spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1449

Telkomsel dan Sisfo Indonesia Kerjasama Dukung Produktivitas Nelayan Saat Melaut

0

Telko.id – Pemerintah saat ini sangat gencar menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. Harapannya jika dapat dijaga dengan baik maka kesejahteraan nelayan pun dapat meningkat. Namun, untuk itu dibutuhkan solusi yang tepat juga agar nelayan dapat meningkatkan produktivitasnya. Untuk itu, Telkomsel dan Sisfo Indonesia bekerjasama melahirkan solusi sistem pemantauan kapal perikanan (Vessel Monitoring Solution/VMS).

Solusi ini menggunakan teknologi hybrid yang memanfaatkan infrastruktur GSM sebagai solusi dari Telkomsel MyBusiness untuk melengkapi fitur-fitur yang ada di alat pemantau kapal perikanan tersebut.

Sedangkan Sisfo Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengembangan dan implementasi teknologi informasi, termasuk dalam penyediaan layanan maritim. Jadi, kerjasama ini merupakan ‘perkawinan’ yang baik.

“Kerjasama dengan Sisfo Indonesia sesuai dengan semangat Telkomsel untuk memberikan manfaat teknologi telekomunikasi ke seluruh lapisan masyarakat. Infrastruktur GSM yang digunakan pada VMS tidak hanya akan membantu pemantauan penangkapan ikan oleh pemerintah, tapi juga akan membantu  meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan,” kata Sukardi Silalahi, Direktur Sales Telkomsel saat penandatangan kerjasama antara Telkomsel dengan Sisfo Indonesia.

Menurut Direktur Utama Sisfo Indonesia Nirwan Harahap, “Selama ini konektivitas di laut mengandalkan satelit yang memiliki keterbatasan bandwith. Dengan mengunakan tambahan infrastruktur GSM di jaringan Telkomsel, teknologi hybrid pada VMS akan lebih banyak memberikan keuntungan baik bagi nelayan, maupun bagi keperluan peningkatan kualitas penangkapan ikan oleh nelayan.”

Bagi pemerintah, VMS merupakan bagian dari usaha dalam memerangi illegal, unreported dan unregulated fishing. Untuk fishing coordinator / pemilik kapal, VMS akan membantu untuk efisiensi dan efektivitas pengelolaan informasi kapal, serta untuk memperkirakan hasil tangkapan ikan. Sedangkan bagi nelayan, VMS akan membantu untuk meningkatkan produktivitas serta mempermudah komunikasi dari kapal.

Selain teknologi konektivitas hybrid, solusi VMS juga memililki banyak fitur seperti Tracking untuk memonitor posisi dan pergerakan kapal, Log Book yang memungkinkan nelayan melaporkan posisi penangkapan dan hasil ikan sehingga hasil tangkapan diterima oleh pasar dengan harga yang layak.

Selain itu juga ada fitur Fish Forecast untuk membantu nelayan mengidentifikasi keberadaan ikan di laut, Distress Solution / Panic Button yang dapat digunakan nelayan untuk menginformasikan keadaan darurat di kapal untuk mendapatkan bantuan, Weather Information untuk memberikan informasi perkiraan cuaca dari pihak otoritas seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Bahkan VMS juga menyediakan fitur Messaging Service yang merupakan sistem pengiriman pesan untuk memungkinkan nelayan berkomunikasi dengan petugas pelabuhan yang berwenang di darat, serta Geofencing yang memanfaatkan GPS atau radio frequency identification untuk membantu nelayan mendapatkan informasi ketika memasuki daerah terlarang untuk menangkap ikan / marine protection area. (Icha)

Advan G2 Plus Sudah Punya Datally dan Files Go Dari Google

0

Telko.id – Smartphone dengan layar fullview dan baterai berdaya besar? Tentu menjadi idaman banyak orang, apalagi sudah menjalankan sistem operasi Android Oreo 8 dan didukung performa mumpuni.

Baterai berdaya 4.000 mAh, menemani aktivitas selama 12 jam. Kemudian bentang layar telefon pintar fullview 5,7 inci HD+ rasio 18:9 nikmat untuk main game dan nonton video. Itu menjadi hal yang ditawarkan Advan G2 Plus.

Advan G2 Plus, menjadi yang pertama untuk smartphone layar 5,7 inci fullview dengan kapasitas baterai jumbo, yakni 4.000 mAh. Dengan perpaduan tersebut, tentunya pengguna tidak akan mati gaya atau kebingungan ketika beraktivitas atau berkomunikasi.

Dari hasil pengujian, G2 Plus digunakan untuk beraktivitas selama 12 jam. Kemudian menonton streaming video 6 jam, dan standby selama 4 hari.

Maksimum baterai, maksimum performa, maksimum layar dengan harga Rp 1.899.000. Menjadi tiga hal yang ditawarkan oleh G2 Plus. Menyaksikan video, bermain game menjadi lebih memuaskan dan tahan lama Performa G2 Plus didukung oleh processor Mediatek 6737 Dual Core 1.3 GHz dengan RAM 3 GB dan ROM 32 GB yang menjalankan sistem operasi Android 8 Oreo.

Advan G2 Plus, dapat dimiliki mulai Senin, 30 Juli 2018 pada Flashsale di Shopee. Harga per unit pada jual cepat di e-commerce tersebut adalah Rp 1.899.000 dan berhadiah flashdisk OTG Sandisk 16 GB.

Setiap pembelian Advan G2 Plus, telah dilengkapi dengan paket bundling paket data dari Telkomsel. Paket tersebut adalah Telkomsel Android Unite (TAU).

Dengan sistem operasi Android Oreo, banyak fitur yang dapat dinikmati konsumen. Pada perangkat Advan G2 Plus, telah dilengkapi pula dengan Datally, dan Files Go bawaan dari Google Android.

Berbicara smartphone dengan baterai 4.000 mAh, tentu yang terlintas adalah desain dan body akan besar dan tebal. Namun, Advan G2 Plus ingin tetap menjadi smartphone sebagai penunjang gaya hidup dan mereka yang memerhatikan penampilan.

Advan G2 Plus menjadi yang pertama dengan layar 5,7 inci dengan baterai berkapasitas 4.000 mAh. walaupun besar dan lebar, perangkat ini nyaman dan mudah dioperasikan dengan  satu genggaman. Sebab, tetap ramping dan tipis, terlebih dengan balutan desain glossy.

Layar fullview rasio 18:9 HD+ dengan 5,7 inci, tentu menjadikan layar lebih tinggi dan luas juga nyaman digenggam. Untuk slot sim card menggunakan triple tray slot, yakni dua slot nano SIM Card dan SD Card hingga 64 GB.

Dukungan sistem operasi Android 8 Oreo pada Advan G2 Plus, memungkinkan pengguna dapat memilih pengoperian layar atau perangkat dengan fitur Full Screen Gesture.

Mengakses halaman lebih mudah cukup dengan gesture atau sapuan satu jari. Misalkan, swipe dari bawah ke atas untuk kembali ke menu utama. Kemudian swipe dari kiri atau kanan untuk kembali ke halaman sebelumnya. Terakhir swipe dari bawah dan tahan sejenak untuk membuka recent apps.

Menurut Tjandra Lianto selaku Marketing Director Advan, selain full screen gesture, ada sejumlah fitur lain yang dihadirkan oleh Android Oreo pada G2 Plus. Splitscreen dan picture in picture.

“Picture in picture, memungkinkan kita ketika bernavigasi dengan Google Maps atau Video Call dengan Google Duo sambil melakukan aktivitas lain. Maksudnya, layar akan ter-minimize menjadi kecil,” ujarnya.

Kamera belakang Advan G2 Plus, beresolusi 13 MP f/2.0 dilengkapi fitur pro mode. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk mengatur ISO, Saturation, seperti kamera profesional. Kamera depan beresolusi 8 MP lensa Largan dan sesor CMOS dengan f/2.2 dilengkapi fitur potrait mode bokeh.

“G2 Plus dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis. Mulai dari Pre Usage kita lengkapi dengan fingerprint dan Face ID. Kemudian ketika on usage, kita proteksi dengan privacy system atau bilik rahasia untuk menyembunyikan data, foto, video dan data penting lainnya. Juga Guest Mode, Child Mode,” ujarnya. (Icha)

Advan Yakin Flash Sale Advan G2 Plus Tidak Akan Back Fire Di Pasar

0

Telko.id – Gaya jualan Flash Sale secara online kini memang sedang menjadi trend di Indonesia. Hampir semua produk yang diluncurkan, mengawali masuk pasar dengan melakukan Flash Sale. Cara ini dianggap jitu untuk memberikan privilege bagi konsumen. Advan pun demikian.

Namun, seperti bukan rahasia lagi, kalau flash sale ini dijadikan ajang para toko atau outlet tradisional untuk memperoleh harga miring. Nantinya lalu akan dijual dengan harga normal. Maklum saja, ketika dijual saat flash sale ini, harga bisa nya lebih murah dan banyak promonya. Jadi toko atau outlet pun bisa punya untung.

Kali ini, dalam peluncuran perdana nya, Advan G2 Plus dapat diperoleh dalam program Flash sale di Shopee. Harga per unit pada jual cepat di e-commerce tersebut adalah Rp 1.899.000 dan berhadiah flashdisk OTG Sandisk 16 GB. Setiap pembelian Advan G2 Plus, telah dilengkapi dengan paket bundling paket data dari Telkomsel. Paket tersebut adalah Telkomsel Android Unite.

“Kami punya cara sendiri agar flash sale ini tidak jadi back fire di pasar. Salah satunya adalah dengan memberikan ID khusus bagi toko atau outlet sehingga mereka tidak dapat membeli lebih dari satu,” ujar Tjandra Lianto, Marketing Director Advan menjelaskan usai peluncuran Advan G2 +, di Jakarta (26/07).

Mudah-mudahan, Advan tidak mengalami back fire akibat Langkah flash sale yang dilakukan. Apalagi, Advan berencana pada batch pertama ini akan menyediakan hingga 50 ribu unit.

Sebagai informasi, Advan sebagai brand Indonesia, kini sudah termasuk Top 3 untuk brand smartphole terlaris di tanah air. Dari data yang dirilis International Data Corporation (IDC) tahun 2017. Prestasi ini membuat Advan mampu bertengger dan sejajar dengan brand dunia.

Dari data IDC penjualan smartphone Advan meningkat. Pada 2017 Advan menempati posisi ke-3 dengan market share 7,7%, sebelumnya di tahun 2016, Advan berada di urutan ke-4 (6,8%). (Icha)

LUNA X Prime ‘Pede’ Bersaing Dengan Smartphone Kelas Atas

0

Telko.id – Dari sisi spesifikasi, Luna X Prime sangat exclusive. Banyak teknologi terkini disematkan dalam produk ini. Namun, hanya dibandrol dengan harga Rp.4 jutaan saja. Sedangkan kompetitornya yang merupakan smartphone kelas atas memiliki spesifikasi yang sama baru dapat diperoleh pada harga diatas Rp.9 jutaan. Itu sebabnya, Luna sangat pede bakal mampu menarik perhatian konsumen Indonesia untuk membeli produknya.

“Kami harapkan Luna X Prime dapat memberikan warna tersendiri kepada konsumen tentang bagaimana seharusnya untuk smartphone dikelasnya,” kata Suryadi Willim, MarComm Manager LUNA Smartphone menjelaskan saat peluncuran Luna X Prime di Jakarta.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

“Merek lain memberikan harga yang sangat tinggi, sedangkan Luna X Prime akan lebih terjangkau oleh masyarakat Indonesia, tetapi dengan spesifikasi yang premium,” kata Suryadi menambahkan.

Apa saja keunggulanLuna X Prime ini? Yang termasuk dalam fitur premium adalah AR Emoji dan Wireless Charging. Dimana dengan AR Emoji yang dimiliki X Prime ini bisa membuat sticker dengan mengikuti gerakan kepala dan mimic si pengguna.

Dari sisi performance, Luna X Prime ini sudah menggunakan chipset Helio P60 milik MediaTek, dimana, si produsen sudah memasukan produk ini untuk mendukung smartphone kelas premium.

Chip ini menggunakan teknologi MediaTek NeuroPilot AI langsung ke jantung smartphone Anda yang memberikan Artificial Intelligent on-board untuk deteksi wajah dan AI yang dapat meningkatkan pencitraan cerdas dan video. Selain itu sudah menggunakan teknologi 12nm chip yang akan memberikan efisiensi energi yang luar biasa, masa pakai baterai yang lebih lama dan dioptimalkan untuk aplikasi yang paling menuntut saat ini.

Jadi ada beberapa keunggulan yang dapat diaktifkan dari chipset tersebut antara lain seperti interaktif AR Emoji, 3D Face recognition, Wireless charging, dan lainnya.

Dari sisi desain, Luna X Prime ini berlayar poni atau notch, yang akan menghadirkan pengalaman smartphone yang berbeda dengan rasio 19:9 dan beresolusi FHD+ juga diperkuat dengan layar kaca corning glass.

Pada segmen harga 4 jutaan, Luna X Prime menghadirkan fitur premium wireless charging yang belum dimiliki competitor di segmen tersebut bahkan dengan competitor yang sama sama berlayar notch sekalipun. Maka tidak heran wireless charging menjadi unggulan utama yang terus diangkat pada Luna X Prime.

Selain memiliki keunggulan diatas LUNA X Prime dari sektor keamanan juga ditingkatkan lebih dari seri sebelumnya yang meluncur, yaitu pada fitur face unlock. Face Unlock yang dimiliki LUNA X Prime ini membaca titik 3D wajah si pengguna, sehingga layar smartphone hanya bisa dibuka oleh si pengguna asli tidak bisa dibuka dengan foto si pengguna maupun saat si pengguna menutup mata.

Sementara itu, Arthur Wang, Direktur Senior MediaTek Penjualan Korporat Asia & Afrika, menyatakan bahwa Helio P60 dari MediaTek telah mengubah harapan konsumen dengan menghadirkan fitur AI dan kamera canggih ke segmen mainstream. Dirancang khusus untuk aplikasi AI terbaru, Helio P60 memiliki unit pemrosesan multi-core AI dan teknologi mutakhir MediaTek NeuroPilot AI untuk mendukung fitur seperti peningkatan fotografi secara real-time dan pengenalan wajah.

“Menggabungkan kinerja inti besar dengan desain hemat energi, Helio P60 menawarkan pengalaman pengguna yang luar biasa untuk perangkat New Premium seperti Luna X Prime,” tegas Arthur.

LUNA X Prime dilepas dengan harga Rp.3.999.000,- dan akan ada exclusive launching bersama Shopee dengan promo khusus Gratis Wireless Charger senilai 300 ribu, promo ini akan berjalan di tanggal 1 Agustus 2018 nanti.

Spesifikasi Luna X Prima

Design: Size 155*75.5*7.85mm, Keys : 3, Volume and Power

Colour  : Space Grey ,Maple Gold, Moonlight Silver

 Display: 6.2”  FHD in-cell 19:9 Display, 1080*2246P, Corning Gorilla Glass

Camera : Front: 16Mpxl Camera, Rear: 16Mpxl Camera + 5Mpxl Camera, Rear Flash

Memory : Internal Memory: 64GB ROM +4GB RAM T-card: up to 256GB

Battery : 3000 mAh

Connectivity : TDD, FDD, WCDMA, GSM, Wi-Fi Hotspot, Wi-Fi Display, Bluetooth 4.2 , Type-C, GPS with A-GPS, Micro + Nano/T, Dual Mode, Dual SIM Dual Standby

Chipset Helio P60 : CPU  4*A73 up to 2.0GHz (4*A53 up to 2.0GHz)

Phone Features

Navigation : Hide Navigation

Security : Face ID (Face Unlock 3D – “bukan trusted face”), Dark Face Unlock, Fingerprint, Hide Application

Camera : AR Emoji / Facemoji, Backlight, Night mode, Profesional, Time – lapse, Slowmotion, Group Selfie

Screen / Layar : Notch Screen, Full Screen, Home Screen UI, Single Layer (Iphone Style), Double Layer (Android Style)

(Icha)

 

 

Telkomsel Bangun TINC Demi Dukung Tumbuh Kembang IoT Di Indonesia

0

Telko.id – Internet of Things merupakan lahan yang menggiurkan bagi banyak pihak. Terutama operator yang memiliki ‘pipa’ sebagai jalan utama. Hal ini yang membuat Telkomsel meluncurkan program TINC atau Telkomsel Innovation Center.

Program ini merangkum berbagai kegiatan dalam membentuk ekosistem IoT Indonesia, berupa penyediaan laboratorium IoT, program mentoring dan bootcamp bersama expertise di bidang IoT, serta networking access bagi para startup, developer, maupun system integrator dengan para pemain industri terkait.

“IoT menjadi salah satu element penting untuk mendukung roadmap pemerintah Indonesia “Making Indonesia 4.0”. Telkomsel secara konsisten terus meningkatkan kesiapan teknologi dan jaringan untuk menghadapi tren IoT yang sedang berkembang secara global,“ kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel.

Dengan adanya program TINC ini, Telkomsel berharap ekosistem IoT yang matang juga terbangun. Di mana, menurut Ririek ekosistem tersebut harus mengandung 3 unsur. Yakni Device, Network dan Application. “Kami yakin bahwa untuk mengembangkan sebuah ekosistem diperlukan kolaborasi dari semua pihak yang terkait. Itu sebabnya, kami berkomitmen untuk terlibat aktif dalam perkembangan IoT Indonesia,” kata Ririek menambahkan.

Dengan program ini, diharapan dapat mendukung terciptanya produk siap pakai yang juga layak jual secara bisnis bagi masyarakat. Sekaligus juga memberikan kesempatan bagi para inovator untuk berkolaborasi dengan Telkomsel, membuka akses masuk ke pasar pelanggan dan mitra ritel Telkomsel, serta memberikan dukungan pendanaan hingga ke proses komersialisasi produk.

“TINC akan terlibat bersama para inovator baik itu startup, developer, maupun system integrator, selama fase pengembangan produk hingga komersil. TINC juga memberikan berbagai dukungan seperti connectivity sim card, development kit, dan fasilitas Lab IoT Lab. Dengan semangat kolaborasi, akan tercipta nilai partnership antara inovator dan Telkomsel untuk menghasilkan solusi produk IoT baru bagi masyarakat”, tambah Andi Kristianto,  Vice President Corporate Planning Telkomsel.

TINC menargetkan menjadi wadah bagi ratusan inovator tanah air. Selama setahun berjalan, kolaborasi bersama para inovator yang berada di bawah naungan TINC sudah menghasilkan berbagai solusi bisnis berbasis NB-IoT (Narrowband Internet of Things).

Solusi IoT yang saat ini sudah melewati masa inkubasi antara lain bike sharing di Universitas Indonesia hasil kolaborasi bersama Banopolis, automatic fish feeder / aqua culture solution bagi petani dan petambak di berbagai daerah di Indonesia hasil kolaborasi bersama eFishery, dan smart bin waste management system bersama Danone dan Alfa Mart yang merupakan hasil kolaborasi bersama SMASH.  Sedangkan beberapa solusi bisnis lainnya yang akan segera masuk ke tahap komersialisasi antara lain adalah smart metering, dan remote tank monitoring.

“Bersama para mitra, kami akan terus mengembangkan bisnis IoT yang menghadirkan solusi atas kebutuhan industri maupun masyarakat. IoT telah merevolusi gaya hidup serta menggabungkan dunia fisik dengan dunia digital, yang selanjutnya menawarkan sejumlah peluang dan tantangan baru bagi kalangan bisnis, pemerintahan, dan juga konsumen perorangan,” tambah Andi. (Icha)

Kominfo Dukung Indonesia Jadi Negara Tangguh Industri 2035

0

Telko.id – Pemerintah menargetkan untuk menjadikan Indonesia sebagai 10 negara dengan ekonomi terbesar pada Tahun 2030 serta menjadi negara tangguh industri pada Tahun 2035.  Hal itu telah dimulai dengan langkah strategis penerapan Peta Jalan Making Indonesia 4.0, terutama mengenai pembangunan infrastruktur digital nasional dan pembangunan ekosistem inovasi.

Guna mendukung upaya menjadikan Indonesia sebagai negara industri tangguh, Kementerian Komunikasi dan Informatika memastikan penyediaan infrastruktur konektivitas untuk mendukung perkembangan Industri 4.0.

“Pada saat kita memasuki era industry yang baru yang kita sebut dengan Industri 4.0, konektivitas itu menjadi bagian  yang tak terpisahkan,” kata Menteri Kominfo Rudiantara dalam acara Innofest: “Building Innovation Ecosystem for Making Indonesia 4.0” di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (24/07/2018).

Menteri Rudiantara memastikan lembaga yang dipimpinnya akan mendukung kebijakan sektor Industri 4.0.  “Peran pemerintah saat ini tidak hanya membuat regulasi, peran pemerintah sudah shift dari sekadar membuat regulasi masuk ke fasilitator dan menjadi akselerator.

Jaminan Menteri Kominfo ditunjukkan dengan komitmen perubahan paradigma dari.  “Itulah yang dilakukan oleh Kominfo dan saya yakin  di Kementerian Perindustrian bukan hanya mengatur, membuat regulasi, membuat kebijakan tapi bagaimana memfaslitasi melakukan akselerasi untuk industri,” tambahnya.

Menteri Rudiantara menyebut kemampuan untuk meningkatkan kapasitas produksi yang bisa menurunkan biaya per produk sebagai satu hal yang perlu disiapkan dalam memasuki era Industri 4.0.

“Sebetulnya Indonesia tidak ketinggalan dalam konteks proses yang sudah ada dalam memasuki Industri 4.0. Yang kita belum ada adalah economies of scale,” katanya.

Kawasan Industri 5G

Dalam Peta Jalan Making Indonesia 4.0, salah satu target untuk menghadapi revolusi industri generasi keempat adalah dengan melakukan terobosan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi terkini.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, pihaknya tengah mendorong pembangunan infrastruktur digital seperti peningkatan jaringan internet menjadi 5G untuk kawasan industri.

“Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan ekosistem inovasi yang dilakukan oleh manufaktur-manufaktur yang berada di dalam kawasan tersebut terutama dalam menghadapi era revolusi industri 4.0,” katanya.

Menurut Menteri Airlangga, saat ini Kemenperin telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mewujudkan konetivitas di kawasan industri. “Kerja sama ini untuk menyediakan konektivitas di kawasan industri. Kita bisa manfaatkan infrastruktur Palapa Ring yang merupakan jaringan berbasis fiber optik untuk jaringan 5G,” jelas Menperin.

Lanjut Airlangga, bagi pengelola kawasan industri yang ingin lokasinya dijadikan proyek percontohan dalam penerapan jaringan internat 5G, mereka dapat mengajukan permohonan ke Kemenperin. “Teknologi ini sedang disiapkan, prototipenya akan diluncurkan pada pelaksanaan Asian Games,” ungkapnya.

Menteri Perindustrian optimistis, implementasi industri 4.0 juga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif atau menyeluruh karena bisa menyentuh ke industri kecil dan menengah (IKM) selaku sektor mayoritas dari populasi industri di Indonesia.

“Kami memformulasikan digital environment untuk meningkatkan pertumbuhan IKM di dalam negeri. Kami juga mengidentifikasi beberapa IKM yang sudah memanfaatkan marketplace, seperti sektor makanan dan minuman, perhiasan, kosmetik, fesyen serta kerajinan,” paparnya seraya menjelaskan adanya platform e-Smart IKM untuk mewadahi pelaku industri kecil dan menengah.

Innofest dengan tema “Building Innovation Ecosystem for Making Indonesia 4.0” akan berlangsung sampai tanggal 27 Juli 2018. Rangkaian acara diisi dengan Penghargaan Rintisan Teknologi Industri (Rintek) kepada 11 perusahaan dalam negeri. Selain itu ada pameran hasil inovasi di sektor industri dan Seminar Internasional mengenai Penerapan Model Bisnis dan Teknologi Industri 4.0.

Sejumlah nara sumber yang telah diundang, antara lain dari Boston Consulting Group Indonesia, Schneider Electric Indonesia, Advanced Remanufacturing and Technology Center (ARTC) Singapura, serta Food Industry Research and Development Institute (FIRDI) Taiwan.

Ada pula acara Business Matching yang bertujuan mengkomersialisasikan invensi yang dihasilkan oleh Balai Besar serta Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Kemenperin, agar dapat dimanfaatkan oleh sektor industri atau stakeholders. (Icha)

 

 

Kini Waktunya Anak Muda Punya Peran Besar Dalam Industri Digital Kreatif

Telko.id – Industri digital kreatif boleh dibilang adalah dunia nya anak muda Indonesia. Tapi mereka tidak bisa langsung berdiri tegap dan berlari. Perlu dukungan dari berbagai pihak. XL Axiata adalah salah satu yang berkomitmen mendukung anak-anak muda Indonesia untuk bisa mengambil peran di era digital yang semakin mempengaruhi berbagai ranah kehidupan masyarakat melalui program XL Future Leaders (XLFL).

Salah satu upaya yang saat ini XL Axiata jalankan adalah memfasilitasi mereka untuk bisa memasuki dunia industri kreatif yang memanfaatkan kecanggihan teknologi digital. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai potensi dan tantangan industri digital kreatif, XL Axiata menyelenggarakan suatu talkshow bertema “Creative Business – Xplore Your Business with Creativity”, 24 Juli 2018 di Jakarta, dengan target audien para mahasiswa.

Tampil sebagai pembicara antara lain Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, Pemimpin Redaksi Tirto.id, A. Sapto Anggoro, pendiri Warunk Upnormal, Stefanie Kurniadi, dan pendiri Elders Garage, Heret Frasthio.

“Bisnis kreatif yang diinisiasi anak muda terus berkembang secara dinamis dan memberi pengaruh besar terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Data yang dikeluarkan oleh Badan Ekonomi Kreatif, ada sekitar 8,2 juta jumlah usaha ekonomi kreatif, di mana 20% di antaranya merupakan usaha rintisan atau startup yang berkembang pesat sejak era 2014 dan antara lain digerakkan oleh anak muda milenial. Lahan ekonomi kreatif inilah yang saat ini dan ke depannya diperkirakan akan semakin berkembang dan berpotensi memberikan kontribusi yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Muhamed Adlan bin Ahmad Tajudin, Direktur Keuangan XL Axiata menjelaskan.

Adlan menambahkan, sebagai perusahaan telekomunikasi dan teknologi, XL Axiata memiliki perhatian khusus pada tumbuh dan berkembangnya industri ekonomi kreatif, khususnya yang berbasis digital.

Selain sisi bisnis, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) “XL Future Leaders” (XLFL), XL Axiata ikut menyiapkan anak-anak muda Indonesia penuh potensi  untuk bisa mengisi kebutuhan sumber daya manusia unggul di era digital mendatang. Program ini memang didesain dengan menyesuaikan pada perkembangan gerak perkembangan zaman yang terjadi saat ini, di mana industri digital dan kreatif semakin terlihat akan menjadi penopang ekonomi dunia di masa mendatang.

Pemerintah berharap banyak dari industri kreatif dan telah menargetkan produk domestik bruto (PDB) sektor ekonomi kreatif sebesar Rp 1.000 triliun untuk 2018 ini. Ada tiga subsektor utama yang menopang ekonomi kreatif ini, yaitu kuliner, fashion, dan kriya.

Selain itu ada juga 16 subsektor lain yang sangat berpotensi untuk digarap di Indonesia, mencakup aplikasi dan pengembang permainan, arsitek, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film dan animasi, fotografi, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio.

Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk bisa menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten di bidang-bidang tersebut, agar potensi ekonomi yang besar tersebut dapat digarap secara maksimal.

Para pembicara merupakan pelaku langsung industri kreatif, termasuk Sandiaga Uno sebagai pengambil kebijakan di Provinsi DKI Jakarta yang aktif menggalakkan ekonomi digital kreatif di wilayah kerjanya. Sapto Anggoro sebagai jurnalis dan pelaku industri kreatif di bidang media berbasis online dengan format pemberitaan yang disesuaikan dengan segmen pembaca era digital, akan memaparkan pandangannya mengenai perkembangan industri kreatif di Indonesia dan secara global.

Sementara itu, Stefanie Kurniadi dan Heret Frasthio, akan memaparkan pengalamannya menghadapi segala tantangan dalam upaya membangun eksistensi di industri digital hingga kemudian meraih kesuksesan. (Icha)

 

Hariff DTE Mampu Buat Alat Komunikasi Aman Untuk TNI-AD

0

Telko.id – Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff DTE) berhasil meraih Penghargaan Rintisan Teknologi (Rintek) yang digelar oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Produk yang dilombakan dalam ajang tersebut adalah BMS (Battlefield Management System) CY-16H. Sebuah alat komunikasi di TNI yang dapat menjembatani dan mengamankan komunikasi diseluruh hierarki yang ada di TNI-AD, mulai dari pos komando hingga pasukan.

Penghargaan langsung diberikan dari Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato kepada Direktur Utama Hariff DTE, Budi Permana di Gedung Kementrian Perindustrian RI yang juga dihadiri oleh Dirhubad (Direktur Perhubungan Angkatan Darat) Brigjen TNI  Widjang Pranjoto sebagai pembina Hariff DTE untuk pengembangan produk industri pertahanan.

Penghargaan Rintek sendiri merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah pada perusahaan yang telah secara luar biasa menghasilkan perekayasaan invensi dan inovasi teknologi di Indonesia. Pada tahun ini, penghargaan Rintisan teknologi diberikan dalam ajang Innofest, Pameran Industri bertajuk “Internalisasi Industri 4.0 : Building Innovation For Making Indonesia 4.0”.

Dalam acara pemberian penghargaan Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengatakan,”Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi para perusahaan penyedia layanan teknologi, yang telah berhasil mengembangkan industri berbasis teknologi di Indonesia, semoga penghargaan yang kami berikan bisa memacu untuk bekerja lebih keras lagi” jelasnya.

Tahun ini merupakan kali kedua Hariff DTE memenangkan Penghargaan Rintek, setelah sebelumnya mengusungkan produk HiMAX231 (Hariff Interoperability Microwave Access) pada tahun 2008, yang termasuk dalam klasifikasi teknologi WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access).

“Dengan adanya penghargaan terhadap produk teknologi terbaru kami, yakni  BMS CY-16 H, maka akan semakin memacu kami untuk melakukan inovasi-inovasi melahirkan produk-produk teknologi yang memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” jelas Budi Permana, Presiden Direktur Hariff Daya Tunggal Engineering.

Produk BMS CY-16 H terpilih setelah melalui tahapan penilaian yang sangat kompetitif, Hariff DTE menyisihkan 16 finalis lainnya yang berasal dari berbagai bidang teknologi karena dianggap memiliki banyak kelebihan dalam segi fitur, disamping itu BMS CY-16H merupakan produk murni karya anak bangsa, tidak ada campur tangan asing sedikitpun dalam pembuatannya, dibuktikan dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang tinggi.

Melalui Litbanghan (Penelitian dan Pengembangan Pertahanan) bersama Dithubad (Direktorat Angkatan Darat) sejak 2012, seluruh rangkaian pembuatan, mulai dari rancangan hingga produksi didasarkan para doktrin TNI-AD sendiri, dan dikerjakan sepenuhnya oleh engineer Indonesia. BMS CY-16H juga pernah dipamerkan dalam ajang berskala internasional, yaitu  IDEF ( International Defense Industry Fair) di Turki pada tahun 2017.

BMS CY-16H merupakan produk ICCS (Integrated Command & Control System) yang dapat menjembatani dan mengamankan komunikasi diseluruh hierarki yang ada di TNI-AD, mulai dari pos komando hingga pasukan. Komando juga dapat memantau posisi dan kondisi pasukan yang ada di medan perang. Layaknya smartphone, selain dapat mengkomunikasikan suara, BMS juga dapat mengkomunikasikan data-data yang ada di lapangan dengan kecepatan yang tinggi, sehingga dapat meminimalkan miss komunikasi dan mempercepat proses pengambilan keputusan.

BMS CY-16H saat ini sudah terpasang di sebagian Kendaraan Tempur (Ranpur) dan Kendaraan Taktis (Rantis) Milik TNI-AD, PT. Hariff DTE juga tengah mengembangkan BMS Personil yang untuk digunakan oleh pasukan Infanteri TNI-AD.

Dengan berbekal keahlian, dan keinginan kuat untuk meiningkatkan nilai produk dalam negeri, juga demi mendukung pertahanan Indonesia, PT. Hariff DTE berharap agar BMS juga dapat digunakan juga oleh dua kesatuan matra lainnya, yaitu TNI-AU, dan TNI-AL.  PT.Hariff  DTE juga berharap BMS CY-16H dapat  bersaing dengan BMS mancanegara, dan berkomitmen untuk mengembangkan teknologi secara berkesinambungan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negeri. (Icha)

 

Promosikan Asian Games 2018, Kominfo Gelar Kompetisi Konten Kreatif

Telko.id – Tinggal 28 hari lagi, Asian Games 2018, gelaran olah raga terbesar di Asia itu akan berlangsung di Jakarta, Palembang dan sekitarnya. Berbagai kegiatan untuk menyemarakkan digelar oleh semua kalangan, dari  masyarakat, instansi pemerintah maupun swasta. Demi suksesnya acara tersebut, Kominfo Gelar Kompetisi Konten Kreatif dan Pesta Rakyat.

Untuk Pesta Rakyat dikemas sebagai kegiatan terbuka bagi masyarakat untuk unjuk kreatifitas dalam bentuk tarian dan kreasi konten digital dalam bentuk foto atau video. Kompetisi tarian modern digelar di panggung Pesta Rakyat yang juga dimeriahkan dengan pameran produk UMKM lokal dan potensi wisata setempat.

Gelaran Pesta Rakyat bertema Semangat Sang Juara itu telah berlangsung di Jambi, Pekan Baru (Riau), Solo (Jawa Tengah), Makassar (Sulsel), Padang (Sumbar) dan Banyuwangi (Jatim).

Dalam minggu ini sampai pertengahan Agustus akan berlangsung di Denpasar (Bali), Sorong (Papua Barat), Medan (Sumut),  Ambon (Maluku), Lombok (NTB), Yogyakarta (DIY), Banjarmasin (Kalsel), Bandung (Jabar), dan Bandar Lampung (Lampung).

Di Banyuwangi dan Denpasar, Pesta Rakyat dilaksanakan bersamaan dengan Torch Relay atau estafet api obor Asian Games 2018 keliling Indonesia.

Dalam Pesta Rakyat yang digelar dalam ajang Car Free Day (CFD), masyarakat sekitar lokasi, selain mengikuti Kompetisi Tarian Modern, juga bisa mengikuti kuis atau trivia dengan merchandise yang menarik serta mendaftarkan diri menjadi Duta Suporter Indonesia atau memberikan dukungan untuk atlet Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2018.

Duta Suporter Indonesia

Duta Suporter Indonesia (DSI) yang digagas oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara merupakan aplikasi untuk menggalang dukungan dan partisipasi para pengguna internet di Tanah Air.  Aplikasi itu diluncurkan untuk mengajak masyarakat, khususnya pengguna internet, ikut mendukung pelaksanaan Asian Games 2018.

Hal tersebut disebabkan tingginya angka pengguna internet di Indonesia yang menjadi nilai tambah istimewa, terutama generasi muda (milenial).

“Sejak diluncurkan Kementerian Kominfo pada 10 Juli lalu, tercatat hingga update data terakhir Minggu (22/7/2018), sebanyak 82.777 menjadi pendukung aplikasi DSI. Sedangkan jumlah Duta telah mencapai 3126,” seperti yang disebutkan oleh Noor Iza, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo dalam siaran berita tertulisnya.

Jumlah user yang terdata aktif di aplikasi DSI per tanggal 22 Juli berjumlah 30.808 dan melalui mobilesite yakni 55.095. Kemudian untuk pemenang kuis harian yang ada di aplikasi DSI yaitu sebanyak 150. Sementara untuk keseluruhan jumlah vote yang dilakukan pengguna internet untuk memilih para DSI telah mencapai 105.366.

Berdasarkan data yang dihimpun terakhir per tanggal 22 Juli, sebanyak 3327 menjadi partisipan aktif aplikasi DSI dari 34 provinsi di Indonesia yang terbagi menjadi dua kategori yaitu duta dan suporter.

Berbagai aktivitas untuk meramaikan penggunaan aplikasi DSI sejak pertama kali diluncurkanpun telah dilakukan Kementerian Kominfo melalui kanal-kanal yang ada di media sosial.  Salah satunya konten tentang aplikasi DSI di forum Kaskus dengan judul thread Nonton Pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta, Gratis!

Aplikasi DSI juga sempat menjadi trending topic pertama di Twitter, bahkan ketika masih dalam tahap soft launching tanggal 7 Juli dengan tagar #DutaSuporterIndonesia dan #DutaSuporter.

Kementerian Kominfo juga mencatat, partisipan aktif DSI melalui kanal Facebook telah menjangkau 11.107.800 dan impresions 27.649.133. Sedangkan di Instagram, total jangkauan mencapai 9.000.504 dan impresions 17.988.052. Lalu untuk Twitter, jumlah impresions pada akun @dutasuporter yakni 31.800, 659 profile visit, 48 mention dan 2123 telah menjadi followers.

Melalui aplikasi DSI, nantinya, setiap provinsi akan terpilih dua DSI yang bakal ikut menghadiri pembukaan Asian Games 2018 tanggal 18 Agustus di Jakarta serta menonton beberapa cabang pertandingan olahraga selama empat hari. Tak hanya itu, para voters yang beruntung pun juga berkesempatan untuk bergabung dalam Pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta dan mendapatkan sejumlah hadiah yang menarik.

Kompetisi Menulis

Kompetisi menulis mengenai Asian Games 2018 ini mulai dibuka pendaftarannya sejak 7 Juni lalu dan telah berakhir pada 17 Juli. Karya tulis yang dikirimkan dibagi menjadi dua tema yaitu Dukung Bersama Asian Games dari Daerahku dan Aku Bangga Indonesia sebagai Tuan Rumah Asian Games.

Peserta dapat mengirimkan karya tulisnya pada batas waktu tersebut dengan sebelumnya mengisi formulir pendaftaran melalui kanal web bitread.id/asiangames. Selanjutnya, panitia kompetisi menulis menyeleksi seluruh karya yang dikirimkan oleh peserta hingga akhirnya terpilih 34 orang finalis. Finalis Hasil seleksi karya tulis terbaik tentang Asian Games 2018 akan diumumkan oleh Kemenkomifo pada tanggal 25 Juli mendatang.

Pengumuman karya tulis yang lolos seleksi nantinya akan diumumkan Kemenkominfo melalui akun media sosial dan surat elektronik kepada para finalis. Setelah pengumuman finalis yang lolos seleksi, selanjutnya mereka semua akan melalui proses karantina hingga penentuan pemenang yang berlangsung pada tanggal 15-17 Agustus.

Selain itu juga, pada ajang kompetisi menulis tentang Asian Games 2018 ini akan digelar pula peluncuran buku Writingthon pada 17 Agustus.  Berbagai fasilitas diberikan Kemenkominfo kepada peserta yang terpilih karya tulisnya seperti hadiah, piagam juga akomodasi dan transportasi. (Icha)

 

Secara Sosioekonomi 5G Bakal Menghasilkan $ 42 Miliar Di Korea Selatan

Telko.id – Banyak pihak memang sangat berharap kehadiran 5G. Maklum saja, teknologi ini disinyalir bakal menghasilkan ‘duit’ besar. Berdasarkan hasil study yang dilakukan oleh KT Economics and Management Research Institute, penggunaan komersial teknologi 5G di Korea Selatan diperkirakan akan menghasilkan 47,8 triliun won ($ 42 miliar) dalam nilai sosioekonomi pada tahun 2030. Angka tersebut merupakan hasil dari 5G dengan memperhitungkan 1,5% dari PDB Korea Selatan pada 2025.

Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa dalam jangka pendek, teknologi 5G ini akan menciptakan setidaknya 30,3 triliun won dalam nilai sosial ekonomi dalam jangka waktu yang lebih pendek – pada tahun 2025. Angka ini akan mewakili hampir 1,5% dari produk domestik bruto negara itu.

“Seperti teknologi umum tujuan masa lalu, seperti listrik, mesin uap dan komputer, 5G akan merintis transformasi digital berikutnya dengan mendorong inovasi dan evolusi di seluruh ekonomi dan masyarakat kita,” kata Kim Hee-Su, kepala EMRI KT.

“5G akan digunakan dalam kombinasi dengan teknologi masa depan utama lainnya seperti Artificial Intelligence, data besar dan internet,” ujar Kim menambahkan.

Analisis 5G EMRI KT melakukan studi pada 10 industri utama Korea Selatan yakni otomotif, manufaktur, perawatan kesehatan, transportasi, pertanian, keamanan dan keselamatan, media, energi, logistik dan keuangan.

Studi ini menunjukkan bahwa jumlah total nilai sosioekonomi yang akan dihasilkan oleh teknologi 5G oleh 10 industri ini pada tahun 2030 diperkirakan mencapai 42,34 triliun won. Selain 5,41 triliun won akan dihasilkan oleh kota-kota, daerah non-perkotaan, rumah dan kantor, yang akan ditingkatkan dengan memanfaatkan 5G dan teknologi masa depan yang terkait.

Di antara 10 industri dalam laporan tersebut, industri otomotif diprediksi akan mendapatkan yang paling dalam nilai sosial ekonomi: 3,3 triliun won pada tahun 2025 dan 7,2 triliun won pada tahun 2030. Kendaraan telematika, salah satu kekuatan utama di balik peningkatan, akan membuat kendaraan lebih aman, panggil bantuan di pinggir jalan dengan satu sentuhan tombol, putar 911 ketika pengemudi mengalami kecelakaan dan perkenalkan fitur inovatif lainnya.

Keuangan diharapkan menjadi yang kedua dalam hal dampak industri dengan 5,6 triliun won dalam nilai sosial ekonomi pada tahun 2030, diikuti oleh industri media dengan 3,6 triliun won.

Berikutnya adalah perawatan kesehatan dengan 2,9 triliun won; transportasi dengan 2,8 triliun won; distribusi dengan 2,5 triliun won; energi dengan 1,1 triliun won; keamanan dan keselamatan dengan 0,72 triliun won; dan pertanian dengan 0,26 triliun won.

Awal tahun ini, KT mengkonfirmasi rencana untuk meluncurkan jaringan 5G komersialnya pada Maret 2019. Perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di negara itu sebelumnya menyelesaikan uji coba 5G selama Olimpiade Musim Dingin, yang berlangsung di kota PyeongChang pada bulan Februari. Selama PyeongChang Games, KT menyediakan lima teknologi visual yang digerakkan 5G – tampilan sinkronisasi, potongan waktu interaktif, siaran langsung realitas virtual 360 derajat, tampilan omni-point dan bus 5G yang terhubung.

Selama presentasi utama di KTT 4G / 5G Qualcomm, yang berlangsung di Hong Kong pada bulan Oktober 2017, KT SVP dari Strategi Jaringan YongGyoo Lee, mengatakan bahwa rencana penyebaran 5G telco awalnya menetapkan penggunaan spektrum 28 GHz untuk hotspot perkotaan dan 3,5 Pita GHz untuk daerah perkotaan dan pedesaan. (Icha)