spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1338

WhatsApp Larang Penggunaan Aplikasi Modifikasi, Kenapa?

Telko.id, JakartaWhatsApp merupakan layanan perpesanan lintas platform populer di dunia. Layanan pesan milik Facebook telah mengirim peringatan kepada pengguna agar tidak menggunakan aplikasi pihak ketiga yang dimodifikasi.

Menurut Ubergizmo, pengguna yang memakai aplikasi yang dimodifikasi seperti WhatsApp Plus dan GB WhatsApp memiliki risiko keamanan. Sebab, WhatsApp tidak bisa menjamin praktik keamanan versi yang dimodifikasi.

Oleh karena itu, WhatsApp melarang pengguna yang menggunakan aplikasi pihak ketiga yang dimodifikasi. Jika dicekal, mereka harus mengunduh WhatsApp versi resmi untuk mendapatkan kembali akses ke akun mereka.

{Baca juga: AI WhatsApp Siap Berantas Hoaks Jelang Pemilu}

Pengguna juga bertanggung jawab menyimpan riwayat chat mereka sebelum mengunduh aplikasi resmi. Laporan menunjukkan, kebijakan baru sudah ada dan WhatsApp secara aktif membagikan larangan sementara sehingga pengguna beralih ke aplikasi resmi.

Kendati demikian, WhatsApp tidak segan untuk menghapus seluruh riwayat chat pengguna yang melanggar pedoman. Jadi, penggunaan paling aman adalah menghapus versi dimodifikasi dan menginstal versi resmi.

Sementara itu, WhatsApp telah menguji beberapa fitur baru yang mungkin segera diluncurkan kepada pengguna. Fitur baru termasuk ‘Advance Search’ yang akan memungkinkan pengguna mencari beberapa jenis pesan, antara foto, GIF, video, dokumen, link, dan audio.

{Baca juga: Waduh! 1 Juta Pengguna Android Install WhatsApp Palsu}

Laporan BGR menyebutkan, WhatsApp juga ingin menghadirkan fitur undangan grup, dark mode, dan kunci sidik jari untuk pengguna Android. Alhasil membuat chat lebih aman. [BA/HBS]

Sumber : Ubergizmo.com

Desain Antarmuka Facebook Bakal Dominan Putih?

Telko.id, Jakarta – Facebook tampaknya belum selesai berbenah. Terbaru, Facebook dilaporkan akan mengubah tampilan desain antarmuka aplikasi. Facebook bakal membuat tampilan platform menjadi lebih bersih.

Dilansir Ubergizmo, Facebook sedang menguji antarmuka pengguna atau user interface baru untuk aplikasi Android. Facebook membersihkan warna biru dari desain aplikasi dan lebih dominan putih.

Seperti dikutip Telko.id, Rabu (13/3/2019), penghapusan warna biru membuat tampilan Facebook sangat mencolok. Banyak pihak menilai, desain baru membuat rupa Facebook menjadi lebih bagus.

Meski demikian, semuanya masih bersifat uji coba. Dengan kata lain, Facebook belum tentu benar-benar menerapkan desain antarmuka pengguna tersebut ke platform. Facebook butuh waktu.

{Baca juga: Facebook akan Punya Fitur Baru ‘Clear History’}

Yang jelas, upaya Facebook mengubah antarmuka pengguna terbilang kontradiktif. Sebab, belum lama ini, Facebook Messenger mendukung kemampuan mengaktifkan Dark Mode atau mode gelap.

Dark Mode merupakan fitur yang diidolakan sejumlah pengembang, termasuk Google. Menurut Google, Dark Mode punya peran besar dalam membantu mengurangi konsumsi daya baterai ponsel.

Sebelumnya, Facebook mengumumkan segera memperkenalkan fitur baru yang unik dan inovatif. Fitur Facebook bernama Tribute itu berguna untuk menyampaikan ucapan belasungkawa.

{Baca juga: Facebook Izinkan Pengguna Berbelasungkawa Lewat Tribute}

Nantinya, di akun yang pemiliknya telah meninggal dunia memiliki penandaan khusus sebagai Tribute. Fitur baru tersebut belum secara resmi rilis, tapi pengguna segera bisa mengaksesnya.

Menurut laporan Mashable, seperti dikutip Telko.id pada Rabu (6/3/2019), sebelum fitur itu muncul, pengguna hanya dapat mengucapkan pesan belasungkawa melalui linimasa akun.

Sumber: Ubergizmo

Boeing 737 Max-8 Segera Dapatkan Update Software

Telko.id, Jakarta – Pesawat Boeing 737 Max-8 menjadi sorotan, setelah terjadi dua insiden kecelakaan hanya dalam rentang waktu 6 bulan. Untuk itu, pihak Boeing akan merilis update software untuk seri terbaru dari seri Boeing 737 itu pada bulan depan.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Rabu (13/03/2019), update software ini sebenarnya sudah dikembangkan setelah kecelakaan pesawat milik maskapai Lion Air JT 610 rute Jakarta ke Pangkal Pinang pada 29 Oktober 2018 yang menewaskan 189 orang.

Boeing mengatakan bahwa pembaruan ini membawa perubahan untuk sistem kontrol penerbangan, manual pengoperasian, pelatihan kru, dan tampilan pilot.

Namun pembaruan yang dikembangkan Boeing belum selesai, insiden kecelakaan kembali terjadi menimpa maskapai Air Ethiopia ET 302 yang memakai Boeing 737 Max-8 pada Minggu (10/03/2019) di kawasan terbang negara Kenya.

Walaupun begitu, belum ada konfirmasi bahwa ada hubungan antara dua kecelakaan pesawat tersebut. Boeing sendiri akan mengeluarkan pembaruan perangkat lunak untuk semua iterasi pesawat Boeing 737 Max, termasuk operator pesawat di Amerika Serikat, seperti, American Airlines, Southwest Airlines, dan United Airlines.

{Baca juga: Jatuhnya Lion Air JT 610 Terlihat dari Aplikasi Flightradar24}

Perlu diketahui bahwa pada kasus kecelakaan pesawat Lion Air JT610, pilot mengalami masalah dengan fitur baru yang disebut Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS).

Pilot tanpa sengaja mendorong hidung pesawat ke bawah dan menyebabkan ketinggian pesawat turun drastis. Pilot telah mencoba melawan kontrol tetapi tampaknya tidak dapat menyelamatkan pesawat.

Sekarang ada kekhawatiran bahwa hal serupa mungkin terjadi dengan kasus kecelakaan Air Ethiopia. Beberapa laporan menyatakan bahwa pilot juga tidak menyadari bahwa sistem MCAS ada di pesawat dan mereka belum dilatih tentang hal itu.

Boeing memang mengirimkan buletin darurat ke maskapai penerbangan setelah kecelakaan tahun lalu, dan memerintahkan maskapai penerbangan untuk melatih pilot mereka tentang cara mematikan sistem MCAS otomatis.

Mendapat banyak sorotan dari sisi keselamatan, Boeing mengklaim Boeing 737 Max adalah pesawat yang aman. Namun pernyataan itu masih belum cukup meyakinkan banyak pihak, karena banyak maskapai penerbangan yang mulai meragukannya.

{Baca juga: Evakuasi Korban Lion Air, Basarnas Gunakan Robot Penyelam}

Hasilnya otoritas penerbangan sipil China memberikan larangan untuk terbang bagi Boeing 737 Max-8 begitupun dengan Singapura dan Australia. Beberapa maskapai juga menunda penerbangan 737 armada Max-8  karena menunggu hasil investigasi kecelakaan udara Ethiopia.

Di Indonesia sendiri, pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan juga memutuskan untuk melarang terbang sementara bagi pesawat Boeing 737 Max-8 di Indonesia. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Masuk Indonesia, Oppo F11 Pro Dibanderol Rp 4,9 Juta

0

Telko.id, Jakarta – Oppo F11 Pro resmi melenggang di Indonesia. Smartphone ini dilepas dengan banderol harga yang cukup menggoda, yakni seharga Rp 4,9 jutaan dengan dua pilihan warna, yakni Thunder Black dan Aurora Green.

Di rentang harga tersebut, smartphone ini mengusung sejumlah teknologi dan fitur baru, khususnya sektor desain dan kamera sebagai andalan utamanya.

“F11 Pro berbeda dengan seri F sebelumnya. Baik dari spesifikasi, desain sampai kamera,” kata Suwanto, Marketing Plan Manager Oppo Indonesia di acara peluncuran Oppo F11 Series di Jakarta, Rabu (13/03/2019).

Membahas sisi desainnya, F11 Pro mengadopsi desain fullscreen dengan layar berteknologi Panoramic Screen berukuran 6,5 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel).

{Baca juga: Oppo F11 Pro Resmi Melenggang di Indonesia}

Layar tersebut tidak “diganggu” notch atau poni dan juga tompel alias lubang kamera, seperti sejumlah smartphone masa kini yang diluncurkan sebelumnya. Sebab, Oppo menggunakan teknologi Rising Camera yang hanya akan muncul dari body ketika kamera depan digunakan.

Dengan teknologi itu, layar Oppo F11 Pro otomatis terlihat lebih lega dengan ketebalan bezel yang jauh lebih tipis dari seri pendahulunya.

“Desainnya terinspirasi dari desain Oppo Find X. Membawa layar penuh Panoramic Screen yang menjadikannya menjadi tidak ada tombol, notch dan lubang di depan,” jelasnya.

Tak cuma bagian depan, bagian belakang smartphone juga dikemas dengan teknik pewarnaan yang berbeda. Body Oppo F11 Pro dilapisi warna gradasi yang memadukan tiga warna biru, hitam, dan merah khusus warna Thunder Black, serta warna gradasi berpola S dengan perpaduan biru dan hijau yang dinamis khusus Aurora Green.

Secara spesifikasi, Oppo juga meningkatkan kemampuan smartphone secara signifikan. Disematkan prosesor octa-core 2.1 GHz MediaTek Helio P70, RAM 6GB, ROM 64GB, baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung Vooc Flash Charge 3.0, serta sistem operasi ColorOS 6 berbasis Android 9 Pie.

Sektor kameranya, Oppo kini meninggalkan jargon “Selfie Expert”, dan lebih berfokus pada kemampuan foto portrait di kamera belakang sampai menjadi expert seperti saat mereka fokus di ranah selfie.

{Baca juga: Hasil Bidikan Kamera 48MP Oppo F11 Pro}

Oppo menyematkan dua kamera beresolusi masing-masing 48MP sebagai lensa utamanya dengan aperture f/1.79, dan 5MP lensa depth. Kamera ini diklaim mampu menangkap foto secara detail, apalagi dalam keadaan pencahayaan yang kurang atau low-light. Sementara kamera depannya, hanya beresolusi 16MP aperture f/2.0.

Oppo F11 Pro akan tersedia secara resmi pada 14 sampai 22 Maret mendatang di seluruh gerai resmi Oppo Indonesia dan berbagai situs e-commerce Indonesia. Sementara untuk penjualan perdana, akan dilakukan pada 23 Maret mendatang. (FHP/HBS)

 

Oppo F11 Pro Resmi Melenggang di Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Oppo secara resmi membawa smartphone menengah terbarunya ke Indonesia. Adalah Oppo F11 Pro, yang bisa dibilang menjadi salah satu smartphone menarik di tahun ini, karena dikemas dengan desain berbeda dan teknologi mumpuni.

Oppo berhasil menghilangkan “ketergantungan” akan notch atau poni, dan tidak mengikuti tren “bertompel” atau lubang kamera pada layar di Oppo F11 Pro.

Smartphone ini mengusung desain yang berbeda berkat penggunaan teknologi Rising Camera.

Teknologi itu mampu memaksimalkan rasio layar terhadap body-nya menjadi lebih besar. Layarnya sendiri berukuran 6,5 inci beresolusi Full HD+ dengan aspek rasio 19,5 : 9.

{Baca juga: Hasil Bidikan Kamera 48MP Oppo F11 Pro}

“Desainnya terinspirasi dari desain Oppo Find X. Membawa layar penuh Panoramic Screen yang menjadikannya menjadi tidak ada tombol, notch dan lubang di depan,” ucap Suwanto, Marketing Plan Manager Oppo Indonesia di acara peluncuran Oppo F11 Series di Jakarta, Rabu (13/03/2019).

Selain desain yang lebih berkarakter, Oppo F11 Pro juga mengandalkan mesin utama yang bertenaga. Smartphone ini ditopang oleh prosesor MediaTek Helio P70, RAM 6 GB, ROM 64 GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan teknologi VOOC Flash Charge 3.0.

Oppo F11 Pro kini lebih menitikberatkan pada sektor kamera belakangnya, tidak lagi ke kamera selfie seperti seri sebelumnya.

{Baca juga: Berkualitas! Ini Hasil Foto Smartphone Oppo dengan 10x Lossless Zoom}

Sebab, Oppo menyematkan dua kamera beresolusi masing-masing 48MP sebagai lensa utamanya dengan aperture f/1.79, dan 5MP lensa depth. Sementara kamera depannya, hanya beresolusi 16MP aperture f/2.0.

“Seri F membawa tren selfie ke Indonesia. Tapi sekarang, seri F bukan hanya selfie expert saja. Mulai dari F11 Pro, kami fokus ke Brilliant Portrait,” jelas Alinna Wen, Marketing Director Oppo Indonesia. (FHP)

Respawn Blokir 355 Ribu Cheater Game Apex Legends

Telko.id, Jakarta – Respawn Entertainment semakin gencar melawan pemain curang atau cheater game dalam game Apex Legends. Respawn mengklaim telah memblokir ratusan ribu cheater di platform game pesaing PUBG tersebut.

Dilansir Telko.id dari PC Gamer pada Rabu (13/03/2019), dengan menggunakan teknologi Easy-Anti-Cheat, Respawn berhasil memblokir lebih dari 355 ribu cheater yang banyak bermain di perangkat komputer PC.

“Layanan ini bekerja tetapi perjuangan melawan curang adalah perang yang berkelanjutan yang kita harus terus beradaptasi dan sangat waspada tentang pertempuran,” tulis Respawn.

Respawn memang peduli dengan lingkungan bermain Apex Legends. Mereka berencana untuk menambahkan fitur Report yang akan terkoneksi dengan Easy-Anti-Cheat. Selain itu, mereka juga akan meningkatkan personil anti-cheat yang ada.

{Baca juga: Mantap! Apex Legends Resmi Hadir di SkyeGrid}

“Kami memperlakukan kecurangan dengan sangat serius dan sangat peduli dengan kesehatan Apex Legends untuk semua pemain,” tambahnya.

Pada keterangan resminya, perusahaan pengembang Apex Legends tersebut juga mengumumkan bahwa minggu depan akan resmi bekerja sama dengan perusahaan teknologi AMD, untuk mengatasi stabilitas dan kinerja.

“Pada tambalan klien berikutnya pada PC, kami akan menangani beberapa kerusakan yang ada,” tutur Respawn.

Pada pasca 10 hari dirilis sejak 4 Februari 2018 lalu, mereka telah memblokir lebih dari 16.000 cheater yang ada di platform pesaing game PUBG itu.

{Baca juga: Baru Dirilis, Lebih dari 16 Ribu ‘Cheater’ Apex Legends Diblokir}

Pernyataan dari pihak Respawn tersebut muncul pada sebuah postingan di website Reddit. Pada postingannya Respawn juga meminta kepada pemain lain untuk melaporkan jika ada oknum pemain yang bermain curang.

Apex Legends sendiri saat ini tengah naik daun. Game bergenre Battle Royale gratis pesaing PUBG dan Fortnite ini dapat dimainkan untuk platform PlayStation 4, Xbox One, dan PC.

Mode battle royale dalam game Apex Legends disebut-sebut akan mempertemukan 60 orang dalam ruangan yang sama, namun diberikan misi-misi tertentu. [NM/HBS]

Sumber: PC Gamer

Pendiri Instagram Bela Facebook dkk Terkait Ancaman Pembubaran

Telko.id, JakartaPendiri Instagram, Kevin Systrom, menanggapi rencana bakal calon presiden Amerika Serikat asal Partai Demokrat, Elizabeth Warren, yang ingin mengobrak-abrik Facebook, GoogleAmazon, dan Apple jika menang dalam pemilu.

Menurut Systrom, seperti dilansir Business Insider, Rabu (13/03/2019), niat Warren yang ingin “membunuh” Facebook dkk tidak mungkin dilakukan.

Sekadar informasi, Instagram merupakan bagian dari Facebook setelah diakuisisi pada 2012 dengan nilai USD 1 miliar.

“Mereka menjadi perusahaan besar karena melakukan berbagai usaha. Facebook, Google, Amazon, dan Apple tidak pernah sekali pun melakukan kejahatan untuk meraihnya,” jelas Systrom seperti dikutip Telko.id, Rabu (13/3/2019).

{Baca juga: Gara-gara Trump, Akun Twitter Tim Cook Pun Berganti Nama}

Systrom menyatakan, kemarahan kepada perusahaan teknologi karena isu campur tangan Rusia dalam pemilu atau lainnya bukan berarti harus direspons dengan upaya pembubaran. Baginya, semua hal tersebut adalah masa lalu.

Ia melanjutkan, jika tujuan pembubaran Facebook dkk untuk memperbaiki persoalan ekonomi atau campur tangan asing, ada solusi lain untuk mengatasinya. “Caranya, kita harus bisa memahami permasalahannya,” paparnya.

Systrom, yang kini berusia 35 tahun, justru khawatir niat Warren untuk membubarkan perusahaan teknologi muncul karena ada orang yang antipati. Padahal, merger dengan Facebook justru menjadikan Instagram produk yang lebih baik.

Mike Krieger, pendiri Instagram, juga ikut bersuara. Ia mengatakan, perlu ada penjelasan spesifik soal masalah yang ingin diselesaikan. Systrom dan Krieger telah keluar dari Facebook pada tahun lalu lantaran konflik dengan Mark Zuckerberg.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Elizabeth Warren, bakal Capres Amerika Serikat mengatakan ingin membubarkan Facebook, Google, Amazon, dan Apple, jika ia terpilih pada pemilu pada 2020 mendatang.

{Baca juga: Waduh, Capres Ini akan Bubarkan Google, Apple dkk}

Apabila terpilih sebagai Presiden AS, ia menyatakan akan menerapkan aturan khusus untuk perusahaan dengan pemasukan tahunan secara global lebih dari USD 25 miliar atau Rp 357,4 triliun. Ia pun menegaskan, Apple masuk dalam kriteria perusahaan yang ia sebut itu.

Warren menyebut bahwa bisnis Apple memiliki “gaya bisnis” serupa dengan Amazon, Facebook, dan Google yang ingin menguasai pasar. Sama seperti Google, Apple punya App Store dan mendistribusikan aplikasi bikinan sendiri. [SN/HBS]

Sumber: Business Insider

Nggak Ribet! Begini 10 Potret Kehidupan Manusia Sebelum Kenal Internet

Telko.id, Jakarta – Ditemukan pada tahun 1989, artinya genap 30 tahun sekarang, sebagian dari kita mungkin tidak menduga jika internet akan menjadi begitu besar. Bukan saja dari segi perkembangan, pengaruhnya terhadap kehidupan manusia pun semakin tak terbentung saja dari hari ke harinya.

Kini, bukan saja sekedar mencari informasi, internet juga digunakan digunakan manusia untuk banyak hal lain, mulai dari memesan transportasi serta makanan secara online, membeli tiket, terkoneksi dengan manusia lainnya dan sebagainya. Tentu saja, disamping bekerja. Singkat kata, ini menjadi bagian dari gaya hidup kita, mengubah perilaku kita, bagaimana kita berkomunikasi, bagaimana kita mendapatkan informasi dan sebagainya. Pokoknya, kesana internet, kesini internet, dimana-mana internet.

{Baca juga: 5 Medsos Ini Pernah Hits di Masanya, Anak Tua Gak Bakal Lupa!}

Nah, kebayang nggak sih, apa jadinya jika internet tidak ada, apalagi tidak pernah ditemukan? Hampa? Sepi? Bikin depresi? Well…. beberapa kegiatan berikut mungkin bisa menjadi gambaran terkait bagaimana hidup manusia sebelum ada internet.

1. Melamun dan berimajinasi

Woman lounging in underwear

Saat bosan dan tidak tahu harus melakukan apa, orang jaman dulu lebih suka melamun dan berimajinasi tentang masa depannya. Bukannya membuka Facebook atau Instagram dan mulai berpikir nggak jelas. Si A kok begini, si B kok begitu, dan sebagainya. Boleh dibilang, jauh dari gibah alias ngomongin orang, apalagi hoax.

2. Menulis surat

Kantor pos masih menjadi tempat yang ramai didatangi orang kala itu. Sementara surat menjadi media tercanggih untuk sekedar tahu kabar seseorang.

3. Baca koran

Media cetak, utamanya koran mungkin seperti menjadi sesuatu yang mulai ditinggalkan belakangan ini, paling tidak oleh sebagian orang, namun tidak demikian dengan jaman dulu. Bukan cuma berita terkini, koran-koran lokal dan nasional kala itu bahkan memberi tahu kita jadwal televisi mingguan hingga jam tayang film. Ada yang ingat?

4. Nonton TV

Hal lainnya lagi yang dilakukan orang-orang sebelum ada internet, terutama saat bosan adalah menonton TV. TV kabel memang sudah ada, tapi ini biasanya hanya diperuntukkan bagi mereka yang berduit. Orang biasa-biasa saja ya nonton TV jaringan. Apapun itu, intinya satu, nonton TV.

5. Nulis Diary

Andai saja Atta Halilintar dan Ria Ricis hidup di masa lalu, tepatnya di masa-masa ketika internet belum ada, buku Diary mungkin akan menjadi tempat bagi mereka untuk menumpahkan segala ide di kepala. Hingga puluhan tahun kemudian, cicitnya menjadikan itu sebagai sebuah konten YouTube.

6. Nyimpan Yellow Pages

Masih ingat dengan buku super tebal berwarna kuning dengan barisan nomor telepon di dalamnya? Jika ya, welcome to the club, we’re old! Tapi, nyatanya inilah yang menjadi senjata orang-orang jaman dulu ketika ingin mendapatkan nomor telepon, mulai dari nomor tetangga di ujung jalan hingga pemadam kebaaran.

7. Ngobrol di meja makan

Sebelum internet ada, khususnya internet di perangkat selular seperti ponsel, tablet dan sebagainya, orang-orang duduk dan makan bersama sambil ngobrol. Bukannya sibuk motret makanan, chatting, dan sebagainya.

8. Bertanya pada orang

Ingat pepatah, malu bertanya sesat di jalan? Nah, inilah yang dilakukan orang sebelum internet ada, sekali lagi, khususnya di ponsel. Mereka akan bertanya kepada siapapun orang terdekat yang ditemuinya, untuk membantu sekedar menunjukkan jalan atau semacamnya.

9. Bikin mixtape

Membuat mixtape bukan cuma jadi kegiatan para musisi. Lebih dari itu, kenyataan bahwa mendengarkan musik adalah hal yang tidak mudah, mau tak mau membuat orang harus sedikit kreatif. Bagaimana caranya? Membuat sendiri rekaman dari semua musik paling hits. Hmmm… ada yang pernah?

10. Main taplak gunung

Ketimbang disibukkan oleh game mobile, anak-anak jaman dulu lebih suka bermain di luar dan berinteraksi dengan banyak teman. Ngapain? Ya main juga. Mulai dari main petak umpet, taplak gunung, gobak sodor, dan lainnya.

Yuk Ikut Ramaikan #TrashChallenge untuk Selamatkan Bumi

Telko.id, Jakarta – Tantangan atau challenge yang viral di Medsos selama ini banyak mendapat kritikan karena dianggap minim faedah, contohnya seperti Momo Challenge. Tapi tantangan yang satu ini berbeda, dan Anda harus ikut. Namanya #TrashChallenge.

Aksi challenge kini tengah menjadi sorotan, karena beberapa challenge di medsos menyebabkan anak muda rela membahayakan nyawa mereka sendiri, hanya demi mencari popularitas.

Namun, tantangan media sosial baru-baru ini yang menjadi viral di internet sangat bermanfaat, lebih sehat, dan memiliki tujuan yang sangat mulia.

{Baca juga: YouTube Hapus Iklan Kampanye Anti-Vaksin}

Selama sepekan ini muncul challenge dengan hastag #TrashTag, yang mendorong pengguna di Twitter, Instagram, dan Reddit untuk berbagi foto before dan after kondisi taman, jalan, dan area lain di lingkungan sekitar Anda.

Foto before atau sebelum, ketika banyak sampah berserakan, disandingkan dengan foto after atau sesudah sampah dibersihkan.

Pengguna yang berpartisipasi dalam pembersihan ini memposting foto berikut hastag #TrashTag di akun mereka, sehingga mengundang pengikut mereka untuk ikut membersihkan lingkungan mereka sendiri.

{Baca juga: Diduga karena Momo Challenge, Bocah 12 Tahun Gantung Diri}

Gerakan tantangan atau challenge yang  disebut #TrashChallenge oleh beberapa pengguna ini, tampaknya akan segera menjadi trend di internet. Kita semua pasti senang melihat foto-foto dengan hastag #TrashTag dan #TrashChallenge.

Semoga trend atau tantangan ini dapat menyadarkan banyak orang agar menjaga lingkungan mereka dengan lebih baik! Ayo selamatkan Bumi dengan hastag #TrashTag dan #TrashChallenge. [BA/HBS]

Sumber: Worldofbuzz

Gak Ada Kapoknya! Huawei Tipu-tipu Hasil Foto (Lagi)

0

Telko.id, Jakarta – Huawei nampaknya belum belajar dari kesalahan di masa lalu ketika mereka ketahuan memalsukan hasil foto dari smartphone andalannya dalam iklan. Sebab, baru-baru ini iklan teaser untuk Huawei P30 Pro lagi-lagi menggunakan foto yang bukan hasil jepretan kamera smartphone flagship tersebut.

Semua itu berawal ketika Huawei menyebarkan teaser di situs Weibo. Teaser itu memperlihatkan kemampuan fotografi dari Huawei P30 Pro yang bakal diluncurkan pada 26 Maret mendatang.

Dilansir dari PetaPixel, Rabu (14/03/2019), Huawei menunjukkan kemampuan kamera dengan teknologi periscope zoom yang jadi andalan utama P30 Pro.

{Baca juga: Ketahuan (Lagi), Iklan Galaxy A8 Star Pakai Foto DSLR}

Kamera tersebut digambarkan mampu memberi hasil foto yang bagus dengan detail yang lebih berkualitas, meski telah diperbesar.

Tapi setelah ditelusuri, ternyata foto-foto yang ditampilkan Huawei dalam teaser-nya merupakan hasil karya dari sejumlah fotografer. Seperti foto gunung berapi misalnya, foto tersebut diterbitkan oleh Tom Pfeiffer di Flickr pada tahun 2009 dan menjadi stock foto di Getty Images, yang bisa saja dilisensikan Huawei untuk iklan.

Kemudian, foto yang memperlihatkan seorang anak berjaket kuning, juga hasil karya fotografer Jake Olson beberapa tahun yang lalu. Setelah ketahuan, Huawei langsung “gerak cepat” dengan mengubah teaser-nya.

Setelah aksi tipu-tipu ini ketahuan, pihak Huawei buru-buru menambahkan catatan di sudut teaser tersebut, dengan dalih iklan ini sebatas karya kreatif mereka yang dimaksudkan untuk referensi saja.

Ini bukanlah aksi tipu-tipu pertama yang pernah dilakukan Huawei, dan ketahuan oleh publik. Sebelumnya, Huawei juga pernah ketahuan memanipulasi hasil foto Nova 3 sehingga tampak lebih bagus.

{Baca juga: Upss Ketahuan! Hasil Foto di Iklan Nova 3 Pakai DSLR}

Dalam iklan berdurasi 30 detik, brand asal China ini memperlihatkan kemampuan kamera depan smartphone menengahnya yang dapat mengambil foto selfie di berbagai kondisi.

Tapi ternyata, hasil kamera yang ditampilkan bukan diambil menggunakan kamera depan Nova 3, melainkan kamera DSLR.

Kasus yang sama juga pernah terjadi ketika mereka memperlihatkan kemampuan fotografi dari Huawei P9 di Google+. Huawei ketahuan setelah hasil foto Huawei P9 ternyata diambil oleh kamera Canon EOS 5D Mark III.

Melihat aksi tipu-tipu yang terus berulang dilakukan Huawei ini, banyak pengguna yang mulai mempertanyakan kredibilitas perusahaan asal Chima tersebut. Kenapa untuk pabrikan sekelas Huawei masih harus melakukan aksi memalukan seperti itu?

Rasa kurang percaya diri dengan hasil kamera produknya sendiri ini menimbulkan pertanyaan baru. Apakah kamera smartphone Huawei sudah terlalu buruk untuk ditampilkan, sehingga harus memakai foto palsu? (FHP/HBS)