spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1435

Kisah Dua Sahabat Paul Allen dan Bill Gates Dirikan Microsoft

0

Telko.id, Jakarta – Paul Allen dan Bill Gates bertemu ketika masih sekolah dan keduanya menjadi rekan ketika mendirikan Microsoft di tahun 1975. Menanggapi kepergian temannya akibat kanker, Bill Gates menuliskan kesan dan rasa terima kasihnya kepada Allen. “Komputer personal tidak akan ada tanpanya,” tutur Gates.

Baik Allen dan Gates memiliki rasa ketertarikan yang tinggi terhadap komputer. Keduanya bertemu di Sekolah Persiapan Lakeside, setara dengan SMA, di Seattle. Saat itu, Allen berusia 14 tahun dan Gates 12 tahun.

Allen, yang ayahnya bekerja di perpustakaan Universitas Washington (UW), sering menghabiskan waktu bersama Gates dan teman-temannya di Laboratorium Ilmu Komputer Universitas Washington.

Saking seringnya hingga ia mendapat surat di tahun 1971 yang memberitahu ia tidak lagi memiliki akses ke laboratorium komputer tersebut.

Namun, laboratorium tersebut merupakan tempat Allen dan Gates meluncurkan startup pertamanya, yaitu Traf-O-Data, untuk menghitung traffic. Pada peresmian nama Paul G. Allen School of Computer Science & Engineering Universitas Washington tahun lalu, Allen menuturkan bahwa Traf-O-Data merupakan kegagalan yang juga berperan dalam kesuksesan Microsoft.

Baca juga: Pendiri Microsoft, Paul Allen Tutup Usia Karena Kanker

“Walaupun Traf-O-Data secara teknis adalah kegagalan bisnis, pemahaman mikroprosesor yang (kami) pelajari sangat krusial bagi kesuksesan kami di masa mendatang,” ujar Allen.

“Jika bukan karena Traf-O-Data, dan jika bukan karena waktu yang kami habiskan di komputer UW, Anda bisa mengatakan kalau Microsoft mungkin tidak akan berdiri,” sambungnya.

Bersama Gates, Allen mendirikan Microsoft di tahun 1975. Perusahaan yang memiliki nama dari gabungan kata microcomputer dan software itu awalnya bertujuan untuk mengimplementasikan bahasa pemrograman bagi mikrokomputer, atau yang sekarang disebut komputer personal (personal computer).

Pecah Kongsi

Di tahun 1986, Allen terdiagnosis penyakit Hodgkin. Persahabatan Allen dan Gates mulai memasuki masa-masa sulit. Perbedaan pendapat dan hadirnya “orang ketiga”, membuat hubungan kedua sahabat ini memburuk, dan beruujung pecah kongsi.

Dalam memoarnya yang terbit tahun 2011, “Idea Man,”, memuat detail hubungan Allen dan Gates yang tidak banyak diketahui publik, termasuk negosiasi akan kekayaan Microsoft dan pengunduran Allen ketika ia didiagnosis penyakit Hodgkin.

Baca juga: Bill Gates, Anak Mama Jadi Inspirasi Dunia

Dalam buku itu, Allen menuliskan ia mendengar Gates berbincang dengan Steve Ballmer, karyawan Microsoft yang kelak menjadi CEO, mengenai kurangnya kontribusi Allen terhadap perusahaan. Hal inilah diduga yang menciptakan jarak antara kedua pengusaha raksasa tersebut.

Namun seiring berjalannya waktu dan keduanya sudah semakin menua, hubungan Allen dan Gates kemudian dilaporkan membaik setahun setelah buku tersebut terbit. [AU/HBS]

Sumber : Telset

Trafik Layanan Data XL Axiata Naik 94% Di Sulawesi Utara

0

Telko.id – Operator saat ini memang banyak yang sudah focus membangun jaringan dan meningkatkan kualitas layanan di luar pulau Jawa. Pasalnya, wilayah luar pulau Jawa ini memiliki potensi yang luar biasa. Tak heran, operator pun berlomba memberikan layanannya. Salah satunya adalah XL Axiata.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh XL, trafik layanan data di daerah terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah pengguna smartphone dan juga aktivitas digital para pelanggan. Hal itu mengharuskan XL Axiata untuk terus mampu menjaga kualitas layanannya. Kali ini yang disasar XL adalah Sulawesi Utara dengan penambahan jumlah BTS di sejumlah kabupaten dan kota.

“Manado menjadi kota pertama di Kawasan Timur Indonesia yang merasakan manfaat layanan 4G LTE dari Xl Axiata sejak 2015. Hal tersebut menunjukkan bahwa Sulawesi Utara memiliki potensi pasar yang besar. Untuk itulah pembangun infrastruktur di area ini terus ditingkatkan untuk mengakomodir peningkatan trafik,” ujar Rahmadi Mulyohartono, Group Head Commercial Go To Market XL Axiata.

Rahmadi melanjutkan, dalam setahun terakhir, trafik layanan data XL Axiata di Sulawesi Utara meningkat hingga 94%. Sementara itu jumlah pelanggan yang menggunakan layanan data kini telah mencapai kurang lebih 1,1 juta, atau sekitar 88% dari total pelanggan XL Axiata di Sulawesi Utara.

Peningkatan trafik terjadi hampir di semua kota/kabupaten. Trafik tertinggi antara lain terjadi di kota/kabupaten seperti Kota Palu, Kota Manado, Kab. Parigi Moutong, serta Kab. Minahasa Utara dengan peningkatan mencapai 94%.

XL Axiata pun akan terus melakukan sosialisasi manfaat layanan data di daerah-daerah yang dinilai masih belum maksimal pemakaiannya. Saat ini di seluruh Sulawesi Utara, layanan data XL Axiata didukung oleh sekitar 400 BTS 3G dan lebih dari 160 BTS 4G. Khusus Manado, XL Axiata memiliki sekitar 150 BTS 3G dan lebih dari 100 BTS 4G.

Untuk mendorong penggunaan layanan data oleh para pelanggannya di Sulawesi Utara ini, XL pun membuat tiga program. Ketiga program tersebut adalah Paket YouTube, Xtra Combo Lite & Xtream Smartphone 4G.

Yang menarik adalah diberlakukannya program “Double Lokal Kuota” yang mask dalam program Xtra Combo Lite. Program ini khusus berlaku di Kota Tomohon, Kota Manado, Kab. Minahasa, Kota Bitung, Kab. Minahasa Selatan, Kab. Minahasa Tenggara, dan Kab. Minahasa Utara, Jika nomor pelanggan dipakai di luar wilayah kota/kabupaten tersebut, maka tambahan kuota tidak berlaku.

Benefit yang diberikan mulai dari 4.5GB hingga 37GB, yang mana di kota-kota tertentu akan mendapatkan tambahan kuota dari 1.5GB hingga 18GB yang dapat digunakan di semua jaringan.

Program tersebut dapat dinikmati jika pelanggan baru maupun lama yang menggunakan Paket Xtra Combo Lite. Bagi pelanggan baru, manfaat dari program ini bisa langsung didapatkan begitu aktivasi kartu. Bagi pelanggan lama, manfaat akan didapatkan setelah pelanggan melakukan perpanjangan paket data baru.

Untuk program “YouTube Paket”, pelanggan di area tertentu diberikan produk khusus yakni diberikan benefit 15GB untuk akses YouTube dan iFlix hanya dengan Rp 1000/30hari. Paket ini hanya tersedia di UMB *123# bagi pelanggan di 27 kota. Khusus untuk wilayah Sulawesi Utara, kota-kota yang dapat menikmati benefit ini yaitu kota Manado dan Tomohon.

Program ketiga adalah XTREAM Smartphone 4G yang menawarkan keunggulan untuk mengakses layanan video online, untuk berbagai tujuan baik hiburan, informasi, maupun edukasi. Pelanggan yang membeli smartphone 4G ini akan mendapatkan manfaat berupa kuota YouTube unlimited selama 24 jam, satu tahun penuh, dan 1GB x12 bulan untuk akses data dan internet termasuk social media.

Pelanggan juga akan mendapatkan keleluasaan mengakses layanan penyedia film “iFlix” termasuk konten VIP tanpa biaya berlangganan, serta gratis layanan telepon dan SMS ke sesama nomor XL.

Semua keuntungan tersebut dapat dinikmati langsung selama nomor prabayar XL-nya aktif. Masyarakat dan pelanggan bisa mendapatkan Smartphone 4G Xtream dimulai dari Rp 559 ribu untuk Xtream 1 MINI hingga Rp 1,2 juta untuk Xtream 1 PRIME. Pembelian bisa dilakukan di XL Center, toko-toko smartphone di seluruh Indonesia dan secara online. Khusus untuk Xtream 1 PRIME, sudah dilengkapi dengan fingerprint, memory 2GB RAM dan 16GB ROM, dan layar lebar 5.5 inchi yang sudah full screen dan sangat cocok untuk streaming video di YouTube maupun nonton film di iFlix. (Icha)

Pemerintah Usulkan Perubahan Penggunaan Frekuensi 2.3 GHz

0

Telko.id – Pemerintah dalam hal ini Kominfo akan melakukan perubahan penggunaan spektrum frekuensi radio pada pita frekuensi radio 2.3 GHz. Dengan Memperhatikan ketentuan Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit.

Menurut Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Konsultasi publik RPM Perencanaan Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio pada Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz perlu dilakukan dengan alasan, untuk pencegahan terjadinya saling mengganggu, efisiensi dan ekonomis, perkembangan teknologi, dan kebutuhan spektrum frekuensi radio di masa depan. Termasuk juga dalam rangka rencana pengurangan 100 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika, Kementerian Kominfo.

Adapun yang dilakukan oleh Kominfo ini adalah menggabungkan, mengubah, dan mencabut 4 (empat) Peraturan Menteri. Pertama Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 08/PER/M.KOMINFO/01/2009 tentang Penetapan Pita Frekuensi Radio untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (Wireless Broadband) pada Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz. Kedua, Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 19 Tahun 2011 tentang Penggunaan Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (Wireless Broadband) Berbasis Netral Teknologi.

Peraturan ketiga yang digabung adalah Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 29 Tahun 2012 tentang Prosedur Koordinasi Penggunaan Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (Wireless Broadband) Berbasis Netral Teknologi.

Dan keempat adalah Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 28 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 08/PER/M.KOMINFO/01/2009 tentang Penetapan Pita Frekuensi Radio untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (Wireless Broadband) pada Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz.

Lalu, rencananya penggunaan dari frekuensi 2.3 GHz untuk pemanfaatan moda time division duplexing(TDD) berbasis netral teknologi. Pembagiannya, rentang frekuensi radio 2300-2360 MHz untuk keperluan layanan jaringan bergerak seluler dengan cakupan layanan nasional. Rentang frekuensi radio 2360-2390 MHz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) dengan cakupan layanan berbasis zona dan rentang frekuensi radio 2390-2400 MHz untuk keperluan kewajiban pelayanan universal telekomunikasi.

Untuk itu diperlukan koordinasi dalam penggunaan pita frekuensi radio 2.3 GHz. Yang pertama perlu melakukan koordinasi penggunaan pita frekuensi radio 2.3 GHz dengan negara tetangga yang dilakukan melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika.

Selain itu juga perlu koordinasi penggunaan pita frekuensi radio 2.3 GHz untuk keperluan layanan jaringan bergerak seluler dan koordinasi untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband).

Koordinasi juga diperlukan untuk penggunaan pita frekuensi radio 2.3 GHz antar penggunaan untuk layanan jaringan bergerak seluler dengan penggunaan untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband).

Untuk menanggapi Rancangan Peraturan Menteri dimaksud, masyarakat bisa memberikan masukan dari tanggal 16 sampai dengan 21 Oktober 2018 melalui email muht005@kominfo.go.idsiti008@kominfo.go.idkama001@kominfo.go.id, dan lign001@kominfo.go.id. (Icha)

GO-JEK Dorong UMKM Naik Kelas Lewat ‘GO-JEK Wirausaha’

0

Telko.id – Digitalisasi merupakah salah satu alternatif untuk UMKM naik kelas.  Setidaknya dapat mengakselerasi usaha nya ke pasar yang lebih luas lagi dengan lebih efektif. Sayangnya, dengan skala kecil menengah ini, upaya digitalisasi tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu juga ‘bantuan’ dari pengusaha besar untuk membentuk ekosistem yang bersahabat dengan pengusaha kecil menengah. Seperti yang dilakukan oleh GO-JEK. Perusahaan rintisan ini menggelar kegiatan GO-JEK Wirausaha di Purwokerto.

Target dari event ini adalah membantu para pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Purwokerto supaya bisa meningkatkan skala bisnisnya usaha dan memperluas pasar mereka melalui teknologi.

“Sejak GO-JEK hadir di Purwokerto tahun 2017, kami berkomitmen meningkatkan perekonomian di Purwokerto. Komitmen ini kami wujudkan melalui akses bagi para pekerja sektor informal dan UMKM untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan perluasan pasar. Melalui program GO-JEK Wirausaha, kami memperkuat komitmen tersebut dengan memberikan pelatihan, bukan hanya bagi para UMKM namun juga para calon wirausaha mandiri agar mereka bisa lebih maju lagi,” kata Delly Nugraha – SVP Central Region GO-JEK menjelaskan.

Acara yang digelar di Oemah Daun Cafe & Resto, Purwokerto bersama Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) dan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Satria Banyumas ini disambut antusias oleh UMKM. Setidaknya ada 200 pengusaha UMKM menghadiri nya.

GO-JEK Wirausaha adalah program pelatihan berbisnis yang diberikan oleh GO-JEK kepada pelaku industri UMKM dalam bentuk kelas tatap muka. Purwokerto menjadi kota ketiga setelah Kota Depok dan Kota Tangerang Selatan. Dengan pelatihan di Purwokerto ini, maka sudah terdapat hampir 400 pelaku UMKM se-Indonesia yang sudah mengikuti program GO-JEK Wirausaha sehingga menjadi #WirausahaNaikKelas.

Materi yang diajarkan di GO-JEK Wirausaha mulai dari perencanaan bisnis hingga mengelola keuangan yang baik sebagai fundamental membangun bisnis.

“Mereka yang ingin memulai usaha banyak terkendala dengan berbagai macam halangan, terutama mentalitas dan kemampuan dasar berbisnis. Oleh karena itu disini mereka akan belajar untuk berani dan cerdas dalam memulai bisnis.” tambah Delly.

Selain belajar bersama tentang kemampuan fundamental dalam berbisnis, peserta pelatihan yang sudah memiliki bisnis dapat langsung mendaftarkan usahanya ke dalam platform GO-FOOD dan GO-PAY. Hal ini agar para pelaku UMKM bisa langsung memasarkan, menjual, dan mengembangkan usahanya secara digital.

Berdasarkan riset yang diterbitkan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) pada tahun 2017 menemukan bahwa GO-JEK telah berkontribusi sebesar Rp 1.7 triliun per tahun untuk perekonomian Indonesia melalui penghasilan mitra UMKM. Para mitra UMKM ini pun mengalami peningkatan volume penjualan sebesar tiga kali lipat setelah mereka bergabung di GO-FOOD.

Program ini pun tentu menjadi ‘angin’ segar bagi para UMKM di Purwokerto. Tak heran, Bupati Banyumas, Achmad Husein pun menyambut baik inisiatif GO-JEK untuk membantu UMKM di Purwokerto meningkatkan skala bisnisnya.

Pernyataan serupa diamini oleh Ketua II Induk Koperasi An-Nisa Muslimat NU (Inkopan MNU), Dara Eriza Iswari. “Kami melihat ilmu yang diberikan sangat bermanfaat dan besar harapan Kami kegiatan ini dapat direspon positif juga oleh Primkopan (Primer Koperasi An-Nisa) khususnya Pengurus Cabang Muslimat NU Banyumas”, kata Dara. (Icha)

‘Gemerlap’ nya Startup Indonesia

0

Telko.id – Pemerintah ingin menjadikan Indonesia sebagai Negara Digital Economy terbesar di Asia Tenggara dan menciptakan 1.000 technopreneurs baru pada dengan valuasi bisnis USD 10 miliar pada tahun 2020.

Mungkin ada orang yang ‘mencibir’ dengan target pemeritah itu. Tapi jangan salah, Indonesia ini memiliki potensi yang luar biasa. Bayang kan saja, dua tahun lalu, orang yang berbelanja online baru 7,4 juta jiwa dengan transaksi Rp 48 triliun. Tahun lalu, angka itu naik menjadi 11 juta dengan total transaksi Rp 68 triliun. Meski belum diketahui persisnya, taksiran total transaksi tahun ini mencapai Rp 95,48 triliun.

Nyatanya, perkembangan ekonomi digital melampaui daya ramal manusia. Praktik e-commercedalam bentuk iklan jual-beli, retail, hingga mal online menanjak cepat. Tahun ini, nilai transaksinya diperkirakan mengambil 3,1 persen pasar retail. Transaksi melalui teknologi finansial atau fintechmenyentuh Rp 252 triliun, yang sebagian besar berasal dari pembayaran digital. Sedangkan e-travel, yang diwakili bisnis mobilitas dan perjalanan, menyumbang Rp 105,798 triliun pada tahun ini.

Bahkan Tempo memprediksikan pada 2020 yang akan datang, valuasi bisnis digital akan mencapai  Rp 135,364 triliun. Dengan Prediksi Nilai Transaksi 2020 sebesar Rp 1.759 triliun.

Angka-angka itu baru dari perdagangan online atau e-commerce. Tak aneh bila perkembangan perusahaan rintisan berbasis digital alias startup menarik perhatian pemerintah. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara masih ingat, dua tahun lalu, ia tanpa pikir panjang menyebut bakal ada lima unicorn di Indonesia pada 2019. “Waktu itu saya ditanya petinggi-petinggi perusahaan modal ventura di Silicon Valley, Amerika Serikat,” kata Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika beberapa waktu lalu. “Saya jawab saja lima. Gak tau dari mana.”

Untuk mencapai target itu memang Indonesia, dalam hal ini pemerintah perlu banyak ‘campur tangan’. Ekosistem yang dibuat agar mendukung pertumbuhan tersebut. Itu sebabnya, pemerintah pun membuat berbagai inisiatif.

“Kami memiliki ribuan startup yang telah melalui proses inkubasi dan akselerasi. Target kami di tahun depan, setidaknya kami sudah memiliki 5 unicorn. Jadi itulah mengapa pemerintah bertindak sebagai match-maker, bukan hanya pemerintah, tetapi juga dengan ekosistem dengan orang-orang di dalamnya, misalnya bersama dengan pendiri unicorn itu sendiri,” paparnya. 

Setidaknya, saat ini ada empat dukungan yang sudah dilakukan oleh pemerintah. Pertama, pemerintah itu sudah diwujudkan dalam reformasi kebijakan dan sudah ada 16 paket kebijakan ekonomi sejak tahun 2015. Kedua, saat ini  pemerintah tengah gencar membangun infrastruktur. Ketiga, pemerintah juga telah melakukan reformasi fiskal bagi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. Dan keempat, Indonesia melakukan reformasi hukum bagi kemudahan berusaha dan investasi.

“Saat ini waktu yang tepat karena, pertama, reformasi regulasi, kemudian pembangunan infrstruktur paling gencar dilakukan dalam sejarah Indonesia, reformasi fiskal dan hukum untuk kemudahan berusaha dan investasi,” ujar Rudiantara pada pembukaan Konvensi Internasional Next Indonesia Unicorn (NextIcorn): Digital Paradises Weekend.

Rudiantara pun optimis Indonesia menjadi negara yang tepat buat para investor menanamkan modal. Menurut Data dari Asia Business Outlook Survey 2017, The Economist Corporate Network 2017, Indonesia juga ternyata berada diposisi ke-3 dalam kesediaan investor menambahkan investasi setelah Tiongkok dan India. Kondisi seperti itu  akan membuat keyakinan investor untuk menanamkan modal di Indonesia.

Konvensi Internasional NextIcorn

Insiasi lain yang dibuat oleh pemerintah adalah menggelar Konvensi Internasional NextIcorn. Targetnya adalah mempertemukan mempertemukan perusahaan berbasis teknologi atau start up digital potensial dan terkurasi di Indonesia dengan venture capital global.

“KIta menyediakan platform yang dapat mempertemukan perusahaan berbasis teknologi atau start up digital potensial dan terkurasi di Indonesia dengan venture capital global. Tujuannya mempersingkat proses berinvestasi dengan menyediakan investor yang serius dari seluruh dunia dengan start-up Indonesia agar mudah menjadi unicorn,” jelas Rudiantara.

Di mana, pada NextICorn konvensi kali secara eksklusif mengundang para investor paling terkemuka dari pasar-pasar utama di seluruh dunia untuk berinteraksi dengan para pengusaha terkemuka Indonesia, investor teknologi lokal, dan perwakilan pemerintah di Bali.

Event ini terbukti ampuh. Pasalnya, pada NextICorn yang terakhir diadakan pada Mei 2018 lalu telah berhasil menciptakan permintaan lebih dari 2.000 permintaan pertemuan antara investor dan perusahaan yang dikurasi.

“Di mana 1.035 pertemuan berhasil difasilitasi hanya dalam waktu 1,5 hari. Kami telah mencatat 294 tindak lanjut sejak acara tersebut dengan beberapa yang telah diubah menjadi transaksi,” jelas Rudiantara.

Kali ini tercatat lebih dari 125 investor dan pemodal ventura hadir di event ini, dengan jumlah pertemuan yang diajukan mencapai lebih dari 3200 pertemuan. Lebih tinggi dibandingkan dengan pertemua sebelumnya. Tentu harapannya, tindak lanjut dari pertemuan tersebut juga berubah jadi transaksi.

Menariknya, NexICorn International Convention 2018 ini dihadiri oleh Top-Tier pemodal ventura dan investor global. Panitia begitu selektif hingga yang bukan Principle dan Partner ditolak!.

“Kita tidak terima kalau bukan Principle dan Partner. Gaungnya startup Indonesia sudah membuat VC dunia mau hadir datang langsung ke sini,” ungkap Lis Sutjiati, Deputy to the Chairman for NextICorn Strategy Formulation Coordination.

Jadi yang hadir untuk melakukan pertemuan setingkat dengan para startup adalah tingkat partner dan principle.

Namun, startup di Indonesia juga dipersiapkan agar memang layak bertemu dengan para calon partner maupun principle.

“Di Kominfo sendiri saya lihat sebagai pengamat juga memainkan perannya sudah sangat tepat. Kalau kita tempatkan posisi sebagai investor, ada banyak banget yang bikin startup. Harus ada proses kurasi untuk menemukan potensinya, seperti yang kita jalankan di Nexticorn ini. Jadi sebagai investor, cari startup tuh setengah mati di Indonesia. Dari sudut pandang startup juga sama, sangat-sangat buta. Program ini biar perusahaan punya brosur (compendium) yang bisa mudah dicerna, jadi proposalnya bisa paling atas di mejanya investor,” jelas Daniel Brand Ambassador NextICorn juga juga sebagai pengamat startup.

Indonesia ‘Surga’ nya Investor

Berdasarkan pengamatan Kementerian Komunikasi dan Informastika yang disampaikan oleh Menteri Kominfo Rudiantara optimistis Indonesia ada lima faktor yang menjadi penarik minat investasi di Indonesia.

Pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 10 tahun terakhir relatif stabil. Kedua, Indonesia memiliki kepercayaan yang tinggi dari para investor untuk berinvestasi. Ketiga,terjadi peningkatan signifikan dalam lingkungan peraturan seperti kemudahan berusaha. Keempat,  indonesia memiliki prospek sebagai negara ekonomi terbesar ke-5 di dunia tahun 2030.

“Kelima, di tahun 2030 juga Indonesia akan menembus angka 135 juta kelas konsumen. Terakhir, ditahun 2030 Indonesia memiliki 180 juta penduduk usia produktif,” tuturnya.

The Next Unicorn: HealthTech dan EduTech

Indonesia dengan jumlah penduduk dan penetrasi internet yang tinggi memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital. Apalagi terdapat Dua sektor yang memiliki potensi besar yaitu basis pendidikan atau edutech dan kesehatan atau healthtech. 

“Dua sektor tersebut memiliki potensi untuk digarap oleh startup digital dan modal ventura karena dana pemerintah yang digelontorkan ke sektor tersebut sangat besar,” ungkap Rudiantara.

Potensi sektor pendidikan menurut Rudiantara sangat besar, jika dibandingkan dengan APBN angkanya bisa mencapai Rp10 Triliun. “Apalagi untuk menjadi startup unicorn, kuncinya ada di pendidikan. Dalam APBN, 20% harus dialokasikan ke sektor ini. Tahun ini, anggaran pendidikan sekitar Rp 400 triliun. Dari angka itu, jika pendapatan yang diraih hanya 2%, nilainya sudah mencapai Rp 10 triliun,” paparnya.

Selain sektor pendidikan, menurut Menteri Kominfo, undang-undang juga mewajibkan pemerintah mengalokasikan APBN sebesar 5% ke sektor kesehatan. Dengan Rp 100 triliun anggaran pemerintah untuk kesehatan, maka jika 2% yang didapat, nilainya sudah Rp 2 triliun. ”It’s a big value, ” jelasnya.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital, Menteri Rudiantara mengaku, pemerintah akan terus mengurangi fungsi regulator dan lebih menonjolkan fungsi fasilitator dan akselerator.

“Less of a regulator, more of a facilitator, even more of an accelerator,” katanya.

Dengan dukungan oleh pemerintah itu, Rudiantara yakin, Bali akan menjadi acuan pengembangan ekonomi digital selain Beijing (China), Bangalore (India), dan Silicon Valey (AS). (Icha)

 

 

 

Belum Sebulan Dirilis, Adopsi iOS 12 Capai 50 Persen

Telko.id, Jakarta – Terhitung sejak kamis (11/10), sudah 50% produk Apple seperti iPhone dan iPad telah mengadopsi iOS 12.  Ini artinya, setengah dari produk Apple telah memakai sistem operasi terbaru dari perusahaan. Menariknya, iOS 12 sendiri baru dirilis kurang dari sebulan.

Dilansir Telko.id dari PhoneArena, setelah dua hari dirilis, baru sekitar 10,4% produk yang melakukan pembaruan. Namun dua minggu setelahnya terjadi pertumbuhan yang signifikan sebesar 46% dan sekarang sudah mencapai 50%.

Prestasi iOS 12 ini tampaknya setara dengan pendahulunya, iOS 10. Saat dirilis pada Oktober 2016 lalu, sistem operasi Apple ini sudah digunakan di hampir 60% perangkat. Bandingkan dengan iOS 11, yang membutuhkan waktu hingga 1,5 bulan sejak peluncuran, untuk mencapai tingkat adopsi 50%.

Baca Juga : Dua Minggu Rilis, Adopsi iOS 12 Kalahkan iOS 11

Mengenai tingkat pemasangan perangkat iOS, seri iOS 11 mengalami penurunan pada awal September dari 85% menjadi 39% pada 10 Oktober 2018. Demikian pula pada produk iOS lainnya yang duduk di angka 11%. Sedangkan sisanya adalah 50% produk Apple sudah memiliki iOS 12.

Tidak seperti versi terbaru dari sistem operasi, iOS 12 berkonsentrasi terutama pada peningkatan kinerja untuk semua perangkat yang berasal dari iPhone 5S seri tahun 2013. Faktor itu yang membuat  pengguna iPhone dan iPad melakukan pembaruan menjadi iOS 12 dari perangkat sebelumnya.

Baca Juga : Bug iOS 12 Bikin iPhone Xs Rentan Dihack

iOS 12 memulai debutnya pada 17 September dengan memperkenalkan iPhone XS dan XS Max. Perubahan terbesar pada perangkat lunak ini adalah fitur Memoji baru, peningkatan penanganan notifikasi, perubahan fitur Do Not Disturb dan aplikasi Measure.

Apple juga menambahkan fitur pengawasan orang tua dan fitur Screen Time yang memungkinkan pengguna memantau penggunaan perangkat anak-anak atau diri sendiri.

Pengguna iPhone awalnya sempat enggan memasang iOS baru lantaran banyak ditemukan bug dalam iOS 12 versi sebelumnya. Bug tersebut memungkinkan hacker untuk bypass passcode iPhone dan berpotensi mengambil data-data pribadi pengguna.

Baca Juga : iOS 12 Dirilis, Apple Langsung Ubah Panduan Keamanannya

Kasus itu pertama kali ditemukan oleh Jose Rodriguez, yang memperlihatkan bug iOS 12 dalam video yang tersebar di YouTube. Dalam video ditunjukkan, untuk bypass passcode iPhone, dibutuhkan penggunaan fitur Siri, yakni VoiceOver.

Ketika VoiceOver aktif, hacker cukup menggunakan ponsel lain untuk memanggil nomor ponsel dan mengirim pesan ke iPhone yang ingin di-bypass. Kemudian, dengan beberapa trik lain, mereka bisa mengakses kontak dan foto pengguna.

Bug keamanan tersebut bisa diterapkan di iPhone apapun yang berjalan di iOS 12, termasuk iPhone XS dan iPhone XS Max. Apple pun memperbaiki bug itu dalam pembaruan sistem iOS 12.1 Beta yang mungkin akan dirilis tak lama lagi. [NM/IF]

Sumber : PhoneArena

Sumber : Telset

10 Perubahan Penting Dibalik Strategi Huawei Kembangkan Artificial Inteligent

0

Telko.id – Huawei memprediksi bahwa pada tahun 2025, di dunia akan terdapat lebih dari 40 miliar smart device, dan 90% nya sudah memiliki fasilitas smart digital assistant. Pemanfaatan data pada saat itu akan mencapai 86% dan yang menyediakan adalah layanan Artificial Inteligent atau AI. Hal itu yang menurut perusahaan teknologi asal Cina ini bahwa AI akan mengubah semua industri dan organisasi yang ada di dunia.

Tak pelak, Huawei pun merasa perlu untuk memperdalam lagi teknologi yang dimilikinya berkenaan dengan AI ini.

Huawei Rotating Chairman Eric Xu, menjelaskan semua scenario strategi AI Huawei ini dalam HUAWEI CONNECT 2018 beberapa waktu lalu.

Dalam penjelasannya, Huawei melihat bahwa ada 10 poin yang akan menjadikannya inspirasi di balik strategi AI-nya. Perubahan tersebut yang akan membantu membuka jalan menuju masa depan AI yang lebih baik. Kesepuluh poin tersebut adalah:

  1. Pelatihan model yang lebih cepat
  2. Daya komputasi yang melimpah dan terjangkau
  3. Penerapan AI dan privasi pengguna
  4. Algoritme baru
  5. Otomatisasi AI
  6. Aplikasi praktis
  7. Sistem real-time, closed-loop system
  8. Sinergi multi-teknologi
  9. Platform support
  10. Talent availability

Sebagai langkah pertama dalam menjalankan strategi nya itu, Huawei akan melakukan investasi dalam basic research dan talent development, lalu membangun portofolio AI yang lengkap, membuat skenario AI dan menumbuhkan ekosistem global terbuka.

“Secara internal, kami akan terus mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan manajemen dan efisiensi dengan AI. Sedangkan di sektor telekomunikasi, kami akan mengadopsi SoftCOM AI untuk membuat jaringan O&M lebih efisien,” ujar Eric Xu.

Di pasar konsumen, Eric menyatakan bahwa ada HiAI yang akan membawa kecerdasan sejati ke perangkat konsumen dan menjadikannya lebih pintar dari sebelumnya. Ditambah juga ada layanan cloud publik Huawei EI dan solusi cloud pribadi FusionMind yang akan memberikan kekuatan komputasi yang melimpah dan terjangkau untuk semua organisasi – terutama bisnis dan pemerintah – dan membantu dalam menggunakan AI dengan lebih mudah.

“Portofolio kami juga akan mencakup kartu akselerasi AI, server AI, alat AI, dan banyak produk lainnya,” ungkap Eric.

Chipset Khusus AI

Sebagai bagian penting dari langkah strategi nya dan juga untuk memenuhi portofolio AI yang lengkap, Huawei meluncurkan Ascend AI IP dan seri chip, seri IP dan chip AI pertama di dunia yang secara alami melayani semua skenario, memberikan TeraOPS per watt yang optimal.

Serangkaian Ascend tersebut memberikan kinerja yang sangat baik per watt di setiap skenario, apakah itu konsumsi energi minimum atau daya komputasi maksimum di pusat data. Arsitektur terpadu nya juga akan mempermudah penerapan, migrasi, dan interkoneksi aplikasi AI di berbagai skenario.

Chip Ascend 910 dan Ascend 310, yang diumumkan tersebut, menandai kemampuan AI terdepan Huawei di level chip – lapisan bawah tumpukan. Chipset ini juga dijanjikan akan sangat membantu mempercepat adopsi AI di semua industri. (Icha)

Menteri KKP Resmikan Aplikasi “Laut Nusantara” Untuk Nelayan Indonesia

Telko.id – Para nelayan Indonesia agar mampu menangkap ikan lebih banyak lagi dan tetap terjaga keamanannya membutuhkan alat bantu. Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan XL Axiata berkolaborasi melahirkan aplikasi digital bernama “Laut Nusantara” yang bisa membantu meningkatkan produktivitas dan keamanan kerja masyarakat nelayan Indonesia.

Dan boleh berbangga karena aplikasi berbasis Android yang 100% buatan Indonesia. Data-data yang disajikan pun mendapatkan dukungan data kelautan yang sahih dan real time.

Sebenarnya, beberapa waktu aplikasi ini sudah diperkenalkan pada komunitas nelayan. Namun, baru sekarang diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di tengah-tengah komunitas nelayan Bali di Jembrana, Rabu (10/10).

Launching ditandai dengan penyerahan secara simbolis tiga paket perangkat Laut Nusantara yang terdiri dari smartphone yang berisi aplikasi Laut Nusantara, sim card dengan paket data 1GB dan satu buku panduan penggunaan aplikasi Laut Nusantara kepada tiga nelayan Pengambengan, Bali.

“Aplikasi Laut Nusantara ini menyediakan berbagai informasi yang paling dibutuhkan oleh nelayan kecil, baik mengenai wilayah tangkapan, informasi sebaran ikan di pelabuhan, hingga kondisi cuaca di laut,” ujar I Nyoman Radiarta, Kepala BROL.

Menurutnya, aplikasi ini juga akan sangat bermanfaat bagi para nelayan kecil perorangan di seluruh wilayah Indonesia yang selama ini sangat mengandalkan hasil tangkapan untuk menopang kehidupan keluarganya sehari-hari. Informasi mengenai kondisi cuaca juga cukup lengkap yang akan menjadi panduan sekaligus peringatan bagi para nelayan untuk mempertimbangkan keselamatannya.

“Aplikasi “Laut Nusantara” ini dibangun selama kurang lebih 5 bulan. Ini adalah aplikasi untuk nelayan yang kedua diluncurkan oleh XL Axiata, setelah sebelumnya disebut aplikasi “mFish,” ujar Yessie D Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata.

Yang membedakan aplikasi “Laut Nusantara” dengan aplikasi sebelumnya adalah basis informasi yang lebih lengkap dan real time, serta sumber data sepenuhnya disuplai oleh data resmi dari BROL.

BROL sendiri merupakan satuan kerja pada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mempunyai tugas dan fungsi  melaksanakan penelitian dan observasi sumber daya laut di bidang fisika dan kimia kelautan, daerah potensial penangkapan ikan, dan perubahan iklim, serta pengkajian teknologi kelautan.

Dalam riset kelautan yang dilakukan oleh BROL ini terdiri dari tiga pilar, yaitu research excellent, masyarakat industri dan education. Hasil keluaran riset harusnya bukan hanya berwujud tulisan, tapi implementasinya harus sampai pada masyarakat, terutama nelayan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dengan nyata. Adanya peluncuran Laut Nusantara yang merupakan bentuk hilirisasi produk unggulan BROL ini, dapat dikatakan merupakan dukungan terhadap terwujudnya tiga pilar tersebut.

Data-data dari BROL juga up to date dan berdasarkan riset dan observasi laut di seluruh wilayah nusantara. Semua informasi kelautan yang terdapat dalam Aplikasi Laut Nusantara ini didapat secara langsung dari stasiun bumi Balai Riset dan Observasi Laut, sehingga tidak diragukan keakuratannya. Updating data dilakukan setiap tiga hari berdasarkan data dari satelit khusus.

Sementara itu, data yang bersifat prakiraan berdasarkan analisa data selama 20 tahun ke belakang. Tim XL Axiata dan BROL sebelumnya sudah melakukan penelitian dan survey ke sejumlah komunitas nelayan di berbagai daerah untuk mengetahui kebutuhan mereka terkait informasi seputar aktivitas penangkapan ikan.

Aplikasi “Laut Nusantara” sudah bisa dimanfaatkan sejak 30 Agustus 2018. Masyarakat nelayan di seluruh Indonesia bisa mengunduhnya di Play Store secara gratis melalui smartphone Android dengan menggunakan operator layanan data. Aplikasi ini bisa dipergunakan oleh nelayan saat melaut sejauh smartphone mereka masih bisa menangkap sinyal data dari operator.

Berdasarkan ujicoba di sejumlah daerah, aplikasi masih bisa dibuka hingga jarak 10 mil dari pantai. Jarak ini masih sangat relevan mengingat nelayan kecil, dengan perahu berjungkung dan bentuk perahu tradisional berukuran kecil lainnya memiliki daya jangkau rata-rata kurang dari 20 mil laut. (Icha)

 

 

Telkomsel dan Angkasa Pura II Implementasikan Digitalisasi Airport

0

Telko.id – Digitalisasi bandara sudah menjadi keharusan saat ini. Hanya saja, tidak bisa serta merta dapat diimplementasikan secara serentak. Angkasa Pura II bersama Telkomsel sudah memulainya. Kali ini untuk mengimplementasikan program Airport Community and Integrated Digital Airport di lingkungan bandara Angkasa Pura II. Kerjasama tersebut berupa pemanfaatan layanan produk telekomunikasi dan pembayaran berbasis digital (E- Payment) , dan solusi business lainnya.

Penandatangan dilakukan oleh Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah dan Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di Hotel Club Med Nusa Dua, Bali kemarin (10/10).

Ririek mengatakan, “Kerjasama dengan Angkasa Pura II merupakan keseriusan kami dalam bersinergi dengan BUMN. Sinergi ini kami wujudkan dalam memberikan layanan produk telekomunikasi dan layanan pembayaran berbasis digital (e-payment) meliputi layanan paket data dan e-payment system di lingkungan bandara Angkasa Pura II.”

Selain itu, Ririek juga mengaku bahwa memberikan solusi layanan Telkomsel myBusiness Solution adalah untuk mendorong terwujudnya integrated airport di bandara Angkasa Pura II. Kerjasama ini sejalan dengan misi Telkomsel untuk membangun ekosistem digital Indonesia dengan platform Device, Network dan Application (DNA).

“Layanan yang akan segara kita digitalkan antara lain adalah e-payment system dengan TCASH dan e-parking. Dalam waktu dekat e-parking akan kita coba dahulu untuk parkir sepeda motor. Ditambah lagi teknologi Internet of Things (IoT) dari kami akan sangat membantu bisnis proses dalam segala bidang di lingkungan bandara. Untuk itu kami sangat senang dapat mendukung pengembangan smart airport ini,” lanjut Ririek.

Tahapan awal dari kerjasama ini antara lain penjualan paket data Telkomsel. Dalam seminggu ke depan akan dibangun booth Telkomsel di kawasan transit terpadu atau transit oriented development (TOD) di pintu M1 Bandara Soekarno Hatta yang akan menjual produk-produk Telkomsel. Akan dirancang juga produk-produk khusus untuk memudahkan dan meringankan biaya para pekerja bandara.

Awaluddin mengatakan “Kami berterimakasih kepada Telkomsel atas kerjasama yang kembali terjalin. Kerjasama ini akan menjadi payung besar dalam fokus pengembangan bisnis digital airport dan airport community. Pengembangan bisnis ini menggunakan layanan Telkomsel di lingkungan bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura II. Kami optimis kerjasama dengan Telkomsel akan memberikan pertumbuhan dan percepatan layanan di bandara.”

Menurut Awaluddin, kerja sama dengan Telkomsel akan punya daya sinergi besar. Sebab, masing-masing punya basis pelanggan yang besar.

“Saat ini, pelanggan Telkomsel saat ini berjumlah 170 juta. Sementara AP II dengan 15 bandara yang dikelola, pada tahun lalu, melayani 105  juta traffic passenger. Tahun ini, ditargetkan 116 – 117 juta pergerakan penumpang. “Kalau ini disinergikan menjadi sebuah community program, saya rasa akan sangat dahsyat sekali,” ujarnya. (Icha)

 

 

Demi Tambah Pelanggan Paskabayar XL Bundling Dengan Samsung Galaxy Tab S4

0

Telko.id – Punya pelanggan paskabayar memang lebih terjamin. Tak heran XL begitu agresif menelurkan banyak program untuk pelanggan XL paskabayarnya, XL Prioritas. Kali ini, program nya ditujukan bagi yang hobi nonton film online dan gandeng Samsung untuk program bundling nya.

Program tersebut namanya XL PRIORITAS Shopping Points Data paket baru dengan menggandeng Samsung Electronics Indonesia untuk menyediakan penawaran bundling eksklusif produk terbaru Samsung.

“Trafik akses ke layanan video atau film terus meningkat. Jaringan internet yang terus meningkat kualitasnya dan juga semakin merata di berbagai daerah membuat pelanggan merasa nyaman untuk menonton film-film pilihannya,” kata Mark Jefferson Chua Go, Group Head Device Management and Innovations XL Axiata dalam peluncuran Paket Baru XL PRIORITAS Shopping Point Data dan program Bundling Eksklusif dengan Samsung Galaxy Tab S4 di Jakarta, Selasa (9/10).

Ditambah lagi, menonton film online melalui smartphone atau tablet juga sangat praktis karena dapat dilakukan kapan dan di mana saja.

“Itu sebabnya kami merespon besarnya minat pelanggan tersebut dengan meluncurkan paket baru XL PRIORITAS Shopping Point Data Plan, serta menggandeng Samsung yang memiliki produk tablet terbaru yang canggih, yaitu Galaxy Tab S4,” tambahan Mark

Mark menambahkan, melalui bundling eksklusif antara XL PRIORITAS Shopping Points Data Plan dan Samsung Galaxy Tab S4, program ini dipercaya mampu menjangkau khalayak yang gemar streaming film dan menginginkan pengalaman berinternet yang lebih baik dengan perangkat tablet.

Perpaduan antara kuota internet besar di semua jaringan yang ditawarkan oleh XL PRIORITAS dan fitur-fitur terbaru yang dimiliki oleh Samsung Galaxy Tab S4 tentu dapat membuat pelanggan jadi lebih menikmati pengalaman berinternet, terutama continuous streaming, yang berkualitas.

XL PRIORITAS Shopping Points Data Plan ini dirancang khusus dengan tiga paket pilihan, yaitu Gold (Rp 150 ribu/bulan) dengan benefit kuota 10 GB per bulan; Platinum (Rp 250 ribu/bulan) dengan benefit 25 GB per bulan dan Unlimited JOOX; serta Diamond (Rp 450 ribu/bulan) dengan benefit 50 GB per bulan dan Unlimited Netflix, Joox dan Iflix.

Selain paket kuota, XL PRIORITAS Shopping Points Data Plan juga memiliki benefit cashback untuk pembelian device hingga Rp 7,2 juta.

Secara industri, pasar paskabayar ini menyenangkan bagi operator karena bad debt nya hanya sekitar 3% saja.

“Biasanya, hanya dua sampai tiga bulan saja pelanggan itu galau. Lebih dari itu pelanggan sudah paham cara bayar, layanan yang diberikan dan lain-lainnya sehingga akan loyal, ” ujar Roswida Sidauruk, Group Head Indirect Channel XL Axiata menjelaskan.

Itu sebabnya, XL juga cukup agresif mengejar pelanggan. Bahkan karena agresif nya itu, target XL untuk paskabayar tahun ini sudah tercapai pekan kedua September, lebih cepat dari yang diharapkan.

Hal itu disampaikan Chief Premium Segment Officer XL Axiata, Rashad Javier Sanchez beberapa waktu lalu. Dimana, pelanggan XL Prioritas dibagi menjadi dua, yaitu ritel dan corporate. Khusus ritel, tahun ini XL Axiata memasang target 600.000 pelanggan. Dan jika diakumulasi, total pelanggan XL Prioritas hingga saat ini sudah mendekati angka 1 juta pelanggan. Jumlah ini dinilai cukup besar mengingat XL Prioritas baru meluncur pada 2016 lalu.

Bundling Samsung
Sementara itu, untuk bisa mendapatkan Samsung Galaxy Tab S4 dan keyboard cover, pelanggan bisa mendapatkannya dengan harga Rp 2,5 juta plus berlangganan paket XL PRIORITAS Shopping Points Data Plan Diamond selama 24 bulan.

Penawaran ini dapat diperoleh di PRIORITAS Center, XPLOR, XL Center, Samsung Experience Stores, dan partner online e-commerce JD.ID tertentu selama bulan Oktober 2018.

Jaringan 4G LTE XL
Saat ini, XL Axiata telah menyediakan  layanan 4G LTE bagi pelanggan di lebih dari 380 kota/kabupaten di Indonesia, termasuk wilayah-wilayah pedalaman serta infrastruktur jaringan fiber optik sepanjang lebih dari 45 ribu km yang menghubungan berbagai pulau di Indonesia.

Selain ditunjang dengan kapasitas besar, 4G LTE XL Axiata juga ditopang  lebih dari 25 ribu BTS 4G. Pembangunan jaringan internet cepat tersebut juga masih akan terus berlanjut di tahun ini. (Icha)