spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1397

Lebih Kecil dari Kertas A4, Ini Harga Trio ZenBook Terbaru

0

Telko.id, Jakarta – Trio Asus ZenBook terbaru, Asus ZenBook 13, ZenBook 14, dan ZenBook 15 resmi diluncurkan di Indonesia. Ketiganya diklaim sebagai notebook premium yang mempunyai ukuran lebih kecil dan ditopang oleh spesifikasi mumpuni, dibandingkan notebook lain di kelasnya. Lantas, berapa harga ZenBook 13, 14, dan 15?

Ukuran menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan oleh trio ZenBook terbaru. Menurut Jimmy Lin, Region Director Asus Southeast Asia, ZenBook 13 bahkan memiliki ukuran jauh lebih kecil daripada MacBook Air versi terbaru, dan lebih kecil dari kertas A4 yang biasa ditemui di toko alat-alat kantor.

“ZenBook 13 lebih kecil daripada MacBook Air terbaru, bahkan 9% lebih kecil daripada kertas,” klaimnya, di acara peluncuran ZenBook 13/14/15, di Jakarta, Kamis (17/01/2019).

{Baca juga: Trio Asus ZenBook “Seukuran Kertas” Resmi Melenggang}

Klaim Jimmy pun ditekankan kembali oleh Jonas Chen, Country Product Manager Asus Indonesia. Menurutnya, trio ZenBook terbaru dikemas dengan body yang lebih kecil dibandingkan notebook premium lain di kelas layar 13 inci, 14 inci, dan 15 inci.

Kecilnya ukuran trio ZenBook ini tak terlepas dari teknologi NanoEdge Display yang digunakannya. Dengan teknologi tersebut, layar 13,3 inci untuk ZenBook 13, 14 inci untuk ZenBook 14, dan 15,4 inci untuk ZenBook 15 dikelilingi oleh bezel yang tipis. Sehingga, aspek rasio layar terhadap body-nya mencapai 95%.

“Kami mendesainnya dengan serius. Bahkan, motherboard di seri ZenBook 13 pun seukuran dengan tiga kartu kredit saat ini,” katanya.

{Baca juga: Punya “Dua Layar”, Segini Harga ZenBook Pro 15 UX580}

Seperti beberapa seri ZenBook terbaru lainnya, ZenBook 13, ZenBook 14, dan ZenBook 15 mengusung konsep desain bernama ErgoLift. Sekadar informasi, ErgoLift merupakan mekanisme dimana bagian bawah layar menjadi penyangganya.

Desain ini juga memungkinkan keyboard untuk membentuk sudut 3 derajat, yang dinilai menjadi posisi nyaman bagi pengguna ketika sedang mengetik. Jadi, posisi keyboard tidak lagi flat atau datar, melainkan sedikit miring ke arah bawah.

“Desain ErgoLift jadi identitas dari ZenBook. Desain ini nyaman saat pengguna mengetik,” ucap PC Product Marketing Manager Asus Indonesia, Davina Larissa.

{Baca juga: Hands-on Asus ZenBook S UX391UA: Nyaman dengan ErgoLift}

Asus pun memberikan fitur NumberPad untuk ZenBook terbarunya. Fitur ini mirip seperti ZenBook Pro 15 UX580 yang mempunyai fitur screenpad. Bedanya, fitur itu hanya menampilkan numpad pada touchpad, sehingga pengguna dapat dengan mudah memasukkan angka-angka apabila diperlukan, di touchpad ZenBook-nya.

Untuk spesifikasinya, Asus ZenBook 13 dan ZenBook 14 sama-sama ditenagai oleh prosesor Intel Core i5-8265U / Intel Core i7-8565U, GPU integrated Intel UHD Graphics 620 / discrete Nvidia GeForce MX150, RAM 8 GB/16 GB, dan ROM 256 GB/512 GB SSD.

Sementara versi tertingginya, ZenBook 15 disematkan dapur pacu “rata kanan”. Notebook ini ditenagai oleh prosesor up to Intel Core i7-8565U, GPU discrete Nvidia GeForce GTX1050 Max Q, RAM 16 GB DDR 4, dan ROM up to 512 GB SSD.

Asus ZenBook 13 dan ZenBook 14, bakal dibanderol dengan harga mulai dari Rp 15,2 jutaan sampai Rp 22,9 jutaan. Jimmy menyatakan, keduanya memiliki harga yang sama karena Asus ingin memberikan opsi kepada pengguna, apakah ingin menggunakan notebook berukuran kecil, atau notebook berukuran kompak dengan spesifikasi yang sama. Sementara Asus ZenBook 15, dihargai Rp 26,9 jutaan. (FHP)

Trio Asus ZenBook Terbaru Resmi Melenggang di Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Mengawali tahun 2019, Asus memperkenalkan trio ZenBook terbarunya di Indonesia. Asus ZenBook 13, ZenBook 14, dan ZenBook 15 diluncurkan dengan sejumlah teknologi dan fitur baru, serta dikemas dengan desain premium ala Asus.

Ketiga seri ini punya beberapa pembeda, salah satunya adalah ukuran layarnya. ZenBook 13 mengusung layar berukuran 13,3 inci, sementara ZenBook 14 mempunyai layar berukuran 14 inci, dan ZenBook 15 berukuran 15,4 inci. Semuanya beresolusi Full HD (1920 x 1080 piksel).

“ZenBook 13 lebih kecil daripada MacBook Air terbaru, bahkan 9% lebih kecil daripada kertas A4,” klaim Jimmy Lin, Region Director Asus Southeast Asia, di acara peluncuran ZenBook 13/14/15, di Jakarta, Kamis (17/01/2019).

“ZenBook selalu mengutamakan estetika desain, jadi gak cuma cantik, tapi powerful,” tambah PC Product Marketing Manager Asus Indonesia, Davina Larissa.

{Baca juga: Punya “Dua Layar”, Segini Harga ZenBook Pro 15 UX580}

Seperti beberapa seri ZenBook terbaru lainnya, ZenBook 13, 14, dan 15 pun mengusung konsep desain bernama ErgoLift, yang memungkinkan bagian bawah layar menjadi penyangganya, sekaligus untuk memaksimalkan kenyamanan pengguna ketika bekerja.

Khusus untuk ZenBook 13 dan 14, Asus memberikan fitur NumberPad. Fitur ini mirip seperti ZenBook Pro 15 UX580 yang mempunyai fitur screenpad. Bedanya, fitur itu hanya menampilkan numpad pada touchpad, sehingga pengguna dapat dengan mudah memasukkan angka-angka apabila diperlukan, di touchpad ZenBook-nya.

Untuk spesifikasinya, Asus ZenBook 13 dan ZenBook 14 sama-sama ditenagai oleh prosesor Intel Core i5-8265U / Intel Core i7-8565U, GPU integrated Intel UHD Graphics 620 / discreet Nvidia GeForce MX150, RAM 8 GB/16 GB, dan ROM 256 GB/512 GB SSD.

{Baca juga: Hands-on Asus ZenBook S UX391UA: Nyaman dengan ErgoLift}

“Menggunakan Intel core generasi 8 Whisky Lake, lalu menggunakan Nvidia MX150 untuk ZenBook 13 dan 14 atau Nvidia GeForce GTX1050 Max Q untuk ZenBook 15,” jelas Jimmy.

Sementara versi tertingginya, ZenBook 15 disematkan dapur pacu “rata kanan”. Notebook ini ditenagai oleh prosesor up to Intel Core i7-8565U, GPU discrete Nvidia GeForce GTX1050 Max Q, RAM 16 GB DDR 4, dan ROM up to 512 GB SSD. (FHP)

Gara-gara iPhone, Apple Batasi Rekrutmen Pegawai

0

Telko.id, Jakarta – Apple dikabarkan akan mengambil kebijakan baru dalam rekrutmen pegawai. Informasi menyebut, Apple akan mengurangi jumlah perekrutan untuk beberapa divisi setelah penjualan iPhone lebih rendah dari perkiraan.

Menurut laporan Phone Arena, seorang sumber yang mengetahui masalah ini mengemukakan bahwa CEO Apple, Tim Cook, mengungkapkan hal tersebut kepada karyawan pada awal bulan ini dalam sebuah pertemuan.

Sehari sebelumnya, Cook menulis surat kepada para investor tentang perjuangan yang dihadapi perusahaan belakangan ini. Bahkan, di China, Apple menghadapi tantangan berat sebagai dampak perang dagang antara negara setempat dengan AS.

Cook belum menentukan divisi mana di dalam Apple yang akan terpengaruh. Namun, kabar mengatakan bahwa ia meyakinkan karyawan perusahaan bahwa tim kecerdasan buatan bakal tidak terpengaruh oleh kebijakan itu.

Baca juga: Pendapatan Turun, Foxconn Sebut iPhone X Jadi ‘Biang Kerok’

Menurutnya, peran tim kecerdasan buatan sangatlah penting bagi masa depan Apple. Strategi perekrutan baru tersebut juga tidak akan memengaruhi rencana pembangunan kampus Apple di Austin maupun perluasan proyek di Los Angeles.

Cook menekankan kepada karyawan mengenai arti penting bisnis layanan Apple. Ia juga mengatakan bahwa situasi tersebut memberi Apple sebuah peluang untuk belajar dan mengambil tindakan. Sayang, Cook belum berhasil dimintai konfirmasi.

Apple memang sedang mengalami penurunan performa bisnis. Bahkan, saat memasuki tahun baru, Raksasa dari Cupurtino itu terpaksa menurunkan proyeksi pendapatan. Meski demikian, ketika kondisi internal kurang positif, Apple justru menaikkan gaji karyawan.

{Baca juga: Penjualan iPhone di China Terancam Anjlok, Kenapa?}

Dari sekian ribu orang, karyawan Apple yang paling besar menerima kenaikan gaji adalah Cook. Secara total, ia mengantongi pemasukan USD 15,6 juta atau Rp 220 miliar sebagai gaji per bulan, plus insentif, dan kompensasi lain-lain.

Sebelumnya dikabarkan bahwa pabrik perakita iPhone, Foxconn mengatakan justru merugi gara-gara melayani produksi iPhone dari Apple. Kabarnya, pendapatan perusahaan pada Desember 2018 mengalami penurunan.

Menurut Reuters, dikutip Telko.id, pemasukan Foxconn pada akhir tahun lalu anjlok lantaran permintaan di kategori produk konsumen menyusut sangat signifikan. Pemasukan perusahaan pada Desember 2018 hanya USD 20,2 miliar. [BA/HBS]

Sumber: PhoneArena

 

Unik! Robot Ini Sambut Tamu Restoran dengan Tarian dan Nyanyian

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah restoran di Mall Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menggunakan jasa robot untuk menyambut kedatangan para pelanggan. Robot di restoran bernama Tanuki ini menyambut para tamu dengan cara yang tak biasa, yakni menari dan menyanyi.

Dengan cara tersebut, robot pun berhasil membuat para pengunjung restoran Tanuki merasa sangat terhibur. Bahkan, dikutip Telko.id dari The National, Kamis (17/1/2019), robot mampu meningkatkan jumlah pelanggan.

Penggunaan robot di tempat-tempat umum memang merupakan inovasi yang dilakukan di UEA. Tujuannya, tak lain untuk membuat restoran maupun mall berkembang di kota yang menggabungkan teknologi dalam layanan pelanggan.

{Baca juga: Bikin Masalah, Ratusan Robot Kena PHK di Jepang}

Selain menyanyi dan menari, robot juga menawarkan kupon makanan kepada anak-anak sebelum duduk. Laporan menyatakan bahwa robot pun bisa berinteraksi sekaligus menghibur pelanggan dengan lagu-lagu dan tarian unik.

Selain menawarkan pertunjukan robot, Tanuki yang menawarkan maskahan khas Jepang dan China, juga terkenal dengan menu sup tom yum, shinsei maki dengan kepiting, salmon, dan tobiko. Ada pula roti maki yang dihangatkan seperti Tanuki kogase.

{Baca juga: Militer AS Kembangkan Robot dengan Otak Serangga}

Para tamu juga dapat menikmati teras terbuka dengan pemandangan Burj Khalifa dan pertunjukan air mancur. Alexander Orlov, pencipta konsep dan pendiri Bulldozer Group, mengatakan, menu Tanuki diberkahi dengan banyak filosofi.

“Menu Tanuki diberkahi pula dengan ucapan, etika, dan kepercayaan. Makanan daging, nasi, makanan laut, buah-buahan, sayuran, dan rempah-rempah sangat penting untuk membuat seseorang menghargai kehidupan,” ujarnya. [SN/IF]

Sony Sebar Undangan, Xperia Baru Siap Meluncur di MWC 2019?

0

Telko.id, Jakarta –  Sony mulai menyebar undangan untuk acara konferensi pers yang akan digelar pada 25 Februari mendatang. Tepatnya di ajang Mobile World Congress (MWC) 2019. Namun, undangan itu tidak menampilkan informasi detail terkait perangkat yang akan dipamerkan.

Menurut rumor yang beredar, perangkat utama yang akan diumumkan Sony pada ajang tahunan yang digelar di Barcelona, Spanyol itu adalah ponsel unggulan terbaru, yakni Xperia XZ4. Ponsel tersebut kabarnya akan hadir dengan layar berukuran 6,5 inci dan berasio aspek 21:9.

Bodi perangkat dilaporkan akan didominasi oleh bahan kaca serta akan berbekal kamera belakang berjumlah tiga buah. Untuk dapur pacu, Sony Xperia ZX4 disebut akan didukung oleh chipset Qualcomm Snapdragon 855.

{Baca juga: Sony akan Luncurkan Ponsel Baru di MWC 2019?}

Menurut Trusted Reviews, ponsel Xperia XZ4 akan berbekal pula ruang penyimpanan berkapasitas 256GB, baterai 3.900 mAh, dan berbasiskan sistem operasi Android 9.0 Pie. Ponsel ini kemungkinan bakal diperkenalkan bareng ponsel lainnya, termasuk Xperia L3, Xperia XA3, dan Xperia XA3 Ultra.

Meski demikian, belum ada keterangan lebih lanjut dari Sony terkait kesemua perangkat ini. Satu hal yang pasti, undangan konferensi pers telah tersebar secara luas.

{Baca juga: Smartphone 5G Samsung Siap Melenggang di MWC 2019}

Sebelumnya, Sony dikabarkan bakal turut memeriahkan pergelaran MWC 2019 dengan meluncurkan sejumlah produk baru. Menurut Android Authority, produk baru yang diperkirakan bakal diluncurkan Sony  adalah Xperia XA3, XA3 Ultra, dan Xperia L3.

Peluncuran perangkat anyar tersebut merupakan langkah awal dari penerapan strategi baru Sony untuk memperoleh keuntungan. Kehadiran Sony pada ajang ini tentu bukanlah hal baru. Sebab, ajang serupa juga pernah dimanfaatkan Sony untuk mengumumkan Xperia XZ2 dan XZ2 Compact, Xperia XZ Premium, Xperia X, dan sejumlah perangkat kelas menengah maupun premium setiap tahun. [BA/IF]

Redmi Note 7 Pro Segera Dirilis, Ini Bocoran Spesifikasinya

0

Telko.id, Jakarta – Setelah sukses merilis Redmi Note 7 sebagai smartphone pertamanya setelah berpisah dari Xiaomi, kini Redmi sedang bersiap untuk meluncurkan smartphone keduanya di tahun ini, yakni Redmi Note 7 Pro.

Menurut informasi dari media sosial asal China, Weibo, Redmi Note 7 Pro diprediksi akan diperkenalkan pada Februari mendatang.

Dilansir Telko.id dari GSMArena, Kamis (17/01/2019), Redmi Note 7 Pro akan mengusung spesifikasi yang lebih unggul dan kencang dibanding Redmi Note 7 “versi standar”.

{Baca juga: Bos Xiaomi Ungkap “Fitur Terlupakan” Redmi Note 7, Apa Itu?}

Versi Pro akan ditenagai oleh prosesor Snapdragon 675, yang dinilai sedikit lebih kencang daripada Snapdragon 710.

Walaupun demikian, Qualcomm dan Redmi sepertinya sepakat untuk menurunkan performa GPU, dan ISP pada Snapdragon 675 agar dapat menekan harga Redmi Note 7 Pro. Snapdragon 675 sendiri merupakan prosesor dengan kerja yang efisien, karena dibangun berdasarkan proses fabrikasi 11nm.

Selain segi prosesor, versi Pro juga akan mengandalkan kamera utama 48MP. Tapi, berbeda dengan Note 7 yang menggunakan sensor Samsung ISOCELL Bright GM1, Redmi memilih sensor Sony IMX 586 untuk kamera utama Note 7 Pro.

Karena mengusung spesifikasi yang lebih baik, tentu saja Note 7 Pro akan dibanderol dengan harga sedikit lebih mahal. Meski demikian, harganya tetap ramah di kantong, karena harganya mencapai USD 220 atau Rp 3,1 jutaan untuk versi tertingginya.

{Baca juga: Andalkan Kamera 48MP, Harga Redmi Note 7 Cukup Mengejutkan}

Sekadar informasi, Redmi Note 7 “versi standar”, dilepas dengan harga Rp 2 jutaan untuk model 3/32 GB, Rp 2,4 jutaan untuk 4/4 GB, dan Rp 2,9 jutaan untuk 6/6 GB. (FHP)

Apple Rilis Casing Baterai Isi Ulang untuk iPhone

0

Telko.id, Jakarta – Apple kembali menghadirkan aksesoris baru untuk perangkatnya. Tepatnya pada 15 Januari lalu, raksasa teknologi ini merilis casing baterai isi ulang untuk ketiga iPhone barunya, yakni iPhone XS, XS Max, dan XR . Selain melindungi ponsel, casing ini juga diklaim dapat menambah masa pakai baterai ponsel selama beberapa jam.

Raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino, California sebelumnya juga pernah menawarkan casing serupa untuk iPhone 6 dan iPhone 7 model lama.

Casing baru ini dapat meningkatkan waktu bicara dari 20 jam menjadi 33 jam di iPhone XS, 25 jam hingga 37 jam di XS Max, dan 25 jam hingga 39 jam di XR, menurut website Apple.

{Baca juga: Fast Charging iPhone 2018 Tak Bisa Pakai Aksesoris Asal-asalan}

Casing ini dijual USD129 atau sekitar Rp 1,8 juta. Ada dua pilihan warna yang disediakan, yakni putih atau hitam. Casing ini juga dapat diisi ulang dengan charger induktif.

Aksesoris ini cukup populer dan banyak digunakan pengguna iPhone. Casing ini berkontribusi pada segmen produk Apple lainnya, yang menghasilkan pendapatan USD 4,2 miliar atau sekitar Rp 59,4 triliun, pada kuartal keempat. Naik 31 persen dari tahun sebelumnya. [BA/IF]

Telset Editor’s Choice 2018: Smartphone of The Year

0

Telko.id – Meskipun dihimpit oleh berbagai brand khususnya brand smartphone asal China, Samsung tetap mengukuhkan dirinya sebagai merek yang konsisten menghasilkan smartphone terbaik dan berkualitas.

Bukti nyatanya adalah Samsung Galaxy Note 9, yang berhasil merengkuh gelar dari dua kategori dari tim redaksi Telko.id, yakni “Best Flagship Smartphone” dan “Best Innovative Smartphone”.

Tak hanya itu, kami pun menilai bahwa smartphone tersebut pantas untuk mendapatkan gelar ketiga sekaligus gelar yang prestisius, yakni “Smartphone of the Year” alias smartphone terbaik 2018.

Apa alasan Telko.id memilihnya sebagai smartphone terbaik? Ada beberapa alasannya, kenapa kami memilih Samsung Galaxy Note 9 sebagai smartphone terbaik di tahun 2018.

Pertama, anggapan “ada uang, ada kualitas” sangat berlaku bagi Samsung Galaxy Note 9. Di balik harganya yang berada di kisaran Rp 10 jutaan, smartphone ini terbilang worth to buy, karena ditanamkan beragam inovasi serta teknologi baru di dalamnya.

S Pen contohnya, di Galaxy Note 9, S Pen sudah pantas disebut sebagai pulpen pintar. Sebab, S Pen di smartphone tersebut telah didukung oleh teknologi Bluetooth Low Energy (BLE), yang memudahkan penggunanya untuk mengontrol smartphone dari jauh dengan jarak maksimal kurang lebih 10 meter.

{Baca juga: Telset Editor’s Choice 2018: Best Flagship Smartphone}

Mengontrol di sini dalam artian, pengguna dapat menjadikannya sebagai remote untuk mengontrol presentasi, video atau musik streaming di YouTube dan aplikasi lainnya, sampai membantu pengguna untuk mengambil gambar dari jarak jauh.

Memang, karena fungsinya itu, S Pen kini perlu diisi dayanya agar dapat berfungsi dengan baik. Tapi tenang, untuk mengisi baterai berjenis superkapasitor di dalamnya, tinggal masukkan saja pulpen pintar ini ke dalam Note 9.

Dengan “keajaiban” teknologi fast charging yang disematkan Samsung di dalamnya, maka pengisian daya selama 40 detik dapat membuat S Pen berfungsi selama 40 menit.

Masih alasan pertama nih. Inovasi lainnya adalah, integrasi langsung dengan Samsung Dex, tanpa bantuan Dex Station seperti Samsung Galaxy Note 8. Cukup gunakan kabel USB-C to HDMI, maka Galaxy Note 9 pun resmi menjadi perangkat desktop berbasis Android yang mumpuni yang bisa digunakan untuk bekerja, dan hal lainnya.

Alasan kedua, build quality yang terjamin. Bukan Samsung namanya apabila memberikan smartphone dengan body berkualitas “kaleng-kaleng”. Smartphone ini dikemas dengan body kokoh hasil perpaduan frame berbahan dasar metal, dan lapisan kaca di depan dan belakangnya dengan warna serta desain yang tampak premium, mewah, dan berkelas.

{Baca juga: Telset Editor’s Choice 2018: Best Innovative Smartphone}

Meski berukuran besar dengan ukuran layar mencapai 6,4 inci berjenis Super AMOLED beresolusi maksimal QHD+ (1.440 x 2.960), tapi Note 9 tetap nyaman untuk digenggam dan digunakan berkat layarnya yang melengkung mengikuti kontur body di sisi kiri dan kanannya.

Ketiga, tentu saja spesifikasi yang ditanamkan di dalamnya. Phablet ini ditenagai oleh prosesor octa-core 2.7 GHz Exynos 9810 atau octa-core 2.8 GHz Snapdragon 845, GPU Mali G72 MP18 atau Adreno 630, RAM 6 GB/8 GB, ROM 128 GB/512 GB dan baterai berkapasitas 4,000 mAh.

Note 9 juga menjadi salah satu smartphone pertama yang mendukung memori penyimpanan hingga 1 TB dengan bantuan slot microSD. Apabila Anda membeli smartphone dengan varian 512 GB, dan memiliki microSD sampai 512 GB, pasangkan saja keduanya. Otomatis, Samsung Galaxy Note 9 Anda langsung mempunyai memori penyimpanan sampai 1TB.

Alasan keempat sekaligus yang terakhir adalah, karena Galaxy Note 9 merupakan smartphone yang lengkap. Selain bisa diajak serius oleh para “pengguna eksekutif” yang ingin bekerja efisien lewat smartphone-nya, Note 9 juga sudah pantas disebut sebagai smartphone gaming, karena asyik dipakai untuk bermain game berat.

Galaxy Note 9 punya sistem pendingin bernama Water Carbon Cooling System. Jadi dengan teknologi tersebut, pengguna Note 9 bisa puas bermain game dan pekerjaan berat tanpa harus khawatir rasa panas mengganggu jalannya permainan.

{Baca juga: Hands-on Samsung Galaxy Note 9: Phablet Besar nan Powerful}

Lewat teknologi ini juga, kinerja Samsung Galaxy Note 9 bakal terbantu, apalagi dengan adanya teknologi Smart Performance Adjuster yang menyesuaikan performa smartphone secara otomatis.

Selamat bagi Samsung atas gelar juara smartphone terbaik di tahun 2018 yang direngkuh oleh Samsung Galaxy Note 9. Semoga dengan adanya predikat ini, Samsung terus mempersembahkan produk dengan inovasi dan teknologi baru, tidak hanya pada smartphone flagship-nya saja, tapi juga untuk segmen menengah sampai entry-level. (FHP)

Ini Bocoran Harga Motorola Razr Reborn

0

Telko.id, Jakarta – Sudah lama beredar kabar bahwa Motorola sedang mengembangkan smartphone lipat yang mungkin akan menjadi seri Motorola Razr versi reborn. Rumor ini akhirnya akan menjadi kenyataan, setelah Wall Street Journal melaporkan Motorola Razr terbaru akan diluncurkan tak lama lagi.

Dilaporkan, smartphone layar lipat ini bakal dirilis pada Februari mendatang, kemungkinan pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2019, di Barcelona, Spanyol.

Motorola Razr versi reborn ini sebelumnya telah dipatenkan Motorola ke US Trademark Patent Office (USTPO).

{Baca juga: Paten Disetujui, Motorola Razr Reborn Segera Diluncurkan?}

Paten tersebut berkaitan dengan perangkat elektronik dengan engsel dan metode sistem yang dirancang oleh Motorola Mobility LLC dari Chicago, Amerika Serikat. Paten itu, pertama kali diserahkan ke USTPO pada tanggal 31 Mei.

Smartphone ini nantinya bakal mengusung layar touchscreen di bagian depan yang fleksibel atau dapat dilipat. Tepat di bagian tengah body-nya, terdapat engsel agar smartphone dapat dilipat dengan sempurna.

{Baca Juga: Setelah Nokia Pisang, Motorola Razr Juga akan Reborn}

Kemunculan Motorola Razr terbaru juga sudah diisyaratkan oleh CEO Lenovo, brand yang menaungi Motorola saat ini, Yang Yuanqing. Ia mengatakan, seri reborn dari Razr akan kembali diluncurkan dalam waktu dekat.

Dilansir Telko.id dari GSMArena, Kamis (17/01/2019), ketika diluncurkan nanti, harga Motorola Razr versi reborn akan mencapai USD 1.500 atau Rp 21,2 jutaan.

{Baca Juga: Menanti Hadirnya Reinkarnasi Motorola RAZR}

Sangat mahal memang, namun di kisaran harga tersebut, Razr akan bersaing dengan Royole FlexPai yang dihargai USD 1.300 atau Rp 18,3 jutaan dan Samsung Galaxy F dengan harga USD 1.800 atau Rp 25,4 jutaan. (FHP)

BAKTI Jadi BLU Terbesar Kedua Dengan Pendapatan Rp2,9 T

0

Telko.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) tercatat sebagai Badan Layanan Umum (BLU) dengan pendapatan terbesar kedua pada tahun 2018. Dalam Nota Keuangan Tahun Anggaran 2019 yang dirilis oleh Kementerian Keuangan, selama tahun 2018, BAKTI membukukan pendapatan sebesar Rp2.989 Miliar.  

“Sektor telekomunikasi adalah salah satu sektor penyumbang PNBP terbesar buat Negara. Bahkan sebagian PNBP sektor telekomunikasi berupa PNBP Universal Service Obligation/USO, yang dipungut dari 1,25% pendapatan kotor dari operator telekomunikasi, dikelola langsung oleh BAKTI,” kata Direktur Utama BAKTI Anang Latif.  

BAKTI menempati posisi nomor 2 pendapatan BLU terbesar dari sekitar 224 BLU yang ada di Indonesia.  Tahun 2019, BAKTI diberi target pendapatan mencapai Rp3.168,7 Miliar atau meningkat 6,0 persen dibandingkan dengan outlook tahun 2018.

“Sebagai BLU peringkat 2 dari jumlah dana yang dikelola setiap tahunnya, BAKTI selalu mengutamakan bagaimana layanan telekomunikasi dan internet bisa secepatnya dinikmati oleh masyarakat yang belum pernah terima sinyal sebelumnya dengan kualitas yang memadai,” tutur Anang Latif.

Anang menjelaskan tugas utama BAKTI untuk mengatasi kesenjangan digital di Indonesia. Bahkan, BLU di bawah Kementerian Kominfo itu berupaya untuk menghadirkan layanan telekomunikasi di seluruh pelosok Indonesia. 

“Mengatasi bagaimana saudara-saudara kita yang ada di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) dan perbatasan merasakan menjadi bagian dari NKRI dan merasakan juga buah pembangunan pemerintah berupa infrastruktur telekomunikasi yaitu sinyal seluler dan internet,” jelasnya. 

Meski demikian, Anang menyatakan tantangan yang dihadapi oleh BAKTI sangat kompleks. Mulai dari lokasi yang sangat terpencil hingga sulit dijangkau karena akses jalan terkadang belum tersedia.

“Namun demikian hal tersebut tidak menyurutkan semangat BAKTI untuk menghadirkan sinyal untuk masyarakat,” tandasnya.

Menurut Anang, BAKTI akan terus berupaya menghadirkan layanan telekomunikasi di seluruh pelosok Indonesia. “BAKTI akan menghadirkan teknologi terkini untuk layanan internet cepat dengan meyiapkan jaringan Palapa Ring dan Satelit multifungsi demi pemerataan layanan,” ungkapnya. (Icha)