spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1401

Seukuran “Kartu Nama”, Ini Harga ACMIC D10 dan C5

0

Telko.id, Jakarta –  ACMIC resmi meluncurkan 2 power bank terbarunya. Dengan teknologi atom cell dan seukuran kartu nama, ACMIC D10 dan ACMIC C5 dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Betapa?

Menurut CEO PT Satu Pro Global Niaga, Heri Hertanto, harga retail untuk ACMIC D10 berkapasitas 10000mAH adalah Rp 299.000, sedangkan ACMIC C5 yang memiliki kapasitas 5000 mAH adalah Rp 199.000.

Namun demikian, Heri menambahkan akan ada harga promosi untuk pembelian kedua produk di Tokopedia.

“Akan ada diskon 50 persen untuk pembelian di Tokopedia,” ucapnya di Jakarta, Senin (14/01/2019).

Adapun dari potongan tersebut maka harga ACMIC D10 menjadi Rp 149.000 dan ACMIC C5 menjadi Rp 99.500.

{Baca juga: ACMIC Kenalkan Power Bank “Mini” Berteknologi Atom Cell}

Menurut Willy Pawitra selaku Lead Category HP/Gagdets Tokopedia kedua power bank tersebut sudah bisa dibeli pada hari ini. Pihaknya pun senang bisa menjual secara ekslusif dengan potongan harga yang besar.

“Kami selalu berusaha untuk memberikan banyak pilihan produk demi memenuhi kebutuhan pengguna. Saat ini Tokopedia sudah ada lebih dari 100 juta jenis produk yang siap dibeli dengan harga terbaik dan transparan salah satunya power bank seperti ACMIC D10 dan ACMIC C5 yang dipasarkan secara ekslusif di Tokopedia,” ucap Willy.

Kedua power bank ini memiliki teknologi atom cell yang menjadi pembeda dari merek lainnya. Menurut Heri teknologi tersebut dapat mengompres ukuran power bank menjadi lebih kecil dan ringan bahkan seukuran kartu nama.

Untuk diketahui, ukuran ACMIC D10 adalah 90,7mm x 63,3 mm x 23,3 mm dengan berat 184 gram. Sedangkan ACMIC C5 seukuran 90,4 mm x 62,9mm x 12,6mm dengan berat 102 gram.

“Teknologi ini baru di dunia power bank dan ACMIC menjadi pelopor,” ucap Heri.

Heri melanjutkan jika ACMIC D10 dibekali LED Digital Indicator untuk mengetahui kisaran kapasitas yang tersisa. Dalam paket penjualan ACMIC D10 disertakan juga Hanger USB Cable yang memiliki fungsi ganda sebagai gantungan sekaligus kabel USB.

“Ini memungkinkan pengguna tak hanya nyaman saat menggamnya tetapi juga membawanya saat bepergian. Sementara fitur LED Digital Indicator di badan D10 menjadikan power bank terkecil dengan fitur tersebut,” ujar Heri.

Terkait pengisian daya, Heri mengatakan bahwa untuk ponsel yang memiliki baterai 3000 mAH dan bisa menerima listrik hingga 2 ampere maka power bank untuk bisa melakukan pengisian penuh dibutukan waktu 2 jam.

“Kalo ponselnya hanya bisa menerima 1 ampere maka pengisian bisa 3 jam lebih,” ucap Heri.

Sementara untuk pengisian daya power bank sendiri dibutuhkan waktu hingga 8 jam agar power bank bisa penuh kembali.

“Cukup ditinggal tidur dan bisa aman kok,” tambahnya.

Sebagai informasi untuk semakin meyakinkan konsumen akan kualitas produknya, ACMIC juga memberikan garansi 18 bulan rusak ganti baru tanpa batas untuk para konsumen. [Naufal/IF]

ACMIC Kenalkan Power Bank “Mini” Berteknologi Atom Cell

0

Telko.id, Jakarta – Dua power bank baru diperkenalkan ACMIC hari ini. Dipanggil ACMIC D10 dan ACMIC C5, power bank premium berkapasitas 10.000 mAh dan 5.000 mAh ini hadir dengan teknologi Atom Cell. Teknologi ini memungkinkan keduanya mengantongi kapasitas besar, namun tetap dengan bodi yang mungil.

Teknologi Atom Cell yang digunakan baik oleh ACMIC D10 dan ACMIC C5 ini mampu membuat keduanya hadir dengan ukuran yang sangat kecil, yakni 90.7×63.3×22.3 mm dan 90.4×62.9.12.6 mm, serta berat masing-masing 184g dan 102g. Dengan penampang seukuran “kartu nama” tersebut, keduanya tak hanya nyaman digenggam tetapi juga mudah diselipkan ke dalam saku ataupun dimasukkan ke dalam tas saat dibawa bepergian.

Selain teknologi Atom Cell, power bank terbaru ACMIC ini, khususnya ACMIC D10 juga telah dibekali LED Digital indicator untuk mengetahui kisaran kapasitas yang tersisa.

“Dengan teknologi Atom Cell, ACMIC D10 dan ACMIC C5 bisa menghadirkan kapasitas besar dalam body yang mini. Ini memungkinkan pengguna tak hanya nyaman saat menggenggamnya, tetapi juga membawanya saat bepergian. Sementara fitur LED Digital indicator di badan D10 menjadikannya power bank terkecil dengan fitur tersebut,” jelas Heri Hertanto selaku CEO PT Satu Pro Global Niaga selaku distributor tunggal ACMIC di Indonesia di Jakarta, Senin (14/01/2019).

{Baca juga: ACMIC W10PRO, Power Bank Premium Dengan Banyak Keunggulan}

Dari segi fitur, selain teknologi Atom Cell serta LED indicator untuk ACMIC D10, kedua powerbank juga dilengkapi micro USB untuk daya masuk dan dua USB untuk daya keluar. Adapun tegangan yang dibawanya adalah 5 volt.

Sementara untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap perangkat, ACMIC D10 dan ACMIC C5 juga dilengkapi 9 perlindungan pintar meliputi Smart Temperature Protection, Smart Over-Charge Protection, Smart Over-Discharge Protection, Smart Short-Circuit Protection, Smart Input Over-Voltage Protection, Smart Output Over-Voltage Protection, Smart Recovery Protection, Smart Output Over-Current Protection dan Smart PTC Cell Protection. Semua perlindungan pintar itu ditanamkan demi mengantisipasi kesalahan-kesalahan yang mungkin dilakukan saat melakukan pengisian baterai.

ACMIC D10 dan ACMIC C5 akan tersedia secara eksklusif di Tokopedia dengan harga Rp299.000 dan Rp199.000. Kedua powerbank terbaru dari ACMIC ini akan mulai dijual pada 14 Januari 2019 dengan penawaran spesial berupa potongan harga 50% menjadi Rp149.500 dan Rp 99.500.

“Tingginya animo pengguna, khususnya untuk kategori produk elektronik di Tokopedia membuat kami selalu berusaha untuk memberikan banyak pilihan produk demi memenuhi kebutuhan pengguna. Saat ini di Tokopedia sudah ada lebih dari 100 juta jenis produk yang siap dibeli dengan harga terbaik dan transparan, salah satunya produk power bank, seperti ACMIC D10 dan ACMIC C5, yang dipasarkan secara eksklusif di Tokopedia,” kata Category Lead HP/Gadgets category Tokopedia, Willy Pawitra.

Sebagai informasi, untuk semakin meyakinkan konsumen akan kualitas produknya, ACMIC juga memberikan garansi 18 Bulan Rusak Ganti Baru Tanpa Batas untuk para konsumen. [Naufal/IF]

 

Sony akan Luncurkan Ponsel Baru di MWC 2019?

0

Telko.id, Jakarta –  Pada ajang CES 2018 lalu, Sony mengumumkan perangkat baru untuk kelas menengah berupa Sony Xperia XA2, XA2 Ultra, dan Xperia L2. Kini Sony dikabarkan bakal turut memeriahkan pergelaran MWC 2019 dengan meluncurkan sejumlah produk terbarunya.

Menurut Android Authority, produk baru yang diperkirakan bakal diluncurkan Sony di ajang MWC 2019 adalah Xperia XA3, XA3 Ultra, and Xperia L3.

Peluncuran perangkat anyar tersebut merupakan langkah awal dari penerapan strategi baru Sony untuk memperoleh keuntungan. Kehadiran Sony pada ajang di Barcelona, Spanyol, iru tentu bukanlah hal baru.

Baca juga: Ini Bukti Sony Siapkan Ponsel Layar OLED

Sebab, ajang serupa juga pernah dimanfaatkan oleh Sony untuk mengumumkan Xperia XZ2 dan XZ2 Compact, Xperia XZ Premium, Xperia X, dan sejumlah perangkat kelas menengah maupun premium setiap tahun.

Sayang, belum tersedia informasi terkait peluang pengumuman Xperia XZ4, XZ4 Compact, XA3, XA3 Ultra, dan L3 pada akhir Februari 2019 mendatang. Bisa jadi, Sony akan menghadirkan Xperia XA3, XA3 Ultra, and L3 pada waktu yang berbeda.

Vice President of Marketing Sony North America, Don Mesa, mendukung rumor yang menyebut bahwa perusahaan tidak akan meluncurkan Xperia XZ4 Compact. Pernyataan tersebut mengindikasikan Sony telah kehilangan kepercayaan diri.

Sony juga dilaporkan sangat meyakini bahwa konsumen lebih menginginkan area permukaan lebih luas untuk konten. Meskipun demikian, Mesa berpendapat bahwa selalu ada ruang untuk perangkat berukuran berbeda.

Baca juga: Sony dan EyeSight Garap Proyektor Pintar ‘Xperia Touch’

Sony berharap bisa menghadirkan pengalaman kamera lebih baik di ponsel cerdas karya terbarunya sembari menunggu waktu yang tepat untuk merilis perangkat pertama dengan dukungan konektivitas 5G pertama.

Sebelumnya, Sony dikabarkan tengah mengerjakan ponsel dengan layar OLED yang akan diluncurkan tahun ini. Desas-desus ini sebelumnya masih diragukan, tapi bocoran yang tiba-tiba muncul minggu ini tampaknya bisa memperjelas semuanya.

Pelatihan rekrutmen yang diberlakukan Sony untuk Display Engineer baru-baru ini menjadi bukti bahwa raksasa elektronik asal Jepang itu tengah mengerjakan produksi ponsel dengan display OLED.

Ditemukan, salah satu berkas uraian tugas berisi tulisan “Tampilan drive/integrasi OLED ke produk ponsel (desain/verifikasi/produksi)”. Daftar kompetensi fungsional juga menjadi bukti tambahan. Nomor kedua dalam daftar tersebut menuliskan keharusan persyaratan ujicoba produk ponsel dengan layar OLED. [BA/HBS]

Sumber: Android Authority

 

Penerbit Buku Tuntut Netflix Rp 351 Miliar, Ada Apa?

0

Telko.id, Jakarta – Netflix lagi-lagi harus berhadapan dengan tuntutan. Kali ini, layanan streaming film itu menerima tuntutan bernilai jutaan dolar Amerika Serikat. Sang penuntut adalah sebuah perusahaan penerbitan buku.

Kapan lalu, Netflix menghadirkan film lewat cerita Bandersnatch. Mengetahuinya, penerbit buku bernama Chooseco tak terima. Mereka mengklaim, Netflix sengaja mengambil keuntungan dari film tentang pembuat game tersebut.

Dalam episode itu, film Bandersnatch menggunakan tagline “Choose Your Own Adventure”. Menurut Engadget, dikutip Telko.id pada Minggu (13/1/2109), tagline tersebut diklaim sebagai serial buku terbitan Chooseco.

Dalam tuntutan, Chooseco menegaskan bahwa Netflix mencoba untuk membuat episode Bandersnatch yang dikembangkan dari buku. Di lain sisi, kata Chooseco , Netflix sama sekali tak memiliki lisensi dari buku itu.

Berdasarkan informasi, Chooseco telah melayangkan gugatan pada 11 Januari 2019 lalu di pengadilan Vermont, Amerika Serikat. Chooseco mengajukan tuntutan kepada Netflix senilai USD 25 juta atau setara Rp 351 miliar.

{Baca juga: Netfli Minta Warga AS Hentikan Aksi Bird Box Challenge}

Asal tahu saja, Bandersnatch merupakan film produksi Netflix yang mencuri perhatian pada akhir 2018. Tayangan lepas dari serial Black Mirror tersebut merupakan film interaktif yang melibatkan siapapun yang menyaksikannya.

Sebelumnya, Netflix memutuskan untuk menghapus komedi satir yang mengkritik penguasa kerajaan Arab Saudi. Episode kedua Patriot Act dengan komedian AS berdarah India, Hasan Minhaj, dihapus setelah ada protes dari Saudi.

{Baca juga: Komedi Satir Ini Dihapus Netflix Setelah Diprotes Arab Saudi}

Menurut otoritas negara itu, komedi satir Netflix tersebut telah melanggar hukum anti-kejahatan siber Saudi. Meski sangat mendukung kebebasan artistik, Netflix tak memungkiri bahwa seni juga harus mematuhi hukum negara setempat.

Kendati dihapus dari Netflix, orang-orang di Saudi masih dapat menonton episode itu di saluran YouTube. Dalam episode tersebut, Minhaj mengkritik Putra Mahkota Mohammed Bin Salman terkait pembunuhan Jamal Khashoggi. [SN/IF]

 

Facebook Ubah Akun Nukman Luthfie jadi “Akun Kenangan”

0

Telko.id, Jakarta – Kabar duka menghampiri dunia digital Indonesia. Salah satu pakar media sosial, Nukman Luthfie meninggal dunia di Yogyakarta pada Sabtu malam (12/01/2019). Sepeninggal Nukman, akun Facebook pribadinya pun berubah statusnya menjadi akun kenangan atau Memorialized Accounts.

Berdasarkan pantauan tim Telko.id saat mengakses halaman Facebook Nukman Luthfie, perubahan tersebut terlihat ketika munculnya notifikasi di bagian atas halaman profil dengan judul “Remembering Nukman Luthfie”.

“Kami berharap bahwa orang yang mencintai Nukman akan menemukan kenyamanan saat mengunjungi profilnya untuk mengingat dan merayakan perjalanan hidupnya,” tulis Facebook dalam notifikasi itu.

{Baca juga: Pakar Media Sosial Nukman Luthfie Meninggal Dunia}

Sekadar informasi, Facebook memang memiliki fitur yang mengubah akun penggunanya menjadi akun kenangan, ketika pengguna meninggal dunia. Tujuannya, agar teman-teman, keluarga atau orang-orang terdekat masih dapat berkumpul dan berbagi cerita di akun kenangan tersebut.

Untuk mengubah akun pengguna yang meninggal dunia menjadi akun kenangan, teman, anggota keluarga hingga pengguna yang ditunjuk sebagai ahli waris dalam aturan Legacy Contact Facebook diharuskan mengajukan permohonan ke Facebook melalui halaman Memorialization Request.

Di dalam permohonan, harus disertakan nama orang yang meninggal, sampai dokumen pendukung seperti surat kematian. Khusus bagi pengguna ahli waris, mereka bisa mengurus akun Facebook pengguna yang telah diubah menjadi akun kenangan atau memilih untuk menghapus akun tersebut.

{Baca juga: Pendiri Microsoft Meninggal Dunia, Bos Teknologi Berduka}

Nukman Luthfie sendiri menghembuskan napas terakhir akibat serangan stroke, setelah sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta selama hampir seminggu. Menurut sang adik, Lazuardi Nurdin, kakaknya meninggal dunia pada pukul 22.00 WIB, dan akan dimakamkan pada hari Minggu (13/01/2019) di Kendal, Jawa Tengah.

Nukman merupakan sosok dikenal sebagai pegiat dan pakar media sosial Indonesia. Pria kelahiran Semarang pada 24 September 1964 ini juga terbilang sangat aktif di Twitter dan Instagram dengan akun @nukman.

Ia juga banyak memberikan pandangan kepada warganet Tanah Air soal berperilaku di media sosial. Isu seputar hoaks, keamanan siber, hingga etika soal selfie di kawasan terdampak bencana pun tak luput dari perhatiannya. (FHP)

Pakar Media Sosial Nukman Luthfie Meninggal Dunia

0

Telko.id, Jakarta – Sabtu malam (12/01/2019) bisa disebut menjadi malam duka bagi ranah digital Indonesia. Sebab, Tanah Air telah ditinggal oleh salah seorang pakar media sosial, Nukman Luthfie yang meninggal dunia di Yogyakarta.

Menurut adik Nukman Luthfie, Lazuardi Nurdin, kakaknya meninggal dunia pada pukul 22.00 WIB.

Ia mengatakan, Nukman menghembuskan napas terakhir akibat serangan stroke, setelah sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta selama hampir seminggu.

{Baca juga: Wanita Pencipta Prosesor Pertama Meninggal Dunia}

Rencananya, jenazah Nukman akan dimakamkan pada hari Minggu (13/01/2019) di Kendal, Jawa Tengah.

Sebelum dikenal sebagai pegiat dan pakar media sosial, Nukman lebih dulu diakui sebagai pakar internet marketing di Indonesia.Ia juga terbilang sangat aktif di Twitter dan Instagram dengan akun @nukman.

Pria kelahiran Semarang pada 24 September 1964 ini juga banyak memberikan pandangan kepada warganet Tanah Air soal berperilaku di media sosial. Isu seputar hoaks, keamanan siber, hingga etika soal selfie di kawasan terdampak bencana pun tak luput dari perhatiannya.

{Baca juga: Pendiri Microsoft Meninggal Dunia, Bos Teknologi Berduka}

Tentu saja, meninggalnya pakar media sosial Indonesia ini membuat warganet Indonesia, terutama di Twitter berduka. Berdasarkan pantauan tim Telko.id, warganet ramai mencuitkan tagar #RIPNukman di Twitter, tak terkecuali tokoh-tokoh publik yang mengenal dekat Nukman.

Kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa Nukman merupakan sosok yang menyenangkan dan telah berhasil menjadi inspirasi bagi warganet Tanah Air.

Bos Xiaomi Ungkap “Fitur Terlupakan” Redmi Note 7, Apa Itu?

0

Telko.id, Jakarta – Setelah merilis Redmi Note 7, bos Xiaomi, Lei Jun mengatakan bahwa ada fitur unggulan yang tidak disebutkan ketika smartphone tersebut diperkenalkan. Melalui akun Weibo pribadinya, ia menyebutkan bahwa Redmi Note 7 punya fitur tahan air, karena telah disematkan segel kedap air di dalamnya.

Melansir dari GSMArena, Minggu (13/01/2019), tim teknik Xiaomi telah berupaya untuk mengamankan titik terlemah di Redmi Note 7 dari air, seperti slot kartu SIM, port USB-C, jack audio 3,5mm, tombol, speaker, sampai modul kamera menggunakan segel kedap air.

Meski diklaim tahan air, Redmi Note 7 pada kenyataannya belum mendapatkan sertifikasi IP (anti air dan debu).

{Baca juga: Andalkan Kamera 48MP, Harga Redmi Note 7 Cukup Mengejutkan}

Akan tetapi, kemungkinan smartphone ini bisa bertahan ketika tidak sengaja terjatuh ke dalam air, sampai saat digunakan pada kondisi lingkungan yang basah atau berdebu.

Redmi Note 7 sendiri merupakan smartphone pertama Redmi setelah “berpisah” dari Xiaomi. Smartphone ini mengusung layar berukuran 6,3 inci berjenis IPS LCD dengan resolusi Full HD+ yang dikelilingi bezel cukup tipis di tiap sisinya.

Smartphone tersebut ditenagai oleh prosesor yang sama dengan Xiaomi Mi 8 Lite, yakni prosesor octa-core 2.2 GHz Snapdragon 660. Didukung juga oleh tiga varian RAM dan ROM, masing-masing 3/32 GB, 4/64 GB, dan 6/64 GB serta baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan teknologi Qualcomm Quick Charge 4.

{Baca juga: Realme Siapkan Pesaing Redmi Note 7, Realme 3?}

Selain spesifikasi yang mumpuni, Redmi Note 7 sebenarnya mengandalkan kamera 48MP di bagian belakang sebagai daya tarik utamanya. Kamera tersebut ditemani oleh kamera sekunder beresolusi 5MP untuk keperluan mode Portrait yang didukung oleh teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) di dalamnya. Sementara kamera depannya, beresolusi 13MP saja. (FHP)

Setelah SuperVOOC, Smartphone Oppo akan Punya Wireless Charging

0

Telko.id, Jakarta – Smartphone Oppo dan OnePlus di masa mendatang kemungkinan besar akan didukung oleh teknologi Qi Wireless Charging. Sebab, baru-baru ini Oppo dilaporkan telah bergabung sebagai anggota Wireless Power Consortium.

Perlu diketahui, Wireless Power Consortium merupakan grup perusahaan yang mengembangkan dan mempromosikan teknologi Qi Wireless Charging.

Dilansir Telko.id dari Android Police, Minggu (13/01/2019), karena Oppo dan OnePlus beroperasi di bawah perusahaan induk yang sama, dan sering berbagi teknologi dan sumber daya satu sama lain, maka bisa jadi smartphone keduanya segera disematkan teknologi wireless charging dari Qi.

{Baca juga: 3 Inovasi yang Harus Dimiliki Smartphone Flagships di 2019}

Sebelum Oppo bergabung, sudah ada beberapa brand smartphone yang lebih dulu menjadi anggota di grup Wireless Power Consortium sampai sekarang, seperti Apple, Samsung, Huawei, ZTE, Panasonic, sampai Sony.

Oppo sebenarnya pernah mengajukan paten wireless charging dengan daya 15W di tahun lalu. Tapi sejauh ini, paten tersebut belum diimplementasikan dalam produk apapun.

Meski belum ada informasi soal smartphone apa yang bakal mengusung teknologi Qi Wireless Charging, tapi diprediksi, smartphone Oppo dan OnePlus pertama yang memiliki teknologi itu adalah OnePlus 7T dan suksesor dari Oppo Find X.

{Baca juga: Mengenal Teknologi Pengisian Cepat Oppo, VOOC Flash Charge}

Oppo sendiri saat ini mempunyai teknologi pengisian baterai cepat bernama VOOC Flash Charge, yang diklaim mengisi baterai 4 kali lebih cepat daripada teknologi pengisian baterai lainnya. Teknologi ini dinilai aman, dan tidak menimbulkan panas yang berlebih saat smartphone diisi baterainya.

Itu karena, VOOC Flash Charge menggunakan teknik meningkatkan arus daya, bukan meningkatkan tegangan arus daya, sehingga akan mencegah terjadinya tegangan arus daya yang tinggi.

Pada teknologi itu, terdapat juga lima lapisan proteksi keamanan yang berfungsi untuk mencegah kelebihan arus daya, ketika VOOC Flash Charge aktif. Kelimanya adalah, Adaptor Overload Protection, Rapid Charge Condition Judgement, Port Overload Protection, Battery Overload Protection, dan Battery Fuse Protection.

{Baca juga: Hands-on Oppo R17 Pro: Flagship Menarik di Awal Tahun Ini}

Selain VOOC Flash Charge, Oppo juga memiliki teknologi pengisian baterai yang jauh lebih cepat bernama SuperVOOC Flash Charge, yang disematkan pada Oppo Find X Lamborghini Edition dan Oppo R17 Pro.

SuperVOOC Flash Charge merupakan teknologi pengisian baterai dengan daya 10V/5A, dan desain baterai bi-cell (2 x 1850mAH). Oppo mengklaim, teknologi ini mampu mengisi 40% baterai dalam waktu 10 menit saja dengan aman dan tanpa kendala. (FHP)

Amazon Ajukan Paten “Kemampuan Ramal” untuk Amazon Echo

0

Telko.id, Jakarta – Smart speaker Amazon Echo dipastikan akan semakin pintar ke depannya. Sebab, Amazon telah mengajukan paten yang memungkinkan speaker pintar tersebut untuk menganalisis pencarian yang pengguna tanyakan.

Dengan paten tersebut, Amazon Echo dimungkinkan akan tersambung ke Amazon Prime atau Amazon Music, dan dapat menebak serta menunjukkan jenis film, album musik, buku favorit, dan hal lainnya yang disukai oleh pengguna.

Dilansir Telko.id dari The Sun, Minggu (13/01/2019), paten tersebut juga bisa jadi akan digunakan Amazon agar Echo dapat menyarankan produk yang dijual di Amazon, sehingga pengguna bisa langsung membelinya di e-commerce tersebut.

{Baca juga: Duh! Siswa SD Ketahuan Kerjakan PR dengan Bantuan Alexa}

Amazon mengatakan, patennya ini akan menentukan minat pengguna terhadap konten media yang diungkapkan melalui pencarian konten media secara verbal. Ini termasuk pencarian yang dilakukan melalui fitur baru yang memudahkan pengguna untuk mencari musik atau film favorit melalui kutipan lirik atau kata yang diketahui.

“Contoh konten media tersebut dapat mencakup film, acara televisi, buku audio, lagu, serta dialog film, dialog televisi, buku audio, lirik lagu, dan lain-lain,” kata Amazon.

Informasi ini akan ditautkan dengan riwayat pembelian, riwayat unduhan, riwayat penelusuran, konten media favorit, preferensi, data lain, termasuk teman di media sosial. Kemudian, Amazon akan menggabungkan seluruh informasi tadi untuk membantunya mengetahui konten media yang disukai pengguna, dan menunjukkan lebih banyak pilihan kepada mereka.

{Baca juga: Identik dengan Amazon, Orang Amerika Ogah Pakai Nama Alexa}

Untuk saat ini, ide tersebut hanya sebatas paten, dan tidak dijamin akan segera diterapkan ke Amazon Echo dalam waktu dekat.

“Paten membutuhkan beberapa tahun untuk diterima dan belum  mencerminkan perkembangan  produk dan layanan untuk saat ini,” papar Amazon. (BA/FHP)

Lenovo Rilis Smart Clock, Jam Pintar dengan Google Assistant

0

Telko.id, Jakarta – Lenovo merilis gadget keren di acara Consumer Electronics Show (CES) 2019 yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat. Gadget bernama Lenovo Smart Clock atau jam pintar ini mampu melakukan berbagai hal, selain membangunkan penggunanya menggunakan alarm saja.

Dilansir Telko.id dari The Star Online, Minggu (13/01/2019), Smart Clock disematkan asisten pribadi berbasis Artificial Intelligence (AI) di dalamnya, yakni Google Assistant.

Karenanya, pengguna bisa memerintahkannya untuk berbagai hal, seperti memutar musik, mendapatkan perkiraan cuaca serta kondisi lalu lintas, dan lainnya. Pengguna juga bisa mengatur rutinitas setiap hari menggunakan fitur Google Routines.

{Baca juga: Ada Toilet Pintar di CES 2019, Bisa Diajak Nyanyi Bareng}

Yang menarik, Lenovo Smart Clock pun disematkan kemampuan ala smart home di dalamnya, seperti mampu mematikan lampu kamar pengguna, menyalakan TV untuk memutar video, sampai membuat panggilan telepon.

Smart Clock juga mampu memutarkan musik pengantar tidur kepada pengguna, sampai menyesuaikan kecerahan dan skema warna layar ketika mereka mengucapkan selamat malam. Tujuannya tentu saja, agar pengguna bisa tidur dengan nyenyak.

{Baca juga: Ponsel Layar Lipat Samsung Unjuk Gigi di CES 2019}

Selain bertugas sebagai penunjuk waktu yang ditambah dengan beragam fitur pintar lainnya, Lenovo tidak lupa untuk memberikan fitur pengisian daya untuk smartphone pengguna. Sebab, perusahaan asal China ini melengkapi jam pintarnya dengan port USB.

Lenovo Smart Clock akan mulai dijual pada pertengahan tahun 2019 mendatang, dengan harga sekitar USD 80 atau setara dengan Rp 1,1 jutaan. (BA/FHP)