spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1364

Adu Kuat Flagship “Zaman Now”

0

Telko.id – Samsung baru saja mengumumkan smartphone flagship terbarunya, Samsung Galaxy S10Smartphone tersebut bisa dibilang sebagai sebuah breakthrough dari Samsung, berkat teknologi, fitur, sampai desain yang benar-benar berbeda daripada seri sebelumnya.

Bahkan menurut Apple Insider, seperti dikutip Telko.id pada Jumat (22/02/2019), Samsung Galaxy S10 dapat membuat terkesan para pengguna setia iPhone saat smartphone itu diperkenalkan. Tapi benarkah?

Well, kali ini tim Telko.id akan mencoba membandingkan smartphone andalan terbaru Samsung itu dengan smartphone flagship Apple, yakni iPhone XS.

{Baca juga: Trio Samsung Galaxy S10 Resmi Diperkenalkan}

Kami akan membandingkan dari sisi desain, spesifikasi, serta fitur-fitur yang ada di dalamnya. Socheck this out!

Desain

Foto: PCMag

Samsung dengan berani mengubah desain Galaxy S10 menjadi lebih berbeda daripada seri sebelumnya. Seperti bagian depan misalnya, Samsung mengusung desain fullscreen berkat penggunaan “lubang kamera” di kanan atas layarnya.

Ini menjadi sebuah peningkatan, apabila kita melihat desain dari Samsung Galaxy S8 dan Galaxy S9 yang masih memiliki bezel yang cukup tebal.

Begitu juga dengan bagian belakangnya, Samsung kini meletakkan frame kamera utama secara horizontal dan memanjang. Frame kamera itu sendiri menjadi tempat bagi tiga kamera utama, LED Flash, dan juga sensor detak jantung.

Sementara iPhone XS, desainnya masih nyaris sama persis dengan seri sebelumnya, iPhone X. Nyaris tidak ada ubahan yang berarti, seperti tetap ada notch atau poni di bagian atasnya.

{Baca juga: Resmi! Samsung Galaxy Fold Diluncurkan dengan Dua Layar}

Desain yang sama juga diaplikasikan Apple bada body bagian belakang smartphone. iPhone XS punya bahasa desain yang mirip dengan iPhone X, termasuk dalam hal ukuran layarnya yang sama-sama sebesar 5,8 inci.

Nah, berbicara soal layarnya, Samsung Galaxy S10 mengusung layar dengan teknologi Dynamic AMOLED dan beresolusi Quad HD+ dengan ukuran 6,1 inci. Samsung menjamin kualitas layar smartphone flagship terbarunya itu, karena didukung oleh teknologi HDR10+.

Sekadar informasi, HDR10+ akan membuat para pengguna tetap dapat melihat konten secara maksimal pada layar, meski berada pada kondisi matahari yang bersinar terik. Selain itu, smartphone ini pun telah mendukung teknologi keamanan bernama Ultrasonic Fingerprint yang ditanamkan di bawah layarnya.

Teknologi ini dibantu oleh sistem Anti Spoofing, untuk mengamankan smartphone pengguna dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kedua teknologi inilah yang bisa jadi membuat para pengguna iPhone XS sedikit iri.

Spesifikasi

Foto: Geeky Gadgets

Dalam hal dapur pacu, kedua smartphone tersebut sama-sama ditenagai oleh SoC dengan proses fabrikasi 7nm. Samsung Galaxy S10 ditopang oleh prosesor Snapdragon 855, RAM 8 GB dan 12 GB, ROM 128 GB, 512 GB, dan 1 TB khusus untuk Galaxy S10+, dan baterai berkapasitas 3,400 mAh.

Sedangkan iPhone XS, ditenagai oleh prosesor Apple A12 Bionic, RAM 4 GB, ROM 64 GB, 256 GB, dan 512 GB, serta baterai berkapasitas 2,658 mAh. Bagaimana dengan performanya, apabila melihat berdasarkan perolehan skor di Geekbench misalnya?

Memang hasil benchmark dari Samsung Galaxy S10 belum diketahui. Namun berdasarkan pengujian yang dilakukan Apple Insider pada smartphone dengan Snapdragon 855, mereka mendapatkan skor 3.500 dalam pengujian single-core dan 11.200 untuk pengujian multi-core.

Skor tersebut tertinggal jauh dari yang didapatkan oleh iPhone XS. Sebab, smartphone tersebut memiliki skor single-core sebesar 4.800 dan multi-core sekitar 11.450.

{Baca juga: iPhone Xr, iPhone Xs, dan iPhone Xs Max, Apa Bedanya?}

Membahas soal kameranya, Galaxy S10 punya tiga kamera utama, dengan masing-masing beresolusi 12MP lensa wide, 12MP lensa telephoto, dan 16MP lensa ultra-wide 123 derajat. Kamera utama tersebut dimungkinkan untuk mengambil video dengan kualitas HDR10+.

Sedangkan kamera depannya, Galaxy S10 punya satu kamera dengan resolusi 10MP lensa wide. Sementara untuk iPhone XS, punya kamera ganda di bagian belakang dengan resolusi masing-masing 12MP lensa wide-angle aperture f/1.8 dan 12MP lensa telephoto aperture f/2.4 dengan 2x optical-zoom. Lalu kamera depannya “hanya” beresolusi 7MP saja.

Fitur

Foto: Trusted Reviews

Ada beragam fitur yang ditawarkan keduanya, namun kami memilih untuk membandingkan fitur keamanan serta pengisian dayanya saja. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Galaxy S10 sudah mendukung teknologi keamanan bernama Ultrasonic Fingerprint yang ditanamkan di bawah layarnya yang dibantu oleh sistem Anti Spoofing.

Sementara iPhone XS, memiliki Face ID yang disematkan pada komponen TrueDepth Camera pada notch atau poni di atas layarnya. Teknologi ini, dapat digunakan pengguna untuk melakukan otentikasi keamanan ketika memanfaatkan Apple Pay atau Safari Autofill.

Samsung Galaxy S10 telah didukung oleh teknologi wireless charging, yang diklaim punya kecepatan pengisian lebih baik 36% daripada seri sebelumnya. Selain itu, smartphone ini pun disematkan teknologi reverse wireless charging, yang membuatnya bisa berfungsi sebagai wireless charging pad.

Teknologi ini nantinya memungkinkan pengguna mengisi daya perangkat dengan teknologi wireless charging, dengan meletakkannya di atas body belakang Galaxy S10.

{Baca juga: Lebih Mahal, Segini Harga iPhone XS di Indonesia}

iPhone XS juga sudah memiliki teknologi pengisian baterai nirkabel itu. Namun sayangnya, smartphone ini belum dibekali teknologi reverse wireless charging. Mungkin saja, Apple bakal menghadirkan teknologi itu pada seri iPhone selanjutnya.

Well, bagaimana menurut Anda? Dengan harga berkisar Rp 12,9 jutaan untuk Samsung Galaxy S10 dan Rp 20,4 jutaan untuk harga minimum iPhone XS, manakah yang lebih menarik perhatian Anda? (FHP)

TCASH Resmi Hari Ini Berubah Jadi LinkAja

0

Telko.id – Akhir nya TCASH resmi berubah menjadi LinkAja. Meleset sehari dari yang pernah diumumkan awal Februari lalu menjadi tanggal 22 Februari. Itupun, baru sampai tahap pembaharuan aplikasinya saja.

Sedangkan untuk Operasional financial technology (fintech) pembayaran pelat merah LinkAja yang semula direncanakan pada 21 Februari 2019, mundur hingga 1 Maret 2019.

Hal ini dikarenakan ijin dari Bank Indonesia masih belum keluar. Bank Indonesia (BI) kini masih meneliti untuk pemberian izin sebagai penerbit uang eletronik.

“Mereka [Himbara] posisinya saat ini sudah mengajukan proses izin. Karena biar bagaimanapun sebuah perubahan yang cukup signifikan, misalnya terkait produk dan nantinya kelembagaan itu harus dilakukan proses untuk kita berikan license baru,” kata Susiati Dewi, Asisten Deputi Direktur Eksekutif Departemen Sistem Pembayaran bank Indonesia, di Jakarta, Kamis (21/2/2019), seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Dengan perubahan ini, aplikasi TCASH akan otomatis terkonversi menjadi LinkAja, sedangkan pelanggan yang masih menggunakan USSD perlu memberikan persetujuan melalui menu akses *800#.

Danu Wicaksana, Direktur Finarya mengatakan, “Sejak tanggal 22 Februari 2018, layanan uang elektronik TCASH efektif berubah menjadi LinkAja. Pelanggan TCASH tidak perlu khawatir, karena semua layanan dan fitur yang sebelumnya tersedia pada layanan TCASH tetap dapat diakses dan dinikmati pada layanan LinkAja. Terlebih lagi, kami akan mengembangkan berbagai fitur baru untuk LinkAja dari waktu ke waktu.”

Danu kemudian menegaskan kembali tentang program inklusi keuangan yang selama ini menjadi komitmen TCASH.

“Hadirnya layanan keuangan yang menyeluruh dari LinkAja diharapkan dapat semakin mengakselerasi inklusi keuangan dan mempercepat terbentuknya cashless society yang diusung pemerintah dalam Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT). Selain itu, Linkaja bertujuan untuk melengkapi ekosistem pembayaran digital di Indonesia.”, ujar Danu.

Sedangkan produk fintech milik BUMN lainnya yang bergabung dalam LinkAja, seperti Yap! milik BNI, e-Cash milik Bank Mandiri dan T-bank dari Bank BRI, akan menyusul. Yang Secara operational, nanti nya akan dikendalikan juga oleh telkomsel.

LinkAja berada dalam naungan Fintek karya Nusantara (Finarya) yang dimiliki oleh Telkomsel yang merupakan anak usaha Telkom ini sebesar 25% saham, Bank Mandiri, BNI dan BRI masing-masing 20%. Sementara, BTN dan Pertamina memegang masing-masing 7% dan Jiwasraya akan memegang 1% saham. (Icha)

Smartphone “Anti Poni” Bergaya Luxury

0

Telko.id – Tak lama lagi Vivo V15 diprediksi akan segera melenggang di Indonesia. Walaupun demikian, hingga kini belum ada informasi resmi kapan smartphone yang jadi suksesor Vivo V11 itu bakal diluncurkan di Tanah Air.

Tapi kemungkinan smartphone itu akan melenggang pada akhir Februari atau awal Maret mendatang.

Meskipun belum diresmikan, tim Telko.id sudah berkesempatan untuk menggunakan Vivo V15 secara langsung selama beberapa saat.

{Baca juga: Hands-on Samsung Galaxy M20: Smartphone Berponi Khusus Milenial}

Karenanya dalam tulisan kali ini, kami akan mengulasnya secara singkat lewat hands-on Vivo V15. Di sini, kami akan sedikit membahas soal desain, spesifikasi, serta sejumlah fitur andalannya. So, simak baik-baik ya!

Desain

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Vivo V15 mengusung bahasa desain yang benar-benar berbeda dibandingkan seri sebelumnya. Smartphone ini dikemas dengan desain fullscreen tanpa notch ataupun lubang kamera yang “cukup mengganggu” tampilan layar.

Vivo V15 mengadopsi teknologi kamera mekanik seperti Vivo NEX. Perlu diketahui, kamera mekanik ini hanya akan muncul dari dalam body smartphone ketika kamera depan digunakan, dan terbukti sukses memaksimalkan rasio layar terhadap body smartphone.

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

“Kamera mekanik ini akan otomatis aktif ketika pengguna menggunakan kamera depan. Jangan takut, ini kuat karena kami sudah melakukan berbagai tes, termasuk tes ketahanan dan stress test,” kata Yoga Samiaji, Senior Product Manager Vivo Indonesia, saat ditemui di Jakarta, Jumat (22/02/2019).

Untuk ukuran layarnya, Vivo V15 memiliki layar berukuran 6,53 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel) dan telah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5.

{Baca juga: Segera Diluncurkan, Ini Spesifikasi Lengkap Vivo V15}

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Pindah ke bagian belakang, smartphone ini memiliki body berbahan dasar polycarbonate yang dilapisi tempered glass, dan diberi warna gradasi yang membuatnya tampil jauh lebih menarik. Ada dua warna yang diberikan, yakni Glamour Red dan juga Royal Blue.

Warnanya, Royal Blue yang elegan, luxury dan eksklusif serta Glamour Red yang classy dan mewah,” ujar Yoga.

Spesifikasi dan Fitur

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Kamera menjadi salah satu andalan utama Vivo V15. Untuk kameranya sendiri, smartphone ini menggunakan kamera depan beresolusi 32 MP dengan aperture f/2.0.

Sedangkan kamera belakangnya, terdapat tiga kamera dengan masing-masing beresolusi 12 MP lensa utama aperture f/1.78, 8 MP lensa wide-angle 120 derajat aperture f/2.2, dan 5 MP lensa depth aperture f/2.4. Keempat kamera itu, telah didukung oleh sejumlah fitur berbasis Artificial Intelligence (AI).

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Seperti AI Body Shaping pada kamera belakang, yang memungkinkan pengguna untuk mengedit ukuran pinggang, meniruskan kepala, memperkecil jenjang kaki, bahu, serta bagian belakang. Kemudian ada AI Face Beauty, AI Portrait Lighting, sampai fitur Smart Framing.

{Baca juga: Vivo V15 Siap Meluncur dengan 3 Fitur Unggulan, Apa Saja?}

Pindah ke dapur pacunya, smartphone ini akan ditopang oleh RAM 6 GB, ROM 64 GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung oleh teknologi Dual Engine Fast Charging. Sementara untuk sistem operasinya, digunakan sistem operasi FunTouch 9 berbasis Android Pie.

Ada beragam hal baru yang terdapat pada FunTouch 9. Seperti UI yang lebih berwarna dengan ikon yang tampil lebih menarik. Selain itu, ada beberapa fitur juga di dalam sistem operasi ini.

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Seperti FunMoji, Smart Panel, sampai Game Mode 5.0. Khusus fitur terakhir, sistem bakal memaksimalkan penggunaan RAM untuk game, dan fps pada game akan sedikit diturunkan agar pengguna tidak akan merasakan nge-lag ketika bermain game.

Di fitur ini juga ada Competition Mode, yang mampu menghindarkan pengguna dari notifikasi dan gangguan lainnya ketika sedang bermain game. Selain tanggal peluncuran yang belum diungkapkan Vivo, brand asal China ini juga belum memberikan bocoran harga dari smartphoneini. So, kita nantikan saja ya! (FHP)

Segera Diluncurkan, Ini Spesifikasi Lengkap Vivo V15

0

Telko.id, Jakarta – Smartphone menengah terbaru dari Vivo, Vivo V15 tak lama lagi akan segera hadir di Indonesia. Memang belum ada informasi resmi kapan smartphone tersebut bakal diluncurkan di Tanah Air, tapi kemungkinan suksesor Vivo V11 itu akan melenggang pada akhir Februari atau awal Maret mendatang.

Walau belum diluncurkan, spesifikasi Vivo V15 malah muncul lebih awal. Smartphone ini diketahui mengusung sejumlah teknologi baru, sekaligus jadi yang pertama di Indonesia.

Vivo V15 memiliki layar berukuran besar, tepatnya 6,53 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel) dan telah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5. Layarnya sama sekali tidak terganggu oleh adanya notch atau poni yang biasanya jadi tempat bagi kamera depan, seperti sebagian besar smartphone menengah masa kini.

{Baca juga: Vivo V15 Siap Meluncur dengan 3 Fitur Unggulan, Apa Saja?}

Lantas dimana letak kamera depannya? Seperti Vivo NEX, V15 mengadopsi teknologi kamera mekanik yang hanya akan muncul dari dalam body smartphone ketika kamera depan digunakan.

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

“Kamera mekanik ini akan otomatis aktif ketika pengguna menggunakan kamera depan. Jangan takut, ini kuat karena kami sudah melakukan berbagai tes, termasuk tes ketahanan dan stress test,” kata Yoga Samiaji, Senior Product Manager Vivo Indonesia, saat ditemui di Jakarta, Jumat (22/02/2019).

Untuk kameranya sendiri, Vivo V15 menggunakan kamera depan beresolusi 32 MP dengan aperture f/2.0. Masih soal kamera, kini V15 juga sudah mengandalkan tiga kamera utama di bagian belakangnya.

Masing-masing beresolusi 12 MP lensa utama aperture f/1.78, 8 MP lensa wide-angle 120 derajat aperture f/2.2, dan 5 MP lensa depth aperture f/2.4. Keempat kamera itu, telah didukung oleh sejumlah fitur berbasis Artificial Intelligence (AI).

{Baca juga: Siap Diluncurkan, Berapa Harga Vivo V15 di Indonesia?}

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Pindah ke dapur pacunya, smartphone ini akan ditopang oleh RAM 6 GB, ROM 64 GB, baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung oleh teknologi Dual Engine Fast Charging, dan sistem operasi FunTouch 9 berbasis Android Pie.

Selain tanggal peluncuran yang belum diungkapkan Vivo, brand asal China ini juga belum memberikan bocoran harga dari smartphone ini. So, kita nantikan saja ya! (FHP)

Danny Buldansyah:  Yang Duluan konsolidasi Bisa Bertahan Sisanya Mati

0

Telko.id – Isu konsolidasi operator masih saja bergulir. Terlebih ketika ada bocoran kalau peraturan baru yang sedang digodok akan memberikan konsep yang cukup menarik. Bahkan, setiap operator sudah bersiap menghadapi kondisi jika harus melakukan konsolidasi ini. Termasuk melakukan simulasi dengan siapa berkonsolidasinya dan dampak nya seperti apa.

“Setiap operator kini sudah melakukan simulasi. Tentu diluar Telkomsel. Misalnya, Indosat dengan XL Axiata, hasil nya seperti apa. Lalu kalau Indosat dengan Smartfren seperti apa, Indosat dengan Tri seperti apa. Atau XL dengan Smartfren maupun dengan Tri, hasilnya seperti apa. Semua nya sudah dihitung. Tapi, yang pasti, hasilnya akhirnya sama, yang duluan konsolidasi bisa bertahan, yang lain akan mati,” ujar Danny Buldansyah, Wakil Presiden Direktur 3 Indonesia, menjelaskan saat pertemuan santai di rumah dinas Menkominfo di Jakarta 21 Februari 2019.

Bahkan, Danny juga menegaskan kalau setiap operator pun sudah menyiapkan ‘dana’ untuk konsolidasi atau membeli. Tapi sampai saat ini, Danny melihat bahwa aksi yang dipersiapkan adalah untuk membeli, belum ada operator yang mau dibeli. Kalaupun ada yang mau dibeli, saat ini harga nya sangat mahal. Hal itu yang masih mengganjal, termasuk juga ‘ego’ masing-masing operator yang tidak mau dibeli tadi.

Dengan wacana ada peraturan tentang frekuensi, bahwa nanti jika terjadi konsolidasi akan disesuaikan ijin pemakaian frekuensinya, dimana jika ada kelebihan, maka akan ‘disimpan’ dulu oleh pemerintah dengan tuhuan agar tidak memberatkan operator dalam membayar BHP. Lalu nanti dalam periode tertentu saat dikaji lagi dan sudah tidak cukup karena pertumbuhan pelanggannya, maka frekuensi yang ‘pernah’ dimiliki nya itu akan diberikan kembali tanpa lelang. Tapi menggunakan ‘harga’ BHP pada saat dikembalikan itu. Tri Hutchinson menyambut positif konsep itu.

“konsep nya bagus dan menarik. Tapi tetap, kami menunggu peraturan nya dulu”, ujar Danny.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, mengaku sudah bicara juga dengan para pemegang saham ke lima operator selular di Indonesia.

“Saya sudah bicara dengan para pemegang saham. Dan mereka tidak ada yang keberatan. Tapi memang masih ada ganjalan, seperti ego masing-masing. Jadi, saya juga memfasilitiasi atau menjembatani pihak-pihak yang mau konsolidasi”, ungkap Rudiantara.

Hanya saja, Rudiantara menegaskan bahwa konsolidasi itu urusan pemegang saham. Jika manajemen tidak diinfo oleh para pemegang saham ya, bukan salah saya. Tanya pada pemegang saham.

Memang, ketika konsolidasi terjadi, yang ketar-ketir ya Telkomsel. Bagaimana tidak, saat ini, gap dengan operator lain sangat besar, tapi begitu ada konsolidasi gap itu akan jauh semakin dekat.

Bagi Rudiantara, konsolidasi dengan konsep frekuensi yang sedang digodok lebih lanjut tersebut, menguntungkan Telkomsel. “Konsep menahan frekuensi yang berlebih itu akan lebih fair bagi Telkomsel,” sahut Rudiantara.

Fair juga bagi operator yang melakukan konsolidasi karena tidak perlu membayar BHP besar. Jadi bisa lebih fokus meningkatkan kualitas jaringan dan menambah jumlah pelanggan. Toh, kalau nanti kurang akan disesuaikan lagi frekuensi yang bisa digunakan.

“Tapi, kalau tidak bisa juga menambah pelanggan, boleh kan dikasih pada operator yang growth pelanggan nya tinggi dan membutuhkan frekuensi lagi,” ujar Rudi menegas.

“Jadi dulu duluan. Siapa yang cepat konsolidasi, dia bisa bertahan, yang lain akan mati”, ujar Danny menegaskan.

Sayang, Danny sendiri tidak mau membicarakan tentang kondisi Tri terkait upaya untuk melakukan konsolidasi ini.

Danny tetap akan menunggu peraturan pemerintah terkait konsolidasi itu sebelum akhir nya nanti menentukan aksi korporasi yang akan diambil. Beli atau di beli. (Icha)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Airpods 2 akan Berkelir Hitam Mengkilat

0

Teleset.id|Jakarta – Tampaknya Apple telah melakukan pembaruan pada AiPods. Apple diperkirakan akan meluncurkan AirPods 2 baru tahun ini dan rumor menunjukkan earphone Apple ini akan tersedia dalam warna hitam mengkilap.

Menurut situs Taiwan, Economic Daily News, rantai suplai Apple telah mulai memproduksi AirPods 2 secara massal dan siap dirilis tahun ini.

Sumber dari dalam menyebutkan bahwa earphone ini akan dilengkapi dengan lapisan eksterior berteknologi tinggi. Serta memiliki tingkat cengkeraman yang lebih kuat, sehingga mencegah terlepas dari telinga anda.

AirPods 2 dikabarkan akan tersedia setidaknya dua pilihan warna, ‘putih tradisional’ dan hitam mengkilat.

{Baca juga: AirPods Terbaru Punya Teknologi Anti-Bising?}

Laporan awal bulan ini mengklaim bahwa Apple akan merilisnya pada akhir Juni. Untuk versi terbaru ini dapat anda miliki dengan harga sekitar £ 200 atau sekitar Rp 3,6 juta.

Earphone nirkabel yang sangat populer ini belum ditingkatkan sejak dirilis dua tahun yang lalu. Ketika awal diluncurkan, para kritikus menganggap earphone ini terlalu mahal dan mudah hilang.

Namun, faktanya gadget ini banyak kita jumpai di setiap telinga. Bahkan banyak selebritas dunia yang menggunakannya, misalnya Miley Cyrus yang tampak mengenakan sepasang Louis Vuitton AirPods, bulan lalu.

{Baca juga: Berkat AirPods, Apple Mulai Kuasai Pasar Headphone}

Apple Airpods 2 akan mengikuti jejak Galaxy Buds buatan Samsung, yang diluncurkan bersama dengan smartphone Galaxy S10. [BA/HBS]

Ecofren, Solusi Atasi Sampah Elektronik yang Terus Meningkat

0

Telko.id, Jakarta – Teknologi yang terus berkembang tanpa disadari turut berdampak pula pada lingkungan. Bukan terkait penyalahgunaan teknologi itu sendiri, melainkan sampah atau limbah yang dihasilkan oleh produk elektronik. Menurut International Telecommunication Union (ITU) dan United Nations University (UNU), jumlahnya bahkan terus meningkat.

Pada tahun 2016, sampah elektronik atau e-waste, yang mencakup produk-produk yang dibuang dengan baterai atau colokan termasuk ponsel, laptop, televisi, lemari es dan mainan listrik mencapai 44,7 juta metrik ton, naik 3,3 juta metrik ton (8 persen) dari tahun 2014.  Parahnya, hanya sekitar 20 persen – atau 8,9 juta metrik ton – dari semua e-waste didaur ulang pada tahun yang sama.

Di Indonesia, hal yang tak jauh berbeda ditemukan. Pada 2015, berdasarkan riset International Journal of Environmental Science and Development, setidaknya ratusan ribu ton sampah elektronik dihasilkan – mulai dari TV (106.324 ton), PC Desktop (23.816 ton), PC Laptop (7.485 ton), Ponsel (4.375 ton), Kulkas (88.381 ton), hingga mesin cuci (53.539 ton). Dan hanya sekitar  70 persen  dari semua sampah tersebut dikumpulkan pada tahun yang sama.

Mengacu pada fakta tersebut, PT Arah Environmental Indonesia, penyedia solusi terpadu pengelolaan limbah dan sampah yang tersertifikasi, memperkenalkan ECOFREN, sebuah solusi pengelolaan limbah dan sampah secara terpadu khusus untuk segmen bisnis dan sarana komersial. Solusi ini mencakup perencanaan, perlengkapan dan pengemasan, pengangkutan, pengolahan, pelatihan dan konsultasi, serta penempatan sumber daya manusia (managed service) dalam mengelola limbah secara tepat dan sesuai dengan standar pengendalian pencemaran lingkungan hidup.

Dalam hal ini, limbah yang dimaksud adalah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), yang tidak hanya bersumber dari segmen industri, tetapi juga berasal dari lingkungan tempat aktifitas keseharian seperti rumah/hunian, perkantoran, dan sarana komersial seperti mall dan lainnya. Diantara limbah B3 yang banyak dijumpai dari segmen ini adalah limbah elektronik, baterai bekas, lampu bekas dan kemasan tinta (cartridges) bekas.

“Banyak masyarakat yang masih membuang baterai bekas, lampu bekas, tinta cartridges bekas, dan sampah elektronik lainnya ke dalam satu wadah bersama sampah bekas makanan atau sampah plastik. Padahal sampah harus dipilah pembuangannya untuk kemudian masing-masing jenis sampah dikelola dengan treatment yang berbeda,” kata Gufron Mahmud, Direktur Utama PT Arah dalam acara peluncuran ECOFREN di Jakarta, (21/02/2019).

Ia melanjutkan, pengelolaan sampah dan limbah B3 yang buruk tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga akan membahayakan manusia, lingkungan dan makhluk hidup lainnya, dan berdampak pada generasi berikutnya. Karena itu, pengelolaan sampah dan limbah B3 harus ditangani dengan baik dan benar.

“Dengan ECOFREN, kami berinisiatif untuk mengedukasi dan membantu masyarakat dan para pelaku usaha dalam mengelola sampah dan limbah yang mereka hasilkan secara tepat dan sesuai dengan standar pengendalian pencemaran lingkungan hidup,” lanjut Gufron.

Layanan ECOFREN sejalan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, yang jika tidak dikelola dengan baik akan sangat berbahaya.

“Permasalahan terkini yang ada di Indonesia tentang limbah B3 termasuk juga limbah eletronik adalah minimnya pengetahuan tentang bahaya yang ditimbulkan serta kurang tepatnya penanganan dalam hal pengelolaan. Karenanya, kehadiran solusi ECOFREN kami harapkan dapat turut membantu program pemerintah untuk mengelola limbah B3 termasuk limbah eletronik atau e-wastedengan baik dan benar,” imbuh Rosa Ambarsari, Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Layanan ECOFREN dibagi menjadi tiga paket, yakni EcoPrime, EcoComprehensive dan EcoBasic. Masing-masing jenis paket dibedakan berdasarkan kebutuhan pelanggan, seperti frekuensi pengangkutan, jenis limbah dan volume limbah yang dihasilkan.

Pelanggan paket EcoPrime mendapatkan fasilitas berupa pengemasan ulang untuk masing-masing jenis limbah dan dapat mengelola sampai dengan 90 jenis limbah.  Pelanggan paket EcoComprehensive mendapat semua layanan paket EcoPrime dan layanan ekstra berupa penanganan sampah sejenis domestik. Pelanggan paket  EcoBasic  dapat mengelola empat jenis limbah dan mendapatkan fasilitas satu unit EcoBox, sebuah wadah unik four-in-one untuk memilah limbah (limbah elektronik, baterai bekas, lampu bekas dan tinta cartridges bekas).

 

iPhone 11 Bisa ‘Ngecas’ Ponsel Lain Secara Nirkabel?

0

Telko.id|Jakarta – Apple sedang menyiapkan jagoan barunya iPhone 11. Kehadirannya memang masih beberapa bulan lagi. Namun berbagai rumor telah mengungkap sejumlah fitur menarik yang akan diusungnya. Salah satunya adalah, desas-desus tentang fitur charging nirkabel, atau pengisian daya terbalik.

Menurut bocoran terbaru, iPhone 11 akan datang dengan alat praktis yang memungkinkan Anda mengisi baterai gadget teman atau keluarga secara nirkabel.

Untuk melakukannya, Anda hanya perlu meletakkan ponsel teman di belakang iPhone 11 untuk melakukan pengisian daya.

Dengan demikian, pada dasarnya iPhone Anda akan bertindak sebagai pengisi daya nirkabel portabel yang dapat mengorbankan sebagian dari daya baterainya untuk gadget lain.

{Baca juga: Apple Bakal Ganti Semua Layar iPhone 2020 ke OLED?}

Fitur canggih tersebut diprediksi oleh analis Apple andal Ming-Chi Kuo. Fitur ini dikenal sebagai pengisian nirkabel terbalik. Sebelumnya, fitur ini sudah dimiliki Huawei Mate 20 Pro, yang diluncurkan pada November.

Selain itu, fitur ini juga diharapkan menjadi salah fitur andalan Samsung Galaxy 10 yang baru saja diluncurkan.

Pengisian daya nirkabel terbalik pada Huawei Mate 20 Pro bisa dibilang sedikit mengecewakan. Dalam waktu satu jam, hanya dapat mengusi baterai ponsel sebesar 10 persen, dan menghabiskan sepertiga baterai selama proses pengisian.

Namun, belum tentu versi Apple akan mengikuti jejak Huawei, karena perusahaan yang bermarkas di California ini memiliki lebih banyak waktu untuk mendapatkan teknologi dengan tepat.

Seperti diketahui, Apple diperkirakan akan merilis iPhone 11 pada bulan September. Ming-Chi juga mengatakan AirPods 2, juga akan dirilis tahun ini.

AirPods 2 dikabarkan datang dengan kemampuan pengisian nirkabel, yang berarti iPhone 11 dapat mengisi daya earphone anda dengan cepat.

{Baca juga: Diantara Trio iPhone 2018, iPhone XR Diklaim Paling Laris}

Ming-Chi juga percaya bahwa MacBook Pro 16-inci dan monitor Apple 6K resmi akan diluncurkan pada 2019. Sementara itu, menurut rumor terbaru, iPhone 11 akan dilengkapi dengan tiga kamera belakang.

Laporan lain menyebutkan, setiap versi gadget akan hadir dengan layar OLED yang canggih. [BA/HBS]

Sumber: The Sun

Samsung Klaim Jual 2 Miliar Smartphone Galaxy

0

Telko.id, Jakarta – CEO Samsung, DJ Koh, mengumumkan bahwa perusahaan telah menjual lebih dari dua miliar smartphone Galaxy series sejak pertama kali diluncurkan pada 2010. Ini adalah pertama kalinya Samsung mengumumkan banyaknya ponsel yang telah mereka jual.

Dalam acara Galaxy Unpacked, Samsung memperkenalkan empat ponsel baru, yaitu satu ponsel lipat bernama Galaxy Fold dan tiga varian dari Samsung Galaxy S10, Galaxy S10+, dan Galaxy S10e dengan harga relatif terjangkau.

Seperti diberitakan The Verge, Samsung tidak menyebutkan lini apa saja yang masuk ke dalam angka dua miliar yang Koh sebutkan. Yang pasti, Galaxy S series dan Galaxy Note series masuk ke dalam perhitungan itu.

Selain dua lini smartphone premiumnya, Samsung juga menyediakan beberapa lini lain seperti Galaxy A, Galaxy C, Galaxy J, dan beberapa lini lainnya.

{Baca juga: Trio Samsung Galaxy S10 Resmi Diperkenalkan}

Fakta bahwa Samsung telah menjual dua miliar perangkat adalah pencapaian tersendiri untuk perusahaan asal Korea Selatan itu. Sebagai perbandingan, pada September tahun lalu, Apple mengumumkan bahwa mereka telah menjual hampir dua miliar perangkat iOS.

Sejak itu, angka penjualan tentunya telah naik. Meskipun begitu, Apple juga menggabungkan penjualan tablet iPad ke dalam angka itu. Karena itu, jumlah penjualan Samsung dan Apple tidak bisa dibandingkan secara langsung.

Sebelumnya dilaporkan, Penjualan ponsel Samsung tercatat merosot 13 persen pada kuartal ke-3 (Q3)-2018. Laporan International Data Corporation (IDC) dan Strategy Analytics mengungkapkan bahwa pada kuartal 4 tahun lalu penjualan ponsel Samsung turun 4 persen.

Tren penurunan penjualan yang dialami Samsung ini juga berlangsung di Q1-2018, yang mencatat penurunan 2 persen dan turun 10 persen pada Q2-2018.

{Baca juga: Resmi! Samsung Galaxy Fold Diluncurkan dengan Dua Layar}

Kondisi itu dinilai menjadi tanda yang jelas bahwa penjualan Samsung Galaxy Note 9 dan Galaxy S9 belum kompetitif. Bahkan kekuatan Samsung dinilai telah melemah pasar smartphone kelas menengah dan bawah. [BA/HBS]

Sumber: The Verge

Realme C1 (2019) Diluncurkan, Apa Saja Peningkatannya?

0

Telko.id, Jakarta – Realme baru saja merilis smartphone entry-level terbarunya, yakni Realme C1 (2019). Smartphone tersebut merupakan varian baru dari Realme C1 versi standar yang diperkenalkan pada Oktober tahun lalu.

Menurut Josef Wang, Marketing Director Realme SEA, Realme C1 (2019) disematkan memori internal yang jauh lebih besar. Smartphone ini, mempunyai konfigurasi RAM 2 GB dan memori internal sebesar 32 GB yang bisa diperluas menggunakan microSD.

“Kami punya reputasi bagus untuk Realme C1. Makanya, sekarang kita merilis C1 (2019) yang memiliki peningkatan pada memori internalnya,” ujarnya, di acara Realme Super Brand Day, di Jakarta, Kamis (21/02/2019).

{Baca juga: Realme C1 Dirilis di Indonesia, Harganya Rp 1 Jutaan}

Meski memiliki konfigurasi memori yang lebih besar, namun untuk spesifikasi secara keseluruhan, Realme C1 (2019) masih mengusung spesifikasi yang sama dengan versi standar.

Smartphone itu mengusung desain berponi atau notch, dengan ukuran yang hampir mirip dengan Oppo F7. Ukuran layarnya mencapai 6,2 inci dengan resolusi HD+ dan aspek rasio 19 : 9.

C1 (2019) ditenagai oleh prosesor octa-core 1.8GHz Snapdragon 450, dan ditopang oleh baterai berkapasitas 4,320 mAh. Spesifikasi tersebut, dinilai mampu menjalankan berbagai proses yang berjalan di atas sistem operasi Color OS 5.1 berbasis Android 8.1 Oreo.

Baca Juga: Review Realme 2 Pro: Spesifikasinya Gak Nyantai!

Reame C1 (2019) mengandalkan kamera ganda sebagai salah satu andalan utamanya. Smartphone ini memiliki kamera beresolusi masing-masing 13MP aperture f/2.2 dan 2MP lensa depthyang dapat mengambil foto dengan efek bokeh. Namun untuk kamera depannya, hanya beresolusi 5MP saja.

Josef menyatakan, smartphone terbarunya ini akan dibanderol dengan harga Rp 1,5 jutaan. Namun khusus untuk Super Brand Day yang diadakan oleh Lazada dengan Realme pada 27 Februari mendatang, harga Realme C1 (2019) turun menjadi Rp 1,4 jutaan. (FHP)