spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1427

Sebelum Wisata Orang Indonesia habiskan Waktu 8 Jam Untuk Online

0

Telko.id – Facebook IQ berkolaborasi dengan Accenture untuk mempelajari perilaku penikmat wisata di Indonesia. Salah satu hasilnya adalah Orang dewasa di Indonesia menghabiskan rata-rata 8 jam untuk online setiap harinya.

Survei dilakukan kepada 947 penikmat wisata di Indonesia, usia 18 tahun ke atas, yang pernah memesan tiket pesawat, akomodasi, ataupun melakukan perjalanan selama 3 bulan terakhir.

Dalam dunia digital seperti sekarang ini banyak pilihan yang membuat para penikmat wisata harus melakukan banyak pencarian informasi sampai akhirnya menemukan yang sesuai. Inilah yang membuat banyak waktu yang digunakan untuk online.

Mulai dari menentukan destinasi wisata untuk berlibur bersama keluarga maupun pasangan, menilai beragam pilihan, melakukan reservasi perjalanan sampai menentukan cara pembelian. Satu hal yang pasti adalah pentingnya pengaruh sosial bagi para penikmat wisata ini.

Jika ditelaah lebih jauh lagi, dari hasil survei ini ditemukan bahwa untuk masalah penerbangan, 81% menemukan produk secara online, 99% dipengaruhi oleh rekomendasi dari teman dan keluarga ketika memilih moda transportasi yang akan dipesan. Lalu 69% akan melakukan diskusi dengan teman mengenai perjalanan menggunakan WhatsApp.

Untuk pembelian tiket pun, 90% akan dilakukan secara online. Setelah itu, 95% para penikmat wisata itu mengharapkan ada interaksi dengan produk atau merek setelah transaksi pembelian.

Hal yang sama juga terlihat dari masalah Akomodasi. Sebanyak 86% penikmat wisata ini menemukan produk secara online. Sebanyak 99% dipengaruhi oleh rekomendasi dari teman dan keluarga ketika memilih moda 
transportasi yang akan dipesan. Usai itu, 71% akan menggunakan WhatsApp untuk berdiskusi dengan teman mengenai perjalanannya.

Para penikmat wisata ini, 90% juga akan membeli tiket perjalanan secara online dan 96% mengharapkan interaksi dengan produk/merek setelah transaksi pembelian.

Demikian juga tentang pengalaman perjalanan.Sebanyak 69% para penikmat wisata ini menemukan produk secara online. Dalam pemilihan moda transportasi yang akan dipesan, sebesar 99% dipengaruhi oleh rekomendasi dari teman dan keluarga. Sebanyak 70% akan berdikusi dengan teman mengenai perjalanan menggunakan WhatsApp. Dan, sebanyak 74% akan membeli tiket perjalanan secara online. Setelah itu, 96% mengharapkan interaksi dengan produk/merek setelah transaksi pembelian.

“Kami juga menemukan bahwa platform media sosial berperan penting bagi penikmat wisata dalam menemukan alternatif baru untuk berlibur. Seluruh produk aplikasi Facebook menjadi saluran online utama untuk menemukan informasi bagi 73% responden,” ujar Sri Widowati, Country Director Facebook di Indonesia, dalam acara Press Circle December 2018: Looking Back at 2018 di Jakarta (11/12).

Sri menambahkan, bahwa di Indonesia, 72% responden yang menggunakan Facebook setiap minggunya menggunakan Facebook Lite, dan ini merupakan informasi yang sangat penting bagi pemasar ketika ingin membangun aspek kreatifitas dalam skala regional ataupun global.

Dalam survei tersebut, Facbook juga menemukan bahwa 84% dari penikmat wisata setuju tentang pentingnya kemudahan akses dalam pemesanan secara online, mungkin inilah alasan 92% dari mereka memilih untuk memesan tiket penerbangan dan 90% memesan akomodasi secara online.

Khusus untuk pengguna perangkat mobile, dalam survei tersebut ditemukan bahwa 67% dari mereka memesan tiket pesawat, 65% memesan akomodasi, dan 50% memesan tempat wisata melalui smartphone atau tablet.

Para penikmat wisata di usia 18-34 tahun, terlihat memiliki kemungkinan 1.25 kali lebih sering memesan via ponsel pintar dibanding mereka yang berumur 35 tahun keatas.

Jadi saat ini, merencanakan liburan tidaklah harus dimulai dengan memesan kepada agen perjalanan atau ke laman penyedia perjalanan wisata.

“Dengan kenyataan bahwa orang dewasa di Indonesia menghabiskan waktu 8 jam untuk online setiap harinya, 81 persen dari mereka menemukan merek dan produk perjalanan wisata baru secara online. Kami juga menemukan platform media sosial berperan penting dalam menemukan pilihan destinasi wisata terbaru. Seluruh produk aplikasi Facebook pun menjadi saluran online utama untuk menemukan destinasi bagi 73% penikmat wisata. Dan ada 72% responden yang menggunakan Facebook tiap minggu, menggunakan aplikasi Facebook Lite,” ujar Sri menambahkan.

Dari survei tersebut juga ditemukan hal menarik. Dimana, para penikmat wisata yang lebih muda memiliki kecenderungan 1.4 kali lebih besar untuk menemukan tujuan wisata melalui perangkat mobile dibanding mereka yang berumur 35 tahun ke atas.

Selain itu, 76% dari mereka memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap industri pariwisata, dengan ketertarikan menggunakan Augmented Reality (AR) atau Virtual Reality (VR) untuk mengeksplor produk sebelum membelinya. (Icha)

 

TCASH dan Pemerintah Uji Coba Salurkan Kredit Ultra Mikro

0

Telko.id – Belum semua masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan keuangan formal. Padahal, banyak yang membutuhkan bantuan keuangan untuk mengembangkan bisnisnya. TCASH dan bersama Kementerian Keuangan; BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Lembaga keuangan digital lainnya, melakukan uji coba digitalisasi penyaluran pembiayaan kredit Ultra Mikro (UMI).

Pada tahap uji coba ini, TCASH menyasar masyarakat anggota koperasi di kawasan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dimana penyaluran kredit UMI ini diarahkan sebagai pembiayaan modal bisnis anggota koperasi, khususnya untuk pengembangan Konter Pembayaran Resmi Bang TCASH di wilayah tersebut.

Saat ini di area Lombok Timur, terdapat lebih dari 1.200 debitur koperasi yang masih menerima pinjaman dalam bentuk uang tunai, yang menjadi target sasaran TCASH untuk ditransformasikan ke dalam bentuk non-tunai.

“Wilayah ini secara khusus dipilih sebagai salah satu upaya TCASH dalam membantu masyarakat setempat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal, untuk pengembangan bisnis mereka,” ujar Danu Wicaksana, CEO TCASH menjelaskan saat peluncuran program ini, (11/12).

Cara yang mudah, hanya memanfaatkan salah satu metode pembayaran yaitu Kode Akses USSD *800#, TCASH pun yakin menjadi satu-satunya uang elektronik dalam periode uji coba ini yang mampu melayani masyarakat unbanked yang masih menggunakan feature phone.

Penggunaan TCASH sebagai metode non-tunai penyaluran pembiayaan kredit UMI ini juga akan memudahkan masyarakat dalam memanfaatkan ekosistem lokal yang telah dibangun TCASH di pelosok negeri, seperti merchant lokal; Konter Pembayaran Resmi Bang TCASH; toko ritel modern; serta mitra TCASH lainnya yang melayani pembayaran tagihan PPOB dan layanan keuangan.

Kemudahan ini diharapkan dapat terus membantu memasyarakatkan gaya hidup non-tunai dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dengan layanan ini, TCASH pun turut berkomitmen membantu pemerintah dalam menyajikan data penerima kredit secara akurat, cepat, dan real-time, sehingga penyaluran kredit UMI ini pun tepat sasaran.

“Layanan penyaluran pembiayaan kredit UMI ini sejalan dengan fokus bisnis TCASH di tahun mendatang, yaitu pemberdayaan masyarakat di segmen underbanked melalui kemudahan akses terhadap layanan keuangan,” ungkap Danu.

Bahkan Danu optimis layanan ini dapat diterima dengan baik dan turut membantu pengembangan bisnis lokal masyarakat di Lombok Timur.

“Ke depan, TCASH akan memperluas cakupan wilayah penyaluran pembiayaan kredit UMI ke wilayah lainnya di pelosok negeri, seperti Medan, Semarang, Yogyakarta, dan Probolinggo,” ujar Danu.

Menutup akhir 2018, TCASH telah menjangkau lebih dari 30 Juta pelanggan lintas operator telekomunikasi di 34 provinsi di Indonesia, dengan lebih dari 20 Juta transaksi bulanan yang berasal dari layanan di lebih dari 75.000 merchant outlets.

Layanan penyaluran pembiayaan kredit UMI akan turut serta melengkapi beragam layanan lainnya yang telah dihadirkan TCASH, seperti pembelian paket pulsa dan data; pembayaran tagihan (tagihan air bersih di 155 kota, BPJS, listrik, internet); donasi digital; pengiriman dana antar-pengguna (peer-to-peer transfer).

Dapat juga digunakan untuk pembayaran parkir dengan aplikasi Parkee (di Ciputra Mall dan Artha Gading), serta di beberapa mall, seperti Mall Cambridge Medan, Mall Ambarukmo Yogyakarta, dan Mall Hartono Solo

Pembayaran transportasi, seperti pembelian tiket kereta api lokal Bandung Raya melalui aplikasi KAI Access, kereta bandara Railink di Soekarno-Hatta Cengkareng dan Kualanamu Medan, BRT Semarang, taksi Bluebird, dan pembelian tiket melalui aplikasi Tiket Damri Bandara di wilayah Jakarta dan sekitarnya juga sudah bisa dilakukan.

Selain itu, TCASH sudah bisa digunakan untuk pembelian micro insurance Sun Life; remitansi domestik dan internasional; linked-account, bersama BTPN, BTN, dan Bank BNI; hingga pembelian BBM secara non-tunai di 230 SPBU Pertamina, serta SPBU Total. (Icha)

 

 

Beberapa Masukan Dari Operator Ke Pemerintah Untuk Regulasi 5G

0

Telko.id  – Pemerintah sangat ini masih menggodok regulasi yang berkaitan dengan 5G di Indonesia. Belum terlalu mendesak regulasi ini karena pemerintah sendiri masih belum melihat kebutuhan 5G di masyarakat. Di tambah lagi, secara global, baru tahun 2020, 5G mulai akan digelar di beberapa negara.

Walau demikian, pemerintah didesak juga oleh operator agar regulasi 5G ini jangan terlalu lama. Paling tidak pada tahun 2019 sudah dikeluarkan. Pasalnya, jika seperti rencana nya pemerintah regulasi baru akan dikeluarkan pada 2021, maka terlalu mepet bagi operator untuk bersiap=siap dalam menggelar jaringan 5G ini.

“Kami berharap, regulasi 5G dari pemerintah ini secepatnya. Jadi kami operator pun punya waktu untuk mempersiapkannya. Kalau pemerintah baru menggelar regulasinya pada 2021, setidaknya kami butuh waktu satu tahun, artinya baru bisa menggelar 5G di tahun 2022. Terlalu lama,” kata Joko Riswadi, Division Head RAN/Access NSAS Indosat Ooredoo berharap.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dian Siswarini, CEO XL Axiata. “Sebaiknya, regulasinya dikeluarkan oleh pemerintah secepatnya. Kalau regulasi baru siap 2021, terlalu lambat untuk kita operator membangun jaringannya”.

Selain itu, masukan dari operator adalah masalah frekuensi. Rencananya, Indonesia akan mempersiapkan tiga frekuensi untuk bisa digunakan 5G, yaitu spektrum 3,5GHz, 2,6GHz atau 2,8GHz.

“Masalah penentuan frekuensi yang akan digunakan untuk 5G perlu juga diperhatian oleh pemerintah. Kalau memungkinkan, kami mengusulkan supaya menggunakan frekuensi unlisenced,” ujar Dian.

Sedangkan Indosat mengusulkan masalah frekuensi ini adalah ketika memilih frekuensi 2,6 GHz atau 2,8 GHz. Pasalnya, frekuensi ini sangat tinggi. Dengan demikian akan membutuhkan banyak spot untuk membangun BTS. “Jadi akan perlu infrastruktur sharing. Hal ini sebaiknya diperhatikan oleh pemerintah juga,” ujar Joko menambahkan.

Selain itu, Dian juga berharap Biaya Hak Penggunaan Frekuensi jangan terlalu mahal. Soalnya, 5G yang kami lihat akan banyak digunakan untuk IoT yang akan mengkoneksi banyak sensor. Kalau terlalu mahal, maka akan menjadi affordable di masyarakat”.

Dian menambahkan, “Satu lagi yang cukup penting bagi operator adalah spesifikasi teknologi yang akan dipilih oleh pemerintah. Kami berharap pemerintah dapat memilih teknologi Narrow Band IoT  atau NB-IoT. Soalnya, teknologi ini sangat pas diaplikasikan oleh operator seperti XL”. (Icha)

 

 

 

 

 

 

 

Akhirnya Jaringan 4G Plus Indosat Ooredoo Sampai Juga Ke Sumut

0

Telko.id – Tahun 2018 ini memang jadi moment cukup penting bagi Indosat karena mulai membangun banyak jaringan 4G Plus di luar pulau Jawa. Setelah Lampung, Banjarmasin dan Makasar, kini giliran Sumatera Utara.

“Perluasan dan penambahan jaringan di luar Pulau Jawa merupakan komitmen Indosat Ooredoo untuk menyatukan Indonesia menjadi bangsa digital. Di tahun 2018 ini kami telah memenuhi komitmen melakukan perluasan jaringan 4G Plus di Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan hari ini di Sumatera Utara,” ujar Haroon S. Hameed, Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo mengatakan dalam peresmian jaringan 4G Plus untuk wilayah Sumatera Utara di kantor pusat Indosat Ooredoo Jakarta (11/12).

Haroon menambahkan bahwa “Pengembangan jaringan 4G Plus di BTS yang ada saat ini di seluruh Indonesia akan terus berlanjut dan selesai di Februari tahun 2019”.

Setidaknya, kini jaringan 4G Plus Indosat Ooredoo di  wilayah Sumatera Utara meliputi 586 spot 4G Plus baru dan akan terus berkembang pada fase II dengan menambah 244 spot 4G Plus baru yang selesai pada bulan Februari 2019.

Perluasan jaringan 4G Plus Indosat Ooredoo hingga saat ini tersebar di 250 kecamatan dan 29 kabupaten yang terdiri dari sites untuk jaringan 4G Plus baru dan sites untuk jaringan 3G yang dimodernisasi menjadi jaringan 4G Plus. Selain itu, secara nasional, jaringan 4G Plus Indosat Ooredoo telah hadir di lebih dari 280 kota/kabupaten.

Dengan adanya penambahan jaringan ini, Indosat Ooredoo mengklaim bahwa pangsa pasarnya pun turut meningkat. Di Lampung misalnya menjadi 30% dari sebelumnya hanya 15%. Pelanggan datanya juga naik menjadi 30%.

Hal yang sama juga terjadi di Makasar market share nya menjadi 25% dengan pelanggan data nya juga meningkat menjadi 25%. Sedangkan trafik data nya naik sangat signifikan di semua wilayah yang dibangun jaringan 4G Plus nya.

Total sampai saat ini ada 11 ribu BTS 4G Plus yang sudah digelar di seluruh Indonesia. Dan pada tahun depan akan bertambah lagi. Setidaknya ada 28 level kota dan kabupaten. Ditambah lagi 8 kota provinsi yang akan dibangun jaringan 4G Plus nya. Total akan menjadi 36 kota sampai tahun 2019.

Harapannya, dengan peningkatan dan ekspansi jaringan 4G Plus ini, pelanggan Indosat Ooredoo dapat menikmati internetan lebih seru, mulai dari streaming video, download/upload semakin cepat, bermain game online, YouTube tanpa buffering, Instagram tanpa putus, hingga mengakses aplikasi dan konten favorit mereka secara instan. (Icha)

Begini Cara 3 Indonesia Menarik Perhatian Pelanggan Milenialnya

0

Telko.id – Suksesnya program BonsTri yang sempat dilakukan oleh 3 Indonesia membuat operator ini mencoba mengulanginya dengan beberapa penyesuaian baru. Ada dua program yang diluncurkan untuk monarki perhatian pelanggan milenialnya. Pertama,  program 2x Lebih Banyak dan ke dua, program loyalty BonsTri Point.

“Inovasi dan pembaharuan yang kami lakukan kali ini terinspirasi dari kerasnya tantangan hidup anak muda yang memiliki beragam keinginannya yang membuat mereka menjadi semakin kreatif dan inovatif. Program kali ini memberikan keuntungan ganda saat isi ulang pertama dan menawarkan lebih banyak keuntungan serta kemudahan dengan BonsTri Points,” ujar Dolly Susanto, Chief Commercial Officer 3 Indonesia menjelaskan saat peluncuran program terbaru nya itu di Jakarta (11/12).

Untuk program pertama yakni 2X Lebih banyak, pelanggan 3 akan mendapatkan dobel pulsa hingga maksimum Rp.50,000 setiap isi ulang pertama mulai dari Rp 1.000. Lalu ada tambahan manfaat langsung seperti kuota internet atau paket langganan nonton film korea maupun produk digital lainnya.

Selain itu, setiap isi ulang pelanggan dapat menikmati BonsTri Points yang kini dikemas menjadi lebih menarik dengan mekanisme tukar poin yang sangat mudah. Beragam keuntungan terdiri dari kebutuhan dasar teleponi, kuota, hiburan seperti games, musik dan film, bahkan kuliner hingga traveling bisa didapatkan dengan tukar poin BonsTri.

Untuk mendukung program nya tersebut, ada lebih dari 222 merchant yang telah bergabung untuk memanjakan para pelanggan 3, diantaranya e-commerce papan atas seperti Tokopedia, Bukalapak, Shope, JD.Id, Blibli.com. Telah bergabung juga Ayopop, aplikasi lokal untuk pembayaran tagihan secara online serta aplikasi travel dan hotel yang sudah sangat dikenal luas oleh traveller muda yaitu RedDoorz dan ZENRooms.

“Sudah menjadi komitmen kami untuk menjadi provider terdepan yang menyediakan fasilitas digital lifestyle bagi pelanggan kami, khususnya anak muda Indonesia yang dimanis,” imbuh Dolly Susanto.

3 Indonesia saat ini memiliki lebih dari 37 Juta pelanggan di seluruh Indonesia yang terbentang dari Aceh hingga Gorontalo. Sekitar 80% dari pelanggan ini adalah anak muda usia produktif dan 90% adalah pengguna smartphone yang digital native.  Mereka membutuhkan aktualisasi diri di media sosial, menikmati berbelanja maupun hiburan secara daring, serta gemar unjuk bakat dan karya di media digital. (Icha)

Prospek Fintech Yang Cerah Tercoreng Fintech Ilegal

0

Telko.id – Financial Technology atau fintech, tahun ini sedang naik daun. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan – OJK, sampai dengan 7 Desember 2018 jumlah P2P yang terdaftar/berizin di OJK adalah 75 penyelenggara. Penyelenggara Fintech Lending yang tidak berstatuskan terdaftar/berizin di OJK dikategorikan sebagai fintech lending/P2P illegal.

Terhitung sampai September 2018, jumlah rekening penyedia dana atau lender sudah mencapai 161.297  entitas,yang diawal tahun hanya berjumlah  115.939. Sedangkan jumlah rekening peminjam (borrower) mencapai 2.300.007 entitas atau meningkat pesat dari bulan Januari yang hanya   330.154 entitas.

Di periode yang sama, total penyaluran pinjaman lebih dari Rp 13,84 triliun atau meningkat tajam dari awal tahun yang hanya sekitar Rp3 triliun. Uniknya, dari jumlah penyalur yang besar itu, ternyata kredit macetnya rendah, hanya 1.2% saja.

Tentu, dengan melihat kondisi tersebut, fintech ini memiliki prospek yang cerah di Indonesia.

Sayang, ternyata dibalik gemerlapnya industry fintech ini, menjadi ‘ladang’ juga bagi oknum-oknum nakal yang mencari keuntungan sendiri. Satgas Waspada Investasi OJK, di medio awal September lalu mencatat ada 182 entitas fintech pinjam meminjam (peer to peer lending) yang beroperasi tanpa mengantongi izin usaha dari otoritas.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing, menyatakan ratusan fintech ilegal tersebut diketahui berdasarkan pemeriksaan pada website dan platform penyedia aplikasi di Google Playstore.

“Kami menemukan ada 182 entitas yang melakukan kegiatan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (fintech peer to peer lending) tanpa izin OJK sesuai POJK 77/POJK.01/2016 yang berpotensi merugikan masyarakat,” kata Tongam dalam siaran pers nya.

Tongam mengimbau entitas fintech tersebut segera menghentikan kegiatan pinjam meminjam dan menghapus semua aplikasi penawaran pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.

Jika ingin tetap beroperasi, OJK mendorong entitas tersebut untuk mengurus perizinan sesuai ketentuan perundang-undangan. Seluruh instansi terkait telah berkomitmen untuk memperlancar proses perizinan kegiatan usaha tersebut sepanjang memenuhi persyaratan.

Total, temuan OJK bertambah menjadi 407 entitas dari temuan sebelumnya hanya 227 entitas peminjaman uang yang beroperasi tanpa ijin OJK.

Seiring dengan itu, ternyata laporan aduan masyarakat yang masuk ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) juga tinggi. Ada sampai lebih dari 500 laporan yang masuk dari sampai September lalu dari 2016. Kemudian terus bertambah hingga November 2018 menerima 1.330 aduan terkait aplikasi fintech lending.

Pengacara Publik LBH Jakarta, Jeanny Silvia Sari Sirait, pun menjelaskan rata-rata pengaduan dilakukan secara kelompok — bukan perorangan.

Lalu, mayoritas pengadu mengaku terlilit utang pada lebih dari 10 fintech. Bahkan, ada juga yang punya utang pada 35 fintech sekaligus. Apalagi didukung dengan banyaknya fintech pinjam meminjam di Indonesia.

Dari aduan tersebut, sebanyak 89 perusahaan terindikasi melanggar aturan. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara pun angkat bicara.

Rudiantara menyatakan, jajarannya akan mendiskusikan hal tersebut dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Koordinasi itu meliputi perizinan, apakah fintech lending yang dilaporkan itu terdaftar di OJK.

Jika tidak terdaftar, maka Kementerian Kominfo akan memblokirnya. “Begitu kami tangkap, kami cek ke OJK, tidak usah pakai surat. Langsung kami blokir,” kata Rudiantara di kantornya, Jakarta, Senin (10/12).

Selama ini, ia mencatat instansinya sudah memblokir 400 lebih aplikasi dan laman fintech lending ilegal. Tindak lanjut pemblokiran itu baik yang berasal dari laporan masyarakat ataupun permintaan OJK.

Agar tidak tertipu fintech illegal, kominfo telah mengimbau masyarakat untuk membaca, memahami dan memastikan terlebih dahulu syarat serta ketentuan aplikasi pinjaman “online” atau “peer-to-peer lending”.

 “Kami mengimbau kepada para netizen atau warganet yang sehari-hari selalu aktif di Internet untuk terus berhati-hati dan waspada terhadap semua aplikasi yang akan diunduh dan digunakan melalui smartphone kita. Pastikan dulu membaca syarat dan ketentuannya,” ujar Ferdinandus Setu, Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo pada suatu kesempatan.

Bahkan Kominfo tak segan meminta Google Play Store dan Apple App Store untuk menurunkan aplikasi tersebut.

“Untuk aplikasi kami sudah bekerja sama dengan Google Play Store dan Apple App Store, jadi kalau memang ilegal mereka akan kita kirimin surat untuk tidak boleh di-download lewat App Store atau pun Play Store,” kata Semuel Abrijani, Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), seperti dikutip dari CNN Indonesia.  (Icha)

 

 

 

 

 

 

5 OEM Tiongkok Siap Meluncurkan Smartphone 5G

0

Telko.id  – Qualcomm Technologies, anak perusahaan dari Qualcomm Incorporated baru saja mengumumkan kolaborasi dengan China Mobile Communication Group Device dan 5 OEM Tiongkok yakni Xiaomi, OnePlus, OPPO, Vivo dan ZTE. Kerjasama ini dilakukan untuk ikuta mengembangkan perangkat seluler 5G yang didukung oleh Qualcomm Snapdragon 855 Mobile Platform dan keluarga modem 5G NR Snapdragon X50.

Snapdragon 855 Mobile Platform ini baru saja diluncurkan oleh pada acara tahunan Qualcomm Snapdragon Technology Summit. Di mana, chipset ini merupakan mobile platform komersial pertama di dunia yang secara kolektif mendukung 5G multi-gigabit, AI terdepan di industri, dan extended reality (XR) imersif sehingga dapat membuka era baru dari konektivitas multi- gigabit.

Nanti, pada acara China Mobile Global Partner Conference di Guangzhou, Qualcomm Technologies bersama OEM Tiongkok akan mempersembahkan demo perangkat seluler 5G, termasuk ponsel pintar (smartphone) dan customer premise equipment (CPE), sebagai langkah signifikan dalam mempercepat komersialisasi 5G.

Teknologi 5G NR memberikan kecepatan data multi-gigabit per detik dengan latensi yang jauh lebih rendah daripada jaringan saat ini, di antara kemampuan lainnya. Hal ini membuka peluang untuk level komunikasi baru, menghubungkan pengguna dengan lancar dan tidak hanya membuat smartphone lebih baik, tetapi juga memberikan pengguna era baru pengalaman yang imersif.

Pengguna pun nantinya akan dapat menikmati browsing dan mengunduh yang lebih cepat, kualitas panggilan video yang lebih baik, 360 video streaming ultra-high-definition, dan kemampuan kecerdasan buatan (AI) di perangkat yang lebih intuitif dari yang pernah ada sebelumnya.

Snapdragon 855 Mobile Platform ini dipasangkan dengan modem 5G Snapdragon X50 dan modul antena Qualcomm QTM052 mmWave, sehingga memungkinkan OEM Tiongkok untuk berpartisipasi dalam mearih peluang 5G dengan mengatasi peningkatan kompleksitas desain perangkat yang terus berkembang seiring dengan hadirnya generasi teknologi seluler mendatang, mendukung peluncuran perangkat komersial 5G premium mereka pada tahun 2019.

“Qualcomm Technologies bekerja sama erat dengan ekosistem di Tiongkok untuk memberikan solusi pengalaman transformatif 5G kami kepada konsumen,” kata Cristiano Amon, Presiden Qualcomm Incorporated.

Cristiano menambahkan, “Awal tahun ini kami mengumumkan ‘5G Pioneer’ Initiative bersama dengan manufaktur Tiongkok terkemuka, dan penyelesaian koneksi 5G menggunakan perangkat OEM yang berbasis Snapdragon 855 Mobile Platform merupakan pencapaian besar dalam inisiatif ini. Kami akan terus memberikaan pelanggan di Tiongkok dan di seluruh penjuru dunia membantu industri ponsel Tiongkok merebut peluang global melalui 5G pada 2019.”

“Kerja sama antara China Mobile Communication Group Device dan Qualcomm Technologies ini. merupakan hal yang signifikan,” kata Xiaowei Luan, General Manager, China Mobile Communication Group Device.

Di mana, menurut Xiaowei 5G akan secara mendasar mengubah cara hidup dan membentuk kembali aspek industri dan masyarakat. Untuk itu, China Mobile Communication pun memperdalam kerja sama dengan Qualcomm Technologies dan rantai industri serta menciptakan perangkat 5G dan pengalaman seluler yang beragam bagi konsumen. Semua itu untuk menghadapai dampak dari peluang besar 5G.

“Xiaomi telah melanjutkan kerja sama erat dengan Qualcomm Technologies dan operator dalam mempercepat pengembangan 5G,” kata Bin Lin, Co-founder dan President di Xiaomi.

Sebagai partisipan penting dalam ‘5G Pioneer’ Initiative dari Qualcomm Technologies, Xiaomi telah menyelesaikan koneksi sinyal dan data 5G serta tes 5G mmWave yang memanfaatkan Snapdragon 855 Mobile Platform sehingga mempersiapkan diperkirakan tahun depan sudah mulai meluncurkan smartphone 5G.

“OnePlus telah lama membangun relasi yang baik dengan Qualcomm Technologies, yang tidak hanya menyediakan komponen utama dan dukungan teknik tetapi juga membuka kesempatan untuk kami berinovasi,” kata Pete Lau, Chief Executive Officer, One Plus.

Harapan OnePlus, kerjasama ini dapat menjadi salah satu pelanggan pertama Qualcomm Technologies untuk meluncurkan smartphone 5G premium secara komersial pada tahun 2019.

“Era 5G merupakan game changer dan OPPO akan menjadi pemain kunci. Menggabungkan pemahaman mendalam standar teknologi 5G dan investasi signifikan dalam bidang R&D, bersama dengan Snapdragon 855 Mobile Platform yang canggih, kami percaya bahwa kami akan menjadi salah satu manufaktur yang pertama meluncurkan ponsel pintar 5G. Di era 5G, upaya berkelajutan dalam mengeksplorasi kasus-kasus penggunaan (use cases) transformasional akan mendorong nilai 5G, dan OPPO berkomitmen untuk memberikan pengguna pengalaman teknologi yang revolusioner, personal dan mudah untuk meningkatkan hidup mereka,” kata Tony Chen, CEO OPPO.

“Vivo selalu berpegang pada pendekatan yang berorientasi pada konsumen ketika menciptakan produk baru. Pada era 5G mendatang, Vivo percaya konsumen akan tetap menjadi inti dari ekosistem industri smartphone,” kata Jesse Shi, Senior Vice President Vivo.

Sebagai pemrakarsa perangkat 5G, Vivo berharap sepenuhnya dapat memanfaatkan keunggulannya dari platform dan teknologi untuk berkolaborasi dengan para pemimpin ekosistem upstream dan downstream termasuk Qualcomm Technologies dalam menciptakan perangkat 5G yang lebih pintar. Vivo berencana untuk mengeluarkan pre-komersial 5G smartphone di 2019, dan untuk mencapai peluncuran komersial berskala besar pada tahun 2020.

“Berkomitmen pada strategi ‘Leading 5G Innovations’, ZTE menyediakan solusi end-to- end 5G,” kata Luo Wei, Vice President of Product di ZTE Mobile Devices.

ZTE dan Qualcomm Technologies sendiri sudah memiliki rekam jejak dalam inovasi kolaboratif. Jadi harapannya dengan kerjasama ini juga ZTE  akan berupaya untuk mempercepat penggunaan perangkat 5G komersial melalui 5G Pioneer’ Initiative dari Qualcomm Technologies.

“Kami tidak sabar untuk memperkenalkan smartphone 5G komersial di paruh pertama tahun 2019,” ujar Luo.

Beberapa waktu lalu, ZTE telah berhasil menyelesaikan koneksi Internet 5G dan WeChat pada smartphone 5G ZTE melalui sistem simulasi bebasis Snapdragon 855 Mobile Platform. (Icha)

Qualcomm Siap Komersialkan Chipset Baru Yang 5G Ready

0

Telko.id – Qualcomm baru saja mengumumkan generasi produk dari Mobile Platform seri 8 yakni Snapdragon 855 Mobile Platform. Produk ini diklaim oleh perusahaan asal Amerika ini sebagai mobile platform komersial pertama di dunia yang secara kolektif mendukung 5G multi-gigabit, AI terdepan di industri, dan extended reality (XR) imersif sehingga dapat memulai era baru dari revolusi perangkat seluler.

Langkah Qualcomm ini untuk melengkapi ekosistem 5G dimana, dalam ekosistem itu harus ada unsur Network, Device dan Application. Nah, Snadragon 855 mobile patform ini akan digunakan oleh para produsen device untuk menciptakan produk 5G yang hingga saat ini masih belum ada yang komersial.

Dengan diluncurkan chipset dari Qualcomm ini maka para produsen smartphone atau device 5G lainnya mulai bisa memproduksi secara masal.

“Sejalan dengan peluncuran jaringan 5G oleh para operator di awal tahun 2019, konsumen untuk pertama kalinya mendapatkan manfaat dari pengalaman transformatif 5G di dalam perangkat seluler yang menggunakan Snapdragon 855,” kata Alex Katouzian, Senior Vice President and General Manager untuk Mobile di Qualcomm Technologies, Inc, diacara Snapdragon Technology Summit, di Maui, Hawaii.

Apa saja keunggulan dari Snapdragon 855 Mobile platform?

Konektivitas: Snapdragon 855 Mobile Platform ini menggunakan 5G X50 dan mengkombinasikan dengan modem konektivitas 4G multi-gigabit dengan modem LTE Snapdragon X24. Dengan dukungan 5G di frekuensi Sub-6 GHz dan mmWave, Snapdragon X50 memberikan respon dan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya. Semua itu membuat pengguna akan merasakan kecepatan 20 kali rata-rata dibandingkan saat ini.

Hal ini untuk memenuhi tuntutan kebutuhan data yang ada dan membuka jalan untuk pengalaman imersif generasi selanjutnya seperti gim VR multiplayer, berbelanja menggunakan AR, dan kolaborasi video secara real time.

Selain itu, Snapdragon 855 juga menawarkan performa dari Wi-Fi generasi selanjutnya berkat Qualcomm Wi-Fi 6-ready mobile platform, termasuk fitur canggih seperti 8×8 sounding untuk mendukung lebih banyak perangkat secara lebih efisien (hingga 2x peningkatan dibanding 4×4 sounding device), Target Wakeup Time untuk 67% efisiensi daya, dan keamanan terkini dengan WPA3. Snapdragon 855 juga mendukung mmWave Wi-Fi menggunakan Qualcomm 60 GHz Wi-Fi Mobile Platform.

Platform yang berdasar pada 802.11ay pertama di industri ini meningkatkan kecepatan Wi-Fi hingga 10Gbps dan membawa latensi rendah layaknya koneksi menggunakan kabel. Snapdragon 855 juga meningkatkan dukungannya untuk teknologi Qualcomm TrueWireless Stereo Plus untuk memenuhi tuntuan pasar headset dan hearable dimana earbud kiri dan kanan, latensi nya akan sangat rendah.

Kinerja: Demi memberikan kinerja dan efisiensi yang terbaik, Snapdragon 855 didukung oleh CPU Qualcomm Kryo 485 yang dibangun di atas teknologi Arm Cortex, hingga mampu memberikan efisiensi 45% dibanding platform sebelum nya. GPU Qualcomm Adreno 640 terbaru memberikan hingga 20% grafis yang lebih cepat dibanding generasi sebelumnya dan tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin untuk performa per watt.

Hal ini akan memberikan pengalaman gaming menggunakan grafis Adreno akan mencapai level baru dalam mewujudkan realita permainan melalui dukungan Vulkan 1.1, high dynamic range (HDR), dan physically based rendering (PBR).

Artificial Inteligent: Snapdragon 855 didukung oleh generasi keempat multi-core Qualcomm AI Engine yang menawarkan kapasitas total hingga lebih dari 7 trillion operations per second (7 TOPs) dan 3x performa AI dibanding generasi sebelumnya. Qualcomm Hexagon 690 Processor terbaru termasuk di dalamnya Hexagon Tensor Accelerator (HTA) dan empat Hexagon Vector eXtensions (HVX) dengan desain terbaru – dua kali jumlah vector processing dari generasi flagship sebelumnya – dan empat scalar threads, yang mana keseluruhannya memberikan kombinasi tangguh untuk akselerasi AI khusus dan dapat diprogram.

Peningkatan perangkat keras juga terjadi di GPU Adreno yang menampung lebih dari 50% arithmetic logic units dan di CPU Kryo 485 dengan penambahan instruksi baru untuk lebih jauh mengingkatkan kecepatan performa AI.

Kamera: Snapdragon 855 menetapkan standar baru dalam mengambil video dan foto yang luar biasa. Qualcomm Spectra 380 ISP terbaru menggabungkan beragam akselerasi perangkat keras dari kapabilitas computer vision (CV), memungkinkan CV- ISP yang pertama diumumkan di dunia ini untuk memberikan fitur komputasi fotografi dan pengambilan video tercanggih dan di saat yang sama juga memberikan hingga 4x manajemen daya yang lebih efisien.

Gaming: Snapdragon 855 merupakan platform pertama yang menawarkan Snapdragon Elite Gaming Experience terbaru. Pengalaman ini termasuk warna sekelas sinema di HDR yang sesungguhnya (lebih dari 1 miliar warna), tone- mapping seperti film, serta dukungan untuk physically based rendering (PBR) dan grafis Vulkan 1.1.

Film: Peningkatan pengalaman sinema juga mendukung playback HDR 10+ – fitur komersil pertama yang dapat digunakan dalam mobile. Pengguna juga dapat menonton lebih banyak film dalam satu kali pengisian daya sebab peningkatan perangkat keras decoding H.265 dan VP9 menawarkan efisiensi energi.

XR: Snapdragon 855 juga memungkinkan pengalaman volumetric virtual reality (VR) video yang imersif pada resolusi 8K. Penambahan ini, dan peningkatan kapabilitas lainnya, memberikan pengguna kebebasan seutuhnya untuk menonton, belajar, bermain dan berbagi pengalaman yang dinamis secara real time, bahkan dapat meleburkan batasan visual antara dunia fisik dan virtual.

Snapdragon 855 merupakan mobile platform pertama yang mendukung Qualcomm® 3D Sonic Sensor, solusi sidik jari ultrasonik komersial pertama di dunia yang dapat digunakan di bawah layar. Ia merupakan satu-satunya mobile solusi yang dapat secara akurat mendeteksi sidik jari bahkan dengan berbagai halangan.

Selanjutnya, teknologi ini juga mampu memungkinkan bentuk perangkat yang ramping dan modern namun di saat yang sama juga membedakan dirinya dari alternatif yang lain dengan tingkatan keamanan dan akurasi yang tinggi.

Snapdragon 855 Mobile Platform saat ini tengah berada dalam tahap sampling dan diharapkan dapat mulai pengiriman di perangkat komersial pada paruh pertama tahun 2019. Mobile platform ini akan mentenagai generasi perangkat flagship premium dan membawa dunia ke era pengalaman pengguna yang lebih imersif dan terkoneksi. (Icha)

XL Home Jadi ‘Kantong’ Revenue Baru Bagi XL

0

Telko.id – XL coba memberikan layanan data yang lengkap pada pelanggannya. Bukan hanya selular, kini XL juga masuk ke layanan fixed broadband berbasis fiber optic yang diberi nama XL Home. Layanan ini diharapkan menjadi ‘kantong’ revenue baru bagi XL. Hanya saja, belum tahun ini.

Harapan nya, tahun depan sudah sudah mulai menghasilkan.

“Tahun depan, kami berharap bisa mencapai 500 ribu pelanggan,” ujar Abhijit Navalekar, Direktur Corporate Strategy & Business Development XL Axiata.

XL Home menyediakan tiga variasi paket, yang ditawarkan oleh XL HOME, yaitu paket Family dengan harga Rp. 349.000, paket Super User dengan harga Rp. 499.000, dan paket Ultimate dengan harga Rp. 999.000, dengan kecepatan mulai dari 100Mbps hingga 500Mbps, tanpa batas.

Jadi, kalau pelanggan yang ditargetkan 500 ribu, lalu jika paket Family saja yang dipakai pelanggan, maka, pada akhir tahun, XL Home bisa menyumbangkan revenue pada holding sebesar Rp174,5 miliar. Masih kecil memang, tapi dengan adanya jaringan yang sudah dibangun ini, nanti nya akan dikembangkan juga kea rah IoT.

Untuk itu, XL Home pun menggandeng Netflix agar target diakhir tahun 2019 pun bisa tercapai. Ditambah juga dengan memperluas jaringan.

Mengapa Netflix? Abhijit menambahkan bahwa, “kerjasama dengan Netfilx ini untuk pelanggan kami dapat menikmati berbagai pilihan tontonan berkualitas tinggi baik film, serial TV, dokumenter maupun tayangan keluarga dan anak-anak yang berkualitas dari berbagai penjuru dunia di Netflix langsung di TV melalui XL Home Entertainment Box dan didukung oleh internet super cepat dan stabil untuk mengakses konten secara nyaman”.

Kondisi industry operator TV yang saat ini sering tiba-tiba menaikan tarif menurut Roy Wishnu Wibowo, Head of Product of Home Business. “Itu sebabnya, respon masyarakat terhadap XL Home juga bagus”.

Untuk perluasan wilayah Abhijit Navalekar menambahkan, bahwa sudah menjadi rencana pengembangan XL Home. Bahkan, perluasan ini juga tidak akan berhenti di 5 kota saja. Rencana pengembangan tahap selanjutnya sudah ditetapkan.

Pengembangan wilayah jangkauan ini merupakan respon atas terus meningkatnya minat masyarakat untuk bisa mendapatkan layanan internet yang lebih cepat dan stabil melalui fiber broadband.

Jakarta, Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan, dan Makassar merupakan kota-kota dengan permintaan yang tinggi untuk layanan yang dimaksud. Menurutnya, XL Home mampu memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan bahkan memberikan manfaat tambahan lainnya, berupa layanan hiburan yang lebih baik dari penawaran produk lainnya.

Dengan kualitas akses yang seperti itu, memungkinkan pelanggan untuk bisa mengakses, mengirim maupun mengunduh data dengan ukuran besar, streaming music, video maupun film, hingga main game online tanpa hambatan.

Dengan berlangganan XL Home pelanggan langsung mendapatkan perangkat XL Home Entertainment Box dengan teknologi Android terbaru yang disertifikasi oleh Google. Dengan perangkat itu, pelanggan akan bisa mengakses ribuan konten, aplikasi dan saluran televisi lokal maupun internasional.

XL Home Entertainment Box memungkinkan pelanggan untuk memilih sendiri hiburan yang diminatinya dan hanya membayar konten atau saluran televisi yang dipilihnya. Ini yang membedakan dengan layanan broadband lainnya, dimana pilihan paket dan kontennya kurang fleksibel, sehingga pelanggan membeli paket dengan konten atau tayangan yang belum tentu dikehendaki.

Itu sebabnya, XL Home yang membidik segmen keluarga muda, juga memperhatikan sisi keamanan bagi anak-anak di bawah umur. Layanan ini menyediakan fitur yang bisa mengatur Kidz Mode, dimana orang tua dapat mengendalikan jenis tontonan bagi anak-anak mereka.

Selain Netflix, pelanggan XL Home juga memiliki keleluasaan mengakses konten-konten yang ada dalam IFLIX, CATCHPLAY, dan yang akan datang adalah beIN SPORTS CONNECT untuk konten olahraga dan EROS NOW untuk tayangan bollywood.

Selain itu, juga tersedia berbagai saluran televisi lokal maupun internasional yang disediakan oleh DENS TV, UCAST TV, dan IVIDEOSMART, seperti Bloomberg, Entertainment Weekly, Sports Illustrated, Automoto TV, Simply K-Pop, dan hingga puluhan channel tv lokal lainnya, serta tentunya pelanggan bisa  menikmati semua konten dari YOUTUBE langsung di TV. Pelanggan juga bisa mengakses dan unduh ribuan aplikasi dari Google Play Store melalui perangkat XL Home Entertainment box. Tidak ketinggalan, tersedia juga tayangan ramah anak dari DA VINCI KIDS dan IFLIX KIDS. (Icha)

 

 

 

 

Edutech Berperan Penting Dalam Transformasi Pendidikan 4.0

0

Telko.id – Pendidikan adalah salah satu sektor yang selalu menjadi perhatian khusus pemerintah dari masa ke masa. Tak heran, perubahan kebijakan pun kerap terjadi di setiap pergantian kekuasaan. Indonesia sendiri sudah beberapa kali mengalaminya. Terakhir, pemerintah Indonesia mewacanakan transformasi pendidikan 4.0 untuk menumbuhkan generasi emas yang siap berkompetisi di era revolusi industri 4.0.

Disini, teknologi menjadi kunci. Dengan lebih dari  219.900 sekolah, 2.729.835 guru  dan 45.407.857 siswa yang tersebar di seluruh Indonesia, memasukkan unsur teknologi dalam dunia pendidikan tak hanya penting untuk membuka akses literasi secara lebih luas, tapi juga menjadi kunci pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia. Teknologi juga akan merevolusi cara kita mengelola dunia pendidikan, sekaligus menjadi alat untuk mendorong percepatan transformasi pendidikan 4.0.

“Kehadiran teknologi dalam dunia pendidikan (Edutech) akan merubah banyak hal. Mulai dari proses belajar, metodelogi, hingga personalisasi program pembelajaran. Dan yang terpenting, kehadiran teknologi tidak untuk menegasikan peran para pengajar dan institusi pendidikan, melainkan untuk menguatkan fungsi seluruh stake holder untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkap Atul Kulshresta, Founder dan CEO Extramarks di acara ISODEL, yang digelar di Bali, Senin (3/12/2018).

Untuk itu, Extramarks Indonesia menghadirkan Solusi Belajar Digital 3600 yang dapat dimanfaatkan baik oleh siswa, pendidik, sekolah maupun orang tua murid (terintegrasi) dalam kaitan untuk mencetak siswa yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan era Revolusi Industri 4.0.

Disini materi pembelajaran dirancang untuk tak hanya menyesuaikan dengan karakter siswa, tetapi juga membuat siswa lebih mudah mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja, dengan perangkat apapun termasuk smartphone, komputer, atau tablet PC baik secara online maupun offline.

Konten-konten pembelajaran yang terdapat dalam Extramarks Learning Solution juga sudah berbasiskan teknologi digital dan menyesuaikan dengan karakter para siswa yakni V.A.K atau visual, audio, dan kinesthetic. Itu sebabnya, setiap elemen dalam konten pembelajaran tersebut dilengkapi dengan teks, gambar ataupun video.

Extramarks sendiri menggunakan pendekatan Learn, Practice dan Test yang bertujuan untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik, mudah, dan menyenangkan. Lebih dari itu, semua proses pembelajaran siswa terekam dan bisa dimonitor oleh orang tua murid, guru, dan sekolah. Sehingga potensi kegagalan bisa diminimalisir, karena guru ataupun orang tua murid bisa mengidentifikasi kesulitan ataupun kendala siswa dalam proses belajarnya, untuk selanjutnya mempersiapkan program khusus untuk membantu siswa dalam belajar.

Solusi yang ditawarkan Extramarks ini sesuai dengan trend global dunia pendidikan yang mengarah pada big data analysis. Dimana institusi pendidikan, para pengajar, dan stake holder lainnya bisa mengolah dan memanfaatkan data, tidak hanya untuk pengembangan pendidikan itu sendiri tetapi juga untuk memahami siswa secara lebih dalam, mulai dari tingkat serapan, bidang ilmu yang disukai, hingga metode belajar yang sesuai dengan karakternya.

Menurut prediksi IDC dalam laporan berjudul “FutureScape: Worldwide Education 2019 the Top 10 Predictions”, pada tahun 2020 nanti, 30% kementrian dan institusi pendidikan secara global akan memanfaatkan alat pemantauan berbasis Artificial Intelligent (AI) untuk menciptakan ruang kelas digital yang ramah untuk siswa dan lebih terkontrol dari beragam pengaruh buruk yang ada di dunia maya.

Dalam prediksinya, IDC juga menyebutkan bahwa pendekatan student-driven learning yang memberikan keleluasaan bagi siswa untuk memilih cara belajarnya sendiri, akan dimanfaatkan oleh 35% institusi pendidikan secara global untuk mengembangkan kurikulum yang dipersonalisasi, baik atas inisiasi siswa maupun AI.

“Dengan analisis big data dan AI (Artificial Intelligent), para pendidik bisa membuatkan program khusus untuk masing-masing siswa, sesuai dengan daya tangkap dan kecepatan belajarnya masing-masing. Sehingga para siswa berkesempatan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Jenis pembelajaran campuran ini, yakni kombinasi pembelajaran online dan offline, bagus untuk meningkatkan perfoma dan meningkatkan tingkat partisipasi siswa dalam proses pembelajaran,” jelas Atul Kulshresta.

Sebagai informasi, manfaat big data sendiri sudah lebih dulu dirasakan oleh industri e-commerce. Menurut McKinsey Global Institute, retailer yang memanfaatkan kekuatan penuh big data dapat meningkatkan margin operasi mereka sebanyak 60%. Ini tak lain karena mereka menggunakan analisa big data untuk mengelola inventory produk, memahami perilaku pelanggan, meningkatkan pengalaman pelanggan yang lebih baik, memprediksi tren, dan lain-lain.