spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1463

Penjualan Seret, Pertumbuhan Laba Samsung Turun

0

Telko.id, JakartaSamsung memperkirakan pendapatan mereka tumbuh melambat pada kuartal kedua tahun ini. Hal ini sejalan dengan prediksi analis yang mengatakan melemahnya penjualan smartphone. Meski begitu, Samsung masih sedikit tertolong laba dari bisnis chip yang tinggi.

Sejumlah analis memperkirakan saham raksasa teknologi Korea Selatan ini turun 2 persen di kuartal kedua. Hal ini memberikan gambaran kepada para investor Samsung tentang seberapa buruk dampak penurunan penjualan smartphone terhadap laba perusahaan.

April lalu, Seperti dikutip Telko.id dari Channel News Asia, analis juga sudah memperingatkan mengenai perlambatan laba yang akan diraih Samsung di tengah persaingan yang semakin ketat.

Samsung mengatakan laba di April-Juni akan tumbuh 5,2 persen menjadi 14,8 triliun won Korea (US$ 13,2 miliar), atau mencapai Rp189 triliun, meleset sedikit dari estimasi rata-rata 14,9 triliun won oleh 18 analis yang disurvei Thomson Reuters.

Walaupun bisnis chip akan membukukan laba pada kuartal ketiga, tapi analis mengatakan pertumbuhan pendapatan smartphone yang agak lambat memicu kekhawatiran bahwa bisnis mobile kehabisan ide untuk mendukung penjualan perangkat Galaxy premium.

“Ini akan menjadi sulit. Pasar smartphone tidak tumbuh lagi, tetapi persaingan semakin ketat,” kata Analis Shinyoung Securities Lee Won-sik.

Baca juga: Pengadilan Putuskan Samsung Langgar Paten Apple

Saham Samsung turun sekitar 12 persen tahun ini karena kekhawatiran atas pertumbuhan laba yang melambat dan kurangnya inovasi teknologi untuk mendorong penjualan smartphone.

Data bulanan terbaru yang dirilis pada Kamis ini oleh perusahaan risey pasar, Counterpoint Research menyoroti masalah Samsung. Mereka menunjukkan posisi handset premium Galaxy 9 Plus sebagai smartphone terlaris di dunia sudah direbut oleh iPhone 8 karena penjualan di Eropa lemah.

Gempuran dari merek China yang menjual produknya dengan harga lebih murah, seperti Xiaomi dan Huawei, membuat Samsung kehilangan pangsa pasar di China dan India, dua negara dengan pangsa pasar smartphone terbesar di dunia.

Disisi lain, Samsung menuai kenaikan pedapatan cukup besar yang didorong oleh penjualan chip DRAM dan NAND, yang menyumbang sekitar sepertiga dari pendapatan mereka.

Samsung mengakui senjualan keseluruhan kemungkinan turun 4,9 persen dari tahun sebelumnya menjadi 58 triliun won atau mencapai Rp 747 miliar, kata, dibandingkan perkiraan rata-rata analis 59,7 triliun won atau sekitar Rp 769 miliar.

Perusahaan riset Gartner mengatakan harga jual rata-rata chip DRAM, diperkirakan naik 14,8 persen tahun ini.

Baca juga: Samsung Dinobatkan Merek Terbaik di Asia

“Secara keseluruhan, laba kuartal ketiga akan lebih kuat dari kuartal kedua karena Samsung akan tampil lebih baik di bisnis semikonduktor dan display,” jelas analis HI Investment & Securities Song Myung-sup.

Investor semakin khawatir mengenai prospek perang perdagangan habis-habisan antara China dan Amerika Serikat, dan bagaimana ini dapat berdampak pada eksport Samsung.

“Sentimen benar-benar tidak positif karena Korea Selatan sangat bergantung pada ekspor, tetapi kami harus melihat apakah itu benar-benar merugikan finansial eksportir utama seperti Samsung,” kata Manajer dana di HDC Asset Management, yang memiliki saham Samsung, Park Jung-hoon. [WS/HBS]

Sumber : Telset

Jepang Serius Garap Mobil Terbang

Telko.id,Jakarta – Pemerintah Jepang akan meluncurkan dewan publik-swasta tahun ini untuk membahas masalah pengembangan mobil terbang. Harapannya, akan ada banyak perusahaan di luar industri mobil yang ikut terlibat dalam pengembangan mobil terbang.

Dalam sebuah konferensi pers, Ketua Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga mengatakan perkembangan inovasi mobil yang bisa terbang atau flying car di Jepang sangat lambat. Oleh sebab itu, pemerintah Jepang ingin mengajak para ‘pemain baru’ untuk bergabung.

Mobil terbang, yang dimaksud adalah mobil yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal atau beroperasi tanpa pengemudi. Harapannya, mobul terbang dapat membantu mengurangi kemacetan di perkotaan.

Perusahaan startup dan perusahaan dibidang teknik sedang terlibat dalam pengembangan teknologi kendaraan semacam ini, namun hanya sedikit kemajuan yang telah dibuat dalam hal legislasi dibidang keselamatan.

Suga mengatakan, pemerintah berharap mobil terbang dapat berguna di daerah pegunungan dan pulau-pulau terpencil, serta dapat berguna pada saat terjadi bencana alam.

Dewan yang tediri dari Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Industri serta Kementerian Pertanahan Infrastruktur Transportasi dan Pariwisata, kemungkinan akan membuat peta jalan untuk mobil terbang ini.

Di Jepang, sekelompok sukarelawan yang bekerja di industri otomotif dan penerbangan bernama Cartivator Resource Management, sedang membuat mobil terbang untuk dipamerkan pada saat upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: Mobil Terbang Toyota akan Unjuk Gigi di Olimpiade 2020

Toyota bersama Cartivator tengah merampungkan project kendaraan terbang bernama SkyDrive dengan investasi hingga Rp 4,6 miliar. SkyDrive yang diklaim merupakan kendaraan terbang terkecil di dunia.

Kendaraan terbang buatan Toyota ini hanya memiliki ukuran sepanjang 2,9 meter. Meski kecil, SkyDrive memiliki kemampuan terbang hingga 33 kaki di atas tanah, atau sekitar 10 meter dengan kecepatan hingga 100 km/jam.

Sementara itu, di luar Jepang, pabrikan pesawat yang berbasis di Perancis, Airbus sedang melakukan uji coba kendaraan terbang yang dapat dikendarai satu orang, pada bulan Januari lalu.

Sedangkan perusahaan penyedia layanan transportasi online, Uber Technologies Inc menargetkan akan menyediakan layanan taksi terbang pada 2023. Untuk mewujudkan mimpinya ini, Uber menggandeng badan antariksa Amerika Serikat, NASA, untuk mengembangkan sistem penerbangan untuk mobil terbang Uber.

Baca juga: Penampakan Mobil Terbang Uber di Ajang CES 2018

Sedangkan untuk mengembangkan konsep kendaraan terbang ini, perusahaan asal San Francisco, AS tersebut menggandeng perusahaan helikopter bernama Bell Helicopter.

Uber sendiri baru-baru memamerkan konsep kendaraan terbang mereka di ajang Consumer Electronic Show (CES) 2018. Inilah pertama kalinya Uber mempersilahkan para pengunjung mendapatkan ide bagaimana bentuk dari kendaraan terbang milik mereka. [BA/HBS]

Sumber: Japan Times

Sumber : Telset

Teknologi SpaceX Bantu Evakuasi Tim Sepakbola yang Terjebak di Gua

Telko.id, Jakarta – Tim teknisi SpaceX membantu penyelamatan tim sepak bola yang terperangkap di dalam gua Tham Luang, Chiang Rai, Thailand. Pemerintah Thailand mengonfirmasi kedatangan tim Elon Musk melalui halaman Facebook, Sabtu (7/7/2018) waktu setempat.

Jurubicara SpaceX mengatakan, teknologi Space Exploration Technologies Corp atau Boring Co bisa membantu menentukan titik akurat lokasi 12 anggota tim sepak bola beserta sang pelatih.

Dilansir TechCrunch, skenario penyelamatan pun dilakukan dengan cara memompa air dari dalam gua menggunakan baterai buatan Tesla Inc, Powerwalls.

Sebagai informasi, sebanyak 12 remaja anggota tim sepak bola dan pelatih asal Thailand dilaporkan hilang sejak bulan lalu, dan ditemukan setelah sembilan hari pencarian oleh sepasang penyelam gua asal Inggris.

Tim sepakbola ini berada sekitar dua kilometer dari pintu masuk gua Tham Luang. Upaya penyelamatan mereka terhambat oleh sejumlah rintangan. Selain di lokasi terpencil, mereka berada di dalam gua yang memiliki lorong sempit serta di tengah perairan berfluktuasi tinggi.

Saat ditemukan, regu penyelamat mengatakan bahwa sebagian besar dari anak-anak tersebut tidak dapat berenang. Penyelamatan berisiko tinggi itu kabarnya memakan korban anggota angkatan laut Thailand.

Baca juga: SpaceX akan Bangun Pusat Kendali Raksasa di Florida

Mengetahui peristiwa tersebut, Elon Musk selaku pemilik Space X dan Tesla mencoba turun tangan. Ini bukanlah yang pertama Musk turun tangan mengirimkan bantuan lewat perusahaan miliknya, Tesla dan SpaceX.

Tahun lalu, setelah badai dahsyat melanda Puerto Rico, pemerintah setempat sempat meminta bantuan Musk. Tesla mengirimkan sejumlah unit Powerwalls dan memberikan saran untuk membangun kembali struktur pulau Karibia.

Selama beberapa hari terakhir, Musk mengemukakan sejumlah kemungkinan yang dapat dilakukan oleh perusahaannya untuk membantu pemerintah Thailand terkait misi penyelamatan di gua Tham Luang.

Baca juga: Tahun Depan, Roket SpaceX Cuma Butuh 24 Jam untuk Sampai Mars

“Kalau ada yang cara memungkinkan, saya akan senang untuk membantu,” ujarnya via Twitter, dikutip Minggu (8/7/2018).

Musk menyarankan sejumlah cara penyelamatan 12 anggota tim sepak bola beserta sang pelatih yang masih terjebak di dalam gua. Musk mengemukakan kemungkinan memasukkan tabung dan memompanya sehingga membentuk sebuah terowongan udara di bawah air yang mengikuti bentuk gua yang dipakai berlindung para korban.

Baca juga: Kereta Supercepat Hyperloop One Sukses Jalani Tes Pertama

Musk juga sempat berbincang melalui Twitter dengan pengusaha satelit asal Thailand, James Yenbamroong, tentang tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh truk generator yang sekarang beroperasi di lokasi penyelamatan.

Pria yang dijuluki “Iron Man” itu mengatakan perusahaan pemboran miliknya, Boring Co memiliki potensi untuk menyediakan keahlian penggalian luar biasa. [SN/HBS]

Sumber: TechCrunch

Sumber : Telset

Kedepannya, Google Assistant Duplex Akan Gantikan Peran Call Center?

Telko.id, Jakarta – Kabar dari The Information menyebut bahwa beberapa perusahaan besar sedang dalam tahap awal pengujian asisten suara Google, yakni Google Assistant Duplex. Aplikasi tersebut akan digunakan untuk menggantikan peran call center di perusahaan.

Kabar itu mencuat ketika industri call center berbasis awan tumbuh USD 6,8 miliar pada tahun lalu. Bahkan, pada 2022, industri tersebut diperkirakan mendulang pendapatan USD 20,9 miliar. Meski begitu, perusahaan tetap menjajaki penggunaan Google Assistant Duplex.

Selama ini, perusahaan besar yang bergerak di industri call center adalah Amazon, IBM, Microsoft, Cisco, Avaya, dan Genesys. Semuanya menawarkan solusi call center berbasis awan. Ke depan, mereka mencoba menerapkan teknologi asisten suara sebagai inovasi.

“Jelas merupakan kabar baik jika perorangan maupun perusahaan menggunakan teknologi yang tengah kami uji. Kalau pengujian berhasil, Google Assistant Duplex akan mengguncang bisnis call center,” kata jurubicara Google, seperti dilansir GSM Arena, Sabtu (7/7/2018).

Baca juga: Google Assistant Bisa Identifikasi Percakapan Telepon

Tak Cuma mengguncang bisnis call center, Google Assistant Duplex juga berpotensi menimbulkan pemberhentian tenaga kerja. Akan tetapi, sejumlah pihak masih meragukan cara kerja Google Assistant versi ini jika benar-benar menggantikan tenaga manusia.

Google Assistant Duplex menggunakan teknologi kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI). Akhir tahun ini, Google Assistant Duplex bahkan bakal berbekal kemampuan mengingatkan penerima telepon bahwa panggilan tengah disadap.

Informasi itu terungkap pada gelaran Google I/O, beberapa waktu lalu. Sejumlah pihak menyambut gembira kemampuan yang akan disematkan di Google Assistant. Namun, tak sedikit pula yang menyatakan ketidaksetujuan perihal pelanggaran ranah privasi pengguna.

Saat berlangsung Google I/O, beberapa waktu lalu, didemonstarikan teknologi Google Assistant Duplex yang menampilkan berbagai peniruan gaya bicara. Kendati demikian, saat itu, kemampuan teknologi tersebut belumlah sesempurna sekarang.

Baca juga: Trik Perintah Google Assistant Pakai Bahasa Indonesia

Google Assistant Duplex akan diluncurkan dalam format uji coba pada musim panas mendatang. Konsumen bisa memanfaatkannya untuk melakukan panggilan telepon guna kepentingan bisnis, semisal memesan restoran atau mengatur waktu untuk perawatan rambut. [SN/HBS]

Sumber: GSMArena

Sumber : Telset

Tahun 2023, Blue Origin Berangkatkan Wisatawan ke Bulan

Telko.id, Jakarta – Blue Origin, perusahaan roket ruang angkasa milik bos Amazon, Jeff Bezos sudah santer dikabarkan segera merealisasikan paket wisata ke Bulan. Jika semua persiapan tak menemui kendala, Blue Origin siap meluncur ke orbit pada tahun 2023 mendatang.

Perusahaan eksplorasi luar angkasa garapan Jeff Bezos yang berdiri pada 2000 itu bakal membawa banyak muatan ke bulan. Blue Origin sekarang sedang menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan badan antariksa Amerika Serikat atau NASA.

“Program itu merupakan misi untuk membangun permukiman manusia di bulan,” kata Direktur Pengembangan Blue Origin, AC Charania, saat konferense NewSpace Space Frontier di Washington, seperti dilansir Business Insider, Sabtu (7/7/2018).

April 2018 lalu, perusahaan roket ini berhasil menyelesaikan peluncuran roket yang bisa kembali ke bumi. Percobaan itu menggunakan roket New Shepherd. Mereka optimistis uji coba tersebut menjadi permulaan baik bagi rencana perusahaan.

Baca juga: Blue Origin Bawa Turis ke Luar Angkasa Tahun 2019

Tak hanya misi penting, perusahaan roket ini juga berencana menyediakan wisata eksplorasi luar angkasa. Penjualan tiket perdana diharapkan bisa dilakukan pada 2019. Blue Origin memastikan tiket wisata ke bulan bisa didapatkan dengan harga terjangkau.

Perusahaan roket milik Jeff bezos ini nantinya akan mengajak penumpang melakukan perjalanan wisata ke ujung atmosfer bumi atau sekitar 62 mil di atas permukaan planet. Penerbangan wisata hanya berlangsung singkat, yakni tak lebih dari 11 menit saja.

Di dalam kapsul New Shepard, nama kapsul Blue Origin, yang mampu menampung maksimal enam orang, penumpang dapat duduk melingkar seperti mengelilingi meja kopi silindris. Setiap penumpang diikat ke kursi yang bisa direbahkan sekitar 70 derajat menghadap ke setiap jendela.

Penumpang tidak perlu khawatir jika ingin mengambil foto selfie atau merekam penerbangan via ponsel selama perjalanan. Sebab, New Shepard dilengkapi banyak kamera yang bisa memotret interior kabin maupun eksterior.

Baca juga: Penumpang Blue Origin Wajib ke Toilet Sebelum Wisata ke Bulan

Satu hal yang perlu dicatat, penumpang New Shepard disarankan lebih dulu ke kamar kecil sebelum menikmati penerbangan tersebut. Sebab, di dalam kapsul New Shepard tidak tersedia ruang toilet.

Padahal, selama penerbangan, penumpang akan merasakan pengalaman berkendara seperti naik pesawat jet yang posisi duduknya “tidak biasa”. [SN/HBS]

Sumber: Business Insider

Sumber : Telset

Robot Cheetah yang Bisa Lompat dan Naik Tangga

Telko.id, Jakarta – Massachusetts Institute of Technology mengembangkan robot berbentuk hewan mirip cheetah. Robot yang diberi nama Cheetah 3 ini bisa melompat menghindari rintangan dan menaiki tangga tanpa kamera penglihatan.

Menurut TechCrunch, Sabtu (7/7/2018), robot seberat 40 kilogram itu dilengkapi algoritma baru yang membantu navigasi. Robot Cheetah 3 mampu menaiki tangga, melompat ke atas meja setinggi 76 sentimeter.

Robot Cheetah 3 tidak memiliki kamera atau sensor on-board visual. Ia menggunakan algoritma dan sensor khusus untuk memberi rasa ketika berjalan menaiki tangga. Ia berjalan tanpa melihat jalan.

Seorang peneliti, Sangbae Kim, mengemukakan, apabila terlalu bergantung kepada teknologi mesin untuk membantu pengelihatan, robot justru akan berjalan lambat. Bisa-bisa, robot malah akan tersandung.

Baca juga: Wow! Robot Bernama Atlas Ini Jago Koprol

“Teknologi mesin tidak akurat. Karenanya, kami memilih mengandalkan informasi sentuhan. Dengan begitu, robot bisa melewati rintangan sambil bergerak cepat,” tambah Kim.

Algoritma robot Cheetah 3 mampu mendeteksi kontak dan kontrol model prediktif yang membantu menambah keseimbangan. Peneliti juga menambah kemampuan posisi kaki saat robot menaiki tangga.

Baca juga: RoboFly, Robot Lalat Canggih Bertenaga Laser

Kemampuan yang dimiliki robot Cheetah 3 bakal berguna untuk membantu misi pencarian dan penyelamatan orang. Robot Cheetah 3 dirancang untuk memasuki area-area yang terlalu berbahaya bagi manusia. [SN/HBS]

Sumber : Telset

UMKM, Khususnya Kreator Lokal Harus Bisa Naik Kelas

0

Telko.id – UMKM Indonesia jika ingin bertahan di dunia digital seperti sekarang ini harus lebih kreatif dan mampu naik kelas. Namun, tentu tidak mudah dilakukan sendiri. Itu sebabnya, Makerfest bersama Tokopedia dorong kreator lokal jadi brand nasional yang mendunia dengan melakukan berbagai macam pendampingan.

Makerfest, sebuah platform independen yang memiliki misi untuk mencari, mengedukasi dan menginspirasi kreator Indonesia, resmi diselenggarakan di Jakarta.

Sebanyak 30 kreator lokal dari Jakarta dan sekitarnya mendapatkan kesempatan untuk menjual dan mempresentasikan ide uniknya kepada masyarakat lewat festival Makerfest City Big Bang, yang diselenggarakan pada tanggal 7-8 Juli di Taman Bintaro XChange, Tangerang. Kreasi yang dihadirkan tergolong beragam, mulai dari produk fashion, aksesoris, peralatan rumah tangga, bahkan moda transportasi seperti sepeda yang dihadirkan dengan konsep dan material yang unik.

Selain bazaar,workshop dan kompetisi, Makerfest bekerja sama dengan TopCommunity (sebutan komunitas seller Tokopedia) Jakarta turut menyelenggarakan program  bantuan sosial untuk komunitas difabel yang tergabung di Yayasan Wisma Cheshire. Dalam kesempatan ini,  Makerfest dan TopCommunity memberikan pelatihan serta bantuan alat produksi untuk pembuatan produk kerajinan tangan.

Melissa Siska Juminto selaku Vice Chairman Makerfest 2018 menjelaskan bahwa hadirnya Makerfest diharapkan dapat mendorong UMKM, khususnya kreator lokal, agar mampu semakin naik kelas.

“Makerfest hadir sebagai panggung online dan panggung offline bagi para kreator Indonesia untuk merealisasikan dan mengembangkan ide usaha kreatif mereka. Kami berharap ajang ini mampu berkontribusi terhadap penciptaan ekosistem bisnis yang lebih kondusif, sehingga lebih banyak lagi usaha kecil yang dapat tumbuh menjadi industri lalu dari industri menjadi brand-brand masa depan Indonesia yang mendunia,” pungkas Melissa.

Melissa melanjutkan, “Edukasi bisnis berbasis digital merupakan salah satu semangat yang diangkat dalam Makerfest. Semoga melalui program ini, kami dapat menemukan serta mengasah bakat dan kemampuan lebih banyak lagi kreator lokal Indonesia, tidak terkecuali kreator lokal berkebutuhan khusus seperti di Cheshire”.

Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sendiri memiliki peranan strategis sebagai penggerak perekonomian masyarakat Indonesia. Upaya-upaya dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi para pelaku UMKM pun terus digalakkan pemerintah, namun kompleksitas pengembangan UMKM Indonesia tidak dapat menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan perlu dukungan dari berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sebagai ibukota negara dengan pergerakan aktivitas perekonomian yang tinggi, Jakarta menawarkan peluang usaha yang sangat besar bagi kreator lokal. Perdagangan besar dan eceran merupakan sektor terbesar dalam perekonomian, mencapai 453.812 atau 36,73% dari total usaha yang ada di Jakarta (Sensus Ekonomi Badan Pusat Statistik, 2016).

Berdasarkan data Tokopedia, pertumbuhan seller di Jakarta dan sekitarnya mencapai lebih dari 100 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Produk kreatif seperti pakaian olahraga, mainan anak, dan peralatan rumah tangga masih menjadi produk yang paling banyak dijual dan dicari di Jakarta. Data tersebut memperlihatkan bahwa masih terdapat peluang besar bagi kreator Jakarta untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform penjualan online dalam memulai dan mengembangkan bisnisnya.

Salah satu kolaborator Makerfest 2018 Jakarta, Owner NoonaKu Signature, Florentia Jeannemengatakan, “Jatuh bangun tentu dirasakan saya dan adik saya dalam merintis bisnis. Apalagi dulu jual beli online masih dianggap pekerjaan yang kurang menjanjikan, namun kini ekosistem UMKM sudah jauh lebih kondusif.”

“Banyak sekali kesempatan sekaligus dukungan yang diberikan untuk para pelaku UMKM. Anak muda Indonesia harus jeli memanfaatkan peluang tersebut. Semoga melalui Makerfest, semakin banyak kreator lokal yang terdorong untuk memulai dan mengembangkan usahanya, sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap masyarakat.” NoonaKu Signature adalah bisnis fashion wanita yang menyediakan produk dan jasa sandang murah berkualitas untuk rakyat Indonesia.

Makerfest sejauh ini sudah hadir di Medan, Padang dan Jakarta dan akan datang di 5 kota, termasuk Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar dan Makassar. Di setiap kota, MAKERFEST memberikan edukasi dan pendampingan usaha sehingga kreator lokal mampu lebih siap menghadapi berbagai peluang dan tantangan, termasuk dalam hal strategi bisnis, branding, pemasaran dan permodalan.

Di puncak acara Makerfest pada Desember mendatang, tiga kreator lokal terbaik dari Jakarta dan sekitarnya akan berkompetisi dengan 21 kreator lokal terpilih dari kota-kota lainnya. Mereka akan memperebutkan hadiah utama berupa modal usaha sebesar Rp 1 miliar, juga pendampingan usaha dalam bentuk konsultasi branding dan marketing campaign, kolaborasi eksklusif dengan pelaku industri kreatif nasional, serta akses ke pameran dan jalur distribusi internasional. (Icha)

 

 

 

 

 

Ini Dia Aplikasi Video Pendek Yang Memiliki Sistem Monitoring

Telko.id – Akhir-akhir ini, video memang menjadi primadona dikalangan masyarakat. Banyak yang membuat konten sendiri. Namun, tidak banyak aplikasi video pendek yang memiliki system monitoring. Akibatnya, banyak pula video pendek yang tidak layak tonton karena masuk dalam katagori konten negatif.

Like merupakan salah satu aplikasi video pendek yang sudah dilengkapi dengan system monitoring ini. Like sendiri baru diluncurkan Agustus 2017 lalu yang merupakan salah satu produk dari BIGO Technology yang terdiri dari BIGO LIVE, Cube TV, dan Hello Yo.

Aplikasi Like ini memiliki sistem penyaringan dan pelaporan yang terintegrasi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Monitoring konten di aplikasi ini juga dilakukan oleh manusia secara manual 7x24jam untuk membangun ekosistem dan konten berkualitas tinggi untuk semua lapisan masyarakat.

Selain tim di Indonesia, aplikasi LIKE juga memiliki pusat Riset dan Pengembangan (R&D) di Singapura yang saat ini sedang merekrut tim yang terdiri dari 100 ahli AI dan insinyur untuk melakukan monitoring konten video. Pusat R&D ini juga bertanggung jawab untuk kemajuan serta kualitas konten perusahaan. Sistem AI inilah yang akan menghapus semua konten video negative yang diupload oleh para pengguna.

Selain sistem kontrol konten yang komprehensif, LIKE juga memungkinkan pengguna untuk membuat konten yang unik dan super kreatif dengan berbagai efek sihirnya. Sejak 11 bulan lalu diluncurkan, aplikasi yang memang ditujukan bagi pengguna berusia 16 tahun ke atas ini memang sudah menjadi salah satu komunitas video pendek paling populer di kalangan anak muda di Indonesia.

“Aplikasi LIKE berkomitmen untuk membentuk sebuah komunitas video pendek yang sehat dan kreatif bagi kaum muda. Teknologi AI dan efek sihir kami yang dikembangkan secara independen memungkinkan semua lapisan masyarakat untuk menunjukkan bakat dan kreatifitas mereka,” ungkap Aaron Wei, Wakil Presiden Senior BIGO Technology.

Aplikasi LIKE ini sudah dilengkapi dengan lebih dari 300 efek yang unik dan menyenangka. Seperti

Melakukan Sihir yang menggunakan sistem Augmented Reality (AR) dan AI untuk memanipulasi bentuk tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki serta memberikan efek make up dan menghilangkan noda.

Selain itu juga ada Kekuatan Super yang dapat menambahkan efek AR supranatural yang sesuai dengan gerakan tubuh berdasarkan sistem pelacakan kerangka dan teknologi klasifikasi.

Lalu ada 4D Magic yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan latar belakang dan efek yang dinamis. Ada juga Music Magic yang dapat mengidentifikasi dan memilih latar musik sembari secara akurat mencocokan efek khusus pada suara apapun.

Saat ini, Like sudah memiliki lebih dari 50 juta pengguna di lebih dari 200 negara. Platform ini juga telah dianugerahi predikat ‘The Best Social App’, ‘The Most Popular App’, ‘The Most Entertaining App’ di Google Play Awards 2017 dan memuncaki Apple Appstore di AS, Rusia, dan India. (Icha)

Baidu Mulai Produksi Massal Minibus Otonom Tanpa Awak

Telko.id, JakartaBaidu Inc, perusahaan teknologi asal China, mulai memproduksi massal minibus otonom. Minibus tanpa pengemudi pertama di China tersebut bakal dipakai sebagai sarana transportasi di tempat wisata dan bandara.

Minibus otonom bernama Apolong itu dilengkapi 14 kursi berukuran sepertiga kursi bus normal. Dalam membuatnya, Baidu bekerja sama dengan karoseri bus King Lon. Peluncuran dilakukan pada Kamis (5/7/2018) waktu setempat.

Dilansir Neowin, CEO Baidu, Robin Li, mengatakan, Apolong akan dipakai sebagai sarana transportasi di sejumlah destinasi rekreasi serta bandara di Beijing, Guangzhou, Shenzhen, dan kota baru di China bernama Xiong’an.

Di Apolong tersimpan sistem otomatisasi tingkat empat. Tingkat empat adalah teknologi kecerdasan buatan paling tinggi yang tersemat di bus otonom. Apolong bisa beroperasi di jalan mana saja tanpa butuh keberadaan sopir.

Baca juga: Baidu Segera Tes Mobil Tanpa Sopir Di Beijing

Baidu adalah perusahaan di China yang paling bersemangat dalam memproduksi kendaraan otonom untuk kebutuhan publik pada masa depan. “Dalam waktu dekat, China akan mengekspor teknologi AI ke dunia,” kata Li.

Belum lama ini, di Amerika Serikat, perusahaan toko modern Kroger bekerja sama dengan perusahaan transportasi Nuro bersiap menghadirkan mobil otonom. Fungsinya bukan untuk mengangkut penumpang, tetapi mengantar pesanan barang.

Baca juga: Selain Mobil Otonom, Baidu Juga Siapkan Bus Otonom

Kroger bertindak sebagai penyedia barang kebutuhan, sedangkan Nuro bertanggung jawab menyiapkan armada pengantar. Nantinya barang-barang pesanan pelanggan lewat sistem ClickList akan dikumpulkan dan ditempatkan di mobil otonom Nuro. [BA/HBS]

Sumber: Neowin

Sumber : Telko.id

10 Juta Orang Indonesia Gunakan Tik Tok

Telko.id, Jakarta – Aplikasi Tik Tok ternyata memiliki basis pengguna yang terbilang banyak di Indonesia. Diklaim Senior VP Corporate Strategy Bytedance (perusahaan induk Tik Tok), Zhen Liu, jumlah pengguna Tik Tok di Indonesia (active user) mencapai 10 juta orang.

“Kita punya lebih dari 10 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia,” katanya, usai pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), di Jakarta, Rabu (04/07/2018).

Jumlah tersebut tentu terbilang sangat besar untuk aplikasi yang pertama kali diluncurkan di Indonesia pada September 2017 lalu. Tik Tok sendiri saat ini, berdasarkan data yang didapat dari South China Morning Post,  memiliki total pengguna aktif bulanan sebanyak 300 juta pengguna.

Baca Juga: Tik Tok akan Buka Lowongan di Indonesia, Berminat?

“Tik Tok merupakan platform populer secara global. Tik Tok beroperasi di banyak negara dari Eropa, Amerika, Jepang, Asia Tenggara, Korea, dan lainnya,” jelas Liu.

Liu menegaskan, pihaknya akan tetap beroperasi di Indonesia dengan berkomitmen untuk mematuhi aturan yang berlaku di Tanah Air. Seperti diketahui sebelumnya, Kominfo beberapa waktu lalu telah memblokir Tik Tok karena banyaknya konten negatif di dalam aplikasi video lipsync itu.

Baca Juga: Pemblokiran Tik Tok Dicabut Kominfo, Asal…

Menurut Rudiantara, ada dua komitmen yang harus dipatuhi Tik Tok jika ingin tetap beroperasi di Indonesia. Pertama adalah membersihkan seluruh konten negatif yang ada di dalam sistemnya.

Komitmen kedua, Tik Tok harus melakukan filtering untuk konten-konten yang akan datang. Aplikasi ini juga harus menaikkan batas umur pengguna serta memiliki kantor perwakilan di Indonesia.

Baca Juga: Catat! Pengguna Tik Tok Harus 16 Tahun ke Atas

“Kami pikir, kami akan terus mencoba untuk menyesuaikan dengan aturan negara-negara terkait tentang, keamanan, dan lainnya. Kita selalu menghormati aturan negara-negara tempat kami beroperasi,” ucap Liu.

Ketika Tik Tok telah menyelesaikan dua komitmen itu, Rudiantara berjanji akan secepatnya mencabut pemblokiran terhadap Tik Tok, sehingga aplikasi itu dapat kembali beroperasi di Indonesia dan digunakan oleh para penggunanya.

As soon as possible, ketika semuanya tercapai, kita bisa melakukannya (membukanya) besok pagi. Kita butuh surat komitmen dari Tik Tok” janji Rudiantara. (FHP)

Sumber : Telset