spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1420

Pertama Di Asia Tenggara, Indonesia Komersialkan NB-IoT Smart Meter

Telko.id – Adalah Telkomsel dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) DISJAYA yang mengimplementasikan Inovasi NB-IoT Smart Meter secara komersial pertama kali di Asia Tenggara. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Telkomsel dan PLN  DISJAYA pada hari ini (30/10) di GraPARI Telkom Group, Jakarta.

“Tren IoT sekarang ini tengah berkembang secara global. Oleh karenanya, Telkomsel secara konsisten meningkatkan kesiapan teknologi dan jaringan sebagai bagian dari upaya mengakselerasi terbentuknya ekosistem IoT di Indonesia,” kata Primadi K Putra, Vice President Corporate Account Management Telkomsel.

Upaya ini merupakan salah satu bentuk dukungan Telkomsel bagi roadmap pemerintah Indonesia yaitu ‘Making Indonesia 4.0’ dalam rangka memasuki era ‘Industry 4.0’, dimana aspek penguasaan teknologi, terutama teknologi informasi dan komunikasi menjadi kunci penentu daya saing Indonesia.

“Implementasi teknologi NB-IoT ini juga sejalan dengan  visi Telkomsel sebagai digital telco company yang senantiasa menghadirkan layanan dan solusi digital terkini yang dapat meningkatkan perkembangan ekonomi bangsa”, tegas Primadi.

Lebih lanjut Primadi menjelaskan, “Implementasi NB-IoT pada sistem metering di PLN merupakan salah satu use case yang dapat menunjukkan bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat nyata dan signifikan di berbagai sisi kehidupan masyarakat”.

Teknologi NB-IoT AMI ini merupakan bagian dari tahap modernisasi gardu PLN dan alat meter yang digunakan oleh pelanggan segmen korparat/enterprise, dimana penggunaanya dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas PLN, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan PLN kepada pelanggannya.

“Penerapan teknologi smart meter adalah keniscayaan, PLN DISJAYA percaya dengan teknologi banyak memberikan manfaat bagi pelanggan seperti pembacaan meter yang lebih akurat. Juga bagi PLN untuk dapat mengidentifikasi gangguan lebih cepat tanpa harus menunggu aduan dari pelanggan,” ungkap Faisol, Senior Manager Distribusi PLN UID Jakarta Raya menjelaskan.

NB-IoT merupakan teknologi telekomunikasi terbaru yang dirancang secara khusus agar komunikasi antar mesin semakin masif dengan coverage jaringan telekomunikasi yang semakin luas hingga 2 kali dari jangkauan GSM. Teknologi ini mampu menghasilkan kapasitas koneksi yang masif untuk solusi dan aplikasi berbasis IoT pada waktu yang bersamaan. Berdasarkan data dari GSMA (3GPP),  1 BTS NB-IoTbisa menghubungkan hingga 300.000 perangkat terkoneksi (connected device).

Di sisi lain, teknologi ini juga membuat penggunaan daya pada perangkat pengguna lebih hemat.  Teknologi radio akses NB-IoT, yang merupakan salah satu jenis teknologi jaringan Low Power Wide Area (LPWA), memungkinkan optimalisasi daya sehingga perangkat beroperasi hingga 10 tahuntanpa pengisian daya ulang baterai.

Inovasi teknologi akses NB-IoT AMI merupakan bagian dari pengembangan platform IoT Smart Connectivity Telkomsel yang sudah hadir terlebih dahulu dengan 2G/3G/4G. AMI merupakan bagian dari Smart Grid yang berfungsi sebagai “last mile” atau akses pelanggan dimana semua perangkat dan alat terhubung secara online dengan server terpusat.  Komponen AMI terdiri dari sistem smart meter, sistem komunikasi dan sistem aplikasi pada server.

Teknologi NB-IoT AMI menguntungkan pelanggan PLN dengan pembacaan meter yang dilakukan secara nirkabel dan real-time, dan  di lain pihak PLN pun bisa mengontrol status dan mengumpulkan informasi langsung dari meter dengan data terkini.  Selain itu, pemanfaatan teknologi ini juga bisa mengurangi potensi fraud/kecurangan di meter pelanggan dan memberikan akurasi tagihan yang lebih tepat.

Sebelum mengimplementasikan teknologi NB-IoT pada sistem smart metering PLN, pada bulan Maret 2018 Telkomsel telah melakukan implementasi teknologi NB-IoT pertama di Indonesia, melalui konsep bike sharing di Universitas Indonesia.  Teknologi yang diterapkan pada ekosistem sepeda kuning (Spekun) di kampus UI Depok tersebut adalah teknologi bike sharing generasi keempat plus (4+) yang merupakan penyempurnaan dari sistem bike sharing generasi keempat. Teknologi ini merevolusi sistem bike sharing manual generasi sebelumnya. (Icha)

 

 

 

Booking Holdings Investasi US$200 Juta ke Grab

Telko.id – Ini adalah contoh perkawinan antar industri yang menarik. Di mana, perusahaan platform layanan mobile dan transportasi on-demand bergandengan dengan perusahaan pemesanan akomodasi online dan travel e-commerce. Yang kerjasama ini akan memberikan benefit lebih banyak pada pelanggan kedua perusahaan.

Ya, Booking Holdings, perusahaan pemesanan akomodasi online dan travel e-commerce mau berinvestasi ke Grab, platform layanan mobile dan transportasi on-demand karena melihat begitu besar potensinya. Investasi yang dikucurkan sebesar US$200 Juta.

Dengan kemitraan ini, berbagai merek dari Booking Holdings dapat menawarkan layanan transportasi on-demand melalui aplikasi mereka yang didukung oleh Grab, dan pelanggan Grab dapat memesan berbagai akomodasi di seluruh dunia yang didukung oleh Booking.com dan agoda.

Selain itu, investasi yang dilakukan Booking Holdings ini juga sebagai bentuk pengakuan terhadap posisi Grab sebagai platform mobile online-to-offline(O2O) terkemuka di Asia Tenggara.

Sebelumnya, Grab juga telah mendapatkan investasi sebesar US$2 miliar dalam babak pendanaannya kali ini dan berada dalam jalur yang tepat untuk mendapatkan investasi sebesar US$3 miliar pada akhir tahun ini.

Melalui kemitraan ini, platform wisata online terbesar di dunia dan platform mobile O2O terkemuka di Asia Tenggara ingin memperluas dan memudahkan solusi wisata bagi wisatawan di Asia Tenggara dan di seluruh dunia.

“Grab telah bertumbuh dengan sangat mengesankan di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir, menjadikan dirinya sebagai pemimpin yang diakui dalam lingkup yang sangat kompetitif, dan kami sangat senang dapat bermitra dengan mereka untuk membawa pengalaman berwisata yang lebih baik melalui teknologi,” kata Todd Henrich, SVP and Head of Corporate Development Booking Holdings menjelaskan.

Kemitraan antara Booking Holdings dan Grab memudahkan pengguna Grab untuk memesan layanan yang berkaitan dengan wisata melalui aplikasi Grab untuk pertama kalinya, dan melakukan pembayaran dengan mudah menggunakan dompet digital, GrabPay.

Kemitraan ini juga menggarisbawahi komitmen Grab untuk menjadi everyday super app terdepan di Asia Tenggara, menawarkan layanan transportasi ride-hailing, pengantaran makanan, pengantaran kiriman dan pembayaran digital bagi jutaan pengguna di wilayah ini. Grab hadir di 235 kota di 8 negara dan menghubungkan 8 juta wirausahawan mikro melalui platformnya.

Ming Maa, President of Grab mengatakan, “Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Booking Holdings untuk memberikan lebih banyak layanan harian bagi pelanggan saat mereka membuka aplikasi Grab. Pasar perjalanan online di Asia Tenggara diperkirakan tumbuh tiga kali lipat pada 2025 dan kami melihat banyak sinergi antara industri pariwisata dan transportasi yang akan membantu kami memaksimalkan kesempatan besar ini”.

“Investasi Booking kepada Grab menunjukkan kepercayaan dalam kemampuan kami yang berkelanjutan dalam mengeksekusi dan mengembangkan layanan kami dalam berbagai bidang O2O yang berbeda-beda, serta menghadirkannya di 235 kota, tempat kami beroperasi,” tutup Ming. (Icha)

GSMA APAC Buat Program Kemitraan IoT, Smartfren dan XL Ikutan Juga

0

Telko.id – Internet of Things, disinyalir banyak pihak akan memberikan tambahan revenue operator yang sangat signifikan. Hanya saja, perlu ada ekosistem yang mendukung agar bisa berjalan sesuai dengan proyeksinya. GSMA APAC bekerjasama dengan 14 operator dalam program Kemitraan IoT. Termasuk Smartfren dan XL dari Indonesia.

Target dari program GSMA APAC Program Kemitraan IoT adalah untuk mempercepat Internet of Things. Di Asia Pasifik sendiri diharapkan dapat mencapai 11 Miliar koneksi IoT pada 2025. Dan diproyeksikan akan berpeluang menperoleh pendapatan sebesar $ 386 miliar pada 2025, menurut Intelijen GSMA.

“IoT berkembang pesat di kawasan Asia Pasifik, dengan operator seluler bekerja dengan mitra mereka dan ekosistem yang lebih luas dapat mendorong ekspansi ini,” kata Julian Gorman, Kepala Asia Pasifik, GSMA.

Kerjasama ini diumumkan hari ini (31/10) di Hongkong. Keempat belas operator seluler di kawasan Asia Pasifik yang tergabung dalam program kemitraan ini adalah Celcom, Dialog, DTAC, M1, Maxis, Ncell, Optus, Robi, Smart, Smartfren, Singtel, True, XL, dan Xpand.

Selain itu ada juga konsultan, pengembang, pabrikan, integrator sistem, dan penyedia solusi vertical. Saat ini sudah ada lebih dari 500 mitra termasuk operator. Pada 2020 akan berkembang menjadi lebih dari 2.000 mitra pada 2020.

Selanjutnya, Julian juga menyatakan bahwa “Program ini akan mendukung pengembangan IoT dengan menciptakan komunitas IoT lintas kawasan untuk memfasilitasi kolaborasi dan berbagi pengetahuan, serta menciptakan peluang yang menguntungkan baik rantai pasokan maupun pelanggan mereka. Program ini sudah berkembang untuk memasukkan negara-negara Asia Pasifik lainnya dan kami menyambut anggota baru untuk bergabung”.

Fokus utama dari program ini adalah dukungan IoT Labs, yang dibentuk oleh operator di seluruh wilayah untuk mendorong pengembangan produk dan layanan IoT baru. The Labs adalah persyaratan utama untuk kolaborasi dan mendorong pengembangan bersama kasus-kasus penggunaan baru, layanan dan aplikasi, dan memungkinkan inovasi IoT untuk secara efektif digunakan.

Semua operator dalam program telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memastikan bahwa koordinasi dan output di antara Lab IoT konsisten dengan standar IoT secara regional dan global.

Lab akan tersedia bagi mitra dan pelanggan di pasar pada awalnya termasuk Australia, Bangladesh, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Nepal, Singapura, Sri Lanka, dan Thailand.

Selain membangun dan memperluas laboratorium IoT baru, operator yang berpartisipasi juga berkomitmen untuk mengembangkan inisiatif baru dan berbagi praktik terbaik untuk mempercepat penyebaran kasus penggunaan IoT inovatif yang akan meningkatkan kehidupan lebih dari 3 miliar orang di seluruh kawasan Asia Pasifik. (Icha)

Revenue Ooredoo Group Turun 7% ‘Gara-gara’ Registrasi Simcard

0

Telko.id – Baru saja Ooredoo Group mengumumkan kinerja 9 bulan di 2018. Hasilnya, ada penurunan profit sebesar 30% yang disebabkan oleh bisnis nya di Indonesia dan Myanmar.

Sebagaimana berita tertulis, pendapatan Ooredoo Group turun 7 persen menjadi QAR 22,8 miliar dalam sembilan bulan pertama 2018 dibandingkan dengan QAR 24,48 miliar pada periode yang sama tahun 2017. Hal ini disebabkan karena adanya kontribusi yang kuat dari Qatar, Kuwait, Oman, Irak dan Myanmar. Tapi ‘tergeret’ turun karena adanya penjualan yang rendah di Aljazair dan Indosat Ooredoo – Indonesia.

Memang bukan hanya itu, group ini juga menyatakan bahwa hasil yang negative juga disebabkan oleh melemahnya mata uang asing secara keseluruhan di pasar negara berkembang. Di mana, pendapatan group sebelum dampak forex saja sudah menurun sebesar 5%. dan pendapatan yang dilaporkan menurun sebesar 7% tahun ke tahun.

Nah, yang menjadi sorotan dari penurunan performance dari Ooredoo group ini juga adalah peraturan registrasi Simcard di Indonesia.

Namun, melihat pasar di Indonesia ke depan, Sheikh Saud bin Nasser Al Thani, Group Chief Executive Officer Ooredoo menyatakan bahwa “Sudah mulai terlihat dampak dari peraturan registrasi SIM yang diberlakukan dan kami melihat perubahan yang positif dalam dinamika pasar”.

Indosat Ooredoo melaporkan pendapatan QAR 4,3 miliar dan EBITDA dari QAR 1,5 miliar pada 9M 2018 (9M 2017: QAR 6,2 miliar dan QAR 2,9 miliar masing-masing).

“Triwulan ke kuartal, kami mulai melihat tanda-tanda awal pertumbuhan, dengan peningkatan di lini teratas kami, karena pasar menyesuaikan dengan peraturan pendaftaran kartu SIM baru yang diperkenalkan pada Q1 2018,” ujar Sheikh Saud menjelaskan.

“Kami juga akan terus mempertahankan pandangan optimis dan terus melihat peluang jangka panjang di lingkungan pasar baru dengan basis pelanggan yang lebih setia dan tingkat churn lebih rendah yang akan mengarah ke margin yang lebih tinggi di masa depan. Terlebih usai Rapat Umum Tahunan di mana para pemegang saham menyetujui penunjukan dewan direksi dan komisaris yang baru. Di mana, Chris Kanter diangkat sebagai Chief Executive Officer baru perusahaan,” ujar Sheikh Saud bin Nasser Al Thani.

Sedangkan untuk EBITDA Grup mencapai QAR 9,3 miliar dengan margin EBITDA sebesar 41%. EBITDA Grup menurun sebesar 11% tahun ke tahun, terutama karena pendapatan yang lebih rendah, pra FX EBITDA menurun sebesar 9%.

Untuk laba bersih Grup yang diatribusikan kepada pemegang saham Ooredoo mencapai QAR 1,1 miliar. Kinerja positif di Irak, Oman dan Tunisia diimbangi oleh tantangan pasar dan pendapatan yang lebih rendah di Indonesia dan Aljazair serta kerugian FX yang besar di Myanmar.

Pada Ooredoo Group terjadi peningkatan monetisasi bisnis data, dengan pertumbuhan data yang signifikan yang berasal dari konsumen dan pelanggan perusahaan. Di mana, pendapatan data meningkat menjadi 46% dari pendapatan Grup. Pendapatan dari data berkontribusi QAR 10,5 miliar pada 9M 2018.

Untuk jumlah pelanggan, terjadi penurun 20 persen tahun ke tahun menjadi 120 juta dan turun 10 juta dari akhir Juni, hal ini disebabkan karena regulasi baru di Indonesia tentang registrasi simcard prabayar. (Icha)

Pencapaian Kominfo 4 Tahun Pemerintahan Jokowi JK

Telko.id – Salah satu visi Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam bidang ekonomi adalah menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada Tahun 2020.  

Untuk mewujudkan visi tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika, sebagai leading sector komunikasi dan informatika, mengubah cara pandang dari regulator menjadi fasilitator. Lebih dari itu, menurut Menteri Kominfo Rudiantara, lembaga yang dipimpinnya memerankan fungsi lebih jauh dengan menjadi akselerator bagi ekosistem. 

Pilihan itu bukan tanpa alasan, menurut Menteri Rudiantara pelibatan ekosistem dan stakeholders memungkinkan adanya percepatan pembangunan sektor komunikasi dan informatika. Diakui oleh Rudiantara bahwa ada banyak pembangunan sektor komunikasi dan informatika yang telah berlangsung. Namun demikian masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan bersama. 

“Banyak yang sudah dilakukan, namun masih lebih banyak lagi yang akan dilakukan,” tandas Rudiantara dalam Konferensi Pers Capaian 4 Tahun Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, di Ruang Serbaguna Roeslan Abdul Gani, Kantor Pusat Kementerian Komunikasi dan Informatika, beberapa waktu lalu.

Apa saja yang sudah dicapai oleh Kominfo selama 4 tahun ini?

Palapa Ring

Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Proyek itu terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.

Pembangunan jaringan serat optik nasional, yang akan menjangkau 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Proyek Palapa Ring ini akan mengintegrasikan jaringan yang sudah ada (existing network) dengan jaringan baru (new network) pada wilayah timur Indonesia (Palapa Ring-Timur).  Palapa Ring-Timur akan dibangun sejauh 4.450 KM yang terdiri dari sub marine cable sejauh 3.850 km dan land cable sepanjang 600 KM dengan landing point sejumlah lima belas titik pada 21 kota/kabupaten.

Jaringan tersebut berkapasitas 100 GB (Upgradeable 160 GB) dengan mengusung konsep ring, dua pair (empat core). Strategi pembangunan proyek Palapa Ring ini adalah dengan membentuk suatu konsorsium dimana anggota konsorsium terdiri dari penyelenggara telekomunikasi di tanah air.

Saat ini, proyek Palapa Ring ini capaiannya bagian barat Indonesia sudah 100 persen, bahkan sudah operasional saat ini. Kemudian wilayah tengah telah 98 persen dan timur 74 persen.

Jadi target kami tahun 2019, ketiga paket itu sudah beroperasi,” ujar Anang Latief, Direktur Utama BAKTI Kemenkominfo menjelaskan. 

Infrastruktur BTS Di Daerah Blankspot

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) mengungkapkan masih ada sekitar wilayah Indonesia yang mengalami blank spot wilayah seluler khususnya di area terdepan, terluar dan tertinggal (3T) serta perbatasan.

“Kami tahun lalu sudah ada bangun hampir 8.300 site untuk layanan seluler. Tahun ini kita butuh lima ribu site lagi agar blankspot itu tertutup semua oleh layanan seluler,” ungkap Anang.

Diungkapkannya, saat ini luas pemukiman di Indonesia sebesar 44.565 Km persegi dengan jumlah desa 83.218. Layanan 2G sudah menjangkau 88,28% desa atau 98,31% pemukiman, 3G (75,09% desa dan 92,91% pemukiman), dan 4G (50,88% desa dan 74,09% pemukiman).

Sementara, area blankspot yang tidak tersentuh oleh BTS operator seluler mencapai 855 lokasi. Nantinya, program BTS menyentuh daerah perbatasan, khususnya yang berdekatan dengan Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste sebagai prioritas utama.

Frekuensi, Kebijakan Telepon Seluler dan Perizinan

Untuk membangun ekosistem mobile broadband, tidak terlepas juga jangkauan frekuensi di Indonesia ini. Sampai saat ini, menurut Ismail, Dirjen SDPPI Kemenkominfo telah mencapai 70 persen dari target 350 Mega yang disediakan untuk kebutuhan mobile broadband.

“Cakupan sinyal yang termasuk dalam frekuensi semakin meluas. 4G kita sudah mencapai lebih dari 73 persen, sedangkan di kota-kota besar telah mencapai 97 persen,” ujar Ismail.

Kemudian menyoal kebijakan telepon seluler dan perizinannya, Ismail menuturkan, diterapkan penghematan impor sampai dengan 8 juta unit device yang diproduksi oleh produsen dalam negeri berdasarkan aturan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). 

Sedangkan untuk proses perizinan sertifikasi dan standarisasi perangkat telekomunikasi, sudah dilakukan secara digital sehingga lebih efisien dan bisa selesai selama satu hari. 

Reformasi Birokrasi

Dari Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo, Ramli, menuturkan, selama kinerja 4 tahun telah melakukan reformasi birokrasi secara internal. 

Hasilnya, Ditjen PPI Kemenkominfo telah tersertifikasi sebagai organisasi yang sehat dan masuk ke dalam top 99 nasional pelayanan publik maupun online.

“Pelayanan publik baik melalui website pelayanan prima maupun call center semakin baik. Saat ini kami juga mendapatkan beberapa sertifikat ISO untuk pelayanan perizinan telekomunikasi dan penyiaran. Juga penghargaan penegakan hukum dari Bareskrim Mabes Polri,” kata Ramli. 

Startup – Unicorn Baru

Kominfo begitu gencar memfasilitasi para stratup di Indonesia untuk memunculkan unicorn baru. Saat ini sudah ada empat unicorn di Indonesia.

Untuk diketahui, dalam laporan bertajuk “Southeast Asian Tech Report”, di Asia Tenggara terdapat 8 startup unicorn. Dari jumlah tersebut, Indonesia dan Singapura sama-sama menjadi rumah bagi masing-masing 4 startup unicorn.

Dari Indonesia, sejumlah unicorn tersebut adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Keempatnya digawangi oleh anak-anak muda yang mampu menghadapi perubahan global sekaligus melahirkan inovasi-inovasi baru.

Namun, Presiden Joko Widodo mengaku belum puas dengan perkembangan tersebut. Ia berharap nantinya akan kembali bermunculan startup-startup unicorn baru dari Indonesia.

Untuk itu, Kominfo dalam hal ini Dirjen Aptika telah menjalankan program Gerakan 1.000 Start Up. “Saat ini tercatat telah sebanyak 525 start up bekerja sama dengan berbagai pihak,” kata Semuel A Pangarepan, Dirjen Aptika Kemenkominfo menuturkan.

Konten Negatif

Konten negative sebagai dampak dari digitalisasi memang tidak bisa dihindari. Itu sebabnya, kominfo melalui Ditjen Aptika juga berhasil menapis 912.659 website yang terbukti melakukan penyebaran konten negatif.

“Kami berhasil menekan konten pornografi dengan pemblokiran. Peningkatan tampak dalam penanganan konten negatif di media sosial. Untuk Facebook 6.123 penanganan, Twitter ada 3521, Telegram 502, media online berjumlah 18 dan Youtube ada 1.530 penanganan,” ujar Semuel.

Digitalisasi UMKM

Peran UMKM di Indonesia merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. Bagaimana tidak, UMKM saat ini sudah mampu menyumbangkan terhadap PDB hingga 60,34 persen. Sedangkan untuk penyerapan tenaga kerja mencapai 97 persen.

Namun dengan era digital ini, UMKM harus naik kelas. Salah satu upayanya adalah melakukan trasnformasi digital agar dapat memperluas cakupan usahanya.

Ditjen Aptika pun sudah melakukan berbagai upaya untuk mendorong UMKM masuk ke dunia digital ini. “Saat ini jumlah keseluruhan UMKM yang sudah memanfaatkan teknologi digital sekitar 4 juta usaha,” ujar Semuel. Jumlah ini berkisar 8 persen dari total pelaku UMKM yang ada di Indonesia, yakni 59,2 juta. (Icha)

 

Passpod, Startup Binaan IDX Incubator Pertama Resmi Melantai di BEI

0

Telko.id – Bagi stratup, salah satu yang sangat dibutuhkan adalah pendanaan. Dan, banyak yang belum mau masuk ke perdagangan saham karena menganggap perlu besar dulu. Padahal, tidak juga.

“Sebagaimana motivasi yang kami dapat selama proses inkubasi di IDX Incubator, Jangan menunggu tumbuh besar untuk IPO, justru dengan IPO startup akan tumbuh,” ujar Hiro Whardana, CEO Passpod.

Memang, Passpood ini tidak serta merta juga langsung melantai ke bursa saham. Pasalnya, Passpood sudah mendapatkan banyak masukan dari Indonesia Stock Exchange atau IDX incubator sebagai startup binaan. Dan akhirnya, Senin (29/10), Passpood pun resmi melantai ke bursa saham dengan kode emiten YELO.

Passpod merupakan startup perusahaan jasa penyewaan modem wifi dan travel assistance bagi pelancong Indonesia ke luar negeri dengan tiga segmen usaha yaitu bidang travel services, AI & big data, dan global connectivity. Produk milik Yelooo Integra Datanet Tbk.

Dengan pencatatan perdana saham ini, YELO menjadi emiten ke 46 pada tahun 2018, sekaligus startup binaan IDX Incubator pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia.

IDX Incubator sendiri merupakan program inkubasi startup yang digagas Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. IDX Incubator memiliki visi untuk membantu mengembangkan startup di Indonesia baik dari segi bisnis, legal, pendanaan hingga membantu mereka melenggang ke lantai bursa saham. Passpod merupakan salah satu startup yang mengikuti program tersebut sejak Februari 2018.

Hiro berharap langkah ini bisa menginspirasi startup lainnya untuk terus melihat berbagai opsi pendanaan untuk perusahaan.

Pencatatan perdana saham Yelooo Integra Datanet Tbk. ini sendiri disambut baik oleh masyarakat, dimana sesuai hasil laporan hasil penawaran umum perdana saham yang telah dilakukan pada tanggal 18 – 22 Oktober 2018 lalu, permintaan saham Passpod mengalami oversubscribed lebih dari 10.27 kali. Passpod menunjuk Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan PT Jasa Utama Capital dan Erdikha Elit Sekuritas sebagai penjamin emisi efek.

Adapun jumlah saham baru yang dilepaskan Passpod yaitu 130.000.000 lembar saham, atau sebesar 34.21% dari modal ditempatkan. Dana IPO sendiri akan digunakan untuk pengembangan bisnis, research & development aplikasi termasuk penambahan beragam fitur serta modal kerja.

Hingga April 2018, Passpod mampu mengantongi laba bersih periode berjalan sebesar Rp475 juta. Jumlah tersebut meningkat drastis dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya menyentuh angka Rp 26,5 juta.

Hiro mengatakan bahwa kinerja dan pencapaian ini tidak terlepas dari segmen usaha yang diyakini Perusahaan dapat memberikan berbagai solusi inovatif serta relevan sesuai tren bepergian saat ini.

“Jumlah outbound traveller Indonesia akan terus berkembang diprediksi mencapai jumlah 10,6 juta orang di tahun 2021. Dengan memaksimalkan potensi big data, bisnis Passpod bisa memberi layanan maksimal serta berbagai rekomendasi kepada traveler Indonesia tidak hanya saat persiapan tetapi juga selama perjalanan. Beberapa diantaranya yaitu penjualan tiket destinasi wisata on-the-spot, itinerary builder, e-commerce, asuransi perjalanan dan berbagai hal lainnya”.

Selain itu, Hiro mengakui IPO adalah langkah awal untuk pengembangan bisnis Passpod ke mancanegara.

“Selain kebutuhan pendanaan, ketika nanti berhubungan dengan pihak pemangku kepentingan maupun partner bisnis di negara lain, perusahaan terbuka yang mengutamakan akuntabilitas, transparansi serta tata kelola yang baik tentunya akan lebih terpercaya”.

Ekspansi bisnis yang direncanakan Passpod ke lima negara di Asia Tenggara yaitu Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar, dan Korea Selatan, ditujukan untuk menarik turis dari luar negeri ke Indonesia.

”Passpod yang saat ini sudah dapat digunakan di 70 negara menyasar outbound traveller, tentunya tak menutup kemungkinan di masa yang akan datang, jangkauan itu juga mencakup turis luar negeri yang ingin berwisata ke Indonesia (inbound traveller) sebagai bentuk dukungan pada program Kementerian Pariwisata,” kata Wewy Suwanto, Direktur Operasional dan Keuangan Passpod.

Wewy menambahkan, untuk mencapai tujuan itu, perseroan telah mendapatkan sertifikasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian dan sertifikasi Postel A & B dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dengan izin ini, Passpod akan lebih leluasa untuk menggarap pasar inbound maupun outbound yang potensi pertumbuhannya masih sangat besar di masa mendatang.

Dengan menambah beragam fitur pada aplikasi, memperluas wilayah pemasaran, memperbanyak kerjasama dengan lebih banyak pihak dari industri travel, serta peningkatan pelayanan pada konsumen, Passpod memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 165 milyar ditahun 2022 dengan laba bersih Rp15.3 milyar serta proyeksi rata-rata pertumbuhan tahunan (compund annual growth rate / CAGR) sebesar 109.99% dari laba bersih.

“Dari berbagai pilar strategi tersebut, di tahun 2022 Passpod berencana menjadi ekosistem on-demand berbasis aplikasi yang menawarkan berbagai kebutuhan yang relevan bagi traveller selama bepergian”. tutup Hiro. (Icha)

Kinerja Kuartal III 2018, Pendapatan Telkom Tumbuh 8,8% QoQ

0

Telko.id – Dalam kondisi persaingan telekomunikasi yang demikian pelik, Telkom masih dapat menunjukan kinerja yang positif dan baik di kuartal III 2018 ini. Dengan pendapatan tumbuh 8,8% QoQ dibanding kuartal II 2018.

Hal ini diperoleh dari upaya monetisasi layanan data dan pengendalian biaya yang berjalan dengan baik. Sebagai hasilnya, EBITDA dan Net Income tumbuh cukup tinggi masing-masing sebesar 35,5% dan 86,7% QoQ dibanding kuartal II tahun ini.

Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen menyampaikan, kinerja kuartal III jauh lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. “Peningkatan ini merupakan hasil dari upaya Perseroan dalam memperkuat kinerja segmen bisnis mobile, disamping terus menumbuhkan segmen bisnis fixed line dan melakukan pengelolaan biaya secara efektif,” ujar Harry.

Telkomsel, sebagai anak perusahaan Telkom yang bergerak di bisnis mobile, kuartal ini menyumbangkan pendapatan pada group sebesar Rp23,0 triliun atau tumbuh 10,1% QoQ dibandingkan kuartal II 2018. Salah satu pendorong utama pencapaian ini adalah strategi yang tepat di segmen Digital Business Telkomsel yang tumbuh cukup tinggi. Segmen bisnis digital, khususnya layanan Data, masih menjadi mesin pertumbuhan Telkomsel dan mengkontribusi 54,2% dari total pendapatan Telkomsel di kuartal III 2018.

Telkomsel juga berhasil melakukan pengendalian biaya dengan baik meskipun terus gencar menggelar BTS 4G di seluruh Indonesia. Biaya operasional Telkomsel mengalami sedikit penurunan sebesar 0,1% dibandingkan kuartal sebelumnya dan memberikan dampak terhadap kenaikan EBITDA sebesar 20,7% QoQ menjadi Rp12,4 triliun dan laba bersih sebesar 24,0% QoQ menjadi Rp6,6 triliun.

Untuk meningkatkan kualitas jaringan dan menciptakan excellent customer experience untuk mendukung penggunaan data traffic yang tinggi, selama tahun 2018 Telkomsel telah membangun 22.578 BTS yang semuanya merupakan BTS 4G.

Dengan penambahan tersebut, secara total, hingga akhir September 2018 Telkomsel telah membangun 50.755 BTS 4G. Sehingga, total BTS on-air Telkomsel mencapai 183.283 unit, dengan 72,5% di antaranya merupakan BTS 3G/4G.

Pengembangan jaringan ini mendukung layanan prima kepada para pelanggan Telkomsel. Pada kuartal III 2018, jumlah pelanggan Telkomsel mencapai 167,8 juta di seluruh Indonesia, yang 112,6 juta di antaranya merupakan pengguna layanan data.

Sementara itu Bisnis Digital Telkom semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan di sembilan bulan pertama tahun ini dengan capaian pertumbuhan sebesar 21,2%  dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan mencatatkan kontribusi dominan sebesar 51,88% dari total pendapatan perseroan.

Kinerja segmen bisnis Fixed Line Telkom juga terus mengalami penguatan. Pada Sembilan bulan pertama di tahun 2018, pendapatan dari layanan IndiHome tercatat sebanyak Rp9,0 triliun atau meningkat 57,7% dari tahun lalu. Kontribusi ini diraih berkat peningkatan produktivitas tenaga sales dan teknisi, diversifikasi produk yang menarik dan konten-konten berkualitas, serta sistem IT yang semakin andal. ARPU IndiHome juga meningkat dari Rp251 ribu pada kuartal II 2018 menjadi Rp 258 ribu pada kuartal III 2018.

Selama sembilan bulan pertama 2018, pelanggan IndiHome bertambah 1,7 juta, sehingga total pelanggan hingga akhir September 2018 mencapai 4,7 juta atau meningkat 101,2% dibandingkan tahun lalu, di mana 52% di antaranya merupakan pelanggan layanan Triple Play.

Sementara itu, untuk segmen bisnis Enterprise, dalam sembilan bulan pertama ini terdapat peningkatan pendapatan sebesar 18,9% YoY. Pertumbuhan di segmen ini diproyeksikan terus menguat seiring dengan tren digitalisasi bisnis di berbagai perusahaan-perusahaan di Indonesia. Telkom berada di posisi yang strategis dalam mendukung tren digitalisasi tersebut, karena kami memiliki jaringan konektivitas, data centers, hingga menyediakan beragam platform dan solusi berbasis teknologi digital yang terintegrasi.

Di sisi lain, segmen bisnis Wholesale and International juga mengalami peningkatan 32,6% dari periode yang sama di tahun 2017. Segmen ini ditargetkan terus tumbuh hingga akhir tahun 2018, didukung oleh infrastuktur terutama backbone, baik domestik dan internasional.

Sehingga di tengah persaingan industri yang semakin ketat, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) membukukan pendapatan Rp99,2 triliun pada sembilan bulan pertama 2018 atau tumbuh 2,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Sementara itu, EBITDA tercatat Rp 44,9 triliun dan laba tercatat sebesar Rp14,2 triliun.

Saat ini, Telkom tengah menyelesaikan pembangunan sistem kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) yang diperkirakan rampung pada akhir 2018. IGG menghubungkan sistem kabel laut South East Asia – Middle East – West Europe 5 (SEA-ME-WE-5) dengan South East Asia – United States (SEA-US). Pembangunan IGG merupakan milestone penting untuk menjadikan Telkom sebagai global digital hub.

Telkom juga baru saja meluncurkan Satelit Merah Putih pada 7 Agustus lalu. Satelit Merah Putih membawa 60 transponder aktif yang terdiri dari 24 Standard C-band dan 12 Extended C-band yang menjangkau Asia Tenggara serta 24 Standard C-Band dengan jangkauan Asia Selatan. Selain untuk menyediakan akses information & communication technology (ICT) di wilayah-wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia, keberadaan Satelit Merah Putih juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap satelit asing.

Telkom juga telah menerbitkan Medium Term Notes (MTN) dengan nilai Rp1,5 triliun, untuk memperbaiki profil hutang, dengan memperbesar porsi pinjaman dengan bunga tetap. Hal ini sebagai antisipasi atas potensi naiknya suku bunga dalam beberapa tahun ke depan. Telkom menawarkan MTN konvensional dan syariah ijarah, masing-masing dalam tiga seri. MTN tersebut berdurasi satu tahun, dua tahun, dan tiga tahun dengan bunga tetap atau bagi hasil masing-masing sebesar 7,25%, 8,0%, dan 8,35%.

Sampai dengan akhir tahun 2018, Telkom mengalokasikan capital expenditure (capex) sekitar 25% dari total pendapatan Perseroan. Alokasi belanja modal terbanyak digunakan untuk mendukung bisnis broadband.

“Telkom terus fokus memperkuat infrastruktur untuk meningkatkan kualitas layanan yang mendukung excellent customer experience. Dengan jaringan infrastruktur yang kuat dan andal, diharapkan Perseroan dapat menciptakan sustainable competitive growth dalam jangka panjang,” demikian tutup Harry M. Zen. (Icha)

 

 

 

Gunakan Ride-Hailing, Masyarakat Bisa Hemat 45% Waktu Perjalanan

Telko.id – Kondisi perkotaan yang begitu padat memang membuat perjalanan ke kantor ataupun dari satu tempat meeting ke meeting lain jadi memakan waktu. Itu sebabnya, ojek online menjadi salah satu alternative yang bisa membuat hari-hari menjadi lebih produktif.

Dengan fenomena itu, Go-Jek pun meluncurkan kampanye #UdahWaktunya untuk masyarakat dapat beralih dari kendaraan pribadi dan memanfaatkan layanan ojek online atau ride-hailing untuk membantu mengurangi stress akibat macet.

Berdasarkan survei yang dilakukan Go-Jek, rata-rata masyarakat Indonesia yang memanfaatkan kendaraan pribadi habiskan waktu hingga 4 jam perhari di jalan akibat kemacetan. Ini hasil survei internal yang dilakukan GO-JEK kepada lebih dari 1000 responden di 8 kota besar di Indonesia.

“Lamanya waktu yang dihabiskan di jalan akibat nyetir dan menggunakan kendaraan pribadi bisa menyebabkan masyarakat tidak produktif. Waktu tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk bersama keluarga, teman, beristirahat atau melakukan hobi,” kata Monita Moerdani, VP Marketing Transport GO-JEK.

Dari hasil survei itu juga menunjukan bahwa bila masyarakat menggunakan layanan ride-hailing mereka bisa hemat waktu. Contohnya, masyarakat Surabaya bisa hemat hingga 45% waktu perjalanan dengan memanfaatkan GO-RIDE. Sedangkan, yang memanfaatkan layanan roda empat bisa melakukan kegiatan lainnya sambil menunggu macet.

Menurut Monita, banyak konsumen atau pengguna kendaraan pribadi tidak memperhitungkan waktu macet dan cari parkir dalam rencana perjalanan mereka.

“Dari hasil survei kami, kedua aktivitas ini lumayan menghabiskan waktu perjalanan. Apalagi, bila konsumen membawa kendaraan pribadi. Dengan kampanye #UdahWaktunya, kami mengajak masyarakat untuk berpindah dari kendaraan pribadi ke layanan ride-hailing dari GO-JEK, karena ini udah waktunya masyarakat tidak terhambat macet.”

Macet ini meningkatkan stress masyarakat. Hal ini disampaikan Psikolog Klinis dari Universitas Indonesia Dessy Ilsanty. Masyarakat urban usia produktif yang biasa membawa kendaraan pribadi dan terjebak macet, memiliki tekanan dari lingkungan misalnya harus berada di suatu tempat pada waktu yang ditentukan.

Misalnya, ada tuntutan untuk bisa tiba tepat waktu, tapi ternyata dengan kondisi jalanan yang macet, tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut. Hal ini lah yang akan memunculkan stress,” kata Dessy.

Jika hal tersebut terjadi pada pekerja kantoran, maka stress itu akan berpengaruh pada kinerjanya dalam melakukan pekerjaan.

“Nantinya seseorang yang terlalu lama menyetir dalam kemacetan akan mengalami gejala psikis negatif seperti mudah lupa, sulit berkonsentrasi, serta mudah terdistraksi,” tambahnya.

Pada saat yang bersamaan dengan meluncurkan kampanye #UdahWaktunya, Go-Jek juga memperkenalkan fitur inovatif edit destination, di mana pelanggan bisa dengan mudah mengganti tujuan mereka lewat aplikasi ketika berkendara dengan GO-CAR tanpa perlu membatalkan orderan. Misalnya, saat konsumen di tengah perjalanan tiba-tiba perlu menuju ke arah yang berbeda dari tujuan yang telah diinput, konsumen tinggal menekan tombol edit destination dan langsung mengubah tempat akhir dari perjalanan.

Khusus di Surabaya, para pengguna GO-CAR bisa menikmati kenyamanan berkendara yang lebih luas dan lega dengan keluarga dan kerabatnya lewat fitur GO-CAR L.

“Para pengguna di Surabaya tidak perlu khawatir kalau ingin bepergian dengan jumlah orang yang banyak karena kami menyediakan fitur GO-CAR L di mana mobil yang disediakan lebih besar dan mampu memuat hingga 6 orang,” kata Monita.

Di sisi lain, supaya lebih ramah di kantong, GO-JEK juga menawarkan promo khusus lewat voucher baik untuk kode promo dan kartu diskon hingga 50%, untuk pengguna GO-RIDE dan GO-CAR yang kami sebarkan di beberapa media komunikasi di Surabaya, Jabodetabek, dan Bandung.

Bagi Go-Jek, setiap pengembangan produk dan layanan selalu berusaha memecahkan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, termasuk tantangan terkait produktivitas.

“Jadi, sudah waktunya juga konsumen lebih produktif dan bebas stress. Tidak perlu takut pesan GO-CAR dan GO-RIDE karena kami memberikan pelatihan safety driving untuk para mitra. Sehingga mereka mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen saat sedang berkendara di jalan,” kata Michael Say, VP Corporate Affairs GO-JEK. (Icha)

Ini Dia 3 Aplikasi Terbaik Pemenang The NextDev 2018 

0

Telko.id – Salah satu syarat untuk menjadi pemenang The NextDev 2018 adalah yang memberikan dampak social terbesar bagi masyarakat. Bukan sekedar membuat aplikasi saja. Dan, yang menjadi pemenang tahun ini adalah Fishgo, Garda Pangan, Hello Beauty. Ketiga pemenang ini diumumkan pada ajang festival kreatif terbesar Indonesia, IdeaFest.

“Selamat kepada tiga aplikasi terbaik The NextDev 2018. Semoga aplikasi-aplikasi ini dapat memberikan dampak langsung yang positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel.

Ririek menambahkan bahwa setiap tahunnya kompetisi The NextDev terus menelurkan aplikasi digital yang inovatif. Hal ini menunjukkan tingginya kreativitas anak muda Indonesia untuk mencari solusi menggunakan teknologi bagi permasalahan yang ada di lingkungannya. Ini sesuai dengan upaya Telkomsel dalam membangun ekosistem digital di Indonesia, dimana salah satu komponen utamanya adalah kehadiran berbagai aplikasi yang berkualitas ciptaan anak negeri.

Fishgo, Garda Pangan dan Hello Beauty, berhasil menjadi pemenang The NextDev 2018 setelah melewati fase akhir penjurian berdasarkan penilaian panel juri yang terdiri dari praktisi startup dan pakar teknologi, yaitu Alamanda Shantika, Yoris Sebastian, Denny Abidin, Dennis Adishwara, Alfatih Timur dan David Soukhasing.

Tiga aplikasi terbaik The NextDev 2018 mendapatkan hadiah utama berupa Seed Fund, Mentoring, Knowledge, Marketing, Media Publication serta kesempatan mengikuti management trip mewakili Indonesia dalam Future Makers in Asia Pasific Investment Summit.

The NextDev Academy

Pada kesempatan yang sama, Telkomsel juga mengumumkan tiga pemenang NextDev Academy yakni Squline, Lindungi Hutan dan Botika. NextDev Academy, adalah ajang lanjutan untuk mengasah dan mempertajam kualitas aplikasi yang diciptakan startup yang menjadi finalis The NextDev 2017.

Dengan berpartisipasi dalam akademi yang berlangsung pada bulan april hingga september 2018 ini, para finalis The NextDev memperoleh insight yang tepat dan bermanfaat sehingga mampu mengembangkan aplikasinya secara lebih efektif, sekaligus turut berperan serta dalam menjaga keberlangsungan komunitas pengembang aplikasi dan ekosistem digital berbasis aplikasi.

Dalam The NextDev Academy, para peserta memperoleh pengetahuan dan informasi yang komprehensif mengenai tech startup untuk meningkatkan kualitas aplikasi yang mereka ciptakan dan membangun bisnis dalam waktu dekat. Di samping itu, para peserta juga mempelajari berbagai keterampilan secara lebih mendalam untuk menghasilkan strategi perencanaan produk yang matang dan siap untuk dipasarkan.

20 tim peserta The NextDev Academy melalui tahapan Assessment, Engagement, Enhancement, Establishment, hingga Inauguration. Setelah melewati berbagai tahapan tersebut, para pemenang NextDev Academy atau yang disebut Evangelist memperoleh reward berupa managemnet trip dan seed money.

Para peserta The NextDev Academy dibimbing oleh beberapa mentor yang memiliki expertise di bidang desain, tren pasar, pitching, dan pendanaan. Para expert ini berasal dari beragam kategori industri.

“Kami melihat teknologi bisa menjadi percepatan dalam penyelesaian suatu masalah. Melalui The NextDev, kami harap program ini bisa memberikan inspirasi bagi lebih banyak lagi anak muda Indonesia untuk berkarya melalui teknologi, mewujudkan ide dan impian mereka melalui kreasi aplikasi digital yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat luas”, tutup Ririek. (Icha)

Cari Inspirasi? Datang Saja Ke IdeaFest X The NextDev

Telko.idAjang pengembangan startup teknologi di bidang sosial impact yang diusung oleh Telkomsel, yaitu The NextDev,  tahun ini menghadirkan festival kreatif tahunan terbesar di Indonesia IdeaFest X The NextDev.

Melalui event ini Telkomsel menyebarkan semangat kolaborasi diantara insan-insan industri kreatif tanah air untuk kemajuan ekosistem digital Indonesia. Selain itu, event yang berlangsung  tanggal 26 -27 Oktober 2018 ini juga menjadi ‘showcasing’ layanan-layanan digital masa depan Telkomsel guna mendukung roadmap pemerintah Making Indonesia 4.0.

rhdr

Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah mengatakan, “Dukungan kami, The NextDev, dalam IdeaFest 2018 ini didasari visi yang sama yakni menyediakan wadah bagi anak muda untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi. Kami terus mendorong generasi kreatif untuk terus mencari inspirasi agar dapat terus berkarya agar dapat memberikan dampak sosial positif (social impact) di tengah-tengah masyarakat.”

Ajang IdeaFest x The NextDev  menjadi semakin spesial dengan hadirnya Telkomsel Experience Zone di area IDEAXPERIENCE dengan tema ‘Living The Balance Between Work and Passion’, dimana Telkomsel menyajikan layanan-layanan digital lifestyle terdepan di sisi bisnis sekaligus mengakomodasi kebutuhan entertainment dengan konten terkini.

Telkomsel Experience Zone menampilkan layanan-layanan masa depan Telkomsel yang mendukung transformasi digital Indonesia menuju Revolusi Industri 4.0, seperti IoT, Big Data, Digital Advertising Digital Lifestyle (Musik dan Video), Mobile Financial Services, hingga digital library.

Mengenai Telkomsel Experience Zone yang hadir dalam ajang IdeaFest ini, Ririek menjelaskan menjelaskan bahwa  dalam beberapa tahun belakangan ini, Telkomsel konsisten melakukan transformasi digital dengan meningkatkan kesiapan teknologi dan jaringan serta senantiasa menghadirkan layanan dan solusi digital terkini yang dapat meningkatkan perkembangan ekonomi bangsa.

“Inovasi yang dilakukan Telkomsel merupakan bagian dari upaya mengakselerasi terbentuknya ekosistem digital di Indonesia, yang sesuai dengan roadmap pemerintah Indonesia yaitu ‘Making Indonesia 4.0’ dalam rangka memasuki revolusi industri 4.0.

Oleh karenanya dengan menghadirkannya dalam Telkomsel Experience Zone,  Telkomsel berharap dapat mendorong munculnya karya dari generasi kreatif yang dapat memajukan negeri, meningkatkan kapabilitas anak muda dan menumbuhkan kemandirian bisnis melalui teknologi digital”, ungkap Ririek.

Selain diwarnai oleh berbagai layanan masa depan, Telkomsel Experience Center juga  menghadirkan banyak inspirasi mengenai ekosistem digital yang berkelanjutan dari berbagai speaker, salah satunya dari Kementerian  Perindustrian yang menyampaikan key note speech dengan tema ‘Ever Changing Dynamic of Industrial Revolution 4.0: Our Digital Creative Bunsiness Landscape’.

Sedangkan inspirasi mengenai landscape ekosistem IoT di Indonesia akan disampaikan oleh Vice President Corporate Planning Telkomsel, Andri Kristianto. Selain itu, di sini diadakan juga mini-workshop tentang konten digital yang dibawakan oleh Ardhi Suryadhi (Wakil Pemimpin Redaksi detik.com) dan Danang “CakDan” Arradian (Vlogger Tech, Travel & Automotive).

Di ajang IdeaFest ini, Telkomsel juga akan melakukan penjurian final dan mengumumkan pemenang  kompetisi The NextDev 2018, kompetisi yang telah sukses melahirkan startup – startup pencipta aplikasi digital yang inovatif.

Ririek kemudian menambahkan, “IdeaFest akan menjadi panggung bagi peserta The NextDev Telkomsel untuk mengangkat kualitas dan kompetensi para pemenang sehingga mereka dapat terus berinovasi. Harapan kami kolaborasi IdeaFest x The NextDev  dapat membawa semangat perubahan dan menjadi katalis bagi pertumbuhan gerakan ekonomi kreatif agar semakin merata hingga ke seluruh penjuru Tanah Air”.

“Telkomsel juga mengajak  para startup, kreator dan insan kreatif Indonesia untuk bergerak bersama melalui ide dan inovasi untuk memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat, kami akan mewadahi mereka melalui proses pembinaan, scaling capability hingga kesempatan komersialiasi serta partnership dengan Telkomsel,” pungkas Ririek. (Icha)