spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1385

Hotman Paris Borong Saham YouTube, Mau Ngapain?

0

Telko.id, Jakarta – Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea berencana untuk beli saham YouTube. Tujuannya, ia ingin menghapus konten alay atau kampungan dan konten tak mendidik.

Ia merasa kesal dengan kehadiran konten alay yang justru populer di YouTube. Pada akun Youtube pribadinya “Hotman Paris Official“, ia mengunggah video dengan judul ” Viral, Hotman Paris Mau Membeli YouTube dan Hapus Channel Alay” pada 30 Januari 2019 kemarin.

“Saya gregetan melihat postingan YouTube yang alay atau sangat-sangat tidak mendidik. Lucu-lucuan gak jelas. Saya ingin menghapus konten itu,” tegasnya.

{Baca juga: YouTube Stop Rekomendasi Video Bumi Datar}

Hotman pun membeberkan rencananya agar dapat menghapus konten itu di platform streaming milik Google ini.

Ia menyatakan, akan membeli saham YouTube agar rencananya untuk menghapus konten tak mendidik bisa segera terlaksana.

“Jadi kalau terus-terus Anda membuat postingan yang tidak mendidik atau alay hanya untuk menaikan follower, hati-hati,” katanya.

{Baca juga: Keluar dari Penjara, Ahok Langsung Bikin Vlog}

“Saya pelan-pelan akan mulai membeli saham YouTube, dan begitu sudah memenuhi syarat gue akan delete kamu postingan tersebut, channel kamu akan saya stop,” tambahnya.

Hotman juga memberikan himbauan kepada para youtubers untuk lebih membuat konten yang lebih mendidik, daripada membuat konten alay yang sama sekali tidak memberikan inspirasi kepada penontonnya. Ia memberikan contoh, seperti konten yang membahas masalah masyarakat dan juga cara untuk mengatasinya.

“Kepada para youtubers yang membuat konten alay, lebih baik kalian membuat konten-konten yang mendidik yang membahas masalah masyarakat, apa persoalannya, dan bagaimana mengatasinya,” tutur Hotman.

{Baca juga: YouTube Tampilkan Video Rekomendasi untuk Diunduh}

Meski demikian, Hotman sama sekali tidak mengungkapkan soal berapa jumlah saham YouTube yang ingin dia beli. Ia hanya mengatakan bahwa konten seperti itu harus segera dihentikan karena berdampak pada masyarakat Indonesia.

“Itu konten alay dan tidak mendidik bisa menghambat pembangunan bangsa. Itu bisa menghambat perkembangan pendidikan pada generasi muda, jadi harus dihentikan dari sekarang,” tutupnya. (NM/FHP)

Inikah Tampang Oppo F11 dengan Kamera Pop-up?

0

Telko.id, Jakarta – Tak lama lagi, Oppo sepertinya bakal meluncurkan suksesor dari Oppo F9, yakni Oppo F11 dengan sejumlah fitur dan teknologi terbaru, seperti kamera pop-up. Pasalnya, bocoran foto yang diduga smartphone tersebut sudah muncul ke permukaan.

Hal ini pertama kali dibocorkan oleh akun Twitter @ishanagarwal24. Ia mengatakan, bisa jadi bahwa smartphone itu merupakan Oppo F11 atau Oppo R19.

Pada foto, terlihat bahwa smartphone ini mengusung konsep desain seperti Oppo Find X. Sebab, F11 tampil dengan desain fullscreen nan bezel-less, tanpa adanya notch atau poni di bagian atasnya.

{Baca juga: 4 Fitur yang Bisa Kita Harapkan Ada di Smartphone 2019}

Belum diketahui berapa ukuran dan jenis layar yang digunakan. Tapi ada kemungkinan, smartphone ini akan menggunakan panel AMOLED dengan ukuran layar di atas 6 inci.

Pindah ke bagian belakang, Oppo F11 terlihat memiliki kamera ganda dengan desain frame yang benar-benar berbeda dibandingkan seri sebelumnya.

Jika Oppo F9 memiliki kamera ganda yang disusun secara horizontal di kiri atas body smartphone, seperti iPhone 7 Plus, 8 Plus, dan smartphone lainnya. Kini F11 memiliki frame kamera ganda yang disusun vertikal dan ditempatkan di tengah atas body smartphone, sedikit mirip Oppo R17 Pro.

{Baca juga: Inikah Smartphone Oppo Pertama dengan 10x Optical Zoom?}

Tepat di bagian bawahnya, terdapat sensor sidik jari dengan ukuran yang cukup besar, dan logo Oppo. Yang menarik dari desain F11 adalah, adanya kamera pop-up atau kamera mekanik yang mirip seperti Vivo NEX S.

Kamera tersebut akan muncul dari dalam body smartphone ketika pengguna mengaktifkan kamera depan atau memanfaatkan sistem keamanan berbasis pengenalan wajah.

Sayang, pria bernama Ishan Agarwal ini tidak mengungkapkan seperti apa spesifikasi lengkap serta fitur-fitur lainnya pada Oppo F11. Yang pasti, smartphone tersebut telah berjalan di sistem operasi ColorOS 6 berbasis Android 9 Pie.

Sebelumnya, smartphone yang diduga sebagai Oppo F11 dengan nomor kode Oppo CPH1969 telah mendapatkan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Indonesia. Smartphone tersebut diajukan oleh PT. Selalu Bahagia Bersama, dengan nilai TKDN mencapai 33,38%.

{Baca juga: Oppo Pamer Teknologi Optical Zoom 10x, untuk Oppo Poseidon?}

Dirumorkan, smartphone ini akan diluncurkan pada bulan Februari atau Maret mendatang. Salah satu fitur utama yang akan disematkan di dalamnya kemungkinan adalah teknologi optical zoom 10x, yang merupakan hasil pengembangan dari teknologi sebelumnya, 5x Dual-Camera Zoom. (FHP)

Kenapa ROG Phone Belum Juga Dijual, Asus?

0

Telko.id, Jakarta – Pertengahan Desember tahun lalu, Asus resmi memperkenalkan smartphone gaming premium pertama di Indonesia, Asus ROG Phone. Saat itu, smartphone tersebut dijanjikan akan dijual pada Januari tahun 2019.

Namun kenyataannya, ROG Phone sampai sekarang belum juga dijual secara resmi oleh brand asal Taiwan ini.

Diungkapkan Head of PR eMarketing Asus Indonesia, Muhammad Firman, ada alasan kenapa ROG Phone belum juga dijual di Indonesia. Menurutnya, ROG Phone saat itu masih berada dalam proses sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dan baru sekarang mendapatkan sertifikasi tersebut.

{Baca juga: Akhirnya! Asus ROG Phone Diluncurkan di Indonesia}

“Kita baru dapat TKDN 30% di minggu ini (untuk ROG Phone),” katanya, saat ditemui tim Telko.id usai acara peluncuran Asus ROG dengan GeForce RTX di Jakarta, Selasa (29/01/2019).

Meski baru mendapatkan TKDN, ROG Phone tidak dapat langsung diproduksi dan dijual begitu saja. Sebab, Asus harus menunggu penyelesaian dokumen TKDN yang akan rampung dalam waktu 14 sampai 20 hari masa kerja.

“Kurang lebih sekitar 14 sampai 20 hari kerja baru bisa dokumennya selesai dan kita keluarkan dari pabrik di Batam,” jelasnya.

{Baca juga: 3 Smartphone Gaming Khusus untuk Gamers Hardcore}

Asus Indonesia menjanjikan, bahwa smartphone gaming premium tersebut akan dijual perdana bagi gamers Tanah Air pada bulan Februari tahun ini. Perlu diketahui, harga Asus ROG Phone di Indonesia mencapai Rp 12,9 untuk versi 8GB/128GB, dan Rp 14,9 jutaan untuk model 8GB/512GB.

“Mungkin sekitar Februari akan tersedia,” ungkap Firman.

Sebagai smartphone gaming, tentu saja ROG Phone mengusung spesifikasi tinggi yang mampu mendukung para gamers untuk bermain game dengan grafis dan kualitas “rata kanan” atau kualitas paling tinggi.

{Baca juga: 10 Smartphone Android Paling Kencang versi AnTuTu}

Asus ROG Phone memiliki layar berjenis AMOLED berukuran 6 inci dengan resolusi Full HD+ (2.160 x 1.080 piksel) dengan aspek rasio 18 : 9. Seperti Razer Phone, layarnya juga telah mendukung refresh rate hingga 90 Hz dan response time 1ms pixel untuk memastikan konten yang disajikan bebas dari blur.

Di sektor mesin utamanya, disematkan prosesor octa-core 2.96 GHz Snapdragon 845, RAM LPDDR4X 8GB, ROM 128GB/512GB, serta baterai berkapasitas 4,000 mAh yang mendukung teknologi fast charging bernama HyperCharge.

Untuk kamera, Asus ROG Phone dibekali kamera ganda dengan resolusi masing-masing 12MP lensa normal dan 8MP lensa wide-angle 120°. Sementara kamera depannya, beresolusi 8MP saja. Nantinya dalam paket pembelian, konsumen mendapatkan Active Cooler, ROG Gaming Case, dan controller Gamevice. (FHP)

4 Fitur yang Bisa Kita Harapkan Ada di Smartphone 2019

0

Telko.id, Jakarta – Sementara produsen smartphone berlomba-lomba untuk  membedakan produk mereka, entah terkait desain atau perangkat lunak yang dibawanya, selalu ada beberapa fitur yang dibutuhkan smartphone untuk ada di badannya. Paling tidak, demi tidak tertinggal dari smartphone lainnya.

Sepanjang tahun 2018 lalu misalnya, sejumlah fitur seperti dual camera, bodi logam dan kaca, serta poni atau notch seperti menjadi tren tersendiri di ranah smartphone. Saking populernya, hampir semua smartphone yang beredar di pasaran mengadopsi setidaknya satu dari ketiga fitur itu. Jika tidak punya poni, ya memiliki desain kaca; jika tidak memiliki desain kaca atau yang menyerupainya, ya membawa fitur dual camera; dan seterusnya. Bahkan tak jarang ada yang mengadopsi langsung ketiganya.

Lantas, fitur seperti apa lagi yang kira-kira bisa kita harapkan di tahun 2019 ini? Sekedar triple kamera kah? Warna gradasi kah? Atau…

Untuk kami pribadi, jika mengingat kembali ke tahun 2018 dan menyongsong 2019 ini, paling tidak ada empat fitur yang kami harapkan bisa banyak terlihat di smartphone dalam waktu dekat. Apa saja?

Sidik jari di layar

Menempatkan pemindai sidik jari di bagian belakang ponsel sepertinya tidak akan lagi menjadi pilihan terbaik bagi para produsen smartphone. Sebaliknya, mereka akan memilih untuk menempatkannya di bagian yang tak diketahui orang, misalnya saja di layar.

Salah satu produsen asal negeri tirai bambu, Oppo, mengaplikasikan itu di smartphone teranyarnya, Oppo R17 Pro. Menyebutnya, sebagai pemindai sidik jari tersembunyi, Oppo mencoba memberikan pengalaman baru membuka kunci perangkat yang cepat dan akurat lewat R17 Pro. Teknologi pemindaian sidik jari ini memafaatkan sensor cahaya yang dapat menangkap gambar sidik jari pengguna. Kontribusi dari layar OLED yang memiliki pencahayaan mandiri pun dinilai sangat membantu mempercepat pengenalan sidik jari pada perangkat.

Fotografi low light

Kebutuhan akan kamera yang mumpuni tak dimungkiri akan terus menjadi keinginan para pengguna smartphone. Apalagi selama mengabadikan momen dengan cara sesimpel mungkin masih menjadi kegemaran banyak orang.

Saat ini, sebagian besar smartphone telah datang dengan kemampuan terbaik di sektor kamera. Namun demikian, tak semua bisa diperuntukkan untuk fotografi low light. Fotografi dengan cahaya rendah, bagaimanapun, tetap menjadi tugas yang tidak mudah bagi hampir semua ponsel pintar. Tak heran, jika beragam upaya pun dilakukan, termasuk membekalinya dengan teknologi AI. Oppo menciptakan AI Ultra-Clear engine yang terdiri dari AI engine, Ultra-clear engine dan color engine. Dengan fitur ini, pengguna disebut-sebut tak hanya akan mendapatkan hasil yang jernih dan terang di kondisi banyak cahaya, di malam hari pun sama baiknya.

{Baca juga: Potret Indahnya Malam di Jakarta Pakai Kamera Oppo R17 Pro}

Ketika mengidentifikasi kondisi kurang cahaya, ultra-clear Engine di perangkat secara cerdas akan mengaktifkan ultra-clear night mode untuk memberikan efek pengurangan noise, pengaktifan anti getar dan meningkatkan dynamic range untuk menghasilkan foto malam dengan tingkat kecerahan tinggi, kaya warna dan hasil yang jernih.

Tombol mute fisik

Apple telah mengadopsi fitur ini, pun demikian dengan smartphone yang sudah sejak jauh-jauh hari hengkang dari tanah air, OnePlus. Sekilas, mungkin terdengar sepele. Namun disadari atau tidak, tombol mute fisik memberikan keuntungan bagi pengguna. Kenapa? Karena dapat dengan cepat membuat pengguna merasakan jika ponselnya dalam keadaan diam atau tidak. Tanpa mereka perlu membangunkannya terlebih dahulu.

Sebagian besar ponsel Android mengharuskan ponsel dibangunkan, dibuka kuncinya, dan menekan tombol volume beberapa kali – atau menggunakan tile di dropdown pengaturan cepat – kedua metode ini, walau bagaimanapun, butuh waktu lebih lama dan lebih banyak interaksi daripada hanya menggerakkan saklar ke samping.

Pengisian super cepat

Baterai, bagaimanapun akan terus menjadi isu klasik di kerajaan smartphone. Apalagi dengan semakin berkembangnya kebutuhan manusia dan semakin banyaknya aplikasi yang tersedia.

Tentu saja, baterai dengan kapasitas besar bisa menjadi solusi. Tapi ini juga tak selamanya menolong. Terlebih ketika ponsel yang kehabisan tenaga, harus diburu-buru oleh waktu. Menunggu selama 2,5 jam untuk membuatnya terisi penuh tentu bukan opsi terbaik bukan? Karenanya, fast charging akan selalu dibutuhkan. Jika bisa, lebih cepat dari sebelumnya.

{Baca juga: Menjajal SuperVOOC Flash Charge di R17 Pro, Beneran Cepat?}

Teknologi SuperVOOC Flash Charge milik Oppo misalnya, diklaim dapat mengisi baterai ponsel hingga 40% hanya dalam waktu 10 menit. Selai itu, ini juga aman lantaran SuperVOOC dapat secara inovatif mengurangi voltase pada baterai bi-cell dengan level voltase seperti pada penggunaan baterai tunggal. SuperVOOC juga mengadopsi teknologi 5 tingkatan perlindungan, mulai dari adapter, baterai, lubang pengisian daya terdapat 5 chip yang berfungsi untuk melindungi pengisian daya.

Indosat tunggu Aturan Yang Jelas Dulu, Baru Merger

0

Telko.id – CEO dan Presiden Direktur Indosat Ooredoo, Chris Kanter optimis, jika ada aturan yang jelas, maka ada kemungkinan perusahaannya akan mengakusisi operator lain juga terbuka. Yang menurutnya, bukan hanya Indosat, semua operator juga menunggu hal tersebut.

“Industri telekomunikasi saat ini menanti kejelasan aturan kepemilikan spektrum jika kelak ada kesepakatan merger akuisisi antar dua perusahaan seluler,” ujar Chrsi Kanter pada media, beberapa waktu lalu di Yogayakarta.

Foto: Chris Kanter CEO dan Presiden Direktur Indosat Ooredoo

Apakah frekuensi itu bisa dibawa ketika merger atau tidak? Pasalnya, ketika dulu XL mengakuisisi Axis, frekuensi nya harus dikembalikan. Padahal, frekuensi itu merupakan asset yang sangat berharga bagi sebuah perusahaan itu tidak masuk dalam variable yang diperhitungkan dalam proses akuisisi. Itu sebabnya, masalah frekuensi ini juga ‘harus’ terang benderang, supaya operator yang ingin melakukan akuisisi atau merger ini juga bisa lebih clear saat melakukan pra akuisisi.

Pemerintah mendorong merger akusisi operator telekomunikasi demi menciptakan bisnis seluler yang kondusif, tapi tidak didukung dengan aturan yang jelas.

Bagi Indosat, merger akusisi ini sangat kompleks. Mulai dari kepemilikan spektrum hingga perizinan aset perusahaan, seperti salah satunya izin operasional satelit.

“Saat ini aturannya ngga jelas, apakah spektrum akan masuk sebagai bagian dari kesepakatan bisnis atau engga. Belum soal ijin lainnya apakah masuk dalam kesepakatan bisnis juga?,” imbuhnya.

Chris coba membandingkan dengan industry lain. Misalnya, di industri perbankan. Ada Bank BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) 4 ada lima di sini (Indonesia), semua bikin untung, nggak ada yang banting-bantingan interest, kemudian ada bank BUKU 3, ada 15 di sini, mereka pun bikin untung karena segmentasinya jelas, (walau) nggak ada yang ngatur,” jelasnya.

Namun, Chris menilai bahwa untuk di Industri telekomunikasi tidak bisa di berlakukan tarif batas bawah seperti di industri penerbangan. Kalau di industri penerbangan dimungkinkan, itu menurutnya karena alasan keamanan dan keselamatan. “Kalau di industri beginian (telekomunikasi), siapa yang berani matok minimum pulsa dijual segini,” ujarnya.

Sebenarnya, jika aturannya jelas, Indosat akan cepat bereaksi. Pasalnya, Chris mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa pihak tentang merger akuisisi ini sejak tahun lalu. Sayang, mantan komisari Indosat ini tidak mau mengungkapkan, siapa yang diajak bicara. Hanya saja, santer dibicarakan Indosat Ooredoo bakal melakukan merger akuisisi dengan operator XL Axiata.

Bahkan, menurut Chris juga sudah dibicarakan oleh para investor pada 2018 lalu. Dan, kalau merger akusisi ini benar terjadi maka Chris yakin bahwa Indosat akan imbang dengan Telkomsel.

“Sebenernya paling enak saya nyaplok (mengakusisi-red) perusahaan lain, kalau nyaplok kita akan imbang dengan Telkomsel. Kalau levelling, nggak bunuh-bunuhan nanti,” kata Chris.

Jadi, sesama operator seluler bisa seimbang atau levelling, yang akan membuat iklim usaha pun sehat, antar-operator seluler. “Tidak akan terjadi “bunuh-bunuhan”, seperti perang harga atau menjual pulsa dengan harga semurah-murahnya demi akuisisi pelanggan,” ujar Chris menjelaskan.

Sebagai informasi, Telkomsel saat ini masih menjadi pemimpin di industri telekomunikasi dengan pangsa pasar sebesar 50 persen, sementara Indosat 35 persen dan XL Axiata 15 persen.

Diketahui konsolidasi antar operator seluler di Indonesia memang telah digaungkan sejak beberapa tahun lalu. Termasuk juga Kemenkominfo. Tujuannya agar perusahaan telekomunikasi di Indonesia menjadi semakin kuat dan sehat.

Rudiantara pun telah beberapa kali berbicara soal konsolidasi antaroperator seluler di Indonesia. Terakhir, dirinya kembali melontarkan pernyataan soal konsolidasi operator seluler, pada November 2018 lalu.

Menurut dia merger sangat penting kalau perusahaan telekomunikasi ingin menjadi lebih kuat.

“Konsolidasi perusahaan telekomunikasi atau operator tak melulu soal kebijakan. Namun memang aturannya itu (konsolidasi) belum ada. Kami sedang menyiapkan. Kami juga tidak ingin kebijakan konsolidasi dibuat, tetapi malah tidak ada konsolidasi,” terang Rudiantara, kala itu. (Icha)

 

Samsung Mulai Produksi Penyimpanan Internal 1 TB

0

Telko.id, Jakarta – Pada hari Selasa (29/01) kemarin, Samsung mengumumkan bahwa mereka mulai memproduksi penyimpanan internal atau Universal Flash Storage (eUFS) tertanam sebesar 1 Terabyte (TB) untuk smartphone generasi mendatang.

Dilansir Telko.id dari CNET pada Rabu (30/01/2019) inovasi ini diklaim oleh Samsung sebagai yang pertama di industri smartphone. Selain itu dengan penyimpanan 1TB pengguna dapat menyimpan 260 video berdurasi 10 menit dengan resolusi 4K.

Hal ini sangat jauh dibandingkan penyimpanan internal sebesar 64GB yang hanya dapat menyimpan 13 video berdurasi 10 menit dengan resolusi 4K. Samsung juga menjanjikan transfer data yang lebih cepat hingga 10 kali lipat kecepatan kartu microSD yang sudah ada selama ini.

{Baca juga: Samsung Stop Kemasan Plastik untuk Bungkus Ponsel}

Pelaku industri smartphone memang berlomba-lomba untuk mengembangkan inovasi di produk mereka seperti kualitas kamera, daya penyimpanan baterai dan tampilan yang semakin ramping.

Namun seiring dengan meningkatnya teknologi kamera dan konten maka permintaan terkait kapasitas ruang penyimpanan yang besar seperti foto yang tajam dan video 4K juga meningkat.

Sebenarnya rumor mengenai penyimpanan 1 TB buatan Samsung sudah berhembus sejak lama. Kabarnya Samsung Galaxy S10 akan memiliki penyimpanan dengan kapasitas hingga 1 TB. Seperti dilansir Gizmochina, handset yang memiliki kode SM-G75FC itu dikabarkan kemungkinan memiliki kapasitas penyimpanan 512 GB. Tapi rentang kapasitasnya bisa berkisar antara 512 GB atau 1 TB.

Smartphone kelas atas ini dikabarkan akan dilengkapi dengan empat kamera belakang atau kamera utama. Sedangkan untuk bagian depan akan dilengkapi dengan kamera berteknologi penginderaan 3D, yang juga berfungsi sebagai kamera selfie canggih.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10 5G Punya RAM 12 GB dan Penyimpanan 1 TB?}

Sayangnya rumor tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak Samsung. Tapi mereka mereka memiliki rencana untuk memperluas fasilitas produksinya pada paruh pertama tahun 2019 untuk mengantisipasi tren apabila produsen lain juga turut mengembangkan ruang penyimpanan 1 TB tersebut.

Adapun Samsung Galaxy S10  akan dirilis pada tanggal 20 Februari 2019 di acara Samsung Unpacked, yang biasanya berbarengan dengan digelarnya ajang MWC 2019. Kepastian tanggal peluncuran Galaxy S10 ini terungkap lewat undangan yang disebarkan Samsung, dimana pada undangan tersebut terpampang angka 10 yang diduga kuat sebagai tanda peluncuran Galaxy S10.

Samsung Produksi Memori 1 TB, Untuk Galaxy S10?

0

Telko.id, Jakarta – Di masa mendatang, smartphone Samsung generasi selanjutnya mungkin bakal memiliki memori 1 TB. Sebab baru-baru ini, Samsung mengumumkan bahwa mulai memproduksi memori internal atau Universal Flash Storage (eUFS) sebesar 1 TB untuk smartphone Samsung terbaru

Dilansir Telko.id dari CNET pada Rabu (30/01/2019), inovasi ini diklaim sebagai yang pertama di industri smartphone.

Selain itu, dengan memori penyimpanan mencapai 1 TB, pengguna dapat menyimpan file hingga 260 video berdurasi 10 menit dengan resolusi 4K.

Tentu apabila dibandingkan dengan memori penyimpanan sebesar 64 GB sangat jauh perbandingannya. Karena memori sebesar itu hanya dapat menyimpan 13 video berdurasi 10 menit dengan kualitas 4K.

{Baca juga: Samsung Stop Kemasan Plastik untuk Bungkus Ponsel}

Tak cuma kapasitasnya saja yang besar, Samsung juga menjanjikan transfer data yang lebih cepat hingga 10 kali lebih baik ketimbang kartu microSD yang sudah ada selama ini.

Saat ini brand smartphone memang berlomba-lomba untuk mengembangkan inovasi di produk mereka. Ada banyak yang dikembangkan, seperti kamera, baterai, sampai desain yang tampil lebih berbeda.

Namun, seiring dengan meningkatnya teknologi kamera dan makin kreatifnya konten yang diunggah di media sosial seperti YouTube misalnya, permintaan terkait kapasitas memori penyimpanan yang besar untuk menyimpan foto dan video 4K juga meningkat.

{Baca juga: Akhirnya, Undangan Peluncuran Trio Galaxy S10 Tersebar}

Sebenarnya rumor mengenai penyimpanan 1 TB buatan Samsung sudah berhembus sejak lama. Kabarnya, Samsung Galaxy S10 5G akan menjadi yang pertama dengan memori penyimpanan berkapasitas hingga 1 TB.

Handset yang memiliki kode SM-G75FC itu kemungkinan memiliki kapasitas penyimpanan 512 GB. Tapi rentang kapasitasnya bisa berkisar antara 512 GB atau 1 TB.

Smartphone tersebut juga akan dilengkapi dengan empat kamera belakang atau kamera utama. Sedangkan untuk bagian depan akan dilengkapi dengan kamera berteknologi penginderaan 3D, yang juga berfungsi sebagai kamera selfie canggih.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10 5G Punya RAM 12 GB dan Penyimpanan 1 TB?}

Sayangnya rumor tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak Samsung. Tapi mereka mereka memiliki rencana untuk memperluas fasilitas produksinya pada paruh pertama tahun 2019 untuk mengantisipasi tren apabila produsen lain juga turut mengembangkan ruang penyimpanan 1 TB tersebut.

Adapun Samsung Galaxy S10 akan dirilis pada tanggal 20 Februari 2019 di acara Galaxy Unpacked 2019, yang biasanya berbarengan dengan digelarnya ajang MWC 2019. Kepastian tanggal peluncuran Galaxy S10 ini terungkap lewat undangan yang disebarkan Samsung, dimana pada undangan terpampang angka 10 yang diduga kuat sebagai tanda peluncuran Galaxy S10. (NM/FHP)

Apple Segera Luncurkan iPod Touch Generasi Terbaru?

0

Telko.id, Jakarta – iPod Touch generasi terbaru kemungkinan besar bakal segera dikembangkan oleh Apple. Sebab baru-baru ini, ditemukan empat model iPad terbaru dan potensi iPod Touch generasi ketujuh pada sistem operasi iOS 12.2.

Dikutip Telko.id dari Apple Insider, Rabu (30/01/2019), programer Steven Troughton-Smith menemukan empat model iPad baru di kode iOS 12.2. Dua iPad tersebut merupakan versi Wi-Fi Only dan sisanya didukung jaringan seluler.

Throughton-Smith mengunggah informasi bahwa perangkat baru yang terlihat di kode iOS 12.2 berupa iPad Mini dan iPad berukuran layar 9,7 inci. Namun, iPad baru tersebut terlihat tak ada yang memiliki fitur Face ID.

{Baca juga: Apple Music Kini (Baru) Bisa Diakses via Tablet}

Selain iPad, Throughton-Smith juga menyebut bahwa iPod 9,1 kemungkinan besar bisa menjadi nama untuk iPod Touch baru. Pasalnya, perangkat generasi keenam yang sekarang ada di pasaran menggunakan nama iPod 7,1.

Nomor model baru ini menambah daftar kabar rencana Apple untuk membuat iPod Touch generasi ketujuh, iPad 9,7 inci, dan iPad Mini baru. Khusus perangkat terakhir, Apple memang dikabarkan akan menghadirkannya di tahun ini dengan menggunakan prosesor Apple A9.

Sebelumnya, Apple dilaporkan bakal menggunakan port USB-C untuk produk iPhone dan iPad keluaran 2019. Informasi menyebut, port USB-C akan menggantikan port Lightning yang selama ini digunakan untuk iPhone.

{Baca juga: Port USB-C Bakal Tersemat di iPod Edisi 2019?}

Laporan itu berasal dari blog yang kerap memberi bocoran kepada para pemasok Apple, yakni Macotakara. Dalam blog tersebut disampaikan bahwa insinyur Apple ketahuan sedang melakukan transisi ke port USB-C.

Namun demikian, mereka belum mencapai tahap rancangan referensi. Bisa jadi, rencana itu tidak dilakukan oleh Apple pada 2019, tapi mundur ke 2020. Selama ini, Macotakara kerap memberi bocoran jitu soal produk Apple. (SN/FHP)

Lagi Seret, Pengguna Aktif iPhone Tembus 900 Juta

0

Telko.id, Jakarta– Apple tampaknya boleh berbangga, karena pengguna iPhone kini semakin banyak, hampir menembus angka 1 miliar orang. Raksasa dari Cupertino itu bari saja mengumumkan bahwa pengguna aktif iPhone saat ini sudah mencapai lebih dari 900 juta orang.

Dilansir Telko.id dari PhoneArena pada Rabu (30/01/2019), pencapaian ini merupakan yang pertama kalinya diumumkan Apple secara terbuka dan mewakili nilai tertinggi terkait produk yang mereka buat.

Apple juga mengatakan perangkat Apple Watch, iPad, iPod dan Mac juga mengalami mengalami pertumbuhan. Jumlah perangkat Apple yang saat ini digunakan untuk perangkat-perangkat tersebut tumbuh hingga 1,4 miliar pengguna.

Secara total jumlah pengguna produk non iPhone tumbuh lebih dari 100 juta dalam dua belas bulan terakhir. Selain itu, angkanya naik sebesar 40% dibandingkan 2016 ketika saat itu Apple mencatat pencapaian 1 miliar perangkat aktif.

{Baca juga: Apple Klaim Penjualan iPhone SE “Sold Out”}

Apple sendiri berjanji untuk terus menginformasikan kepada publik mengenai jumlah pengguna mereka secara berkala. Ini akan membantu analis dan investor untuk lebih memahami kinerja bisnis perangkat keras Apple terutama pasca mereka berhenti mengungkapkan pengiriman iPhone pada setiap triwulan.

Sayangnya, Apple memprediksi jika  penjualan iPhone menurun sekali lagi pada kuartal ini. Namun, perusahaan itu dapat menerima dorongan besar begitu kuartal April dimulai.

Apple dilaporkan sedang mengerjakan iPad yang diperbarui, iPad Mini 5, AirPods generasi baru, dan perangkat pengisian AirPower. Perusahaan juga diharapkan untuk mengumumkan layanan streaming video yang sudah lama dikabarkan dalam waktu dekat.

Memang tahun ini analis memberikan kabar yang kurang sedap kepada Apple. Analis Nomura, Anne Lee, memprediksi, penjualan iPhone akan kembali mengalami penurunan pada tahun 2019 dan tahun 2020. Penurunan tersebut diprediksi dari angka 213 juta unit pada tahun 2018 menjadi 204 juta unit pada tahun 2019.

{Baca juga: Tahun Depan Penjualan iPhone Bakal Turun Lagi?}

Menurut laporan 9to5mac, penurunan penjualan iPhone pada tahun 2020 diprediksi menjadi 200 juta unit. Penurunan penjualan itu disebut didorong oleh sejumlah perubahan yang terjadi di departemen eksternal Apple.

Kabarnya, Apple akan mempertahankan bahasa desain yang diperkenalkannya di iPhone X untuk generasi 2019. Hal tersebut berarti penerus iPhone XR, iPhone XS, dan iPhone XS Max akan tampil serupa dengan generasi yang saat ini dipasarkan Apple. [NM/HBS]

Hebat! Gadis 14 Tahun Ciptakan Aplikasi untuk Pasien Alzheimer

0

Telko.id, Jakarta – Biasanya, kehidupan sehari-hari remaja diisi dengan aktifitas dan tugas di sekolah yang sangat padat, atau menghabiskan waktu bermain atau nongkrong bersama teman-teman. Namun, tidak demikian bagi Emma Yang, remaja 14 tahun yang menciptakan sendiri aplikasi ponsel untuk pasien Alzheimer.

Gadis kelahiran Hong Kong ini berhasil menciptakan aplikasi di ponselnya sendiri untuk pasien Alzheimer. Prestasinya ini telah membuat bos Microsoft, Bill Gates dan wakil ketua eksekutif Alibaba Group Holding Joseph Tsai, terkesan.

Yang menghabiskan waktu sekitar dua tahun untuk mengembangkan aplikasi Timeless. Dia menggunakan sistem pengenalan wajah yang didukung oleh kecerdasan buatan, dari Kairos yang berbasis di Miami, untuk membantu pasien Alzheimer mengidentifikasi orang dalam foto dan mengingat siapa mereka.

Dengan aplikasi ini, foto dapat dikelompokkan berdasarkan individu dan juga menyediakan buku telepon berbasis gambar. Dengan fitur ini, memungkinkan pengguna mengetuk foto untuk menelepon atau mengirim pesan teks ke seseorang.

“Apa yang benar-benar memotivasi saya untuk (bekerja dengan Timeless) adalah melihat banyak orang bereaksi terhadapnya. Mereka mengatakan, akan merasa sangat senang memiliki ini untuk anggota keluarga mereka sendiri (yang menderita Alzheimer),” kata Yang.

Yang merupakan salah satu dari sekian  banyak remaja yang telah mempelajari pengkodean perangkat lunak dan menjadi wirausaha di usia muda. Di Hong Kong, banyak siswa yang diarahkan ke pendidikan STEM (sains, teknologi, teknik dan matematika) untuk membantu menumbuhkan budaya inovasi dalam kota.

{Baca juga: Aplikasi Ini Bisa Bantu Tuna Netra ‘Melihat’}

Yang terinspirasi untuk mengembangkan aplikasi yang membantu pasien Alzheimer terhubung dengan orang yang mereka cintai, ketika ia masih berusia 12 tahun. Pada saat itu, neneknya menderita penyakit neurodegeneratif kronis, dan mulai melupakan berbagai hal, misalnya  apa yang dia makan dan tanggal ulang tahun Yang.

“Saya ingin menciptakan sesuatu untuk membantu orang-orang seperti nenek saya, agar tetap terhubung dengan keluarganya,” kata Yang.

“Saya mulai belajar coding ketika saya berusia sekitar enam tahun, dan kemudian mulai mengembangkan game dan situs web,” kata Yang.

Pengembang perangkat lunak ini juga pernah memenangkan kompetisi, di mana ia mengembangkan aplikasi untuk mengidentifikasi apakah cedera kepala bisa menjadi gegar otak. Sejak itu, membuatnya sadar dampak teknologi terhadap kehidupan manusia.

“Saya pikir, kalau begitu, jika saya tahu cara membuat kode, saya juga harus memiliki kemampuan untuk membantu orang,” katanya.

Ayah Yang, yang bekerja di industri teknologi, adalah orang yang memperkenalkannya pada komputer dan Scratch, program pemrograman visual berbasis blok untuk anak-anak.

Namun, kehidupan Yang sebagai pengembang dan wirausaha perangkat lunak muda bukan tanpa tantangan yang berat. Dia mencontohkan, bagaimana ketika pemodal ventura tidak menganggap serius pekerjaannya.

Beberapa dari orang-orang ini, bahkan menyarankan agar dia memamerkan proyeknya di pameran sains atau memamerkannya di internet dan melihat bagaimana hasilnya.

Namun, ia tidak putus asa begitu saja. Dia memulai kampanye crowdfunding Indiegogo pada Maret, tahun lalu untuk mendukung proyek aplikasinya. Upayanya membuahkan hasil, dia berhasil mengumpulkan lebih dari US$ 10.000.

“Saya pikir ketekunan sangat penting. Jangan pernah biarkan orang lain mengatakan bahwa kamu seharusnya tidak berada di bidang yang paling kamu inginkan,” kata Yang.

Baca juga: Anti Meledak, Peneliti Ciptakan Baterai dari Air

Saat ini, Yang bekerja dengan tim internasional yang mencakup desainer di California dan pengembang yang berbasis di Cologne, Jerman. Kepala kantor perusahaan teknologi Kairos, start-up AI yang teknologinya digunakan dalam aplikasi Timeless, sekarang menjadi penasihat Yang.

Dia mengatakan, kepada para pengusaha muda agar percaya pada diri mereka sendiri, karena remaja hari ini akan menjadi pemimpin di masa depan.

“Teknologi telah memberdayakan anak-anak dari semua lapisan masyarakat untuk mewujudkan ide-ide mereka. Beri tahu orang-orang tentang ide anda dan cari tahu siapa yang dapat mendukungnya, pada akhirnya anda akan menemukan orang-orang itu,” katanya. [BA/HBS]

Sumber: SCMP