Telko.id, Jakarta – Stres akibat penerbangan luar angkasa bisa melemahkan sistem imunitas tubuh para astronot. Menurut kajian Frontiers in Microbiology, hal itu juga bisa membangkitkan lagi virus yang “tertidur” seperti herpes.
“Penerbangan luar angkasa yang panjang dapat meningkatkan risiko medis selama misi-misi eksplorasi,” ujar peneliti Laboratorium KBR Wyle di Pusat Luar Angkasa Johnson AS Satish, K Mehta, seperti dilansir Fox News.
Penelitian yang dilakukan oleh lima peneliti NASA dan University of Colorado tersebut melibatkan 89 astronot. Namun, Mehta mengatakan, hanya enam astronot yang memunculkan gejala aktivasi virus yang menyebar secara luas.
{Baca juga: Tahun 2024, Astronot NASA akan Tinggal di Bulan}
Meskipun hanya sedikit yang mengalami kondisi reaktivasi virus, dikutip Telko.id pada Rabu (20/3/2019), durasi di luar angkasa menjadi perhatian badan antariksa Amerika itu sebagai faktor utama penyebab kemunculan lagi penyakit herpes.
Kondisi itu bertahan sebulan setelah para pilot pesawat luar angkasa kembali ke Bumi. “Para astronot NASA berada dalam kondisi mikro-gravitasi dan terpapar radiasi kosmik selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan,” terangnya.
Mehta melanjutkan, tantangan fisik semakin parah dengan faktor lain pemicu stres, semisal pemisahan sosial, terkurung, dan siklus tidur-bangun yang berganti. Produksi hormon di tubuh pun menjadi tak stabil.
{Baca juga: 7 Fakta Menarik Robot InSight yang Dikirim ke Mars}
“Virus herpes telah berkembang dalam diri manusia selama ribuan tahun dan menggunakan strategi canggih untuk menghindari respons imun tubuh inang. Risiko itu patut dipertimbangkan oleh perusahaan antariksa,” pungkasnya. [SN/HBS]
Telko.id, Jakarta – Sebagian dari kita mungkin pernah dibuat bertanya-tanya, buat apa sih sebenarnya gedung-gedung pencakar langit dan bangunan super keren di berbagai belahan dunia dibuat dengan desain dan gaya yang tak biasa? Adakalanya, bahkan seperti ingin berlomba satu sama lain, dan mendapatkan predikat sebagai gedung ter…ter…ter… di dunia. Ya tertinggi, termegah, terunik, terkeren dan sebagainya.
Well, terlepas dari penting atau tidaknya titel tersebut, bangunan dan gedung-gedung pencakar langit yang dibuat dengan desain spektakuler sebenarnya tak lebih dari sebuah bukti akan betapa pesatnya perkembangan teknologi, dalam hal ini terkait desain bangun atau arsitektur.
{Baca juga: Wow! 3 Bangunan Pencakar Langit Spektakuler Masa Depan}
Waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya berdiri kokoh pun beragam, dari yang cuma satu atau dua tahun hingga bertahun-tahun. Dan biasanya tergantung tingkat kesulitan, atau seberapa unik dan “mewah”nya gedung tersebut. Nah, beberapa gedung atau bangunan berikut ini adalah beberapa diantaranya.
Indonesia One Tower
Dibangun di atas tanah seluas 18.925 meter persegi dengan luas area konstruksi 306.000 meter persegi, Indonesia One Tower akan jadi menara kembar tertinggi di Indonesia dengan ketinggian masing-masing 303 meter. Menara pertama dipanggil One North Tower, dan akan meliputi 64 lantai, dimana di dalamnya akan dipenuhi oleh perkantoran. Sementara kembarannya, One South Tower, akan terdiri dari 60 lantaimeliputi kantor, hotel, kondominium dan apartemen.
Berlokasi di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Indonesia One Tower – North dan South, dijadwalkan akan selesai dibangun pada 2019 mendatang.
The Signature Tower
Digadang-gadang bakal menjadi gedung tertinggi di Indonesia dan tertinggi kelima di dunia, Signature Tower adalah sebuah mega proyek yang kini tengah dikembangkan di Kawasan SCBD, Jakarta. Tingginya tak tanggung-tanggung, 683 meter dan akan terdiri dari 111 lantai, meliputi mall, kantor dan hotel.
Konsep arsitektur yang akan diterapkan pada gedung ini terbilang unik, karena akan dibuat menyerupai candi Borobudur. Ditambah lagi, ada konsep 17-08-1945 pada rincian bangunannya (17 baja penahan gedung, 8 dekoratif kaca, dan ’45 meter tinggi arsitektur vernakular hingga puncak menara). The Signature Tower dijadwalkan selesai pada tahun 2020.
Regatta Arch Hotel
Regatta adalah kompleks pengembangan campuran dari 11 gedung pencakar langit yang menghadap ke Laut Jawa. Berlokasi di Pluit, kompleks ini memiliki luas tanah sekitar 11 hektar, dengan taman air seluas 2,4 hektar di dalamnya.
Menara tertinggi adalah bangunan hotel, dengan tinggi sekitar 163 meter yang nantinya akan diisi oleh 40 lantai. Konsep pengembangan mengikuti tema bahari, yang pusatnya adalah hotel berbentuk aerodinamis yang menghadap ke Laut Jawa, ditemani 10 menara apartemen dengan desain yang sama, melambangkan kapal-kapal tinggi yang berlayar di sekitar ‘mercusuar’.
Pertamina Energy Tower
Sama seperti The Signature Tower, Pertamina Energy Tower juga tak mau kalah jika bicara ketinggian, 530 meter. Ini lebih dari cukup untuk membuatnya berada di jajaran gedung paling spektakuler dan paling tinggi di Indonesia.
Selain akan menjadi kantor pusat Pertamina, gedung yang konstruksinya ditangani oleh Skidmore, Owings & Merrill LLP (SOM) ini juga akan dihuni sebuah auditorium (Performing Arts Auditorium Center) yang mampu menampung 2000 orang, plus Exhibition Pavilion. Gedung 90 lantai ini dijadwalkan akan selesai pada tahun 2025.
Bakrie Towers
Bakrie Tower adalah salah satu gedung perkantoran dengan desain tak biasa di Indonesia. Dengan ketinggian 217 meter, gedung ini memiliki 57 lantai dan tergolong sebagai gedung perkantoran kelas premium dengan grade A+.
Yang membuat gedung ini unik adalah bentuknya yang tampak meliuk-liuk, lebar serta asimetris. Penggunaan kaca berwarna biru gelap juga ikut membuat gedung yang selesai dibangun pada 2009 ini terlihat menawan. Pemiliknya, sepeti Namanya, Bakrie Group.
The Crystal of Knowledge, Universitas Indonesia
Dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar, Crystal of Knowledge tak lain merupakan perpustakaan pusat yang ada di Universitas Indonesia. Gedung ini memiliki luas bangunan 33.000 meter persegi dan diresmikan pada 2011 lalu, setelah memulai pembangunan di tahun 2009.
Selain 3 sampai 5 juta judul buku, disini juga ada ruang baca, 100 silent room bagi dosen dan mahasiswa, taman, restoran, bank, serta toko buku.
Menara Pinisi, Universitas Negeri Makassar
Gedung perkantoran, hotel ataupun apartemen sepertinya bukanlah satu-satunya gedung yang sengaja dibuat unik dan menarik oleh pemiliknya. Di Makassar, sebuah gedung yang terinspirasi dari simbol khas masyarakat Bugis, yakni perahu pinisi, berdiri manis di kompleks Kampus Universitas Negeri Makassar.
Gedung yang juga dipanggil Tellu Cappa (tiga puncak) ini terdiri dari 17 lantai dan didesain oleh pemenang lomba arsitektur gedung bernama Yu Sing. Konsep utamanya adalah pendalaman kearifan lokal yang dipadukan dengan pembangunan gedung modern masa kini.
Telko.id, Jakarta – MenkominfoRudiantara menjelaskan bahwa pembangunan Palapa Ring Paket Timur sudah mencapai 94%. Untuk itu Rudiantara meminta kepada masyarakat Papua agar tidak culture shock karena mereka akan memiliki jaringan internet berkualitas, jika paket timur selesai.
Hal ini dikatakan Rudiantara saat melakukan video call dari Jakarta dengan pejabat Kabupaten Sorong, Papua melalui jaringan Palapa Ring.
Dalam kesempatan itu, Menkominfo meminta masyarakat untuk meningkatkan edukasi literasi di Papua supaya mereka tidak kaget ketika jaringan 4G datang.
“Perlu ada edukasi literasi masyarkat. Supaya saat ada internet kenceng tidak terjadi cultural shock, jadi budaya macam-macam,” ujar Rudiantara di Kantor Kominfo, Jakarta, Rabu (20/03/2019).
Dia mengungkapkan, bahwa dirinya khawatir jika tanpa ada edukasi, masyarakat malah memanfaatkan internet untuk menyebarkan konten hoaks di media sosial. Sesuatu yang bisa berakhir di meja hukum melalui Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
{Baca juga: Tuntas 100%, Palapa Ring Paket Tengah Siap Uji Coba Operasi}
“Media sosial tidak untuk menyebarkan hoaks, kita memerangi hoaks di dunia maya,” tambahnya.
Rudiantara bercerita saat dirinya mengunjungi sebuah SMP di Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Ketika itu para siswa kaget karena fotonya masuk berita di salah satu media online, tanpa mereka sadari.
“Pas browsing mereka kaget karena keluar foto mereka saat sedang di kelas. Perubahan culture ini yang harus disiapkan,” ucapnya.
Saat ini Proyek Palapa Ring Paket Timur sudah mencapai 94%. Rencananya Proyek tersebut akan selesai pada Juni 2019 mendatang. “Status 94% kontruksinya target 2019 selesai dengan jadwal perkiraan bulan Mei atau Juni,” kata Menkominfo.
{Baca juga: Uji Palapa Ring, Rudiantara Video Call dengan Nelayan Natuna}
Seperti telah diberitakan sebalumnya, Menkominfo melakukan uji coba jaringan Palapa Ring dengan dua nelayan di Selat Lampa, Kabupaten Natuna. Dalam uji coba itu, Rudiantara melakukan video call dengan dua nelayan bernama Safarudin dan Sahidan yang sedang berada di tengah laut.
Kepada Rudiantara dan tamu undangan di Jakarta, Sahidan memperkenal diri berasal dari Pulau Tiga, Kabupaten Natuna Kepulauan Riau. “Perkenalkan saya Sahidan, umur saya 41 tahun dan saya berasal dari pulau Tiga Natuna,” ujar Sahidan via video call. [NM/HBS]
Telko.id, Jakarta – Nokia India telah memposting video teaser untuk Nokia 9 PureView. Dirilisnya teaser ini mengisyaratkan bahwa smartphone dengan 5 kamera itu akan segera menyambangi Negeri Bollywood itu.
Dalam videoteaser tersebut diperlihatkan beberapa foto yang diambil dari Nokia 9 PureView. Tidak ada banyak keterangan yang diberikan Nokia India.
Hanya tertulis caption: “Bersiaplah untuk mengambil gambar yang paling menakjubkan dengan Nokia 9 yang semua baru. Tetap disini!”.
Hal ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, karena pada saat diperkenalkan di ajang MWC 2019 lalu, Chief Product Officer HMD Global Juho Sarvikas mengatakan bahwa Nokia 9 Pureview akan mulai dirilis secara resmi pada bulan Maret ini.
{Baca juga: Menakjubkan! Ini Hasil Lima Kamera Nokia 9 PureView}
Sebagai negara dengan pasar yang besar, India menjadi salah satu tujuan utama para vendor melepas produk barunya, termasuk Nokia. Itu sebabnya tidak mengherankan jika tak lama lagi Nokia 9 PureView akan menyambangi India.
Sekarang yang justru dinantikan adalah soal kepastian harga, dan ketersediaannya di pasar. Kemungkinan beberapa hari ke depan, kepastian harganya sudah bisa didapat saat peluncuran resminya.
Nokia 9 PureView sudah diluncurkan di beberapa negara. Untuk pasar Eropa, Nokia 9 PureView dipatok pada kisaran harga € 630 atau sekitar Rp 10 jutaan. Sementara harga di India masih belum diketahui.
Jika India sudah hampir pasti akan kedatangan Nokia 9 PureView, lalu bagaimana dengan Indonesia?
Saat ditemui beberapa waktu lalu, Head of Marketing Indonesia for HMD Global, Miranda Warokka mengatakan bahwa pihaknya sampai sekarang belum mengetahui apakah smartphone flagship itu akan diluncurkan di Indonesia atau tidak.
Sebab, menurut Miranda, saat ini fokus Nokia di Indonesia adalah smartphone kelas menengah. Ia menyebutkan Indonesia punya strategi produk sendiri untuk memberikan produk yang paling cocok untuk masyarakat Indonesia
“Kita ini fokusnya (di Indonesia) ke kelas menengah. Jadi kalau soal Nokia 9 PureView, lihat nanti saja,” ujar Miranda.
Seperti diketahui, secara spesifikasi Nokia 9 PureView cukup menjanjikan, terutama dari sektor kameranya, karena menjadi smartphone yang mengusung 5 kamera pertama di dunia.
Kelima kamera tersebut masing-masing memiliki sensor 12MP dengan lensa Zeiss dan aperture f/1.8. Dua lensa mengusung konfigurasi lensa RGB, sedangkan tiga sisanya merupakan lensa monokrom.
{Baca juga: Waduh, Nokia 9 PureView Bikin Penderita Trypophobia Ketakutan}
Nokia 9 PureView mengusung layar OLED berukuran 5,99 inci dengan resolusi QHD+ (1440 x 2880 piksel). Layarnya juga mendukung teknologi sensor sidik jari di bawahnya, meski bukan ultrasonik seperti pada Samsung Galaxy S10 atau S10+.
Di sektor dapur pacunya, digunakan prosesor Snapdragon 845, RAM 6 GB, ROM 128 GB, baterai berkapasitas 3,320 mAh dan sistem operasi berbasis Android One. [HBS]
Telko.id, Singapura – Lazada Indonesia mengungkapkan bahwa pengguna mereka punya kategori produk tertentu yang jadi favorit, karena selalu dicari dan dibeli. Total, ada tiga kategori produk terlaris yakni produk fashion, produk kecantikan, dan juga produk elektronik.
Dalam keterangan resminya, Lazada menyatakan bahwa ketiga kategori produk terlaris ini menyumbang perolehan penjualan yang lebih banyak dibandingkan dengan kategori produk lainnya.
“Ada tiga kategori favorit untuk pengguna di Indonesia. Fashion, kecantikan dan produk elektronik,” jelas e-commerce tersebut.
{Baca juga: Alibaba jadi “Dalang” di Balik Aplikasi Propaganda China?}
Seperti pada kategori produk elektronik misalnya, pengguna asal Indonesia sangat senang membeli smartphone atau mobile phone di Lazada. Apalagi, ketika e-commerce ini mengadakan program khusus seperti Super Brand Day.
“Indonesia punya ketertarikan pada produk elektronik, apalagi pada kampanye seperti Xiaomi Super Brand Day yang produknya habis dalam waktu singkat,” ujar mereka.
{Baca juga: Ramai Uninstall Bukalapak, Ini 7 Cara Aman Belanja Online}
Lazada sendiri sedang bersiap untuk merayakan hari jadinya yang ke-7 di tahun ini. E-commerce ini akan menyelenggarakan acara bertajuk “Lazada Super Party” yang serentak diadakan di 6 negara, yakni Indonesia, Vietnam, Thailand, Singapura, Filipina, dan Malaysia.
Deretan artis papan atas akan dihadirkan, seperti penyanyi asal Inggris, Dua Lipa hingga penyanyi asal Indonesia, yaitu Agnez Mo. (FHP)
Telko.id, Jakarta – Tak akan pernah habis waktu jika kita membahas tentang perbedaan. Di satu sisi ini bisa membuat kita melawan, di sisi lain mungkin tercengang. Apapun itu, yang pasti perbedaan itu indah, selama kita mau menerima.
Nah, di dunia ini juga sama, tak ada yang lebih indah selain dari perbedaan yang ada di dalamnya itu sendiri. Itulah sebabnya mengapa melihat hal-hal di sekitar kita dengan mata terbuka sangatlah penting.
Ini bukan saja membantu kita menyadari bahwa tak semua orang sama dengan kita, tak semua hal sama besarnya, tetapi juga bahwa waktu bisa mengubah banyak hal.
{Baca juga: 10 Selfie Terbaik yang Pernah Dibuat Orang, Pernah Kepikiran?}
Melansir Bright Side, berikut ini beberapa foto yang akan memberitahu kita sesuatu yang baru tentang hal-hal biasa, dan yang past juga akan membua kita ber-wah ria, jika bukan tercengang.
Sama-sama disebut bayi, tapi siapa yang nyangka bedanya sebesar ini
Pria dan wanita bukan cuma dibedakan oleh jenis kelamin, tetapi juga ukuran celana Jeans
Ada di satu badan tapi beda warna, ada yang lebih indah dari ini?
Bukan cuma marmut yang merah jambu, danau di Australia Selatan ini juga
Penampakan pantai Zlatni Rat di Kroasia, sebelum dan sesudah badai melanda
Bagaimana bisa satu tahun berlalu begitu cepat…. puppy oh puppy!
Telko.id, Jakarta – Menkominfo Rudiantara melakukan uji coba jaringan Palapa Ring dengan cara yang unik. Dari Kantor Kominfo di Jakarta, dia melakukan video call dengan dua nelayan di Selat Lampa, Kabupaten Natuna.
Dalam uji coba itu, Rudiantara melakukan video call dengan dua nelayan bernama Safarudin dan Sahidan yang sedang berada di tengah laut.
Kepada Rudiantara dan tamu undangan di Jakarta, Sahidan memperkenal diri berasal dari Pulau Tiga, Kabupaten Natuna Kepulauan Riau.
“Perkenalkan saya Sahidan, umur saya 41 tahun dan saya berasal dari pulau Tiga Natuna,” ujar Sahidan via video call dari Selat Lampa, Natuna.
Sahidan berterimakasih kepada pemerintah karena telah menyelesaikan pembangunan jaringan Palapa Ring Paket Barat termasuk Natuna. Namun Sahidan meminta kepada Menkominfo untuk memberikan aplikasi pendeteksi keberadaan ikan atau Aplikasi Nelayan Pintar.
{Baca juga: Tuntas 100%, Palapa Ring Paket Tengah Siap Uji Coba Operasi}
“Supaya pendapatan kami lebih menguntungkan. Ini demi anak isteri kami pak,” pinta Sahidan.
Rudiantara terlihat bahagia atas kemampuan jaringan Palapa Ring yang menjangkau para nelayan yang sedang berada di tengah laut. Pasalnya, jaringan di tengah laut acapkali terganggu sehingga sulit dihubungi.
“Saya bahagia sudah bisa mendengar suara bapak,” kata Menkominfo Rudiantara saat uji coba video call lewat jaringan Palapa Ring di Kantor Kominfo di Jakarta, Rabu (20/03/2019).
Selain di Natuna, Menkominfo juga melakukan video call dengan Bupati Morotai, Benny Laos dan rakyat Morotai. Kepada Menkominfo, dia mengucapkan terimakasih, karena berkat Palapa Ring, akses internet di Rumah Sakit dan Kantor Pemerintah bisa berjalan dengan maksimal.
“Berkat Palapa Ring, akses internet software di instalasi rawat inap bisa berfungsi, dan jaringan internet 4G sudah ada di kantor pemerintahan sehingga kegiatan kami bisa maksimal,” ucap Benny dari Morotai.
Rudiantara pun mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Morotai dan berharap agar jaringan Palapa Ring bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.
“Selamat ulang tahun Kabupaten Morotai. Kita semua tahu bahwa Morotai sedang membangun ekonomi daerahnya, sehingga jika ada investor yang masuk ke sana, tidak boleh lagi mempersalahkan isu internet,” tuturnya.
{Baca juga: Unik, Begini Cara Rudiantara Uji Coba Palapa Ring Paket Tengah}
Terkait pembangunan jaringan Palapa Ring, Menkominfo mengatakan bahwa pembangunan di Paket Barat dan Paket Tengah sudah selesai. Sedangkan Palapa Ring Paket Timur sudah mencapai 94%.
“Jadwalnya (selesai) perkiraan Mei atau Juni. Sekarang Palapa Ring Paket Timur masih 94%,” imbuhnya. [NM/HBS]
Telko.id, Jakarta – Tak akan pernah habis waktu jika kita membahas tentang perbedaan. Di satu sisi ini bisa membuat kita melawan, di sisi lain mungkin tercengang. Apapun itu, yang pasti perbedaan selalu berakhir indah selama kita mau menerima.
Nah, di dunia ini juga sama, tak ada yang lebih indah selain dari perbedaan yang ada di dalamnya itu sendiri. Itulah sebabnya mengapa melihat hal-hal di sekitar kita dengan mata terbuka sangatlah penting. Ini bukan saja membantu kita menyadari bahwa tak semua orang sama dengan kita, tak semua hal sama besarnya, tetapi juga bahwa waktu bisa mengubah banyak hal.
{Baca juga: 10 Selfie Terbaik yang Pernah Dibuat Orang, Pernah Kepikiran?}
Melansir Bright Side, berikut ini beberapa foto yang akan memberitahu kita sesuatu yang baru tentang hal-hal biasa, dan yang past juga akan membua kita ber-wah ria, jika bukan tercengang.
Sama-sama disebut bayi, tapi siapa yang nyangka bedanya sebesar ini
Pria dan wanita bukan cuma dibedakan oleh jenis kelamin, tetapi juga ukuran celana Jeans
Ada di satu badan tapi beda warna, ada yang lebih indah dari ini?
Bukan cuma marmut yang merah jambu, danau di Australia Selatan ini juga
Penampakan pantai Zlatni Rat di Kroasia, sebelum dan sesudah badai melanda
Bagaimana bisa satu tahun berlalu begitu cepat…. puppy oh puppy!
Telko.id, Jakarta – Selama satu tahun sejak diluncurkan secara global, Player Unknown’s Battleground Mobile (PUBG) Mobile langsung berhasil menarik minat para gamers. Terbukti, PUBG Mobile telah mengantongi 30 juta pengguna aktif harian.
Dalam keterangannya disebutkan juga bahwa game bergenre battle royale itu telah telah diunduh 200 juta kali, dalam jangka waktu kurang dari setahun.
Tentu saja pencapaian yang di catat PUBG Mobile ini disambut gembir oleh Tencent dan PUBG Corporation (PUBG Corp) selaku pengembang game tersebut.
“Kami telah mencapai terobosan besar dalam skala pengguna, banyak pemain Indonesia yang menyukai PUBG Mobile,” kata Gaga Li, Country Director of PUBG Mobile untuk Indonesia, dalam keterangannya, Rabu (20/3/2019).
Gaga Li menyebutkan bahwa faktor keberhasilan ini berkat dukungan dari pemain, mitra, dan kolaborasi dengan merek-merek terkenal. Misalnya, kolaborasi eksklusif dengan Mission Impossible 6, BAPE, dan Resident Evil 2 yang kesemuanya pernah “tampil” di game ini.
Keberhasilan lain yang dicatat PUBG Mobile adalah telah berhasil memasuki pasar eSports dengan host PINC dan PMCC, yang telah meraih perhatian besar dari tim profesional.
“Dan saya percaya pasar eSport yang berkembang menjadi lebih berwarna karena kehadiran kami,” ujarnya.
Beberapa penghargaan juga sudah diraih PUBG Mobile selama setahun terakhir. Penghargaan yang dicatat antara lain, dinobatkan sebagai game mobile terbaik 2018 seperti, “The Mobile Game of the Year” dari Golden Joysticks, “Best Game”, “Fan Favorite Game” dan “Most Competitive Game” dari Google Play Awards, termasuk dinominasikan sebagai “Mobile Game of the Year” di The Game Awards.
Meski sudah cukup banyak prestasi yang diraih, namun pihaknya akan terus memperkuat hubungan dengan pemain dan mitra, dan tetap berkomitmen untuk berkontribusi mengembangkan dunia eSport Indonesia.
PUBG Mobile juga berjanji terus memberikan pengalaman terbaik kepada para pemain dan juga berkomitmen untuk terus berinovasi dalam kolaborasi dengan para mitra memasuki tahun mendatang.
{Baca juga: Rahasia Chicken Dinner di PUBG ala Tim eSports Aerowolf}
Gaga Li menuturkan, 2019 akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi PUBG Mobile. Beberapa agenda event telah disiapkan di tahun ini. Seperti akan mengadakan liga profesional pertama, PUBGM Club Open di Asia Tenggara yang akan menjadi langkah besar bagi PUBG Mobile eSports.
“Tujuannya adalah untuk membangun sistem liga profesional secara keseluruhan. Kedua, kami akan berkomunikasi lebih banyak dengan pengguna dan melakukan aktivitas yang lebih menarik. Dalam hal permainan, akan ada lebih banyak kerjasama IP seperti RE2, dan juga akan ada pembaruan dan strategi baru, silakan ditunggu!” tutupnya.[HBS]
Telko.id, Jakarta – Epic Games telah menggulirkan update terkait masalah stabilitas yang memengaruhi aplikasi mobilegameFortnite. Kabar ini mengikuti keputusan Epic untuk menonaktifkan sementara chat suara di game iOS dan Android.
Masalah stabilitas ponsel mulai memengaruhi pemain Fortnite di iOS dan Android setelah rilis update game 8.10. Masalah tersebut mencakup kualitas grafis yang menurun dan frame rate yang lebih rendah, serta hitching selama transisi menu.
Masalah kinerja umum memengaruhi pemain seluler, bahkan saat mereka tidak menggunakan fitur chat suara. Epic secara singkat menonaktifkan chat suara di iOS saat itu dan memperbaiki masalahnya.
{Baca juga:Epic Games Tunda Pembaruan Rutin Fortnite, Ada Apa?}
Tapi, pengembang mencatat, masalah stabilitas tetap ada setelah memulihkan fitur. Mengingat masalah berlanjut, Epic menonaktifkan chat suara di Android dan iOS minggu lalu.
Dalam pembaruan resmi yang diterbitkan pada subreddit Fortnite Mobile, Epic Games menjelaskan pihaknya telah memperhatikan masalah chat suara baru, dan lebih sering disconnects di mobile sejak peluncuran Season 8.
Mengutip Slashgear, tim berencana untuk menghabiskan waktu selama beberapa minggu ke depan untuk mencari masalah yang berbeda. Selama kurun waktu itu, pemain akan melihat fitur game yang berbeda dan item offline sementara.
{Baca juga:Fortnite Terima Dukungan Pengontrol Bluetooth di iOS dan Android}
Untuk pemain yang ingin mengawasi pekerjaan Epic dan mendapatkan update mengenai bug mana yang telah diperbaiki, pengembang game Fortnite ini menawarkan Trello Project Board. [BA/HBS]