spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1338

Nggak Ribet! Begini 10 Potret Kehidupan Manusia Sebelum Kenal Internet

Telko.id, Jakarta – Ditemukan pada tahun 1989, artinya genap 30 tahun sekarang, sebagian dari kita mungkin tidak menduga jika internet akan menjadi begitu besar. Bukan saja dari segi perkembangan, pengaruhnya terhadap kehidupan manusia pun semakin tak terbentung saja dari hari ke harinya.

Kini, bukan saja sekedar mencari informasi, internet juga digunakan digunakan manusia untuk banyak hal lain, mulai dari memesan transportasi serta makanan secara online, membeli tiket, terkoneksi dengan manusia lainnya dan sebagainya. Tentu saja, disamping bekerja. Singkat kata, ini menjadi bagian dari gaya hidup kita, mengubah perilaku kita, bagaimana kita berkomunikasi, bagaimana kita mendapatkan informasi dan sebagainya. Pokoknya, kesana internet, kesini internet, dimana-mana internet.

{Baca juga: 5 Medsos Ini Pernah Hits di Masanya, Anak Tua Gak Bakal Lupa!}

Nah, kebayang nggak sih, apa jadinya jika internet tidak ada, apalagi tidak pernah ditemukan? Hampa? Sepi? Bikin depresi? Well…. beberapa kegiatan berikut mungkin bisa menjadi gambaran terkait bagaimana hidup manusia sebelum ada internet.

1. Melamun dan berimajinasi

Woman lounging in underwear

Saat bosan dan tidak tahu harus melakukan apa, orang jaman dulu lebih suka melamun dan berimajinasi tentang masa depannya. Bukannya membuka Facebook atau Instagram dan mulai berpikir nggak jelas. Si A kok begini, si B kok begitu, dan sebagainya. Boleh dibilang, jauh dari gibah alias ngomongin orang, apalagi hoax.

2. Menulis surat

Kantor pos masih menjadi tempat yang ramai didatangi orang kala itu. Sementara surat menjadi media tercanggih untuk sekedar tahu kabar seseorang.

3. Baca koran

Media cetak, utamanya koran mungkin seperti menjadi sesuatu yang mulai ditinggalkan belakangan ini, paling tidak oleh sebagian orang, namun tidak demikian dengan jaman dulu. Bukan cuma berita terkini, koran-koran lokal dan nasional kala itu bahkan memberi tahu kita jadwal televisi mingguan hingga jam tayang film. Ada yang ingat?

4. Nonton TV

Hal lainnya lagi yang dilakukan orang-orang sebelum ada internet, terutama saat bosan adalah menonton TV. TV kabel memang sudah ada, tapi ini biasanya hanya diperuntukkan bagi mereka yang berduit. Orang biasa-biasa saja ya nonton TV jaringan. Apapun itu, intinya satu, nonton TV.

5. Nulis Diary

Andai saja Atta Halilintar dan Ria Ricis hidup di masa lalu, tepatnya di masa-masa ketika internet belum ada, buku Diary mungkin akan menjadi tempat bagi mereka untuk menumpahkan segala ide di kepala. Hingga puluhan tahun kemudian, cicitnya menjadikan itu sebagai sebuah konten YouTube.

6. Nyimpan Yellow Pages

Masih ingat dengan buku super tebal berwarna kuning dengan barisan nomor telepon di dalamnya? Jika ya, welcome to the club, we’re old! Tapi, nyatanya inilah yang menjadi senjata orang-orang jaman dulu ketika ingin mendapatkan nomor telepon, mulai dari nomor tetangga di ujung jalan hingga pemadam kebaaran.

7. Ngobrol di meja makan

Sebelum internet ada, khususnya internet di perangkat selular seperti ponsel, tablet dan sebagainya, orang-orang duduk dan makan bersama sambil ngobrol. Bukannya sibuk motret makanan, chatting, dan sebagainya.

8. Bertanya pada orang

Ingat pepatah, malu bertanya sesat di jalan? Nah, inilah yang dilakukan orang sebelum internet ada, sekali lagi, khususnya di ponsel. Mereka akan bertanya kepada siapapun orang terdekat yang ditemuinya, untuk membantu sekedar menunjukkan jalan atau semacamnya.

9. Bikin mixtape

Membuat mixtape bukan cuma jadi kegiatan para musisi. Lebih dari itu, kenyataan bahwa mendengarkan musik adalah hal yang tidak mudah, mau tak mau membuat orang harus sedikit kreatif. Bagaimana caranya? Membuat sendiri rekaman dari semua musik paling hits. Hmmm… ada yang pernah?

10. Main taplak gunung

Ketimbang disibukkan oleh game mobile, anak-anak jaman dulu lebih suka bermain di luar dan berinteraksi dengan banyak teman. Ngapain? Ya main juga. Mulai dari main petak umpet, taplak gunung, gobak sodor, dan lainnya.

Yuk Ikut Ramaikan #TrashChallenge untuk Selamatkan Bumi

Telko.id, Jakarta – Tantangan atau challenge yang viral di Medsos selama ini banyak mendapat kritikan karena dianggap minim faedah, contohnya seperti Momo Challenge. Tapi tantangan yang satu ini berbeda, dan Anda harus ikut. Namanya #TrashChallenge.

Aksi challenge kini tengah menjadi sorotan, karena beberapa challenge di medsos menyebabkan anak muda rela membahayakan nyawa mereka sendiri, hanya demi mencari popularitas.

Namun, tantangan media sosial baru-baru ini yang menjadi viral di internet sangat bermanfaat, lebih sehat, dan memiliki tujuan yang sangat mulia.

{Baca juga: YouTube Hapus Iklan Kampanye Anti-Vaksin}

Selama sepekan ini muncul challenge dengan hastag #TrashTag, yang mendorong pengguna di Twitter, Instagram, dan Reddit untuk berbagi foto before dan after kondisi taman, jalan, dan area lain di lingkungan sekitar Anda.

Foto before atau sebelum, ketika banyak sampah berserakan, disandingkan dengan foto after atau sesudah sampah dibersihkan.

Pengguna yang berpartisipasi dalam pembersihan ini memposting foto berikut hastag #TrashTag di akun mereka, sehingga mengundang pengikut mereka untuk ikut membersihkan lingkungan mereka sendiri.

{Baca juga: Diduga karena Momo Challenge, Bocah 12 Tahun Gantung Diri}

Gerakan tantangan atau challenge yang  disebut #TrashChallenge oleh beberapa pengguna ini, tampaknya akan segera menjadi trend di internet. Kita semua pasti senang melihat foto-foto dengan hastag #TrashTag dan #TrashChallenge.

Semoga trend atau tantangan ini dapat menyadarkan banyak orang agar menjaga lingkungan mereka dengan lebih baik! Ayo selamatkan Bumi dengan hastag #TrashTag dan #TrashChallenge. [BA/HBS]

Sumber: Worldofbuzz

Gak Ada Kapoknya! Huawei Tipu-tipu Hasil Foto (Lagi)

0

Telko.id, Jakarta – Huawei nampaknya belum belajar dari kesalahan di masa lalu ketika mereka ketahuan memalsukan hasil foto dari smartphone andalannya dalam iklan. Sebab, baru-baru ini iklan teaser untuk Huawei P30 Pro lagi-lagi menggunakan foto yang bukan hasil jepretan kamera smartphone flagship tersebut.

Semua itu berawal ketika Huawei menyebarkan teaser di situs Weibo. Teaser itu memperlihatkan kemampuan fotografi dari Huawei P30 Pro yang bakal diluncurkan pada 26 Maret mendatang.

Dilansir dari PetaPixel, Rabu (14/03/2019), Huawei menunjukkan kemampuan kamera dengan teknologi periscope zoom yang jadi andalan utama P30 Pro.

{Baca juga: Ketahuan (Lagi), Iklan Galaxy A8 Star Pakai Foto DSLR}

Kamera tersebut digambarkan mampu memberi hasil foto yang bagus dengan detail yang lebih berkualitas, meski telah diperbesar.

Tapi setelah ditelusuri, ternyata foto-foto yang ditampilkan Huawei dalam teaser-nya merupakan hasil karya dari sejumlah fotografer. Seperti foto gunung berapi misalnya, foto tersebut diterbitkan oleh Tom Pfeiffer di Flickr pada tahun 2009 dan menjadi stock foto di Getty Images, yang bisa saja dilisensikan Huawei untuk iklan.

Kemudian, foto yang memperlihatkan seorang anak berjaket kuning, juga hasil karya fotografer Jake Olson beberapa tahun yang lalu. Setelah ketahuan, Huawei langsung “gerak cepat” dengan mengubah teaser-nya.

Setelah aksi tipu-tipu ini ketahuan, pihak Huawei buru-buru menambahkan catatan di sudut teaser tersebut, dengan dalih iklan ini sebatas karya kreatif mereka yang dimaksudkan untuk referensi saja.

Ini bukanlah aksi tipu-tipu pertama yang pernah dilakukan Huawei, dan ketahuan oleh publik. Sebelumnya, Huawei juga pernah ketahuan memanipulasi hasil foto Nova 3 sehingga tampak lebih bagus.

{Baca juga: Upss Ketahuan! Hasil Foto di Iklan Nova 3 Pakai DSLR}

Dalam iklan berdurasi 30 detik, brand asal China ini memperlihatkan kemampuan kamera depan smartphone menengahnya yang dapat mengambil foto selfie di berbagai kondisi.

Tapi ternyata, hasil kamera yang ditampilkan bukan diambil menggunakan kamera depan Nova 3, melainkan kamera DSLR.

Kasus yang sama juga pernah terjadi ketika mereka memperlihatkan kemampuan fotografi dari Huawei P9 di Google+. Huawei ketahuan setelah hasil foto Huawei P9 ternyata diambil oleh kamera Canon EOS 5D Mark III.

Melihat aksi tipu-tipu yang terus berulang dilakukan Huawei ini, banyak pengguna yang mulai mempertanyakan kredibilitas perusahaan asal Chima tersebut. Kenapa untuk pabrikan sekelas Huawei masih harus melakukan aksi memalukan seperti itu?

Rasa kurang percaya diri dengan hasil kamera produknya sendiri ini menimbulkan pertanyaan baru. Apakah kamera smartphone Huawei sudah terlalu buruk untuk ditampilkan, sehingga harus memakai foto palsu? (FHP/HBS)

Intip 5 Teknologi Jadul di Film Captain Marvel, Pernah Ngalamin?

Telko.id, Jakarta – Salah satu film Marvel Cinematic Universe (MCU) yang paling dinanti – Captain Marvel, akhirnya resmi dirilis pada awal Maret. Meski tergolong film yang banyak menyuguhkan aksi teknologi canggih masa depan, di film yang dibintangi Brie Larson ini juga banyak menampilkan teknologi jadul alias lawas yang mungkin dulu sering Anda gunakan. Teknologi jadul apa saja?

Menurut laporan, film Captain Marvel langsung memuncaki box office, bukan cuma domestik tetapi juga global. Tidak tanggung-tanggung, setidaknya USD455 juta atau setara Rp 6 triliun (domestik dan internasional) berhasil dikantongi film ini di minggu pertamanya.

Sontak, pencapaian ini pun menobatkan Captain Marvel sebagai salah satu film blockbuster terbesar yang diperankan oleh wanita yang pernah dibuat.

Dalam Sinematik Marvel, film tersebut berada di jajaran karakter yang paling sukses debutnya, setelah film-film The Avengers, Black Panther, Captain America: Civil War, dan Iron Man 3.

Nah, jika di film-film sebelumnya itu kita dibawa untuk berkenalan dengan seabreg teknologi canggih, di Captain Marvel ada yang sedikit berbeda, dan mungkin nampak asing di era milenial ini.

Masih tetap sama canggihnya, khususnya ketika kita diajak berkenalan pertama kali dengan Vers alias Carol Danvers alias Captain Marvell di Kree, namun dengan sedikit tambahan teknologi jadul didalamnya.

{Baca juga: Waah.. Smartphone Ini jadi Pilihan Captain Marvel!}

Captain Marvel sendiri, seperti diketahui, berkisah tentang Carol Danvers, mantan pilot Angkatan Udara Amerika Serikat, yang berubah menjadi salah satu pahlawan terkuat galaksi dan bergabung dengan Starforce, sebuah tim elit militer Kree.

Ia kembali ke Bumi, yang merupakan rumahnya, dengan sejumlah pertanyaan baru tentang masa lalu dan identitasnya. Film ini mengambil latar tahun 1990-an (tepatnya 1995), ketika sejumlah teknologi sebelum hologram atau AI (yang kini kita sebut jadul) masih begitu populer.

Nah, berikut ini beberapa teknologi jadul yang bisa Anda lihat di beberapa adegan di film Captain Marvel:

Telepon Umum

Hal pertama yang dilakukan Vers atau Carol Danvers setelah mendarat di bumi adalah mendatangi telepon umum. Bedanya, ia sedikit memodifikasi kinerja perangkat hingga akhirnya memuculkan semacam hologram yang menghubungkannya dengan pasukan Starforce di Kree.

Telepon umum sendiri pertama kali ditemukan oleh William Gray pada tahun 1889 dan dipasang pada sebuah bank di daerah hart ford Connecticut. Penemuan tersebut berkembang dengan pesat dan pada tahun 1892 jumlahnya mencapai 81.000 di Amerika Serikat.

Pada tahun 1905, telepon umum koin ciptaan Bell dipasang pertama kali secara outdoor pada Jalan Cincinnati. Telepon umum ini tidak begitu menarik perhatian masyarakat karena pemakaian telepon secara pribadi kurang bisa dilakukan di tempat publik.

Alhasil, pada tahun 1950-an, Bell mendesain kotak telepon (kamar untuk menelepon) dari kaca dan alumunium yang cukup memuat satu orang di dalamnya. Hal ini merupakan kemajuan pesat setelah bertahun-tahun lamanya kayu digunakan untuk membuat kotak telepon.

Pager

Radio panggil atau lebih dikenal dengan sebutan Pager merupakan alat telekomunikasi pribadi yang digunakan untuk menyampaikan dan menerima pesan pendek. Dalam perjalanannya, radio panggil dibagi menjadi dua, yakni numerik satu arah dan alphanumerik dengan sistem dua arah.

Numerik satu arah hanya memungkinkan pengguna menerima pesan yang terdiri dari beberapa digit saja. Sementara alphanumerik yang tersedia dengan sistem dua arah sehingga dapat mengirim pesan melalui surat elektronik atau SMS (short message service).

{Baca juga: Unik! Di Negara Ini Masih Ada yang Pakai Pager}

Radio panggil atau Pager sendiri saat ini sudah jarang ditemukan. Padahal, kalau mau main aman-amanan, pager justru lebih sulit diretas, tidak menyimpan riwayat percakapan (penting untuk privasi dan keamanan), dan lebih dapat diandalkan selama bencana alam.

Meski memang memiliki jangkauan yang lebih lama daripada ponsel. Oke, kecuali pager Nick Fury, yang dimodifikasi oleh Carol Danvers hingga diklaim bisa mengjangkau beberapa galasi.

Komputer

Generasi tahun 90an pasti tak asing lagi dengan komputer model gembol seperti yang digunakan Nick Fury di film Captain Marvel. Ya, loading yang lama adalah sesuatu yang sulit terlupakan. Secara peruntukkan, komputer sendiri adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan.

{Baca juga: Unik! Situs Resmi Captain Marvel Bergaya ‘Jadul’}

Kata computer pada awalnya dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmetika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri.

Penemu komputer pertama adalah Charles Babbage, yang dikenal dunia sebagai salah satu penemu sejarah komputer pertama kali.

Compact Disc (CD)

Bertahun-tahun yang lalu, CD mungkin masih menjadi benda yang familiar bagi sebagian orang. Tapi tidak sekarang. Karenanya, melihat benda ini terpampang nyata di film Captain Marvel adalah sebuah ajang nostalgia tersendiri. “Ahh…iya.” “Ya ampun CD.” “Waah… haha…” dan komentar lainnya.

Compact Disc (CD) atau cakram padat pada dasarnya adalah sebuah cakram optik digital yang digunakan untuk menyimpan data. Sejak diperkenalkan secara resmi pada tahun 1982, CD memperoleh puncak penjualan pada tahun 2000 yang mencapai 2.445 juta keping.

CD dibuat dari plastik polikarbonat setebal 1,2 mm dengan berat 15-20 gram. Pembagian komponen CD dari bagian tengah CD sampai luar adalah: Pusat/ poros CD, daerah transisi pertama (cincin penjepit), daerah kelm (cincin stacking), Daerah transisi kedua, daerah informasi dan RIM.

Untuk ukuran CD berdiameter 120mm dapat memuat audio selama 80 menit atau data sebesar 650-870 MB, sedangkan mini cd yang memiliki diameter mulai dari 60mm sampai dengan 80mm dapat memuat audio selama 24 menit atau data sebesar 185-210 MB.

Pesawat F-16 

F-16 adalah jet tempur multi-peran supersonik yang dikembangkan oleh perusahaan General Dynamics (kemudian diakuisisi oleh Lockheed Martin), untuk Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya dirancang sebagai pesawat tempur superioritas udara namun akhirnya berevolusi menjadi pesawat tempur multi-peran yang sangat populer.

Di udara, kemampuan tempur F-16 tak perlu diragukan. Ini masuk kategori sangat baik, dengan inovasi seperti tutup kokpit tanpa bingkai yang memperjelas penglihatan, gagang pengendali samping untuk memudahkan kontrol pada kecepatan tinggi, dan kursi kokpit yang dirancang untuk mengurangi efek g-force pada pilot.

{Baca juga: Nonton Film Gratis dengan 3 Aplikasi ini, Dosa Tanggung Sendiri!}

Pesawat ini juga merupakan pesawat tempur pertama yang dibuat untuk menahan daya belokan pada percepatan 9g. F-16 mempunyai senapan M61 Vulcan pada bagian dalam badan pesawat serta 11 lokasi pylon untuk mnggotong senjata dan peralatan misi lainya.

Nama resmi dari F-16 sendiri ialah”Fighting Falcon”, tetapi “Viper” lebih umum digunakan oleh kru darat dan pilot-pilot pesawat tersebut, karena kemiripan bentuknya dengan ular Viperidae dan Starfighter Colonial Viper dari acara TV Battlestar Galactica. [IF/HBS]

Layanan Gmail Down, Ada Apa?

Telko.id, Jakarta – Layanan pesan elektronik Gmail dikabarkan error atau mengalami system down. Hal ini dideteksi oleh situs DownDetector dan sudah banyak pengguna yang mengeluhkan tidak bisa mengakses layanan tersebut sejak pagi ini, Rabu (13/3/2018).

Dilansir Telko.id dari DownDetector pada Rabu (13/03/2019), tercatat ada 3258 laporan diterima situs tersebut atas kerusakan yang terjadi pada layanan milik Google.

DownDetector melaporkan problem paling dikeluhkan pengguna Gmail yakni masalah log in yakni 37%,  penerimaan pesan 31% dan tidak bisa mengakses lampiran pada email sebesar 30%.

Pada keterangannya, DownDetector juga menjelaskan terkait negara mana saja yang terdampak dari kerusakan Gmail yang terjadi pagi ini.

{Baca juga : Simsalabim! Google Ubah Gmail jadi “Serba Pintar”}

Terlihat pada peta bahwa ada warna kuning dan merah yang menandakan negara-negara terdampak. Terlihat bahwa negara yang terdampak adalah Amerika Serikat, India, Malaysia, Indonesia, Jepang, sebagian Australia dan beberapa titik lainnya.

Sejauh ini Google belum memberikan keterangan kenapa layanan email mereka mengalami masalah dan tumbang di berbagai daerah. Layanan yang berada dibawah naungan Google lain seperti Youtube juga sempat mengalami hal serupa.

YouTube dilaporkan sedang mengalami gangguan serius. Sebab, layanan tersebut tidak dapat diakses di berbagai wilayah di dunia pada 17 Oktober 2018 kemarin.

{Baca Juga : YouTube Error di Sejumlah Negara, Termasuk Indonesia

Berdasarkan pantauan Telko.id, saat pengguna mengakses YouTube versi desktop maupun aplikasi di smartphone, mereka hanya akan mendapatkan pesan error [503] atau adanya kesalahan pada jaringan internet.

Situs pendeteksi layanan internet yang tumbang, Downdetector juga memberikan informasi bahwa YouTube mengalami masalah pada sistemnya sejak pagi tadi. Dalam situs tersebut, disebutkan juga bahwa pengguna YouTube mengeluhkan tidak bisa menonton video, kesulitan masuk ke halaman utama, sampai sulit login. [NM/HBS]

Google “Gerak Cepat” Selidiki Penyebab Gmail Down

Telko.id, Jakarta – Google memberikan penjelasan terkait tumbangnya layanan pesan Google Mail (Gmail) dan Google Drive yang terjadi beberapa jam yang lalu. Raksasa pencarian ini mengaku masih melakukan penyelidikan terkait penyebab Gmail down.

Menurut laporan The Guardian, seperti dilansir Telko.id pada Rabu (13/03/2019), Google langsung “gerak cepat” dengan mencari penyebab kerusakan pada layanannya. Sebab, Gmail memiliki lebih dari 1 miliar pengguna, dan tentu akan berdampak besar pada pengalaman pengguna ketika adanya kesalahan.

“Kami sedang menyelidiki laporan masalah dengan Gmail. Kami akan segera memberikan informasi lebih lanjut, ” tulis Google.

Perlu diketahui, pengguna yang terkena dampak tidak dapat mengirim email, dan terdapat tulisan  “Message could not be sent. Check your network and try again”. Selain itu, pengguna juga tidak dapat membuka lampiran di Gmail.

{Baca juga: Simsalabim! Google Ubah Gmail jadi “Serba Pintar”}

Beberapa jam setelah kerusakan terjadi Google sempat mengonfirmasi bahwa pelanggan mengalami masalah dalam mengakses atau melampirkan file serta menyimpan draft email dan mengirimkan email.

Masalah lain juga terjadi pada Google Drive. Layanan tersebut sempat mengalami kerusakan, dan Google telah mengkonfirmasinya. Mereka mengakui ada masalah saat menggunggah dan mengunduh file dari Google Drive dan menggunggah foto atau lampiran ke Hangouts.

Google Maps juga tampaknya mengalami masalah, dimana pengguna yang mencoba menggunakan mode Street View malah melihat layar hitam bukan gambar lokasi. Sayangnya, hingga saat ini Google belum menjelaskan penyebab dari rusaknya ketiga layanan tersebut.

{Baca juga: Layanan Gmail Down, Ada Apa?}

Kerusakan Gmail dan Google Drive diduga berdampak bagi pengguna di seluruh dunia seperti Amerika Serikat, Eropa, Asia, Australia, dan Amerika Selatan yang melaporkan masalah tersebut.

Di Indonesia sendiri, Gmail dan Google Drive tumbang pada Rabu pagi (13/03) pukul 10.00 WIB. Para pengguna sempat tidak bisa mengakses layanan tersebut selama beberapa jam. Kini, berdasarkan pantauan Tim Telko.id pada pukul 13.07 WIB, kedua layanan ini kembali normal. (NM/FHP)

Akun YouTube Terhapus, Pria Ini Ngamuk di Markas Google

Telko.id, Jakarta– Seorang pria ditangkap polisi, setelah mengamuk di markas Google di Mountain View, California, Amerika Serikat (AS) pada Minggu (10/3/2019). Pria bernama bernama Kyle Long itu marah dan sempat mengancam dengan kekerasan, karena kesal akun YouTube-nya dihapus.

Dilansir Telko.id dari The Verge pada Rabu (13/03/2019), BuzzFeed News melaporkan bahwa, Kyle kesal karena akun dan video miliknya di YouTube hilang alias dihapus. Dia menduga itu akibat ulah Google.

Namun nyatanya dugaan Kyle salah. Karena sebenarnya akun dan video Kyle dihapus oleh isterinya, Samantha Long. Namun karena takut, sang Isteri tidak mau mengaku, dan malah berdalih kemungkinan yang menghapus adalah Google.

Dalam melakukan aksinya Kyle Long tidak main-main. Dia menempuh perjalanan jauh dari negara bagian Maine menuju California AS, yang berjarak lebih dari 3.300 mil atau 5310,8 km demi menyambangi kantor pusat Google yang bernama Googleplex itu.

{Baca juga: YouTube Kenalkan Fitur Cek Fakta untuk Atasi Topik Sensitif}

Lucunya, Kyle Long sebanrnya baru mengunggah satu video di akun YouTube-nya. ISatu-satunya video yang dibuat Long itu tentang panduan cepat kaya raya. Sayangnya, panduan tersebut malah terkesan aneh dan durasinya terlalu lama.

Kyle Long memang memiliki riwayat penyakit mental. Menurut sang ayah, Kevin Long anaknya pernah bertikai dengan polisi, dan mengemudi dalam keadaan mabuk di masa remaja yang merenggut nyawa sahabatnya.

Kevin Long menilai bahwa ada yang salah dengan konten video milik anaknya, karena dalam video Kyle tampak percaya diri jika video ini dapat menyelesaikan masalah dunia. “Dia datang dengan ide gila ini untuk membuat semua orang jutawan,” tutur Kevin.

{Baca juga: YouTube Izinkan Komentar di Video Anak, tapi…}

Ketika ditangkap, Kyle Long membawa tongkat bisbol yang telah ia siapkan di mobilnya. Beruntung, tongkat bisbol tersebut berhasil diamankan saat dilakukan penangkapan.

Menurut polisi Mountain View, yang berbicara dengan BuzFeed, Long bisa dikenakan pasal dengan ancaman umum berbuat kekerasan terhadap orang lain. [NM/HBS]

Sumber: The Verge

Hai Gamer, Hati-hati ya Anda Jadi Target Penjahat Siber lho!

0

Telko.id – Game memang membuat candu bagi siapa saja. Tidak pandang umur dan strata sosial. Setiap orang suka bermain game, tua muda, besar kecil semua menyukainya. Apalagi dengan adanya smartphone, semakin memudahkan orang untuk bermain game secara online dan terhubung dengan banyak orang dari berbagai negara. Tak heran, penciuman tajam para penjahat siber, juga menyasar para gamer. Jadi tidak aneh jika kemudian game jadi alat untuk melakukan kejahatan.

Seperti yang ESET lihat bahwa pengembang game Asia terus menjadi target dengan serangan rantai pasokan yang mendistribusikan malware yang ditandatangani secara sah ke semua pengguna mereka. Ini bukan pertama kalinya industri game menjadi sasaran peretas yang mengkompromikan pengembang game, memasukkan backdoor ke dalam game, dan kemudian menyebarkan malware mereka sebagai perangkat lunak yang sah.

Peneliti ESET baru-baru ini menemukan dua game dan satu aplikasi platform game yang berhasil dioprek untuk memasukkan backdoor. Mengingat bahwa serangan-serangan ini sebagian besar ditargetkan terhadap industri game Asia maka sudah sepatutnya para gamer yang doyan mengunduh game lebih berhati-hati jika tidak mau jadi korban.

Target dan Distribusi

Meskipun malware menggunakan konfigurasi yang berbeda di setiap kasus, tiga produk perangkat lunak yang terkena dampak mempunyai kode backdoor yang sama dan diluncurkan menggunakan mekanisme yang serupa. Namun, sampai saat ini, dua produk sudah tidak lagi menyertakan backdoor, sementara salah satu developer masih mendistribusikan versi yang sudah diretas.

Berdasarkan telemetri ESET diketahui bahwa para korban sebagian besar berlokasi di Asia, dengan Thailand sebagai korban terbesar. Mengingat popularitas aplikasi yang sudah diracuni oleh peretas masih didistribusikan oleh pengembangnya, tidak mengherankan jika jumlah korbannya mencapai puluhan bahkan ratusan ribu.

Game tersebut bernama Infestation, dan diproduksi oleh pengembang game Thailand, Electronics Extreme. ESET telah mencoba memberi tahu mereka beberapa kali, melalui berbagai cara sejak awal Februari, tetapi tidak berhasil. Masalahnya Infestation yang sukses di Thailand memiliki lisensi untuk membawa game ini secara global. Bahkan portal game di Indonesia pernah ikut mengulas game ini.

Yang menarik dari temuan ESET lainnya adalah saat malware diperiksa untuk mengetahui apakah bahasa sistemnya menggunakan Rusia atau Tiongkok, diketahui bahwa malware didesain oleh pengembangnya untuk tidak menyerang pada komputer yang dikonfigurasi menggunakan dua bahasa tersebut.

Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh melihat fenomena serangan ini mengatakan “Penggunaan backdoor menimbulkan banyak dugaan karena fungsinya yang luas. Salah satunya adalah spionase atau alasan lainnya, seperti mencari keuntungan finansial. Apa pun alasan di balik serangan tersebut, jelas jika pasar Asia menjadi target mereka yang ke depan mungkin bisa digunakan untuk pekerjaan yang lebih besar”.

Sulit dipungkiri jika Asia memang memiliki potensi yang sangat besar mengingat banyak negara Asia memiliki jumlah penduduk dan pemain game yang besar, menurut perusahaan riset Niko Partners memperkirakan bahwa jumlah gabungan dari gamer PC dan seluler di Asia Tenggara akan meningkat hingga 400 juta, yang mengumpulkan pendapatan gabungan sebesar $4,4 miliar USD pada tahun 2021.

Sementara menurut Newzoo diketahui bahwa penggunaan ponsel di Asia Tenggara telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa, terus tumbuh pada tingkat lebih dari 3,5 juta pengguna per bulan, dan dengan meningkatnya penetrasi kartu kredit di kawasan ini, dapat diperkirakan bahwa game digital akan terus marak berlanjut.

Besarnya pasar ini tentu menggiurkan bagi para penjahat siber untuk memanfaatkannya untuk banyak hal dan kepentingan. Mengatasi masalah ini ESET memiliki beberapa tips bagi pengguna agar terhindar dari ancaman seperti ini:

  1. Sebelum mengunduh apa pun di toko resmi aplikasi, biasakan untuk membaca review atau ulasan pada game yang ingin diunduh.
  2. Selalu melakukan update
  3. Selalu mengunduh dan update melalui situs resmi pengembang
  4. Bagi gamer yang sudah mengunduh game Infestation sebaiknya segera melakukan uninstal sesegera mungkin.
  5. Segera lakukan deteksi dengan solusi keamanan yang dimiliki.
  6. Gunakan antivirus yang komprehensif.

ESET sendiri mendeteksi ada ancaman tiga malware sebagai Win32/HackedApp.Winnti.A, Win32/HackedApp.Winnti.B, & sebagai payload  Win32/Winnti.AG, dan tahap kedua sebagai Win64/Winnti.BN. (Icha)

 

Mengintip 5 Teknologi Jadul di Film Captain Marvel, Pernah Ngalamin?

Telko.id, Jakarta – Salah satu film Marvel Cinematic Universe (MCU) yang paling dinanti – Captain Marvel, akhirnya resmi dirilis pada awal Maret. Menurut laporan, film yang dibintangi Brie Larson ini bahkan langsung memuncaki box office, bukan cuma domestik tetapi juga global. Tidak tanggung-tanggung, setidaknya USD455 juta atau setara Rp 6 triliun (domestik dan internasional) berhasil dikantongi film ini di minggu pertamanya.

Sontak, pencapaian ini pun menobatkan Captain Marvel sebagai salah satu film blockbuster terbesar yang dipimpin oleh wanita. Dalam Sinematik Marvel, film yang dibintangi Brie Larson tersebut berada di jajaran karakter yang paling sukses debutnya, setelah film-film The Avengers, Black Panther, Captain America: Civil War, dan Iron Man 3.

Nah, jika di film-film sebelumnya itu kita dibawa untuk berkenalan dengan seabreg teknologi canggih, di Captain Marvel ada yang sedikit berbeda. Masih tetap sama canggihnya, khususnya ketika kita diajak berkenalan pertama kali dengan Vers alias Carol Danvers alias Captain Marvell di Kree, namun dengan sedikit tambahan teknologi jadul didalamnya.

{Baca juga: Waah.. Smartphone Ini jadi Pilihan Captain Marvel!}

Captain Marvel sendiri, seperti diketahui, berkisah tentang Carol Danvers, mantan pilot Angkatan Udara Amerika Serikat, yang berubah menjadi salah satu pahlawan terkuat galaksi dan bergabung dengan Starforce, sebuah tim elit militer Kree. Ia kembali ke bumi, yang merupakan rumahnya, dengan sejumlah pertanyaan baru tentang masa lalu dan identitasnya. Film ini mengambil latar tahun 1990an (tepatnya 1995), ketika sejulmah teknologi sebelum hologram atau AI (yang kini kita sebut jadul) masih begitu populer. Nah, berikut beberapa diantaranya:

Telepon Umum

Hal pertama yang dilakukan Vers atau Carol Danvers setelah mendarat di bumi adalah mendatangi telepon umum. Bedanya, ia sedikit memodifikasi kinerja perangkat hingga akhirnya memuculkan semacam hologram yang menghubungkannya dengan pasukan Starforce di Kree.

Telepon umum sendiri pertama kali ditemukan oleh William Gray pada tahun 1889 dan dipasang pada sebuah bank di daerah hart ford Connecticut. Penemuan tersebut berkembang dengan pesat dan pada tahun 1892 jumlahnya mencapai 81.000 di Amerika Serikat. Pada tahun 1905, telepon umum koin ciptaan Bell dipasang pertama kali secara outdoor pada Jalan Cincinnati. Telepon umum ini tidak begitu menarik perhatian masyarakat karena pemakaian telepon secara pribadi kurang bisa dilakukan di tempat publik. Alhasil, pada tahun 1950-an, Bell mendesain kotak telepon (kamar untuk menelepon) dari kaca dan alumunium yang cukup memuat satu orang di dalamnya. Hal ini merupakan kemajuan pesat setelah bertahun-tahun lamanya kayu digunakan untuk membuat kotak telepon.

Pager

Radio panggil atau lebih dikenal dengan sebutan pager merupakan alat telekomunikasi pribadi yang digunakan untuk menyampaikan dan menerima pesan pendek. Dalam perjalanannya, radio panggil dibagi menjadi dua, yakni numerik satu arah yang hanya memungkinkan menerima pesan yang terdiri dari beberapa digit saja serta  alphanumerik yang tersedia dengan sistem dua arah sehingga dapat mengirim pesan melalui surat elektronik atau SMS (short message service).

{Baca juga: Unik! Situs Resmi Captain Marvel Bergaya ‘Jadul’}

Radio panggil (pager) sendiri sudah jarang ditemukan saat ini. Padahal, kalau mau main aman-amanan, pager justru lebih sulit diretas, tidak menyimpan riwayat percakapan (penting untuk privasi dan keamanan), dan lebih dapat diandalkan selama bencana alam. Meski memang memiliki jangkauan yang lebih lama daripada ponsel. Oke, kecuali pager Nick Fury, yang dimodifikasi oleh Carol Danvers hingga diklaim bisa mengjangkau beberapa galasi.

Komputer

Generasi tahun 90an pasti tak asing lagi dengan komputer model gembol seperti yang digunakan Nick Fury di film Captain Marvel. Ya, loading yang lama adalah sesuatu yang sulit terlupakan.

Secara peruntukkan, komputer sendiri adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer pada awalnya dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmetika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Penemu komputer pertama adalah Charles Babbage, yang dikenal dunia sebagai salah satu penemu sejarah komputer pertama kali.

Compact Disc (CD)

Bertahun-tahun yang lalu, CD mungkin masih menjadi benda yang familiar bagi sebagian orang. Tapi tidak sekarang. Karenanya, melihat benda ini terpampang nyata di film Captain Marvel adalah sebuah ajang nostalgia tersendiri. “Ahh…iya.” “Ya ampun CD.” “Waah… haha…” dan komentar lainnya.

Compact Disc (CD) atau cakram padat pada dasarnya adalah sebuah cakram optik digital yang digunakan untuk menyimpan data. Sejak diperkenalkan secara resmi pada tahun 1982, CD memperoleh puncak penjualan pada tahun 2000 yang mencapai 2.445 juta keping.

CD dibuat dari plastik polikarbonat setebal 1,2 mm dengan berat 15-20 gram. Pembagian komponen CD dari bagian tengah CD sampai luar adalah : Pusat/ poros CD, daerah transisi pertama (cincin penjepit), daerah kelm (cincin stacking), Daerah transisi kedua, daerah informasi dan RIM. Untuk ukuran CD berdiameter 120mm dapat memuat audio selama 80 menit atau data sebesar 650-870 MB, sedangkan mini cd yang memiliki diameter mulai dari 60mm sampai dengan 80mm dapat memuat audio selama 24 menit atau data sebesar 185-210 MB.

Pesawat F-16 

F-16 adalah jet tempur multi-peran supersonik yang dikembangkan oleh perusahaan General Dynamics (kemudian diakuisisi oleh Lockheed Martin), untuk Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya dirancang sebagai pesawat tempur superioritas udara namun akhirnya berevolusi menjadi pesawat tempur multi-peran yang sangat populer.

Di udara, kemampuan tempur F-16 tak perlu diragukan. Ini masuk kategori sangat baik, dengan inovasi seperti tutup kokpit tanpa bingkai yang memperjelas penglihatan, gagang pengendali samping untuk memudahkan kontrol pada kecepatan tinggi, dan kursi kokpit yang dirancang untuk mengurangi efek g-force pada pilot. Pesawat ini juga merupakan pesawat tempur pertama yang dibuat untuk menahan daya belokan pada percepatan 9g. F-16 mempunyai senapan M61 Vulcan pada bagian dalam badan pesawat serta 11 lokasi pylon untuk mnggotong senjata dan peralatan misi lainya. Nama resmi dari F-16 sendiri ialah”Fighting Falcon”, tetapi “Viper” lebih umum digunakan oleh kru darat dan pilot-pilot pesawat tersebut, karena kemiripan bentuknya dengan ular Viperidae dan Starfighter Colonial Viper dari acara TV Battlestar Galactica.

Sub-Brand Jadi Strategi Baru Bagi Vendor Smartphone, Apa Target nya?

Telko.id – Brian Shen, Wakil Presiden perusahaan Oppo tetiba mengumumkan dalam lini masa Weibo nya nya tentang rencananya akan meluncurkan produk terbarunya yakni Reno. Oppo memang tidak menyebutkan sebagai sub-brand. Tetap banyak pihak yang menilai Reno ini merupakan sub-brand dari Oppo.

Padahal sebelumnya, Oppo juga sudah memiliki Realme.

Strategi membuat sub brand oleh para vendor smartphone seperti ini sebenarnya sudah terlihat terlihat satu tahun belakangan ini. Dan, lebih banyak dilakukan oleh vendor asal Cina. Sebut saja Huawei dengan sub-brand Honor dan Xioami dengan Pocophone. Kemudian juga Vivo, anak perusahaan lain dari BBK Electronics yang meluncurkan Vivo IQOO, produk yang menyasar segmen premium.

Samsung sendiri, sebagai vendor smartphone terbesar di dunia ini masih belum menggunakan strategi ini. Galaxy sendiri tidak diakui sebagai sub brand oleh Samsung. Walaupun Galaxy seperti sudah menjadi sub brand dari Samsung.

Lalu, apa target pembuatan subrand ini?

Dari beberapa strategi yang dilakukan para vendor ini bisa dilihat bahwa target masing-masing sub brand ini beragam. Sebut saja Xioami yang membuat Pocophone. Produk ini lebih mengarah pada segmen ditujukan untuk kelas menengah dengan kualitas premium dan harga terjangkau.

Sedangkan  Xiaomi sendiri akan diposisikan untuk fokus di segmen High-end, premium dan serial flagship.

Sebelumnya, Xiaomi ini juga memiliki sub brand Redmi yang difokuskan menjadi smartphone yang memiliki value for money tinggi, punya harga rasional yang berbanding lurus dengan kemampuan dan kualitasnya.

Namun, tidak lama Redmi pun memisahkan diri dari Xiaomi. Perpisahan merek ini diharapkan dapat fokus dan all out dalam menggarap pasar masing-masing sehingga bisa mendulang kesuksesan yang gemilang. Maklum saja, karena persaingan yang semakin ketat pada industri smartphone membuat Xiaomi lebih mempersiapkan diri agar tidak tergerus oleh para pesaingnya.

Para vendor smartphone itu memang seperti berada di sirkuit balapan. Di mana, biasanya setiap brand memiliki pembalap utama dan pembalap kedua. Tujuannya? Ya apalagi, pembalap kedua harus menjadi ‘penjaga’ agar pembalap utama dapat mulus menuju garis finish.

Rasanya, strategi ini juga berlaku bagi vendor smartphone. Supaya Oppo mulus menempati posisi yang terbaik, ada Realme yang menjaga dibelakang nya. Begitu juga Vivo yang sebagai ‘saudara kandung’ nya yang siap berjaga-jaga. Tapi ternyata, Vivo pun bisa melaju terus sehingga bisa dibilang sejajar dengan Oppo.

Sayang, Samsung belum masuk ke strategi sub-brand ini. Akhirnya, Samsung pun cukup ketar-ketir menghadapi derasnya arus perlawanan dibawah nya sendirian.

Apalagi, jika melihat ‘agresif’ nya Xiaomi yang akhirnya bisa mencapai posisi dua di Indonesia sejak kuartal dua tahun 2018 lalu.

Berdasarkan lembaga riset IDC, pada kuartal ketiga 2018, tercatat pengiriman smartphone mencapai 8,6 juta unit pada periode Juli—September 2018.

Angka itu menunjukkan terjadi penurunan sebesar 9 persen jika dibandingkan kuartal sebelumnya (April—Juni), tetapi tumbuh 18 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (2017).

Mengenai market share, tidak ada perubahan signifikan dibandingkan kuartal kedua 2018. Samsung masih merajai pasar smartphone Indonesia dengan raihan 28 persen.

Di posisi kedua masih ditempati Xiaomi dengan capaian 24 persen. Tiga posisi setelahnya juga masih didiami brand sama dengan kuartal lalu Oppo (19%), Vivo (11%) dan Advan (5 persen).

Tetapi di India, Samsung terpaksa harus bertekuk lutut dengan Xiaomi. Menurut penelitian lembaga riset Counterpoint, pangsa pasar Samsung di India berdasarkan pengiriman Samsung telah tertinggal dari Xiaomi di dua dari tiga wilayah pada 2018.

Lalu, apakah Samsung akan terus bersiteguh tidak menggunakan strategi sub-brand ke depannya? Hingga saat ini memang masih belum ada yang bisa mengkonfirmasi hal tersebut. Jadi, kita tunggu saja gebrakan Samsung selanjutnya untuk mempertahankan diri sebagai market share terbesar di Indonesia maupun kembali menjadi raja smartphone dengan market share terbesar di India. (Icha)