spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1405

Ini Resolusi Bos Facebook di 2019

0

Telko.id, Jakarta – Bos Facebook, Mark Zuckerberg, menyatakan diri akan menjadi tuan rumah untuk serangkaian diskusi publik mengenai masa depan teknologi. Hal itu mejadi tantangan pribadi atau resolusinya di tahun 2019.

Dilansir Reuters, Zuckerberg menyuarakan rencananya tersebut dalam sebuah postingan di Facebook. “Setiap beberapa minggu, saya akan berbicara dengan para pemimpin, pakar, dan orang-orang di komunitas,” ujarnya.

“Saya akan mencoba berbagai format agar tetap menarik. Semua akan dipublikasikan, baik di halaman Facebook atau Instagram saya atau di media lain “, imbuh Zuckerberg dalam postingan Facebook miliknya.

Reputasi Facebook dinilai turun pada tahun lalu akibat skandal data yang melibatkan perusahaan konsultan politik Inggris. Akibatnya, informasi pribadi jutaan pengguna bocor dan menempatkan Facebook menjadi pesakitan.

Tahun lalu, bos Facebook ini mengaku bakal memperbaiki banyak masalah Facebook seperti penggunaan platform untuk pidato kebencian, menyebarkan informasi yang salah, dan campur tangan politik. Facebook telah merekrut pegawai lepas.

{Baca juga: Nilai Saham Facebook dkk Rontok Rp 3.040 Triliun}

Facebook meningkatkan upaya pengecekan fakta, menghapus halaman dan akun yang mencurigakan, meningkatkan sistemnya untuk mengidentifikasi akun palsu. Namun, Facebook masih menghadapi kritik dari regulator dan anggota parlemen.

Facebook dinilai bermasalah dengan sistem keamanan, setelah adanya rentetan kasus penyalahgunaan data. Masalah ini membuat para investor meradang dan ingin melengserkan Mark Zuckerberg dari posisinya sebagai Ketua Facebook.

Jejaring sosial ini dirudung kasus pembobolan data pribadi penggunanya di berbagai negara. Kasus yang paling heboh adalah skandal Cambrige Analytica yang membocorkan data pribadi 87 juta pengguna Facebook dengan berkedok kuis untuk kepentingan kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS).

{Baca juga: Sering Kebobolan, Investor Facebook Ingin Lengserkan Zuckerberg}

Selain itu, kasus dengan modus serupa yang berasal dari Rusia untuk memengaruhi pemilu paruh waktu negeri Paman Sam itu.

Terakhir dan yang paling memalukan adalah pencurian 14 juta data pribadi pengguna Facebook oleh peretas atau hacker. Data pribadi yang dicuri sangat lengkap, mulai nama pengguna, jenis kelamin, status hubungan, agama, tanggal lahir, jenis perangkat, dll. [BA/HBS]

Sumber: Livemint

 

Viettel Minat Akuisisi Indosat Ooredoo, Benarkah?

0

Telko.id – Viettel, operator terbesar di Vietnam yang dimiliki oleh militer ini, dalam wawancara President dan CEO nya Le Dang Dung dengan pada Reuters menyebutkan berminat untuk membeli saham di perusahaan telekomunikasi di Indonesia, selain Malaysia beberapa hari lalu.

Hal ini tentu membuat heboh industry telekomunikasi di Indonesia. Terlebih, beberapa operator di Indonesia ada yang sedang ‘mengalami’ kesulitan keuangan. Diantaranya, Indosat Ooredoo yang sangat terlihat membutuhkan kucuran dana.

Apalagi, beberapa waktu lalu, ketika Presiden Direktur Indosat Ooredoo, Chris Kanter baru menduduki jabatannya, menyebutkan bahwa sedang dalam proses meminta kucuran dana dari induk nya, Qatar Telecom. Hal ini terlihat sebagai sinyal bahwa operator ini perlu dukungan dana yang besar.

Tentu hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Indosat Ooredoo lah yang menjadi incaran Viettel. Namun, dalam wawancaranya dengan Reuters, Dung, tidak menjelaskan lebih lanjut, operator mana yang ditaksirnya. “Kesepakatan yang sensitivitas,” ujar nya.

Dalam kesempatan lain, Chris Kanter membantah kabar Indosat akan diakuisisi oleh operator telekomunikasi asal Vietnam, Viettel. Di kalangan pelaku pasar, Indosat tengah dihubung-hubungkan dengan rencana akuisisi yang dilakukan Viettel.

“Nggak benar, sampai saat ini nggak ada pembicaraan tentang hal ini (akuisis oleh Viettel) di pemegang saham,” kata Chris seperti dikutip detikFinance,Rabu (9/1/2019).

Di lain sisi, Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika menyebutkan bahwa pemerintah terbuka pada investasi asing asalkan memberi nilai tambah. “Yakni jasa yang dibutuhkan masyarakat dan turut mengembangkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” ujarnya di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (9/1), seperti dikutip dari Katadata.

Saat ini, pemegang saham mayoritas Indosat saat ini adalah Qatar Telecom. Maka, akuisisi Indosat oleh operator lain adalah hubungan bussiness to bussiness (B to B).

Seperti yang dilaporkan oleh Reuters, Viettel saat ini berupaya menggandakan basis pelanggan Myanmar menjadi 10 juta pada akhir tahun dari lima juta pelanggan yang ada sekarang ini.

Perusahaan yang dikelola militer ini juga berupaya memperluas investasi di Asia, termasuk Korea Utara. Termasuk niatnya juga untuk membeli saham telekomunikasi di Malaysia, Indonesia. Namun, menghentikan investasi lebih lanjut di Afrika.

Viettel pun berniat untuk menjadi yang pertama dalam mengembangkan jaringan 5G di Vietnam, untuk mengantisipasi perkembangan pesat layanan data.

Dung menyebutkan bahwa Viettel telah mengalokasikan $ 40 juta untuk pengembangan chipset 5G-nya sendiri, tetapi juga mempertimbangkan untuk menggunakan teknologi dari Ericsson dan Nokia.

Perusahaan yang dikelola militer, secara resmi dikenal sebagai Viettel Group, memiliki sekitar 60 juta pelanggan di Vietnam dan lebih dari 30 juta pengguna di 10 negara lain – terutama di Asia dan Afrika.

Perusahaan juga sedang dalam pembicaraan untuk membeli 20 persen saham di operator seluler Eropa, kata Dung, tanpa menjelaskan lebih lanjut. (Icha)

 

 

 

 

 

Oppo Kenalkan Prototipe Smartphone 5G Pertamanya

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah prototipe versi 5G dari flagship perusahaan, yakni Find X telah diperkenalkan Oppo baru-baru ini. Perangkat tersebut dihadirkan demi mendukung pengembangan solusi dan ekosistem 5G.

Dilaporkan ITP, Rabu (9/1/2019), prototipe Oppo Find X 5G ini menggunakan sampel rekayasa prosesor Snapdragon 855 dan modem 5G X50.

OPPO, Qualcomm dan Keysight Technologies Inc., selaku perusahaan yang memproduksi peralatan dan perangkat uji serta pengukuran elektronik, telah mendemonstrasikan konektivitas data dan aplikasi 5G termasuk browsing, pemutaran video online, dan panggilan video menggunakan prototipe 5G Find X.

Selain itu, perusahaan juga telah berhasil menyelesaikan panggilan video multi pengguna pertama di dunia pada ponsel melalui jaringan 5G. Insinyur dari enam lembaga R&D Oppo di seluruh dunia ikut berpartisipasi dalam panggilan video menggunakan WeChat, dengan pesan perdana “Hello Oppo, Hello 5G”.

{Baca juga: Salip Apple, Verizon dan Samsung Rilis Smartphone 5G di 2019}

Ke depannya, seperti dijelaskan pihak Oppo, perusahaan akan terus memperdalam kolaborasinya dengan Qualcomm, produsen infrastruktur jaringan, penyedia layanan telekomunikasi dan mitra rantai pasokan lainnya dalam membangun ekosistem 5G. Oppo kini sedang dalam pembicaraan dengan penyedia layanan telekomunikasi di Cina, Eropa, Australia dan pasar luar negeri lainnya, dengan rencana untuk meluncurkan produk 5G komersial tahun ini.

“5G adalah tren yang harus dianut Oppo. Selain berusaha menjadi produsen pertama yang meluncurkan smartphone 5G, eksplorasi peluang aplikasi Oppo di era 5G+ pada akhirnya akan menentukan nilai 5G,” ungkap Tony Chen, Pendiri, Presiden dan CEO Oppo baru-baru ini.

{Baca juga: Pepet Samsung, Smartphone 5G LG akan Dirilis Bulan Depan}

Ia juga menambahkan, bahwa Oppo akan sepenuhnya mengintegrasikan 5G dengan aplikasi dan wawasan pengguna, dan terus berinovasi untuk menyediakan pengalaman revolusioner, perlu, nyaman, dan mulus kepada pengguna.

Konsep 5G+ yang dianut Oppo sendiri bisa diartikan sebagai era dimana semua terkoneksi dan pengalaman adalah segalanya.

Di Masa Depan, Robot Anjing jadi “Tukang Antar Paket”

0

Telko.id, Jakarta – Semoga saja Anda tidak takut dengan robot anjing, karena apabila perusahaan Continental berhasil, pada masa depan robot anjing otonom akan mengantarkan paket kepada Anda.

Di acara Consumer Electronics Show (CES) 2019, Continental meluncurkan sebuah visi teknologi mereka yang disebut Black Mirror.

Idenya adalah tentang bagaimana mobil otonom dapat menyebarkan robot anjing otonom untuk memfasilitasi pengiriman jarak jauh.

{Baca juga: SpotMini, Robot Anjing yang Bisa Jadi “Mandor” Bangunan}

Teknologi ini terlihat visioner, karena robot Continental dirancang untuk meningkatkan efisiensi, dan keamanan dalam bidang pengiriman paket.

Dalam visinya, Continental menyebut mobil otonomnya sebagai CUbE atau Continental Urban Mobility Experience. Kendaraan ini berfungsi membawa robot anjing pengantar dan menyebarkannya untuk mengantar barang langsung ke lokasi tujuan terakhir.

{Baca juga: Samsung Ancang-ancang Garap Mobil Otonom 5G}

Jadi bisa dibayangkan, ketika CUbE membawa sebuah paket yang diantarkan oleh robot anjing. Kemudian, robot itu berlari sambil membawa paket ke pintu rumah penerima.

“Dengan bantuan pengiriman robot, visi Continental untuk mobilitas tanpa batas dapat menjangkau tepat ke depan pintu Anda. Visi kami bagaimana meningkatkan pengiriman dengan memanfaatkan kendaraan tanpa pengemudi untuk membawa robot pengiriman, menciptakan transportasi yang efisien, ”kata Kepala Divisi Sistem dan Teknologi Continental, divisi Chassis & Safety, Ralph Lauxmann.

“Keduanya bertenaga listrik, keduanya otonom dan, pada prinsipnya, keduanya dibangun dengan teknologi yang sama. Sinergi ini menciptakan potensi yang menarik untuk konsep pengiriman holistik menggunakan solusi serupa untuk platform yang berbeda,” tambahnya.

{Baca juga: Sony Ciptakan Robot Anjing “Aibo” dengan Teknologi AI}

Tidak jelas kapan teknologi ini akan mulai beroperasi. Tetapi tidak diragukan lagi, bahwa ini adalah visi masa depan yang menarik.

Untuk diketahui, Segway juga berada di CES minggu ini, memamerkan robot pengiriman otonom baru. Idenya adalah menggunakan robot untuk melakukan pengiriman makanan, paket dan barang-barang lainnya, secara otonom. (BA/FHP)

Huawei Bawa Pulang Jack Headphone ke Huawei P30?

0

Telko.id, Jakarta – Kabar soal kehadiran Huawei P30 kian muncul deras di internet. Informasi terbaru menyebut, suksesor Huawei P20 tersebut bakal membawa pulang fitur jack headphone 3.5 mm.

Penghilangan jack headphone jack 3.5 mm memang telah berkembang dan menjadi tren industri. Setelah produsen meleyapkan 3.5 mm headphone jack dari suatu seri, model berikutnya dipastikan tidak akan mengusungnya lagi.

Namun, tidak demikian dengan Huawei. Sebaliknya, Huawei tampak bersemangat untuk membawa pulang jack headphone 3.5 mm Menurut bocoran, Huawei P30 akan membawa kembali kelengkapan itu ke publik.

Huawei selalu dikritik saat memutuskan untuk meleyapkan headphone jack. Pesaingnya, Apple, telah lebih dulu menghapus jack headphone. Samsung pun akan menempuh kebijakan yang sama untuk ponsel flagship karyanya.

Meski begitu, Samsung belum melakukan penghilangan jack headphone untuk lini Galaxy S atau Galaxy Note. Dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Selasa (8/1/2019), Huawei mungkin akan melakukan hal serupa demi penggemar.

{Baca juga: Huawei P30 Pro Punya Sensor 3D Lebih Baik?}

Jika bocoran yang beredar benar-benar akurat, ada kemungkinan Huawei P30 akan menampilkan 3.5 mm headphone jack di bagian bawah, tepatnya di sebelah port USB Type-C. Sayang, pihak Huawei belum bisa dimintai konfirmasi.

Sebelumnya, Evan Blass dan Michaal Rahman, leaker ternama di Twitter, mengungkap serangkaian bocoran tentang Huawei P30. Perangkat itu dikabarkan menggunakan tiga kamera belakang beresolusi maksimal 40 MP. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Nubia Luncurkan Smartphone Gaming di CES 2019

0

Telko.id, Jakarta – Nubia meluncurkan smartphone gaming bernama Red Magic Mars di Consumer Electronic Show  2019 (CES 2019) di Amerika Serikat. Smartphone ini memiliki sistem pendingin cair dan udara agar pengguna dapat bermain game dengan nyaman.

Dilansir Telko.id dari CNET pada Selasa (08/01/2019), Red Magic Mars hadir dengan dua tombol sentuh yang terletak di samping seper ASUS ROG Phone.

Red Magic Stars memiliki tampilan serupa panah di bagian belakang yang mengarah ke 16 juta strip LED, kamera heksagonal, fitur flash dan pemindai sidik jari.

Ponsel ini memakai chip Qualcomm Snapdragon 845 dan kategori RAM 6GB/ Memori internal 64 GB, RAM 8GB/ Memori Internal 128 GB dan RAM 10 GB/Memori Internal 256 GB.

{Baca juga: Nubia Red Magic, Smartphone Khusus Gamer}

Tampilan layar adalah 6-inci dengan resolusi 2.160×1.080 piksel. Untuk membuat Anda terus bermain game selama berjam-jam, ponsel ini juga memiliki baterai 3,800 mAh dan sistem pendingin cair dan udara untuk menjaga agar segala sesuatunya tidak terlalu panas.

Dari segi kamera, kamera ini memiliki kamera belakang 16 Mega Piksel (MP) , dan 8 MP di bagian depan. Ada juga sepasang pengontrol Bluetooth jika Anda menginginkan pengalaman bermain yang berbeda.  Ponsel ini akan dijual Amerika Utara dan Eropa sekitar kuartal ini atau bulan Maret 2019 dengan harga $ 399 atau Rp 5,6 juta.

{Baca juga: Nubia Indonesia Siap Boyong Nubia Z17 di Q4 2017}

Pada April 2018 lalu Nubia  juga menghadirkan smartphone khusus para gamer. Hadir dengan desain dengan sentuhan magic, Nubia Red Magic disokong dengan chipset snapdragon 835.

Kalau ditelaah dari spesifikasinya Nubia Red Magic memiliki layar Full HD+ 5,99 inci dengan layar 2.5D NEG T2X-1, rasio aspek 18: 9, dan rasio kontras 1500: 1. Tubuh smartphone ini terbuat dari aluminium dengan desain ergonomis yang ramah untuk bermain game dengan waktu yang lama.

Nubia Red Magic hadir dengan konsep desain yang berani, menonjolkan sisi estetika berupa vektor baru yang terbuat dari bahan aluminium yang setara dengan material pesawat terbang. Perangkat memiliki 174,5 derajat dot-cutting dengan ketebalan 6,85 mm di titik tertipis.

{Baca juga: Review Nubia N1 Lite: Desain Elegan, Kemampuan Standar}

Berbeda dengan Xiaomi Black Shark, Nubia Red Magic menggunakan teknologi pendingin udara yang inovatif, semacam ventilasi. Slot-slot itu bisa dengan mudah ditemukan di bagian belakang body logam-nya, menjaga perangkat tetap dingin ketika digeber menjalankan game dalam waktu yang lama. [NM/HBS]

 

Samsung Pamer TV “The Wall” di CES 2019

0

Telko.id, Jakarta – Tahun lalu, Samsung mengumumkan televisi berukuran sangat besar sehingga tidak mungkin muat di ruang keluarga kebanyakan. Sekarang diumumkan versi yang lebih besar bernama ‘The Wall’ , nama yang akan memberi anda kesan ukuran yang sangat besar dari televisi besar ini.

TV super besar kelas atas milik Samsung ini dipamerkan dalam pameran Consumer Electronics Show (CES) tahun ini. TV dengan ukuran layar 219 inci dan menggunakan teknologi LED Mikro yang menawarkan kualitas gambar yang tak tertandingi.

Samsung Head of Group LED R&D Group, Corporate SVP, Younghun Choi, mengatakan The Wall 2019 telah ditingkatkan dalam desain dan kegunaan untuk rumah sehingga konsumen dapat merasakan suasana yang lebih santai disesuaikan dengan gaya hidup masing-masing.

MicroLED menggunakan LED mikroskopis yang berubah menjadi merah, biru dan hijau. Jutaan lampu kecil ini kemudian digabungkan dalam televisi besar untuk menghasilkan warna cemerlang di layar.

{Baca juga: Samsung Ancang-ancang Garap Mobil Otonom 5G}

Teknologi ini memberikan kualitas gambar yang tak tertandingi yang melampaui teknologi layar yang saat ini tersedia di pasar. Teknologi ini juga akan tersedia dalam ukuran 75 inci yang lebih sederhana.

Samsung berharap The Wall akan digantung di dinding seolah-olah itu adalah sebuah karya seni. Televisi ini akan dikirimkan dengan beragam lukisan yang dimuat di dalamnya serta berbagai jenis ‘bahan dinding premium’ , menjadikannya sentuhan akhir.

Televisi ini tidak akan memiliki bezel (bingkai di sebagian besar televisi) yang berarti TV ini seolah akan menyatu dengan backgroundnya. TV ini juga memungkinkan beberapa televisi digunakan sekaligus, jika anda ingin membuat layar IMAX di rumah anda sendiri.

Choi mengatakan, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk merancang berbagai ‘fitur gaya hidup yang dapat mengubah ruangan dalam hitungan menit’. Samsung bahkan berkonsultasi dengan desainer interior untuk memastikan bahwa berbagai gaya akan diwakili.

{Baca juga: Smartphone 5G Samsung Siap Melenggang di MWC 2019}

“Tahap pengembangan baru dirancang untuk produk ini, mulai dari melakukan penelitian sejarah yang membantu kami menangkap esensi dari desain periode, seperti gaya Victoria atau Georgia, hingga menguji sudut bayangan dengan membangun dinding sementara,” kata Choi.

Diharapkan, TV super besar ini akan dirilis tahun ini, namun harga dan tanggal rilis The Wall belum diumumkan. [BA/HBS]

Sumber: Metro

 

Belanja IoT Dunia Pada 2019 Akan Mencapai $ 745 Miliar

0

Telko.id – Berdasarkan laporan dari Internasional Data Corporation (IDC) bertajuk Worldwide Semiannual Internet of Things Spending Guide, pengeluaran seluruh dunia untuk Internet of Things (IoT) diperkirakan akan mencapai $ 745 miliar pada tahun 2019, meningkat 15,4% dari $ 646 miliar yang dihabiskan pada tahun 2018.

Kondisi tersebut akan didominasi oleh Sektor Manufaktur, Konsumen, Transportasi, dan Utilitas.

“Adopsi IoT terjadi di berbagai industri, di pemerintahan, dan dalam kehidupan sehari-hari konsumen. Kami semakin mengamati bagaimana data yang dihasilkan oleh perangkat yang terhubung membantu bisnis berjalan lebih efisien, mendapatkan wawasan tentang proses bisnis, dan membuat keputusan waktu nyata. Untuk konsumen, akses ke data mengubah cara mereka untuk mengetahui status rumah tangga, kendaraan, dan anggota keluarga serta kesehatan dan kebugaran mereka sendiri, “kata Carrie MacGillivray, Vice President Internet of Things and Mobility IDC.

Carrie menambahkan bahwa “saat ini merupakan mulainya babak baru dari IoT. Di mana kita melihat peralihan dari secara digital yang memungkinkan fisik menjadi otomatisasi dan menambah pengalaman manusia yang terhubung dengan dunia.”

Pada tahun 2019 ini, industri yang diperkirakan menghabiskan paling banyak untuk solusi IoT adalah produksi diskrit ($ 119 miliar), proses manufaktur ($ 78 miliar), transportasi ($ 71 miliar), dan utilitas ($ 61 miliar).

Pengeluaran IoT di antara produsen sebagian besar akan difokuskan pada solusi yang mendukung operasi manufaktur dan manajemen aset produksi.

Sedangkan pada transportasi, lebih dari setengah pengeluaran IoT akan digunakan untuk pengawasan pengiriman, diikuti oleh manajemen armada.

Dalam industry utilitas, pengeluaran IoT akan didominasi untuk smart grid listrik, gas, dan air.

Namun, industri ini yang memiliki tingkat pertumbuhan tahunan gabungan tercepat (CAGR) selama periode perkiraan lima tahun adalah asuransi (17,1%), pemerintah federal / pusat (16,1%), dan perawatan kesehatan (15,4%).

“Pengeluaran konsumen IoT akan mencapai $ 108 miliar pada tahun 2019, menjadikannya segmen industri terbesar kedua. Kasus penggunaan pada konsumen terutama yang terkait dengan rumah pintar, kesehatan pribadi, dan infotainment kendaraan yang terhubung,” kata Marcus Torchia, direktur riset, Customer Insights & Analisis.

“Di dalam rumah pintar, otomatisasi rumah dan peralatan pintar akan mengalami pertumbuhan pengeluaran yang kuat selama periode perkiraan dan akan membantu menjadikan konsumen segmen industri yang tumbuh tercepat secara keseluruhan dengan CAGR lima tahun sebesar 17,8%,” ujar Marcus menambahkan.

Kasus penggunaan IoT yang memiliki tingkat investasi terbesar pada 2019 didorong oleh pengeluaran industri: operasi manufaktur ($ 100 miliar), manajemen aset produksi ($ 44,2 miliar), rumah pintar ($ 44,1 miliar), dan pemantauan pengiriman barang ($ 41,7 miliar) ).

Kasus penggunaan IoT yang diharapkan memberikan pertumbuhan belanja tercepat selama periode perkiraan 2017-2022 memberikan gambaran di mana industri lain melakukan investasi IoT. Hal ini termasuk otomatisasi fasilitas bandara (transportasi), pengisian kendaraan listrik (utilitas), pemantauan bidang pertanian (sumber daya), bedside telemetry (Healthcare), dan pemasaran kontekstual di dalam toko (ritel).

Layanan IoT akan menjadi kategori teknologi terbesar pada 2019 dengan $ 258 miliar digunakan untuk layanan TI dan instalasi tradisional serta perangkat non-tradisional dan layanan operasional.

Pengeluaran perangkat keras akan mendekati $ 250 miliar dipimpin oleh lebih dari $ 200 miliar dalam pembelian modul / sensor. Pengeluaran perangkat lunak IoT akan berjumlah $ 154 miliar pada 2019 dan akan melihat pertumbuhan tercepat selama periode perkiraan lima tahun dengan CAGR 16,6%. Pengeluaran layanan juga akan tumbuh lebih cepat daripada pengeluaran IoT keseluruhan dengan CAGR 14,2%. Pengeluaran konektivitas IoT akan berjumlah $ 83 miliar pada tahun 2019.

IDC juga melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Cina akan menjadi pemimpin global untuk pengeluaran IoT pada 2019 masing-masing dengan $ 194 miliar dan $ 182 miliar. Dikuti oleh Jepang ($ 65,4 miliar), Jerman ($ 35,5 miliar), Korea ($ 25,7 miliar), Prancis ($ 25,6 miliar), dan Inggris ($ 25,5 miliar).

Sedangkan negara-negara yang akan melihat pertumbuhan pengeluaran IoT tercepat selama periode perkiraan semuanya berada di Amerika Latin: Meksiko (28,3% CAGR), Kolombia (24,9% CAGR), dan Chili (23,3% CAGR).

Internet Semiannual Worldwide of Spending Guide Internet juga meramalkan pengeluaran IoT untuk 14 kategori teknologi dan 82 kasus penggunaan di 20 industri di sembilan wilayah dan 53 negara. Tidak seperti penelitian lain di industri ini, panduan belanja komprehensif dirancang untuk membantu vendor memahami dengan jelas peluang spesifik industri untuk teknologi IoT saat ini. (Icha)

 

Apple Siapkan iPhone XI dengan Tiga Kamera Belakang?  

0

Telko.id, Jakarta – Memasuki tahun baru, salah satu produsen ponsel yang tengah sibuk menyiapkan produk terbarunya adalah Apple. Informasi menyebut bahwa Apple sedang merancang smartphone baru bernama iPhone XI, yang dipersenjatai tiga kamera belakang.

Seorang leaker teknologi OnLeaks membagikan wajah perangkat yang diduga sebagai iPhone XI. Perangkat itu sepertinya bakal hadir dengan tiga kamera di bagian belakang.

Tiga kamera iPhone XI yang baru tidak hanya membuat pengguna memiliki opsi lain dalam memainkan gadget. Setup tiga kemera di bagian belakang juga akan membantu pengguna mencapai sistem Time of Flight (ToF).

Sistem TOF merupakan teknologi yang memungkinkan untuk membuat peta kedalaman melalui pengukuran kecepatan cahaya yang bepergian ke dan dari suatu permukaan. Fitur memengaruhi pencahayaan dan sudut untuk kamera.

Output foto yang diambil dari kamera iPhone XI diharapkan memiliki nuansa 3D karena triple-lens akan menambah kedalaman. Fitur itu akan banyak berubah untuk fotografer ponsel atau mereka yang hanya mengambil gambar sederhana.

Namun, menurut laporan IBTimes, iPhone XI masih dalam tahap pengujian validasi teknik sehingga bisa berubah bentuk maupun jeroan sebelum dirilis. Perubahan tersebut juga termasuk penghapusan kamera tiga lensa sekaligus.

Pada tahun lalu, Apple telah memilih membuat iPhone lebih ramping dan tipis tanpa mengurangi kualitas kinerja. Kamera tiga lensa memang akan memberi iPhone XI bertentangan dengan desain Apple selama bertahun-tahun.

Berdasarkan rumor yang beredar, iPhone XI akan dirilis pada September tahun ini. Apple memiliki waktu lebih dari setengah tahun untuk menambahkan banyak tambal sulam ke perangkatnya terbarunya itu. Sayang, Apple belum mengonfirmasi laporan ini. [BA/HBS]

Sumber: IB Times

Mantap! Spotify Ada di iPhone XR dan Apple Watch Series 4

0

Telko.id, Jakarta – Setelah empat bulan pasca peluncurannya, ada kabar gembira bagi para pengguna iPhone XR, iPhone XS Max dan Apple Watch Series 4, karena akan menerima kehadiran layanan streaming musik Spotify.

Dilansir Telko.id dari PhoneArena pada Selasa (08/01/2019), hadirnya layanan di masing-masing perangkat Apple itu sebagai bagian dari pembaruan terbaru untuk aplikasi iOS.

Pelanggan Spotify di seri iPhone terbaru tersebut memiliki dua opsi untuk layanan musiknya, yakni mengaktifkan peregangan UI untuk mendapatkan tampilan semua layar. atau cukup dengan tampilan bar hitam di sekitar aplikasi.

Sedangkan aplikasi Spotify di Apple Watch akhirnya mendukung panel besar yang termasuk dalam Apple Watch Seri 4. Sebelumnya, itu hanya mendukung tampilan yang lebih kecil.

{Baca juga: iPhone Xs, Suksesor Sempurna iPhone X}

Pembaruan ini juga membawa dukungan untuk iPad Pro model terbaru dan perbaikan bug. Sayangnya dukungan Spotify ini masih offline di Apple Watch. Yang berarti tidak seperti aplikasi Pandora, Spotify masih sebagai hanya pengontrol untuk aplikasi iPhone.

Sebelumnya pada September 2018 lalu Apple memperkenalkan iPhone Xs, iPhone Xs Max dan iPhone XR dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Steve Jobs Theater, Amerika Serikat. Sesuai bocoran serta spekulasi sebelumnya, keduanya mengusung sejumlah teknologi terbaru.

{Baca juga: iPhone Xr, iPhone Xs, dan iPhone Xs Max, Apa Bedanya?}

iPhone Xs maupun Xs Max dikemas dengan desain yang hampir sama seperti iPhone X. Keduanya sama-sama memiliki notch atau poni di bagian atasnya dengan ukuran yang cukup besar dan dibangun dengan bahan dasar stainless steel yang dipadu oleh lapisan kaca di bagian belakangnya.

Khusus bagi iPhone Xs, smartphone tersebut mempunyai ukuran layar yang sama dengan iPhone X, tepatnya berjenis OLED berukuran 5,8 inci dengan resolusi 2436 x 1125 piksel.

Yang berbeda justru iPhone Xs Max yang punya layar lebih besar, yakni 6,5 inci yang menjadikannya sebagai iPhone terbesar sampai saat ini. [NM/HBS]