntungan secara bisnis kepada klien pengguna, dengan menawarkan skema bisnis yang mudah, fleksibel, dan bisa sepenuhnya diimplementasikan sesuai kebutuhan bisnis klien pengguna.

Selain itu, infrastruktur teknologi yang digunakan oleh layanan FleetSight ini akan memungkinkan integrasi dengan platform yang sudah dimiliki oleh pengguna. (Icha)

Tim Legal Indosat Raih Penghargaan Indonesia Law Awards 2017

0

Telko.id – Tim Legal Indosat Ooredoo meraih Indonesia Law Awards 2017 dari Asian Legal Business (ALB) pada kategori In-House, sub-kategori Technology, Media and Telecommunications Law Firm of the Year, dari 4 sub-kategori yang dinominasikan.

Tiga sub-kategori lainnya adalah sub-kategori Dispute Resolution Lawyer of the Year dan sub-kategori Young Lawyer of the Year, yang dalam hal ini diwakili oleh Billy Nikolas Simanjuntak, dan sub-kategori BDO Award Indonesia In-House Team of the Year.

Pada penyelenggaraannya di tahun ke-4 ini, Indosat Ooredoo menjadi salah satu perusahaan yang mendapatkan penghormatan dari ALB sebagai praktisi swasta dan tim in-house yang kinerjanya dinilai luar biasa.

”Kami sangat senang mendapatkan penghargaan ini. Hal ini akan memotivasi kami agar terus bekerja sebaik-baiknya untuk mendukung visi perusahaan menjadi perusahaan digital telko terdepan di Indonesia,” kata Gilang Hermawan, Group Head Legal Indosat Ooredoo.

Ajang ALB Indonesia Law Awards 2017 melibatkan panel juri independen yang terdiri dari 25 pemimpin senior dan ahli di industri hukum untuk menentukan pemenang penghargaan. (Icha)