spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1365

Ada Fitur Anonymous Caller ID di Google Voice iOS

0

Telko.id, Jakarta – Pengguna Google Voice di iOS memiliki fitur privasi baru yang disebut Anonymous Caller ID. Fitur tersebut nantinya juga akan hadir di perangkat berbasis Android.

Google Voice belakangan ini mendapatkan perhatian khusus dari pengembangnya. Selama beberapa bulan terakhir, sejumlah fitur dan perubahan diberikan untuk Google Voice.

Menurut laporan Slashgear, khusus di iOS, Google Voice menerima fitur baru yang disebut Anonymous Caller ID. Opsi ini mencegah penerima melihat siapa yang menelepon.

9t5Google juga menemukan bukti fitur yang sama di aplikasi Google Voice versi 2019.07. Namun demikian, fitur itu tampaknya tidak muncul bagi pengguna Android saat ini.

{Baca juga: Image Search Bakal Lebih Interaktif via Google Lens}

Bulan lalu, Google menggulirkan fitur panggilan VoIP ke pengguna setelah versi beta yang sangat panjang. Fitur ini memungkinkan pengguna Google Voice untuk melakukan panggilan melalui Wifi bukannya jaringan seluler.

Selain itu, Google Voice di Android juga menerima tampilan baru dalam bentuk Google Material Design bulan lalu. Material Design ini memperbarui tampilan aplikasi untuk mengimbangi aplikasi Google lainnya, termasuk Gmail.

{Baca juga: Google Segera Luncurkan Pixel Watch, Apa Keunggulannya?}

Pengguna iOS dan Android bisa mengunduh aplikasi Google Voice secara gratis melalui toko aplikasi App Store dan Play Store yang tersedia.

Sumber : slashgear.com 

Siaran Sambil Minum Miras Setiap Hari, Pria Ini Tewas

0

Telko.id, Jakarta – Aksi nekat dilakukan oleh seorang pria asal China bernama Chu. Berambisi kondang di dunia maya, ia konsisten menenggak minuman keras (miras) sambil live streaming selama tiga bulan beruntun. Bukannya menjadi terkenal, ia malah tewas karena kebiasaannya minum miras.

Seperti dikutip Telko.id dari Asia One, Kamis (21/02/2019), kali terakhir ia melakukan siaran langsung di dunia maya pada 31 Desember 2018 melalui aplikasi di Liaoliao.

Seorang teman mengungkapkan, Chu minum bir dan miras lain setiap hari. Ia menyebut, Chu meninggal bukan karena miras yang ditenggak pada Desember 2018, namun karena akumulasi miras selama tiga bulan.

{Baca juga: Gara-gara Charger Palsu, Pria 24 Tahun Tewas Kesetrum}

Aksi Chu meminum alkohol disiarkan di sejumlah aplikasi virtual. Pengguna bisa berinteraksi dengannya secara langsung. Saat melakukan siaran, Chu tak saja meminum miras, tetapi juga minyak goreng.

Semua itu dilakukannya demi mendapatkan uang dari penggemar. Pernah suatu ketika, Chu mengaku sudah tak sanggup melakukan aksi, karena telah merasa sakit. Namun, para penggemar melakukan protes.

Setiap hari, saat siaran sambil menanggak miras, Chu mendapat uang hingga 500 yuan atau Rp 1 juta. Sampai suatu hari, ia merasa tak enak badan ketika hendak pulang setelah melakukan siaran langsung.

{Baca juga: Fitur LinkedIn Live akan Dirilis, Mirip Instagram Live?}

Sopir taksi yang mengetahui kondisinya langsung melapor ke polisi untuk kemudian dibawa ke rumah sakit. Namun nahas, nyawanya tak terolong. Ia dinyatakan meninggal dunia ketika dalam perjalanan.

Seorang netizen bermarga Wang merasa bertanggung jawab menyarankan Chu untuk terus menenggak miras. Namun, ia juga menyebut bahwa pemilik aplikasi wajib turut serta bertanggung jawab. (SN/FHP)

Ada Instagram Mode di Samsung Galaxy S10, Seperti Apa?

0

Telko.id, Jakarta – Ketika memperkenalkan trio Galaxy S10, Samsung juga mengumumkan bahwa mereka telah bekerja sama dengan Instagram khusus untuk smartphone flagship terbarunya itu. Lewat kerja sama tersebut, Samsung Galaxy S10, Galaxy S10+, dan Galaxy S10e memiliki fitur Instagram Mode.

“Kami bekerja sama dengan Samsung untuk Galaxy S10. Ada mode baru di smartphone ini, Instagram Mode,” kata Head of Product Instagram, Adam Mosseri.

Fitur ini terdapat pada aplikasi kamera Galaxy S10. Sehingga memungkinkan pengguna untuk mengambil gambar dan mengunggahnya langsung ke Instagram Stories, termasuk menambahkan stiker, hashtag, tulisan, dan lainnya.

{Baca juga: Trio Samsung Galaxy S10 Resmi Diperkenalkan}

“Seluruh fitur kamera S10 bisa dimanfaatkan untuk Instagram Stories,” ujar Suzanne De Silva, Director of Product Marketing Samsung.

Selain Instagram, Samsung juga memungkinkan para developer untuk memanfaatkan Software Development Kit (SDK) kamera Galaxy S10 untuk aplikasi buatan mereka. Sejauh ini, ada tiga aplikasi yang juga dapat menggunakan fitur kamera smartphone itu, yakni Snow, Lime, dan Snapchat.

Samsung Galaxy S10 sendiri mengusung layar dengan teknologi Dynamic AMOLED dan beresolusi Quad HD+ dengan ukuran 6,1 inci untuk S10 standar, 6,4 inci untuk S10+ dan 5,8 inci untuk S10e. Samsung menjamin kualitas layar smartphone flagship terbarunya itu, karena didukung oleh teknologi HDR10+.

{Baca juga: Banyak Teknologi Baru, Harga Galaxy S10 “Cuma” Rp 14 Juta}

Di sektor dapur pacu, Samsung menyematkan prosesor yang sama untuk ketiganya, yakni Snapdragon 855 atau Samsung Exynos terbaru. Dibekali juga dengan RAM 8 GB dan 12 GB, dan ROM 128 GB, 512 GB, dan 1 TB khusus untuk Galaxy S10+ yang dapat ditambah dengan micro SD.

Galaxy S10 dan S10+ juga punya tiga kamera utama masing-masing 12 MP lensa wide, 12 MP lensa telephoto, dan 16 MP lensa ultra-wide 123 derajat. Sedangkan untuk kamera depannya, Galaxy S10 punya satu kamera dengan resolusi 10 MP lensa wide, dan S10+ dibekali kamera ganda 10 MP lensa wide dan 8 MP lensa RGB depth.

Samsung mematok harga Galaxy S10 di angka USD 899 atau Rp 12,6 jutaan. Sedangkan harga Galaxy S10+ dan S10e masing-masing mencapai USD 999 atau Rp 14 jutaan dan USD 749 atau Rp 10,5 jutaan. (FHP)

Banyak Teknologi Baru, Harga Galaxy S10 “Cuma” Rp 14 Juta

0

Telko.id, Jakarta – Trio Samsung Galaxy S10 resmi melenggang di ajang “Galaxy Unpacked 2019” di San Francisco, Amerika Serikat. Ketiganya diberikan sentuhan teknologi berbeda, yang membuat Samsung Galaxy S10, Galaxy S10+, dan Galaxy S10e memiliki beragam teknologi baru di dalamnya. Lantas, berapa harga Galaxy S10?

Samsung Galaxy S10 mengusung layar dengan teknologi Dynamic AMOLED dan beresolusi Quad HD+ dengan ukuran 6,1 inci untuk S10 standar, 6,4 inci untuk S10+ dan 5,8 inci untuk S10e. Samsung menjamin kualitas layar smartphone flagship terbarunya itu, karena didukung oleh teknologi HDR10+.

Khusus untuk S10 standar dan S10+, perusahaan asal Korea Selatan ini menggunakan layar yang melengkung di sisi kiri dan kanannya.

{Baca juga: Trio Samsung Galaxy S10 Resmi Diperkenalkan}

Selain itu, kedua smartphone ini pun sudah mendukung teknologi keamanan bernama Ultrasonic Fingerprint yang ditanamkan di bawah layarnya. Teknologi itu dibantu oleh sistem Anti Spoofing, untuk mengamankan smartphone pengguna dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Terdapat teknologi Ultrasonic Fingerprint, yang jadi pertama di dunia. Sensor ini bisa mengenali sidik jari, meski di dalam kondisi yang ekstrem,” kata Suzanne De Silva, Director of Product Marketing Samsung.

Di sektor dapur pacu, Samsung menyematkan prosesor yang sama untuk ketiganya, yakni Snapdragon 855 atau Samsung Exynos terbaru. Dibekali juga dengan RAM 8 GB dan 12 GB, dan ROM 128 GB, 512 GB, dan 1 TB khusus untuk Galaxy S10+ yang dapat ditambah dengan micro SD.

{Baca juga: Resmi! Samsung Galaxy Fold Diluncurkan dengan Dua Layar}

“Kami memberikan dukungan microSD, yang membuatnya bisa memiliki storage sebesar 1,5 TB,” jelas Drew Blackard, Senior Director of Product Marketing Samsung.

Smartphone ini memiliki kapasitas baterai yang berbeda-beda. Galaxy S10 ditopang oleh baterai berkapasitas 3,400 mAh, Galaxy S10+ punya baterai sebesar 4,100 mAh dan Galaxy S10e disematkan baterai kecil berkapasitas 3,100 mAh. Baterai tersebut didukung juga oleh teknologi wireless charging dengan kecepatan 36% lebih baik dari ser sebelumnya.

“S10 dapat berfungsi sebagai wireless charging pad. Itu membuktikan bahwa S10 menjadi smartphone powerful dan juga pintar,” klaim Drew.

Setelah “bereksperimen” dengan memberikan 3 kamera untuk Galaxy A7 (2018), Samsung membawa teknologi ini untuk seri flagship. Galaxy S10 dan S10+ punya kamera masing-masing 12 MP lensa wide, 12 MP lensa telephoto, dan 16 MP lensa ultra-wide 123 derajat.

{Baca juga: Harga Samsung Galaxy Fold Nyaris Rp 30 Juta!}

Sedangkan untuk kamera depannya, Galaxy S10 punya satu kamera dengan resolusi 10 MP lensa wide. Lalu S10+, dibekali kamera ganda dengan resolusi masing-masing 10 MP lensa wide dan 8 MP lensa RGB depth.

“S10 jadi smartphone pertama yang bisa merekam video dengan HDR10+,” ujar Suzanne.

Kamera ini memberikan hasil ‘What You See is What You Get’,” tambahnya.

Lalu untuk S10e, tetap menerapkan kamera ganda di bagian belakangnya yang memadukan konfigurasi lensa wide dengan lensa ultra-wide. Sama dengan S10, smartphone ini juga memiliki satu kamera dengan lensa wide.

“Kamera didukung oleh AI Camera yang bisa mengenali lebih dari 30 kategori foto untuk membantu Anda mengambil foto terbaik di berbagai kondisi,” ujar Suzanne.

Dengan serangkaian teknologi itu, Samsung mematok harga Galaxy S10 di angka USD 899 atau Rp 12,6 jutaan. Sedangkan harga Galaxy S10+, mencapai USD 999 atau Rp 14 jutaan.

Sementara harga Galaxy S10e “hanya” USD 749 atau Rp 10,5 jutaan. Ketiganya akan tersedia pada 8 Maret mendatang. (FHP)

Harga Samsung Galaxy Fold Nyaris Rp 30 Juta!

0

Telko.id, Jakarta – Samsung resmi meluncurkan smartphone layar lipat pertamanya, Samsung Galaxy Fold. Sesuai prediksi, smartphone tersebut dibanderol dengan harga yang mahal, karena harga Samsung Galaxy Fold mencapai USD 1.980 atau setara Rp 27,7 jutaan.

Samsung Senior Vice President of Product Marketing, Justin Denison menyatakan, perangkat yang memadukan antara tablet dan smartphone itu akan dijual perdana pada 26 April mendatang dengan dua varian berbeda, yakni varian LTE dan juga 5G.

“Galaxy Fold tidak seperti device yang ada sebelumnya. Kita membuat sebuah breakthrough,” ucap Justin.

{Baca juga: Resmi! Samsung Galaxy Fold Diluncurkan dengan Dua Layar}

Samsung Galaxy Fold sendiri memiliki dua layar, masing-masing berukuran 7,3 inci untuk layar utama ketika smartphone dibentangkan, dan layar sekunder 4,6 inci yang akan aktif ketika smartphone dilipat.

Layar itu disebut Samsung sebagai Infinity Flex, yang dikemas dalam body yang diklaim sangat kuat. Justin mengatakan, perangkat tersebut dikemas dengan bahan yang kuat dan telah melalui berbagai pengujian, khususnya dalam mekanisme lipat sebanyak ribuan kali.

“Ini menggunakan bahan yang kuat, dan telah melalui tes lipat sebanyak ribuan kali,” jelasnya.

Smartphone ini ditenagai oleh prosesor Snapdragon 855, RAM 12 GB, ROM 512 GB, dan ditopang oleh dua baterai berkapasitas masing-masing 2,190 mAh atau menjadi 4,380 mAh. Sementara untuk sistem operasinya, Samsung memberikan sejumlah hal baru, termasuk fitur bernama App Continuity.

{Baca juga: Trio Samsung Galaxy S10 Resmi Diperkenalkan}

Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk menampilkan aplikasi secara berkelanjutan, dari smartphone ke mode tablet. Juga, pengguna dapat menjalankan tiga aplikasi secara bersamaan dengan pengalaman yang smooth.

Di sektor kamera, Galaxy Fold punya enam kamera. Tiga kamera utama yang bisa diakses pada mode smartphone atau tablet dengan resolusi 12 MP lensa wide-angle, 12 MP lensa telephoto, dan 16 MP lensa ultra-wide.

Lalu, ada dua kamera di bagian dalam atau pada mode tablet dengan resolusi 10 MP dan 8 MP lensa RGB depth, dan satu kamera depan 10 MP pada mode smartphone.

“Galaxy Fold kita membuat dimensi baru untuk smartphone, ini adalah kategori baru untuk sebuah perangkat,” papar Justin. (FHP)

Trio Samsung Galaxy S10 Resmi Diperkenalkan

0

Telko.id, Jakarta – Samsung resmi meluncurkan trio smartphone flagship mereka, yakni Samsung Galaxy S10, Galaxy S10+, dan Galaxy S10e. Sesuai banyak bocoran sebelumnya yang beredar, suksesor Samsung Galaxy S9 ini mengusung desain, teknologi serta fitur yang benar-benar berbeda.

Seperti layar misalnya, Samsung mengimplementasikan desain Infinity O pada ketiga smartphone barunya. Khusus untuk S10 standar dan S10+, perusahaan asal Korea Selatan ini menggunakan layar yang melengkung di sisi kiri dan kanannya.

Galaxy S10 mengusung layar berukuran 6,1 inci dengan adanya “lubang kamera” di kanan atas layar. Sementara S10+, punya layar lebih besar berukuran 6,4 inci dengan lubang kamera berbentuk pil di posisi yang sama.

{Baca juga: 5 Teknologi Baru di Samsung Galaxy S10}

Begitu pun juga dengan Galaxy S10e. Smartphone “versi murah” ini juga punya layar 5,8 inci berdesain fullscreen dengan adanya lubang kamera di kanan atas layarnya yang datar.

“Layarnya dibuat menggunakan teknologi Cutting Edge, sehingga lubang pada kamera tidak mengganggu piksel layar,” kata Suzanne De Silva, Director of Product Marketing Samsung. 

“Layar ini merupakan layar Dynamic Amoled pertama di dunia,” tambahnya.

Untuk dapur pacunya, Samsung menyematkan prosesor yang sama untuk ketiganya, yakni Snapdragon 855 atau Samsung Exynos terbaru. Dibekali juga dengan RAM 8 GB dan 12 GB, dan ROM 128 GB, 512 GB, dan 1 TB khusus untuk Galaxy S10+.

“Kami memberikan dukungan microSD, yang membuatnya bisa memiliki storage sebesar 1,5 TB,” jelas Drew Blackard, Senior Director of Product Marketing Samsung. 

{Baca juga: Resmi! Samsung Galaxy Fold Diluncurkan dengan Dua Layar}

Sama halnya dengan kamera. Setelah “bereksperimen” dengan memberikan 3 kamera untuk Galaxy A7 (2018), Samsung membawa teknologi ini untuk seri flagship. Galaxy S10 dan S10+ punya kamera masing-masing 12 MP lensa wide, 12 MP lensa telephoto, dan 16 MP lensa ultra-wide 123 derajat. 

Sedangkan untuk kamera depannya, Galaxy S10 punya satu kamera dengan resolusi 10 MP lensa wide. Lalu S10+, dibekali kamera ganda dengan resolusi masing-masing 10 MP lensa wide dan 8 MP lensa RGB depth.

“S10 jadi smartphone pertama yang bisa merekam video dengan HDR10+,” klaim Suzanne.

Lalu untuk S10e, tetap menerapkan kamera ganda di bagian belakangnya yang memadukan konfigurasi lensa wide dengan lensa ultra-wide. Sama dengan S10, smartphone ini juga memilik satu kamera dengan lensa wide

“Kamera didukung oleh AI Camera yang bisa mengenali lebih dari 30 kategori foto utnuk membantu Anda mengambil foto terbaik di berbagai kondisi,” ujar Suzanne. (FHP)

Resmi! Samsung Galaxy Fold Diluncurkan dengan Dua Layar

0

Telko.id, Jakarta – Selain Galaxy S10, di acara “Galaxy Unpacked 2019” juga menjadi ajang bagi Samsung untuk menjadi brand yang “benar-benar” meluncurkan smartphone layar lipat. Ya, smartphone itu adalah Samsung Galaxy Fold.

Pertama kali diperlihatkan di acara Samsung Developer Conference pada tahun lalu, Galaxy Fold punya dua layar yang dikemas dalam body berbentuk tablet masa kini.

“Galaxy Fold tidak seperti device yang ada sebelumnya. Kita membuat sebuah breakthrough,” ucap Samsung Senior Vice President of Product Marketing, Justin Denison.

{Baca juga: Lebih Canggih! 5 Smartphone Lipat yang akan Dirilis Tahun Ini}

Layar utamanya berukuran 7,3 inci. Sedangkan layar sekunder, berukuran 4,6 inci yang akan aktif ketika smartphone dilipat.

Belum diketahui berapa resolusi kedua layar tersebut. Namun kabarnya, layar utama beresolusi 2152 x 1536 piksel dengan aspek rasio 4:2:3. Sedangkan, layar kecil memiliki aspek rasio 21:9 dengan resolusi 1960 x 840 piksel.

“Galaxy Fold kita membuat dimensi baru untuk smartphone, ini adalah kategori baru untuk sebuah perangkat,” jelasnya.

Smartphone ini ditenagai oleh prosesor Snapdragon 855, RAM 12 GB, ROM 512 GB, sistem operasi berbasis Android yang mendukung tampilan ala smartphone lipat, dan ditopang oleh dua baterai berkapasitas masing-masing 2,190 mAh atau menjadi 4,380 mAh.

{Baca juga: Bos Xiaomi Pamer Smartphone Lipat, Mi Mix Flex?}

Galaxy Fold juga memiliki total enam kamera yang ditempatkan pada “Tablet Mode” dan juga “Smartphone Mode”. (FHP)

GINSI Dorong Survey Kondisi Peti Kemas Berbasis IT Guna Turunkan Biaya

0

Telko.id – Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) mempertanyakan keseriusan Pemerintah untuk menurunkan biaya logistik, dalam hal ini terkait penghapusan uang jaminan kontainer untuk kegiatan impor, utamanya terkait kondisi peti kemas di lapangan dan depo kontainer kosong eks impor.

Menurut Ketua BPD GINSI, Capt H Subandi, selama ini pihak importir merasa dibebani dengan besarnya biaya yang ditimbulkan oleh klaim atas kerusakan peti kemas yang digunakan. Sementara hingga kini importir masih diwajibkan menaruh uang jaminan kerusakan peti kemas tersebut untuk mengambil dokumen delivery order (DO) di perusahaan pelayaran, baik menggunakan mata uang dolar AS maupun rupiah.

Subandi melanjutkan, besaran uang jaminan itu berkisar antara US$100 sampai dengan US$250 per boks peti kemas. Bahkan, ada importir yang dikenakan hingga Rp 4 juta per boks peti kemas. Artinya dalam setahun bisa mencapai Rp.3 Triliun lebih. Dan itu, diterima oleh perusahaan shipping yang hampir seluruhnya merupakan perusahaan asing yang nantinya akan dikirim ke pusatnya di luar negeri.

“Dan uang jaminan itu jarang dan hampir tidak pernah kembali. Ibaratnya, ada uang jaminan tapi tidak terjamin kontainer kami,” papar Subandi dalam acara Sosialisasi dan Coaching Clinic PDE Internet dan Sosialisasi Pemeriksaan Kontainer Kosong di Depo di Hotel Ibis, Sunter, Jakarta Barat, 20 Februari 2019 yang dihadiri oleh lebih dari 200 perusahaan importir anggota GINSI dan stakeholder terkait di Pelabuhan Tanjung Priok.

Itu sebabnya, uang jaminan itu nantinya akan diganti dengan asuransi. Jauh lebih terjangkau.

Sebenarnya, upaya GINSI untuk menghapuskan uang jaminan ini telah dikomunikasikan baik ke Kementrian Perekonomian maupun perhubungan, dengan harapan bisa segera dibuatkan aturannya.

“Harapannya sih dalam satu atau dua bulan ini selesai,” imbuhnya.

Selama menunggu, dia mengusulkan survei kerusakan kondisi peti kemas melibatkan surveyor independent, dalam hal ini Surveyor Indonesia dan Sucofindo, sehingga importir bisa mendapatkan data yang lebih fair dan transparan serta biaya yang lebih terukur atas setiap  kerusakan yang terjadi pada peti kemas.

Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, dalam bentuk aplikasi berbasis Android.

Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (DPP ASDEKI) Muslan AR, aplikasi yang bekerja secara real-time ini akan memudahkan para pelaku usaha dalam melakukan pengecekan kontainer kosong di Depo. Disamping mengurangi biaya atau cutting cost, yang selama ini dikeluhkan importir.

“Cutting cost itu juga akan berpengaruh kepada kemacetan. Karena dengan inikan artinya kita ngga perlu pergi dari kantor ke Depo, atau sebaliknya dari Depo ke kantor. Cost transport itu akan hilang,” ungkapnya.

Aplikasi ini direncakan akan diperkenalkan pada 27 Februari 2019. Jakarta akan menjadi wilayah pertama yang menerapkan sistem ini, khususnya Depo GNS, disusul 30 depo lainnya.

Harapannya dalam satu atau dua bulan semua depo di Jakarta akan mulai menerapkan. (Icha)

GINSI Sambut Positif Pemberlakuan PDE Internet Di Bea Cukai

0

Telko.id – Implementasi program Pertukaran Data Elektronik via Internet (PDE Internet) secara penuh di seluruh Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai sejak 1 Januari 2019 ditanggapi positif oleh para pelaku usaha.

Ketua BPD Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) DKI Capt H Subandi mengaku sangat antusias dengan adanya program PDE Internet ini.

Menurutnya, importir dapat mengurus dan menyelesaikan dokumen tanpa harus menggunakan jasa pihak lain. Sebagaimana yang terjadi selama ini.

“Jadi kalau selama ini kita pakai jasa orang lain, sekarang bisa mengajukan atau submit sendiri,” katanya dalam acara sosialisasi dan coaching clinic PDE Internet dan sosialisasi pemeriksaan container kosong di depo di Hotel Ibis, Sunter, Jakarta Barat, 20 Februari 2019 yang dihadiri oleh lebih dari 200 perusahaan importir anggota GINSI dan stakeholder terkait di Pelabuhan Tanjung Priok.

Program PDE Internet bertujuan untuk lebih meningkatkan efisiensi biaya, mempercepat proses bisnis, menciptakan equal treatment pada pengguna aplikasi impor dan memiliki cakupan sistem lebih luas sehingga waktu dan tempat tidak terbatas untuk melakukan pengiriman data.

“Setidaknya, dengan pemberlakukan PDE Internet ini bisa mengurangi biaya 20% sampai 30%,” ungkap Subandi.

Pada tahap awal, sistem yang mampu memfasilitasi pertukaran data antara pengguna jasa kepabeanan dengan DJBC di seluruh wilayah Indonesia ini, telah diimplementasikan secara bertahap di 70 Kantor Pengawasan dan Pelayanan untuk memproses dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Penerapannya  secara penuh sendiri mulai berlaku sejak 2019.

Mengingat manfaat PDE internet yang sangat besar bagi pelaku usaha, Subandi optimis  para importir akan mendukung pelaksanaan implementasi PDE internet ini secara keseluruhan.

“Apalagi ini juga eranya digitalisasi, eranya revolusi industry 4.0, mau tidak mau, suka tidak suka, siapapun termasuk importir wajib menguasai teknologi,” lanjutnya. (Icha)

HP Rilis Laptop Berbahan Kulit, HP Spectre Folio

0

Telko.id, Jakarta – Setelah pertama kali dirilis di Malaysia pada Oktober tahun lalu, kini HP membawa notebook flagship, unik, dan mewah mereka, HP Spectre Folio ke Tanah Air. Disebut unik dan mewah karena Spectre Folio diklaim sebagai notebook konvertibel pertama yang dikemas dengan bahan kulit asli yang berkualitas.

“Kami senang telah merilis notebook konvertibel berbahan kulit pertama di dunia,” kata Hendry Widjaja, COO HP Indonesia di acara peluncuran HP Spectre Folio, di Jakarta, Rabu (20/02/2019).

“Ini adalah kombinasi dari craftmanship dengan teknologi,” tambahnya.

{Baca juga: Main Gadget Malam Hari Bikin Anak-anak Susah Tidur}

Meski punya desain mewah dan terkesan unik, notebook ini juga ditopang oleh spesifikasi mumpuni yang dapat memudahkan penggunanya dalam beraktivitas.

Dijelaskan Hansen Wijaya, Consumer PC Category Lead HP Indonesia, notebook itu telah mengusung layar berukuran 13,3 inci dengan resolusi maksimal 4K dan telah dilapisi olej Corning Gorilla Glass 4.

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Layarnya mendukung input dari pena digital yang dapat disimpan dalam tempat pena yang juga berbahan kulit asli. Pena tersebut, dapat digunakan pengguna untuk menggambar, mendesain, dan hal-hal lainnya pada aplikasi menggambar yang telah tersedia di notebook, seperti Paint 3D.

Di sektor dapur pacunya, digunakan prosesor dual-core Intel Core i7-8500Y up to 4,2 GHz, GPU integrated Intel UHD Graphics 615, RAM 16 GB LPDDR3, ROM 1 TB PCIe NVMe M.2 SSD, dan baterai 6-cell 54,28 Whr. Hansen mengatakan, notebook tersebut juga bisa memberikan kenyamanan kepada pengguna karena dikemas dengan desain Fanless.

“Desainnya Fanless, jadi ketika digunakan di atas pangkuan pengguna, tidak akan terasa hawa panas pada notebook,” jelasnya.

“Ini juga menggunakan prosesor low power, jadi tidak mengeluarkan panas yang berlebih,” imbuh Hansen.

{Baca juga: Snapdragon 8cx, Chip 7 Nanometer Paling Gahar untuk Laptop}

Di Indonesia, Spectre Folio hanya tersedia satu warna saja, yakni Cognac Brown. Perusahaan asal Amerika Serikat ini pun melepas notebook jagoannya dengan harga yang cukup mahal, tepatnya harga HP Spectre Folio mencapai Rp 34,9 jutaan.

“Ini untuk konsumen yang tidak hanya cari teknologi, tapi juga mencari dan memperhatikan kualitas serta desain,” papar Hendry. (FHP)