spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1333

Ini Dia, Lima Keahlian Digital Yang banyak Dicari Saat Ini

Telko.id – Era digital membutuhkan banyak tenaga ahli yang kompeten di bidang digital.  Hal ini juga tercermin dalam laporan Emerging Jobs 2019 di Indonesia oleh LinkedIn. Di dalamnya menggarisbawahi permintaan akan pekerjaan yang membutuhkan keahlian hybrid, terutama untuk bisa membantu mengarahkan perjalanan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk bertransformasi ke era digital.

LinkedIn menganalisa jutaan input pekerjaan yang unik dalam lima tahun terakhir, dan menemukan bahwa ada lima pekerjaan yang paling diminati semuanya adalah yang berhubungan dengan teknologi, banyak dari pekerjaan-pekerjaan tersebut membutuhkan kemampuan manajemen dan komunikasi. Peran mereka yang sebenarnya bervariasi dan beragam, menggambarkan pasar tenaga kerja yang menilai keahlian dengan serangkaian keterampilan hybrid yang saling melengkapi.

Menurut LinkedIn, lima pekerjaan yang paling diminati di Indonesia adalah Back End Developer, Data Scientist, Android  Developer, Full Stack Engineer dan Front End Developer.

Untuk Back End Developer yang dicari adalah yang ahli dalam PHP, MySQL, JavaScript, HTML, dan  Java. Sedangkan untuk Data Scientist yang dicari adalah Phyton, Data Analysis, R Programming, Machine Learning dan SQL.

Bagi yang berminat  menjadi Android Developer yang dibutuhkan adalah keahlian dalam Java, Android Development, MySQL, PHP dan HTML. Sedangkan untuk Full Stack Engineer yang dibutuhkan adalah yang ahli dalam JavaScript, PHP, MySQL, Cascading Style Sheet (CSS) dan HTML.

Bagi yang berminat menjadi Front End Developer harus jago dalam Cascading Style Sheet (CSS), JavaScript, HTML, PHP dan Web Development.

“Dalam laporan Emerging Jobs LinkedIn tersebut juga menyoroti kenyataan bahwa ada jenis pekerjaan baru muncul lebih cepat dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya. Peran tradisional telah berubah menjadi hybrid, yang lima tahun sebelumnya belum ada,” ujar Feon Ang, Vice President of Talent and Learning Solutions for APAC LinkedIn menjelaskan.

Dan Ang menyebutkan bahwa ada lima pekerjaan yang paling diminati di Indonesia semuanya berhubungan dengan teknologi, banyak diantaranya membutuhkan soft skills seperti keahlian manajemen dan komunikasi, menciptakan keahlian hybrid yang merupakan campuran antara peran baru dan tradisional.

Dalam laporan tersebut, Linkedln melihat bahwa kondisi di Indonesia, terutama kelas menegahnya merupakan kaum ahli digital atau digital native yang mendorong ekonomi digital.

Dasar analisanya adalah karena Indonesia merupakan negara dengan populasi terbanyak di wilayah Asia Pasifik, dengan satu dari lima orang Indonesia berasal dari kelas menegah yang membuat Indonesia menjadi kekuatan konsumen yang besar.

Kelas menegah ini membuat perubahan besar dalam hal pola konsumsi melalui kanal digital untuk mendorong ekonomi digital.

Ditambah lagi, Indonesia juga mempunyai keuntungan dengan bonus demografis, dimana populasi penduduk berusia produktif lebih besar dari populasi usia non-produktif dengan rata-rata berusia 28 tahun dan lebih dari setengah populasi berusia dibawah 30, ini berarti mereka adalah digital native yang mengerti pentingnya untuk terus-menerus mengembangkan kemampuan, khususnya dalam keahlian hybrid.

Analisa lain adalah keberadaan Unicorn yang mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dengan keahlian hybrid. Di mana, dari 10 Unicorn di Asia Tenggara, 4 diantaranya berasal dari Indonesia. Hal ini tentu mendorong peningkatan kebutuhan tenaga kerja di bidang teknologi. Evolusi dari Industri 4.0 juga membuat teknologi digital bertumbuh pesat dan menciptakan kebutuhan untuk pekerjaan baru yang membutuhkan keahlian hybrid.

Hal tersebut mengakibatkan tantangan yang dihadapi bukan hanya tentang mendapatkan pijakan di pasar yang menggiurkan ini, tapi juga bagaimana mencari tenaga kerja digital lokal yang dapat menyokong pertumbuhan ini.

Tak heran, kebutuhan akan tenaga kerja digital menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Baik bagi perusahaan swasta maupun institus pemerintahan. Tantangan karena kebutuhan akan tenaga kerja digital tumbuh pesat, tetapi belum diimbangi dengan jumlah tenaga kerja yang tersedia.

Ketersediaan tenaga kerja untuk 5 pekerjaan yang paling diminati di Indonesia masih berpusat di Jawa. Karenanya Menteri Komunikasi dan Informatika bersama dengan 5 Universitas Negeri di Indonesia mengadakan “Digital Talent Scholarship”, kegiatan beasiswa kursus intensif yang diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja digital dengan cepat guna memenuhi kebutuhan pasar.

Selain Kementerian, perusahaan-perusahan swasta lain juga melakukan hal yang sama dengan membuka program magang dan melatih ribuan pelajar agar memiliki kemampuan di teknologi digital.

Era digital ini juga menjadi tantangan bagi tim SDM dan perekrutan pegawai karena harus terus mengikuti perkembangan data terbaru agar bisa mengidentifikasi kemampuan yang tepat dan dibutuhkan untuk pekerjaan yang muncul di dunia lapangan kerja. Supaya tidak salah rekruitmen.

“Kompetensi digital, seperti yang kita ketahui saat ini, tersusun oleh gabungan hard skill dan soft skill. Persaingan untuk mendapatkan talenta ini akan menjadi semakin sengit, jadi perusahaan perlu melahirkan tenaga kerja yang mudah beradaptasi. Pemahaman yang terkini terhadap kebutuhan dan pasokan keahlian, ketersediaan tenaga kerja, dan perubahan tenaga kerja adalah tahapan awal untuk melahirkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan,” tambah Ang.

So bagi kita yang bekerja di era digital, cepat sesuaikan dengan kebutuhan industri digital saat ini dan ke depan. Mumpung masih muda. (Icha)

 

Google Hapus 200 Aplikasi Terinfeksi Malware di Play Store

Telko.id, Jakarta – Lebih dari 200 aplikasi di Google Play Store mengandung malware iklan atau adware yang bisa menyebabkan ponsel menampilkan iklan di luar aplikasi, mengarahkan pengguna ke situs dan tautan tertentu, dan bahkan mengunduh aplikasi yang sama sekali baru.

Perusahaan keamanan siber Check Point telah melaporkan adanya aplikasi jahat ini pada Google, yang telah mengonfirmasi bahwa mereka telah memblokir aplikasi-aplikasi bermasalah itu dari Play Store.

Sayangnya, seperti dilansir TechCrunch, aplikasi yang mengandung malware ini telah diunduh sebanyak lebih dari 150 juta kali sebelum Google memblokirnya, menurut data statistik Play Store.

{Baca juga: Awas! Ada Puluhan Aplikasi GPS Palsu di Google Play Store}

Aplikasi dengan adware ini bisa masuk ke Play Store karena adware yang ada menyamarkan diri sebagai sofware iklan. Kode adware ini akan menampilkan iklan seperti software iklan biasa, walau iklan yang tampil memang lebih sering, ungkap Check Point. Meskipun begitu, adware ini melakukan hal-hal jahat lain.

Beberapa aplikasi paling populer yang terinfeksi oleh adware ini antara lain Snow Heavy Excavator Simulator, Real Tractor Farming Simulator, Heavy Mountain Bus Simulator 2018, Hummer taxi limo simulator, Excavator Wrecking Ball Demolition Simulator, dan Sea Animals Truck Transport Simulator.

Karena banyaknya game simulasi yang terinfeksi, Check Point menamai adware ini SimBad. Sebelum sebuah aplikasi muncul di Play Store, Google memang meninjau aplikasi tersebut. Namun, proses penyaringan ini tidak seketat proses penyaringan aplikasi yang Apple lakukan untuk App Store.

Dalam beberapa tahun belakangan, Google sering harus memblokir ratusan aplikasi karena aplikasi itu mengandung kode bermasalah seperti kode yang menampilkan iklan pornografik, membuat ponsel mengunduh aplikasi tanpa izin pengguna, dan berbagai masalah lainnya.

{Baca juga: Google Hapus 22 Aplikasi Malware dari Play Store, Ini Daftarnya}

Tahun lalu, Google berusaha keras menyaring aplikasi yang masuk ke Play Store. Mereka menyebutkan, mereka bisa menghapus 99 persen dari aplikasi bermasalah sebelum aplikasi itu bisa diunduh. Namun, tetap saja ada aplikasi berbahaya yang berhasil melewati proses penyaringan Google. [BA/HBS]

Sumber: Techcrunch

Layanan Sudah Normal, Tagar #WhatsAppDown Masih Ramai

Telko.id, Jakarta WhatsApp rupanya “ketularan” masalah system down seperti Instagram dan Facebook sejak tadi malam. Meski sudah berangsur pulih pada pagi pukul 10.00 WIB, Kamis (14/03/2019), namun tagar #WhatsAppDown masih ramai di Twitter.

Diketahui sekitar pukul 09.00 WIB pagi ini, warganet heboh di lini masa karena masalah di layanan WhatsApp masih berlangsung. Masalah yang dikeluhkan adalah tidak bisa mengirimkan gambar.

Berdasarkan pantauan Tim Telko.id pada Trends24 pada Kamis (14/03/2019), peringkat tagar #WhatsAppDown mengalami peningkatan dan saat ini berada di posisi ketiga bersama tagar #InstagramDown dan #FacebookDown yang sudah menjadi viral sejak semalam.

Bersama tagar #WhatsAppDown warganet Indonesia melaporkan bahwa kerusakan pada WhatsApp terjadi ketika mereka mengirimkan pesan gambar. Akun @puji002 bertanya kepada warganet lain terkait kerusakan tersebut dan responnya pun beragam. Banyak warganet yang merasa bahwa tadi pagi mereka tidak bisa mengirim pesan gambar di WhatsApp.

Hal serupa juga dilaporkan oleh akun Twitter @ICahyapradana. Dirinya melaporkan bahwa kerusakan juga terjadi pada fitur WhatsApp Story. Hal ini ditemukan usai mencoba memasang foto di WhatsApp Story namun tidak bisa.

Berdasarkan situs DownDetector, laporan terhadap kerusakan WhatsApp melonjak pada pukul 09.00 WIB tadi. Pasalnya pada pukul tersebut mereka menerima 1414 laporan terkait kerusakan tersebut.

{Baca juga: Setelah Gmail Down, Giliran Instagram dan Facebook Down}

Secara presentase 49% pengguna melaporkan bahwa mereka tidak dapat mengirim dan menerima pesan. Kemudian 37% melaporkan ada masalah dalam konektivitas dan 12% mengaku jika fitur log-in WhatsApp tidak berfungsi normal.

Namun menurut pantauan Tim Telko.id pada pukul 11.57 WIB, layanan WhatsApp sudah berangsur normal. Sebelumnya selain WhatsApp, aplikasi Instagram dan  Facebook down atau mengalami kerusakan hingga tak bisa diakses. Instagram down dilaporkan oleh situs DownDetector, situs pendeteksi performa dari layanan online.

{Baca juga: Layanan Gmail Down, Ada Apa?}

Dari hasil pantauan pada Kamis (14/03), situs tersebut telah menerima laporan terkait masalah error pada layanan Instagram sekitar Rabu (13/03) pukul 23.00 WIB dan puncaknya sekitar pukul 04.00 WIB.

Terhitung, DownDetector menerima 19.226 laporan tentang kerusakan dua media sosial tersebut. Sebagian besar pengguna mengeluhkan tidak bisa mengakses News Feed dan tidak bisa melakukan login. [NM/HBS]

Tagar #InstagramDown dan #FacebookDown Ramai di Twitter

Telko.id, Jakarta – Warganet sejak semalam dihebohkan dengan tumbangnya layanan Instagram dan Facebook. Mereka melaporkan masalah tersebut kepada situs DownDetector dan juga ramai-ramai memasang tagar #InstagramDown dan #FacebookDown di Twitter.

Berdasarkan pantauan Tim Telko.id di Trends24 pada Kamis (14/03/2019) bahwa tagar tersebut berada di posisi teratas sejak tadi malam. Bahkan hingga pukul 07.48 WIB tagar tersebut masih berada diatas disusul dengan tagar #WhatsAppDown serta beragam topik pembicaraan lainnya.

Misalnya akun twitter @RevianBaginda melampirkan tampilan aplikasi Instagram yang mengalami kerusakan. Kemudian dirinya juga mencuit dengan kesan bercanda jika, cukup Instagram saja yang mengalami kerusakan.

Hal serupa juga dikatakan oleh akun @iam_verdi. Akun tersebut menyatakan bahwa masyarakat indonesia tampaknya tidak bisa membicarakan orang lain untuk sementara waktu karena Facebook mengalami kerusakan.

Masih melalui Twitter, polemik kerusakan ini pun akhirnya ditanggapi oleh Facebook selaku perusahaan induk yang mengelola Facebook, Instagram dan WhatsApp. Di akun resmi @Facebook mereka menjelaskan bahwa tedapat gangguan yang menyebabkan pengguna kesulitan mengakses sejumlah layanan seperti Instagram dan WhatsApp.

{Baca juga: Ternyata, Penyebab Facebook Down Gara-gara “Konfigurasi Server”}

Selain itu mereka berjanji akan menyelesaikan masalah kerusakan ini serta membantah kerusakan terjadi karena serangan pihak tertentu kepada server miliknya. “Fokus kami menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin. Tapi kami konfirmasikan masalah ini tidak terkait dengan serangan DDoS” cuit Facebook.

Sebelumnya Instagram dan Facebook down atau mengalami kerusakan hingga tak bisa diakses. Instagram down dilaporkan oleh situs DownDetector, situs pendeteksi performa dari layanan online.

Berdasarkan pantauan tim Telko.id dari pada Kamis (14/03/2019), situs tersebut telah menerima laporan terkait kerusakan pada Instagram sekitar rabu (13/03) pukul 23.00 WIB dan puncaknya sekitar pukul 04.00 WIB. Terhitung bahwa DownDetector menerima 19.226 laporan tentang kerusakan dua media sosial tersebut.

Sebagian besar pengguna mengeluhkan tidak bisa mengakses News Feed dan tidak bisa melakukan login. Sementara lainnya, mengeluhkan bahwa mereka tidak dapat mengakses Instagram versi website.

DownDetector juga menganalisis sejumlah wilayah yang terdampak pada error-nya Instagram dan Facebook. Seperti Amerika Serikat, beberapa negara di Amerika Selatan, Turki, sebagian Eropa, Australia, Jepang dan beberapa negara di Asia.

Sementara Facebook, pengguna mulai melaporkan adanya kerusakan pada Rabu (13/03) sekitar pukul 23.00 WIB. Sama seperti kasus Instagram, sekitar pukul 03.00 WIB terjadi lonjakan hingga 11.486 laporan yang menyatakan bahwa ada kerusakan dalam Facebook. [NM/HBS]

Hati-hati! Ini Bahaya Buang Baterai Bekas Sembarangan

Telko.id, Jakarta – Baterai seperti telah menjadi hal yang lumrah ditemui dalam keseharian kita. Mulai dari jam dinding, remote tv, bahkan mainan anak yang bertebaran di ruang tamu, semua menggunakan baterai. Tapi, tahukah Anda bahwa disamping banyaknya manfaat yang dibawa, baterai juga ternyata menyimpan bahaya? Terutama jika setelah pemakaian tidak dibuang sebagaimana mestinya.

Baterai terdiri dari 2 (dua) jenis utama, yakni Baterai primer yang hanya dapat digunakan sekali dan dibuang; dan baterai sekunder yang dapat digunakan dan diisi ulang beberapa kali.

Pada baterai primer ada sejumlah unsur yang dikandung, termasuk zinc, karbon, campuran MnO2 (Mangan Dioksida), serbuk karbon dan NH4Cl (Ammonium Klorida). Sedangkan baterai yang dapat diisi ulang mengandung cadmium, Nikel dan alkaline (potassium hidroksida).

{Baca iuga: 3 Mitos Baterai Ponsel yang Selalu Dibahas, Faktanya?}

Semua komponen-komponen penyusun baterai inilah yang nantinya berdampak negatif bila mencemari lingkungan, misalnya kadmium dan mangan. Kenaikan konsentrasi kadmium dalam tanah akan memperbesar penangkapan unsur logam tersebut oleh tanaman dan selanjutnya memasuki rantai makanan. Dampak yang muncul apabila keracunan logam kadmium adalah tekanan darah tinggi, kerusakan ginjal, kehilangan sel darah merah, gangguan lambung serta kerapuhan tulang.

Sementara mangan dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan keracunan dan kerusakan saraf pada manusia. Menyebabkan halusinasi, pelupa serta keracunan saraf. Mangan juga dapat menyebabkan parkinson, emboli paru-paru dan bronkitis. Dalam jangka panjang, kelebihan unsur ini bahkan dapat mengakibatkan impoten. Disamping penyakit lainnya, seperti insomnia dan skizofrenia.

Sedangkan dalam baterai sekunder seperti baterai Li-Ion yang kerap digunakan untuk ponsel, gawai, laptop, hingga kendaraan kecil maupun besar, di dalamnya terkandung unsur kimia lithium yang mudah bereaksi terhadap oksigen atau air, bahkan guncangan.

Sementara unsur timah, asam sulfat, dan lainnya yang ada didalamnya akan membahayakan tubuh manusia. Mulai dari menyebabkan penyakit seperti gangguan pernapasan jika dihirup, gangguan otak, impotensi, bahkan gangguan kehamilan dan janin pada perempuan.

{Baca juga: Energizer Rilis Smartphone dengan Baterai Terbesar di Dunia}

“Itulah sebabnya, sampah baterai ini harus ditangani dengan baik dan benar agar tidak membahayakan lingkungan maupun masyarakat, termasuk diri kita sendiri,” ungkap Gufron Mahmud, Direktur Utama PT Arah Environmental Indonesia yang juga pemerhati lingkungan.

Ia menambahkan, setidaknya ada beberapa langkah yang bisa ditempuh untuk menangani sampah B3 terutama baterai dengan baik dan benar di lingkungan sekitar.

1. Memulai dengan memisahkan sampah B3 seperti baterai bekas di rumah dengan meletakkannya di dalam wadah khusus dan terpisah dengan sampah lainnya.

2. Kumpulkan semua sampah bahan berbahaya di dalam tempat tertentu, misalnya di setiap satu RW ada satu tempat khusus untuk menampung sementara sampah berbahaya.

3. Saat pengelola sampah datang untuk mengambil sebaiknya mereka juga sudah memiliki kesadaran untuk tidak mencampur sampah berbahaya dengan sampah lainnya

4. Setelah itu sampah B3 ini dikirimkan ke tempat pengelola sampah B3 yang sudah memenuhi standar dan berizin.

“Dalam hal ini PT Arah mendukung kebijakan pemerintah dengan berperan dalam memberikan edukasi kepada para pihak yang menghasilkan limbah B3 termasuk limbah baterai dengan memberikan solusi pengelolaan yang dipanggil ECOFREN,” lanjut Gufron.

Melalui layanan ini, diharapkan masyarakat semakin aware dengan sampah B3 yang ada di sekitarnya dan menekan serendah mungkin pencemaran lingkungan akibat dari limbah B3 ini, termssuk di dalamnya baterai bekas.

Setelah Gmail Down, Giliran Instagram dan Facebook Down

Telko.id, Jakarta – Instagram dan  Facebook down atau mengalami kerusakan hingga tak bisa diakses. Instagram down dilaporkan oleh situs DownDetector, situs pendeteksi performa dari layanan online.

Berdasarkan pantauan tim Telko.id dari pada Kamis (14/03/2019), situs tersebut telah menerima laporan terkait kerusakan pada Instagram sekitar rabu (13/03) pukul 23.00 WIB dan puncaknya sekitar pukul 04.00 WIB.

Terhitung bahwa DownDetector menerima 19.226 laporan tentang kerusakan dua media sosial tersebut. Sebagian besar pengguna mengeluhkan tidak bisa mengakses News Feed dan tidak bisa melakukan login.

Sementara lainnya, mengeluhkan bahwa mereka tidak dapat mengakses Instagram versi website.

DownDetector juga menganalisis sejumlah wilayah yang terdampak pada error-nya Instagram dan Facebook. Seperti Amerika Serikat, beberapa negara di Amerika Selatan, Turki, sebagian Eropa, Australia, Jepang dan beberapa negara di Asia.

Sementara Facebook, pengguna mulai melaporkan adanya kerusakan pada Rabu (13/03) sekitar pukul 23.00 WIB. Sama seperti kasus Instagram, sekitar pukul 03.00 WIB terjadi lonjakan hingga 11.486 laporan yang menyatakan bahwa ada kerusakan dalam Facebook.

Sebagian besar dari pengguna mengaku tidak bisa melakukan login, tidak dapat melihat News Feed, bahkan sampai mengalami tampilan kosong tanpa ada konten sekalipun.

Takhanya Instagram dan Facebook, layanan lainnya milik raksasa media sosial itu, yakni WhatsApp juga dilaporkan mengalami hal yang sama. Pada pukul 03.00 WIB, ada 968 laporan yang diterima oleh DownDetector bahwa WhatsApp juga mengalami kerusakan.

Pengguna kebanyakan tidak bisa mengirim atau menerima pesan, termasuk mengirimkan dan menerima gambar. Hingga berita ini diturunkan, Instagram maupun WhatsApp masih belum bisa diakses dengan normal.

Kasus Instagram dan Facebook Down ini berselang 1 hari dari kasus Gmail Down. Layanan pesan elektronik tersebut dikabarkan mengalami system down dan sudah banyak pengguna yang mengeluhkan tidak bisa mengakses layanan tersebut sejak pagi ini, Rabu (13/3/2018).

{Baca juga: Layanan Gmail Down, Ada Apa?}

Google memberikan penjelasan terkait tumbangnya layanan pesan Gmail dan Google Drive yang terjadi beberapa jam yang lalu. Raksasa pencarian ini mengaku masih melakukan penyelidikan terkait penyebab Gmail down.

Menurut laporan The Guardian, seperti dilansir Telko.id pada Rabu (13/03/2019), Google  langsung “gerak cepat” dengan mencari penyebab kerusakan pada layanannya. (NM/FHP)

Oppo ‘Swing’ Positioning Ke Briliant Portait Lewat Oppo F11 Pro

Telko.id – Sejak 2016, Oppo sudah mulai memposisikan produk serie F menjadi Selfie Expert. Langkah Oppo ini tergolong sukses karena di mind set masyarakat tentang selfie, ingat Oppo dan begitu juga sebaliknya, ingat Oppo, ingat selfie.

“Kini kami melangkah lebih maju lagi. Karena bukan pada Oppo F11 Pro dan F11 ini, Oppo menandai perubahan fokus produk dari slefie expert menjadi briliant portait,” ujar Suwanto, Marketing Planning Manager OPPO Indonesia saat peluncuran Oppo F11 Pro dan F11 di Jakarta (13/03).

Jargon Oppo pun sangat lekat dengan kebutuhan masyarakat akan selfie maupun kebutuhan fotogtafi lainnya. Jargon Oppo F11 Pro dan F11 ini adalah “Potret Memukau Dalam Gelap”.

Apa keunggulannya?

“Sebagai merek ponsel kamera yang menjadi favorit anak muda, OPPO selalu berkomitmen untuk menghadirkan perangkat inovatif yang memungkinkan anak muda mengabadikan dan membagikan ekspresi diri serta dunia di sekeliling mereka,” ujar Alinna Wenxin, Marketing Director OPPO Indonesia.

Alinna pun menambahkan bahwa fotografi portrait merupakan jenis foto paling populer dalam fotografi ponsel pintar. Itulah mengapa Oppo meluncurkan seri F11 yang mampu menghasilkan foto portrait yang brilliant.

Dari sisi kamera, Oppo mengandalkan kamera belakang ganda 48MP + 5MP, Rising Camera pada kamera depan dan layar panorama. Bukaan diafragma nya sebesar F1.79. Bersama dengan lensa 6P, kamera tersebut dapat mendeteksi lebih banyak cahaya ketika mengambil foto dalam kondisi minim cahaya – memastikan hasil gambar yang lebih detail.

Ketika mengambil foto portrait di malam hari, teknologi Tetracell yang terdapat di kamera akan menganalisis dan menggabungkan data yang diperoleh dari empat piksel yang berdekatan untuk membuatnya setara dengan ukuran piksel tunggal 1,6μm. Teknologi ini melipatgandakan ukuran piksel fotosensitif, sehingga mampu mengabadikan foto portrait yang lebih terang dan minim noise pada malam hari.

Selain itu, F11 Pro dan F11 juga menerapkan teknologi Ultra Night Mode dan Color Mapping. Teknologi tersebut memanfaatkan kecerdasan buatan dan pengurangan multi-frame noise, memiliki stabilisasi genggam, penekanan sorotan, dan meningkatkan rentang dinamis. Semua teknologi ini dikombinasikan untuk memungkinkan pengguna menangkap tingkat pencahayaan dan detail yang melebihi batas kemampuan mata manusia.

Ketika mengambil foto portrait malam hari, seri F11 secara otomatis dapat membedakan wajah manusia dengan latar belakangnya, memastikan manusia sebagai fokus foto tersebut.

Tidak hanya menangkap portrait luar biasa dengan kamera belakangnya, Seri F11 juga melanjutkan tradisi “Selfie Expert” dari Seri F. Dilengkapi dengan kamera depan 16 MP yang dilengkapi AI beauty, perangkat Seri F11 ini mendukung fitur beautification yang dapat disesuaikan dengan delapan opsi penyesuaian, termasuk fitur “face lift” dan “make-up touchup”.

OPPO F11 Pro dijual dengan harga Rp4.999.000,00. Sementara OPPO F11, yang hadir dengan desain layar waterdrop screen, dijual seharga Rp3.999.000,00. Sudah dibandrol dengan kartu perdana postpaid Indosat yakni IM3 Ooredoo yang memberikan Gratis Unlimited Youtube dan Apps selama setahun. (Icha)

Ini Jawara Dunia Games League & Campus League

0

Telko.id, JakartaTelkomsel mengumumkan juara grand final Dunia Games League dan Dunia Games Campus League yang berlangsung pada tanggal 9-10 Maret 2019 di Dunia Games Esport Stadium, Jakarta.

Juara pertama dalam Dunia Games League yang mempertandingkan game Mobile Legends Bang Bang diraih oleh tim ONIC, juara kedua STAR8 dan juara ketiga Alter Ego.

Sedangkan Dunia Games Campus League yang mempertandingkan game Free Fire dimenangkan tim SFI.ZET dari UNIKA Soegijapranata, sementara juara kedua direbut PVT V9 dari Universitas Gunadarma dan juara ketiga JEJE SQUAD dari Universitas Pakuan.

“Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang dan terima kasih atas antusiasme para peserta yang bertanding di kedua ajang ini,” kata Head of Digital Lifestyle Telkomsel, Crispin Peter Tristram di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Crispin berharap ajang ini menjadi wadah bagi pelanggan yang mencintai game dan eSport. Melalui Liga ini, Telkomsel ingin para gamers di Indonesia saling berinteraksi dan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka tentang eSport.

Sejak digelar pada bulan Oktober 2018 lalu, Dunia Games League, Dunia Games Campus League, dan Dunia Games Pro League telah diikuti lebih dari 25.000 gamers di seluruh Indonesia.

{Baca juga: Telkomsel Gelar Indonesia Games Championship eSports}

Babak kualifikasi online yang ditayangkan secara live streaming di YouTube Dunia Games dan MAXstream tersebut disaksikan lebih dari 5 juta views dengan total durasi mencapai lebih dari 35 juta menit.

Foto: Telkomsel

Dunia Games League secara serentak telah diadakan di 141 kota sedangkan Dunia Games Campus League berlangsung di 13 kampus se-Indonesia.

“Dengan berkembangnya industri eSport di Indonesia, Telkomsel melalui Dunia Games selalu hadir untuk menjadi pendukung utama bagi industri ini melalui ajang kompetisi,” ujarnya.

{Baca juga: Telkomsel Kirim Dua Tim ke Ajang PvP Esports Championship}

Crispin mengungkapkan, hingga saat ini lebih dari 60 juta pengguna Telkomsel dari 90 juta pemain telah aktif yang bermain mobile games secara online di Indonesia.

“Kami pun selalu meningkatkan kualitas jaringan broadband 4G LTE untuk memastikan layanan game online mendapatkan jaringan yang sangat bagus dengan kecepatan tinggi dan latensi yang rendah,” tutup Crispin. [HBS]

Awas! Jangan Buang Baterai Bekas Sembarangan, Bahaya

Telko.id – Setiap rumah tangga pasti menggunakan baterai untuk keperluan sehari-hari yang akan menghasilkan sampah baterai atau baterai bekas, sampah baterai sesungguhnya termasuk sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Namun, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana bahaya baterai bekas tersebut. Sehingga ketika sudah tidak terpakai langsung dibuang ke tempat sampah, bercampur dengan sampah rumah tangga lainnya.

Padahal, baterai itu mengandung unsur-unsur yang membahayakan lingkungan maupun diri kita sendiri. Lalu, seperti bahaya baterai?

Baterai terdiri dari 2 (dua) jenis utama yaitu Baterai primer yang hanya dapat digunakan sekali dan dibuang. Contohnya adalah baterai alkaline yang digunakan untuk senter maupun berbagai alat portabel lainnya. Jenis kedua adalah baterai sekunder yang dapat digunakan dan diisi ulang beberapa kali. Contohnya adalah baterai timbal-asam pada kendaraan dan baterai ion litium pada elektronik portabel.

Pada baterai primer terdapat unsur zinc, karbon, campuran MnO2 (Mangan Dioksida), serbuk karbon dan NH4Cl (Ammonium Klorida). Sedangkan baterai yang dapat diisi ulang mengandung cadmium, Nikel dan alkaline (potassium hidroksida).

Semua komponen-komponen penyusun baterai ini akan berdampak negatif bila mencemari lingkungan, misalnya kadmium dan mangan. Kenaikan konsentrasi kadmium dalam tanah akan memperbesar penangkapan unsur logam tersebut oleh tanaman dan selanjutnya memasuki rantai makanan. Dampak yang muncul apabila keracunan logam kadmium adalah tekanan darah tinggi, kerusakan ginjal, kehilangan sel darah merah, gangguan lambung serta kerapuhan tulang.

Mangan dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan keracunan dan kerusakan saraf pada manusia.

Lalu, bila keracunan mangan maka akan terjadi halusinasi, pelupa serta keracunan saraf. Mangan juga dapat menyebabkan parkinson, emboli paru-paru dan bronkitis. Dalam jangka panjang, kelebihan mangan dapat mengakibatkan impoten. Suatu sindrom lain yang disebabkan oleh mangan adalah memiliki gejala seperti skizofrenia, kebodohan, lemah otot, sakit kepala dan insomnia.

Sedangkan dalam baterai sekunder seperti baterai Li-Ion yang kerap digunakan untuk ponsel, gawai, laptop, hingga kendaraan kecil maupun besar, di dalamnya terkandung unsur kimia lithium yang mudah bereaksi terhadap oksigen atau air, bahkan guncangan.

Selain itu ada unsur timah, asam sulfat, dan lainnya, yang akan membahayakan tubuh manusia. Jika terhirup  akan menyebabkan penyakit seperti gangguan pernapasan, gangguan otak, bahkan impotensi, termasuk juga gangguan kehamilan dan janin pada perempuan.

“Itulah sebabnya, sampah baterai ini harus ditangani dengan baik dan benar agar tidak membahayakan lingkungan maupun masyarakat, termasuk diri kita sendiri,” ungkap Gufron Mahmud, Direktur Utama PT Arah Environmental Indonesia yang juga pemerhati lingkungan.

Menurut Gufron, ada beberapa langkah untuk menangani sampah B3 terutama baterai dengan baik dan benar dilingkungan sekitar kita. Yang pertama adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahaya sampah baterai bagi kesehatan. Beberapa langkah bagaimana cara penanganan sampah B3 yang baik dan benar yaitu :

  1. Memulai dengan memisahkan sampah B3 seperti baterai bekas di rumah dengan meletakkannya di dalam wadah khusus dan terpisah dengan sampah lainnya.
  2. Kumpulkan semua sampah bahan berbahaya di dalam tempat tertentu, misalnya di setiap satu RW ada satu tempat khusus untuk menampung sementara sampah berbahaya.
  3. Saat pengelola sampah datang untuk mengambil sebaiknya mereka juga sudah memiliki kesadaran untuk tidak mencampur sampah berbahaya dengan sampah lainnya
  4. Setelah itu sampah B3 ini dikirimkan ke tempat pengelola sampah B3 yang sudah memenuhi standar dan berizin.

Dalam hal ini, kami  mendukung kebijakan pemerintah dengan berperan dalam memberikan edukasi kepada para pihak yang menghasilkan limbah B3 termasuk limbah baterai dan untuk pengelolaan limbah B3 seperti limbah baterai, kami dapat memberikan solusi pengelolaannya yaitu layanan ECOFREN.

“Kami bukan hanya melakukan pengambilan sampah B3, termasuk baterai ini saja, tetapi juga mencakup perencanaan, perlengkapan dan pengemasan, pengangkutan, pengolahan, pelatihan dan konsultasi, serta penempatan sumber daya manusia (managed service) dalam mengelola  sampah B3 secara tepat dan sesuai dengan standar pengendalian pencemaran lingkungan hidup,” ungkap Gufron.

Harapannya, tentu masyarakat semakin aware dengan  sampah B3 yang di dalamnya juga termasuk baterai bekas dan menekan serendah mungkin pencemaran lingkungan akibat dari baterai bekas ini. (Telko.id)

 

Microsoft akan Bawa Minecraft ke Xbox Game Pass

Telko.id, Jakarta – Microsoft akan membawa game Minecraft ke Xbox Game Pass pada bulan April mendatang. Minecraft akan hadir ke langganan Xbox Game Pass dalam 4 April 2019. Hal ini menambah daftar ratusan game kreasi Microsoft yang sudah ada di layanan bagi pengguna Xbox tersebut.

Dilansir Telko.id dari The Verge pada Rabu (13/03/2019) kehadiran game ini  dirasa akan membantu Microsoft dalam misinya untuk menambah jumlah pelanggan di layanan mereka.

Microsoft telah secara agresif mendorong agar para gamers untuk berlangganan di Xbox Game Pass. Promisi harga pun mereka lakukan. Misalnya di bulan pertamanya, pengguna cukup membayar $ 1 atau Rp 14 ribu bukan $ 9,99  atau Rp 128,5 ribu seperti biasanya.

Lalu selama berlanggan di XBox Game Pass, Anda dapat mengunduh dan menginstal lebih dari 100 game, termasuk game pihak pertama terbaru Microsoft seperti Crackdown 3, Sea of ​​Thieves, dan Forza Horizon 4.

{Baca juga: Minecraft Mobile Raup Pendapatan Rp 1,5 Triliun}

Microsoft telah berkomitmen untuk meluncurkan semua game sendiri di Xbox Game Pass sehingga muncul diguaan jika game Halo Infinite, Gears of War seri terbaru dan judul-judul Forza Horizon akan datang ke Xbox Game Pass.

Selain Xbox Game Pass, Microsoft juga mengembangkan layanan streaming game xCloud sehingga dapat menawarkan seluruh langganannya di beberapa perangkat. xCloud akan berfungsi di Personal Computer, Mac, dan perangkat seluler seperti iOS dan Android.  Mereka berencana untuk menjalankan uji coba xCloud akhir tahun ini.

Sementara, Minecraft Mobile berhasil mengumpulkan pendapatan yang besar. Di tahun 2018 lalu, game Minecraft Mobile berhasil mengantongi pendapatan sebanyak $ 110 juta atau Rp 1,5 triliun. Itu artinya, pendapatan yang diraup dari game milik Microsoft itu meningkat sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

{Baca juga: Minecraft Masih Jadi Game Terpopuler di Dunia}

Berdasarkan laporan dari perusahaan analisis pasar Sensor Tower, pada 2017 lalu Minecraft Mobile berhasil mengumpulkan pundi-pundi sebanyak $103 juta atau Rp 1,4 triliun.

Dilansir Telko.id dari VentureBeat pada Senin (18/02/2019), jika diakumulasikan sejak tahun 2014 memang game mobile untuk iOS dan Android itu selalu menerima pendapatan yang sangat tinggi.

Buktinya jika diakumulasikan sejak tahun 2014 hingga 2018 game ini telah menghasilkan pendapatan hingga mencapai hampir $ 500 juta atau setara Rp 7 triliun. [NM/HBS]

The Verge