spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1368

Tak Mau Ketinggalan, Apple Ikutan Garap Ponsel Lipat?

0

Telko.id, Jakarta – Apple sepertinya akan menjadi pabrikan ponsel berikutnya, setelah Samsung, Huawei, dan Microsoft, yang akan memperkenalkan ponsel lipat. Kabar ini didapat setelah sebuah paten baru yang diajukan perusahaan mengemuka, menggambarkan perangkat yang memiliki layar fleksibel sehingga memungkinkannya melipat di tengah.

Berdasarkan gambar dalam paten, seperti dilaporkan Economic TImes, perangkat tersebut akan menampilkan beberapa bagian dengan engsel. Arsitekturnya sedemikian rupa sehingga memungkinkannya dilipat ke dua arah. Tak hanya itu, layarnya juga bisa melipat dengan konfigurasi back-to-back atau saling berhadapan.

Dan itu bukan satu-satunya hal menarik, lantaran smartphone juga bisa dilipat menjadi tiga. Mengindikasikan ukuran yang secara keseluruhan jauh lebih besar.

{Baca juga: Kenalkan FlexPai, Ponsel Lipat Pertama di Dunia dengan SD8150}

Namun demikian, sama halnya dengan paten lainnya, paten Apple kali ini tak lantas menjadi indikasi bahwa perusahaan akan mengkomersialkan produk tersebut. Adakalanya, paten hanya bagian dari penelitian berkelanjutan sebuah perusahaan.

Saat sejumlah perusahaan ponsel saling berlomba membuat ponsel lipat, FlexPai malah berhasil membuat ponsel lipat pertama yang menjadi kenyataan.

Dilansir Telko.id, dari GSMArena, sebenarnya ini adalah tablet berukuran layar 7,8 inci yang dibentangkan dengan aspek rasio 4:3. Tablet ini dapat dilipat menjadi lebih kecil sehingga mudah digunakan.

Tak hanya itu, perangkat ini juga merupakan gadget pertama yang menggunakan Snapdragon 8150 7nm.

Ponsel lipat ini menggunakan layar AMOLED yang dapat dilipat dari bagian tengah. Sedangkan softwarenya disebut Water OS yang memungkinkan pengguna beralih dari layar penuh menjadi setengah dari layar, dan dapat menampilkan setengah wallpaper.

Pengguna harus memilih, bagian setengah mana yang akan digunakan, meskipun layar yang dilipat memiliki bagian layar sedikit lebih banyak.

Ponsel ini juga dilengkapi kamera ganda, yang dapat digunakan untuk selfie dan melalkukan panggilan video.
Kamera yang disematkan pada ponsel ini adalah kamera 16 + 20MP, dan kedua lensanya memiliki lensa telefoto.

Samsung Galaxy Tab S5e, Tablet Pertama dengan Bixby 2.0

0

Telko.id, Jakarta – Samsung baru-baru ini memperkenalkan tablet barunya yang diberi nama Samsung Galaxy Tab S5e. Didesain untuk konektivitas dan hiburan, perangkat ini membawa sejumlah pintar ke dalam bodinya yang tipis dan ringan. Termasuk layar besar berukuran 10.5 inci dan fitur asisten digital Bixby 2.0.

Diungkapkan DJ Koh, President and CEO of IT & Mobile Communications Division, Samsung Electronics, perangkat ini ditujukan untuk konsumen yang menginginkan kecerdasan untuk memastikan mereka tetap terkoneksi, sehingga dapat mengerjakan lebih banyak hal.

“Layar besar dan indah dihadirkan untuk pengalaman hiburan kaya dan premium,” katanya melalui keterangan resmi.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10 Bakal Punya Charger Nirkabel Terbalik}

Samsung Galaxy S5e tampil dengan bodi yang sangat tipis, dengan ketebalan 5,5 mm dan berat 400 gram. Di bawahnya, kita akan menemukan prosesor 64bit Octa-core processor (2×2.0 GHz & 6×1.7 GHz), yang dikombinasikan dengan RAM 4/6GB dan penyimpanan internal 64GB dan 128GB.

Di sektor kamera, Galaxy Tab 5Se membawa resolusi 13MP di bagian belakang dan 8MP di bagian depan. Lengkap dengan Port USB3.1 (Type C) dan Bixby 2.0.

{Baca juga: Hands-on Samsung Galaxy M20: Smartphone Berponi Khusus Milenial}

“Sebagai tablet Samsung pertama yang menghadirkan Bixby 2.0 , Tab S5e menawarkan cara yang lebih cerdas dan mudah untuk berinteraksi dengan perangkat,” imbuh DJ Koh.

Galaxy Tab 5Se tersedia dalam balutan warna monokromatik termasuk Silver, Black, dan Gold dan akan tersedia di negara-negara tertentu termasuk Amerika Serikat, Jerman dan negara-negara lain mulai dari kuartal kedua 2019. [IF/HBS]

Siap-siap! iPhone XS Warna Merah akan Meluncur di China

0

Telko.id, Jakarta – Setelah tersedia dalam tiga pilihan warna, yakni gold, silver dan space grey, warna merah sepertinya akan dipilih Apple untuk menjadi varian iPhone XS dan iPhone XS Max berikutnya. Menurut rumor terbaru, iPhone XS warna merah siap meluncur di China pada akhir bulan ini.

Dilaporkan GSMArena, Sabtu (16/02/2019), tidak seperti smartphone merah Apple sebelumnya, warna merah kali ini tidak akan membawa branding PRODUCT (RED).

Ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan, mengingat iPhone 7 dan iPhone 8 merah yang dijual di China juga tidak menggunakan branding tersebut. Meskipun secara internasional dikenal sebagai model PRODUCT (RED). Sebaliknya, nama resmi varian warna untuk XS dan XS Max adalah China Red.

{Baca juga: Google Terang-terangan Ledek Kamera iPhone XS}

Hingga berita ini diturunkan, tidak diketahui apakah varian iPhone XS dan XS Max merah ini akan tersedia juga di pasar lainnya di luar China. Satu hal yang pasti, untuk harga kemungkinan masih akan sama dengan varian lainnya, yang telah lebih dulu dipasarkan.

Apple menyematkan memori internal maksimal hingga 512GB untuk duo iPhone XS dan XS Max. Di sektor kamera. iPhone XS dan XS Max punya kamera ganda di bagian belakang dengan resolusi masing-masing 12MP lensa wide-angle aperture f/1.8 dan 12MP lensa telephoto aperture f/2.4 dengan 2x optical-zoom.

{Baca juga: Studi: Orang Indonesia Kerja Ribuan Jam Demi iPhone XS}

iPhone XS dan XS Max tersedia dalam tiga varian warna (gold, silver, abu-abu) dan tiga konfigurasi memori (64GB, 256GB, dan 512GB). Harga iPhone XS mulai 999 dollar AS (Rp 14,3 jutaan), sementara harga iPhone XS Max mulai 1.099 dollar AS (Rp 15,8 jutaan). [IF/HBS]

Siap-siap! iPhone XS Warna Merah Siap Meluncur di China

0

Telko.id, Jakarta – Setelah tersedia dalam tiga pilihan warna, yakni gold, silver dan space grey, warna merah sepertinya akan dipilih Apple untuk menjadi varian iPhone XS dan XS Max berikutnya. Menurut rumor terbaru, perusahaan bakal memperkenalkan dua ponsel andalan tersebut dengan warna merah di China, sekitar akhir bulan ini.

Dilaporkan GSMArena, Sabtu (16/02/2019), tidak seperti smartphone merah Apple sebelumnya, warna merah kali ini tidak akan membawa branding PRODUCT (RED). Ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan, mengingat iPhone 7 dan iPhone 8 merah yang dijual di China juga tidak menggunakan branding tersebut. Meskipun secara internasional dikenal sebagai model PRODUCT (RED). Sebaliknya, nama resmi varian warna untuk XS dan XS Max adalah China Red.

{Baca juga: Google Terang-terangan Ledek Kamera iPhone XS}

Hingga berita ini diturunkan, tidak diketahui apakah varian iPhone XS dan XS Max merah ini akan tersedia juga di pasar lainnya di luar China. Satu hal yang pasti, untuk harga kemungkinan masih akan sama dengan varian lainnya, yang telah lebih dulu dipasarkan.

Apple menyematkan memori internal maksimal hingga 512GB untuk duo iPhone XS dan XS Max. Di sektor kamera. iPhone XS dan XS Max punya kamera ganda di bagian belakang dengan resolusi masing-masing 12MP lensa wide-angle aperture f/1.8 dan 12MP lensa telephoto aperture f/2.4 dengan 2x optical-zoom.

{Baca juga: Studi: Orang Indonesia Kerja Ribuan Jam Demi iPhone XS}

iPhone XS dan XS Max tersedia dalam tiga varian warna (gold, silver, abu-abu) dan tiga konfigurasi memori (64GB, 256GB, dan 512GB). Harga iPhone XS mulai 999 dollar AS (Rp 14,3 jutaan), sementara harga iPhone XS Max mulai 1.099 dollar AS (Rp 15,8 jutaan).

Samsung Rilis Galaxy Tab S5e, Pertama dengan Bixby 2.0

0

Telko.id, Jakarta – Samsung baru-baru ini memperkenalkan tablet barunya yang diberi nama Galaxy Tab S5e. Didesain untuk konektivitas dan hiburan, perangkat ini membawa sejumlah pintar ke dalam bodinya yang tipis dan ringan. Termasuk layar besar berukuran 10.5 inci.

Diungkapkan DJ Koh, President and CEO of IT & Mobile Communications Division, Samsung Electronics, perangkat ini ditujukan untuk konsumen yang menginginkan kecerdasan untuk memastikan mereka tetap terkoneksi, sehingga dapat mengerjakan lebih banyak hal.

“Layar besar dan indah dihadirkan untuk pengalaman hiburan kaya dan premium,” katanya melalui keterangan resmi.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10 Bakal Punya Charger Nirkabel Terbalik}

Samsung Galaxy S5e tampil dengan bodi yang sangat tipis, dengan ketebalan 5,5 mm dan berat 400 gram. Di bawahnya, kita akan menemukan prosesor 64bit Octa-core processor (2×2.0 GHz & 6×1.7 GHz), yang dikombinasikan dengan RAM 4/6GB dan penyimpanan internal 64GB dan 128GB.

Di sektor kamera, Galaxy Tab 5Se membawa resolusi 13MP di bagian belakang dan 8MP di bagian depan. Lengkap dengan Port USB3.1 (Type C) dan Bixby 2.0.

{Baca juga: Hands-on Samsung Galaxy M20: Smartphone Berponi Khusus Milenial}

“Sebagai tablet Samsung pertama yang menghadirkan Bixby 2.0 , Tab S5e menawarkan cara yang lebih cerdas dan mudah untuk berinteraksi dengan perangkat,” imbuh DJ Koh.

Galaxy Tab 5Se tersedia dalam balutan warna monokromatik termasuk Silver, Black, dan Gold dan akan tersedia di negara-negara tertentu termasuk Amerika Serikat, Jerman dan negara-negara lain mulai dari kuartal kedua 2019.

Satelit Palapa Nusantara Dua Milik Indosat Bakal Meluncur 2020

0

Telko.id – Indosat Ooredoo dengan visinya menjadi perusahaan digital terdepan di Indonesia, menegaskan komitmennya sebagai penyedia jasa satelit untuk menunjang bisnis media broadcasting di Indonesia. Hal ini terwujud pada penyelenggaraan Business Connect: Media Broadcaster, dengan tema akselerasi masa depan bisnis media penyiaran lewat Satelit PALAPA NUSANTARA DUA yang diselenggarakan di Jakarta (12/2).

“Indosat Ooredoo menyadari pentingnya teknologi satelit untuk menunjang bisnis penyiaran di Indonesia. Oleh karena itu, kami menyediakan Satelit Palapa Nusantara Dua yang akan diluncurkan pada tahun 2020 sebagai pengganti Satelit Palapa D, untuk menyediakan layanan media penyiaran di Indonesia,“ ungkap Intan Abdams Katoppo, Chief Business Officer Indosat Ooredoo dalam pernyataan tertulisnya.

Indosat Ooredoo menargetkan peluncuran Satelit Palapa Nusantara Dua selesai pada bulan Mei 2020 dengan seamless migration process dimana dampak transisi dari Palapa D ke Palapa Nusantara Dua sangat minim dirasakan oleh pelanggan. Satelit ini akan menempati slot orbit yang sama dengan Palapa D yaitu di 113­O Bujur Timur.

Indosat Ooredoo bersama dengan PT Pintar Nusantara Sejahtera (Pintar) dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) melalui perusahaan joint venture bernama PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS) telah menandatangani kesepakatan kerjasama untuk pembelian satelit dengan produsen satelit terkemuka asal Tiongkok, China Great Wall Industry Corporation (CGWIC).

Penandatanganan ini sempat disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dalam acara Asia Pacific Satellite Communications Systems International Conference (APSAT) 2017 di Jakarta.

Indosat Ooredoo mengoperasikan satelit Palapa–D yang diluncurkan bulan Agustus 2009 di China dan akan berakhir umurnya pada tahun 2020. Peluncurannya dilakukan oleh teknisi-teknisi terbaik dari Indosat Ooredoo. Kapasitas transponder dalam Palapa–D disewakan kepada operator penyiaran dan telekomunikasi. Layanan satelit penunjang lain termasuk pemakaian untuk layanan TV, link Indosat Ooredoo TV, layanan jaringan privat, akses Internet, dan multimedia serta konferensi video.

“Satelit di orbit 113­O Bujur Timur merupakan ekosistem utama bagi penyiaran di Indonesia yang menggunakan layanan Free to Air, termasuk bagi mayoritas broadcaster lokal. Kami yakin satelit ini memiliki peranan vital dalam menyampaikan informasi ke masyarakat lewat lembaga penyiaran dan lebih jauh berguna untuk menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.” Tutup Intan. (Icha)

 

 

Smartphone Murah Google akan Dirilis, Penjualan iPhone Terancam?

0

Telko.id, Jakarta – Selain Google Pixel seri terbaru, Google kabarnya bakal merilis smartphone murah di tahun ini. Raksasa pencarian ini menghadirkannya untuk mendorong lini bisnis perangkat keras, sekaligus menarik minat pengguna agar beralih ke ekosistem milik Google.

Jika benar, dikutip Telko.id dari Macrumors, Jumat (15/02/2019), smartphone murah Google bakal menjadi yang berkelas non-premium pertama dengan target pasar yang “sensitif” terhadap harga.

Pasar itu biasanya berada di negara-negara berkembang. Diperkirakan, harga smartphone Google tersebut akan lebih murah ketimbang dengan iPhone XR yang dibanderol sekitar Rp 15 juta.

{Baca juga: Aneh, Google Pixel Jadi Ponsel Paling Laris di AS}

Selain itu, harganya juga diperkirakan akan lebih murah daripada model terbaru Google Pixel yang dirilis pada Oktober 2018 lalu yang dibanderol mulai harga USD 799 atau lebih kurang Rp 11,2 juta.

Selama ini, smartphone kelas mid-end ke high-end berharga antara USD 150 atau sekitar Rp 2,1 juta dan USD 700 atau sekitar Rp 9,8 juta. Untuk smartphone low-end, dijual seharga kurang dari USD 150. Google pun bergerak cepat untuk mengisi celah di lini itu.

Apabila smartphone murah Google benar-benar dirilis, bisa jadi akan cukup berpengaruh pada penjualan iPhone di masa yang akan datang. Sebab belum lama ini, penjualan iPhone pada kuartal IV 2018 di China turun 20 persen secara tahunan.

{Baca juga: Belum Dirilis, Ini Penampakan Google Pixel 3 Lite?}

Berbanding terbalik dari iPhone, penjualan Huawei justru mengalami kenaikan di Negeri Tirai Bambu hingga angka 23 persen. Artinya, angka penjualan iPhone cukup signifikan.

Sebelumnya, Analis Nomura, Anne Lee, bahkan memprediksi, penjualan iPhone akan kembali mengalami penurunan pada tahun ini dan tahun depan. Penurunan tersebut diprediksi dari angka 213 juta unit pada tahun lalu menjadi 204 juta unit pada tahun ini.

Menurut laporan 9to5mac, penurunan penjualan iPhone pada 2020 diprediksi menjadi 200 juta unit. Penurunan penjualan itu disebut didorong oleh sejumlah perubahan yang terjadi di departemen eksternal Apple. Apple akan mempertahankan desain iPhone X 2019. (SN/FHP)

XL Axiata ‘Shutdown’ 2G Untuk Memaksimalkan Layanan 4G

0

Telko.id – Jumlah pengguna 2G secara keseluruhan memang sudah mulai menurun. Banyak variable yang mempengaruhi. Namun, XL mempercepat mematikan, membongkar jaringan 2G nya untuk lebih fokus pada bisnis data dan menjadi penyedia internet selular.

Langkah ini, sudah dilakukannya sejak awal 2018. Yang dilakukan adalah mulai mengurangi jaringan 2G di area tertentu sambil terus mengurangi kapasitas di area lain di mana penggunaan 2G menurun.

Frekuensi yang ditinggalkan 2G itu, digunakan oleh XL Axiata untuk memperbarui sebagian besar nya untuk 4G. Inisiatif ini merupakan strategi bisnis XL Axiata untuk melakukan modernisasi jaringan yang berkelanjutan guna memastikan pengalaman dan layanan terbaik bagi pelanggan 4G.

Di sisi lain, ternyata dengan mempercepat mematikan, membongkar jaringan 2G membuat XL Axiata mencatat kerugian sebesar Rp 3,3 triliun. Hal ini terutama disebabkan oleh beban biaya penyusutan yang dipercepat. XL Axiata mencatat rugi bersih sebesar Rp 9 miliar setelah dinormalisasi pada akhir tahun 2018.

Beban penyusutan yang dimaksud adalah biaya penyusutan yang dipercepat di kuartal 4 2018 sehubungan dengan pengurangan penggunaan jaringan 2G terutama yang telah dimatikan, dibongkar dan usang atau tidak lagi digunakan.

Akselerasi depresiasi ini murni merupakan penghapusbukuan akuntansi, sebagai hasil dari masa manfaat yang lebih pendek, dan merupakan itemnon-tunai yang tidak akan mempengaruhi kelangsungan bisnis atau kemampuan untuk melunasi hutang. Selain itu, penghematan biaya dari listrik yang lebih rendah dan sewa serta pengurangan biaya penyusutan akan meningkatkan laba bersih XL Axiata di masa depan.

Terbukti, selama Tahun 2018, XL Axiata telah melakukan pembayaran kembali pinjaman bank sebesar Rp 1,65 triliun, pinjaman USD sebesar USD 350 juta, dan sukuk Rp 1.298 miliar melalui kombinasi refinancing dan dana internal. Per 31 Desember 2018, XL Axiata telah melunasi seluruh pinjaman USD. (Icha)

Pelanggan XL Yang Gunakan Smatrphone Capai 80%

0

Telko.id – Dari sisi jaringan, XL terus melakukan peningkatan pada transmisi, backhaul, modernisasi jaringan guna mendukung peningkatan lalu lintas data di seluruh jaringannya dan untuk memberikan stabilitas, memperluas kapasitas jaringan dan meningkatkan kualitas layanan datanya.

Hal ini diwujudkan dengan terus membangun jaringan 4G LTE yang saat ini difokuskan di wilayah luar Jawa. Hingga akhir tahun 2018, jaringan 4G Axiata telah melayani sekitar 400 kota/kabupaten dengan hampir 30 ribu BTS 4G. Sementara itu, jaringan 3G ditopang lebih dari 51 ribu BTS. Jumlah total BTS milik XL Axiata saat ini mencapai 118 ribu BTS.

Peningkatan investasi jaringan, terutama 4G LTE di luar Jawa di sepanjang 2018 tersebut telah menghasilkan pertumbuhan pada trafik dan pendapatan data yang sangat kuat. Alhasil, tahun ini wilayah luar Jawa menjadi kontributor utama lain bagi kinerja kuat XL Axiata. Pada sisi lain, keberadaan jaringan yang luas di luar Jawa ini juga ikut meningkatkan persepsi masyarakat atas kemampuan XL Axiata dalam melayani kebutuhan data di seluruh negeri.

Seiring dengan perluasan jaringan, XL Axiata juga telah meningkatkan kualitas jaringan dengan menerapkan beberapa teknologi inovatif di sepanjang 2018. Sebagai pemimpin dalam inovasi data, XL Axiata tahun ini juga melakukan uji coba teknologi 5G dan WiGig pertama di Kota Tua, Jakarta.

“Seiring dengan semakin kuatnya jaringan dan penawaran layanan data yang menarik, tercatat penetrasi smartphone XL Axiata telah meningkat 8 poin persentase menjadi 80% pada akhir 2018 dibandingkan dengan tahun lalu,” ungkap Dian Siswarini, CEO & Presiden Direktur XL Axiata menjelaskan dalam pernyataan tertulisnya.

Salah satu pendorong yang berperan besar pada peningkatan pelanggan ponsel cerdas ini adalah program bundling “XL Xtream” yang memberikan benefit berupa harga terjangkau serta akses YouTube. Daya tarik yang kuat dari program ini mampu mendorong migrasi lebih cepat pada pelanggan 2G ke 4G.

Saat ini XL Axiata memiliki total 54,9 juta pelanggan, di mana 43,9 juta atau 80% di antaranya adalah yang sudah menggunakan smartphone. Jumlah pengguna smartphone ini meningkat 15% dari periode yang sama di tahun lalu. Adapun pelanggan XL Axiata yang aktif menggunakan layanan data saat ini juga telah mencapai 82% dari total pelanggan.

Total lalu lintas di seluruh jaringan XL Axiata telah mengalami peningkatan 76% YoY di 2018 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya terutama didorong oleh pertumbuhan lalu lintas data yang meningkat dibandingkan dengan penurunan lalu lintas dari layanan legacy (SMS dan percakapan).

Selain Xtream dan Xtream Ultima, XL Axiata masih memiliki sejumlah program inovatif lainnya yang memiliki daya tarik besar bagi pelanggan. Ada paket OWSEM Bronet 4G dari AXIS dengan keunggulan kuota bonus tambahan untuk aplikasi game dan streaming musik.

Lalu, paket Umroh dan Haji yang memberikan konektivitas kepada pelanggan saat roaming di Arab Saudi. Untuk segmen usaha kecil, XL juga memiliki Paket Biz yang menawarkan solusi bisnis yang sudah termasuk Office 365 dari Microsoft tanpa biaya tambahan. (Icha)

Pendapatan XL Axiata 2018 Tumbuh Positif 0.4 % YoY

0

Telko.id – Ditengah industri telekomunikasi yang persiangannya sangat ketat, ternyata XL Axiata mampu membukukan pendapatan yang tumbuh positif ditahun 2018 yakni 0.4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hal tersebut, menurut XL disebabkan karena didorong oleh pendapatan dari layanan data yang meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Peningkatan ini memperbesar kontribusi pendapatan layanan data pada total pendapatan perusahaan menjadi 80% per akhir 2018, meningkat dari 69% di tahun sebelumnya.

“Sepanjang 2018 merupakan periode yang berat bagi industri telekomunikasi Indonesia. Kami harus menghadapi penerapan registrasi kartu SIM prabayar dan persaingan harga yang ketat. Namun, XL Axiata berhasil mengungguli para kompetitor dan memperkuat posisi sebagai operator nomor 2 di Indonesia. Hasil ini tidak terlepas dari konsistensi kami dalam menerapkan strategi menempatkan layanan data sebagai fokus utama pengembangan bisnis,” ungkap Dian Siswarini, CEO & Presiden Direktur XL Axiata menjelaskan dalam pernyataan tertulisnya.

Dian menambahkan, di semester kedua, monetisasi layanan data yang XL Axiata lakukan menunjukkan hasil yang signifikan di tengah persaingan yang sangat ketat. Karena itu, XL Axiata akan terus melanjutkan monetisasi data lebih lanjut dengan asumsi kondisi industri tetap kondusif untuk melakukannya, guna membangun fondasi bisnis yang lebih berkesinambungan dan kuat untuk tahun 2019.

Selanjutnya, Dian menyebutkan bahwa peningkatan pendapatan dari data yang sangat pesat tersebut tidak hanya lebih tinggi dari perolehan industri, namun juga mampu menutup dampak negatif dari penurunan pendapatan layanan tradisional SMS dan voice.

Pencapaian ini juga merupakan prestasi tersendiri karena operator lain merasakan dampak yang lebih berat dari penurunan kinerja kedua layanan warisan masa lalu tersebut.

Kinerja positif XL Axiata ini juga sebagai hasil dari implementasi yang konsisten atas strategi dual-brand XL Axiata yang beriringan dengan ekspansi jaringan data berkualitas. Pada dual-brand, tahun 2018 adalah periode yang sangat baik bagi merek XL dan AXIS di mana keduanya mencapai rekor net promoter score (NPS) yang tinggi karena mampu menancap sangat kuat dalam segmen pasar masing-masing dengan produk-produk data yang mendapatkan sambutan sangat baik.

Pertumbuhan yang kuat juga diraih layanan paskabayar XL Prioritas di sepanjang 2018 melalui penawaran produk bundling smartphone yang mampu menarik pelanggan di segmennya.

Hingga tutup tahun 2018, EBITDA XL mengalami peningkatan sebesar 2% YoY, dengan margin naik 1 ppt menjadi 37,0%. Capaian ini terutama terdorong oleh peningkatan pendapatan dan lebih berfokusnya perusahaan pada efisiensi biaya.

Sementara itu, pada periode kuartal keempat 2018, XL Axiata mencatat kenaikan pada pendapatan kotor sebesar 3% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ). Kenaikan ini melanjutkan kenaikan yang telah diraih secara berturut-turut pada tiga kuartal sebelumnya.

Pencapaian ini terutama terdorong oleh pendapatan layanan yang meningkat 6% QoQ, di mana kenaikan data mencapai 9% QoQ sebagai hasil dari suksesnya penjualan dan juga monetisasi data. EBITDA juga naik 8% QoQ dengan margin naik 180 bps menjadi 38,8% karena peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya fokus yang berkelanjutan. (Icha)