Telko.id, Jakarta – Asus resmi mengumumkan tanggal peluncuran smartphone high-end mereka, Asus Zenfone 6. Brand asal Taiwan ini menggunakan cara yang cukup unik untuk mengumumkan iklan teaser tanggal peluncuran smartphone-nya.
Sebab, bukan pada sebuah billboard seperti brandsmartphone lainnya, Asus malah menampilkan iklan teaser itu dalam sebuah buku pratinjau untuk Mobile World Congress (MWC) 2019 yang dipublikasikan oleh GSMA.
Menurut Lowyat, seperti dilansir Telko.id pada Minggu (24/02/2019), buku itu didapatkan ketika awak media mengambil kartu press MWC di bandara Barcelona El-Prat.
{Baca juga: Asus Prediksi Tren Smartphone di Tahun Ini, Apa Katanya?}
Pada iklan tersebut, Asus mengumumkan bahwa Asus ZenFone 6 akan diperkenalkan di sebuah acara yang diselenggarakan di Valencia, Spanyol pada 14 Mei mendatang.
Dalam iklan juga tidak disebutkan informasi lainnya soal smartphone tersebut. Hanya ditampilkan bagian atas smartphone yang cukup samar, yang memperlihatkan dua kemungkinan desain yang diadopsi oleh Asus pada smartphone-nya.
Pertama, ZenFone 6 mungkin saja akan memiliki bezel yang lebih tipis daripada seri sebelumnya, dan memiliki notch atau poni yang jauh lebih kecil.
{Baca juga: Kenapa ROG Phone Belum Juga Dijual, Asus?}
Kedua, smartphone ini bisa saja merupakan smartphone dengan konsep desain slider seperti Xiaomi Mi Mix 3, atau memiliki kamera mekanik seperti Vivo NEX, Vivo V15, dan lainnya. So, kita nantikan saja. (FHP)
Telko.id, Jakarta – Oppo memastikan bahwa mereka akan meluncurkan smartphone flagship pada Q2 tahun ini. Smartphone Oppo itu direncanakan akan membawa sejumlah keunggulan, sebagai daya tarik utamanya ketika resmi diperkenalkan nanti.
Kepastian itu diungkapkan Oppo dalam acara Oppo Innovation Event di Mobile World Congress (MWC) 2019, di Barcelona, Spanyol. Di acara ini, mereka mengumumkan beberapa inovasi yang akan diimplementasikan pada smartphone di tahun 2019.
Lantas, apa saja keunggulan smartphone flagship Oppo yang masih belum diketahui namanya itu?
Nah, dalam tulisan kali ini tim Telko.id akan menjabarkan apa saja keunggulan yang dipastikan hadir pada smartphone Oppo yang bakal diperkenalkan antara bulan April sampai Juni tersebut. Yuk simak!
Snapdragon 855
President Qualcomm, Cristiano R. Amon, menyatakan bahwa smartphone Oppo tersebut bakal disematkan prosesor mobile terbaru dan terkuat mereka, yakni Snapdragon 855. Sekadar informasi, Snapdragon 855 merupakan SoC mobile pertama dari Qualcomm yang dibangun dengan proses fabrikasi 7nm, seperti Apple A12 Bionic ataupun HiSilicon Kirin 980.
Itu artinya, Snapdragon 855 memiliki kinerja jauh lebih efisien dibandingkan chipset 10nm. Efisien dalam artian, smartphone yang menggunakannya akan memiliki kinerja dan daya tahan baterai yang jauh lebih baik.
{Baca juga: Selain 5G, Ini 4 Kemampuan Baru Snapdragon 855}
Selain itu, ada beberapa komponen atau kemampuan lainnya di dalam prosesor tersebut yang mampu meningkatkan kinerja dari smartphone, seperti chip Computer Vision ISP bernama Qualcomm Spectra untuk memproses foto dan video yang ditangkap oleh kamera smartphone.
Kemudian, 3D Sonic Sensor yang merupakan sensor sidik jari di dalam layar smartphone berbasis teknologi ultrasonik. Lalu, Snapdragon Elite Gaming yang tidak hanya meningkatkan kemmpuan CPU dan GPU saja, tapi juga grafis yang sinematik, audio berkualitas, sistem pendingin, sampai daya tahan baterai yang lebih baik.
Teknologi 5G
Cristiano juga mengungkapkan, smartphone Oppo bakal mendukung teknologi 5G di dalamnya. Oppo sendiri sudah sejak lama mengembangkan teknologi tersebut, tepatnya pada tahun 2015 lalu.
Dalam membangun ekosistem 5G, brand asal China ini bekerja sama dengan beberapa operator seperti Telstra, Swisscom, dan Singtel. Oppo pun mengklaim, teknologi 5G pada smartphone-nya nanti akan mengubah cara pengguna dalam berinteraksi dengan perangkatnya.
Seperti ketika melakukan download atau upload, streaming video 4K, video call 3D, Cloud Gaming 5G, menjalankan game berbasis Augmented Reality (AR) atau Virtual Reality (VR), dan lainnya.
Karena mendukung teknologi 5G pula, maka smartphone Oppo pun akan dipasangkan modem X50 yang terpisah dari prosesor Snapdragon 855. Modem itu akan dipasangkan dengan 4 modul antena QTM052 mmWave untuk meningkatkan jangkauan sinyalnya, yang membuatnya memiliki kemampuan jaringan multi-mode untuk mendapatkan konektivitas ganda antara 4G dan 5G.
Kamera 10x Lossless Zoom
Smartphone Oppo tersebut akan memiliki tiga kamera utama, dimulai dengan lensa 16mm ultra-wide 120 derajat, kemudian kamera dengan sensor 48MP, dan lensa telephoto 160mm. Dengan struktur tersebut, maka kamera dimungkinkan untuk memiliki fitur 10x Lossless Zoom.
Dengan teknologi 10x Lossless Zoom, pengguna bisa memiliki kesempatan untuk mengambil foto berkualitas, tanpa khawatir kehilangan kualitas aslinya.
{Baca juga: Inikah Smartphone Oppo Pertama dengan 10x Optical Zoom?}
Khusus kamera utama dan lensa telephoto, Oppo juga menyematkan Optical Image Stabilization (OIS), untuk meningkatkan akurasi dan stabilitas menjadi lebih baik mencapai 0,001445° untuk lensa telephoto.
Akurasi ini mewakili peningkatan 73% dibandingkan dengan teknologi zoom terbaik yang Oppo miliki saat ini. Dengan akurasi yang lebih tinggi, pengguna dapat dengan mudah mengambil foto dengan komposisi dan detail yang berkualitas. (FHP)
Telko.id – Xiaomi Poco X2 kali pertama diperkenalkan pada 2020, February 4. Perangkat bermesin Snapdragon 730G ini hadir dengan sistem operasi Android 10.0; MIUI 11 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 6/8 GB.
Sampai berita ini diturunkan, Xiaomi memang belum secara resmi merilis harga Xiaomi Poco X2. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Xiaomi Pocophone F1).
Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Atlantis Blue, Matrix Purple, Phoenix Red) dan memiliki body berdimensi 165.3 x 76.6 x 8.8 mm (6.51 x 3.02 x 0.35 in) dengan berat 208 g (7.34 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front (Gorilla Glass 5), glass back (Gorilla Glass 5), aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).
Kamera Xiaomi Poco X2
Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Xiaomi Poco X2 :
Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 64 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?
Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 20 MP, f/2.2, 27mm (wide), 1/3.4″, 0.8µm
2 MP, f/2.4, 1/5″, 1.75µm, depth sensor yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.
Spesifikasi Xiaomi Poco X2
Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 730G yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.2 GHz Kryo 470 Gold & 6×1.8 GHz Kryo 470 Silver) dan prosesor grafis / GPU Adreno 618. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 6/8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 64GB/128GB/256GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4500 mAh.
Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.67″ Inch dengan jenis IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2400 pixels dan telah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 5,HDR10
120Hz refresh rate
500 nits typ. brightness (advertised). Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.
Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Xiaomi Poco X2 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A. Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, .
Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Xiaomi Poco X2 :
NETWORK
Technology
GSM / HSPA / LTE
2G bands
GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands
HSDPA 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
4G bands
LTE band 1(2100), 3(1800), 5(850), 8(900), 40(2300), 41(2500)
Speed
HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A
LAUNCH
Announced
2020, February 4
Status
Available. Released 2020, February 11
BODY
Dimensions
165.3 x 76.6 x 8.8 mm (6.51 x 3.02 x 0.35 in)
Weight
208 g (7.34 oz)
Build
Glass front (Gorilla Glass 5), glass back (Gorilla Glass 5), aluminum frame
Telko.id, Jakarta – Hasil benchmark Galaxy S10+ akhirnya terungkap. Perolehan benchmark menggunakan aplikasi AnTuTu Benchmark, Geekbench 4, GFXBench, dan JetStream ini bakal memperlihatkan seberapa besar performa Galaxy S10+.
Menurut phoneArena, seperti dilansir Telko.id pada Sabtu (23/02/2019), smartphone flagship terbaru Samsung yang diuji bukan menggunakan prosesor Snapdragon 855, melainkan ditenagai oleh Samsung Exynos 9820.
Meski demikian, berdasarkan hasil benchmark, ditemukan fakta bahwa smartphone itu bisa disebut sebagai smartphone Android terkencang yang ada saat ini.
Sebab, dibandingkan dengan Galaxy Note 9, OnePlus 6T, sampai LG V40 ThinQ, smartphone tersebut jauh lebih kencang performanya.
Seperti AnTuTu misalnya, Galaxy S10+ memperoleh skor 331.252 poin, unggul sangat jauh daripada Note 9 dengan 244.787 poin, LG V40 ThinQ dengan 246.715 poin, dan OnePlus 6T dengan 294.008 poin.
Begitu juga ketika diuji menggunakan Geekbench 4, Galaxy S10+ mendapatkan skor 4.258 untuk single-core dan 10.099 untuk multi-core. Jauh lebih cepat daripada ketika smartphone Android flagship yang jadi kompetitornya.
{Baca juga: Samsung Galaxy S10 vs iPhone XS: Adu Kuat Flagship “Zaman Now”}
Walaupun begitu, sebagai smartphone Android paling kencang saat ini, smartphone tersebut masih belum bisa menandingi performa dari iPhone XS yang ditopang oleh prosesor Apple A12 Bionic. Smartphone Apple itu memperoleh skor 358.091 untuk AnTuTu Benchmark, 4.806 poin untuk Geekbench single-core dan 11.416 untuk multi-core.
Berikut perbandingan benchmark dari Samsung Galaxy S10+, Galaxy Note 9, iPhone XS, LG V40 ThinQ, dan OnePlus 6T:
Perlu diketahui, Galaxy S10+ merupakan smartphone flagship teratas yang diperkenalkan Samsung bersama dengan Galaxy S10 dan Galaxy S10e. Smartphone ini mengusung layar dengan teknologi Dynamic AMOLED dan beresolusi Quad HD+ dengan ukuran 6,4 inci.
{Baca juga: Banyak Teknologi Baru, Harga Galaxy S10 “Cuma” Rp 14 Juta}
Di sektor dapur pacu, Samsung menyematkan prosesor yang sama untuk ketiganya, yakni Snapdragon 855 atau Samsung Exynos 9820. Dibekali juga dengan RAM 8 GB dan 12 GB, dan ROM hingga 1 TB yang dapat ditambah dengan micro SD.
Sementara untuk kameranya, terdapat tiga kamera belakang masing-masing 12 MP lensa wide, 12 MP lensa telephoto, dan 16 MP lensa ultra-wide 123 derajat, dan dua kamera depan dengan resolusi 10 MP lensa wide dan 8 MP lensa RGB depth. (FHP)
Telko.id, Jakarta – Situs DxOMark baru saja merilis hasil penilaian mereka soal kamera dari smartphone flagship terbaru, yakni Samsung Galaxy S10+. Sekadar informasi, smartphone ini mengusung tiga kamera utama masing-masing 12 MP lensa wide, 12 MP lensa telephoto, dan 16 MP lensa ultra-wide 123 derajat.
Melansir dari GSMArena, Sabtu (23/02/2019), DxOMark menyimpulkan bahwa kamera Galaxy S10+ sama baiknya dengan kamera Huawei Mate 20 Pro dan Huawei P20 Pro.
Smartphone terbaru Samsung itu memperoleh skor 109, dengan penjabaran masing-masing 114 poin untuk foto dan 97 poin untuk video.
{Baca juga: Trio Samsung Galaxy S10 Resmi Diperkenalkan}
Meski demikian, DxOMark menyatakan bahwa Galaxy S10+ memiliki kemampuan selfie yang jauh lebih baik. Smartphone ini merangsek ke posisi pertama dengan nilai 96, diikuti oleh Galaxy Note 9 dan Pixel 3.
Kamera Galaxy S10+ dinilai memiliki tangkapan foto yang dinamis, memiliki pencahayaan yang baik, reproduksi warna yang akurat, serta hasil bokeh yang sangat baik. Kemampuan video smartphone ini juga terbilang luar biasa, dengan framing yang halus dengan stabilisasi gambar yang bagus.
Walaupun begitu, DxOMark juga membeberkan beberapa kekurangan dari kamera Galaxy S10+. Salah satunya adalah hilangnya detail halus dan ketajaman pada foto, ketika foto tersebut diambil pada kondisi cahaya yang terlalu terang.
{Baca juga: Banyak Teknologi Baru, Harga Galaxy S10 “Cuma” Rp 14 Juta}
Perlu diketahui, Galaxy S10+ merupakan smartphone flagship teratas yang diperkenalkan Samsung bersama dengan Galaxy S10 dan Galaxy S10e. Smartphone ini mengusung layar dengan teknologi Dynamic AMOLED dan beresolusi Quad HD+ dengan ukuran 6,4 inci.
Di sektor dapur pacu, Samsung menyematkan prosesor yang sama untuk ketiganya, yakni Snapdragon 855 atau Samsung Exynos terbaru. Dibekali juga dengan RAM 8 GB dan 12 GB, dan ROM hingga 1 TB yang dapat ditambah dengan micro SD. (FHP)
Telko.id – Pasifik Satelit Nusantara (PSN) hari ini berhasil meluncurkan satelit komunikasi broadband Nusantara 1 pada 08.45 WIB, Jumat (22/2). Nusantara 1 merupakan satelit pertama Indonesia dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS).
“Semalam pada 21 Februari pukul 20.45 waktu Florida atau pukul 08.45 WIB, satelit Nusantara telah berhasil diluncurkan dari Cape Carnaveral,” kata Direktur Jaringan PSN Heru Dwikartono saat acara konferensi pers di Kantor PSN, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/2).
PSN meluncurkan satelit nya di Cape Canaveral, Amerika Serikat menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX. Diharapkan Nusantara 1 ini dapat menuju slot orbit 146 derajat Bujur Timur tepat di atas Papua seperti yang direncanakan. Setidaknya, dalam proyeksinya, Nusantara 1 ini akan sampai pada orbitnya dalam waktu dua minggu.
Sesampainya di orbit yang telah ditentukan, satelit akan melakukan in orbit test . Satelit akan melakukan uji coba selama kurang lebih tiga minggu sebelum beroperasi untuk memancarkan sinar broadband.
“Kondisi di luar angkasa itu ekstrem, jadi kami lakukan tes untuk lihat apakah fungsi satelit di luar angkasa sama dengan sebelum diberangkatkan,” kata Heru.
Sebagai informasi, satelit HTS ini yang dapat memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas lebih besar sampai dengan 15 Gbps atau sekitar tiga kali lipat kapasitas satelit konvensional.
Kapasitasnya sendiri sebanyak 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band.
Cakupan C-band dan Extended C-band satelit tersebut meliputi wilayah Asia Tenggara. Sementara untuk Ku-Band meliputi seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari delapan Spot Beam pada sistem HTS.
Heru mengatakan satelit ini diproduksi oleh Space System Loral (SSL) ini menggunakan platform SSL-1300-140 yang sanggup mengorbit selama lebih dari 15 tahun. Satelit ini memiliki berat ketika peluncuran mencapai 4.100 kilogram.
Awalnya, PSN memilih Boeing untuk membangun Nusantara Satu pada tahun 2014, tetapi membatalkan kesepakatan setelah Boeing tidak dapat memasangkan satelit dengan pelanggan lain untuk peluncuran ganda Falcon 9. Yang kemudian terpaksa beralih kontrak ke Space Systems Loral (SSL) pada tahun 2014.
Lalu, PSN pun harus mencari pendanaan baru karena pada waktu itu batas waktu piagam Bank Eksport-import berakhir pada 2015. Yang kemudian, PSN mencari lagi sumber dana dan beralih ke Ekspor Pengembangan Kanada untuk menyelesaikan pembiayaan Nusantara Satu – dibantu oleh fakta bahwa MDA Corp, perusahaan induk SSL pada saat itu, berbasis di Kanada –tetapi dengan syarat satelit harus bisa diluncurkan dalam waktu satu tahun.
Kondisi ini sempat membuat tidak happy, Adi Rahman Adiwoso, CEO PSN. Seperti yang diungkapkan ketika wawancara dengan spacenews beberapa waktu lalu.
“Kami sudah bekerja selama 9 bulan sebelum akhirnya mereka tutup. Tentu kami tidak senang. Kami menghabiskan uang, waktu dan tenaga,” ungkap Adi.
Peluncuran satelit Nusantara 1 ini tergolong efisien. Kenapa? Pasalnya, SSL bersamaan dengan Nusantara 1 juga ada dua satelit lain yang diluncurkan.
Foto: Spacenews.com
“SSL dapat mengimbangi biaya peluncuran dengan bekerja sama dengan Spaceflight Inc. Di mana bersamaan dengan Nusantara 1ada dua rideshare yang akan diluncurkan,” ujar David Bernstein, wakil presiden senior manajemen program SSL seperti dikutip dari spacenews.
Bernstein juga mengatakan bahwa Nusantara Satu dibangun dalam 26-27 bulan, dan tidak mengalami kemunduran dari PHK SSL pada 2017 dan 2018, atau dari komponen pihak ketiga yang rusak ditemukan di satelit lain yang sedang dibangun.
Berdasarkan pengakuan Adiwoso, 70 hingga 75 persen dari kapasitas Nusantara Satu sudah terjual. Pemerintah Indonesia sendiri akan menggunakan setengah dari kapasitas satelit.
Saat ini, Adiwoso menyebutkan bahwa PSN telah meluncurkan hotspot Wi-Fi di 3.000 desa di seluruh Indonesia, membawa akses internet dalam jangkauan sekitar 1,5 juta orang.
Begitu Nusantara Satu memasuki layanan pada bulan April, PSN akan menggunakan satelit untuk menjangkau 10.000 desa lainnya, membawa konektivitas dalam jangkauan 5 juta orang pada akhir tahun, katanya.
Adiwoso memperkirakan perusahaan harus dapat menghubungkan 12 juta hingga 13 juta orang pada akhir tahun 2020, ketika Nusantara Satu- sudah berada di orbit.
Ke depan, Adiwoso mengatakan PSN bersedia untuk mengeksplorasi penggunaan Ka-band, frekuensi yang sering digunakan untuk broadband tetapi lebih sensitif terhadap cuaca buruk.
Rencanya, PSN akan kembali meluncurkan Satelit Nusantara Dua dan Tiga, masing-masing pada tahun 2020 dan 2022. (Icha)
Telko.id – Pelanggan memang harus dilayani dengan optimal. Salah satunya dengan melayani lebih dekat. Itu sebabnya, Indosat Ooredoo menghadirkan Gerai berkonsep Digital pertama yang berlokasi di salah satu pusat aktivitas masyarakat Jakarta, Mall Kota Kasablanka.
Tujuan utama hadirnya gerai berkonsep digital ini adalah menambah titik layanan sehingga memudahkan pelanggan untuk mendapatkan informasi terkait produk dan sebagai tempat pembelian gawai. Hal ini sejalan dengan komitmen dan strategi perusahaan LEAD untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan dengan memberikan layanan terbaik melalui kehadiran gerai dengan konsep digital.
“Indosat Ooredoo berkomitmen selalu memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. Kali ini kami hadirkan Gerai Digital pertama dari Indosat Ooredoo yang bisa menambah pengalaman digital pelanggan melalui fitur yang kami sediakan. Kami berharap agar pelanggan bisa mendapatkan informasi terbaru serta mencari referensi gawai terbaru disini,” ujar Chief Sales & Distribution Officer Indosat Ooredoo, Hendri Mulya Syam.
Gerai digital Indosat Ooredoo menggunakan media digital terbaru seperti adanya Interactive Wall yang memungkinkan pelanggan dapat merasakan pelayanan secara mandiri, mulai dari informasi pelayanan, penjualan prabayar dan pascabayar, pembayaran bahkan permainan.
Untuk konsumen pascabayar, kami menyediakan khusus “Postpaid Lounge”, dimana pelanggan postapid akan dilayani area khusus, dalam area postpaid lounge dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti wireless charging, usb port dan selfcoffee maker yang bisa digunakan pelanggan ketika berada di area postpaid lounge.
Secara umum, konsep Gerai Indosat Ooredoo saat ini telah berubah dari semula hanya memberikan layanan pelanggan, kini juga menjadi tempat penjualan gawai terbaru dengan berbagai merek ternama. Pelanggan bisa mendapatkan gawai secara gratis dengan hanya berlanggan paket pascabayar Indosat Ooredoo. Indosat Ooredoo bekerja sama dengan PT Erajaya Group sebagai penyedia gawai terbaru di seluruh gerai di Indonesia. (Icha)
Telko.id – Baru pagi ini (22/02), pelanggan TCASH mulai bisa migrasi ke LinkAjA. Tapi ternyata, proses nya tidak mulus. Dari pagi, banyak pelanggan yang tidak bisa melakukan konversi TCASH nya ke LinkAja. Akhirnya, proses konversi pun ditunda. Seperti yang disampaikan dalam pernyataan resminya pada malam hari pukul 20.27.
Dalam pernyataan resminya tersebut, disampaikan bahwa Proses konversi aplikasi ini mengalami kendala teknis, sehingga untuk kenyamanan pelanggan, TCASH menunda proses konversi aplikasi mobile ke LinkAja dan mengembalikan ke aplikasi mobile TCASH semula, sehingga pelanggan tetap dapat menggunakan layanan TCASH dengan normal, dimana akun dan saldo pelanggan dipastikan keamanannya.
Sebelum proses migrasi ini, TCASH melakukan berbagai persiapan bisnis maupun teknis. Meski demikian team teknis kemudian menemukenali masalah teknis dalam proses konversi update aplikasi mobile TCASH ke LinkAja.
Hal ini berakibat pelanggan yang mengupdate/mengkonversi aplikasi mobile TCASH ke LinkAja menemui kendala untuk login. Kendala teknis ini berimbas pada layanan-layanan yang berbasis aplikasi mobile sedangkan layanan berbasis lainnya berjalan dengan normal tanpa gangguan seperti layanan pembayaran di berbagai merchant menggunakan NFC dan token; layanan isi saldo di mitra-mitra TCASH termasuk kanal-kanal ATM dan aplikasi elektronik dari Bank Himbara, layanan USSD (*800#) bagi pengguna ponsel non-smartphone, layanan web-check out seperti di Blanja.com dan aplikasi KAI Access.
“Kami mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Setelah menganalisa secara menyeluruh kami memutuskan untuk menunda proses migrasi aplikasi mobile ini hingga awal minggu depan. Pelanggan akan kami kembalikan ke aplikasi mobile TCASH, sehingga pelanggan tetap dapat menggunakan layanan TCASH seperti semula, dimana akun dan saldo pelanggan dipastikan keamanannya,” ungkap Danu Wicaksana, CEO TCASH
“Pelanggan-pelanggan TCASH yang lebih dari 95 persen menggunakan ponsel berbasis Android akan mendapatkan SMS berisi petunjuk untuk mengupdate aplikasi mereka kembali ke aplikasi mobile TCASH sebelumnya, sehingga bisa melakukan transaksi TCASH secara normal. Sedangkan untuk pelanggan berbasis iOS kami mohon maaf untuk beberapa hari ke depan belum bisa menggunakan layanan aplikasi mobile TCASH,” lanjut Danu.
“Pengalaman pengguna merupakan prioritas utama kami. Sekali lagi kami mohon maaf atas kendala teknis pada proses konversi ke aplikasi mobile LinkAja ini. Kami berupaya untuk melakukan perbaikan sesegera mungkin. PT Finarya melalui LinkAja juga sangat berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam rangka mendorong program GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai) dan meningkatkan inklusi keuangan menuju 75% pada tahun 2019 ini,” tutup Danu. (Icha)
Telko.id, Jakarta – Geliat pasar smartphone mengalami kelesuan di penghujung tahun 2018. Menurut laporan terbaru yang dirilis firma pasar, Gartner, bahwa kenaikan pangsa pasar di Q4 hanya berkisar diangka 1,2%. Meski terdesak para pemain China, namun Samsung dan Apple masih tetap mempertahankan posisinya sebagai penguasa pasar.
Gartner mencatat kenaikan pangsa pasar smartphone di Q4 2018 hanya berkisar diangka 1,2%, dengan total 408,4 juta unit perangkat smartphone yang dikirimkan.
Dilansir Telko.id dari TechCrunch pada Jumat (22/02/2019), Gartner mencatat bahwa Apple mengalami penurunan dibandingkan Q4 di tahun 2017 dari 17,9% menjadi 15,8%.
Bulan lalu Apple memang telah memperingatkan investor terkait penurunan pendapatan di Q1, dan penurunan penjualan iPhone sekitar 15% dari tahun ke tahun.
Walaupun begitu, Apple masih mempertahankan pangsa pasarnya di posisi kedua dengan 15,8% tepat dibelakang Samsung yang masih kokoh berada di posisi puncak menguasai pasar global.
Sebagai pemuncak, Samsung menguasai market share sebesar 17,3% di kuartal keempat. Raksasa elektronik asal Korea Selatan itu berhasil melakukan pengiriman smartphone sebanyak 70,7 juta unit di kuartal tersebut.
{Baca juga: Tahun Depan Penjualan iPhone Bakal Turun Lagi?}
Di urutan ketiga ada Huawei yang berhasil menjual lebih dari 60 juta unit smartphone di Q4, dan mengalami peningkatan pangsa pasar dari 10,8% di Q4 2017 menjadi 14,8 % di Q4 2018.
Gartner sendiri memang menilai ada peningkatan yang signifikan terkait pangsa pasar Huawei di tahun 2018 ini.
Mereka bahkan menjuluki tahun 2018 ini sebagai tahun Huawei karena mencapai pertumbuhan teratas yakni 4% dibandingkan 5 vendor ponsel global lainnya. Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di Cina dan Eropa, tetapi juga di Asia Pasifik, Amerika Latin dan Timur Tengah.
{Baca juga: Samsung Targetkan 20 Persen Pangsa Pasar Global}
Kemudian Honor, sub-brand Huawei yang menyasar kelas menengah juga membantu perusahaan mengeksploitasi peluang pertumbuhan di paruh kedua tahun ini terutama di pasar negara berkembang.
Sebaliknya, penurunan Apple menjadikannya sebagai pemain terburuk pada Q4 2018, di antara lima vendor smartphone global teratas. Gartner mengatakan permintaan iPhone melemah di sebagian besar wilayah, kecuali Amerika Utara dan Asia Pasifik.
Dikatakan penjualan iPhone turun paling besar di China, dimana pada tahun 2018 keseluruhan penjualan iPhone turun 2,7%, menjadi lebih dari 209 juta unit.
Gara-gara Ini, Penjualan iPhone Terus Jeblok
“Apple harus berurusan tidak hanya dengan pembeli yang menunda upgrade karena mereka menunggu smartphone yang lebih inovatif. Ini juga terus menghadapi alternatif smartphone harga tinggi dan menengah yang menarik dari vendor Cina.
“Kedua tantangan ini membatasi prospek pertumbuhan penjualan unit Apple,” kata Anshul Gupta, direktur riset senior Gartner. [NM/HBS]
Telko.id – Samsung baru saja mengumumkan smartphone flagship terbarunya, Samsung Galaxy S10. Smartphone tersebut bisa dibilang sebagai sebuah breakthrough dari Samsung, berkat teknologi, fitur, sampai desain yang benar-benar berbeda daripada seri sebelumnya.
Bahkan menurut Apple Insider, seperti dikutip Telko.id pada Jumat (22/02/2019), Samsung Galaxy S10 dapat membuat terkesan para pengguna setia iPhone saat smartphone itu diperkenalkan. Tapi benarkah?
Well, kali ini tim Telko.id akan mencoba membandingkan smartphone andalan terbaru Samsung itu dengan smartphone flagship Apple, yakni iPhone XS.
{Baca juga: Trio Samsung Galaxy S10 Resmi Diperkenalkan}
Kami akan membandingkan dari sisi desain, spesifikasi, serta fitur-fitur yang ada di dalamnya. So, check this out!
Desain
Foto: PCMag
Samsung dengan berani mengubah desain Galaxy S10 menjadi lebih berbeda daripada seri sebelumnya. Seperti bagian depan misalnya, Samsung mengusung desain fullscreen berkat penggunaan “lubang kamera” di kanan atas layarnya.
Ini menjadi sebuah peningkatan, apabila kita melihat desain dari Samsung Galaxy S8 dan Galaxy S9 yang masih memiliki bezel yang cukup tebal.
Begitu juga dengan bagian belakangnya, Samsung kini meletakkan frame kamera utama secara horizontal dan memanjang. Frame kamera itu sendiri menjadi tempat bagi tiga kamera utama, LED Flash, dan juga sensor detak jantung.
Sementara iPhone XS, desainnya masih nyaris sama persis dengan seri sebelumnya, iPhone X. Nyaris tidak ada ubahan yang berarti, seperti tetap ada notch atau poni di bagian atasnya.
{Baca juga: Resmi! Samsung Galaxy Fold Diluncurkan dengan Dua Layar}
Desain yang sama juga diaplikasikan Apple bada body bagian belakang smartphone. iPhone XS punya bahasa desain yang mirip dengan iPhone X, termasuk dalam hal ukuran layarnya yang sama-sama sebesar 5,8 inci.
Nah, berbicara soal layarnya, Samsung Galaxy S10 mengusung layar dengan teknologi Dynamic AMOLED dan beresolusi Quad HD+ dengan ukuran 6,1 inci. Samsung menjamin kualitas layar smartphoneflagship terbarunya itu, karena didukung oleh teknologi HDR10+.
Sekadar informasi, HDR10+ akan membuat para pengguna tetap dapat melihat konten secara maksimal pada layar, meski berada pada kondisi matahari yang bersinar terik. Selain itu, smartphone ini pun telah mendukung teknologi keamanan bernama Ultrasonic Fingerprint yang ditanamkan di bawah layarnya.
Teknologi ini dibantu oleh sistem Anti Spoofing, untuk mengamankan smartphone pengguna dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kedua teknologi inilah yang bisa jadi membuat para pengguna iPhone XS sedikit iri.
Spesifikasi
Foto: Geeky Gadgets
Dalam hal dapur pacu, kedua smartphone tersebut sama-sama ditenagai oleh SoC dengan proses fabrikasi 7nm. Samsung Galaxy S10 ditopang oleh prosesor Snapdragon 855, RAM 8 GB dan 12 GB, ROM 128 GB, 512 GB, dan 1 TB khusus untuk Galaxy S10+, dan baterai berkapasitas 3,400 mAh.
Sedangkan iPhone XS, ditenagai oleh prosesor Apple A12 Bionic, RAM 4 GB, ROM 64 GB, 256 GB, dan 512 GB, serta baterai berkapasitas 2,658 mAh. Bagaimana dengan performanya, apabila melihat berdasarkan perolehan skor di Geekbench misalnya?
Memang hasil benchmark dari Samsung Galaxy S10 belum diketahui. Namun berdasarkan pengujian yang dilakukan Apple Insider pada smartphone dengan Snapdragon 855, mereka mendapatkan skor 3.500 dalam pengujian single-core dan 11.200 untuk pengujian multi-core.
Skor tersebut tertinggal jauh dari yang didapatkan oleh iPhone XS. Sebab, smartphone tersebut memiliki skor single-core sebesar 4.800 dan multi-core sekitar 11.450.
{Baca juga: iPhone Xr, iPhone Xs, dan iPhone Xs Max, Apa Bedanya?}
Membahas soal kameranya, Galaxy S10 punya tiga kamera utama, dengan masing-masing beresolusi 12MP lensa wide, 12MP lensa telephoto, dan 16MP lensa ultra-wide 123 derajat. Kamera utama tersebut dimungkinkan untuk mengambil video dengan kualitas HDR10+.
Sedangkan kamera depannya, Galaxy S10 punya satu kamera dengan resolusi 10MP lensa wide. Sementara untuk iPhone XS, punya kamera ganda di bagian belakang dengan resolusi masing-masing 12MP lensa wide-angleaperture f/1.8 dan 12MP lensa telephoto aperture f/2.4 dengan 2x optical-zoom. Lalu kamera depannya “hanya” beresolusi 7MP saja.
Fitur
Foto: Trusted Reviews
Ada beragam fitur yang ditawarkan keduanya, namun kami memilih untuk membandingkan fitur keamanan serta pengisian dayanya saja. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Galaxy S10 sudah mendukung teknologi keamanan bernama Ultrasonic Fingerprint yang ditanamkan di bawah layarnya yang dibantu oleh sistem Anti Spoofing.
Sementara iPhone XS, memiliki Face ID yang disematkan pada komponen TrueDepth Camera pada notch atau poni di atas layarnya. Teknologi ini, dapat digunakan pengguna untuk melakukan otentikasi keamanan ketika memanfaatkan Apple Pay atau Safari Autofill.
Samsung Galaxy S10 telah didukung oleh teknologi wireless charging, yang diklaim punya kecepatan pengisian lebih baik 36% daripada seri sebelumnya. Selain itu, smartphone ini pun disematkan teknologi reverse wireless charging, yang membuatnya bisa berfungsi sebagai wireless chargingpad.
Teknologi ini nantinya memungkinkan pengguna mengisi daya perangkat dengan teknologi wireless charging, dengan meletakkannya di atas body belakang Galaxy S10.
{Baca juga: Lebih Mahal, Segini Harga iPhone XS di Indonesia}
iPhone XS juga sudah memiliki teknologi pengisian baterai nirkabel itu. Namun sayangnya, smartphone ini belum dibekali teknologi reverse wireless charging. Mungkin saja, Apple bakal menghadirkan teknologi itu pada seri iPhone selanjutnya.
Well, bagaimana menurut Anda? Dengan harga berkisar Rp 12,9 jutaan untuk Samsung Galaxy S10 dan Rp 20,4 jutaan untuk harga minimum iPhone XS, manakah yang lebih menarik perhatian Anda? (FHP)