spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1394

Cuci Gudang! Apple Jual Murah iPhone SE

0

Telko.id, Jakarta – Apple kembali menjual iPhone SE di Amerika Serikat dengan “harga miring”. Untuk varian dengan memori 32GB dibanderol seharga USD 249 atau RP 3,5 juta. Sementara varian 128GB, dijual seharga USD 299 atau Rp 4,3 juta.

Menurut laporan MacRumors, Apple menjual iPhone SE di Amerika yang masih baru dengan spesifikasi yang sama ketika diluncurkan. Layarnya Retina berukuran 4 inci, prosesor A9, Touch ID, dan kamera belakang 12MP.

Apple meluncurkan iPhone SE pada Maret 2016. Ponsel tersebut cukup populer di kalangan orang-orang yang suka dengan ponsel layar kecil. Ketika itu, Apple menjualnya seharga USD 349 atau sekitar Rp 5 juta.

{Baca juga: iPhone XR Diprediksi Tak Laku di Tahun Depan}

Harga tersebut untuk varian dengan memori 32GB. Sedangkan untuk varian memori 128 GB dijual seharga USD 449 atau Rp 6,4 juta. Sekarang, Apple memutuskan untuk menjualnya lagi kepada para pelanggan di Amerika Serikat.

Belum diketahui kenapa Apple mulai menjual smartphone lawasnya itu lagi. Kemungkinan, Apple mencoba untuk menghabiskan stok. Namun demikian, penjualan di Amerika Serikat hanya di beberapa toko resmi Apple.

{Baca juga: iPhone SE 2 Punya ‘Jidat’ seperti iPhone X?}

Mengingat Apple belum lama ini menurunkan perkiraan pendapatan  untuk kuartal tahu ini, muncul spekulasi bahwa perusahaan mulai menjual iPhone SE untuk meningkatkan penjualan iPhone. Sayang, Apple belum bisa dikonfirmasi.

Banyak pelanggan berharap Apple segera merilis iPhone SE 2. Memang, ada rumor yang menyebut bahwa Apple sedang mengembangkan iPhone SE 2. Meskipun begitu, analis Apple Ming-Chi Kuo meragukan kebenaran rumor tersebut. [BA/HBS]

Sumber: Macrumors

Apple Jual Lagi iPhone SE, Berapa Harganya?

0

Telko.id, Jakarta – Apple kembali menjual iPhone SE di Amerika Serikat dengan “harga miring”. Untuk varian dengan memori 32GB dibanderol seharga USD 249 atau RP 3,5 juta. Sementara varian 128GB, dijual seharga USD 299 atau Rp 4,3 juta.

Menurut laporan MacRumors, Apple menjual iPhone SE di Amerika yang masih baru dengan spesifikasi yang sama ketika diluncurkan. Layarnya Retina berukuran 4 inci, prosesor A9, Touch ID, dan kamera belakang 12MP.

Apple meluncurkan iPhone SE pada Maret 2016. Ponsel tersebut cukup populer di kalangan orang-orang yang suka dengan ponsel layar kecil. Ketika itu, Apple menjualnya seharga USD 349 atau sekitar Rp 5 juta.

{Baca juga: iPhone XR Diprediksi Tak Laku di Tahun Depan}

Harga tersebut untuk varian dengan memori 32GB. Sedangkan untuk varian memori 128 GB dijual seharga USD 449 atau Rp 6,4 juta. Sekarang, Apple memutuskan untuk menjualnya lagi kepada para pelanggan di Amerika Serikat.

Belum diketahui kenapa Apple mulai menjual smartphone lawasnya itu lagi. Kemungkinan, Apple mencoba untuk menghabiskan stok. Namun demikian, penjualan di Amerika Serikat hanya di beberapa toko resmi Apple.

{Baca juga: iPhone SE 2 Punya ‘Jidat’ seperti iPhone X?}

Mengingat Apple belum lama ini menurunkan perkiraan pendapatan  untuk kuartal tahu ini, muncul spekulasi bahwa perusahaan mulai menjual iPhone SE untuk meningkatkan penjualan iPhone. Sayang, Apple belum bisa dikonfirmasi.

Banyak pelanggan berharap Apple segera merilis iPhone SE 2. Memang, ada rumor yang menyebut bahwa Apple sedang mengembangkan iPhone SE 2. Meskipun begitu, analis Apple Ming-Chi Kuo meragukan kebenaran rumor tersebut. [BA/HBS]

Sumber: Macrumors

Waspada! Penipuan Tiket Pesawat Gratis di WhatsApp

0

Telko.id, Jakarta – Secara tradisional, para pelaku penipuan lebih sering menggunakan layanan SMS untuk melancarkan aksinya. Tetapi kini Anda harus mulai waspada, karena modus penipuan kini mulai bertebaran di layanan pesan instant, WhatsApp. Salah satunya penipuan tawaran tiket pesawat gratis.

Dilansir Telko.id dari The Sun pada Minggu (20/01/2019), sebuah pesan misterius muncul di WhatsApp yang menawarkan tiket gratis untuk maskapai Singapore Airlines.

Pesan tersebut menuliskan: “Singapore Airlines membagikan tiket gratis untuk merayakan HUT ke-70-nya”.

Pada pesan tersebut si pemgirim juga meminta sang penerima mengetuk tautan tertentu untuk bisa mendapatkan lebih banyak informasi mengenai tawaran tiket gratis tersebut. Namun sebenarnya tawaran tersebut palsu.

Jika penerima pesan itu mengetuk tautan tersebut, maka yang terjadi adalah dia akan dibawa masuk ke dalam sebuah situs penipuan, dan data pribadi Anda tercuri.

{Baca juga: WhatsApp Android Bakal Pakai Sensor Sidik Jari}

Penipuan itu mulai menyebar di WhatsApp sejak seminggu yang lalu. Pihak Singapore Airlines melalui laman Facebook resmi memperingatkan orang-orang agar mengabaikan pesan dan tautan phishing tersebut.

Dalam pernyataannya, maspakai tersebut menjelaskan jika pesan yang dikirimkan itu adalah penipuan dan bertujuan untuk mengambil data pribadi Anda.

“Telah menjadi perhatian kami bahwa ada sebuah situs web yang mengklaim berasal dari Singapore Airlines, menawarkan tiket pesawat gratis sebagai hadiah, sebelum melanjutkan untuk meminta data pribadi,” tulis pihak Singapore Airlines.

{Baca juga: Universitas Ini Larang Mahasiswanya Pakai WhatsApp di China}

Mereka pun telah melaporkan situs tersebut agar segera dihapus dan memberi saran kepada pelanggan agar berhati-hati ketika mengungkapkan data pribadi ke sumber yang tidak dikenal.

“Pelanggan harus berhati-hati terhadap posting media sosial dan situs web phishing yang tampak mirip dengan situs web resmi kami,” tambahnya. [NM/HBS]

Sumber: The Sun

 

iPhone XR 2019 Bakal Sekelas iPhone XS Max?

0

Telko.id, Jakarta – Apple kemungkinan akan menjejali iPhone XR 2019 dengan fitur antena mumpuni sekelas iPhone XS dan iPhone XS Max. Sejak resmi meluncur, iPhone XR 2018 memang menawarkan fitur paling sederhana ketimbang iPhone XS dan iPhone XS Max.

Tak cuma dalam hal fitur, kecepatan LTE iPhone XR juga jauh lebih lambat dibanding iPhone XS dan iPhone XS Max. Namun, berdasarkan catatan penelitian Barclays, iPhone XR generasi berikutnya bakal memiliki teknologi mendekati atau setara iPhone XS dan iPhone XS Max.

Menurut laporan GSM Arena, seperti dikutip Telko.id pada Minggu (20/1/2019), Apple diprediksi akan menyematkan desain antena MIMO 4×4 (multi-input, multi-output). Dengan begitu,  penerimaan LTE dan kecepatan transfer data iPhone XR otomatis bakal meningkat.

{Baca juga: Kamera Tunggal iPhone XR Terbaik Versi DxOMark}

Saat ini, iPhone XS dan iPhone XS Max memang menonjolkan LTE kelas Gigabit dengan antena MIMO 4×4. Lain hal, iPhone XR menggunakan pengaturan MIMO 2×2. Pengujian mengungkap bahwa desain antena MIMO 4×4 sebagian besar bermanfaat di area minim jangkauan sinyal.

Selama ini, iPhone XR memiliki performa penerimaan sinyal LTE yang secara signifikan lebih buruk ketimbang iPhone XS dan iPhone XS Max. Hal tersebut ditemukan berdasarkan hasil penelitian Cellular Insights dan Rohde & Schwarz saat melakukan uji coba di area sinyal lemah.

Sebelumnya, pengamat Ming-Chi Kuo memperkirakan bahwa penjualan iPhone XR tak akan laku pada tahun depan. Ia membeberkan, pada kuartal pertama 2019, penjualan iPhone XR bakal ada di rentang 38 juta unit-24 juta unit, lebih rendah dari 2018 yang mencapai 50 juta unit.

{Baca juga: iPhone XR Diprediksi Tak Laku di Tahun Depan}

Selain itu, penjualan iPhone secara keseluruhan pada 2019 juga disebut Kuo akan menurun. Kuo mengharapkan penjualan iPhone pada 2019 mampu mencapai sekitar 210 juta unit. Namun, ia kurang yakin sehingga kemungkinan angkanya hanya sekitar maksimal 194 juta unit. [SN/HBS]

Sumber: GSMArena

Xiaomi Siap-siap Serbu Pasar Afrika

0

Telko.id, JakartaXiaomi, satu perusahaan raksasa elektronik China, sedang fokus mengembangkan pasar di negara lain. Setelah India dan Eropa, Xiaomi berencana melakukan penetrasi ke benua hitam, yakni pasar Afrika.

Xiaomi telah mengumumkan pendirian Departemen Regional Afrika. Xiaomi bahkan sudah menunjuk Wang Lingming sebagai manajer departemen di sana. Sebelumnya, Wang Lingming diketahui menjabat sebagai Vice President Xioami.

Afrika punya populaasii sekitar 1,2 miliar penduduk. Namun, orang-orang di negara itu tidak menggunakan ponsel  berspesifikasi tinggi seperti pasar lain. Sebagian besar dari mereka hanya menggunakan ponsel fitur yang minim fitur.

Baca juga: Siap-siap, Xiaomi akan Serbu Pasar Eropa dan Indonesia

Seperti dikutip Telko.id dari Gizchina, Minggu (20/1/2019), dengan budaya dan ekonomi yang berbeda, sebagian besar pabrikan ponsel di Afrika tidak mengembangkan produk secara baik. Xiaomi pun langsung mencium potensi tersebut.

Sekarang, Transsion Holding adalah penguasan pasar ponsel Afrika. Tiga ponsel buatannya, yakni itel, TECNO, serta Infinix, menduduki ranking atas dalam penguasaan pangsa pasar, melampaui merek besar seperti Samsung dan Apple.

Awal Januari 2019 lalu, Xiaomi secara resmi mengumumkan bahwa mantan presiden perusahaan manufaktur dan perdagangan Jinli Group, Lu Weibing, telah bergabung. Namun, dalam pengumuman, tak disebutkan apa tugas Lu Weibing.

Baca juga: IPO akan Jadikan Xiaomi Perusahaan USD 100 Miliar

Menurut Gizmochina, Lu Weibing menjabat sebagai presiden Jinli Group pada April 2010 dan bertanggung jawab atas bisnis luar negeri Jinli Mobile. Ia juga tercatat telah menghabiskan waktu selama tujuh tahun bekerja untuk Gionee. [SN/HBS]

Sumber: Gizchina

Pamer Kekuatan, Bos Xiaomi Pecahkan Kenari Pakai Redmi Note 7

0

Telko.id, Jakarta – Xiaomi memamerkan ketangguhan dari bodi smartphone buatannya dengan cara yang unik. Adalah Lin Bin, salah satu bos Xiaomi memamerkan ketangguhan Redmi Note 7 dengan cara menghancurkan biji kenari.

Dilansir Telko.id dari GSMArena pada Minggu (20/01/2019), video tersebut tampaknya ingin membuktikan kokohnya bodi Redmi Note 7 hingga mampu memecahkan biji kenari yang dikenal keras.

Video yang diambil dalam 960 frame per second (fps) melalui Mi 8 memperlihatkan gerakan lambat dari tindakan Lin Bin dengan Redmi Note 7 yang dia genggam. Pada gerakan lambat terlihat bahwa kacang kenari tersebut hancur berkeping-keping.

Selain menunjukan kuatnya smartphone tersebut, video ini juga memberikan rumor mengenai penggunaan mode 960fps yang di masa yang akan datang.

Perlu diketahui bahwa saat ini Redmi Note 7 mendukung untuk 1080p/120fps, dan 720p/120fps dan 960 fps baru dimiliki oleh Mi 8.

{Baca juga: Andalkan Kamera 48MP, Harga Redmi Note 7 Cukup Mengejutkan}

Kualitas kamera Redmi Note 7 memang besar. Smartphone pertama Redmi setelah “berpisah” dari Xiaomi itu andalkan kamera 48 MP di bagian belakang dengan harga di bawah Rp 3 jutaan.

Kamera tersebut ditemani oleh kamera sekunder beresolusi 5MP untuk keperluan mode Portrait yang didukung oleh teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) di dalamnya. Sementara kamera depannya, beresolusi 13MP saja.

Redmi Note 7 mengusung layar berukuran besar yang dipercantik dengan adanya poni berbentuk waterdrop di bagian atasnya.

Layarnya berukuran 6,3 inci berjenis IPS LCD dengan resolusi Full HD+. Bezel yang mengelilingi layar tersebut cukup tipis, sehingga aspek rasio layar terhadap body-nya mencapai 84%.

{Baca juga: Bos Xiaomi Pamer Logo Redmi yang “Kelewat Minimalis”}

Redmi Note 7 ditenagai oleh prosesor yang sama dengan Xiaomi Mi 8 Lite, yakni prosesor octa-core 2.2 GHz Snapdragon 660. Didukung juga oleh tiga varian RAM dan ROM, masing-masing 3/32 GB, 4/64 GB, dan 6/64 GB. [NM/HBS]

Sumber: GSMArena

iPhone 2019 Pakai Kamera Telefoto 3x dan Baterai Besar?

0

Telko.id, Jakarta – Rumor mengenai bentuk iPhone di tahun 2019 mulai muncul. Kabarnya Apple akan merancang iPhone 2019 dengan baterai yang lebih besar dan lensa telefoto 3x demi kualitas gambar yang bagus.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Minggu (20/01/2019) sebuah laporan dari China dari Weibo yakni iCTech mengklaim memiliki beberapa detail mengenai iPhone terbaru tahun ini.

Laporan tersebut mengklaim bahwa iPhone baru akan menggunakan kamera 4.000 mAh yang merupakan peningkatan dari baterai saat ini dimana iPhone XS Max memiliki baterai 3.175 mAh.

Laporan tersebut juga mengklaim bahwa iPhone 2019 dapat menampilkan lensa telefoto 3x dan juga dapat mendukung pengisian nirkabel lebih cepat pada 15 watt.

Ini juga membuat klaim yang meragukan tentang ponsel baru yang menampilkan refresh rate layar 90Hz ke 120Hz. Sementara iPad Pro memiliki layar 120Hz, kedengarannya hampir terlalu bagus untuk menjadi kenyataan jika layar itu tiba di iPhone tanpa peningkatan biaya yang signifikan.

{Baca juga: iPhone 2019 Bakal Punya Port USB-C?}

Sayangnya seperti yang dicatat AppleInsider, iCTech memiliki reputasi yang cukup buruk di mana mereka telah membocorkan kesalahan mereka, meskipun beberapa dari mereka terbukti benar.

Sebelumnya isu mengenai gambaran iPhone di tahun 2019 banyak beredar. Misalnya perangkat tersebut dilaporkan akan berbekal sejumlah peningkatan internal. Salah satunya adalah kecepatan Wi-Fi lebih baik. Perusahaan riset Barclays melaporkan bahwa iPhone seri 2019 akan didukung standar Wi-Fi 6 terbaru.

Dilansir Ubergizmo, Wi-Fi 6 terbaru berbasis teknologi IEEE 802.11ax. Teknologi Wi-Fi itu memungkinkan kecepatan koneksi hingga 40 persen lebih cepat jika dibandingkan dengan kecepatan yang disuguhkan standar Wi-Fi 5 (802.11ac).

{Baca juga: Berkat Samsung, iPhone 2019 Bakal Lebih Tipis dari iPhone XS}

Peningkatan performa tersebut dinilai akan membantu saat beberapa orang menggunakan koneksi yang sama. Biasanya, pengguna sering kali mengalami lelet saat menggunakan hotspotWi-Fi publik atau bahkan Wi-Fi di rumah.

Jaringan Wi-Fi 6 diklaim lebih andal saat dalam kondisi tersebut. Selain itu, Wi-Fi 6 juga diklaim mampu menghadirkan peningkatan daya tahan baterai. Standar baru tersebut mengimplementasikan fitur Target Wake Time baru. [NM/HBS]

Sumber:  Ubergizmo

Unik! China Ekspos Identitas Penunggak Utang via WeChat

0

Telko.id, Jakarta – Pemerintah China Utara segera menerapkan sistem unik terkait penunggak utang. Orotitas setempat akan mengekspos para pengutang melalui WeChat. Tujuannya untuk mempermalukan orang yang belum juga membayar pinjaman.

Dilansir Ubergizmo, seperti dikutip Telko.id pada Minggu (20/1/2019), sistem kredit sosial telah santer dikabarkan akan diaplikasikan di China, beberapa waktu silam. Masyarakat bakal mendapat skor berdasarkan kehidupan masing-masing.

Nantinya, seorang penduduk bisa dilihat via sistem, seberapa baik dalam mematuhi peraturan, tidak menyebar hoaks online, dan lain sebagainya. Sistem tersebut akan diterapkan berbasis aplikasi pesan instan khas China, yakni WeChat.

Baca juga: Di China Ada Jalur Khusus Pejalan Kaki Sambil Main Ponsel

Aplikasi itu tak hanya menunjukkan tetangga yang memiliki setumpuk utang, tetapi juga profil detailnya, termasuk nama, nomor kartu tanda penduduk, dan alasan berutang. Informasi tersedia setidaknya 500 meter dari posisi pengutang.

Hal tersebut akan mempermudah kontrol ketika seseorang sebenarnya mampu membayar utang tetapi memilih tak melakukannya.

“Upaya itu adalah bagian dari usaha kami untuk menciptakan lingkungan kredibel,” kata juru bicara Pengadilan Hebei.

Kendati demikian, Foreign Policy menulis bahwa sistem kredit sosial yang diterapkan tidaklah nyata. Mereka menyebut bahwa otoritas di Negeri Tirai Bambu itu tidak menyetel skor apapun untuk menentukan setiap aspek kehidupan para penduduk.

Sebelumnya, mereka tercatat bahwa Dewan China berencana mengimplementasikannya pada 2020. Konsep kredit sosial menilai kepatuhan penduduk terhadap kewajiban sosial dan ekonomi yang ditentukan secara hukum dan melakukan komitmen kontrak.

Baca juga: Kepo, Pemerintah China Awasi Warganya Pakai Drone Burung

Pemerintah China bekerja sama dengan berbagai agensi. Pelanggar serius akan masuk daftar hitam yang diterbitkan di platform nasional terpadu bernama Credit China. Mereka bisa mengalami berbagai ketidaknyamanan oleh kebijakan pemerintah. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Ternyata, Ini Alasan Penjahat Suka Main Fortnite

0

Telko.id, Jakarta – Fortnite Battle Royale menjadi game favorit para penjahat. Usut punya usut, ternyata penyebabnya karena besutan Epic Game tersebut bisa digunakan penjahat untuk melakukan aksi pencucian uang.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Sabtu (19/01/2019) laporan dari The Independent mengklaim bahwa V-bucks, mata uang dalam game itu telah dibeli oleh oknum dengan menggunakan kartu kredit curian.

Mata uang tersebut kemudian dijual kepada pemain lain dengan potongan harga sehingga memberikan uang tunai kepada penjahat tersebut.

Cara licik penjahat tersebut dilakukan untuk menghindari pengawasan pihak perbankan atau polisi dibanding mereka menggunakan kartu kredit untuk melakukan pembelian jenis lain.

{Baca juga: Awas! Hacker Bisa Bajak Akun Lewat Celah di Fortnite}

Menurut laporan tersebut Benjamin Preminger selaku analisis intelijen senior di Sixgill mengatakan bahwa tindakan penjahat tersebut secara tidak langsung bentuk kritik terhadap sistem keamanan Fortnite.

“Penjahat melakukan penipuan kartu dan mendapatkan uang masuk dan keluar dari sistem Fortnite dengan impunitas relatif. Aktor ancaman [orang jahat atau entitas] mengejek langkah-langkah keamanan Epic Games yang lemah,” ucap Benjamin.

Menurutnya pihak Epic tampaknya tidak peduli atas kasus kejahatan di aplikasi game karena penjahat masih tetap beraksi disana.

“Perusahaan tampaknya tidak peduli dengan pemain yang menipu sistem dan membeli potongan harga V-dolar … Ini secara langsung menyentuh pada kemampuan aktor ancaman untuk mencuci uang melalui game,” tambanya.

{Baca juga: Game Fortnite Bikin Android Terancam Bahaya?}

Tidak jelas berapa banyak keuntungan yang dikatakan oleh para penjahat ini, dan tidak jelas apakah Epic melakukan sesuatu untuk mengatasinya.

Ketika dihubungi untuk dimintai komentar oleh The Independent, pihak Epic pun  belum menanggapi. Sebelumnya Fortnite juga sempat dikabarkan telah disusupi oleh para hacker.

Peneliti di Check Point Research menemukan celah keamanan yang membuat hacker dapat mengambil alih akun Fortnite.

{Baca juga: Akun Fortnite Milik Rapper Kondang Drake Diretas?}

Celah keamanan ini telah dilaporkan kepada Epic Games sebagai pengembang game Fortnite, setelah ditemukan peneliti dari Check Point pada November lalu. Setelah dilaporkan, celah tersebut sudah ditambal beberapa minggu kemudian.

Namun perlu diketahui, celah keamanan yang bisa mengambil alih akun Fortnite ini masih bisa saja berbuntut panjang. Karena hacker bisa menggunakan akun Fortnite korbannya untuk membeli barang in-game menggunakan V-Bucks milik si korban, untuk kemudian barang yang sudah dibeli dikirimkan ke akun sang hacker.

Sumber: Ubergizmo

Restoran Ini Tawarkan Makan ala Bird Box, Mau Ikut?

0

Telko.id, Jakarta – Film Bird Box yang dibintangi aktris Sandra Bullcok langsung viral dan melahirkan “demam” Bird Box Challenge di seluruh dunia. Adegan di film tersebut bahkan menjadi inspirasi banyak orang. Salah satunya adalah restoran di Atlanta, Amerika Serikat yang menggelar acara makan malam dengan mata tertutup.

Dilansir Telko.id dari This Is Insider pada Sabtu (19/01/2019), restoran bernama Guac y Margys ini mengharuskan tamu untuk makan dengan mata tertutup pada Kamis 14 Januari 2019.

Restoran mengundang para tamu untuk menikmati makan malam dengan penutup mata yang terdiri dari taco, saus, dan minuman beralkohol margarita.

Jika pelanggan menebak taco dan margarita dengan benar, mereka akan menerima cookie buatan sendiri gratis. Adapun untuk mengikuti acara ini harus membayar tiket sebesar $ 25 hingga $ 35 atau Rp 355 ribu hingga Rp 498 ribu di eventbrite.

{Baca juga: YouTube Larang Video Prank Bird Box Challenge dkk}

Seperti diketahui bahwa film Bird Box yang tayang di Netflix menimbulkan tren melakukan kegiatan dengan mata tertutup yang bernama Bird Box Challenge.

Tantangan tersebut ternyata telah mengakibatkan kecelakaan cukup fatal, yakni seorang remaja yang menabrakkan mobilnya sambil menutupi matanya sebagai bagian dari tantangan Bird Box.

Menurut petugas kepolisian, seperti dilansir Metro, Sabtu (12/01), setelah menutup matanya dengan topi, kendaraan yang dikemudikan remaja berusia 17 tahun ini melaju berlawanan arah dan menabrak mobil lain yang melintas.

{Baca juga: Netflix Minta Warga AS Hentikan Aksi Bird Box Challenge}

Beruntung, tidak ada yang terluka dalam kecelakaan yang terjadi di kawasan Salt Lake City di Utah, Amerika Serikat itu. Perwira Polisi Layton, Travis Lyman, mengatakan kejadian ini seharusnya menjadi peringatan bagi netizen yang lain.

Netflix sendiri telah meminta kepada penggemar film Bird Box untuk menghentikan tantangan Bird Box Challenge yang sedang mewabah. Netflix menilai, tantangan tersebut sangat berbahaya. Pelaku bisa saja menabrak atau tertabrak sesuatu, bahkan terjatuh dari tempat yang sangat tinggi. [NM/HBS]

Sumber: This Is Insider