spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1374

Teknologi Ngecas Galaxy S10+ Mirip Huawei Mate 20 Pro?

0

Telko.id, Jakarta – Teknologi reverse wireless charging seperti yang terdapat di Huawei Mate 20 Pro besar kemungkinan bakal hadir di smartphone flagship terbaru Samsung, Samsung Galaxy S10+. Teknologi itu dikonfirmasi kehadirannya, berkat adanya bocoran foto render yang diterbitkan oleh situs WinFuture.

Melansir dari phoneArena, Kamis (07/02/2019), foto hasil rekayasa 3D tersebut memperlihatkan casing Samsung Galaxy Buds yang disimpan di body belakang Samsung Galaxy S10+ sambil diisi baterainya.

Perlu diketahui, teknologi reverse wireless charging merupakan teknologi pengisian secara nirkabel yang menggunakan sumber daya dari baterai smartphone untuk mengisi perangkat lainnya yang mendukung teknologi wireless charging.

{Baca juga: 5 Teknologi Baru di Samsung Galaxy S10}

Semakin sering pengguna memanfaatkan teknologi ini, maka akan berpengaruh pada masa pakai baterai pada smartphone mereka, termasuk Samsung Galaxy S10+.

Samsung sendiri memang sedang bersiap meluncurkan smartphone flagship perdana keluaran tahun ini, yakni Samsung Galaxy S10. Informasi menyebut, penjualan perdana Galaxy S10 bakal digelar pada awal Maret 2019.

Seri flagship itu dipastikan akan diperkenalkan pada ajang Galaxy Unpacked Event 2019 pada 20 Februari mendatang. Kemudian, sekitar satu minggu hingga dua minggu kemudian, biasanya Samsung melakukan penjualan resmi produk anyarnya, tepatnya pada 8 Maret 2019.

{Baca juga: Siapkan Dompet! Ini Tanggal Penjualan Perdana Galaxy S10}

Samsung Galaxy S10+ maupun S10 akan mengadopsi desain fullscreen terbaru, yakni Infinity-O. Dengan mengadopsi desain itu, bisa jadi aspek rasio layar ke body pada Samsung Galaxy S10+ mencapai 93,4%, yang artinya hampir seluruh bagian depan smartphone tertutup oleh bentangan layar.

Smartphone tersebut diprediksi bakal ditenagai oleh prosesor Samsung Exynos 9820 atau Qualcomm Snapdragon 855, serta sistem operasi One UI berbasis Android Pie.

Untuk menunjang waktu penggunaan perangkat yang lebih lama, ponsel pintar ini pun dilengkapi dengan baterai besar berkapasitas 4.000 mAh. (FHP)

Catat! Ini Tanggal Peluncuran Huawei P30 dan P30 Pro

0

Telko.id, Jakarta – Huawei tampaknya enggan mengikuti jejak brand kompetitor lainnya, seperti LG, Sony, sampai Samsung yang bakal merilis smartphone flagship-nya di ajang Mobile World Congress (MWC). Sebab, brand asal China ini memilih menggelar acara sendiri untuk memperkenalkan smartphone andalan terbarunya, Huawei P30 dan Huawei P30 Pro.

Huawei bakal meluncurkan P30 Series pada sebuah acara khusus yang digelar di Paris, Prancis pada akhir bulan Maret mendatang.

Menurut phoneArena, seperti dilansir Telko.id pada Kamis (07/02/2019), hal ini dipastikan langsung oleh Huawei Polandia, meski memang Huawei secara keseluruhan belum memberikan konfirmasi secara langsung.

{Baca juga: Makin Canggih, Huawei P30 Pro punya Empat Kamera}

“Posisi bisnis perusahaan yang kuat antara lain karena keberhasilan penjualan smartphone flagship seperti P20 Series dan Mate 20 Series yang dikombinasikan dengan permintaan selanjutnya untuk produk-produk dari segmen harga menengah,” ujar Huawei Polandia.

“Pada akhir Maret tahun ini, Huawei akan menghadirkan smartphone terbaru dari seri P di Paris,” tambah mereka.

Seperti diketahui sebelumnya, bahwa Huawei P30 akan diberikan berbagai peningkatan signifikan, khususnya di bagian kamera. Seperti P30 Pro misalnya, smartphone ini akan memiliki empat kamera belakang yang diperkirakan akan menjadi trendsetter di tahun depan.

{Baca juga: Huawei P30 Pro Punya Sensor 3D Lebih Baik?}

Begitu juga dengan seri Huawei P30 yang akan mendapatkan tambahan sensor kamera belakang, dari dua sensor kamera menjadi tiga kamera dengan resolusi pada lensa utamanya sebesar 40 MP.

P30 Pro dikabarkan pula akan mengusung teknologi sensor sidik jari di dalam layar. Atau bisa jadi, sensor sidik jari itu ditempatkan di tombol Home seperti P20 Pro.

Di bagian depan, ponsel P30 maupun P30 Pro mengadopsi desain layar memanjang dengan poni berbentuk Waterdrop Notch, seperti Oppo R17 Pro, Oppo F9, dan sejenisnya. Namun, spesifikasi lain ponsel tersebut belum terungkap. (FHP)

Kominfo Identifitasi 175 Konten Hoaks Pada Bulan Januari 2019

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengidentiifikasi sebanyak 175 konten hoaks yang menyebar di internet dan media sosial selama Bulan Januari 2019. Jumlah konten hoaks terbanyak ditemukan pada tanggal 22 Januari 2019 yakni sebanyak 11 konten.

Hasil pemantuan konten internet dan media sosial yang dilakukan oleh Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, rata-rata sehari menemukan 4 sampai 6 konten hoaks dari beragam isu.

Selama Bulan Januari 2019, jumlah isu hoaks atau disinformasi yang berkaitan dengan Pemilihan Umum ditemukan sebanyak 81 konten. Salah satu yang berdampak mendapatkan perhatian publik adalah hoaks Temuan 7 Kontainer Surat Suara Sudah Dicoblos di Tanjung Priok, Isu PKI, Ijazah, sampai berkaitan dengan Simbol Jari.

Sementara untuk hoaks atau disinformasi yang berkaitan dengan peristiwa sebanyak 22 konten. Contohnya antara lain hoaks yang berkaitan dengan Aksi Bunuh Diri di Sukorajo, Video Orang Yang Telah di Makamkan Selama 4 Hari Kembali Hidup, atau  Pakai OVO Bayar Pendidikan Dapat Cashback 60%.

Adapun isu pemerintahan ditemukenali sebanyak 13 konten. Beberapa diantaranya hoaks mengenai Kemenag Memberi Lampu Hijau pada LGBT, Pengangkatan Honor K2 Jadi PNS, hingga RAzia STNK dan Lowongan Kerja di Rumah Sakit.

Mengenai isu agama juga ditemukan 9 konten, misalmya yang berkaitan dengan Muslim Ughyur, Larangan Shalat Jumat di Perusahaan Cina, atau yang menarik perhatian publik berkaitan dengan ceramah Kyai Said Aqil Siradj dalam acara internal Muslimat NU.

Adapun isu yang berkaitan dengan bencana, makanan dan tokoh ditemukenali masing-masing sebanyak 8 konten. Soal bencana misalnya berkaitan dengan angin kencang di Ancol, Potensi Gempa 8 SR, Banjir Katulampa sampai Gempa Susulan di Jawa Barat.

Hoaks yang berkaitan dengan makanan yang dapat diidentifikasi antara lain soal garam yang tidak boleh dimasak, lintah di kangkung, mie instan penyebab kanker sampai es krim yang mengandung lemak babi.

Tokoh yang dikaitkan dengan paling banyak dimunculkan dalam konten hoaks antara lain Presiden Joko Widodo, Ahok, dan Ustadz Arifin Ilham.

Mengenai keamanan dan teknologi masing-masing 4 konten. Selebihnya berkaitan dengan kecelakaan (3 konten) dan lingkungan (1 konten).

Yang berkaitan dengan teknologi misalnya mengenai keychain GPR, main HP sebabkan mata bengkak dan blokir SMS.

Kementerian Kominfo mengimbau agar warganet dan pengguna media sosial atau aplikasi pesan instan tidak menyebarluaskan informasi hoaks dalam bentuk apapun. Jika ditemukan adanya indikasi informasi yang mengandung hoaks, warganet dapat melaporkanya melalui aduankonten.id atau akun @aduankonten. (Icha)

 

 

 

XpLay & BombAXIS, Program Loyalitas Pelanggan Barunya XL

0

Telko.id – Program loyalitas pelanggan memang terbuti ampuh bisa membuat pelanggan tidak berpindah kelain operator. Seperti yang dilakukan oleh XL pada program  XTRAVAGANZA dan FANTAXIS yang diulang terus sampai 7 sesi. Supaya pelanggan tidak bosan, program diubah menjadi rogram Kuiz Baru “XpLay & BombAXIS”.

Tidak seperti program sebelumnya, program kuiz baru ini berbasis website. Setelah melakukan pendaftaran melalui SMS, setiap peserta akan mendapatkan balasan SMS berupa link website dan password yang digunakan untuk mengakses permainan kuiz “XpLay & BombAXIS” di www.xplay.co.id atau www.bombaxis.co.id.Terdapat empat babak yakni Babak Gratis, Babak Premium, Babak VIP dan Babak Super VIP.

Program “XpLay & BombAXIS”, untuk periode perdana nya dapat diikuti pelanggan XL dan AXIS mulai 25 Januari hingga 24 April 2019 mendatang.

“Kami melihat bahwa respon pelanggan terhadap program ini sangat tinggi, tercatat jumlah pelanggan yang mengikuti program XTRAVAGANZA & FANTAXIS periode ini lebih dari 3 juta peserta, karena itulah kami terus melanjutkan program ini termasuk pada kesempatan ini kami juga meluncurkan program kuiz baru “XpLay & BombAXIS”. Ini merupakan salah satu upaya kami untuk memberikan apresiasi yang terbaik kepada pelanggan setia yang telah berkontribusi besar terhadap kemajuan perusahaan ini,” ujar Allan Bonke, Direktur Komersial XL Axiata.

Hadiah Program “XpLay & BombAXIS” akan berupa uang tunai dengan total mencapai Rp.350 juta ditambah dengan gadget menarik.

Sedangkan untuk Program XTRAVAGANZA & FANTAXIS Sesi-7 yang lalu, telah dibagikan hadiah untuk kategori Babak Eksklusif pelanggan dari Depok dan Indramayu, Jawa Barat, berhasil meraih hadiah utama berupa uang tunai masing-masing Rp 250 Juta.

Pelanggan dari Bogor, Jawa Barat, berhasil menjadi pemenang babak Gamedom berhak meraih hadiah uang tunai Rp 100 juta. Sementara itu untuk Babak Gratis, pelanggan dari DKI Jakarta memenangi uang tunai Rp 40 Juta dan pelanggan dari Bogor memenangi uang tunai Rp 20 juta dan Rp 10 juta, serta hadiah handphone Samsung S9+ dan LG G7 ThinQ berhasil diraih oleh pelanggan dari DKI Jakarta dan Ciranjang, Jawa Barat. (Icha)

Awas! Smartwatch Ini Bikin Anak-anak Rentan Dihubungi Penculik

0

Telko.id, Jakarta – Komisi Eropa (EC) telah memerintahkan penarikan smartwatch yang diperuntukan bagi anak-anak. EC menilai, smartwatch anak-anak dapat membiarkan mereka rentan dihubungi dan ditemukan oleh penculik dan orang-orang jahat lainnya.

Dalam peringatan tersebut, EC mengatakan, bahwa smartwatch anak-anak bernama Enox Safe-Kid-One dapat mengakibatkan risiko yang cukup serius.

EC menilai, produk sama sekali tidak melindungi data pengguna. Sebab, data yang dikirim ke smartwatch, dan dari smartwatch tidak terenkripsi, sehingga data dapat dengan mudah diambil dan diubah oleh seseorang yang ingin berbuat jahat.

{Baca juga: Main Gadget Malam Hari Bikin Anak-anak Susah Tidur}

“Orang jahat dapat mengirim perintah ke samrtwatch mana pun dan memanggil nomor lain yang dipilihnya, dapat berkomunikasi dengan anak yang memakai perangkat atau menemukan anak itu melalui GPS,” jelas EC.

EC juga telah memerintahkan otoritas publik di seluruh Eropa agar menarik kembali produk Enox Safe-Kid-One. Sementara itu, Enox mengatakan bahwa keputusan dari EC dianggap berlebihan. Mereka menyatakan, pihaknya telah mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

Seperti dikutip Telko.id dari BBC, Rabu (06/02/2019), pendiri Enox, Ole Anton Bieltvedt menegaskan bahwa smartwatch mereka telah lulus tes yang diberikan oleh regulator Jerman pada tahun lalu yang memungkinkannya untuk dijual. Sedangkan, versi yang diuji oleh komisi saat ini sudah tidak dijual lagi.

{Baca juga: IMO S2, Smartphone Khusus Anak-anak dengan Desain Kekinian}

Bieltvedt mengatakan, distributor Enox di Islandia telah mengajukan protes keras dan mereka telah mengajukan banding ke pihak berwenang yang bertanggung jawab, sekaligus mengajukan permintaan kepada EC untuk menarik keputusannya.

Untuk diketahui, perangkat Enox Safe-Kid-One dilengkapi dengan GPS, mikrofon, dan speaker, serta memiliki aplikasi pendamping yang memungkinkan orang tua mengawasi lokasi pemakainya dan menghubungi mereka.

Tahun lalu, para peneliti keamanan sudah melakukan serangkaian tes atau uji coba pada smartwatch yang ditujukan untuk anak-anak itu. Hasilnya, ditemukan beberapa kekurangan. Para ahli keamanan menemukan, smartwatch ini memudahkan bagi siapa saja untuk melacak posisi anak-anak. (BA/FHP)

Gara-gara Charger Palsu, Pria 24 Tahun Tewas Kesetrum

0

Telko.id, Jakarta – Kritsada Supol, seorang pria di Chonburi, Thailand, ditemukan tewas dengan konsidi masih mengenakan earphone. Aksesori itu digunakan pada ponsel yang terhubung juga dengan charger, yang diduga menggunakan charger palsu.

Dilansir The Sun, seperti dikutip Telko.id pada Rabu (06/02/2019), polisi menemukan jenazah Supol di kamar tidur. Kuat dugaan, ponsel meledak gara-gara diisi daya baterai menggunakan charger palsu berharga murah.

Menurut laporan, orang yang kali pertama menemukan jazad Supol tergeletak adalah pengelola apartemen. Ia menemukan jenazah Supol ketika mengunjungi kamarnya pada Minggu (03/02) pagi waktu setempat.

{Baca juga: 3 Mitos Baterai Ponsel yang Selalu Dibahas, Faktanya?}

Saat ditemukan, di tubuh Supol terdapat luka seperti bekas terbakar. Ada jejak hangus di sekitar telinga pria berusia 24 tahun tersebut. Kepolisian Phan Thong kemudian datang dan langsung membawa jenazahnya.

Kapten Polisi Jaleuk Polthong menyatakan, bahwa jajarannya masih melakukan otopsi terhadap jenazah korban. Ia meyakini Supol tewas kesetrum ketika mengenakan earphone sambil mengecas ponsel di kamar tidur.

{Baca juga: 4 Tips Sederhana agar Smartphone Tidak Meledak}

“Kami yakin hubungan arus pendek mengakibatkan korban tewas. Saat peristiwa terjadi, mungkin korban sedang mendengarkan musik atau mengobrol dengan seseorang,” tutur Polthong lewat pernyataan resmi.

Ia menambahkan, kualitas pengisi daya yang buruk juga berpotensi menjadi faktor lain penyebab insiden mematikan itu. Sebab ia menjelaskan, charger berharga palsu dan murah tidak akan menurunkan daya listrik. (SN/FHP)

Fintech BUMN ‘Bersatu’ Buat Lawan GoPay dan Ovo

0

Telko.id – Dalam naungan PT. Fintek karya Nusantara (Finarya), fintech BUMN bersatu buat melawan kejayaan GoPay dan Ovo. Finarya ini menjadi induk dan mengelola layana dompet digital milik para BUMN. Dengan kepemilikian Telkomsel yang merupakan anak usaha Telkom ini sebesar 25% saham, Bank Mandiri, BNI dan BRI masing-masing 20% dan sisanya dimiliki Pertamina.

Namanya produknya LinkAja yang akan menggabungkan produk T-cash milik Telkomsel, Yap! milik BNI, e-Cash milik Bank Mandiri dan T-bank dari Bank BRI. Secara operational, nanti nya akan dikendalikan juga oleh telkomsel. Dalam tahap awal ini, Telkomsel telah mengalihkan T-cash ke Finarya dan bertransformasi menjadi LinkAja.

LinkAja menghadirkan layanan keuangan elektronik yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan beragam fitur pembayaran seperti pembayaran tagihan (antara lain listrik, air, asuransi, internet dan lain-lain), transaksi di merchant baik lokal maupun nasional, pembayaran moda transportasi, pembelian online hingga layanan keuangan lainnya seperti transfer saldo antar Pelanggan.

Dalam pengumuman perusahaan, T-cash akan berubah menjadi LinkAja mulai 21 Februari 2019.

“LinkAja merupakan sebuah layanan keuangan elektronik yang merupakan sinergi layanan keuangan elektronik dari berbagi Bank Usaha Milik Negara (BUMN),” ujar manajemen T-cash seperti dikutip dari Website, Senin (4/2/2019).

Dalam proses ini pelanggan hanya perlu melakukan update aplikasi T-Cash menjadi aplikasi LinkAja di android dan iOS. Akun pelanggan akan secara otomatis dikonversi menjadi akun Linkaja bersamaan dengan update aplikasi T-Cash menjadi LinkAja.

Manajemen menambahkan sejak 21 Februari layanan T-Cash tidak dapat diakses lagi. Pelanggan pun tidak bisa menggunakan aplikasi T-Cash sebelumnya.

Jika Pelanggan tidak bersedia menjadi Pelanggan LinkAja, maka Pelanggan dapat menutup akunnya di GraPARI Telkomsel terdekat. Jika terdapat sisa saldo TCASH, maka Pelanggan dapat melakukan penarikan saldo di Grapari Telkomsel terdekat dengan membawa kartu identitas Pelanggan.

Persaingan Ketat di Mobile Payment

Yang harus dikejar oleh LinkAja ini memang termasuk kelas berat. GoPay misalnya, yang baru saja diluncurkan pada 2016 telah memiliki Gross Transaction Volume (GTV) lebih tinggi dibanding TCASH atau Mandiri e-Cash yang lahir duluan.

Lalu, Ovo, sepanjang 2018, pengguna nya meningkat 400% hanya dalam waktu setahun. Sementara volume transaksi OVO tumbuh 75 kali lipat di  tahun lalu, atau sekitar satu miliar transaksi.

Padahal, estimasi yang dibuat oleh Metra Digital Inovation (MDI) dan Mandiri Sekuritas tahun 2017 lalu, pada 2020 yang akan datang layanan mobile payment akan mencapai sekitar 3% dari nilai GDP Indonesia.

Lalu, MDI dan Mandiri Sekuritas juga memproyeksi pasar mobile payment ini akan mencapai Gross Transaction Volume (GTV) sebesar Rp. 459 Triliun atau sekitar 30 Miliar US Dolar pada tahun 2020. Dengan Compound Annual Growth Rate atau CAGR 158% antara 2016 sampai 2020 mendatang.

Artinya, pasar ini sangat besar dan membuka peluang bagi LinkAja untuk bisa ikut berperan banyak bagi masyarakat Indonesia. (Icha)

Setelah Xiaomi Mi 9, Giliran Black Shark 2 Nongol di Weibo

0

Telko.id, Jakarta – Setelah sebelumnya terungkap bocoran Xiaomi Mi 9, kini dilaporkan Xiaomi sedikit lagi menuntaskan pengembangan ponsel gaming generasi ketiga bernama Black Shark 2. Kode namanya Skywalker. Informasi itu datang via unggahan Xiaomi di jejaring sosial Weibo.

Dalam unggahan Xiaomi di jejaring sosial asal China tersebut, Direktur Produk Xiaomi, Wang Teng Thomas, mengungkapkan informasi soal ponsel baru berkode Skywalker kepada penggemar. Ia bahkan mengakui ada Black Shark versi baru.

Wang Teng Thomas juga mengklaim bahwa perangkat baru Xiaomi itu bakal berciri khas dan dilengkapi dengan teknologi canggih. Sebelumnya, memang beredar informasi bahwa Xiaomi tengah mengembangkan penerus Black Shark sejak April 2017.

{Baca juga: Bos Xiaomi Pamer Smartphone Lipat, Mi Mix Flex?}

Dikutip Telko.id dari Timesnow, Selasa (5/2/2019), Black Shark terbaru tersebut akan didukung oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 855 dengan RAM 8GB. Sistem operasinya Android 9.0 Pie. Xiaomi ingin Black Shark 2 lebih paten ketimbang Black Shark, yang rilis pada April 2017 lalu.

Tak cuma itu, Xiaomi menggadang Black Shark 2 lebih mutakhir daripada Black Shark Helo dengan RAM 10GB, yang meluncur pada Oktober 2018. Black Shark 2 kemungkinan resmi rilis ke publik pada Maret atau April tahun 2019 mendatang.

Sebelumnya, bocoran ponsel flagship terbaru Xiaomi yang diperkirakan akan meluncur tahun ini, Xiaomi Mi 9, muncul ke permukaan. Dari bocoran yang beredar di dunia maya, Xiaomi Mi 9 memiliki tiga kamera utama di bagian belakang.

{Baca juga: Bos Xiaomi Gak Sengaja Bocorkan Desain Xiaomi Mi 9}

Bocoran tersebut disebar oleh Xiaomi Product Manager, Wang Teng Thomas, melalui akun Weibo. Namun, selang beberapa saat, unggahan langsung ia hapus. Tapi, situs Slashleaks sempat mengambil screenshot unggahan Thomas sebelum dihapus. [SN/HBS]

Sumber: Times NowNews

Apple Jual iPhone X Daur Ulang, Segini Harganya

0

Telko.id, JakartaApple kabarnya mulai menjual iPhone X versi daur ulang melalui toko online resmi bagi pengguna di Amerika Serikat dan Inggris. Ponsel tersebut dipasarkan seharga mulai USD 769 atau Rp 10,7 juta per unit.

Seperti dikutip Telko.id dari The Apple Post, Selasa (5/2/2019), iPhone X edisi refurbish itu dipasarkan dalam versi ruang penyimpanan internal berkapasitas 64GB serta tanpa bundling dengan operator seluler mana pun.

Penawaran harga tersebut diyakini untuk memposisikan iPhone X versi daur ulang setara dengan iPhone XR. Ponsel iPhone XR tampil lebih unggul berkat chipset A12 dan layar LCD lebih besar ketimbang AMOLED milik iPhone X.

Persamaan antara iPhone X dan iPhone XR terletak dalam hal dukungan kamera belakang. Jumlahnya sama-sama dua lensa. Unit daur ulang iPhone X telah melewati proses inspeksi, pengujian, pembersihan, dan pengemasan kembali.

{Baca juga: Cuci Gudang! Apple Jual Murah iPhone SE}

Bahkan, menurut informasi resmi dari Apple, unit iPhone X versi refurbish telah mendapatkan sertifikasi. Kotak kemasannya pun baru, dilengkapi buku panduan dan aksesori, serta baterai dan sasis atau cangkang luar gres.

Sementara iPhone X versi daur ulang dengan kapasitas ruang penyimpanan internal 256GB, dijual seharga USD 899 atau Rp 12,5 juta per unit. Apple sengaja memberi keunggulan guna memberi kesan ciamik di iPhone X daur ulang.

{Baca juga: Kamera Tunggal iPhone XR Terbaik Versi DxOMark}

Berdasarkan penjelasan dari pihak Apple, konsumen di Amerika Serikat dan Inggris yang berminat harus segera memesan iPhone X versi daur ulang. Sebab, Apple hanya menyediakan unit dalam jumlah sangat terbatas. [SN/HBS]

Sumber: The Apple Post

Samsung akan Luncurkan Smartwatch Anyar Galaxy Sport?

0

Telko.id, Jakarta – Saat ini, semua orang terobsesi dengan peluncuran Samsung Galaxy S10 yang segera dirilis. Namun, tahukah Anda, Samsung juga sedang bersiap untuk merilis smartwatch anyarnya dengan nama, Galaxy Sport. Apa istimewanya?

Sebuah bocoran telah menunjukan perangkat terbaru dari Samsung yang akan datang. Jam tangan pintar ini jauh lebih halus dan lebih bulat bila dibandingkan jam tangan Samsung sebelumnya, dan tidak memiliki bezel.

Wearable Device yang kemungkinan bernama Galaxy Sport ini tampak seperti versi bulat dari Apple Watch. Perangkat ini memiliki panel kaca melengkung di bagian atas, yang melekat halus ke badan logam.

{Baca juga: Galaxy Watch Bakal Ada Aplikasi Streaming Musik}

Ada dua tombol datar di samping dan penutup terbuka di bagian atas dan bawah. Ini tampak lebih modern dan jauh dari desain seperti arloji mekanik yang diupayakan Samsung sebelumnya.

Samsung Tizen UI telah lama menggunakan UI radial yang mudah dinavigasi dengan bezel yang berputar. Bagi sebagian orang, menavigasi antarmuka jam tangan pintar, sepertinya selalu merupakan cara yang hebat, tetapi rupanya Samsung mengubah segalanya.

Baca juga: Samsung Galaxy S10 akan punya “Layar Ajaib”?

Tidak ada bezel logam sama sekali pada gambar bocoran Galaxy Sport ini. Tidak ada lagi yang didapat dari sudut tunggal gambar ini, hanya tampak tali seperti berbahan silikon. Tapi siapa pun bisa menebak apa yang terjadi di bagian bawah arloji ini. [BA/HBS]

Sumber: Android Police