spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1408

Wujud Pengakuan dan Perlindungan Hak Pribadi, Akses Rekaman Telekomunikasi Dibatasi

0

Telko.id – Pemerintah menyatakan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi telah memberikan pengakuan dan perlindungan atas hak pribadi. Oleh karena itu, pembatasan akses terhadap rekaman pemakaian fasilitas jasa telekomunikasi dibatasi hanya untuk kebutuhan aparat penegak hukum (APH) yaitu Jaksa Agung, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, dan penyidik untuk tindak pidana tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan.

Hal itu ditegaskan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Ahmad M. Ramli yang mewakili pemerintah saat memberikan keterangan pemerintah dalam Sidang Uji Materiil atas Pasal 42 ayat (2) UU Telekomunikasi di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (09/01/2018) siang.

Uji materiil terhadap UU Telekomunikasi diajukan oleh Sadikin Arifin, terdakwa kasus tindak pidana narkoba. Ia meminta hak untuk bisa mengakses rekaman jasa telekomunikasi dengan alasan telah dirugikan dengan berlakunya Pasal 42 ayat (2) UU Telekomunikasi.

Pasal 42 ayat (2) UU Telekomunikasi berbunyi “Untuk keperluan proses peradilan pidana, penyelenggara jasa telekomunikasi dapat merekam informasi yang dikirim dan/atau diterima oleh penyelenggara jasa telekomunikasi serta dapat memberikan informasi yang diperlukan atas:  a. permintaan tertulis Jaksa Agung dan/atau Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk tindak pidana tertentu; b. permintaan penyidik untuk tindak pidana tertentu sesuai dengan Undang-undang yang berlaku”.

Aturan itu diuji pemohon karena dinilai bertentangan dengan ketentuan Pasal 1 ayat (3): “Negara Indonesia adalah negara hukum” dan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945: “Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.”

Menurut Ahmad M. Ramli, kegiatan penyadapan atas informasi bertentangan dengan Pasal 40 UU Telekomunikasi. “Ada ancaman pidana. Dan dalam Pasal 42 ayat (1) UU Telekomunikasi yang diuji Pemohon telah mewajibkan penyelenggara telekomunikasi untuk merahasiakan informasi yang dikirim dan/atau diterima, oleh pelanggan jasa telekomunikasi melalui jaringan telekomunikasi dan/atau jasa telekomunikasi yang diselenggarakannya,” paparnya.

Dua Jenis Perekaman

Dirjen PPI Kementerian Kominfo menjelaskan terdapat dua kegiatan perekaman yang dapat dilakukan oleh Penyelenggara Jasa Telekomunikasi sebagaimana diatur dalam Pasal 41 UU Telekomunikasi. Pertama, perekaman pemakaian fasilitas telekomunikasi dan perekaman informasi. 

“Akan tetapi, terkait perekaman pemakaian fasilitas telekomunikasi, telah memberikan hak kepada Pengguna Jasa Telekomunikasi untuk meminta rekaman pemakaian fasilitas telekomunikasi kepada penyelenggara jasa telekomunikasi dalam rangka pembuktian kebenaran pemakaian fasilitas telekomunikasi,” jelas Ahmad M. Ramli. 

Lebih lanjut, Dirjen Ramli menyatakan secara norma dan implementasinya rekaman pemakaian fasilitas telekomunikasi dalam ketentuan Pasal 41 UU Telekomunikasi berupa data penggunaan fasilitas telekomunikasi. 

“Sekurang-kurangnya tiga bulan terakhir terhitung sejak diterimanya surat permintaan tertulis, berupa call data record (cdr) antara lain meliputi data jumlah dan waktu incoming dan outgoing callshort message service (sms),  tagihan (billing) dan routing yang mana rekaman pemakaian fasilitas telekomunikasi tersebut tidak berbentuk rekaman percakapan,” tandas Ramli. 

Menurut Dirjen PPI, permintaan rekaman informasi meski menjadi hak pribadi pengguna jasa telekomunikasi  yang wajib dilindungi, tetapi ada pengecualian kepada aparat penegak hukum.

“UU Telekomunikasi mengatur pengecualian atas perlindungan hak pribadi tersebut dengan memberikan ruang bagi APH untuk memperoleh rekaman informasi yang bersifat pribadi tersebut sebagaimana diatur dalam ketentuan a quo UU Telekomunikasi dan ketentuan-ketentuan mengenai perolehan alat bukti elektronik oleh APH dalam peraturan perundang-undangan lainnya,” jelas Ramli.

Antisipasi Dampak

Permohonan yang dilakukan oleh Sadikin Arifin dinilai Pemerintah bertentangan dengan peraturan yang lain. “Terkait dengan rekaman percakapan dan transkrip percakapan, keduanya merupakan alat bukti elektronik yang secara asas lex specialis pengaturannya tunduk pada ketentuan UU ITE khususnya ketentuan Pasal 5 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 31 ayat (3), dan Pasal 44 huruf b UU ITE,” jelas Ramli.

Jika permintaan pemohon disetujui, menurut keterangan Pemerintah, akan berpotensi menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara telekomunikasi. “Utamanya perlindungan terhadap pengguna jasa telekomunikasi atas rekaman informasi berupa percakapan dan pesan singkat yang merupakan data pribadi,” tutur Ramli.

Dari sisi hukum, Dirjen Ramli menjelaskan akan dapat merusak tatanan hukum baik yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), dan peraturan perundang-undangan sektoral maupun yurisprudensi yang memberikan ketentuan terkait perekaman informasi /penyadapan dan pembuktian.

“Pemohon menginginkan penafsiran Pasal 42 ayat (2) dimaksud serta merta memberikan kewenangan baginya untuk memperoleh informasi perekaman percakapan, jika hal ini dikabulkan dapat merusak tatanan hukum baik yang diatur dalam KUHAP, dan peraturan perundang-undangan sektoral maupun yurisprudensi,” jelasnya.

Terhadap uji materiil yang diajukan, mewakili pemerintah Dirjen PPI memohon kepada majelis hakim untuk menolak pengujian itu. “Untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan permohonan Pemohon tidak dapat diterima,” ujar Ramli.

Selain itu, pemerintah memohon agar ada pernyataan majelis hakim mengenai ketentuan Pasal 42 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi tidak bertentangan dengan ketentuan Pasal 1 ayat (3) dan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945.

“Kami memohon majelis menyatakan ketentuan Pasal 42 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi mempunyai kekuatan hukum mengikat dengan segala akibat hukumnya,” papar Ramli. (Icha)

 

 

Akhirnya, Undangan Peluncuran Trio Galaxy S10 Tersebar

0

Telko.id, Jakarta – Setelah lama ditunggu, Samsung akhirnya mengumumkan waktu dan tempat peluncuran trio smartphone terbarunya, Samsung Galaxy S10. Samsung dikabarkan sudah menyebar undangan, yang berdesain dengan nuansa hitam, ungu, dan biru.

Dikutip Telko.id dari The Verge, Jumat (11/1/2019), acara peluncuran trio ponsel Galaxy S10 kembali mengambil tema “Unpacked”. Acara bakal berlangsung di Bill Graham Civic Auditorium di San Fransisco, pada 20 Februari 2019.

Sayang, dalam undangan tidak ada penjelasan detail tentang Galaxy S10. Namun, di undangan terdapat angka 10. Bahkan, dalam undangan juga terpampang tautan alamat situs livestream bagi yang ingin menontonnya secara langsung.

Sebelumnya ada informasi bahwa Samsung Galaxy S10 akan hadir dalam jaringan 5G di Amerika Serikat pada musim panas atau pertengahan Juni 2019. Operator telekomunikasi Sprint menjadi mitra peluncurkan jaringan 5G di ponsel itu.

Pihak Sprint mengatakan bahwa jaringan 5G akan hadir pada musim panas nanti di perangkat Samsung. Adapun, pada paruh pertama tahun ini, Sprint kabarnya akan meluncurkan jaringan 5G seluler di sembilan kota di Amerika Serikat.

{Baca juga: Juni, Samsung Galaxy S10 Versi 5G Meluncur di Amerika Serikat?}

Merujuk bocoran yang beredar, kapasitas baterai untuk perangkat anyar Samsung adalah 4.000 mAh untuk Galaxy S10 +, 3.500 mAh untuk Galaxy S10, dan 3.100 untuk Galaxy S10 Lite. Baterai di Galaxy S10 Lite hampir tidak lebih besar dari Galaxy S9.

Meski demikian, baterai 4.000 mAh di Galaxy S10 Plus merupakan lonjakan signifikan dari kapasitas 3.500 mAh milik Galaxy S9 Plus. Namun, hal itu bukan sebuah prestasi besar mengingat Galaxy S10 Plus diproyeksi memiliki layar berukuran 6,4 inci. [SN/HBS]

Sumber: The Verge

Hadang Realme, Xiaomi Jadikan Redmi Merek Independen

0

Telko.id, JakartaXiaomi secara resmi menjadikan Redmi merek independen. Vendor smartphone asal China itu akhirnya menjadikan Redmi sebagai sebuah sub-brand. Ini artinya, Redmi akan berdiri secara mandiri seperti Pocophone atau juga Realme yang menjadi sub-brand dari Oppo.

Dikutip dari situs resminya, Xiaomi telah menunjuk Lu Weibing untuk mengepalai Redmi. Lu akan mengontrol desain, penjualan, dan dan pembangunan merek. Lu sendiri bukanlah orang baru di industri smartphone mengingat ia pernah presiden di Gionee.

Perpisahan tersebut membuat publik bertanya-tanya soal alasan Xiaomi melakukan langkah tersebut. Sebab, Redmi adalah salah satu seri terlaris yang pernah dimiliki Xiaomi. Sejauh ini, seri Redmi telah terjual 278 juta secara global.

Langkah Xiaomi melepas Redmi terbilang mirip dengan langkah Oppo yang berpisah dari Realme. Hal tersebut menyiratkan kesan bahwa Redmi dihadirkan untuk menghadang Realme yang saat ini tengah berkembang pesat.

{Baca juga: Redmi Resmi “Pisah” dari Xiaomi}

Di India, Realme kini menjelma sebagai salah satu brand besar. Menurut data Counterpoint, Realme sudah masuk ke lima besar merek smartphone terbesar di India. Sebuah pencapaian yang terbilang cemerlang untuk pendatang baru.

Di Indonesia sendiri, Realme telah mencetak kesukesan yang masif. Melalui keempat produknya, Realme 2, Realme 2 Pro, Realme C1, dan Realme U1, mereka berhasil merebut hati masyarakat.  Pada Hari Belanja Online Nasional 11.11 di Lazada, Realme mencatatkan penjualan untuk ketiga varian produknya sebanyak 40.000 unit dalam waktu 21 menit.

Sementara itu, pada perayaan Hari Belanja Online Nasional 12.12, Realme U1 berhasil memecahkan kembali rekor dengan mencatatkan penjualan sepuluh kali lebih banyak dari rekor yang pernah ada di Shopee.

{Baca juga: Realme U1 Pilihan Pamungkas Smartphone Selfie Terbaik di Akhir Tahun}

Untuk tahun ini, Realme diperkirakan akan terus berkembang pesat. Sebab, perusahaan yang didirikan oleh Sky Li bersama Madhav Sheth itu terus menegaskan komitmennya untuk merilis produk terbaik kepada masyarakat.

Lantas, antara dua merek ini, siapa yang akan memenangkan hati masyarakat? Pada akhirnya, perusahaan dengan inovasi terbaik yang akan menjadi pemenang pasar. (MS)

 

Dirilis Akhir Januari, Nokia 6.2 Usung Desain “Layar Berlubang”

0

Telko.id, Jakarta – Nokia 6 versi awal rilis pada Januari 2017 lalu. Tak lama berselang, HMD Global kembali meluncurkan generasi penerusnya dengan nama Nokia 6.1. Terbaru, seorang leakster mengunggah informasi bahwa suksesor Nokia 6.1, Nokia 6.2 siap hadir di pasaran.

Smartphone ini bakal mengusung layar berukuran 6,2 inci dengan desain layar berlubang sebagai tempat bagi kamera depannya.

Dikutip Telko.id dari India Today, Jumat (11/1/2019), karakteristik desainnya akan sama dengan generasi terbaru Nokia seri 8, yaitu Nokia 8.1 Plus yang beredar bocoran render-nya beberapa waktu lalu.

{Baca juga: Nokia Siapkan Smartphone Layar Berlubang, Nokia 8.1 Plus?}

Namun, Nokia 6.2 akan mengusung bezel dengan ukuran sedikit lebih tebal ketimbang Nokia 8.1 Plus. Informasi yang beredar menyebut, smartphone itu akan berbekal kamera 16MP ganda di bagian belakang. Suksesor Nokia 6.1 ini juga kabarnya mendukung OZO Audio.

Dukungan OZO Audio di Nokia 6.2 hadir dengan sejumlah mikrofon, dikombinasikan algoritma akustik sehingga dapat merekam suara surround spasial 360 derajat secara lebih mendalam.

Untuk dapur pacunya, Nokia 6.2 ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 632,  serta RAM 4GB dan 6GB. Sayang, sampai kini belum tersedia informasi pasti terkait konfigurasi ruang penyimpanannya, meski diprediksi akan hadir dengan kapasitas 64GB.

{Baca juga: Video Iklan Nokia 9 PureView Bocor, Segera Diluncurkan?}

Nokia 6.2 akan menggunakan sistem operasi Android 9.0 Pie murni sebagai bagian dari program Android One. Jika tak ada aral, Nokia 6.2 akan meluncur di hadapan para pengguna pada akhir Januari atau awal Februari 2019 mendatang.

China akan menjadi pasar pertama yang disambangi oleh Nokia 6.2. Selanjutnya, Nokia 6.2 bakal merambah pasar Eropa dan Amerika Serikat. Untuk pasar Eropa, Nokia 6.2 dikabarkan akan ditawarkan seharga 159 euro atau Rp 2,6 juta. (SN/FHP)

Samsung Kenalkan Kulkas Family Hub dengan Kemampuan AI

0

Telko.id, Jakarta – Di gelaran Consumer Electronics Show (CES 2019) Samsung memperkenalkan Kulkas  Family Hub dengan kemampuan teknologi AI (artificial Intelligence) di Samsung Bixby.

Dari keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id, Samsung memperkenalkannya pada Rabu (09/01/2019) di Las Vegas waktu setempat.

Menurut John Herrington selaku Senior Vice President, General Manager of Home Appliances, Samsung Electronics America perangkat terbaru ini sudah terdapat Samsung Bixby.

“Hari ini kami memperkenalkan versi terbaru Samsung Family Hub yang menampilkan Bixby dengan kemampuan artificial intelligence. Bixby kini menawarkan level terbaru dari konektivitas dan kecerdasan, didesain untuk membuat aktivitas sehari-hari lebih mudah,” ucap Herrington.

{Baca juga: Samsung Bixby Bisa Dipakai di Google Maps dan YouTube}

Kehadiran Bixby membuat Samsung Family Hub dapat digunakan dengan cara yang lebih cerdas, hands-free, dan lebih personal.

Pengguna dapat meminta informasi pagi ke Bixby saat menyiapkan sarapan untuk anak-anak, sehingga mereka semua dapat mengetahui hal-hal esensial untuk hari itu seperti cuaca dan berita utama.

Semua hal ini ditampilkan di layar Samsung Family Hub sehingga mereka dapat melihat dan juga mendengarnya. Dan melalui teknologi voice ID Bixby, suara setiap anggota keluarga dapat dibedakan, sehingga setiap orang dapat memperoleh informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Bixby juga semakin cerdas dan lebih mampu bercakap-cakap. Pengguna dapat mencari tiket pesawat melalui Expedia, memanggil Uber dan mengatur suhu oven hanya dengan berbicara ke Family Hub.

{Baca juga: Ponsel Layar Lipat Samsung Unjuk Gigi di CES 2019}

“Tiga tahun lalu, kami pertama kali meluncurkan Family Hub dalam bentuk pengalaman berbasis aplikasi yang didasarkan pada manajemen makanan, hubungan keluarga dan hiburan,” jelas John Herrington

Membawa kecerdasan selangkah lebih maju, dengan integrasi mulus Family Hub dengan SmartThings, pengguna kini dapat melihat dan mengontrol ratusan perangkat rumah pintar Samsung maupun pihak ketiga langsung dari layar kulkas dan menggunakan suara lewat Bixby.

Kemudian layar Family Board baru berperan sebagai papan buletin digital dimana anggota keluarga dapat menempelkan pesan dan foto, bahkan coret-coretan di layar.

{Baca juga: Samsung Pamer TV “The Wall” di CES 2019}

Pengguna kini dapat memiliki layar khusus untuk berbagi foto, pesan, dan memori di kulkas mereka, dan dapat mengkustomisasi foto mereka dengan berbagai gaya foto, menambahkan tulisan dan stiker, bahkan mengganti warna latarnya untuk dicocokkan dengan dapur.

Family Hub menampilkan screen saver dinamik yang dapat digunakan untuk menampilkan momen keluarga yang berharga, informasi penting seperti cuaca, atau bahkan karya seni. Ini dapat diatur juga untuk menyatu dengan dekorasi di dapur.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10 Debut di CES 2019, Galaxy X Kapan?}

Fitur lainnya di Family Hub  adalah menajemen makanan yang meningkatkan kemampuan para pemilik rumah mengatur makanan  dari smartphone.

Family Hub  juga memungkinkan pengguna membuat makanan yang lebih baik dan lebih sehat dengan Meal Planner, yang menyesuaikan resep berdasarkan preferensi makanan, kebutuhan diet khusus, dan isi kulkas.

{Baca juga: Samsung Ingin Ciptakan Robot untuk Bantu Lansia, Seperti Apa?}

Pada tahun 2019, Samsung akan memperluas platform Family Hub ke lebih banyak model untuk memastikan tersedianya konfigurasi Family Hub yang dapat memenuhi kebutuhan semua konsumen.

Sebagai 2019 CES Innovation award Honoree dalam kategori produk Software and Mobile Apps, perangkat Family Hub ditampilkan dalam International Consumer Electronics Show (CES) hingga 11 Januari 2019. [NM/HBS]

Waduh, Ternyata Lansia Paling Sering Bagikan Hoaks

0

Telko.id, Jakarta – Kerap kita temukan orang-orang yang membagikan berita palsu atau hoaks di media sosial. Berdasarkan penelitian terbaru, ternyata para lansia paling sering bagikan hoaks, ketimbang kategori usia lainnya.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo, Jumat (11/01/2019), menurut penelitian yang dipublikasikan Science Advances melaporkan bahwa sebagian besar berita hoaks yang dibagikan di internet biasanya dilakukan oleh mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

Lansia cenderung membagikan hoaks 7 kali lebih banyak daripada mereka yang berusia 29 tahun ke bawah, dan ini benar-benar terlepas dari ideologi, tingkat pendidikan atau afiliasi politik.

{Baca juga: Apple News Janji Tak Sebarkan Berita Palsu}

Adrew Guess yang merupakan salah satu peneliti mengatakan, banyak orang yang sudah memprediksi jika kelompok lansia yang paling banyak membagikan hoaks di internet.

“Bagi saya, apa yang menarik adalah bahwa hubungan tersebut berlaku bahkan ketika Anda mengontrol afiliasi atau ideologi pihak,” ucap ilmuwan politik dari Princeton University tersebut.

“Fakta bahwa itu terlepas dari sifat-sifat lain ini cukup mengejutkan bagi saya. Bukan hanya didorong oleh orang tua yang lebih konservatif,” tambahnya.

Sayangnya, penelitian ini tidak menjelaskan lebih mendalam mengapa kelompok lansia menjadi kategori usia yang paling banyak membagikan berita palsu. Hal inilah yang memunculkan spekulasi, bahwa kurangnya keterampilan dalam hal melek digital menjadi motif kenapa kelompok lansia banyak membagikan berita hoaks.

{Baca juga: Facebook Hapus Ratusan Akun Politik Penyebar Berita Palsu}

Penyebaran berita hoaks sudah pada tahap yang mengkhawatirkan. Melihat hal itu, pada Agustus 2018 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng Qlue untuk memerangi konten negatif, terutama berita palsu di dunia maya.

Kolaborasi itu diwujudkan dalam pembuatan dashboard khusus aduan konten yang diluncurkan melalui kerjasama bertajuk “Indonesia Menolak Dipecah Belah”.

{Baca juga: Kominfo Pakai Qlue untuk Perangi Berita Palsu}

“Ini merupakan komitmen kedua-belah pihak untuk mencegah dampak dari konten negatif dan berita palsu yang memecah-belah bangsa Indonesia,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Semuel menjelaskan, melalui Dashboard itu, Kominfo dapat menganalisis lebih dalam mengenai penyebaran konten negatif atau berita palsu yang dapat memecah-belah bangsa. Kerjasama ini dinilai penting karena jumlah penyebaran informasi palsu masih sangat tinggi. (NM/FHP)

Siap-siap! Ini Tanggal Rilis Samsung Galaxy S10

0

Telko.id, Jakarta – Rumor mengenai kapan Samsung akan meluncurkan Samsung Galaxy S10 mulai terjawab. Mereka mengumumkan bahwa smartphone tersebut akan dirilis pada tanggal 20 Februari 2019 di acara Samsung Unpacked, yang biasanya berbarengan dengan digelarnya ajang MWC 2019.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Jumat (10/01/2019), kepastian tanggal peluncuran Galaxy S10 ini terungkap lewat undangan yang disebarkan Samsung, dimana pada undangan tersebut terpampang angka 10 yang diduga kuat sebagai tanda peluncuran Galaxy S10.

Pada surat undangan tersebut, Samsung memang tidak menyebutkan perangkat apa yang akan diluncurkan. Karena memang sesuai kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, nama produk yang akan diluncurkan tidak ditulis secara jelas.

Terlepas dari soal undangan, Galaxy S10 memang saat ini tengah menjadi topik pembicaraan dan banyak yang menanti kejutan apa yang akan dibuat Samsung pada penerus Galaxy S9 itu.

Menurut rumor yang beredar, Galaxy S10 akan memiliki setidaknya tiga varian berbeda. Salah satu varian tersebut dapat menampilkan layar datar dan dua model lagi mungkin bernama Galaxy S10 “reguler” dan Galaxy S10 +.

{Baca juga: Teaser Ponsel Layar Lipat Samsung Beredar di Internet}

Sedangkan bagi yang berharap melihat 5G di smartphone Galaxy S10, ada kemungkinan hal itu tidak akan terjadi di bulan Februari, karena Samsung dikatakan masih menggarap handset terpisah untuk jaringan 5G.

Sebelumnya sempat beredar kabar yang menyebutkan bahwa Samsung Galaxy S10 versi 5G akan hadir di Amerika Serikat pada musim panas atau pertengahan Juni 2019.

Dugaan ini diperkuat dengan dikeluarkannya siaran pers dari pihak Sprint yang mengatakan bahwa jaringan 5G akan hadir di musim panas nanti di perangkat Samsung.

{Baca juga: Juni, Samsung Galaxy S10 Versi 5G Meluncur di Amerika Serikat?}

Adapun pada paruh pertama tahun ini Sprint akan meluncurkan jaringan 5G selulernya di sembilan kota yakni Atlanta, Chicago, Dallas, Houston, Kota Kansas, Los Angeles, Kota New York, Phoenix, dan Washington, D.C.

Sebelumnya Samsung dikabarkan telah menyiapkan smartphone 5G andalan mereka.  Diprediksi mereka akan memamerkan smartphone 5G mereka pada gelaran Mobile World Congress (MWC) 2019 pada Februari mendatang. [NM/HBS]

Akhirnya, Tablet Raja Firaun Amenhotep I Kembali ke Mesir

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah artefak penting dari masa Mesir kuno yang diselundupkan secara ilegal ke luar negeri telah dikembalikan. Sebelumnya, artefak berupa bagian dari tablet Raja Firaun Amenhotep I itu dipajang di balai lelang di London, Inggris.

Belum jelas bagaimana atau kapan peninggalan itu bisa sampai di tangan balai lelang di London. Namun, tablet tersebut diyakini merupakan hasil penyelundupan, sebab benda tersebut sebelumnya dipajang di museum terbuka Kuil Karnak kuno di kota Luxor.

Kementerian Benda Cagar Budaya Mesir menyebut, artefak kuno itu diketahui keberadaannya melalui pencarian situs lelang internasional.

{Baca juga: Terungkap! Piramida Agung Giza Pusat Energi Elektromagnetik}

Langkah-langkah khusus pun diambil untuk menghentikan penjualan dan menariknya dari daftar benda kuno yang akan dilego.

Menurut BBC, dikutip Telko.id pada Jumat (12/01/2019), lembaga pemerintah yang mengurusi peninggalan kuni Mesir kemudian bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Mesir, Kedubes Mesir di London, dan pihak berwenang untuk menarik artefak tersebut.

Dilaporkan, Kedubes Mesir di London telah menerima benda itu pada September 2018. Mereka memastikan, akan meningkatkan upaya untuk menghentikan perdagangan barang antik dalam beberapa tahun terakhir. Mesir juga menegaskan, mereka tidak akan bekerja sama dengan museum asing.

{Baca juga: Ngeri! Letusan Gunung Vesuvius Mendidihkan Darah dan Otak}

Awal bulan ini, diumumkan bahwa satu-satunya batu selubung dari Piramida Agung Giza akan dipamerkan di Museum Nasional Skotlandia di Edinburgh mulai 8 Februari 2019. Blok besar batu kapur putih halus itu akan menjadi pajangan paling menarik.

Sekadar informasi, Amenhotep I merupakan Raja Firaun kedua pada Dinasti 18 Mesir di Mesir kuno, dan merupakan putra Ahmose I dan Ahmose-Nefertari. Pemerintahannya berjalan tegak dan berkuasa antara 1526 hingga 1506 Sebelum Masehi. (SN/FHP)

Andalkan Kamera 48MP, Harga Redmi Note 7 Cukup Mengejutkan

0

Telko.id, Jakarta – Redmi Note 7 akhirnya diluncurkan oleh CEO Xiaomi, Lei Jun. Smartphone pertama Redmi setelah “berpisah” dari Xiaomi itu andalkan kamera 48 MP dan dibanderol dengan harga yang mengejutkan. Bagaimana tidak, harga Redmi Note 7 ketika diperkenalkan cukup terjangkau dengan harga di bawah Rp 3 jutaan.

Dilansir Telko.id dari GSMArena, Jumat (11/01/2019), Redmi Note 7 mengusung layar berukuran besar yang dipercantik dengan adanya poni berbentuk waterdrop di bagian atasnya.

Layarnya berukuran 6,3 inci berjenis IPS LCD dengan resolusi Full HD+. Bezel yang mengelilingi layar tersebut cukup tipis, sehingga aspek rasio layar terhadap body-nya mencapai 84%.

{Baca juga: Bos Xiaomi Pamer Logo Redmi yang “Kelewat Minimalis”}

Redmi Note 7 ditenagai oleh prosesor yang sama dengan Xiaomi Mi 8 Lite, yakni prosesor octa-core 2.2 GHz Snapdragon 660. Didukung juga oleh tiga varian RAM dan ROM, masing-masing 3/32 GB, 4/64 GB, dan 6/64 GB.

Smartphone ini pun telah ditopang oleh baterai berukuran besar, tepatnya 4,000 mAh. Baterai itu, sudah didukung oleh teknologi fast charging Qualcomm Quick Charge 4 dengan input maksimum mencapai 9V/2A. Sayang, Redmi hanya menyertakan charger 5V/2A saja dalam kotak pembelian.

{Baca juga: Smartphone Lipat Xiaomi Lebih Canggih dari Samsung?}

Selain spesifikasi yang mumpuni, Redmi Note 7 sebenarnya mengandalkan kamera 48MP di bagian belakang sebagai daya tarik utamanya. Kamera tersebut ditemani oleh kamera sekunder beresolusi 5MP untuk keperluan mode Portrait yang didukung oleh teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) di dalamnya. Sementara kamera depannya, beresolusi 13MP saja.

{Baca juga: Kamera Mirip P20 Pro, Ini Bocoran Lengkap Xiaomi Mi 9}

Smartphone tersebut memiliki tiga opsi warna, yakni Blue, Twilight Gold, dan Black. Untuk harganya, Redmi melepasnya dengan harga Rp 2 jutaan untuk model 3/32 GB, Rp 2,4 jutaan untuk 4/4 GB, dan Rp 2,9 jutaan untuk 6/6 GB. (FHP)

Indosat Ooredoo Business ‘Cari Peluang’ Di Medan

0

Telko.id – Indosat Ooredoo merasa perlu untuk terus menerus mendengungkan tentang digitalisasi pada masyarakat. Terutama para pebisnis. Itu sebabnya, operator ini menggelar Business Connect di Medan.

Targetnya, untuk memperkenalkan beragam teknologi disruptif yang mampu membantu para pelaku usaha dan pemangku kepentingan menemukan model bisnis baru, business insight melalui sharing use cases dari para praktisi dan industri leader, dan solusi untuk peningkatan bisnis dan produktivitas.

“Indosat Ooredoo Business menggelar Business Connect di Medan karena tingginya potensi yang ada di sini. Harapannya, dapat memfasilitasi pebisnis untuk mengadopsi teknologi digital dalam membuka peluang, peningkatan produktivitas dan percepatan pertumbuhan ekonomi seiring dengan kemunculan disruptive teknologi,” ujar Intan Abdams Katoppo, Chief Business Officer Indosat Ooredoo.

Mengapa Medan? Kota Medan menjadi lokasi pembuka rangkaian Business Connect tahun 2019 ini karena banyak potensi dari beragam sektor yang dapat dijadikan sumber pertumbuhan ekonomi seperti pariwisata, perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Kota Medan juga tercatat memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12%, atau diatas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,06% (2017 vs 2016).

“Indosat Ooredoo menyadari bahwa di era disruptive technology saat ini, setiap sektor perlu mengadopsi digital guna memberikan value bisnis melalui ekonomi digital. Selain itu, kami juga berharap dengan rampungnya perluasan jaringan 4G Plus di area Sumatera Utara dapat turut mendukung layanan dan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan selular maupun bisnis Indosat Ooredoo,” ujar Intan menambahkan.

Pada acara ini mengusung tema: “Indosat Ooredoo Business Connect: Disruptive Solution for Digital Economy” menampilkan para narasumber ternama seperti Musa Rajekshah, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Siti Sufintri Rahayu, Public Relations Director Traveloka, dan Mardi Wu, CEO PT Nutrifood Indonesia.

Para narasumber yang terdiri dari pelaku bisnis dan praktisi tersebut memberikan beragam wawasan bisnis dan use cases, sehingga nantinya dapat memotivasi serta memicu banyak ide bagi para pelaku usaha untuk memulai sebuah transformasi. Selain itu Business Connect juga memamerkan beragam solusi ICT seperti Internet of Things (IoT), NEXTfleet (fleet management), Data Center, Connectivity, dan Managed Service. (Icha)